Anda di halaman 1dari 55

KONSEP DASAR ILMU KEBUMIAN

BAHAN PEMBINAAN UNTUK CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL BIDANG ILMU KEBUMIAN TAHUN 2009

Disusun oleh

WARTONO RAHARDJO
Disampaikan Oleh Agus Hendratno

ALAM SEMESTA
RASI TATA SURYA
RASI ALAM SEMESTA RASI RASI TATA SURYA RASI TATA SURYA BINTANG PLANET

ALAM SEMESTA

RASI (GALAXY)

TATA SURYA

TEORI TERJADINYA ALAM SEMESTA

SKEMA SUATU RASI

SISTEM TATA SURYA BEREVOLUSI DI SALAH SATU BAGIAN DARI RASI

EVOLUSI TATA SURYA


EVOLUSI TATA SURYA BERMULA PADA PEMBENTUKAN PLANET AKIBAT PENYATUAN PLANETISIMAL DAN GAS POLA ORBIT YANG SEMULA ACAK SECARA BERANGSUR MENJADI MEMIPIH AKIBAT MENYATUNYA PLANETISIMAL YANG BANYAK MENJADI PLANET YANG SEDIKIT JUMLAHNYA POLA ORBIT PLANET TERLETAK SEBIDANG DENGAN ORBIT PLANET LAIN, KECUALI ORBIT KOMET

EVOLUSI TATA SURYA


EVOLUSI TATA SURYA BERMULA PADA PEMBENTUKAN PLANET AKIBAT PENYATUAN PLANETISIMAL DAN GAS POLA ORBIT YANG SEMULA ACAK SECARA BERANGSUR MENJADI MEMIPIH AKIBAT MENYATUNYA PLANETISIMAL YANG BANYAK MENJADI PLANET YANG SEDIKIT JUMLAHNYA POLA ORBIT PLANET TERLETAK SEBIDANG DENGAN ORBIT PLANET LAIN, KECUALI ORBIT KOMET

EVOLUSI TATA SURYA


EVOLUSI TATA SURYA BERMULA PADA PEMBENTUKAN PLANET AKIBAT PENYATUAN PLANETISIMAL DAN GAS POLA ORBIT YANG SEMULA ACAK SECARA BERANGSUR MENJADI MEMIPIH AKIBAT MENYATUNYA PLANETISIMAL YANG BANYAK MENJADI PLANET YANG SEDIKIT JUMLAHNYA POLA ORBIT PLANET TERLETAK SEBIDANG DENGAN ORBIT PLANET LAIN, KECUALI ORBIT KOMET

PROSES PEMADATAN BUMI

Pada awalnya terbentuk Protoplanet yang bervolume besar namun dengan kerapatan yang kecil, tersusun oleh gas yang bersifat heterogen Selanjutnya kemudian terbentuk planet yang berukuran lebih kecil dari Protoplanet namun lebih rapat dan mempunyai bagian dalam yang berbeda-beda / berlapis- lapis. H dan He hilang ke ruang angkasa.

PROSES PEMADATAN BUMI

PENAMPANG BUMI

BUMI
Permukaan bumi tersusun oleh sejumlah lempeng, lempeng benua dan lempeng samudera yang saling bergerak satu terhadap yang lain

Bumi dilihat dari ruang angkasa

RELIEF PERMUKAAN BUMI

TEKTONIK LEMPENG
LEMPENG TEKTONIK : Tersusun oleh litosfer dan bagian atas mantel luar. Permukaan bumi tersusun oleh sejumlah lempeng yang senantiasa bergerak satu terhadap yang lain GERAKAN LEMPENG : Lempeng tektonik bergerak secara : SALING MENDEKATI, SALING MENJAUHI, SALING BERGESER

PENYEBAB GERAKAN LEMPENG : Adanya arus konveksi dalam mantel, akibat terjadinya reaksi nuklir.

TEKTONIK LEMPENG
Jenis-jenis lempeng litosfer lempeng benua : granit lempeng samudera : basalt
Sepanjang waktu geologi posisi tempat-tempat di bumi mengalami perubahan akibat pergerakan lempeng.

Lempeng litosfer bergerak pada arah : Saling menjauhi : Rifting, Spreading Saling mendekati : Subduction, Collision Shearing

PENYEBARAN LEMPENG KERAK BUMI

LEMPENG SEKITAR INDONESIA


LEMPENG EURASIA

LEMPENG FILIPINA

LEMPENG PACIFIC

LEMPENG INDIA-AUSTRALIA

KENAPA LEMPENG BERGERAK ?

LEMPENG BENUA

LEMPENG BENUA

SEL KONVEKSI

LAPISAN MAN TEL LUAR

KENAPA LEMPENG BERGERAK ?


SELAMA BEBERAPA JUTA TAHUN TERBENTUK REKAHAN/LEMBAH

SEMPIT RIFT
LEMPENG BENUA

ZONE

GERAKAN LEMPENG HANYA SEKITAR 2 10 CM PER TAHUN


LEMPENG BENUA

LAPISAN MAN TEL LUAR

KENAPA LEMPENG BERGERAK ?


REKAHAN SEMAKIN LEBAR, SEHINGGA DALAM BEBERAPA PULUH JUTA TAHUN

TERBENTUK LAUT
LEMPENG BENUA

SEMPIT

GERAKAN LEMPENG HANYA SEKITAR 2 10 CM PER TAHUN


LEMPENG BENUA

LAPISAN MAN TEL LUAR

KENAPA LEMPENG BERGERAK ?


LAUT SEMAKIN LEBAR MEMBENTUK

SAMUDRA DENGAN PUNGGUNGAN


DI TENGAHNYA
KERAK BENUA

GERAKAN LEMPENG HANYA SEKITAR 2 10 CM PER TAHUN


LEMPENG BENUA

LEMPENG SAMUDRA

LAPISAN MAN TEL LUAR

KENAPA LEMPENG BERGERAK ?

LEMPENG BENUA

KERAK BENUA

LEMPENG SAMUDRA

LAPISAN MAN TEL LUAR

KENAPA LEMPENG BERGERAK ?


SEMAKIN JAUH DARI PUNGGUNGAN TENGAH SAMUDRA, LEMPENG SAMUDRA SEMAKIN DINGIN, MENJADI SEMAKIN BERAT, KEMUDIAN BERGERAK MENYUSUP KEBAWAH

LEMPENG BENUA, TERJADI PERISTIWA PENUNJAMAN


LEMPENG BENUA

(SUBDAKSI)
KERAK BENUA

LEMPENG SAMUDRA

LAPISAN MAN TEL LUAR

JENIS HUBUNGAN LEMPENG

JENIS HUBUNGAN LEMPENG

GERAKAN LEMPENG
SUPERBENUA

SUBDUCTION

COLLISION

(PENUNJAMAN)

(TUMBUKAN)

SIKLUS WILSON

RIFTING
( PERETAKAN / PEMISAHAN )

SPREADING
(PEMEKARAN SAMUDERA)

Siklus berlangsung beberapa ratus juta tahun

RIFTING

RIFTING

RIFTING

ZONA RIFTING

RIFTING UMUMNYA TERJADI PADA BAGIAN TENGAH BENUA, MEMBENTUK LEMBAH MEMANJANG DENGAN TEBING YANG CURAM

PEMEKARAN SAMUDERA

PEMEKARAN SAMUDERA ATLANTIK

PENUNJAMAN

IMPLIKASI DARI PENUNJAMAN


SELALU TERJADI KOMPRESI YANG MENGHASILKAN :
Pergeseran kulit bumi (tektonik) menghasilkan struktur geologi, berupa lipatan, kekar, sesar Bagian-bagian yang terangkat dan bagian yang melesak ke bawah, membentuk beda morfologi yang besar, menyebabkan erosi yang membentuk permukaan bumi dan sedimentasi yang menghasilkan batuan sedimen Pembentukan batuan metamorf dan batuan beku akibat tekanan dan suhu yang tinggi

IMPLIKASI INI JUGA BERLAKU UNTUK DAERAH TUMBUKAN, TANPA PEMBENTUKAN GUNUNG API

Pembentukan zona pusat gempa dan zona pelelehan yang membentuk magma pada zona geseran Magma menghasilkan gunung api

PEMBENTUKAN RELIEF (BEDA MORFOLOGI)


EROSI

DEPOSISI / SEDIMENTASI

KESEIMBANGAN DINAMIK ( DYNAMIC EQUILIBRIUM )

TUMBUKAN MEMBENTUK HIMALAYA


Samudra Tethys

PEGUNUNGAN HIMALAYA TERBENTUK DARI ENDAPAN LAUT YANG (MASIH) TERANGKAT SAMPAI SAAT INI

Samudra Tethys

TEKTONIK DAN MAGMATISME


DAERAH PEMEKARAN Gunung api yang terbentuk mengeluarkan lava basalt Magma membeku membentuk kerak samudra yang bersifat ultra basa, tersusun oleh batuan gabbro dsb. Mantel bersifat ultra basa, menghasilkan magma ultra basa pula DAERAH PENUNJAMAN Gunung api yang terbentuk mengeluarkan lava andesit Karena gesekan yang kuat, kerak menjadi batuan metamorf, pada suhu tinggi meleleh dan membeku menjadi granit Kerak samudra leleh menembus kerak benua (asam) membentuk magma intermediate yang membentuk diorit (dalam) dan andesit (di luar)

TEKTONIK & PEMBENTUKAN BATUAN


Sedimen darat volkanik Sedimen darat non volkanik Sedimen laut dangkal Sedimen laut dalam

Basalt Granit Batuan ultra basa (Gabbro, peridotit dsb.) Batuan Metamorf

Diorit

Andesit

Batuan campur aduk (Melange)

TEKTONIK DAN KEGEMPAAN


BAYAT & GANTIWARNO BANTUL

ZONA PELELEHAN : Merupakan pusat pembentukan magma (dapur magma)

ZONA GESEKAN : Merupakan kedudukan pusat gempa

PUSAT GEMPA DAN GUNUNG API

KAJIAN KEBUMIAN
Menyangkut seluruh kajian bumi sebagai bagian dari Tata Surya Bagian dari Kajian Kebumian :
Bumi yang padat (Solid Earth) :
GEOLOGI & GEOFISIK

Bumi yang cair / gas :


OCEANOGRAFI
METEOROLOGI & KLIMATOLOGI

Bumi sebagai planet :


ASTRONOMI & KOSMOLOGI

GEOLOGI & GEOFISIK


GEOMORFOLOGI MINERALOGI & PETROLOGI PALEONTOLOGI STRATIGRAFI & SEDIMENTOLOGI GEOLOGI STRUKTUR SEISMOLOGI & VULKANOLOGI HIDROGEOLOGI GEOPEDOLOGI GEOLOGI SUMBERDAYA MINERAL GEOLOGI TEKNIK GEOHAZARD GEOLOGI LINGKUNGAN

PEMETAAN GEOLOGI

GEOMORFOLOGI
PEMBAHASAN TENTANG PEMBENTUKAN DAN PERKEMBANGAN ROMAN MUKA BUMI : PEGUNUNGAN, DATARAN, SUNGAI, LAUTAN DSB.

MINERALOGI
PEMBAHASAN TENTANG MACAM & KLASIFIKASI MINERAL YANG UMUM DIJUMPAI SEBAGAI PEMBENTUK BATUAN.

PETROLOGI
BATUAN BEKU
BATUAN SEDIMEN

BATUAN METAMORF

PEMBAHASAN TENTANG MACAM & KLASIFIKASI BATUAN YANG UMUM DIJUMPAI SEBAGAI PEMBENTUK KULIT BUMI

PALEONTOLOGI
MEGAFOSIL
MIKROFOSIL

NANNOFOSIL

PEMBAHASAN TENTANG MACAM & KLASIFIKASI FOSIL YANG UMUM DIJUMPAI SEBAGAI BUKTI ADANYA PERKEMBANGAN KEHIDUPAN DI BUMI

STRATIGRAFI & SEDIMENTOLOGI

PEMBAHASAN TENTANG MACAM, PEMBENTUKAN, KLASIFIKASI DAN URUTAN TUBUH BATUAN SEDIMEN DIJUMPAI SEBAGAI BUKTI ADANYA PERKEMBANGAN PROSES PENGENDAPAN

GEOLOGI STRUKTUR

PEMBAHASAN TENTANG KONFIGURASI DARI PERLAPISAN BATUAN YANG DISEBABKAN OLEH PENGARUH TEKTONIK

VULKANOLOGI & SEISMOLOGI


BAYAT & GANTIWARNO BANTUL

ZONA PELELEHAN : Merupakan pusat pembentukan magma (dapur magma)

ZONA GESEKAN : Merupakan kedudukan pusat gempa

GEMPA BUMI

GEOLOGI TEKNIK

PEMBAHASAN TENTANG PENGGUNAAN PRINSIP-PRINSIP GEOLOGI UNTUK PERENCANAAN, PEMBANGUNAN & PEMELIHARAAN KONSTRUKSI TEKNIK

PROSES KERJA ILMIAH

PEMETAAN GEOLOGI

PETA GEOLOGI DIY

PETA KERENTANAN BENCANA DIY

PEMETAAN & PENGGAMBARAN HASIL SURVEY LAPANGAN DAN REKONSTRUKSI GEOLOGI KE DALAM PETA SEHINGGA DIKETAHUI KONDISI GEOLOGI DAERAH YANG DIPETAKAN