Anda di halaman 1dari 3

DAFTAR PUSTAKA

1. Nababan A. Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat Adat, Pelatihan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah, Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB. 2003. http://dte.gn.apc.org, diakses 6 November 2011 2. Departemen Kesehatan. Nilai Perdagangan Jamu di Indonesia Rp 4 Trilyun per Tahun. 2009. www.depkes.go.id, diakses pada 6 November 2011 3. Departemen Pertanian. 2007. Prospek Dan Arah Pengembangan Agribisnis Tanaman Obat. Edisi Kedua. www.litbang.deptan.go.id diakses pada 6 November 2011 4. Departemen Kesehatan. Fakta Mengenai Tanaman Obat. 2009. http://www.depkes.go.id/downloads/lembar_fakta_tanaman_obat.pdf diakses pada 6 November 2011 5. Zainol, N.A., S.C. Voo, M.R. Sarmidi, & R.A. Aziz, Profilling of Centella asiatica (L.) Urban extract, The Malaysian Journal of Analytical Sciences, 2008,12(2), 322-327 6. Jagtap, N.S., S.S. Khadabadi, D.S. Ghorpade, N.B. Banarase, & S.S. Naphade, Antimicrobial and antifungal activity of Centella asiatica (L.) Urban, Umbeliferae. Research Journal of Pharmacy and Technology, 2009,2 (2): 328-330 7. Zainol, M.K., A.A. Hamid, S. Yusof, & R. Muse, Antioxidative activity and total phenolic compounds of leaf, root, and petiole of four accessions of Centella asiatica (L.) Urban, Food Chemistry, 2003,81: 575581 8. Kim, W.J., J. Kim, B. Veriansyah, J.D. Kim, Y.W. Lee, S.G. Oh, & R.R. Tjandra Winata, Extraction of bioactive components from Centella asiatica using subcritical water, The Journal of Supercritical Fluid, 2009,48: 211-216

33

9.

Zheng CJ, Qing LP. Chemical Compenent of Centella asiatica and Their Bioactivites. Journal of Chinese Integrative Medicines, 2007. 5(3) hal: 348350

10.

Wijayakusuma H., et all. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia, Pustaka Kartini . 2008. hal 78-80

11.

Sudoyo A. W. Diare Akut. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2006. Hal 408-413

12.

Enggo. Berkas:Pegagan.jpg. http://id.wikipedia.org 2007. diakses pada 8 November 2011

13.

Jayanti Henny Dwi. Analisa Zat Berkhasiat Pegagan. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang Jurusan Kimia. 2007. Tersedia di: http://kimia.unp.ac.id. diakses 8 November 2011

14.

Raina MH. Ensiklopedi Tanaman Obat Untuk Kesehatan. Absolut. 2011. Hal 160-161, 258-259

15.

Badan POM RI. Acuan Sediaan Herbal. Badan Pengawas Makanan dan Obat Republik Indonesia. 2010. Hal 27-29,

16.

Lismadiwati Endah. PEGAGAN: Meningkatkan Daya Ingat, Membuat Awet Muda, Menurunkan Gejala Stress dan Meningkatkan Stamina. Penebar Swadaya. 2004. 1-10

17.

Santa, I.G.F. dan B. Prajogo. Studi taksonomi Centella asiatica L. Urban).Warta Tumbuhan Obat Indonesia. 1992.1(2):46-47

18.

Winarto, W.P., dan M. Surbakti. Khasiat dan Manfaat Pegagan, Tanaman Penambah Daya Ingat. Agromedia Pustaka. Jakarta. 2003. Hal 1-8

19.

Besung, I Nengah Kerta, Pegagan (Centella asiatica) Sebagai Alternatif Pencegahan Penyakit Infeksi Pada Ternak, Pegagan, 2009, Vol. 2 No. 1 2009. Tersedia di: http://www.bulletinveteriner.com. Diakses pada 8

November 2011. 20. Selfitri, Anggrahaeni Dewi. Efek Elisitasi dan Transformasi Genetik Terhadap Produksi Asiatikosida pada Kalus Pegagan (Centella asiatica

34

(L.)

Urban).

Dalam

abstrak

skripsi.

Bandung

ITB.

2008.

http://digilib.itb.ac.id. Diakses 8 november 2011. 21. Tisnajaya, Djadjat. Pengkajian Kandungan Fitosterol pada Tanaman Kedawung (Parkia roxburgii G. Don). Jurnal Biodiversitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2005. Volume 7 No 1 hal 21-24 22. Anonim. Bakteri. 2012. Tersedia di: http://id.wikipedia.org/wiki/Bakteri . diakses pada 27 Januari 2012 23. Jawetz, E., Melnick, J.L. and Adelberg, E.A. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Alih bahasa: Eddy Mudihardi. Edisi Pertama. Penerbit Salaemba Medika. Jakarta. Hal. 350 24. Anonim. File:Klebsiella pneumoniae 01.png. 2006. http://en.wikipedia.org . diakses pada 30 Januari 2012 25. Anonim. Bacillus. 2010.http://en.wikipedia.org/wiki/Bacillus. diakses pada 30 Januari 2012 26. 27. Anonim. Bacillus cereus.Diakses dari http://atlas.medmicro.info Jawetz, Melnick, Adelberg. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 23. Alih bahasa: Huriawati Hartanto dkk. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta. 2004. Hal. 251-253

35