Anda di halaman 1dari 59

Kuliah : DASAR ELEKTRONIKA (3 sks)

Teknik Elektro Unand


Padang, 2009

BAB 7
OP-AMP

Ir. DARWISON. MT

I. Operational Amplifier (Op-Amp)
Op-Amp adalah penguat tegangan yang
penguatannya sangat tinggi yang
dikombinasikan dengan resistor, kapasitor,
dan bahkan transistor untuk membentuk
berbagai jenis alat elektronik.
Op-Amp mengkombinasikan bagian
diferensial penguat input, bagian penguat
tinggi emitor umum amplifier, dan bagian
push-pull output pada chip tunggal

I. Operational Amplifier (Op-Amp)
Rangkaian diagram Op-Amp adalah segitiga
dengan dua input dan, biasanya satu output
Sebagian besar Op-Amp disuplai oleh tegangan
positif dan negative kira-kira 9V sampai 15V
Walaupun terminal input ditandai dengan + dan -
ini tidak berarti tegangan positif harus diletakkan
di terminal + dan tegangan negative harus
diletakkan di terminal -
Operational Amplifier (Op-Amp)
Op-Amp menguatkan selisih tegangan
yang melewati dua terminal inputnya,
yaitu:
Vo = A(v+ - v-)
Op-Amp banyak digunakan dalam
konfigurasi umpan balik. Oleh karena itu,
akan dibahas pertama kali konsep umpan
balik
Umpan Balik Negatif
Dasar amplifier umpan balik negative
ditunjukkan secara skematis pada figure 23-5
Lingkaran dengan huruf capital sigma () di
dalam adalah simpangan penjumlahan. Pada
umpan balik negative output dari simpangan
penjumlahan adalah selisih antara kedua
inputnya
Pada jaringan ini tegangan output secara
langsung dihubungkan ke simpangan
penjumlahan yang disebut unity feedback
Umpan Balik Negatif
BAHASAN LINGKARAN LOOP
System umpan balik juga dikenal sebagai
closed loop systems
Output penjumlah dikenal sebagai sinyal error.
Diberikan oleh:
v
X
= v
I
- v
O

Kotak yang ditandai A adalah forward gain,
juga dikenal sebagai open-loop gain.
Tegangan output diberikan oleh:
v
O
= Av
X


Umpan Balik Negatif
Sebagai contoh digunakan
A = 10
Pertama diasumsikan bahwa output adalah 0V. Misalnya
diberi input
v
i
= 1V
v
o
= 0V, jadi
v
x
= v
i
- v
o
= 1 0 = 1 V
Oleh karena itu, output yang diusahakan tercapai:
v
o
= Av
x
= 10 1 = 10V
Kata kuncinya adalah diusahakan. Output tidak
pernah mencapai angka sebenarnya, yaitu 10V. Pada
kenyataannya, tegangan tidak pernah dapat berubah
secara instant.
Umpan Balik Negatif
Sebuah amplifier menggunakan umpan
balik negative jika hasil putaran loop
menghasilkan berikut ini:
1. peningkatan tegangan input
meningkatkan sinyal error
2. peningkatan sinyal error meningkatkan
tegangan output
3. peningkatan tegangan output
menurunkan sinyal error.
Umpan Balik Negatif
Cara yang lebih mudah untuk menemukan
nilai tegangan yang benar adalah
meletakkan kedua persamaan, yaitu
tegangan error (v
x
) dan tegangan output
(v
o
) bersama, sehingga diperoleh:
vo =
Total penguatan system, yang disebut
closed-loop gain (ACL) ditunjukkan oleh:
ACL =


i
v
A
A
+ 1
A
A
v
v
i
o
+
=
1
Umpan Balik Negatif
Sebagai contoh, A = 10 dan vi = 1V.
Persamaan loop tertutup diberikan pada
contoh
vo = =
dan
ACL = =
Ciri umum system umpan balik negative:
Penguatan system loop tertutup selalu
daripada penguatan maju
i
v
10 1
10
+
V 909 , 0 1
11
10
=
A
A
+ 1
909 , 0
10 1
10
=
+
Umpan Balik Negatif
AMPLIFIER UMPAN BALIK NEGATIF UMUM
Gambar 23-6 menunjukkan system umpan
balik negative yang lebih umum. Output
dilipatgandakan oleh penguatan B, yang
disebut feedback fraction, sebelum
dihubungkan dengan simpangan
penjumlahan.
Umpan Balik Negatif
Sebagian besar, penguatan umpan balik
dihasilkan oleh rangkaian resistor dan
kapasitor
Karena rangkaian pasif selalu mempunyai
penguatan yang lebih kecil dari 1,
feedback fraction biasanya lebih kecil
daripada 1
Umpan Balik Negatif
Jika penguatan ini diberikan pada contah tadi,
maka hanya sebagian dari tegangan output
yang diumpan balik. Oleh karena itu, tegangan
error tidak dapat dikurangi secepat mungkin,
berarti tegangan output harus mencapai level
yang lebih tinggi untul membawa system menuju
keseimbangan, sehingga diperoleh persamaan:

Dan

i o
v
AB
A
v
+
=
1

AB
A
A
CL
+
=
1
Umpan Balik Negatif
FORWARD GAIN TINGGI
Dalam rangkaian Op-Amp, forward gain (A) dihasilkan
oleh Op-Amp. Ini mengarahkan pada dua hasil penting:
1. Jika A sangat besar, kemudian AB > 1, maka:

Jadi

Dan penguatan loop tertutup adalah:


Jika forward gain (A) besar, tegangan output
tergantung hanya pada B. B diatur oleh resistor dan
kapasitor eksternal yang dihubungkan ke Op-Amp.
AB AB~ + 1
i o
v
B
v
1
~
B
A
CL
1
~
Umpan Balik Negatif
2. Sekarang lihat hubungan antara dan
:

Tegangan output maksimum yang
dapat diperoleh dari Op- Amp dikenal
sebagai saturation voltage.
x
v
o
v
x o
Av v =
Umpan Balik Negatif
Diumpamakan penguatan Op-Amp 1 10
5
dan
tegangan saturasi 14V. Tegangan output:

Pada rangkaian linear, umpan balik bertindak
menjaga v
x
kecil sehingga v
o
selalu lebih kecil
daripada tegangan saturasi
Dipakai ekspresi sederhana untuk menemukan :


Kesimpulannya, dalam rangkaian Op-Amp,
umpan balik digunakan untuk membuat:
V
x
= 0V

x o
v v
5
10 1 =
V
A
v
v
o
x
00014 , 0
10 1
14
5
=

= =
Contoh Soal :
Sebuah elektroda digunakan untuk merekam
aktivitas neural yang memiliki sebuah
resistansi internal 1M.Gambar 23-8A
menunjukkan elektroda dihubungkan langsung
ke sebuah sumber tegangan amplifier yang
memiliki input resistansi 100K. Tentukan
input tegangan amplifier.

Sebuah penyangga Op-Amp diletakkan antara
elektroda dan tegangan amplifier (Gambar 23-
8B). Apa input tegangan amplifier?

Penyelesaian :


Rangkaian pada gambar 23-8A membentuk
sebuah pembagi tegangan(voltage divider), so :




Sebuah ketidaksepadanan di dalam sinyal
hambatan sumber dan input hambatan amplifier
mengakibatkan hanya 9 % sinyal yang mencapai
amplifier.


electrode electrode
V V
M K
K
Va 0909 , 0
1 100
100
=
+
=

Kita tahu bahwa output dari Op-amp
tidak dipengaruhi oleh beban dan diberi
oleh :


Karena tidak ada arus dalam Op=Amp,
maka tidak ada arus di sumber resistor(R
elektroda), maka :

+
= V V
a
0 =
mber resistorsu
V

Itu artinya imput tegangan Op-Amp sama
dengan tegangan sumber :



Dan tegangan amplifier sekarang adalah :

elektroda
V V =
+
elektroda a
V V V = =
+
The Non Inverting Amplifier (Non Pembalik
Amplifier)
Berdasarkan rangkaian Op-Amp yang
ditunjukkan pada gambar 23-9A. Input
tegangan diberlakukan pada terminal
positif Op-Amp. Output tegangan diumpan
balikkan ke terminal negative melalui RF
dan R1.Kita dapat mencari besar nilai Vo



Dari rangkaian kiota dapat melihat bahwa :


Nilai V- di dapat dari pembagian tegangan
antara R1 dan Rf dengan menyuplai
tegangan Vo :



i
V V V = =
+
0
2 1
1
V
R R
R
V
+
=


Karena V- = Vi, maka :



Dan di dapat Vo :


Vo
R R
R
Vi
F
+
=
1
1
Vi
R
R
Vo
F
|
|
.
|

\
|
+ =
1
1

Keuntungan (gain) loop dapat dihitung
dengan :

1
0
1
R
R
V
V
A
F
i
CL
+ = =
Contoh soal :
Untuk rangkaian Op-Amp pada gambar 23-10,
tentukan gain system tersebut jika:
a. R1 = RF = 1 K b. R1 = 1 K dan RF =10 K


Penyelesaian :
a. Untuk R1 = RF = 1 K



b. Untuk R1 = 1 K dan RF =10 K

2
1
1
1 1
1
= + = + =
K
K
R
R
A
F
CL
11
1
10
1 1
1
= + = + =
K
K
R
R
A
F
CL
23-5 Pembalik Amplifier-Berbicara Seputar Loop
Terminal positif digroundkan dan input
dibawa melalui terminal negatif. Kita
mengumpan balikkan output ke input
dengan menggunakan kombinasi R1 dan
RF.


Pada rangkaian pada gambar di atas
terminal positif di groundkan, itu artinya :
V+ = 0V
Dan :


Jadi :
+
= = V V V Vx

= = AV AV V
x o

Jika kita meletakkan sebuah tegangan
positif pada input, maka V- juga akan
bernilai positif. Persamaan di atas
menceritakan kepada kita bahwa ketika V-
bernilai positif, Vo memiliki nilai negative
yang cukup besar. Karena RF
mengkoneksi Vo kembali ke terminal
negative. V- juga akan negative.

Jadi, kita harus mengikuti proses yang
terjadi :
Vi akan positif seiring dengan V-
menjadi positif
V- akan positif seiring dengan Vo
menjadi negative
Vo akan negative seiring dengan V-
menjadi negative

Sebuah sistem umpan balik negatif menstabilkan
tegangan eror (Vx) pada nilai yang kecil. Dalam
kasus Op-Amp, nilai gain yang tinggi menstabilkan
Vx kira-kira 0V, karena di rangkaian :
Vx = V-

Maka di dapat :
Vx = 0V dan V- = 0V


Pemecahan untuk V- :




Karena V- = 0V, maka :

0
1
1
1
V
R R
R
Vi
R R
R
V
F F
F
+
+
+
=

0
1
1
1
0 V
R R
R
Vi
R R
R
F F
F
+
+
+
=


Sehingga di dapat :



Maka gain loop tertutup adalah :




Vi
R
R
Vo
F
1
=
1
R
R
A
F
CL
=
Contoh 23-5 :
Tentukan gain loop tertutupunutk rangkaian Op-
Amp di bawah ini :
a. R1 = 1 K dan RF = 20 K
b. R1 = 2 K dan RF = 1 K
Penyelesaian :
a. Untuk R1 = 1 K dan RF = 20 K:



b. Untuk R1 = 2 K dan RF = 1 K

20
1
20
1
=

= =
R
R
A
F
CL
5 , 0
2
1
1
=

= =
R
R
A
F
CL
Op-Amp Ideal
Kita bisa mencari output rangkaian Op-Amp
dengan menggunakan analisis simpul untuk Op-
Amp Ideal. Op-Amp yang nyata memiliki sebuah
gain yang sangat tinggi, input resistansi yamng
sangat tinggi dan output resistansi yang sangat
rendah. Sehingga:

Real Op-Amp Ideal Op-Amp
Ri = 2 M Ri (open circuit)


5
10 1x A =
= A
O =100
0
R O = 0
0
R

Karena output resistansi sangat kecil ,
pada kasus ideal ini kita mengeset
outputnya menjadi nol. Sehingga :



dengan ro adalah 0 maka :
x
L o
L
L
Av
R r
R
V
+
=
x x
L
L
L
Av Av
R
R
V = =

Gambar :

The Non Inverting Amplifier

Dari gambar di atas dapat ditulis persamaan
simpul :


Untuk Op-Amp ideal i- = 0A, maka :



Selain itu untuk rangkaian ideal Op-Amp :

= + i i i
F 1
0
1
= + i i
F
i
V V V = =
+

Untuk arus adalah :



Dan :

1 1
1
R
V
R
V
i
i
= =

0
0 0
=

=

F
i
F
F
R
V V
R
V V
i

Didapatkan :



Dan :
i
F i
F i
i
F F
V
R R
R R
V
R R R
V +
=
|
|
.
|

\
|
+ =
1 1
1
0
i
F
i
i
F i
V
R
R
V
R
R R
V
|
|
.
|

\
|
+ =
+
=
1
0
1

Rumus untuk non inverting Amplifier adalah :




Gain loop tertutup untuk non inverting amplifier :

i
F
V
R
R
V
|
|
.
|

\
|
+ =
1
0
1
|
|
.
|

\
|
+ =
1
1
R
R
A
F
CL
Inverting Amplifier(Pembalik Amplifier)

Karena terminal positif digroundkan, maka :
V+ = 0V

Karena V- = V+ maka V- = 0V.

Persamaan simpul untuk terminal negatif adalah :
iF = i1 + i-
Sebelumnya i- = 0A, maka :


F F
F
R
V
R
V V
i
0 0

=

=


Dan :




Sehingga :
i
i i
R
V
R
V V
i =

=

1
1
1
0
R
V
R
V
i
F
=

Jadi rumus untuk invering amplifier adalah :





Dan gainnya adalah :
i
F
V
R
R
V
1
0
=
1
R
R
A
F
CL
=
THE REAL OP-AMP
A.Input Bias Current

Tidak ada arus yang memasuki terminal
dari sebuah op-amp real.

Tambahkan sumber arus bias DC ( IBIAS )
pada ideal op-amp

terminal + nya digroundkan
V+ = 0V


Figure 23-18

V- = V+ = 0V

analisa node pada terminal negative memberi kita
V- - Vo = I bias + -V
Rf R1

Karena v- = 0V
- Vo = I bias
Rf

Vout = - Rf.Ibias


mengeceknya :
hubungkan resistor (R) ke terminal +

R = R1 Rf R = R1.Rf
R1 + Rf

V+ = R.Ibias

V- = V+

Analisa node negative
R.Ibias V0 = Ibias R.Ibias
Rf R1


Vo = . Ibias = (1 1)Ibias = 0V


Contoh figure 23-19

Input terhubung langsung dengan terminal +
V+ = Vsource Rii

Tak ada arus
V+ = Vsource R . 0 = Vsource

Acl = 1 + Rf = 1 + 10k = 11
R1 1k
|
|
.
|

\
|

+
+
1
1
1
Rf R
Rf R
Input Offset Voltage
A. Bandwidht

Bandwidht pada op-amp tergantung pada close-loop
gain gain rangkainan op-amp.
Acl = 1 + Rf
R1

Bandwidht dari op-amp secara umum didapat dari
gain- bandwidth product (GWB)
GWB = Acl utiliti gain . BW utiliti gain

GWB constant.
BW = GWB
Acl
Contoh The 741 op-amp dengan GWB = 1.5 MHz.
Temukan bandwidth jika Acl = 1


BG = GBW =1,5 MHz = 1,5 MHz
Acl 1
B. Rise Time dan Slew Rate

Bandwidth adalah respon terhadap sinusoidal input.

Rise Time(TR) adalah waktu yang dibutuhkan untuk system
merespon input transient.

Terdari atas dua kejadian yaitu TR naik dan TR turun.
BW = 0,35 or TR = 0,35
TR BW
C. Troubleshooting Op-Amp Circuit


Figure 23-24

1. Output = +14 V saat input off, kesalahhan diperkirakan
terjadi akibat gagal membuka umpan balik resistor atau
hubungan yang buruk antara unpan balik resistor
dengan op-amp.


2. Voltase output sebanding dengan voltase input Acl = 1,
terjadi jika RF gagal hubungan pendet atau R1 gagal
terbuka atau hubungan yang jelek.
Matikan input voltage dari power supply cek resistor
dengan ompmeter.
3. Positif DC yang terlalu besar berarti hubungan jelek
antara voltage negative supply.
Cek dengan voltmeter.