Anda di halaman 1dari 7

Diare adalah buang air besar dalam bentu cair lebih dari tiga kali dalam sehari, biasanya

disertai sakit dan kejang perut. 1. Jenis-jenis diare antara lain : a. Diare Spesifik Disebabkan oleh bakteri, dengan ciri-ciri tinja cair, berlendir dan berbau langu b. Diare Non Spesifik 1. Diare akut, disebabkan oleh infeksi usus, infeksi bakteri, obat- obat tertentu atau penyakit lain. Gejala : tinja cair, terjadi mendadak, badan lemas kadang demam dan muntah, berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. 2. Diare kronik, yaitu diare yang menetap atau berulang dalam jangka waktu lama, berlangsung selama 2 minggu atau lebih. tanda- tanda dari diare adalah adanya frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan konsistensi lebih cair sampai seperti air. Adapun tanda lainnya adalah seperti:kehilangan cairan dan elektrolit, mata cekung, haus, mulut kering, demam, letargis, dankadang-kadang disertai muntah. Beberapa pengertian lain diare menurut beberapa ahliadalah keluarnya tinja air dan elektrolit yang hebat. Bayi dikatakan diare bila volumetinja lebih dari 15 gram/kg/24 jam dan pada anak usia 3 tahun volume tinja lebih dari200 gram /24 jam . Volume tinja anak usia 3 tahun sama dengan volume tinja orang dewasa.( Nelson, 2000). Sedangkan ahli lain Robbins (1999) memberi batasan kasar diare sebagai produksi tinja harian melebihi 250 gram, mengandung 70%-90% air, yangmenyebabkan bertambahnya volume tinja dan frekuensi buang air besar. Penggolongan ObatDiare A. Kemoterapeutika untuk terapi kausal yaitu memberantas bakteri penyebab diare seperti antibiotika, sulfonamide, kinolon dan furazolidon. A. Racecordil Anti diare yang ideal harus bekerja cepat, tidak menyebabkan konstipasi, mempunyai indeks terapeutik yang tinggi, tidak mempunyai efek buruk terhadap sistem saraf pusat, dan yang tak kalah penting, tidak menyebabkan ketergantungan. Racecordil yang pertama kali dipasarkan di Perancis pada 1993 memenuhi semua

syarat ideal tersebut. B. Loperamide Loperamide merupakan golongan opioid yang bekerja dengan cara memperlambat motilitas saluran cerna dengan mempengaruhi otot sirkuler dan longitudinal usus. Obat diare ini berikatan dengan reseptor opioid sehingga diduga efek konstipasinya diakibatkan oleh ikatan loperamid dengan reseptor tersebut. Efek samping yang sering dijumpai adalah kolik abdomen (luka di bagian perut), sedangkan toleransi terhadap efek konstipasi jarang sekali terjadi. C. Nifuroxazide Nifuroxazide adalah senyawa nitrofuran memiliki efek bakterisidal terhadap Escherichia coli, Shigella dysenteriae, Streptococcus, Staphylococcus dan Pseudomonas aeruginosa. Nifuroxazide bekerja lokal pada saluran pencernaan. Obat diare ini diindikasikan untuk dire akut, diare yang disebabkan oleh E. coli & Staphylococcus, kolopatis spesifik dan non spesifik, baik digunakan untuk anak-anak maupun dewasa. D. Dioctahedral Dioctahedral smectite (DS), suatu aluminosilikat smectite nonsistemik

berstruktur filitik, secara in vitro telah terbukti dapat melindungi barrier mukosa usus dan menyerap toksin, bakteri, serta rotavirus. Smectite mengubah sifat fisik mukus lambung dan melawan mukolisis yang diakibatkan oleh bakteri. Zat ini juga dapat memulihkan integritas mukosa usus seperti yang terlihat dari normalisasi rasio laktulose-manitol urin pada anak dengan diare akut. B. Obstipansia untuk terapi simtomatis (menghilangkan gejala) yang dapat menghentikan diare dengan beberapa cara: A. Zat penekan peristaltik, sehingga memberikan lebih banyak waktu untuk resorpsi air dan elektrolit oleh mukosa usus seperti derivat petidin (difenoksilatdan loperamida), antokolinergik (atropine, ekstrak belladonna) B. Adstringensia yang menciutkan selaput lendir usus, misalnya asam samak (tannin) dan tannalbumin, garam-garam bismuth dan alumunium. C.Adsorbensia, misalnya karbo adsorben yanga pada permukaannya dapat menyerap (adsorpsi) zat-zat beracun (toksin) yang dihasilkan oleh

bakteri atau yang adakalanya berasal dari makanan (udang, ikan). Termasuk di sini adalah juga musilago zat-zat lendir yang menutupi selaput lendir usus dan luka-lukanya dengan suatu lapisan pelindung seperti kaolin, pektin (suatu karbohidrat yang terdapat antara lain sdalam buah apel) dan garam-garam bismuth serta alumunium. C. Spasmolitik, yakni zat-zat yang dapat melepaskan kejang-kejang otot yang seringkali mengakibatkan nyeri perut pada diare antara lain papaverin dan oksifenonium.

Faktor Penyebab Berbagai faktor penyebab diare seperti : faktor infeksi , malabsorbsi , makanan , dan psikologis. Diare disebabkan oleh infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yangmerupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi enteral ini meliputi: infeksi bakteri,virus, dan parasit.Malabsorbsi yang dapat menyebabkan diare adalah malabsorbsi karbohidrat, lemak,atau protein. Alergi terhadap makanan, makan makanan basi atau beracun juga dapatmenyebabkan diare. Kondisi

Penyebab a. Kekurangan (defisiensi) vitamin B dan asam folat. b. Terlalubanyak mengkonsumsi vitamin D. c.Terlalu banyak makan yang pedas-pedas.

Tujuan terapi a. mencegah dehidrasi dan mal nutrisi b. Menghentikan diare c.Mengatasi gejala

Strategi terapi a. Menagement diet yang baik

b. Rehidrasi c.Diatasi dengan obat-obat anti diare d.Terapi kausatif (diare akibat penyakit lain) e. Terapi symtomatik

A. Karboadsorben
-Nama dagang; Becarbon, Norit -Indikasi: diare, kembung -Kontraindikasi: -Bentuk sediaan: Becarbon tablet 250 mg -Dosis dan aturan pakai: dewasa 3-4 tablet, anak 1-2 tablet, diberikan 3 kali sehari -Efek samping : muntah, konstipasi, feses hitam B. Attapulgit -Nama dagang: Biodiar, Enterogit, Kaotate, New Diatabs, Teradi -Indikasi: terapi simptomatik untuk diare non spesifik (penyebab diare belum pasti) dengan mengabsorbsi toksin dan virus penyebab diare -Kontraindikasi: Biodiar, Enterogit: hipersensitif terhadap attapulgit, demam tinggi, stenosis (penyempitan) pada saluran cerna ; Kaotate, New Diatabs: hipersensitif terhadap attapulgit atau salah satu komponen kaotate, pasien yang menderita konstipasi, obstruksi usus. -Bentuk sediaan : Biodiar: tablet 630 mg, Enterogit: tablet 750 mg, Kaotate: suspensi 60 ml, New Diatabs: tablet 600 mg, Teradi: tablet 600 mg

-Dosis dan aturan pakai: Biodiar: dewasa 2 tablet setelah BAB pertama kali, 2 tablet tiap kali setelah buang air besar berikutnya. anak 6-12 th dosis dewasa. Maksimal 6 tablet/hari. Enterogit: 2 tablet 3 kali sehari, maksimal 12 tablet/hari. Hentikan bila tidak ada perbaikan setelah 48 jam. Kaotate: dewasa dan anak>12

th 2 sendok makan setiap setelah BAB, anak 6-12 tahun 1 sendok makan setiap
setelah BAB. New Diatabs, Teradi: dewasa dan anak>12th 2 tablet setelah BAB, maksimal 12 tablet/hari, anak 6-12 th 1 tablet setelah BAB, maksimal 6 tablet/hari -Efek samping : Teradi: Konstipasi -Peringatan : Biodiar, Enterogit :jangan digunakan lebih dari 2 hari atau bila disertai demam tinggi. Tidak untuk anak < 6 th, insufisiensi ginjal berat. Kaotate, New Diatabs: Tidak untuk anak 3-6 th, demam tinggi, jangan digunakan lebih dari 2 hari. Teradi: pasien insufisiensi ginjal berat C. Kombinasi kaolin dan pektin -Nama dagang: Kaopectate, Neo Diaform, Neo Enterostop, Neo Kaocitin, Neo Kaominal -Indikasi : simptomatik diare non spesifik -Kontraindikasi : Kaopectate, Neo Diaform: Obstruksi intestinal, hipersensitif terhadap kaolin dan pektin. Neo Enterostop: Konstipasi. Neo kaocitin, Neo Kaominal : obstruksi usus, konstipasi, hipersensitif -Bentuk sediaan : Kaopectate: suspensi 120 ml, Neo Diaform, Neo Enterostop: tablet. Neo Kaocitin, Neo Kaominal: suspensi 60 ml

-Dosis dan aturan pakai : Kaopectate: dewasa 4-8 sendok makan, anak>12th 4 sendok makan, 6-12th: 2-4 sendok makan, 3-6 th: 1 sendok makan. Neo Diaform:

dewasa dan anak>12 th: 2,5 tablet tiap diare, maksimal 15 tablet/hari; anak 6-12 th: 1,5 tablet tiap diare maksimal 7,5 tablet/hari. Neo enterostop: dewasa dan anak>12 th 2 tablet tiap BAB maksimal 12 tablet/hari, 6-12 th: 1 tablet tiap BAB,
maksimal 6 tablet/hari. Neo Kaocitin: dewasa dan anak>12 th 2 sendok teh tiap BAB maksimal 12 sendok teh/hari, 6-12 th: 1 sendok teh tiap BAB, maksimal 6 sendok teh/hari. Neo Kaominal: dewasa dan anak >12 th 2 sendok makan/hari atau 6 sendok teh (30 ml)/hari maksimal 12 sendok makan/hari atau 36 sendok teh/hari, 6-12 th:1 sendok makan/hari atau 18 sendok teh/hari. -Efek samping : Neo Enterostop: bila dalam dosis tinggi dapat menimbulkan fekalit (konkresi intestinal yang terbentuk di sekitar feses) -Peringatan : Kaopectate: jangan digunakan lebih dari 2 hari, pasien demam, anak< 3th. Neo Diaform: jangan digunakan lebih dari 2 hari, pasien demam, anak < 6th. Neo Enterostop: sebaiknya jangan digunakan pada anak < 6 th. Neo Kaocitin: pasien demam, anak<6 th. Neo Kaominal: anak 3-6 th, demam tinggi, jangan digunakan lebih dari 2 hari D. Kombinasi attapulgit dan pektin -Nama dagang: Akita, Arcapec, Diagit, Entrogard, Licopec, Neo KoniformIndikasi: Pengobatan diare non spesifik -Kontraindikasi: Akita, Diagit, Entrogard, Licopec: pasien konstipasi, obstruksi usus, hipersensitif terhadap obat ini. Arcapec: konstipasi. Neo Koniform: stenosis pada saluran cerna, demam.

-Bentuk sediaan : Akita:tablet, Arcapec: tablet dan suspensi kering, Entrogard: tablet, Licopec, Neo Kaominal: kaplet -Dosis dan aturan pakai : Akita, Diagit, Entrogard: dewasa dan anak >12th 2 tablet/kaplet sesudah diare pertama lalu 2 tablet tiap kali sesudah BAB maksimal 12 tablet/kaplet/, 6-12 th: dosis dewasa , maksimal 6 tablet/kaplet/hari. Arcapec: dewasa dan anak >12 th 2 tablet/sendok teh sesudah diare pertama maksimal 12 tablet/sendok teh/hari, 6-12 th 1 tablet/sendok teh setelah diare , maksimal 6 tablet/sendok teh/hari. Neo Koniform: dewasa dan anak >12 th 2 kaplet tiap kali BAB maksimal 12 kaplet/hari, 6-12 th 1 kaplet/hari maksimal 6 kaplet. -Efek samping: Akita, Licopec: konstipasi, Arcapec: fekolit (dalam dosis besar), Entrogard: konstipasi, impaksi feses (dalam dosis besar) -Peringatan: Akita,Entrogard: tidak untuk anak < 6 th, demam tinggi, dehidrasi. Diagit: jangan diberikan lebih dari 2 hari, demam tinggi, anak < 6 th, hamil dan menyusui. Licopec: insufisiensi ginjal, anak < 3 th, demam tinggi, jangan diberikan lebih dari 2 hari. Neo Koniform: obstruksi usus.