Anda di halaman 1dari 22

2. Jelaskan tentang keterkaitan system pencernaan dengan system imunologi?

Sistem cerna (gastrointestinal, GI) dimulai dari rongga mulut sampai anus. Fungsi saluran GI adalah untuk ingesti dan pendorongan makanan, mencerna makanan, serta penyerapan zat gizi yang penting bagi tubuh kita untuk hidup dan tumbuh. (Corwin,583:2009) sedangkan sitem imun adalah bekerja untuk melindungi tubuh dari infeksi oleh mikroorganisme,membantu proses penyembuhan dalam tubuh dan membuang atau memperbaiki sel yang rusak apabila terjadi infeksi atau cedera (Corwin, 140:2009) Kedua system tersebut memiliki keterkaitan yang sangat signifikan, Keterkaitan tersebut akan dijelaskan sebagai berikut. Bahan yang disekresikan mukosa saluran nafas, kelenjar sebaseus kulit, kelenjar kulit, telinga, spermin dalam semen merupakan bahan yang berperan dalam pertahan tubuh dan diantara bagian diatas merupakan salah satu bagian dari system pencernaan. Asam hidroklorik dalam cairan lambung, lisosim dalam keringat, ludah, air mata, dan air susu dapat melindungi tubuh dari kuman Gram positif dengan jalan menghancurkan dinding kuman tersebut. Udara yang kita hirup, kulit dan saluran cerna, mengandung banyak mikroba, biasanya berupa bakteri dan virus, kadang jamur dan parasit. Sekresi kulit yang bakterisidal, asam lambung, mucus, dan silia disaluran napas membantu menurunkan jumlah mikroba yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan epitel yang sehat biasanya dapat mencegah mikroba masuk kedalam tubuh. Pada saluran pencernaan terdapat sistem imun mukosa. Gut Associated Lymphoid Tissue (GALT) adalah sebutan untuk system imun mukosa yang tersecar di mukosa saluran cerna. Saluran cerna orang dewasa mempunyai luas permukaan sekitar 400 m2. Permukaan yang luas tersebut selalu terpajan berbagai antigen mikroba. Di samping sebagai pertahanan, GALT juga berpera dalam toleransi oral dan reaktivitas terhadap makanan. Di seluruh jejenum dan ileum terdapat Peyers patch yang merupakan agregat folikel limfoid di mukosa gastrointestinal dan tempat prekursor sel B yang dapat melakukan switching untuk memproduksi IgA. Folikel limfoid yang terisolir ditemukan tersebar di seluruh mukosa saluran cerna. Fungsi utama epitel pelapis saluran cerna memudahkan transport dan pencernaan makanan, memperbaiki penyerapan produk hasil pencernaan. Sel-sel pada lapisan ini menghasilkan lender (mucus). Di bawah lapisan epitel terdapat lamina propria yang kaya akan

makrofag dan limfosit, beberapa diantaranya secara aktif menghasilkan antibodi. Sesuai pengertian diatas sistem imun bertugas menjaga ketahanan tubuh kita yang juga berasal dari apa yang kita makan dan cerna. Dalam proses pencernaan, makanan yang kita makan tidak terlepas dari kontaminasi bakteri ataupun mikroba lainnya, terkontaminasinya makanan oleh bakteri akan segera dihancurkan oleh mucus dan silia yang terdapat pada saluran pernafasan (trakhea) yang juga merupakan saluran pencernaan. Selain itu bakteri atau mikroba tersebut akan dihancurkan juga dilambung dan usus yang mengandung enzim yang bersifat asam. 3. Terdapat empat proses pencernaan dasar di dalam tubuh yaitu : motilitas, sekresi, pencernaan dan penyerapan, jelaskan mengenai keempat proses tersebut ! MOTILITAS PADA TRAKTUS GASTROINTESTINAL Motilitas merupakan suatu gerakan yang terjadi pada traktus gastrointestinal. Motilitas terdiri dari 2 gerakan diantara lain gerakan Propulsif yang menyebabkan makanan bergerak maju sepanjang saluran dengan kecepatan yang sesuai untuk terjadinya pencernaan dan absorbsi. Gerakan propulsive ini sering disebut gerakan peristaltic. Gerakan yang kedua adalah gerakan mencampur, yang menjaga agar isi usus sungguh sungguh tercampur setiap waktu. (Guyton, 2006 : 993.) 1. Motilitas pada esophagus Esophagus memperlihatkan dua tipe gerakan peristaltik yaitu primer dan sekunder. Peristaltic primer hanya merupakan lanjutan dari gelombang peristaltic yang dimulai di faring dan menyebar ke esophagus selama tahap perineal dari penelanan. Gelombang ini berjalan dari faring ke lambung selama 8-10 detik. Jika gelombang peristaltic primer gagal mendorong semua makanan yang telah masuk ke esophagus ke dalam lambung, terjadi gelombang peristaltik sekunder yang dihasilkan dari peregangan esophagus oleh makanan yang tertahan, dan terus berlanjut sampai semua makanan dikosongkan ke dalam lambung.

2. Motilitas pada Lambung Saat makanan masuk ke lambung, fundus dan bagian atas korpus akan melemas dan mengakomodasi makanan dengan sedikit peningkatan tekanan ( relaksasi reseptif). Gelombang konstriktor peristaltic akan timbul di bagian bawah korpus lambung dan bergerak kearah antrum sepanjang dinding lambung sekitar satu kali setiap 15 sampai 20 detik. Sewaktu gelombang konstriktor berjalan dari korpus lambung ke dalam antrum, gelombang menjadi lebih kuat, beberapa menjadi sangat kuat yang menimbulkan cincin konstriktor peristaltic yang kuat yang mendorong isi antrum dibawah tekanan tinggi kea rah pylorus. Cincin konstriktor ini juga memainkan peranan penting dalam mencampur isi lambung melalui cara berikut : Setiap kali gelombang peristaltic berjalan melewati antrum menuju pylorus, ia menembus sampai ke dalam isi antrum. Tetapi permukaan pylorus cukup sempit sehngga Cuma beberapa mililiter atau bahkan sedikit sekali isi antrum yang di keluarkan ke dalam duodenum pada setiap gelombang peristaltic. Demikian juga sewaktu setiap gelombang peristaltic mendekati pylorus, otot pilorus itu sendiri berkontraksi yang selanjutnya menghalangi pengosongan melalui pilorus. Oleh karena itu sebagaian besar isi antrum akan di semprotkan ke belakang melalui cincin peristaltic menuju korpus lambung. Mekanisme pencampuran ini disebut dengan retropulsi. Sesudah makanan bercampur dengan cairan lambung, hasil campuran yang berjalan ke usus disebut kimus.(Guyton , 2006 : 1003)

3. Motilitas pada Usus halus

Motilitas usus halus juga dibagi menjadi kontraksi pencampuran dan kontraksi pendorongan. Kontraksi pencampuran atau segmentasi diawali saat usus halus di regang oleh kimus, peregangan dinding usus menimbulkan kontraksi konsentris local dengan jarak interval tertentu sepanjang usus. Panjang longitudinal setiap kontraksi kira- kira hanya sekitar 1 sentimeter sehingga setiap rangkaian kontraksi menimbulkan segmentasi pada usus halus. Kontraksi segmentasi ini biasanya memotong kimus sekitar dua sampai tiga kali permenit dengan cara ini membantu pencampuran partikel partikel makanan padat

dengan sekresi usus halus. Sedangkan, gerakan mendorong kimus di dorong melalui usus halus oleh gelombang peristaltic. Fungsi gelombang peristaltic dalam usus halus tidak hanya menyebabkan pendorongan kimus kea rah katup ileosekal tetapi juga menyebarkan kimus sepanjang mukosa usus. Sewaktu kimus memasuki usus dari lambung dan menimbulkan peregangan awal usus proksimal, gelombang peristaltic yang timbul segera menyebarkan kimus sepanjang usus, proses ini makin meningkat sewaktu kimus tambahan masuk duodenum. Pada waktu mencapai katup ileosekal, kimus kadang kadang dihambat selama beberapa jam sampai orang tersebut makan makanan yang lain, ketika reflex gastroentristik yang baru meninggalkan peristaltic dalam ileum serta mendorong kimus yang terhambat tadi melewati katup ileosekal masuk ke dalam sekum.

4. Motilitas pada usus besar Gerakan gerakan mencampur ( Haustrasi) Melalui cara yang sama dengan terjadinya gerakan segmentasi dalam usus halus, konstriksi konstriksi sirkular yang besar terjadi dalam usus besar. Pada setiap titik konstriksi ini kira- kira 2,5 sentimeter otot sirkular akan berkontraksi, kadang kadang menyempitkan lumen kolon sampai hampir tersumbat. Pada saat yang sama otot longitudinal kolon yang terkumpul menjadi 3 pita longitudinal yang disebut taenia coli akan berkontraksi Kontraksi gabungan ini akan mengakibatkan bagian usus besar yang tidak terangsang menonjol keluar menjadi seperti kantong yang disebut haustrae. Kontraksi haustrae sekali timbul biasanya mencapai intensitas puncak selama 30 60 detik. Kadang kadang kontraksi berjalan lambat kea rah anus yang menyebabkan sejumlah kecil dorongan isi kolon kedepan.. Beberapa menit kemudian timbul kontraksi haustrae yang baru pada daerah lain yang berdekatan. Oleh karena itu, materi feses dalam usus besar secara lambat diaduk dan diputar dengan cara hampir sama seperti orang menyekop tanah. Dengan cara ini semua materi feses secara bertahap bersentuha dengan permukaan usus besar.

Gerakan mendorong / gerakan massa Semua gerakan mendorong ditimbulkan oleh kontraksi haustrae dan gerakan massa. kontraksi haustrae ini berjalan lambat tetapi persisten 8 sampai 15 jam menggerakkan kimus hanya dari katup ileosekal ke kolon transversal sementara kimusnya sendiri menjadi berkualitas feses dan menjadi lumpur setengah padat bukan setengah cair. Untuk gerakan massa adalah jenis peristaltic yang termodifikasi yang ditandai oleh rangkaian peristiwa seperti berikut: Pertama, timbul sebuah cincin kontriksi pada titik yang teregang pada kolon, biasanya pada kolon transversum dan kemudian dengan cepat kolon distal sepanjang 20 sentimeter atau lebih hingga ke tempat kontriksi akan kehilangan haustrrasinya dan malah berkontraksi sebagai satu unit mendorong materi feses dalam segmen ini untuk menuruni kolon. Bila pergerakan sudah mendorong massa feses ke dalam rectum akan terasa keinginan untuk defekasi.

SEKRESI DALAM PENCERNAAN Sekresi merupakan pengeluaran dari kelenjar baik itu mucus, enzim yang bisa digunakan kembali oleh tubuh. Dari segi fungsinya sekresi pencernaan dibagi menjadi dua ada mucus dan enzim. Enzym ada di sebagaian besar di traktus gastrointestinal baik dari mulut sampai ujung distal ileum. Sedangkan Dari segi tipe anatomi dibagi menjadi 4, antara lain : Sel goblet / sel mucus dari epitet dikeluarkan langsung untuk respon iritasi local pada epitel ; sebagai pelumas dan melindungi dari eksplorasi dan pencernaan. Mukus juga berguna untuk memudahkan meluncurnya makanan pada traktus gastrointestinal. Ceruk ( pits) di banyak permukaan traktus GI invaginasi epitel dalam sub mukosa di usus halus yang disebut kripta lieberulum. Kelenjar tubular yang dalam pada lambung untuk sekresi asam dan pepsinogen /kelenjar oksintik pada duodenum

Kelenjar kompleks, seperti kelenjar saliva, pancreas, dan hati yang menghasilkan sekresi untuk pencernaan atau emulsifikasi makanan. Untuk perangsangan kelenjar ada 4 yang mempengaruhi terjadinya sekresi kelenjar, antara lain : Pengaruh kontak makanan dengan epitel fungsi perangsang saraf enteric. Adanya rangsang taktil, iritasi usus, dan distensi lambung akan meningkatkan sekresi di kelenjar. Rangsangan saraf parasimpatis ini akan meningkatkan sekresi di kelenjar
Rangsangan saraf simpatis akan mempengaruhi efek vasokonstriktor sehingga menurunkan

sekresi ( karena tumpang tindih dengan parasimpatis dan hormonal). Hormone gastrointestinal yang berbeda mengatur volume dan karakter sekresi.

Hasil sekresi dibeberapa organ di traktus gastro intestinal Hasil Sekresi Penghasil Fungsi Sekresi saliva : serosa(enzim Kelenjar parotis, kelenjar sub Serosa(ptyalin) ptyalin), mucus dan ion mandibularis, sub linguinalis, mencernakan kelenjar bukal yang terdiri karbohidrat. dari duktus asinus dan Mukus : Untuk partikel bakteri Mengandung tiotik, proteolitik menghancurkan bakteri Mengandung antibody dan ulserasi Sekresi Mukus Esofagus 1. Mencegah ekskoriasi mukosa 2. Mencegah iritasi dari refluk lambung HCL, pepsinogen, factor Kelenjar oksintik (gastric) HCL berfungsi pada lambung proteolitik Pepsinogen membentuk enzim sebagai berfungsi pepsin untuk mencegah karies gigi ion enzim untuk membuang pendukung bakteri pathogen dan salivatorius

untuk makanan

intrinsic, mucus

yang bergabung dengan HCl sebagai proteolitik. Faktor penting Mukus bersifat intrinsic untuk yang absorbsi

vitamin B12 di dalam ileum untuk melumaskan alkali untuk transport makanan dan juga melindungi dinding lambung dari asam lambung yang bersifat proteolitik. Hormon gastrin dan mucus Kelenjar pilorik lambung Gastrin bertujuan sebagai umpan balik negatif kalau lambung menghasilkan HCL yang terlalu banyak. Mukus berfungsi melindungi mukosa pilorus dari asam lambung. Sekresi ion bikarbonat, enzim Pankreas proteolitik pancreas (tripsinogen, kimotripsin, karboksipelipeptidase), amylase pancreas, lipase pancreas Tripsinogen menjadi berfungsi menjadi tripsin untuk diaktivasi yang mencerna dan

protein dan polipeptida besar polipeptida peptide yang kecil. Kimotripsin berfungsi sama seperti tripsinogen. Karboksipelipeptidase berfungsi untuk melanjutkan proses pencernaan protein

untuk menghasilkan asam asam amino bebas. Lipase berfungsi untuk lemak menghidrolisis gliserol Amilase yang berfungsi zat dicerna untuk tepung oleh menjadi sukrosa berfungsi menghidrolisis tidak amylase dan laktosa) Empedu Hati Empedu Emulsifikasi lemak (globules lemak besar dalam usus halus yang kemudian menghasilkan globulus lemak yang lebih kecil) Mukus, Sukrase, Enzim maltase, ( Peptidase, Usus halus isomaltase, Peptidase memecah peptide kecil menjadi asam amino Sukrase, isomaltase, berfungsi disakarida monosakarida Lipase intestinum memecah lemak netral menjadi gliserol dan asam lemak Mukus Usus besar Mukus dalam usus besar maltase, lactase memecah menjadi

menjadi asam lemak dan

saliva

disakarida(maltose,

lactase, lipase intestinum)

melindungi terhadap menghasilkan lengket

dinding media

usus yang

ekskoriasi, untuk melekatkan

bahan feses bersama- sama, melindungi dinding usus dari sejumlah yang aktivitas bakteri dalam berlangsung

feses, menambah sifat basa dari sekresi (pH 8,0 yang disebabkan besar oleh oleh sebagain natrium

bikarbonat),dan menyediakan suatu sawar untuk menjaga agar asam yang terbentuk dalam tinja tidak menyerang dinding usus.

PENCERNAAN Pencernaan Manusia adalah suatu proses perombakan bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh (secara mekanik maupun secara kimiawi) yang dilakukan oleh organ - organ pencernaan untuk mendapatkan zat - zat yang bermanfaat di dalamnya. Pencernaan ada dua yaitu pencernaan secara mekanik dan pencernaan secara kimiawi. Pencernaan secara mekanik adalah sutu proses perombakan bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh dari yang berukuran besar menjadi

berukuran kecil yang dilakukan oleh organ - organ pencernaan. Pencernaan secara kimiawi adalah suatu proses perombakan bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh yang dilakukan oleh enzim enzim pencernaan. Enzim adalah zat -zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan untuk membantu proses pencernaan makanan Bahan Makanan yang harus melalui proses pencernaan dahulu untuk dapat diserap oleh tubuh:

Protein : zat pembangun , terdiri atas protein hewani dan protein nabati Karbohidrat : sumber energi Lemak : sumber energi , terdiri atas lemak hewani dan lemak nabati

Berikut penjelasan proses pencernaan makanan pada manusia. 1. Mulut Mulut merupakan organ pencernaan yang pertama bertugas dalam proses pencernaan makanan. Fungsi utama mulut adalah untuk menghancurkan makanan sehingga ukurannya cukup kecil untuk dapat ditelan ke dalam perut. Mulut dapat menghaluskan makanan karena di dalam mulut terdapat gigi dan lidah. Gigi berfungsi menghancurkan makanan. Adapun fungsi lidah adalah membolak-balikan makanan sehingga semua makanan dihancurkan secara merata. Selain itu, lidah berfungsi membantu menelan makanan. Gigi dan lidah termasuk alat pemroses pencernaan secara mekanis. Selain mencerna makanan secara mekanis, di mulut juga terjadi pencernaan secara kimiawi. Pencernaan secara kimiawi dimungkinkan karena kelenjar air liur menghasilkan ludah yang mengandung air, lendir, dan enzim ptialin. Air dan lendir berguna untuk melumasi rongga mulut dan membantu proses menelan. Adapun enzim ptialin mengubah amilum menjadi karbohidrat yang lebih sederhana, yaitu maltosa. Cobalah kunyah nasi putih dalam waktu yang cukup lama. Bagaimanakah rasa nasi tadi? Setelah dikunyah di mulut beberapa lama, nasi terasa agak manis, bukan? Hal tersebut dapat terjadi karena sebagian amilum pada nasi terurai menjadi maltosa yang rasanya agak manis. Oleh karena itu, nasi terasa sedikit manis setelah dikunyah agak lama. Dalam mulut selain terdapat gigi juga terdapat lidah. Lidah merupakan indra pengecap yang kita miliki. Karena lidahlah kamu dapat merasakan nikmatnya makanan. Walaupun rasa sesungguhnya hanya dirasakan selama makanan ada di mulut, namun

rasa akan meningkatkan selera makan. Tanpa adanya rasa kamu akan cenderung tidak nafsu makan. 2. Kerongkongan Setelah dikunyah di mulut, makanan ditelan agar masuk ke lambung melalui suatu saluran yang disebut kerongkongan. Kerongkongan atau esofagus berfungsi menyalurkan makanan dari mulut ke lambung. Di dalam lehermu sesungguhnya terdapat dua saluran, yaitu kerongkongan (letaknya di belakang) dan tenggorokan atau trakea (letaknya di depan). Kerongkongan merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan antara mulut dengan lambung. Tenggorokan merupakan saluran pernapasan yang menghubungkan antara rongga mulut dengan paru-paru. Oleh karena itu, di bagian dalam mulut terdapat persimpangan dua saluran yang dijaga oleh sebuah klep yang disebut epiglotis. Pada waktu bernapas, klep tersebut membuka sehingga udara dapat masuk ke tenggorokan. Sewaktu menelan makanan, klep tersebut akan menutup tenggorokan sehingga makanan tidak masuk ke tenggorokan. Jadi, klep tersebut berfungsi menjaga kerja antara kerongkongan dan tenggorokan agar proses pencernaan dan pernapasan dapat berjalan dengan lancar. Pada saat melewati kerongkongan, makanan didorong masuk ke lambung oleh adanya gerak peristaltik otot-otot kerongkongan. Hal ini dikarenakan dinding kerongkongan tersusun atas otot polos yang melingkar dan memanjang serta berkontraksi secara bergantian. Akibatnya, makanan berangsur-angsur terdorong masuk ke lambung. Di kerongkongan makanan hanya lewat saja dan tidak mengalami pencernaan. 3. Lambung Lambung merupakan alat pencernaan yang berbentuk kantung. Dinding lambung tersusun dari otot-otot yang memanjang, melingkar, dan menyerong. Hal ini memungkinkan makanan yang masuk ke dalam lambung dibolak-balik dan diremas lagi sehingga menjadi lebih halus. Makanan yang dikunyah di mulut belumlah cukup halus. Oleh karena itu, perlu dihaluskan lagi di lambung. Agar lambung kamu tidak bekerja terlalu berat, sebaiknya kamu mengunyah makananmu sampai halus benar sebelum menelannya. Selain mencerna makanan secara mekanis, lambung juga mencerna makanan secara kimiawi. Lambung menghasilkan suatu

cairan yang mengandung air, lendir, asam lambung (HCl), serta enzim renin dan pepsinogen. Karena sifatnya yang asam, cairan lambung dapat membunuh kuman yang masuk bersama makanan. Sementara itu, enzim renin akan menggumpalkan protein susu yang ada dalam air susu sehingga dapat dicerna lebih lanjut. Pepsinogen akan diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin yang berfungsi memecah protein menjadi pepton. 4. Usus Halus Setelah dicerna di lambung makanan akan masuk ke usus halus. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus kosong (jejunum), dan usus penyerapan (ileum). Usus dua belas jari dan usus kosong berperan penting dalam pencernaan makanan secara kimiawi. Di usus dua belas jari ini kantong empedu dan pankreas mengeluarkan cairan pencernaannya. Empedu yang dihasilkan oleh kantong empedu akan berperan dalam pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak sehingga dapat dicerna lebih lanjut. Cairan pankreas mengandung enzim-enzim pencernaan penting, yaitu tripsinogen, amilase, dan lipase. Tripsinogen diaktifkan oleh enterokinase menjadi tripsin yang berfungsi mencerna protein menjadi asam amino. Amilase akan mencerna amilum menjadi glukosa, sedangkan lipase mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Selain enzim-enzim tersebut usus halus juga menghasilkan enzim-enzim lain yang membantu pencernaan makanan, seperti peptidase dan maltase. Pencernaan makanan berakhir di ileum. Di sini makanan yang telah dicerna akan diserap dinding ileum. Glukosa, asam amino, mineral, dan vitamin akan diserap melalui pembuluh darah dinding ileum. Adapun asam lemak dan gliserol akan diserap melalui pembuluh getah bening. Pembuluh getah bening ini pada akhirnya akan bermuara pada pembuluh darah sehingga sari-sari makanan dapat diedarkan ke seluruh tubuh. 5. Usus Besar Zat-zat yang tidak diserap usus halus selanjutnya akan masuk ke usus besar atau kolon. Di usus besar ini terjadi penyerapan air dan pembusukan sisa-sisa makanan oleh bakteri pembusuk. Pembusukan dilakukan oleh bakteri yang hidup di usus. Akhirnya sisa makanan akan dikeluarkan dalam bentuk kotoran (feces) melalui anus. Pada usus besar terdapat bagian

yang disebut usus buntu. Pada manusia, fungsi usus buntu tidak jelas. Pada hewan-hewan pemakan tumbuhan, seperti kelinci dan marmot, usus buntu membantu mencerna selulosa. 6. Rektum dan Anus Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. PENYERAPAN Sepanjang siklus ini terjadi proses penyerapan sebagian besar zat-zat makanan yang sudah tercerna dan pembagian zat-zat makanan ke seluruh bagian tubuh. Absorpsi makanan yang sudah dicernakan seluruhnya berlangsung di dalam usus halus melalui 2 (dua) saluran yaitu pembuluh kapiler dalam darah dan saluran limfe di sebelah dalam permukaan vili usus. Sebuah vilus berisi lakteal, pembuluh darah epitelium dan jaringan otot yang di ikat bersama oleh jaringan limfoid seluruhnya diliputi membran dasar dan ditutupi oleh epitelium. Karena vili keluar dari dinding usus maka bersentuhan dengan makanan cair dan lemak yang diabsorbsi ke dalam lakteal kemudian berjalan melalui pembuluh limfe masuk ke dalam pembuluh kapiler darah di vili dan oleh vena porta dibawa ke hati untuk mengalami beberapa perubahan. Bahan makanan atau zat yang dapat langsung diserap oleh tubuh:

Vitamin : zat pelindung dan pengatur yang terdiri atas , yaitu larut dalam air (vitamin B dan C) dan larut dalam lemak (vitamin A,D,E, dan K) Air : merupakan komponen terbesar penyusun tubuh (zat pelarut universal). Sekitar 60% dari berat tubuh manusia adalah air Mineral : zat pelindung dan pengatur yang terdiri atas , yaitu mineral makro dan mikro

Ringkasan Absorpsi/Penyerapan Sumber Makanan Protein Hasil Akhir Cernaan Asam amino Organ Absorpsi/Penyerapan Dari epithelium masuk ke pembuluh darah dan aliran darah. Lemak Gliserin dan asam lemak. Dari epithelium vili masuk ke lacteal dan aliran limfe. Monosakarida: Karbohidrat Glukosa Fruktosa Galaktosa Dari epithelium vili dan dinding pembuluh darah masuk aliran darah.

4.Sebutkan dan jelaskan hormon-hormon pencernaan yang anda ketahui ! Berikut adalah ringkasan hormon-hormon pencernaan !

NO

Hormon-hormon gastrointestinal

Tempat dihasilkan

Fungsi

1.

serotonin

sel enteroendokrin Meningkatkan motilitas usus. dalam lambung, mukosa usus

halus, dan kolon.

2.

Gastrin

sel

di

efek fisiologis utamanya adalah merangsang lambung dan merangsang sekresi pepsin, asam serta

dinding lateral kelenjarkelenjar mukosa lambung. Jenis kedua sel yang membuat gastrin sel ditemukan lambung usus Gastrin ditemukan yaitu TG, di dan halus. juga di pada bagian antrum

pertumbuhan

mukosa lambung, usus halus, dan usus besar (efek tropik). Meningkatkan sekresi insulin. Meningkatkan *sekresi feedback gastrin pencernaan mengalami seiring protein terutama asam amino. negative

dengan keasaman lambung.

pulau pancreas 3. Kolesistokininpankreozimin pada janin. hormone tunggal MeningkatkanMeningkontraksi yang oleh mukosa disekresi kandung kemih sel-sel usus CCK bersama sekretin menguatkan kerja matkan pancreas menghasilkan sekresi getah pancreas . Menghambat pengosongan lambung Meningkatkan sekresi enterokinase,

halus bagian atas

dan dapat meningkatkan gerakan usus halus dan kolon. Bersama gastrin merangsang sekresi glucagon. *mengalami feedback positif seiring

(Ganong,2006 dan Guyton,2006)

1.

Jelaskan tentang fungsi lambung sebagai saluran pencernaan ! Secara anatomi lambung biasanya terbagi menjadi dua bagian besar yaitu korpus dan antrum. Secara fisiologi, lebih tepat dibagi menjadi bagian oral yang merupakan sekitar dua pertiga pertama dari korpus, dan bagian kaudal yang merupakan sisa dari korpus ditambah antrium. Sebagai saluran pencernaan lambung memiliki beberapa fungsi. Makanan disimpan dalam lambung; tercampur dengan asam, mukus, dan pepsin; dan dikeluarkan ke dalam duodenum dengan kecepatan yang stabil dan terkendali. (Ganong, ;509)

Fungsi Lambung Fungsi Motorik Fungsi menampung : Menyimpan makanan sampai makanan tersebut sedikit demi sedikit dicerna dan bergerak pada saluran cerna. Menyesuaikan peningkatan volume tanpa menambah Sintesis dan pelepasan gastrin dipengaruhi oleh protein yang dimakan, peregangan antrum, alkalinasi antrum, dan rangsangan vagus. tekanan dengan relaksasi reseptif otot polos; diperantarai oleh nervus vagus dan dirangsang oleh gastrin Fungsi mencampur : Memecahkan makanan menjadi partikelFungsi Pencernaan dan Sekresi Pencernaan protein oleh pepsin dan HCL dimulai disini; pencernaan karbohidrat dan lemak oleh amilase dan lipase dalam lambung kecil peranannya

partikel kecil dan mencampurnya dengan Sekresi faktor intrinsik memunginkan absorpsi getah lambung melalui kontraksi otot yang vitamin B12 dari usus halus bagian distal mengelilingi lambung. Kontraksi peristaltik diatur oleh suatu irama listrik intrinsik dasar Fungsi pengosongan lambung : Sekresi mukus membentuk selubung yang melindungi lambung serta berfungsi sebagai pelumas sehingga makanan lebih mudah

Diatur oleh pembukaan sfingter pilorus diangkut yang dipengaruhi oleh viskositas, volume, keasaman, aktivitas osmotik, keadaan fisik, serta oleh emosi, obat-obatan, dan olah Sekresi bikarbonat, bersama dengan sekresi raga. Pengosongan lambung diatur oleh gel mukus, tampaknya berperan sebagai barier faktor saraf dan hormonal, seperti dari asam lumen dan pepsin kolesistokinin (Price, 2005; 420)

5.

Gambarlah atau carilah gambar (lengkap dengan keterangannya) tentang usus besar ! Lambung tersusun atas empat lapisan. Tunika serosa atau lapisan luar merupakan bagian peritoneum viseralis. Dua lapisan peritoneum viseralis menyatu pada kurvatura minor lambung dan duodenum kemudian memanjang ke hati membentuk omentum minus. Bagian muskularis tersusun atas tiga lapis dan bukan dua lapis otot polos: lapisan longitudinal di bagian luar, lapisan sirkular ditengah, dan lapisan oblik di bagian dalam. Susunan serabut otot yang unik ini memungkinkan berbagai macam kontraksi yang diperlukan untuk memecah makanan menjadi partikel partikel yang kecil , mengaduk dan mencampur makanan tersebut dengan cairan lambung dan , mendorongnya kea rah duodenum.

Sub mukosa tersusun atas jaringan areolar longgar yang menghubungkan lapisan mukosa dan lapisan muskularis. Jaringan ini memungkinkan mukosa bergerak dengan gerakan peristaltic. Lapisan ini juga mengandung pleksus saraf, pembuluh darah dan saluran limfe. Mukosa, lapisan dalam lambung , tersusun atas lipatan lipatan longitudinal disebut rugae, yang memungkinkan terjadinya distensi lambung sewaktu diisi makanan. Terdapat beberapa tipe kelenjar pda lapisan ini dan dikategorikan menurut bagian anatomi lambung yang ditmpatinya. Kelenjar kardia berada didekat orifisum kardia dan menyesekresikan mucus. Kelenjar fundus atau gastric terletak difundus pada hamper seluruh korpus lambung.

Gaster memiliki : -

Curvatura gastrica minor sebagai tepi gaster yang cekung. Curvatura gastric major sebagai tepi gaster yang cembung dan lebih panjang. Sebuah takik tajam kira-kira pada dua pertiga distal jarak Curvatura gastrica minor yang disebut incisura angularis sebagai patokan batas antara corpus gastricum dengan pylorus. \cardia sekitar muara oesophagus. Fundus gastricus, yakni bagian cranial yang melebar dan berbatas pada kubah diaphragm sebelah kiri. Corpus gastricum yang terdapat antara fundus dan antrum pyloricum. Pars phylorica, bagian gaster yang menyerupai coron; bagian yang lebar, yakni antrum pyloricum beralih kebagian yang sempit, yakni canalis pyloricus. Pylorus, daerah sfingter yang menebal disebelah distal untuk membentuk musculus sphincter pylori guna mengatur pengosongan isi gaster melalui ostium pyloricum melalui duodenum.\

Arteri-arteri gaster berasal dari truncus coeliacus dan cabangnya : 1. arteria gastrica sinistra berasal dari truncus coeliacus dan melintas dalam omentum minus ke cardia, lalu membelok secara tajam untuk mengikuti curvatura gastrica minor dan beranastomosis dengan arteria gastrica dextra.

2. arteria gastrica dextra dilepaskan dari arteria hepatica dan melintas ke kiri, mengikuti curvatura gastrica major untuk mengadakan anastomosis dengan arteria gastrica sinistra. 3. arteria gastroepiploica dextra merupakan cabang arteria gastroduodenalis dan melintas ke kiri sepanjang curvatura gastrica major, lalu mengadakan anastomosis dengan arteria gastro-omentalis sinistra. 4. arteria gastro-omentalis sinistra berasal dari arteria splenica dan beranastomosis dengan arteria gastro-omentalis dextra. 5. arteria gastricae breves berasal dari ujung distal arteria splenica dan menuju ke fundus.

Daftar Pustaka

Prince, S.A,. 1995. Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, EGC, Jakarta. Moore, Keith I., 2002. Anatomi Klinis Dasar, EGC, Jakarta. Ganong, W.F : Anatomi Physiology Guyton ; Medical Physiologi