Tugas M.K.

Pendidikan Kewarganegaraan “Sejarah Perkembangan Hak Asasi Manusia”
Prinsip pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, merupakan bagian dari prinsip perlindungan hukum. Istilah hak asasi manusia di Indonesia, sering disejajarkan dengan istilah hak- hak kodrat, hak-hak dasar manusia. natural rights, human rights, fundamental rights, gronrechten, mensenrechten, rechten van den mens dan fundamental rechten Menurut Philipus M Hadjon, di dalam hak (rights), terkandung adanya suatu tuntutan (claim).1 Pengertian hak asasi manusia berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia Perkembangan konsep hak asasi manusia ditelusuri secara historis berawal dari dunia Barat dimulai dari abad XVII sampai dengan abad XX. Pada abad XVII, hak asasi manusia berasal dari hak kodrat (natural rights) yang mengalir dari hukum kodrat (natural law). Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan politik (political freedom) dan hak untuk ada (rights to be). Hal ini dipengaruhi keadaan masa sebelumnya dalam kehidupan bernegara yang absolut. Pada abad XVIII, hak kodrat dirasionalkan melalui konsep kontrak sosial dan mebuat hak tersebut menjadi sekular, rational, universal, individual demokratik dan radikal. Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah kebebasan sipil (civil libertis) dan hak untuk memiliki (rights to have). Pada abad XIX masuk pemikiran sosialisme yang lebih memberikan penekanan pada masyarakat (society). Pada masa ini lahir fungsi sosial dan hak-hak individu. Dua hak yang sangat ditonjolkan adalah hak untuk berpartisipasi (participation rights) dan hak untuk berbuat (rights to do). Pada abad XX ditandai dengan usaha untuk mengkonversikan hak-hak individu yang sifatnya kodrat
1

Philipus M. Hadjon, Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsipprinsipnya, penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi), Peradaban, 2007, h.. 33-34.

menjadi hak-hak hukum (form natural human rights into positive legal rights). berdasarkan ide/ gagasan yaitu political and ideological thought yaitu Barat.. Hak yang meonjol pada abad ini adalah hak-hak sosial ekonomi (sosial economic rights) dan hak untuk mendapatkan sesuatu (rights to receive). bahwa hak asasi manusia bersumber pada hak-hak kodrat (natural rights/ jus naturalis) yang mengalir dari hukum kodrat dan telah mengalami proses perkembangan yang panjang sejak abad XVII hingga abad XX. Tesis abad XVIII : hak asasi manusia tidaklah ditasbihkan secara ilahi (divinely ordained) juga 2 3 Ibid. Konsep hak asasi manusia pada abad XX merupakan sintesis dari tesis abad XVIII dan antitesis abad XIX.. dan Jepang (dari segi ekonomi). Yugoslavia. sosialis dan dunia ketiga. Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon. dibedakan dalam tiga kelompok. Yang dikelompokkan dalam pemikiran barat meliputi Eropa Barat. Kanada. h. New Zealan. h. Aistralia. Selain itu ada kelompok dunia ketiga yang tidak mempunyai kesatuan ideologi. Ibid. . Kuba. 3 Berkaitan dengan konsepsi hak asasi manusia di Barat disebutkan oleh Philipus M Hadjon. sebagai berikut 2 : Abad XVII Hak-hak asasi manusia bersumber dari hak-hak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat Hak-hak politik Abad XVIII Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial Abad XIX Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme Abad XX Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip) Hak-hak sosial (sosiale grondrechten) Kebebasan sipil Individualisme kuantitatif Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif Pemikiran konsep hak asasi manusia. sebagian Amerika Latin yang dipengaruhi pemikiran Barat. 43. secara umum menurut Philipus M Hadjon. Kelompok sosialis meliputi negara sosialis di Eropa timur. Saat itu lahirlah The Universal Declaration of Human Rights. amerika Serikat. misalnya India dan Indonesia. 41.

Sebelum adanya pemerintah individu itu otonom dan berdaulat. tetapi justru menekankan kewajiban pada masyarakat. oleh karenanya tetap berdaulat di bawah setiap pemerintah karena kedaulatan tidak dapat dipindahkan (inalienable) dan adanya pemerintah hanya atas persetujuan dari yang diperintah.4 Selanjutnya pemikiran konsep sosialis mengenai manusia. maka bad XX menerima kedua hak tersebut (hak atas kebebasan dan persamaan) sebagai hak dasar (basic rights). Antitesis abad XIX : pertama masuknya dukungan etik dan utilitarian. .. bahwa keselamatan individu hanya dimungkinkan dalam keselamatan kelompok atau masyarakat. Sintesis abad XX : pertama . mengawinkan pandangan pemerintah sebagai ancaman bagi kebebasan dengan pandangan terhadap pemerintah sebagai alat yang dibutuhkan untuk memejukan kesejahteraan bersama. kedua mengawinkan penekanan pada individu (yang sifatnya otonom dan memiliki kebebasan) dengan penekanan (sosialisme) pada kelompok serta penekanan kesejahteraan sosial dan ekonomi untuk semua. abad XX menjembatani hukum kodrat dan hukum positif yaitu dengan menjadikan hak-hak kodrat sebagai hak-hak hukum posistif ( positive legal rights). hak-hak itu adalah pemberian Allah sebagai konsekuensi dari manusia adalah ciptaan Allah. bersumber pada ajaran Karl Marx dan Engels. Dalam konteks ini. abad XVII merupakan titik awal atau peletak dasar dari konsep tentang hak karena sebelumnya (abad XVI) yang mengedepan adalah kewajiban. Salah satu aspek dari sintesis ini adalah pandangan atas hak kebebasan dan persamaan : kalau abad XVIII lebih mengedepankan hak atas kebebasan. Mengedepannya konsep kewajiban pada abad XVI karena dibutuhkan untuk membatasi kekuasaan hawa nafsu. Mendahulukan 4 hak asasi Ibid. 37. hak-hak itu dimiliki manusia dalam keadaan alamiah (state of nture) dan kemudian dibawanya dalam hidup bermasyarakat. dan abad XIX lebih mengedepankan pada asas persamaan sehingga hak atas persamaan berada di atas hak atas kebebasan. Hak-hak itu sifatnya kodrati (natural) dalam arti : kodratlah yang menciptakan dan mengilhami akal budi dan pendapat manusia. h.tidak dipahami secara ilahi (divinely conceived). kedua pengaruh sosialisme yang lebih mengutamakan masyarakat atau kelompok daripada individu. Sosialisme tidak menekankan hak terhadap masyarakat. setiap orang dilahirkan dengan hak-hak tersebut.

h. Yang dipengaruhi oleh konsep Barat 2. . avyabhicara (freedom from violation 5 6 Ibid. Ibid.. asteya (freedom from wants). Hak-hak sosial meliputi : ahimsa (freedom from violence). 5 Perbandingan konsep hak asasi manusia dalam tiga kelompok yaitu berdasar konsep Barat. yang mengali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara Konsep Sosialis Ajaran Karl Marx Konsep III Dunia Isi Menekankan kewajiban terhadap negara Terbagi atas tiga kelompok : 1. 45-46. yang kerangka berpikirnya bersumber dari hukum kodrat. konsep sosialis dan konsep negara-negara dunia ketiga. misalnya : India dan Indonesia. Hak-hak asasi bukanlah bawaan kodrat manusia. Yang mempunyai konsep sendiri. Negaralah yang menetapkan apa yang menjadi hak. h. tetapi hak setiap warga negara yang bersumber dari negara.kemajuan ekonomi dari pada hak-hak sipil dan poliotik.. Bagi blok Amerika. 48. sebagai berikut :6 Uraian Sumber Konsep Barat Natural rights. Konsep hak asasi manusia di India. Hak-hak tersebut meliputi 10 macam hak yang terbagi atas 5 hak yang termasuk kategori hak-hak sosial da 5 hak yang termasuk kategori hak-hak perseorangan. mendasarkan pada surat Mahatma Ghandi tentang hak asasi manusia kepada Direktur Jendral UNESCO di Paris tanggal 25 Mei 1947. setiap usaha dalam rangka perlindungan hak asasi manusi ayang melanggar batas wilayah negara adalah intervensi. menganggap setiap usaha dalam rangka perlindungan tehadap hak-hak asasi manusia dimanapun adalah tugas suci dan mulia. aparigraha (freedom from exploitation). yaitu : Segala hak individu yang patut memperoleh pengakuan dan dimiliki dengan sah serta mendapat perlindungan ialah yang timbul dari kewajiban atau tugas yang dilaksankan dengan baik. mendahulukan kesejahteraan daripada kebebasan. Bagi blok Rusia. Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis 3. Hal ini digambarkan oleh Philipus M Hadjon.

8 Konsep hak asasi manusia bagi bangsa Indonesia telah dirumuskan dalam Undang – Undang Dasar 1945.46-47. h. satya atau sunrta (freedom of thought and conscience). 54. . Hak-hak perorangan meliputi : akredha ( absence of intolerance). Kekuatan mengikatnya karena ada pengakuan terhadap deklarasi itu oleh sistem hukum bangsa-bangsa beradab atau mendapat kekuatan dari hukum kebiasaan setelah memeuhi dua syarat yaitu keajegan dalam kurun waktu yang lama dan adanya opinion necesitatis.. 9 Ibid.. Hak untuk menentukan nasib sendiri 2. jnana vidya (knowledge). Dengan demikian rumusan HAM dalam UUD’45 latar merupakan tradisi pikiran-pikiran budaya yang didasarkan kepada belakang kehidupan masyarakat Indonesia sendiri9 .. Hak untuk tidak dihukum mati 7 8 Ibid. h. antara lain : 1. Perumusannya belum diilhami oleh The Universal Declaration of Human Rights karena terbentuknya lebih awal. The Universal Declaration of Human Rights merupakan suatu deklarasi yang tidak memiliki watak hukum. Perkembangan konsep hak asasi manusia di dunia internasional secara umum dibedakan dalam tiga generasi yaitu generasi I dengan penekanan hak sipil dan politik. Ibid. 53. generasi II dengan penekanan hak sosial ekonomi dan budaya serta generasi ketiga yang melahirkan hak pembangunan. Hak untuk hidup 3. pravtti atau abhaya atau dhrti (freedom from fear and frustation or de spair)7 Indonesia merupakan contoh dari kelompok konsep dunia ketiga yang tidak ikut dalam perumusan The Universal Declaration of Human Rights tanggal 10 Desember 1948. bhutadaya atau astreha (compassion or fellow feeling).or dishonour). Konsepsi hak asasi manusia Hak-hak Sipil dan Politik (Generasi I) Hak-hak bidang sipil mencakup. h. armitawa dan arogya (freedom from early dead and disease).

Hak untuk cuti 5. Hak untuk memperoleh perumahan yang layak 3. Hak untuk menyampaikan pendapat 2. Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang memadai10 Berbeda dengan pendapat Jimly Asshiddiqie yang membedakan perkembangan konsep hak asasi manusia dalam lima generasi. Hak atas makanan 6.go. sedangkan generasi I mulai ditandatanganinya Piagam PBB sampai dengan tahun 1966. Generasi Pertama.id. Hak atas kesehatan 8. Hak untuk mendapat upah yang sama 3. antara lain : 1. Hak atas pendidikan Hak-hak bidang budaya. Ekonomi dan Budaya (Generasi II) Hak-hak bidang sosial dan ekonomi. Hak atas peradilan yang adil Hak-hak bidang politik.komnasham. Hak untuk memilih dan dipilih Hak-hak Sosial. Hak untuk tidak dipaksa bekerja 4. Hak untuk berkumpul dan berserikat 3. . Hak untuk memperoleh perlindungan atas hasil karya cipta (hak cipta) Hak Pembangunan (Generasi III) Hak-hak bidang pembangunan. Hak untuk menikmati kemajuan ilmu pengetahuan 3.4. Hak untuk mendapat persamaan perlakuan di depan hukum 4. Jimly Asshiddiqie menyebut Generasi I dan II sebagai generasi II. Hak untuk tidak ditahan sewenang-wenang 6. antara lain : 1. antara lain : 1. Hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan kebudayaan 2. antara lain : 1. Hak untuk bekerja 2. Hak atas perumahan 7. Hak untuk memperoleh lingkungan hidup yang sehat 2. dimulai dari persitiwa penandatanganan naskah Universal Declaration of Human oleh Perserikatan BangsaBangsa pada tahun 1948 setelah sebelumnya ide-ide perlindungan 10 http://www. Hak untuk tidak disiksa 5.

. kebutuhan dasar manusia. Sasaran perjuangan hak asasi manusia adalah kekuasaan represif negara terhadap rakyatnya. dan termasuk hak setiap orang yang hidup sebagai bagian dari kehidupan bangsa tersebut. Hak untuk atau atas pembangunan ini antara lain meliputi hak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan. Dalam konsepsi generasi pertama ini elemen dasar konsepsi hak asasi manusia itu mencakup soal prinsip integritas manusia. Hubungan kekuasaan yang dipersoalkan dalam hal ini adalah antara produsen dan konsumen. dan prinsip kebebasan sipil dan politik. Sosial and Cultural Rights (Ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum 2200 A (III) tertanggal 16 Desember 1966) Generasi Ketiga. dan di Perancis dengan Declaration of Rights of Man and of the Citizens. dimulai dari persitiwa penandatanganan International Couvenant on Civil and Political Rights dan International Couvenant on Economic. antara rakyat dan pemerintahan dalam suatu negara. Generasi I.hak asasi manusia itu tercantum dalam naskah-naskah bersejarah di beberapa negara. di Amerika Serikat dengan Declaration of Independence. distribusi pendapatan. sosial dan kebudayaan. seperti di Inggris dengan Magna Charta dan Bill of Rights. muncul konsepsi baru hak asasi manusia yaitu mencakup pengertian mengenai hak untuk pembangunan atau rights to development. pendidikan. seperti bangsa Kurdi yang tersebar di berbagai negara Turki dan Irak. Kedua. dan lain-lain sebagainya. Generasi Kedua. tahun 1986. Hak atas atau untuk pembangunan ini mencakup persamaan hak atau kesempatan untuk maju yang berlaku bagi segala bangsa. Generasi Keempat. kesehatan. menikmati hasil-hasil dari perkembangan ekonomi. mempunyai sifat hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal. memunculkan fenomena Nations without State. dan III pada pokoknya mempunyai karakteristik dalam konteks hubungan kekuasaan yang bersifat vertikal. fenomena konglomerasi berbagai perusahaan berskala besar dalam suatu negara yang kemudian berkembang menjadi Multi National Corporations (MNC’s) atau disebut juga TransNational Corporations (TNC’s) dimana-mana di dunia. Hal ini dipengaruhi adanya fenomena : Pertama. II. kesempatan kerja. dan hak untuk menikmati hasil-hasil pembangunan tersebut. Setiap pelanggaran selalu melibatkan peran pemerintah yang biasa dikategorikan sebagai crime by government yang termasuk ke dalam pengertian political crime (kejahatan politik) sebagai lawan dari pengertian crime against government (kejahatan terhadap kekuasaan resmi).

Irak. dikalangan diplomat dan pekerja atau pengusaha asing. di setiap negara. perkembangan konsepsi HAM berbeda diantara ahli tergantung dari sudut pandangnya masing-masing. kelompok Dutch speaking community dan German speaking community di Belgia. dan Bosnia. terdapat apa yang disebut dengan diplomatic shop yang bebas pajak.11 Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa pembagian hukum. Kelompok-kelompok etnis dan kultural tersebut diperlakukan sebagai suatu entitas hukum tersendiri yang mempunyai hak politik yang bersifat otonom dan karena itu berhak atas representasi yang demokratis dalam institusi parlemen. Keempat.jimly. yang secara khusus melayani kebutuhan para diplomat untuk berbelanja. yaitu kelompok orang yang dapat disebut sebagai global citizens.com/makalah/namafile/2/ Demokrasi dan hak asasi manusia. Pembagian kelompok English speaking community dan French speaking community di Kanada. fenomena berkembangnya corporate federalism sebagai sistem yang mengatur prinsip representasi politik atas dasar pertimbangan-pertimbangan ras tertentu ataupun pengelompokan kultural penduduk.bangsa Cina Nasionalis yang tersebar dalam jumlah yang sangat besar di hampir semua negara di dunia. dan prinsip representasi politik suku-suku tertentu dalam kamar parlemen di Austria.doc. Hal ini dapat dilihat dalam tabel berikut : Kriteria Ahli Hukum Muatan hak 11 Secara Umum Philipus M Hadjon Jimly Asshiddiqie Generasi I : Hak sipil dan politik Abad XVII : • HAM bersumber dari hakhak kodrat yang mengalir dari hukum kodrat Generasi I : The Universal Declaration of Human Generasi II : http://www. Ketiga. fenomena berkembangnya suatu lapisan sosial tertentu dalam setiap masyarakat di negara-negara yang terlibat aktif dalam pergaulan internasional. Sebagai contoh. dapat disebut sebagai corporate federalism dalam arti luas. . Generasi kelima dengan ciri pokok yang terletak dalam pemahaman mengenai struktur hubungan kekuasaan yang bersifat horizontal antara produsen yang memiliki segala potensi dan peluang untuk melakukan tindakan-tindakan sewenangwenang terhadap pihak konsumen yang mungkin diperlakukan sewenang-wenang dan tidak adil. bangsa Persia (Iran).

International Couvenant on Civil and Political Rights dan International Couvenant on Economic. ekonomi dan budaya Generasi III : Hak pembangu nan • Hak-hak politik Abad XVIII : • Hak-hak kodrat dirasionalkan dalam kontrak sosial Kebebasan sipil • Individualisme kuantitatif Abad XIX : • Ditambah dukungan etik dan utilitarian dan munculnya paham sosialisme • Hak-hak partisipasi Individualisme kualitatif Abad XX : • Konversi hak-hak asasi manusia yang sifatnya kodrat menjadi hak-hak hukum (positip) sosial (sosiale grondrechten) Konsep Barat : Natural rights. Sosial and Cultural Rights Generasi III : Munculnya hak pembangunan Generasi IV : hubungan kekuasaan dalam konsepsi yang bersifat horizontal Generasi V : Hak konsumen atas produsen • Hak-hak Ideolog i Politik • Sumber: Sifat hubung an kekuas aan Generasi HAM I : Sifat : vertikal antara negara dengan rakyat Macam : • Generasi I : Hak sipil dan politik • Generasi II : Hak Sosial. ekonomi dan budaya • Generasi III : Hak pembangunan Generasi HAM II : • Generasi IV Sifat : horisontal sesama manusia antar . yang menggali dari natural law yang telah berkembang sejak dari abad XVII hingga dewasa ini • Isi : Menekankan hak individu dengan meletakkan kewajiban pada masyarakat dan negara Konsep Sosialis : • Sumber: Ajaran Karl Marx • Isi : Menekankan kewajiban terhadap negara Konsep Dunia III: • Yang dipengaruhi oleh konsep Barat • Yang dipengaruhi oleh konsep sosialis • Yang mempunyai konsep sendiri. misalnya : India dan indonesia.Generasi II : Hak Sosial.

id/ Lembar fakta Ham. Pasal ini merupakan dasar filosofi mendefinisikan asumsi dasar Deklarasi: bahwa hak untuk kebebasan dan persamaan merupakan hak yang diperoleh manusia sejak lahir dan tidak dapat dicabut darinya. yaitu “all human beings are born free and equal in dignity and rights.12 Pasal 2 Piagam PBB.go. dan karena manusia merupakan makhluk rasional dan bermoral. jurisdictional or international status of the country or territory to which a person 12 http://www. property. Piagam PBB berisi 30 Pasal. such as race. sex. dan karenanya berhak untuk mendapatkan hak dan kebebasan tertentu yang tidak dinikmati makhluk lain. language.komnasham. merupakan prinsip dasar dari persamaan dan nondiskriminasi. 15. without distinction of any kind..h. (Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. The Universal Declaration of Human Rights The Universal Declaration of Human Rights (selanjutnya disingkat dengan Piagam PBB) Ditetapkan oleh Majelis Umum dalam Resolusi 217 A (III) tertanggal 10 Desember 1948. Pasal 1 Pigam PBB. political or other opinion. no distinction shall be made on the basis of the political. edisi 3. birth or other status.Munculnya fenomena : • konglomerasi • Nations without State • global citizens • corporate federalism • Generasi V Sifat : horisontal antar sesama manusia Munculnya fenomena : Perlindungan konsumen Ketentuan hukum internasional berkaitan dengan HAM 1. yaitu : “Everyone is entitled to all the rights and freedoms set forth in this Declaration. national or sosial origin. ia berbeda dengan makhluk lainnya di bumi. Furthermore. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan). religion. They are endowed with reason and conscience and should act towards one another in a spirit of brotherhood”. colour. .

8. agama. non-self-governing or under any other limitation of sovereignty. 3. 7. trust. Pasal ini merupakan tonggak pertama Deklarasi menyatakan hak untuk hidup. 16. penahanan atau pengasingan sewenang-wenang (Pasal 9). hak untuk mendapatkan pemeriksaan yang adil dan peradilan yang terbuka oleh pengadilan yang independen dan tidak berpihak (Pasal 10). kebebasan dari penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. 13 http://komnasham. kebebasan untuk bergerak dan bertempat tinggal (Pasal 13 ). asal usul kebangsaan dan sosial. (Setiap orang berhak atas kehidupan. Adapun isi dari Pasal 4 – 21 Piagam PBB. baik dari negara merdeka. 5. hak untuk dianggap tidak bersalah sampai dibuktikan kesalahannya (Pasal 11 ). bahasa. keluarga.. 9. tidak manusiawi atau merendahkan martabat(Pasal 5).7).belongs. 6. kelahiran atau status lainnya. (Kovenan hak sipil dan politik). hak untuk diakui sebagai pribadi di depan hukum di manapun (Pasal 6. pembedaan tidak dapat dilakukan atas dasar status politik. seperti ras. edisi 3. . rumah atau surat menyurat (Pasal 12 ). yaitu “Everyone has the right to life. whether it be independent. Pasal 3 Piagam PBB. Selanjutnya.h. kebebasan dari penangkapan. warna kulit. jenis kelamin. 10. 2. adalah : kebebasan dari perbudakan dan perhambaan (Pasal 4 ). hak milik. kebebasan dan keamanan seseorang suatu hak yang esensial untuk pemenuhan hakhak lainnya. kebebasan dari intervensi yang sewenang-wenang atas kebebasan pribadi. (Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan yang tercantum dalam Deklarasi ini tanpa pembedaan dalam bentuk apapun.13 Pasal 4 – 21 Piagam PBB merupakan prinsip dan jaminan atas hak – hak sipil dan politik. keyakinan politik atau keyakinan lainnya. atau wilayah yang berada di bawah batas kedaulatan lainnya). 4. yang selanjutnya dijabarkan dalam International Couvenant on Civil and Political Rights 1. hak atas suaka (Pasal 14). hak untuk mendapatkan upaya pemulihan yang efektif melalui peradilan (Pasal 8).id/ Lembar fakta Ham. wilayah perwalian. liberty and security of person”.go. wilayah tanpa pemerintahan sendiri. hukum atau status internasional negara atau wilayah dari mana seseorang berasal. kemerdekaan dan keamanan pribadi).

yaitu : Everyone is entitled to a sosial and international order in which the rights and freedoms set forth in this Declaration can be fully realized. kebebasan berpendapat dan menyatakan pendapat (Pasal 19). Selanjutnya ketentuan Pasal 22 . 2. hak untuk bekerja (Pasal 23). hak atas pendidikan (Pasal 26).27 Piagam PBB. (2) In the exercise of his rights and freedoms. 7. ekonomi dan budaya). hak atas jaminan sosial (Pasal 22). hak untuk ikut serta dalam pemerintahan negaranya dan mendapatkan akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya (Pasal 21). Adapun isi dari Pasal 22 . (Setiap orang mempunyai kewajiban kepada masyarakat tempat satusatunya di mana ia dimungkinkan untuk mengembangkan pribadinya secara bebas dan penuh). 6. hak untuk menikah dan mendirikan keluarga (Pasal 16 ). yang selanjutnya dijabarkan dalam International Couvenant on Sosial. hak untuk berkumpul dan berserikat secara damai (Pasal 20). di mana hak dan kebebasan yang diatur dalam Deklarasi ini dapat diwujudkan sepenuhnya). yaitu : (1) Everyone has duties to the community in which alone the free and full development of his personality is possible. (Setiap orang berhak atas ketertiban sosial dan internasional. 5. 17. kebebasan untuk berpikir. Selanjutnya Pasal 28 – 30 Piagam PBB merupakan rumusan hak dan kewajiban masyarakat internasional. Pasal 29 Pigam PBB.27 Piagam PBB merupakan jaminan atas hak – hak sosial ekonomi dan budaya. hak atas standar kehidupan yang memadai untuk kesehatan dan kehidupan (Pasal 25 ). berkeyakinan dan beragama (Pasal 18). adalah : 1. hak untuk mendapatkan pendapatan yang sama untuk pekerjaan yang sama (Pasal 23). 16. yaitu : Pasal 28 Pigam PBB. 14.11. hak atas kewarganegaraan (Pasal 15). everyone shall be subject only to such limitations as are determined by law solely . hak untuk memiliki harta benda (Pasal 17). 15. 12. Economic and Cultural Rights (Kovenan hak sosial. 3. 13. 4. hak untuk beristirahat dan bertamasya (Pasal 24). hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya suatu masyarakat (Pasal 27).

untuk menjaga ketertiban umum dengan pelaksanaan hak dan kebebasan yang sesuai dengan hukum. semata-mata untuk menjamin pengakuan dan penghormatan terhadap hak dan kebebasan orang lain. yaitu : Nothing in this Declaration may be interpreted as implying for any State. 12.Bangsa). Kovenan itifikasi Ini diratifikasi Indonesia melalui Undang-Undang RI No. International Covenant on Civil and Political Rights. kelompok atau orang. (Tidak ada satu ketentuan pun dalam Deklarasi ini yang dapat ditafsirkan sebagai memberikan hak pada suatu Negara. setiap orang hanya tunduk pada batasanbatasan yang ditentukan oleh hukum.for the purpose of securing due recognition and respect for the rights and freedoms of others and of meeting the just requirements of morality. (3) These rights and freedoms may in no case be exercised contrary to the purposes and principles of the United Nations. ketertiban umum dan kesejahteraan umum yang adil dalam masyarakat yang demokratis). Pasal 30 Pigam PBB. International Covenant on Civil and Political Rights (Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik) ditetapkan dan dinyatakan terbuka untuk ditandatangani. (Dalam pelaksanaan hak dan kebebasannya. 2. public order and the general welfare in a democratic society. Tahun 2005 tentang pengesahan International Covenant on Civil and . untuk terlibat dalam aktivitas atau melakukan suatu tindakan yang bertujuan untuk menghancurkan hak dan kebebasan apapun yang diatur di dalam Deklarasi ini). group or person any right to engage in any activity or to perform any act aimed at the destruction of any of the rights and freedoms set forth herein. Pasal 28 – 30 Piagam PBB merupakan rumusan hak dan kewajiban masyarakat internasional. dan memenuhi persyaratan-persyaratan moral. diratifikasi dan disetujui oleh resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) pada 16 Desember 1966. (Hak dan kebebasan ini dengan jalan apapun tidak dapat dilaksanakan apabila bertentangan dengan tujuan dan prinsip Perserikatan Bangsa.

selama perkawinan maupun setelah pembubaran perkawinan (Pasal 23). 13.Political Rights (Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik) LN Tahun 2005 No. 17. 6. bahwa perbudakan dan perdagangan budak dilarang. kebebasan bergerak dan memilih tempat tinggal (Pasal 12) 8. kesetaraan setiap orang di depan pengadilan dan lembaga peradilan dan jaminan dalam proses pengaduan pidana dan perdata (Pasal 14). ras atau agama. melarang pemberlakuan hukum pidana yang berlaku surut (Pasal 15). 4558. LN Tahun 2005 No. Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik Pasal 6 – Pasal 27. 10. dan serangan tidak sah atas kehormatan dan reputasinya (Pasal 17). semua orang yang dirampas kebebasannya harus diperlakukan secara manusiawi (Pasal 10). berkeyakinan dan beragama (Pasal 18). hak berkumpul secara damai (Pasal 21). tidak seorangpun dapat ditangkap atau ditahan sewenang-wenang (Pasal 9) 5. hak atas kebebasan berpikir. dan prinsip persamaan hak dan kewajiban pasangan yang terikat dalam perkawinan. 16. 7. dan tidak seorangpun dapat diperhambakan atau diminta untuk melakukan kerja paksa (Pasal 8). 11. 15. 9. 14. batasan-batasan yang diperbolehkan ketika mendeportasi warga negara asing yang secara sah berada dalam wilayah Negara Pihak (Pasal 13). hak bagi laki-laki dan perempuan pada usia kawin untuk menikah dan membentuk keluarga. keluarga. perlunya hukum yang melarang propaganda perang dan upayaupaya menimbulkan kebencian berdasarkan kebangsaan. hak untuk hidup (Pasal 6) 2. berisi 52 Pasal. menegaskan hak setiap orang untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum (Pasal 16). tidak manusiawi atau yang merendahkan martabat (Pasal 7). Adapun yang berkaitan dengan rumusan hak sipil dan politik terdapat dalam . tidak seorang pun dapat dijadikan obyek penyiksaan dan perlakuan atau hukuman yang keji. yaitu : 1. rumah atau korespondensi. 12. 3. tidak seorangpun dapat dipenjarakan semata-mata atas dasar ketidakmampuan memenuhi kewajiban suatu kontrak (Pasal 11). 4. kebebasan berpendapat dan mengeluarkan pikiran (Pasal 19). tidak seorangpun dapat diperlakukan sebagai budak. hak untuk berserikat (Pasal 22) 18. permusuhan atau kekerasan (Pasal 20). larangan terhadap pelanggaran tidak sah dan sewenangwenang atas kehidupan pribadi. yang merupakan hasutan untuk melakukan diskriminasi. 119 TLN No.

3. gama dan bahasa minoritas yang berdiam di wilayah Negara Pihak (Pasal 27). setiap orang adalah sama di depan hukum dan berhak atas perlindungan yang sama di depan hukum (Pasal 26). hak atas pendidikan (Pasal 13 dan 14). mengatur perlindungan terhadap hak suku bangsa. ekonomi dan budaya) ditetapkan dan dinyatakan terbuka untuk ditandatangani. 10). economic and cultural Rights. hak atas jaminan sosial. . hak untuk menikmati kondisi kerja yang adil dan baik (Pasal 7).19. 2. International Covenant on Sosial. economic and cultural Rights (Kovenan internasional tentang hak sosial. dan untuk memiliki akses yang sama ke pelayanan publik di negaranya (Pasal 25). termasuk asuransi sosial khususnya para ibu. 6. hak untuk mendapat kehidupan yang layak (Pasal11). mengakui hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam melakukan kegiatan publik. Kovenan internasional tentang hak sipil dan politik berisi 31 Pasal. Undang-Undang Kovenan itifikasi Ini diratifikasi Indonesia melalui RI No. anak dan orang muda (Pasal 9. etnis. 5. hak untuk berpartisipasi dalam kehidupan budaya (Pasal 15). 119 TLN No. 3. diratifikasi dan disetujui oleh resolusi Majelis Umum 2200 A (XXI) pada 16 Desember 1966. 21. Tahun 2005 tentang pengesahan International Covenant on Sosial. hak untuk membentuk dan ikut dalam organisasi perburuhan (Pasal 8). hak untuk bekerja (Pasal 6). Pengaturan hak asasi manusia di dalam Piagam PBB. dijabarkan dalam Kovenan Hak Sipil dan Politik dan Kovenan sosial. 7. mengatur upaya-upaya melindungi hak anak (Pasal 24). 4. economic and cultural Rights (Kovenan internasional tentang hak sosial. Adapun yang berkaitan dengan rumusan hak sipil dan politik terdapat dalam Pasal 6 – Pasal 15. 8. hak untuk menikmati standar kesehatan fisik dan mental yang tinggi (Pasal 12). untuk memilih dan dipilih. yaitu : 1. 22. ekonomi dan budaya) LN Tahun 2005 No. 20. 4557. ekonomi dan budaya. International Covenant on Sosial. 11.

ekonomi dan budaya. Kenyataan masih banyak peraturan perundang-undangan yang belum sesuai bahkan bertentangan dengan materi Piagam PBB. 12 Tahun 2005 dan telah meratifikasi Kovenan hak sosial. Peradaban. 11 Tahun 2005.Piagam PBB. contohnya UU No 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh. Kovenan Hak Sipil dan Politik serta Kovenan hak sosial. Termasuk Indonesia yang telah meratifikasi Kovenan Hak Sipil dan Politik dalam UU No. Perlindungan hukum bagi rakyat Indonesia (suatu studi tentang Prinsip-prinsipnya. Daftar Pustaka Philipus M. 2007. Merupakan kewajiban bagi pemerintah Indonesia untuk segera mewujudkannya dalam peraturan perundang-undangan karena akibat hokum ratifikasi suatu perjanjian internasional adalah menjadi bagian dari hokum nasional yang harus ditaati. penanganannya oleh Pengadilan dalam lingkungan Peradilan Umum dan pembentukan peradilan administrasi). Hadjon. . Kovenan Hak Sipil dan Politik serta Kovenan hak sosial. ekonomi dan budaya selanjutnya menjadi dasar pengembangan pemikiran rumusan hak asasi manusia. ekonomi dan budaya ke dalam UU No.