Anda di halaman 1dari 28

LISTRIK AUTOMOTIF

SISTEM PENGISIAN
Alternator
Tugas diode : Menyearahkan arus bolak-balik dari stator _____________________________
Prinsip penyearahan diode

Penghambatan : Bila katoda diberi polaritas positif dan anoda diberi polaritas negatif, maka
arus terhambat lampu mati __________________________________________________

Pengaliran : Bila katoda diberi polaritas (+) dan anoda diberi polaritas (-) maka arus mengalir

lampu menyala ____________________________________________________


___________________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

25

Ketahanan:
Silikon 120C
-

Germanium 80C

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

25

Rangkaikanlah penyearah dengan diode di bawah ini !


Gambarlah grafik tegangan hasil penyearah !
1 Pase dengan penyearah 1 diode

3 Pase dengan penyearah 6 diode

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

25

Fungsi diode pada macam-macam posisi derajat rotor


Warnailah diode yang bekerja dan aliran arusnya pada ke tiga gambar !

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

26

Perbedaan diode positif dengan negatif


Diode positif

Diode negatif

Diode positif dan negatif hanya digunakan pada teknik mobil, supaya sesuai dengan pelat
pendingin

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

27

LISTRIK AUTOMOTIF
SISTEM PENGISIAN
Alternator
Regulator Tegangan Konvensional
Prinsip Magnet Listrik

Beri arus pada magnet listrik. Apa yang terjadi dengan klip ?
Klip tertarik oleh magnet ______________________________________________________
Lepas arus dari magnet listrik. Apa yang terjadi dengan klip ?
Klip terlepas dari magnet listrik _________________________________________________
Kesimpulan : Bila logam dililiti dan dialiri arus listrik akan timbul medan magnet _________

Kesimpulan : Semakin besar tegangan pada magnet listrik semakin besar medan magnet yang
ditimbulkan _________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

28

Regulator Tegangan Konvensional


Mengapa tegangan alternator perlu diregulasi ?
-

Supaya tegangan pengisian baterai tidak terlalu tinggi dan tetap ____________________

Supaya sesuai dengan sistem tegangan semua pemakai ___________________________

Mengapa arus alternator tidak diregulasi ?


- Arus maksimal dari alternator sesuai dengan konstruksi ____________________________
Apa tugas dari regulator ?
- Meregulasi tegangan alternator ________________________________________________
Prinsip kerja regulator konvensional :
Untuk mengatasi tegangan alternator dilakukan dengan cara memutus dan menghubungkan arus
medan rotor ____________________________________________________________

Sakelar tertutup:
Arus medan ada, tegangan stator tinggi ___________________________________________
Sakelar terbuka : Tidak ada arus medan, hanya remanen tegangan stator rendah __________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

29

Cara kerja regulator 1 kontak

Keuntungan :

Meregulasi tegangan tidak tetap ____

__________________________________

Meregulasi tegangan tidak halus ___

__________________________________

__________________________________

______________________________
Cara kerja regulator 2 kontak

________________________________

Keuntungan :

Kerugian :

Sederhana _____________________

Kerugian :

Meregulasi tegangan lebih tetap ____

Rumit ____________________________

Mereguasi tegangan lebih halus ____

_____________________________________

__________________________________

_____________________________________

________________________________

__________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

30

KONSTRUKSI REGULATOR KONVENSIONAL II KONTAK

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

25

SISTEM LISTRIK AUTOMOTIF & AC


SISTEM PENGISIAN
Alternator
Regulator elektronik menggantikan regulator konvensional dengan hasil baik ____________
___________________________________________________________________________
Keuntungan :
1.

Meregulasi tegangan tetap __________________________________________________

2.

Meregulasi tegangan sangat peka sekali ( 200H2) ______________________________

3.

Lebih kecil, memerlukan tempat sedikit ________________________________________

4.

Bebas korosi _____________________________________________________________

Rangkaian
Berilah keterangan untuk kode-kode di bawah !
R1/R2/R3 = Tahanan-tahanan _____
______________________________
Z = Diode Zener ________________
______________________________
T1/T2 = Transistor-transistor ______
______________________________

D+ : Dari positif alternator ________

E : Emiter _____________________

DF : Ke kumparan medan _________

B : Basis ______________________

D- : Ke massa alternator _________

C : Kolektor ___________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

25

Diode Zener
Perbedaan dengan diode biasa :

Pemakaian pada arah :

Pemakaian pada arah :

Penghambatan _____________________

Pengaliran ________________________

_________________________________

_________________________________

Sifat-Sifat :
Tegangan hambat (Uz) adalah
Besar tegangan yang tetap untuk
mengalirkan arus melalui diode zener itu
(contoh 10V) ______________________
___________________________________
Tegangan alir diode zener sama seperti diode
biasa
Tugas diode zener pada regulator :
Sama dengan pengatur tegangan (pada regulator konvensional kumparan) ___________
________________________________________________________________________
Keuntungan :
Bekerja lebih teliti dan peka (pada kumparan dipengaruhi tutup regulator dan celah magnet)
___________________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

26

Transistor
Simbol transistor

Cara kerja
Transistor bekerja seperti relai Warnailah
arus pengendali !
Warnailah arus utama !
Berilah kode terminal pada transistor!

Apa fungsi R ?
Membatasi arus basis supaya transistor
tidak rusak _______________________
__________________________________
__________________________________
_______________________________
Tugas transistor pada regulator
Sebagai pemutus dan penghubung arus medan yang dikontrol oleh zener diode (pada
Regulator konvensional kontak) _________________________________________________
Keuntungan : anti korosi, bisa mengatur besar arus medan dan lebih cepat untuk buka tutupnya
___________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

27

Tegangan D+

Diode Zener

Transisitor

Terlalu Tinggi

Tinggi

Mengalir

Menghambat

Terlalu Rendah

Rendah

Menghambat

Mengalir

Tidak ada arus


medan
Ada arus medan

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

Kumparan Medan

25

Tegangan D+

Diode Zener

Transisitor

Terlalu Tinggi

Tinggi

Mengalir

Menghambat

Terlalu Rendah

Rendah

Menghambat

Mengalir

Tidak ada arus


medan
Ada arus medan

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

Kumparan Medan

26

LISTRIK AUTOMOTIF
SISTEM PENGISIAN
Alternator
Bermacam-macam Arus Medan
Mengapa perlu adanya arus medan mula pada alternator?
Pada putaran motor idle tegangan hasil induksi dari medan magnet remanen pada rotor tidak
mampu untuk menembus diode-diode ________________________________________
___________________________________________________________________________
Untuk mengalirkan arusnya melalui diode penyearah alternator memerlukan tegangan sebesar
0,7 x 2 = 1,4 _____________________ volt untuk menembus diode positip dan diode negatif
Macam-macam sistem arus medan
Arus medan langsung
Warnailah arus medan !
Fungsi :
Kunci kontak ON motor mati arus medan mula
mengalir dari positif baterai ke kunci kontak
regulator rotor massa. _________________
Motor hidup, arus medan dari positif (B+)
alternator kunci kontak regulator rotor
massa ___________________________________

Kerugian :
- Apabila ada rugi tegangan pada kunci kontak,

tegangan pengisian terlalu tinggi _____________


- Kunci kontak ON motor tidak hidup arus medan

mula besar kumparan medan menjadi panas


Baterai dikosongkan ____________________
- Tidak mungkin memasang lampu kontrol

pengisian _______________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

25

Arus medan dengan relai A


Warnailah arus medan !
Fungsi :
Kunci kontak ON motor mati relai bekerja

sehingga arus medan mula mengalir dari positif


baterai ke relay regulator rotor massa _
Motor hidup arus medan mengalir dari B+ alternator

relai regulator rotor massa

Keuntungan :
Bila terjadi rugi tegangan pada KK tegangan
pengisian masih sesuai ________________________

Kerugian :
- Kunci kontak ON mesin mati rotor masih panas __
- Tidak mungkin memasang lampu kontrol pengisian

Arus medan dengan relai B


Warnailah arus medan !
Fungsi :
Kunci kontak ON, motor mati arus medan mula
mengalir dari positif baterai, Kunci kontak lampu

kontrol regulator rotor massa lampu


menyala __________________________
Motor hidup tegangan netral cukup untuk
mengaktifkan relai maka arus medan mengalir
dari B+ alternator relai regulator rotor
massa _________________________________
Catatan untuk lampu kontrol :
Alternator 6V

min. 1,2 W

Alternator 12V

min. 2 W

Alternator 24V

min. 3 W

Keuntungan :
- Kunci kontak ON mesin mati rotor tidak panas
- Bila terjadi rugi tegangan pada kunci kontak

tegangan pengisian masih sesuai _____________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

26

Arus medan dengan 1 diode

Warnailah arus medan !


Fungsi : Kunci kontak motor ON motor
mati, arus medan mula mengalir dari Kuncik
kontak lampu regulator rotor massa.
Mesin hidup arus medan dari B alternator

regulator rotor massa


______________
Keuntungan : Kunci kontak ON motor mati
motor tidak panas ______________________
Kerugian : Terjadi rugi tegangan pada
saluran pengisian sebesar 0,7 Volt ________

Arus medan dengan 3 diode

Warnailah arus medan !


Fungsi :
Kunci kontak ON mesin mati arus medan
mula mengalir dari positif baterai Kunci
kontak lampu regulator rotor massa
motor hidup arus medan dari D+ alternator
regulator rotor massa __
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
_____________________________________
Keuntungan :
Kunci kontak ON motor mati rotor tidak
panas _______________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

27

LISTRIK AUTOMOTIF
SISTEM PENGISIAN
Sistem Pengisian dengan Alternator

Rangkaian sistem ini dapat dibagi menjadi :


Arus Utama

Arus Medan Mula

Arus Medan

Pertama kali ditemukan alternator, rangkaiannya terdiri dari :


Sistem Pengisian & Starter
LP2T WAHANA

28

A : Baterai ______________
B : Amper meter _________
C : K K ________________
D : Regulator ___________
E : Alternator ___________
_______________________

Kelemahan sistem tersebut :


a)

Jika Kunci kontak ada rugi tegangan, tegangan pengisian terlalu tinggi ______________
________________________________________________________________________

b)

Saat kunci kontak ON mesin mati, arus besar mengalir ke kumparan medan, sehingga rotor
panas ______________________________________________________________

c)

Tidak ada lampu kontrol pengapian __________________________________________

___________________________________________________________________________
Untuk mengatasi kerugian tegangan pada kunci kontak maka ditambah relay _____________
______________________________________________________ seperti skema 2

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

29

Rangkaian 2

Kelemahan sistem ini :


Arus medan mula yang mengalir ke kumparan medan bisa besar sekali tergantung pada ada
tidaknya rugi tegangan dikontak-kontak tegangan ___________________________________
Apa fungsi dari ampermeter ?
Untuk melihat besar arus pengisian ______________________________________________
___________________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

30

Rangkaian pengisian menggunakan lampu kontrol yang dikendalikan oleh relai

Lampu kontrol akan mati tergantung :


Pada bekerja atau tidaknya relay I ______________________________________________
___________________________________________________________________________
Kelemahan :
Regulasi tegangan pengisian relatif besar, dibanding elektronik _______________________
Keuntungan :
1.

Ada L. indikator pengisian __________________________________________________

2.

Jika ada rugi tegangan pada K.K, tegangan pengisian tidak over ____________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

31

Rangkaian sistem pengisian dengan lampu kontrol tanpa relai

Fungsi dioda arus medan


_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________
Kerugiannya :
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

32

Rangkaian menggunakan 9 dioda


6 dioda sebagai penyearah _________________________________________ dan 3 dioda
lainnya sebagai ______________________________________________________________

Fungsi dioda arus medan :


_____________________________________________________________________________
_________________________________________________________________________
Arus medan mula tergantung :
_____________________________________________________________________________
_____________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

33

Persamaan Kode terminal dari beberapa jenis alternator


No

Nama Alternator

Kode terminal

1.

Bosch (DIN 72552)

DF

D-

D+

B+

2.

Autolite

F
FLD

BAT
B

Fiel
d

3.

Butec

4.

Delco Remy

5.

Ducellier

6.

Elmot

Exc
E
67

GR
D
_
31

15

BAT
B
BAT
B
30

7.

Femsa

Exc

31

8.

Fiat

67

31

15

30
BAT
30

67
Exc
67

9.

Ford

BAT

Fiel
d

10.

Hitachi

11.

Iskra

DF

12.

Japan, uebrige Hersteller


Lada (shiguli)

13.

IG

DF

D-

D+

B+

IG
(15)

A,B

67

31

15

30

14.

Lucas

+ SW=15

15.

Magneton - Pal

16.

Marelli

67

31

15

17.

Mistsubhisi

IG

18.

Mopar

Exc

IGN

19.

Motorola, SEV-Motorola

Exc

20.

Nippon Denso

21.

Paris Rhone

Exc

22.

Prestolite

Exc

+
BOB
IGN

23.

Seri Ducellier

DF

D-

24.

SEV - Marchal

DF

D+/61

61

31-

ARM
A

G
GND

GEN

Exc

DYN
D
51/15

_
GND
M-

67

31

51
DIN
51/
15
ARM

31

D+

D-

(N=titik
tengah)

51/
15
A,B,B+ FF1,F D W
A1
2
L
+B
M
R
D/1
6
B+
F
D+
61
51
DF

BA
T

67

31

Exc

Dyn

E
31
E/_
-B
31-

M-

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

34

LISTRIK AUTOMOTIF
SISTEM PENGISIAN
Alternator
Syarat pengisian, cara mengukur dan tabel
Syarat pengisian
3 hal utama yang harus disesuaikan
1.

Arus pemakai (daya pemakai) _______________________________________

2.

Arus alternator (daya alternator) ____________________________________

3.

Kapasitas baterai _________________________________________________

Menghitung daya dan arus pemakai (pp) alternator 14 volt


Pemakai tetap/faktor 1,0
(Pp1)

Watt

Pemakai tidak tetap


(Pp2)

Daya
watt

Fakt
or

Daya ratarata watt

Pengapian

20

Kipas listrik

80

0,5

40

Pompa bensin listrik

170

Pemanas kaca

120

0,5

60

Radio

12

penghapus kaca

60

0,25

15

Lampu dekat

110

Kipas radiator listrik

35

0,1

3,5

Lampu kota

10

Lampu jauh tambahan

Lampu nomor

10

Lampu kabut

70

0,1

Lampu panel

10

Lampu parkir

42

0,1

4,2

Lampu tanda samping

Lampu tanda belok

42

0,1

4,2

Jumlah daya pemakai tetap

350

0,1

Jumlah daya pemakai tidak tetap

134

Pp = Pp1 + Pp2 _____________ --- Pp = 484 watt _____________________


Arus pemakai (Ip) = Pp
---- Ip = 34,5 AMP ____________________
14v
Menentukan daya alternator 14 Volt (PA)
PA = 14 Volt x arus alternator (TA) __________________________________

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

35

Berdasarkan pengalaman teknik dibuat tabel


Daya pemakai (Pp) 14
volt
Arus alternator (IA)

250

250 ..

350 ..

450 ..

550 ..

675 ..

800 ..

28

350
35

450
45

550
55

675
65

800
75

950
90

Menentukan kapasitas baterai dari segi alternator


Kapasitas baterai

arus alternator x 1 jam

Bila kapasitas baterai tidak sesuai :


a) Terlalu besar : baterai terlalu lama penuh (kosong terus) __________________________
b) Terlalu kecil : baterai cepat penuh diisi arus yang terlalu besar baterai cepat rusak _____
Cara pengukuran
Rangkaikanlah ampermeter dan voltmeter pada sistem pengisian !

Keterangan:
P = Pemakai

Digunakan untuk membebani sistem pengisian supaya arus bisa

T = Tahanan geser

maksimal

Menginterprestasi hasil ukur dengan tabel


Sistem Pengisian & Starter
LP2T WAHANA

36

Contoh alternator 14 v 45 A
Hasil ukur yang baik adalah volmeter menunjuk 14 ____________________________ volt
bersamaan ampermeter menunjuk 4,5 _______________ amper bila langsung diukur pada
alternator
Di dalam teknik dibuat toleransi seperti contoh tabel pengisian alternator :
Jenis alternator

Hasil regulasi tegangan (V)

Besaran arus (A)

6 V 40 A

6,8 7,2

3 8 . 40

12 V 30 A

13,8 ... 14,5

28 .. 30

28 V 55 A

27,7 .. 29

43 .. 55

Pemilihan tegangan alternator tergantung pemakaian sistem tegangan pada mobil


Penentuan besar arus alternator tergantung perhitungan jumlah pemakaian

Mengukur kehilangan tegangan pada sistem pengisian


Sistem Pengisian & Starter
LP2T WAHANA

37

Kehilangan tegangan adalah : Bila ada perbedaan pengukuran antara tegangan pada
alternator dan pada baterai ____________________________________________________
Contoh kehilangan tegangan
Pengukuran pada alternator 14,5 Volt _________________________________________
Pengukuran pada baterai 13,5 Volt ____________________________________________
Kehilangan tegangan 14,3 Volt 13,5 Volt 0,8 Volt ______________________________
Pengukuran kehilangan tegangan adalah pada kabel pengisian positif dan massa yang diukur
dengan voltmeter pada saat arus maksimal
Rangkaikanlah voltmeter untuk mengukur kehilangan tegangan positif dan massa

Kehilangan tegangan harus sekecil mungkin ______________________________________


Kehilangan tegangan tidak boleh dari :
Sistem pengisian :

7 volt

0,2 volt

14 volt

0,4 volt

28 volt

0,8 volt,

Sistem Pengisian & Starter


LP2T WAHANA

38