P. 1
Kuliah 4 Cuaca-Iklim Dan Unsur-Unsurnya

Kuliah 4 Cuaca-Iklim Dan Unsur-Unsurnya

|Views: 565|Likes:
Dipublikasikan oleh dedhsa

More info:

Published by: dedhsa on Sep 11, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

9/12/2012

KULIAH 4: CUACA DAN IKLIM SERTA UNSUR-UNSURNYA
TIK : Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa dapat menjelaskan Cuaca dan Iklim, serta UnsurUnsurnya

Kegiatan manusia dalam memanen energi matahari untuk menghasilkan makanan dan serat. 6CO2 + 12H2O  C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Makanan Ternak Ikan Tanaman
Pakaian

Serat Perkebunan
Perumahan
2

12/09/2012

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

1

12/09/2012

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

Impor Indonesia (BPS, 2005)
Import INDONESIA Tahun 2000
No
1 2 3 4 5 6 7 8

Beras Gula Kedelai Gandum Jagung Ternak Sapi Tepung Telur Susu Bubuk Makanan Olahan Garam Singkong Kc Tanah Buah-buahan Sayuran

3.7 juta ton/tahun 1.6 1.3 + 1 jt ton/th bungkil 4.5 1.3 450 000 ekor/tahun + 42,000 ton daging & jeroan 30 000 ton/th 170 000 ton/th 1.5 milyar USD 1.6 juta ton/th 0.85 juta ton/th 260 000 ton/th 247 000 ton/th 281 000 ton/th
Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 4

Komoditas
Gandum Jagung Beras Kedelai Bungkil Kedelai Kacang Tanah Gula Bawang Putih TOTAL
Sumber : HKTI

ton
3,576,665 1,236,764 505,514 1,277,685 1,262,040 111,284 1,680,275 174,702 9,824,929

US $
500,312,470 150,012,707 131,132,613 275,481,226 268,746,270 35,601,776 290,873,225 44,120,000 1,696,280,287

US $/kg
0.14 0.12 0.26 0.22 0.21 0.32 0.17 0.25

Rp/kg
1,189 1,031 2,205 1,833 1,810 2,719 1,471 2,147

Rp. 14.5 trillion

12/09/2012

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

3

12/09/2012

Bagaimana Meningkatkan Produktivitas Pertanian Indonesia?
 Memaksimalkan energi radiasi surya (i.e. efisiensi penggunaan radiasi)  Menganggap unsur-unsur cuaca/iklim sebagai sumberdaya, bukan sebagai faktor pembatas.  Menggunakan data (cuaca/iklim, tanah, tanaman & sosial-ekonomi) dan hasil penelitian untuk melakukan prediksi guna menunjang agrobisnis/ agroindustri.
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 5

Memaksimalkan energi radiasi surya (i.e. efisiensi penggunaan radiasi)

Efisiensi = Output Input
CO2
Energi radiasi Tenaga Kerja Pupuk Irigasi Bibit Teknik Budidaya
12/09/2012

CH2O
Hasil pertanian Biji Buah Daun Batang Umbi/Akar Ekstrak Produk Olahan

Makanan kemasan Minuman Kemasan dll.

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

6

1

9/12/2012

1. Memaksimalkan energi radiasi surya (i.e. efisiensi penggunaan radiasi)
CO2 + H2O  CH2O + O2
200 150 100 Biomass = 1.0 Qint

CO2  CH2O  Protein  Lemak/Minyak

energy

energy

energy

Singkong

Padi

Gandum

Kedelai

Biomass (g.m-2)

50

200

Biomass (g.m-2)

Biomass = 0.50 Qint 0
0 50 100 150 200

150

Rice

100

Intercepted Radiation(Qint, MJ m-2)

50

1 gram = 17.5 kJ = 0.0175 MJ
12/09/2012

Soybean
0 0 50 100 150 200

Efisiensi = 1 g/MJ =Ilmu Pertanian 0.0175 MJ/MJ x 100 % = 1.75 % Kuliah V, Pengantar

7

Intercepted Radiation (MJ m-2)

Hitungan: Unsur iklim sebagai sumberdaya
Periode Tanam
Kebutuhan Energi 100 20 2,000 20,000,000 20,000,000 200 200 Rp US $ hari MJ/m2/hari MJ/m2/100 hari MJ/ha/100 hari MJ/ha/100 hari

3. Menggunakan data iklim untuk menunjang agrobisnis/agroindustri
Menggunakan pendekatan kuantitatif untuk melakukan prediksi guna menunjang analisis ekonomi secara akurat.
Model Pertumbuhan Jati Model Pertumbuhan Gandum Model Pertumbuhan Kelapa Sawit Model Pertumbuhan Jarak

Energi Listrik Biaya per kWh (Rp) Biaya per 3.6 MJ (Rp) Biaya Energi Listrik/ha/musim
Hasil Padi

1,111,111,111 116,959 5 ton/ha/musim
5,000 kg/ha/musim 100 hari 1,200 Rp/kg 10 MJ/m2/hari 6,000,000 Rp/ha 10 MJ/m2/hari 632 US $

Model Penyakit Kentang* Model Pertumbuhan Padi

Kebutuhan Air
12/09/2012

Harga Gabah (di lapang) Pendapatan Kotor

Periode Tanam

Menunjang pengambilan keputusan : 1. Waktu Tanam 2. Aplikasi Irigasi 3. Aplikasi Pemupukan Nitrogen 4. Aplikasi Fungisida* 5. Pendugaan Hasil 6. Lokasi Potensial (Zoning) 7. Monitoring Pertumbuhan Tanaman

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

1,000 MJ/ha/100 hari 10,000,000 MJ/ha/100 hari

9

12/09/2012

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

10

Biaya angkut (dgn Truck) Biaya per Truck (5000 liter) Total Biaya Angkut/ha/musim

150,000 Rp US $

300,000,000 31,579

Unsur-unsur Iklim
        Tekanan Udara Radiasi Surya Lama Penyinaran Suhu Udara Kelembaban Udara Curah Hujan Angin Evapotranspirasi Potensial
Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 11

Cuaca dan Iklim
Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit dan pada jangka waktu yang singkat. Cuaca itu terbentuk dari gabungan unsur cuaca dan jangka waktu cuaca bisa hanya beberapa jam saja. Misalnya: pagi hari, siang hari atau sore hari, dan keadaannya bisa berbedabeda untuk setiap tempat serta setiap jamnya. Di Indonesia keadaan cuaca selalu diumumkan untuk jangka waktu sekitar 24 jam melalui prakiraan cuaca hasil analisis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Departemen Perhubungan. Untuk negara negara yang sudah maju perubahan cuaca sudah diumumkan setiap jam dan sangat akurat (tepat). Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan meliputi wilayah yang luas.
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 12

12/09/2012

2

9/12/2012

Puncak Atmosfer ( 100 km )
Tekanan Udara :

Tekanan Udara

Radiasi Surya
 Gelombang elektromagnetik  Suhu permukaan o matahari 6000 K  Disebut Radiasi Gelombang Pendek  Jarak matahari-bumi rata-rata = 150 juta km.

P= rgh
r : kerapatan udara h1 g : gravitasi h : tinggi kolom udara

ho

P1

P 1 < Po
Gaya berat udara

Atmosfer
Terdiri dari udara/gas-gas (H2O, N2, O2, CO2 , ..), awan dan debu/partikel yang menunjang kehidupan serta melindungi dari radiasi matahari dan meteor.
Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

 Radiasi yg sampai di bumi ( diukur ) :
Solarimeter
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

Po
12/09/2012

Makin ke atas kerapatan dan tekanan udara makin kecil.
13

satuan W.m-2 (sesaat), MJ.m-2 (kumulatif)
14

Satuan Tekanan Udara : Pa dan mb (1 mb=100 Pa).

 Setiap saat, separuh belahan bumi menerima radiasi surya (rata-rata 1360 W.m-2 di puncak atmosfer) pada siang hari.  Rotasi bumi ( 1.600 km/jam ) menyebabkan perbedaan waktu di bumi (siang-malam). Satu rotasi = 360o Bujur = 24 jam.  Bumi mengelilingi matahari (revolusi) selama 1 tahun tiap putaran dgn kecepatan 100.000 km/jam.
Matahari

1 000

Diukur dengan solarimeter akibat penutupan awan

W.m-2

500

Bogor
bumi

0 06 12 Waktu Setempat (jam) 18

Catatan !

Waktu setempat (WS) dihitung berdasarkan posisi Bujur bumi. Pukul 12.00 WS jika sudut datang cahaya matahari (zenith angle) sama dengan nol.
18 16 14 12 10 8 6 4 2 0

12/09/2012

 Deklinasi bumi (23.5o Lintang) menyebabkan perbedaan panjang hari, musim (summer & winter) dan penerimaan di Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanianenergi radiasi surya15 permukaan bumi.

Matahari

Radiasi Surya (MJ/m2/hari)

Bogor

12/09/2012

28 Kuliah V, Pengantar 0 2 Pertanian 10 12 14 16 18 20 22 24 26 16 Ilmu 4 6 8 Tanggal (Februari 2000)

Lama Penyinaran
Lama matahari bersinar cerah ( jam ) dalam sehari. Lama penyinaran sangat dipengaruhi oleh penutupan awan.

Suhu Udara

satuan : K, oC, o F, oR

12,000 10,000 Altitude (m) 8,000 6,000 4,000 2,000 0 -50 -40 -30 -20 -10 0 10 20 30 Suhu Udara (oC)
17 12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 18

-40 oC -25 oC -9 oC 5 oC 17 oC 30 oC

Lama penyinaran DIUKUR dengan alat ukur (Campbell Stokes).

Catatan !
Lama penyinaran BUKAN panjang hari. Panjang hari adalah periode ( jam ) antara matahari terbit sampai terbenam. Panjang hari DIHITUNG dari letak lintang dan tanggal (julian date).
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

Campbell Stokes

40

3

9/12/2012

Suhu dan Kelembaban Udara
RH ( % )

100 95 90 85 RH ( % ) Suhu (oC)

34 32

RH : Relative Humidity (Kelembaban Nisbi), satuan : %
23.5 o LS Matahari 23.5 o LU

Psychrometer

28 26

80 75

24

Bogor
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 19 20 22 23 24 Jam ( WIB )

22 20

Kelembaban Udara :
Agak kering Kering (RH<50%) Lembab (RH>70%) Kering Agak kering (RH<50%)

70

Kutub Selatan

Hadley Cell

Hadley Cell

Kutub Utara
RH

Suhu makin rendah

RH makin tinggi

30 o

30 o Equator

Gurun Pasir

Gurun Pasir
Daerah Hutan Hujan Tropis

12/09/2012

InterTropicalKuliah V, Pengantar Zone Convergence Ilmu Pertanian

19

12/09/2012

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

Suhu ( oC )

Catatan !

30

20

Curah Hujan
Ombrometer

Satuan : mm Jenis data hutan : 1. Intensitas hujan: mm/ jam 2. Curah Hujan a. Harian b. Bulanan c. Tahunan : mm / hari : mm / bulan : mm / tahun

Curah Hujan

Matahari

Kutub Selatan

Hadley Cell
Hadley Cell

ITCZ
30 o Equator

Kutub Utara
600 500

Hujan rata-rata (mm)

Jakarta (8m dpl.) Curug (50m dpl.) Bogor (240m dpl.)

30

o

400 300 200 100 0

Gurun Pasir

Gurun Pasir

Daerah Subtropika

Daerah Subtropika

Daerah Hutan Hujan Tropika
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 21

Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 22

Pengukur CH Otomatis

Angin
1. 2. Arah angin : arah ASAL angin bertiup { satuan derajat ( o ) atau arah mata angin seperti N, E, S, W, SE, SW, NE, NW } Kecepatan angin ( m s-1 atau km jam-1 )

N NW W SE S
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 23 12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

NE

E

SW

Anemometer
24

4

9/12/2012

EVAPOTRANSPIRASI
Evapotranspirasi = Evaporasi + Transpirasi
Evaporasi:  Meliputi perubahan keadaan air dari bentuk cair ke bentuk gas  perpindahan dari cairan ke atmosfer. Evaporasi terjadi ketika sejumlah besar dari molekul yang bergerak hancur dari permukaan air dan lepas ke udara dalam bentuk uap. Transpirasi:  Proses perpindahan air dalam bentuk uap dari tanaman terutama daunnya ke atmosfir. Evapotranspirasi:  Kebutuhan air tanaman, ETc adalah kedalaman air (mm) yang dibutuhkan untuk menggantikan kehilangan air melalui evapotranspirasi tanaman yang terbebas dari penyakit, tumbuh pada kondisi lahan yang tidak terganggu dan berproduksi penuh pada kondisi lingkungan tersebut. (Doorenbos dan Pruit, 1977).
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 25

EVAPOTRANSPIRASI TANAMAN, ETc
ETc = ET0 . kc Dimana  ET0 = Evapotranspirasi acuan, laju evapotranspirasi dari areal rumput hijau yang luas dengan ketinggian seragam 8 – 15 cm, sedang aktif berkembang dan menutupi tanah secara penuh serta tidak kekurangan air (dapat dihitung dari data iklim) dihitung dengan rumus, fungsi dari data unsur-unsur cuaca, atau diduga menggunakan Panci Klas A, atau lisimeter.  kc = adalah koefisien tanaman yang besarnya tergantung pada fase pertumbuhan dan jenis tanaman
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 26

Evapotranspirasi

Penggunaan Evapotranspirasi
 Menghitung kebutuhan air tanaman  Perencanaan irigasi  Daerah kering mempunyai ETp tinggi,  Daerah lembab mempunyai ETp lebih rendah.
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 28

 Satuan mm (seperti satuan curah hujan).  ETp dihitung dengan rumus, fungsi dari data unsur-unsur cuaca, atau diduga menggunakan Panci Klas A, atau lisimeter.

12/09/2012

Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian

27

Observasi Cuaca
 Jaringan Stasiun Klimatologi
  Pengukuran manual Pengukuran secara otomatis
Model Hujan Sistem peringatan dini

Pemanfaatan Data Cuaca
 Transportasi
         

 Pertanian/Peternakan

penerbangan, pelayaran pewilayahan agroklimat (kesesuaian lahan/iklim ) sistem peringatan dini ( kekeringan, banjir) serangan hama penyakit tanaman/ternak pendugaan hasil (model simulasi) perencanaan irigasi pengelolaan Daerah Aliran Sungai oseanografi pemanasan global pencemaran udara
Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 30

 Satelit Meteorologi  Radar Cuaca
12/09/2012 Kuliah V, Pengantar Ilmu Pertanian 29

 Kehutanan  Kelautan

 Lingkungan
12/09/2012

5

9/12/2012

Selamat Belajar…. Sampai Bertemu Kembali pada Kuliah Minggu ke 5
12/09/2012 Kuliah II, Pengantar Ilmu Pertanian 31

6

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->