Anda di halaman 1dari 40

F. RENCANA KEGIATAN 1. MMD a.

Masalah Sebelum melaksanakan kegiatan di desa, terlebih dahulu harus menyampaikan program yang akan dilaksanakan pada saat PKL kepada masyarakat atau penduduk, khususnya kepada aparat Desa Ngebruk sehingga dapat memperoleh dukungan dalam pelaksanaan kegiatan yang direncanakan. Data gambaran umum Desa Ngebruk dari tanggal 7-12 November 2011 diperoleh data sebagai berikut: Tingkat konsumsi energi balita Desa Ngebruk 55,1% diantaranya

mempunyai tingkat konsumsi energi pada taraf defisit tingkat berat. Dan sisanya mempunyai tingkat energi pada taraf normal 21,4%, lebih 12,9%, defisit tingkat sedang 14,3%, dan defisit tingkat ringan 12,9%. Prevalensi status gizi kurang sebanyak 14% dan gizi buruk sebanyak 5%. Tingkat pengetahuan yang kurang tentang ASI sebanyak 11,4%,

tentang tahapan pemberian makanan sebanyak 9,5%, tentang makanan sehat sebanyak 27,1%, tentang kesehatan balita sebanyak , tentang garam beryodium sebanyak 23,8%, tentang hygiene sanitasi sebanyak 19%, tentang ASI ekslusif sebanyak 28,6%. Berdasarakan hasil palpasi di SDN Ngebruk I Desa Ngebruk TGR-

nya 23% (endemik sedang) Balita yang terkena infeksi disebabkan oleh tingkat konsumsi energi

dan protein yang tergolong defisit tingkat berat dengan jumlah persentase masing-masing

b. Penyebab Masalah Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

c. Tujuan Tujuan umum Mengadakan musyawarah tentang usulan program-program gizi dan

mendapat persetujuan dari pihak desa Tujuan khusus Menyajikan data potensi desa yang mendukung bina gizi masyarakat

di Desa Ngebruk Menyajikan data permasalahan gizi yang ada di Desa Ngebruk Tersusunnya rencana pemanfaatan SDN Ngebruk I dalam program

bina gizi Tersusunnya rencana tinadak lanjut pemecahan masalah gizi Menyusun kesepakatan kerja sama antara mahasiswa, tokoh

masyarakat lintas program dan lintas sector dalam program bina gizi masyarakat

d. Materi Kegiatan 1. 2. 3. Data potensi desa Data permasalahan gizi Rencana usulan program bina gizi masyarakat

Dengan kegiatan yang dilakukan adalah: Pokok

Mensosialisasikan program perencanaan kepada pihak desa Ngebruk, baik aparat maupun kader posyandu. Dengan kegiatan yang dilakukan meliputi: kerja bakti, lomba PMT, dan lomba pengembangan teknologi tepat guna Tambahan Meminta tanggapan, persetujuan, serta usulan serta partisipasi dan bantuan dalam pelaksanaan program-program yang disosialisasikan saat MMD e. Asumsi Perencanaan 1. Asumsi Positif Program yang direncanakan ditanggapi, disetujui, disepakati serta mendapat bantuan dan partisipasi dari masyarakat serta ada dukungan masyarakat lintas program dan lintas sektor 2. Asumsi Negatif Tidak ditanggapi, disetujui, disepakati serta tidak mendapat bantuan dan partisipasi dari masyarakat serta tidak ada dukungan f. Strategi metode pendekatan Guna keberhasilan program MMD, maka melakukan pendekatan kelompok dengan bekerja sama dengan Kades desa Ngebruk, aparat desa, kader, bidan desa, serts seluruh masyarakat pada umumnya

g. Sasaran Kegiatan 1. Masyarakat desa 2. Perangkat desa (pamong desa) 3. Bidan desa 4. Kader posyandu 5. Tokoh masyarakat, tokoh agama 6. Lintas program: surat keputusan tim pangan dan gizi

7. Lintas sektoral: pertanian, Depdiknas, Depag

h. Tempat dan waktu Tempat : balai desa Ngebruk Waktu: Maret 2012 i. Penanggung Jawab Penanggung jawab: Laila j. Biaya dan Sarana Sumber dana: swadaya Rincian: Sewa gedung Sewa kursi Undangan Konsumsi Dokumentasi Persiapan materi Total Rp 50.000,00 Rp 100.000,00 Rp 30.000,00 Rp 150.000,00 Rp 20.000,00 Rp 30.000,00 + Rp 380.000,00

k. Indicator keberhasilan 1. Berhasil apabila jumlah peserta MMD yang hadir 60% dari yang diundang 2. Tidak behasil apabila peserta MMD yang hadir < 60% dari yang

diundang

Untuk mengetahui seberapa besar perhatian masyarakat terhadap programprogram perencanaan mahasiswa. Berdasarkan hasil MMD yang diketahui dengan perhitunga sebagai berikut: Adequasi of effort = kegiatan yang disetuji x 100% kegiatan yang diajukan

a. PENYULUHAN KELOMPOK a) Penyuluhan Ibu Hamil a. Masalah Berdasarkan data dasar yang diambil pada tanggal 7-12 November 2011 didapatkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang ASI dan kolostrum masih kurang yaitu 14%. Untuk itulah diperlukan penyuluhan kelompok ibu hamil guna menambah pengetahuan mereka sehingga dapat menerapkan sikap dan kebiasaan yang lebih baik. b. Penyebab Masalah Rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI dan kolostrum yang berpengaruh terhadap kurangnya pengetahuan meneganai gizi dan kesehatan, khususnya dalam hal pengetahuan tentang ASI.

c. Tujuan Khusus Ibu hamil dan ibu menyusui mengetahui pengertian ASI Ibu hamil dan ibu menyusui mengetahui manfaat ASI Ibu hamil dan ibu menyusui mengetahui manfaat pemberian ASI

bagi ibu Ibu hamil dan ibu menyusui mengetahui pengertian colostrum

Ibu hamil dan ibu menyusui mengetahui manfaat colostrum Ibu hamil dan ibu menyusui mengetahui kandungan gizi pada

colostrum d. Materi Kegiatan Materi yang disajikan pada penyuluhan kelompok ini antara lain : Pengertian ASI Manfaat ASI Manfaat pemberian ASI bagi ibu Pengertian colostrum Manfaat colostrum Kandungan gizi Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan pemberian pre test kemudian memberikan penyuluhan pada ibu-ibu hamil selanjutnya dilakukan post test untuk mengetahui seberapa tingkat pemahaman mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya. e. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif Penyuluhan yang dilakukan mendapat partisipasi ibu-ibu hamil Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI dan

kolostrum

Penyuluh dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi

Asumsi Negatif hamil Penyuluhan yang dilakukan tidak mendapat partisipasi dari ibu-ibu

Penyuluhan tidak dapat meningkatkan pengetahuan tentang ASI dan

kolostrum

Penyuluhan tidak dapat membentuk perilaku yang benar mengenai

gizi f. Strategi Pendekatan Guna keberhasilan progam penyuluhan maka perlu dilakukan pendekatan kelompok dan individu kepada ibu-ibu hamil g. Sasaran Kegiatan Ibu hamil h. Tempat dan Waktu Tempat Waktu : Polindes : Maret 2012

i. Penanggung Jawab Afif Qonita L j. Biaya dan Sarana Alat peraga (poster dan leaflet) Hadiah Total k. Indikator Keberhasilan - Berhasil Jika dari hasil posttest ada kenaikan minimal 10% dari pretest - Tidak berhasil Jika dari hasil posttest tidak ada kenaikan minimal 10% dari pretest b) Penyuluhan Siswa SD : Rp. 30.000 : Rp. 30.000 : Rp. 60.000

a. Masalah Masa usia sekolah (usia 10-12 tahun) merupakan masa pertumbuhan dan ada peningkatan nafsu makan secara alamiah terutama makanan jajanan sehingga perlu pendidikan tentang jenis makanan jajanan yang sehat b. Penyebab Masalah Rendahnya tingkat pengetahuan anak sekolah tentang makanan jajanan yang sehat yang berpengaruh terhadap kurangnya pengetahuan menganai gizi dan kesehatan. c. Tujuan Khusus Siswa mengetahui, memahami dan mengerti tentang jajanan sehat d. Materi Kegiatan Materi yang disajikan pada penyuluhan kelompok ini antara lain : - Pengertian jajanan sehat - Manfaat jajanan sehat - Cara memilih jajanan sehat - Dampak dari memilih jajanan tidak sehat Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan pemberian pre test kemudian memberikan penyuluhan pada anak sekolah selanjutnya dilakukan post test untuk mengetahui seberapa tingkat pemahaman mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya. e. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif

Penyuluhan yang dilakukan mendapat partisipasi anak sekolah Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan

jajanan sehat

Penyuluh dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi

Asumsi Negatif

Penyuluhan yang dilakukan tidak mendapat partisipasi dari anak sekolah Penyuluhan tidak dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan jajanan sehat

Penyuluhan tidak dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi

f. Strategi Pendekatan Guna keberhasilan progam penyuluhan maka perlu dilakukan pendekatan kelompok dan individu kepada anak sekolah g. Sasaran Kegiatan Anak sekolah h. Tempat dan Waktu Tempat Waktu : SDN Ngebruk 1 : Maret 2012

i. Penanggung Jawab Ayu Putri j. Biaya dan Sarana Alat peraga (poster dan leaflet) Hadiah Total k. Indikator Keberhasilan - Berhasil Jika dari hasil posttest ada kenaikan minimal 10% dari pretest : Rp. 30.000 : Rp. 30.000 : Rp. 60.000

- Tidak berhasil Jika dari hasil posttest tidak ada kenaikan minimal 10% dari pretest c) Penyuluhan Ibu Balita a. Masalah Kurangnya pengetahuan ibu balita mengenai makanan sehat sebesar 27% . hal ini tetap menjadi suatu masalah yang harus ditanggulangi, mengingat pentingnya faktor asupan makanan bagi pertumbuhan dan perkembangan balita b. Penyebab Masalah Rendahnya tingkat pengetahuan ibu balita tentang makanan sehat yang berpengaruh terhadap kurangnya pengetahuan menganai gizi dan kesehatan. c. Tujuan Khusus - Meningkat-kan pengetahuan ibu tentang pengertian makanan sehat - Meningkat-kan pengetahua ibu tentang pengertian, sumber dan macam zat gizi - Meningkat-kan pengetahuan ibu tentang pola makan d. Materi Kegiatan Makanan sehat Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan pemberian pre test kemudian memberikan penyuluhan pada anak sekolah selanjutnya dilakukan post test untuk mengetahui seberapa tingkat pemahaman mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya. e. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif

Penyuluhan yang dilakukan mendapat partisipasi ibu balita

Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan

sehat Penyuluh dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi

Asumsi Negatif

Penyuluhan yang dilakukan tidak mendapat partisipasi dari ibu balita

Penyuluhan tidak dapat meningkatkan pengetahuan tentang makanan sehat Penyuluhan tidak dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi f. Strategi Pendekatan Guna keberhasilan progam penyuluhan maka perlu dilakukan pendekatan kelompok dan individu kepada ibu balita g. Sasaran Kegiatan Ibu balita h. Tempat dan Waktu Tempat Waktu : Balai Desa Ngebruk : Maret 2012

i. Penanggung Jawab Nurus Sakinah j. Biaya dan Sarana Alat peraga (poster dan leaflet) Hadiah Total k. Indikator Keberhasilan : Rp. 30.000 : Rp. 30.000 : Rp. 60.000

- Berhasil Jika dari hasil posttest ada kenaikan minimal 10% dari pretest - Tidak berhasil Jika dari hasil posttest tidak ada kenaikan minimal 10% dari pretest

d) Penyuluhan Kader a. Masalah Hasil distirbusi menunjukkan kader Desa Ngebruk tidak pernah melakukan pemberian PMT pada balita b. Penyebab Masalah Rendahnya tingkat pengetahuan kader tentang pemberian PMT pada balita yang berpengaruh terhadap kurangnya pengetahuan menganai gizi dan kesehatan. c. Tujuan Khusus
Ibu-ibu kader mampu menjelaskan maksud dari PMT dalam waktu 5 menit

dengan benar Ibu-ibu kader mampu menjelaskan manfaat PMT bagi batita dalam waktu 5 menit menit. d. Materi Kegiatan Materi yang disajikan pada penyuluhan kelompok ini antara lain :

Ibu-ibu kader mampu menyebutkan macam PMT dalam waktu 5

arti PMT manfaat PMT bagi balita macam-macam PMT

Adapun kegiatan yang dilakukan adalah dengan pemberian pre test kemudian memberikan penyuluhan pada anak sekolah selanjutnya dilakukan post test untuk mengetahui seberapa tingkat pemahaman mengenai materi yang telah diberikan sebelumnya. e. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif

Penyuluhan yang dilakukan mendapat partisipasi kader Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian

PMT balita Penyuluh dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi

Asumsi Negatif

Penyuluhan yang dilakukan tidak mendapat partisipasi dari kader Penyuluhan tidak dapat meningkatkan pengetahuan tentang pemberian PMT

Penyuluhan tidak dapat membentuk perilaku yang benar mengenai gizi f. Strategi Pendekatan Guna keberhasilan progam penyuluhan maka perlu dilakukan pendekatan kelompok dan individu kepada kader g. Sasaran Kegiatan Kader h. Tempat dan Waktu Tempat Waktu : Balai Desa Ngebruk : Maret 2012

i. Penanggung Jawab

Ardisah Fajar j. Biaya dan Sarana Alat peraga (poster dan leaflet) Hadiah Total : Rp. 30.000 : Rp. 30.000 : Rp. 60.000

k. Indikator Keberhasilan Berhasil Jika dari hasil posttest ada kenaikan minimal 10% dari pretest
Tidak berhasil Jika dari hasil posttest tidak ada kenaikan minimal 10% dari

pretest

2. PENANGANAN PERBAIKAN GIZI a. Masalah Berdasarkan data yang diperoleh dari baseline data yang dilakukan pada tanggal 7-12 November 2011 di Desa Ngebruk Prevalensi status gizi kurang sebanyak 14% dan gizi buruk sebanyak 5%. b. Penyebab Masalah Kurangnya intake energi dan protein yang diperoleh balita. Tingkat konsumsi energi dan tingkat konsumsi protein balita masih banyak yang tergolong defisit. c. d. Tujuan khusus Memperbaiki status gizi balita KEP Materi Kegiatan Pemberian PMT bagi balita KEP

e.

Asumsi Perencanaan

Asumsi Positif

kegiatan yang dilakukan mendapat partisipasi dari masyarakat dan

ibu balita

kegiatan dapat meningkatkan status gizi balita

Asumsi Negatif
Kegiatan yang dilakukan tidak mendapat partisipasi dari ibu balita

maupun masyarakat
kegiatan tidak dapat meningkatkan status gizi balita

f.

Strategi dan Metode Pendekatan

Guna keberhasilan progam penyuluhan maka perlu dilakukan pendekatan kelompok dan individu kepada balita penderita KEP g. Sasaran Kegiatan

Balita penderita KEP h. Tempat dan Waktu

Balai desa Ngebruk i. Penangnggung Jawab

Afif Qonita j. Biaya dan Sarana Rp 200.000,00

Pengadaan PMT k.

Indikator Keberhasilan Dikatakan berhasil jika ada peningkatan status gizi balita KEP

3. REFRESHING KADER a. Masalah Dari pengumpulan data dasar, 58 % kader yang kurang memiliki pengetahuan tentang posyandu, 81% kader kurang mengetahui pengetahuan tentang KEP, pengetahuan kader yang harusnya menguasasi tetapi masih terdapat yang belum menguasai dan keterampilan kader yang harusnya bisa masih ditemukan yang kurang. b. Penyebab Masalah Kurangnya pelatihan dan penyuluhan untuk mengembangkan keterampilan kader tentang posyandu, KEP, dan masalah gizi lainnya. c. Tujuan Tujuan Umum Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kader agar lebih mampu melaksanakan UPGK Tujuan Khusus Kader dapat melakukan minimal 5 langkah kritis penimbangan secara benar Kader dapat melakukan 5 langkah pengukuran tinggi badan secara benar Kader dapat melakukan 7 langkah pengukuran menggunakan LLA kader dapat menetapkan sistem 5 meja di posyandu Kader dapat membuat dan melakukan pencatatan serta pelaporan yang benar Kader dapat melakukan pencatatan tentang balok SKDN Kader dapat mencatat dan membaca KMS dengan benar Meningkatkan pengetahuan tentang makanan sehat

Meningkatkan pengetahuan tentang GAKY Meningkatkan pengetahuan tentang Anemia Meningkatkan pengetahuan tentang KVA Meningkatkan pengetahuan tentang KEP Meningkatkan pengetahuan tentang Diare

d. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif apabila ada partisipasi dari kader dengan kehadirannya dalam pelatihan kader dan adanya dukungan dari Puskesmas dan Desa serta tersedianya sarana prasarana yang diperlukan dalam pelatihan dan refteshing kader tersebut. Asumsi Negatif apabila tidak ada partisipasi dari kader dengan kehadirannya dalam pelatihan kader dan tdak adanya dukungan dari Puskesmas dan Desa, serta tidak tersedianya saranan prasarana yang diperlukan dalam refresing kader tersebut

e. Sasaran Seluruh kader yang ada dari masing-masing Rukun Warga

f. Kegiatan Pelatihan kader, penyuluhan dan pendidikan singkat kepada kader

g. Strategi Pendekatan atau Metode Kelompok dengan simulasi, ceramah, tanya jawab dan demonstrasi

h. Tempat dan Waktu Tempat Waktu : Balai Desa Ngebruk : Maret 2012

i. Organisasi Tenaga Pelaksana Penaggung jawab : Ayu Putri Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara : Afif Qonita L : Lailatul Maghfiroh : Devi Wulandari S : Nurus Sakina

Sie Perlengkapan : Sofiyah Nur Lailiyah Sie Konsumsi j. Biaya a) Masyarakat b) Mahasiswa k. Materi 1. Makanan Sehat Apa itu makanan sehat Bagainana memilih makanan sehat : Disesuaikan : Rp 60.000 : Ardisyah Fajarningtyas

Sumber-sumber makanan sehat

2. GAKY Apa itu GAKY Penyebab GAKY Akibat GAKY Terjadi didaerah mana saja Penanggulangan dan pencegahan Sumber iodium Penggunaan garam beyodium

3. Anemia Apa itu anemia Penyebab Anemia Gejala Anemia Akibat Anemia Sering terjadi pada siapa saja Penanggulangan dan pencegahan Sumber-sumber zat besi

4. KVA Apa itu KVA Penyebab KVA Gejala KVA Akibat KVA

Sering terjadi pada siapa saja Penanggulangan dan pencegahan Sumber-sumber vitamin A

5. KEP Apa itu KEP Penyebab KEP Gejala KEP Akibat KEP Sering terjadi pada siapa saja Penanggulangan dan pencegahan Sumber-sumber tinggi energi dan protein

6. Pencatatan dan Pelaporan Bagaimana cara melakukan pencatatan dan pelaporan yang benar, yaitu dengan praktek 7. Sistem 5 meja posyandu Apa itu sistem 5 meja Bagaimana sistem 5 meja Apa manfaat dari sistem 5 meja

8. Minimal 5 langkah kritis penimbangan (dalam 9 langkah penimbangan) - Bagaimana minimal 5 langkah penimbangan - Manfaat dan tujuan minimal 5 langkah penimbangan 9. Lima langkah pengukuran tinggi badan dengan menggunakan mikrotoa

Bagaimana 5 langkah dalam melakukan pengukuran tinggi badan Manfaat dan tujuan 5 langkah pengukuran tinggi badan

10. Lima langkah pengukuran LLA Bagaimana 5 langkah dalam melakukan pengukuran LLA Manfaat dan tujuan 5 langkah pengukuran LLA

11. Pengisian balok SKDN - Bagaimana cara mengisi balok SKDN dengan benar - Fungsi, manfaat dan tujuan pengisian balok SKDN 12. Diare Apa itu Diare Penyebab Diare Gejala Diare Akibat Diare Penanggulangan atau pencegahan

l. Evaluasi Dengan dilakukannnya tes tertulis dan praktek langsung terhadap metode yang telah diberikan kepada posyandu - Berhasil jika > 60% materi dapat dipraktekan untuk evaluasi keterampilan dan dijawab dengan benar (post-test) untuk pengetahuan - Tidak berhasil apabila < 60% materi dapat dipraktekan untuk evaluasi keterampilan dan dijawab dengan benar (post-test) untuk pengetahuan

m. Sarana dan Prasarana

Papan tulis, food models, poster, alat tulus, buku register, buku pedoman KMS, meja, kursi, dacin, mikrotoa, LLA dan perlengkapannya.

4. INTERVENSI LANGSUNG a) Pemberian Garam Beryodium a. Masalah Berdasarakan hasil palpasi di SDN Ngebruk I Desa Ngebruk TGR-nya 23% yang tergolong endemic sedang b. Penyebab Masalah Kurangnya pengetahuan anak sekolah dan beryodium, digunakan dalam pengolahan makanan sehari-hari c. Tujuan Tujuan umum : Sebagai sarana penyuluhan tentang pentingnya garam beryodium Tujuan Khusus: Mengurangi kejadian gondok Memperbaiki penggunaan garam dalam pengolahan makanan masyarakat tentang garam

sehingga contoh garam beryodium yang diberikan dapat

d. Materi Kegiatan : Pemberian Garam Beryodium

e. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif Apabila ada dukungan dari pihak desa, sekolah dan polindes, serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan.

Asumsi Negatif Apabila tidak ada dukungan dari pihak desa dan polindes, serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan.

f. Strategi Pendekatan Pendekatan langsung pada pihak sekolah, desa dan polindes

g. Sasaran Siswa SDN 01 Ngebruk

h. Kegiatan Pemberian garam beryodium

i. Tempat dan waktu Tempat Waktu : SDN 01 Ngebruk : Maret 2011

j. Organisasi Tenaga Pelaksana Penanggung jawab Ketua Wakil Ketua Sekretaris : Nurus Sakinah : Ardisyah F. : Sofiyah Nurlailiyati : Devi Wulandari

Bendahara Sie perlengkapan Sie Konsumsi

: Apip Qonita : lailatul M. : Ayu Putri

k. Biaya dan Sarana Mahasiswa : 20.000

b) Pemberian Makanan Tambahan (PMT) a. Masalah Anak balita dengan status gizi (BB/U) 20% kurang dan 7% buruk Anak balita dengan status gizi (BB/TB) 16% kurus dan 16% sangat kurus Anak balita dengan satus gizi (TB/U) 27% pendek b. Tujuan Tujuan umum Sebagai sarana penyuluhan pada ibu-ibu balita tentang manfaat pemberian PMT pada balita. Tujuan Khusus

Mengoptimalkan status gizi balita Memperbaiki tingkat konsumsi energi dan protein

c. Materi Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

d. Asumsi Perencanaan

Asumsi Positif Apabila ada dukungan dari pihak desa, sekolah dan polindes, serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan. Asumsi Negatif Apabila tidak ada dukungan dari pihak desa dan polindes, serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan.

e. Strategi Pendekatan Pendekatan langsung pada pihak desa, polindes dan masyarakat setempat

f. Sasaran Anak Balita

g. Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

h. Tempat dan waktu Tempat Waktu : Balai Desa : Maret 2011

i. Organisasi Tenaga Pelaksana Penanggung jawab Ketua : Ayu Putri Aulia : Ardisyah F.

Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Sie perlengkapan Sie Konsumsi

: Sofiyah Nurlailiyati : Nurus Sakinah R. : Lailatul Maghfirah : Apip Qonita, Ayu Putri : Devi Wulandari

j. Biaya dan Sarana Mahasiswa : 20.000


c) Pemasangan Papan PUGS

a. Masalah Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi sehingga papan PUGS dapat digunakan sebagai bahan tambahan informasi.

b. Tujuan Sebagai inventaris polindes dalam menunjang peningkatan pengetahuan tentang gizi masyarakat Desa Ngebruk.

c. Materi Kegiatan Pesan Umum Gizi Seimbang (PUGS)

d. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif

Apabila ada dukungan dari pihak desa dan polindes, serta sarana dan prasarana yang diperlukan. Asumsi Negatif

tersedianya

Apabila tidak ada dukungan dari pihak desa dan polindes, serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan.

e. Strategi Pendekatan Pendekatan langsung pada pihak desa dan polindes

f. Sasaran Masyarakat Desa Ngebruk

g. Kegiatan Pemasangan papan PUGS h. Tempat dan waktu Tempat Waktu : Polindes Ngebruk : Maret 2011

i. Organisasi Tenaga Pelaksana Penanggung jawab Ketua Wakil Ketua Sekretaris : Kepala Desa Ngebruk : Apip Qonita : Devi Wulandari : Lailatul M.

Bendahara Sie perlengkapan Sie Konsumsi

: Nurus Sakinah : Devi Wulandari, ardiysah F. : Sofiyah Nurlailiyati

j. Biaya dan Sarana Mahasiswa : 20.000

d) Pemasangan Poster di Masing-Masing Posyandu a. Masalah Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang gizi berdasarkan kuesioner yang telah diisi oleh responden sehingga poster dapat digunakan sebagai tambahan informasi. Tema pembuatan poster dapat didasarkan dari penetapan skala prioritas masalah.

b. Tujuan Sebagai inventaris posyandu dalam menunjang minat ibu-ibu untuk datang secara rutin dan memperoleh informasi yang lebih.

c. Materi Kegiatan : - Poster Gaky - Poster KEP - Poster ASI, dll

d. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif Apabila ada dukungan dari pihak desa, polindes, kader posyandu serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan. Asumsi Negatif Apabila tidak ada dukungan dari pihak desa, polindes, posyandu / kader serta tersedianya sarana dan prasarana yang diperlukan.

e. Strategi Pendekatan Pendekatan langsung pada pihak desa, polindes dan kader posyandu

f. Sasaran Masyarakat Desa Ngebruk pada umumnya serta kader, ibu balita, ibu hamil, ibu menyusui yang datang ke posyandu sebagai pengguna pada khususnya.

g. Kegiatan Pemasangan poster di masing-masing posyandu.

h. Tempat dan waktu Tempat : Masing-masing posyandu Desa Ngebruk Waktu : Maret 2012

i. Organisasi Tenaga Pelaksana Penanggung jawab Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Sie perlengkapan Sie Konsumsi : Kepala Desa Ngebruk : Nurus Sakinah Rojabiyah : Apip Qonita : Ayu Putri : lailatul M. : Sofiyah Nurlaliyati, Devi Wulandari : Ardisyah F.

j. Biaya dan Sarana Mahasiswa : 20.000

PENJARINGAN KASUS a. Masalah Berdasarkan data tingkat konsumsi balita yang didapat, kasus balita dengan tingkat konsumsi energi termasuk deficit tingkat berat 38,6%. Permasalahan ini merupakan landasan dasar perlu adanya suatu penjaringan kasus gizi kurang untuk mendeteksi sekaligus menganalisis faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya permasalahan tersebut.

b. Tujuan 1. Umum Mengidentifikasi masalah gizi di wilayah Desa Ngebruk 2. Khusus


a) b) c)

Mengetahui balita yang gizi kurang Mengetahui karateristik keluarga dengan gizi kurang Menganalisa penyebab kurang gizi pada balita

c. Materi Kegiatan Penjaringan kasus balita gizi kurang d. Asumsi Perencanaan 1. Positif a) b) c) 2. Negatif a) b) e. Strategi Pendekatan Pendekatan individu Dedikasi pelaksana kurang Tingkat pendidikan penduduk rendah Adanya kerjasama yang baik dengan berbagai Tersedia tenaga pelaksana Tingginya kemampuan masyarakat instansi dan masyarakat

f. Sasaran Kegiatan Data balita yang diketahui gizi kurang : BB No. Nama Balita Usia (bln) Nama Ortu Alamat (kg) bln Des Status gizi

g. Tempat dan Waktu


1. 2.

Hari/tanggal Waktu Tempat

: Maret 2011 : Hari ke 2- 13/07.00 s/d selesai : Rumah penduduk

3.

h. Penanggung Jawab dan Tenaga Pelaksana


1. 2. 3. 4. 5.

Penanggung jawab Ketua Wakil Sekretaris Humas Perlengkapan

: Bidan Desa : Afif : Adisah : Sofiyah : Sakinah dan Devi : Laila dan Ayu

6.

i. Metode Pelaksanaan Wawancara dan observasi j. Biaya dan Sarana Sumber Dana : Mahasiswa @ Rp. 10.000 Rincian Pengeluaran : Transportasi Pengadaan materi = Rp. 10.000 = Rp. 100.000 + = Rp. 60.000 = Rp. 70.000

Alat yang diperlukan : Data register posyandu, alat tulis, form penjaringan kasus. k. Evaluasi 1. Berhasil Bila masing-masing mahasiswa mendapatkan masalah gizi 2. Tidak berhasil Bila masing-masing mahasiswa tidak mendapatkan masalah gizi.

LINTAS SEKTOR a. Latar Belakang Pengetahuan tentang gizi dan kesehatan sangat penting untuk berbagai golongan masyarakat karena dengan pengetahuan tersebut masyarakat dapat hidup sehat. Penyuluhan merupakan salah satu media untuk menyampaikan pengetahuan. Oleh karena itu, dilakukan penyuluhan kepada anak SD, ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita dan kader. Namun kegiatan tersebut akan berjalan dengan lancar jika didukung oleh pihak-pihak terkait. b. Tujuan

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan ketrampilan ibu balita, ibu hamil, ibu menyusui, kader dan anak SD. c. Asumsi Perencanaan Asumsi Positif Apabila ada partisipasi dari ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui, kader dan anak SD dengan kehadirannya dalam setiap penyuluhan. Serta tersedianya sarana prasarana yang diperlukan dalam penyuluhan tersebut. Asumsi Negative Apabila tidak ada partisipasi dari ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui, kader dan anak SD dengan kehadirannya dalam setiap penyuluhan. Serta tersedianya sarana prasarana yang diperlukan dalam penyuluhan tersebut. d. Sasaran Seluruh bu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui yang ada di desa Ngebruk Seluruh Kader yang ada dari masing-masing dusun di desa Ngebruk Seluruh siswa SD kelas 4,5 dan 6 di SD Ngebruk 1

e. Kegiatan Penyuluhan pada ibu balita, ibu hamil, ibu menyusui, kader dan anak SD f. Strategi Pendekatan atau Metode Ceramah, diskusi dan tanya jawab g. Tempat dan Waktu Tempat : Balai Desa Ngebruk Waktu : Bulan Maret 2012

h. Organisasi Tenaga Pelaksana Penanggung jawab Ketua Wakil Ketua Sekretaris Bendahara Sie Perlengkapan : Kepala Desa Ngebruk : Afif Qonita L : Sofiyah Nur L : Ardisyah F. : Nurus Sakinah : Devi Wuladari S Ayu Putri A.H Sie Konsumsi i. Biaya Disesuaikan j. Materi Pengetahuan tentang komposisi MP-ASI Pengetahuan tentang garam beryodium ke ibu balita Pengetahuan kader tentang ciri balita sehat Pengetahuan kader tentang bahan makanan mencegah kurang darah Pengetahuan tentang pemberian MP-ASI ke ibu balita Pengetahuan kader tentang fungsi KMS Pengetahuan keder tentang balok SKDN (refreshing kader) Pengetahuan tentang tahapan pemberian makan ke ibu balita Pengetahuan kader tentang pertumbuhan Balita Pengetahuan kader tentang bentuk makan untuk Balita Pengetahuan kader tentang makanan untuk penderita KEP Pengetahuan kader tentang akibat dari kekurangan yodium : Lailatul Magfiroh

Pengetahuan kader tentang upaya penanggulangan GAKY Pengetahuan kader tentang Pemberian Makanan Tambahan Pengetahuan tentang pemberian PASI ke ibu Balita Pengetahuan tentang makanan sehat untuk ibu Hamil Pengetahuan tentang makanan sehat kepada ibu Balita Pengetahuan kader tentang tindakan untuk penderita BGM Pengetahuan Kader tentang berat badan ideal untuk balita Pengetahuan Kader tentang tanda-tanda KEP Pengetahuan Kader tentang anemia Pengetahuan anak sekolah tentang kebersihan diri Pengetahuan Kader tentang vitamin-vitamin agar zat besi mudah diserap tubuh Pengetahuan Kader tentang makanan yang dibatasi saat diare Pengetahuan Kader tentang pengertian Kwashiorkor Pengetahuan Kader tentang tanda-tanda Kwashiorkor Pengetahuan kader tentang vitamin untuk penderita KEP Pengetahuan Kader tentang kadungan makanan yang dapat membantu penyerapan vitamin A Pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT Pengetahuan Kader tentang penyebab anemia Pengetahuan anak sekolah tentang sarapan Pengetahuan Kader tentang meja pelayanan di posyandu (refreshing kader) Pengetahuan Kader tentang penyebab KEP Pengetahuan Kader tentang umur balita saat diberi vitamin A Pengetahuan Kader tentang warna kapsul vitamin A Pengetahuan Kader tentang cara pemberian ASI saat diare pada balita Pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya olahraga Pengetahuan anak sekolah tentang frekuensi makan

Pengetahuan Kader tentang pengertian marasmus Pengetahuan Kader tentang ciri-ciri marasmus Pengetahuan anak sekolah tentang kesehatan lingkungan kelas Pengetahuan anak sekolah tentang jajanan sehat Pengetahuan ibu menyusui tentang menyusui yang baik Pengetahuan ibu hamil tentang status gizi beresiko KEK k. Sarana dan Prasarana Papan tulis, food models, poster, leaflet, alat tulis, dan perlengkapan lainnnya. l. Evaluasi Dengan dilakukannya tes tertulis dan praktek langsung terhadap materi penyuluhan yang telah diberikan kepada ibu balita, ibu hamil, ibu menyusui, kader dan anak SD - Berhasil jika > 60% materi penyuluhan dapat dijawab dengan benar (post test) untuk pengetahuan. - Tidak berhasil apabila < 60 % materi dapat dijawab dengan benar (post test) untuk pengetahuan.

TEKNOLOGI TEPAT GUNA a. Masalah Hasil produksi pertanian yang paling banyak di Desa Ngebruk adalah singkong, tempe, jagung, labu siam, dll. Dimana hasil produksi pertanian ini kurang dimanfaatkan, lebi banyak dikonsumsi dalam bentuk digoreng. Sehingga diperlukan teknologi tepat guna untuk meningkatkan pemanfaatan bahan makanan local tersebut.

b. Penyebab masalah

Kurangnya pengetahuan untuk mendayagunakan hasil alam yang ada di Desa menggunakan teknologi tepat guna.

c. Tujuan Tujuan Umum Memberikan pengetahuan kepada masyarakat Desa Ngebruk mengenai teknologi tepat guna untuk hasil-hasil yang melimpah sehingga dapat bernilai jual tinggi untuk meningkatkan perekonomian serta memvariasikan bahan makanan yang ada. Tujuan Khusus Meningkatkan ketrampilan dan menambah wawasan pengetahuan

dan pemanfaatan bahan makanan local. Ibu dapat memadukan dan mengolah bahan makanan local yang ada

sehingga menghasilkan variasi makanan yang menarik dan bergizi.

d. Asumsi Perencanaan 1. baik.


2.

Positif apabila ada dukungan dari masyarakat dan tersedianya sarana

dan prasarana yang diperlukan serta masyarakat dapat melaksanakan dengan

Negatif apabila tidak ada dukungan dari masyarakat dan tersedianya

sarana dan prasarana yang ada.

e. Sasaran Ibu Ibu kader, ibu- ibu PKK, Masyarakat umumnya

f. Kegiatan Demo pembuatan teknologi tepat guna g. Strategi Pendekatan atau Metode Pendekatan kelompok

h. Tempat dan Waktu Tempat Waktu : Balai Desa Ngebruk : Maret 2012

i. Organisasi Tenaga Pelaksana Penanggung jawab Ketua Wakil Ketua Sekertaris Bendahara Sie Perlengkapan Sie Konsumsi : Kepala Desa Ngebruk : Afif Qonita Lutfiyah : Ardisah Fajarningtyas : Lailatul Magfiroh : Nurus Sakinah : Sofiyah Nur Lailiyah : Devi Wulandari

j. Biaya dan Sarana Masyarakat Mahasiswa k. Materi : disesuaikan : 50.000

Resep resep

l. Evaluasi - Berhasil jika peserta demo lebih dari 50% dari undangan, dan ibu-ibu mampu memperagakanya - Tidak berhasil apabila peserta demo kurang dari 50% dari undangan, dan ibuibu tidak bisa menerapkanya