Anda di halaman 1dari 17

MANAJEMEN KESEHATAN PADA DEMAM BERDARAH

Pembangunan kesehatan di Indonesia meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat derajat kesehatan setinggi2nya Perilaku dan lingkungan sehat Jangkauan pelayanan kesehatan bermutu, adil, dan merata Salah satu masalah utama kesehatan masyarakat Indonesia Demam Berdarah Dengue (DBD)

DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) Penyakit Infeksi Virus Dengue Nyamuk Aedes aegypty dan A. albopictus Masalah Kesehatan Masyarakat Diperkirakan 10 jt kasus pertahun Wabah pertama di Mesir dan Indonesia(1780) Peningkatan jumlah kasus dan kematian Belum ditemukan vaksin dan obat khusus

MANUSIA/MASYARAKAT

POLA HIDUP PERILAKU

MAKHLUK SOSIAL

Tempat Potensial Penularan DBD Wilayah yang banyak kasus DBD (Endermis). Tempat-tempat umum seperti sekolah, RS, Puskesmas, Hotel, Pasar, Restoran, dan Tempat Ibadah. Pemukiman baru di pinggir kota.

Angka Insiden DBD per 100.000 Penduduk di Indonesia Tahun 2009

Sumber : Ditjen PP & PL Depkes RI, 2009

Kendala Penanggulangan DBD Salah lokasi pengasapan (fogging) Dosis/jenis insektisida tidak tepat Takaran insektisida dikurangi Kurang/tidak adanya koordinasi dari instansiinstansi terkait Kebijakan desentralisasi Dana Standar Operasi dan Prosedur (SOP) tidak lengkap

Suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat (Notoatmodjo, 2003)

Ruang lingkup : Manajemen SDM Manajemen keuangan Manajemen logistik Manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi manajemen

Kebijakan dalam rangka penanggulangan menyebarnya DBD adalah: Peningkatan perilaku dalam hidup sehat dan keamandiriian masyarakat Meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat Meningkatkan IPTEK pemberantasan DBD Kerjasama lintas sektor/lintas program

Strategi dalam pelaksanaan kebijakan melalui: Pemberdayaan masyarakat Peningkatan kemitraan berwawasan bebas dari penyakit DBD Peningkatan profesionalisme pengelola program Desentralisasi Pembangunan berwawasan kesehatan lingkungan

Pokok-pokok program pemberantasan DBD mencakup : Penyelidikan Epidemiologis mengetahui penularan dan penyebaran,adanya penderita dan tersangka DBD, ada tidaknya jentik nyamuk, penanggulangan fokus. Penanggulangan Fokus membatasi penularan dan mencegah terjadinya KLB.

Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) membatasi penularan Kepmenkes No.581 tahun 1992 tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD) 3M (menguras, menutup, dan mengubur) hasil tidak memuaskan tahun 1968 (58 kasus) tahun 2009 (158.912 kasus). Sekarang menjadi 3M Plus

Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/ rusak Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah Menaburkan bubuk larvasida Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air Memasang kawat kasa Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar Menggunakan kelambu Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk

Penanggulangan wabah/KLB penyakit menular diatur dalam UU No. 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular PP No. 40 tahun 1991 tentang Penanggulangan Penyakit Menular Peraturan Menteri Kesehatan No. 560 tentang Jenis Penyakit Tertentu Yang dapat Menimbulkan Wabah PP No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan penanggulangan KLB

TERIMA KASIH