P. 1
Dampak Degredasi Lahan Terhadap Debit Rencana Air Baku Sistem Penyediaan Air Minum Perkotaan

Dampak Degredasi Lahan Terhadap Debit Rencana Air Baku Sistem Penyediaan Air Minum Perkotaan

|Views: 4|Likes:
Dipublikasikan oleh Devita Mayasari 'nyaa

More info:

Published by: Devita Mayasari 'nyaa on Sep 04, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/19/2014

pdf

text

original

DAMPAK DEGRADASI LAHAN TERHADAP DEBIT RENCANA AIR BAKU SISTEM PENYEDIAAN AIR MIMUM PERKOTAAN (Studi Kasus

Das Ciliwung-Cisadane, BOPUNJUR)
Firman Malazi1, Arwin Sabar2 Environmental Engineering Study Program Faculty of Civil and Environmental Engineering, Bandung Institute of Technology Jl. Ganesa 10 Bandung 40132 1 firman_mlz@yahoo.com, 2arwinsabar@ftsl.itb.ac.id PENDAHULUAN Kawasan sangat terbangun di Pulau Jawa seperti di Jakarta dan Bandung, sebagai urban metropolitan merupakan kota besar yang memiliki tingkat kepadatan penduduk dan mobilitas yang tinggi. Perubahan iklim pengaruhnya terhadap komponen utama hidrologi. Pertambahan penduduk di daerah andalan Pulau Jawa, terutama JABOTABEKBOPUNCUR, mengakibatkan terjadinya konversi lahan. Terjadinya konversi lahan suksesif, berupa alih fungsi lahan dari hutan, budidaya pertaniaan, pemukiman pedesaan dan urban metropolitan mengakibatkan limpasan air permukaan semakin tinggi dan debit aliran dasar semakin mengecil (fenomena ekstrimitas debit air). Laju perkembangan lahan terbangun di DKI Jakarta dan sekitarnya begitu pesat. Laju perkembangan ini memperlihatkan tekanan perluasan kearah barat (Tanggerang), Timur (Bekasi) dan Selatan (BOPUNCUR) membentuk Megapolitan Jakarta. Konversi lahan di kawasan BOPUNCUR (hulu DAS Ciliwung-Cisadane) berupa perambahan hutan menjadi lahan budidaya. Maka akan terjadi ekstrimitas debit yang akan menimbulkan ancaman banjir pada musim hujan dan pada musim kemarau akan mengancam ketersediaan air baku. Dengan menggunakan pendekatan hidrologi statistik, perambahan fungsi hutan dan konversi lahan budidaya menjadi lahan terbangun dapat dianalisa. Sebagai input data hidologi adalah arsip data hujan (P) dan debit (Q), sedangkan output degradasi lahan dinyatakan dengan koefisien limpasan (c) dan aliran dasar sungai (b). Degradasi fungsi lahan di daerah tangkapan air ditandai dengan debit ektrim ratarata berubah dan simpangan baku membesar mengakibatkan degradasi debit rencana banjir dan kering. Selain itu, konversi lahan mempengaruhi iklim local (naik suhu local) sehingga frekuensi kejadian hujan kecil semakin berkurang. METODOLOGI Pengolahan data yang dilakukan dalam penelitian ini diawali dengan mengisi data kosong melalui analisis korelasi antara variabel hujan dari pos-pos hujan. Menghitung hujan wilayah, coefisient runoff dan baseflow.Analisis aliran dasar didahului dengan penafsiran debit ekstrim harian minimum melalui uji goodness of fit yaitu uji Kolmogorov-Smirnov terhadap beberapa fungsi distribusi peluang teoritis. Debit ekstrim harian dihitung untuk beberapa durasi dan periode ulang. Alokasi kebutuhan air baku air minum dianalisis dari debit ekstrim durasi 1-7 hari dengan periode ulang 20 tahun. HASIL DAN DISKUSI Debit pemantauan yang berada di Sungai Cisadane yaitu pos Legok Muncang (Up streem). Dengan mennggunakan uji Goodness of fit maka didapat distribusi yang mewakili kondisi aliran sungai cisadane. Tabel 1. Debit Andalan Sungai Cisadane Pos Legok Muncang (1976-2007) 2 5 10 20 50 Durasi tahun tahun tahun tahun tahun 1 7.19 4.25 2.68 1.23 0.66 2 7.52 4.48 2.69 1.31 0.74 7 8.06 5.06 4.09 3.25 2.8 15 8.72 6.03 5.2 4.52 4.16 30 9.81 6.7 5.74 4.93 4.5 60 11.31 7.45 6.38 5.48 5

Gambar 1. Debit Andalan Sungai Cisadane Pos Legok Muncang (1976-2007). Tabel 2. Debit Andalan Sungai Cisadane Pos Legok Muncang (1990-2007) 2 5 10 20 50 Durasi tahun tahun tahun tahun tahun 1 8.23 3.48 1.7 0.62 0.28 2 8.27 3.47 1.75 0.68 0.33 7 8.88 4.56 2.87 1.59 1.03 15 8.12 6.17 5.62 5.26 5.1 30 9.36 6.79 5.98 5.38 5.09 60 10.38 7.48 6.55 5.84 5.5

EM6-1

and Science. Japan: McGraw-Hill. Singapore: McGraw-Hill. yang mengakibatkan perubahan debit rencana kering. Jilid 1. 17/No. Ini jauh dibawah dengan menggunakan pendekatan dengan data yang didapat dari debit hariaan 37 tahun kebelakang..2 Agustus 2006. Sabar. Perubahan Iklim. 2009 Gambar 3. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota. Konversi Lahan dan Ancaman BAnjir dan Kekeringan di Kawasan Terbangun. Pada musim hujan dan kemarau akan mengakibatkan ekstrimitas debit. Leland T. Linsley. Debit Harian Pos Legok Muncang (Variabel Acak) Gambar 3. Sabar. 1995. Grafik Baseflow Tahunan Sungai Ciliwung –Cisadane PUSTAKA Blank. Vol. Selama 20 tahun kebelakang telah terjadi degradasi fungsi hidrologi di kawasan hulu DAS Ciliwung Cisadane. Grafik runoff Tahunan Sungai Ciliwung –Cisadane Gambar 5. International Student Edition. KESIMPULAN Kejadian menurunnya hujan wilayah.. Hidrologi: Aplikasi Metode Statistik untuk Analisa Data. Keandalan sungai Cisadane bila dilakukan penelitian dengan pendekatan data debit harian ekstrim minimum maka dapat dilihat bahwa debit andalan dengan periode ulang 1-7 hari dengan waktu 20 tahun diketahui sebesar 620 L/dt. Bandung: Penerbit Nova. Arwin.Gambar 2. sedangkan dari tahun 1991 sampai 2007 debit rencana kering 620 L/dt.A. Grafik Hujan Wilayah Tahunan Sungai Ciliwung –Cisadane EM6-2 . Ray K. Soewarno. 1982. 1988. Management. Debit Andalan Sungai Cisadane Pos Legok Muncang (1990-2007). Pidato Ilmiah Guru Besar. Kajian Keandalan Air Sungai Cisadane Memenuhi Laju Permintaan Air Baku PDAM Kota Bogor. ITB. Hydrology for Engineers. Tahun 1976 sampai tahun 2007 debit rencana kering adalah 1230 L/dt. Y. mengakibatkan menurunnya aliran dasar dan meningkatnya koefisien limpasan. Gambar 4. Statistical Procedures for Engineering. Mukmin..

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->