Anda di halaman 1dari 6

Tremor merupakan suatu gerakan yang tidak dikehendaki dan tidak bertujuan yang terdiri atas satu seri

gerakan bolak-balik secara ritmik sebagai manifestasi kontraksi berselingan kelompok otot yang fungsinya berlawanan. Istilah awam yang terkenal adalah gemetar. Klasifikasi tremor dapat dibuat menurut frekuensi tremor (tremor cepat/ lambat), menurut amplitudonya (tremor halus/kasar), menurut sikap bagian tubuh yang memperlihatkan tremor (tremor postural/statik/intensional), dan seterusnya. Tetapi pembagian tremor dengan tujuan praktik klinik adalah sesuai dengan klasifikasi tremor menurut kausanya meliputi tremor fisiologis, tremor esensial heredofamilial, tremor penyakit Parkinson, tremor iatrogenik, dan tremor metabolik. Tremor fisiologis Setiap orang sehat akan menunjukkan tremor sewaktu melakukan gerakan tangkas secant lambat sekali misalnya menulis lambat, melakukan operasi dimana pembedahan halus harus dilakukan, dan sebagainya. Tremor tersebut adalah fisiologis. Juga akan timbul tremor pada setiap orang, bilamana suatu anggota gerak di tempatkan dalam posisi yang canggung. Tremor tersebut biasanya pada jari-jari dan tangan dan berfrekuensi 8-12 detik. Tremor yang jelas pada orang-orang sehat dan yang timbul karena ketegangan, keletihan, arau kerakutan/kegelisahan menu pakan tremor fisiologis yang berlebihan. Tremor esensial heredofamilial Tremor tersebut di atas biasanya ditemukan pada lengan saja. Tetapi bibir, lidah, kepala, dan rahang bawah dapat menunjukkan tremor juga. Karena gemetaran di lidah, rahang bawah, dan juga otot-otot pita suara, maka tidak jarang penderita tidak dapat berbicara secara artikular, sehingga kurang dapat dimengerti. Frekuensi tremor ini ialah 8-12 kali per detik, berlangsung terus-menerus pada saat melakukan gerakan tangkas (action tremor arau tremor intensional) dan hilang dalam sikap istirahat. Tremor esensial dapat timbul pada bayi, tetapi jarang pada dewasa muda dan tua (tremor senilis). Faktor herediternya adalah dominan dan autosom. Pada orang dewasa muda dan lansia, tremor esensial bertambah hehat karena keadaan emosional, iklim dingin, minum kopi, dan merokok. Namun demikian, beherapa penderita dapat memberitahukan bahwa minum sedikit anggur, Whisky, atau arak dapat mengurangi tremor esensial dan hal ini masih tidak diketahui secara jelas. Tremor penyakit Parkinson Tremor pada penyakit Parkinson memperlihatkan sifat-sifat yang khas. Tremornya adalah terutama tremor sewaktu istirahat, hilang sama sekali kalau hendak melakukan gerakan tangkas, tempi timbul kern bali apabila gerakan rangkas yang dilakukan mulai berhenri. Pada keadaan klien diminta untuk menempatkan secara santai tangannya di alas paha, maka tremor langsung bangkit. Sewaktu tidur, tremor itu hilang dan menjadi hebat karena faktor-faktor emosi. Anggota gerak yang tremor ialah tangan Jan jari-jari. Frekuensi tremor sekitar 2-7 sedetik. Tremor ini merupakan salah satu gejala khas dari penyakit Parkinson. Tremor iatrogenik Tremor dapat timbul karena obat atau karena faktor kepribadian dad klien. Banyak klien menyatakan

tidak kuat untuk disuntik. Bilamana Mien setengah dipaksa untuk menerima suntikan, tremor, dan palpitasi dapat bangkit akibat takut. Obat yang menimbulkan palpitasi sering juga menimbulkan tremor. Ephinephrine, adrenalin, kafein, prostigmin, dan banyak obat-obat lainnya menimbulkan tremor kasar yang jelas. Tremor metabolik Tremor metabolik merupakan tremor yang timbul akibat zat-zat metabolik yang bersifat kolinergik. Gejala yang umum ialah tremor halus pada falang-falang jari tangan karena hipertiroidismus. Tremor halus pada kelopak mata yang tampak kalau kedua mata ditutup dikenal sebagai tanda Rosenbach, yang sering dijumpai pada hipertiroidismus dan histeria. Tremor pada kegagalan hepatik adalah kasar, di mana terutama tangan bergerak dorsofieksi dan volarfleksi secara berselingan di sendi pergelangan tangan, bagaikan melakukan gerakan menepuk-nepuk paha dan sering disebut flapping tremor. Cara memeriksanya ialah kedua lengan klien diluruskan. Tremor yang timbul karena keletihan arau kelemahan pasca-penyakit infeksi, seperti variola, varisela, demam tifoid, ensefalitis, sindrom GuillainBare menyerupai tremor fisiologis. Lauda tremor ini sedikit kasar dan semakin jelas pada saat melakukan gerakan atau aktivitas yang memerlukan tenaga.

TREMOR atau gemeteran adalah suatu keadaan yang wajar dijumpai pada masyarakat atu orang lanjut usia (lansia). Beberapa peneliti telah menegaskan bahwa tremor hendaknya tidak dijadikan sebagai gambaran normal dari proses penuaan. Gambaran ini dapat pula dijumpai pada populasi secara umum, walaupun angka prevalensi dapat berbeda. Tremor adalah serentetan gerakan involunter, ritmis, berupa getaran yang timbul karena berkontraksi dan berelaksasinya otot-otot yang berlawanan secara bergantian dan berulang-ulang. Tremor dapat terjadi karena adanya gangguan persarafan yang menuju ke otot. Keadaan ini dapat melibatkan satu atau lebih bagian tubuh, seperti pada tangan, lengan, kepala, tungkai kaki atau tubuh. Karakteristik lainnya, seseorang yang mengalami tremor akan kesulitan dalam menulis atau menggambar, bermasalah dalam memegang atau mengontrol penggunaan alat-alat makan dan terkadang bersuara gemetar. Keadaan ini dipicu dan diperberat oleh stres emosional dan keletihan fisik. Selain itu dapat juga disebabkan oleh posisi tubuh atau gerakan tertentu. Tremor dapat terjadi pada berbagai tingkatan usia, tetapi paling sering pada usia pertengahan dan lansia -- pria maupun wanita.

Sifat dan Klasifikasi Tremor dapat bersifat fisiologis (normal) maupun patologis (abnormal). Tremor fisiologis menunjukkan

hal itu merupakan gejala normal, dijumpai pada semua kelompok otot dan menetap dalam keadaan terjaga maupun pada beberapa fase tidur. Tremor ini didapatkan bila anggota gerak ditempatkan pada posisi yang sulit atau bila orang melakukan suatu gerakan yang disadari dengan sangat lambat. Tremor yang terlihat pada orang yang sedang marah atau ketakutan merupakan aksentuasi. Kelelahan fisik, hipoglikemia, hipertiroidism, keracunan logam berat, peminum alkohol dan demam dapat juga menyebabkan timbulnya tremor fisiologis. Keadaan ini tidak disebabkan oleh penyakit neurologis, namun sebagai reaksi terhadap penggunaan berbagai obat-obat stimulan, kecanduan alkohol atau kondisi medis yang telah disebutkan. Tremor ini akan membaik jika faktor penyebabnya tertangani. Beberapa jenis tremor abnormal seperti tremor akibat kelainan metabolik yang berhubungan dengan tremor postural atau tremor pada saat beraktivitas, tremor familial, merupakan variasi atau peningkatan dari tremor fisiologis yang kemudian memiliki makna klinis. Tremor patologis diartikan dalam penggunaan klinik, terutama ketika mengenai bagian distal anggota gerak (terutama jari-jari dan tangan), kepala, lidah atau rahang dan hanya dijumpai pada saat penderita terjaga. Pengelompokan tremor berdasarkan kecepatan dan irama gerakannya, di mana dan seberapa sering terjadi serta beratnya:, sbb. : 1. Tremor aksi, terjadi ketika otot dalam keadaan aktif. 2. Tremor istirahat, terjadi ketika otot sedang beristirahat. Meskipun penderita sedang beristirahat total, lengan atau tungkainya bisa terus bergemetar. Tremor ini bisa merupakan pertanda dari penyakit Parkinson. Pada Parkinson, gerakan jari-jari mirip gerakan menghitung uang atau membuat pil, semakin diperparah oleh stres dan emosi yang kuat. 3. Tremor yang disengaja, terjadi jika seseorang membuat gerakan yang disengaja. Tremor ini bisa terjadi pada orang yang memiliki kelainan serebelum (otak kecil) atau penghubungnya. Penyebab tersering terjadinya tremor ini adalah multiple sclerosis. Tremor yang disengaja juga bisa terjadi pada penyakit neurologis lainnya seperti stroke atau pecandu alkohol menahun. Tremor yang disengaja biasanya menunjukkan gerakan yang lebih lambat daripada tremor esensial serta menyebabkan gerakan yang lebih luas dan tak beraturan. 4. Tremor esensial, merupakan tremor yang biasanya mulai timbul pada masa dewasa, yang secara perlahan menjadi semakin nyata dan tidak memiliki penyebab yang pasti. Tremor ini biasanya bersifat ringan dan tidak menunjukkan adanya penyakit yang serius, tetapi bisa mengganggu, yaitu mempengaruhi tulisan tangan penderita atau menyebabkan kesulitan dalam menggunakan alat-alat rumah tangga. Keadaan ini diperberat oleh stres emosional, kecemasan, kelelahan, kafein ataupun obat-obatan yang diresepkan dokter, sepertiobat untuk asma dan emfisema.

5. Tremor senilis, tremor esensial yang terjadi pada usia lanjut. 6. Tremor familial, tremor esensial yang terjadi di dalam satu keluarga.

Dua Penyebab Ada dua penyebab utama terjadinya gejala tremor patologis pada lansia, yaitu tremor esensial dan penyakit Parkinson. Tremor esensial maupun penyakit Parkinson tidak spesifik berkaitan dengan lansia, tetapi prevalensi keduannya meningkat bersamaan dengan bertambahnya usia. Walaupun tremor bukan merupakan gambaran "normal" lansia, namun frekuensi timbulnya tremor patologis sangat meningkat pada usia di atas 60 tahun dan tremor esensial dijumpai sebanyak 12-15 kali lebih banyak dibandingkan penyakit Parkinson. Diagnosis tremor esensial ditegakkan jika tidak dijumpai adanya tanda-tanda neurologis lain yang nyata (membedakan dengan penyakit Parkinson), gangguan metabolik (misalnya disfungsi tiroid) atau adanya zat farmakologik yang dapat menimbulkan tremor. Etiologi tremor esensial hingga saat ini tidak diketahui. Faktor genetik diketahui punya peranan penting, hampir 40% penderita melaporkan adanya riwayat keluarga. Sering mengenai tangan, walaupun kepala juga dapat terkena dan jarang mengenai tungkai, dagu, bibir, kelopak mata dan suara. Sangat penting untuk membedakan antara tremor esensial dengan penyakit Parkinson, karena menyangkut pengelolaan dan pengobatan selanjutnya. Tidak jarang, penderita tremor esensial pada lansia didiagnosis sebagai penderita Parkinson dan langsung diobati dengan obat-obat Parkinson. Salah satu tanda untuk membedakan satu dengan lainnya adalah bahwa pada penyakit Parkinson, tremor umumnya timbul unilateral (pada satu sisi), sedangkan pada tremor esensial, pada awalnya, tremor bersifat unilateral tetapi segera meluas dengan cepat menjadi bilateral (kedua sisi). Pengobatannya pun menjadi berbeda. Walaupun tidak memberikan hasil yang memuaskan, terapi medikamentosa untuk tremor esensial dapat menggunakan beta blocker (propranolol, metoprolol, nadolol) dan obat anti kejang (primidone). Sedangkan untuk Parkinsonian, tremor diobati dengan levodopa atau dopamine-like drugs seperti pergolide mesylate, bromocriptine mesylate dan ropinirole. Selain itu dapat juga menggunakan amantadine hydrochloride dan obat antikolinergik.

Tidak lapar, tidak juga kecapekan, tapi tangan gemetar? Buyutan? Masih muda buyutan? Kalau bukan, kenapa tidak bisa ditahan? Jadi apa! Keluhan tangan seperti itu lazimnya disebut tremor atau buyutan.

TREMOR adalah suatu gerakan gemetar yang berirama dan tidak terkendali karena otot berkontraksi dan berelaksasi secara berulang-ulang yang terjadi karena adanya gangguan persyarafan yang menuju ke otot yang terkena. Setiap orang bisa mengalami tremor pada tingkatan tertentu yang disebut tremor fisiologis meskipun kadang sangat ringan sehingga tidak dihiraukan. Kalau gemetarnya ringan, pasien biasanya tidak mempermasalahkan. Tetapi bagi mereka yang pekerjaannya memerlukan kecermatan misalnya tukang servis jam atau ahli bedah, gemetar ringan saja bisa jadi masalah. Tremor dikelompokkan berdasarkan kecepatan dan irama kecepatannya, dimana dan seberapa sering terjadi serta beratnya. Secara garis besar tremor dapat dibagi menjadi tiga jenis: Resting tremor, tremor saat istirahat. Terjadi saat bagian tubuh diam. Kondisi ini biasanya ditandai gemetar nyata di ujung tangan, kaki, kadang juga otot rahang. Tremor ini juga berupa gerakan leher ke depan atau ke samping, atau mulut mungkin tampak seperti selalu mengunyah sehingga disebut Rabbit Syndrome. Tremor ini bisa merupakan pertanda dari penyakit Parkinson, yang biasa dialami orang tua akibat kerusakan substansia nigra di otak. Kondisi ini juga ditandai kekakuan anggota tubuh. Jalan tidak bisa cepat atau menyeret. Orang muda pemakai heroin suntik bisa juga mengalami tremor seperti parkinson ini yang disebabkan zat MPTP (Methyl phenyl tetrahydro pyridin) yang dipakai sebagai pelarut heroin. Yang harus diwaspadai, MPTP ini juga bisa ditemukan pada obat nyamuk semprot. Ada juga resting tremor akibat obat yang terjadi mendadak karena ada riwayat pemakaian obat tertentu misalnya haloperidol atau obat anti muntah misalnya metoclopramid. Postural tremor, tremor saat posisi tertentu. Penyebabnya bermacam-macam, dari tremor fisiologis akibat kelelahan setelah membawa beban berat, tremor patologik akibat penyakit gondok, keracunan mineral tembaga hingga tremor yang belum jelas penyebabnya, yang lazim disebut Benigna Essensial Tremor atau Tremor Esensial Jinak. Tremor esensial jinak biasanya sering ditemui pada orang muda. Meski disebut tremor jinak bukan berarti kondisi ini tidak akan mengganggu. Disebut jinak karena perkembangannya lambat tapi lama-lama akan semakin berat. Intension Tremor, tremor yang terjadi saat melakukan gerakan mengambil bolpoin. Misalnya tremor membuat bolpoin menjadi tidak bisa disentuh. Gerakan tangan menjadi melenceng terus. Penyebab tremor ini gangguan pada cerebellum atau otak kecil. Yang mengganggu pada pasien tremor ini biasanya justru bukan tremornya. Yang lebih sering dikeluhkan justru jalan sempoyongan yang menyertai gangguan otak kecil.

Gejala Tremor bisa timbul sekali-sekali, untuk sementara waktu atau hilang timbul; dengan kecepatan sekitar 6-10 tremor/detik. Tremor bisa terjadi pada otot kepala, tangan, lengan, kelopak mata, dan otot

lainnya. Tetapi jarang mengenai bagian tubuh lainnya. Tremor bisa terjadi pada salah satu maupun kedua sisi tubuh. Sisi yang tremor bisa terdengar bergetar, kepala mengangguk angguk, tremor hilang jika penderita tidur.

Diagnosa Pemeriksaan yang dilakukan tergantung kepada penyebab yang dicurigai. Pengobatan Jika sifatnya ringan dan tidak mengganggu kegiatan sehari-hari, biasanya tidak diperlukan pengobatan. Pengobatan tremor tergantung pada penyebabnya. Bila tremor pasien akibat penyakit parkinson, misalnya: pasien perlu diterapi dengan obat anti-parkinson, L Dopa. Bila parkinson disebabkan obat tertentu, penanganannya jelas dengan menghentikan obat tersebut. Untuk tremor ini tingkat kesembuhannya tinggi asal penyebabnya bisa dihilangkan. Sedangkan tremor esensial jinak, obat yang biasa dipakai obat golongan beta adrenergic bloker preparat propanolol (yang biasa dipakai untuk pengobatan hipertensi). Obat golongan ini tidak bisa diberikan pada pasien yang mengidap asma bronkiale atau gagal jantung. Bagi penderita tremor esensial jinak yang juga mengidap asma yang boleh dipakai adalah obat anti kejang dosis rendah misalnya pyrimidon, pilihan lainnya adalah antikolinergik, yakni trihexyphenidyl. Tetapi obat ini tidak dianjurkan bagi lansia karena bisa mengganggu aktivitas sistem kolinergik (sistem saraf parasimpatis). Yang difavoritkan untuk mengatasi tremor adalah betabloker. Karena efek obat ini tergolong cepat. Bahkan penderita tremor yang harus berpidato bisa minum obat betabloker sebelum tampil dan efeknya langsung bisa dirasakan. Kafein (di dalam kopi dan soda) dan perangsang lainnya harus dihindari, karena bisa memperburuk keadaan tremor.