Anda di halaman 1dari 2

HIKMAH SILATURAHIM Orang bilang pengalaman adalah guru yang paling berharga dalam hidup kita.

Kirakira itulah yang kami alami saat ibu didiagnosa mengidap kista. Awalnya pada pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tidak sengaja karena suatu urusan, ibu divonis terdapat kista di rahimnya. Awalnya ibu menganggap hal itu sebagai suatu hal yang tidak membahayakan karena selama ini tidak pernah sedikitpun ada keluhan atau rasa sakit. Tak terasa waktu berlalu dan perut ibu semakin membesar pada bagian yang didiagnosa terdapat kista. Berbagai upaya dicoba untuk menyembuhkannya, seperti mengkonsumsi obat herbal,memakan buah sirsak, dan pengobatan lainnya. Dan ternyata hasilnya ibu tetap harus operasi karena kistanya semakin membesar. Akhirnya pagi itu, hari senin, seminggu setelah lebaran. Ibu memutuskan untuk operasi. Aku, adik perempuan dan kakakku mengantar ibu ke Rumah sakit. Kami menunggui ibu dari satu pemeriksaan ke pemeriksaan yang lain. Setelah semua administrasi diurus, ibu memasuki kamar yang berada di lantai 5 di rumah sakit tersebut, tepatnya kamar V-8. Operasi sekiranya dijadwalkan akan dilakukan esok harinya, yakni hari selasa sekitar jam 2 siang. Selama itu, ibu harus diperiksa beberapa kali lagi agar pada saat operasi semuanya berjalan lancar. Akhirnya hari berganti dan ibu siap untuk dioperasi meskipun sempat beberapa kali tekanan darahnya naik, mungkin karena tegang dan takut. Operasipun berjalan kurang lebih 3,5 jam. Selama operasi, ibu ditunggui oleh semua sanak saudara. Akhirnya operasi berjalan lancar, kista yang berukuran sebesar buah melon itu akhirnya dapat diambil dan ibu sudah bisa dipindahkan ke kamar. Pada malam setelah operasi, kondisi ibu sedikit menurun, mungkin karena pengaruh obat bius yang berkurang membuat rasa sakit yang tadinya tidak terasa menjadi sangat terasa. Karena waktu itu ibu belum boleh minum dan bergerak jadi kamilah yang mengipasi ibu agar tidak merasa gerah. setelah diijinkan untuk bergerak, minum dan makan kondisi ibu semakin membaik. Aku dan kedua adikku bergiliran berjaga untuk melayani ibu kalu sewaktu-waktu kepanasan atau ingin minum dam sebagainya. Kami ikut menginap di rumah sakit selama ibu sakit. Bapak yang senantiasa menjaga ibu sewaktu kami pulang untuk sekedar mandi,membersihkan rumah atau mencari makan. Selama beberapa hari setelah ibu operasi, banyak tamu yang datang untuk menjenguk sehingga kamar kami tidak pernah sepi. Mulai dari tetangga sekampung, teman pengajian bapak-ibu, teman kerja, semua saudara bergiliran ikut membantu menjaga ibu setiap hari.

Bahkan murid ibu yang masih kecil-kecilpun menjenguk ibu dengan meminta orang tuanya mengantar. Kami mendapat pelajaran besar dari kejadian ini, yaitu silaturahim itu sangat besar manfaatnya. melapangkan rezeki, mempererat hubungan persaudaraan sesama muslim,dll. Dahulu setiap ibu dan bapak mengajak kami untuk berkunjung ke tempat saudara atau datang ke acara pengajian dan semacanya, kami selalu menolak ataupun bermalas-malasan. Tetapi sekarang kami menyadari bahwa silaturahim itu sangatlah penting. Trimakasih ya Allah telah menitipkan kami pada kedua orang tua yang senantiasa membimbing kami menjadi lebih baik dari hari ke hari. Terimakasih juga untuk doa dan dukungan semuanya terhadap keluarga kami sehingga ibu kami berangsur membaik.