P. 1
SASTRAWAN

SASTRAWAN

3.0

|Views: 252|Likes:
Dipublikasikan oleh Dewi Purple Love

More info:

Published by: Dewi Purple Love on Sep 05, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/20/2014

pdf

text

original

SASTRAWAN-SASTRAWATI GENERASI KISAH/DEKADE 20-30an Di bawah ini dideretkan beberapa nama aktivis Generasi Kisah berikut

karya mereka : Ayip Rosidi, dilahirkan di Jatiwangi, Cirebon, 31 Januari 1938. Inilah sastrawan yang menjadi Profesor Tamu pada Osaka Gaidai Jepang, untuk mengajarkan Indonesiologi. Sejak usia 13 tahun sudah memimpin majalah sekolah, usia 16 tahun menerbitkan buku. Ia pernah menjadi redaktur majalah Suluh Pelajar, Prosa, Majalah Sunda, Budaya Jaya, Direktur Penerbit Cupumanik, Duta Rakyat. Juga pernah menjadi dosen luar biasa FS Unpad Bandung, Direktur Penerbit Pustaka Jaya, Ketua IKAPI, Ketua DKJ, peraih Hadiah Sastera Nasional BMKN. Ditulisnya kumpulan-kumpulan sanjak Pesta (1956, Cari Muatan (1959); Surat Cinta Enday Rasidin (1960); Jeram (1970); antologi cerpen dan novelet Tahun-tahun Kematian (1955); Di Tengah Keluarga (1956); Sebuah Rumah buat Hari Tua (1957); Pertemuan Kembali , penceritaan kembali sastra daerah Purba Sari Ayu Wangi (1962) dan Lutung Kasarung (19058); Candra Kirana (1962); Rara Mendut (1961). Ia pun menulis Perjalanan Penganten (kisah, 1958)) serta Masyitoh (drama/novel, 1969). Pada pasca-G 30 S/PKI Ayip Rosidi antara lain menulis: Ular dan Kabut (kumpulan puisi, 1973); Sajak-sajak Anak Matahari (kumpulan puisi, 1979), Anak Tanah Air (roman, 1979). Pada sekitar awal dekaded 90-an Ayip Rosidi memelopori pemberian Hadiah Sastra Rancage khusus sastrawan-sastrawati yang dianggap berprestasi luar biasa dalam Sastra Daerah tiap tahun sejak dekade 90-an sampai sekarang. Pada tahun 2000 Ayip menerim,a Bintang Jasa The Order of the Secred Treasure Gold Ray with Neck Ribbon pemerintah Jepang. . Karya-karya lain penulis segala bentuk karangan ini: bunga rampai Laut Biru Langit Biru (1977); Cerita Pendek Indonesia ( 1959); Kapankah Kesusatraan Indonesia Lahir (1964); Ikhtisar sejarah sastra Indonesia (1969); antologi puisi Sajak-sajak Anak Matahari ( 1979); Ular dan Kabut (1973); novel Anak Tanah Air (1979); buku umum Mengenal Jepang (1981); Manusia Sunda (1984); Undang-undang Hak Cipta 1982: Pandangan Seorang Awam (1984); terjemahan bersama Matsuoka Kunio: Penari Jepang(1985) dan Daerah Salju (1987), kumcerpen dan novel Yasunari Kawabata. Muchtar Lubis, dilahirkan di Padang, 7 Maret 1922, meninggal di Jakarta, 2 Juli 2004, menulis novel terkenal berjudul Jalan Tak Ada Ujung (1952). Juga ditulisnya novel Tak Ada Esok (1951), Senja di Jakarta (1970), kumpulan cerpen Si Jamal dan Cerita-cerita lain (1951) dan Perempuan (1956). Di atas tahun 60-an, darinya bisa kita baca roman Tanah Gersang (1966), Harimau! Harimau! (1975), Maut dan Cinta (1977), cerita anak-anak Berkelana dalam Rimba (1980) dan Sinbad Sang Pelaut serta kumpulan cerpen Kuli Kontrak (1982) dan Bromocorah (1983). Di samping terkenal sebagai pengarang, Mochtar Lubis juga tersohor sebagai wartawan yang pernah memimpin surat kabar Indonesia Raya. Ia pernah meraih hadiah Ramon Magsaysay untuk karya jurnalistik ketika meliput Perang Korea. Yacob Utama dari Kompas menjulukinya sebagai Wartawan Jihad karena kegigihannya memperjuangkan hak azasi manusia. Pada tahun 1993 ia menerima Hadiah Sastra Chairil Anwar.

Tentang Kemerdekaan. 1975). Selain terkenal sebagai pengarang. dilahirkan di Kediri. serta kumcerpen Antara Wilis dan Gunung Kelud (1989). Terklnik Mengarang (1951).am teakhir (karya Yushio Misima. Karya-karyanya yang lain: Catatan Perang Korea (1951). 1949). kumcerpen Orang-orang Sial (1951). Juga ditulisnya novel Daerah Tidak Bertuan (1963). Pelacur (karya J. 1958). Sartre.Selain menulis karya sastra ia juga menulis buku ilmiah berjudul Manusia Indonesia (1977) dan Transformasi Budaya untuk Masa Depan. Juga ditulisnya buku berjudul Jayamada (bersama Sukanto S. meninggal di Moskwa. Ia merintis karier sajak zaman Jepang dan berhasil menciptakan Tambera (roman. Teknik Mengarang Skenario Film (1952).. keduanya terbit tahun 1968. Awal dan Mira (1952). Hati Nurani Melawan Kezaliman: Surat-surat Bung Hatta kepada Presiden Sukarno . Toha Muchtar. yakni: Pelangi 70 Tahun S. Sayang Ada Orang Lain (1954) serta Si Kabayan. Karya-karya Utuy yang lain: drama Saat yang Genting (1958). Penyamun dalam Rimba (1972). meninggal di Jakarta. Mochtar Lubis adalah juga editor dan penerjemah beberapa uku. `1954). budayawan. Ibukota Senja. novel Berita dari Pinggiran (1999.1979). Utuy menerjemahkan karya Jean de la Fontaine menjadi Selusin Dongeng (1949). dan lain-lain. 31 Mei 1920). 12 Oktober 1929. Pertempuran dan Salju di Paris (1956) dan . Novelis yang melukis ini adalah pemenang lomba yang menulis novel berjudul Pulang (1958). tujuh tahun setelah ia meninggal). Penyair ini menulis kumpulan sanjak Suara (1956) dan Etsa(1958). Manusia Iseng (1953). Gadis Peminta-minta. 1948) dan Bunga Rumah Makan(1948) .1971). serta sebuah kritik sosial yang tajam dalam drama Selamat Jalan Anak Kufur! (1956). .P. Toto Sudarto Bachtiar. Bukan Karena Kau dan Kabut Rendah. dilahirkan di Cianjur. Zaman Baru (1961). 17 September 1979. Mal. drama Sanyasi ( karya Tagore.T. Di Muka Kaca (1957). Sulaiman yang Agung (karya Harold Lamb. Segumpal daging Bernyawa (12961). Penyair ini menulis kumpulan sanjak Surat Kertas Hijau (1953). Kisah-kisah dari Eropa (1950). wartawan. 2 Oktober 1924. dilahirkan di Tapanuli. 17 September 1926. terjemahan Tiga Ceita dari Negeri Dollar (kumcerpen Jophn Steinbeck. 1950). 1954). cernak Harta Karun (1964). 1979). Sitor Situmorang. Utuy juga menulis drama-drama propaganda politiknya Lekra Si Kampeng (1964). Pertempuran Penghabisan (karya Ernest Hemingway. dilahirkan di Cirebon. Wajah Tak Bernama (1956). Tak Pernah Menjadi Tua (1963). Cerita dari Tiongkok (1953). Di dalam kedua buku tersebut bisa kita jumpai Pahlawan Tak Dikenal. Indonesia di Mata Dunia (1955).A. Pengalamannya dalam tahanan zaman Orde Lama mengilhaminya menulis buku tebal Catatan Subversif. Ia juga menulis Jalan Mutiara (drama. 1974). Dalam Sajak (1955). Manusia Kota (1961).A. 19 Mei 1992.Toto Sudarto juga menerjemahkan novel karya Leo Tolstoy berjudul Hati yang Bahagia. novel Bayangan Memudar (karya Breton de Nijs. Suling (drama. Bunga Rampai Korupsi.. dll. Utuy Tatang Sontani.

Ia terkenal sebagai pengarang kumpulan cerpen Robohnya Surau Kami (1956). Anggota DPRD Sumatra Barat.A.Pangeran. Ketua Yayasan INS Kayutanam. serta pernah bermukim di Amsterdam. Pada pasca 70-an. Navis. Den Hag. Berita Nasional. Jalan ke Joljuta (karya D. Di samping sebagai penyair yang banyak menulis sanjak-sanjak tentang alam. Islamabad. Terkenal dengan dramanya Lapar. Pengarang alumni Perguruan INS Kayutanam pernah menjadi pemred harian Semangat Padang. sandiwara. 1955). 1955).A. Manusia Kaki Lima. Muhammad Ali yang banyak menggarap tema-tema kerakyatan juga menulis cerpen Ajal dan Bejo. keduanya kumpulan cerpen. sanjak Muhammad. Puisi Rumah Bambu. Bethlehem (karya M. sanjak. terbit kumpulan cerpennya Buku Harian Seorang Penganggur (1972). 2 Juni 1998. serta novel pada tahun 1968 Cahaya di Mata Emi (1968) dan Di Saat Rambutnya Terurai (1968) serta Dari Lembah Pualam. Rindu Kelana (1994) serta buku ilmiah Sastra Revolusioner (1965). Cerpennya berjudul Jodoh memenangkan sayembara Kincir Emas yang diadakan oleh Radio Nederland. Sitor Situmorang pernah menjadi menjadi redaktur harian Suara Nasional. A. meninggal di sana. Hitam atas Putih (1959) berisi cerpen. Tirai Besi . Waspada. Puitisasi Terjemahan Al Qur’an. MPRS. Puisi di Langit Merah. Puisi ini hanya berisi satu baris/larik yang berbunyi ”Bulan di atas kuburan”. Sekeluar dari enam tahun penahanan (karena Ketua Lembaga Kebudayaan Nasionalnya PNI (LKN) yang dekat dengan Lekra). 23 April 1927. A. Navis pernah menerima Hadiah Seni Depdikbud RI tahun 1980. Ia juga menulis buku kumpulan makalah berjudul Biarkan Kami Bicara dan Sastra dan Manusia (1986). Karya-karyanya selain yang di atas: antologi puisi Zaman Baru (1961). dilahirkan di Padangpanjang. Karya-karya terjemahannya: drama Hari Kemenangan (karya M. 1956) Kirjomulyo. Ia juga menulis buku nonfiksi Alam Terkembang Jadi Guru (1984). Peta Perjalanan (1977). Sitor terkenal dengan haiku (sanjak mungil)nya yang berjudul Malam Lebaran.. Novelet-noveletnya antara lain Lima Tragedi (1952). Ia terkenal dengan Romance Perjalanan(1955) nya. Sitor menulis kumpulan sanjak Dinding Waktu (1976). . 19 Januari 2000. dosen tamu Fakulas Sastra Universitas Jember ini juga menulis: novel Persetujuan dengan Iblis (1956). meninggal di sana pada tahun 2002. Bunga di Atas Batu (1989). 17 November 1924. Pengarang ini banyak menulis cerpen atau lakon dengan tema para papa. Nijhoff. Hadiah Sastra ASEAN (SEA Award) tahun 1972 dan Satya Lencana Kebudayaan Pemerintah RI tahun 2000. Sumatra Barat. Pengarang yang pernah menjadi Ketua Dewan Kesenian Surabaya (DKS). Kubur Tak Bertanda (1953). Kumpulan cerpennya yang lain Bianglala (1963) dan Hujan Panas (1964).. meninggal di kota yang sama. Danau Toba (1981). Dusta yang Manis. Novelnya antara lain Kemarau (1967) dan Gerhana. Ia juga menulis lakon Nona Maryam (1955) . Penggali Kapur (1957). Warta Dunia. Sayersm. dilahirklan di Yogya. dilahirkan di Surabaya. 1930.I. pernah pula menjadi dosen ATNI. anggota Dewan Perancang Nasional. Muhammad Ali. novel Ibu Kita Raminten (1982). Nijhoff. Paris.

Wawasan Almamater.(1955). Teknik Penghayatan Puisi (1`983). Buku terjemahannya Keempat Puluh Satunya (karya Boris Lavrenyov. Pengarang yang juga penerjun dan pernah menjadi anggota Tentara Rakyat Mataram. Di Horison tahun 1986 dimuat cerpennya Dalam Kereta Api Perjalanan Hidup. menjadi redaktur majalah Budaya. Riyono Pratikto. 24 Desember 1924. Hujan Kepagian (1958). 1983). Cerpen Melalui Biola dinilai terbaik oleh majalah Kisah tahun 1954. Pengarang ini lebih terkenal sebagai penerjemah sastra Arab. Ibu (1988). Pengarang yang juga pelukis ini menulis drama Sekelumit Nyanyian Sunda (1962). drama Si Gila (1969). 18 Juni 1999. meninggal di Yogyakarta. 1816 Peribahasa Indonesia (1984).Qiamat (1971). Malam Kualalumpur (1968). 15 Juli 1931. kumcerpen Di Bawah Kaki Pak Dirman (1967) dan Sebuah Perkawinan (1974). Sejarah Hidup Muhammad (karya Heikal). kumcerpen Gerhana (1996). Bukit Harapan (1984). Ombak dan Pasir (1988). dilahirkan di Yogyakarta. Tiga Puntung Rokok (1985). novel Di Bawah Kawat Berdur (1961). kumpulan cerpen Angin Laut (1958) dan Kisah-kisah Revolusi (1963) serta roman Bulan Madu (1962). Nasyah Jamin. meninggal di Jakarta. Lampu Minyak Ibu Hasyim (novel Yahya Hakki. Kumpulan cerpennya Malam Bimbang (1961). Nasyah yang cukup dekat Chairil Anwar. meninggal di Bandung. Peluru dan Asap (1963). Trisno Yuwono. 21 November 1937. Di Medan Perang (1962). mengarang kumpulan cerpen Api dan Cerpen Lain (1951) dan Si Rangka dan Cerpen Lain (1958). Sumatra Utara. Titik-titik Hitam (1956). antologi puisi Bintang Dini (1975). 14 Juli 1924. Lampung. Hang Tuah (1952). 30 Tahun Indonesia Merdeka. 4 Desember 1994. Setan dalam Bahaya (1978). dilahirkan di Rembang. juga mengarang cernak Anak Si Pai Bengal (1952). Kisah-kisah Mesir (1977). Puitisasi Juz Amma (1983). Di Bawah Jembatan Gantung (1983). Nugroho Notosusanto. Hari-hari sudah Berlalu (karya Toha Husewin. menulis buku Hari-hari Terakhir Sang Penyair (1962) semacam biografi pelopor Angkatan ’45 itu. Jembatan Gondolayu. Pendiri Angkatan Seni Rupa Indonesia . 27 Agustus 1932. dilahirkan di Kupangkota. Saat Lonceng Berebunyi (1982). serta novel Hilanglah Si Anak Hilang (1963) dan Gairah untuk Hidup dan untuk Mati (1969). dilahirkan di Bondowoso. Juga ditulisnya buku-buku: Aktor dan Aktris (1981). 24 Oktober 1996. Dan Senja pun Turun (1982). Gabungan Pelukis Indonesia. Rasa Sayange (1961). novel Helai-helai Sakura Gugur (1964). Kembali kepada Fitrah (1969). Pengarang yang juga pelukis dan dramawan ini tetap aktif menulis hingga . Petualang (1981). dilahirkan di Perbaungan. Buku-buku nonfiksi yang ditulisnya Sejarah Kemerdekaan Indonesia. 1976). Motenggo Boesye. dilahirkan di Ambarawa. Pengarang yang pernah menjabat Mendikbud RI dan Rektor UI ini menulis kumpulan cerpen Tiga Kota (1959). Biarkan Cahaya Matahari Membersihkanku Dulu (1966). 1985). 3 Juni 1985. Nasyah Jamin yang pernah memperdalam art and setting di Tokyo. meninggal di Jakarta. Korps Mahasiswa Magelang dan Jombang dan redaktur koran Pikiran Rakyat ini menulis kumpulan cerpen Lakilaki dan Mesiu (1957). Ali Audah. Di Bawah Naungan Al Quran (1957). Terjemahanterjemahannya Suasana Bergema (1959).

Matahari dalam Kelam (1963). novel trilogi Tante Maryati (1967). Rukiah. Pada tahun 1963. Hari Ini Tidak Ada Cinta. Teuku Hasan Johan Pahlawan (1957). novel ini telah disinetronkan. terbit legenda-legendanya: Buang Tonjam. 18 Juni 1928. Putri Seorang Jendral. Cintaku Selalu Padamu. 4 Agustus 1970. roman Hati yang Damai (1961). Debu-debu Kalbu. dilahirkan di Purwakarta. 1977)). Malam Penganten di Bukit Kera (1963). Juga menulis novel Jalan Bandungan (1989) dan Tirai Menurun (1993). 1952). novel Dia Musuh Keluarga (1968). Petang di Taman (1966). Budi Darma. Dini. Jaka Tingkir (1962).H. Di Balik Pintu Dosa. penuh pemikiran inkonvensional. Yudhistira Ardi Noegraha. Akulah Pemberontak Itu. Putu Wijaya. Perempuan itu Bernama Barabah (1962). Batu Serompak.. novel-novelnya Sekayu (1981). masih aktif hingga kini. Tandus (kumpulan puisi. 25 April 1927. Karya-karya Motenggo Boesye yang lain: kumcerpen Dua Tengkorak Kepala (1999). Biografi Amir Hamzah ditulisnya di bawah judul Pangeran dari Seberang (1981). Orang-orang Tran (1985). Pengarang wanita ini menulis kumcerpen Dua Dunia (1956). H. Ternyata Motenggo Boesye juga seorang penyair Buku kumpulan puisinya berjudul Aurora Para Aulia. Sri Ayati (1968). Karya-karyanya yang terbit tahun 80-an: Rindu Ibu adalah Rinduku. Cross Mama. kumpulan cerpen Tegak Lurus dengan Langit (1982) Novel-novelnya sangat terkenal dan dijadikan tolok ukur kualitas sastra absurd Indonesia: Kering (1972). Iwan Simatupang. Retno Lestari (1968). Ikranegara. Perempuan-Perempuan Impian. Titisan Dosa di Atasnya (1964). N. Keberangkatan. Novelnya yang berjudul Pertemuan Dua Hati yang mengisahkan tentang perjuangan Bu Suci. dilahirkan di Semarang. Dalam Kelembutan dan menyutradarai film layar lebar Cintaku Jauh di Pulau. Sejuta Duka Ibu. La Barka (1975). Kooong (1975) Iwan memperoleh SEA Award dengan novel Ziarah-nya. Sastrawati ini menulis Kejatuhan dan Hati (1950). Sebuah Lorong di Kotaku (1978). 29 September 1936. Sejuta Matahari (1963).akhir hayatnya. Ziarah (1969). Pada tahun 1985 ditulisnya novel sufistik Sanu Infinita Kembar. Ahim Ha. Sumatra Utara. Badai Sampai Sore (1962). novel Dosa Kita Semua (1963). Nasihat untuk Anakku (1963). RT 0 RW 0 (1960) cerpen Lebih Hitam dari Hitam. Taman Sanjak Si Kecil (1959). dilahirkan di Sibolga. tampil berabsurd-absurd lebih awal daripada Sutarji Calzoum Bachri. Kumcerpennya yang lain Segi dan Garis. Dini mempunyai pengalaman bersuamikan diplomat asal Perancis . N. Keberanian Manusia (1962). Kisah Perjalanan Si Apin . Karya-karyanya yang berbentuk drama Malam Jahanam (1958). menyimpang dari jalur logika biasa. Karya-karya Iwan Simatupang: drama Bulan Bujur Sangkar (1960). S. meninggal di Jakarta. Dongeng-dongeng Kutilang (1962). terkenal dengan karya-karyanya yang absurd. Ibu!. Namaku Hiroko (novel. seorang guru SD dalam membimbing Waskito adalah muridnya yang berkepribadian sulit. Roman-romannya: Pada Sebuah Kapal (1973). Nyonya dan Nyonya (1963). Danarto. Merahnya Merah ( 1968). Langit dan Bumi Sahabat Kami (1979). Kreativitasnya justru lebih menonjol pada tahun-tahun 70-an ke atas.

dan bertahun-tahun tinggal di negeri itu. Oedipus Berpulang.⇒ 35 Disebut angkatan reformasi. 7 November 1935. Sekda. Semarang. 1990-an (Angkatan Reformasi) Isi karya sastra sesuai situasi reformasi. Rendra (Willibordus Surendra). Jepun Negerinya Hiroko (2000). Rendra juga menulis kumcerpen Ia Sudah Bertualang (1963). Yang Muda yang Bercinta. Panggilan Dharma Seorang Bhikku (1997). Malam Stanza.⇒ Disebut angkatan modern. sebuah fragmen dari cerita Laila Tak Mampir di New York. Penyair dan dramawan ini dulu lebih dikenal dengan nama W.⇒ Bertema sosial-politik.⇒ Tahun 1998 merupakan puncak dari angkatan 90-an. naturalis. kumpulan puisi Balada Orang-orang Tercinta (1956). drama terjemahan Oedipus Sang Raja (1976). romantik. Cintaku Jauh di Pulau.S.⇒ Banyak muncul kaum perempuan. 2000-an (Angkatan Modern) Tema sosial-politik. Rendra yang kini meroket lagi. Potret Pembangunan dalam Puisi (1980).⇒ Produktivitas karya sastra lebih marak lagi. contohnya Ayu Utami yang muncul di akhir 90-an dengan karyanya Saman. seperti puisi. Rendra. masih mewarnai tema karya sastra. Rendra menerbitkan antologi puisi “Orang-orang Rangkasbitung (1993) dan Disebabkan oleh Angin (1993). Oedipus di Kolonus (1976). Sebagai budayawan. dilahirkan di Solo. menulis skenario dan mementaskan Orang-orang di Tikungan Jalan. Blues untuk Bonnie (1975). Setelah beragama Islam. Rendra pernah bermain dalam film AL Kautsar.. Kemayoran (2000). dikenal sebagai pembaca sanjak termahal di dunia. Sajak-sajak Duabelas Perak. drama kolosal Panembahan Reso (1988). Karya-karyanya: Empat Kumpulan Sajak terdiri dari Kakawin-Kawin. Bandung. Ciri-ciri Periode 2000 a. b. novel. Tanah Baru Tanah Air Kedua (1997). Latar belakang itu mendorongnya menerjemahkan karya pengarang eksistensialis Albert Camus berjudul Sampar (dari La Pest. romantik. drama saduran Perampok. 1985).⇒ Banyak munculnya sastrawan baru yang membawa angin baru dalam⇒ kesusastraan Indonesia. juga Selamatan Anak Cucu Sulaiman. Mastodon dan Burung Kondor. cerpen. Pada dekade 90-an. ditulisnya buku Mempertimbangkan Tradisi (1983) dan Memberi Makna pada yang Fana. Dua yang terakhir ini ditulisnya sepulang dari Amerika tahun 1968. dekade 90-an). Karya-karya Dini yang lain: Di Pondok Salju cerpen runner up majalah Sastra 1963. Nyanyian dari Jalanan. Kasidah Berjanji. Antigone (1976). Sajak-sajak Sepatu Tua (1971). 12 juta di Senayan.⇒ . penyair burung merak ini menjadi Wahyu Sulaiman Rendra. Rendra memimpikan Bengkel Teater dan menulis buku Tentang Bermain Drama (1976). (3 juta di TIM. Kisah Perjuangan Suku Naga.

Karya sastra lebih marak lagi. Adanya sastra bertema gender.kadang di dalamnya terdapat jenis karangan deskripsi untuk melukiskan suasana. d. struktur novel terdiri atas berbagai komponen yang membangunnya. Pikiran Rakyat.dan tema. antar lain: alur.⇒ ciri-ciri novel.umumnya merupakan tanggapan pengarang terhadap lingkungan sosial budaya sekelilingnya. termasuk adanya sastra koran.penokohan. antara lain: a.latar. karya sastra berjenis narasi. feminisme. karya sastra yang berfungsi sebagai tempat menuangkan pikiran pengarang sebagai reaksinya atas keadaan sekitarnya. b.⇒ Muncul cyber sastra di Internet. . berbentuk prosa c. dipahami pembaca.⇒ Adanya sastra religi.⇒ Banyak muncul karya populer atau gampang dicerna.U. perkelaminan. seks. bersifat realis. contohnya dalam⇒ H.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->