Anda di halaman 1dari 38

PLASENTA PREVIA

Adalah keadaan plasenta berimplantasi rendah


pada segmen bawah rahim, menutupi atau tidak menutupi ostium uteri internum pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu dan janin mampu hidup di luar rahim

PLASENTA PREVIA TOTALIS

PLASENTA MENUTUPI TOTAL (SELURUH) OUI.


PLASENTA PREVIA PARTIALIS

PLASENTA MENUTUPI SEBAGIAN OUI. PLASENTA PREVIA MARGINALIS BAGIAN PINGGIR PLASENTA BERADA DI PINGGIR OUI. PLASENTA LETAK RENDAH BAGIAN PINGGIR PLASENTA DEKAT KEPINGGIR OUI.

EPIDEMIOLOGI
INSIDENSI 1,7%-2,9%, di negara maju insiden< 1% ETIOLOGI : BELUM DIKETAHUI. FAKTOR PREDISPOSISI / FAKTOR RESIKO.

INSIDENSI MENINGKAT :
BERTAMBAHNYA UMUR IBU BERTAMBAHNYA PARITAS PERNAH SEKSIOSESAREA PERNAH INDUKSI ABORTUS PEROKOK HAMIL GANDA PERNAH MENGALAMI PLESENTA PREVIA

DAMPAK BURUK TERHADAP JANIN


KELAHIRAN PREMATUR MENINGKAT

MORBIDITAS PERINATAL MENINGKAT


(BERAT BADAN LAHIR RENDAH

MENINGKAT)

MORTALITAS PERINATAL MENINGKAT

PLASENTA MELEKAT ABNORMAL


PLACENTA ACCRETA

PLACENTA INCRETA
PLACENTA PERCRETA

PLASENTA PREVIA BERULANG

DIAGNOSA
DITEGAKKAN BERDASARKAN GEJALA KLINIS
PERDARAHAN PERVAGINAM PADA UMUR KEHAMILAN 20 MGG (UMUMNYA > 28 MGG) TANPA SEBAB (CAUSE LESS) TANPA NYERI (PAINLESS) PERDARAHAN BERULANG (RECURRENT) DISSEMINATED INTRAVASCULAR COAGULATION TIDAK TERJADI

PEMERIKSAAN PENUNJANG
TRANS ABDOMINAL ULTRA SOUND TRANSVAGINAL USG TRANS PERINEAL USG

MAGNETIC RESONANCE IMAGING(MRI)


VT DI KAMAR BEDAH (JIKA TDK ADA USG)

MANAJEMEN ( TERAPI )
CEGAH / ATASI SYOK DAN ANEMIA TERMINASI KEHAMILAN TERGANTUNG PADA:

KEADAAN UMUM (KU) IBU DAN ;


KUALITAS PERDARAHAN PERVAGINAM (P/V)
KEADAAN UMUM JANIN (UMUR KEHAMILAN, DAN KONDISI BIOFISIK JANIN)

MANAJEMEN ( TERAPI ) EKSPEKTATIF / TERMINASI DITUNDA SAMPAI UMUR KEHAMILAN 37 MGG, PADA :

UMUR KEHAMILAN < 37 MGG, DENGAN :


KONDISI JANIN TANPA KEGAWATAN (FETAL DISTRESS)

KONDISI IBU BAIK TANPA ANEMIA BERAT


PERDARAHAN PERVAGINAM SEDIKIT

MANAJEMEN ( TERAPI ) AKTIF/ TERMINASI KEHAMILAN SEGERA, PADA :


UMUR KEHAMILAN < 37 MGG, DENGAN :
PERDARAHAN P / V BANYAK

KEADAAN JANIN GAWAT ATAU MATI

MANAJEMEN ( TERAPI ) AKTIF/ TERMINASI KEHAMILAN SEGERA, PADA : UMUR KEHAMILAN 37 MGG a. Sectio caesaria b. Melahirkan pervaginam.

Prognosis ibu dipengaruhi oleh jumlah dan kecepatan perdarahan serta kesegeraan pertolongannya. Kematian pada ibu dapat dihindari segera memperoleh transfusi darah dan pembedahan sectio caesaria. Prognosis janin lebih buruk karena kelahiran yang prematur lebih banyak pada penderita plasenta previa melalui proses persalinan spontan maupun melalui tindakan penyelesaian persalinan.

Neoplasma jinak otot polos dan jaringan pengikat fibroid dan kolagen.

Insidens : 20-25 % pada usia reproduksi


Berdasarkan letak:

Mioma submukosum (6,1%) Mioma intramural (54%) Mioma subserosum (48,2%)

Keluhan umumnya :
Perdarahan abnormal (menoragia/metroragia) Faktor-faktor perdarahan antara lain : Pengaruh ovarium yang mengakibatkan hiperplasia endometrium sampai adenokarsinoma endometrium. Permukaan endometrium menjadi lebih luas. Gangguan kontraktilitas uterus Peningkatan vaskularisasi pada uterus.

Rasa nyeri Dismenorea, nyeri perut bawah serta nyeri pinggang ditemukan pada sekitar 65% wanita. Gejala dan tanda penekanan Gangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri. Gejala dapat berupa retensi urin dan obstipasi. Infertilitas Seperti endometriosis, mioma uterus juga menyebabkan infertilitas pada 27 55% wanita.

Penatalaksanaan: Medikamentosa Merupakan pengganti sementara dari terapi bedah Pengobatan dgn analog GnRH utk mengurangi jumlah perdarahan pada tindakan operatif dan memudahkan perlepasan perlekatan dengan jaringan sekitarnya. Pembedahan

Mengurangi kemungkinan wanita menjadi hamil. 2. Kemungkinan abortus bertambah 3. Kelainan letak janin dalam rahim. 4. Menghalang-halangi lahirnya bayi. 5. Inersia uteri dan atonia uteri. 6. Mempersulit lepasnya plasenta.
1.

Tumor bertumbuh lebih cepat dalam kehamilan akibat hipertrofi dan edema. Tumor menjadi lebih lunak dalam kehamilan, dapat berubah bentuk, dan mudah terjadi gangguan sirkulasi di dalamnya, sehingga terjadi perdarahan dan nekrosis, terutama di tengah-tengah tumor. Mioma uteri subserosum yang bertangkai dapat mengalami putaran tangkai akibat desakan > gangguan sirkulasi > nekrosis yang menimbulkan gambaran klinik akut abdomen.

Atau gawat janin adalah bradikardi janin persisten yang apabila tidak segera ditangani dapat menimbulkan dekompresi respon fisiologis dan menyebabkan kerusakan permanen pada sistem saraf pusat dan organ lain serta kematian janin

No. MR Nama Umur Jenis Kelamin Suku Agama Status Pekerjaan Alamat

: : : : : : : :

Tanggal Masuk :

51.82.40 Bhutet Bangun 34 tahun Perempuan Karo Islam Menikah : Ibu Rumah Tangga Lorg. Umum Bagan Deli Belawan 10 Juli 2012 (pukul 21.51)

Ny. B, 34 tahun, G1P0A0, Ibu Rumah Tangga, Karo, Islam, i/d Tn. H, 44 tahun, Wiraswasta, Jawa, Islam, datang ke IGD RSUP H. Adam Malik Medan dengan keluhan mules-mules mau melahirkan. Hal ini dialami pasien sejak tadi malam tanggal 09 juli 2012. Keluar lendir bercampur darah (-), keluar air dari kemaluan (-). Pasien sebelumnya dilakukan amniofusion tanggal 09 juli 2012. BAB (+) Normal, dan BAK (+) Normal. RPT : Hipertensi (+), DM (-). RPO : Riwayat operasi usus buntu HPHT : 05-12-2011 TTP : 12-09-2012 ANC : 2x Bidan, SpOG 1x

RIWAYAT PERSALINAN
1. Hamil ini

Status Presens Kesadaran : Compos Mentis Anemia (-) Tek. Darah : 140/80 mmHg Ikterik (-) Frek. Nadi : 102x/min Sianosis(-) Frek. Napas : 24 x/min Dyspnea(-) Suhu Tubuh : 37 C Oedem (-) Status Obstetrikus Abdomen : Membesar asimetris TFU : 4 jari bpx (28 cm) Tegang : Kiri Terbawah : Kepala Gerak : (+) His : 2 x 20/10min DJJ : 150 x/min

Status Ginekologi Inspekulo : Tidak dilakukan pemeriksaan VT : Tidak dilakukan pemeriksaan Diagnosis Klinis : PG + KDR (30-32 mgg) + AH + Mioma Uteri + plasenta previa totalis

Tampak gambaran hiperechoic berbentuk ukuran 5x4 cm pada fundal Plasenta menutupi OUI BPD 5,43 cm 2,42 cm AC 18,53 cm FL 4,14 cm MVP 1,93 cm Kesan : mioma uteri subsero. + plasenta previa + oligohidramnion + IUP (22-24 mgg) + AH

Jenis Pemerisaan Hb Leu Tromb Ht Bleeding Time PT INR aPTT TT SGOT SGPT KGD ad Random Ur Cr Na K Cl

Hasil 12.10 gr% 22.500/mm3 310.000/mm3 32.10% 3 sec 11.9 0.91 35.1 13.0 44 U/L 26 U/L 91.20 mg/dL 8.20 mg/dL 0.61 mg/dL 134 mEq/L 3.5 mEq/L 104 mEq/L

Diagnosis Kerja : Terapi :

S : Mulas bertambah O : SP : Sens : CM anemia(-) TD : 120/80 mmHg ikterik (-) HR : 80 x/i sianosis(-) RR : 20 x/i oedem (-) Temp : afebris dyspnoe(-) SO : Gerak janin (+) HIS (+) 3x20/10 DJJ (+) 152 x/i Inspekulo : tampak darah stoll cell di introitus vagina, dibersihkan, kesan : tidak mengalir. Portio : licin , lividae (+) VT : Tidak dilakukan pemeriksaan A : Plasenta Previa Totalis + PG + KDR (30-32 mgg) + PK + AH + Mioma Uteri + Post Amnioinfusi P : IVFD RL 20 gtt/I Nifedipin ..

Pasien dibaringkan di meja operasi dengan posisi supine, infus dan kateter terpasang baik. Dilakukan tindakan aseptik-antiseptik defngan betadine dan alkohol 70% pada dinding abdomen lalu ditutup dengan doek steril kecuali lapangan operasi. Di bawah spinal anestesi, dilakukan insisi pranensteril mulai dari kutis, subkutis, hingga tampak fasia. Dengan menyisipkan pinset anatomis dibawahnya, fasia digunting ke kiri dan ke kanan, kemudian otot dipisahkan secara tumpul. Peritoneum diangkat, lalu digunting ke atas dan ke bawah. Identifikasi segmen bawah rahim, plika vesikouterina digunting konkav ke kiri dan ke kanan kemudian dibersihkan ke arah blast secukupnya.

Dilakukan insisi konkav pada uterus hingga subendometrium. Endometrium disusur secara tumpul, kemudian diputar searah insisi uterus. Selaput ketuban dipecahkan, tampak air ketuban jernih. Dengan melahirkan kepala, bahu, dan seluruh badan, lahir bayi perempuan, BB : 1200 gr, PB: 46 cm, A/S 7/9, anuys (+). Tali pusat diklem di dua tempat dan digunting diantaranya.

Terapi : IVFD RL + Oksitosin 10-10-5-5 20 gtt/i Inj. Transamin 1 amp / 8 jam (24 jam) Inj. Ketorolac 1 amp / 8 jam Inj. Ceftriaxone 1 gr / 12 jam Anjuran : Cek darah rutin 2 jam post operasi Awasi Vital sign, kontraksi, dan tandatanda perdarahan

13 Juli 2012 (Post operasi) S: Nyeri luka operasi O: SP: Sens : CM TD :110/70 mmHg HR :96 x/min RR :22 x/min T :37C Anemia (-) Ikterik (-) Sianosis (-) Dyspnea (-) Oedem (-) SO: Abd: Soepel, Peristaltik (+) N Luka operasi tertutup verban TFU: 1 jari bawah pusat, kontraksi (+) P/V: (-), lochia rubra (+) BAK: (+) via kateter, UOP 50 cc/jam Hasil Darah Rutin 2 jam post operasi Hb : 10.7 gr% Leu : 19.390/mm3 Tromb : 230.000mm3 Ht : 30.80 % A: Post SC a/i Plasenta Previa Totalis + NH1 P: IVFD RL +oxytocin 10-10-5 20 gtt/i Inj. Ceftriaxone 1 gr/12 jam Inj. Ranitidine 50 mg/12 jam Inj. Ketorolac 30 mg/8 jam

14 Juli 2012 S: Nyeri luka operasi O: SP: Sens : CM TD :130/70 mmHg HR :96 x/min RR :22 x/min T :36.6 C Anemia (-) Ikterik (-) Sianosis (-) Dyspnea (-) Oedem (-) SO: Abd: Soepel, Peristaltik (+) N L.O tertutup verban TFU: 2 jari bawah pusat, kontraksi (+) P/V: (-), lochia rubra (+) BAK: (+) via kateter, UOP 60 cc/jam BAB: (-) Flatus (+)

15 Juli 2012 S: O: SP: Sens : CM TD :120/70 mmHg HR :88 x/min RR :20 x/min T:37 C Anemia (-) Ikterik (-) Sianosis (-) Dyspnea (-) Oedem (-) SO: Abd: Soepel, Peristaltik (+) N L.O tertutup verban TFU: 1 jari bawah pusat, kontraksi (+) P/V: (-), lochia rubra (+) BAK/BAB: (+) Flatus (+)

16 Juli 2012 S: O: SP: Sens : CM TD :110/70 mmHg HR :80 x/min RR :22 x/min T:36,7 C Anemia (-) Ikterik (-) Sianosis (-) Dyspnea (-) Oedem (-) SO: Abd: Soepel, Peristaltik (+) N L.O tertutup verban TFU: 1 jari bawah pusat, kontraksi (+) P/V: (+), lochia rubra (+) BAK/BAB: (+) Flatus (+)