Anda di halaman 1dari 3

Nama : Anang mustofa Nrp : 2311030089

Managing The Nation Basic Notes Basic Notes For Managing The Nation Setiap episode, Begawan Manajemen Indonesia akan mengacu kepada berbagai prinsip manajemen dasar, sebagai berikut : Dalam perspektif Managing The Nation, negara hadir untuk menciptakan kemakmuran yang berkeadilan bagi seluruh rakyat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bagaimana mencapai tujuan atau visi ini? Dari sudut pandang manajemen, harus diterapkan teori yang Tanri Abeng namakan 4S: STRATEGI > STRUKTUR > SISTEM > SDM (Leadership) Selain itu memimpin sebuah manajemen diperlukan prinsip dalam kepemimpinan manajemen. Berikut prinsip kepemimpinan manajemen menurut Tanri Abeng : - Theprinciple of need-result-work - The principle of leadership force - The principle of technical priority - The principle perpetual improvement - The principle of management leadership result - The principle of organization level - The principle of commensurate effort - The principle of dinamic group evolution - The principle of planning stability - The principle of positive action

Leadership Force

The greater the divergence of objectives, the greater the leadership force required for cohesive action Dalam buku Profesi Manajemen karya Tanri Abeng, dijabarkan tentang kebutuhan Leadership force yang jauh lebih besar atau kekuatan dan energi seorang pemimpin untuk mengambil langkah-langkah yang terpadu daripada penyimpangan atau perbedaan antara

sasaran organisasi dan tujuan pribadi, bahkan golongan dalam organisasi besar. Semakin besar perbedaan antara sasaran organisasi dan sasaran pribadi, semakin besar pula energi yang dibutuhkan pemimpin untuk mengambil langkah-langkah yang terpadu. Kita dapat mengambil contoh sebuah organisasi negara yang dipimpin oleh presiden. Ketika menteri-menteri atau anggota kabinet yang berjumlah 37 orang berasal dari 10 partai politik yang berbeda-beda, pastilah sasaran menteri tidak otomatis sejalan dengan sasaran umum yang ditetapkan oleh pemimpin. Dalam hal ini, presiden sebagai pemimpin harus menggunakan kekuatan yang luar biasa untuk bisa mengarahkan dan menggerakan seluruh anggota untuk kabinet bekerja sama dalam satu tim. Dengan demikian, teamwork dibutuhkan untuk menghasilkan karya besar dan nyata, khususnya menghadapi tantangan globalisasi dan demokratisasi.

Technical Priority

When called upon to perform management work and technical work during the same period, managers tend to give priority to technical work Banyak manager saat ini terlalu terfokus pada kepentingan teknikal daripada manajerial itu sendiri, hal ini juga merupakan inefektifitas waktu dalam mengelola prioritas. Secara alamiah, manusia lebih menyenangi melakukan hal-hal yang dia telah terbiasa dan sangat mahir dilaksanakan. Pola pekerjaan yang dimaksud adalah rutinitas, terukur dan dapat menghasilkan. Misalkan latar belakang seorang pemimpin puncak perusahaan yang memiliki background seorang akuntan, ia akan cenderung lebih memberi prioritas kepada angka-angka detail daripada memikirkan hal-hal yang besar, di luar kebiasaan dan potensi teknis. Pekerjaan manajemen memang biasanya membutuhkan proses kepemimpinan yang tidak selamanya disenangi, karena sulitnya dalam menentukan standar baku untuk pengukuran hasil yang dicapai dalam sebuah master plan. Pekerjaan yang menyangkut perencanaan misalnya, membutuhkan proses berpikir (thinking). Namun secara umum, manusia mempunyai kebiasaan untuk melakukan hal-hal yang biasa dilakukan tanpa harus berpikir lagi, yang biasa diasosiasikan dengan technical works. Seorang supersalesman misalnya, yang terbiasa menjual sendiri dengan sangat efektif, tatkala dipromosikan menjadi manajer penjualan, akan lebih merasa nyaman kembali melakukan pekerjaan menjual ketimbang melakukan tugas perencanaan, pengorganisasia, serta memanajemeni manusia dengan karakter yang berbeda-beda. Bahkan boleh jadi management work bagi sang supersalesman adalah beban, bukan merupakan tugas yang ia senangi.

Management Leadership Results

Management Leaders tend to secure the most effective results by performing the management work of planning, organizing, leading , and controlling to accomplish understood and accepted objectives. Kita mengenal prinsip dasar manajemen yang mengatakan bahwa manajemen adalah proses mendapatkan hasil melalui dan bersama-sama dengan orang lain (getting things done through and with others). Konsep dalam pemikiran manajemen adalah memadukan tugas-tugas yang berkaitan dengan masalah teknis dan pekerjaan manajemen. Dalam pencapaian sasaran yang dipahami dan diterima, pemimpin manajemen akan lebih efektif jika melaksanakan tugas manajemen seperti : Perencanaan (Planning), Pengorganisasian (Organizing), Kepemimpinan (Leading), dan Pengendalian (Controlling). Dalam organisasi pemerintahan contohnya, mereka lebih memprioritaskan kunjungan dan upacara pengguntingan dibandingkan dengan bagaimana mempersiapkan dan mengalokasikan sumber daya yang sedemikian besar. Akhirnya, tugas manajemen yang begitu penting dan strategis bisa terabaikan. Pemimpin alamiah yang berhasil membangun perusahaan tetapi tidak mampu membangun sistem manajemen dan sumber daya manusia yang kompeten, umur perusahaannya akan berakhir sejalan dengan umur pemimpin alamiah. Oleh karena itu, pengangkatan atau promosi orang-orang untuk menduduki posisi kepemimpinan, dalam organisasi bisnis khususnya, harus memiliki kemampuan manajemen ataupun kepemimpinan. Kriteria ini terkadang terlupakan sehingga pengembangan organisasi mengalami stagnasi.