P. 1
Gunung Meletus

Gunung Meletus

|Views: 1,121|Likes:
Dipublikasikan oleh madityaningrum

More info:

Published by: madityaningrum on Sep 06, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2015

pdf

text

original

KARANGAN TENTANG BENCANA ALAM ‘GUNUNG MELETUS’

BENCANA NEGERI KU, KEKAYAAN NEGERI KU Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki banyak gunung berapi. Hal ini disebabkan karena letak Indonesia yang dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Sebagian besar gunung di Indonesia masih aktif atau disebut juga gunung berapi artinya gunung tersebut masih dapat meletus dan memuntahkan lava dari dalam bumi. Misalnya gunung Merapi di Yogyakarta, gunung Krakatau di Selat Sunda, gunung Semeru di Jawa Timur dan masih banyak lagi. Letusan gunung berapi sudah biasa terjadi dan menjadi salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia selain banjir. Peristiwa tersebut terjadi karena cairan magma yang memiliki suhu sangat tinggi dengan tekanan yang besar menekan lapisan tanah ke atas. Tanah yang tidak kuat menahan tekanan tersebut akhirnya meletus dengan menumpahkan lahar panas. Selain lahar panas, material lain berupa bebatuan, pasir, dan debu juga ikut berhamburan. Daerah yang dilalui lahar akan rusak dan terbakar. Lingkungan sekitar gunung berapi juga rusak akibat disapu awan panas. Sebelum gunung meletus biasanya didahului gempa. Gempa terjadi akibat dari gerakan dan tekanan magma pada lapisan kulit bumi dan juga karena letusan yang sangat hebat. Pada tahun 1990, gunung Krakatau yang terletak di Selat Sunda mengalami letusan yang sangat hebat yang juga menimbulkan tsunami. Tsunami tersebut terjadi karena letak gunung yang berada di dasar laut sehingga tekanan dan gemapa tidak hanya terjadi pada tanah tapi juga pada lempeng laut dan permukaan laut. Gempa dari letusan tersebut terasa hingga di negara-negara Eropa dan menelan korban jiwa yang cukup banyak. Belum lama ini salah satu gunung berapi di Indonesia yaitu gunung Merapi di Yogyakarta juga mengalami letusan yang sangat hebat. Peristiwa ini terjadi pada pertengahan tahun 2010 dan cukup menjadi perhatian banyak orang karena menelan korban yang cukup banyak. Beberapa dampak dari meletusnya gunung Merapi tersebut adalah adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat awan panas atau yang biasa disebut ‘wedus gembel’. Para penduduk sekitar gunung sebenarnya telah diberi pengarahan oleh petugas BMKG (Badan metereologi, klimatologi, dan geofisika) setempat mengenai tanda-tanda gunung yang akan meletus dan dianjurkan untuk segera mengungsi di daerah yang aman. Namun, beberapa penduduk yang masih percaya kepada juru kunci gunung Merapi ada yang tetap bertahan di rumahnya hingga terjadi letusan gunung. Selain

itu, banyak rumah penduduk dan harta benda lain yang rusak, hewan ternak mati atau menghilang, akses jalan dan penampungan air bersih juga ikut rusak. Tanaman pertanian dan perkebunan yang sudah siap panen juga tidak luput terkena debu dan awan panas letusan gunung Merapi. korban yang mengungsi ke tempat yang lebih aman mencapai ribuan jiwa, mereka juga masih harus mengalami masalah kesehatan seperti gangguan pernapasan dan trauma akibat bencana tersebut. Walaupun menelan banyak korban jiwa dan harta benda, penduduk sekitar gunung Merapi tetap kembali ke tempat tinggal mereka di kaki gunung Merapi setelah musibah tersebut berakhir. Muntahan material dari gunung Merapi yang banyak mengandung zat yang menyuburkan tanah membuat penduduk tersebut ingin kembali ke tempat tinggal mereka. Tanah bekas letusan gunung berapi memang terkenal subur karena mineral hara dari letusan gunung berapi. Tanah tersebut biasa dimanfaatkan penduduk untuk menanam sayuran dan bahan makanan lain yang terkadang sulit ditanam di tanah-tanah dataran rendah yang tidak terkena letusan gunung berapi. Tanaman dari kaki gunung berapi biasanya lebih besar dan lebih banyak, serta memiliki kualitas yang bagus. Selain itu, material letusan gunung yang lain seperti pasir dan bebatuan juga dapat menjadi lahan bahan tambang yang dicari banyak orang. Dampak positif lain dari letusan gunung berapi yaitu munculnya sumber air panas dan belerang yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata. Misalnya gunung Bromo dan gunung Ijen. wisata sumber air panas di Bromo sudah terkenal sejak dulu. Kawasan padang pasir luas, pemandangan matahari terbit dari puncak Bromo, serta kawah Bromo yang indah merupakan aset wisata tersendiri. Wisatawan yang berkunjung di gunung Bromo ini tidak hanya wisatawan domestik saja tapi juga wisatawan mancanegara. Sedangkan, gunung Ijen menyimpan kekayaan alam yang melimpah berupa belerang yang dapat dimafaatkan untuk berbagai keperluan. Selain itu, kubah yang muncul pada bekas letusan gunung berapi juga menjadi daya tarik wisatawan seperti yang terjadi pada gunung Kelud. Kawasan gunung Kelud saat ini menjadi kawasan wisata yang indah sejak adanya kubah ditengah kawah gunung setelah letusan yang terjadi pada tahun 2008 silam. Karena daya tarik wisata ini pulalah, kawasan gunung Kelud juga menjadi perebutan antara kabupaten Blitar dan kabupaten Kediri.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->