P. 1
hemoroid

hemoroid

|Views: 89|Likes:
Dipublikasikan oleh Chandra Ivonne

More info:

Published by: Chandra Ivonne on Sep 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

Click to edit Master subtitle style IVONNE CHANDRA

h e m o r o I d

9/12/12

PENDAHULUAN
 LATAR BELAKANG

Plexus hemoroid merupakan pembuluh darah normal yang terletak pada mukosa rektum bagian distal dan anoderm. Gangguan pada hemoroid terjadi ketika plexus vaskular ini membesar. Sehingga kita dapatkan pengertiannya dari “hemoroid adalah dilatasi varikosus vena dari plexus hemorrhoidal inferior dan superior” bisa mengenai siapa saja, baik lakilaki maupun wanita. Insiden penyakit ini akan 9/12/12 meningkat sejalan dengan usia dan mencapai

 Hemoroid

Walaupun keadaan ini tidak mengancam jiwa, tetapi dapat menyebabkan perasaan yang sangat tidak nyaman. Berdasarkan hal ini kami tertarik untuk membahas penyakit hemoroid.
TUJUAN PENULISAN

 Tujuan

penulisan referat ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang Hemorrhoid dan dan sebagai syarat menjalani kepaniteraan klinik di Bedah di RSUP dr. M. Djamil Padang
MANFAAT PENULISAN


9/12/12

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

9/12/12

DEFINISI HEMOR OID

Hemoroid adalah pembengkakan atau distensi vena di daerah anorektal. wasir, ambeien atau southern pole disease

 piles,

9/12/12

E T I O L O G I dan P A T O F I S I OLOGI HEMOROID

Penyebab hemoroid tidak diketahui pasti, konstipasi kronis dan mengejan saat defekasi mungkin penting. terus menerus → pembuluh darah hemoroidalis berdilatasi secara progresif + jaringan sub mukosa kehilangan perlekatan normalnya dengan sfingter internal di bawahnya → prolapsus hemoroid + berdarah dipengaruhi faktor resiko lainnya

 Mengejan

9/12/12  Juga

ANATOMI DAN FISIOLOGI

9/12/12

KLASIFIKASI OROID

HEM

Hemoroid interna

Hemoroid eksterna
9/12/12

Hemoroid

HEMOROID EKSTERNA DAN INTERNA

9/12/12

HEMOROID RNA
 Adalah

INTE

pelebaran dari plexus hemorroidalis interna, berada diatas linea dentata dan ditutupi oleh mukosa somatic (-) → nyeri (-) Primary Haemorrhoidal Areas” oleh Miles : kanan depan (jam 11) kanan belakang (jam 7)

 Inervasi  “Three

9/12/12

9/12/12

HEMOROID EK STERNA
 adalah

pelebaraan dan penonjolan pleksus hemoroidalis eksterna, di sebelah distal linea dentata dan di dalam jaringan di bawah epitel anus. – ujung saraf pada kulit ( = reseptor nyeri ) → terasa sangat nyeri dan gatal bentuk : Bentuk hemoroid biasa, tapi letaknya di distal mucocutaneal junction.

 ujung

3 ü

9/12/12

HEMOROID GABU NGAN

( Interna dan Eksterna )
 Berasal

dari pelebaran hemorroidalis interna dan hemorroidalis eksterna.

plexus plexus

 Gabungan

hemoroid interna dan eksterna ini biasanya terletak di atas dan di bawah linea dentate.

9/12/12

9/12/12

9/12/12

FAKTOR RESIKO
 1.

Keturunan : Dinding pembuluh darah yang lemah dan tipis : Vena darah anorektal tidak mempunyai katup dan plexus hemorhoidalis kurang mendapat sokongan otot dan fasi sekitarnya Pekerjaan : berdiri dan duduk lama, mengangkat barang berat, Umur : digenerasi dari seluruh jaringan tubuh, juga otot sfingter menjadi tipis dan atonis : Misalnya pada wanita hamil ada

 2. Anatomi

 3.

 4.

9/12/12  5. Endokrin

PATOFISIOLOGI
 mengedan

saat defekasi, konstipasi menahun, kehamilan dan obesitas.  peningkatan tekanan intra abdominal  vena hemoroidalis mengalami prolaps.  gejala gatal atau priritus anus, menimbulkan perdarahan, udema dan peradangan akibat infeksi yang terjadi saat ada luka akibat perdarahan.  nyeri, kekurangan volume cairan, dan kelemahan .

9/12/12

G E J A L A dan T A NDA HEMOROID 1. Perdarahan
 

akibat trauma oleh faeces yang keras darah segar menetes setelah pengeluaran fases ( tidak bercampur dengan fases ) berwarna merah segar karena kaya akan zat asam Perdarahan masif : tonus spincter yang melemah ( pada orang tua )

 

9/12/12

G E J A L A dan T A NDA HEMOROID
2. Benjolan ( Prolaps )

tahap awal : hanya terjadi pada waktu defekasi, disusul reduksi spontan post defekasi tahap lanjut : perlu didorong kembali post defekasi

 

tahap menetap : tidak bisa didorong masuk lagi , ciri : mukus (+) dan faeces (+) pada pakaian dalam 9/12/12

G E J A L A dan T A NDA HEMOROID 3. Gejala Iritatif

kelembaban terus menerus + rangsangan mukus → iritasi kulit perianal ( = pruritus ani ) Sekresi mukosa anus + perdarahan, sering mengotori pakaian dalam → maserasi kulit

4. Nyeri
9/12/12  timbul

bila

ada

komplikasi

berupa

G E J A L A dan T A NDA HEMOROID
5. Anemia Defisiensi Besi
 

akibat perdarahan perdarahan masif

berulang

atau

terjadi secara kronis + mekanisme adaptasi →, tidak menimbulkan keluhan, walaupun Hb sangat rendah

9/12/12

DIAGNOSA HEMOR OID
Didiagnosa melalui :
 Anamnesa  Pemeriksaan

Fisik

Pemeriksaan tambahan, berupa :
Ø Ø

Anoscopy atau protoscopy Rectoscopy atau proctosigmoidoscopy faces

9/12/12 Ø Pemeriksaan

Hemoroid Interna Ekstera

ANAMNESA DIAGN OSA HEMOROID

 Perdarahan pada waktu Rasa tidak enak di anus

defekasi, darah  yang (keluar berwarna ada thrombus Nyeri ± ). Nyeri (+) jika merah segar,, nyeri (-)  Iritasi kronis  Berak kadang – kadang bercampur lendir
 Prolaps  Rasa  Rasa
9/12/12

pada saat defekasi

tidak enak di anus gatal di sekitar anus

PEMERIKSAAN SIK HEMOROID
 Posisi

FI

terbaik : posisi miring ( sims position ) atau posisi menungging ( knee chest ) :

 Inspeksi a) b) c)

Perdarahan atau bekas perdarahan pada anus Prolpas hemoroid interna ( dengan pasien mengejan ), catat pada posisi jam berapa Benjolan pada tepi anus ( hemoroid externa ),
9/12/12

9/12/12

PEMERIKSAAN TAMBA HAN HEMOROID 1. Anoscopy atau Protoscopy
 

Melihat hemoroid interna derajat I dan II Sekaligus dapat dilihat posisi pangkal hemoroidnya

9/12/12

PEMERIKSAAN TAMBA HAN HEMOROID 2. Rectoscopy atau Proctosigmoidoscopy
 Dikerjakan

untuk memastikan bahwa keluhan bukan disebabkan oleh proses radang dan proses keganasan

9/12/12

PEMERIKSAAN TAM BAHAN HEMOROID
3. Pemeriksaan Feces

Diperlukan untuk mengetahui adanya darah samar (occult bleeding).

9/12/12

1. Karsinoma colon dan rektum

DIAGNOSA BAND ING HEMOROID
2. Fissura ani

3. Polip rektum

9/12/12

DIAGNOSA BA NDING H recti / procidentia I D E M O akuminata RO 5. Prolaps 4. Perianal kondiloma

9/12/12

PENATALAKSA NAAN HEMOROID

Non operatif

Operatif

Non farmako Farmako Tx minima expansive

Konvensional Laser Stapler

9/12/12

PENATALAKSANAAN NON OPERATIF PADA HEMOROID
Indikasi :
  

Hemoroid interna grade I dan II ( perdarahan minim ) Penderita yang menolak operasi Kondisi penderita yang tidak memungkinkan dilakukan operasi

9/12/12

PENATALAKSANAAN NON OPERATIF PADA HEMOROID
Non farmakologis :

Diet minum air putih, saat defekasi ( - )

 Memperbanyak  Mengejan  Kurangi

bekerja sambil duduk atau jongkok terlalu lama istirahat di tempat tidur kloset duduk

 Memperbanyak  Mengganti  Menjaga 9/12/12

kebersihan local daerah anus

PENATALAKSANAAN NON OPERATIF PADA HEMOROID
Farmakologis
 Anestesi

local :

meredakan rasa nyeri, terbakar dan gatal untuk sementara waktu dengan mematikan ujung saraf
 Vasokonstriktor
9/12/12

: pembuluh darah

menyebabkan

PENATALAKSANAAN NON OPERATIF PADA HEMOROID
Farmakologis
 Protektan

:

mencegah iritasi area perianal dengan menghambat kontak kulit yang mengalami iritasi. Dapat meredakan iritasi, gatal, nyeri dan terbakar
9/12/12

PENATALAKSANAAN NON OPERATIF PADA HEMOROID
Farmakologis
 Analgesic

Dapat meredakan nyeri, rasa gatal dan terbakar dengan menekan reseptor pada saraf tepi
 Kortikosteroid
9/12/12

Dapat mengurangi inflamasi dan rasa

PENATALAKSANAAN NON OPERATIF PADA EMOROID

H

Terapi minimal invasive
 Menimbulkan

inflamasi → timbul jaringan parut → bantalan mengecil + melekat ke lapisan canalis ani yang ada dibawahnya → mencegah bantalan keluar melalui canalis ani. membutuhkan anestesi karena tidak menimbulkan rasa nyeri

 Tidak

9/12/12

Macam : Skleroterapi Indikasi : hemoroid dengan propasus minimal ( grade I – II ) Kontraindikasi : hemoroid eksterna karena menimbulkan nyeri

Ligasi gelang karet ( menurut Baron )
Indikasi : hemoroid grade I – III, terutama I dan II

Komplikasi : nyeri dan perdarahan

9/12/12

Krioterapi ( bedah beku ) Indikasi : hemoroid grade I – IV, tapi tidak digunakan lagi

Fotokoagulasi inframerah / Infra Red Coagulation ( IRC ) Indikasi : hemoroid yang tidak prolaps ( grade I ) Kerugian : mahal dan resiko perdarahan

Hemorroidal Arteri Ligation ( HAL )

Prinsip : arteri hemoroidalis diikat → jaringan hemoroid tidak mendapat aliran darah yang → jaringan hemoroid mengempis → nekrosis
9/12/12

 Generator

galvanis

Indikasi : hemoroid interna Prinsip : jar. hemoroid dirusak arus listrik dari baterai

 Bipolar

Coagulation / Diatermi bipolar

Prinsip : sama dengan tx hemoroid lainnya, tapi dengan radiasi elektromagnetik
9/12/12 frekuensi

P E N A TA L A K S A N A A N OPERATIF PADA HEMOROID
Indikasi :
 Px  Px

dengan keluhan menahun dan pada hemoroid grade III – IV dengan perdarahan berulang dan anemia yang tidak sembuh dengan cara lainnya. interna dengan penyulit ( perdarahan ) dan prolaps eksterna dengan penyulit

 Hemoroid
9/12/12  Hemorid

P E N A TA L A K S A N A A N OPERATIF PADA HEMOROID
Prinsip :
 Eksisi  Eksisi  Eksisi

yang hanya dilakukan pada jaringan yang benar-benar berlebihan sehemat mungkin dengan tidak mengganggu sfingter anus harus digabung dengan rekonstruksi tunika mukosa

9/12/12

P E N A TA L A K S A N A A N OPERATIF PADA HEMOROID Bedah Konvensional :
1. Teknik Milligan – Morgan
 Paling

popular dan sebagai gold standart

9/12/12

9/12/12

Bedah Konvensional : 2. Teknik Langenbeck Caranya mudah dan tidak ada resiko pembentukan jaringan parut sekunder yang bisa menimbulkan stenosis

9/12/12

P E N A TA L A K S A N A A N OPERATIF PADA HEM OROID

Bedah Konvensional lainnya : 3. Teknik Whitehead 4. Teknik Ferguson

9/12/12

PERAWATAN OPERASI

PASCA

HEMOROI D

Hari I

: Tampon kasa yang diberi pelican Puasa Infuse + obat – obatan perenteral

Hari II : Diet rendah serat Tampon anus dilepas Hari III : KRS Obat peroral, rendam duduk antiseptik Edukasi

9/12/12

Komplikasi Pasca Operasi
 Komplikasi

Dini : -

- Nyeri post op Bengkak jar kulit - Infeksi Retensi urine - Perdarahan post operative Inkontinensia urine
9/12/12

KOMPLIKASI HEMOROID
Komplikasi yang dapat terjadi : 1. Perdarahan 2. Infeksi 3. Trombosis 4. Emboli septic
9/12/12

PROGNOSIS

Sebagian besar hemoroid akan sembuh secara spontan atau dengan terapi konservatif saja. Prognosis kambuhnya penyakit hemoroid sebagian besar timbul pada keberhasilan edukasi, yaitu pada perubahan pola makan, defekasi, dan gaya hidup.

9/12/12

DAFTAR PUSTAKA
 Lauralee,Sherwood. 2001. Fisiologi Manusia

dari Sel ke Sistem. Jakarta: EGC

Parakrama,Chandrasoma. 2006. Ringkasan

Patofisiologi Anatomi Edisi 2. Jakarta: EGC. Edisi 4. Jakarta: EGC.

Price, Sylvia Anderson. 1984. Patofisiologi Sjamsuhidajat, R. Wim de Jong. 2004. Buku

Ajar Ilmu Bedah Edisi 2. Jakarta: EGC.
www.medscape.com
9/12/12

www.nejm.com

TERIMA

KASI H

9/12/12

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->