P. 1
Stat is Tika

Stat is Tika

|Views: 20|Likes:
Dipublikasikan oleh kamalfaruqb

More info:

Published by: kamalfaruqb on Sep 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2012

pdf

text

original

MENGHITUNG NILAI PUSAT

1. Rata-Rata Hitung (Mean)
Menghitung rata-rata dengan cara jumlah dari keseluruhan angka (bilangan)
yang ada dibagi dengan banyaknya angka (bilangan) tersebut. Untuk menghitung rata-
rata dibedakan antara data tunggal dengan data kelompok.
a. Rata-rata hitung data tunggal
Menghitung rata-rata data tunggal dibedakan antara data tunggal yang
berfrekwensi satu dengan data tunggal yang berfrekwensi lebih dari satu.
1) Menghitung Mean dan Distribusi Frekwensi Data Tunggal yang
berfrekwensi = 1
X
= Mean yang akan dicari.
x Σ = Jumlah nilai yang ada.
N = Banyaknya frekwensi yang ada.
Contoh :
Tabel 1.1
Distribusi Frekwensi Nilai Statistik dari 5 Mahasiswa
X F
4
5
6
7
8
1
1
1
1
1
Σ x = 30 N = 5
Meannya adalah : 6
5
30
· ·
Σ
·
N
x
X
2) Menghitung Mean Data Tunggal dengan Frekwensi lebih dari 1
X
= Mean yang akan dicari
fx Σ
= Jumlah (f x X)
f Σ
= Jumlah total frekwensi
Contoh :
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
1
Rumus :
N
x
X
Σ
·
Rumus :
f
fx
X
Σ
Σ
·
Tabel 1.2
Distribusi Frekwensi Hasil Ujian Mata Kuliah Bahasa Inggris Dari 70
Mahasiswa
X F Fx
3
4
5
6
7
8
9
1
3
10
30
20
4
2
3
12
50
180
140
32
18
Total
70 · Σf
435 · Σfx
Meannya adalah :
21 , 6
70
435
· ·
Σ
Σ
·
f
fx
X
b. Menghitung Mean Data Kelompok
Untuk menghitung mean pada data kelompok dapat dilakukan dengan cara yaitu:
1) Cara 1
X
= Mean yang akan dicari
fx Σ
= Jumlah perkalian midpoint dan interval
f Σ
= Jumlah frekwensi
Menghitung Mean cara pertama
1. tentukan midpoint/nilai tengah dari interval nilai (x) dengan cara
menambahkan batas kelas bawah dengan batas kelas atas dibagi dua pada
setiap kelas dalam distribusi frekwensi.
2. Kalikan midpoint (x) dengan frekwensi (f) atau (fx)
3. Hitung jumlah fx (
fx Σ
)
4. Hitung jumlah frekwensi (
f Σ
)
5. Hitung rata-rata atau mean
Contoh :
Tabel 1.3
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
2
Rumus :
f
fx
X
Σ
Σ
·
Distribusi Fekwensi Hasil Ujian Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa Inggris
Dari 100 Peserta
Interval Nilai Frekwensi (f) Midpoint (x) Fx
34 – 38
39 – 43
44 – 48
49 – 53
54 – 58
59 – 63
64 – 68
69 – 73
74 – 78
79 – 83
2
3
5
7
10
25
20
10
9
9
36
41
46
51
56
61
66
71
76
81
72
123
230
357
560
1525
1320
710
684
729
Total f Σ
= 100
fx Σ
= 6310
Meannya adalah :
10 , 63
100
6310
· ·
Σ
Σ
·
f
fx
X
2) Cara II
Rumus :
X
= Mean yang akan dicari
M’ = Mean taksiran
i = Interval
' fx Σ
= Jumlah hasil kali titik taksiran dan frekwensi
f Σ
= Jumlah seluruh frekwensi
Menghitung Mean Data Kelompok cara kedua :
1. Tentukan titik tengah / midpoint masing-masing interval (x)
2. Tentukan mean tafsiran (M’) dengan cara :
a. Pilih dari tabel distribusi frekwensi yang memiliki frekwensi
tertinggi atau
b. Pilih frekwensi yang berada di tengah dari deretan interval nilai.
3. Tentukan titik tengah tafsiran (x’)
Titik tengah ini disesuaikan dengan mean tafsiran (M’) beri nilai nol (0), di
atas titik tengah tafsiran diberi nilai -1, -2 dan seterusnya hingga
seluruhnya ke atas, sedangkan di bawah titik tengah tafsiran diberi nilai +1,
+2 dan seterusnya hingga seluruhnya ke bawah.
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
3
Rumus :
f
fx
i X
Σ
Σ
+ Μ ·
'
'
4. Kalikan titik tengah tafsiran dengan frekwensi didapat fx’
5. Hitung mean
Contoh :
Dengan menggunakan tabel sederhana dapat kita lihat sebagai beikut :
Tabel 1.4
Distribusi Frekwensi Hasil Ujian Masuk Akhir Semester Mata Kuliah Bahasa
Inggris Dari 100 Peserta
Interval Nilai Frekwensi (F) Midpoint (x) X’ Fx
34 – 38
39 – 43
44 – 48
49 – 53
54 – 58
59 – 63
64 – 68
69 – 73
74 – 78
79 – 83
2
3
5
7
10
25
20
10
9
9
36
41
46
51
56
61
66
71
76
81
-5
-4-3
-2
-1
0
+1
+2
+3
+4
+5
-10
-12
-15
-14
-20
-12
+20
+10
+28
+36
Total f Σ
= 100
' fx Σ
= 11
Frekwensi terbesar Mean Tafsiran (M’)
= 61 – 5
100
11
= 61 – (5 x 0,11) = 61 – 0,55 = 61,45
Hasilnya bisa terdapat selsih atau bisa sama dengan cara 1
2. Nilai Rata-Rata Pertengahan / Median (Me)
Suatu nilai / suatu angka yang membagi suau distribusi frekwensi dalam dua
bagian yang sama besar. Untuk menghitung median terdapat perbedaan cara antara
data tunggal dengan data kelompokan.
a. Menghitung median data tunggal
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
4
Rumus :
f
fx
i X
Σ
Σ
− Μ ·
'
'
Menghitung median data tunggal dibedakan lagi menjadi medain data tunggal
dengan data ganjil dan median data tngal dengan data genap.
1) Menghitung median data tungal dengan jumla data ganjil.
Rumus yan dapat digunakan ntuk menghitung median data tunggal dengan
data ganjil sebagai berikut :
2
1 +
·
n
X Me
(baris ke)
Tabel 1.5
Median Data Tunggal Dengan Data Berjumlah Ganjil
X F
30
40
50
60
70
80
90
1
1
1
1
1
1
1
Total f Σ
= 7
2) Menghitung median data tungal dengan berjumlah genap
Rumus yan dapa digunakan ntuk menghitung median data tunggal dengan data
yang berjumlah enap sebagai berikut :
2
2
2
2
1 + +
+
·
n n
X X
Me
(baris ke)
Contoh :
Tabel 1.6
Median Data Tungal Dengan Data Berjumlah Genap
X F
30
40
1
1
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
5
Untuk mencari mediannya : Rumus
baris ke
2
1 + n
X

Diketahui jumla data = 7
Maka dimaskkan ke dalam rumus
4
2
1 7
X X ·
+
yang berarti baris ke 4
Baris ke 4 = 60
Me = 60
Untuk mencari mediannya : Rumus baris
ke
2
2
2
2
+
+
n n
X X
Diketahui jumlah data = 8
Maka dimasukkan ke dalam rumus
2 2
5 4 2
2 8
2
8
X X
X X
+
·
+
+
yang berarti baris
ke 4 diambah baris ke 2 dibagi 2
Baris ke 4 dan baris ke 5 =
2
70 60 +
Me = 60,5
50
60
70
80
90
100
1
1
1
1
1
Total f Σ
= 8
b. Menghitung Median Data Kelompok
Rumus yang digunakan untuk menghitung median data kelompok adalah sebagai
berikut :
Me = b + p
Keterangan
b= batas bawah kelas mean adalah kelas dimana median akan terletak
p= panjang kelas median
n= ukuran sampel atau banyak data
F= jumlah semua frekwensi dengan tanda kelas lebih kecil dari tanda kelas median
f= frekwensi kelas median (diambil dari frekwensi terbanyak)
contoh :
Tabel 1.7
Median Data Berkelompok
Nilai Ujian Bahasa Arab
30 Orang Siswa
X F
39 – 44
45 – 50
3
5
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
6
f
F n −
2
1
Dari table di sebelah kiri diketahui data-
data sebagai berikut : b = 50,50, p = 6, f =
7 dan F= 3 + 5 = 8
Me = 50,50 + 6
= 50,50 + 0,00
= 50,50 7
15 ) 30 (
2
1

51 – 56
57 – 62
63 – 68
69 – 74
7
6
5
4
b = = 50,50, f = rekwensi terbesar = 7 F = 3 + 5 = 8
3. Modus
Modus merupakan angka atau bilangan yang paling sering muncul dalam suatu
kelompok data. Suatu modul akan terdapat baik pada data tunggal maupun data pada
berkelompok. Adapun langkah-langkah yang digunakan untuk mencari modus data
tunggal maupun data kelompok sebagai berikut.
1. Mencari modus data tunggal
Modus data tunggal adalah data yang frekwensinya terbanyak.
Contoh :
Tabel 1.8
Tabel Distribusi Frekwensi
Dari 50 orang guru
Usia (x) F
30
32
34
36
38
40
42
44
46
2
3
5
8
12
8
5
4
3
Total Σ x = 50
2. Mencari modus data kelompok
Modus data kelompok dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Mo = b + p
b = batas bawah kelas median, ialah kelas dimana median akan terletak
p = panjang kelas median
b
1
= frekwensi kelas modul dikurangi frekwensi kelas interval dengan tanda kelas
yang lebih kecil sebelum tanda kelas modal.
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
7
2
51 50 +
F maximum Mo
2 1
1
b b
b
+
b
2
= frekwensi kelas modal dikurangi frekwensi kelas interval dengan tanda kelas
yang lebih besar sesudah tanda kelas modal
contoh :
Tabel 1,9
Median Data Tunggal Nilai Ujian Bahasa Arab 30 Orang Siswa
X F
39 – 44
45 – 50
51 – 56
57 – 62
63 – 68
69 – 74
3
5
7
6
5
4
Jumlah 30
b = = 50,50
4. Deviasi
Deviasi merupakan selisih atau penyimpangan dari masing-masing nilai interval
dengan nilai rata-rata hitungnya (deviation from the mean). Deviasi dilambangkan
dengan huruf kecil dari lambang nilai atau intervalnya N simpangannya dilambangkan
dengan n (baca simpangan N), X simpangannya dilambangkan dengan x (baca
simpangan X), Y simpangannya dilambangkan dengan y (baca simpangan Y) dan
seterusnya.
Untuk mencari simpangan dengan cara membagi nilai (X) dikurangi
X
(X rata-rata).
Dari hasil perhitungan simpangan akan menghasilkan angka simpangan posirif
bertanda (+) dan angka simpangan negatif bertanda (-) dan juga angka nol.
Contoh cara perhitungan simpangan atau deviasi yang mengahasilkan kategori positif
dan negatif serta nol.
Tabel 2.1
Kategori Deviasi
Nilai Frekwensi (F)
Deviasi X x − Χ ·
4
5
6
7
8
1
1
1
1
1
4 – 6 = -2
5 – 6 = -1
6 – 6 = 0
7 – 6 = +1
8 – 6 = +2
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
8
Dari table di sebelah kiri diketahui data-
data sebagai berikut : b = 50,50, p = 6,
b
1
= 7 - 5 = 2, b
2
= 7 - 6 = 1
Mo = 50,50 + 6
= 50,50 + 4,0
= 54,50
6 7 5 7
5 7
− + −

2
51 50 +
5 / 30 / · Σ ΣΧ · f X = 6
- Deviasi positif adalah deviasi yang berada di atas mean
- Deviasi negatif adalah deviasi yang berada di bawah mean
- Jumlah deviasi pasti = 0
-
a. Deviasi rata-rata
Deviasi rata-rata adalah penjumlahan jumlah harga mutlak (dengan mengabaikan
tanda (-) dan tanda (+) deviasi dari tiap-tiap nilai / frekwensi dibagi dengan
banyaknya nilai / frekwensi itu sendiri. Deviasi rata-rata sering disebut dengan
Average Deviation / rata-rata simpangan disingkat AD/RS.
Untuk menghitung deviasi rata-rata dipergunakan rumus sebagai berikut :
AD = Deviasi rata-rata
fx Σ
= Jumlah angka mutlak deviasi
f Σ
= Jumlah frekwensi
1. Cara mencari deviasi rata-rata data tunggal
a. Mencari deviasi rata-rata data tungal dengan frekwensi = 1
Contoh menghitung deviasi rata-rata nilai hasil studi dari 8 orang
mahasiswa kelompok sebagai berikut :
Tabel 2.2
Deviasi rata-rata nilai mahasiswa kelompok A
Nilai
(X)
Frekwensi
(F)
Deviasi
X x − Χ ·
50
60
62
70
73
78
82
85
1
1
1
1
1
1
1
1
-20
-10
-8
0
+3
+8
+12
+15
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
9
AD
f Σ
ΣΧ
70
8
560
· · ·


f
X
X
5 , 9
8
76
· · ·


f
x
AD
560 · ΣX 8 · Σf 76 · Σx *
*) tanda (-) diabaikan
b. Mencari deviasi rata-rata data tunggal dengan frekwensi lebih dari 1
AD = Deviasi rata-rata
fx Σ
= Jumlah perkalian frekwensi dengan nilai deviasi
f Σ
= Jumlah frekwensi
Contoh :
Tabel 2.3
Deviasi Rata-rata Umur 40 Orang Mahasiswa
Usia (X) Frekwensi (f) Fx X fx
21
22
23
24
25
26
27
28
29
2
2
3
7
12
7
3
2
2
42
44
69
168
300
182
81
56
58
-4
-3
-2
-1
0
+1
+2
+3
+4
-8
-6
-6
-7
0
7
6
6
8
Total 40 · Σf 1000 · Σfx - 42 · Σfx
Cara mencari deviasi rata-rata :
1. Tentukan meannya dengan cara mencari deviasi rata-rata data
tunggal
25
40
1000
· · ·


f
x
X

2. Tentukan Deviasi masing-masing nilai dengan cara
X x − Χ ·

(kolom ke 4)
3. Jumlahkan fx”fx = 42
4. Masukkan ke dalam rumus deviasi rata-rata
05 , 1
40
42
· · ·


f
fx
AD
2. Deviasi rata-rata kelompok
Untuk mencari deviasi rata-rata kelompok dapat menggunakan rumus sebagai
berikut :
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
10
AD
f Σ
ΣΧ
AD
f
fx
Σ
Σ
AD = Deviasi
fx Σ
= Jumlah hasil kali frekwensi (f) dengan (x) interval
f Σ
= Jumlah frekwensi
Contoh :
Tabel 2.4
Menghitung Deviasi rata-rata data kelompok
Interval
Nilai
Frekwensi
(f)
Midpoint
(x)
fx x Fx
18 – 22
23 – 27
28 – 32
33 – 37
38 – 42
43 – 47
48 – 52
53 – 57
58 – 62
63 – 67
68 – 72
3
4
7
7
8
16
14
7
7
4
3
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
60
100
210
245
320
720
700
385
420
260
210
-25,38
-20,38
-15,38
-10,38
-5,38
-0,38
+4,62
+9,62
+14,62
19,68
+24,62
-507,60
-509,50
-461,40
-363,30
-215,20
-17,10
+231
+529,10
877,20
+1278,20
+1727,40
Total 80 · Σf - 3360 · Σfx - 20 , 6718 · Σfx
Adapun langkah-langkah mencari deviasi rata-rata sebagai berikut :
1. Tentukan midpoint masing-masing interval (kolom 3)
2. Jumlahkan hasil kali frekwensi (f) dengan midpoint (X) (kolom 4)
3. Hitung mean
· ·
Σ
Σ
·
80
3360
f
fx
X
45,38
4. Hitung deviasi rata-rata
X x − Χ ·
(X = Midpoint). (kolom 5)
5. Jumlahkan hasil kali frekwensi (f) dengan Deviasi tiap interval (x) dengan
mengabaikan tanda (-) dan tanda (+)
6. Hitung deviasi rata-rata
977 , 83
80
20 , 6718
· · ·


f
fx
AD
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
11
Kelemahan dalam perhitungan deviasi rata-rata yaitu tanda (-) dan tanda (+)
diabaikan, dalam pengertian bahwa deviasi tiap interval dianggap bernilai positif
(+), dalam perhitungan matematika tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Karenanya diviasi rata-rata dalam analisa data statistik jarang hampir tidak
dipergunakan.
b. Deviasi Standar (SD)
Deviasi standar merupakan deviasi rata-rata yang telah terstandarkan karena semua
deviasi interval baik yang bertanda (-) maupun yang bertanda (+) dikwadratkan
sehingga semuanya bernilai positif, kemudian dijumlahkan dan dicari rata-rata
serta dicari akarnya.
Untuk menghitung standar deviasi dipergunakan rumus sebagai berikut :
SD =


f
x
2
Keterangan
SD = Standar Deviasi

2
x
= Jumlah deviasi yang dikwadratkan

f
= Frekwensi
Untuk menghitung standar deviasi berbeda antara data tunggal dengan data
kelompok.
1. Menghitung Standar Deviasi Data Tunggal
a. Mencari deviasi standar data tunggal dengan frekwensi = 1
Contoh :
Tabel 2.5
Deviasi Rata-Rata Nilai Mahasiswa A
Nilai
(X)
Frekwensi
(F)
Deviasi
X x − Χ ·
x
2
50
60
62
70
73
78
82
85
1
1
1
1
1
1
1
1
-20
-10
-8
0
+3
+8
+12
+15
400
100
64
0
9
64
144
225
560 · ΣX 8 · Σf 0
1006
2
· Σx
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
12
1.
70
8
560
· · ·


f
X
X
2. x = X –
3. 10068
2
· Σx
4. Maka SD = 1. 21 , 11 75 , 125
8
10068
2
· · ·


f
x
Selanjutnya terdapat 3 cara lain menghitung SD dan data tunggal dengan
frekwensi = 1, yaitu :
1. SD = Mx
f
x



2
2. SD =
2
2 2
) (
) ( ) )( (

∑ ∑ ∑

f
x x f
3. SD =
∑ ∑ ∑ ∑

2 2
) (
2
1
x x f f
b. Mencari Deviasi Standar Data Tunggal dengan frekwensi > 1
SD =
f
fx
Σ
Σ
2
SD = Standar Deviasi

2
x
= Jumlah hasil kali frekwensi dengan deviasi kwadrat

f
= Frekwensi
Contoh : dari sebelumnya sebagai berikut
Tabel 2.6
Deviasi Rata-Rata Umur 40 Orang Mahasiswa
Usia
(X)
Frekwensi
(f)
FX X x
2
Fx
2
21
22
23
24
25
26
27
28
2
2
3
7
12
7
3
2
42
44
69
168
300
182
81
56
-4
-3
-2
-1
0
+1
+2
+3
16
9
4
1
0
1
4
9
32
18
12
7
0
7
12
18
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
13
29 2 58 +4 16 32
Total 40 · Σf 1000 · Σfx - 42 · Σfx
60
2
· Σfx
1.
16 , 29
40
1000
· · ·


f
fx
X
2. x = X – Mx
3. 212
2
· Σx
4. SDx = 10 , 2 41 , 4
50
72 , 220
2
· · ·


f
fx
Rumus lain untuk mencari Standar Deviasi data tunggal dengan frekwensi
> 1
2. Mencari deviasi standar data kelompok
Menggunakan rumus I
SD =


fx
fx
2
Tabel 2.7
Deviasi Standar Nilai Statistik 80 Orang Mahasiswa Menggunakan Rumus I
Interval
Nilai
Frekwensi
(f)
Midpoint
(x)
fx x Fx
18 – 22
23 – 27
28 – 32
33 – 37
38 – 42
43 – 47
48 – 52
53 – 57
58 – 62
63 – 67
68 – 72
3
4
7
7
8
16
14
7
7
4
3
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
60
100
210
245
320
720
700
385
420
260
210
-25,38
-20,38
-15,38
-10,38
-5,38
-0,38
+4,62
+9,62
+14,62
19,68
+24,62
-507,60
-509,50
-461,40
-363,30
-215,20
-17,10
+231
+529,10
877,20
+1278,20
+1727,40
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
14
Total 80 · Σf - 3360 · Σfx - 20 , 6718 · Σfx
Standar deviasinya adalah :
SD = 71 , 150 80
06 , 12057
2
· ·

fx
fx
= 12,27
Menggunakan rumus II
SD =
2
2 '
)
'
(





f
fx
fx
fx
i
SD = Deviasi Standar
i = Interval kelas
Σ fx’
2
= Jumlah perkalian frekwensi interval dengan x’
2
Σ fx’ = Jumlah perkalian frekwensi interval dengan x’
Σ f = Jumlah seluruh frekwensi
Contoh : Dari tabel sebelumnya
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
15
Tabel 2.8
Deviasi Standar Nilai Statistik 80 Orang Mahasiswa Menggunakan Rumus II
Interval f X x’ fx’ x’
2
fx’
2
18 – 22
23 – 27
28 – 32
33 – 37
38 – 42
43 – 47
48 – 52
53 – 57
58 – 62
63 – 67
68 – 72
3
4
7
7
8
16
14
7
7
4
3
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
5
4
3
2
1
0
-1
-2
-3
-4
-5
15
16
21
14
8
0
-14
-14
-21
-16
-15
25
16
9
4
1
0
1
4
9
16
25
75
64
63
28
9
0
14
28
63
64
75
Total 80 · Σf - - 6 ' − · Σfx -
482 '
2
· Σfx
Deviasi standarnya :
SD =
2
2 '
)
'
(





f
fx
fx
fx
i =
2
)
80
6
(
80
480
5


=
= 5 x 2,412986 = 12,07
Hasilnya hampir sama dengan rumus I
Menggunakan rumus III
SD =
2
2

,
_

¸
¸





N
fx
N
fx
Silahkan mencoba!
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
16
8225 , 5 5 2025 , 0 025 , 6 5 45 , 0 025 , 6 5
2
· − · −
Tabel 2.9
Deviasi Standar Nilai Statistik 80 Orang Mahasiswa Menggunakan Rumus
Rumus III
Interval
Nilai
f X X
2
fX fX
2
18 – 22
23 – 27
28 – 32
33 – 37
38 – 42
43 – 47
48 – 52
53 – 57
58 – 62
63 – 67
68 – 72
3
4
7
7
8
16
14
7
7
4
3
20
25
30
35
40
45
50
55
60
65
70
400
625
900
1225
1600
2025
2500
3025
3600
4225
4900
60
100
210
245
320
720
700
385
420
260
210
1200
2500
6300
8575
12800
32400
35000
21175
25200
16900
14700
Total 80 · ΣN - 3360 · Σfx 3360 · Σfx
176750
2
· Σfx
SD =
2
2

,
_

¸
¸





N
fX
N
fx
=
2
80
3630
80
176750

,
_

¸
¸





= 89 , 2958 38 , 2209 − = 49 , 150 = 12,27
5. Varians
Secara umum varians dapat dibedakan menjadi varian sistematik dan varians galat.
1. Varians Sistematik
Varians sistematik adalah varians pengukuran karena adanya pengaruh yang
menyebabkan skor atau nilai data lebih condong ke satu arah tertentu
dibandingkan ke arah lain. Setiap pengaruh alami atau buatan manusia yang
menyebabkan terjadinya peristiwa dapat diduga atau diramalkan dalam arah
tertentu, merupakan pengaruh sistematik sehinga menyebabkan terjadinya varians
sistematik. Misalnya seorang anak yang memperoleh makanan cukup bergizi
secara sistematik akan mempengaruhi pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan
dengan anak yang kekurangan gizi.
Salah satu varians sistematik dalam kumpulan data hasil penelitian adalah varians
antar kelompok atau kadang-kadang disebut pula varians eksperimental. Varians
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
17
ini menggambarkan adanya perbedaan atau variasi sistematik antara kelompok-
kelompok hasil pengukuran. Dengan demikian varians ini terjadi karena adanya
perbedaan-perbedaan antara kelompok-kelompok individu.
Contohnya :
Misalkan ada empat kelas mahasiswa, tiap kelas banyak mahasiswanya sama,
sedang belajar Statistik, masing-masing kelas di ajar seorang dosen dan tiap dosen
memiliki metode mengajar yang bebeda, sebut A, B, C, dan D. Nilai hasil ujian
akhir proses belajar untuk tiap metode, rata-ratanya sebagai berikut :
Tabel 3.1
Hasil Belajar Statistik 4 Kelas Mahasiswa
Dengan Penggunaan Metode Yang Berbeda
Metode A B C D
Rata-rata 60,5 70,7 50,4 59,5
Dari data di atas dapat diketahui varians antar kelompok dengan langkah-langkah
sebagai berikut :
a. Mencari rata-rata =
nt
Xt
Karena banyak tiap kelas muridnya sama, maka :
Rata-rata untuk keempat rata-rata itu
= 28 , 60
4
20 , 241
4
5 , 59 4 , 50 7 , 70 5 , 60
· ·
+ + +
b. Mencari jumlah kuadraat dikoreksi dengan cara
(”X
1
-
1
X )
2
+ (”X
2
-
2
X )
2
+ ............ + (”X
t
-
t
X )
2
= (60,5 – 60,28)
2
+ (70,7 – 60,28)
2
+ (59,5 – 60,28)
2
+ (59,5 – 60,28)
2
= 0,05 + 208,68 + 97,53 + 0,60 = 206,85
c. Menghitung varians antar kelompok
Yaitu JK (dikoreksi) / db (derajat kebebasan)
= 206,85 / (4-1)
= 206,85/3 = 68,95
2. Varians Galat
Varians galat adalah varians yang terdapat di dala kelompok data. Perhitungan
Varians Galat biasa digunakan untuk menganalisa dua atau beberapa perlakuan /
percobaan terhadap suatu obyek (berupa benda / hewan / tumbuhan / manusia)
Misalkan dua jensi alat peraga, (sebut A dan B) dicobakan, A terhadap 5 orang
mahasiswa dan B terhadap 5 orang mahasiswa (segala karakteristik ke 10
mahasiswa itu (misalnya : asal jenis pendidikan sekolah, IQ, umurnya, jenis
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
18
kelamin, latar belakang ekonomi dan lain-lain) sama. Setelah 5 kali percobaan
kemudian diadakan tes dan dicatat hasilnya sebagai berikut :
Tabel 3.2
Hasil Tes Mata Kuliah Fisika Dari 10 Mahasiswa Dengan Menggunakan Dua Alat
Peraga Yang Berbeda
Alat A 3,4 3,9 4,1 3,8 3,7
Alat B 2,4 3,1 2,7 2,6 3,2
Untuk melakukan analisis varian dalam kelompok dapat dilakukan dengan tahapan
cara sebagai berikut :
1. Mencari rata-rata masing-masing dan rata-rata total
Mencari rata-rata =
nt
Xt
Untuk kelompok A
= 78 , 3
5
9 , 18
5
7 , 3 8 , 3 1 , 4 9 , 3 4 , 3
· ·
+ + + +
Untuk kelompok B
= 8 , 2
5
14
5
2 , 3 6 , 2 7 , 2 1 , 3 4 , 2
· ·
+ + + +
Rata-rata Total
= 29 , 3
10
9 , 32
10
) 8 , 2 ( 5 ) 78 , 3 ( 5
· ·
+
2. Mencari varians antar kelompok dengan terlebih dahulu mencari Jumlah
Kuadrat (JK) dikoreksi untuk masing-masing kelompok dan untuk antar
kelompok
JK (dikoreksi) untuk kelompok A
= 5 (3,78 – 3,29)
2
= 5 (0,24) = 1,20
JK (dikoreksi) untuk kelompok B
= 5 (2,88 – 3,29)
2
= 5 (0,24) = 1,20
JK (dikoreksi) antar kelompok
= JK (A) + JK (B) = 1,20 + 1,20 = 2,40
Varians antar kelompok
= 40 , 2
1 2
40 , 2
·

·
db
ompok JKantarkel
3. Mencari varians antar kelompok
Terlebih dahulu harus dicari rata-rata keseluruhan data yaitu
29 , 3
10
90 , 32
10
2 , 3 6 , 2 6 , 2 7 , 2 1 , 3 4 , 2 7 , 3 8 , 3 1 , 4 9 , 3 4 , 3
· ·
+ + + + + + + + + +
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
19
Kemudian dicari JK (dikoreksi) total :
= (3,4 – 3,29)
2
+ (3,9 – 3,29)
2
+ (4,1 – 3,28)
2
+ (3,8 – 3,29)
2
+ (3,7 – 3,29)
2
+
(2,4 – 3,29)
2
+ (3,1 – 3,29)
2
+ (2,7 – 3,29)
2
+ (2,6 – 3,29)
2
+ (3,2 – 3,29)
2
= 0,01 + 0,37 + 0,66 + 0,26 + 4,99 + 0,79 + 0,04 + 0,35 + 0,48 + 0,01
= 7,95
Varians Total =
( )
88 , 0
) 1 10 (
95 , 7
·

·
db
dikoreksi JK
4. Mencari varians dalam kelompok
Dengan langkah sebagai berikut :
a. Mencari JK dikoreksi untuk kelompok A sebagai berikut :
= (3,4 – 3,78)
2
+ (3,9 – 3,78)
2
+ (4,1 – 3,78)
2
+ (3,8 – 3,78)
2
+ (3,7 – 3,78)
2

= 0,14 + 0,01 + 0,10 + 0,00 + 0,01
= 0,27
b. Mencari JK dikoreksi untuk kelompok B sebagai berikut :
= (2,4 – 2,8)
2
+ (3,1 – 2,8)
2
+ (2,7 – 2,8)
2
+ (2,6 – 2,8)
2
+ (3,2 – 2,8)
2

= 0,16 + 0,09 + 0,01 + 0,04 + 0,16
= 0,46
c. Mencari varian dalam kelompok
=
( ) ( )
8
73 , 0
) 2 10 (
46 , 0 27 , 0
·

+
·
+
db
B JKB A JK
= 0,09
3. Analisa Varians Satu Arah
Analisis varians satu aah dipergunakan dengan syarat data yang berdistribusi :
independen, normal dan homogen.
Untuk menghitung analisis varian satu arah dilakukan dengan cara-cara sebagai
berikut :
1. Membuat desain / deskripsi data
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
20
Tabel 3.3
Desain / Deskripsi Data ANAVA Satu Arah
Kelompok 1 2 3 ... K
D
A
T
A
X
11
X
12
X
13
X
14
.
.
.
X
1n1
X
21
X
22
X
23
X
24
.
.
.
X
2n2
X
31
X
32
X
33
X
34
.
.
.
X
3n3
...
...
...
...
.
.
.
...
X
k1
X
k2
X
k3
X
k4
...
...
....
X
knk
N n
1
n
2
n
3
... n
k
?
∑ 1
X
∑ 2
X
∑ 3
X
...
∑ k
X
X
1
X
2
X
3
X
...
k
X
n
1
∑ 1
X

2
1
X
1
X
n
2
∑ 2
X

2
2
X
2
X
n
3
∑ 3
X

2
3
X
3
X
...
...
...
...
n
k
∑ k
X

2
k
X
k
X
n
t
∑ t
X

2
t
X
t
X
2. Hipotesis Statistik
H1 : ada tidak sama dengan (paling tidak)
3. Menghitung jumlah kuadrat (untuk mengetahui Ho)
a. Total Direduksi (dikoreksi)
JKTR =

2
t
X
=

2
t
X

t
t
n
X ) (
2

b. Antar Kelompok
JKA =
( )

∑ ∑

¹
¹
¹
)
¹
¹
¹
¹
'
¹
t
t
t
t
n
X
n
X
2
2
)
=
( )
+

1
2
1
n
X ( )
+

2
2
2
n
X ( )
+

3
2
3
n
X
...+
( ) ( )
t
t
k
k
n
X
n
X
∑ ∑

2
Statistika Pendidikan
Mahnisa Ainin Sholihah
21

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->