P. 1
Irigasi&BangunanTenagaAir(Dwi Oktaviana 08301010034)

Irigasi&BangunanTenagaAir(Dwi Oktaviana 08301010034)

|Views: 10|Likes:
Dipublikasikan oleh Dwie Oktaviana
perhitungan bangunan tenaga air
perhitungan bangunan tenaga air

More info:

Published by: Dwie Oktaviana on Sep 10, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/05/2013

pdf

text

original

UJIAN AKHIR SEMESTER IRIGASI DAN BANGUNAN AIR

NAMA : DWI OKTAVIANA NPM 1. : 08 301010 034

Perbedaan jaringan irigasi sederhana, jaringan irigasi semi teknis, dan jaringan irigasi teknis: a. Jaringan irigasi sederhana adalah sistem irigasi yang sistem konstruksinya dilakukan dengan sederhana, tidak dilengkapi dengan pintu pengatur dan alat pengukur sehingga air irigasinya tidak teratur dan tidak terukur, sehingga efisiensinya menjadi rendah. b. Jaringan irigasi setengah teknis adalah suatu sistem irigasi dengan konstruksi pintu pengatur dan alat pengukur pada bangunan pengambilan (head work) saja, sehingga air hanya teratur dan terukur pada bangunan pengambilan saja dengan demikian efisiensinya sedang. c. Jaringan irigasi teknis adalah suatu sistem irigasi yang dilengkapi dengan alat pengatur dan pengukur air pada bangunan pengambilan, bangunan bagi, dan bangunan sadap sehingga air terukur dan teratur sampai bangunan bagi dan sadap, diharapkan efisiensinya tinggi.

2.

Cara pemberian air irigasi. Ada tiga cara pemberian air irigasi, yaitu: 1) Continuous Irrigation yaitu pemberian air irigasi secara terus-menerus dengan jumlah yang diberikan berubah sesuai kebutuhan air irigasi. 2) Rotation irrigation yaitu pemberian air irigasi dengan jumlah pemberian air tetap sedangkan selang dan lama pemberian berubah sesuai kebutuhan air irigasi. 3) Supply On-demand Irrigation yaitu pemberian air irigasi dengan jumlah dan selang serta lama pemberian air berubah sesuai kebutuhan air irigasi.

1

3a dengan (n) = 0.43 ………………………………………………(3) Jika b = 3. Luas tampang aliran (A) = (b + mh)h = (b + 1.7 = 28.13 m dan b = 3. = : Dimensi dan Slope Saluran 3.5h)h …………(1) Luas tampang aliran dihitung berdasar persamaan kontinuitas: A= = = 6.13 x √ = 0.0006 m 2 . jika lebar dan kedalaman saluran sama dengan no. b.5 (1.5 h Debit Rencana Saluran (Q) Nilai Kekasaran (n) Kecepatan Aliran (V) Kemiringan dinding saluran (m) b/h Ditanya a.606 I1/2 I1/2 = 0.96 + 1.5 → Dimensi dan Slope Saluran jika (n) = 0.5(1.5 m3/detik 0.5h)h = 6. c.034 m R2/3 I1/2 (0.0245 I = 0.7 = 0.39015 m2 Dan P = B + 2h √ Maka R = V = = = 3.015 Jawab : a.13))x(1. A = ( B + mh)h = (3.429 m2………………………………………….429 5h2 = 6.795 m = 8.(2) Dari persamaan (1) dan (2) : (b + 1. maka: (3.13) → b = 3.5h + 1.96 + 2 x 1.795)2/3 I1/2 0.5 3.017 berbentuk trapesium Kecepatan maksimum aliran (V) dan Debit Maksimum (Q).429 h2 = 1.96 m Jadi.5h)h = 6.5 h. Diketahui : = = = = b = 4.13) = 6.2858 h = 1.03 0.70 m/detik 1.3.

.44 R1/2 = 0.13 = 4..... V 0.339 = 0....13 = 6...339 = 0.5h h = 0.61h B = 0...7 0..4748 m2 P = B + 2h = 3..61h 0......(2) Substitusi persamaan (2) ke dalam persamaan (1) diperoleh......96 x 1..13 m n = 0...678 m dan B = 0..0006 m Maka : A = Bh = 3..5h)h = B + 2h √ = ………………………………………………(1) = B + 3.96 + 2x1..61h …………………...719 m 3 .61h B = 0....339= Persyaratan saluran ekonomis berbentuk trapesium : B + 2mh = 2h √ B + 3h = 3...0006)1/2 = 1.339 m Maka : A P R = ( B + mh)h = (B + 1..22 m R = = = 0.. Jika B = 3..339 = 0..7 R = = R2/3 I1/2 R2/3 (0.96 m h = 1.....015 I = 0.b... maka : 0...414 m c.339 = 0...

31 x 4.V = = R2/3 I1/2 (0.0006)1/2 = 1.719)2/3 (0.31 m/det Q =V.A = 1.4748 = 5.862 m3/det 4 .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->