MODUL III – BAJA RINGAN “MELAKSANAKAN PEKERJAAN PEMASANGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN TAHAN GEMPA“

A. STANDAR KOMPETENSI Melaksanakan pekerjaan konstruksi baja ringan tahan gempa. B. KOMPETENSI DASAR Melaksanakan pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan tahan gempa. C. MATERI PEMBELAJARAN 1. Pemasangan kuda-kuda. 2. Inspeksi hasil pekerjaan. D. STRUKTUR PEMBELAJARAN ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------E. INDIKATOR 1. 2. 3. 4. Mengidentifikasi kebutuhan alat dan bahan untuk pemasangan kuda-kuda. Menjelaskan konsep keselamatan kerja di ketinggian. Melaksanakan pemasangan kuda-kuda. Melaksanakan pemasangan komponen-komponen rangka atap baja ringan bentuk pelana. 5. Melaksanakan inspeksi hasil pekerjaan.

F. PENILAIAN 1. 2. 3. 4. Tahapan kerja/proses pekerjaan. Hasil pekerjaan. Pengisian daftar inspeksi dan perawatan pekerjaan. Waktu pekerjaan.

G. ALOKASI WAKTU 2 TM, 8 (16) PS H. SUMBER PEMBELAJARAN 1. Anonim, (2006), Brochures of Light Weight Steel Products, Bluescope Lysaght. 2. Frick, Heinz dan Tri Hesti Mulyani, (2006) Pedoman Bangunan Tahan Gempa, Yogyakarta: Kanisius.

MODUL III - BAJA RINGAN

1 / 13

I. LATAR BELAKANG INFORMASI 1. Pemasangan konstruksi rangka atap baja ringan Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pendukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat. Yogyakarta: Kanisius. b. karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk. jika ringbalk tidak rata. Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara. e. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung. Frick. agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya. juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plate yang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata. d. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang). Langsung ringbalk MODUL III . Persyaratan teknis rangka atap baja ringan di antaranya adalah: a. Penggunaan wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu. yaitu: a.3. Dipasang langsung di atas ringbalk. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk. Tumpuan dengan Wall-plate Gambar 2. c. Ilmu Konstruksi Struktur Bangunan 1. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil. Heinz dan Pujo L Setiawan. (2001). Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari.BAJA RINGAN 2 / 13 . Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan. b. dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate. f. Gambar 1.

diikat dengan grip segitiga Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut: a. antara lain: bor dan hexagonal socket. 3) Menyiapkan semua perlengkapan untuk pemasangan kuda-kuda. mesin pemotong. 2) Menyiapkan semua peralatan perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja. Gambar 3.100 . gergaji besi. Kontrol siku dan leveling ring balok MODUL III . alat penyiku. Langkah 2: Leveling dan marking 1) Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku. palu. dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu. dan tidak diperkenankan menggunakan gambar draft sebagai panduan. Contoh sistem tumpuan Wall-Plate Kuda-kuda ditumpukan pada boxed C75. dan memperhatikan petunjuk tentang persyaratan melakukan pekerjaan di atas ketinggian (lihat bagian keselamatan kerja).Gambar 3. selang air (waterpass). dan sebagainya. b. Langkah 1: Persiapan kerja 1) Menyiapkan gambar rencana atap dan perletakkan kuda-kuda. meteran.BAJA RINGAN 3 / 13 .

MODUL III .kuda c. sesuai dengan gambar rencana atap.BAJA RINGAN 4 / 13 . 3) Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda (truss). Pengangkat kuda-kuda secara manual 2) Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya di atas ring balok atau wall-plate. Gambar 5. Langkah 3: Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda 1) Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati. Pemberian tanda posisi perletakan kuda-kuda dan pengukuran jarak antar kuda.2) Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya. 4) Mengukur jarak antar kuda-kuda. berdasarkan gambar kerja. agar tidak mengakibatkan kerusakan pada rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit. Gambar 4.

Bagian di sebelah kiri pekerja disebut sisi kiri. Gambar 7. Sisi kanan dan kiri kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda. Kontrol posisi kuda-kuda tegak lurus terhadap ring balok 5) Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket). sedangkan yang berada di sebelah kanannya adalah sisi kanan. dengan menggunakan 4 buah screw 12 – 14 x 20 HEX. 4) Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ring balok menggunakan benang dan lot (unting-unting) . MODUL III .Gambar 6.BAJA RINGAN 5 / 13 . Pemasangan kuda-kuda di atas ring balok 3) Memastikan posisi kiri dan kanan (L-R) kuda-kuda tidak terbalik. dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja.

9) Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex). MODUL III . jika bekerja beban angin.Gambar 8.2 meter). 8) Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1. 7) Mengulangi langkah ke-1 sampai ke-6 untuk mendirikan semua kudakuda. dan menambahkan balok penopang sementara.BAJA RINGAN 6 / 13 . Kontrol ketinggian kuda-kuda (Apex) 10) Memasang balok nok. agar posisi kuda-kuda tidak berubah. 11) Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan. jurai dan rafter. lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas truss. dan memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar). Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng. 12) Bila menggunakan aluminium foil. sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja. Gambar 11. Pengecangan kuda-kuda di atas ring balok 6) Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt.

MODUL III . outrigger dapat dipasang sebagai overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-kuda terluar. Setiap pertemuan reng dengan kudakuda diikat memakai screw ukuran 10-16x16 sebanyak 2 (dua) buah. outrigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua buah kuda-kuda yang terdekat. Gambar 12. Pemasangan screw pada reng (Roof Battens) 14) Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang menumpu ringbalk). Pemasangan screw pada reng (Roof Battens) 13) Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang digunakan.BAJA RINGAN 7 / 13 .Gambar 13. Pada atap jenis pelana. dan jarak antar outrigger 120 cm.

Setiap sambungan harus overlap 40 cm. Komponen ini dipasang pada permukaan bagian atas bottom chord kuda-kuda dan di-screw. Contoh hasil pemasangan outrigger dengan sistem overhang Catatan: Beban diterima oleh reng tunggal. MODUL III . Untuk pertemuan ceilling battens dengan ring balok di beri bantalan bracket yang diikat memakai 2 (dua) buah dynabolt. sambungan memanjang ceilling battens sebaiknya tepat diatas bottom chord. dan pada bagian tepi/ujung ditumpu oleh C. dan setiap pertemuan dengan bottom chord harus di-screw. Fungsi ceilling battens adalah untuk memperkuat ikatan antar kuda-kuda.BAJA RINGAN 8 / 13 .75x0. Jika diperlukan. Ceiling battens selanjutnya dapat difungsikan untuk menahan plafond dan penggantungnya. Pemasangan outrigger overhang pada kuda-kuda pelana terakhir Gambar 15.75 15) Memasang ceilling battens dengan jarak antar masing-masing ceilling battens adalah 120 cm.Gambar 14.

Pemasangan penutup atap 1) Memeriksa ulang pemasangan kuda-kuda sesuai dengan nomor. MODUL III . dan memastikan support overhang terpasang dengan benar . kedataran nok maupun sisi atap.BAJA RINGAN 9 / 13 . maka lapisan ini dipasang terlebih dahulu di atas jurai dan rafter. kemudian dilanjutkan dengan pemasangan reng (roof battens) dengan screw 10 – 16 x 16 HEX.Gambar 16. 4) Memasang satu jalur penutup terlebih dahulu dari bawah ke atas. Pemasangan penutup atap harus lurus dan rapi agar polanya menjadi rapi dan tidak berbelok – belok. Sambungan ceilling battens atau top span overlap sepanjang 40 cm dengan perkuatan 4 buah screw d. Pemasangan ceiling battens Gambar 17. 2) Bila menggunakan Aluminium Foil. 3) Menentukan jarak reng sesuai dengan jenis penutup atap yang digunakan.

Reng dan aluminium foil di screw ke truss disesuaikan dengan spesifikasi jenis genteng dan aluminium foil yang dipakai.BAJA RINGAN 10 / 13 . Selain itu. Inspeksi akhir Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan-serpihan akibat proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan. Jika terjadi korosi pada suatu logam yang menempel pada baja ringan. Oleh karena itu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur baja ringan. atau karena goresan benda tajam. pemasangan sekrup yang tidak standar. (a) Gambar penumpukan genteng yang tidak dianjurkan karena akan menimbulkan beban titik yang akan merusak truss (b) Gambar 18. seperti: pengikatan dengan kawat bendrat. juga perlu dilakukan pemeriksaan secara cermat berkaitan dengan item-item berikut: MODUL III . Pemasangan penutup atap 2. maka resiko penjalaran korosi sangat besar.

Jenis screw yang digunakan 5. Rafter menyentuh topchord dan dibracket/screw 2. Bentuk truss 2. Penempatan screw 4. Jarak ceiling battens Kebersihan rangka atap dari sisa kotoran dan serpihan logam lainnya Tabel 1.BAJA RINGAN 11 / 13 . Bentuk sambungan (jika ada) 7. Jarak truss 2. Jumlah screw 3. Jumlah rafter dan penempatannya sesuai dengan gambar rencana Battens 1. Inspeksi struktur rangka atap baja ringan bentuk pelana MODUL III . Penggunaan balok anak sebagai tumpuan sesuai dengan gambar rencana Kondisi perakitan kuda-kuda (Truss) sesuai gambar kerja 1. Outrigger Pemasangan usuk/kasau (Rafter) 1. Pemasangan aksesori sambungan 6.ITEM PEMERIKSAAN SPESIFIKASI (Gambar KESESUAIAN Kerja) YA TIDAK Kondisi tumpuan (Ring Balok) KETERANGAN 1. Ketinggian Apex Kondisi pemasangan kuda-kuda 1. Kedataran seluruh tumpuan 3. dynabolt) 3. Perkuatan tumpuan (L-bracket. Jarak roof battens 2. Ketinggian 2.

Solid barrier c. harus diperhatikan prinsip kerja sebagai berikut: a. Jika pekerjaan masih memungkinkan untuk dikerjakan di atas tanah/lantai. maka sebaiknya dilaksanakan di atas tanah/lantai. mengingat posisi kuda-kuda yang berada pada ketinggian lebih dari 2 meter. dengan dipasang penghalang yang cukup kuat atau semi permanen. Untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal saat bekerja di ketinggian. maka bisa dilakukan di ketinggian. Jika tidak memungkinkan dipasang pengaman seperti pada poin di atas. Jika tidak memungkinkan dikerjakan di atas tanah/lantai. b.BAJA RINGAN 12 / 13 . Gambar 19. dan mampu menahan beban jika pekerja terjatuh. Elevated Work Platforms (EWP) dan Scaffolding MODUL III . maka harus digunakan perancah atau scaffolding (a) (b) Gambar 20. Keselamatan kerja di ketinggian Pemasangan kuda-kuda tergolong dalam jenis pekerjaan di ketinggian.3.

Jika akan digunakan tangga. Memakai sarung tangan dan sarung lengan yang terbuat dari bahan anti gores.BAJA RINGAN 13 / 13 . Memakai topi atau helm pengaman (safety helmet). serta jangan memaksakan meraih alat ataupun bahan yang sulit dijangkau.d. Jika semua alternatif di atas tidak dapat dilaksanakan juga. Jika tidak dapat digunakan perancah atau scaffolding. MODUL III . maka harus dikenakan alat pengaman kerja yang mampu mengamankan pekerja dari resiko jatuh dari ketinggian. c. Memakai sepatu kerja. adalah: a. Membersihkan tempat kerja dari kotoran atau benda lain yang dapat mengganggu proses pekerjaan. e. Memakai pakaian kerja dengan benar dan sesuai standar. Gambar 21. tangga cukup kuat dan terpasang dalam posisi yang stabil. maka harus dilaporkan pada pengawas pekerjaan bahwa pekerjaan tidak aman untuk dilaksanakan. d. Hal-hal lainnya yang juga harus diperhatikan antara lain. Alat pengaman (Safety Harness) e. f. b. perlu dipastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful