Anda di halaman 1dari 10

Role play Managemen keperawatan

Tema : Pengambilan keputusan, delegasi dan supervisi Judul : Konflik Interpersonal karena Perbedaan Jenjang Pendidikan, Usia, dan Pengalaman Tanggal : Senin, 29 November 2010 Waktu : 15 Menit Tempat : Ruang F1 I. TAHAP IDENTIFIKASI A. Analisa Kebutuhan Diharapkan rekan-rekan mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan setelah mendapatkan meateri role play ini mengatahui dan paham akan pengambilan keputusan delegasi dan supervisi. B. Karakteristik Peserta 1. Pesrta adalah ibu-ibu kelas 3A S1 Ilmu Keperawatan 2. Peserta mampu mendengar dengan baik 3. Jumlah peserta 38 orang 4. Peserta belum mendapatkan materi tentang delegasi dan supervisi II. TAHAP PENGEMBANGAN A. Tujuan Instruksional Umum Setelah mengikuti kegiatan role play ini selama 1 x 15 menit rekan-rekan mahasiswa S1 ilmu Keperawatan STIKes BHAMADA mampu memahami tentang pengambilan keputusan delegasi dan supervise B. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti kegiatan role play selama 1 x 15 menit rekan-rekan mahasiswa S1 Ilmu Keperawatan STIKes BHAMADA dapat :
1. Menjelaskan pengertian delegasi dan supervisi. 2. Menyebutkan penyebab konflik. 3. Menyebutkan macam-macam wewenang

C. Materi role play 1. Pengertian tentang delegasi,supervisi dan pengambilan keputusan 2. Faktor penyebab konflik 3. Maca-macam wewenang. D. Metode 1. Drama Role play dan diskusi E. Media 1. LCD dan Power point F. Kegiatan Pembelajaran No 1 Waktu 3 Menit Kegiatan Mahasiswa Pembukaan 1. Mengucapkan Salam 2. Memperkenalkan diri 3. Menjelaskan tujuan Role Play 4. Mengenalkan tokoh-tokoh Role Play 2. 7 Menit Penyajian Drama 1. Mempraktekan Pengambilan keputusan, delegasi dan supervisi lewat drama singkat yang didalamnya mengandung unsur-unsur materi. 3. 6 Menit Penutup 1. Mengajukan pertanyan tersebut kepada rekan-rekan mahasiswa. 2. Menyimpulkan hasil penyuluhan 3. Menutup dan mengucapkan salam. 1. Menjawab pertanyaan 2. Memperhatikan 3. Menjawab salam 1. Mendengarkan dan memperhatikan Kegiatan Peserta 1. Menjawab salam 2. Mendengarkan dan memperhatikan

G. Gambaran Jalan cerita drama Al kisah disebuah rumah sakit di kota H yang merupakan salah satu rumah sakit clas B, terjadi sebuah konflik interpersonal antar perawat, terjadi antara perawat Diantoro dan Perawat mualim, mereka bertugas pada satu pasien yang sama yaitu saudari Ayu dengan diagnosa Stroke, konflik perawat diantoro dan perawat mualim ini terjadi karena perbedaan jenjang pendidikan, usia dan pengalaman. Sehingga kedua perawat ini dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien kurang. Ini menimbulkan Rina yakni anak dari pasien Ayu tidak nyaman sehingga melaporkan hal ini kepada Kepala ruangan atas ketidaknyamanan dalam proses keperawatanibunya tersebut. Akhirnya Ida sang kepala ruangan Memanggil kedua perawat yang berselisih, dengan kekuasaanya akhirnya kewenangan kedua perawat tersebut di cabut dan dilimpahkan ke parawat lain, perawat Hendra yang ditunjuk oleh Idauntuk meneruskan tugas merawat pasien Ayu. Dalam drama ini point penting yang utama adalah pengambilan keputusan yang dilakukan oleh Karu Ida, pendelegasian tugas kepada perawat hendra dan sikap supervisor dari Kepala ruangan. H. Prolog Narator : Al-kisah disebuah rumah sakit X, sedang dirawat nyonya Ayu yang mengalami stroke, dia ditemani oleh putrinya Rina, Ny.Ayu sudah 4 hari dirawat. Jam menunjukan pukul 10.00 dan sekarang saatnya Terapi injeksi untuk ny.Ayu. Masuklah perawat Mualim yang membawa obat untuk Ny.Ayu. P. Mualim : Selamat pagi Ny.Ayu bagaimana Kabarnya? Hari ini saya akan melakukan injeksi obat pada ibu, ya bu ,tujuanya untuk membantu dalam proses penyembuhan,bisa saya mulai sekarang? Oy, mba rina bagaimana kabarnya? Rina : baik , pak mualim. Tolong ya pak ibu saya dirawat dengan baik,supaya cepat sembuh Narator : Ketika perawat mualim sedang memberikan asuhan keperawatan kepada Ny. Ayu, masuklah perawat Diantoro. P. Diantoro : selamat pagi Ny. Ayu, mba rina bagaiman kabarnya hari ini? Rina : baik pak diantoro Narator : Perawat Diantoro mengomentari tindakan dari pak mualim. P. Diantoro : Lho pak,maaf kenapa memasang perlak seperti ini, yang saya tahu tidak seperti ini? Bapak salah ini! P. Mualim : Ini memang seperti ini mas Diantoro ini sudah benar! Narator : mereka berdua berdebat lama , sampai-sampai rina menjadi tidak nyaman dan akan melaporkan ke kepala ruangan. Rina : aduh pak kok malah ribut si...kasihan ibu saya oh.... ga bisa istirahat..??, saya laporkan ketidaknyamanan ini ke kepala ruangan

Narator : Akhirnya Kepala ruangan memanggil P. Diantoro dan P. Mualim untuk mengetahui situasi yang sebenarnya Karu Ida : Saa mendapat Komplain dari Klian yang bernama Rina atas ketidaknyamanan , tolong critakan ada apa sebenarnya? Narator : P. Diantoro dan P. Mualim menjelaskan konflik yang terjadi diantara mereka. Narator : Setelah Karu Ida mendapat penjelasan akhirnya menyuruh merekla berdua pergi meninggalkan ruangan dan akan diberikan kabar lagi pada pukul 12.00 Karu Ida : Ya sudah, saya paham. Nanti jam 12.00 kalian menghadap saya, sekarang silahkan melanjutkan tugas kalian. Narator : Setelah Lama berfikir akhirnya Karu Ida mengambil keputusan untuk melimpahkan wewenang merawat Ny Ayu kepada P. Hendra sampai ada Keputusan lebih lanjut dan P. Diantoro serta P. Mualim dipisahkan pada ruangan yang berbeda. Demikian kisah singkat dari kami semoga dapat dijadikan gambaran tentang materi ini. Terima kasih. POSTED BY hendrahinata@gmail.com/bmd/tegal

NARASI KASUS Ibu B melahirkan kembar dengan dukun bayi terlatih didesanya pada jam 10.00 WIB, bayi yang satunya meninggal dunia. Sampai jam 14.00 WIB Ibu B mengalami pendarahan yang tidak henti-hentinya dan membuat ibu B lemah. Kemudian salah satu saudara Ibu Bmemanggil perawat T untuk dimintai bantuan. Perawat T ememriksa ibu B tekanan darah 80/60 mmHg dan tampak pucat serta sclera anemis. Pendarahan masih belum berhenti. Bila saudara sebagai perawat T apa yang akan dilakukan?

IDE & PENULIS NASKAH 1.Hafizh Ilman Asvito 2.Akhlis Hidayatul Akbar 3.Ari Mukti Wibowo

ISI ROLE PLAY Isi dari role play ini dimaksudkan untuk mempraktikkan kasus 4 dan memperagakan dari bagaimana keadaan pasien, langkah yang diambil perawat rumah dalam kasus 4, proses perujukkan ke rumah sakit, perawatan di IGD, kolaborasi dengan dokter, dan proses penyembuhan pasien hingga pasien dinyatakan diizinkan kembali ke rumahnya. Naskah role play sebagai berikut :

pada pagi hari ketika ibu Santy sedang menyapu tiba-tiba merasakan rasa mulas dia beranggapan bahwa dirinya akan melahirkan, lalu beliau memanggil suaminya. Ibu Santy : Aduh.pak cepat kesini perutku sakit. Bapak uji : Ya bu.sebentar (sambil berlari-lari dengan nafas yang tersengalsengal). Ibu Santiy : Cepat pak! Bapak Uji : Ada apa bu? Ibu Santy : Ni pak perut ibu sakit sekai kayaknya ibu dah mau melahirkan. Bapak Uji : Ya dah ibu tunggu dulu ya bapak akan memanggil mbok Daryem (sambil membaringkan di kamar). Ibu Santy : Ach.pak cepat! Bapak Uji : Imah kesini cepat jangan kemana-mana tunggu ibu disini! Bapak Uji menuju kerumah mbok Daryem dengan sangat tergesa-gesa dan nafas tersengal-sengal.setelah sampai di rumah mbok Daryem, bapak Uji mengetok pintu. Bapak Uji : Mbokmbok Daryem..!!! Mbok Daryem : Iya Ada apa ya pak? Bapak Uji : Aaa..nu ituuu. Mbok Daryem : Anu itu apa pak? Bapak Uji : Siti mbok, Siti perutnya sakit..kayanya mau melahirkan. Tolong mbok Mbok Daryem : Ya dah saya mau mengambil perlengkapanya dulu. Bapak Uji : Cepat mbok! Mbok Daryem : Ya sebentar. Bapak Uji dan mbok Daryem menuju ke rumah dangan cepat.Sedangkan ibu di rumah ditemani sang anak. Bapak Uji : Assalamualaikum.ayu mbok cepat ibu sedang di kamar,mbok cepat! Mbok Daryem : Ya.sabar pak. Bapak uji : Bu tenang bu,mbok Daryem sudah datang.Imah tefon om, kakek sama nenek suruh cepat datang ibu mau melahirkan! Imah : Baik pak. Beberapa menit kemudian kakek,nenek dan om tiba di tempat dan langsung menanyakan kabar kepada Imah. Nenek : Gimana Imah, bagaimana ibu kamu? Imah : Itu nek dikamar sudah di tangani mbok Darmy. Setelah beberapa saat pada proses melahirkan akhirnya bu Santy melahirkan bayi kembar namu salah satu bayinya meningal. Mbok Daryem : Selamat bapak, ibu berhasil melahirkan anak kembar.

Semuanya : Alhamdulilah. Mbok Daryem : Namun mohon maaf bapak , anak bapak yang satu tidak bisa saya selamatkan. Bapak Uji : Innalilahi yang benar mbok? Mbok Daryem : Ya pak saya sudah berusaha tapi apa daya itu kuasa tuhan.Jadi tabahkan saja hati bapak, tapi kaadaan ibu sudah bisa dilihat. Setelah itu bapak Uji menuju ka kamar untuk menemani istrinya dan menanyakan kondisi istrinya.Dan pada waktu itu bapak Uji juga spontan, panik setelah melihat istrinya yang mengalami pendarahan. Bapak Uji : Ibuibubagaimana keadaan ibu? Ibu Santy : Sakit banget pak & lemas banget. Bapak Uji : Ibu yang sabar ya? Ibu Santy : Sabar!sabar!Duh Ohya pak bagaimana anak kita? Bapak Uji : Anak kita kembar bu, akan tetapi Ibu Santy : Tapi kenapa pak? Anak kita kenapa? Bapak Uji : Ibu yang sabar ya? Anak kita yang satu tidak terselamatkan. Ibu Santy : Apa pak? Setelah mengetahui keadaan anaknya yang sudah meninggal, ibu Santy langsung drop ( lemas & pucat ).Dan pada saat itu juga ibu Santy mengalami pendarahan dan pak Uji langsung kebingungan setelah mengetahui istrinya mengalami pendarahan. Lets check it out Bapak Uji : De, bagaimana ini? Om Hafizh : Ada apa ya mas? Bapak Uji : Mbak Santy, pendarahan! Mbak Tri ada di rumah nggak ya? Tolong panggilkan suruh ke rumah, periksa mbak Santy. Om Hafizh : Baik mas !!! Beberapa menit kemudian.mbak Tri tiba di rumah untuk memeriksa keadaan mbak Santy. Perawat Tri : Assalamualaikumada apa pak? Bapak Uji : ( Hanya terduduk lemas tak berdaya ). Kakek Ari : Begini loh mbak, santy tiba-tiba melemas dan pendarahan setelah melahirkan. Perawat Tri : Boleh saya lihat mbak Santy dulu? Kakek Ari : Silahkan mbak. Perawat Tri : ( lalu Tri melakukan pemeriksaan ). Assalamualaikummaaf mbak saya akan memeriksa keadaan mbak sebentar Kakek Ari : Bagaimana mbak keadaan Santyanak saya? Perawat Tri : Maaf pak saya tidak bisa menanganinya.Mbak Santy harus dirujuk ke RS untuk mendapatkan perawatan intensive. Soalnya kondisi tubuh mbak santy tidak memungkinkan untuk dirawat di rumah. Mbak santy juga terlalu banyak kehilangan darah akibat pendarahan, dan juga kehilangan banyak cairan

sehingga harus segera dibawa ke rumah sakit.bagaimana pak? Kakek Ari : Eee.. Perawat Tri : Begini pak berhubung mbak Santy kondisinya melemah & mengalami pendarahan, mbak Santy harus segera mendapatkan penanganan intensif.Dan harus dirujuk ke RS. Kakek Ari : Baiklah kalau memang itu yang terbaik. Setelah itu bu Santy pun dibawa ke RS, atas rujukan dari mbak Tri. Sesampainya di RS bu Santy langsung masuk ke ruang UGD.Disamping itu keluarga bu Santy melakukan registrasi. Kakek Ari : Bagaimana pak keadaan anak saya? Perawat Eko : Begini pak bapak tenang saja, percayakan pada kami.Bahwa anak bapak akan segera mendapatkan penaganan intesif dari kami. Perawat Wahyu: Disamping itu kita juga harus berdoa demi keselamatan & kelancaran penanganannya. Disamping itu perawat Yupi di ruang UGD menangani pasien. Perawat Yupi : Assalamualaikumnama saya perawat Yupi.Kondisi ibu terlihat sangat lemas,jadi saya mohon izin untuk memasang infus pada tangan ibu untuk memenuhi cairan yang hilang. Bagaimana ibubersedia? Ibu Santy : ( hanya mengangguk ). Perawat Yupi : Bila merasa sakit harap ditahan sebentar ya bu? Ibu bisa menarik nafas agar rasa sakitnya berkurang, ibu sudah siap? Ibu Santy : ( mengangguk ). Perawat Yupi : Baiklah Setelah bu Santy mendapatkan penaganan intesif, perawat Yupi melaporkan keadaan bu Santy kepada dokter Taufik. Perawat Yupi : Ini dok keadaan bu Santy saat iniini datanya. Dokter Taufik : Oiya trima kasih, tolong panggilkan salah satu keluarga dari mereka! Perawat Yupi : Baik dok. Setelah beberapa saat perawat Yupi menemui salah satu dari keluarga pasien agar segera menemui dokter Perawat Yupi : Maaf pak, saya ditigaskan oleh dokter supaya bapak menemui beliau sekarang, mari saya antar pak. Bapak Uji : Baik mbak. Di ruangan dokter Taufik Bapak Uji : Assalamu alaikum dok Dokter Taufik : Wa alaikumsalam silakan masuk pak, silakan duduk Bapak UJi : Terima kasih dok Dokter Taufik : Begini pak setelah melihat kondisi ibu Santi. Ibu Santy ternyata mengalami Eklamsi

Bapak Uji : Proklamasi????apa itu dok? Dokter Taufik : Eklamsi pak, Jadi bu Santi ini mengalami pecahnya pembuluh darah setelah melahirkan biasanya disebabkan oleh darah tinggi. Benar ibu Santy mengidap darah tinggi? Bapak Uji : Benar dok.. Dokter Taufik : Jadi saya sarankan ibu santi ini untuk menjalani rawat inap, agar mendapatkan perawatan medis lebih lanjut hingga kondisinya membaik, bagaimana pak? Bapak Uji : Silakan dok asal istri saya sembuh, Dokter Taufik : Kami akan lakukan yang terbaik untuk istri bapak Bapak Uji : Terima kasih Dok Selang satu hari pasien dipindahkan ke ruangan rawat inap karena kondisi sudah membaik dan kesadarannya pun membaik. Di ruangan rawat inap ini Pasien ditangani oleh perawat Wiji Perawat Wiji : Assalamu alaikum Ibu Santi : Waalaikum Salam Perawat Wiji : Pagi Ibu perkenalkan nama saya perawat Wiji Hastuti, saya biasa dipanggil Wiji. Saya bertugas di bangsal ini pada pukul 08.00 sampai pukul 14.00. Benar dengan ibu Santy? Ibu Santy : Benar mbak.. Perawat Wiji : Alhamdulillah berarti saya tidak salah kamar, Ibu lebih suka dipangggil apa?ibu atau mbak? Ibu Santy : Ibu aja, Perawat Wiji : Kalau dari data yang saya punya kemarin ibu mengalami pendarahan, benar begitu ibu? Ibu Santy : Iya mbak, nih sudah diinfus segala Perawat Wiji : Kalau begitu bagaimana kedaannya sekarang?masih lemas? Ibu Santy : Alhamdulillah sekarang sudah baikan, Iya mbak masih lemas Perawat Wiji : Sudah bisa beraktivitas sendiri? Ibu Santy : Belum mbak masih butuh bantuan Perawat Wiji : Mmm, maksud saya kesini ingin memberitahukan nanti saya mau periksa keadaan ibu suhu tubuh ibu, tekanan darah ibu juga mau mengganti infus ibu juga. Nanti 5 menit lagi saya kembali, ibu jangan kemana mana. Silakan persiapkan diri dan cari posisi yang nyaman. Silakan bisa berbaring atau duduk yang sekiranya menurut ibu nyaman. Saya tinggal dulu ya bu 5 menit lagi saya kembali Ibu Santy : Baik Mbak

5 Menit Kemudian Perawat Wiji : Assalamualaikum, Ibu Santy : waalaikumsalam Perawat Wiji : Sebelumnya saya akan menjelaskan prosedurnya yang pertama

nanti saya akan memeriksa kondisi tubuh, suhu tubuh dan tekanan darah ibu. Nanti saya letakkan termometer dikempit di ketiak kiri ibu dan saya akan memasang alat tensi di lengan kiri ibu. Bagaimana Ibu sudah mengerti? Ibu Santy : Mengerti mbak. Perawat Wiji : Baik saya akan pasang termometer atau ibu mau memasangnya sendiri? Ibu Santy : Biar saya sendiri mbak, mbak pasang alat tensi saja.. Perawat Wiji : Wah hebat! Ternyata ibu cepat mengerti.. Ibu Santy : Hahaha Terima Kasih (setelah memeriksa TTV) Perawat Wiji : Sekarang saya akan mengganti infus ibu, jadi cairan infus ini untuk mengganti cairan tubuh dan menyeimbangkan asupan gizi. Ketika saya menyabut jarum atau memasang jarum infus ibu merasa sakit. Ibu bisa menarik dan menahan nafas sesaat agar rasa sakit tidak terlalu terasa. Bagaimana ibu sudah siap? Ibu Santy : Siap mbak.. Perawat Wiji : Baiklah, mohon mav ya bu kalu nanti sedikit sakit (Perawat Wiji Mengganti dan Memasang Infus, Setelah itu...) Perawat Wiji : Sudah selesai bu, bagaimana terasa sakit? Ibu Santy : Sedikit.. Perawat Wiji : salut saya bu!Ternyata ibu orang yang kuat Ibu Santy : Biasa saja mbak, heheh Perawat Wiji : Alhamdulillah keadaan suhu tubuh dan tekanan darahnya normal. Bagaimana ibu setelah diganti Infusnya? Ibu Santy : Alhamdulillah sedikit tidak lemas lagi.. Perawat Wiji : Alhamdulillah kalo begitu, pesan saya tolong kalo ibu mau ke kamar mandi atau jalan jalan sebentar, posisi cairan infus harus tetap berada di atas kepala. saya harus kembali ke ruang perawat nanti pukul 13.00 saya kembali lagi untuk memberikan obat. Ibu jangan kemana mana ya pukul 13.00. saya doakan ibu cepat sembuh, kalau ada apa apa atau butuh bantuan ibu bisa panggil saya atau perawat lainnya tinggal tekan tombol warna hijau di sebelah kiri ibu Ibu Santy : Baiklah mbak saya mengerti Perawat Wiji : Assallamu alaikum Ibu Santy : Waalaikum salam Setelah beberapa hari ibu Santy sembuh total dan akhirnya bisa kembali ke rumahnya. Perawat Wahyu : Assalamu alaikum Ibu Santy : Walaikum salam Perawat Wahyu : Bagaimana keadan ibu Santy hari ini? Ibu Santy : Alhamdulillah Baik, baik sekali mas..! Perawat Wahyu : Wah...wah ibu Kelihatannya ceria sekali.. Ibu Santy : Hahaha...terima kasih mas Perawat Wahyu : Sudah bisa beraktivitas sendiri? Ibu Santy : Alhamdulillah, sudah mas

Perawat Wahyu : Saya kesini ingin memberitahukan bahwa ibu sudah boleh pulang hari ini, pastinya siang ini. Karena keadaan ibu sudah normal kembali dan saya ucapkan selamat atas kelahiran bayinya turut berduka juga atas meninggal dunia salah satu dari si kembar yang ibu lahirkan, ibu yang tabah ya Ibu Santy : Loh kok mas tahu? Perawat Wahyu : Saya tahulah kan suami ibu cerita ke saya saat saya minta data- data tentang ibu, ya toh pak? Bapak Uji : hahah iya mas Ibu Santy : Terima kasih mas... Perawat Wahyu : Kalo begitu saya akan kembali ke ruang perawat, ibu sudah boleh berkemas barang-barang ibu Ibu Santy : Ayo pak bantuin!! Perawat Wahyu : Saya ucapkan terima kasih telah menggunakan jasa pelayanan kesehatan rumah sakit ini saya harap ibu merasa puas, pesan saya di rumah jangan beraktivitas berat dulu, selalu makan makanan yang be rgizi agar ASI yang ibu berikan pada anak ibu pun optimal dicernanya juga untuk tenaga ibu. Tolong ya pak, ibunya diawasi agar tidak melemah lagi tenaganya karen baru pulih Bapak Uji : Baik mas Ibu Santy : Sama sama mas, saya merasa puas kok pelayanannnya optimal. iya mas pasti saya lakukan! Perawat Wahyu : Terima kasih, Baik saya tinggal ke ruang perawat dulu permisi pak, bu Assallamu alaikum Bapak Uji & Ibu Santy : Walaikum salam

KESIMPULAN

Kesimpulan yang bisa didapat dari hasil pembahasan kasus dan role play yaitu bahwasanya perawat berkewajiban untuk memberikan pertolongan pertama terhadap pasien dan kemudian merujuk keluarga pasien agar pasien dapat dibawa ke rumah sakit jika perawat tidak dapat menangani pasien sendirian. Disinilah peran perawat bagaimana dirinya dapat meyakinkan keluarga pasien agara keluarga mau merujuk pasien ke Rumah sakit dan bagaimana cara perawat berkomunikasi memenuhi hak pasien yaitu memberi informasi tentang keadaan pasien dan langkah atau penanganan yang harus pasien dapatkan. Karena mendapatkan informasi tentang pelayanan kesehatan yang sedetaildetailnya adalah hak pasien.