Anda di halaman 1dari 11

1.

M&M anatomi ventrikel,meninges,dan LCS Duramater Dura kranialis atau pachymeninx adalah suatu struktur fibrosa yang kuat dengan suatu lapisan dalam (meningeal) dan lapisan luar (periostal). Kedua lapisan dural yang melapisi otak umumnya bersatu, kecuali di tempat di tempat dimana keduanya berpisah untuk menyediakan ruang bagi sinus venosus (sebagian besar sinus venosus terletak di antara lapisan-lapisan dural), dan di tempat dimana lapisan dalam membentuk sekat di antara bagian-bagian otak. Duramater lapisan luar melekat pada permukaan dalam cranium dan juga membentuk periosteum, dan mengirimkan perluasan pembuluh dan fibrosa ke dalam tulang itu sendiri; lapisan dalam berlanjut menjadi dura spinalis.Septa kuat yang berasal darinya membentang jauh ke dalam cavum cranii. Di anatara kedua hemispherium terdapat invaginasi yang disebut falx cerebri. Ia melekat pada crista galli dan meluas ke crista frontalis ke belakang sampai ke protuberantia occipitalis interna, tempat dimana duramater bersatu dengan tentorium cerebelli yang meluas ke dua sisi. Falx cerebri membagi pars superior cavum cranii sedemikian rupa sehingga masing-masing hemispherium aman pada ruangnya sendiri. Tentorium cerebelli terbentang seperti tenda yang menutupi cerebellum dan letaknya di fossa craniii posterior. Tentorium melekat di sepanjang sulcus transversus os occipitalis dan pinggir atas os petrosus dan processus clinoideus. Di sebelah oral ia meninggalkan lobus besar yaitu incisura tentorii, tempat lewatnya trunkus cerebri. Saluran-saluran vena besar, sinus dura mater, terbenam dalam dua lamina dura. Arachnoidea Membrana arachnoidea melekat erat pada permukaan dalam dura dan hanya terpisah dengannya oleh suatu ruang potensial, yaitu spatium subdural. Ia menutupi spatium subarachnoideum yang menjadi liquor cerebrospinalis, cavum subarachnoidalis dan dihubungkan ke piamater oleh trabekulae dan septa-septa yang membentuk suatu anyaman padat yang menjadi system rongga-rongga yang saling berhubungan. Dari arachnoidea menonjol ke luar tonjolan-tonjolan mirip jamur ke dalam sinus-sinus venosus utama yaitu granulationes pacchioni (granulationes/villi arachnoidea). Sebagian besar villi arachnoidea terdapat di sekitar sinus sagitalis superior dalam lacunae lateralis. Diduga bahwa liquor cerebrospinali memasuki circulus venosus melalui villi. Pada orang lanjut usia villi tersebut menyusup ke dalam tulang (foveolae granulares) dan berinvaginasi ke dalam vena diploe. Cavum subaracnoidea adalah rongga di antara arachnoid dan piamater yang secara relative sempit dan terletak di atas permukaan hemisfer cerebrum, namun rongga tersebut menjadi jauh bertambah lebar di daerah-daerah pada dasar otak. Pelebaran rongga ini disebut cisterna arachnoidea, seringkali diberi nama menurut struktur otak yang berdekatan. Cisterna ini berhubungan secara bebas dengan cisterna yang berbatasan dengan rongga sub arachnoid umum. Cisterna magna diakibatkan oleh pelebaran-pelebaran rongga di atas subarachnoid di antara medulla oblongata dan hemisphere cerebellum; cistena ini bersinambung dengan rongga subarachnoid spinalis. Cisterna pontin yang terletak pada aspek ventral dari pons mengandung arteri basilaris dan beberapa vena. Di bawah cerebrum terdapat rongga yang lebar di antara ke dua lobus temporalis. Rongga ini dibagi menjadi cisterna chiasmaticus di ats chiasma opticum, cisterna supraselaris di atas diafragma sellae, dan cisterna interpeduncularis di antara peduncle cerebrum. Rongga di antara lobus frontalis, parietalis, dan temporalis dinamakan cisterna fissure lateralis (cisterna sylvii).

Piamater Piamater merupakan selaput jaringan penyambung yang tipis yang menutupi permukaan otak dan membentang ke dalam sulcus,fissure dan sekitar pembuluh darah di seluruh otak. Piamater juga membentang ke dalam fissure transversalis di abwah corpus callosum. Di tempat ini pia membentuk tela choroidea dari ventrikel tertius dan lateralis, dan bergabung dengan ependim dan pembuluh-pembuluh darah choroideus untuk membentuk pleksus choroideus dari ventrikel-ventrikel ini. Pia dan ependim berjalan di atas atap dari ventrikel keempat dan membentuk tela choroidea di tempat itu.

Spatium Liquor Cerebrospinalis Internum Sistem ventricular terdiri dari empat ventriculares; dua ventriculus lateralis (I & II) di dalam hemispherii telencephalon, ventriculus tertius pada diencephalon dan ventriculus quartus pada rombencephalon (pons dan med. oblongata). Kedua ventriculus lateralis berhubungan dengan ventriculus tertius melalui foramen interventriculare (Monro) yang terletak di depan thalamus pada masing-masing sisi. Ventriculus tertius berhubungan dengan ventriculus quartus melalui suatu lubang kecil, yaitu aquaductus cerebri (aquaductus sylvii). Sesuai dengan perputaran hemispherium ventriculus lateralis berbentuk semisirkularis, dengan taji yang mengarah ke caudal. Kita bedakan beberapa bagian : cornu anterius pada lobus frontalis, yang sebelah lateralnya dibatasi oleh caput nuclei caudate, sebelah dorsalnya oleh corpus callosum; pars centralis yang sempit (cella media) di atas thalamus, cornu temporale pada lobus temporalis, cornu occipitalis pada lobus occipitalis. Pleksus choroideus dari ventrikel lateralis merupakan suatu penjuluran vascular seperti rumbai pada piamater yang mengandung kapiler arteri choroideus. Pleksus ini menonjol ke dalam rongga ventrikel dan dilapisi oleh lapisan epitel yang berasal dari ependim. Pelekatan dari pleksus terhadap struktur-struktur otak yangberdekatan dikenal sebagai tela choroidea. Pleksus ini membentang dari foramen interevntrikular, dimana pleksus ini bergabung dengan pleksuspleksus dari ventrikel lateralis yang berlawanan, sampai ke ujung cornu inferior (pada cornu anterior dan posterior tidak terdapat pleksus choroideus). Arteri yang menuju ke pleksus terdiri dari a. choroidalis ant., cabang a. carotis int. yang memasuki pleksus pada cornu inferior; dan a. choroidalis post. Yang merupakan cabang-cabang dari a. cerebrum post. Ventrikel tertius merupakan suatu celah ventrikel yang sempit di antara dua paruhan diencephalons. Atapnya dibentuk oleh tela choroidea yang tipis, suatu lapisan ependim, dan piamater dari suatu pleksus choroideus yang kecil membentang ke dalam lumen ventrikel. Dinding lateral ventriculus tertius dibentuk oleh thalamus dengan adhesion interthalamica dan hypothalamus. Recessus opticus dan infundibularis menonjol ke anterior, recessus suprapinealis dan recessus pinealis kearah caudal. Ventriculus quartus membentuk ruang berbentuk kubah di atas fossa rhomboidea, antara cerebellum dan medulla serta membentang sepanjang recessus lateralis pada kedua sisi. Masing-masing recessus berakhir pada foramen Luscka, muara lateral ventriculus quartus. Pada perlekatan vellum medullare anterior terdapat aperture mediana Magendie. Ventrikel keempat membentang di bawah obeks ke dalam canalis centralis sumsum tulang belakang. Spatium Liquor Cerebrospinalis Externum Spatium liquor cerebrospinalis externum terletak antara dua lapisan leptomeninx. Di sebelah interna dibatasi oleh piamater dan sebelah externa dibatasi oleh arachnoidea (spatium subarachnoideum). Spatium ini sempit pada daerah konveks otak dan di dasar otak membesar hanya pada daerah-daerah tertentu, tempat terbentuknya liquor cerebrospinalis yaitu cisterna.

Sedangkan piamater melekat erat pada permukaan luar SSP, membrane arachnoidea meluas ke sulci, lekukan, dan fossa sehingga di atas lekukan yang lebih dalam terbentuklah rongga yang lebih besar, yaitu cisterna subarachnoidea, yang diisi liquor cerebrospinalis. Rongga yang terbesar adalah cisterna cerebellomedullaris antara cerebellum dengan medulla oblongata. Cisterna interpedicularis di sudut antara dasar diencephalon, pedunculi cerebri dan pons dan didepannya yaitu region chiasma terdapat cisterna chiasma. Permukaan cerebellum, lamina quadrigeminalis dan epiphysis membatasi cisterna ambiens (cisterna superior) yang dilintasi jaring-jaring jaringan ikat yang luas. 2. M&M infeksi SSP

DEFINISI Infeksi sistem saraf pusat teramat gawat. Meningitis mempengaruhi selaput yang melindungi otak dan spinal cord. Encephalitis mempengaruhi otak sendiri. Virus yang menulari sistem saraf pusat (otak dan spinal cord) termasuk virus herpes, virus arbo, coxsackie virus, echo virus, dan entero virus. Beberapa infeksi ini mempengaruhi terutama meninges (jaringan yang menutupi otak dan spinal cord) dan menghasilkan radang selaput/meningitis. Yang lain mempengaruhi terutama otak dan menyebabkan radang otak. Infeksi yang mempengaruhi baik meninges maupun otak mengakibatkan meningoencephalitis. Radang selaput jauh lebih sering terjadi pada anak daripada radang otak. Virus mempengaruhi sistem saraf pusat dengan dua cara. Mereka secara langsung menginfeksi dan menghancurkan sel di sistem saraf pusat selama sakit yang akut. Sesudah sembuh dari infeksi - di sistem saraf pusat atau di tempat lain pada tubuh - respon kekebalan tubuh atas infeksi kadang-kadang menyebabkan kerusakan sekunder pada sel di sekitar syaraf. Kerusakan sekunder ini (pasca-infeksi encephalomyelitis atau penyebaran encephalomyelitis akut) menyebabkan anak mempunyai gejala beberapa minggu sesudah kesembuhan dari sakit yang akut. Anak memperoleh infeksi sistem saraf pusat lewat berbagai rute. Bayi baru lahir bisa terinfeksi herpesvirus lewat kontak dengan secret yang tertular di liang kelahiran. Infeksi virus lain diperoleh dari udara pernafasan yang tercemar dengan virus berisi droplets yang dikeluarkan oleh napas orang terinfeksi. Infeksi Arbovirus diperoleh dari gigitan oleh serangga terinfeksi. Gejala dan pengobatan radang selaput dan radang otak virus pada anak dan remaja sama dengan pada orang dewasa. Karena sistem kekebalan tubuh masih berkembang pada bayi baru lahir dan bayi, infeksi berbeda bisa terjadi, dan ketidakmampuan bayi untuk menceritakan secara langsung mempersulit untuk mengerti gejala mereka. Namun demikian, biasanya bayi dengan infeksi sistem saraf pusat menyebabkan beberapa gejala digambarkan di bawah ini. GEJALA Infeksi sistem saraf pusat virus di bayi baru lahir dan bayi biasanya mulai dengan demam. Bayi

baru lahir mungkin tidak mempunyai gejala lain dan pada awalnya mungkin tidak kelihatan sakit. Bayi usia lebih dari sebulan biasanya menjadi cepat-marah dan rewel dan menolak untuk makan. Muntah sering terjadi. Kadang-kadang ada area kecil di atas kepala bayi baru lahir (fontanelle) yang menonjol, menunjukkan pertambahan tekanan pada otak. Karena gangguan meninges diperburuk oleh gerak-gerik, seorang bayi dengan radang selaput mungkin menangis lebih sering, daripada menjadi tenang, kalau diambil dan digoncangkan. Beberapa bayi membuat jeritan yang tinggi yang aneh. Bayi dengan radang otak sering mengalami pingsan atau melakukan gerakan aneh. Bayi dengan radang otak hebat mungkin menjadi lesu dan koma lalu meninggal. Infeksi dengan herpes virus simpleks, yang sering dipusatkan hanya satu bagian otak, mungkin menyebabkan pingsan atau kelemahan muncul hanya satu bagian badan. Post- Infectious encephalomyelitis mungkin menghasilkan banyak masalah neurologic, bergantung pada bagian otak yang rusak. Anak mungkin mempunyai kelemahan pada lengan atau kaki, kehilangan pandangan atau mendengar, keterbelakangan mental, atau pingsan berulang. Gejala ini mungkin tidak nyata sampai anak cukup tua untuk masalah untuk muncul selama pemeriksaan. Sering kali gejala hilang dengan berjalannya waktu, tetapi kadang-kadang permanen. DIAGNOSA Dokter mencermati tentang radang selaput atau radang otak pada setiap bayi baru lahir yang mengalami demam, seperti pada bayi yang lebih tua yang mengalami demam dan cepat-marah atau bertingkah tidak seperti biasanya. Bayi menjalani ketukan tulang belakang (lumbar menusuk untuk mendapatkan cairan cerebrospinal (CSF) untuk analisa laboratorium. Pada infeksi virus, jumlah lymphocytes (sejenis sel darah putih) bertambah di CSF, dan tak ada bakteri terlihat. Tes Immunologic yang mendeteksi antibodi melawan virus pada sampel CSF mungkin dilakukan, tetapi tes ini memakan waktu berhari-hari untuk selesai. Teknik reaksi Polymerase berantai (PCR) digunakan untuk mengenali jasad seperti herpesvirus dan enterovirus. Tes gelombang otak (electroencephalogram bisa digunakan untuk menolong mendiagnosa radang otak yang disebabkan oleh herpesvirus. Magnetic resonance imaging (MRI) dan computerized tomography (CT) mungkin membantu menetapkan diagnosa. Sangat jarang, biopsi (pengambilan jaringan sampel untuk pemeriksaan) jaringan otak diperlukan untuk memutuskan apakah herpesvirus adalah penyebabnya. PENGOBATAN Prognosis sangat bervariasi tergantung jenis infeksi. Beberapa tipe radang selaput dan radang otak virus ringan, dan anak sembuh dengan cepat dan benar-benar sembuh. Tipe lain adalah parah. Infeksi oleh herpes virus simpleks benar-benar serius. Dengan pengobatan pun, 15% bayi baru lahir dengan infeksi herpes simpleks pada otak meninggal. Jika infeksi herpes melibatkan bagian badan lain seperti otak, kematian mencapai 50%. Hampir 30% dari orang yang selamat mempunyai satu macam cacat permanen neurologik. Kebanyakan bayi hanya memerlukan perawatan pendukung - mereka perlu dijaga supaya tetap

hangat dan diberi banyak cairan. Obat Antiviral tidak efektif untuk kebanyakan infeksi sistem saraf pusat. Tetapi, infeksi yang disebabkan oleh herpes virus simpleks bisa diobati dengan acyclovir yang diberikan dengan infus.

3. M&M kejang demam

DEFINISI Bangkitan kejang yang terjadi karena kernaikan suhu tubuh (kenaikan suhu rectal >38) yang disebabkan suatu proses ekstrakranium

ETIOLOGI

Disebabkan oleh suhu yang tinggi Timbul pada pemulaan infeksi ektra kranial yang ditimbulkan oleh berbagai agent : a. Bakterial : Penyakit pada traktus respiratorius : Pharingitis Tonsilitis Otitis media Laryngitis Bronchitis Pneumonia

Pada GI track : Disentri basiller

Pada traktus urogenital : Pyielitis Cystitis Pyelonefritis

b. Virus :

Terutama yang disertai exanthema : Varicella Morbili Dengue Exanthemasubitung

PATOFISIOLOGI

Penyakit infeksi ekstrakranial

Kenaikan suhu

Disfungsi neurologis pada jaringan sereberal

Episode paroksisimal berulang (kejang)

suplai O2

potensial cedera otak

Resiko cedera GEJALA KLINIS Ada 2 bentuk kejang demam menurut Lwingstone : 1. Kejang demam sederhana (simple febrile seizure) : Kejang berlangsung singkat <15 menit Kejang umumnya tonik dan atau klonik Umumnya berhenti sendiri Tanpa gerakan fokal atau berulang selama 24 jam

2. Kejang demam komplikata (complex gebrile seizure) : Kejang lama >15 menit

Kejang fokal atau parsial satu sisi atau kejang umum didahului kejang parsial Berulang >1 kali dalam 24 jam

PEMERIKSAAN DAN DIAGNOSIS Anamnesis : biasanya didapatkan riwayat kejang demam pada anggota keluarga lainnya (ayah,ibu,saudara kandung) Pemeriksaan neurologis : tidak didapatkan kelainan Pemeriksaan laboratorium : pemeriksaan rutin tidak dianjurkan,kecuali untuk mengevaluasi sumber infeksi atau mencari penyebab (darah tepi,elektrolit,gula darah) Pemeriksaan radiologi : X-ray kepala,CT scan atau MRI kepala tidak rutin dan hanya dikerjakan atas indikasi Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSS) : tindakan pungsi lumbal untuk pemeriksaan CSS digunakan untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis. Pada bayi kecil klinis meningitis tidak jelas,maka tindakan pungsi lumbal dikerjakan dengan ketentuan sbb : a. Bayi <12 bulan : diharuskan b. Bayi 12 18 bulan : dianjurkan c. Bayi >18 bulan : tidak rutin,kecuali ada tnda-tanda meningitis Pemeriksaan Elektro Ensefalografi (EEG) : tidak direkomendasikan,kecuali pada kejang demam tidak khas (misal kejang demam pada anak >6 tahun atau kejang demam fokal) TATALAKSANA Meliputi : 1. Penanganan saat kejang : Menghentikan kejang : diazepam dosis awal 0,3 0,5mg/kgBB/dosis IV (perlahan-lahan) atau 0,4 0,6mg/kgBB/dosis rektal suppositoria. Bila kejang belum bisa teratasi ulangi 20 menit kemudian dengan dosis sama. Turunkan demam : antipiretik paracetamol 10mg/kgBB/dosis PO atau ibuprofen 5 10mg/kgBB/dosis PO.keduanya diberikan 3 4 kali/hari. Kompres suhu >39 dengan air hangat dan >38 dengan air biasa. Pengobatan penyebab : antibiotik diberi sesuai indikasi penyakit dasar Penanganan suportif meliputi : bebaskan jalan nafas,beri O2,menjaga keseimbangan air dan elektrolit,pertahankan keseimbangan tekanan darah

2. Pencegahan kejang :

Pencegahan berkala (intermiten) untuk kejang demam sederhana dengan diazepam 0,3mg/kgBB/dosis PO dan antipiretik pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam. Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan asam valproat 15 40mg/kgBB/dosis PO diabagi dalam 2 3 dosis.

PROGNOSIS

Dengan penanggulanagn yang tepat dan cepat prognosa baik dan tidak menyebabkan kematian. Apabila tidak diterapi dengan baik,kejang demam dapat berkembang menjadi : Kejang demam berulang Epilepsi Kelainan motorik Gangguan mental dan belajar

DIAGNOSIS BANDING Meningitis Ensefalitis Abses otak

4. M&M batasan mukallaf Dari sini, dapat difahami bahwa mukallaf adalah orang yang telah dianggap mampu bertindak hukum, baik yang berhubungan dengan perintah Allah SWT maupun larangan-Nya. Semua tindakan hukum yang dilakukan mukallaf akan diminta pertanggung-jawabannya, baik di dunia maupun di akhirat. Pahala akan didapatkan kalau ia melakukan perintah Allah SWT, dan dosa akan dipikulnya kalau ia meninggalkan perintah Allah SWT, begitu seterusnya sesuai dengan krateria hukum taklf yang sudah diterangkan. Sebagian besar ulama Usul Fiqh mengatakan bahwa dasar adanya taklf (pembebanan hukum) terhadap seorang mukallaf adalah akal ( )dan pemahaman ( .)Seorang mukallaf dapat dibebani hukum apabila ia telah berakal dan dapat memahami taklf secara baik yang ditujukan kepadanya. Oleh karena itu, orang yang tidak atau belum berakal tidak dikenai taklf karena mereka dianggap tidak dapat memahami taklf dari al-Syri. Termasuk ke dalam kategori ini adalah orang yang sedang tidur, anak kecil, gila, mabuk, khilaf dan lupa. Pendapat ini berdasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW:

: ( (
Diangkat pembebanan hukum dari tiga (orang); orang tidur sampai bangun, anak kecil sampai baligh, dan orang gila sampai sembuh

) )
Beban hukum diangkat dari umatku apabila mereka khilaf, lupa dan terpaksa. Dari sini, ulama Usul Fiqh memberi kesimpulan bahwa syarat seseorang itu dikenai taklf atau masuk sebagai predikat mukallaf terdapat dua syarat: 1. Orang tersebut harus mampu memahami dalil-dalil taklf. Ini dikarenakan taklf itu adalah khitb, sedangkan khitb orang yang tidak memiliki akal dan tidak faham itu jelas tidak mungkin ( .)Kemampuan memahami itu hanya dengan akal, karena akal itu adalah alat untuk memahami dan menemukan ide ( .)Hanya saja akal itu adalah sebuah perkara yang abstrak ( .)Maka al-Syri sudah menentukan batas taklf dengan perkara lain yang jelas dan berpatokan ( )yaitu sifat baligh seseorang. Sifat baligh itu adalah tempat pemikiran akal yaitu mengetahui baik, buruk, manfaat, dan bahaya. Maka orang yang gila dan anak kecil tidak termasuk mukallaf karena tidak memiliki kemampuan akal yang mencukupi untuk memahami dalil taklf. Begitu juga dengan orang yang lupa, tidur, dan mabuk seperti hadis yang di atas. 2. Seseorang telah mampu bertindak hukum/mempunyai kecakapan hukum (.) Secara istilahi, ahliyyah didefinisikan sebagai: Kepatutan seseorang untuk memiliki beberapa hak dan melakukan beberapa transaksi. Dari sini, ulama membagi sifat ahliyyah menjadi dua jenis, yaitu: Ahliyyah Wujb dan Ahliyyah Ad`. Definisi Ahliyyah Wujb adalah sifat kecakapan seseorang untuk menerima hak-hak yang menjadi haknya tetapi belum cukup untuk dibebani seluruh kewajiban. Dasar adanya kecakapan ini adalah adanya kehidupan / nyawa

Kecakapan semacam ini menurut ulama Fiqh disebut ,yaitu suatu sifat yang secara hukum menjadikan seseorang dapat bertindak dan menerima kewajiban tertentu. Untuk menentukannya adalah berdasarkan sifat kemanusiaannya ( )yang tidak dibatasi umur, baligh atau tidak, cerdas atau tidak. Semenjak seseorang dilahirkan dan hidup di dunia sampai meninggal dunia, ia telah memiliki sifat kecakapan ini. Kecakapan ini akan hilang apabila nyawanya hilang atau meninggal dunia. Para ulama usul fiqh membagi Ahliyah al-Wujb ini menjadi dua bagian: 1. Ahliyyah al-Wujb al-Nqishah ( ,) yaitu: ketika seseorang masih berada di dalam kandungan ibunya. Janin dianggap memiliki Ahliyyah al-Wujb yang belum sempurna karena hak-hak yang harus diterimanya belum dapat menjadi miliknya secara sempurna sebelum ia lahir ke dunia dengan selamat. Terdapat empat macam hak seorang janin yang masih di dalam kandungan, yaitu: Hak keturunan ayahnya. Hak warisan dari pewarisnya yang meninggal dunia. Wasiat yang ditujukan kepadanya. Harta wakaf yang ditujukan kepadanya. 2. Ahliyyah al-Wujb al-Kmilah ( ,) yaitu kecakapan menerima hak bagi seorang anak yang telah lahir ke dunia sampai ia dinyatakan berakal walaupun masih kurang sempurna. Pada periode ini, seseorang telah menerima kewajiban-kewajiban tertentu, seperti kewajiban untuk menjaga harta orang tuanya, kewajiban agama yang berkaitan dengan hartanya seperti zakat, dan kewajiban membayar ganti rugi yang diambil dari hartanya apabila ia telah merusakkan harta orang lain. Ahliyyah al-`Ad` juga terbagi menjadi dua: 1. Ahliyyah al-`Ad` al-Nqishah ( ) yaitu, ketika seseorang masih kecil sampai dengan mencapai masa baligh dan berakal secara sempurna. Pada periode ini tindakan atau perbuatan hukum seseorang dalam hal-hal tertentu dianggap sah, seperti transaksi-transaksi yang semata-mata menguntungkan. 2. Ahliyyah al-`Ad` al-Kmilah ( ) yaitu, periode di mana seseorang telah baligh dan berakal sempurna. Pada periode ini seluruh tindakan atau perbuatan hukum seseorang harus dipertanggung jawabkan, baik melaksakan tuntutan Syari maupun meninggalkan tuntutan-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Transaksi-transaksi yang dilakukannya juga mengikat secara sempurna.

Perpindahan seseorang dari periode sebelumnya menuju periode ini ditandai secara fisik, bagi laki-laki apabila telah mimpi basah dan bagi wanita apabila telah haid.