Anda di halaman 1dari 3

Fissure Sealant Suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan material yang masuk kedalam pit dan fisura

pada permukaan oklusal, membentuk lapisan proteksi secara fisik dan mekanis serta melindungi permukaan oklusal dari aksi penyebab karies. Tujuan : -Menghilangkan tempat-tempat retensi plaque dan substrat kariogenik -Mengisolasi mikroorganisme Sejarah Perkembangan FS Hyatt (1923) Fisura dalam tumpatan amalgam Fisura dangkal bagian retensi asah kekurangan preparasi gigi sehat Bodecker (1929) Semua pit dan fisura dihilangkan Kekurangannya : - dentin sensitive - pulpa perforasi Buonocore 1955 Perlekatan preparasi etsa enamel 1967 Dg Cuete Menggunakan cynoacrylate toksisitas hidrolisis 1971 Bis-GMA Bowens resin. Komposisi kimia Bis-GMA komposit resin hanya pada fissure sealant Bis-Gma vikositas rendah Morpologi pit dan fissure Tipe 1 : Pit dan fissure berbentuk V, merupakan bentuk pit dan fisura yang banyak dijumpai dengan lebar pada daerah puncak dan mengecil kearah dasar pit, (34%) Tipe 2: Pit dan fisura berbentuk U, merupakan bentuk pit dan fisura yang lebar pada bagian atas dan dasar hampir sama besar, (14%) Tipe 3: Pit dan fisura berbentuk I, merupakan bentuk pit dan fisura dengan celah yang sempit, (19%) Tipe 4: Pit dan fisura berbentuk IK seperti gelas waktu (hourglass), memilki celah yang sempit yang berhubungan dengan rongga lebih besar dibawahnya, (26%) Pada gigi Molar 1 permanen Shallow wide V shaped fissure Bentuk ini lebih mudah dibersihkan (self cleaning) dan kadang-kadang resisten terhadap karies. Deep, narrow I-Shaped fissure Dalam Mengkerut Meyerupai leher botol Alur yang dalam kadang meluas pada DEJ I shaped F kadang beberapa cabang Indikasi pit dan fissure sealant Gigi posterior sulung dan permanen yang mempunyai pit dan fisura dalam dan sempit Pada pemeriksaan klinis atau radiografi tidak terdapat karies interpoximal yang perlu direstorasi Pasien yang memiliki karies tinggi pada gigi sulung dengan diperkiraan gigi permanent akan karies Gigi dimana antagonisnya terdapat karies yang mempunyai bentuk morfologi hampir sama Gigi posterior dimana terdapat karies oklusal pada gigi sebelahnya

Gigi yang telah erupsi selama 3 tahun Kontraindikasi pit dan fissure sealant Rampan karies Pada pemeriksaan klinis dan radiografi terdapat karies interpoximal yang perlu direstorasi Banyak terdapat lesi atau restorasi pada daerah proximal Permukaan oklusal datar, daerah pit dan fissure tidak ada Pasien dengan oral hygiene buruk dan tidak pernah memeriksakan kesehatan giginya secara teratur Gigi bebas karies selama 4 tahun Bahan fissure sealant : Monomer : Bisphenol Glicydil Methacrylate (Bis-GMA) Katalis : Benzoin Methyl Ether Penggolongan bahan fissure sealant Berdasarkan mekanisme polimerisasi ada 2 macam yaitu: polimerisasi kimia ( autopolimerisasi) dan sinar tampak Sifat Bahan Sealant Aplikasi mudah dan tahan lama Tidak toxis dan iritasi biokompatibilitas baik Pengkerutan polimerisasi kecil Tidak mudah larut Penyerapan air rendah Mempunyai koefisien termal ekspansi sama dengan struktur gigi Viskositas rendah mudah penetrasi kedalam pit dan fisura
Fissure sealant Bahan Dasar bis-GMA
Asam Fosfat

Etsa
Porositas Mikropit

Demineralisasi anorganik email

Sifat asam

konsentrasi Penetrasi sealant Resin tag

waktu

Struktur email

polimerisasi
Mikromekanikal interlocking

Kekuatan Perlekatan

Teknik Fissure Sealant Tahap 1 Pemilihan gigi yang akan dilakukan tindakan fissure sealant. Tahap 2 Pemilihan bahan yang akan digunakan. Tahap 3 Gigi dibersihkan menggunakan dental prophylaxis yang bebas gliserin dan ion florida. Gigi kemudian dibersihkan dari pasta profilaksis dan debris dengan semprotan air. Tahap 4 Gigi diisolasi menggunakan rubber dam pada kwadran yang akan dilakukan fissure sealant. Tahap 5 Gigi dikeringkan. Aplikasikan larutan asam fosfat menggunakan kuas kecil selama 60 detik. ( untuk gigi sulung 120 detik). Tahap 6 Setelah dilakukan etsa asam, gigi dibersihkan dengan semprotan air dan udara selama 30 detik kemudian dibersihkan lagi dengan semprotan udara. Tahap 7 Pengeringan merupakan tahap yang penting, hasil etsa asam telah kering dan bebas dari semua kontaminasi, karena kontaminasi akan menghambat perlekatan sealant dengan permukaan email email berwarna keputihan, Tahap 8 Aplikasi sealant dengan menggunakan kuas kecil atau aplikator khusus pada seluruh permukaan yang telah dietsa.

Tahap 9 Setelah polimerisasi, sealant diperiksa menggunakan sonde berujung tumpul, atau dapat menggunakan burnisher berujung bulat dan kecil yang dilakukan secara hati-hati. Jangan menekan instrumen dengan keras pada permukaan sealant. Tahap 10 Cek oklusi. Restorasi Resin Preventif Indikasi : Pit dan fissure yang lebih dalam dan sudah karies Karies pada gigi permanen muda Tehnik: Isolasi Buang karies pada pit dan fissure round atau pir- bur Bersihkan dan lakukan propilaksis, pengeringan Bersihkan basis caviti atau lining, jika dentin terbuka Ca(OH)2 atau glass ionomer, diberi sebelum etsa Lakukan etsa Bonding dentin bonding resin, diikuti dengan pengisian komposit (autopolimerasi atau light curing) tambahan disempurnakan dengan sealant evaluasi-oklusi Kegagalan-kegagalan: Diagnosa yang tidak tepat Isolasi yang kurang berhasil Permukaan email yang sudah dietsa tidak teraplikasi sealant Teknik dan penguasaan sealant yang masih kurang Alternatif- alternative perawatan pit dan fissure Hanya observasi saja Penempatan / penggunaan sealant Restorasi resin preventif Restorasi preventif (glass ionomer resin, amalgam) Amalgam, glass ionomer atau posterior composite TOPIKAL APLIKASI Efek Fluor terhadap Enamel mengadakan pergantian/ subtitusi dengan ion-ion lain tanpa mengubah struktur dari apatitenya. Dalam hal ini hydroxy dari kristal diganti dengan ion F (F) sehingga didapat gugusan Fluor Apatite yang sifatnya lebih tahan asam dari pada hydroxyl apatite. Reaksi Flour terhadap enamel (teori Brudefold). Ca10(PO)(OH) + 20 Na F 10CaF2 + 6Na3PO4+2NaOH Hydroxyl apatite Ca10 (PO4) 6(OH)2+CaF2 Ca10(PO4)6 F2 + Ca (OH)2 Flourapatite Mekanisme Fluor thp email mengurangi kelarutan enamel terhadap asam mengurangi permeabilitas permukaan enamel menghambat pembentukan asam dari karbohidrat oleh kuman rongga mulut Bahan fluor (aplikasi) yang biasa digunakan: Sodium fluoride 2% (NaF 2%) Stannous fluoride 8 % (SnF2 8%) Acidulated Phosphate Fluoride 4x dalam setahun 1-2 x / tahun 1-2 x / tahun