Anda di halaman 1dari 6

Risalah Untuk Pencari Ilmu

Penulis Abu Abdirrahman Al Atsariy (Sulthan Ibnu Bajad Al Utaibiy)

Alih Bahasa Abu Sulaiman Aman Abdurrahman

Bismillahirrahmanirrahim. Segala puji hanya milik Allah Rabbul Alamin, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, para shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti jejaknya dan menelusuri tuntutannya sampai hari pembalasan. Amma badu, Inilah risalah yang saya tujukan kepada saudara saya pencari ilmu. Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatatuh, Wahai pencari ilmu. Ini adalah ungkapan dan wasiat yang saya tulis sebagai pengingat dan nasihat yang tulus buatmu serta sebagai penunaian terhadap tanggung jawab. Saya memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar risalah saya ini sampai kepadamu, sedang engkau dalam kondisi mendapatkan nikmat, afiyah, dan sehat. Wahai pencari ilmu. Hati-hatilah jangan sampai kamu mencari ilmu syariy untuk mendapatkan pekerjaan atau dunia, karena telah tsabit (sah) dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamisah (kain), celakalah hamba khamilah (pakaian), celakalah dan terpuruklah, dan bila ia terkena duri maka ia tidak bisa mengeluarkannya sampai akhir hadits dan firman-Nya Azza wa Jalla :

Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka didunia dengan sempurna, dan mereka didunia itu tidak akan dirugikan (QS.Huud: 15) Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah membuat bab dalam Kitabut Tauhid terhadap ayat ini (Bab, Termasuk Syirik: Orang memaksudkan dunia dengan amalnya). Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah telah berbicara dalam syarahnya terhadap Kitabut

Tauhid pada bab ini dalam Qurratu Uyuunil Muwahhidin, dan beliau berkata : Dan ini seperti realita para imam masjid, guru sekolahan, dan para mujahidin yang meminta upah atas jihad mereka, maka hati-hatilah dari hal ini, semoga Allah karuniakan ikhlas kepada kita.

Wahai pencari ilmu Niatkan saat mencari ilmu: Engkau melenyapkan kebodohan dari dirimu supaya engkau bisa beribadah kepada Allah dengan bashirah, dan engkau mengajari mereka dien Allah Azza wa Jalla. Wahai pencari ilmu Katahuilah bahwa menghapal Kitabullah Azza wa Jalla adalah berpahala, keutamaan dan keistimewaan, akan tetapi mengamalkan Kitabullah adalah fardhu, wajib dan keharusan atas dirimu, karena sesungguhnya kami melihat orang-orang pada zaman ini menjadikan penghapalan Kitabullah sebagai hal fardhu sedangkan pengamalannya adalah keutamaan, maka hati-hatilah dari hal ini karena mereka telah menelantarkan banyak nash. Dan saya ingatkan engkau dengan ucapan seorang shabat radliyallahu anhu yang berkata: kami dahulu mempelajari sepuluh ayat dari Al Quran, kami tidak melampauinya sampai kami memahaminya dan mengamalkannya, sungguh indah mereka itu. Jangan sekali-kali kamu taqlid (ikut-ikutan) karena ia adalah penyakit kronis ! Pegang teguhlah Al Kitab dan As Sunnah sesuai pemahaman As Salaf As Shalih walaupun manusia menolakmu. Asy

Syafiiy rahimahullah berkata: Ulama, baik salaf maupun khalaf telah ijma bahwa orang yang telah jelas dihadapannya Sunnah Rasulallah shallallahu alaihi wa sallam, maka tidak boleh ia meninggalkannya karena ucapan seseorang. Wahai pencari ilmu Jangan sekali-kali kamu mengkultuskan orang dan mengagungkan mereka, dan jadikanlah pengagungan Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah didahulukan terhadap orang siapapun dia, serta jangan kamu ambil pusing dengan nama-nama dan sosok-sosok. Wahai pencari ilmu Hati-hatilah dari sikap ujub dan bangga diri, karena ia membinasakan orang-orang shalih. Wahai pencari ilmu Ketahuilah bahwa hal yang paling penting dan kewajiban yang paling wajib adalah Tauhid, maka jadikanlah seluruh perhatianmu terhadapnya. Pelajarilah Tauhid sebagai ilmu, amal, dan dakwah karena panutanmu Muhammad shalallahu alaihi wa ssalamseluruh perhatian dakwahnya tidak lain adalah Tauhid. Wahai pencari ilmu Jujurlah bersama saudara-saudaramu para penuntut ilmu, karena saya melihat orangorang dari para pencari ilmu dusta adalah kebiasaan mereka, tauriyyah (pura-pura dengan ucapan) adalah ciri khas mereka. Kami melihat mereka menghadapi kami dengan wajah dan menghadapi yang lain dengan wajah yang lain, mereka mengatakan suatu ucapan kepadamu dan mengucapkan yang lain kepada ikhwanmu, di sini mereka mengiakan dan di sana mereka mengingkari. Maka hati-hatilah dari mereka dan janganlah duduk bersama mereka karena teman duduk itu memiliki pengaruh atas dirimu. Wahai pencari ilmu Sungguh medan-medan jihad kehilanganmu dan kamp-kamp pelatihan mencarimu, maka dimana dirimu dari membela orang-orang yang tertindas. Wahai pencari ilmu Sesungguhnya orang-orang disekitarmu memandang dirimu sebagai contoh bagi mereka, maka janganlah sikap dudukmu menjadi pematah semangat mereka. Wahai pencari ilmu Hati-hatilah kamu beralasan dengan alasan-alasan yang tidak diterima dari para shahabat Nabi shalallahu alaihi wa sallam. Dan jadilah orang yang terus terang karena Allah mengawasi dirimu dan mengetahui apa yang dirahasiakan.

Wahai pencari ilmu Mana dirimu dari firman Allah Subhanahu Wa Taala:

) )

) )

Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah, kamu merasa berat dan ingin tinggal ditempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan diakhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibanding dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksaan yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS. At Taubah: 38-39) Dan dari firman Allah taala: Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau merasa berat dan berjihadlah dengan harta dan dirimu dijalan Allah, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui (QS. At Taubah: 41) Wahai pencari ilmu Ketahuilah, bahwa keberanian itu memiliki peranan yang besar bagi orang yang mengetahui ilmu. Maka jadilah orang-orang pemberani lagi terang-terangan dengan al haq, janganlah kamumudahanah (basa-basi) kepada seorangpun. Dan ketahuilah semoga -Allah taala melindungimu dari setiap hal yang dibenci- bahwa sekedar menyembunyikan al haq dan diam terhadapnya adalah pelakunya mendapatkan ancaman disisi Allah, bahkan Dia memvonis laknat terhadapnya, wa laa haula wa laa quwwata illaa billah. Maka bagaimana dengan orang orang yang mengatakan kebathilan. Dan saya ingatkan kamu dengan firman-Nya taala:

Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang diberi Al Kitab (yaitu): Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya, lalu melemparkan janji itu kebelakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima (QS. Ali Imran: 187) Sungguh kami telah melihat orang-orang yang Allah karuniakan kepada mereka ilmu dan hapalan lagi terkenal telah terkena penyakit penakut dan pengecut. Maka apa faidah ilmu bila tidak diamalkan, dan mereka telah menyesatkan banyak manusia, dan benarlah sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: Yang paling saya takutkan atas kalian adalah para pemimpin yang menyesatkan. Wahai pencari ilmu Hati-hatilah masuk menemui penguasa, karena telah tsabit dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam: Siapa yang masuk menemui penguasa maka ia terkena fitnah, maka apa gerangan wahai pencari ilmu dengan para thaghut yang otoriter dan memerintah manusia dengan kekuatan. Mereka menyingkirkan syariat Allah dan membantu kaum Nashara terhadap kaum muslimin disetiap tempat, serta mereka menerapkan undang-undang buatan dileher kaum muslimin, dan juga menggugurkan hudud dan

perbuatan-perbuatan kemurtadan serta kezindikan lainnya, maka hati-hatilah terhadap mereka itu dan hatihatilah terhadap orang-orang yang bermajlis dengan mereka dari kalangan ulama dan pendeta pemerintah yang telah mengotori ilmu mereka dengan bermajelis dengan musuh-musuh Allah, bahkan mereka itu ikut serta dalam memalsukan kebenaran, menyesatkan masyarakat dan menghiasi kebathilan. Wahai pencari ilmu Janganlah engkau tergolong mereka yang mementingkan para pemuda di khalaqahkhalaqah, waktu-waktu istirahat, perkemahan-perkemahan maupun dikajian-kajian di mana mereka membius para pemuda itu agar mereka tidak bergerak dimedan jihad fi sabilillah, atau agar mereka tidak mengatakan kalimatul haq karena sesuatu alasan atau hal lain, atau agar tidak mengatakan kepada orang-orang zalim (hai zalim !) dan kepada orang-orang kafir (hai kafir !). Dan saya menasihatimu bila engkau tergolong penanggung jawab para pemuda agar mengobarkan semangat kaum muslimin untuk berperang baik di sini maupun di sana. Dan terang-teranglah dengan ajaran dan jelaskan alasan. Dan kalau tidak, maka bukalah kesempatan bagi orang lain dan jangan engkau tergolong orang-orang yang mematahkan semangat sedang engkau mengetahui. Demi Allah, sungguh engkau mati sedangkan engkau bertanggung jawab atas dirimu sendiri adalah lebih baik bagimu daripada engkau mati sedang engkau bertanggung jawab atas para pemuda Islam dihadapan Allah, baik dengan pengkaburan al haq atau dengan menghalang-halangi dari jihadwa laa haula wa laa quwwata illaa billah Dan saya ingatkan engkau dengan sikap panutanmu shallallahu alaihi wa sallam sedang beliau melakukan thawaf di Kabah, padahal beliau sendiri dalam kondisi tertindas tatkala orang-orang kafir menghina dan mencemoohkannya, beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Hai sekalian orang-orang quraisy sungguh saya telah datang dengan penyembelihan (kalian) (kisah ini dalam Musnad Imam Ahmad). Wahai pencari ilmu Saya mengatakan kepadamu dengan ringkas bila kamu menteladani nabimu shalallahu alaihi wassalam dalam segala sesuatu, engkau terang-terangan dengan Al Haq dan engkau menjelaskan maka engkau akan mendapatkan ujian, sedangkan ujian itu sesuai dengan kadar keimanan, sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullahshallallahu alaihi wa sallam bahwa Allah taala berfirman:

Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi (QS. Al Ankabut: 2). Ketahuilah saatnya bahwa sesungguhnya engkau akan ditahdzir (dihati-hatikan) oleh para penuntut ilmu yang lain dan oleh para ulama dan pendeta pemerintah. Engkau akan dijauhi, digunjing dan dicela, serta engkau akan dicap Khawarij dan ungkapan-ungkapan lainnya yang sekarang dilabelkan kepada para duat tauhid yang dianiaya, maka sabarlah karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan maka sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan! Wahai pencari ilmu Hati-hatilah kepada para duat yang mengajak hidup berdampingan bersama orang-orang kafir. Hatilah-hailah terhadap mereka orang-orang yang mematahkan semangat jihad lagi kalah dihadapan musuh-musuh Allah, hati-hatilah kalian terhadap mereka, janganlah terpedaya dengan ucapan-ucapan mereka

yang penuh madu yang disusupkan pada racun yang mematikan, serta janganlah terpedaya oleh kajian-kajian mereka dan dengan orang-orang yang hadir di sisi mereka. Hati-hatilah terhadap mereka karena status minimal mereka adalah kita memperlakukan mereka sebagai ahli bidah, sedangkan salaf kita yang shalih telah menghati-hatikan kita dari ahli bidah, sebagai contoh silahkan lihat kitab Al Bida karya Ibnu Wadldlah. Wahai pencari ilmu Seringlah mentadaburi Kitabullah dan Sunnah Nabi kita shallallahu alaihi wa sallam dan perhatikanlah keduanya dengan seksama, karena di dalam keduanya terdapat kebaikan yang banyak. Wahai pencari ilmu Seringlah mengkaji masalah-masalah dan bertukar fikiran dengan ikhwanmu karena kematangan permasalahan tidak datang kecuali dengan pengkajian bersama. Wahai pencari ilmu Hendaklah engkau memiliki waktu untuk berkhalwat bersama Rabbmu, membaca frmanNya, bermunajat kepada-Nya, serta memelas kepada-Nya karena doa itu tergolong ibadah yang paling agung, sebagaimana dalam hadits shahih Doa adalah ibadah. Wahai pencari ilmu Jauhilah ulama suu (jahat) dan jauhilah dari bermajelis dengan mereka dan dari halaqahhalaqah mereka karena mereka itu tergolong orang-orang jahat dan sesat yang telah membuat pengkaburan agama ditengah kaum muslimin, mereka juga yang menyesatkan masyarakat dan juga mereka ikut serta dengan para penguasa (thagut) dalam menjual tanah air kaum muslimin dan tempat-tempat suci mereka. Ini dia Quds, semenjak 50 tahun berada ditangan Yahudi, apa yang dilakukan ulama penguasa (thaghut. Itu lembagalembaga yang bernama Haiah Kibar Ulama dan Al Lajnah Ad Daimahsiapa yang mendirikannya? Siapa yang memilih mereka dan siapa yang mengangkat mereka? sesungguhnya merekalah para penguasa (thaghut) pengkhianat. Wahai pencari ilmu Para ulama banyak yang diikuti mayoritas para pemuda itu, di antara mereka ada yang terang-terangan mengatakan bahwa tidak ada permusuhan antara kaum muslimin dengan umat yang lain, dan tokoh yang lain pergi ke negeri Nashara untuk menyatukan parlemen-parlemen dan ia disambut oleh para wanita pelacur eropa seolah tidak ada sesuatu yang terjadi. Yang lain berkata: Andai orang-orang pergi untuk berjihad, maka siapa yang tinggal dan bernjualan ditoko-toko. Yang lain berani lancang terhadap Allah Azza wa Jalla seraya berkata: Orang yang terbunuh di Afganistan sedang ia tidak mendapat izin dari Waliyyul Khamri (maksudnya pemerintah kafir yang melegalkan khamr), maka ia bukan syahid, sedangkan pimpinan dan sesepuh mereka[1] mengatakan bahwa orang-orang Amerika itu orang-orang yang tidak berdosa. Yang lainnya mengatakan bahwa donor darah untuk orang-orang Amerika adalah boleh. Dan ini juga yang lain serta yang lain. Juga yang lain berlomba-lomba untuk diphoto bersama para thaghut setiap pekan. Dan kami telah menemui mereka dan senior-senior mereka, kami menasihati mereka dan mendebat mereka serta berbicara dengan mereka, akan tetapi tidak ada faidah di sana wa laa haula wa laa quwwata illal billah. Saya bertanya kepada kamu dengan nama Allah: Apakah ini keadaan ulama Islam ataukah ini keadaankeadaan boneka-boneka para thaghut dan para penjilat terhadap para penguasa (kafir).??

Dan diakhir saya memohon kepada Allah Subhanahu Wa Taala agar memberikan manfaat dengan kalimat ini kepada pembacanya, dan menjadikan ia bisa diterima dibumi. Dan saya memohon kepada AllahSubhanahu Wa Taala agar mengkaruniakan kepadamu bashirah dan pengamalannya serta menjadikanmu mendapat berkah dimana saja engkau berada, juga menjadikanmu golongan orang yang menyuarakan Al Haq. Dan penutup: Dan saya memohon kepada Allah taala kematian syahid dijalan-Nya, dengannya Dia ridha terhada kita dan dengannya Dia menertawakan kita. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan dan Dia Maha Dermawan lagi Maha Mulia. Dan akhir seruan kami Alhamdulillahi Rabbil Alamin Jumat, 28-07-1424 H ABU ABDIRRAHMAN AL ATSARIY Penterjemah berkata: selesai diterjemahkan jumat, 16 rabiul al awal 1427h

[1] Mufti Saudi

(Pent)