Aturan Angka Penting

1. Penulisan Angka Penting Penulisan angka nol pada angka penting, ternyata memberikan implikasi yang amat berharga. Untuk mengidentifikasi apakah suatu angka tertentu termasuk angka penting atau bukan, dapat diikuti beberapa kriteria di bawah ini:

Semua angka bukan nol termasuk angka penting.

Contoh: 2,45 memiliki 3 angka penting.

Semua angka nol yang tertulis setelah titik desimal termasuk angka penting.

Contoh: 2,60 memiliki 3 angka penting 16,00 memiliki 4 angka penting.

Angka nol yang tertulis di antara angka-angka penting (angka-angka bukan nol), juga termasuk angka penting.

Contoh: 305 memiliki 3 angka penting. 20,60 memiliki 4 angka penting.

Angka nol yang tertulis sebelum angka bukan nol dan hanya berfungsi sebagai penunjuk titik desimal, tidak termasuk angka penting.

Contoh: 0,5 memiliki 1 angka penting. 0,0860 memiliki 3 angka penting. Hasil pengukuran 186.000 meter memiliki berapa angka penting? Sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Angka 6 mungkin angka taksiran dan tiga angka nol di belakangnya menunjukkan titik desimal. Tetapi dapat pula semua angka tersebut merupakan hasil pengukuran. Ada dua cara untuk memecahkan kesulitan ini. Pertama: titik desimal diubah menjadi satuan, diperoleh 186 km (terdiri 3 angka penting) atau 186,000 km (terdiri 6 angka penting). Kedua: ditulis dalam bentuk notasi baku, yaitu 1,86 x 105 m (terdiri 3 angka penting) atau 1,86000 x 105 m (terdiri 6 angka penting). Jumlah angka penting dalam penulisan hasil pengukuran dapat dijadikan indikator tingkat ketelitian pengukuran yang dilakukan. Semakin banyak angka penting yang dituliskan, berarti pengukuran yang dilakukan semakin teliti. Berikut beberapa contoh penulisan hasil pengukuran dengan memperhatikan angka penting: 1. Satu angka penting 1. Dua angka penting 1. Tiga angka penting 1. Empat angka penting : 2, : 2,6 : 20,1 : 20,12 0,1 1,0 1,25 1,000 0,002 0,010 0,01 x 10-2 0,10 x 10-2

0,0621 3,01 x 10-2 0,1020 1,001 x 10-2

1

8 Mengapa pada hasil penjumlahan nilai 0.681 ketelitian hingga seperseribu 2.22 cm x 2. karena hasil pengukuran yang dijumlahkan ada yang ketelitiannya hanya sampai sepersepuluh. sehingga hasil perhitungannya tidak memiliki ketelitian melebihi ketelitian hasil pengukuran yang dioperasikan.74 dibulatkan menjadi 12.234 ditulis 30.343 + 3.22 ketelitiannya hingga seperseratus. Penjumlahan dan pengurangan Bila angka-angka penting dijumlahkan atau dikurangkan.21 = 30.221. dikurangkan. Kita ambil kembali contoh penjumlahan dan perkalian sebelumnya. Contoh: 3. Perhitungan dengan Angka Penting Setelah mencatat hasil pengukuran dengan tepat. berarti ketelitian hasil perhitungan hingga seperseribu. Sering kali. Ketika kita mengoperasikan angka-angka penting hasil pengukuran. dibulatkan ke bawah (ditiadakan) Contoh: 12. Perkalian dan pembagian Bila angka-angka penting dibagi atau dikalikan. dibulatkan ke atas 2 .681 + 2. Hal ini menunjukkan hasil perhitungan lebih teliti dibanding hasil pengukuran. jangan lupa hasil yang kita dapatkan melalui perhitungan tidak mungkin memiliki ketelitian melebihi ketelitian hasil pengukuran.004 dihilangkan.8 cm2 c.1 = 6.23 3.2 + ketelitian hingga sepersepuluh 30. Contoh: 24. perhitungan yang melibatkan angka penting tidak dapat diperlakukan sama seperti operasi matematik biasa. diperoleh data-data kuantitatif yang mengandung sejumlah angka-angka penting. 2. ada beberapa aturan yang harus kita ikuti:  Angka kurang dari 5.7  Angka lebih dari 5. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan. angka-angka tersebut harus dijumlahkan. ditulis 6. Aturan pembulatan angka-angka penting Sebagaimana telah didiskusikan pada bagian sebelumnya. sedangkan pada hasil perkalian nilai 0. maka hasil penjumlahan atau pengurangan tersebut memiliki ketelitian sama dengan ketelitian angka-angka yang dijumlahkan atau dikurangkan.34 ketelitian hingga seperseratus 3.062 dibulatkan menjadi 0.221 ® Penulisan hasil yang benar 30. b. Bila jawaban ditulis 30. a.1 cm = 6. yaitu 3.762 ditulis 6.2 ketelitian hingga sepersepuluh.1? Untuk membulatkan angka-angka penting.1. dibagi. maka jumlah angka penting pada hasil operasi pembagian atau perkalian tersebut paling banyak sama dengan jumlah angka penting terkecil dari bilangan-bilangan yang dioperasikan.762 cm2. atau dikalikan.22 x 2.2. 24. yang paling tidak teliti. Apakah mungkin? Apalagi bila hasil perhitungan ditulis 30.

dibulatkan ke atas bila angka sebelumnya ganjil dan ditiadakan bila angka sebelumnya genap. Contoh: 12.000 meter memiliki berapa angka penting? Sulit untuk menjawab pertanyaan ini. berarti pengukuran yang dilakukan semakin teliti.75 dibulatkan menjadi 12. 0. Semakin banyak angka penting yang dituliskan.65 dibulatkan menjadi 12. Pertama: titik desimal diubah menjadi satuan.60 memiliki 3 angka penting 16. Contoh: 2. dapat diikuti beberapa kriteria di bawah ini:  Semua angka bukan nol termasuk angka penting.60 memiliki 4 angka penting.5 memiliki 1 angka penting. 20.45 memiliki 3 angka penting. juga termasuk angka penting.8 12. 1.  Angka nol yang tertulis sebelum angka bukan nol dan hanya berfungsi sebagai penunjuk titik desimal. Ada dua cara untuk memecahkan kesulitan ini. Angka 6 mungkin angka taksiran dan tiga angka nol di belakangnya menunjukkan titik desimal. yaitu 1.  Angka nol yang tertulis di antara angka-angka penting (angka-angka bukan nol). Jumlah angka penting dalam penulisan hasil pengukuran dapat dijadikan indikator tingkat ketelitian pengukuran yang dilakukan. Tetapi dapat pula semua angka tersebut merupakan hasil pengukuran.78 dibulatkan menjadi 12. Contoh: 305 memiliki 3 angka penting.86000 x 105 m (terdiri 6 angka penting). Kedua: ditulis dalam bentuk notasi baku. Untuk mengidentifikasi apakah suatu angka tertentu termasuk angka penting atau bukan. Berikut beberapa contoh penulisan hasil pengukuran dengan memperhatikan angka penting: 3 .86 x 105 m (terdiri 3 angka penting) atau 1.Contoh: 12. Contoh: 0. diperoleh 186 km (terdiri 3 angka penting) atau 186. Penulisan Angka Penting Penulisan angka nol pada angka penting.  Semua angka nol yang tertulis setelah titik desimal termasuk angka penting. tidak termasuk angka penting. Hasil pengukuran 186.0860 memiliki 3 angka penting. ternyata memberikan implikasi yang amat berharga.00 memiliki 4 angka penting. Contoh: 2.000 km (terdiri 6 angka penting).6 1.8  Angka 5.

Bila jawaban ditulis 30. : 2. sehingga hasil perhitungannya tidak memiliki ketelitian melebihi ketelitian hasil pengukuran yang dioperasikan.2. dikurangkan.34 ketelitian hingga seperseratus 3. Dua angka penting 1.22 x 2.8 4 . Contoh: 3.23 3. Tiga angka penting 1. maka hasil penjumlahan atau pengurangan tersebut memiliki ketelitian sama dengan ketelitian angka-angka yang dijumlahkan atau dikurangkan. Penjumlahan dan pengurangan Bila angka-angka penting dijumlahkan atau dikurangkan. maka jumlah angka penting pada hasil operasi pembagian atau perkalian tersebut paling banyak sama dengan jumlah angka penting terkecil dari bilangan-bilangan yang dioperasikan.25 1.762 ditulis 6. Aturan pembulatan angka-angka penting Sebagaimana telah didiskusikan pada bagian sebelumnya.681 + 2. Ada beberapa aturan yang harus diperhatikan. berarti ketelitian hasil perhitungan hingga seperseribu.10 x 10-2 0.21 = 30.681 ketelitian hingga seperseribu 2.2 ketelitian hingga sepersepuluh. yang paling tidak teliti.1 cm = 6. karena hasil pengukuran yang dijumlahkan ada yang ketelitiannya hanya sampai sepersepuluh.221 ® Penulisan hasil yang benar 30. b. Satu angka penting 1. Empat angka penting : 2. atau dikalikan.0 1.221.1 : 20.0621 3.1 = 6.762 cm2. yaitu 3.1.22 ketelitiannya hingga seperseratus.343 + 3.001 x 10-2 1.002 0. Kita ambil kembali contoh penjumlahan dan perkalian sebelumnya.8 cm2 c.12 0.1 1.000 0. Contoh: 24. Perkalian dan pembagian Bila angka-angka penting dibagi atau dikalikan.01 x 10-2 0. Perhitungan dengan Angka Penting Setelah mencatat hasil pengukuran dengan tepat. Apakah mungkin? Apalagi bila hasil perhitungan ditulis 30. ditulis 6. Ketika kita mengoperasikan angka-angka penting hasil pengukuran. angka-angka tersebut harus dijumlahkan. 2.2 + ketelitian hingga sepersepuluh 30.010 0. dibagi. Hal ini menunjukkan hasil perhitungan lebih teliti dibanding hasil pengukuran.234 ditulis 30.6 : 20. a.1020 1.01 x 10-2 0. diperoleh data-data kuantitatif yang mengandung sejumlah angka-angka penting. Sering kali. perhitungan yang melibatkan angka penting tidak dapat diperlakukan sama seperti operasi matematik biasa. jangan lupa hasil yang kita dapatkan melalui perhitungan tidak mungkin memiliki ketelitian melebihi ketelitian hasil pengukuran.22 cm x 2. 24.

dibulatkan ke bawah (ditiadakan) Contoh: 12.6 5 .062 dibulatkan menjadi 0.8 12.7  Angka lebih dari 5. sedangkan pada hasil perkalian nilai 0.1? Untuk membulatkan angka-angka penting. Contoh: 12.8  Angka 5. dibulatkan ke atas Contoh: 12.78 dibulatkan menjadi 12.75 dibulatkan menjadi 12. ada beberapa aturan yang harus kita ikuti:  Angka kurang dari 5.Mengapa pada hasil penjumlahan nilai 0. dibulatkan ke atas bila angka sebelumnya ganjil dan ditiadakan bila angka sebelumnya genap.65 dibulatkan menjadi 12.004 dihilangkan.74 dibulatkan menjadi 12.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful