Anda di halaman 1dari 9

No.2 KAVITASI PADA POMPA A.

PENGERTIAN KAVITASI Kavitasi adalah fenomena perubahan fase uap dari zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya berkurang hingga di bawah tekanan uap jenuhnya. Pada pompa bagian yang sering mengalami kavitasi adalah sisi hisap pompa. Misalnya, air pada tekanan 1 atm akan mendidih dan menjadi uap pada suhu 100 derajat celcius. Tetapi jika tekanan direndahkan maka air akan bisa mendidih pada temperatur yang lebih rendah bahkan jika tekanannya cukup rendah maka air bisa mendidih pada suhu kamar. Apabila zat cair mendidih, maka akan timbul gelembung-gelembung uap zat cair. Hal ini dapat terjadi pada zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa maupun didalam pipa. Tempattempat yang bertekanan rendah dan/atau yang berkecepatan tinggi di dalam aliran, maka akan sangat rawan mengalami kavitasi. Misalnya pada pompa maka bagian yang akan mudah mengalami kavitasi adalah pada sisi isapnya. Kavitasi pada bagian ini disebabkan karena tekanan isap terlalu rendah. Knapp (Karassik dkk, 1976) menemukan bahwa mulai terbentuknya gelembung sampai gelembung pecah hanya memerlukan waktu sekitar 0,003 detik. Gelembung ini akan terbawa aliran fluida sampai akhirnya berada pada daerah yang mempunyai tekanan lebih besar daripada tekanan uap jenuh cairan. Pada daerah tersebut gelembung tersebut akan pecah dan akan menyebabkan shock pada dinding di dekatnya. Cairan akan masuk secara tiba-tiba ke ruangan yang terbentuk akibat pecahnya gelembung uap tadi sehingga mengakibatkan tumbukan. Peristiwa ini akan menyebabkan terjadinya kerusakan mekanis pada pompa sehingga bisa menyebabkan dinding akan berlubang atau bopeng. Peristiwa ini disebut dengan erosi kavitasi sebagai akibat dari tumbukan gelembung-gelembung uap yang pecah pada dinding secara terus menerus. B. PENGARUH KAVITASI TERHADAP KINERJA POMPA Pada tiga tulisan sebelumnya kita telah mengenal pengaruh kavitasi dan klasifikasi kavitasi berdasarkan penyebab utamanya. Kali ini kita kembali memperdalam pengaruh kavitasi ini secara lebih detil. Sebelumnya kita telah tahu pengaruh kavitasi secara umum adalah sebagai berikut : Berkurangnya kapasitas pompa Berkurangnya head (pressure) Terbentuknya gelembung-gelembung udara pada area bertekanan rendah di dalam selubung pompa (volute)

Suara bising saat pompa berjalan. Kerusakan pada impeller atau selubung pompa (volute). Kavitasi dinyatakan dengan cavities atau lubang di dalam fluida yang kita pompa. Lubang ini juga dapat dijelaskan sebagai gelembung-gelembung, maka kavitasi sebenarnya adalah pembentukan gelembung-gelembung dan pecahnya gelembung tersebut. Gelembung terbentuk tatkala cairan mendidih. Hati-hati untuk menyatakan mendidih itu sama dengan air yang panas untuk disentuh, karena oksigen cair juga akan mendidih dan tak seorang pun menyatakan itu panas. Mendidihnya cairan terjadi ketika ia terlalu panas atau tekananya terlalu rendah. Pada tekanan permukaan air laut 1 bar (14,7 psia) air akan mendidih pada suhu 212oF (100oC). Jika tekanannya turun air akan mendidih pada suhu yang lebih rendah. Ada tabel yang menyatakan titik didih air pada setiap suhu yang berbeda. Satuan tekanan di sini yang digunakan adalah absolute bukan pressure gauge, ini jamak dipakai tatkala kita berbicara mengenai sisi isap pompa untuk menghindari tanda minus. Maka saat menyebut tekanan atmosfir nol, kita katakan 1 atm sama dengan 14,7 psia pada permukaan air laut dan pada sistim metrik kita biasa memakai 1 bar atau 100 kPa. Kita balik ke paragraf pertama untuk menjelaskan akibat dari kavitasi, sehingga kita lebih tahu apa sesungguhnya yang terjadi. Kapasitas Pompa Berkurang Ini terjadi karena gelembung-gelembung udara banyak mengambil tempat (space), dan kita tidak bisa memompa cairan dan udara pada tempat dan waktu yang sama. Otomatis cairan yang kita perlukan menjadi berkurang. Jika gelembung itu besar pada eye impeller, pompa akan kehilangan pemasukan dan akhirnya perlu priming (tambahan cairan pada sisi isap untuk menghilangkan udara). Tekanan (Head) kadang berkurang Gelembung-gelembung tidak seperti cairan, ia bisa dikompresi (compressible). Nah, hasil kompresi inilah yang menggantikan head, sehingga head pompa sebenarnya menjadi berkurang. Pembentukan gelembung pada tekanan rendah karena tidak bisa terbentuk pada tekanan tinggi. Kita harus selalu ingat bahwa jika kecepatan fluida bertambah, maka tekanan fluida akan berkurang. Ini artinya kecepatan fluida yang tinggi pasti di daerah bertekanan rendah. Ini akan menjadi masalah setiap saat jika ada aliran fluida melalui pipa terbatas, volute atau perubahan arah yang mendadak. Keadaan ini sama dengan aliran fluida pada penampang kecil antara ujung impeller dengan volute cut water. Bagian-bagian Pompa Rusak Gelembung-gelembung itu pecah di dalam dirinya sendiri, ini dinamakan imploding

kebalikan dari exploding. Gelembung-gelembung itu pecah dari segala sisi, tetapi bila ia jatuh menghantam bagian dari metal seperti impeller atau volute ia tidak bisa pecah dari sisi tersebut, maka cairan masuk dari sisi kebalikannya pada kecepatan yang tinggi dilanjutkan dengan gelombang kejutan yang mampu merusak part pompa. Ada bentuk yang unik yaitu bentuk lingkaran akibat pukulan ini, dimana metal seperti dipukul dengan 'ball peen hammer. Kerusakan ini kebanyakan terjadi membentuk sudut ke kanan pada metal, tetapi pengalaman menunjukan bahwa kecepatan tinggi cairan kelihatannya datang dari segala sudut. Semakin tinggi kapasitas pompa, kelihatannya semakin mungkin kavitasi terjadi. Nilai Specific speed pump yang tinggi mempunyai bentuk impeller yang memungkinkan untuk beroperasi pada kapasitas yang tinggi dengan power yang rendah dan kecil kemungkinan terjadi kavitasi. Hal ini biasanya dijumpai pada casing yang berbentuk pipa, dari pada casing yang berbentuk volute seperti yang sering kita lihat.

C. CARA MENGHINDARI KAVITASI Kavitasi juga menyebabkan suara yang berisik, getaran, korosi yang disebabkan karena adanya reaksi kimia gas-gas dan logam, dan juga dapat menyebabkan performansi pompa akan menurun secara tiba-tiba sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik. Cara-cara yang bisa digunakan untuk menghindari terjadinya kavitasi antara lain : 1. Tekanan sisi isap tidak boleh terlalu rendah Pompa tidak boleh diletakkan jauh di atas permukaan cairan yang dipompa sebab menyebabkan head statisnya besar. 2. Kecepatan aliran pada pipa isap tidak boleh terlalu besar. Bagian yang mempunyai kecepatan tinggi maka tekanannya akan rendah. Oleh karena itu besarnya kecepatan aliran harus dibatasi, caranya dengan membatasi diameter pipa isap tidak boleh terlalu kecil. 3. Menghindari instalasi berupa belokan-belokan tajam Pada belokan yang tajam kecepatan aliran fluida akan meningkat sedangkan tekanan fluida akan turun sehingga menjadi rawan terhadap kavitasi. 4. Pipa isap dibuat sependek mungkin, atau dipilih pipa isap satu nomer lebih tinggi untuk mengurangi kerugian gesek. 5. Tidak menghambat aliran cairan pada sisi isap. 6. Head total pompa harus sesuai dengan yang diperlukan pada kondisi operasi sesungguhnya.

Berikut adalah "cara cepat" menentukan apakah pompa mengalami kavitasi/tidak: 1. Hitung pressure static di suction pompa (tidak termasuk pressure akibat velocity fluida),. Pakai software simulasi jika sistemnya kompleks. Pastikan anda memasukkan komponen2 yang

berpengaruh (valve, orifice, elbow, panjang pipa, dll). 2. Pakai HYSYS, masukkan komposisi fluida, masukkan temperatur operasi dan masukkan nilai 0 atau 1 pada vapour/phase fraction, oala... kita peroleh vapour pressure. 3. Bandingkan kedua nilai diatas. Ubah valuenya ke feet head (inilah NPSHA anda) dengan persamaan: 4. Cek NPSHR di curve dari manufacturer pompa anda (Pada umumnya pompa ditest menggunakan water pada temperature kamar, jadi berhati-hatilah jk fluida anda bkn water) 5. GPSA databook memberikan guide safety margin 2-3 ft NPSHA lebih tinggi dari NPSHR. Menyambung dengan ekspander setidaknya akan membuat restriksi ke suction pompa anda berkurang (meninggikan NPSHA).Menggunakan expander juga akan memperkecil resiko udara terperangkap. Namun dibandingkan dengan menggunakan pipa yang sesuai, grafik sistem anda akan berubah (perubahan diameter dianggap restriksi). Beberapa efek yang ditimbulkannya dan klasifikasi kavitasi,yaitu : 1. Vaporisation - Penguapan. Selanjutnya kita kaji secara singkat klasifikasi yang kedua :

2. Air Ingestion - Masuknya Udara Luar ke Dalam System Pompa sentrifugal hanya mampu meng'handle' 0.5% udara dari total volume. Lebih dari 6% udara, akibatnya bisa sangat berbahaya, dapat merusak komponen pompa. Udara dapat masuk ke dalam system melalui beberapa sebab, antara lain : Dari packing stuffing box (Bagian A - Lihat Gambar). Ini terjadi, jika pompa dari kondensor, evaporator atau peralatan lainnya bekerja pada kondisi vakum. Letak valve di atas garis permukaan air (water line). Flens (sambungan pipa) yang bocor. Tarikan udara melalui pusaran cairan (vortexing fluid). Jika 'bypass line' letaknya terlalu dekat dengan sisi isap, hal ini akan menambah suhu udara pada sisi isap. Berkurangnya fluida pada sisi isap, hal ini dapat terjadi jika level cairan terlalu rendah. 3. Internal Recirculation - Sirkulasi Balik di dalam System Kondisi ini dapat terlihat pada sudut terluar (leading edge) impeller, dekat dengan diameter luar, berputar balik ke bagian tengah kipas. Ia dapat juga terjadi pada sisi awal isap pompa. Efek putaran balik ini dapat menambah kecepatannya sampai ia menguap dan kemudian 'pecah' ketika melalui tempat yang tekanannya lebih tinggi. Ini selalu terjadi pada pompa dengan NPSHA yang rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, kita harus tahu nilai Suction Spesific Speed , yang dapat digunakan untuk mengontrol pompa saat beroperasi, berapa nilai terdekat yang teraman terhadap nilai BEP(Best Efficiency Point) pompa yang harus diambil untuk mencegah terjadinya masalah.

Catatan penting : Untuk pompa double suction, kapasitas dibagi 2 karena ada 2 impeller eyes. Ideal untuk 'membeli' pompa dengan nilai Suction Spesific Speed kurang dari 8500(5200 metrik) kecuali untuk kondisi yang ekstrim. Mixed Hydrocarbon dan air panas idealnya pada 9000 12000 (55007300 metric) atau lebih tinggi, lebih bagus. Nilai Suction Spesific Speed yang tinggi menandakan impeller eye-nya lebih besar dari biasanya dan biasanya nilai efisiensinya disesuaikan dengan nilai NPSHR yang rendah. Lebih tinggi nilai Suction Spesific Speed memerlukan desain khusus, operasinya memungkinkan adanya kavitasi. Biasanya, pompa yang beroperasi dibawah 50% dari nilai BEP-nya tidak reliable. Jika kita memakai open impeller, kita dapat mengoreksi internal recirculation dengan mengatur suaian(clearance) impeller sesuai dengan spesifikasi pabrik pembuatnya. Jenis impeller Untuk jenis Closed Impeller lebih banyak masalahnya dan kebanyakan pada prakteknya dikembalikan ke pabrik pembuatnya untuk di evaluasi atau mungkin didesain ulang pada impellernya atau perubahan ukuran suaian(clearance) pada wearing ring.

NPSH
Kepala hisap bersih positif (NPSH) adalah hubungan dengan menggunakan jarak dari tengah dimaksudkan dari pompa turbin dan kedalaman area penyimpanan, berat jenis fluida, dan tekanan pada suhu yang ditentukan. NPSH adalah singkatan untuk Net Positif Suction Head. In any cross-section of a generic hydraulic circuit, the NPSH parameter shows the difference between the actual pressure of a liquid in a pipeline and the liquid's vapor pressure at a given temperature. Dalam setiap bagianlintas dari generik hidrolik rangkaian, parameter NPSH menunjukkan perbedaan antara tekanan sebenarnya cairan dalam pipa dan cairan tekanan uap pada suhu tertentu. NPSH is an important parameter to take into account when designing a circuit: whenever the liquid pressure drops below the vapor pressure, liquid boiling occurs, and the final effect will be cavitation : vapor bubbles may reduce or stop the liquid flow, as well as damage the system. NPSH merupakan parameter yang penting untuk mempertimbangkan ketika merancang sebuah sirkuit: setiap kali penurunan tekanan cairan di bawah tekanan uap, cair mendidih terjadi, dan efek akhir akan kavitasi : gelembung uap dapat mengurangi atau menghentikan aliran cairan, serta kerusakan sistem. Centrifugal pumps are particularly vulnerable especially when pumping heated solution near the vapor pressure, whereas positive displacement pumps are less affected by cavitation, as they are better able to pump two-phase flow (the mixture of gas and liquid), however, the resultant flow rate of the pump will be diminished because of the gas volumetrically displacing a disproportion of liquid. pompa sentrifugal sangat rentan terutama ketika memompa solusi dipanaskan dekat tekanan uap, sedangkan Pompa displacement positif kurang dipengaruhi oleh kavitasi, karena mereka lebih mampu untuk pompa-aliran dua fase (campuran gas dan cair),

namun, aliran resultan laju pompa akan berkurang karena gas volumetrically memindahkan sebuah disproporsi cairan. Careful design is required to pump high temperature liquids with a centrifugal pump when the liquid is nearing the boiling point. Hati-hati desain diperlukan untuk memompa cairan suhu tinggi dengan pompa sentrifugal ketika cairan mendekati titik didih. The violent collapse of the cavitation bubble creates a shock wave that can literally carve material from internal pump components (usually the leading edge of the impeller) and creates noise that is most often described as "pumping gravel". Runtuhnya kekerasan dari gelembung kavitasi menciptakan gelombang kejut yang secara harfiah dapat mengukir material dari komponen pompa internal (biasanya tepi terkemuka impeller) dan menciptakan kebisingan yang paling sering digambarkan sebagai "memompa kerikil". Additionally, the inevitable increase in vibration can cause other mechanical faults in the pump and associated equipment. Selain itu, kenaikan yang tak terelakkan dalam getaran dapat menyebabkan kesalahan mekanis lainnya di pompa dan peralatan yang terkait. Considering the circuit shown in the picture, in 1-1 NPSH is [ 1 ] : Mengingat rangkaian ditunjukkan pada gambar, dalam 1-1 NPSH adalah [1] :

where h L is the head loss between 0 and 1, p 0 is the pressure at the water surface, p v is the vapour pressure ( saturation pressure ) for the fluid at the temperature T 1 at 1, z is the difference in height z 1 z 0 (shown as H on the diagram) from the water surface to the location 1, and is the fluid density, assumed constant, and g is gravitational acceleration. dimana L h adalah kerugian head antara 0 1, dan p 0 adalah tekanan pada permukaan air, v p adalah tekanan uap ( jenuh tekanan ) untuk fluida pada suhu T 1 dari 1, z adalah perbedaan ketinggian z 1 - z 0 (ditampilkan sebagai H pada diagram) dari permukaan air ke lokasi 1, dan adalah densitas fluida, diasumsikan konstan, dan g adalah percepatan gravitasi. In pump operation, two aspects of this parameter are called respectively NPSHA or NPSH (a) Net Positive Suction Head (available) and NPSHR or NPSH(r) or NPSH-3 Net Positive Suction Head (required) , where NPSH(a) is the suction pressure presented at the pump inlet port, and NPSH(r) is the suction pressure limit at which the pump's total differential head performance is reduced by 3% due to cavitation. Dalam pompa operasi, dua aspek dari parameter ini masing-masing disebut NPSHA atau NPSH (a) Bersih Positif Suction Head (tersedia) dan NPSHR atau NPSH (r) atau NPSH-3 Net Positif Suction Head (diperlukan), dimana NPSH (a) tekanan hisap disajikan di pelabuhan inlet pompa, dan NPSH (r) adalah tekanan hisap batas di mana total diferensial pompa kinerja kepala dikurangi sebesar 3% karena kavitasi. Cavitation occurs at suction pressure levels below the NPSH-3 level and pump damage can occur from cavitation even though the pump may continue to provide the expected hydraulic performance. Kavitasi terjadi pada tingkat tekanan isap di bawah tingkat-3 NPSH dan kerusakan pompa dapat terjadi dari kavitasi walaupun pompa dapat terus memberikan kinerja hidrolik yang diharapkan.

[ edit ] A somewhat simpler informal way to understanding NPSH [ 2 ] [ sunting ] A informal cara sederhana agak ke NPSH pemahaman ... [2]

Fluid can be pushed very hard down a pipe. Cairan dapat didorong sangat keras ke pipa. The only limit is the ability of the pipe to handle the pressure. Batas satunya adalah kemampuan pipa untuk menangani tekanan. However, a liquid cannot be pulled very hard up a pipe because bubbles are created as the liquid evaporates into a gas. Namun, cairan tidak dapat ditarik sangat keras sampai pipa karena gelembung diciptakan sebagai menguap cairan menjadi gas. The lower the vacuum pressure created, the bigger the bubble, so no more liquid will flow into the pump. Semakin rendah tekanan vakum diciptakan, semakin besar gelembung, sehingga tidak ada cairan lagi akan mengalir ke dalam pompa. Rather than thinking in terms of the pump's ability to pull the fluid, the flow is limited by the ability of gravity and air pressure to push the fluid into the pump. Daripada berpikir dalam hal kemampuan pompa untuk menarik cairan, aliran dibatasi oleh kemampuan tekanan gravitasi dan udara untuk mendorong cairan ke dalam pompa. The atmosphere pushes down on the fluid, plus, if the pump is below the tank, the weight of the fluid from gravity above the pump inlet also helps. Suasana mendorong di atas cairan, ditambah, jika pompa berada di bawah tangki, berat cairan dari gravitasi di atas inlet pompa juga membantu. Until the fluid gets to the pump, these are the only two forces providing the push. Sampai cairan sampai ke pompa, ini hanya dua kekuatan menyediakan push. Friction losses and vapor pressure must also be considered. Gesekan kerugian dan tekanan uap juga harus dipertimbangkan. Friction losses limit the ability of gravity and air pressure to push the water towards the pump at high speed. Gesekan kerugian membatasi kemampuan tekanan gravitasi dan udara untuk mendorong air menuju pompa dengan kecepatan tinggi. Vapor pressure refers to the point at which bubbles form in the liquid. tekanan uap mengacu pada titik di mana gelembung dalam cairan. NPSH is a measure of how much spare push you have before the bubbles form. NPSH adalah ukuran berapa banyak push luang yang Anda miliki sebelum bentuk gelembung. ________ ________ NPSH is widely misunderstood, and is a fairly difficult concept to grasp. NPSH disalahpahami secara luas, dan merupakan konsep yang cukup sulit untuk dipahami. Once NPSH is fully understood, sizing and controlling pumps and pumping machines is a much simpler task. Setelah NPSH sepenuhnya dipahami, ukuran dan mengendalikan mesin pompa dan pemompaan adalah tugas yang lebih sederhana. NPSH is the liquid suction force at the intake of a pump . NPSH adalah hisap cairan gaya pada asupan sebuah pompa . In other words, the force of a liquid naturally pushing into a pump from gravity pressure plus liquid headpressure only - into a single pump intake. Dengan kata lain, kekuatan suatu cairan alami "mendorong" ke dalam pompa dari gravitasi tekanan ditambah cair headpressure hanya - menjadi asupan pompa tunggal. This means; Ini berarti; NPSH = the net (left over) positive pressure of suction force into a pump intake after friction loss has occurred. NPSH = positif (kiri atas) tekanan bersih isap memaksa ke pompa intake setelah kehilangan gesekan telah terjadi. Liquid head height or liquid head pressure + gravity pressure, minus friction loss, leaves a net head pressure of force into the pump. Liquid kepala tinggi atau tekanan kepala cairan + tekanan gravitasi, kehilangan gesekan minus, daun jaring kepala tekanan memaksa ke pompa. If we want to pump some amount of liquid, we have to ensure that this liquid can reach the center line of the suction point of the pump. Jika kita ingin untuk memompa beberapa jumlah

cair, kita harus memastikan bahwa cairan ini dapat mencapai garis tengah dari titik hisap pompa. NPSH represents the head (pressure and gravity head) of liquid in the suction line of the pump that will overcome the friction along the suction line. NPSH merupakan kepala (tekanan dan kepala gravitasi) cair di baris hisap dari pompa yang akan mengatasi gesekan sepanjang garis hisap. NPSHR is the amount of liquid pressure required into the intake port of a pre-designed and manufactured pump. NPSHR adalah jumlah tekanan cair yang diperlukan ke port asupan pompa pra-desain dan diproduksi. This is known as NPSHR (Net Positive Suction Head Required). Ini dikenal sebagai NPSHR (bersih Positif Suction Head disyaratkan). The pump manufacturer will usually clearly have a NPSH curve to assist you in the correct installation. Para produsen pompa akan biasanya jelas memiliki kurva NPSH untuk membantu Anda dalam instalasi yang benar. NPSHA is the amount (A = available) to the pump intake after pipe friction losses and head pressures have been taken into account. NPSHA adalah jumlah (A = tersedia) ke intake pompa setelah kerugian gesek pipa dan tekanan kepala telah diperhitungkan. The reason for this requirement? Alasan untuk kebutuhan ini? When the pump is receiving liquid into the intake port and the impeller is then pushing the liquid out at the discharge , they are effectively trying to tear each other apart because the pump is changing the liquid movement by a pressure increase at the impeller vanes, (general pump installations). Ketika pompa menerima cairan ke port asupan dan impeller ini kemudian mendorong keluar cairan di debit , mereka secara efektif mencoba merobek satu sama lain selain karena pompa berubah gerakan cairan dengan meningkatkan tekanan pada baling-baling impeller, ( instalasi pompa umum). Insufficient NPSHR will cause a low or near-vacuum pressure (negative NPSHA) to exist at the pump intake. Kurangnya NPSHR akan menyebabkan tekanan rendah atau di dekat-vakum (NPSHA negatif) ada di intake pompa. This will cause the liquid to boil and cause cavitation , and the pump will not receive the liquid fast enough because it will be attempting to pump vapour. Hal ini akan menyebabkan cairan tersebut mendidih dan menyebabkan kavitasi , dan pompa tidak akan menerima cepat cair yang cukup karena akan mencoba untuk memompa uap. Cavitation will lower pump performance and damage pump internals. Kavitasi akan menurunkan kinerja dan pompa pompa kerusakan internal. At low temperatures the liquid can "hold together" (remain fluid) relatively easily, hence a lower NPSH requirement. Pada rendah suhu cairan dapat "terus bersama" (tetap cairan) relatif mudah, maka persyaratan NPSH yang lebih rendah. However at higher temperatures, the higher vapor pressure starts the boiling process much earlier, hence a high NPSH requirement. Namun pada suhu tinggi, tekanan uap semakin tinggi memulai proses perebusan jauh lebih awal, maka persyaratan NPSH tinggi. Water will boil at lower temperatures under lower pressures. Air akan mendidih pada suhu yang lebih rendah di bawah tekanan rendah. Conversely the boiling-point is raised at higher pressures. Sebaliknya titik-didih yang dibangkitkan pada tekanan yang lebih tinggi. Water boils at 100 degrees Celsius at sea level and an atmospheric pressure of 1 bar. Air mendidih pada 100 derajat Celsius di permukaan laut dan tekanan atmosfir 1 bar.

Vapor Pressure is the pressure of a gas in equilibrium with its liquid phase at a given temperature. Tekanan uap adalah tekanan gas dalam kesetimbangan dengan fase cair pada suhu tertentu. If the vapor pressure at a given temperature is greater than the pressure of the atmosphere above the liquid, then the liquid will boil. Jika tekanan uap pada suhu tertentu lebih besar dari tekanan atmosfir di atas cairan, maka akan mendidih cair. (This is why water boils at a lower temperature high in the mountains). (Inilah sebabnya mengapa air mendidih pada suhu yang lebih rendah tinggi di pegunungan). At normal atmospheric pressure minus 5 psi (or -0.35 bar ) water will boil at 89 degrees Celsius . Pada tekanan atmosfer normal minus 5 psi (atau -0,35 bar ) air akan mendidih pada 89 derajat Celcius . At normal atmospheric pressure minus 10 psi (or -0.7 bar) water will boil at 69 degrees Celsius . Pada tekanan atmosfer normal minus 10 psi (atau -0,7 bar) air akan mendidih pada 69 derajat Celcius . At a positive pressure of +12 psi or +0.82 bar above atmospheric, water will boil at 118 degrees Celsius . Pada tekanan positif dari 12 psi atau 0,82 bar di atas atmosfer, air akan mendidih pada 118 derajat Celcius . Liquid temperature greatly affects NPSH and must be taken into account when expensive installations are being designed. cair suhu sangat mempengaruhi NPSH dan harus diperhitungkan saat instalasi mahal sedang dirancang. A pump designed with a NPSHR suitable for cold water may start to cavitate when pumping hot water. Sebuah pompa dirancang dengan NPSHR cocok untuk air dingin mungkin mulai cavitate ketika memompa air panas.