Anda di halaman 1dari 2

Abses Ginjal Abses ginjal adalah abses yang terdapat pada parenkim ginjal.

abses ini dibedakan menjadi 2 macam yaitu abses korteksginjal dan abses kortiko-meduler. Abses korteks ginjal atau disebut karbunkel ginjal pada umumnya disebabkan oleh penyebaran infeksi kuman stafilokokus aureus yang menjalar secara hematogen dari focus infeksi di luar system saluran kemih (antara lain kulit). Abses Korti-Medulare merupakan perjalanan infeksi secara asending oleh bakteri E.coli, Proteus dan Klebsiella ssp. Abses kortiko-medulae sringkali merupakan penyulit pielonefritis akut. Kebanyakan abses ginjal disebabkan oleh infeksi nonspesifik ginjal yang sering didasari oleh urolitiasis. Abses perirenal adalah abses yang terdapat dalam rongga perirenal yaitu rongga yang terletak di luar ginjal tetapi masih dibatasi oleh kapsula Gerota. Abses perirenal dapat terjadi karena pecahnya abses renal ke dalam rongga perirenal. Biasanya disebabkan infeksi pielum. Sering disertai batu pielum. Abses pararenal adalah abses yang terletak di antara kapsula Gerota dan peritoneum posterior. Abses pararenal dapat terjadi karena: (1) pecahnya abses perirenal yang mengalir ke rongga pararenal atau (2) karena penjalaran infeksi dari usus, pancreas, atau dari kavum pleura ke rongga pararenal.

Gambaran Klinis Pasien mengeluh nyeri pinggang, demam, disertai menggigil, teraba massa dipinggang (pada abses peri atau pararenal), keluhan miksi jika focus infeksinya berasal dari saluran kemih, anoreksia, malas, dan lemah. Gejala ini sering didiagnosis banding dengan pielonefritis akut. Nyeri dapat pula dirasakan di beberapa daerah yaitu: 1. Pleura karena pleuritis akibat penyebaran infeksi ke subprenik dan intrathorakal. 2. Inguinal 3. Abdominal akibat iritasi peritoneum posterior. Nyeri pada saat hiperekstensi pada sendi panggul adalah tanda dari penjalaran infeksi ke otot psoas.

Pemeriksaan 1. Pemeriksaan urinalisis menunjukkan adanya piuria dan hematuria, 2. Kultur urine menunjukkan kuman penyebab infeksi. 3. Pemeriksaan darah terdapat leukositosis dan laju endap darah yang meningkat. 4. Pemeriksaan foto polos abdomen mungkin didapatkan kekaburan pada daerah pinggang bayangan psoas menjadi kabur, terdapat bayangan gas pada jaringan lunak, skoliosis atau bayangan opak dari suatu batu di saluran kemih. 5. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan adanya cairan abses, tetapi pemeriksaan ini sangat tergantung pada kemampuan pemeriksa. 6. Pemeriksaan CT-scan dapat menunjukkan adanya cairan nanah di dalam intrarenal, perirenal, maupun pararenal. Tindakan Pada prinsipnya jika dijumpai suatu abses harus dilakukan drainase, sedangkan sumber infeksi diberantas dengan pemberian antibiotika yanga adekuat. Drainase abses dapat dilakukan melalui operasi terbuka ataupun perkutan melalui insisi kecil di kulit. Selanjutnya, dilakukan berbagai pemeriksaan untuk mencari penyebab terjadinya abses guna menghilangkan sumbernya.