Anda di halaman 1dari 13

RANCANGAN AKUSTIK RUANG MUSIK A.

Sifat Akustik Ruang yang Mempengaruhi Kualitas Musik Karakteristik akustik ruang yang mempengaruhi kualitas bunyi dari musik yang disajikan dalam ruangan adalah : 1. Bentuk dan Volume Auditorium Bila musik memberi kesan sepertinya disajikan dalam ruang yang kecil dan akrab, maka auditorium mempunyai keakraban akustik, dan biasanya tidak dibatasi ukurannya. Bila auditorium mempunyai volume yang relatif besar bagi penonton, dengan dinding yang kebanyakan adalah pemantul bunyi, maka ruang dikatakan hidup. 2. Pengaruh RT (waktu dengung) Bila RT dikendalikan dengan benar, kepenuhan nada yang menyenangkan akan tercatat. Kepenuhan nada yang berlebihan membuat bunyi tersebut kabur dan tidak menyenangkan. Ketegasan dan kepenuhan nada punya hubungan yang terbalik, artinya ruang dengan derajat kejelasan tinggi punya RT yang pendek dan sebaliknya. 3. Keseimbangan (balance) Keseimbangan (balance) diperoleh lewat permukaan pemantul bunyi dan permukaan difusi bunyi yang banyak sekeliling sumber bunyi. Pengendalian keseimbangan merupakan tanggung jawab dirigen. 4. Daya campur (perpaduan) Bila musik dicampur dengan baik sebelum mencapai pendengar, sehingga bunyi diterima secara harmonis, maka ujung pengirim auditorium dikatakan mempunyai daya campur yang baik. Dinding dinding orkestra yang reflektif dan difusif mengendalikan paduan. Bila panggung orkestra atau ruang bawah orkestra terlampau lebar, maka ia akan kehilangan perpaduan yang baik. 5. Kebebasan dari bising Kebebasan dari bising artinya reduksi bising eksterior dan interior sampai tak terdengar atau minimum yang dapat diterima, adalah satu persyaratan auditorium untuk musik yang paling penting. Kualitas akustik ruang lain yang penting adalah kebebasan yang sempurna dari cacat akustik, seperti gema, pemusatan bunyi, distorsi, dan banyangan bunyi. B. Pengaruh Akustik Ruang pada Musik Sifat sifat akustik ruang berpengaruh pada tahap proses musik terdiri atas : 1. Pada komposisi Pemusik atau pemain tunggal biasanya menyesuaikan penampilan mereka dengan kualitas auditorium mereka bermain, karena keberhasilan mereka sebagian besar tergantung pada akustik ruang tersebut. 2. Pada pergelaran (produksi) Penonton atau kritikus musik dipengaruhi oleh kualitas akustik auditorium dalam menilai pergelaran musik, dalam menentukan kecocokan mereka terhadap musik dan untuk pergelaran musik. 3. Pada pendengaran Musik membutuhkan RT yang lebih panjang daripada pidato, karena bunyi musik hidup lebih lama daripada sukukata pembicaraan.

C. Pertimbangan pertimbangan Akustik dalam Rancangan Auditorium Musik Disamping persyaratan umum, perhatian harus diberikan pada butir butir sebagai berikut : 1. RT (waktu dengung) harus selalu merupakan kompromi yang ditetapkan dengan teliti. RT yang dikendalikan dengan hati hati akan menambah kepenuhan nada dan akan membantu kekerasan, ketegasan, dan difusi. 2. Ketegasan akan memuaskan bila kesenjangan waktu tunda mula mula tidak lebih dari 20m sekon. 3. Mengadakan persediaan dan distribusi nada nada rendah yang cukup untuk daerah pendengar yang luas (lebih dari 2500 tempat duduk). 4. Untuk memperoleh kualitas bunyi yang merata pada seluruh daerah penonton, balkon tidak boleh menonjol terlampau dalam ke rongga udara. 5. Gema akan jelas bila RT pendek dan difusi tidak cukup. 6. Frekuensi bunyi dalam akustik ruang musik berjangkauan lebih luas dibandingkan jangkauan untuk pembicaraan (30 12.000 hertz) D. Bentuk Lantai Bentuk lantai auditorium yang digunakan untuk musik biasanya mrngambil salah satu atau kombinasi bentuk bentuk, yang dijelaskan di bawah ini : 1. Lantai empat persegi Lantai bentuk ini adalah bentuk lantai yang histories, dengan unsur tradisi yang menonjol dan masih digunakan dengan berhasil. Pemantulan silang antara dinding dinding sejajar menyebabkan bertambahnya kepenuhan nada, suatu segi akustik ruang yang sangat diinginkan pada ruang musik. 2. Lantai bentuk kipas Lantai bentuk ini membawa penonton lebih dekat ke sumber bunyi, sehingga memungkinkan konstruksi balkon. 3. Lantai bentuk tapal kuda Lantai bentuk ini menggambarkan pengaturan tradisional rumah rumah opera. Keistimewaannya adalah kotak kotak yang berhubungan yang satu diatas yang lain. 4. Bentuk lantai melengkung Bentuk lantai ini biasanya dihubungkan dengan atap kubah yang sangat tinggi. Lantai melengkung harus dihindari, karena kekurangan - kekurangan akustiknya. 5. Bentuk lantai tak teratur Bentuk lantai ini dapat membawa penonton sangat dekat sumber bunyi. Bentuk ini dapat menjamin keakraban akustik dan ketegasan, karena permukaan yang digunakan untuk menghasilkan pemantulan dengan waktu tunda singkat dapat dipadukan dengan mudah ke dalam keseluruhan rancangan arsitektur. E. Ruang Konser Dalam ruang konser baik pemusik dan penonton supaya diusahakan berada dalam ruangan yang sama tanpa bangunan pemisah (tembok prosenium). Ruang konser dengan volume 25.000 m penggunaan sound system supaya dihindari. Pembuatan panggung orkestra harus memperhatikan sebagai berikut :

1. Luas lantai didasarkan kebutuhan ruang pemusik, alat musik, dirigen, dan pemain tunggal. Tiap pemain butuh 1,1 1,4 m dan anggota paduan suara 0,3 0,4 m ruang gerak. 2. Hubungan pemusik dan pendengaran yang dekat harus diperoleh dengan pandangan horizontal dan vertical yang sangat jelas dari tiap bagian daerah penonton. 3. Panggung orkestra tidak boleh terlalu dalam/lebar. Kedalaman maksimal 9 meter dan lebar maksimal 18 meter. 4. Dinding dinding batas diberi lapisan pemantul bunyi. 5. Ketinggian panggung harus danaikkan cukup tinggi di atas ketinggian lantai penonton. Lantai dilengkapi dengan ruangan resonansi dengan kedalaman 50 cm. 6. Hubungan letak antara panggung dan instalasi organ harus dekat. 7. Panggung orkes harus punya jalan masuk horizontal dan vertical yang bagus ke gudang instrument. 8. Persyaratan persyaratan bangunan, mekanisme, dan listrik harus dikoordinasikan dengan persyaratan akustik. F. Rumah Opera Sebenarnya, rumah opera adalah kombinasi dari teater/panggung sandiwara dan ruang konser. Penampilan opera sangat tergantung pada pengaturan dan dekorasi warna warni yang dimainkan dari belakang layer atau sayap. Karena itu rumah opera menggunakan panggung proscenium, dengan akibat pemisahan antara pementas dan penonton. Rumah opera tradisional tipe Eropa bentuk tapal kuda, dengan deretan kotak kotak yang sangat menyerap bunyi dan RT yang relative pendek (1,2 sekon), tetap merupakan denah arsitektur terbaik untuk opera opera Eropa. Deretan balkon bertingkat dihilangkan, sehingga menghasilkan RT sebesar 1,55 sekon (dengan penonton sesuai kapasitas), kepenuhan nada yang besar dan kekerasan yang menurun. Hal ini agaknya kurang cocok untuk opera Eropa. Daerah pentas tiap auditorium yang digunakan untuk pergelararan opera dan acara acara musik, membutuhkan ruang orkestra di bawah panggung yang cukup luas untuk 35 sampai 50 pemusik. Untuk menjamin keseimbangan antara orkestra dan penyanyi, bagian depan panggung yang tampak tidak boleh meliputi lebih dari sekitar sepertiga luas lantai ruang bawah orkestra. Letak lantai dan dinding ruang bawah orkestra harus memungkinkan proyeksi bunyi yang cukup dari ruang bawah orkestra ke daerah penonton. Luas dan volume ruang bawah orkestra harus dapat disesuakan agar cocok untuk orkestra dengan berbafai ukuran dan untuk menjamin keseimbangan dalam orkestra. Penyesuaian ini dapat dilakukan secara mekanis, dengan panggung depan atas lift yang dapat diturunkan untuk memperluas lantai penonton atau untuk membentuk ruang bawah orkestra, sesuai dengan kebutuhan. Lantai panggung kebanyakan rumah opera Eropa dibuat bertangga (raked) agar memperbaiki pandangan penonton atau dirigen dan untuk menonjolkan perspektif dekor yang dicat. Dalam rumah opera masa kini, demi keuntungan akustik, pembuatan lantai panggung yang dimiringkan yang secara visual benar tidak boleh dilakukan dan garis pandang harus memuaskan tanpa membuat kemiringan.

Dalam hubungan antara daerah penonton dan rumah panggung ruang ruang gandeng harus dihilangkan. Namun, rumah panggung, tidak boleh dibuat terlampau mati atau penyanyi penyanyi akan kehilangan lingkungan dengung yang membantu. Dalam rumah rumah opera pengadaan panggung pinggir yang menjorok ke dalam daerah penonton disarankan, untuk mereduksi jarak rata rata antara penyanyi dan pendengar yang mengakibatkan langit langit lebih efektif dalam pengadaan pemantulan dengan waktu tunda singkat bagi penonton. G. Ruang Latihan Pergelaran (Rehearsal Room), Ruang Band, Kamar Latihan (Practice Boots), dan Kamar untuk Mendengarkan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memenuhi kebutuhan akustik ruang adalah : 1. Dinding dinding ruang yang dibentuk dengan baik 2. Pengadaan difusi yang cukup 3. Pengendalian RT yang baik 4. Lapisan lapisa akustik yang dipilih dengan hati hati dan didistribusi baik 5. Pengendalian bising dalam jumlah yang tinggi Bila mengharapkan kondisi akustik yang istimewa, hal yang perlu diperhatikan adalah : 1. RT harus dapat disesuaikan agar memenuhi acara musik tertentu 2. Kondisi akustik meniru auditorium (dengan penonton sesuai kapasitas dengan mana mereka dihubungkan secara fungsional) Departemen sekolah musik sering mempunyai ruang latihan band, ruang latihan paduan suara, ruang pemberi instruksi/pengarahan (ruang kuliah musik), ruang latihan instrument, ruang rekaman dan mendengar, kantor guru, perpustakaan musik, dan gudang instrument. Kamar kamar mendengar digunakan untuk : 1. Memonitor dan mengedit piringan 2. Memonitor dan mengedit pita magnetik 3. Kegiatan/acara musik lain Dalam rancangan akustik ruang yang digunakan untuk mengajar, latihan pagelaran atau latihan musik adalah : 1. Luas lantai, tinggi ruang, bentuk ruang, dan volume yang sesuai harus disediakan untuk memperoleh dengung, difusi, keseimbangan, dan keterpaduan yang tepat. 2. Jumlah bahan bahan penyerap bunyi yang banyak harus digunakan untuk membuat ruang ruang ini cukup mati sehingga daya akustik yang berlebihan yang ditimbulkan band sekolah atau masing masing instrument dapat diredam. 3. Transmisi bunyi yang tak diinginkan antara ruang ruang yang digunakan secara serentak harus direduksi sampai suatu minimum yang absolute. Dalam ruang ruang ini, perlu diperhatikan juga : 1. Kesejajaran antara permukaan yang berhadapan harus dihindari 2. Paling sedikit dua dinding yang berdampingan harus diberi bahan penyerap bunyi seluruhnya sampai ke dasarnya, dan juga langit langitnya. 3. Karena ketinggian ruang ini kurang cukup, disarankan agar tidak menggunakan langit langit gantung 4. Disarankan agar sisi bawah konstruksi lantai diatas dibiarkan telanjang dan diatur secara akustik untuk menyediakan insulasi bunyi yang cukup terhadap bising dari atas tanpa langit langit gantung.

Pentingnya insulasi bunyi yang banyak antara ruang ruang yang sensitive secara akustik pada departemen musik ini harus diperhatikan dengan benar. Pemisahan letak yang baik tidak hanya menyebabkan sirkulasi yang menyebabkan sirkulasi yang memuaskan, tetapi juga akan membantu insulasi bunyi yang baik dengan biaya terendah. Pengendalian bising di kamar latihan dan kamar untuk mendengar yang ddapat menerima bunyi secara langsung dari ruang band atau ruang paduan suara adalah sangat mahal, mereka harus dipisahkan dengan baik dari ruang dimana bunyi dengan tingkat bunyi tinggi dihasilkan, lewat ruang penahan dari serambi dan pengunci bunyi, yang dibangun dengan tembok lantai dan pintu yang menginsulasi bunyi dengan memadai. Pipa pipa ventilasi dan pengkondisi udara tidak boleh mentranmisi bunyi musik yang tak diinginkan dari satu tampat ke tempat lain, baik secara horisontal dan vertikal. devi-arostiyani.blogspot.com/2011/11/rancangan-akustik-ruang-musik.html

Perhitungan resonansi ruang untuk studio musik, home theater, dan ruang musik lainnya
Beberapa waktu yang lalu saya menulis artikel Vokuz Cineplan, yaitu panduan dasar untuk membuat ruang dengar yang baik untuk home theater / high end audio. Setelah memuat tulisan tersebut di majalah Audio Interior dan website Vokuzcom saya banyak menerima telpon, email dan pertanyaan. Misalnya: Bahan apa yang baik untuk akustik ruang? Ruang dengar saya ukuran 4 meter x 4 meter, menurut orang tidak bagus. Tapi mengapa? Dan masih banyak pertanyaan lainnya. Termotivasi dengan pertanyaan pertanyaan tersebut saya coba membuat artikel tentang akustik. Artikel ini membahas tentang: resonansi, gema/gaung (reverberation), pantulan dan pengaturan posisi. Karena panjangnya materi yang dibahas saya membagi tulisan saya menjadi 4 bagian. Yang saya mulai dengan pembahasan resonansi ruang dengar. Resonansi adalah kejadian alam yang didefinisikan sebagai berikut: Turut bergetarnya suatu benda/massa pada frekuensi tertentu akibat adanya sumber suara. Jadi partikel udara di ruang dengar kita turut bergetar pada frekuensi tertentu apabila ada sumber suara di ruang tersebut. Catatan: Ada beberapa anggapan bahwa dengan memasang peredam, makaMasalah resonansi akan selesai. Hal ini tidak benar karena resonansi terjadi bukan akibat pantulan, melainkan turut bergetarnya partikel udara yang diapit olehdinding pembatas. A. Berapa frekuensi resonansi ruang dengar kita? Ruang dengar umumnya terdiri dari 3 permukaan yang sejajar yaitu: (1) Langit-langit dan lantai, (2) Dinding muka dan belakang, (3) Dinding kiri dan kanan.

Frekuensi resonansi yang terjadi pada dua permukaan paralel dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: Fr = 300 / 2L Fr = Frekuensi resonansi. 300 = adalah kecepatan suara (meter/detik). L = jarak antara permukaan parallel. Jadi jika kita memiliki ruang dengar dengan lebar 3 meter maka frekuensi resonansi terhadap lebar adalah sebagai berikut: Fr = (300m/s) / (2 x 3m) = 50Hz Dan frekuensi resonansi diikuti oleh frekuensi harmonis kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Jadi kita memiliki frekuensi resonansi untuk ruang lebar 3m adalah: Fr1=50Hz; Fr2=100Hz; Fr3=150Hz; Fr4=200Hz; Fr5=250Hz; Fr6=300Hz; Fr7=350Hz. Dimana: Fr2 adalah Frekuensi resonansi harmonis kedua Fr3 adalah Frekuensi resonansi harmonis ketiga ? Dst. Dan apabila panjang ruangan dengar kita adalah 6 meter maka kita dapat frekuensi resonansi sebagai berikut: Fr = (300m/s) / (2 x 6m) = 25Hz Fr1=25Hz; Fr2=50Hz; Fr3=75Hz; Fr4=100Hz; Fr5=125Hz; Fr6=150Hz; Fr7=175Hz; Fr8=200Hz; Fr9=225Hz; Fr10=250Hz; Fr11=300Hz; Fr12=325Hz; Fr13=350Hz Dari situ terlihat bahwa Fr2 frekuensi resonansi panjang ruangan = 50Hz dan Fr1 frekuensi lebar ruangan = 50Hz atau sama, lalu pada frekuensi 100Hz, 150Hz, 200Hz, 300Hz, 350Hz. Hal ini menyebabkan frekuensi 50Hz, 100Hz, 150Hz, 200Hz, 250Hz, 300Hz, 350Hz menjadi tebal / dominant. Gejala ini membuat ruang dengar menjadi tidak natural (dominant pada frekuensi tertentu). Pada gambar 1 terlihat duplikasi angka 50, 100, 150, 200, 250, 300, 350 yang mana mewakili penebalan frekuensi resonansi. Sedang pada sumbu Y angka deltanya sama yaitu 25.

Gambar 1 Grafik tanggapan frekuensi resonansi ruang dengar; p=6m, l=3m Akibatnya suara natural yang dihasilkan dari perangkat sumber yang diperkuat oleh amplifier yang juga sudah natural keluar lewat speaker yang juga natural menjadi tidak natural (tanggapan frekuensinya) karena frekuensi resonansi ruang dengar tersebut sangat dominant pada frekuensi 50Hz, 100 Hz, 150 Hz, 200 Hz, 250 Hz, 300 Hz dst. Akibatnya ruang dengar kita menciptakan distorsi harmonis yang selama ini tidak kita sadari. Ini menjawab pertanyaan mengapa ruang dengan yang panjang dan lebarnya sama persis tidak baik. B. Bagaimana menanggulangi hal ini? Bagaimana membuat frekuensi ruang dengar kita senatural mungkin? Untuk membuat ruang dengar dengan frekuensi yang natural/terdistribusi merata, MM. Louden pakar akustik membuat table (Tabel 1). Tabel ini berisi perbandingan antara panjang lebar dan tinggi ruang. Angka x dan y untuk panjang/lebar atau sebaliknya.

Tabel 1. MM Louden Ratio Jadi jika tinggi ruang dengar kita adalah 2,2 meter maka: Lebar ruang sebaiknya 1,4 x 2,2 meter = 3,08 meter dan Panjang ruang sebaiknya 1,9 x 2,2meter = 4,18 meter (Tabel 1 Kualitas 1). Dengan demikian frekuensi resonansi yang terjadi adalah seperti Tabel 2 berikut:

Kalau angka dari tabel diatas kita buat dalam bentuk grafik menjadi seperti grafik di bawah ini. Gambar 2 Grafik tanggapan frekuensi resonansi pada ruang dengar; p=4,18m, l=3,08m, t=2,2m Dari Gambar 2 di atas terlihat bahwa distribusi frekuensi resonansi yang terjadi cukup merata di hampir semua frekuensi, dan pada sumbu Y (delta) angka nya bervariasi. Pada ruang ini distorsi harmonis yang terjadi jauh lebih kecil dibanding ruang dengar pada pembahasan pertama. TIPS: Sangat sulit untuk mendapat ruang dengar dengan proposi panjang, lebar dan tinggi persis dengan tabel MM Louden. Ada beberapa cara untuk mendapat proporsi ruang dengar dengan ukuran ideal sesuai dengan tabel MM Louden.

Yaitu: Membuat panggung pada lantai sehingga di dapat tinggi ruang yang ideal Membuat dinding penyekat sehingga didapat panjang/lebar yang ideal Membuat plafon dengan kemiringan tertentu. Dimana posisi speaker berada di plafon yang lebih rendah dan pendengar diplafon yang lebih tinggi.

Peredam suara untuk mengatasi gema pada ruangan : Room Reverberation Time
Peredam suara untuk mengatasi gema pada ruangan dan Cara Menghitung Resonansi pada Ruang. Setelah mendapatkan dimensi ruang dengar yang ideal tahap selanjutnya adalah mengukur gema ruang dengar dan menetralisir gema ruang dengar. Setiap dalam ruangan memiliki gema dengan karakteristik gema yang berbeda-beda dengan satu yang lain. Karakter gema di ruangan ini ditentukan atas tiga parameter yaitu: level gema, waktu gema dan frekuensi gema. Untuk membuat ruang dengar dengan akustik yang baik adalah kita harus mampu menerapkan komposisi akustik treatment yang tepat. Sehingga kita mendapatkan ruangan dengan level gema, waktu gema dan frekuensi gema yang flat pada tiap tingkatan frekuensi. Ruangan dengan tingkat gema yang pas akan memberikan nuansa ruang live musik yang baik apabila kita membangun ruang untuk musik, atau dialog yang jelas terdengar pada beragam lokasi di ruang tersebut apabila tujuan kita membangun ruang tersebut untuk keperluan seminar. 2. PEMAHAMAN RT60 (Reverberation Time) Ada beragam metode pengukuran waktu gema tetapi yang paling sering di gunakan adalah Reverberation Time 60dB yang lebih dikenal dengan istilah RT 60. Definisi RT60 adalah waktu (detik) yang dibutuhkan untuk suara melemah sebanyak 60dB. Untuk membuat ruangan dengan hasil akustik yang baik kita perlu menghitung: (1) Besaran gema (RT60) rata rata pada ruangan (detik) (2) Besaran gema (RT60) pada frekuensi tertentu (detik) Waktu gema yang ideal (RT60) untuk ruang dengar dengan volume 10 meter kubik adalah 0.9 detik dan 500 meter kubik adalah 1.4 detik. Jika angka (RT60) ruang jauh lebih kecil dari angka patokan di atas kita akan merasakan ruangan yang cenderung mati (dead room) atau jika angka (RT60) ruang jauh di atas angka patokan di atas kita akan merasakan ruang yang terlalu bergema. Misalnya anda memiliki ruangan dengan ukuran 29 meter kubik maka ideal nya waktu gemanya (RT60) adalah 1,15 detik. Tetapi jika ruangan tersebut memiliki waktu gema (RT60) sebesar 1.7 detik maka ruangan tersebut membutuhkan material serap suara. Atau sebaliknya jika pada ruangan tersebut memiliki waktu gema (RT60) sebesar 0,7 detik maka ruangan tersebut dapat kita sebut sebagai dead room dimana pada ruang tersebut banyak terdapat material serap suara. 2. RUMUS PERHITUNGAN RT60

Setiap material memiliki karakter serap dan pantul yang berbeda untuk frekuensi yang berbeda. Misalnya material semen cenderung untuk memantulkan nada tinggi dan untuk nada rendah di teruskan. Sedangkan karpet cenderung untuk menyerap nada tinggi dan meneruskan nada rendah. Sering saya melihat orang membuat ruang studio atau ruang audio dengan memasang karpet di lantai dan dinding. Ruang seperti ini cenderung untuk memberikan efek suara yang boomy (dengung) dengan detail suara yang tidak baik. Rumus perhitungan RT60 adalah sebagai berikut: RT60 = (0,161 x V) / (A x S) V = volume ruangan (m3) A = luas permukan material (m2) S = koefisien serap material (m/detik) 3. CONTOH PERHITUNGAN RT60 Berikut contoh soal perhitungan frekuensi gema ruang dengar.Jika kita mempunyai ruang dengar dengan dimensi: Panjang 6.6 m; Lebar 4.8 m; Tinggi 2.4 m Permukaan lantai: Beton Permukaan dinding: Semen Permukaan Plafon: Semen Dengan data diatas pertama tama kita perlu menghitung volume ruangan tersebut. Untuk menghitung volume ruangan rumus nya adalah: panjang x lebar x tinggi. Maka kita dapat perhitungan volume ruang = 6.6m x 4.8m x 2.4m = 76.032 m3 Langkah kedua adalah menghitung luas masing masing permukaan tiap bahan yang ada dalam ruangan. Pada contoh soal ini kita perlu menghitung luas total permukaan beton dan luas total permukaan semen. Luas total permukaan beton = (6.6 x 4.8) = 31.68 m2 Luas total permukaan semen = luas total dinding + luas plafon = 2(6.6 x 2.4) + 2(4.8 x 2.4) + (6.6 x 4.8) = 86.40 m2 A. PERHITUNGAN RT60 RUANG SEBELUM TREATMENT AKUSTIK Dari data di atas mari kita buat tabel perhitungan sbb:

Tabel Perhitungan

Keterangan perhitungan: 1. S125, S250, S500, S1000, S2000, S4000 adalah koefisien serap material (semen/beton) pada frekuensi 125Hz, 250Hz, 500Hz dan selanjutnya. Angka koefisien serap dapat di download di: http://vokuz.com/file/sabine.pdf 2. S125 x A adalah koefisien serap 125 Hz dikali dengan luas bidang serap. Dari tabel diatas S125 x A untuk bahan beton = 0,317 3. RT 60 untuk frekuensi tertentu di ruangan didapat dari angka 0.161 x volume ruang di bagi dengan total S x A. Dari tabel di atas kita dapatkan RT 60 untuk frekuensi 125 Hz adalah 0,482 detik. 4. Apabila seluruh angka sudah di hitung dengan baik maka kita dapat membuat tanggapan frekuensi ruangan tersebut menjadi seperti contoh dibawah ini. A2. Grafik frekuensi gema sebelum treatment

Grafik Frekuensi Grafik A2. memberikan gambaran: 1. Pada frekuensi 1000 Hz gema (RT60) berlangsung selama 2.993 detik dan gema pada frekuensi 125 Hz selama 0.482 detik. Hal ini menyebabkan selisih fase dan selisih waktu untuk suara pada frekuensi 125Hz dan pada frekuensi 1000Hz. Faktor negatif untuk hal diatas adalah rusaknya stereo imaging suara serta kenyaman dalam menyimak dialog ataupun musik menjadi berkurang. 2. RT 60 rata rata sebesar 1,776 detik. Dimana angka tersebut di atas dari angka RT60 yang ideal yang di anjurkan untuk ruang tersebut. B. LANGKAH TREATMENT AKUSTIK

Untuk mendapatkan RT60 yang ideal kita perlu melakukan: 1. Mengurangi RT60 sampai dengan angka yang ideal untuk ruangan dengan volume di atas 2. Mengurangi RT60 pada frekuensi 1000 Hz dengan kombinasi material akustik yang tepat C. HASIL TREATMENT AKUSTIK YANG IDEAL Setelah dianalisa dan dihitung dengan cermat maka di pilihlah material akustik dengan komposisi: 1. Lantai Karpet dengan luas permukaan bidang 31,68 m2 2. Dinding dan plafon MDF dengan luas permukaan bidang 76,40 m2 3. Panel Acourete Fiber dengan luas permukaan bidang 10 m2. Mari kita lihat perbedaannya dengan membuat tabel perhitungan dan grafik seperti dibawah ini.

Tabel Perhitungan

Grafik Frekuensi B2. Grafik frekuensi gema setelah treatment Grafik B2. garis warna merah jambu menggambarkan waktu gema (RT60) ruangan sebelum treatment pada tingkatan frekuensi yang berbeda. Garis biru tua menggambarkan waktu gema (RT60) ruangan yang telah ditreatment. Dari grafik di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa: 1. RT 60 rata rata ruang telah berkurang dari 1,776 menjadi 0,426 2. Grafik RT 60 untuk tiap tingkatan frekuensi menjadi lebih landai berkisar antara 0,3 0,6 detik di banding grafik sebelumnya antara 0,4 2,5 detik. Demikian artikel ringkas mengenai Peredam suara untuk mengatasi gema pada ruangan : Room Reverberation Time dan perhitungan gema ruangan RT60 beserta contoh soal cara mengatasi masalah tersebut. Semoga tulisan yang sederhana ini dapat berguna bagi pehobby, praktisi dan pembaca pada umumnya.