Anda di halaman 1dari 13

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MATA PELAJARAN KELAS/SEMESTER ALOKASI WAKTU STANDAR KOMPETENSI KOMPETENSI DASAR INDIKATOR

: : : : : :

KOMPETENSI KEJURUAN XI / 3 8 X 45 MENIT Menggambar Konstruksi Langit-langit Mendeskripsikan konstruksi langit-langit

Memahami berbagai tipe langit-langit dan konstruksinya, termasuk konstruksi penggantungnya. Mengenali berbagai bahan konstruksi langit-langit, plin dan penutupnya. Memahami karakter dari asbes, kayu lapis dan gypsum. Memahami posisi langit-langit dan elevasi ketinggian bagian bawah langit-langit ditentukan sesuai arahan atau berdasarkan gambar potongan. Memahami bahan penutup langit-langit ditentukan spesifikasi yang akan dipakai disesuaikan dengan anggaran yang ada Mengetahui tata letak titik lampu dan perlengkapan mekanikal dan elektrikal di langitlangit ditentukan berdasarkan dokumen gambar. :

TUJUAN PEMBELAJARAN

Siswa dapat memahami berbagai tipe langit-langit dan konstruksinya, termasuk konstruksi penggantungnya. Siswa dapat mengenali berbagai bahan konstruksi langit-langit, plin dan penutupnya. Siswa dapat memahami karakter dari asbes, kayu lapis dan gypsum. Siswa dapat memahami posisi langit-langit dan elevasi ketinggian bagian bawah langitlangit ditentukan sesuai arahan atau berdasarkan gambar potongan. Siswa dapat memahami bahan penutup langit-langit ditentukan spesifikasi yang akan dipakai disesuailan dengan anggaran yang ada Siswa dapat mengetahui tata letak titik lampu dan perlengkapan mekanikal dan elektrikal di langit-langit ditentukan berdasarkan dokumen gambar. :

MATERI POKOK

Pengertian Langit-langit atau plafond Plafond, berasal dari bahasa Belanda yang berarti langit-langit. Orang zaman sekarang lebih familiar dengan istilah plafond dari pada langit-langit. Rumah-rumah orang bahari jarang menggunakan plafond. Hanya rumah orang kaya dan bangsawan yang menggunakan plafond. Namun sekarang plafond, digunakan oleh hampir semua rumah. Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya.

Fungsi Plafond

Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi
Page 1

PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

sejuk dan enak dipandang (artistik). Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat. Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil). Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam. Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel - kabel listriknya (sparing instalasi Agar ruangan terlihat rapi dan bersih Tempat persembunyian kabel-kabel listrik, instalasi pipa dan lain-lain Tempat menggantungkan titik lampu, kipas angin dan lain-lain Sarana penunjang penghawaan buatan Dapat juga sebagai peredam bunyi untuk jenis plafond akustik

Bahan Plafond

Konstruksi plafon terdiri dari; a). Rangka plafon b). Penggantung rangka plafon c). Bahan penutup plafon Rangka plafon dapat dipasang; - Rangka kayu (galar 6/12; kaso 5/6; kaso 4/6) - Rangka profil aluminium Penggantung rangka plafon, jika rangka atap dengan kuda - kuda kayu dapat menggunakan kaso 5/7. Jika bahan profil aluminium cukup dengan kawat yang dibelitkan atau diskrup pada atap rangka baja. Jika dak beton, dapat memakai stek untuk mengaitkan pada rangka plafonnya yaitu rangka kayu. Bahan penutup plafon, berbagai macam bahan antara lain; a). Tripleks dengan tebal 4 mm. b). Asbes 3 mm. c). Akustic tile atau soft board 15 mm. d). Gypsum board. e). Aluminium. f). Papan / kayu. g). Bahan g.r.c., dan lain - lain.
Karakteristik Bahan Penutup plafond

Jenis-jenis bahan bangunan senantiasa berubah, mengikuti perkembangan situasi dan kondisi teknologi serta ketersediaan bahan pada zamannya. Bahan kayu pada plafond dapat berperan sebagai rangka penggantung, panel-panel atau lempeng-lempeng kayu. Sementara bahan logam

atau metal seperti besi, baja dan aluminium hadir sebagai solusi kekuatan dan ketahanan terhadap rayap. Bahan-bahan tersebut sangat bervariasi dan memiliki karakteristik ringan, bagus, praktis dan mudah dipasang. A. Bahan rangka plafond Ada dua bahan utama rangka plafond, yaitu kayu dan logam. 1. Kayu Kayu alam yang berserat menerus sepanjang batang dan bersifat lentur dapat digunakan sebagai balok maupun papan. Sementara kayu olahan yang terbuat dari bahan dasar serbuk kayu atau sisa-sisa potongan kayu yang dipres mesin tidak memiliki kedua sifat utama itu. Karena itu hindari batang rangka plafond yang terbuat dari kayu olahan. 2. Logam Umumnya bahan logam memiliki ikatan molekul yang lebih padat sehingga bersifat kuat dan lentur. Oleh karena itu, logam dapat berfungsi sebagai balok atau sebagai batang yang dapat digantungi beban. Batang logam terbuat dari pelat-pelat memanjang yang dirol menjadi batang T dan batang U. batang tersebut mampu menjadi penggantung panel atau bidang plafond dalam berbagai variasi system hubungan disesuaikan dengan fungsinya. Logam yang biasa digunakan adalah besi, baja dan aluminium, agar tahan karat, batang besi atau baja perlu digalvanisasi. B. Bahan Penutup pafond Plafond yang bersifat bidang mengharuskan berbahan rata, tipis, ringan, mudah dikerjakan dan tahan air, nilai tambahnya dapat bervariasi. Hal tersebut memancing munculnya ragam kreasi dan kombinasi bahan plafond. Sebagai bagian yang integral dengan sisi dalam bangunan (interior), plafond harus hadir sesuai persyaratan teknis dan estetis. Pemasangan penutup plafond pada rangkanya ada beberapa cara, yaitu: dipaku, disekrup, dipantek, dijepit, atau diselipkan. 1. Kayu Jenis kayu yang dipergunakan untuk bahan penutup plafond biasanya berberat jenis ringan, berwarna dasar terang, cukup kering, tidak mudah pecah waktu dikerjakan, dan tidak mudah susut atau memuai ketika difungsikan. Kayu tersebut diproses menjadi bilah-bilah papan kemudian disusun memanjang atau dibentuk dengan pola tertentu. Bahan lainnya yang terbuat dari kayu adalah multiplek. Bahan ini terdiri dari tiga lapisan kayu dengan arah serat berselang-seling. Ukuran yang terdapat di pasaran adalah 122 cm x 244 cm atau 90 cm x 180 cm dengan ketebalan 3 18 mm. Multiplek dapat dipotong-potong dalam pola tertentu atau dipasang dalam ukuran utuh. Saat tahap finishing multiplek perlu dilapisi
PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

Page 3

dengan bahan lain seperti veneer produk bahan berpola atau bertekstur tetentu. Bahan multiplek sering dipasang di antara kasau dan reng sehingga terlihat lebih estetis. Namun, pemasangan multiplek seperti ini memiliki beberapa kelemahan di antaranya sebagai berikut: - Kasau akan terlihat sehingga kasau perlu diserut halus. Adanya penyerutan akan menyebabkanbertambahnya biaya pekerjaan dan lamanya waktu pekerjaan. - Bahan multiplek terlalu dekat dengan reng dan atap sehingga mudah panas dan lembab . - Sulit mengganti lembar plafond yang rusak, karena harus membongkar atap dan reng terlebih dahulu. 2. Fiber Semen/ asbes Sebagai komponen plafond, fiber semen/asbes semen sudah cukup lama eksis di Indonesia. Namun saat ini bahan tersebut menimbulkan polimek baru, karena dicurigai menimbulkan penyakit kanker paru-paru pada manusia. Akan tetapi sampai saat ini pemerintah belum menyatakan melarang bahan tersebut. Fiber semen yang digunakan adalah berukuran 100 cm x 100 cm atau 100 cm x 200 cm, dengan ketebalan bervariasi yaitu 4 mm, 6 mm, 8 mm dan 10 mm. Untuk kebutuhan khusus, misalnya plafond melengkung atau kubah, fiber semen dapat disiapkan sebagai komponen precast dan disusun kembali di lokasinya menjadi bentuk yang diinginkan. 3. Kaca Sebagai alternative bahan plafond, kaca berfungsi meneruskan cahaya matahari ke dalam ruangan. Jika digunakan sebagai plafond, sebaiknya menggunakan kaca dengan ketebalan minimal 12 mm 4. Papan Gipsum Sebagai bahan hasil tambang yang melimpah, gypsum cukup lama dikenal sebagai bahan pembungkus bagian anggota badan manusia atau binatang yang retak atau patah. Dengan sedikit modifikasi, bahan ini dicetak dalam apitan lembar khusus atau karton tebal menjadi bentuk panel-panel papan gypsum untuk plafond dan dinding partisi. Umumnya papan gypsum berukuran panjang 240 cm dan lebar 120 cm. ketebalannya yaitu 9 mm, 10 mm, 12 mm dan 15 mm. pengerjaannya relative mudah dan berkesan rapi . 5. Metal atau logam Bahan logam yang lazim digunakan sebagai plafond antara lain besi/baja, aluminium, dan tembaga. Bahan dari logam ini memberikan penampilan permukaan plafond merata, mudah dipasang dan mudah dirawat.

Ukuran dari bahan aluminium ini beragam, lebarnya berukuran 3 m dengan ketebalan 0,35-1 mm. semakin lebar bahan yang digunakan maka lapisan akan bertambah tebal
Posisi Langit-langit serta elevasinya.

Perhatian pada perencanaan plafon disamping keindahan untuk ruang dan interiornya, hal yang perlu diperhatikan kekuatan rangka plafon yang dihubungkan dengan penggantungnya. Elevasi penutup plafon dan sistim penerangan perlu diperhatikan khususnya untuk ruang rapat atau ruang pertemuan termasuk ketinggian plafonnya.

MATERI PEMBELAJARAN Rangka plafond

a.

Ukuran Batang Rangka Plafon

Ukuran batang rangka plafon ditentukan dari jarak bentang dari ruangan, jenis bahan yang digunakan, dan panjang-pendeknya batang gantung. Ukuran-ukuran batang yang biasa dipakai seperti tercantum pada daftar berikut. Jarak Perletakkan (cm) Lebar (cm) tinggi (cm) 100 - 200 5 7 200 - 300 6 8 300 - 400 6 10 400 500 6 12 Ukuran-ukuran batang kayu tersebut berdasarkan pengalaman empiris dan yang biasa digunakan. Ukuran tersebut dapat saja berubah sesuai dengan hasil hitungan berdasarkan kekuatan kayu. Rangka langit-Iangit untuk kuda-kuda biasa dibuat dari kayu ukuran 4/6 atau 5/7, dilengkapi dengari klos dari reng 2/3 cm yang dipasang berselang-seling. Pada kuda-kuda papan untuk rangka langit-Iangit cukup dengan menggunakan kayu reng berukuran cm. b. Ketentuan Pemasangan Batang-batang dipasang rata dengan bagian bawah balok-ikat kuda-kuda. Jika jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda dalam ruangan kurang dari jarak antara kuda-kuda, maka batangbatang gantung plafon induk dipasang tegak lurus arah dinding dan masuk dalam pasangan dinding. Namun, jika jarak antara kuda-kuda kurang dari jarak antar dinding yang mendukung kuda-kuda, maka batang batang gantung plafon induk dipasang tegak lurus pada balok ikat dari
PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

Page 5

kuda-kuda. Pada prinsipnya pemasangan batang penggantung plafon adalah sama, tetapi jaraknya tidak sama tergantung dari bahan plafon yang digunakan. Pada bangunan perumahan dalam pemasangan plafond, ketentuan untuk tinggi ruang/kamar minimal sekurang-kurangnya 2,40 m kecuali kalau kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya dari luas ruang mempunyai tinggi ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah tidak kurang dari 1,75 m. Pada ruang cuci dan kamar mandi diperbolehkan sampai sekurang-kurangnya 2,10 m.

METODE PEMBELAJARAN Ceramah Diskusi Pengamatan Penugasan


LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR Pertemuan 1 Kegiatan Awal Pendahuluan : : Apersepsi Guru mempersilahkan ucapan salam kepada siswa, jika pada awal jam maka siswa terlebihdahulu diperkenankan untuk berdoa Guru mengkondisikan konsentrasi siswa dan mengkondisikan kebersihan kelas Siswa mempersiapkandiri (sikap konsentrasi) untuk menerima mata pelajaran Guru mengabsen absensi siswa Guru menyampaikan kepada siswa bahwa materi ini penting untuk dipelajari karena akan berkaitan dengan materi lain Religius Toleransi Disiplin Peduli lingkungan Tanggung jawab NILAI BERKARAKTER ALOKASI WAKTU 8 x 45 Menit

Lingkunga hidup

Motivasi -

Kegiatan Inti Eksplorasi

: Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa apa yang dimaksud dengan plafond, jika tidak ada yang menjawab maka melakukan pemanggilan nama secara acak untuk menjawab pengertian plafond menurut pemikiran mereka, sebelum membuat Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

Page 7

kesimpulan maka siswa diberi pujian jika belum tepat diberikan motivasi. usaha. Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru, tentang pengertian plafond. Kemudian memperhatikan penjelasan guru yang menerangkan tentang plafond. Guru bersama siswa mengambil kesimpulan apa yang dimaksud dengan plafond Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

Elaborasi

Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai Guru mendemonstrasikan /menyajikan materi inti Guru memberi kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa Guru menerangkan semua materi yang di sajikan saat itu

Konfirmasi

Guru konsep/ide terungkap.

menambahkan yang belum

Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

Guru memberikan penguatan tentang hasil Tanya jawab Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Kegiatan Akhir : Guru bersama-sama dengan siswa melakukan refleksi kekurangan pembelajaran baik secara alat dan teknik Guru menginformasikan kepada peserta didik rencana pembelajaran pada pertemuan berikut. Guru Mempersilahkan siswa lain untuk bertanya, jika tidak ada maka ketua kelas

Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

dipersilahkan memimpin salam Pertemuan 2 Kegiatan Awal Pendahuluan : Apersepsi

untuk mengucapkan

Religius Toleransi Disiplin Peduli lingkungan Tanggung jawab Lingkunga hidup

Guru mengkondisikan konsentrasi siswa Guru mempersilahkan ucapan salam siswa Siswa mengucapkan salam, tapi jika pelajaran dimulai pada awal jam maka sebelum mengucapan salam siswa terlebih dahulu berdoa sebelum memulai pelajaran dan memperhatikan kebersihan kelas Guru mengabsen absensi siswa Siswa mengacungkan tangan pada saat dipanggil namanya oleh guru

Motivasi Guru menyampaikan kepada siswa bahwa materi yag ingin disampaikan berkaitan dengan materi sebelumnya Kegiatan Inti : Eksplorasi Guru memberikan pertanyaan kepada beberapa siswa tentang pemahaman terhadap materi sebelumnya,jika banyak yang belum paham maka guru memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum masukpada materi baru Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

Elaborasi

Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai Guru mendemonstrasikan /menyajikan materi inti Guru memberi kesempatan siswa/peserta untuk menjelaskan kepada peserta

Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

Page 9

lainnya baik melalui bagan/peta konsep maupun yang lainnya. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa Guru menerangkan semua materi yang di sajikan saat itu Konfirmasi Guru konsep/ide terungkap. menambahkan yang belum

Guru memberikan penguatan tentang hasil Tanya jawab Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Kegiatan Akhir : Guru bersama-sama dengan siswa melakukan refleksi kekurangan pembelajaran baik secara alat dan teknik Guru menginformasikan kepada peserta didik rencana pembelajaran pada pertemuan berikut. Guru Mempersilahkan siswa lain untuk bertanya, jika tidak ada maka ketua kelas dipersilahkan untuk memimpin mengucapkan salam Pertemuan 3 Kegiatan Awal Pendahuluan : : Apersepsi Guru mengkondisikan konsentrasi siswa Guru mempersilahkan ucapan salam siswa Siswa mengucapkan salam, tapi jika pelajaran dimulai pada awal jam maka sebelum mengucapan salam siswa terlebih dahulu berdoa sebelum memulai pelajaran dan memperhatikan kebersihan lingkungan belajar Guru mengabsen absensi siswa Siswa mengacungkan Religius Toleransi Disiplin Peduli lingkungan Tanggung jawab

Lingkunga hidup

tangan pada saat dipanggil namanya oleh guru Motivasi Guru menyampaikan kepada siswa bahwa materi yag ingin disampaikan berkaitan dengan materi sebelumnya Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

Kegiatan Inti : Eksplorasi Guru memberikan pertanyaan kepada beberapa siswa tentang pemahaman terhadap materi sebelumnya,jika banyak yang belum paham maka guru memberikan penjelasan terlebih dahulu sebelum masukpada materi baru Guru menjelaskan metodeyang akan digunakan untuk materi ini Guru menyampaikan kompetensi yang ingin di capai Guru memberi kesempatan siswa/peserta untuk berdiskusi dengan siswa lainnya tentang materi. Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa Guru menerangkan semua materi yang di sajikan saat itu. Konfirmasi Guru konsep/ide terungkap. menambahkan yang belum Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

Elaborasi

Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

Guru memberikan penguatan tentang hasil kerja siswa. Guru memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif. Kegiatan Akhir : Guru mengajukan pertanyaan kepada siswa jika ada materi yang belumdipahami kemudian memberikan penguatan tentang materi tersebut. Bersama-sama peserta didik dengan melakukan

Disiplin Rasa ingin tahu Komunikatif Mandiri Tanggung jawab

PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

Page 11

refleksi kekurangan pembelajaran baik secara alat dan teknik. Guru memberi tugas sebagai syarat dilakukannya test tanda berakhirnya suatu materi kepada siswa Guru menginformasikan kepada peserta didik rencana pembelajaran pada pertemuan berikut

ALAT DAN SUMBER BAHAN : Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana Jilid 2 untuk SMK /oleh A.G. Tamrin ---Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan,Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008. Media internet, cetak dan televisi berkaitan dengan infoormasi yang relevan :

PENILAIAN 1. 2. 3. 4. 5.
1.

Tes Tertulis Test Lisan Laporan hasil penugasan dalam makalah SOAL ULANGAN HARIAN Apa yang dimaksud plafond? Sebutkan fungsi plafond? Sebutkan yang termasuk ke dalam konstruksi plafond? Sebutkan macam-macam bahan penutup plafond! Bagaimana penentuan tinggi rendahnya plafond?
:

Kunci Jawaban

Plafond, berasal dari bahasa Belanda yang berarti langit-langit Plafon adalah bagian konstruksi merupakan lapis pembatas antara rangka bangunan dengan rangka atapnya, sehingga bisa sebagai atau dapat dikatakan tinggi bangunan dibawah rangka atapnya 2. Plafon merupakan bagian dari interior yang harus didesain sehingga ruangan menjadi sejuk dan enak dipandang (artistik). Plafon sebagai batas tinggi suatu ruangan tentunya ketinggian dapat diatur sesuaikan dengan fungsinya ruangan yang ada. Umpamanya; untuk ruang tamu pada sebuah rumah tinggal cenderung tinggi plafon direndahkan, begitu juga ruang keluarga atau ruang makan, agar mempunyai kesan lebih familier dan bersahabat. Plafon berfungsi juga sebagai isolasi panas yang datang dari atap atau sebagai penahan perambatan panas dari atap (aluminium foil). Plafon dapat juga sebagai meredam suara air hujan yang jatuh diatas atap, terutama pada penutup atap dari bahan logam. Plafon sebagai finishing (elemen keindahan), mempunyai tempat untuk menggantungkan bola lampu, sedang bagian atasnya untuk meletakkan kabel - kabel listriknya (sparing instalasi
3.

Antara lain :

4.

5.

Rangka plafon Penggantung rangka plafon Bahan penutup plafon Diantaranya : - Kayu - Fiber semen / Asbes - Kaca - Papan Gypsum - Metal atau logam Pada bangunan perumahan dalam pemasangan plafond, ketentuan untuk tinggi ruang/kamar minimal sekurang-kurangnya 2,40 m kecuali kalau kasau-kasaunya miring sekurang-kurangnya dari luas ruang mempunyai tinggi ruang 2,40 m dan tinggi ruang selebihnya pada titik terendah tidak kurang dari 1,75 m. Pada ruang cuci dan kamar mandi diperbolehkan sampai sekurang-kurangnya 2,10 m.

Keterangan Nilai Kurang Cukup Baik Amat Baik < 68 68 s/d 74 75 s/d 84 85

SUMBER BAHAN : 1. Teknik Konstruksi Bangunan Gedung Sederhana Jilid 2 untuk SMK /oleh A.G. Tamrin ---Jakarta : Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan,Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, 2008 2. Media internet, cetak dan televisi berkaitan dengan infoormasi yang relevan Pontianak, Juli 2012 Mengetahui Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran

Haryanto, ST NIP. 19651227 198901 1 005

Risman Nurodin, S.Pd NIP. 19781218 201001 1 006

PRODUKTIF KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK GAMBAR BANGUNAN SMK NEGERI 8 PONTIANAK

Page 13