P. 1
ANALISIS KONTEKS

ANALISIS KONTEKS

|Views: 32|Likes:
Dipublikasikan oleh Awan Setiawan

More info:

Published by: Awan Setiawan on Sep 09, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/09/2012

pdf

text

original

ANALISIS KONTEKS SMK AL- MU’IN KOTA TANGERANG TAHUN PELAJARAN 2011/2012 A.

IDENTIFIKASI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN NO 1 KOMPONEN DAN ASPEK Standar Isi a. Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum INDIKATOR KONDISI SATUAN PENDIDIKAN UPAYA PENCAPAIAN

b. Beban Belajar

dasar dan struktur kurikulum mengacu pada Permendikna s No 22 Tahun 2006  Beban belajar mengacu pada Permendiknas No 22 Tahun 2006 dan Aturan tentang beban belajar di SMK

 Kerangka

 Kerangka

dasar dan struktur kurikulum mengacu pada Permendiknas No 22 Tahun 2006

 Implementasi

Kerangka dasar dan struktur kurikulum mengacu pada Permendiknas No 22 Tahun 2006

 Beban belajar telah  Pengkajian dan
mengacu pada Permendiknas No 22 Tahun 2006 dan Aturan tentang beban belajar di SMK

c. KTSP

 Kurikulum disusun  Kurikulum telah
secara mandiri oleh masingmasing satuan pendidikan  Kalender pendidikan sudah ada sebelum awal tahun pelajaran disusun secara mandiri

implementasi beban belajar mengacu pada Permendiknas No 22 Tahun 2006 dan Aturan tentang beban belajar di SMK dengan menggunakan analisis terlebih dahulu  Penelaahan secara terusa menerus untuk direvisi setiap tahun

d. Kalender Pendidikan

 Kalender

2

Standar Kompetensi Lulusan a. Penetapan KKM b. Standar Kelulusan UN

 Rata-rata

Penetapan KKM untuk semua matpel ≥ 70 %

pendidikan diterima setelah tahun pelajaran dimulai  Rata-rata Penetapan KKM masih di bawah 75 %

 Penyusunan estimasi

 Di atas POS UN

 Sesuai dengan
POS UN

kalender pendidikan berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya  Upaya peningkatan pencapaian KKm dengan peningkatan daya dukung dan itake siswa  Peningkatan kualitas guru dan sarana

NO

KOMPONEN DAN ASPEK c. Lulusan yang melanjutkan

INDIKATOR

KONDISI SATUAN PENDIDIKAN

UPAYA PENCAPAIAN prasarana  Upaya peningkatan nilai kelulusan

 Semua alumni

3

Standar Proses a. Perangkat Pembelajaran

diterima di terima di sekolah lanjutan atas  Penyusunan Silabus dan RPP dilakukan secara mandiri

 40 % diterima di
sekolah negeri

 Penyusunan

b. Jumlah maksimal peserta didik per rombel c. Beban Kerja Guru

 Jumlah peserta

didik per rombel maksimal 32 peserta didik  Beban kerja guru  80% guru belum minimal 12jam per memenuhi 24 jam minggu permingu

Silabus dan RPP masih bersifat adopsi dan sebagian adaptasi  Semua rombel tidak ada yang melebihi standart

 IHT dan workshop

secara berkesinambungan

 Kestabilan jumlah

d. Berbasis TIK

 Pembelajaran
berbasis TIK

 Pembelajaran

belum berbasis TIK

4

Standar Pengelolaan a. Visi dan misi

 Memiliki visi dan

misi sekolah yang disusun bersama oleh warga sekolah dan komite

 Memiliki visi dan

misi sekolah yang disusun bersawa oleh warga sekolah dan komite

5

Standar Penilaian a. Program Penilaian b. Evaluasi Program penilaian c. Persentase kelulusan

 Sekolah memiliki

program penilaian program penilaian dilengkapi formatdilengkapi formatformat penilaian format penilaian  Selalu dilakukan  Belum optimal evaluasi atas hasil pelaksanaan penilaian evaluasi atas hasil penilaian  Mencapai 100%  Mencapai 100% kelulusan kelulusan

 Sekolah memiliki

penerimaan masuk siswa sesuai dengan rombel Pengaturan beban kerja dan penambahan rombel secara bertahap Pemenuhan sarana TIK dan peltihan TIK untuk guru dan tenaga kependidikan Peningkatan kualitas hasil kerja bersama dalam penentuan visi dan misi, dilanjutkan dengan evaluasi secara berkala, dan upaya revisi secara terus menerus Perbaikan implementasi penilaian secara terus menerus Optimalisasi oleh semua guru atas hasil penilaian yang dilakukan Mempertahankan tingkat kelulusan yang tinggi.

B. ANALISIS KONDISI SATUAN PENDIDIKAN NO 1. Komponen Peserta didik Kondisi Ideal Kekuatan Kelemahan Kesiapan dan tindakan

 Input awal memenuhi

standar yang diharapkan  Kesiapan belajar tinggi  Berkembangnya potensi dirI rnelalui proses pembelajaran  Keberhasilan diawali dari perilaku disiplin siswa 2. Pendidikan dan Tenaga Kependidikan dan mengampu mata pelajaran sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

 Tempat yang strategis
mudah dijangkau oleh siswa, untuk belajar.

 Motivasi belajar

siswa masih rendah  Nem tidak menjamin siswa berprestasi  Disiplin siswa masih rendah

 Diadakan tes seleksi

masuk sekolah.  Penegakan tata tertib siswa yang konsisten

 Rata guru berkualifikasi S1  Jumlah guru

sebanyak 25, dengan kualifikasi SI sebanyak 95%., 5 % =D3  1 guru kualifikasi D3

 Sebanyak 5%

3.

Sarana dan prasarana

 Tersedianya sarana dan

prasarana yang lengkap terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang efektif, efisien dan hasil yang optimal

 Sarana Pendidikan
lengkap

 Pemberian kesempatan belum S1 untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih  Kompetensi tinggi pedagogik dan profesionalisme  Diadakan workshop guru masih  Mengikuti rendah penataran/diklat yang sesuai dengan mata  Masih terdapat guru yang pelajaran yang diampu mengajar tidak sesuai dengan  Lab IPA dan  Membuat perencanaan latar belakang Ruang OSIS belum kelengkapan pendidikan memadai sarana/prasarana Pengajuan bantuan sarana atau sarana prasaranakepada Pemerintah atau pihak ke tiga.  Kerjasama
komite terkait. Dan dengan Dinas

4.

Biaya

 Pendidikan

merupakan  Pembiayaan  Masih ada tanggung jawab pendidikan kegiatan yang pemerintah, masyarakat, dilaksana oleh belum terpenuhi dan warga sekolah. pemerinta dan orang karena terbatas tua siswa pendanaan

NO 5.

Komponen Program Sekolah

Kondisi Ideal

Kekuatan mendukung program sekolah.

Kelemahan

Kesiapan dan tindakan

 Program

sekolah mengacu kepada peningkatanmutu sekolah dan profesionalisne guru.

 Motivasi guru untuk  Input

anak  Bekerjasama dengan yang masih komite dan dinas rendah untuk terkaituntuk ketercapaian program menyelenggarakan sekolah. rogram sekolah.

C. ANALISIS KONDISI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN

NO 1.

Komponen Komite Sekolah

Kondisi Ideal

Peluang Komite  memberikan pembiayaan penyusunan KTSP

Hambatan

Kesiapan dan tindakan

 Komite turut memberikan

pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam penyusunan KTSP

Komite  Penyusunan menyerahkan ke kurikulum sekolah untuk pelaksanaan workshopdilakukan oleh tim dan pihaksekolah karena sekolah penyusun yang dianggap lebih urikulum memahami sekolah.

2.

Kementrian Pendidikan Nasional

3.

4

belum menyentuh seluruh guru dalam hal implementasi kurikulum sekolah. Asosiasi  Terdapat dukungan dari  Keberadaan MGMP Pemberdayaan  Guru/MKKS/Kepala asosiasi profesi/sekolah dalam mata pelajaran MGMP/MKKS/Asosi Sekolah/MGMP penyusunan KTSP untuk menyamakan asi Profesi dalam perseps dalam mendukung pembelajaran sosialisasi KTSP masih kurang. Dunia usaha dan  Kemendiknas membuat  Memberikan  Kurangnya Industeri peraturan kemitraan kesempatan industeri yang dengan Industeri kepada sekolah memebrikan dan siswa untuk kesempatan PKL lebih maju sesuai dengan jurusan

 Kementrian Diknas

melakukan koordinasi dansupervise terhadap pengembangan KTSP.

 Koordinasi dan
supervisi pendidikan

 Dinas pendidikan

 Diadakan

supervisi langsung guru oleh Kemenrian Diknas

 Dijadwalkan

pelaksanaan M G M P sekolah/MGMP Kota. kemitraan antara sekolah dengan Industeri

 Diadakan

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->