P. 1
PEMBUATAN PARAXYLENE

PEMBUATAN PARAXYLENE

|Views: 1,148|Likes:
Dipublikasikan oleh PenujakIPJB

More info:

Published by: PenujakIPJB on Sep 12, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/31/2015

pdf

text

original

BAB II Deskripsi Proses

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
29
BAB II
DESKRIPSI PROSES
2.1. SPESIFIKASI BAHAN BAKU DAN PRODUK
2.1.1. Bahan Baku Toluene
Fasa : cair
Kenampakan : jernih
Kemurnian : min 99,0 % wt
Impuritas
- p-xylene : max 0,50 % wt
- m-xylene : max 0,30 % wt
- o-xylene : max 0,20 % wt

2.1.2. Bahan Baku Hidrogen
Fasa : gas
Kenampakan : tidak berwarna
Tekanan : 1 atm
Kemurnian : min 99,9 % wt
Impuritas
CH
4
: max 0,1 % wt
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
30
2.1.3. Bahan Pembantu Katalis Zeolite ZSM-5
Fasa : padat
Bentuk : pellet
Diameter : 2 mm
Ukuran pori –pori : 2 – 4,3 Ả
Bulk density : 1,79 g/cm
3
Carrier : Alumina Silikat dengan ratio
80
3 2
2

O Al
SiO
2.1.4. Produk Utama Paraxylene
Fasa : cair
Kenampakan : jernih
Kemurnian : min 99,5 %wt
Impuritas
- m-xylene : max 0,30 % wt
- o-xylene : max 0,15 % wt
- toluene : max 0,05 % wt
2.1.5 Produk Samping Benzene
Fasa : Cair
Kenampakan : jernih kekuningan
Kemurnian : min 98,0 % wt
Impuritas
- Toluene : max 2,0 % wt
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
31
2.2 KONSEP PROSES
2.2.1. Latar Belakang Proses
Proses pembuatan p-xylene melalui reaksi disproporsionasi toluene
dengan katalis ZSM-5 pada prinsipnya adalah pemindahan gugus metyl dari
suatu molekul toluene ke molekul toluene lainnya. Dengan jalan 2 mol toluene
masuk berdifusi ke dalam permukaan katalis melalui pori-porinya, difusi dapat
berjalan dengan cepat. Senyawa toluene yang kehilangan gugus metilnya akan
menjadi benzene dan senyawa toluene yang lain akan menerima gugus metylnya
membentuk mixed xylenes (orto, meta dan para-xylene).
Orto dan metaxylene yang terbentuk kemudian akan berisomerisasi
dengan cepat dalam pori-pori katalis ZSM-5 membentuk p-xylene. Benzene yang
terbentuk dari reaksi disproporsionasi toluene dapat dengan cepat meninggalkan
permukaan katalis, kemudian diikuti dengan paraxylene yang terbentuk
sedangkan o-xylene dan m-xylene lebih lama waktu tinggalnya dalam katalis
(difusivitasnya lebih rendah daripada difusivitas p-xylene) dan lebih jauh akan
mengalami reaksi isomerisasi menjadi p-xylene sebelum keduanya meninggalkan
permukaan katalis dengan gerakan difusi yang lambat.
Jadi dalam reaksi dengan proses disproposionasi toluene ini, 2 mol toluene
akan pecah menjadi 1 mol benzene dan 1 mol xylene, reaksi yang terjadi
ditunjukan oleh skema berikut :
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
32
CH3
+
CH3
CH3
2
TOLUENE BENZENE XYLENE
Gambar 2.1. Reaksi Disproporsionasi Toluene
Proses disproposionasi toluene secara teoritis campuran yang terjadi
adalah equimolar : 50% benzene dan 50% xylene. Tetapi pada kenyataannya yang
diperoleh dari hasil reaksi adalah 37% benzene dan 55% xylene ( Mc Ketta,
hal 257 )
Xylene yang terjadi pada reaksi ini adalah merupakan campuran antara
isomer-isomer xylene ( mixed xylenes ). Paraselectivity adalah merupakan jumlah
proporsi paraxylene dalam total campuran xylene yang terbentuk dari reaksi.
Kenaikan paraselectivity-nya dalam katalis disebabkan karena adanya kontrol
difusi secara selective dari pori-pori katalis. Selain reaksi utama diatas, dalam
proses ini juga terjadi reaksi sekunder yaitu reaksi isomerisasi o-xylene dan
m-xylene dan akhirnya akan menjadi p-xylene yang diinginkan
CH3
CH3
CH3
o-xylene
m-xylene
p-xylene
CH3
CH3
CH3
ACID ACID
Gambar 2.2. Reaksi Isomerisasi Xylene
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
33
2.2.2. Mekanisme Reaksi
Reaksi disproporsionasi adalah suatu reaksi kimia dimana suatu zat bisa
berfungsi baik sebagai oksidator maupun reduktor ( autoredoks ). Konsep
disproporsionasi ini dapat dilihat dari mekanisme reaksi yang secara molekuler
dapat dijelaskan sebagai berikut :
Si
4+
+ 2e
-
Si
2+
H
2
2H
+
+ 2e
-
C
6
H
5
CH
3
+ H
+
C
6
H
6
+ CH
3
+
C
6
H
6
CH
3
+ CH
3
+
C
6
H
4
(CH
3
)
2
+ H
+
2H
+
+ Si
2+
Si
4+
+ H
2
2C
6
H
5
CH
3
C
6
H
6
+ C
6
H
4
(CH
3
)
2
Mekanisme yang dapat ditinjau dari pembentukan gugus radikal sebagai berikut :
1. Mula-mula gas hidrogen diubah menjadi gugus radikal hydrogenium oleh
katalis Si.
2. Radikal hydrogenium ini masuk pada ikatan gugus alkyl dengan
aromatisnya, sehingga ikatan menjadi lemah dan mudah lepas membentuk
benzene dan gugus alkyl radikal yang bebas.
3. Gugus alkyl radikal ini lalu menyerang senyawa aromatis yang lain
sehingga ikatannya menjadi lemah terhadap gugus hidrogen membentuk
xylene dan radikal hydrogenium.
4. Dua radikal hydrogenium kemudian tereduksi membentuk gas hidrogen
kembali oleh katalis Si, demikian seterusnya.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
34
Reaksi dapat digambarkan sebagai berikut :
H
2
H
+
+ H
+


( Journal of catalyst, Januari 1986 )
Dari kedua mekanisme reaksi diatas terlihat bahwa proses pemindahan
gugus alkyl tersebut memerlukan bantuan gas hydrogen untuk membentuk radikal
hydrogenium yang aktif maupun sebagai sumber proton/electron untuk reaksi
redoksnya ( disproporsionasinya ).
Pada 1 molekul toluene, penyerangan radikal hydrogenium terhadap
molekul toluene menunjukkan bahwa dalam hal ini toluene berfungsi sebagai
reduktor (menerima proton) lalu senyawa ini melepaskan gugus alkil radikal
membentuk benzene. Dalam hal ini toluene berfungsi sebagai oksidator (melepas
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
35
proton). Pada molekul toluene lainnya, penyerangan gugus alkil radikal terhadap
molekul toluene menunjukkan bahwa toluene berfungsi sebagai reduktor lalu
senyawa ini melepaskan gugus radiakal hydrogenium membentuk xylene. Dalam
hal toluene berfungsi sebagai oksidator. Jadi disini toluene berfungsi baik sebagai
oksidator maupun reduktornya (autoredoks).
Mekanisme reaksi pada katalis dapat dibagi dalam tahap-tahap sebagai berikut :
1. Adsorbsi pada permukaan katalis
toluene toluene ( s )
methyl methyl ( s )
pada kondisi ini membutuhkan tekanan dan suhu yang tinggi.
2. Reaksi aktivasi
toluene ( s ) toluene
methyl ( s ) methyl
pada kondisi ini membutuhkan suhu yang tinggi.
3. Reaksi pada permukaan katalis
toluene + methyl xylene ( s )
pada reaksi ini memerlukan pada suhu tinggi.
4. Deaktivasi
xylene ( s ) xylene ( s )
kemudian  kembali akan mengaktifkan katalis, pada reaksi ini tidak
memerlukan suhu tinggi.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
36
5. Desorbsi
xylene ( s ) xylene + s
2.2.2. Penggunaan Katalis
Pada reaksi disproporsionasi toluene menggunakan katalis yang berpori
(zeolite ZSM-5) agar diperoleh konsentrasi paraxylene yang tinggi pada campuran
xylene (mixed xylenes). Hal ini dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini :

Gambar 2.4. Mekanisme isomerisasi xylene dalam katalis zeolite ZSM-5
Pada gambar 2.4 tampak bahwa reaksi trans-alkilasi toluene akan
membentuk benzene, o-xylene, m-xylene dan p-xylene tetapi dalam hal ini
benzene dapat berdifusi dengan cepat keluar dari katalis dan xylene yang
terbentuk akan mengalami isomerasi dengan cepat dalam pori – pori katalis.
Paraxylene dapat berdifusi keluar lebih cepat dibandingkan dengan isomer lainnya
(meta dan ortoxylene). Hal ini disebabkan orto dan metaxylene sulit keluar dari
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
37
pori - pori katalis, oleh karena itu keduanya berisomerisasi membentuk
paraxylene agar dapat keluar dari pori pori katalis. Fenomena di atas disebabkan
oleh efek “steotrip hindrance” pada masing – masing struktur molekulnya
(penghalang berdasarkan bentuk molekulnya).
Paraxylene relatif lebih mudah keluar dari pori – pori katalis karena
struktur molekulnya lebih “ramping” dibandingkan orto dan metaxylene yang
mempunyai sisi penghalang pada bagian kiri atau kanannya, yaitu gugus
methylnya.
Alasan lain yang mendukung pendapat ini adalah bentuk pori – pori dari
katalis yang dapat digambarkan seperti pada gambar 2.5. Pada gambar ini tampak
bahwa bentuk pori –pori katalis yang sebenarnya adalah bentuk mikroskopis yang
tidak teratur, sehingga bagi senyawa yang mempunyai bentuk molekul dengan sisi
penghalang akan sukar sekali untuk berdifusi keluar dari katalis tersebut. Dengan
demikian meta dan ortoxylene seperti dipaksa untuk berisomerisasi terlebih
dahulu membentuk paraxylene agar dapat berdifusi keluar dari katalis.
Gambar 2.5. Pori –pori katalis tempat terjadinya difusi dan reaksi kimia
(Reff. R. Byrond Bird, Stewart, WE, hal 534)
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
38
2.2.4. Kondisi Operasi dan Reaktor
Reaksi disproporsionasi toluena ini berlangsung pada suhu 390-400
0
C,
tekanan 30 atm, WHSV = 4-4,5 hr
-1
dan 0,5 H
2
/HC, pada fase gas menggunakan
jenis reaktor Fixed Bed Multitube Catalytic, menggunakan katalis zeolite ZSM-5.
Dari keterangan di atas diketahui bahwa reaksi berlangsung pada suhu tinggi dan
tekanan tinggi. Hal ini disebabkan karena alasan-alasan sebagai berikut :
 Suhu yang tinggi diperlukan untuk berlangsungnya reaksi aktivasi dan
reaksi permukaan pada katalis yang digambarkan pada mekanisme reaksi.
Suhu yang tinggi ini diperlukan untuk proses desorbsi dari pori-pori
katalis.
 Tekanan yang tinggi diperlukan untuk berlangsungnya proses adsorbsi
toluene pada permukaan katalis, dan sekaligus juga untuk mendorong
masuknya molekul atau uap toluene pada pori-pori katalis.
Sedangkan dalam perancangan ini dipilih suhu reaktan masuk reaktor
adalah 390C dan keluar pada suhu 400
0
C pada tekanan 30 atm. Karena operasi
reaktor pada suhu yang tinggi serta reaksi yang berlangsung sangat eksotermis
maka reaktor yang digunakan adalah fixed bed multi tube catalitic reactor agar
tercapai suhu keluar dari reaktor tidak lebih dari 400C. Bentuk reaktor yang
dipilih berupa bejana yang berbentuk silinder yang teridiri dari tube – tube tempat
mengalirkan pendingin reaktor dan terdapat bed yang diisi katalis (zeolite
ZSM – 5).
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
39
Alasan-alasan dipilihnya reactor fixed bed multi tube adalah :
1. Reaksi yang terjadi bersifat sangat eksotermis sehingga memerlukan
pendingin karena perbedaan suhu pada dasar reactor dan puncak reactor
tidak berbeda jauh (ΔT = 10
0
C).
2. Dari segi konstruksi dan perawatan relatif lebih mudah karena bentuknya
sederhana.
Reaksi Disproporsionasi toluene merupakan reaksi searah dan bersifat
eksotermis. Untuk mendapatkan hasil yang optimum dapat ditinjau dari segi
kinetika reaksi dan thermodinamika.
2.3. TINJUAN KINETIKA DAN THERMODINAMIKA
2.3.1. Tinjauan Kinetika
Tujuan tinjauan kinetika untuk mengetahui pengaruh suhu (T) terhadap
konstanta kecepatan reaksi (k) khususnya reaksi disproporsionasi toluene.
Reaksi disproporsionasi toluene merupakan reaksi orde dua, dengan
persamaan kecepatan reaksi sebagai berikut :
-r
A
= k P
A
2
dimana :
P
A
: tekanan reaktan
k : konstanta kecepatan reaksi
Menurut persamaan Arhenius :
k = A e
-E/RT
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
40
Dalam hubungan ini :
k = Konstanta kecepatan reaksi
A = Faktor frekuensi tumbukan
E = Energi aktivasi
R = Konstanta gas universal
T = Temperatur mutlak
Dari persamaan Arhenius di atas, konstanta kecepatan reaksi ( k )
merupakan fungsi suhu ( T ), sehingga semakin tinggi temperature maka harga k
semakin besar. Oleh karena itu dari tinjauan kinetika reaksi dipilih pada suhu
yang tinggi, tetapi pemakaian suhu tinggi harus dibatasi tidak boleh terlalu, sebab
bila suhu reaksi tinggi ,maka akan terjadi reaksi samping yang merugikan yaitu
reaksi hydrodealkisasi toluene menjadi benzene dan metana, seperti yang
ditunjukan oleh reaksi di bawah ini
+ + CH4
CH3
H2

Toluene(g) Benzene(g) metana(g)
Gambar 2.6. Reaksi Hidrodealkilasi Toluene
Adanya reaksi diatas akan memperkecil konversi reaksi membentuk
p-xylene, dan terbentuknya gas CH
4
dapat mengotori hasil reaksi sehingga
kemurnian produk yang ingin dicapai menjadi berkurang.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
41
2.3.2. Tinjauan Thermodinamika
Tujuan tinjauan thermodinamika untuk mengetahui sifat reaksi yang
terjadi ditinjau dari panas pembentukan (∆H
f
0
) serta untuk mengetahui apakah
reaksi yang terjadi searah atau tidak ditinjau dari energi bebas Gibbs (∆G
f
0
).
Reaksi utama yang terjadi :
CH3
+
CH3
CH3
2
TOLUENE (g) BENZENE (g) XYLENE (g)
P = 30 atm
T = 400
0
C
ZSM-5
Proses Disproporsionasi Toluene dijalankan pada kondisi suhu 400
0
C dan
tekanan 30 atm.
Ditinjau dari panas pembentukan ∆H
f
0
(pada 298
0
K) :
∆H
0
f
= ∆H
f
0
produk - ∆H
f
0
reaktan
= (∆H
f
0
benzene + ∆H
f
0
p-xylene) – 2 (∆H
f
0
toluene )
= (19,l82 + (-5,838)) – 2 (-11,95)
∆H
0
f
= -9,918 kcal/mol
Dari perhitungan di atas tampak bahwa reaksi tersebut melepaskan panas
(reaksi eksotermis).
Ditinjau dari energi bebas Gibbs (∆G
f
0
) pada suhu 673
0
K (400
0
C) :
∆G
f
0
= ∆G
f
0
produk - ∆G
f
0
reaktan
= (∆G
f
0
benzene + ∆G
f
0
p-xylene) – 2(∆G
f
0
toluene )
= (30,898 + 28,952) – 2(29,228)
∆G
f
0
= 1,394 kcal/gmol
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
42
ln K = -∆G
f
0
/ (RT)
= -1,394 / (1,987 x 673)
ln K = -0,001042
K = 0,999≈ 1
Harga konstanta kesetimbangan mendekati satu, berarti reaksi yang berlangsung
irreversible (searah). Dengan demikian reaksi Disproporsionasi Toluene adalah
reaksi yang bersifat eksotermis dan searah (irreversible)
Dari kedua tinjauan di atas disimpulkan tinjauan yang paling berpengaruh
untuk reaksi Disproporsionasi Toluene yaitu tinjauan kinetika sebab reaksi yang
berlangsung pada suhu yang tinggi dapat mempercepat kecepatan reaksi
membentuk produk, sedangkan dari tinjauan thermodinamika semakin tinggi suhu
maka kesetimbangan reaksi akan mengarah ke kiri sehingga dapat memperkecil
jumlah produk yang diinginkan sebab reaksi berlangsung secara eksotermis.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
43
2.4 DIAGRAM ALIR PROSES
2.4.1 Langkah Proses
Proses pembuatan paraxylene pada perancangan ini melalui lima tahapan
langkah proses, yaitu tahap penyimpanan bahan baku, tahap penyiapan bahan
baku, tahap reaksi, tahap pemisahan dan pemurnian produk, tahap penyimpanan
produk.
A. Tahap Penyimpanan Bahan Baku
Tahap ini digunakan untuk menyimpan bahan baku sementara sebelum
digunakan untuk proses produksi. Bahan baku toluene disimpan dalam tanki fixed
roof T-01 karena dalam bentuk cair dan bersifat volatile pada suhu kamar
T = 30
0
C dan P = 1 atm. Gas H
2
dialirkan secara inline melalui pipa dari pabrik
tetangga dengan tekanan 1 atm.
B. Tahap Penyiapan Bahan Baku
Tahap ini ditujukan untuk menyiapkan bahan baku toluene dan H
2
agar
siap diumpankan ke dalam reaktor sesuai dengan kondisi operasi yang telah
ditentukan. Tahap ini meliputi :
 Pengubahan Fasa dan Menaikkan Tekanan Toluene
Fresh toluene dengan kemurnian min 99 %wt dipompa dari T-01 lalu
dicampur dengan toluene recycle yang berasal dari hasil atas kolom distilasi
D-02 dan filtrat xylene dari centrifuge (CF) di mixer M-01. Suhu
pencampuran ketiga aliran ini mencapai 86,6
o
C. Kemudian dari M-01
campuran ini lalu dipompa ke vaporizer (V) untuk mengubah fasa dari cair
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
44
menjadi gas pada suhu 111,78
o
C lalu tekanannya dinaikkan dari 1 atm
menjadi 8 atm dengan compressor sentrifugal C-01. Selanjutnya campuran
toluene ini dicampur dengan gas H
2
(campuran H
2
make-up dan recycle H
2
dari separator gas-cair S-01) yang bertekanan 8 atm di mixer M-02. Karena
kondisi operasi reaktor pada suhu 390
0
C dan tekanan 30 atm maka umpan
reaktor berupa gas ini dikompresi kembali ke dalam C-04 hingga 31 atm dan
dialirkan ke furnace (F) untuk menaikkan suhunya hingga mencapai 390
0
C.
Toluene siap diumpankan ke dalam reaktor (R).
 Menaikkan Tekanan Hidrogen
Gas hidrogen yang dibeli dari PT ALIndo Merak, Banten dialirkan secara
inline pada tekanan 1 atm lalu dikompresi hingga 8 atm dengan kompresor
C-03. Gas H
2
make-up ini lalu dicampur dengan aliran gas H
2
recycle yang
berasal dari separator gas-cair (S) setelah sebelumnya tekanannya dinaikkan
dari 1 menjadi 8 atm dengan kompresor C-02.
C. Tahap Reaksi
Reaksi yang terjadi di dalam reaktor adalah reaksi Disproporsionasi
Toluene membentuk paraxylene sebagai produk utama dan benzene sebagai
produk samping. Toluene sebagai bahan baku utama, hidrogen serta katalis padat
zeolite ZSM-5. Reaktor yang digunakan adalah reaktor fixed bed multi tube. Fasa
reaksi adalah gas-padat, dimana fasa gasnya adalah toluene dan hidrogen
sedangkan fasa padatnya adalah katalis zeolite ZSM-5. Proses berlangsung secara
non-isothermal non-adiabatis. Suhu reaksi antara 390 - 400
0
C dan tekanan 30
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
45
atm. Reaksi yang terjadi adalah reaksi eksotermis sehingga perlu pendingin yang
mengalir melalui tube - tube. Pendingin yang digunakan dalam hal ini yaitu
Dowterm A.
D. Tahap Pemisahan dan Pemurnian Produk
Produk keluar dari reaktor berupa fasa gas pada suhu 400
0
C dan tekanan
30 atm lalu tekananya diturunkan hingga 2 atm dengan ekspander EX dan
diembunkan di dalam kondensor CD-03 pada suhu 50
0
C. Untuk proses
pemisahan antara fraksi gas hidrokarbon dengan fraksi cairan BTX (benzene,
toluene, xylene) maka produk ini dialirkan ke separator gas-cair (S). Gas H
2
dikeluarkan dari atas pada T = 42,76
0
C dan P = 1,1 atm untuk kemudian
direcycle ke M-02 dan sebagian purging agar tidak terjadi akumulasi bahan inert
(CH
4
) dalam siklus reaktor. Fraksi cairan berupa BTX dialirkan ke dalam kolom
distilasi D-01 pada T = 42,76
0
C dan P = 1,1 atm untuk proses pemisahan benzene
dari campurannya. Hasil atas berupa destilat benzene dengan suhu 80,76
0
C dan
tekanan 1 atm. Hasil bawah berupa campuran xylene dan toluene pada suhu
97,75
0
C dan tekanan 1,2 atm
Hasil bawah D-01 lalu diumpankan ke dalam kolom distilasi D-02 untuk
memisahkan toluene dari campuran xylene. Diperoleh hasil atas berupa toluene
dalam pada suhu 110,78
0
C dan tekanan 1 atm yang kemudian direcycle sebagai
umpan reaktor bergabung dengan fresh feed. Hasil bawah D-02 berupa cairan
mixed xylene pada suhu 154,97
0
C dan tekanan 1,5 atm. Xylene ini didinginkan
secara bertahap dengan precooler yaitu HE-01 dan HE-02 sehingga suhu umpan
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
46
masuk ke kristalizer (CR) sebesar 50
o
C. Kristalizer digunakan untuk memisahkan
paraxylene dari campuran xylene berdasarkan perbedaan titik didih. Titik beku
paraxylene pada suhu 13,26
0
C sedangkan orto dan metaxylene titik bekunya
dibawah -25
0
C oleh karena itu kristalizer beroperasi pada suhu antara 0 – 10
0
C
dengan pendingin amoniak (NH
3
). Hasilnya berupa slurry, campuran kristal di
dalam mother liquor yang kemudian dipisahkan di dalam centrifuge (CF). Filtrat
yang mengandung orto, meta dan sedikit paraxylene direcycle sebagai umpan
reaktor untuk diisomerisasi kembali membentuk paraxylene sedangkan kristal
paraxylene dilelehkan pada suhu 15
0
C di dalam melter (ML) dengan pemanas
dari air (T = 30
0
C) sehingga diperoleh paraxylene dalam fasa cair, dengan
kemurnian 99,5 %wt .
E. Tahap Penyimpanan Produk
Benzene yang diperoleh sebagai hasil atas D-02 dipompa menuju tanki
penyimpan berupa tanki fixed roof (T-02) pada kondisi T = 30
0
C dan P = 1 atm
karena bersifat volatile.
Paraxylene dalam fasa cair dipompa dari ML menuju tanki penyimpan
berupa tanki fixed roof (T-03) pada kondisi T = 30
0
C dan P = 1 atm karena
bersifat volatile juga. Kedua produk ini siap dipasarkan.
2.4.2. Diagram Alir Proses
Diaram alir proses dapat dilihat pada halaman berikutnya.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
47
2.5 NERACA MASSA DAN NERACA PANAS
2.5.1 Neraca Massa
A. Neraca Massa di sekitar Reaktor
KOMPONEN
INPUT
(kg/jam)
OUTPUT
(kg/jam)
ARUS 5 ARUS 6
Toluene 290705.41 201004.99
Benzene 0.00 43559.35
Paraxylene 5420.71 49128.36
Metaxylene 4894.07 6876.52
Ortoxylene 1643.46 2094.43
H
2
3283.90 3283.90
CH
4
3.03 3.03
JUMLAH 305950.58 305950.58
B. Neraca massa di sekitar S-01
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 6 ARUS 7 ARUS 10
Toluene 201004.99 - 201004.99
Benzene 43559.35 - 43559.35
Paraxylene 49128.36 - 49128.36
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
H
2
3283.90 3283.90 -
CH
4
3.03 3.03 -
JUMLAH 305950.58
3286.93 302663.65
305950.58
C. Neraca Massa Arus 7
KOMPONEN ARUS 7
(kg/jam)
ARUS 9
(kg/jam)
ARUS 8
(kg/jam)
Toluene - - -
Benzene - - -
Paraxylene - - -
Metaxylene - - -
Ortoxylene - - -
H
2
3283.90 3120.46 163.44
CH
4
3.03 2.88 0.15
JUMLAH 3286.93
3123.34 163.59
3286.93
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
48
D. Neraca Massa disekitar D-01
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 10 ARUS 11 ARUS 12
Toluene 201004.99 979.72 200024.36
Benzene 43559.35 43559.96 0.30
Paraxylene 49128.36 - 49128.36
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
JUMLAH 302663.65
44539.68 258123.97
302663.65
E. Neraca Massa disekitar D-02
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 12 ARUS 13 ARUS 14
Toluene 200024.36 200003.17 21.19
Benzene 0.30 0.03 0.00
Paraxylene 49128.36 27.24 49101.12
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
JUMLAH 258123.97
200030.41 58093.26
258123.97
F. Neraca Massa Arus 13
Komponen Arus 13
(kg/jam)
Arus 13b
(kg/jam)
Arus 13a
(kg/jam)
Toluene 200003.17 10375.31 189627.86
Benzene - - -
Paraxylene 27.24 1.51 24.21
JUMLAH 200030.41 10376.82 189652.07
G. Neraca Massa Kristalizer (CR)
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 14 ARUS 15
Cake Filtrat
Toluene 21.19 21.19 -
Paraxylene 49101.12 44191.01 4910.11
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
JUMLAH
58093.26
44212.20 13881.06
58093.26
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
49
H. Neraca Massa Centrifuge (C)
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 15 ARUS 16 ARUS 17
Toluene 21,19 - 21.19
Paraxylene 49101.12 4884.99 44191.92
Metaxylene 6876.52 4588.38 133.24
Ortoxylene 2094.43 1440.68 66.62
JUMLAH
58093.26
13679.27 44413.99
58093.26
I. Neraca Massa Hidrogen
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 2 ARUS 9 ARUS 4
H
2
163.44 3120.46 3283.90
CH
4
0.15 2.88 3.03
JUMLAH
163.59 3123.34 3286.93
3286.93 3286.93
J. Neraca Massa di sekitar T-01
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 1 ARUS 1 3a ARUS 16 ARUS 3
Toluene 101071.50 189627.86 - 290705.41
Benzene - - - -
Paraxylene 511.50 24.21 4884.99 5420.71
Metaxylene 305.69 - 4588.38 4894.07
Ortoxylene 202.78 - 1440.68 1643.46
JUMLAH
102097.53 189652.07 10914.05
302663.65 302663.65
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
50
K. Neraca Massa Total di sekitar T-01

KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 3 ARUS 4 ARUS 5
Toluene 290705.41 - 290705.41
Benzene - - 0.00
Paraxylene 5420.71 - 5420.71
Metaxylene 4894.07 - 4894.07
Ortoxylene 1643.46 - 1643.46
H
2
- 3283.90 3283.90
CH
4
- 3.03 3.03
JUMLAH
302663.65 3286,93
305950.58 305950.58
L. NERACA MASSA OVERALL
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 1 ARUS 2 ARUS 8 ARUS 11 ARUS 13b ARUS 17
Toluene 101071.50 - - 979.72 10375.31 22.21
Benzene - - - 43559.96 - -
Paraxylene 511.50 - - - 1.51 44191.92
Metaxylene 305.69 - - - 133.24
Ortoxylene 202.78 - - - - 66.62
H
2
- 163.44 163.44 - - -
CH
4
- 0.15 0.15 - - -
JUMLAH
102097.53 163.59 163.59 44539.68 10376.82 44413.99
102261.12 102261.12
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
51
2.5.2. Neraca Panas
A. Neraca Panas di Mixer (M-01)
KOMPONEN INPUT OUTPUT
Q
1
(kJ/jam) Q
25
(kJ/jam ) Q
34
(kJ/jam ) Q
2
(kJ/jam )
Toluene 865726.5076 29136443.4024 31629990.0430
Paraxylene 4776.6901 3723.8935 1123986.1492 643954.6756
Metaxylene 2635.3067 1416608.4311 534207.4607
Ortoxylene 1792.2797 436428.5918 183971.1839
874930.7840
29140167.2959
2977023.1722
TOTAL
32992123.3631 32992123.3631
B. Neraca Panas di Vaporizer
KOMPONEN INPUT OUTPUT
Q
2
(Kj/jam) Q
3
(kJ/jam)
Toluene 31629990.0430 151184652.3577
Paraxylene 643954.6756 2748106.4634
Metaxylene 534207.4607 2436566.3815
Ortoxylene 183971.1839 835029.2537
32992123.3631
Steam
124212231.0931
TOTAL
157204354.4562
157204354.4562
C. Neraca Panas di Kompresor C-01
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
3
(kJ/jam) Q
4
(kJ/jam)
Toluene 32870188.0350 50433455.8808
Paraxylene 635538.1027 973579.7350
Metaxylene 575196.9848 880927.8987
Ortoxylene 200575.6760 305968.6754
34281498.7985
Panas kompresi 18312433.3914
TOTAL 52593932.1899 52593932.1899
D. Neraca Panas di Kompresor C-02
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
5A
(kJ/jam) Q
5B
(kJ/jam)
H
2
23337.7779 425166.3998
CH
4
3.4148 68.1877
23341.1927
Panas kompresi 401893.3948
TOTAL 425234.5875 425234.5875
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
52
E. Neraca Panas di Kompresor C-03
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
5A
(kJ/jam) Q
5B
(kJ/jam)
H
2
11664.2034 431033.1371
CH
4
1.7029 69.2307
11665.9063
Panas kompresi 419436.4614
TOTAL 431102.3677 431102.3677
F. Neraca Panas di Mixer (M-02)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
4
(kJ/jam) Q
5b
(kJ/jam) Q
6
(kJ/jam) Q
7
(kJ/jam)
Toluene 50433455.8808 53458238.5267
Paraxylene 973579.7350 1031741.5040
Metaxylene 880927.8987 933519.6923
Ortoxylene 305968.6754 324042.5506
H2 425166.3998 8652003.9652 6209997.7000
CH4 68.1877 1405.3048 972.9664
TOTAL
52593932.1899
425234.5875 8653409.2700
61672576.0475
61672576.0475
G. Neraca Panas di Kompresor C-04
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
7
(kJ/jam) Q
8
(kJ/jam)
Toluene 53208111.91 90110480.01
Paraxylene 1026932.466 1735786.075
Metaxylene 929171.3086 1569947.871
Ortoxylene 322548.7133 541831.3967
H2 6184846.63 9659719.384
CH4 968.7327662 1579.515125
61672579.7634
Panas kompresi 41946764.4929
TOTAL 103619344.2563 103619344.2563
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
53
H. Neraca Panas di Furnace (F)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
8
(kJ/jam) Q
9
(kJ/jam)
Toluene 90110480.01 186973379.8621
Paraxylene 1735786.075 3595273.0395
Metaxylene 1569947.871 3249782.0758
Ortoxylene 541831.3967 1112159.7191
H
2
9659719.384 17367274.8728
CH
4
1579.515125 3133.0428
103619344.2563
Bahan bakar 108681658.3559
TOTAL 212301002.6121 212301002.6121
I. Neraca Panas di Reaktor (R)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
9
(kJ/jam) Q
10
(kJ/jam)
Toluene 186973379.8621 133860454.6763
Benzene - 27781212.2155
Paraxylene 2456323.5356 33737292.4752
Metaxylene 3245980.3097 4727612.5819
Ortoxylene 1091297.6010 1466884.8589
H2 117033142.5811 17846274.2012
CH4 2013.6196 3238.9386
219422969.9476
Panas reaksi 5355919.3998
Pendingin 86023248.1616
TOTAL 310802137.5091 310802137.5091
J. Neraca Panas di Expander (EX)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
10
(kJ/jam) Q
11
(kJ/jam)
Toluene 118193484.7564 74895979.1622
Benzene 22568597.7308 15492703.4703
Paraxylene 31343377.5843 18899284.7754
Metaxylene 4404791.7477 2649674.8965
Ortoxylene 1467954.8100 827653.0622
H2 30175399.8351 11234823.8354
CH4 5205.5614 1874.3244
208158812.0257
Panas dilepas 84156818.4993
TOTAL 124001993.5264 124001993.5264
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
54
K. Neraca Panas di CD-03
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
11
(kJ/jam) Q
12
(kJ/jam)
Toluene 74895979.1622 6055412.0267
Benzene 15492703.4703 1233334.6261
Paraxylene 18899284.7754 1539869.7614
Metaxylene 2649674.8965 216159.4742
Ortoxylene 827653.0622 68887.3807
H2 11234823.8354 1173634.0785
CH4 1874.3244 173.8474
124001993.5264
Pendingin -113714522.3314
TOTAL 10287471.1950 10287471.1950
L. Neraca Panas di Separator (S)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
12
(kJ/jam) Q
13
(kJ/jam)
Q
15
(kJ/jam)
Toluene 6055412.0267 6154448.3816
Benzene 1233334.6261 1380123.8500
Paraxylene 1539869.7614 1641542.6979
Metaxylene 216159.4742 211804.6786
Ortoxylene 68887.3807 66153.0463
H2 1173634.0785 833276.0322
CH4 173.8474 123.0146
833399.0468
9454072.6544
TOTAL 10287471.1950 10287471.1950
M. Neraca Panas di Kolom Distilasi (D-01)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
15
(kJ/jam) Q
18
(kJ/jam) Q
21
(kJ/jam)
Toluene 6154448.3816 96048.6108 25856919.6845
Benzene 1380123.8500 4434536.4372 40.2808
Paraxylene 1641542.6979 6930803.9111
Metaxylene 211804.6786 890947.6739
Ortoxylene 66153.0463 278258.6458
9454072.6544 4530585.0480 33956970.1961
38487555.2441
Panas reboiler 48653860.3585
Panas condenser 19620377.7688
TOTAL 58107933.0129 58107933.0129
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
55
N. Neraca Panas di Kolom Distilasi (D-02)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
21
(kJ/jam) Q
24
(kJ/jam)
Q
27
(kJ/jam)
Toluene 25856919.6845 30739621.7733 5084.1189
Benzene 40.2808 216.6880
Paraxylene 6930803.9111 4326.3875 12788716.4447
Metaxylene 890947.6739 1643201.0347
Ortoxylene 278258.6458 14215017.7275
33956970.1961 30744164.8489 28652019.3258
59396184.1747
Panas reboiler 172474765.9412
Panas condenser 147035551.9627
TOTAL 206431736.1374 206431736.1374
O. Neraca Panas di HE-01
KOMPONEN
INPUT
OUTPUT
Q
27a
(kJ/jam)
Q
32
(kJ/jam) Q
27b
+ Q
33
(kJ/jam)
Toluene 5084.1189 0.0000 4573.2694
Paraxylene 12788716.4447 -179739.5838 12665462.8646
Metaxylene 1643201.0347 -156410.9819 2467876.6245
Ortoxylene 14215017.7275 -50318.5078 13127637.9039
28652019.3258 -386469.0735
TOTAL 28265550.6624
28265550.6624
P. Neraca Panas di HE-02
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
27b
(kJ/jam) Q
28
(kJ/jam)
Toluene 4573.2694 916.9656
Paraxylene 12665462.8646 2318893.1941
Metaxylene 2467876.6245 299156.9587
Ortoxylene 13127637.9039 2591829.2280
28265550.6624
Panas diserap -23054754.3160
TOTAL 5210796.3464 5210796.3464
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
56
Q. Neraca Panas di Kristalizer (CR)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT (Q
29
)
Q
28
(kJ/jam) CAKE (kJ/jam) FILTRAT (kJ/jam)
Toluene 916.9656 -298,9561 0.0000
Paraxylene 2318893.1941 -1285490,6005 -180663,8556
Metaxylene 299156.9587 0.0000 -234410,2374
Ortoxylene 93442.9380 0.0000 -73151,9784
2712410.0564 -1285789,5565 -488226,0714
Pendingin -4486425.6843
TOTAL -1774015,6279 -1774015,6279
R. Neraca Panas di Centrifuge (CF)
KOMPONEN
INPUT (Q
29
) OUTPUT
CAKE (kJ/jam) FILTRAT
(kJ/jam)
Q
30
(kJ/jam)
Q
32
(kJ/jam)
Toluene -298.9561 0.0000 -298.9561 0.0000
Paraxylene -1285490.6005 -180663,8556 -1286221.3265 -179739.5838
Metaxylene 0.0000 -234410,2374 -55243.6807 -156410.9819
Ortoxylene 0.0000 -73151,9784 -19657.4836 -50318.5078
-1285789,5565 -488226,0714 -1361421.4469 -386469.0735
-1774015.6279
26125.1075
-1747890.5204
Panas yang diserap
TOTAL -1747890.5204
-1747890.5204
S. Neraca Panas di Melter (ML)
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
30
(kJ/jam) Q
31
(kJ/jam)
Toluene -298.9561 -144.3640
Paraxylene -1286221.3265 -648496.6291
Metaxylene -55243.6807 -27642.9637
Ortoxylene -19657.4836 -9926.8699
-1361421.4469
Pemanas
675210.6202
TOTAL
-686210.8268 -686210.8268
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
57
2.6. LAY OUT PABRIK DAN PERALATANNYA
Setelah proses flow diagram tersususun, sebelum design piping, struktural
dan listrik dimulai, maka lay out pabrik dan perencanaan harus direncanakan
terlebih dahulu.
2.6.1 Lay Out Pabrik
Lay out pabrik adalah tempat kedudukan dan bagian-bagian pabrik yang
meliputi tempat bekerjanya karyawan, tempat penyimpanan bahan, baik bahan
baku dan produk, tempat peralatan, ditinjau dari hubungan satu dengan yang
lainnya. Tata letak pabrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga
penggunaaan area pabrik effisien dan kelancaran proses produksi dapat terjamin.
Jadi dalam penentuan tata letak pabrik harus dipikirkan penempatan alat-alat
produksi sehingga keamanan, keselamatan dan kenyamanan bagi karyawan dapat
terpenuhi. Selain peralatan tercatum di dalam flow sheet process, beberapa
bangunan lain seperti kantor, bengkel, poliklinik, laboratorium, kantin, pengendali
kebakaran ( fire safety ), pos keamanan dan sebagainya hendaknya dapat
ditempatkan pada bagian yang tidak mengganggu, ditinjau dari segi lalu lintasnya
barang, kontrol dan keamanan.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perancangan tata letak pabrik adalah :
1. Daerah Proses
Daerah proses digunakan untuk menempatkan alat-alat yang berhubungan
dengan proses produksi, dimana pada daerah proses ini diletakkan pada
daerah terpisah dari bagian lain untuk mempermudah dalam pengontrolan,
transportasi bahan baku dan produk.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
58
2. Keamanan
Keamanan terhadap kemungkinan adanya kebakaran, ledakan, asap, atau gas
beracun benar-benar diperhatikan di dalam penentuan tata letak pabrik. Untuk
itu harus dilakukan penempatan alat-alat pengaman seperti hydrant,
penampung air yang cukup, penahan ledakan. Tangki penyimpanan bahan
baku ataupun produk berbahaya, harus diletakan pada tempat yang khusus
serta perlu adanya jarak antara bangunan yang satu dengan bangunan yang
lainnya guna memberikan pertolongan dan menyediakan jalan bagi karyawan
untuk menyelamatkan diri.
3. Luas Area Yang Tersedia
Harga tanah menjadi hal yang membatasi kemampuan penyediaan area.
Pemakaian tempat sesuai dengan area yang tersedia. Jika harga tanah mahal,
maka diperlukan effisiensi dalam pemakaian ruang sehingga peralatan tertentu
dapat diletakkan di atas peralatan lain, atau lantai ruangan diatur sedemikian
rupa untuk menghemat tempat.
4. Instalasi dan Utilitas
Pemasangan dan distribusi yang baik dari gas, udara, steam, dan listrik akan
membantu kemudahan kerja dan perawatannya. Penempatan pesawat proses
sedemikian rupa sehingga petugas dapat dengan mudah mencapai dan
menjamin kelancaran operasi serta memudahkankan perawatannya.
5. Kemungkinan Perluasan Pabrik
Penyediaan luas area tertentu dilakukan untuk kemungkinan perluasan pabrik
dimasa mendatang.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
59
Secara garis besar, lay out pabrik ini dapat dibagi ke dalam beberapa daerah
utama, yaitu :
1. Daerah Administrasi atau Perkantoran, Laboratorium dan Ruang Kontrol
Daerah administrasi merupakan puasat kegitan administrasi pabrik yang
mengatur kelancaran operasi. Laboratorium dan ruang kontrol sebagai pusat
pengendali proses, kualitas dan kuantitas bahan yang akan diproses serta
produk yang akan dijual.
2. Daerah Proses
Merupakan daerah tempat alat-alat proses diletakan dan proses berlangsung
3. Daerah Pergudangan Umum, Bengkel dan Garasi
4. Daerah Utilitas
Merupakan daerah dimana kegiatan penyedian air dan listrik dipusatkan.
Lay out pra perancangan paraxylene dapat dilihat pada gambar 2.7
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
60
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
61
Keterangan Gambar :
1. Pos Keamanan
2. Taman
3. Area Parkir
4. Kantor dan Aula
5. Kantin
6. Poliklinik
7. Mushola
8. perpustakaan
9. Tempat Penyimpanan reaktan
10. Tempat penyimpanan produk
11. Area proses
12. Daerah perluasan proses
13. Control room
14. Laboratorium
15. Gudang
16. Bengkel
17. Daerah pembangkit listrik
18. Pemadam kebakaran
19. Daerah utilitas
20. Daerah pengolahan limbah
21. Daerah penyediaan bahan bakar
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
62
2.6.2 Lay Out Peralatan
Dalam perancangan lay out peralatan proses, ada beberapa hal – hal yang
perlu diperhatikan, antara lain :
1. Aliran Bahan Baku dan Produk
Aliran bahan baku dan produk yang tepat akan memberikan keuntungan nilai
ekonomis yang tinggi, semakin dekat penempatan bahan baku dan produk
dengan jalur transportsi maka semakin efisien dana yang dikeluarkan.
2. Aliran Udara
Aliran udara di dalam dan sekitar area proses harus diperhatikan. Hal ini
bertujuan untuk menghindari stagnasi udara pada suatu tempat yang dapat
menyebabkan akumulasi bahan kimia yang berbahaya, sehingga dapat
membahayakan keselamatan kerja. Di samping itu perlu diperhatikan arah
hembusan angin.
3. Cahaya
Penerangan seluruh pabrik harus memadai pada tempat-tempat proses yang
berbahaya dan beresiko.
4. Tata Letak Alat Proses
Penempatan alat-alat proses yang tepat akan mempercepat jalannya proses
sehingga menjamian kelancaran proses produksi.
5. Kelancaran Lalu Lintas
Kelancaran lalu lintas barang dan manusia juga berpengaruh terhadap
jalannya proses produksi.
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
63
6. Tata Letak Area Proses
Dalam menempatkan alat-alat proses pada pabrik diusahakan agar dapat
menekan biaya operasi dan menjamin kelancaran dan keamanan produksi
pabrik sehingga dapat menguntungkan dari segi ekonomi.
Tata letak proses harus dirancang sedemikian rupa sehingga :
 Kelancaran proses produksi dapat terjamin
 Dapat mengefektifkan penggunaan luas tanah
 Biaya material handling menjadi rendah dan mengakibatkan
menurunnya pengeluaran untuk kapital yang tidak penting.
 Karyawan mendapat kepuasan kerja.
7. Jarak Antar Alat Proses
Untuk alat-alat produksi yang mudah meledak atau terbakar letaknya
dijauhkan dari peralatan lain, sehingga apabila terjadi ledakan atau
kebakaran tidak membahayakn peralatan yang lain :
Lay out peralatan pada pra perancangan pabrik paraxylene ini dapat dilihat pada
gambar 2.8
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
64
BAB II Deskripsi Proses
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
65
Keterangan Gambar :
 T : Tangki
 P : Pompa
 HE : Heat Exchanger
 C : Kompresor
 M : Mixer
 EX : Expander
 RB : Reboiler
 F : Furnace
 CD : Kondensor
 ACC : Akumulator
B - 1
LAMPIRAN B
PERHITUNGAN NERACA PANAS
Dalam neraca panas ini :
- Perhitungan berdasarkan basis 1 jam operasi
- T referensi 298 K
Data yang dibutuhkan :
1. Kapasitas panas cairan
Cp = A + BT + CT
2
+ DT
3
Ket :
Cp = kapasitas panas (Joule / mol.K)
A,B,C,D = konstanta
T = suhu (K)
Komponen A B C D
Toluene 83.703 0.51666 -1.4910E-03 1.9725E-06
Benzene -31.662 1.3043 -3.6078E-03 3.8243E-06
Paraxylene -11.035 1.5158 -3.9039E-03 3.9193E-06
Metaxylene 70.916 0.8045 -2.1885E-03 2.5061E-06
Ortoxylene 54.46 0.94926 -2.4902E-03 2.6838E-06
H2 50.607 -6.1136 3.0930E-01 -4.1480E-03
CH4 -0.018 1.1982 -9.8722E-03 3.1670E-05

(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
B - 2
2. Kapasitas panas gas
Cp = A + BT + CT
2
+ DT
3
+ ET
4
Ket :
Cp = kapasitas panas (Joule/mol.K)
A,B,C,D,E = konstanta
T = suhu (K)
Komponen A B C D E
Toluene -24.097 5.2187E-01 -2.9827E-04 6.1220E-08 1.258E-12
Benzene -31.368 4.7460E-01 -3.1137E-04 8.5237E-08 -5.052E-12
Paraxylene -17.36 5.6470E-01 -2.6293E-04 1.1217E-08 1.654E-11
Metaxylene -16.725 5.6424E-01 -2.6465E-04 1.3381E-08 1.587E-11
Ortoxylene 0.182 5.1344E-01 -2.0212E-04 -2.1615E-08 2.321E-11
H2 25.399 2.0178E-02 -3.8549E-05 3.1880E-08 -8.759E-12
CH4 34.942 -3.9957E-02 1.9184E-04 -1.5303E-07 3.932E-11

(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
4. Kapasitas panas padat
Cp = A + BT + CT
2
Ket :
Cp = kapasitas panas (Joule/mol.K)
A,B,C = konstanta
T = suhu (K)
Komponen A B C
Toluene -1.33 0.90564 -2.3442E-03
Benzene 9.359 0.37714 1.4772E-04
Paraxylene 0.872 0.80786 -9.5350E-04
Metaxylene 3.913 0.84357 -1.4305E-03
Ortoxylene 0.302 0.78782 -8.1442E-04

(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
B - 3
5. Tekanan Uap Jenuh
Persamaan Antoine yang digunakan :
10
log P
sat
= A + B/T + C (
10
log T ) + DT +ET
2
Ket :
Psat = tekanan uap jenuh(mmHg)
A,B,C, D, E = konstanta
T = suhu (K)
Komponen A B C D E
Toluene 34.0775 -3037.9 -9.1635 1.0289E-11 2.7035E-06
Benzene 31.7718 -2725.4 -8.4443 -5.3534E-09 2.7187E-06
Paraxylene 60.0531 -4015.9 -19.441 0.0082881 -2.3647E-12
Metaxylene 34.6803 -3298.1 -9.257 -4.3563E-10 2.4103E-06
Ortoxylene 37.2413 -3457.3 -10.126 9.0676E-11 2.6123E-06
(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
6. Panas Penguapan
Pada P = 1atm, T = titik didih
Komponen Hvap(kJ/kmol)
Toluene 33590
Benzene 30750
Paraxylene 35820
Metaxylene 36330
Ortoxylene 37000
H2 460
CH4 8160
(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
B - 4
Untuk P= 1 atm, maka persamaan Watson digunakan untuk menghitung panas
penguapan, sebagai fungsi dari suhu.
n
vap
Tc
T
1 ΔH |
.
|

\
|
÷ = A
Dengan ∆Hvap = Panas penguapan (kjoule/mol)
A,Tc,n = koefisien regresi persamaan Watson
T = suhu (K)
Komponen A Tc n
Toluene 50.139 591.79 0.383
Benzene 49.888 562.16 0.489
Paraxylene 52.91 616.26 0.354
Metaxylene 60.216 617.05 0.458
Ortoxylene 55.606 630.37 0.375
H2 0.659 33.18 0.38
CH4 10.312 190.58 0.265
(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
7. Densitas cairan
n
Tc
T
1
A.B Density
|
.
|

\
|
÷ ÷
=
Ket :
Density = densitas cairan , g/mL
A,B,n = koefisien regresi untuk senyawa kimia
T, Tc = suhu, suhu kritis, K
Komponen A B n Tc(K)
Toluene 0.29999 2.7108E-01 2.9889E-01 591.790
Benzene 0.3009 2.6770E-01 2.8180E-01 562.160
Paraxylene 0.27984 2.6003E-01 2.7900E-01 616.260
Metaxylene 0.27866 2.5925E-01 2.7242E-01 617.050
Ortoxylene 0.38381 2.6083E-01 2.7410E-01 630.370
H2 0.03125 3.4730E-01 2.7560E-01 33.180
(Reff : Carl L.Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
B - 5
Perhitungan neraca panas di masing-masing alat :
1. Mixer (M-01)
Fungsi : Mencampur aliran recycle toluene dari alat destilasi 2 (D-02),
recycle xylene dari centrifuge dan fresh feed toluene dari tangki
T-01
Tujuan : Menghitung suhu campuran keluar mixer (T
2
)
Diagram alir :
Q
1
Q
25
Q
2
= ?
Q
34
T
2
= ?
Dengan Q
1
= panas dari tanki penyimpanan (T-01)
Q
25
= panas recycle toluene dari D-02
Q
34
= panas recycle dari centrifuge
Q
2
= panas campuran cairan keluar dari mixer (M-01)
Perhitungan :
Neraca panas total :
Qinput = Qoutput
Q
1
+ Q
25
+ Q
34
= Q
2
Dalam hubungan ini :
Q
25
= ∑ n ∫ Cp dT, dimana Tref=298 = 383.79 K
Q
1
= ∑ n ∫ Cp dT, dimana Tref = 298 = 303 K
Q
34
= ∑ n ∫ Cp dT, dimana Tref = 298 = 413.27 K

¿
}
=
303
298
1
Cp.dT n Q
¿
}
=
383,79
298
25
Cp.dT n Q
M-01
B - 6

¿
}
=
413,27
298
34
Cp.dT n Q
¿
}
=
T
298
2
Cp.dT n Q

( ) ] ) (T [
5
E
)] (T [
4
D
)] T ( [
3
C
)] T ( [
2
B
ΔT A Cp.dT
5 4 3 2
A + A + A + A + =
}
a. Menghitung Q
1
Tin = 303 K Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫CpL. dT n Cp dT (kJ)
Toluene 1096.9221 789.2324 865726.5076
Paraxylene 4.8179 991.4503 4776.6901
Metaxylene 2.8793 915.2494 2635.3067
Ortoxylene 1.9100 938.3616 1792.2797
1106.5293 874930.7840
b. Menghitung Q
25
Tin = 383,79 K Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 2058.0183 14157.5243 29136443.4024
Paraxylene 0.2280 16330.2188 3723.8935
2058.2463 29140167.2959
c. Menghitung Q
34
Tin = 413,27 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫CpL. dT n Cp dT(kJ)
Paraxylene 46.24035717 24307.4712 1123986.1492
Metaxylene 63.5164 22303.0196 1416608.4311
Ortoxylene 19.1006 22848.9850 436428.5918
128.8574 2977023.1722
Maka Panas yang masuk mixer Q
2
= Q
1
+ Q
25
+ Q
34
= 32992121,2521 kJ
B - 7
d. Menghitung suhu keluar mixer
Dilakukan trial suhu keluar mixer (T
2
) sampai
Q
2
= Q
1
+ Q
25
+ Q
34
= 32992121,2521 kJ
Q
2
= ∑ n. CpL (T
2
– Tref)
T
2
trial benar pada = 359,64 K
Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫CpL. dT ∑n Cp
L
dT(kJ)
Toluene 3155.0060 10025.3343 31629990.0430
Paraxylene 51.0583 12612.1368 643954.6756
Metaxylene 46.0978 11588.5558 534207.4607
Ortoxylene 15.4800 11884.4807 183971.1839
3267.6422 32992123.3631
KESIMPULAN :
KOMPONEN INPUT OUTPUT
Q
1
(kJ/jam) Q
25
(kJ/jam ) Q
34
(kJ/jam ) Q
2
(kJ/jam )
Toluene 865726.5076 29136443.4024 31629990.0430
Paraxylene 4776.6901 3723.8935 1123986.1492 643954.6756
Metaxylene 2635.3067 1416608.4311 534207.4607
Ortoxylene 1792.2797 436428.5918 183971.1839
874930.7840
29140167.2959
2977023.1722
TOTAL
32992123.3631 32992123.3631
Jadi suhu keluar mixer M-01 pada T
2
= 359,64 K
B - 8
2. Vaporizer (V)
Fungsi : Menguapkan umpan campuran dari mixer sebelum masuk
kompresor (C-01).
Tujuan : - Menentukan suhu uap jenuh campuran umpan (T
3
)
- Menghitung kebutuhan steam
Diagram alir :
Uap jenuh Q
3 ,
T
3
Steam

Cair T2 = 359,64 K, Q
2
Kondensat
Perhitungan :
Neraca Panas Total
Q
2
+ Qs = Qc + Q
3
Q
2
+ ms Hs = mc Hc + Q
3
Karena ms = mc dan m
1
= m
2
, maka
λ
total Q
ms
.dT Cp m (Hv) m ) ms(λ
.dT Cp m .dT Cp m ) H - (H m Hc) - (Hs ms
383,78
303
L 1 1
303
298
L 1
383,78
298
L 1 1 2 1
=
+ =
÷ + =
}
} }
V
B - 9
a. Menentukan suhu uap jenuh keluar vaporizer
Komponen n (kmol) Xi Tb (K) Xi.Tb (K)
Toluene 3155.0060 0.9655 383.78 370.55
Paraxylene 51.0583 0.0156 411.51 6.43
Metaxylene 46.0978 0.0141 412.27 5.82
Ortoxylene 15.4800 0.0047 417.58 1.98
3267.6422 1 384.78
Suhu keluar uap jenuh pada T3 = 384,78 K
b. Menghitung kebutuhan steam
Tin = 359,64 K
Tout = 384,78 K
( ) ( ) ( )
4
1
4
2
3
1
3
2
2
1
2
2 1 2
T T
4
D
T T
3
C
T T
2
B
) T A(T CpL.dT ÷ + ÷ + ÷ + ÷ =
}
Komponen n (kmol)
Hvap
(kJ/kmol)
∫CpL. dT
(kJ/kmol) Qtot (kJ)
Toluene 3155.0060 33590 4303.6400 119554662.3146
Paraxylene 51.0583 35820 5390.7423 2104151.7878
Metaxylene 46.0978 36330 4937.8485 1902358.9209
Ortoxylene 15.4800 37000 5058.1469 651058.0698
3267.6422 124212231.0931
Sebagai pemanas digunakan steam saturated (P = 792,02 kPa), suhu 443,15 K
dari steam tabel (Smith V.N, ed 5) diketahui ì = 2047,9 kJ /kg, sehingga
kg 4651 , 53 6 0 6
2047,9
0931 124212231,
λ
Qtotal
steam Kebutuhan = = =
KESIMPULAN :
KOMPONEN INPUT OUTPUT
Q
2
(Kj/jam) Q
3
(kJ/jam)
Toluene 31629990.0430 151184652.3577
Paraxylene 643954.6756 2748106.4634
Metaxylene 534207.4607 2436566.3815
Ortoxylene 183971.1839 835029.2537
32992123.3631
Steam
124212231.0931
TOTAL
157204354.4562
157204354.4562
B - 10
Jadi suhu uap jenuh yang keluar dari vaporizer (V-01) pada T
3
= 384,78 K dan
steam yang diperlukan sebanyak 60653,4651 kg/jam
3. Kompresor (C - 01)
Fungsi : menaikkan tekanan gas dari 1 atm menjadi 8 atm
Tujuan : - Menentukan jumlah stage
- Menghitung suhu keluar kompresor (T
2
)
- Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q
4
)
Diagram Alir :
P = 1 atm
T= 383,78 K
Perhitungan :
1) Menentukan Jumlah Stage
Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multi stage disyaratkan Rc < 4
n
1
i
o
P
P
Rc
|
|
.
|

\
|
=
Dengan : Po = tekanan keluar kompresor
Pi = tekanan masuk kompresor
n = jumlah stage
Q
4
P
4
= 8 atm
T
4
= ?
Q
3
2
1
B - 11
8284 , 2
1
8
Rc
2
1
= |
.
|

\
|
=
Di-trial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling
sedikit sehingga biaya investasi alat minimal, didapat harga n = 2,83
2) Menghitung suhu keluar kompresor
 Kompresor Stage 1
T
1
= 383,78 K
P
1
= 1 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V= Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
Toluene 591.79000 40.55628 0.64851 0.02466 0.26400 -0.76082 -0.92144
Paraxylene 616.26000 34.65088 0.62276 0.02886 0.32600 -0.81733 -1.11816
Metaxylene 617.05000 34.94695 0.62196 0.02861 0.32600 -0.81918 -1.12494
Ortoxylene 630.37000 36.85171 0.60882 0.02714 0.31300 -0.85054 -1.24356
komponen kmol Pr/Tr BPc / RTc Z V (m3)
Toluene 3155.3827 0.03802 -1.00408 0.96182 95.57875
Paraxylene 51.0583 0.04634 -1.18185 0.94523 1.51991
Metaxylene 46.0978 0.04601 -1.18591 0.94544 1.37255
Ortoxylene 15.4800 0.04457 -1.23978 0.94474 0.46057
98.93178
Basis dalam 1 jam operasi maka debit = 0.02748105 m3/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep = 0.65
B - 12
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi Cp
G
Toluene 3155.3827 0.9655 135.7427 131.0642
Paraxylene 51.0583 0.0156 161.6273 2.5252
Metaxylene 46.0978 0.0141 161.9401 2.2843
Ortoxylene 15.4800 0.0047 166.7421 0.7898
3268.0188 1.0000 ∑ = 136.6635
0648 , 1
314 , 8 6635 , 136
6635 , 136
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

0936 , 0
65 , 0 0648 , 1
1 06481 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
2
= P1 x Rc = 1 x 2,828= 2,83 atm
K 23 4
1
2.83
443,45
P
P
T T
0936 , 0
m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung Panas Kompresi Stage 1
Panas masuk kompresor
Tin = 383,78 K Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫Cp
G
. dT Qin=n ∫Cp
G
dT(kJ)
Toluene 3155.3827 10417.1795 32870188.0350
Paraxylene 51.0583 12447.2945 635538.1027
Metaxylene 46.0978 12477.7411 575196.9848
Ortoxylene 15.4800 12957.1257 200575.6760
34281498.7985
Panas keluar kompresor stage 1
Tout = 423 K Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫Cp
G
. dT Qout=n ∫Cp
G
dT(kJ)
Toluene 3155.3827 15983.3086 50433455.8808
Paraxylene 51.0583 19067.9892 973579.7350
Metaxylene 46.0978 19109.9580 880927.8987
Ortoxylene 15.4800 19765.4804 305968.6754
52593932.1899
Panas kompresi stage 1 = 18.312.433,3914 kJ
B - 13
Neraca massa di intercooler stage 1
Tin = 423 K
Tout = 383,78 K
Qin Qout
Qp2 Qp1

Neraca panas total
Qin + Qp1 = Qout + Qp2
Qin = 52593932,1899 kJ
Qout = 34281498,7985 kJ
Beban panas masuk intercooler 1=Qp2-Qp1 = Qin – Qout = 18312433,3914 kJ
Sebagai pendingin dipakai cooling water dengan Tin = 303 K dan Tout = 318 K
dengan harga Cp = 1 kcal/kg K= 4,1840 kJ/kg K
Kebutuhan pendingin air = Q/ (Cp.dT) = 291.785,4303 kg
 Kompresor Stage 2
T
2
= 383,78 K
P
2
= 2,83 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V = Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
Toluene 591.79000 40.55628 0.64851 0.06974 0.26400 -0.76082 -0.92144
Paraxylene 616.26000 34.65088 0.62276 0.08163 0.32600 -0.81733 -1.11816
Metaxylene 617.05000 34.94695 0.62196 0.08093 0.32600 -0.81918 -1.12494
ortoxylene 630.37000 36.85171 0.60882 0.07675 0.31300 -0.85054 -1.24356
I - C01
B - 14
komponen n (kmol) Pr/Tr BPc / RTc Z V (m3)
Toluene 3155.3827 0.10754 -1.00408 0.89202 31.33978
Paraxylene 51.0583 0.13107 -1.18185 0.84509 0.48044
Metaxylene 46.0978 0.13013 -1.18591 0.84568 0.43407
ortoxylene 15.4800 0.12607 -1.23978 0.84371 0.14542
32.39970
Basis dalam 1 jam operasi maka debit = 0.009 m
3
/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep = 0.65
Komponen n (kmol) Yi CpG mean Yi.CpG mean
Toluene 3155.3827 0.9655 135.7427 131.0642
Paraxylene 51.0583 0.0156 161.6273 2.5252
Metaxylene 46.0978 0.0141 161.9401 2.2843
ortoxylene 15.4800 0.0047 166.7421 0.7898
3268.0188 1.0000 ∑ = 136.6635
0648 , 1
314 , 8 6635 , 136
6635 , 136
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

0936 , 0
65 , 0 0648 , 1
1 06481 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
3
= P
2
x Rc = 2,83 x 2,8284 = 8 atm
K 423
2,83
8
78 , 383
P
P
T T
0936 , 0 m
2
3
2 3
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung Panas Kompresi Stage 2
Panas masuk kompresor
Tin = 383,78 K Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫Cp
G
. dT Qin=n ∫Cp
G
dT(kJ)
Toluene 3155.3827 10417.1795 32870188.0350
Paraxylene 51.0583 12447.2945 635538.1027
Metaxylene 46.0978 12477.7411 575196.9848
ortoxylene 15.4800 12957.1257 200575.6760
34281498.7985
B - 15
Panas keluar kompresor stage 2
Tout = 423 K Tref = 298 K
Komponen n (kmol) ∫Cp
G
. dT Qout=n ∫Cp
G
dT(kJ)
Toluene 3155.3827 15983.3086 50433455.8808
Paraxylene 51.0583 19067.9892 973579.7350
Metaxylene 46.0978 19109.9580 880927.8987
Ortoxylene 15.4800 19765.4804 305968.6754
52593932.1899
Panas kompresi stage 2 = 18.312.433,3914 kJ
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
3
(kJ/jam) Q
4
(kJ/jam)
Toluene 32870188.0350 50433455.8808
Paraxylene 635538.1027 973579.7350
Metaxylene 575196.9848 880927.8987
Ortoxylene 200575.6760 305968.6754
34281498.7985
Panas kompresi 18312433.3914
TOTAL 52593932.1899 52593932.1899
Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 2 stage
Suhu yang keluar dari kompresor (C-01) yaitu pada T
4
= 423 K
B - 16
4. Kompresor (C- 02)
Fungsi : menaikkan tekanan gas H
2
recycle dari separator gas-cair (S-01) dari 1
atm menjadi 8 atm
Tujuan : - Menentukan jumlah stage
- Menghitung suhu keluar kompresor (T
6
)
- Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q
6
)
Diagram Alir :
P
14
= 1,1 atm
T
14
= 315,76 K
Perhitungan :
1) Menentukan Jumlah Stage
Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multistage disyaratkan Rc < 4
n
1
i
o
P
P
Rc
|
|
.
|

\
|
=
Dengan : Po = tekanan keluar kompresor
Pi = tekanan masuk kompresor
n = jumlah stage
Q
6
P
6
= 8 atm
T
6
= ?
Q
14
2
1
B - 17
6968 , 2
1,1
8
Rc
2
1
= |
.
|

\
|
=
Ditrial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling
sedikit sehingga biaya investasi alat minimal, didapat harga Rc = 2,6968
2) Menghitung suhu keluar kompresor
 Kompresor Stage 1
T
14
= 313 K
P
14
= 1,1 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V= Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
Komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
H
2
33.1800 12.9583 9.5166 0.0849 -0.2200 0.0715 0.1390
CH
4
190.5800 45.43795 1.6568 0.0242 0.0110 -0.1051 0.1184
Komponen kmol Pr/Tr BPc / RTc Z V (m
3
/jam)
H
2
1547.8472 0.0089 0.0409 1.0004 36.4739
CH
4
0.1795 0.0146 -0.1038 0.9985 0.0042
36.47812
Basis dalam 1 jam operasi maka debit = 0.01013281 m
3
/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep = 0.65
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi Cp
G
H
2
1547.8472 0.9999 28.8435 28.8402
CH
4
0.1795 0.0001 37.0255 0.0043
1548.0267 1.0000 28.8444
B - 18
4050 , 1
314 , 8 8747 , 28
8747 , 28
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

4434 , 0
65 , 0 4044 , 1
1 4044 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
2
= P
1
x Rc = 1,1 x 2,6968= 2,97 atm
K 24 , 490
1,1
2,97
76 , 315
P
P
T T
4434 , 0 m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung panas kompresi Stage 1
Panas masuk kompresor
Tin = 315,76 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Qin = n ∫Cp
G
. dT (kJ)
H
2
1547.8472 511.5517 791803.8087
CH
4
0.1795 651.3279 116.9248
791920.7335
Panas keluar kompresor stage 1
Tout = 490,24 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Qout= n ∫Cp
G
. dT (kJ)
H
2
1547.8472 5589.7015 8652003.9652
CH
4
0.1795 7828.2308 1405.3048
8653409.2700
Panas kompresi stage 1 = 7861488,5365 kJ
B - 19
Neraca massa di intercooler stage 1
Tin = 490,24 K
Tout = 315,76 K
Qin Qout
Qp
2
Qp
1

Neraca panas total
Q
1
+ Qp
1
= Q
2
+ Qp
2
Q
1
= 8653409.2700 kJ
Q
2
= 791920.7335 kJ
Beban panas masuk intercooler 1=Qp
2
-Qp
1
= 7861488.5365 kJ
Sebagai pendingin dipakai cooling water dengan Tin = 303 K dan Tout = 318 K
dengan harga Cp = 1 kcal/kg K= 4,1840 kJ/kg K
Kebutuhan pendingin air = Q/ (Cp.dT) = 125262.8619 kg
 Kompresor Stage 2
T
2
= 315,76 K
P
2
= 2,97 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V = Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
I - C02
B - 20
Komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
H
2
33.18000 12.95830 9.51657 0.22893 -0.22000 0.07153 0.13899
CH
4
190.58000 45.43795 1.65684 0.06529 0.01100 -0.10513 0.11837
komponen kmol Pr/Tr BPc / RTc Z V (m
3
/jam)
H
2
1547.8472 0.02406 0.04095 1.00099 13.53326
CH
4
0.1795 0.03940 -0.10383 0.99591 0.00156
13.53482
Basis dalam 1 jam operasi maka debit = 0.003759673 m
3
/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep = 0.65
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi Cp
G
H
2
1547.8472 0.9999 28.8435 28.8402
CH
4
0.1795 0.0001 37.0255 0.0043
1548.0267 1.0000 28.8444
4050 , 1
314 , 8 8747 , 28
8747 , 28
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

4434 , 0
65 , 0 4044 , 1
1 4044 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
2
= P
1
x Rc = 2,97 x 2,6968= 8 atm
K 24 , 490
2,97
8
76 , 315
P
P
T T
4434 , 0 m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung panas kompresi Stage 2
Panas masuk kompresor
Tin = 315,76 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Qin = n ∫Cp dT(kJ)
H
2
1547.8472 511.5517 791803.8087
CH
4
0.1795 651.3279 116.9248
791920.7335
B - 21
Panas keluar kompresor stage 2
Tout = 490,24 K Tref = 298 K
Komponen kmol Cpg . dT Qout=n ∫Cp.dT (kJ)
H
2
1547.8472 5589.7015 8652003.9652
CH
4
0.1795 7828.2308 1405.3048
8653409.2700
Panas kompresi stage 2 = 7861488,5365 kJ
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
14
(kJ/jam) Q
6
(kJ/jam)
H
2
791803.8087 8652003.9652
CH
4
116.9248 1405.3048
8653409.2700
Panas kompresi -7861488.5365
TOTAL 791920.7335 791920.7335
Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 2 stage
Suhu yang keluar dari kompresor (C-02) yaitu pada T
6
= 490,24 K
B - 22
5. Kompresor (C- 03)
Fungsi : menaikkan tekanan gas H
2
make - up dari 1 atm menjadi 8 atm
Tujuan : - Menentukan jumlah stage
- Menghitung suhu keluar kompresor (T
5b
)
- Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q
5b
)
Diagram Alir :
P = 1,1 atm
T = 308 K
Perhitungan :
1) Menentukan Jumlah Stage
Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multistage disyaratkan Rc < 4
n
1
i
o
P
P
Rc
|
|
.
|

\
|
=
Dengan : Po = tekanan keluar kompresor
Pi = tekanan masuk kompresor
n = jumlah stage
Q
5 b
P
5b
= 8 atm
T
5b
= ?
Q
5a
2
1
B - 23
6968 , 2
1,1
8
Rc
2
1
= |
.
|

\
|
=
Ditrial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling
sedikit sehingga biaya investasi alat minimal, didapat harga Rc = 2,6968
2) Menghitung suhu keluar kompresor
 Kompresor Stage 1
T
5a
= 308 K
P
5b
= 1,1 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V= Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
H2 33.18 12.9583 9.2827 0.0772 -0.2200 0.0711 0.1390
CH4 190.58 45.43795 1.6161 0.0220 0.0110 -0.1128 0.1161
komponen kmol Pr/Tr BPc / RTc Z V (m
3
/jam)
H2 81.0714 0.0083 0.0405 1.0003 2.0497
CH4 0.0093 0.0136 -0.1115 0.9985 0.0002
2.04996
Basis dalam 1 jam operasi maka debit = 0.000569434 m
3
/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep =
0.65
B - 24
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi Cp
G
H2 81.0714 0.9999 28.8096 28.8062
CH4 0.0093 0.0001 36.7166 0.0042
81.0808 1.0000 28.8105
4056 , 1
314 , 8 8105 , 28
8105 , 28
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

4440 , 0
65 , 0 4056 , 1
1 4056 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
2
= P1 x Rc = 1 x 2,6968= 2,7 atm
K 44 , 478
1,1
2.7
08 3
P
P
T T
444 , 0 m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung panas kompresi Stage 1
Panas masuk kompresor
Tin = 308 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Qin = n ∫Cp dT(kJ)
H
2
81.0714 287.8669 23337.7779
CH
4
0.0093 365.2271 3.4148
23341.1927
Panas keluar kompresor stage 1
Tout = 478,44 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Qout=n ∫Cp dT(kJ)
H
2
81.0714 5244.3433 425166.3998
CH
4
0.0093 7292.9002 68.1877
425234.5875
Panas kompresi stage 1 = 401893,3948 kJ
B - 25
Neraca massa di intercooler stage 1
Tin = 478,44 K
Tout = 308 K
Qin Qout
Qp2 Qp1

Neraca panas total
Q5a + Qp1 = Q5b + Qp2
Q5a =
425234.5875
Q5b =
23341.1927
Beban panas masuk intercooler 1= Qp2-Qp1=
401893.3948
kJ
Sebagai pendingin dipakai cooling water dengan Tin = 303 K dan Tout = 318 K
dengan harga Cp = 1 kcal/kg K= 4.1840 kJ/kg K
Kebutuhan pendingin air = Q/ (Cp.dT) =
6403.662182
kg
 Kompresor Stage 2
T
2
= 308 K
P
2
= 2,7 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V = Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
I - C03
B - 26
komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
H
2
33.18 12.95830 9.28270 0.20811 -0.22000 0.07106 0.13899
CH
4
190.58 45.43795 1.61612 0.05935 0.01100 -0.11277 0.11609
komponen kmol Pr/Tr BPc / RTc Z V (m
3
/jam)
H
2
81.0714 0.02242 0.04048 1.00091 0.76049
CH
4
0.0093 0.03672 -0.11150 0.99591 0.00009
0.76058
Basis dalam 1 jam operasi maka debit =
0.000211272
m
3
/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep = 0.65
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi Cp
G
H
2
81.0714 0.9999 28.8096 28.8062
CH
4
0.0093 0.0001 36.7166 0.0042
81.0808 1.0000 28.8105
4056 , 1
314 , 8 8105 , 28
8105 , 28
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

4440 , 0
65 , 0 4056 , 1
1 4056 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
2
= P1 x Rc = 1,1 x 2,6968= 8 atm
K 44 , 478
2,7
8
08 3
P
P
T T
444 , 0 m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung panas kompresi Stage 2
Panas masuk kompresor
Tin = 308 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Qin = n ∫Cp dT(kJ)
H
2
81.0714 287.8669 23337.7779
CH
4
0.0093 365.2271 3.4148
23341.1927
B - 27
Panas keluar kompresor stage 2
Tout = 478,44 K Tref = 298 K
Komponen kmol Cpg . dT Qout=n ∫Cp.dT (kJ)
H
2
81.0714 5244.3433 425166.3998
CH
4
0.0093 7292.9002 68.1877
425234.5875
Panas kompresi stage 2 = 401893,3948 kJ
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
5a
(kJ/jam) Q
5b
(kJ/jam)
H
2
23337.7779 425166.3998
CH
4
3.4148 68.1877
23341.1927
Panas kompresi 401893.3948
TOTAL 425234.5875 425234.5875
Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 2 stage
Suhu yang keluar dari kompresor (C-03) yaitu pada T
5b
= 478,44 K
B - 28
6. Mixer (M - 02)
Fungsi : Mencampur aliran H
2
make-up, H
2
recycle dan reaktan dari
kompresor C-01.
Tujuan : - Menghitung panas yang keluar dari mixer (Q
7
)
- Menghitung suhu campuran keluar dari mixer M-02 (T
7
)
Diagram alir :
Q
4
Q
5b
Q
7
Q
6
T
7
= ?
Dengan Q
4
= panas dari reaktan dari kompresor C-01
Q
5b
= panas dari H
2
make-up
Q
6
= panas recycle H
2
dari separator gas-cair
Q
7
= panas campuran keluar dari mixer (M-02)
Perhitungan :
Neraca panas total :
Q input = Qoutput
Q
4
+ Q
5b
+ Q
6
= Q
7
Dalam hubungan ini :
Q
4
= ∑ n ∫ Cp dT, dimana To=298 K, T
4
= 423.00 K
Q
6
= ∑ n ∫ Cp dT, dimana To = 298 K, T
6
= 490.24 K
Q
5b
= ∑ n ∫ Cp dT, dimana To = 298 K, T
5b
= 478.44 K

¿
}
=
423
298
4
Cp.dT n Q
¿
}
=
480,92
298
5b
Cp.dT n Q

M-02
B - 29
¿
}
=
496,43
298
6
Cp.dT n Q
¿
}
=
T
298
7
Cp.dT n Q
( ) ] ) (T [
5
E
)] (T [
4
D
)] T ( [
3
C
)] T ( [
2
B
ΔT A Cp.dT
5 4 3 2
A + A + A + A + =
}
a. Menghitung Q
4
Tin = 423 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Qout=n ∫Cp
G
dT(kJ)
Toluene 3155.3827 15983.3086 50433455.8808
Paraxylene 51.0583 19067.9892 973579.7350
Metaxylene 46.0978 19109.9580 880927.8987
Ortoxylene 15.4800 19765.4804 305968.6754
∑ Q
4
= 52593932.1899
b. Menghitung Q
5b
Tin = 478,44 K Tref = 298 K
Komponen kmol Cpg . dT Qout=n ∫Cp.dT (kJ)
H2 81.0714 5244.3433 425166.3998
CH4 0.0093 7292.9002 68.1877
∑ Q
5
= 425234.5875
c. Menghitung Q
6
Tin = 490,24 K Tref = 298 K
Komponen kmol Cpg . dT Qout=n ∫Cp.dT (kJ)
H2 1547.8472 5589.7015 8652003.9652
CH4 0.1795 7828.2308 1405.3048
∑ Q
6
= 8653409.2700
Maka panas yang masuk mixer Q
7
= Q
4
+ Q
5b
+ Q
6
= 61672576,0475 kJ
B - 30
d. Menghitung suhu keluar mixer
Dilakukan trial suhu keluar mixer sampai Q
7
= Q
4
+ Q
5b
+ Q
6
Q
7
= ∑ n . Cp
G
(T
7
– Tref)
T
7
trial benar pada = 428,91 K
Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Q=n ∫Cp
G
.dT (kJ)
Toluene 3155.3827 16862.6492 53208111.9126
Paraxylene 51.0583 20112.9260 1026932.4657
Metaxylene 46.0978 20156.5017 929171.3086
ortoxylene 15.4800 20836.5456 322548.7133
H2 1628.9633 3796.7993 6184846.6304
CH4 0.1889 5129.1682 968.7328
∑ Q
7
= 61672579.7634
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
4
(kJ/jam) Q
5b
(kJ/jam) Q
6
(kJ/jam) Q
7
(kJ/jam)
Toluene 50433455.8808 53458238.5267
Paraxylene 973579.7350 1031741.5040
Metaxylene 880927.8987 933519.6923
Ortoxylene 305968.6754 324042.5506
H2 425166.3998 8652003.9652 6209997.7000
CH4 68.1877 1405.3048 972.9664
52593932.1899
425234.5875 8653409.2700
TOTAL
61672576.0475
61672576.0475
Jadi suhu campuran yang keluar dari mixer (M-02) yaitu pada T
7
= 428,91 K
B - 31
7. Kompresor (C- 04)
Fungsi : Menaikkan tekanan produk keluaran mixer (M-02) dari 8 atm menjadi
31 atm
Tujuan : - Menentukan jumlah stage
- Menghitung suhu keluar kompresor (T
8
)
- Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q
8
)
Diagram Alir :
P
7
= 1 atm
T
7
= 429,44 K
Perhitungan :
1) Menentukan Jumlah Stage
Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multistage disyaratkan Rc < 4
n
1
i
o
P
P
Rc
|
|
.
|

\
|
=
Dengan : Po = tekanan keluar kompresor
Pi = tekanan masuk kompresor
n = jumlah stage
Q
8
P
8
= 31 atm
T
8
= ?
Q
7
1
B - 32
875 , 3
8
31
Rc
1
1
= |
.
|

\
|
=
Ditrial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling
sedikit sehingga biaya investasi alat minimal, didapat harga Rc = 3,875
2) Menghitung suhu keluar kompresor
 Kompresor Stage 1
T
1
= 428,91 K
P
1
= 8 atm
METODE PITZER
BPc/RTc = B°+wB'
Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr)
V= Z n RT / P
R = 82.06E-6 (m3 atm) / (mol K)
Tr = T/Tc B° = 0.083-(0.422/ Tr ^ 1.6)
Pr = P/Pc B' = 0.139 - (0.172/ Tr ^ 4.2)
Komponen Tc (K) Pc (atm) Tr Pr w B° B'
Toluene 591.79 40.5563 0.7248 0.1973 0.264 -0.62331 -0.52580
Paraxylene 616.26 34.6509 0.6960 0.2309 0.326 -0.67061 -0.64913
Metaxylene 617.05 34.9470 0.6951 0.2289 0.326 -0.67216 -0.65338
0rtoxylene 630.37 36.8517 0.6804 0.2171 0.313 -0.69841 -0.72774
H2 33.18 12.9583 12.9268 0.6174 -0.22 0.0760 0.1390
CH4 190.58 45.4380 2.2506 0.1761 0.011 -0.0323 0.1333
Komponen kmol Pr/Tr BPc / RTc Z V (m
3
/jam)
Toluene 3155.3827 0.27217 -0.76212 0.79258 11.00279
Paraxylene 51.0583 0.33172 -0.88223 0.70735 0.15889
Metaxylene 46.0978 0.32933 -0.88516 0.70849 0.14369
Ortoxylene 15.4800 0.31905 -0.92619 0.70450 0.04798
H2 1628.9633 0.04776 0.04539 1.0022 7.18225
CH4 0.1889 0.07823 -0.03079 0.9976 0.00083
18.53643
B - 33
Basis dalam 1 jam operasi maka debit =
0.005149007
m
3
/det
Dari fig 3.6 Coulson diperoleh Ep = 0.65
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi Cp
G
Toluene 3155.3827 0.6443 149.7407 96.4821
Paraxylene 51.0583 0.0104 177.9212 1.8550
Metaxylene 46.0978 0.0094 178.1903 1.6773
ortoxylene 15.4800 0.0032 182.2991 0.5762
H2 1628.9633 0.3326 29.1810 9.7066
CH4 0.1889 0.0000 42.3518 0.0016
4897.1710 1.0000 110.2989
0815 , 1
314 , 8 2989 , 110
2989 , 110
=
÷
=
÷
=
R Cp
Cp

1160 , 0
65 , 0 0815 , 1
1 0815 , 1
Ep) . (
1), (γ
m =
÷
=
÷
=
x 
P
2
= P1 x Rc = 8 x 3,875= 31 atm
K 86 , 501
8
31
428,91
P
P
T T
1159 , 0
m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
Menghitung Panas Kompresi Stage 1
Panas masuk kompresor
Tin = 428,91 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Qin = n ∫Cp dT(kJ)
Toluene 3155.3827 16862.6492 53208111.91
Paraxylene 51.0583 20112.9260 1026932.466
Metaxylene 46.0978 20156.5017 929171.3086
Ortoxylene 15.4800 20836.5456 322548.7133
H2 1628.9633 3796.7993 6184846.63
CH4 0.1889 5129.1682 968.7327662
61672579.7634
B - 34
Panas keluar kompresor stage 1
Tout = 501,86 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Qout=n ∫Cp dT(kJ)
Toluene 3155.3827 28557.7022 90110480.01
Paraxylene 51.0583 33996.1371 1735786.075
Metaxylene 46.0978 34056.8598 1569947.871
Ortoxylene 15.4800 35002.1381 541831.3967
H2 1628.9633 5929.9798 9659719.384
CH4 0.1889 8363.0895 1579.515125
103619344.2563
Panas kompresi stage 1 = 41946764,4929 kJ
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
7
(kJ/jam) Q
8
(kJ/jam)
Toluene 53208111.91 90110480.01
Paraxylene 1026932.466 1735786.075
Metaxylene 929171.3086 1569947.871
Ortoxylene 322548.7133 541831.3967
H2 6184846.63 9659719.384
CH4 968.7327662 1579.515125
61672579.7634
Panas kompresi 41946764.4929
TOTAL 103619344.2563 103619344.2563
Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 1 stage
Suhu yang keluar dari kompresor (C-04) yaitu pada T
8
= 501,86 K
B - 35
8. FURNACE (F)
Fungsi : Menaikkan suhu umpan reaktor dari C-03 agar sesuai dengan kondisi
operasi reaktor.
Tujuan : Menghitung kebutuhan bahan bakar
Gambar :
Kondisi :
Tin = 501,86 K
Tout = 663 K
1. Menghitung panas masuk furnace (Q
8
)
Tin = 501,86 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Q=n ∫Cpg.dT (kJ)
Toluene 3155.3827 28557.7022 90110480.01
Paraxylene 51.0583 33996.1371 1735786.075
Metaxylene 46.0978 34056.8598 1569947.871
Ortoxylene 15.4800 35002.1381 541831.3967
H
2
1628.9633 5929.9798 9659719.384
CH
4
0.1889 8363.0895 1579.515125
∑ Q
8
= 103619344.2563
B - 36
2. Menghitung panas keluar dari furnace (Q
9
)
Tout = 663 K Tref = 398 K
Komponen kmol ∫Cpg. dT Q=n ∫Cpg.dT (kJ)
Toluene 3155.3827 59255.3729 186973379.8621
Paraxylene 51.0583 70415.0107 3595273.0395
Metaxylene 46.0978 70497.4824 3249782.0758
Ortoxylene 15.4800 71845.1687 1112159.7191
H
2
1628.9633 10661.5508 17367274.8728
CH
4
0.1889 16588.5827 3133.0428
∑ Q
9
= 212301002.6121
Beban panas di furnace = Q
8
– Q
7
= 108681658,3559 kJ
3. Menghitung kebutuhan bahan bakar
Bahan bakar yang digunakan untuk furnace adalah fuel oil no.2 (solar/diesel oil)
Data fuel oil no.2 :
Nilai bakar (Eb = 139.600 Btu/gal = 557506,1412 kJ/dm
3
(Reff : Perry’s Chem. Eng. Handbook, hal 9-18)
Efisiensi thermal furnace (Eff) = 75%
(Reff : Kern, “Process Heat Transfer”, hal 678)
Jadi kebutuhan bahan bakar =
3 7 8
9234 , 259
.
dm
Eb Eff
Q Q
=
÷
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
8
(kJ/jam) Q
9
(kJ/jam)
Toluene 90110480.01 186973379.8621
Paraxylene 1735786.075 3595273.0395
Metaxylene 1569947.871 3249782.0758
Ortoxylene 541831.3967 1112159.7191
H
2
9659719.384 17367274.8728
CH
4
1579.515125 3133.0428
103619344.2563
Bahan bakar 108681658.3559
TOTAL 212301002.6121 212301002.6121
B - 37
Jadi bahan bakar solar yang diperlukan untuk memanaskan umpan reaktor dari
501,86 K sampai 663 K sebanyak 259,9234 dm
3
/jam
9. Reaktor (R)
Fungsi : Tempat berlangsungnya reaksi transalkilasi membentuk
paraxylene sebagai produk utama dan benzene sebagai produk
samping.
Tujuan : - Menghitung panas pada masing – masing arus (Q
9
, Q
10
)
- Menghitung kebutuhan pendingin di reaktor
Diagram Alir :
Kondisi Operasi Reaktor :
P = 30 atm
Tin = 390
0
C = 663 K
Tout = 400
0
C = 673 K
Q
10
Q
9
R
B - 38
Perhitungan :
Neraca Panas Total
Operasi berlangsung secara non-isotermal non-adiabatic, sehingga :
∑ Qtot = -∑ Q
R
+ Q°rx + ∑ Q
P
∑ Qtot = -∑ Q
9
+ Q°rx + ∑ Q
10
Dalam hubungan ini
Q
9
= panas yang dibawa umpan berupa gas masuk reaktor
¿
}
=
663
298
9
Cp.dT n Q
Q
10
= panas yang dibawa produk berupa gas keluar reaktor
¿
}
=
673
298
10
Cp.dT n Q
Q
o
rx = panas reaksi pada 298 K
Q
0
rx = nE ∆H
f
298 produk - nE ∆H
f
298 reaktan
( ) ] ) (T [
5
E
)] (T [
4
D
)] T ( [
3
C
)] T ( [
2
B
ΔT A Cp.dT
5 4 3 2
A + A + A + A + =
}
a. Menghitung panas reaktan masuk reaktor (Q
R
)
T = 663 K Tref =298 K
Komponen kmol ∫CpG. dT Q=n ∫CpG.dT (kJ)
Toluene 3155.3827 59255.3729 186973379.8621
Paraxylene 51.0583 48108.1815 2456323.5356
Metaxylene 46.0978 70415.0107 3245980.3097
Ortoxylene 15.4800 70497.4824 1091297.6010
H2 1628.9633 71845.1687 117033142.5811
CH4 0.1889 10661.5508 2013.6196
∑ Q
9
= 310802137.5091
B - 39
b. Menghitung panas reaksi pada keadaan standar (Q
0
rx)
Q
0
rx = (n∑ ∆H
f
298 produk - n∑ ∆H
f
298 reaktan)
1. Menghitung enthalpy reaktan
Komponen kmol ΔHf 298 n.ΔHf (kJ)
Toluene 3155.3827 50000.00 157769136.0035
Paraxylene 51.0583 17950.00 916497.0707
Metaxylene 46.0978 17240.00 794726.8624
Ortoxylene 15.4800 19000.00 294119.0765
H2 1628.9633 0.00 0.0000
CH4 0.1889 -74850.00 -14136.7263
159760342.2868
2. Menghitung enthalpy produk
Komponen kmol ΔHf 298 n.ΔHf (kJ)
Toluene 2181.7539 50000.00 109087696.7329
Benzene 557.6382 82930.00 46244935.5493
Paraxylene 462.7461 17950.00 8306291.6160
Metaxylene 64.7708 17240.00 1116648.3446
Ortoxylene 19.7277 19000.00 374826.1701
H2 1628.9187 0.00 0.0000
CH4 0.1889 -74850.00 -14136.7263
165116261.6866
Panas reaksi standar (Q°rx) = 5355919.3998 kJ
c. Menghitung panas produk keluar dari reaktor (Q
P
)
Tout = 673 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫CpG. dT Q=n ∫CpG.dT (kJ)
Toluene 2181.7539 61354.5151 133860454.6763
Benzene 557.6382 49819.4213 27781212.2155
Paraxylene 462.7461 72906.7107 33737292.4752
Metaxylene 64.7708 72989.8910 4727612.5819
Ortoxylene 19.7277 74356.6339 1466884.8589
H2 1628.9187 10955.9027 17846274.2012
CH4 0.1889 17149.2714 3238.9386
∑ Q
10
= 219422969.9476
B - 40
d. Menghitung panas total di reaktor
∑ Qtot = Q°rx + ∑ Q
P
- ∑ Q
R
∑ Qtot = -86023248.1616 kJ (eksoterm)
e. Menghitung kebutuhan pendingin reaktor
Pendingin digunakan agar suhu keluaran reaktor tidak lebih dari 400
0
C.
Pendingin yang dgunakan adalah Dowterm A
Harga panas jenis (Cp) = 0.526 kcal/(kg.C) = 2,2008 kJ/(kg
o
C)
Dowterm A yang digunakan pada fase cair dimana Tin = 35
0
C dan Tout = 65
0
C sehingga
range suhu (ΔT) = 30
0
C ..................................................(Kirk &Othmer, vol 12, hal 175)
Q = m Cp ΔT
Pendingin yang dibutuhkan = Q / (Cp.ΔT) = 86023248,1616/(2,2008 x 30)
= 1.302.908,763 kg
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
9
(kJ/jam) Q
10
(kJ/jam)
Toluene 186973379.8621 133860454.6763
Benzene - 27781212.2155
Paraxylene 2456323.5356 33737292.4752
Metaxylene 3245980.3097 4727612.5819
Ortoxylene 1091297.6010 1466884.8589
H2 117033142.5811 17846274.2012
CH4 2013.6196 3238.9386
219422969.9476
Panas reaksi 5355919.3998
Pendingin 86023248.1616
TOTAL 310802137.5091 310802137.5091
Jadi pemanas Dowterm A yang diperlukan sebagai pendingin di reaktor
sebanyak 1.302.908,763 kg/jam
B - 41
10. Expander (EX)
Fungsi : Menurunkan tekanan produk reaktor agar sesuai dengan kondisi
Separator dari 30 atm menjadi 2 atm
Tujuan : Menentukan suhu keluar dari expander (T
11
)
Diagram Alir :

Kondisi Operasi Expander :
Tin = 673 K
Pin = 30 atm
Pout = 2 atm
1. Menghitung suhu keluar expander
Komponen kmol yi Cp
G
mean yi.Cp
G
Toluene 2181.7539 0.4438 210.9455 93.62391654
Benzene 557.6382 0.1134 171.9549 19.50642673
Paraxylene 462.7461 0.0941 250.4076 23.57224268
Metaxylene 64.7708 0.0132 250.4751 3.300308014
Ortoxylene 19.7277 0.0040 252.3542 1.012739151
H2 1628.9187 0.3314 29.4398 9.755389287
CH4 0.1889 0.0000 56.3605 0.002165424
4915.7442 1.0000 150.7731878
R = 8,314 kJ/(kmol.K) ; Ep = 0,65 (Sumber : Coulson,fig 3.6)

( ) ( )
1,0584
8,314 150,7732
150,7732
R Cp
Cp
γ =
÷
=
÷
=
P = 30 atm
T = 673 K
Q
11
P
11
= 2 atm
T
11
= ?
Q
10
B - 42

( ) ( )
0,0848
0,65 x 1,0584
0,65 x 1 1,0584
Ep . γ
Ep 1 γ
m =
÷
=
÷
=
K 86 , 34 5
30
2
73 6
P
P
T T
0,0848
m
1
2
1 2
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
2. Menghitung panas yang dilepas expander
a. Panas masuk expander
Tin = 673 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Q=n ∫Cp
G
.dT (kJ)
Toluene 2181.7539 54173.6091 118193484.7564
Benzene 557.6382 40471.7573 22568597.7308
Paraxylene 462.7461 67733.4307 31343377.5843
Metaxylene 64.7708 68005.8410 4404791.7477
Ortoxylene 19.7277 74410.8699 1467954.8100
H2 1628.9187 18524.8047 30175399.8351
CH4 0.1889 27561.9874 5205.5614
∑ Q
10
= 208158812.0257
b. Panas keluar expander
Tout = 534,86 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Q=n ∫Cp
G
.dT (kJ)
Toluene 2181.7539 34328.3346 74895979.1622
Benzene 557.6382 27782.7157 15492703.4703
Paraxylene 462.7461 40841.5906 18899284.7754
Metaxylene 64.7708 40908.4878 2649674.8965
Ortoxylene 19.7277 41953.8694 827653.0622
H2 1628.9187 6897.1055 11234823.8354
CH4 0.1889 9924.0218 1874.3244
∑ Q
11
= 124001993.5264
Panas yang dilepaskan = ∑ Q
11
- ∑ Q
10
= 84.156.818,4993 kJ
B - 43
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
10
(kJ/jam) Q
11
(kJ/jam)
Toluene 118193484.7564 74895979.1622
Benzene 22568597.7308 15492703.4703
Paraxylene 31343377.5843 18899284.7754
Metaxylene 4404791.7477 2649674.8965
Ortoxylene 1467954.8100 827653.0622
H2 30175399.8351 11234823.8354
CH4 5205.5614 1874.3244
208158812.0257
Panas dilepas 84156818,4993
TOTAL 124001993,5264 124001993,5264
Produk reaktor yang keluar dari expander pada suhu T
11
= 534,86 K
11. Kondensor (CD-03)
Fungsi : Menurunkan suhu produk keluaran dari reaktor agar sesuai dengan
kondisi Separator gas - cair
Tujuan : Menghitung kebutuhan air pendingin
Diagram Alir :
Perhitungan :
Neraca Panas Total :
Q
11
+ Q
CW
= Q
12
+ Q
HW
Q
11
Q
12
Q
CW
Q
HW
CD-03
B - 44
Dalam hubungan ini
Q
11
: panas campuran gas masuk kondensor
¿
}
=
534,86
298
8
Cp.dT n Q
Q
12
: panas campuran gas keluar kondensor
¿
}
=
313
298
9
Cp.dT n Q
Q
CW
: panas yang dibawa oleh air pendingin masuk kondensor
¿
}
=
303
298
10
Cp.dT n Q
Q
HW
: panas yang dibawa oleh air pendingin keluar kondensor
¿
}
=
318
298
HW
Cp.dT n Q
( ) ] ) (T [
5
E
)] (T [
4
D
)] T ( [
3
C
)] T ( [
2
B
ΔT A Cp.dT
5 4 3 2
A + A + A + A + =
}
1. Menghitung beban panas CD-03
a. Panas yang dibawa umpan masuk CD-03
Tin = 534,86 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Q=n ∫Cp
G
.dT (kJ)
Toluene 2181.7539 34328.3346 74895979.1622
Benzene 557.6382 27782.7157 15492703.4703
Paraxylene 462.7461 40841.5906 18899284.7754
Metaxylene 64.7708 40908.4878 2649674.8965
Ortoxylene 19.7277 41953.8694 827653.0622
H2 1628.9187 6897.1055 11234823.8354
CH4 0.1889 9924.0218 1874.3244
∑ Q
11
= 124001993.5264
B - 45
b. Panas yang dibawa umpan keluar CD-03
Tout = 323 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Q=n ∫Cp
G
.dT (kJ)
Toluene 2181.7539 2775.4789 6055412.0267
Benzene 557.6382 2211.7112 1233334.6261
Paraxylene 462.7461 3327.6778 1539869.7614
Metaxylene 64.7708 3337.2989 216159.4742
Ortoxylene 19.7277 3491.9126 68887.3807
H2 1628.9187 720.4989 1173634.0785
CH4 0.1889 920.4730 173.8474
∑ Q
12
= 10287471.1950
Beban panas CD-03 = ∑ Q
11
- ∑ Q
12
= 113.714.522,3314 kJ
2. Menghitung kebutuhan air pendingin
Pendingin yang digunakan adalah air .
Air masuk pada suhu (Tin) = 30
0
C = 303 K dan keluar pada suhu (Tout) =
45
0
C = 318 K dengan harga Cp = 4,184 kJ/kg.
Kebutuhan air pendingin = 875 , 1811894
15 184 , 4
3314 , 522 . 714 . 113
.
= =
A
A
x T Cp
Q
kg
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
11
(kJ/jam) Q
12
(kJ/jam)
Toluene 74895979.1622 6055412.0267
Benzene 15492703.4703 1233334.6261
Paraxylene 18899284.7754 1539869.7614
Metaxylene 2649674.8965 216159.4742
Ortoxylene 827653.0622 68887.3807
H2 11234823.8354 1173634.0785
CH4 1874.3244 173.8474
124001993.5264
Pendingin -113714522.3314
TOTAL 10287471.1950 10287471.1950
Jadi pendingin air yang dibutuhkan untuk mendinginkan produk reaktor dari
534,86 K sampai 323 K sebanyak 1.811.894,875 kg/jam
B - 46
12. Separator Gas-Cair (S-01)
Fungsi : Memisahkan produk keluaran reaktor berupa gas H
2
dan CH
4
dari
campurannya berupa cairan untuk direcycle kembali
Tujuan : Trial suhu yang keluar dari Separator gas-cair (T
13
= T
15
)
Diagram alir :

Kondisi Operasi Separator :
P = 1,1 atm
T = 323 K
Neraca Panas Total : Qtot = Q
13
+ Q
15
a. Menghitung suhu yang keluar dari separator gas-cair
Suhu yang keluar dari Separator ditrial hingga diperoleh Q
12
= Q
13
+ Q
15
Panas yang dibawa gas
T trial = 315,76 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
G
. dT Q=n ∫Cp
G
.dT (kJ)
H2 1628.9187 511.5517 833276.0322
CH4 0.1889 651.3279 123.0146
1629.1075 ∑Q
13
= 833399.0468
H
L
= Q
15
Hv =Q
13
Q
12
S
B - 47
Panas yang dibawa cairan
T trial = 315,76 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 2181.4935 2821.2087 6154448.3816
Benzene 557.6382 2474.9450 1380123.8500
Paraxylene 462.7461 3547.3943 1641542.6979
Metaxylene 64.7708 3270.0650 211804.6786
Ortoxylene 19.7277 3353.3088 66153.0463
3286.3762 ∑Q
15
= 9454072.6544
Panas yang dibawa keluar = Q
13
+ Q
15
= 10287471,1950 kJ
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
12
(kJ/jam) Q
13
(kJ/jam)
Q
15
(kJ/jam)
Toluene 6055412.0267 6154448.3816
Benzene 1233334.6261 1380123.8500
Paraxylene 1539869.7614 1641542.6979
Metaxylene 216159.4742 211804.6786
Ortoxylene 68887.3807 66153.0463
H2 1173634.0785 833276.0322
CH4 173.8474 123.0146
833399.0468
9454072.6544
TOTAL 10287471.1950 10287471.1950
Jadi suhu yang keluar dari Separator gas-cair yaitu pada suhu 319,73 K
B - 48
13. Kolom Destilasi (D-01)
Fungsi : Memisahkan benzene dari campurannya.
Tujuan : - Menghitung panas yang dilepas pada kondensor (Q
C
)
- Menghitung kebutuhan pendingin di kondensor
- Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (Q
R
)
- Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler
Diagram Alir :
Perhitungan :
a. Menentukan kondisi puncak kolom
P puncak kolom = 760 mmHg = 1 atm
T trial = 353,76 K
Komponen kmol Yi Pi sat Ki = Pi sat / Pt Xi = Yi / Ki
Toluene 10.6328 0.0187 297.3070 0.3912 0.0073
Benzene 557.6460 0.9813 768.7975 1.0116 0.9926
568.2788 1.0000 1.0000
Q
R
Q
C
Q
21
Q
20
Q
18
Q
17
Q
19
Q
16
Q
15
D-01
B - 49
b. Menentukan kondisi dasar kolom
P dasar kolom = 912 mmHg = 1,2 atm
T trial = 370,754 K
Komponen kmol Xi Pi sat Ki = Pi sat / Pt Yi = Xi / Ki
Toluene 2170.8508 0.7987 516.9615 0.5668 0.4527
Benzene 0.0038 0.0000 1260.1117 1.3817 0.0000
Paraxylene 462.7461 0.1702 223.1709 0.2447 0.0417
Metaxylene 64.7708 0.0238 215.7409 0.2366 0.0056
Ortoxylene 19.7277 0.0073 182.2924 0.1999 0.5000
2718.0991 1.0000 1.0000
c. Menentukan konstanta Underwood ()
Umpan masuk dalam kondisi cair jenuh, sehingga harga q = 1
( )
θ αi
F αi.Xi
1 q
÷
= ÷
¿
HK
LK
K
K
i = 
T feed = 315,76 K
P feed = 836 mmHg = 1,1 atm
Komponen kunci ringan = benzene
Komponen kunci berat = toluene
Komponen kmol Xi Pi sat
Ki =
Pi sat / Pt αi αi . Xi 1 - q
Toluene 2181.4935 0.6638 66.5687 0.0796 1.0000 0.6638 1.0841
Benzene 557.6382 0.1697 202.4409 0.2422 3.0411 0.5160 0.1945
Paraxylene 462.7461 0.1408 23.0111 0.0275 0.3457 0.0487 -1.1577
Metaxylene 64.7708 0.0197 21.8325 0.0261 0.3280 0.0065 -0.1082
Ortoxylene 19.7277 0.0060 17.5437 0.0210 0.2635 0.0016 -0.0127
3286.3762 1.0000 1.2365 0.0000
Dengan trial diperoleh u = 0,387717
B - 50
d. Menghitung Rmin
( )
θ αi
D αi.Xi
1 Rmin
÷
= +
¿
Kondisi dew point pada puncak kolom
T = 353,76 K P = 760 mmHg
Komponen Xi Pi sat Ki = Pi sat / Pt αi αi . Xi Rmin + 1
Toluene 0.0187 297.3070 0.3912 1.0000 0.0187 0.030541433
Benzene 0.9813 768.7975 1.0116 2.5859 2.5375 1.154384613
1.0000 1.1849
Rmin +1 = 1,1849
Rmin = 0,1849
Direncanakan sebagai pendingin digunakan air pendingin dengan R/Rmin =
1,2 -1,3.
Dipilih (R/Rmin) =1,25
Jadi R = 1,25 x 0,1849 = 0,2312
Dari neraca massa diperoleh :
D = 568,2788 kmol/jam
Lo = R x D =131,3619 kmol/jam
V = D + Lo = 699,6408 kmol/jam
e. Menghitung panas yang dibawa uap masuk ke kondensor (Q
16
)
( ) Tref T x Cp x m Qc
1
÷ =
T = 353,76 K Tref = 298 K
Komponen Yi kmol ∫CpG. dT Q=n ∫CpG.dT (kJ)
Toluene 0.0187 13.0833 6487.9211 84883.3066
Benzene 0.9813 686.5575 5188.5643 3562247.7472
1.0000 699.6408 3647131.0538
B - 51
f. Menghitung panas penguapan (Qvap)
Qvap = n x Hvap
Hvap pada titik didih masing – masing komponen
P = 1 atm
Komponen Yi kmol Hvap Qvap = n.Hvap (kJ)
Toluene 0.0187 13.0833 33590 439467.4667
Benzene 0.9813 686.5575 30750 21111643.2700
1.0000 699.6408 21551110.7368
g. Menghitung panas yang dibawa refluk (Q
17
)
( )
ref 17
T T x Cp x m Q ÷ =
T = 353,76 K Tref = 298 K
Komponen kmol Xd ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 2.4164 0.0187 9038.3259 21840.1347
Benzene 126.8024 0.9813 7952.1570 1008352.6682
129.2188 1.0000 1030192.8028
h. Menghitung panas yang dibawa destilat (Q
18
)
( ) Tref T x Cp x m Q
18
÷ =
T = 353,76 K Tref = 298 K
Komponen Xd kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.0187 10.6268 9038.3259 96048.6108
Benzene 0.9813 557.6520 7952.1570 4434536.4372
1.0000 568.2788 4530585.0480
i. Menghitung panas pada kondensor (Q
C
)
kJ 7688 , 377 . 620 . 19 Q Q Qvap Q Q
18 17 16 C
= ÷ ÷ + =
B - 52
j. Menghitung kebutuhan pendingin pada kondensor
Sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada T
1
=303 K dan keluar pada
T
2
= 318 K
Cp air = 4,184 kJ/kg
( )
1 2 air air C
T T x xCp m Q ÷ =
Massa air yang digunakan = 312618,019 kg
k. Menghitung panas yang dibawa produk pada dasar menara (Q
21
)
T dasar = 370,75 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 2170.8508 11910.9614 25856919.6845
Benzene 0.0038 10488.3053 40.2808
Paraxylene 462.7461 14977.5539 6930803.9111
Metaxylene 64.7708 13755.3940 890947.6739
Ortoxylene 19.7277 14104.9764 278258.6458
2718.0991 ∑Q
21
= 33956970.1961
l. Menghitung panas yang dibawa feed (Q
15
)
T
f eed
= 315,76 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 2181.4935 2821.2087 6154448.3816
Benzene 557.6382 2474.9450 1380123.8500
Paraxylene 462.7461 3547.3943 1641542.6979
Metaxylene 64.7708 3270.0650 211804.6786
Ortoxylene 19.7277 3353.3088 66153.0463
3286.3762 ∑Q
15
= 9454072.6544
m. Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (Q
R
)
kJ 358 , 860 . 653 . 48 Q Q Q Q Q
15 21 C 18 R
= ÷ + + =
B - 53
n. Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler
Sebagai pemanas digunakan stem saturated pada T = 533,15 K (46,943 bar),
dimana harga λ = 1661,5 kJ/kg
 x m Q
steam R
=
Massa steam yang dibutuhkan sebesar 29.283,094 kg
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
15
(kJ/jam) Q
18
(kJ/jam) Q
21
(kJ/jam)
Toluene 6154448.3816 96048.6108 25856919.6845
Benzene 1380123.8500 4434536.4372 40.2808
Paraxylene 1641542.6979 6930803.9111
Metaxylene 211804.6786 890947.6739
Ortoxylene 66153.0463 278258.6458
9454072.6544 4530585.0480 33956970.1961
38487555.24
Panas Reboiler 48653860.3585
Panas Condenser 19620377.7688
TOTAL 58107933.0129 58107933.0129
Pendingin air yang dibutuhkan kondensor sebanyak 312.618,019 kg
Steam jenuh yang diperlukan sebagai pemanas di reboiler sebanyak
29.283,094 kg
B - 54
14. Kolom Destilasi (D-02)
Fungsi : Memisahkan toluene dari campurannya agar dapat direcycle kembali
ke reaktor
Tujuan : - Menghitung panas yang dilepas pada kondensor (Q
C
)
- Menghitung kebutuhan pendingin di kondensor
- Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (Q
R
)
- Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler
Diagram Alir :
Perhitungan :
a. Menentukan kondisi puncak kolom
P puncak kolom = 760 mmHg = 1 atm
T trial = 383,79 K
Komponen kmol Yi Pi sat Ki = Pi sat / Pt Xi = Xi / Ki
Toluene 2171.2570 0.999880 760.0505 1.0001 0.9999
Benzene 0.0038 0.000002 1778.7169 2.3404 0.0000
Paraxylene 0.256576902 0.000118 341.0590 0.4488 0.0001
2171.5174 1.000000 1.0000
Q
R
Q
C
Q
27
Q
26
Q
24
Q
23
Q
25
Q
22
Q
21
D-02
B - 55
b. Menentukan kondisi dasar kolom
P dasar kolom = 1140 mmHg = 1,5 atm
T trial = 427,965 K
Komponen kmol Xi Pi sat Ki = Pi sat / Pt Yi = Xi / Ki
Toluene 0.2300 0.000420 2297.5753 2.0154 0.0008
Paraxylene 462.4894741 0.845165 1146.0331 1.0053 0.8496
Metaxylene 64.7708 0.118364 1138.5143 0.9987 0.1182
Ortoxylene 19.7277 0.036051 990.0315 0.8684 0.0313
547.2180 1.000000 1.0000
c. Menentukan konstanta Underwood ()
Umpan masuk dalam kondisi cair jenuh, sehingga harga q = 1
( )
θ αi
F αi.Xi
1 q
÷
= ÷
¿
HK
LK
K
K
i = 
T feed = 370,754 K
P feed = 912 mmHg = 1,2 atm
Komponen kunci ringan = toluene
Komponen kunci berat = paraxylene
Komponen kmol Xi Pi sat
Ki =
Pi sat / Pt αi αi . Xi 1 - q
Toluene 2170.8508 0.7987 516.9615 0.5668 2.3164 1.8501 1.5503
Benzene 0.0038 0.0000 1260.1117 1.3817 5.6464 0.0000 0.0000
Paraxylene 462.7461 0.1702 223.1709 0.2447 1.0000 0.1702 -1.3836
Metaxylene 64.7708 0.0238 215.7409 0.2366 0.9667 0.0230 -0.1473
ortoxylene 19.7277 0.0073 182.2924 0.1999 0.8168 0.0059 -0.0194
2718.0991 1.0000 2.0493 0.0000
Dengan trial diperoleh u = 1,12305
B - 56
d. Menghitung Rmin

( )
θ αi
D αi.Xi
1 Rmin
÷
= +
¿
Kondisi dew point pada puncak kolom
T = 383,79 K P = 760 mmHg
Komponen Xi Pi sat Ki = Pi sat / Pt αi αi . Xi Rmin + 1
Toluene 0.999880 760.0505 1.0001 2.2285 2.2282 2.015677808
Benzene 0.000002 1778.7169 2.3404 5.2153 0.0000 2.25396E-06
Paraxylene 0.000118 341.0590 0.4488 1.0000 0.0001 -0.000960224
1.000000 2.0147
Rmin +1 = 2,0147
Rmin = 1,0147
Direncanakan sebagai pendingin digunakan air pendingin dengan R/Rmin =
1,2 -1,3.
Dipilih (R/Rmin) =1,25
Jadi R = 1,25 x 1,0147 = 1,2684
Dari neraca massa diperoleh :
D = 2171.5174 kmol/jam
Lo = R x D = 2754.3523 kmol/jam
V = D + Lo = 4925.8697 kmol/jam
e. Menghitung panas yang dibawa uap masuk ke kondensor (Q
22
)
( ) Tref T x Cp x m Qc
1
÷ =
T = 383,79 K Tref = 298 K
Komponen Yi kmol ∫CpG. dT Q=n ∫CpG.dT (kJ)
Toluene 0.999880 4925.2786 10418.5369 51314197.1534
Benzene 0.000008 0.0394 8356.4114 329.3008
Paraxylene 0.000112 0.5517 12448.9108 51314526.4542
1.000000 4925.8697 ∑Q
22
= 102629052.9083
B - 57
f. Menghitung panas penguapan (Qvap)
Qvap = n x Hvap
Hvap pada titik didih masing – masing komponen
P = 1 atm
Komponen Yi kmol Hvap Qvap = n.Hvap (kJ)
Toluene 0.999880 4925.2786 33590 165440109.2654
Benzene 0.000008 0.0394 30750 1211.7640
Paraxylene 0.000112 0.5517 35820 19761.8012
1.000000 4925.8697 ∑Q
VAP
= 165461082.8306
g. Menghitung panas yang dibawa refluk (Q
23
)
( )
ref 23
T T x Cp x m Q ÷ =
T = 383,79 K Tref = 298 K
Komponen Yi kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.999880 2754.0218 14157.5243 38990130.0371
Benzene 0.000008 0.0220 12473.3074 274.8471
Paraxylene 0.000112 0.3085 17788.6941 5487.5890
1.000000 2754.3523 ∑Q
23
= 38995892.4732
h. Menghitung panas yang dibawa destilat (Q
24
)
( ) Tref T x Cp x m Q
24
÷ =
T = 383,79 K Tref = 298 K
Komponen Yi kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.999880 2171.2569 14157.5243 30739621.7733
Benzene 0.000008 0.0174 12473.3074 216.6880
Paraxylene 0.000112 0.2432 17788.6941 4326.3875
1.000000 2171.5174 ∑Q
24
= 30744164.8489
i. Menghitung panas pada kondensor (Q
C
)
kJ 9627 , 551 . 035 . 147 Q Q Qvap Q Q
24 23 22 C
= ÷ ÷ + =
B - 58
j. Menghitung kebutuhan pendingin pada kondensor
Sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada T
1
=303 K dan keluar pada
T
2
= 318 K
Cp air = 4,184 kJ/kg
( )
1 2 air air C
T T x xCp m Q ÷ =
Massa air yang dibutuhkan sebesar 2.342.766,461 kg
k. Menghitung panas yang dibawa produk pada dasar menara (Q
27
)
T dasar = 427,97 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫CpL.dT (kJ)
Toluene 0.2300 22100.9215 5084.1189
Paraxylene 462.4894741 27651.9081 12788716.4447
Metaxylene 64.7708 25369.4782 1643201.0347
Ortoxylene 547.1875 25978.3284 14215017.7275
1074.6778 28652019.3258
l. Menghitung panas yang dibawa feed (Q
21
)
T
f eed
= 370,75 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 2170.8508 11910.9614 25856919.6845
Benzene 0.0038 10488.3053 40.2808
Paraxylene 462.7461 14977.5539 6930803.9111
Metaxylene 64.7708 13755.3940 890947.6739
Ortoxylene 19.7277 14104.9764 278258.6458
2718.0991 33956970.1961
m. Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (Q
R
)
kJ 9412 , 765 . 474 . 172 Q Q Q Q Q
21 27 C 24 R
= ÷ + + =
B - 59
n. Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler
Sebagai pemanas digunakan stem saturated pada T = 533,15 K (46,943 bar),
dimana harga λ = 1661,5 kJ/kg
 x m Q
steam R
=
Massa steam yang dibutuhkan sebesar 103806,66 kg
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
21
(kJ/jam) Q
24
(kJ/jam)
Q
27
(kJ/jam)
Toluene 25856919.6845 30739621.7733 5084.1189
Benzene 40.2808 216.6880
Paraxylene 6930803.9111 4326.3875 12788716.4447
Metaxylene 890947.6739 1643201.0347
Ortoxylene 278258.6458 14215017.7275
33956970.1961 30744164.8489 28652019.3258
59396184.1747
Panas Reboiler 172474765.9412
Panas Condenser 147035551.9627
TOTAL 206431736.1374 206431736.1374
Pendingin air yang dibutuhkan kondensor sebanyak 2.342.766,461 kg.
Steam jenuh yang diperlukan sebagai pemanas di reboiler sebanyak
103806,66 kg
B - 60
15. Heat Exchanger (HE - 01)
Fungsi : Menurunkan suhu produk destilasi D-02 dengan memanfaatkan
pendingin yang berasal dari keluaran centrifuge.
Tujuan : Menentukan suhu keluar dari heat exchanger (T
27b
)
Diagram Alir :
Perhitungan :
Neraca Panas Total :
Q
27a
+ Q
32
= Q
27b
+ Q
33
Dalam hubungan ini
Q
27a
: panas cairan (dari kolom destilasi) masuk HE-01
¿
}
=
427,97
298
27a
Cp.dT n Q
Q
27b
: panas cairan (dari kolom destilasi) keluar HE-01
¿
}
=
T
298
27b
Cp.dT n Q
Q
32
: panas yang dibawa pendingin (dari centrifuge) masuk HE-01
¿
}
=
278
298
33
Cp.dT n Q
Q
27a
Q
27b
Q
32
Q
33
HE-01
B - 61
Q
33
: panas yang dibawa pendingin (dari centrifuge) keluar HE-01
¿
}
=
T
298
34
Cp.dT n Q
( ) ] ) (T [
5
E
)] (T [
4
D
)] T ( [
3
C
)] T ( [
2
B
ΔT A Cp.dT
5 4 3 2
A + A + A + A + =
}
1. Menghitung panas campuran (Qcamp)
a. Panas yang dibawa cairan masuk heat exchanger (Q
27a
)
Tin = 427,97 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.2300 22100.9215 5084.1189
Paraxylene 462.4895 27651.9081 12788716.4447
Metaxylene 64.7708 25369.4782 1643201.0347
Ortoxylene 547.1875 25978.3284 14215017.7275
1074.6778 28652019.3258
b. Panas yang dibawa pendingin masuk heat exchanger (Q
32
)
Tout = 278 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.0000 -3119.1502 0.0000
Paraxylene 46.0123 -3906.3360 -179739.5838
Metaxylene 43.2185 -3619.0736 -156410.9819
Ortoxylene 13.5699 -3708.0858 -50318.5078
102.8008 -386469.0735
Qcamp = Q
27
+ Q
32
= 28.265.550,2524 kJ
B - 62
2. Menentukan suhu keluar heat exchanger
Suhu ditrial hingga diperoleh Q
33
+Q
27b
=Qcamp
Dimana berlaku hubungan : (∑ n )
33
+ (∑ n )
27b
= (∑ n )
camp
Qcamp = (∑ n )
camp.
Cp
L
(Tcamp – Tref)
T trial = 415,92 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.2300 19880.2331 4573.2694
Paraxylene 508.5018 24907.4104 12665462.8646
Metaxylene 107.9893 22852.9736 2467876.6245
Ortoxylene 560.7575 23410.5442 13127637.9039
1177.4786 28265550.6624
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT
OUTPUT
Q
27a
(kJ/jam)
Q
32
(kJ/jam) Q
27b
+ Q
33
(kJ/jam)
Toluene 5084.1189 0.0000 4573.2694
Paraxylene 12788716.4447 -179739.5838 12665462.8646
Metaxylene 1643201.0347 -156410.9819 2467876.6245
Ortoxylene 14215017.7275 -50318.5078 13127637.9039
28652019.3258 -386469.0735
TOTAL 28265550.6624
28265550.6624
Jadi produk yang keluar dari HE-01 pada suhu T
27b
= 415,92 K
B - 63
16. Heat Exchanger (HE - 02)
Fungsi : Menurunkan suhu produk dari HE-01 sebelum diumpankan ke dalam
kristalizer.
Tujuan : Menentukan jumlah air pendingin
Diagram Alir :
Perhitungan :
Neraca Panas Total :
Q
27B
+ Q
32
= Q
28
+ Q
33
Dalam hubungan ini
Q
27b
: panas cairan (dari kolom destilasi) masuk HE-02
¿
}
=
415,92
298
27
Cp.dT n Q
b
Q
28
: panas cairan (dari kolom destilasi) keluar HE-02
¿
}
=
323
298
28
Cp.dT n Q
( ) ] ) (T [
5
E
)] (T [
4
D
)] T ( [
3
C
)] T ( [
2
B
ΔT A Cp.dT
5 4 3 2
A + A + A + A + =
}
Q
27b
Q
28
Q
CW
Q
HW
HE-02
B - 64
1. Menghitung beban panas HE-02
a. Panas yang dibawa cairan masuk heat exchanger (Q
27b
)
Tin = 415,92 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.2300 19880.2331 4573.2694
Paraxylene 508.5018 24907.4104 12665462.8646
Metaxylene 107.9893 22852.9736 2467876.6245
Ortoxylene 560.7575 23410.5442 13127637.9039
1177.4786 28265550.6624
b. Panas yang keluar dari heat exchanger (Q
28
)
Tout = 323 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.2300 3986.0958 916.9656
Paraxylene 462.4895 5013.9372 2318893.1941
Metaxylene 64.7708 4618.7020 299156.9587
Ortoxylene 547.1875 4736.6378 2591829.2280
1074.6778 5210796.3464
Beban panas yang harus diserap oleh air sebagai pendingin sebesar
23054754,3160 kJ.
2. Menghitung kebutuhan pendingin pada HE-02
Sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada T
1
=303 K dan keluar pada
T
2
= 318 K
Cp air = 4,184 kJ/kg
( )
1 2 air air C
T T x xCp m Q ÷ =
Massa air yang dibutuhkan sebesar 367339,0854 kg
B - 65
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
27b
(kJ/jam) Q
28
(kJ/jam)
Toluene 4573.2694 916.9656
Paraxylene 12665462.8646 2318893.1941
Metaxylene 2467876.6245 299156.9587
Ortoxylene 13127637.9039 2591829.2280
28265550.6624
Panas diserap -23054754.3160
TOTAL 5210796.3464 5210796.3464
Jadi massa air yang dibutuhkan sebagai pendingin sebesar 367339,0854 kg
17. KRISTALIZER (CR)
Fungsi : Memisahkan paraxylene dari campuran xylene berdasarkan
perbedaan titik beku
Tujuan : Menghitung kebutuhan refrigerant sebagai pendingin kristalizer
Diagram Alir :

Kondisi Operasi Kristalizer :
T = 0 – 10
0
C , dalam hal ini dipilih Toperasi = 5
0
C = 278 K
P operasi = 1 atm
(Sumber : US Patent 5,448,005; 8 September 1995)
B - 66
1. Menghitung beban panas kristalizer
a. Panas yang dibawa masuk kristalizer
Tin = 323 K Tref = 298 K
K omponen kmol ∫CpL. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.2300 3986.0958 916.9656
Paraxylene 462.4895 5013.9372 2318893.1941
Metaxylene 64.7708 4618.7020 299156.9587
Ortoxylene 19.7277 4736.6378 93442.9380
547.2180 ∑Q
28
= 2712410.0564
b. Panas yang dibawa keluar kristalizer
Tout = 278 K Tref = 298 K
FILTRAT (cair)
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ
Toluene 0.0000 -3119.1502 0.0000
Paraxylene 46.24892857 -3906.3360 -180663.8556
Metaxylene 64.7708 -3619.0736 -234410.2374
Ortoxylene 19.7277 -3708.0858 -73151.9784
130.7474 -488226.0714
CAKE (padat)
Komponen kmol ∫Cp
S
. dT Q=n ∫Cp
S
.dT (kJ
Toluene 0.2300 -1299.5771 -298.9561
Paraxylene 416.2405456 -3088.3359 -1285490.6005
Metaxylene 0.0000 -2563.2417 0.0000
Ortoxylene 0.0000 -3192.3152 0.0000
416.4706 -1285789.5565
Panas total keluar kristalizer (∑Q
29
) = -1774015,6279 kJ
Beban panas kristalizer = ∑Q
28
- ∑Q
29
= 4486425,6843 kJ
B - 67
2. Menghitung kebutuhan pendingin
Pendingin yang digunakan adalah refrigerant amoniak (NH
3
).
Suhu yang dapat dicapai oleh pendingin NH
3
maksimal -20
0
C
λ = 1371,1613 kJ/kg (Sumber : Perry’s Handbook, hal 3-121, ed 6)
Maka jumlah pendingin yang dibutuhkan = Q/λ = 3271,9897 kg
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT (Q
29
)
Q
28
(kJ/jam) CAKE (kJ/jam) FILTRAT (kJ/jam)
Toluene 916.9656 -298,9561 0.0000
Paraxylene 2318893.1941 -1285490,6005 -180663,8556
Metaxylene 299156.9587 0.0000 -234410,2374
Ortoxylene 93442.9380 0.0000 -73151,9784
2712410.0564 -1285789,5565 -488226,0714
Pendingin -4486425.6843
TOTAL -1774015,6279 -1774015,6279
Jadi jumlah refrigeran NH
3
yang diperlukan sebanyak = 3271,9897 kg
18. CENTRIFUGE (CF)
Fungsi : Memisahkan kristal paraxylene dari mother liquor yang keluar dari
kristalizer
Tujuan : Menghitung panas pada masing – masing arus (Q
29,
Q
30,
Q
32
)
Diagram Alir :
Q
29
Q
30

Q
32
CF
B - 68
a. Panas yang dibawa masuk ke centrifuge
Tin = 278 K Tref =198 K
Dari perhitungan sebelumnya diketahui bahwa ∑Q
29
= -1774015,6279 kJ
b. Panas yang dibawa keluar dari centrifuge
1. FILTRAT
Tout = 278 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫CpL. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ)
Toluene 0.0000 -3119.1502 0.0000
Paraxylene 46.0123 -3906.3360 -179739.5838
Metaxylene 43.2185 -3619.0736 -156410.9819
Ortoxylene 13.5699 -3708.0858 -50318.5078
102.8008 ∑Q
32
= -386469.0735
2. CAKE
Tout = 278 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
S
. dT Q=n ∫Cp
S
.dT (kJ
Toluene 0.2300 -1299.5771 -298.9561
Paraxylene 416.4772 -3088.3359 -1286221.3265
Metaxylene 21.5523 -2563.2417 -55243.6807
Ortoxylene 6.1578 -3192.3152 -19657.4836
444.4172 ∑Q
30
= -1361421.4469
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT (Q
29
) OUTPUT
CAKE
(kJ/jam)
FILTRAT
(kJ/jam)
Q
30
(kJ/jam)
Q
32
(kJ/jam)
Toluene -298,9561 0.0000 -298.9561 0.0000
Paraxylene -1285490,6005 -180663,8556 -1286221.3265 -179739.5838
Metaxylene 0.0000 -234410,2374 -55243.6807 -156410.9819
Ortoxylene 0.0000 -73151,9784 -19657.4836 -50318.5078
-1285789,5565 -488226,0714 -1361421.4469 -386469.0735
-1774015,6279 -1747890.5204
Panas diserap 26125.1075
TOTAL -1747890.5204 -1747890.5204
B - 69
19. MELTER (ML)
Fungsi : Melelehkan cake yang dihasilkan dari centrifuge.
Tujuan : Menghitung kebutuhan air sebagai pemanas
Diagram Alir :
Qp
2
Q
30
Q
31
Qp
1
Kondisi Operasi Melter :
P = 1 atm
T = 15
o
C = 288 K
Perhitungan :
Neraca Panas Total :
Q
30
+ Qp
1
= Q
31
+ Qp
2
1. Menghitung beban panas Melter
a. Panas yang masuk ke Melter (berupa cake)
Tin= 278 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
S
. dT Q=n ∫Cp
S
.dT (kJ
Toluene 0.2300 -1299.5771 -298.9561
Paraxylene 416.4772 -3088.3359 -1286221.3265
Metaxylene 21.5523 -2563.2417 -55243.6807
Ortoxylene 6.1578 -3192.3152 -19657.4836
444.4172 ∑Q
30
= -1361421.4469
ML
B - 70
b. Panas yang keluar dari Melter
Tout = 288 K Tref = 298 K
Komponen kmol ∫Cp
L
. dT Q=n ∫Cp
L
.dT (kJ
Toluene 0.2300 -627.5576 -144.3640
Paraxylene 416.4772 -1557.1001 -648496.6291
Metaxylene 21.5523 -1282.6009 -27642.9637
Ortoxylene 6.1578 -1612.0933 -9926.8699
444.4172 ∑Q
31
= -686210.8268
Beban panas di melter = ∑Q
31
- ∑Q
30
= 675210.6202 kJ
2. Menghitung kebutuhan pemanas
Dalam hal ini pemanas yang digunakan air yang masuk pada suhu 303 K dan
keluar pada suhu 288 K (ΔT yang diijinkan 15
0
C)
Cp air = 4,184 kJ / (kg.
0
C)
Maka kebutuhan air sebesar 10758,356 kg
KESIMPULAN :
KOMPONEN
INPUT OUTPUT
Q
30
(kJ/jam) Q
31
(kJ/jam)
Toluene -298.9561 -144.3640
Paraxylene -1286221.3265 -648496.6291
Metaxylene -55243.6807 -27642.9637
Ortoxylene -19657.4836 -9926.8699
-1361421.4469
Pemanas
675210.6202
TOTAL
-686210.8268 -686210.8268
Jadi jumlah air yang diperlukan sebagai pemanas sebanyak = 10758,356 kg
A- 1
LAMPIRAN A
PERHITUNGAN NERACA MASSA
Penjabaran Arus :
M13 = M13a + M1 + M16
M5 = M4 + M3
M4 = M2 + M9
M5 = M6
M6 = M7 + M10
M7 = M8 + M9
M10 = M11 + M12
M12 = M13 + M14
M13 = M13a + M13b
M14 = M15
M15 = M17 + M16
 M17 = M15 - M16
= M14 – M3 + M13a + M1
= M12 - M13 – M3 + M13a + M1
= M12 + M13b – M3 + M1
= M10 – M11 – M3 + M1
= M6 – M7 – M11 – M3 + M1
= M5 – M7 – M11 - M13b – M3 + M1
= M4 + M3 – M7 – M11 – M13b + M1
= M2 + M9 – M7 – M11 – M13b + M1
= M2 + M7 – M8 – M7 – M11 – M13b + M1
Neraca Massa Total : M1 + M2 = M17 + M8 + M11 + M13b
A- 2
♣ Komposisi Fresh Feed :
A. Toluene (BM= 92,13 gr/mol))
- Toluene = 99,00 %wt
- Paraxylene = 0,50 %wt
- Metaxylene = 0,30 %wt
- Ortoxylene = 0,20 %wt
B. Hidrogen (BM= 2,001 gr/mol)
- Hidrogen = 99,90 %wt
- CH4 = 0,10 %wt
♣ Komposisi Produk :
A. Produk Utama = Paraxylene (BM = 106,167 gr/ml)
- Paraxylene = 99,50 %wt
- Metaxylene = 0,30 %wt
- Ortoxylene = 0,15 %wt
- Toluene = 0,05 %wt
B. Produk Samping = Benzene (BM= 78,11 gr/mol)
- Benzene = 98.0 %wt
- Toluene = 2.0 %wt
Ratio mol H
2
/ Feed Toluene = 0,5 : 1
Konversi = 31 %
Yield Mixed Xylene = 14,7 %wt
Yield Benzene = 14 %wt
Selektivitas : - Paraxylene = 94,7 %
- Metaxylene = 4,3 %
- Ortoxylene = 1 %
(Sumber : US Patent No.6,458,736 ; 1 Oktober 2002)
A- 3
Secara Umum :
Ratio mol H
2
/ Feed Toluene = 0,5 : 1
Konversi = 31 %
Yield Mixed Xylene (X
Mixed Xylene
) =
    ) 11 , 78 14 167 , 106 7 , 14
167 , 106 7 , 14
x x
x

= 51,2 %wt
Yield Benzene(X
BZ
) =
    ) 11 , 78 14 167 , 106 7 , 14
11 , 78 14
x x
x

= 48,8 %wt
Selektivitas : - Paraxylene (X
PX
) = 51,2 x 0,947 = 48,5 %wt
- Metaxylene(X
MX
) = 51,2 x 0,043 = 2,2 %wt
- Ortoxylene(X
OX
) = 51,2 x 0,01 = 0,5 %wt
Kapasitas Produksi = 350.000 ton / tahun
1 tahun produksi = 330 hari
1 hari produksi = 24 jam
Basis Perhitungan = 1 jam produksi
Kapasitas Produksi =
jam
hari
x
hari
tahun
x
ton
kg
x
tahun
ton
24
1
330
1
1000 350000
=
jam
kmol
kg
kmol
jam
kg
249 , 416
167 , 106
92 , 44191

A- 4
1. REAKTOR (R)

Basis umpan toluene masuk reaktor = 1000 kg/jam
=
kmol kg
jam kg
/ 13 , 92
/ 1000
= 10,854 kmol/jam
Neraca Massa Total : M5 = M6
♣ Komposisi umpan pada arus M5 :
. - Toluene = 96.049 %wt
- Paraxylene = 1.791 %wt
- Metaxylene = 1.617 %wt
- Ortoxylene = 0.543 %wt
♣ Komposisi M5 (Input) :
Toluene = 0,96049 x 1000 kg/jam = 960.49 kg/jam
P-xylene = 0,01791 x 1000 kg/jam = 17.91 kg/jam
M-ylene = 0,01617 x 1000 kg/jam = 16.17 kg/jam
O-xylene = 0,00543 x 1000 kg/jam = 5.43 kg/jam
Ratio mol H
2
: Feed Toluene = 0,5 : 1
Maka : H
2
= 0,5 x 10,854 kmol/jam = 5,427 kmol/jam = 10,86 kg/jam
A- 5
Dengan komposisi : H
2
= 0,999 x 10,86 kg/jam = 10,85 kg/jam
CH
4
= 0,001 x 10,86 kg/jam = 0,01 kg/jam
Jadi total massa masuk reaktor (M5) = 1000 + 10,86 = 1010,86 kg/jam
M5 = M6 = 1010,86 kg/jam
♣ Komposisi M6 (Output) :
1. P-xylene = P-X awal + P-X hasil reaksi
= 17,91 + (0,31 x 0,485 x 960,49) = 162.32 kg/jam
2. M-ylene = M-X awal + M-X hasil reaksi
= 16,17 + (0,31 x 0,022 x 960,49) = 22.72 kg/jam
3. O-xylene = O-X awal + O-X hasil reaksi
= 5,43 + (0,31 x 0,005 x 960,49) = 6.92 kg/jam
4. Benzene = BZ hasil reaksi
= 0,31 x 0,488 x 960.49 = 143.92 kg/jam
5. Toluene = 1000 – (162,32 + 22,72 + 6,92 + 143,92)
= 664,12 kg/jam
Neraca Massa di sekitar Reaktor
KOMPONEN
INPUT
(kg/jam)
OUTPUT
(kg/jam)
ARUS 5 ARUS 6
Toluene 960.49 664.12
Benzene - 143.92
Paraxylene 17.91 162.32
Metaxylene 16.17 22.72
Ortoxylene 5.43 6.92
H
2
10,85 10,85
CH
4
0,01 0,01
JUMLAH 1010,86 1010,86
A- 6
2. KNOCK-OUT DRUM (S-01)

Neraca Massa Total :
M6 = M7 + M10
M7 = M8 + M9
M8 = 0,5 M7
Diinginkan agar H
2
dan CH
4
terpisah semua sebagai komponen gas dari
campurannya, dimana 5 % gas yang keluar dipurging
(Sumber : “Design and Economic Analysis of Toluene
Disproportionation Process”, www.google.com)
♣ Komposisi M8 :
H
2
= 0,005 x 10,85 = 0,54 kg/jam
CH
4
= 0,05 x 0,01 = 0,0005 kg/jam
♣ Komposisi M9 :
H2 = 10,85 – 0,54 = 10,31 kg/jam
CH4 = 0,01 – 0,0005 = 0,0095 kg/jam
A- 7
Neraca Massa di sekitar S-01
KOMPONEN
INPUT(kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 6 ARUS 7 ARUS 10
Toluene 664.12 - 664.12
Benzene 143.92 - 143.92
Paraxylene 162.32 - 162.32
Metaxylene 22.72 - 22.72
Ortoxylene 6.92 - 6.92
H
2
10,85 10,85 -
CH
4
0,01 0,01 -
JUMLAH
1010.86
10,86 1000
1010,86
Neraca Massa Arus 7
KOMPONEN ARUS 7
kg/jam
ARUS 9
kg/jam
ARUS 8
kg/jam
Toluene - - -
Benzene - - -
Paraxylene - - -
Metaxylene - - -
Ortoxylene - - -
H
2
10,85 10,31 0,54
CH
4
0,01 0,0095 0,0005
JUMLAH 10,86
10,3195 0,5405
10,86
A- 8
3. KOLOM DISTILASI 1 (D-01)

Kolom distilasi D-01 untuk memisahkan Benzene sebagai hasil atas dari
campurannya Asumsi :
- Hasil atas (M11) terdiri dari : X
BZ
= 0,978
X
TOL
= 0,022
-Hasil bawah (M12) terdiri dari : X
BZ
= 0,000001
X
TOL
= 0,7749
X
PX
= 0,1903
X
MX
= 0,0266
X
OX
= 0,0081
♣ Neraca Massa Total :
M10 = M11 + M12
1000 = M11 + M12
M12 = 1000 – M11
♣ Neraca Massa Komponen Benzene :
143,92 = 0,978 M11 + 0,000001 M12
143,92 = 0,978 M11 + 0,000001 (1000 – M11)
M11 = 147,16 kg/jam
M12 = 852,84 kg/jam
A- 9
♣ Komposisi hasil atas (M11) :
Benzene = 0,995 x 147,16 = 143.922 kg/jam
Toluene = 0,005 x 147,16 = 3.237 kg/jam
♣ Komposisi hasil bawah (M12) :
Toluene = 0,7749 x 852,84 = 660.880 kg/jam
Benzene = 0,000001 x 852,84 = 0.001 kg/jam
Paraxylene = 0,1903 x 852,84 = 162.320 kg/jam
Metaxylene = 0,0266 x 852,84 = 22.720 kg/jam
Ortoxylene = 0,0081 x 852,84 = 6.920 kg/jam
Neraca Massa disekitar D-01
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 10 ARUS 11 ARUS 12
Toluene 664.12 3.237 660.880
Benzene 143.92 143.922 0.001
Paraxylene 162.32 - 162.320
Metaxylene 22.72 - 22.720
Ortoxylene 6.92 - 6.920
JUMLAH
1000
147,159 852.841
1000
A- 10
4. KOLOM DISTILASI 2 (D-02)
Kolom distilasi D-02 untuk memisahkan Toluene sebagai hasil atas dari
campurannya
Arus M13b dipurging sebesar 5% M13
(Sumber : “Design and Economic Analysis of Toluene
Disproportionation Process”, www.google.com)
Asumsi :
- Hasil atas (M13) terdiri dari : X
TOL
= 0,9999
X
PX
= 0,0001
-Hasil bawah (M14) terdiri dari : X
TOL
= 0,00036
X
PX
= 0,84522
X
MX
= 0,11837
X
OX
= 0,03605
♣ Neraca Massa Total :
M12 = M13 + M14
852,54 = M13 + M14
M14 = 852,54 – M13
A- 11
♣ Neraca Massa Komponen Toluene :
660,88 = 0,9999 M13 + 0,00036 M14
660,88 = 0,9999 M13 + 0,00036 (852,84 – M13)
660,57 = 0,99954 M13
M13 = 660,90 kg/jam
M14 = 191,94 kg/jam
♣ Komposisi hasil atas (M13) :
Toluene = 0,9999 x 660,90 = 660,81 kg/jam
Paraxylene = 0,0001 x 660,90 = 0,09 kg/jam
♣ Komposisi hasil bawah (M14) :
Toluene = 0,00036 x 191,94 = 0,07 kg/jam
Paraxylene = 0,84522 x 191,94 = 162.23 kg/jam
Metaxylene = 0,11837 x 191,94 = 22.720 kg/jam
Ortoxylene = 0,03605 x 191,94 = 6.920 kg/jam
Neraca Massa Arus 13 :
M13 = M13a + M13b
M13b = 0,05 M13
♣ Neraca Massa Arus 13b :
Toluene = 0,005 x 660,81 = 34,28 kg/jam
Paraxylene = 0,005 x 0,09 = 0,01 kg/jam
A- 12
♣ Neraca Massa Arus 13a :
Toluene = 660,81 - 34,28 kg/jam = 626,53 kg/jam
Paraxylene = 0,09 - 0,01 kg/jam = 0,08 kg/jam
Neraca Massa di sekitar D-02
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 12 ARUS 13 ARUS 14
Toluene 660.88 660.81 0,07
Benzene 0.00 0,00 0,00
Paraxylene 162.32 0,09 162,23
Metaxylene 22.72 - 22.72
Ortoxylene 6.92 - 6.92
JUMLAH
852,84
660,90 191.94
852,84
Neraca Massa Arus 13
Komponen Arus 13
(kg/jam)
Arus 13b
(kg/jam)
Arus 13a
(kg/jam)
Toluene 660.81 34.28 626.53
Benzene - - -
Paraxylene 0.09 0.01 0.08
JUMLAH 660.90 34.29 626.61
A- 13
5. KRISTALIZER (CR)

Pada alat kristalizer yang beroperasi pada suhu 0 – 10
0
C terbentuk cake
berupa paraxylene dengan kadar kebasahan 8 – 12 %wt, kemudian
dipisahkan antara kristal dengan filtratnya dengan centrifuge sehingga
diperoleh paraxylene dengan kemurnian 99,5 %wt..
Komponen Titik beku (
0
C)
Toluene -94,97
Paraxylene 13,28
Metaxylene -47,85
Ortoxylene -25,17
(Sumber : US Patent 5,448,005 ; 5 September 1995)
Berdasarkan keterangan di atas dapat diasumsikan :
Kristal paraxylene yang terbentuk 90 %wt
♣ Neraca Massa Total :
M14 = M15
♣ Neraca Massa Komponen Cake pada Arus 15
Toluene = 0,07 kg/jam
Paraxylene = 0,9 x 162,23 = 146,01 kg/jam
A- 14
♣ Neraca Massa Komponen Filtrat pada Arus 15
Paraxylene = 162,23 - 146,01 = 16,22 kg/jam
Metaxylene = 22.720 kg/jam
Ortoxylene = 6.920 kg/jam
Neraca Massa Kristalizer
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 14 ARUS 15
Cake Filtrat
Toluene 0,07 0,07 -
Paraxylene 162,23 146,01 16,22
Metaxylene 22.72 - 22.72
Ortoxylene 6.92 - 6.92
JUMLAH
191.94
146,08 45.86
191.94
6. CENTRIFUGE (C)

Massa yang keluar kristalizer = massa yang masuk centrifuge.
Komposisi produk paraxylene (M17) :
- Paraxylene = 99 ,5 %wt
- Metaxylene = 0,30 %wt
- Ortoxylene = 0,15 %wt
- Toluene = 0.05 %wt
A- 15
♣ Neraca Massa Total :
M15 = M16 + M17
♣ Neraca Massa Arus 17 :
Paraxylene = 0,9 x 162,23 = 146,01 kg/jam
Metaxylene = jam kg x / 44 , 0 01 , 146
995 , 0
003 , 0

Ortoxylene = jam kg x / 22 , 0 01 , 146
995 , 0
0015 , 0

Toluene = jam kg x / 07 , 0 01 , 146
995 , 0
0005 , 0

♣ Neraca Massa Arus 16 :
M16 = M15 – M17
Paraxylene = 162,23 – 146,01 = 16,22 kg/jam
Metaxylene = 22,72 – 0,44 = 22,28 kg/jam
Ortoxylene = 6,92 – 0,22 = 6,70 kg/jam
Neraca Massa Centrifuge (C)
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 15 ARUS 16 ARUS 17
Toluene 0,07 - 0,07
Paraxylene 162,23 16.22 146,01
Metaxylene 22.72 22.28 0,44
Ortoxylene 6.92 6.70 0,22
JUMLAH
191.94
45.20 146,74
191.94
A- 16
7. TANGKI PENYIMPAN TOLUENE (T- 01)

♣ Komposisi Fresh Feed :
A. Toluene
- Toluene = 99,00 %wt
- Paraxylene = 0,50 %wt
- Metaxylene = 0,30 %wt
- Ortoxylene = 0,20 %wt
B. Hidrogen
- Hidrogen = 99,90 %wt
- CH4 = 0,10 %wt
♣ Neraca Massa Total :
M5 = M3 + M4
1010,86 = M3 + 10,86
M3 = 1000 kg/jam
M3 = M1 + M16 + M13a
1000 = M1 + 36,06 + 626.61
M1 = 337.33 kg/jam
A- 17
♣ Neraca Massa Komponen Arus 1 :
Toluene = 0,990 x 337.33 = 333.94 kg/jam
Paraxylene = 0,005 x 337.33 = 1.69 kg/jam
Metaxylene = 0,003 x 337.33 = 1.01 kg/jam
Ortoxylene = 0,002 x 337.33 = 0.67 kg/jam
Jumlah gas H
2
yang dipurging = jumlah gas H
2
make-up
Sehingga M2 = M8 = 0,5405 kg/jam
Neraca Massa di sekitar T-01
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 1 ARUS 13a ARUS 16 ARUS 3
Toluene 333.94 626.53 - 960.49
Benzene - - - -
Paraxylene 1.69 0,08 16,14 17.91
Metaxylene 1.01 - 15,16 16.17
Ortoxylene 0.67 - 4,76 5.43
JUMLAH
337.33 626.61 36,06
1000 1000
Neraca Massa Hidrogen
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 2 ARUS 9 ARUS 4
H
2
0,54 10,31 10,85
CH
4
0,0005 0,0095 0,01
JUMLAH
0,5405 10,3195
10,86 10,86
A- 18
Neraca Massa Total di sekitar T-01

KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 3 ARUS 4 ARUS 5
Toluene 960.49 - 960.49
Benzene - - -
Paraxylene 17.91 - 17.91
Metaxylene 16.17 - 16.17
Ortoxylene 5.43 - 5.43
H
2
- 10,85 10,85
CH
4
- 0,01 0,01
JUMLAH
1000 10,86
1010,86 1010,86

NERACA MASSA OVERALL
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 1 ARUS 2 ARUS 8 ARUS 11 ARUS 13b ARUS 17
Toluene 333.94 - - 3.24 34.28 0,07
Benzene - - - 143.92 - -
Paraxylene 1.69 - - - 0.01 146,01
Metaxylene 1.01 - - - - 0,44
Ortoxylene 0.67 - - - - 0,22
H
2
- 0,54 0,54 - - -
CH
4
- 0,0005 0,0005 - - -
JUMLAH
337.33 0,5405 0,5405 147,16 34.29 146,74
337.8705 337.8705
Bila dibandingkan antara jumlah kmol paraxlene hasil perhitungan dengan
jumlah kmol paraxylene yang sebenarnya, ternyata ada perbedaan. Oleh karena itu
perlu faktor pengali agar hasil perhitungan tersebut sesuai dengan kapasitas
produksi paraxylene yang sebenarnya.
Fp =
66365 . 302
01 , 146
92 , 44191

Jadi perhitungan neraca massa tersebut akan berubah sebagai berikut :
A- 19
Neraca Massa di sekitar Reaktor
KOMPONEN
INPUT
(kg/jam)
OUTPUT
(kg/jam)
ARUS 5 ARUS 6
Toluene 290705.41 201004.99
Benzene 0.00 43559.35
Paraxylene 5420.71 49128.36
Metaxylene 4894.07 6876.52
Ortoxylene 1643.46 2094.43
H
2
3283.90 3283.90
CH
4
3.03 3.03
JUMLAH 305950.58 305950.58
Neraca massa di sekitar S-01
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 6 ARUS 7 ARUS 10
Toluene 201004.99 - 201004.99
Benzene 43559.35 - 43559.35
Paraxylene 49128.36 - 49128.36
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
H
2
3283.90 3283.90 -
CH
4
3.03 3.03 -
JUMLAH 305950.58
3286.93 302663.65
305950.58
Neraca Massa Arus 7
KOMPONEN ARUS 7
(kg/jam)
ARUS 9
(kg/jam)
ARUS 8
(kg/jam)
Toluene - - -
Benzene - - -
Paraxylene - - -
Metaxylene - - -
Ortoxylene - - -
H
2
3283.90 3120.46 163.44
CH
4
3.03 2.88 0.15
JUMLAH 3286.93
3123.34 163.59
3286.93
A- 20
Neraca Massa disekitar D-01
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 10 ARUS 11 ARUS 12
Toluene 201004.99 979.72 200024.36
Benzene 43559.35 43559.96 0.30
Paraxylene 49128.36 - 49128.36
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
JUMLAH 302663.65
44539.68 258123.97
302663.65
Neraca Massa disekitar D-02
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 12 ARUS 13 ARUS 14
Toluene 200024.36 200003.17 21.19
Benzene 0.30 0.03 0.00
Paraxylene 49128.36 27.24 49101.12
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
JUMLAH 258123.97
200030.41 58093.26
258123.97
Neraca Massa Arus 13
Komponen Arus 13
(kg/jam)
Arus 13b
(kg/jam)
Arus 13a
(kg/jam)
Toluene 200003.17 10375.31 189627.86
Benzene - - -
Paraxylene 27.24 1.51 24.21
JUMLAH 200030.41 10376.82 189652.07
Neraca Massa Kristalizer (CR)
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 14 ARUS 15
Cake Filtrat
Toluene 21.19 21.19 -
Paraxylene 49101.12 44191.01 4910.11
Metaxylene 6876.52 - 6876.52
Ortoxylene 2094.43 - 2094.43
JUMLAH
58093.26
44212.20 13881.06
58093.26
A- 21
Neraca Massa Centrifuge (C)
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 15 ARUS 16 ARUS 17
Toluene 21,19 - 21.19
Paraxylene 49101.12 4884.99 44191.92
Metaxylene 6876.52 4588.38 133.24
Ortoxylene 2094.43 1440.68 66.62
JUMLAH
58093.26
13679.27 44413.99
58093.26
Neraca Massa Hidrogen
KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 2 ARUS 9 ARUS 4
H
2
163.44 3120.46 3283.90
CH
4
0.15 2.88 3.03
JUMLAH
163.59 3123.34 3286.93
3286.93 3286.93
Neraca Massa di sekitar T-01
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 1 ARUS 1 3a ARUS 16 ARUS 3
Toluene 101071.50 189627.86 - 290705.41
Benzene - - - -
Paraxylene 511.50 24.21 4884.99 5420.71
Metaxylene 305.69 - 4588.38 4894.07
Ortoxylene 202.78 - 1440.68 1643.46
JUMLAH
102097.53 189652.07 10914.05
302663.65 302663.65
A- 22
Neraca Massa Total di sekitar T-01

KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT
(kg/jam)
ARUS 3 ARUS 4 ARUS 5
Toluene 290705.41 - 290705.41
Benzene - - 0.00
Paraxylene 5420.71 - 5420.71
Metaxylene 4894.07 - 4894.07
Ortoxylene 1643.46 - 1643.46
H
2
- 3283.90 3283.90
CH
4
- 3.03 3.03
JUMLAH
302663.65 3286,93
305950.58 305950.58
NERACA MASSA OVERALL
KOMPONEN
INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam)
ARUS 1 ARUS 2 ARUS 8 ARUS 11 ARUS 13b ARUS 17
Toluene 101071.50 - - 979.72 10375.31 22.21
Benzene - - - 43559.96 - -
Paraxylene 511.50 - - - 1.51 44191.92
Metaxylene 305.69 - - - 133.24
Ortoxylene 202.78 - - - - 66.62
H
2
- 163.44 163.44 - - -
CH
4
- 0.15 0.15 - - -
JUMLAH
102097.53 163.59 163.59 44539.68 10376.82 44413.99
102261.12 102261.12
D - 1
LAMPIRAN D
PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI
Basis perhitungan : 1 tahun (330 hari)
Tahun evaluasi : 2007
Kurs mata uang : Rp.9000 / US$ (Sumber : APBN 2002)
Langkah – langkah analisa ekonomi meliputi :
A. Perhitungan Total Capital Investment
a. Fixed Capital Investment
b. Working Capital
B. Perhitungan Production Cost
a. Direct Manufacturing Cost
b. Indirect Manufacturing Cost
c. Fixed Manufacturing Cost
C. General Expense
a. Administrasi
b. Sales
c. Riset
d. Finance
D - 2
D. Analisa Kelayakan (Feasibility)
a. Keuntungan / Profit
b. Return on Investment (ROI)
c. Pay Out Time (POT)
d. Break Even Point (BEP) dan Shut Down Point (SDP)
e. Discounted Cash Flow (DCF)
Harga – harga diperoleh dari :
 Aries, R.S and Newton, R.D, 1995, “Chemical Engineering Cost
Estimation”, 2
nd
ed, Mc. Graw Hill Book Co, New York.
 Peters, M.S and Timmerhaus, K.D , 1981, “Plant Design and Economic for
Chemical Engineer’s”, 4
th
ed, International Student Edition, New
York.
 Ulrich, G.D, 1984, “A Guide to Chemical Engineering Process Design and
Economics”, 2
nd
ed, John Willey and Sons Inc, New York.
A. Perhitungan Total Capital Investment
a. Fixed Capital Investment
Harga peralatan proses selalu mengalami perubahan setiap tahun
tergantung pada kondisi ekonomi yang terjadi. Untuk emngetahui harga
peralatan yang ada sekarang dapat diperkirakan dari harga tahun yang lalu
berdasarkan indeks harga.
Jenis indeks yang digunakan adalah Chemical Engineering Plant Cost
Index dari majalah Chemical Engineering, Mei 2002.
D - 3
Harga indeks tahun 2007 dicari dengan menggunakan data indeks dari tahun
1991 sampai 2001.
Tabel 1. Indeks CEP dari tahun 1991 hingga 2001
TAHUN INDEKS
1991 361.3
1992 358.2
1993 359.2
1994 368.1
1995 381.1
1996 381.7
1997 386.5
1998 389.5
1999 390.6
2000 394.1
2001 394.3
(Sumber : “Chemical Engineering Magazine”, Mei, 2001)
Dari data tersebut diperoleh persamaan least square :
Ey = na + bEx
Exy = aEx + bEx
2
Sehingga diperoleh persamaan :
Y = 4,1 X - 7805
Dimana : X = tahun
Y = indeks harga
Nilai indeks pada tahun 2007 dapat dihitung sebagai berikut :
Y = 423,7
Dengan harga 1 US Dollar = Rp 9.000,00
D - 4
Purchased Equipment Cost
Harga pada tahun 2007 dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut :
Ny
Nx
Ey Ex =
Dimana : Ex = harga alat pada tahun 2007
Ey = harga alat pada tahun yang tertera di literatur
Nx = nilai indeks pada tahun 2007
Ny = nilai indeks pada tahun yang tertera di literatur
Harga alat untuk jenis yang sama namun kapasitasnya berbeda, dapat dicari
dengan persamaan sebagai berikut :
n
Ca
Cb
Ea Eb |
.
|

\
|
=
Dimana : Ea = harga alat A
Eb = harga alat B
Ca = kapasitas alat A
Cb = kapasitas alat B
n = eksponen
Dengan demikian dapat diketahui harga alat berbagai alat proses .
D - 5
Tabel 2. Daftar Harga Alat Proses Impor
NO Kode Nama Alat Variabel Penentu Harga Alat (US$)
1 HE-01 Heat Exchanger -1 Luas Per-Pan (m2)
2 V Vaporizer Volume (m3)
3 C-01 Kompressor 1 Power (HP)
4 C-02 Kompressor 2 Power (HP)
5 C-03 Kompressor 3 Power (HP)
6 C-04 Kompressor 4 Power (HP)
7 R Reaktor Tinggi (m) & Jml Tube
8 F Furnace Beban Pana (kJ/det)
9 EX Expander Power (KW)
10 S Separator Gas-Cair Kapasitas (kg/jam)
11 D-01 Kolom Distilasi 1 Ukuran Kolom (m) & Jml Tray
12 D-02 Kolom Distilasi 2 Ukuran Kolom (m) & Jml Tray
13 CD-01 Kondensor 1 Luas Per-Pan (m2)
14 CD-02 Kondensor 2 Luas Per-Pan (m2)
15 CD-03 Kondensor 3 Luas Per-Pan (m2)
16 RB-01 Reboiler 1 Luas Per-Pan (m2)
17 RB-02 Reboiler 2 Luas Per-Pan (m2)
18 CR Kristalizer Kapasitas (ton/hari)
21 CF Centrifuge Kapasitas (ton/jam)
D - 6
A. TOTAL CAPITAL INVESTMENT
A.1. FIXED CAPITAL INVESTMENT
A.1.1 Delivery Equipment Cost
- Harga Free On Board (FOB) = US$ 3831298,90
- Biaya pengangkutan sampai pelabuhan (15% FOB) = US$ 574694,83
- Asuransi pengangkutan (1% FOB) = US$ 38312,99
- Provisi Bank (0,3% FOB) = US$ 114938,97
- Transportasi dari pelabuhan ke lokasi (1% FOB) = US$ 38312,99
- Bea masuk (15% FOB) = US$ 574694,83 +
Total = US$5.172.253,51
Biaya pembelian barang - barang produk lokal = Rp 1.621.828.314,00

US$ 180.203,15
No. PURCHASED EQUIPMENT COST US$
1 Biaya total pembelian alat - alat proses yang diimpor 5.172.253,51
2 Biaya pembelian barang - barang produk lokal 180.203,15
TOTAL PEC 5.352.456,66
A.1.2 Instalasi
Biaya instalasi sebesar 25–55%dari PEC (Aries & Newton, hal 77),
diambil sebesar 43% PEC yang terdiri dari material 11 % dan buruh 32 %
Material = 11 % PEC
= 11 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 588.770,23
Labor = 32 % PEC
= 32 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 1.712.786,13
D - 7
Pemasangan alat menggunakan 5 % tenaga asing dan 95% tenaga
Indonesia.
Tenaga asing : tenaga Indonesia = 1 : 3
1 man hour asing = US $20
1 man hour Indonesia = Rp.20.000,00
Jumlah man-hour = US$ 1.712.786,13/ US$ 20 = 85639,31
Ongkos buruh asing = 0,05 x 1 x 85639,31 x US$ 20
= US$ 85639.31
Ongkos buruh Indonesia = 0,95 x 3 x 85639,31 x Rp.20.000,00
= Rp 4.881.440.471,00 = US$ 542.382,27
Total biaya instalasi = US$ 1.216.791,81
A.1.3 Pemipaan
Untuk sistem fluid process besarnya biaya pemipaan 86 % dari PEC
(Aries & Newton, hal 78), terdiri dari :
Material = 49 % PEC
= 49 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 2.622.703,76
Labor = 37 % PEC
= 37 % x US $ 5.352.456,66
= US$ 1.980.408,96
Jumlah man hour = US$ 1.980.408,96 / US$ 20 = 99020,45
Ongkos buruh asing = 0,05 x 1 x 99020,45 x US$ 20
= US$ 99.020,45
D - 8
Ongkos buruh Indonesia = 0,95 x 3 x 99020,45 x Rp.20.000,00
= Rp 5.644.165.544,46 = US$ 627.129.50
Total biaya pemipaan = US$ 3.348.853,71
A.1.4 Instrumentasi
Untuk proses yang memerlukan extensive control, besarnya 30 % PEC
(Aries & Newton, hal 97) yang terdiri dari :
Material = 24 % PEC
= 24 % x US $ 5.352.456,66
= US$ 1.284.589,60
Labor = 6 % PEC
= 6 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 321.147,40
Jumlah man hour = US$ 321147,40/ US$ 20 = 16057,37
Ongkos buruh asing = 0,05 x 1 x 16057,37x US$ 20
= US$ 16.057,37
Ongkos buruh Indonesia = 0,95 x 16057,37x Rp.20.000,00
= Rp 915.270.088,00 = US$ 101.696,68
Total biaya instrumentasi = US$ 1.402.343,64
D - 9
A.1.5 Isolasi
Besarnya biaya isolasi 8 % PEC (Aries & Newton, hal 98), yang terdiri
dari :
Material = 3 % PEC
= 3 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 160.573,70
Labor = 5 % PEC
= 5 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 267.622,83
Jumlah man hour = US$ 267622,83/ US$ 20 = 13.381,14
Labor seluruhnya Indonesia = 1 x 3 x 13381,14 x Rp.20.000,00
= Rp 802.868.499,90= US$ 89.207,61
Total biaya isolasi = US$ 249.781,31
A.1.6 Listrik
Besarnya 10-15 % PEC (aries & Newton, hal 102), diambil 15 % PEC
yang terdiri dari :
Material = 10 % PEC
= 10 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 517.225,35
Labor = 5 % PEC
= 5 % x US$ 5.352.456,66
= US$ 258.612,68
D - 10
Jumlah man hour = US$ 258612,68/ US$ 20 = 12930,63
Labor seluruhnya Indonesia = 1 x 3 x 12930,63 x Rp.20.000,00
= Rp 775.838.027,00= US$ 86.204,23
Total biaya listrik = US$ 603.429,58
A.1.7 Bangunan
Luas bangunan diperkirakan = 10.000 m
2
Harga bangunan per m
2
= Rp 1.600.000,00
Total biaya bangunan = Rp 16.000.000.000,00
= US$ 1.777.777,78
A.1.8 Tanah dan perbaikannya............................(Peters & Timmerhaus, hal 175)
Luas tanah = 40.000 m
2
Harga tanah per m
2
= Rp.1.700.000,00
Total biaya tanah = Rp 68.000.000.000,00 = US$ 7555555.56
Biaya perbaikan tanah (10%PEC) = US$ 517.225,35
Total biaya tanah dan perbaikannya = US$ 8.072.780,91
A.1.9 Utilitas
Besarnya 40 % PEC untuk average service (Aries & Newton, hal 109)
Utilitas = 40 % x US$ 5.352.456,66
Total biaya utilitas = US$ 214.0982,66
D - 11
A.1.10 Environmental
Besarnya 10 - 30% PEC, dalam hal ini diambil 10% PEC
Environmental = 10 % x US$ 5.352.456,66
Total biaya environmental = US$ 535.245,67
Physical Plant Cost (PPC) = Purchased Equipment Cost + Instalasi + Pemipaan +
Instrumentasi + Isolasi + Listrik + Bangunan +
Tanah + Utilitas + Environmental
Dari data-data diatas didapatkan Physical Plant Cost (PPC) :
No. Physical Plant Cost Biaya (US$)
1 PURCHASED EQUIPMENT COST (PEC) 5352456,66
2 INSTALASI 1216791,81
3 PEMIPAAN 3348853,71
4 INSTRUMENTASI 1402343,64
5 INSULASI 249781,31
6 LISTRIK 603429,58
7 BANGUNAN 17777777.78
8 TANAH 8072780,91
9 UTILITAS 2140982,66
10 ENVIRONMENTAL 535245,67
TOTAL PHYSICAL PLANT COST (PPC) 24589332,62
Total Physical Plant Cost (PPC) = US$ 24.589.332,62
A.1.11 Engineering and Construction (E & C)
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 4), biaya untuk teknik dan
konstruksi untuk harga PPC lebih dari US$ 5.000.000 sebesar 20% PPC
Biaya = 20 % x US$ 24.589.332,62
= US$ 4.917.866,52
 Direct Plant Cost (PPC + E&C) = US$ 29.507.199,14
D - 12
A.1.12 Contractor’s Fee
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 4), biaya untuk upah
kontraktor antara 4 – 10%. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 7 % DPC
Biaya = 7 % x US$ 29.507.199,14
= US$ 2.065.503,94
A.1.13 Contingency
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 4), biaya untuk keperluan
yang tak terduga antara 10-25% DPC. Untuk skala normal (average)
diambil 15 % DPC.
Biaya = 15 % x 29.507.199,14
= US$ 4.426.079,87
No. FIXED CAPITAL INVESTMENT US$ Rp
1 DIRECT PLANT COST(DPC) 29507199,14 265564792268
2 CONTRACTOR'S FEE (7% DPC) 2065503,94 18589535459
3 CONTINGENCY (15% DPC) 4426079,87 39834718840
TOTAL 35998782,95 323989046567
 Total Fixed Capital Investment = US$ 35.998.782,95
= Rp 323.989.046.567,00
D - 13
A.2 Working Capital Investment
Working Capital Investment adalah biaya yang dikeluarkan untuk
menjalankan usaha atau modal serta biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan
operasi dari suatu pabrik selama kurun waktu tertentu.
A.2.1 Raw Material Inventory
No Bahan Baku Persediaan
Kebutuhan
(kg)
Harga
(US$/kg) Biaya (US$)
1 Toluene 30 hari 73510221,60 0,286 21023923,38
2 H2 30 hari 117784,80 0,180 21201,26
3 Katalis ZSM-5 1 tahun 9679,82 0,403 3900,97
TOTAL 21049025,61
A.2.2 In-process inventory
Waktu operasi diperkirakan 2 jam
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 12), biaya untuk inprocess
inventory diambil 0,5 x waktu operasi / tahun x manufacturing cost
Biaya = (0,5 x 2 x US 334.149.262,04) / (24 x 330)
= US$ 42190,56
A.2.3 Product Inventory
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 12), biaya untuk product
inventory besarnya diperkirakan sebesar 1 bulan dari manufacturing cost
Biaya = 1 / 12 x US$ US 334.149.262,04
= US 27.845.771,84
D - 14
A.2.4 Extended Credit
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 12), biaya untuk extended
credit Sebesar 1 bulan dari harga penjualan dalam setahun.
Biaya = 1 / 12 x US$ 358.509.545,82
= US 29.875.795,48
A.2.5 Available Cash
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 13), uang yang harus tersedia
secara kontandiperkirakan sebesar 1 bulan dari manufacturing cost
Biaya = 1 / 12 x US$ 334.149.262,04
= US 27.845.771,84
Total Working Capital
No Working Capital Biaya (US$)
1 Raw Material Inventory 21049025,61
2 Inprocess Inventory 42190,56
3 Product Inventory 27845771,84
4 Extended Credit 29875795,48
5 Available Cash 27845771,84
TOTAL 106651837,44
Total Working Capital = US$ 106.651.837,44 = Rp 959.866.536.952,00
TOTAL CAPITAL INVESTMENT (TCI) = FCI + WC
= US$ 142.650.620,39
= Rp 1.283.855.583.518,00
D - 15
B. MANUFACTURING COST (MC)
Manufacturing Cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan suatu
barang produksi.
B.1 Direct Manufacturing Cost (DMC)
Merupakan pengeluaran khusus dalam pembuatan suatu produk.
B.1.1 Bahan Baku tiap tahun
Bahan Baku Kebutuhan (kg)
Harga
(US$/kg) Biaya (US$)
1 Toluene 808612437,60 0,286 231263157,15
2 H2 1295632,80 0,180 233213,90
3 Katalis ZSM-5 9679,82 0,403 3900,97
TOTAL 231500272,03
B.1.2 Labor Cost
Jabatan Jumlah Gaji/bulan (Rp) Gaji/tahun (Rp) Gaji/tahun (US$)
Kepala Regu 20 40000000 480000000.00 53333
Karyawan Proses 80 120000000 1440000000.00 160000
TOTAL 1920000000.00 213333
B.1.3 Supervisi
Jabatan Jumlah Gaji/bulan (Rp) Gaji/tahun (Rp) Gaji/tahun (US$)
Kepala Bagian 2 10000000 120000000 13333.33
Kepala Seksi 5 15000000 180000000 20000.00
TOTAL 300000000 33333.33
B.1.4 Maintenance
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 164), biaya untuk maintenance
antara 6-7 %. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 6 % dari FCI untuk skala
normal (average).
Biaya = 6% x US$ 35.998.782,95 = US$ 2.159.926,98
Total biaya maintenance = US$ 2.159.926,98
D - 16
B.1.5 Plant Supplies
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 168), biaya untuk plant supplies
antara 15 % dari biaya maintenance per tahun.
Biaya = 15 % x US$.2.159.926,98
= US$ 323.989,05
Total biaya Plant Supplies = US$ 323.989,05
B.1.6 Royalties and Patent
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 168), biaya untuk royalti dan
paten antara 1-5 %. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 1 % dari sales
(harga jual).
Produk yang dijual berupa paraxylene dan benzene dalam fase cair dengan
harga jual sebesar US$ 358.509.545,82 per tahun.
Biaya = 1 % x US$ $ 358.509.545,82
= US$ 3.585.095,46
Total biaya Royalties and Patent = US$ 3.585.095,46
B.1.7 Utilitas
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 168), biaya untuk utilitas antara
25-50 %. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 35 % biaya bangunan &
contingency.
Biaya = 35 % x US$ 6.092.746,54
= US$ 2.132.461,29
Total biaya utilitas = US$ 2.132.461,29
D - 17
 Total Direct Manufacturing Cost (DMC)
DMC = Bahan baku + Labor Cost + Supervisi + Maintenance + Plant
Supplies +Royalties and Patent + Utilitas
= US$ 239.988.688,30 = Rp 2.159.898.194.677,00
B.2 Indirect Manufacturing Cost
Indirect manufacturing cost adalah pengeluaran-pengeluaran tidak langsung
akibat dari pembuatan suatu pabrik.
B.2.1 Payroll Overhead
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 173), biaya untuk payroll
overhead antara 15-20 % labor cost. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil
15 % labor cost
Biaya = 15 % x US$ 213333= US$ 32000
B.2.2 Laboratorium
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 174), biaya untuk
laboratorium antara 10-20 % labor cost. Dalam hal ini diambil 10% dari
labor cost
Biaya = 10 % x US$ 213333 = US$ 21333,33
B.2.3 Plant Overhead
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 174), biaya untuk plant
overhead antara 50-100 % labor cost. Dalam hal ini diambil 75 % dari
labor cost.
Biaya = 75% x US$ 213333 = US$ 160000
D - 18
B.2.4 Packaging & Transportasi
Dalam hal ini diperkirakan 10 % dari penjualan produk selama 1 tahun
Biaya = 10% x US$ 358.509.545,82 = US$ 35.850.954,58
B.2.5 Shipping
Diperkirakan 15 % dari penjualan produk selama 1 tahun
Biaya = 15 % x US$ 358.509.545,82 = US$ 53.776.431,87
 Total Indirect Manufacturing Cost (IMC)
IMC = Payroll Overhead + Laboratorium + Plant Overhead + Packaging&
Transportasi + Shipping
= US$ 89.840.719,79 = Rp 808.566.478.090,00
B.3 Fixed Manufacturing Cost
B.3.1 Depresiasi
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 179), biaya untuk depresiasi
antara 8-10 % FCI. Dalam hal ini diambil 10 % FCI
Total biaya depresiasi = 10% x US$ 35.998.782,95
= US$ 3.599.878,30
B.3.2 Property Taxes
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 181), biaya untuk pajak
properti antara besarnya 1- 2 % dari FCI.
Dalam hal ini diambil 1 % dari FCI.
Total biaya property taxes = 1 % x US$ 35.998.782,95
= US$ 359.987,83
D - 19
B.3.3 Asuransi
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 182), biaya untuk asuransi
besarnya 1 % dari FCI.
Biaya asuransi = 1% x US$ 35.998.782,95
= US$ 359.987,83
Total Fixed Manufacturing Cost (FMC)
FMC = Depresiasi + Property Taxes + Asuransi
= US$ 4319.853,95= Rp 38.878.685.588,00
Total Manufacturing Cost (MC)
No MC US$ Rp
1 Direct Manufacturing Cost (DMC) 239988688,30 2159898194677
2 Indirect Manufacturing Cost(IMC) 89840719,79 808566478090
3 Fixed Manufacturing Cost (FMC) 4319853,95 38878685588
TOTAL 334149262,04 3007343358355
Total Manufacturing Cost = US$ 334.149.262,04
= Rp. 3.007.343.358.355,00
D - 20
C. GENERAL EXPENSE
General expense yaitu macam-macam pengeluaran yang berkaitan dengan
fungsi-fungsi perusahaan yang tidak termasuk manufacturing cost.
C.1 Administrasi
C.1.1 Management Salaries
NO. Jabatan Jumlah Gaji/bulan (Rp) Gaji/tahun (Rp)
1 Direktur Utama 1 30000000 360000000
2 Direktur 2 40000000 480000000
3 Staf Ahli 2 20000000 240000000
4 Kepala Bagian 5 25000000 300000000
5 Litbang 4 20000000 240000000
6 Kepala Seksi 10 30000000 360000000
7 Kepala Regu 20 40000000 480000000
8 Sekretaris 3 4500000 54000000
9 Karyawan 24 28800000 345600000
10 Satpam 16 14400000 172800000
11 Dokter 1 2000000 24000000
12 Karyawan kesehatan 4 4000000 48000000
12 Sopir 4 3200000 38400000
13 Pesuruh(Cleanig Service) 10 5000000 60000000
TOTAL 3202800000
C.1.2 Legal Free dan Auditing
Disediakan setiap tahun = Rp. 50.000.000,00
C.1.3 Peralatan kantor dan komunikasi
Untuk peralatan kantor dan komunikasi disediakan setiap tahun.
Total biaya peralatan kantor dan komunikasi = Rp.100.000.000,00
 Total Biaya Administrasi = Management Salaries + Legal fees&Auditing +
Peralatan kantor & komunikasi
= Rp 3.352.800.000,00 = US$ 372.533,33
D - 21
C.2 Sales Expense
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 186), biaya untuk Sales expense
besarnya 3 – 12% harga penjualan. Dalam hal ini dipilih 10% harga
penjualan.
Total biaya sales = 10% x US$ 358.509.545,82
= US$ 5736.152,73
C.3 Riset
Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 186), biaya untuk riset antara 2-
4% . Dalam hal ini dipilih 2 % dari harga penjualan.
Total biaya riset = 2% x US$ 358.509.545,82
=US$ 7.170.190,92
C.4 Finance
Pada tahun 2007 telah diberlakukan AFTA, maka finance yang digunakan
merupakan pendekatan pada standar Internasional.
Besarnya diperkirakan 0-10% TCI (Peters & Timmerhaus, hal 207). Dalam
hal ini diambil 5% TCI
Total biaya finace = 5 % x US$ 142.650.620,39
= US$ 5.332.941,61
 Total General Expense (GE)
GE = Administrasi + Sales Expense + Riset + Finance
= US$ 18.611.818,59 = Rp 167.506.367.320,00
D - 22
TOTAL PRODUCTION COST = Manufacturing Cost + General Expense
= US$ 352.761.080,63
= Rp 3.174.849.725.675,00
 ANALISA KELAYAKAN
A. Sales and Profit
● Harga jual produk paraxylene fase cair sebesar US$ 0,6/kg
Penjulan produk paraxylene fase cair 350.000 ton per tahun sebesar
US$ 210.000.000 = Rp 1.890.000.000.000,00
● Harga jual produk benzene fase cair sebesar US$ 0,421/kg
Penjulan produk benzene fase cair 352.754,3 ton per tahun sebesar
US$ 148.509.545,8 = Rp 1.336.585.912.358,00
Jadi total penjualan produk (sales) per tahun sebesar :
Sales = US$ 358.509.545,82 = Rp 3.226.585.912.358,00
Biaya Produksi (Production Cost) = US$ 352.761.080,63
= Rp 3.174.849.725.675,00
♣ Keuntungan sebelum pajak = Sales – Biaya Produksi
= US$ 5748.465,19
Pajak di Indonesia = 15%
♣ Keuntungan setelah pajak = Keuntungan sebelum pajak x (1 – 0,15)
= US$ 4.886.195,41
D - 23
x100%
Produk Jual Harga
Profit
(POS) Sales On Profit Percent =
x100%
Sales
pajak sebelum Profit
pajak sebelum POS =
= 1,60%
x100%
Sales
pajak sesudah Profit
pajak setelah POS =
= 1,36 %
B. Percent Return On Investment (ROI)
Return on Investment adalah tingkat keuntungan yang dapat dihasilkan
dari besarnya investasi yang dikeluarkan.
x100%
Investment Capital Fixed
Profit
Investment on Return Percent =
x100%
Investment Capital Fixed
pajak sebelum Profit
pajak sebelum ROI =
= 15,97 %
x100%
Investment Capital Fixed
pajak setelah Profit
pajak setelah ROI =
= 13,57 %
D - 24
C. Pay Out Time (POT)
Pay Out Time adalah waktu pengembalian modal yang dihasilkan
berdasarkan keuntungan yang dicapai. Perhitungan ini diperlukan untuk
mengetahui dalam berapa tahun investasi yang telah dilakukan akan
kembali.
Keuntungan
Investment Capital Fixed
Time Out Pay =
pajak sebelum Keuntungan
Investment Capital Fixed
pajak sebelum POT =
= 3,85 tahun
pajak setelah Keuntungan
Investment Capital Fixed
pajak setelah POT =
= 4,25 tahun
D. Break Even Point (BEP)
Break Even Point adalah titik yang menunjukkan pada tingkat berapa
biaya dan penghasilan jumlahnya sama. Dengan Break Even Point kita
dapat menentukan tingkat berapa harga jual dan jumlah unit yang dijual
secara minimum dan berapa harga serta unit penjualan yang harus dicapai
agar mendapat keuntungan.
D - 25
D.1 Fixed Manufacturing Cost (Fa)
Depresiasi = US$ 3599878,30
Property Taxes = US$ 359987,83
Asuransi = US$ 359987,83 +
Total = US$ 43.198.53,95
D.2 Variable Cost (Va)
Raw Material = US$ 231500548,86
Packaging&Transportation = US$ 35850954,58
Utilitas = US$ 2132461,29
Royalties & Patent = US$ 3585095,46
Shipping = US$ 53776431,87 +
Total = US$ 326.845.492,06
D.3 Regulated Cost (Ra)
Labor Cost = US$ 213333,33
Payroll Overhead = US$ 32000,00
Supervisi = US$ 73333,33
Laboratorium = US$ 21333,33
General Expense = US$ 18611818,59
Maintenance = US$ 2159926,98
Plant Supplies = US$ 323989,05 +
Total = US$ 214.357.34,61
D - 26
D.4 Penjualan Produk (Sa)
Penjualan Produk selama 1 tahun = US$ 358.509.545,82
Sehingga :
x100%
0,7Ra Va Sa
0,3Ra Fa
Point Even Break
÷ ÷
+
=
= 49,55 %
E. Shut Down Point (SDP)
Shut Down Point adalah suatu titik atau saat penentuan suatu aktivitas
produksi dihentikan. Penyebabnya antara lain variable cost yang terlalu tinggi,
atau bisa juga karena keputusan manajemen akibat tidak ekonomisnya suatu
aktivitas produksi (tidak menghasilkan profit).
x100%
0,7Ra Va Sa
0,3Ra
Point Down Shut
÷ ÷
=
= 27,24 %
F. Discounted Cash Flow (i)
Salah satu cara untuk menganalisa kelayakan ekonomi pabrik, dimana
DCF didefinisikan sebagai jumlah uang dari keuntungan yang tidak digunakan
untuk mengembalikan pinjaman modal dan bunganya. Yang diperhatikan dari
DCF adalah i (rate of return), yaitu presentasi keuntungan pabrik yang
dihitung dengan metode DCF. Harga i sering dibandingkan dengan suku
bunga bank, jika harga I lebih besar dari suku bunga bank berarti investasi ke
pabrik lebih menguntungkan daripada menyimpan uang di bank.
Dalam hal ini :
D - 27
Salvage Value (SV) diasumsikan = 0
Depresiasi
SV) (FCI
(n) Pabrik Umur
÷
=
= 10 tahun
Salvage Value (SV) diambil 10% FCI = US$ 3.470.958,274
Cash Flow (C) = Keuntungan sesudah pajak + Depresiasi + Finance
= US$ 16.421.326,34
Harga Discounted Cash Flow (i) dicari dengan cara coba ralat :
SV WC 1)} ... 1) (i i) C{(1 i) WCI)(1 (FCI
2 n 1 n n
+ + + + + + + = + +
÷ ÷
Dengan cara coba ralat didapat i = 13,76 %
 RESUME
1. Percent Profit on Sales (POS) sebelum pajak adalah 1,60 % dan sesudah
pajak adalah 1,36 %.
2. Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak adalah 15,97 % dan
sesudah pajak adalah 13,57 %.
3. Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 3,85 tahun dan sesudah pajak
adalah 4,24tahun.
4. Break Even Point (BEP) pabrik adalah 49,55%
5. Shut Down Point (SDP) pabrik adalah 27,24 %
C- 1
LAMPIRAN C
SPESIFIKASI ALAT PROSES
1. TANKI

Kode : T-01
Fungsi : Menyimpan bahan baku toluene dalam bentuk cair selama 30 hari
Tujuan : 1. Menentukan tipe tangki
2. Menentukan bahan konstruksi tangki
3. Menentukan dimensi utama tangki meliputi :
a. Kapasitas tangki
b. Diameter dan tinggi tangki.
c. Tebal shell dan dimensi courses
d. Tinggi dan tebal head tangki
e. Menentukan diameter pipa pengisian dan pengeluaran
C- 2
1. Menentukan tipe tangki
Tangki dipilih berbentuk silinder tegak dengan flat bottom dan atap berbentuk
conical roof dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Kondisi operasi tangki pada tekanan 1 atm dan suhu penyimpanan 30
o
C
- Konstruksi sederhana sehingga lebih ekonomis.
2. Menentukan bahan konstrusi tangki
Bahan konstruksi yang dipilih adalah Carbon Steel tipe SA-283 grade C
dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Mempunyai tekanan maksimum yang diijinkan relative besar yaitu 12650
psia ( tabel 13.1 hal 251 Brownell & Young)
- Tahan korosi
- Harganya relatif murah.
3. Menentukan dimensi utama tangki
♠ Menghitung kapasitas tangki
Tangki direncanakan dapat menampung bahan baku toluene selama 30 hari.
Kebutuhan toluene selama 30 hari :
= 50505,0505 kg/jam x 24 jam/hari x 30 hari
= 36.363.636,36 kg = 80.167.999,99 lbm
♠ Menghitung densitas cairan campuran (T= 30
0
C)
Menentukan berat jenis C
8
aromatis pada 30ºC dengan menggunakan rumus
pada Carl Yaws and Edwin Young
Densitas cairan (ρL) = A.B
-(1-Tr)
n
C- 3
Komponen xi A B Tc
n µ
µ.xi
Ethil Benzen 0.1422 0,28889 0,26438 617,17
0,86103 0,86103 0,1224
Paraxylene 0.2336 0,28381 0,26083 630,37
0,87229 0,87229 0,2038
Metaxylene 0.4506 0,27866 0,25925 617,05
0,85656 0,85656 0,3859
Ortoxylene 0.1736 0,27284 0,26003 616,26
0,83212 0,83212 0,1445
1 Σ=
0,8566
Densitas cairan ( µ
mix
) = 0,8566 gr/m
3
♠ Menentukan volume cairan dalam tangki
V = m / µ
mix
= 36.363.636,36 kg / 856,6 kg/m
3
= 42451,128 m
3
Diambil over design untuk faktor keamanan 10% maka volume cairan
menjadi :
V’ = 1,1 x 42451,128 m
3
= 46696,24 m
3
Dibutuhkan
a. Menghitung diameter dan tinggi tangki
Tangki vertical dengan bottom flat, berukuran besar, berpenutup, terbuat dari
bahan carbon steel plate mempunyai perbandingan diameter dengan tinggi
(D/H) sama dengan 8/3, sehingga
H = 3/8 D (Pers 3.12 hal 43 Brownell & Young)
V” =
1
/
4
. t. D
2
. H
1.105.859,54 =
3
/
32
. t. D
3
D = 155,427 ft , H = 58,285 ft
Digunakan pendekatan kapasitas tangki dengan 72-in. Butt-welded courses
( Appendix-E, hal 346 Brownell & Young) diperoleh ukuran standart tangki
yang mendekati adalah : D = 160 ft dan H = 60 ft
C- 4
b. Menentukan Tebal Shell dan Dimensi Courses
Spesifikasi yang dipakai :
 Menggunakan 10 buah courses (Appendix-E, hal 346 Brownell & Young)
 Menggunakan shell plate 72-in Butt – welded courses
 Bahan yang dipakai adalah Carbon steel tipe SA-283 grade C dengan
spesifikasi sebagai berikut (tabel 13.1 hal 251 Brownell & Young ) :
- Stress yang diijinkan (f) = 12.650 psia
- Efisiensi pengelasan (E) = 0,8 (single-weldwed butt joint)
- Faktor korosi (C) = 0,125
- Allowable welded joint =
5
/
32
in
C
2.f.E
P.D
ts + =
(Pers 3.16 hal 45, Brownell & Young)
Dalam hubungan ini :
P = tekanan internal (psi)
ts = tebal shell (in)
D = diameter dalam tangki (in)
f = tekanan maksimum yang diijinkan
E = efisiensi pengelasan
C = faktor korosi

144
1) - (H
. ρ P
mix
=
(Pers 3.17 hal 46, Brownell & Young)
Dalam hubungan ini :
µ
mix
= densitas cairan (lb/ft
3
)
C- 5
H = tinggi dari dasar course ke puncak (ft)
Sehingga penggabungan kedua persamaan tersebut menghasilkan :
125 , 0
) 144 )( 8 , 0 )( 12650 ( 2
) 120 12 )( 1 ( 7336 , 53
C
2.f.E.144
1).D - (H
. ρ ts
mix
+
÷
= + =
x H
ts = 0,02655 (H-1) + 0,125
Tebal shell (ts) untuk setiap course dapat dihitung dengan persamaan diatas.
Panjang plate dapat dihitung dengan persamaan berikut :
12.n
length weld - ts) π.(D
L
+
= (pers 3.25 hal 55, Brownell & Young)
Dalam hubungan ini :
L = panjang course (in)
weld length = panjang pengelasan
= jumlah plate x allowable welded joint
n = jumlah plate
Direncanakan plate yang digunakan sebanyak 10 buah untuk setiap course
dengan jarak sambungan antar plate
5
/
32
in, lebar standar 72 in untuk
penyambungan vertikal.
Gambar :
C- 6
 Course 1
H
1
= 60 ft
ts
1
= 0,02655 (60-1) + 0,125 = 1.69145 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.75 in
( ) ( ) ( )
ft 2672 , 50
10 x 12
5/32 x 10 75 , 1 12 x 160 π
L
1
=
÷ +
=
 Course 2
H
2
= (60-6) ft = 54 ft
ts
2
= 0,02655 (54-1) + 0,125 = 1,5322 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1,5625 in
( ) ( ) ( )
ft 2656 , 50
10 x 12
5/32 x 10 5625 , 1 12 x 160 π
L
2
=
÷ +
=
 Course 3
H
3
= (54-6) ft = 48 ft
ts
3
= 0,02655 (48-1) +0,125 = 1.37285 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.375 in
C- 7
( ) ( ) ( )
ft 2640 , 50
10 x 12
5/32 x 10 375 , 1 12 x 160 π
L
3
=
÷ +
=
 Course 4
H
4
= (48-6) ft = 42 ft
ts
4
= 0,02655 (42-1)+0,125 = 1.21355 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1,25 in
( ) ( ) ( )
ft 263 , 0 5
10 x 12
5/32 x 10 25 , 1 12 x 160 π
L
4
=
÷ +
=
 Course 5
H
5
= (42-6) ft = 36 ft
ts
5
= 0,02655 (36-1)+0,125 = 1.05425 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.0625 in
( ) ( ) ( )
ft 2614 , 50
10 x 12
5/32 x 10 0625 , 1 12 x 160 π
L
5
=
÷ +
=
 Course 6
H
6
= (36-6) ft = 30 ft
ts
6
= 0,02655 (30-1) +0,125 = 0.89495 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.9375 in
( ) ( ) ( )
ft 2604 , 0 5
10 x 12
5/32 x 10 9375 , 0 12 x 160 π
L
6
=
÷ +
=
 Course 7
H
7
= (30-6) ft = 24 ft
ts
7
= 0,02655 (24-1) +0,125 = 0,73565 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0,75 in
C- 8
( ) ( ) ( )
ft 2588 , 0 5
10 x 12
5/32 x 10 75 , 0 12 x 160 π
L
7
=
÷ +
=
 Course 8
H
8
= (24-6) ft = 18 ft
ts
8
= 0,02655 (18-1) +0,125 = 0.57635 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.625 in
( ) ( ) ( )
ft 2578 , 0 5
10 x 12
5/32 x 10 625 , 0 12 x 160 π
L
8
=
÷ +
=
 Course 9
H
9
= (18-6) ft = 12 ft
ts
9
= 0,02655 (12-1) +0,125 = 0.41705 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.4375 in
( ) ( ) ( )
ft 2562 , 0 5
10 x 12
5/32 x 10 625 , 0 12 x 160 π
L
9
=
÷ +
=
 Course 10
H
10
= (12-6) ft = 6 ft
Ts
10
= 0,02655 (6-1) +0,125 = 0,25775 in
Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0,3125 in
( ) ( ) ( )
ft 2552 , 0 5
10 x 12
5/32 x 10 625 , 0 12 x 160 π
L
10
=
÷ +
=
c. Menentukan tinggi dan tebal head
Gambar :
C- 9

♠ Menentukan tinggi head tangki
Sudut u adalah sudut cone roof terhadap garis horizontal.
(430.ta)
70
θ sin =
Dalam hubungan ini :
ta = tebal atap (in) untuk tangki dengan diameter >60 ft tebal shell atap
3
/
8
in
(hal 53, Brownell &Young)
4341 , 0
) (430.0,375
70
θ sin = =
u = 25,73
o
Tinggi head (h) dapat dihitung dengan persamaan :
(0,5.D)
h
θ tg =
h = 0,5 x D x tg u = 0,5 x 160 x tg (25,73
o
) = 38,55 ft
♠ Menghitung tebal head tangki (th)
Tebal head tangki (th) dapat dihitung dengan persamaan :
0,6P) θ.(f.E cos 2.
P.D
th
÷
=
(pers 6.154, hal 118, Brownell & Young)
( ) ( ) | |
in 5493 , 1
14,7 x 0,6 0,8 x 12650 (25,73) cos 2
12) x (160 x 14,7
th =
÷
=
Dipakai tebal head standart 25/16 in.
d. Menentukan diameter pipa pengisian dan pengeluaran
C- 10
♠ Menghitung diameter pipa pengisian
0,13 0,45
opt
.ρ 3,9.Qf Di =
.....................................................................(Peters)
Dalam hubungan ini :
Di
opt
= diameter dalam optimum (in)
Q
f
= laju alir volumetric (ft
3
/detik)
µ = density cairan (lb/ft
3
)
Menghitung Qf :
Kebutuhan toluene = 102097,53 kg/jam
( )
/detik ft 1,1635
) /ft m (0,02832 kg/m 860,702
jam/detik (1/3600) x kg/jam 102097,53
Qf
3
3 3 3
= =
Dalam hal ini diambil faktor keamanan sebesar 10%
Jadi Qf = 1,1 x 1,1635 = 1,2799 ft
3
/detik
Diopt = 3,9 (1,2799)
0,45
(53,7336)
0,13
= 7,3151 in
Digunakan pipa standar :
 Type = Low-Carbon Steel Pipe (ASA B36.10)
 D nominal = 8 in
 ID = 7,981 in
 OD = 8,625 in
 Schedule = 40 ................................(Brown, Tabel 23, hal 123)
C- 11
♠ Menghitung diameter pipa pengeluaran
0,13 0,45
opt
.ρ 3,9.Qf Di =
..................................................(Peters)
Direncanakan waktu pengosongan 5 jam
Volume tiap tangki 1.105.859,54 ft
3
Menentukan Qf :
/detik ft 4366 , 61
jam 3600detik/ x jam 5
ft 54 1.105.859,
Qf
3
3
= =
Diopt = 3,9.(61,4366)
0,45
(53,7336)
0,13
= 41,76 in
Digunakan pipa standar :
 Type : Cast-Iron Pipe (ASA-A21.2)
 D nominal : 42 in
 Ketebalan : 1,25 in
 OD : 43,25 in ........................(Brown Tabel 24, hal 127)
RESUME
Kode : T-01
Fungsi : Menyimpan bahan baku Toluene selama 30 hari
Tipe : Silinder tegak dengan conical roof dan flat
bottom
Jumlah tangki : 3 buah
Kapasitas tiap tangki : 1.105.859,54 ft
3
C- 12
Diameter tangki : 160 ft
Tinggi tangki : 60 ft
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA-283 grade C
Diameter pipa pengisian : 8 in , sch 40 (Low-Carbon Steel Pipe)
Diameter pipa pengeluaran : 42 in (Cast-Iron Pipe)
Kondisi penyimpanan
Wujud : cair
Tekanan : 1 atm
Suhu : 30
o
C
2. POMPA
Kode : P-01
Fungsi : Mengalirkan bahan baku toluene dari tanki T-01 ke pipa
pencampur M-01.
Tujuan : - Menentukan jenis pompa
- Menentukan spesifikasi pipa yang digunakan
- Menentukan tenaga pompa dan tenaga motor yang digunakan
1. Menentukan tipe pompa
Tipe pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal dengan pertimbangan :
- Viskositas fluida yang dialirkan relatif tidak terlalu besar
C- 13
- Konstruksinya sederhana sehingga harga lebih murah
- Dapat digabung langsung dengan putaran motor. Umumnya semakin cepat
putaran maka semakin kecil beban pompa dan motor.
- Mudah dalam pengoperasiannya
- Aliran pada discharge pompa dapat dishut-off atau ditutup tanpa merusak
pompa.
- Tidak memerlukan valve dalam operasi pompa
- Biaya pemeliharaan lebih rendah dibanding jenis pompa yang lainnya.
(Sumber: Peters & Timmerhaus, hal 518)
2. Menentukan spesifikasi pipa yang digunakan
 Menghitung laju alir fluida
Kapasitas = 102097,53 kg/jam x 1 jam/ 3600 detik x 2,2046 lb/ 1 kg
= 62,524 lb/detik
♣ Menghitung densitas cairan pada T = 30
0
C
Density cairan = ∑ (ρcair x fraksi mol)
Komponen kmol Xi Ρ (g/ml) Xi.ρ
Toluene 1096.9221 0.9913 0.8602 0.8527
Paraxylene 4.8179 0.0044 0.8536 0.0037
Metaxylene 2.8793 0.0026 0.8567 0.0022
Ortoxylene 1.9100 0.0017 1.1798 0.0020
1106.5293 1.0000 0.8607
Density cairan = (0,8607 g/ml) x (62,43
ml g
ft lb
/
/
3
) = 53,734 lb/ft
3
Q (laju alir) = ik ft
ft lb
ik lb
det / 164 , 1
/ 734 , 53
det / 524 , 62
3
3
=
C- 14
Faktor keamanan 10%
Kapasitas pompa = 1,1 x 1,164 ft
3
/detik = 1,280 ft
3
/detik
= 1,280 ft
3
/detik x (1m3/ 35,3147 ft
3
)
= 0,0362 m
3
/detik x (264,172 gal/m
3
) x (60 detik/menit)
= 574,483 gal/menit
 Menentukan diameter pipa optimum
Di optimum = 3,9 . Q
0,45
. ρ
0,13
.............................................(Peters, hal 496)
= 3,9 (1,164
0,45
) (53,734
0,13
)
= 7,01 in
Dari App. C-6a Foust, hal 724 dipilih pipa baja komersial standar dengan
spesifikasi :
D nom = 8 in
Schedule = 40
ID = 7,981 in
OD = 8,625 in
Ketebalan piapa = 0,322 in
Luas bag. dalam = 0,3474 ft
2
3. Menentukan tenaga pompa dan tenaga motor yang digunakan
 Menetukan kecepatan linier fluida
V = Q / A
= ik ft
ft
ik ft
det / 351 , 3
3474 , 0
det / 164 , 1
2
3
=
C- 15
 Menghitung viskositas cairan pada T = 30
0
C
Komponen kmol Xi μ (cp) μ.Xi (cp)
Toluene 1096.9221 0.9913 0.5191 0.5146
Paraxylene 4.8179 0.0044 0.5748 0.0025
Metaxylene 2.8793 0.0026 0.5303 0.0014
0rtoxylene 1.9100 0.0017 0.6972 0.0012
1106.5293 1.0000 0.5197
μ cairan = 0,5197 cp x 6,719.10
-4
lb/(ft.det)
= 3,492.10
-4
lb/(ft.det)
 Menghitung bilangan reynold (N
Re
)
N
Re
= (ρ.D.V)/ μ
=
( )( )
( ) det . / 10 . 492 , 3
det / 351 , 3 12 / 8 ) / 374 , 53 (
4
3
ft lb
ft ft ft lb
÷
= 341.495 > 3000
Karena Bil. Reynold (N
Re
)> 300 maka termasuk aliran turbulen.
 Menetukan faktor friksi (f)
Dipilih baja komersial pada NRe = 341.495
Dari App. C-1 Foust, diperoleh ε = 0,00015, ε / D = 0,00022
Dari App. C-3 Foust, diperoleh harga f = 0,014
 Menetukan panjang ekivalen (Le)
Data L/D diperoleh dari App. C.2a – C.2d Foust :
Komponen JML Le (ft) ∑ Le (ft)
Pipa lurus 1 80 80
Check Valve, Le/Di = 135 1 90 90
Gate Valve (full open), Le/Di = 13 1 8,65 8,65
Elbow 90
0
, Le/Di = 30 1 19,95 19,95
Sharp edge entrance, K=0,5 1 23,5 23,5
Sharp edge exit, K=1 1 47 47
269,10
C- 16
Menghitung ∑F
∑F =
Di gc
Le V f
. . 2
. .
2
=
( ) ( )
( )( )
lbm lbf ft
ft ft
ft ft
/ ) )( ( 988 , 0
12 / 981 , 7 det / 2 , 32 2
1 , 269 det / 351 , 3 ) 014 , 0 (
2
2
=
 Menghitung tenaga pompa
Dari Pers. Bernoulli :
-Wf = ΔZ.(g/gc) + ΔV
2
(2.α. gc) + ΔP/ρ + ∑F
♣ Menentukan static head
ΔZ = Z2 – Z1 = (15 – 1 ) ft, maka
ΔZ . g/gc =
( )( )
lbm lbf ft
lbf ft lbm
ft ft
/ ) )( ( 14
) det /( 2 , 32
det / 2 , 32 14
2
2
=
♣ Velocity head
V1 = kecepatan cairan masuk dari tangki
V2 = kecepatan cairan masuk HE-01
α = faktor energi kinetik
ΔV
2
/(2α gc) = ) /( ) ( 187 , 0
2 , 32 93 , 0 2
351 , 3
2
lbm lbf ft
x x
=
♣ Pressure head
P1 = tekanan cairan dalam tangki = 1 atm = 2117,301 lbf/ft
2
P2 = tekanan cairan dalam mixer = 1,1 atm = 2329,031 lbf/ft
2
ΔP / ρ =
( )
lbm lbft ft
ft lbm
ft lbf
/ ) ( 730 , 211
/ 734 , 53
/ 301 , 2117 031 , 2329
3
2
=
÷
C- 17
-Wf = ΔZ (g/gc) + ΔV
2
(2 α gc) + (ΔP/ρ) + ∑F
= 14 + 0,187 + 211,73 + 0,988
-Wf = 226,905 (ft lbf)/ lbm
 Menentukan efisiensi pompa dan menghitung power pompa
Dari fig. 14-37 Peters untuk kapasitas pompa 574,483 gal/menit, maka
efisiensi pompa adalah 70%
HP =


. 550
. . Q Wf ÷
= HP x
ft ft lb lbm lbf ft
1
) 7 , 0 ( 550
det) / 164 , 1 )( / 634 , 53 )( / . 905 , 226 (
3 3
= 3,714 HP
 Menghitung power motor
Dari fig. 14-38 Peters untuk power = 3,714 HP diperoleh efisiensi 84%
HP motor = HP
motor
pompa HP
42 , 4
84 , 0
714 , 3
= =

Jadi pompa motor standar yang digunakan sebesar 5 HP
RESUME
Kode : T-01
Fungsi : Mengalirkan bahan baku toluene dari tanki T-01 ke pipa
pencampur M-01.
Tipe : Pompa Sentrifugal
Kpasitas : 574,483 gal/menit
Power : 5 HP
Pipa yang digunakan :
C- 18
- D nom = 8 in - OD = 8,625 in
- Schedule = 40 - Ketebalan piapa = 0,322 in
- ID = 7,981 in - Luas bag. dalam = 0,3474 ft
2
3. KOMPRESOR
P out
T out
P in
T in
Kode : C-01
Fungsi : Menaikkan tekanan dari 1 atm menjadi 8 atm
Tujuan :
- Memilih jenis kompresor.
- Menentukan jumlah stage kompresor
- Menghitung suhu dan tekanan keluar kompresor tiap stage
- Menghitung power kompresor.
1. Menentukan jenis kompresor
Dipilih kompresor sentrifugal dengan pertimbangan :
- Kapasitas antara 500 – 150.000 ft
3
/menit
- Mampu menaikkan tekanan hingga ratusan psi
- Konstruksi sederhana
2. Menentukan jumlah stage kompresor
2
1
C- 19
Karena syarat pompa sentrifugal yaitu ratio compresibility < 4 (RC<4) maka
dari perhitungan di neraca panas digunakan kompresor 2 stage dengan harga
RC = 2,8284, sesuai dengan persamaan :
8284 . 2
1
8
P
P
Rc
2
1
n
1
i
o
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
=
3. Menghitung suhu dan tekanan keluar kompresor tiap stage
Dari perhitungan neraca panas telah didapatkan suhu dan tekanan keluar pada
setiap stage, yaitu sebagai berikut :
Stage 1 Stage 2
Suhu keluar (K) 423.00 423.00
Tekanan keluar (atm) 2.83 8.00
4. Menghitung power kompresor.
Power kompresor merupakan penjumlahan dari power yang dibutuhkan setiap
stage.
a. Kompresor stage 1
Untuk menghitung power kompresor digunakan persamaan :
(
(
(
¸
(

¸

÷
|
|
.
|

\
|
= ÷
÷
1
P
P
M
Z.R.T
W
n
1 n
in
out in
..........................(Coulson pers 3.31 hal 73 )
Ep
work politropik
kompresor Power =
.............................(Coulson, hal 79)
Dalam hubungan ini :
W = tenaga politropik kompresor (kJ/kmol)
Z = faktor kompresibilitas
C- 20
R = konstanta gas universal (8,314 J/kmol.K)
T
in
= suhu masuk (K)
M = berat molekul gas
P
in
= tekanan masuk (atm)
P
out
= tekanan keluar (atm)
Ep = efisiensi politropik
K 39 . 03 4
2
23 4 78 . 83 3
2
T T
T
out in
mean
=
+
=
+
=
atm 915 . 1
2
83 . 2 1
2
P P
P
out in
mean
=
+
=
+
=
Dari fig 3.6, Coulson diperoleh Ep = 0,65
♠ Perhitungan Cp campuran pada T
mean
Komponen kmol Yi Cp
G
mean Yi.Cp
G
Toluene 3155.3827 0.9655 141.9364 137.0444
Paraxylene 51.0583 0.0156 168.8238 2.6376
Metaxylene 46.0978 0.0141 169.1175 2.3855
Ortoxylene 15.4800 0.0047 173.6047 0.8223
3268.0188 1.0000 142.8899
0618 . 1
8,314 8899 . 42 1
142.8899
R Cp
Cp
γ =
÷
=
÷
=
♠ Menghitung nilai m dan n
( )
0895 , 0
) 65 , 0 )( 0618 , 1 (
) 1 0618 , 1 (
γ.Ep
1 γ
m =
÷
=
÷
=
0983 , 1
0895 , 0 1
1
m 1
1
n =
÷
=
÷
=
♠ Menghitung BM campuran gas
C- 21
Komponen Yi BM Yi.BM
Toluene 0.9655 92.13 88.9546
Paraxylene 0.0156 106.167 1.6587
Metaxylene 0.0141 106.167 1.4976
Ortoxylene 0.0047 106.167 0.5029
1.0000 92.6138
♠ Menghitung Z campuran
Komponen Yi Tc (K) Pc (atm) ω Yi.Tc Yi.Pc Yi.ω
Toluene 0.9655 591.7900 40.5566 0.2640 571.3933 39.1587 0.2549
Paraxylene 0.0156 616.2600 34.6509 0.3260 9.6282 0.5414 0.0051
Metaxylene 0.0141 617.0500 34.9470 0.3260 8.7040 0.4930 0.0046
Ortoxylene 0.0047 630.3700 36.8517 0.3130 2.9859 0.1746 0.0015
1.0000 592.7114 40.3676 0.2661
6802 , 0
7114 . 592
19 . 403
.Tc Y
T
Tr
i i
mean
= = =
¿
0474 , 0
3676 . 40
915 , 1
.Pc
P
Pr
i i
mean
= = =
¿
Y
Dari harga Tr dan Pr menurut gambar 3.11 Smith Van Ness maka digunakan
generalized virial koefisien.
6987 , 0
6802 , 0
0,422
0,083 B
Tr
0,422
0,083 B
1,6
o
1,6
o
÷ = ÷ =
÷ =
7286 , 0
0,7303
0,172
0,139 B
Tr
0,172
0,139 B
4,2
1
4,2
1
÷ = ÷ =
÷ =
1 o
ω.B B
RTc
BPc
+ =
= -0.8926
C- 22
9508 . 0
0,6802
0,0474
) 8926 . 0 ( 1 Z
Tr
Pr
RTc
BPc
1 Z
= |
.
|

\
|
÷ + =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ =
♠ Menghitung power kompresor
(
(
(
¸
(

¸

÷
|
|
.
|

\
|
= ÷
÷
1
P
P
M
Z.R.T
W
n
1 n
in
out in
(
(
¸
(

¸

÷ |
.
|

\
|
= ÷
÷
1
1
2,83
92.6138
78) ,314)(383. (0,9508)(8
W
1,0983
1 1,0983
= 3.1964 kJ / kmol
Ep
work politropik
kompresor Power =

kJ/kmol 9175 . 4
0,65
3.1964
= =
Umpan masuk = 3268.0188 kmol/jam
kmol/jam 3268.0188 x
detik/jam 3600
kJ/kmol 4.9175
kompresor Power =
= 4.4640 kW = 3.3288 HP
b. Kompresor stage 2
K 423
2
423 423
2
T T
T
out in
mean
=
+
=
+
=
atm 415 . 5
2
8 2,83
2
P P
P
out in
mean
=
+
=
+
=
C- 23
Dari fig 3.6, Coulson diperoleh Ep = 0,65
♠ Perhitungan Cp campuran pada T
mean
Komponen Kmol Yi Cp
G
mean Yi.Cp
G
Toluene 3155.3827 0.9655 147.9587 142.8591
Paraxylene 51.0583 0.0156 175.8409 2.7473
Metaxylene 46.0978 0.0141 176.1158 2.4842
ortoxylene 15.4800 0.0047 180.3092 0.8541
3268.0188 1.0000 148.9447
0591 . 1
8,314 148.9447
148.9447
R Cp
Cp
γ =
÷
=
÷
=
♠ Menghitung nilai m dan n
( )
0858 , 0
) 65 , 0 )( 0591 , 1 (
) 1 0591 , 1 (
γ.Ep
1 γ
m =
÷
=
÷
=
0939 , 1
0858 , 0 1
1
m 1
1
n =
÷
=
÷
=
♠ Menghitung Z campuran
Komponen Yi Tc (K) Pc (atm) Ω Yi.Tc Yi.Pc Yi.ω
Toluene 0.9655 591.7900 40.5566 0.2640 571.3933 39.1587 0.2549
Paraxylene 0.0156 616.2600 34.6509 0.3260 9.6282 0.5414 0.0051
Metaxylene 0.0141 617.0500 34.9470 0.3260 8.7040 0.4930 0.0046
Ortoxylene 0.0047 630.3700 36.8517 0.3130 2.9859 0.1746 0.0015
1.0000 592.7114 40.3676 0.2661
7137 , 0
7114 . 592
423
.Tc Y
T
Tr
i i
mean
= = =
¿
1341 , 0
3676 . 40
415 . 5
.Pc X
P
Pr
i i
mean
= = =
¿
Dari harga Tr dan Pr menurut gambar 3.11 Smith Van Ness maka digunakan
generalized virial koefisien.
C- 24
6409 , 0
7137 , 0
0,422
0,083 B
Tr
0,422
0,083 B
1,6
o
1,6
o
÷ = ÷ =
÷ =
5702 , 0
0,7137
0,172
0,139 B
Tr
0,172
0,139 B
4,2
1
4,2
1
÷ = ÷ =
÷ =
1 o
ω.B B
RTc
BPc
+ =
= -0.7926

0,8511
0,7137
0,1341
) 7926 , 0 ( 1 Z
Tr
Pr
RTc
BPc
1 Z
= |
.
|

\
|
÷ + =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ =
♠ Menghitung power kompresor
(
(
(
¸
(

¸

÷
|
|
.
|

\
|
= ÷
÷
1
P
P
M
Z.R.T
W
n
1 n
in
out in
(
(
(
¸
(

¸

÷ |
.
|

\
|
= ÷
÷
1
2,83
8
92.6138
,314)(423) (0,8511)(8
W
1,0939
1 1,0939
= 3.0154 kJ / kmol
Ep
work politropik
kompresor Power =
kJ/kmol 6390 . 4
0,65
3.0154
= =
Umpan masuk = 3268.0188 kmol/jam
kmol/jam 3268.0188 x
detik/jam 3600
kJ/kmol 4.6390
kompresor Power =
C- 25
= 4.2112 kW = 3.1403 HP
Power kompresor total
= Power kompresor stage 1 + Power kompresor stage 2
= (4.4640 + 3.1403) HP
= 7.6043 HP
Dengan demikian power standar untuk kompresor 1 (C-01) sebesar 8 HP
RESUME
Kode : C-01
Fungsi : Menaikkan tekanan feed dari 1 atm menjadi 8 atm
Jenis : Kompresor centrifugal multi stage
Jumlah stage : 2
Power : 8 HP
4. VAPORIZER
Gas 384.78 K Steam
Cair 359,64 K Kondensat
Kode : V
Fungsi : Menguapkan campuran umpan toluene baik fresh feed maupun
recycle sebelum masuk kompresor
V
C- 26
Tujuan : 1. Menentukan tipe vaporizer yang digunakan
2. Menentukan bahan konstruksi vaporizer
3. Menentukan aliran fluida panas dan dingin
4. Menentukan dimensi vaporizer
5. Menghitung faktor kekotoran
6. Menghitung ∆P di shell dan tube
1. Menentukan tipe vaporizer yang digunakan
Dalam perancangan ini dipilih vaporizer jenis forced-circulation dengan
pertimbangan sebagai berikut :
- Harga Fluks (Q/A) > 12000 Btu/(hr)(ft
2
)
- ∆P rendah
- Luas perpindahan panas >200 ft
2
2. Menentukan bahan konstruksi yang digunakan
Dalam perancangan ini digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-283
grade C dengan pertimbangan :
- Mempunyai allowable working stress yang besar
- Harga relatif murah
- Fluida tidak korosif
3. Menentukan aliran fluida dalam vaporizer
Laju alir Toluene = 302.663,65 kg/jam = 667.252,283 lb/jam
Laju alir Steam = 60.653,465 kg/jam = 133.716,629 lb/jam
Dalam perancangan ini ditentukan :
C- 27
1. Reaktan campuran toluene (fluida dingin) di shell dengan pertimbangan :
- laju alirnya lebih besar dibandingkan laju alir steam
2. Steam (fluida panas) di tube dengan pertimbangan :
- laju alirnya lebih kecil debandingkan laju alir campuran toluene
4. Menentukan dimensi Vaporizer
Dari data neraca panas diperoleh :
- Beban panas : 124.212.231,0931 kJ/jam = 117.732.203,2 Btu/jam
Terdiri dari : Panas laten = 110.053.054,7 kJ/jam
= 104.311.696,9 Btu/jam
Panas sensibel = 14.159.176,35 kJ/jam
= 13.420.506,28 Btu/jam
- Fluida panas (steam)
T in (T
1
) : 443.15 K = 338
o
F
T out (T
2
) : 443.15 K = 338
o
F
- Fluida dingin (toluene)
T in (T
1
) : 359,64 K = 187,68
o
F
T out (T
2
) : 384,78 K = 233,20
o
F
a. Menghitung ∆t
mean
Terjadi proses preheating (p) dan vaporizing (v)
Preheating
C- 28
T
1
= 338
o
F T
2
= 338
o
F
t
2
= 233,20
o
F
t
1
= 187,68
o
F
( ) F 19 , 126
) 20 , 233 (338
7,68) 8 1 (338
ln
) 20 , 233 (338 7,68) 8 1 (338
o
p
=
÷
÷
÷ ÷ ÷
= At
Vaporizing
T
1
= 338
o
F T
2
= 338
o
F
t
2
= 233,20
o
F t
1
= 233,20
o
F
(∆t)v = 338 - 233,20 = 106,80
o
F
171 , 660 . 1125
106,80
28 , 13420506
t)v (
q
114 , 624 . 826
126,19
9 104311696,
t)p (
q
= =
A
= =
A

E(q/∆t) = 952.284,285
F 63 , 123
5 952.284,28
3,2 117.732.20
t) (q/
Q
Δt
o
mean
= =
A
=
¿
b. Menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan
Fluida dingin : toluene di shell
Fluida panas : steam di tube
Dari tabel 8 hal 840 Kern untuk sistem perpindahan panas antara steam
dengan light organic memiliki harga U
D
= 100-200 Btu / (jam)(ft
2
)(
o
F)
C- 29
Dalam perancangan ini harga U
D
ditrial = 198 Btu / (jam)(ft
2
)(
o
F) agar jumlah
tube tidak terlalu besar atau sekitar Nt = 1068.
c. Memilih jenis ukuran pipa
Dari tabel 10 hal 843 Kern, dipilih pipa dengan kriteria :
OD = ¾ in ao = 0,1963 ft
2
/ft
BWG = 16 ai = 0,1623 in
2
L = 23 ft ID = 0,62 in
d. Menghitung luas perpindahan panas (A)
2
LMTD D
ft 4833,984
) 197(123,63
3,2 117.732.20
T . U
Q
A = =
A
=
e. Menghitung jumlah pipa dan diameter shell
Jumlah pipa tube (Nt)
1071
23(0,1963)
4833,984
ao x L
A
Nt = = =
Dari tabel 9 hal 842 Kern dipilih heat exchanger dengan ketentuan :
Shell Tube
ID : 35 in Jumlah & panjang : 1068, 23’0”
Baffle space : 7 in OD,BWG : ¾ in, 16
Pass : 1 Pitch :15/16 in triangular
Pass :2
f Mengkoreksi harga U
D
Menghitung harga A terkoreksi
A terkoreksi = Nt x L x ao
= 1068 x 23 x 0,1963 = 4821,913 ft
2
Menghitung harga U
D
terkoreksi
C- 30
mean terkoreksi
D
t . A
Q
U
A
=
F) )( (jam)(ft Btu / 49 , 197
(123,63) (4821,913)
1,5 117.192.19
o 2
= =
Perhitungan fluida dingin (toluene) di shell
1) Luas aliran di dalam shell
T
s
P x 144
B x C' x ID
a =
Dalam hubungan ini C’ = jarak antar tube
= P
T
- OD = 15/16 - ¾ = 0,1875 in
2
s
ft 0,7292
15/16 x 144
7 x 0,1875 x 35
a = =
2) Menghitung kecepatan massa di shell
) (jam)(ft lb/ 845 , 088 . 915
0,7292
667252,283
as
Ws
Gs
2
= = =
3) Menghitung bilangan Reynold shell
Pada t
av
= (233,2 + 187,68)/2 = 210,44
o
F
Komponen kmol Xi μ Xi. μ
Toluene 3155.0060 0.9655298 0.2826 0.2729
Paraxylene 51.0583 0.0156254 0.2882 0.0045
Metaxylene 46.0978 0.0141074 0.2980 0.0042
Ortoxylene 15.4800 0.0047373 0.3450 0.0016
3267.6422 1.000000 0.2832

C- 31
(Reff : Carl L Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
μ camp = 0,2832 cp x 2,42 = 0,6853 lb/(jam)(ft)
Diameter ekivalen (De) = 0,55 in /12 = 0,0458 ft (fig.28 hal 838 Kern )
maka : 153 . 61
0,6853
5 915.088,84 x 0,0458
μ
De.Gs
Re
s
= = =
4) Menghitung ho
Dari fig 28 hal 838 Kern diperoleh J
H
=145
Pada t
av
= 210,44
o
F diperoleh :
Komponen kmol Xi k Xi.k
Toluene 3155.0060 0.9655298 0.0280 0.0271
Paraxylene 51.0583 0.0156254 0.0134 0.0002
Metaxylene 46.0978 0.0141074 0.0256 0.0004
Ortoxylene 15.4800 0.0047373 0.0255 0.0001
3267.6422 1.000000 0.0278

(Reff : Carl L Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
Harga konduktivitas panas campuran = 0,0278 W/(m.K)
= 0,0161 Btu/(hr)(ft
2
)(
0
f/ft)
Pada t
av
= 210,44
o
F
Komponen kmol Xi Cp
L
mean xi.Cp
L
BM Xi.BM
Toluene 3155.0060 0.9655 171.1595 165.2597 92.1410 88.9649
Paraxylene 51.0583 0.0156 151.1900 2.3624 106.1670 1.6589
Metaxylene 46.0978 0.0141 214.4164 3.0249 106.1670 1.4977
Ortoxylene 15.4800 0.0047 196.3933 0.9304 106.1670 0.5029
3267.6422 1.0000 733.1593 171.5773 92.6245
(Reff : Carl L Yaws,”Chemical Properties Handbook”)
Cp camp = 171,5773 kJ/(kmol.K), maka harga spesific heat :
C- 32
cp camp =
F lb
Btu
K kg
Btu
kg
kmol
x
kJ
Btu
x
K kmol
kJ
0
.
4425 , 0
.
7558 , 1
6245 , 92
1
9478 , 0
.
5773 , 171 = =
3
1
k

De
k
ho |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
H
J
F) )( (ft Btu /(jam) 6181 , 135
(0,0161)
) )(0,6853 (0,4425
0,0458
0,0161
. 145
o 2
3
1
=
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
=
Perhitungan fluida panas (steam) di tube
1) Menghitung flow area pipa
2 t
t
ft 1199 , 1
2 x 144
0,302 x 1068
n 144
' a Nt x
a = = =
2) Menghitung kecepatan massa dalam pipa
) t lb/(jam)(f 5081 , 400 . 119
1,1199
9 133.716,62
a
W
G
2
t
t
t
= = =
3) Menghitung bilangan reynold dalam pipa
Pada Ts = 338
o
F
Dari fig 15 hal 825 Kern diperoleh
µ = 0,015 cp = 0,0363 lb/(jam)(ft)
636 . 167
) 0368 , 0 (
) 5081 , 119400 )( 12 / 62 , 0 (
μ
G x ID
Re
t t
t
= = =
g. Menghitung clean overall coefficient untuk preheating (Up)
Untuk condensing steam hio = 1500 Btu/(jam)(ft
2
)(
o
F)
F) )( ft Btu/(jam)( 3733 , 124
6181 , 135 1500
135,6181 x 1500
h h
h x h
Up
o 2
o io
o io
=
+
=
+
=
C- 33
h. Menghitung clean surface yang diperlukan untuk preheating (Ap)
( )
2
ft 3172 , 6646
(124,3733)
826624,114 1
Ap = =
A
=
P p
p
U t
q
Perhitungan vaporisasi toluene di shell
Pada t
v
= 233,2
0
F
1) Menghitung bilangan Reynold di shell
Komponen kmol Xi μ Xi.μ
Toluene 3155.0060 0.9655298 0.2580 0.2491
Paraxylene 51.0583 0.0156254 0.2641 0.0041
Metaxylene 46.0978 0.0141074 0.2744 0.0039
Ortoxylene 15.4800 0.0047373 0.3144 0.0015
3267.6422 1.000000 0.2586
μ camp = 0,2586 cp x 2,42 = 0,6258 lb/(ft)(jam)
Dari fig.28 hal 838 Kern , De = 0,55 in /12 = 0,0458 ft maka :
972 . 66
0,6258
5 915.088,84 x 0,0458
μ
De.Gs
Re
s
= = =
2) Menghitung ho
Dari fig 28 hal 838 Kern diperoleh J
H
= 155
 Pada t
v
= 233,2
0
F
Komponen kmol Xi k Xi.k
Toluene 3155.0060 0.9655298 0.0275 0.0266
Paraxylene 51.0583 0.0156254 0.0137 0.0002
Metaxylene 46.0978 0.0141074 0.0251 0.0004
Ortoxylene 15.4800 0.0047373 0.0250 0.0001
3267.6422 1.000000 0.0273
C- 34
Konduktivitas panas campuran = 0,0273 W/(m.K) = 0,0158 Btu/(ft
2
)(
0
F/ft)
 Pada t
v
= 231,14
0
F
Komponen kmol Xi Cp
L
.mean xi.Cp
L
BM Xi.BM
Toluene 3155.0060 0.9655 174.1235 168.1215 92.1410 88.9649
Paraxylene 51.0583 0.0156 153.9174 2.4050 106.1670 1.6589
Metaxylene 46.0978 0.0141 217.4981 3.0683 106.1670 1.4977
Ortoxylene 15.4800 0.0047 199.2214 0.9438 106.1670 0.5029
3267.6422 1.0000 744.7604 174.5386 92.6245
Cp camp = 174,5386 kJ/(kmol.K)
cp camp =
F lb
Btu
K kg
Btu
kg
kmol
x
kJ
Btu
x
K kmol
kJ
0
.
4501 , 0
.
7860 , 1
6245 , 92
1
9478 , 0
.
5386 , 174 = =
3
1
H
k

De
k
ho |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
= J
F) )( (ft Btu /(jam) 139,6859
(0,0158)
)(0,6258) (0,4501
0,0458
0,0158
. 155
o 2
3
1
=
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
=
i. Menghitung clean overall coefficient untuk vaporizing (Uv)
Untuk condensing steam hio = 1500 Btu/(jam)(ft
2
)(
o
F)
F) )( ft Btu/(jam)( 7859 , 127
6859 , 139 1500
139,6859 x 1500
h h
h x h
Uv
o 2
o io
o io
=
+
=
+
=
j. Menghitung clean surface yang diperlukan untuk preheating (Ap)
( )
2
ft 9512 , 8808
(127,7859)
7 1125660,11 1
Av = =
A
=
Uv t
q
V
k. Menghitung clean overall coeeficient (Uc)
Total clean surface (Ac) = Ap + Av
= (1646,3172 + 8808,9512) ft
2
C- 35
= 9455,2684 ft
2
473 , 206
9455,2684
757 , 1125659 130 , 826599
Ac
. .
Ac
(U.A)
Uc =
+
=
+
= =
¿ Av Uv Ap Up
Cek maksimum fluks :
Total clean surface sebesar 9455,2684 ft
2
dimana 8808,9512 ft
2
untuk
penguapan. Total luas perpindahan panas yang dibutuhkan 4821,913 ft
2
.
Dengan demikian luas perpindahan panas untuk penguapan
sebesar : ft x 31 , 4492 913 , 4821
2684 , 9455
9512 , 8808
=
Fluks : Qv/Av = 104.311.696,9/ 4492,31= 23.220 Btu/(hr)(ft
2
)
Karena harga fluks > 12000 Btu/(hr)(ft
2
) untuk menguapkan bahan organik
maka pemilihan vaporizer dengan jenis forced-circulation benar.
(Reff: Kern, hal 459)
5. Menghitung faktor kekotoran (Rd)
0,00023
197,49) (206,473)(
7,49 9 1 473 , 206
.U U
U U
Rd
D C
D C
=
÷
=
÷
=
6. Menghitung pressure drop di shell dan tube
a. Menghitung ∆P di tube (∆Pt)
1) Untuk bilangan Reynold (Re
t
) = 167.636
Dari fig.26 hal 836 Kern diperoleh f = 0,00016 ft
2
/in
2
Dari tabel F.3 Smith Van Ness hal 816 diperoleh spesifik volume untuk
saturated steam pada Tsat = 388
0
F (Psat = 114,72 psia) = 3,888 ft
3
/lb
0,00412
62,5 x 3,888
1
s = =
C- 36
2) Menghitung ∆Pt
t
10
2
).D.s.φ (5,22.10
.L.n f.Gt
.
2
1
ΔPt =

1) (0,00412)( )(0,62/12) (5,22.10
(23)(2) 8) (119400,50 (0,000016)
.
2
1
10
2
=
= 0,47 psi
b. Menghitung ∆P di shell (∆Ps)
 Preheating zone
1) Bilangan Reynold (Re
s
) = 61.153
Dari fig 29 hal 839 didapat f = 0,00015 ft
2
/in
2
Dari tabel 8-1 Yaws pada T = 210,44
0
F untuk toluene diperoleh s = 0,9
2) Panjang preheating zone
|
.
|

\
|
=
Ac
Ap
L Lp
ft 3 , 17
8808,9512
6646,3172
x 3 2 = |
.
|

\
|
=
3) Menghitung ∆Ps
(N+1) = 12 (Lp / B) = 12 x (17,3 / 11) = 7
s
10
2
)De.s.φ (5,22.10
1) .Ds.(N f.Gs
ΔPs
+
=

) 1 )( 90 , 0 )( 12 / 55 , 0 )( 10 . 22 , 5 (
) 7 )( 12 / 35 ( ) 845 , 915088 )( 00015 , 0 (
10
2
=
= 1,19 psi
C- 37
 Vaporizing zone
1) Bilangan Reynold (Re
s
) = 66.972
Dari fig 29 hal 839 didapat f = 0,0014 ft
2
/in
2
Dari tabel 8-1 Yaws pada T = 233,2
o
F untuk toluene diperoleh s = 0,87
2) Panjang vaporizing zone
Lv = 18 – Lp = 18 – 17,3 = 0,7 ft
3) Menghitung ∆Ps
(N+1) = 12 (Lv / B) = 12 x (0,7 / 11) = 0,764
s
10
2
)De.s.φ (5,22.10
1) .Ds.(N f.Gs
ΔPs
+
=

) 1 )( 87 , 0 )( 12 / 55 , 0 )( 10 . 22 , 5 (
) 1 )( 12 / 35 ( ) 845 , 915088 )( 0014 , 0 (
10
2
=
= 1,64 psi
∆Ps total = 1,19 + 1,64 = 2,83 psi
SUMMARY
Shell side(fluida dingin) Tube side(fluida panas)
Toluene Steam
C- 38
135,62 / 139,69 h (Btu/jam.ft
2
.
o
F) 1500
U
C
= 206,473 Btu/jam.ft
2
.
o
F
U
D
= 197,49 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Rd = 0,00023 (hr)(ft
2
)(
0
F)/Btu
2,83 ∆P perhitungan (psi) 0,47
5 ∆P diijinkan (psi) Diabaikan
5. MENARA DESTILASI
F D
W
Kode : D-02
Fungsi : memisahkan produk xylene dari komponen-komponen lainnya.
Tujuan : - Menentukan jenis kolom
- Menentukan bahan konstruksi kolom
- Menghitung jumlah plate
- Menentukan lokasi umpan
- Menentukan dimensi kolom
C- 39
1. Menentukan Jenis Kolom
Dalam perancangan ini dipilih jenis tray dengan pertimbangan :
- Perkiraan awal diameter kolom > 3 ft
- Campuran tidak bersifat korosif
- Rentang batas laju alir yang cukup besar tanpa menimbulkan
flooding
Jenis tray yang digunakan adalah sieve tray dengan pertimbangan :
- Kapasitas uap dan cairannya besar
- Pressure drop rendah, efisiensi tinggi
- Lebih ringan, murah dan mudah pembuatannya
- Operasi stabil
2. Menentukan Bahan Konstruksi Kolom
Dipilih bahan konstruksi jenis carbon steel SA-285 Grade C, dengan
pertimbangan :
- Mempunyai allowable working stress yang besar, sehingga untuk
kapasitas yang sama memerlukan ketebalan bahan yang tipis
- Harga relatif murah
3. Menghitung Jumlah Plate
Untuk menghitung jumlah plate digunakan metode shortcut
C- 40
Menghitung efisiensi tray kolom destilasi
Untuk menghitung efisiensi tray kolom destilasi digunakan korelasi O’Connel
Light Key Component (LK) = Toluene
Heavy Key Component (HK) = Paraxylene
Suhu puncak kolom = 383,79 K
Suhu dasar kolom = 427,97 K
Suhu rata-rata kolom = 407,88 K
♠ Menghitung viskositas umpan pada T = 407,88 K
Komponen kmol Xi μi (cp) μi.Xi
Toluene 2170.8508 0.7987 0.2857 0.2282
Benzene 0.0038 0.0000 0.2637 0.0000
Paraxylene 462.7461 0.1702 0.2912 0.0496
Metaxylene 64.7708 0.0238 0.0000 0.0000
Ortoxylene 19.7277 0.0073 0.3488 0.0025
2718.0991 1.0000 0.2803
(Sumber : Yaws, tabel 22-1)
α
D
= (LK/HK)
D
= (K
TOL
/K
PX
)
D
= 1.0001/0.4488 = 2.2284
α
B
= (LK/HK)
B
= (K
TOL
/K
PX
)
B
= 2.0154/1.0053 = 2.0048
α
avg
= (α
D x
α
B
)
0,5
= 2.1136
α
avg .
μ
avg
= 0.5925
Dari Fig. 13.5, hal 510, Ernest J. Henley, “Equilibrium-Stage Separation
Operation in Chem Eng”, diperoleh efisiensi kolom sebesar ; Eo = 0,60.
C- 41
Menghitung jumlah plate ideal
Dari perhitungan neraca panas diperoleh harga Rmin dan R berturut-turut
sebesar 1,0147 dan 1,2684
0,1118
1 2684 , 1
1,0147 2684 , 1
1 R
Rmin R
=
+
÷
=
+
÷
Dari fig.12.12 (Gilliland Correlation), hal 453, Ernest J. Henley,
“Equilibrium-Stage Separation Operation in Chem Eng”, diperoleh harga
(N-Nmin)/(N+1) sebesar 0,23.
Harga Nmin diperoleh dari persamaan Fenske :
22
2.1136 log
00042 . 0
845165 . 0
000118 . 0
99988 . 0
log
α log
Xlk
Xhk
Xhk
Xlk
log
Nmin
avg
B D
=
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
x
Lalu harga Nmin dimasukkan ke persamaan berikut :
23 , 0
1
min
=
+
÷
ideal
ideal
N
N N
Maka akan diperoleh jumlah plate ideal (N
ideal
) = 29 plate ideal.
Menghitung Jumlah Plate Aktual
48
0,60
29
Eo
ideal N
aktual N = = =
Karena digunakan reboiler parsial maka jumlah plate aktual kolom = 47 plate.
C- 42
4. Menentukan Lokasi Umpan
10
1136 . 2 log
7987 . 0
1702 . 0
0.000118
0.99988
log
α log
Xlk
Xhk
Xhk
Xlk
log
feed min, N
avg
F D
=
(
¸
(

¸

=
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
x
0,23
1 feed N
feed min, N feed N
=
+
÷
N
ideal
feed = 13 tray ideal dari puncak kolom.
22
0,60
13
Eo
feed N
feed , N
ideal
aktual
= = = tray dari puncak kolom
5. Menentukan Dimensi Kolom
Penentuan diameter seksi atas menara
♠ Menghitung densitas cairan
T = 383,79 K P = 1 atm
Komponen Kmol X
D
BM ρ (g/ml) X
D
. BM X
D

Toluene 2171.2570 0.999880 92.114 0.779564 92.102953 0.779471
Benzene 0.0038 0.000002 78.1140 0.780888 0.000138 0.000001
Paraxylene 0.256576902 0.000118 106.167 0.780867 0.012544 0.000092
2171.5174 1.000000 92.115636 0.779564
Densitas cairan (ρ
L
)= 779.564 kg/m
3
♠ Menghitung densitas uap
T = 383,79 K P = 1 atm
Komponen X
D
Tc (K) Vc (cm3/mol) Zc ω
Toluene 0.999880 591.79 315.8 0.264 0.264
C- 43
Benzene 0.000002 562.16 258.9 0.271 0.211
Paraxylene 0.000118 616.26 379.1 0.26 0.326
1.000000

(Sumber : Yaws, Tabel 1-1)
Komponen X
D
X
D
.Tc X
D
.Vc X
D
.Zc X
D

Toluene 0.999880 591.7190 315.7621 0.26396834 0.26396834
Benzene 0.000002 0.0010 0.0005 4.7929E-07 3.73174E-07
Paraxylene 0.000118 0.0728 0.0448 3.072E-05 3.85187E-05
1.000000 591.7928 315.8074 0.26399954 0.264007232
( )
atm 40.596
315.807
793 . 591 264 . 0 06 . 82
V X
T Z X R
mix Pc,
C D
mix C, C D
= =
·
· ·
=
¿
¿ ·
x x
1,0040 B B
Tc R
Pc B
9213 . 0
0,1622
0,172
0,139
T
0,172
0,139 B
0,7608
0,451
0,422
0,083
T
0,422
0,083 B
0,6485
K 591.793
K 383,79
mix Tc,
T
mix Tr,
0,0246
atm 40.596
atm 1
mix Pc,
P
mix Pr,
1 0
4,2
r
1
1,6
r
0
÷ = · + =
·
·
÷ = ÷ = ÷ =
÷ = ÷ = ÷ =
= = =
= = =

3
v
3
kg/m 0407 . 3
V'
1
ρ
/kg m 0,3289
1156 . 2 9 1
79 . 83 3 0,08206 0,9619
BMmix P
T R Z
V'
0,9619
Tr
Pr
Tc R
Pc B
1 Z
= =
= =
·
· ·
=
= |
.
|

\
|
·
·
+ =
x
x x
♠ Menghitung laju alir volumetric
D = 2171.5174 kmol/jam R = 1.2684
Lo = 2754.3523 kmol/jam V = 4925.8697 kmol/jam
C- 44
/detik m 392 , 1 4
3600 0407 , 3
1156 , 92 8697 . 4925
ρ
BM V
Q
/detik m 0902 , 0
3600 564 , 779
1156 , 92 3523 , 2754
ρ
BM Lo
Q
3
V
MIX
V
3
L
MIX
L
= =
·
=
= =
·
=
x
x
x
x
♠ Menghitung konstanta flooding
Parameter aliran F
LV
dihitung dengan persamaan :
0348 . 0
ρ
ρ
Q
Q
F
0,5
V
L
V
L
LV
=
(
¸
(

¸

=
Karena F
LV
<< 0,1 ,maka digunakan harga F
LV
= 0,1 .Untuk menghitung
konstanta flooding (Cf) digunakan persamaan :
0,2
LV
0,02
σ
β
F
1
log α Cf |
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ · = (Reff :Treybal, pers 6.30, hal 167)
Asumsi diameter kolom = 4 - 10 ft , maka tray spacing (ts) = 24 in = 0.6096 m
(Reff :Treybal, tabel 6.1,hal 162)
α = 0,0744 ts + 0,01173 = 0,0571
β = 0,0304 ts + 0,015 = 0,0335 (Reff :Treybal, tabel 6.2,hal 169)
♠ Prediksi tegangan muka campuran
Komponen n X
D
omega X
D
. omega
Toluene 2171.2570 0.9999 27.8705 27.8671
Benzene 0.0038 0.0000 27.1103 0.0000
Paraxylene 0.2566 0.0001 29.3830 0.0035
2171.5174 1.0000 27.8707

(Reff : Carl L.Yaws)
Tegangan permukaan campuran (σ
camp
) = 27,8707 dyne/cm = 0,0279 N/m
498 , 0
02 , 0
0279 , 0
0382 , 0
0348 , 0
1
log 0684 , 0
2 , 0
= |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+ = x Cf
C- 45
Maka harga Cf = 0,498
♠ Menghitung kecepatan flooding
det / 951 , 7
ρ
ρ ρ
Cf Vf
0,5
V
V L
m =
|
|
.
|

\
| ÷
= (Reff :Treybal, pers 6.29, hal 163)
Dalam perancangan ini prosentase flooding diambil sebesar 80% (non-
foaming liquids ), maka :
Vf’ = 7,951 . 0,8 = 6,361 m/detik
♠ Menghitung luas permukaan aktif
An = Qv/Vf’ = 41,392/6,361 = 6,507 m
2
Dari Treyball, table 6-1 dirancang panjang weir = 0,7D (cross-flow trays),
sehingga luas satu downspout sebesar 8,808 % dari luas penampang sirkular
kolom (At), maka:
2
m 136 , 7
08808 . 0 1
6,507
downspout 1
An
At =
÷
=
÷
=
 Menghitung diameter puncak menara
D = (4.At/π)
0,5
= [4.(7,136)/π]
0,5
= 3,014 m = 9,889 ft
Penentuan Diameter Seksi Bawah Menara
♠ Menghitung densitas cairan
T = 427.965 K P = 1.5 atm
Komponen kmol Xw
ρ (g/ml) Xw.ρ
Toluene 0.2300 0.000420 0.729941627 0.000306855
Paraxylene 462.4894741 0.845165 7.3642E-01 0.622399104
Metaxylene 64.7708 0.118364 7.4108E-01 0.087716844
Ortoxylene 19.7277 0.036051 1.0271E+00 0.037026226
547.2180 1.000000 0.747449028
C- 46
Densitas cairan (ρ
L
) = 747,449 kg/m
3
♠ Menghitung densitas uap
T = 427.965 K P = 1.5 atm
Komponen Tc (K) Vc (cm
3
/mol) Zc ω BM (mol/g)
Toluene 591.790 315.800 0.264 0.264 92.114
Paraxylene 616.260 379.100 0.260 0.326 106.167
Metaxylene 617.050 375.800 0.259 0.326 106.167
Ortoxylene 630.370 369.200 0.263 0.313 106.167
Komponen Xw Xi.Tc X
W
.Vc X
W
.Zc X
W
.ω X
W
.BM
Toluene 0.00042 0.24878 0.13276 0.00011 0.00011 0.0387231
Paraxylene 0.84516 520.84136 320.40204 0.21974 0.27552 89.728628
Metaxylene 0.11836 73.03637 44.48111 0.03066 0.03859 12.566327
Ortoxylene 0.03605 22.72540 13.30999 0.00948 0.01128 3.8274143
1.00000 616.85190 378.32589 0.25999 0.32551 106.16109
( )
atm 772 . 4 3
V X
T Z X R
mix Pc,
C W
mix C, C
=
·
· ·
=
¿
¿ W
0,6938
K 616.8519
K 427.965
mix Tc,
T
mix Tr,
0,0431
atm 34,772
atm 1,5
mix Pc,
P
mix Pr,
= = =
= = =
0,8891 B ω B
Tc R
Pc B
0,6597
0,69379
0,172
0,139
T
0,172
0,139 B
0,6744
0,69379
0,422
0,083
T
0,422
0,083 B
1 0
4,2
r
1
1,6
r
0
÷ = · + =
·
·
÷ = ÷ = ÷ =
÷ = ÷ = ÷ =
3
v
3
kg/m 8030 . 4
V'
1
ρ
/kg m 0,2082
1611 . 06 1 1,5
427.965 0,082 x 0,94470
BMmix P
T R Z
V'
0,9448
Tr
Pr
Tc R
Pc B
1 Z
= =
= =
·
· ·
=
= |
.
|

\
|
·
·
+ =
x
x
C- 47
♠ Menghitung laju alir volumetric
F = 2718.0991 kmol/jam V = 4925.8697 kmol/jam
V’ = V – F = 2207.7706 kmol/jam L’ = Lo + F = 5472,4514
kmol/jam
/detik m 530 . 3 1
3600 803 , 4
1611 , 106 7706 , 2207
ρ
BM V'
Q
/detik m 0,2155
3600 449 , 747
1611 , 106 4514 , 5472
ρ
BM L'
Q
3
V
mix
V
3
L
mix
L
= =
·
=
= =
·
=
x
x
x
x
♠ Menghitung konstanta flooding
Parameter aliran F
LV
dihitung dengan persamaan :
0,1000
ρ
ρ
Q
Q
F
0,5
V
L
V
L
LV
=
(
¸
(

¸

=
F
LV
= 0,1, maka untuk menghitung konstanta flooding (Cf) digunakan
persamaan :
0,2
LV
0,02
σ
β
F
1
log α Cf |
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ · = (Reff :Treybal, pers 6.30, hal 167)
Asumsi diameter kolom = 10 - 12 ft , maka tray spacing (ts) = 30 in = 0.762 m
(Reff :Treybal, tabel 6.1,hal 162)
α = 0,0744 ts + 0,01173 = 0,0684
β = 0,0304 ts + 0,015 = 0,0382 (Reff :Treybal, tabel 6.2,hal 169)
♠ Prediksi tegangan muka campuran
Komponen kmol Xw omega X
W
.omega
Toluene 0.2300 0.000420 22.2051 0.0093
Paraxylene 462.4894741 0.845165 24.1010 20.3693
Metaxylene 64.7708 0.118364 24.5400 2.9046
Ortoxylene 19.7277 0.036051 25.4344 0.9169
C- 48
547.2180 1.000000 24.2002
Tegangan permukaan campuran (σ camp) = 24,2002 dyne/cm = 0,024 N/m
159 , 0
02 , 0
024 , 0
0382 , 0
1 , 0
1
log 0684 , 0
2 , 0
= |
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
+ |
.
|

\
|
= x Cf
Maka harga Cf = 0.159
♠ Menghitung kecepatan flooding
975 , 1
ρ
ρ ρ
Cf Vf
0,5
V
V L
=
|
|
.
|

\
| ÷
= (Reff :Treybal, pers 6.29, hal 163)
Dalam perancangan ini prosentase flooding diambil sebesar 80%, maka :
Vf’ = 1,975 x 0,8 = 1,580 m/detik
♠ Menghitung luas permukaan aktif
An = Qv/Vf’ = 13,530 / 1,580 = 8,563 m
2
Dari Treyball, table 6-1 dirancang panjang weir = 0,7D , sehingga luas satu
downspout sebesar 8,808% dari luas penampang sirkular kolom (At), maka :
2
m 390 , 9
0,08808 1
8,563
downspout 1
An
At =
÷
=
÷
=
 Menghitung diameter dasar menara
D = (4.At / π )
0,5
= [4.(9,390) / π ]
0,5
= 3,458 m = 11,344 ft
Menentukan Tebal Shell (ts)
 Menghitung tebal shell bagian puncak menara
Bahan konstruksi shell yang dipilih adalah karbon steel tipe SA-283 Grade C
dengan spesifikasi :
C- 49
Allowable stress (f) = 12650 psi
Efisiensi pengelasan (E) = 0,85
Faktor korosi (C) = 0,125 in
Persamaan yang digunakan :
C
P 0,6 E f
r P
ts +
· ÷ ·
·
=
P = 1,1 x P operasi = 1.1 x 1 atm . (14,696 psi/ 1 atm) = 16,166 psi
Diameter puncak menara = 9,889 ft x (39,37 in/3,281 ft) = 118,661 in
Jari-jari menara (r) = D/2 = 118,661 in / 2 = 59,331 in
Sehingga :
in 214 , 0 0,125
6996 . 9 10752,5
959,1383
ts = +
÷
=
maka digunakan tebal shell standar ¼ in.
 Menghitung tebal shell bagian bawah
Bahan konstruksi shell yang dipilih adalah karbon steel tipe SA-283 Grade C
dengan spesifikasi :
Allowable stress (f) = 12650 psi
Efisiensi pengelasan (E) = 0,85
Faktor korosi (C) = 0,125 in
Persamaan yang digunakan :
C
P 0,6 E f
r P
ts +
· ÷ ·
·
=
P = 1,1 . P operasi = 1,1 . 1,5 atm . (14,696 psi/ 1 atm) = 24,2484 psi
Diameter dasar menara = 11,344 ft. (39,37 in/3,281 ft) = 136,121 in
C- 50
Jari-jari menara (r) = D/2 = 136,121 in /2 = 68,061 in
Sehingga :
in 0,2787 0,125
5490 , 14 10752,5
1650,370
ts = +
÷
=
maka digunakan tebal shell standar 5/16 in.
Menentukan tebal head (th)
 Menghitung tebal head puncak
Bahan yang digunakan sama dengan bahan yang digunakan untuk shell,
karena tekanan kurang dari 200 psi, maka dipilih head jenis torispherical
dished head (Brownell, hal 88).
(OD)s = (ID)s + 2.ts
= 59,331 in + 2 ( ¼ in ) = 59,831 in
Dari Brownell, table 5.7 hal 89, digunakan :
OD standar = 60 in ts = ¼ in
Icr =3 ¼ in rc = 54
Icr/rc = 0,0602
Karena icr/rc > 6 % maka digunakan persamaan 7.76 dan 7.77 dari Brownell
hal 138. Dalam hal ini :
W = factor intensifikasi stress
= | | in 769 , 1 076 , 4 3 0,25
icr
rc
3
4
1
0,5
= + =
(
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
+ x
sehingga :
C- 51
in 0,197 0,125
2331 , 3 21505
1544,316
C
P 0,2 E f 2
W rc P
th = +
÷
= +
· ÷ · ·
· ·
=
diambil tebal head standar ¼ in
 Menghitung tebal head bawah
Bahan yang digunakan sama dengan bahan yang digunakan untuk shell,
karena tekanan kurang dari 200 psi, maka dipilih head jenis torispherical
dished head (Brownell, hal 88).
(OD)s = (ID)s + 2.ts
= 68,061 in + 2( 5/16 in ) = 68,686 in
Dari Brownell, table 5.7 hal 89, digunakan :
OD standar = 72 in ts = ¼ in
icr =
8
2
4
in rc = 72
icr/rc = 0,059
Karena icr/rc > 6% maka digunakan persamaan 7.76 dan 7.77 dari Brownell
hal 138. Dalam hal ini :
W = factor intensifikasi stress
W = | | in 779 , 1 970 , 3 3 0.25
icr
rc
3
4
1
0,5
= + =
(
(
¸
(

¸

|
.
|

\
|
+ x
sehingga
in 0,144 0,125
850 , 4 21505
3105,914
C
P 0,2 E f 2
W rc P
th = +
÷
= +
· ÷ · ·
· ·
=
diambil tebal head standar 3/16 in
C- 52
Menentukan tinggi menara destilasi
 Menghitung tinggi head puncak menara
Dari Brownell, table 5.6, hal 88 diperoleh :
Untuk th = ¼ in,maka diambil standar straight flange (sf) = 1,5 – 3 in.
Diambil sf = 3 in
AB = (ID/2) – icr = (59,331 /2) – 3 ¼ = 26,416 in
BC = rc – icr = 54 – 3 ¼ = 50,75 in
b = rc – (BC
2
– AB
2
)
0,5
= 54 – (50,75
2
– 26,416
2
)
0,5
= 10,667 in
tinggi head = b + th + sf = 10,667 + ¼ + 3 = 13,917 in
= 13,917 in. (1 m / 39,3701 in) = 0,353 m
 Menghitung tinggi head dasar menara
Dari Brownell, table 5-6, hal 88 diperoleh :
Untuk th = 3/16 in,maka diambil standar straight flange (sf) = 1,5 - 2 in.
Diambil sf =2 in
AB = (ID/2) – icr = (68,061 /2) –
8
2
4
= 29,781 in
BC = rc – icr = 72 –
8
2
4
= 67,75 in
b = rc – (BC
2
– AB
2
)
0,5
= 72– (67,75
2
– 29,781
2
)
0,5
= 11,146 in
tinggi head = b + th + sf = 11,146 + 3/16 + 2 = 13,334 in
= 13,334 in . (1 m / 39,3701 in) = 0,339 m
C- 53
Menentukan tinggi menara total
H = (Σth) + (( Nakt
seksi atas
– 1).ts
seksi atas
) + (Nakt
seksi bawah
. ts
seksi bawah
)
Dalam hubungan ini :
th = tinggi head
ts = tray spacing
Nakt = jumlah plate / tray actual
Maka tinggi menara :
H = (13,917 + 13,334) + ((22-1) x 24 in) + (25 x 30 in)
H = (27,251 + 1254) in . (1 m / 39,3701 in) = 32,544 m
C- 54
RESUME
Kode : D-02
Fungsi : Memisahkan produk xylene dari komponen lain
Jenis menara : Tray Tower (Sieve Tray)
Bahan konstruksi : Carbon Steel SA 283 grade C
Jumlah plate actual : 47 buah
Lokasi umpan masuk : Plate ke-22 dari puncak
Rmin : 1,0147
R : 1,2684 (pendingin air)
Kondisi operasi menara
Kondisi umpan : suhu : 370,75 K
tekanan : 1,2 atm
Kondisi atas kolom : suhu : 383,79 K
tekanan : 1 atm
Kondisi bawah kolom : suhu : 427,97 K
tekanan : 1,5 atm
Dimensi kolom
Tinggi menara : 32,544 m
a. Seksi atas menara b. Seksi bawah menara
Diameter : 3,014 m Diameter : 3,458 m
Tebal shell : ¼ in Tebal shell : 5/16 in
Tebal head : ¼ in Tebal head : 3/16 in
Tinggi head : 13,917 in Tinggi head : 13,334 in
Tray spacing : 24 in Tray spacing : 30 in
C- 55
6. KONDENSOR
Gas 383,79 K Air pendingin keluar
Cair 383,79 K Air pendingin masuk
Kode : CD-02
Fungsi : Mengembunkan hasil atas menara destilasi (D-02)
Tujuan : 1. Menentukan tipe kondensor
2. Menentukan bahan konstruksi
3. Menentukan spesifikasi shell dan tube
1. Menentukan tipe kondensor
Kondensor yang dipilih adalah horizontal kondensor dengan pertimbangan :
- Mempunyai overall heat transfer coefficient yang relatif lebih besar bila
dibandingkan dengan vertical kondensor
- Maintenance dan struktur pendukung reatif mudah dan biayanya murah.
2. Menentukan bahan konstruksi
Dipilih bahan konstruksi jenis carbon steel SA-283 grade C dengan
pertimbangan :
- Mempunyai allowable working stress yang besar
- Harga relatif murah
CD-02
C- 56
3. Menentukan spesifikasi shell dan tube
Dari neraca panas didapatkan data sebagai berikut :
Beban panas kondensor : 147.035.551,9627 kJ/jam = 139.364.854,2 Btu/jam
Jumlah air pendingin : 2.342.766,461 kg/jam = 5.164.862,94 lb/jam
Jumlah uap yang akan diembunkan : 200030,41 kg /jam = 440.987,042 lb/jam
a. Menghitung ∆T
LMTD
Fluida Panas
(
0
F)
Fluida dingin
(
0
F)
Selisih
(
0
F)
249,42 Suhu tinggi 113 136,42
249,42 Suhu rendah 86 163,42
0 Selisih 27 27
F 51 , 49 1
136,42
163,42
ln
27
ΔT
o
LMTD
=
|
.
|

\
|
=
suhu rata-rata (ta) = (113+86) / 2 = 99,5
o
F
b. Menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan
Dari tabel 8 hal 840 Kern untuk sistem perpindahan panas antara light
organic dengan air memiliki harga U
D
= 75-150 Btu / (jam)(ft
2
)(
o
F)
Dalam perancangan ini dipilih harga U
D
= 148 Btu / (jam)(ft
2
)(
o
F)
c. Memilih jenis ukuran pipa
Dari tabel 10 hal 843 Kern, dipilih pipa dengan kriteria :
OD = ¾ in ao = 0,1963 ft
2
/ft
BWG = 16 at’ = 0,302 in
2
L = 23 ft ID = 0,620 in
C- 57
d. Menghitung luas perpindahan panas (A)
2
LMTD D
ft 27 , 6298
) 148(149,51
4,2 139.364.85
T . U
Q
A = =
A
=
e Menghitung jumlah pipa dan diameter shell
Jumlah pipa tube (Nt)
1394
(0,1963) 23
6298,27
L.ao
A
Nt = = =
Dari tabel 9 hal 841 Kern dipilih heat exchanger dengan ketentuan :
Shell Tube
ID : 39 in Jumlah & pjg pipa tube : 1377, 23’0”
Pass : 1 OD,BWG : ¾ in, 16
Pitch :15/16 in triangular
Pass :1
f Mengkoreksi harga U
D
Menghitung harga A terkoreksi
A terkoreksi = Nt x L x ao
= 13770 x 23 x 0,1963 = 6217,02 ft
2
Menghitung harga U
D
terkoreksi
LMTD terkoreksi
D
T . A
Q
U
A
=
F) )( (jam)(ft Btu / 49 1
149,51) (6217,02)(
4,2 139.364.85
o 2
= =
C- 58
g. Perhitungan fluida dingin di tube
1) Menghitung flow area pipa
2
ft 887 , 2
1 x 144
0,302 x 1377
n 144
at' Nt x
at = = =
2) Menghitung kecepatan massa dalam pipa
) t lb/(jam)(f 667 , 620 . 721 . 1
2,887
94 5.164.862,
at
Wt
Gt
2
= = =
fps 65 , 7
62,5 x 3600
667 1.721.620,
3600.
Gt
V = = =

3) Menghitung bilangan reynold dalam pipa
Pada Ta = 99,5
o
F
µ = 0,75 cp = 1,815 lb/(jam)(ft) (Fig 14 hal 823, Kern)
395 . 105
) 815 , 1 (
) 71 , 410 . 702 . 3 )( 12 / 62 , 0 (
μ
Gt IDt x
Re
t
= = =
4) Menghitung harga hi dan hio
hi = 1740 (fig 25 hal 835, Kern)
F) )( ft Btu/(jam)( 4 , 438 1
0,75
0,62
x 1740
OD
ID
x h h
o 2
i io
= = =
h. Perhitungan fluida panas di shell
1) Luas aliran di dalam shell
T
s
P x 144
B x C' x ID
a =
Dalam hubungan ini C’ = jarak antar tube
= P
T
- OD = 15/16-0,75 = 0,1875 in
Asumsi baffle space max = 39 in = ID shell
C- 59
2
s
ft 1125 , 2
(15/16) x 144
39 x 0,1875 x 39
a = =
2) Menghitung kecepatan massa di shell
) (jam)(ft lb/ 846 , 701 . 208
2,1125
2 440.987,04
as
Ws
Gs
2
= = =
t) lb/(jam)(f 537 , 58 1
(23)(1330)
2 440.987,04
L.Nt
W
G"
3
2
3
2
= = =
Asumsi h =ho = 200 Btu/jam.ft
2
.
o
F
ta) (Tv
ho hio
ho
ta tw ÷
+
+ =
F 117,8 ) 5 , 9 9 (249,42
00 2 4 , 438 1
200
5 , 9 9
o
= ÷
+
+ =
F 183,61
2
117,8 249,42
2
tw) (Tv
t
o
f
=
+
=
+
=
Menghitung konduktivitas panas pada tf = 183,61
0
F = 357,23 K
Komponen kmol Xi k Xi.k
Toluene 2171.2570 0.999880 0.0287 0.0287
Benzene 0.0038 0.000002 0.0277 0.0000
Paraxylene 0.2565769 0.000118 0.0131 0.0000
2171.5174 1.000000 0.0287
(Reff: Carl L. Yaws, tabel 24-1)
k
f
= 0,0287 W/(m.K) = 0,0166 Btu/(jam)(ft
2
)(
o
F/ft)
s
f
= 0,90 (Tabel 6 hal 808 Kern)
Menghitung viskositas pada tf = 183,61
0
F = 357,23 K
Komponen kmol Xi μ Xi. μ
Toluene 2171.2570 0.999880 0.3166 0.316572078
Benzene 0.0038 0.000002 0.2988 5.28447E-07
Paraxylene 0.2565769 0.000118 0.3231 3.81733E-05
2171.5174 1.000000 0.31661078
(Reff: Carl L. Yaws, tabel 22-1)
µ
f
= 0,3166 cp x 2,42 = 0,766 lb/(ft)(jam)
C- 60
Dari persamaan 12.42 hal 266 atau fig. 12.9 hal267, Kern
3
1
f
3
1
2
f
2
f
3
f
μ
4G"
.1,5
μ
.g .ρ k
h
÷
|
|
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
=
Dalam hubungan ini :
g = 4,18 x 10
8
ft/jam
2
µ = sf x 62,5 = 62,5
Diperoleh h = ho = 190
Harga h yang diperoleh dari perhitungan berbeda dengan harga h asumsi.
Untuk mendapatkan harga h yang tepat dengan asumsi, maka h yang diperoleh
dari perhitungan dijadikan harga asumsi h yang baru sehingga diperoleh tw
dan tf yang berbeda. Tetapi hal ini tidak perlu dilakukan karena pada harga tw
dan tf yang bedanya relatif kecil, sifat fisis kondensat relatif sama (kf,µf,µf
sama) sehingga harga h yang diperoleh dari perhitungan ini dapat langsung
digunakan.
i. Menghitung clean overall coefficient (Uc)
F) )( ft Btu/(jam)( 83 , 167
190 1438,4
190 x 1438,4
h h
h x h
Uc
o 2
o io
o io
=
+
=
+
=
j. Menghitung faktor kekotoran (Rd)
0,00075
149 x 167,8
149 167,8
.U U
U U
Rd
D C
D C
=
÷
=
÷
=
C- 61
k. Menghitung pressure drop di tube (∆P
T
)
Untuk Re = 105394
Dari fig 26 hal 836 Kern didapat f = 0,00014

t .D.s. 5,22.10
.L.n f.Gt
ΔPt
10
2

=
psi 54 , 3
(0,9)(1) )(0,62/12) (5,22.10
(23)(1) 667) 1.721.620, (0,00014)(
10
2
= =

|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
2.g'
V
s
4n
ΔP
2
r
psi 58 , 1
144
62,5
32,2 x 2
65 , 7
1
1 x 4
2
= |
.
|

\
|
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=

∆P
T
= ∆Pt + ∆Pr
= 3,54 + 1,58 = 5,12 psi
l. Menghitung pressure drop di tube (∆Ps)
Pada Tv = 249,42
o
F
Komponen kmol Xi μ Xi.μ
Toluene 2171.2570 0.999880 0.2598 0.259813723
Benzene 0.0038 0.000002 0.2355 4.16532E-07
Paraxylene 0.2565769 0.000118 0.2659 3.14151E-05
2171.5174 1.000000 0.259845555
(Reff: Carl L. Yaws, tabel 22-1)
µ
vapor
= 0,2598 x 2,42 = 0,626 lb/(ft)(jam)
De = 0,55 /12 = 0,0458 ft (fig 28 hal 838, Kern)
946 . 207
0458 , 0
) 846 , 701 . 208 )( 0458 , 0 (
μ
De.Gs
Re
s
= = =
C- 62
f = 0,00012 (fig 29 hal 839, Kern)
Jumlah crosses = N+1 = L
tube
/ B = 7
BM = 92,1156 g/ml
P puncak kolom = 1 atm = 14,7 psia
2
lb/ft 0,1780
14,7
14,7
460 32
460 42 , 49 2
359
92,1156
ρ =
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+
+
=
s = 0,178 / 62,5 = 0,028
ft 25 , 3
12
39
IDs = =
De.s 5,22.10
1) .IDs(N f.Gs
.
2
1
ΔPs
10
2
+
=
psi 89 , 0
0,028) )(0,0458)( (5,22.10
(3,25)(7) ) 208701,846 (0,00012)(
.
2
1
10
2
= =
SUMMARY
Shell side (fluida panas) Tube side (fluida dingin)
Toluene Air
190 h outside (Btu/jam.ft
2
.
o
F) 1438,4
U
C
= 167,83 Btu/(jam.ft
2
.
o
F)
U
D
= 149 Btu/(jam.ft
2
.
o
F)
Rd = 0,00075 (hr)(ft
2
)(
0
F)/Btu
0,89 ∆P perhitungan (psi) 5,12
2,0 ∆P diijinkan (psi) 10,0
C- 63
7. REBOILER
Kode : RB-02
Fungsi : Menguapkan kembali hasil bawah menara destilasi (D-02)
Tujuan :1. Menentukan tipe reboiler
2. Menentukan bahan konstruksi
3. Menentukan spesifikasi shell dan tube
1. Menentukan tipe reboiler
Reboiler yang dipilih adalah forced-circulation reboiler dengan pertimbangan
- Harga flux (Q/A) reboiler ini > 12.000 Btu/(hr)(ft
2
)
- Tergolong sebagai reboiler parsiil
2. Menentukan bahan konstruksi
Dipilih bahan konstruksi jenis Carbon Steel SA-283 grade C dengan
pertimbangan :
- Mempunyai allowable working stress yang besar
- Harga relatif murah
C- 64
3. Menentukan spesifikasi shell dan tube
Dari neraca panas didapatkan data sebagai berikut :
Beban panas reboiler = 172.474.765,941 kJ/jam = 163.476.929,8 Btu/jam
Jumlah steam jenuh = 103806,66 kg/jam = 228.852,1626 lb/jam
a. Menghitung ∆T
LMTD
Produk bawah akan diuapkan secara isothermal pada T = 427,97 K= 310,68
0
F
Pemanas yang dipakai berupa steam jenuh pada T = 533,15 K = 500
0
F
Jadi ΔT
LMTD
= 500 – 310,95 = 189,32
0
F
b. Menghitung harga Tc dan tc
Aliran shell dan tube secara isotermal yaitu Tc = 500
0
F dan tc = 310,68
0
F
c. Menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan
Dari tabel 8 hal 840 Kern untuk sistem perpindahan panas antara light organic
dengan steam memiliki harga U
D
= 100 -200 Btu / (jam)(ft
2
)(
o
F)
Dalam perancangan ini dipilih harga U
D
= 190 Btu / (jam)(ft
2
)(
o
F)
d. Memilih jenis ukuran pipa
Dari tabel 10 hal 843 Kern, dipilih pipa dengan kriteria :
OD = ¾ in ao = 0,1963 ft
2
/ft
BWG = 16 at’ = 0,302 in
2
L = 22 ft ID = 0,620 in
e. Menghitung luas perpindahan panas (A)
2
LMTD D
ft 276 , 4497
) 192(189,32
9,8 163.476.92
T . U
Q
A = =
A
=
C- 65
f Menghitung jumlah pipa dan diameter shell
Jumlah pipa tube (Nt)
1042
22(0,1963)
4497,276
L.ao
A
Nt = = =
Dari tabel 9 hal 841 Kern dipilih Heat Exchanger dengan ketentuan :
Shell Tube
ID : 37 in Jumlah & pjg pipa tube : 1044, 22’0”
Baffle : 7 in OD,BWG : ¾ in, 16
Pass : 1 Pitch :1 in triangular
Pass :2
g Mengkoreksi harga U
D
Menghitung harga A terkoreksi
A terkoreksi = Nt x L x ao
= 1044 x 22 x 0,1963 = 4508,618 ft
2
Menghitung harga U
D
terkoreksi
LMTD terkoreksi
D
T . A
Q
U
A
=
F) )( (jam)(ft Btu / 5 , 191
(189,32) (4508,618)
9,8 163.476.92
o 2
= =
 Perhitungan fluida panas (steam) di tube
1) Menghitung flow area pipa
2
ft 0,5883
2 x 144
0,1623 x 1044
n 144
ai Nt x
at = = =
2) Menghitung kecepatan massa dalam pipa
) t lb/(jam)(f 8858 , 005 . 389
0,5883
26 228.852,16
at
Wt
Gt
2
= = =
C- 66
3) Menghitung bilangan reynold dan J
H
Pada Tc = 500
o
F
Komponen Xi µ Xi. µ
Toluene 0.000420 0.0887 3.72941E-05
Paraxylene 0.845165 0.1047 0.088483081
Metaxylene 0.118364 0.1054 0.012474313
Ortoxylene 0.036051 0.1199 0.004322372
1.000000 0.105317061
(Reff:Carl L. Yaws, tabel 22-1)
µ = 0,1053 x 2,42 = 1,2548 lb/(jam)(ft)
16017
) 2548 , 1 (
) 8858 , 005 . 389 )( 12 / 62 , 0 (
μ
Gt Dt x
Re
t
= = =
4) Menghitung harga hi dan hio
Pada Tc = 500
o
F
Untuk steam hi = 1500 Btu/(hr)(ft
2
)(
0
F)
Harga Фt =1
1240
75 , 0
62 , 0
. 1500
OD
ID
.
hi h
t t
io
= = =
 
hio = 1240 Btu/(hr)(ft
2
)(
0
F)
C- 67
 Perhitungan fluida dingin di shell
Harga film coefficient untuk penguapan bahan organik baik natural-
circulation maupun forced-circulation maksimum 300 Btu/(hr)(ft
2
)(
0
F).
(Reff: Kern, hal 460)
Asumsi harga ho = 250
tc) (Tc
ho hio
hio
tc tw ÷
+
+ =
F 23 , 468 ) 68 , 310 (500
250 240 1
1240
68 , 310
o
= ÷
+
+ =
(∆t)w = tw – tc = 468,23 – 310,68 = 157,55
o
F
Dari fig 15.11 hal 474 Kern didapat ho > 250 maka diambil harga ho = 250.
h. Menghitung clean overall coefficient (Uc)
F) )( ft Btu/(jam)( 05 , 208
250 240 1
x250 1240
h h
h x h
Uc
o 2
o io
o io
=
+
=
+
=
i. Menghitung faktor kekotoran (Rd)
0,00041
91,5) (208,05)(1
5 , 191 05 , 208
.U U
U U
Rd
D C
D C
=
÷
=
÷
=
C- 68
 Menghitung pressure drop
1) Shell side (∆Ps) : diabaikan
2) Tube side (∆P
t
)
Untuk Re = 16017
Dari fig 26 hal 836 Kern didapat f = 0,00024
Dari tabel 6 hal 808 Kern didapat s = 0,9
t .D.s. 5,22.10
.L.n f.Gt
ΔPt
10
2

=
psi 66 , 0
(0,9)(1) )(0,62/12) (5,22.10
(22)(2) 8) 389005,885 (0,00024)(
10
2
= =
Dari fig 27 hal 837, Kern diperoleh 021 , 0
' . 2
2
=
g
V
( ) psi
x
19 , 0 021 , 0
9 , 0
2 4
2.g'
V
s
4n
ΔP
2
r
= |
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
=
∆P
T
= ∆Pt + ∆Pr
= 0,66 + 0,19 = 0,85 psi
SUMMARY
Shell side (Cold Fluid) Tube side (Hot Fluid)
Xylene Steam
1240 h outside (Btu/jam.ft
2
.
o
F) 250
U
C
= 208,05 Btu/jam.ft
2
.
o
F
U
D
= 191,5 Btu/jam.ft
2
.
o
F
Rd = 0,00041 (hr)(ft
2
)(
0
F)/Btu
Diabaikan ∆P perhitungan (psi) 0,85
Diabaikan ∆P diijinkan (psi) 2
C- 69
8. REAKTOR

DOW TERM
out
DOW TERM
in
Produk
Feed
in
R-01
Kode : R-01
Fungsi : Tempat berlangsungnya reaksi Disproporsionasi toluene dengan bahan
baku utama toluene membentuk paraxylene dengan katalis ZSM-5.
Tujuan :
1) Menentukan jenis reaktor
2) Menentukan bahan kontruksi
3) Menentukan kondisi umpan
4) Menentukan jumlah dan susunan tube
5) Menentukan diameter shell dan tube
6) Menghitung panjang tube
7) Menghitung berat katalis
8) Menghitung pressure drop
9) Menghitung tinggi reaktor
10) Menghitung volume reaktor
C- 70
1. Menentukan jenis reaktor
Dipilih reaktor jenis fixed bed multitube dengan pertimbangan :
- Reaksi dalam fasa gas dengan katalis padat
- Reaksi eksotermis sehingga diperlukan luas perpindahan panas yang besar
agar kontak dengan pendingin berlangsung optimal
- Pressure drop lebih kecil daripada fluidized bed
- Abrasi pada dinding tube dapat diabaikan
- Tidak diperlukan pemisahan katalis dari gas keluaran reaktor
- Pengendalian suhu relatif mudah karena menggunakan tipe shell and tube
Kontruksi reaktor lebih sederhana dibandingkan dengan reaktor fluidized
bed, dengan demikian maka biaya pembuatan , operasional dan
perawatannya relatif lebih murah. ( Hill, hal. 425 – 431 )
 Kondisi operasi :
 Non isotherrmal – non adiabatis
 Tekanan feed masuk 30 atm
 Suhu feed masuk 390
o
C dan keluar pada suhu 400°C
2. Menentukan Bahan Kontruksi
Dalam perancangan digunakan bahan kontruksi low – alloy stell SA – 302
grade B

dengan pertimbangan sebagai berikut :
- Memiliki allowable stress cukup besar
- Harga relatif murah
- Bahan tahan korosi
C- 71
3. Menentukan Kondisi Umpan
A. Menghitung BM Umpan
Untuk menghitung BM umpan digunakan persamaan :
BM = E ( Yi x BMi )
Komponen kmol/jam BMi Yi Yi x BMi
Toluena 3155.0016 92.141 0.6443 59.3671
Paraxylene 51.0516 106.167 0.0104 1.1069
Metaxylene 46.0978 106.167 0.0094 0.9995
Ortoxylene 15.4800 106.167 0.0032 0.3356
H
2
1628.9187 2.016 0.3327 0.6706
CH
4
0.1889 16.043 0.0000 0.0006
TOTAL 4896.7385 1.0000 62.4803
B. Menghitung harga Z umpan

(
¸
(

¸

(
¸
(

¸

+ =
Tr Tc R
Pc B
Z
Pr
.
.
.
1
Persamaan yang digunakan untuk menghitung Pc, Tc, dan e campuran
diperoleh dari Byron Bird persamaan 1.3 – 3.4, 5 pada hal 18.
Pc = E ( Yi x Pc
i
)
Tc = E ( Yi x Tc
i
)
e = E ( Yi x ei )
Komponen Yi Pc (atm) Tc (K) e Yi x Pc Yi x Tc Yi x e
Toluena 0.64431 40.5527 591.79 0.262 26.12838 381.29428 0.16881
Paraxylene 0.01043 34.6509 616.26 0.322 0.36126 6.42491 0.00336
Metaxylene 0.00941 34.947 617.05 0.326 0.32899 5.80890 0.00307
Ortoxylene 0.00316 36.8517 630.37 0.31 0.11650 1.99277 0.00098
H
2 0.33265 12.9583 33.18 -0.216 4.31063 11.03745 -0.07185
CH
4 0.00004 45.438 190.58 0.012 0.00175 0.00735 0.0000005
TOTAL 1.00000 31.24750 406.56566 0.10436
C- 72
Umpan masuk reaktor pada kondisi :
T = 390°C = 663 K
P = 30 atm
Tr = T/Tc = 663/406,5657= 1,6307
Pr = P/Pc = 30/31,2475 = 0,9601
e = 0,10436
Dari Smith Van-Ness fig.3-11, hal 88 titik ( Pr, Tr ) berada diatas garis
maka menghitung Z menggunakan virial coefficient.
Pers. yang digunakan dari Smith V.N., 3
rd
ed, pers. 3-35 s/d 3-38, hal 87.
Z = 1 + BP/RT = 1 + BPc/RTc x Pr/Tr
Dimana : BPc/RTc = B
0
+ eB’
B
0
= 0,083 – (0,422/Tr
1,6
) = 0,083- ( 0,422 /1,6307
1,6
) = -0,10997
B’ = 0,139 – (0.172/ Tr
4,2
) = 0,139 – (0.172/ 1,6307
4,2
) = 0,1169
=
RTc
BPc
-0,10997 + (0,10436) x 0,1169 = -0,09777
Z = 1 + (-0,.09777)( 0,9601/1,6307) = 0,9424
C. Menghitung density umpan ( )
ρ
= =
T R Z
BM P
. .
.
=
663 05 . 82 9424 , 0
4803 , 62 30
X X
X
0.0366 gram/cm
3
D. Laju volumetrik umpan (V)
Q = (Z.n.R.T) / P
Laju mol umpan = 4.896.738,5 mol/jam = 1360,2051 mol/det
C- 73
= =
atm
K x K mol cm atm x mol x
V
30
663 ) . / . ( 057 , 32 det) / ( 2051 , 1360 9424 . 0
3
= 908.181,795 cm
3
/det
E. Menghitung viskositas umpan ( )
µ umpan dalam fase gas dapat dihitung dari Bird pers. 1.3-2, hal 17
µc = 7,70 ( BM )
1/2
( Pc )
2/3
( Tc )
-1/6
Atau dari Bird fig. 1.3-1, hal 16 dengan memplotkan ( Tr,Pr ) maka
diperoleh harga (µ/µc ).
Dari Bird pers. 1.4-11,13 pada hal 22-23 didapatkan persamaan-persamaan
sebagai berikut :
c/K = 0,77 . Tc o = 2,44. (
Pc
Tc
)
1/3
KT/c = T/0,77 Tc
µ = 2,6693.10
-5
( M.T )
1/2
/ (o
2
O
µ
)
Harga O
µ
diperoleh dari tabel B-2 Bird hal 746.
Untuk viskositas gas camp (low density) dari Bird pers. 1.4-19, 20 hal 24
Persamaan Wilke :
) . (
.
ij xj
i xi
mix
u E
E =


dengan ¢ ij =
2
1
)
8
1
( ( 1 + Mi/Mj )
-1/2
{ 1 + ( µi/µj )
1/2
( Mj/Mi )
1/4
}
2
Komponen Xi BM Pc (atm) Tc (K) KT/c
O
µ
Toluena 0,6443 92,1410 40.5527 591.79 1.6005 1.279
Parxylene 0,0104 106,167 34.6509 616.26 1.5369 1,301
Metaxylene 0,0094 106,167 34.947 617.05 1.5350 1,301
Ortoxylene 0,0032 106,167 36.8517 630.37 1.5025 1,314
H
2
0,3327 2,0160 12.9583 33.18 28.5456 0.707
CH
4
0,00004 16,0430
45.438 190.58 4.9698 0.928
C- 74
Komponen Xi
o µc µi Xi. µI
Toluena 0,6443
5.9626 0.000301 0.00014509 0.0000934813
Paraxylene 0,0104
6.3690 0.000289 0.00000013 0.0000000014
Metaxylene 0,0094
6.3537 0.000291 0.00000013 0.0000000013
Ortoxylene 0,0032
6.2869 0.000300 0.00000014 0.0000000004
H
2
0,3327
3.3381 0.000034 0.00012387 0.0000412073
CH
4
0,00004
3.9350 0.000164 0.00019159 0.0000000074
I J Mi/Mj
µi/µj
¢ij Xj. ¢ij E Xi. ¢ij
1 1.0000 1.0000 1.0000 0.6443
2 1.1522 0.0009 0.2564 0.0027
1 3 1.1522 0.0009 0.2565 0.0024
4 1.1522 0.0009 0.2565 0.0008 0.8640
5 0.0219 0.8538 0.6425 0.2137
6 0.1741 1.3205 0.9905 0.0000
1 0.8679 1081.2004 277.2448 178.6307
2 1.0000 1.0000 1.0000 0.0104
2 3 1.0000 1.0048 1.0024 0.0094
4 1.0000 1.0161 1.0081 0.0032 196.2267
5 0.0190 923.1149 52.8037 17.5653
6 0.1511 1427.7042 198.7428 0.0077
1 0.8679 1076.0031 275.9527 177.7982
2 1.0000 0.9952 0.9976 0.0104
3 3 1.0000 1.0000 1.0000 0.0094
4 1.0000 1.0113 1.0056 0.0032 195.3166
5 0.0190 918.6776 52.5705 17.4878
6 0.1511 1420.8413 197.8263 0.0076
1 0.8679 1064.0204 272.9735 175.8786
2 1.0000 0.9841 0.9920 0.0103
4 3 1.0000 0.9889 0.9944 0.0094
4 1.0000 1.0000 1.0000 0.0032 193.2179
5 0.0190 908.4469 52.0327 17.3089
6 0.1511 1405.0184 195.7129 0.0075
1 45.7049 1.1713 0.7525 0.4849
2 52.6622 0.0011 0.0572 0.0006
5 3 52.6622 0.0011 0.0572 0.0005
4 52.6622 0.0011 0.0573 0.0002 0.8189
5 1.0000 1.0000 1.0000 0.3327
6 7.9578 1.5466 1.1270 0.0000
1 5.7434 0.7573 0.7501 0.4833
2 6.6177 0.0007 0.1392 0.0015
6 3 6.6177 0.0007 0.1392 0.0013
4 6.6177 0.0007 0.1393 0.0004 0.7289
5 0.1257 0.6466 0.7287 0.2424
6 1.0000 1.0000 1.0000 0.0000
C- 75
Xi. µi /E Xi. . ¢ij = 1. 0,000108199211
2. 0,000000000007
3. 0,000000000006
4. 0,000000000002
5. 0,000050321956
6. 0,000000010138
Diperoleh harga viskositas gas campuran umpan sebesar :
µ = 0,000158531320 gr/cm.det
F. Konduktvitas panas ( kg )
Untuk konduktvitas panas dapat dihitung dengan persamaan 8.3-15 Bird, hal
22-23 didapatkan persamaan-persamaan sebagai berikut :
c/K = 0,77 . Tc o = 2,44. (
Pc
Tc
)
1/3
KT/c = T/0,77 Tc
µ = 2,6693.10
-5
( M.T )
1/2
/o
2
O
µ
Harga O
µ
diperoleh dari tabel B-2 Bird hal 746
Untuk kg gas camp. dapat dihitung dengan pers 8.3-13,17,18 Bird, hal 255, 258 :
kg = 1,9891 x 10
-4
( T/M )
1/2
/o
2
O
µ ,
kg
mix
=
( )
¿
¿
ij Xj
kgi Xi
 .
..
dengan
¢ ij =
2
1
)
8
1
( ( 1 + Mi/Mj )
-1/2
{ 1 + ( µi/µj )
1/2
( Mj/Mi )
1/4
}
2
Komponen Xi o KT/c O
K
=O
µ
kgi kgi.Xi kgmix
Toluena 0,6443
5.9626 1.6005 1.279 0.000011734 0.00000756016 0.0000087504503
Paraxylene 0,0104
6.3690 1.5369 1,301 0.000000009 0.00000000010 0.0000000000005
Metaxylene 0,0094
6.3537 1.5350 1,301 0.000000009 0.00000000009 0.0000000000005
Ortoxylene 0,0032
6.2869 1.5025 1,314 0.000000010 0.00000000003 0.0000000000002
H2 0,3327
3.3381 28.5456 0.707 0.000457878 0.00015231498 0.0001860056840
CH4 0,00004
3.9350 4.9698 0.928 0.000088989 0.00000000343 0.0000000047087
C- 76
Diperoleh harga kg
mix
umpan sebesar = 1,94761.10
-4
cal/cm..det. K
= 8,1447. 10
-4
joule/cm.det.K
G. Menghitung kecepatan linier umpan
Agar reaksi dapat berlangsung , maka aliran gas di dalam tube harus
turbulen dengan N
Re
> 2100.
Diambil N
Re
= 45000
V =
Dp
Nre.
µ /µ
p
Dimana :
Dp = Diameter partikel katalis ( cm ) = 0.2 cm
µ
p
= 1.79 gr/cc
V = (45000 x 0,00015853132) / (0,2 x 1,79) = 19,927121 cm/det
H. Menghitung mass velocity ( G )
Dari Hill pers, 13.2.8, hal .560 digunakan untuk menghitung mass velocity
G = ( Nre x µ )/ Dt = (45000 x 0,00015853132)/5,2502
= 1,3587881 gr/cm
2
.det
C- 77
4. Menghitung jumlah dan susunan tube
a. Menghitung luas penampang semua tube dalam reaktor ( A
t
)
A
t
= Fm / G
dimana :
Fm = mass velocity ( gram/ detik )
Fm = n x BM
= 4.896.738,5 x 62,4803 = 305949460 gr / jam
= 84985.961 gr / det
A
t
= 84985,961 /1,3588 = 62545,411 cm
2
b. Menghitung jumlah tube ( Nt )
N
t
= A
t
/ a
t
= 62545,411 / 21,6129 = 2893,8926 = 2894 tube
c. Menentukan susunan tube
Direncanakan tube disusun dengan pola triangular pitch.
Pt = 1,25 x ODt
= 1,25 x 2,38 = 2,975 in
C’ = 2,975 - 2,38 = 0,5950 in
C- 78
Free area = ( 0,5.2,975.2,975.sin 60
0
) – ( 0,5x(3,14/4 )x 2,38
2
)
( D.Q Kern, 1983 Hal 138-139)
Diameter dalam shell dicari dengan persamaan dari Ludwig Vol. III, hal.25.
Nt =
2
2
) ( 233 , 1
)] 8 , 0 69 , 0 )( 080 , 1 ( [ ] 9 , 0 ) 080 , 1 [( 4 / 14 . 3
PT
n IDs PT IDs ÷ ÷ ÷ ÷ ÷
Dimana :
Nt = jumlah tube = 2894
IDs = diameter dalam shell, in
Pt = pitch tube, in
N = tube pass = 1
4. Menentukan diameter shell dan tube
a. Menghitung diameter dalam shell
Asumsi : y = IDs – 1,080
Dengan memasukkan nilai yang diketahui maka persamaan diatas menjaadi
0,785 y
2
+ 0,32725 y - 31582,4094 = 0
untuk mencari persamaan tersebut digunakan rumus :
y
1,2
=
a
ac b b
2
4
2
_
÷ ÷
+
maka didapat :
y = 200,3717 inch
IDs = 201,4517 inch
C- 79
b. Menghitung koefisien perpindahan panas overall ( Ud )
Dp = 0,2 cm = 0,006567 ft
IDt = 2,067 inch = 0,17225 ft
ODt = 2,38 inch = 0,19833 ft
Gg = 1.358788123 gr/cm
2
.det = 10018,8649 lb/ft
2
.jam
µg = 1,58531 x 10
-4
gr/cm.det = 0,0384 lb/ft.jam
kg = 1.94761 x 10
-4
cal/cm.det.K = 0,1526 Btu/ft.jam.F
♣ Pada bagian tube :
Koefisien perpindahan panas pada bed ( tube ) dihitung menurut Froment and
Bischoff hal. 749
hi =
IDt
kg 5 , 3
(Dp x Gg/µg).
IDt
DP
e
6 , 4 ÷
hi =
172225 , 0
1526 , 0 5 , 3 x
(0,006567 x 10018,8649 /0,0384).
17225 , 0
006567 , 0
6 , 4 ÷
e
hi = 477,6132 Btu/ (jam).(ft
2
).(F/ft)
hio = |
.
|

\
|
ODt
IDt
hix
hio = |
.
|

\
|
19833 , 0
17225 , 0
6132 , 477 x
= 414,8011 Btu/ (jam).(ft
2
).(F/ft)
C- 80
♣ Pada bagian shell :
Sebagai pendingin yang mengalir di dalam shell dipakai Dow Therm A dengan
data sebagai berikut :
Cp = 0,526 Btu/lb
0
F
k = 0,076 Btu/ft.jam
µs = 0,726 lb/ft.jam
µs = 38 lb/ft
3
Menghitung bilangan Reynold di shell ( Res )
Gs = mass velocity dalam shell, lb/ft
2
.jam
= W
s
/a
s
W
s
= laju alir pendingin = 1.302.908,763 kg/jam = 2872392,6589 lb/jam
IDs= diameter dalam shell = 201,4517 inch
B = Baffle spacing, direncanakan
= 54,4934 inch
a
s
= flow area pada shell, ft
2
=
PT
B C IDs
. 144
'. .
= 15,2469 ft
2
Gs = 2872392,6589 /15,2469 = 188391,5686 lb/ft
2
.jam
De = diameter ekivalen
=
( ) ( ) ( )
t
t
OD x x
OD x Pt x Pt x x
14 . 3 2 / 1
4 / 14 . 3 2 / 1 86 , 0 2 / 1 4
2
÷
=
( ) ( ) ( )
19833 , 0 14 , 3 2 / 1
4 / 19833 , 0 14 , 3 2 / 1 975 , 2 86 , 0 975 , 2 2 / 1 4
2
x x
x x x x x ÷
De = 48,6902 inch = 4,0559 ft
C- 81
Res=
726 , 0
.De Gs
=
726 , 0
0559 , 4 5686 , 188391 x
= 998474
Dari Kern, fig. 28, hal 838 didapat J
H
= 700
ho = J
H
( k/De ) ( Cp s/µs )
1/3
=
3 / 1
726 , 0
526 , 0
1412 , 0
076 , 0
700 |
.
|

\
|
|
.
|

\
|
= 11,7808 Btu/(jam).(ft
2
).(F/ft)
c. Clean overall coefficient ( Uc )
Uc =
ho hio
ho x hio
+
=
7808 , 11 8011 , 414
7808 , 11 8011 , 414
+
x
= 11,4555 Btu/(jam).(ft
2
).(F/ft)
Dari Kern tabel 12, hal. 845, didapat :
Rd shell = 0,001
Rd = Rd shell + Rd tube
= 0,001 + 0,0005
= 0,0015
U
D
=
Uc
Rd
1
1
+
=
4555 , 11
1
0015 , 0
1
+
= 11,2619 Btu/(jam).(ft
2
).(F/ft)
C- 82
6. Menghitung panjang tube
Panjang tube dapat diselesaikan dengan persamaan – persamaan profil berikut :
Profil konversi sepanjang reaktor
Profil temperatur sepanjang reaktor
Profil temperatur pendingin sepanjang reaktor
Profil pressure drop sepanjang reaktor
Perhitungan profil masing – masing persamaan sebagai berikut :
Menentukan persamaan profil konversi terhadap panjang reaktor
Profil aliran gas dalam tube :
Z = 0 Z = L
FA
XA
FA +
XA +
OD
Neraca massa pada elemen volume AV :
Input = Output - reaksi + ACC
Pada keadaan steady akumulasi = 0
Maka :
FA
Z
= FA
Z+AZ
- ( -ra ) µ
B
. Nt.AV. ( 1 -c )
FA
Z
= FA
Z+AZ
- ( -ra ) µ
B
. Nt.AV. ( 1 -c )
AZ
FA
Z
- FA
Z+AZ
= - ( -ra ) µ
B
. Nt.H/4.(ID )
2
( 1 -c )
AZ
C- 83
lim AZ FA
Z
- FA
Z+AZ
= - ( -ra ) µ
B
. Nt.H/4.(ID )
2
( 1 -c )
AZ
dZ
dFA
= - ( -ra ) µ
B
. Nt.H/4.(ID )
2
( 1 -c )
dimana :
FA = FA
0
( 1 – XA )
dX
dFA
= FA
0
d( 1 – XA )
dFA = -FA
0
. dX
X = E ( Xi )
Maka :
dZ
dX FA .
0
÷
= - ( -ra ) µ
B
. Nt.H/4.(ID )
2
( 1 -c )
dZ
dX
= - ( -ra ) µ
B
. Nt.H/4.(ID )
2
( 1 -c )/ FA
0
keterangan :
FA
0
= laju reaktan toluena masuk reaktor, kmol/jam
T = Temperatur, K
Nt = jumlah tube
ID = diameter dalam, cm
µ
B
= densitas katalis, gram / cm
3
c = porositas katalis dalam bed = 0,365
Z = panjang tube dihitung dari atas , cm
( -ra )= kecepatan reaksi
C- 84
Menentukan persamaan profil temperatur terhadap panjang tube
Z = 0 Z = L
FA
HI
FA +
HI +
OD
ID
Neraca panas dalam elemen volume ( dV )
Input = Output - reaksi + acc
Pada keadaan steady acc = 0
E Hi
Z
= [(EHi
Z+AZ
+ Ud.t.OD.AZ.( T – Ts))] – [((-AH
R
)(FA
Z
– FA
Z+AZ
)]
E Hi
Z
- EHi
Z+AZ
= Ud.t.OD.AZ.( T – Ts) - [((-AH
R
)(FA
Z
– FA
Z+AZ
)]
AZ
E Hi
Z
- EHi
Z+AZ
= Ud.t.OD( T – Ts) - [((-AH
R
)(FA
Z
– FA
Z+AZ
)]
AZ AZ
lim AZ E Hi
Z
= Ud.t.OD( T – Ts) - (-AH
R
)
dZ
dFA
AZ 0 AZ
Dimana :
FA = FAo( 1 – XA )
dXA
dFA
= Fao
dT
Hi ¿
=
dZ
dT
dT
Hi ¿
,
dT
Hi ¿
= E Fi.Cpi
C- 85
maka
=
¿
dZ
dT Cpi Fi . ) . (
UD.t.OD.( T-Ts ) – ( -AH
R
) |
.
|

\
| ÷
dZ
dXA FAo.
) . (
. ). ( ) .( . .
Cpi Fi
dZ
dXA
FAo H Ts T OD Ud
dZ
dT
R
¿
÷V + ÷
=

untuk semua tube :
) . (
. ). ( ) .( . .
Cpi Fi
dZ
dXA
FAo H Ts T OD Ud
dZ
dT
R
¿
÷V + ÷
=

Menentukan persamaan temperatur pendingin sepanjang reaktor
Neraca panas pendingin sekitar elemen volume ( dV ) :
Input = output + acc
Pada keadaan steady acc = 0
Maka :
Ws . Hs
Z
– Ws.Hs
Z+AZ
= Ud.t.D.AZ.Nt.( T – Ts)
Ws . Hs
Z
– Ws.Hs
Z+AZ
= Ud.t.D.AZ.Nt.( T – Ts)
AZ
Ws . Hs
Z
– Ws.Hs
Z+AZ
= Ud.t.D.Nt.( T – Ts)
AZ
lim AZ Ws. =
dZ
dHs
Ud.t.D.Nt.( T – Ts)
AZ 0
Dimana :
dZ
dTs
dTs
dHs
dZ
dHs
= dan =
dTs
dHs
Cps
sehingga :
C- 86
Ws . Cps .
dZ
dTs
= Ud.t. D. .Nt. (T-Ts)
dZ
dTs
=
Cps Ws
Ts T Nt D Ud
.
) .( . . . ÷ 
Keterangan :
Ws = laju alir pendingin, gram/detik
Cps = kapasitas panas pendingin, kkal/gram.K
Menentukan persamaan profil perbedaan tekanan sepanjang tube
Untuk pressure drop persamaan yang digunakan adalah persamaan Ergun (
sumber : Wallas, pers. 8-27,hal.194 )
150 =
dZ
dP
(1-c)
2
/c
3
µ.u/(Dp)
2
+ 1,75>(1-c).G.u/(c
3
).Dp
atau
=
dZ
dP
(G/µ.g.Dp)(1-c)/(c
3
)[150(1-c)µ/Dp + 1,75G]
Menentukan persamaan kecepatan reaksi kimia ( -ra )
a. Laju alir feed proses
 Sebelum reaksi :
Toluena = Fao
Paraxylene = 0,01618 Fao
Metaxylene= 0,01461
Ortoxylene = 0,004906 FAo
H
2
= 0,516296 FAo
CH
4
= 0,0000598 FAo
C- 87
 Setelah reaksi :
Toluena = FA = Fao ( 1- XA )
Benzena = FB = 0,488.XA.FAo
Paraxylene = FC = ( 0,01618 + 0,485.XA ) FAo
Metaxylene= FD = ( 0,01461 + 0,022.XA ) FAo
Ortoxylene = FE = ( 0,004906 + 0,005.XA ) FAo
H
2
= FF = 0,516296 FAo
CH
4
= FG = 0,0000598 FAo
b. Menentukan E ( Fi.Cpi )
E ( Fi.Cpi ) = Fao ( 1- XA )CpA + 0,488.XA.FAo.CpB + ( 0,01618 +
0,485.XA ) FaoCpC + ( 0,01461 + 0,022.XA ) FaoCpD + ( 0,004906 +
0,005.XA ) FaoCpE + 0,516296 FAo.CpF + 0,0000598 FAo.CpG
c. Menentukan kecapatan reaksi ( -ra )
Persamaan kecepatan reaksi :
-ra =
T
X B T
T
X B
T
KP
P P K
KP
P P
P k
+
(
¸
(

¸

÷
1
1
dalam hubungan ini :
P
T
, P
B
, P
X
= Tekanan parsiil toluene, benzene dan xylene
k
1
= 0,447 exp |
.
|

\
| ÷
T
6238
K
T
= 0,47 exp |
.
|

\
|
T
4924
C- 88
Menghitung tekanan parsial
Basis 1 mol toluene
H
2
/ toluene = 0,5 : 1
H
2
= 0,5 mol
Tekanan total = 30 atm
2 T B + X
1 – X ½ X ½ X
Jumlah mol = ( 1 – X ) + ½ X + ½ X + 0,5
= 1,5
P
T
= ) 1 ( 20 ) 30 (
5 , 1
1
X
X
÷ =
÷
P
B
= X
X
10 ) 30 (
5 , 1
. 2 / 1
=
P
X
= X
X
10 ) 30 (
5 , 1
. 2 / 1
=
Dengan memasukan harga – harga tersebut, maka persamaan – persamaan
diatas menjadi :
-ra =
) 1 (
5
1
) 1 (
5
) 20 20 ( {
2
2
X K
X K
X K
X
X k
T
÷
+
÷
÷ ÷
Menghitung harga K pada suhu T
2 T B + X
dengan menggunakan data yang diperoleh dari Yaw’s, 1952, didapat :
C- 89
AG
f
= AG
produk
- AG
reaktan
= (AG
B
- AG
X
) – 2 (AG
T
)
= ( 81,512 + 0,15282T + 3,6522E-5.T
2
) + (17,95 + 0,33952T + 4,23E-
5.T
2
) – 2 (47,813 + 0,2383T + 3,1916E-5.T
2
)
AG
f
= 3,836 + 0,01574T + 1,499E-5.T
2
Harga pada suhu T dapat didekati dengan persamaan :
AG = - RT ln K
sehingga :
ln K = 3,836 + 0,01574T + 1,499E-5.T
2
/-RT
d. Menghitung panjang tube
Persamaan differensial yang didapat adalah :
F1 =
dZ
dX
= - ( -ra ) µ
B
. Nt.H/4.(ID )
2
( 1 -c )/ FA
0
F2 =
) . (
. ). ( ) .( . .
Cpi Fi
dZ
dXA
FAo H Ts T OD Ud
dZ
dT
R
¿
÷V + ÷
=

F3 = 150 =
dZ
dP
(1-c)
2
/c
3
µ.u/(Dp)
2
+ 1,75>(1-c).G.u/(c
3
).Dp
F4 =
dZ
dTs
=
Cps Ws
Ts T Nt D Ud
.
) .( . . . ÷ 
C- 90
Keempat persamaan di atas dapat diselesaikan secara simultan dengan
menggunakan metode Rungge – Kutta dengan kenaikan AX, maka kenaiakn
z dan y dapat dihitung dengan persamaan :
=
dx
dy
f
1
( x,y,z)
=
dx
dz
f
2
( x,y,z)
k
1
= f
1
( xo,yo,zo) Ax
k
1
= f
2
( xo,yo,zo) Ax
k
2
= f
1
( xo +
2
x A
,yo +
2
1
k
,zo +
2
1
k
) Ax
k
2
= f
2
( xo +
2
x A
,yo +
2
1
k
,zo +
2
1
k
) Ax
k
3
= f
1
( xo +
2
x A
,yo +
2
2
k
,zo +
2
2
k
) Ax
k
3
= f
2
( xo +
2
x A
,yo +
2
2
k
,zo +
2
2
k
) Ax
k
4
= f
1
( xo + Ax,yo + k
3
,zo + k
3
) Ax
k
4
= f
2
( xo + Ax,yo + k
3
,zo + k
3
) Ax
Ay = ( k
1
+ 2K
2
+ 2k
3
+ k
4
) / 6
Az = ( k
1
+ 2K
2
+ 2k
3
+ k
4
) / 6
x
1
= Ax + xo
Dan seterusnya sampai harga x, atau y, atau z mencapai harga yang
diinginkan. ( Harold S. Mickley, 1957 )
C- 91
Metode yang sama dilakukan pada keempat persamaan differensial diatas
sehingga didapat :
X = konversi sepanjang tube = 0,31
T = Temperatur sepanjang tube
Ts = Temperatur pendingin sepanjang tube
P = Tekanan sepanjang tube
 Persamaan k
1
untuk masing – masing persamaan
Xk
1
= f
1
( xo, Po, Tso, Zo ) AZ
Tk
1
= f
2
( xo, Po, Tso, Zo ) AZ
Tsk
1
= f
3
( xo, Po, Tso, Zo ) AZ
Pk
1
= f
4
( xo, Po, Tso, Zo ) AZ
 Persamaan k
2
untuk masing – masing persamaan
Xk
2
= f
1
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
1
xk
, Po +
2
1
Pk
, Tso +
2
1
Tsok
) AZ
Tk
2
= f
2
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
1
xk
, Po +
2
1
Pk
, Tso +
2
1
Tsok
) AZ
Tsk
2
= f
3
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
1
xk
, Po +
2
1
Pk
, Tso +
2
1
Tsok
) AZ
Pk
2
= f
4
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
1
xk
, Po +
2
1
Pk
, Tso +
2
1
Tsok
) AZ
C- 92
 Persamaan k
3
untuk masing – masing persamaan
Xk
3
= f
1
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
2
xk
, Po +
2
2
Pk
, Tso +
2
2
Tsok
) AZ
Tk
3
= f
2
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
2
xk
, Po +
2
2
Pk
, Tso +
2
2
Tsok
) AZ
Tsk
3
= f
3
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
2
xk
, Po +
2
2
Pk
, Tso +
2
2
Tsok
) AZ
Pk
3
= f
4
( Zo +
2
Z A
, xo +
2
2
xk
, Po +
2
2
Pk
, Tso +
2
2
Tsok
) AZ
 Persamaan k
4
untuk masing – masing persamaan
Xk
4
= f
1
( Zo + AZ, xo + xk
3
, Po + xk
3
, Tso + Tsk
3
) AZ
Tk
4
= f
2
( Zo + AZ, xo + xk
3
, Po + xk
3
, Tso + Tsk
3
) AZ
Tsk
4
= f
3
( Zo + AZ, xo + xk
3
, Po + xk
3
, Tso + Tsk
3
) AZ
Pk
4
= f
4
( Zo + AZ, xo + xk
3
, Po + xk
3
, Tso + Tsk
3
) AZ
 Maka Ax, AT, ATS, dan AP
Ax = ( xk
1
+ 2xk
2
+ 2xk
3
+ xk
4
) / 6
AT = ( Tk
1
+ 2Tk
2
+ 2Tk
3
+ Tk
4
) / 6
ATs = ( Tsk
1
+ 2Tsk
2
+ 2Tsk
3
+ Tsk
4
) / 6
AP = ( Pk
1
+ 2Pk
2
+ 2Pk
3
+ Pk
4
) / 6
C- 93
 Maka x
1
, T
1
, Ts
1
, dan P
1
x
1
= xo + Ax
T
1
= To + AT
Ts
1
= Tso + ATs
P
1
= Po + AP
Nilai dari xk
1
, Tk
1
, Tsk
1
dan Pk
1
didapat dari penyelesaian semua
persamaan di atas dengan xa = 0 dan z = 0, kemudian nilai dari xk
1
, Tk
1
,
Tsk
1
dan Pk
1
dapat digunakan untuk menghitung xk
2
, Tk
2
, Tsk
2
dan Pk
2
,
kemudian nilai yang dihasilkan dari xk
3
, Tk
3
, Tsk
3
dan Pk
3
digunakan untuk
mendapatkan xk
4
, Tk
4
, Tsk
4
dan Pk
4
, sampai didapat Ax,
AT, ATs, dan AP.
Untuk perhitungan persamaan – persamaan tersebut di atas digunakan
Q -Basic dengan program sebagai berikut :
DECLARE FUNCTION DPDZ! (XA!, Z!, P!, t!)
DECLARE FUNCTION DZDZ! (XA!, Z!, P!, t!)
DECLARE FUNCTION SIGMA! (F!(), A!(), B!(), C!(), D!(), E!(), t!)
DECLARE FUNCTION DTSDZ! (t!, ts!)
DECLARE FUNCTION DTDZ! (XA!, Z!, P!, t, ts)
DECLARE SUB RUNGKUT (XA0!, Z!, t!, ts)
DECLARE FUNCTION DXDZ! (XA!, Z!, P!, t!)
CLS
XA0 = 0
Z0 = 0
ZN = 680
T0 = 673
INPUT "INTERVAL"; N
KOMP = 7
rho = 608.38
phi = 3.14
por = .365
id = .0525
C- 94
nt = 2894
FA0 = 4896.7385
PT = 30
R = 8.314
OD = .06
UD = 11.2619
ts0 = 303
WS = 22872392.6589#
CPS = 2.2
D = .002
DIM A(KOMP), B(KOMP), C(KOMP), D(KOMP), E(KOMP),
F(KOMP), CP(KOMP)
FOR I = 1 TO KOMP
READ F(I), A(I), B(I), C(I), D(I), E(I)
NEXT I
CALL RUNGKUT(XA0, Z, t, ts)
DATA 3.155006E6,-2.4097E1,5.2187E-1,-2.9827E-4,6.122E-8,1.2576E-
12
DATA 0,-3.1368,4.746E-1,-3.1137E-4,8.5237E-8,-5.0524E-12
DATA 5.10583E4,-1.7360E1,5.647E-1,-2.6293E-4,1.1217E-8,1.6544E-11
DATA 4.60978E4,-1.6725E1,5.6424E-1,-2.6465E-4,1.3381E-8,1.5869E-
11
DATA 1.548E4,0.182E0,5.1344E-1,-2.0212E-4,-2.1615E-8,2.3212E-11
DATA 1.6289E6,2.5399E1,2.0178E-2,-3.8549E-5,3.188E-8,-8.7585E-12
DATA 0.1889E3,3.4942E1,-3.9957E-2,1.9184E-4,-1.5303E-7,3.9321E-11
FUNCTION DTDZ (XA, Z, p, t, ts)
SHARED UD, OD, rho, phi, por, id, nt, PT, R, KOMP, FA0
_
SHARED F(), A(), B(), C(), D(), E(), GRAD
f1 = ((-24.097 * t) + .52187 * t ^ 2 + (-2.9827E-04 * t ^ 3) +
6.122E-08 * t ^ 4 + 1.2576E-12 * t ^ 5) * 3155006 * (1 - X)
f2 = 0 _
f3 = ((-17.36 * t) + .5647 * t ^ 2 + (-2.6293E-04 * t ^ 3) + 1.1217E-08 * t
t ^ 4 + 1.6544E-11 * t ^ 5) * 51058.3 * (.01618 + .485 * X)
f4 = ((-16.725 * t) + .56424 * t ^ 2 + (-2.6465E-04 * t ^ 3) + 1.3381E-08 *
t^ 4 + 1.5869E-11 * t ^ 5) * 46097.8 * (.01461 + .022 * X)
f5 = (.182 * t + .51344 * t ^ 2 + (-2.0212E-04 * t ^ 3) + (-2.1615E-08 * t ^
4) + 2.3212E-11 * t ^ 5) * 15480! * (.004906 + .005 * X
f6 = (25.399 * t + .020178 * t ^ 2 + (-3.8549E-05 * t ^ 3) + 3.188E-08 * t
^ 4+ (-8.7585E-12 * t ^ 5)) * 1628900
f7 = (34.942 * t + (-.039957 * t ^ 2) + 1.9184E-04 * t ^ 3 + (-1.5303E-07
* t ^ 4) + 3.9321E-11 * t ^ 5) * 188.9
C- 95
F = f1 + f2 + f3 + f4 + f5 + f6 + f7
_
DTDZ = (UD * phi * OD * nt * (t - ts) + (86023248.16159999# * FA0 *
GRAD)) / F_

END FUNCTION
FUNCTION DTSDZ (t, ts)
SHARED UD, phi, D, nt, WS, CPS
DTSDZ = (UD * phi * D * nt * (t - ts)) / (WS * CPS)
END FUNCTION
FUNCTION DXDZ (XA, Z, P, t)
SHARED rho, phi, por, id, nt, FA0, PT, R
m =0.447 * EXP(-6238 / t)
s = 20 - 20 * XA
g = 5 * XA ^ 2 / (1 - XA)
l = .47 * EXP(4924 / t)
k = EXP(3.836 + .01574 * t + 3.1916E-05 * t ^ 2 / (-R * E - 3 * t))
dxdzi = (m * (s - g / k) / (1 + (l * g / k))) * rho * nt * phi / 4 * id ^ 2 * (1 -
por) / FA0
DXDZ = dxdzi
END FUNCTION
SUB RUNGKUT (XA0, Z, t, ts)
SHARED rho, phi, por, id, nt, FA0, PT, R, Z0, ZN, N, GRAD, ts0
SHARED DELZ, DXA, KOMP, F(), A(), B(), C(), D(), E(), T0, UD
OD = .06
ZN = 680
Z0 = 0
DELZ = (ZN - Z0) / N
FOR I = 0 TO N
XA = XA0: Z = Z0: t = T0: ts = ts0
AK1 = DXDZ(XA, Z, P, t) * DELZ
BK1 = DTDZ(XA, Z, P, t, ts) * DELZ
CK1 = DTSDZ(t, ts) * DELZ
Z = Z0 + DELZ / 2: XA = XA0 + AK1 / 2: t = T0 + BK1 / 2: ts = ts0 +
CK1 / 2
AK2 = DXDZ(XA, Z, P, t) * DELZ
BK2 = DTDZ(XA, Z, P, t, ts) * DELZ
CK2 = DTSDZ(t, ts) * DELZ
C- 96
Z = Z0 + DELZ / 2: XA = XA0 + AK2 / 2: t = T0 + BK2 / 2: ts = ts0 +
CK2 / 2
AK3 = DXDZ(XA, Z, P, t) * DELZ
BK3 = DTDZ(XA, Z, P, t, ts) * DELZ
CK3 = DTSDZ(t, ts) * DELZ
Z = Z0 + DELZ / 2: XA = XA0 + AK3 / 2: t = T0 + BK3 / 2: ts = ts0 +
CK3 / 2
AK4 = DXDZ(XA, Z, P, t) * DELZ
BK4 = DTDZ(XA, Z, P, t, ts) * DELZ
CK4 = DTSDZ(t, ts) * DELZ
PRINT USING "#####.#"; Z0; T0; ts0;
PRINT USING "##.#####"; XA0
DXA = (AK1 + 2 * AK2 + 2 * AK3 + AK4) / 6
DT = (BK1 + 2 * BK2 + 2 * BK3 + BK4) / 6
DTS = (CK1 + 2 * CK2 + 2 * CK3 + CK4) / 6
GRAD = DXA / DELZ
Z0 = Z0 + DELZ: XA0 = XA0 + DXA: T0 = T0 + DT: ts0 = ts0 + DTS
NEXT I
PRINT Z
END SUB
FUNCTION SIGMA (F(), A(), B(), C(), D(), E(), t)
SHARED KOMP
SIGMA = (F(1) * (A(1) + B(1) * t + C(1) * t ^ 2 + D(1) * t ^ 3 + E(1) * t ^
4) ) + (F(2) * (A(2) + B(2) * t + C(2) * t ^ 2 + D(2) * t ^ 3 + E(2) * t ^ 3))
+ (F(3) * (A(3) + B(3) * t + C(3) * t ^ 2 + D(3) * t ^ 3 + E(3) * t ^ 4)) +
(F(4) * (A(4) + B(4) * t + C(4) * t ^ 2 + D(4) * t ^ 3 + E(4) * t ^ 4)) +(F(5)
* (A(5) + B(5) * t + C(5) * t ^ 2 + D(5) * t ^ 3 + E(5) * t ^ 4)) + (F(6) *
(A(6) + B(6) * t + C(6) * t ^ 2 + D(6) * t ^ 3 + E(6) * t ^ 4)) +(F(7) *
(A(7) + B(7) * t + C(7) * t ^ 2 + D(7) * t ^ 3 + E(7) * t ^ 4))
END FUNCTION
C- 97
Panjang tube yang dihasilkan dari perhitungan diatas dengan increment
AZ = 640 cm dapat dilihat dibawah ini :
Z T Ts XA
0.0000 673.0000 543.0000 0.00000
68.0000 673.0011 570.8801 0.03639
136.0000 673.0225 592.7831 0.07146
204.0000 673.0430 609.9933 0.10527
272.0000 673.0626 623.5168 0.13785
340.0000 673.0814 634.1442 0.16926
408.0000 673.0994 642.4964 0.19952
476.0000 673.1168 649.0612 0.22869
544.0000 673.1334 654.2217 0.25681
612.0000 673.1495 658.2790 0.28390
680.0000 673.1649 661.4695 0.31001
Dari perhitungan didapat:
 Panjang tube = 714 cm
 Suhu keluar reaktor = 673.1649 K
C- 98
7. Menghitung berat katalis
Persamaan kinetika untuk reaktor fixed bed multi tube , yang didapat dari dari
neraca massa sebagai berikut :
ra
dXA
FAo
dw
÷
=
dW = µ
B
. Nt . t/4 . ( IDt )
2
. ( 1- c ) dz
}dW = µ
B
. Nt . t/4 . ( IDt )
2
. ( 1- c ) }dz
W = µ
B
. Nt . t/4 . ( IDt )
2
. ( 1- c ) z
= 1,79 gr/ccx 2894 x t/4 x ( 5,25018 cm
2
)x (1 – 0,365) x 714 cm
= 9.679.821,411 gram
= 9.679,821411 kg
Menghitung volume bed katalis
V
bed
=
3 3
244 , 15 25 , 813 . 243 . 15
) 365 , 0 1 ( 79 , 1
411 , 821 . 679 . 9
) 1 (
m cm
W
B
katalis
= =
÷
=
÷ 
Menghitung volume katalis
V
katalis
=
3 3
4078 , 5 459 , 721 . 407 . 5
79 , 1
411 , 821 . 679 . 9
m cm
W
B
katalis
= = =

Menghitung waktu tinggal
Waktu tinggal ( t ) = Vt/Vg
=
785 , 181 . 908
714 411 , 545 . 62 x
= 49,1723 detik
C- 99
8. Menghitung tinggi reaktor
Menghitung tebal shell
Direncanakan shell terbuat dari Low – alloy Steels SA.302 Grade B (
Brownell, tabel 13-2 ) dengan spesifikasi sebagai berikut :
Tekanan yang diijinkan ( f ) = 20.000
Eff pengelasan ( E ) = 0,8 ( double wetted join )
Faktor korosi = 0,125
IDs = 201,4517 inch
ri = IDs/2
= 100,72585 inch
Tekanan opersai = 30 atm
Faktor keamanan = 10 %
Tekanan rancangan = 110 % x P
= 1,1 x 30 atm
= 33 atm = 440,8785 psia
Dari Brownell halaman 254 untuk mencari tebal shell digunakan persamaan :
C
P E f
ri P
ts +
÷
=
. 6 , 0 .
.
125 , 0
) 8785 , 440 * 6 , 0 ( ) 8 , 0 * 000 . 20 (
72585 , 100 * 8785 , 440
+
÷
= ts
inch ts 947 , 2 =
digunakan tebal shell standart 3 inch
C- 100
 Menghitung tebal head ( th )
Direncanakan bentuk head adalah eliptical dished head dengan bahan sama
dengan bahan shell. Persamaan yang digunakan untuk menghitung tebal head
dari Brwnell halaman :
C
P E f
d P
th +
÷
=
. 2 , 0 . 2
.
125 , 0
) 8785 , 440 * 2 , 0 ( ) 8 , 0 * 000 . 20 * 2 (
4517 , 201 * 8785 , 440
+
÷
= th
inch ts 908 , 2 =
Digunakan tebal shell standart 3 inch
Menghitung tinggi head
IDs = 201,4517 inch
ODs = IDs + 2 ts
= 201,4517 + ( 2 x 3 )
= 207,4517 inch
Untuk perancangan digunakan OD shell standart 216 inch
Dari tabel 5.7 Brownell hal . 91 untuk :
ODs = 216 inch
ts = 3 inch
Diperoleh :
icr = 13
r = 170
C- 101
Direncanakan head dipasang dengan flane dan dish, maka persamaan yang
berlaku dari Brownell hal 87 :
a = IDs/2 = 201,4517/2 = 100,72585 inch
AB = a - icr = 100,72585 - 13 = 87,72585 inch
BC = r - icr = 170 - 13 = 157 inch
AC = ( BC
2
- AB
2
)
1/2
= ( 157
2
- 87,72585
2
)
1/2
= 130,2044 inch
b = r - AC = 170 - 130,2044 = 39,7956 inch
Dari tabel 5.6 Brownell hal. 88 dengan th = 3 inch didapat sf = 1,5 – 4,5 inch,
untuk perancangan digunakan sf = 4,5 inch, maka tinggi head adalah :
Hh = th + b + sf
= 3 + 39,79565 + 4,5 = 47,2956 inch = 3,9413 ft
Menghitung tinggi reaktor ( H
R
)
Tinggi = panjang tube + 2 tinggi head
H
R
= z + ( 2 x Hh )
= 23,4252 + ( 2 x 3,9413 )
= 31,3078 ft
C- 102
9 . Menghitung volume reaktor
Volume reaktor ( Vr ) adalah volume vessel reaktor ditambah dengan volume
kedua head. Volume reaktor dapat dihitung dengan persamaan ;
Vr = Vvess + 2.Vh
= [ t/4.(Dis
2
.Z) + 2.(0,000049.Dis
3
)]
= [ t/4.((201,4517x2,54)
2
x714) + 2.(0,000049x(201,4517x2.54)
3
]
= 146.762.813,4 cm
3
= 146,763 m
3
10. Menghitung pressure drop shell dan tube
 Menghitung penurunan tekanan dalam shell
Pendingin yang digunakan adalah Dow Term dengan data sebagai berikut :
P = 30 atm
T= 30
0
C
Cp = 0,526 BTU/lb
0
F
µ = 0,726 BTU/ft.jam
µ = 1,79 gr/cm
3
Dari perhitungan di awal didapat :
Dis = 201,4517 inch = 16,78764 ft
Res = 998.474
Gs = 188.391,5686 lb/j.ft
2
De = 48,6902 inch = 4,0559 ft
Dari fig.29 Kern diperoleh f = 0,0014
|s = µ/µw = 1
C- 103
( N + L ) = 12 L/B
S = Spesifik gravity dibanding air
L = panjang tube = 714 cm = 23,4252 ft
B= diameter shell ( ft )= 4,5 ft
APs =
s S De
L N Dis Gs f
 . . . 10 . 22 , 5
) ( ). .( .
10
2
+
=
73 , 0 . 1 . 0559 , 4 . 10 . 22 , 5
)
5 , 4
452 , 23
( ). 78764 , 16 .( ) 5686 , 391 . 188 ( 0014 , 0
10
2
= 0,0028127464 psi
= 1,914.10
-4
atm
Menghitung pressure drop dalam tube
Gt= Wt/at
=
2
2
. sec / 783 , 2
3600 3257 , 67
/ 6 , 674505
ft lb
ft x
j lb
=
at= Nt * a’t * / 144 * n
= 2894 x 3,35 inch / 144 x 1
= 67,3257 ft
2
APt =
2
] 75 , 1 ) 1 ( 150 [( ) 1 (
 

 
xDpx xg
xL xGt
Dp
x x x x Gt
c g
+ ÷ ÷
C- 104
Dalam hubungan ini :
L = Panjang tube = 23,4252 ft
µ = viskositas gas = 1,0653.10
-5
lb/ft.dt
µ
g
= density gas = 2,285 lb/ft
3
Gt= kecepatan massa reaktan = 3,31 lb/dt.ft
2
g
c
= percepatan gravitasi = 32,17 lb.ft/lbf.dt
2
Dp= diameter partikel = 0,0656168 ft
c = porositas = 0,365
APt =
2
] 75 , 1 ) 1 ( 150 [( ) 1 (
 

 
xDpx xg
xL xGt
Dp
x x x x Gt
c g
+ ÷ ÷
= 445,011 lb/ft
2
= 0,2103 atm
C- 105
RESUME
Kode : R – 01
Fungsi : Tempat berlangsungnya reaksi disproporsionasi toluena
menghasilkan parxylene dengan katalis ZSM – 5
Tujuan : Menentukan spesifikasi reaktor yang digunakan
Jenis : Reaktor Fixed bed Multi tube pendingin Dow Term A
Kondisi : Non Isotermal – Non Adiabatis
Temperatur : 390 – 400 °C
Tekanan : 30 atm
Spesifikasi :
- Jumlah tube = 2.894 buah
- Tinggi reaktor = 31,3078 ft = 9,542617 m
- Volume reaktor = 146,763 m
3
Tube side
Bahan kontruksi = Low – alloy stell SA – 302 Grade B
- Dnom = 2 inch
- Sch = 40
- Pitch = 2,975 inch
- Dit = 2,067 inch
- Dot = 2,38 inch
Jumlah Tube = 2.894 buah
Panjang tube = 714 cm
Waktu tinggal = 49,1723 detik
Berat katalis = 9.679,821411 kg
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
103
.BAB V
MANAJEMEN PERUSAHAAN
Manajemen, bentuk dan struktur perusahaan merupakan prioritas pertama
dalam pendirian suatu perusahaan. Arah yang benar untuk tercapainya tujuan
perusahaan sangat tergantung pada manajemen, bentuk, dan struktur perusahaan.
Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dalam mencapai tujuan perusahaan.
5.1 BENTUK PERUSAHAAN
Bentuk perusahaan : Perseroan Terbatas ( PT )
Lapangan usaha : Industri Paraxylene
Lokasi perusahaan : Cilegon, Banten
Pemilihan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas ( PT ) didasarkan pada beberapa
pertimbangan, yaitu :
1. Suatu Perseroan Terbatas dapat memperoleh modal dari hasil penjualan saham
kepada masyarakat yang mempunyai modal dan minat terhadap industri ini.
2. Tanggung jawab pemegang saham terbatas, sehingga kelancaran produksi
tetap dipegang oleh pimpinan perusahaan.
3. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain Pemilik perusahaan
tidak termasuk ke dalam pengurus perusahaan yaitu para pemegang saham,
sedangkan pengurus perusahaan adalah Dewan Direksi beserta para staf yang
diawasi oleh Dewan Komisaris.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
104
4. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin, karena tidak terpengaruh oleh
berhentinya pemegang saham, direksi dan staffnya, serta karyawan
perusahaan.
5. Efisiensi dari manajemen
Para pemegang saham duduk dalam Dewan Komisaris ini mempunyai
wewenang dalam memilih Dewan Direksi diantaranya Direktur Utama yang
cakap dan berpengalaman.
Untuk mendirikan perusahaan perlu adanya akte notaris yang memuat,
antara lain : nama perusahaan, modal perusahaan, jenis lapangan usaha dan
sebagainya.
Ciri – ciri Perseroan Terbatas ( PT ), yaitu :
1. Hukum didirikan dengan akta dari notaris berdasarkan Kitab
Undang-Undang Hukum Dagang.
2. Besarnya modal ditentukan dalam akta pendirian dan terdiri dari
saham-saham.
3. Pemilik perusahaan adalah pemegang saham.
4. Perusahaan dipimpin oleh Dewan Direksi, yang dipilih oleh para pemegang
saham.
5. Pembinaan personaliasepenuhnya diserahkan kepada Dewan Direksi dengan
memperhatikan hukum-hukum perburuhan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
105
5.2 STRUKTUR ORGANISASI
Dalam perusahaan diperlukan adanya struktur organisasi yang akan
menunjang kemajuan perusahaan. Struktur organisasi tersebut juga dapat
membantu dalam kelancaran komunikasi yang akhirnya akan meningkatkan
kinerja perusahaan. Untuk mencapai sistem organisasi perusahaan yang baik,
perlu memperhatikan beberapa azas sebagai pedoman, antara lain :
 Perumusan tujuan perusahaan dengan jelas
 Pembagian tugas kerja yang jelas
 Kesatuan perintah dan tanggungjawab
 Pengontrolan pekerjaan yang dilaksanakan
 Organisasi perusahaan yang fleksibel
Sistem struktur organisasi perusahaan terbagi dalam tiga macam sistem,
yaitu Line / Garis Organisasi, Line and Staff, dan Fungsional Organisasi. Dengan
berpedoman pada azas-azas seperti di atas, struktur organisasi yang paling baik
untuk diterapkan adalah sistem Line and Staff. Pada sistem ini garis kekuasaan
lebih sederhana dan praktis pada pembagian tugas kerja, dimana seorang
karyawan hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Untuk mencapai
kelancaran produksi harus dibentuk staf ahli yang terdiri dari orang-orang yang
ahli pada bidangnya. Staf ahli memberikan bantuan pemikiran dan nasehat kepada
dewan direksi demi tercapainya kelancaran produksi.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
106
Ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan
sistem Line and Staff, yaitu :
1. Sebagai Line, yaitu orang-orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi
dalam rangka mencapai tujuan.
2. Sebagai Staff, yaitu orang-orang yang melakukan tugasnya dengan keahlian
yang dimilikinya, dalam hal ini untuk memberikan saran kepada unit-unit
operasional.
Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan, dimana 51% bagian saham
adalah bagian pengusaha pribumi, sedangkan sisanya 49% bagian saham dijual
kepada pemilik modal asing yang berniat menanamkan modalnya dalam
perusahaan ini. Dalam pelaksanaannya tugas para Pemegang Saham diwakilkan
oleh Dewan Komisaris, sedangkan pelaksana tugas harian dalam menjalankan
seluruh kegiatan operasional perusahaan dilakukan oleh Dewan Direksi yang
terdiri dari oleh seorang Direktur Utama dibantu Direktur Teknik dan Produksi
serta Direktur Keuangan dan Umum. Direktur Teknik dan Produksi menangani
bidang produksi dan teknik, Direktur Keuangan dan Umum menangani bidang
pemasaran, keuangan, dan pelayanan umum.
Direktur-direktur ini membawahi beberapa Kepala Bagian yang
membawahi lagi beberapa Kepala Seksi dan masing-masing seksi akan
membawahi dan mengawasi karyawan perusahaan pada masing-masing
bidangnya. Karyawan perusahaan dibagi menjadi beberapa regu yang dipimpin
oleh Kepala Regu yang bertanggung jawab kepada atasannya pada masing-masing
seksi. Struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada gambar 5.1
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
107
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
108
5.3 TUGAS DAN WEWENANG
5.3.1 Pemegang Saham
Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal
untuk kepentingan pendirian dan jalannya operasional perusahaan. Kekuasaan
tertinggi berada pada Rapat Umum Pemegang Saham. Pada rapat tersebut,
pemegang saham berwewenang untuk mengangkat dan memberhentikan Dewan
Komisaris, mengangkat dan memberhentikan Dewan Direksi, mengesahkan hasil-
hasil usaha serta neraca perhitungan untung-rugi tahunan dari perusahaan.
5.3.2 Dewan Komisaris
Dewan Komisaris diangkat oleh para pemegang saham dalam Rapat
Umum Pemegang Saham. Dewan Komisaris mempunyai tugas serta wewenang
untuk menetapkan kebijaksanaan umum, target laba perusahaan, alokasi sumber
dan pemasaran, melakukan pengawasan terhadap Dewan Direksi, menolak dan
menyetujui rencana Dewan Direksi serta mempertanggungjawabkan perusahaan
kepada para pemegang saham.
5.3.3 Dewan Direksi
A. Direktur Utama
Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan
bertanggung jawab terhadap maju mundurnya perusahaan. Direktur Utama
bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris atas segala tindakan dan
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
109
kebijaksanaan yang telah diambil sebagai pimpinan perusahaan. Direktur Utama
membawahi Direktur Teknik dan Produksi serta Direktur Keuangan dan Umum.
Berikut ini adalah tugas-tugasnya :
1. Melaksanakan kebijakan perusahaan serta mempertanggung
jawabkannya kepada para Pemegang Saham pada masa akhir
jabatannya.
2. Menjaga kestabilan organisasi dan membuat hubungan yang baik antara
pemilik saham, pimpinan, konsumen, dan para karyawan.
3. Mengangkat dan memberhentikan Kepala Bagian atas persetujuan Rapat
Umum Pemegang Saham.
4. Mengkoordinir kerjasama dengan Direktur Teknik dan Produksi serta
Direktur Keuangan dan Umum.
B. Direktur Teknik dan Produksi
1. Bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam bidang teknik dan
produksi yaitu yang berhubungan dengan bidang produksi,
pemeliharaan alat, penyediaan bahan baku dan laboratorium
2. Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan Kepala
Bagian yang menjadi bawahannya
3. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan bagian Litbang.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
110
C. Direktur Keuangan dan Umum
1. Bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam bidang keuangan,
pemasaran dan pelayanan umum.
2. Mengkoordinir, mengatur serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan
Kepala Bagian yang menjadi bawahannya.
5.3.4 Staf Ahli
Staf ahli terdiri dari tenaga-tenaga ahli yang bertugas membantu Dewan
Direksi dalam menjalankan tugasnya, baik yang berhubungan dengan teknik,
produksi maupun administrasi. Staf ahli bertanggungjawab kepada Direktur
Utama sesuai dengan bidangnya.
Tugas dan wewenang Staf Ahli meliputi :
1. Memberikan saran dan perencanaan dalam pengembangan perusahaan.
2. Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan.
3. Memberikan saran-saran dalam bidang hukum.
5.3.5 Kepala Bagian
Secara umum tugas Kepala Bagian :
1. Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai
dengan garis-garis yang diberikan oleh Pimpinan Perusahaan.
2. Dapat bertindak sebagai Staf Direktur bersama-sama dengan Staf Ahli.
3. Bertanggung jawab kepada Direktur yang menangani bidang tersebut.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
111
Kepala Bagian terdiri dari :
A. Kepala Bagian Produksi
Kepala bagian produksi bertanggung jawab kepada Direktur Produksi dalam
bidang mutu dan kelancaran produksi. Kepala Bagian Produksi
membawahi :
a. Seksi Proses
Tugas seksi proses yaitu
 Mengawasi jalannya proses dan produksi
 Menjalankan tindakan seperlunya pada peralatan produksi yang
mengalami kerusakan sebelum ditangani oleh seksi yang
berwenang.
b. Seksi Pengendalian
Tugas seksi pengendalian yaitu
 Menangani hal-hal yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan
mengurangi potensi bahaya yang ada.
c. Seksi Laboratorium
Tugas seksi laboratorium yaitu
 Mengawasi dan menganalisa mutu bahan baku dan bahan pembantu.
 Mengawasi dan menganalisa mutu hasil produksi dan mengawasi
hal-hal yang berhubungan dengan buangan pabrik.
 Mengawasi hal-hal yang berhubungan dengan buangan pabrik,
membuat laporan berkala kepada Kepala Bagian Produksi.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
112
B. Kepala Bagian Teknik
Tugas kepala bagian teknik antara lain bertanggung jawab kepada Direktur
Teknik dan Produksi dalam bidang pemeliharaan peralatan, utilitas, proses,
inspeksi, keselamatan proses serta lingkungan, ikut memberikan bantuan
teknik kepada bagian operasi; mengkoordinir kepala-kepala seksi yang
menjadi bawahannya.
Kepala Bagian Teknik membawahi :
a. Seksi Mesin
Bertugas melaksanakan pemeliharaan fasilitas gedung dan peralatan
pabrik, memperbaiki kerusakan peralatan pabrik, yang berhubungan
dengan mesin-mesin produksi.
b. Seksi Instrumentasi
Bertugas melaksanakan pemeliharaan peralatan pabrik dan memperbaiki
kerusakan peralatan pabrik yang berhubungan dengan listrik dan
peralatan instrumentasi pabrik.
c. Seksi Pengadaan Alat
Bertanggungjawab atas penyediaan peralatan yang diperlukan oleh
seksi mesin dan instrumentasi dalam rangka pemeliharaan dan perbaikan
peralatan produksi.
d. Seksi Utilitas
Bertanggungjawab atas tersedianya seala bahan penunjang yang
diperlukan untuk menjalankan seluruh operasional perusahaan baik itu
kebutuhan listrik, air, dan steam dengan cara menjalankan dan
mengontrol jalannya unit utilitas.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
113
C. Kepala Bagian Pemasaran
Bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Umum dalam bidang
penyediaan bahan baku dan pemasaran hasil produksi.
Kepala bagian pemasaran membawahi :
a. Seksi Pembelian
Tugas seksi pembelian :
 Melaksanakan pembelian barang dan peralatan yang dibutuhkan
perusahaan
 Mengetahui harga pasaran dan mutu bahan baku
 Mengatur keluar masuknya bahan dan alat dari gudang.
b. Seksi Penjualan
Tugas seksi penjualan :
 Merencanakan strategi penjualan hasil produksi .
 Mengatur distribusi hasil produksi dari gudang.
D. Kepala Bagian Keuangan
Kepala bagian keuangan bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan
Umum dalam bidang administrasidan keuangan.
Kepala bagian keuangan membawahi :
a. Seksi Akuntasi
Tugas seksi keuangan :
 Menghitung penggunaan kas perusahaan
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
114
 Mengamankan uang dan membuat anggaran tentang keuangan masa
depan
 Mengadakan perhitungan tentang gaji dan insentif karyawan
b. Seksi Administrasi
Tugas seksi administrasi :
 Menyelenggarakan pencataatan hutang piutang, administrasi
persediaan kantor dan pembukuan serta masalah perpajakan.
E. Kepala Bagian Pelayanan Umum
Kepala bagian pelayanan umum bertanggung jawab kepada
Direktur Keuangan dan Umum dalam bidang personalia, hubungan
masyarakat, kesehatan dan keamanan. Untuk itu, kepala bagian umum harus
mampu mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan
kepala seksi yang menjadi bawahannya.
Kepala bagian pelayanan umum membawahi :
a. Seksi Personalia
Tugas seksi personalia :
 Merekrut dan membina tenaga kerja dan menciptakan suasana kerja
sebaik mungkin antara pekerja, pekerjaan dan lingkungan supaya
tidak terjadi pemborosan waktu dan biaya
 Mengusahakan disiplin kerja yang tinggi dalam menciptakan kondisi
kerja yang tenang dan dinamis
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
115
 Membina karier para karyawan dan melaksanakan hal-hal yang
berhubungan dengan kesejahteraan karyawan.
b. Seksi Humas
Tugas seksi humas :
 Mengatur hubungan antara perusahaan dengan masyarakat diluar
lingkungan perusahaan.
c. Seksi Keamanan
Tugas seksi keamanan :
 Menjaga semua bangunan pabrik dan fasilitas perusahaan
 Mengawasi keluar masuknya orang-orang baik karyawan maupun
non karyawan di lingkungan pabrik
 Menjaga dan memelihara kerahasiaan yang berhubungan dengan
intern perusahaan.
d. Seksi Kesehatan
Tugas seksi kesehatan :
 Menjaga kinerja karyawan dan mengusahakan disiplin kerja yang
tinggi dalam menciptakan kondisi kerja yang tenang dan dinamis
 Memberikan pelayanan kesehatan bagi karyawan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
116
5.3.6 Penelitian dan Pengembangan
Litbang bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dalam
bidang penelitian dan pengembangan. Tugas dan wewenang staf penelitian dan
pengembangan adalah memperbaiki proses, perencanaan alat dan pengembangan
produksi; meningkatkan mutu produk; meningkatkan efisiensi kerja.
5.3.7 Kepala Seksi
Kepala seksi tugasnya adalah pelaksana pekerjaan dalam lingkungan
bagiannya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh para kepala bagian
masing-masing agar diperoleh hasil yang maksimal dan efektif selama
berlangsungnya proses produksi. Setiap kepala seksi bertanggung jawab terhadap
kepala bagian masing-masing sesuai dengan seksinya.
5.3.8 Kepala Regu
Bertanggung jawab kepada kepala seksi atas pelaksanaan tugas paada regu
yang diembannya dan melakukan koordinasi, mengatur dan mengawasi
pelaksanaan pekerjaan operator yang menjadi bawahannya.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
117
5.4 PEMBAGIAN JAM KERJA KARYAWAN
Pabrik Paraxylene yang direncanakan akan beroperasi selama 330 hari
setiap tahunnya dan 24 jam per harinya. Sisa hari yang bukan libur digunakan
untuk perbaikan, perawatan alat atau shut down. Pembagian kerja karyawan dapat
digolongkan menjadi dua golongan, yaitu :
1. Karyawan Non-Shift
Karyawan non-shift adalah karyawan yang tidak menangani proses produksi
secara langsung. Yang termasuk karyawan non-shift yaitu Direktur, Staf
Ahli, Kepala Bagian , Kepala Seksi, serta bawahan yang berada di kantor.
Karyawan ini dalam satu minggu akan bekerja selama 6 hari dengan
pembagian kerja sebagai berikut :
Hari Senin – Jum’at : jam 08.00 – 16.00
Hari Sabtu : jam 08.00 – 12.00
dengan waktu istirahat
Hari Senin – Kamis : jam 12.00 – 13.00
Hari Jum’at : jam 11.00 – 13.00
Hari Minggu : libur
2. Karyawan Shift
Karyawan shift adalah karyawan yang langsung menangani proses produksi
atau mengatur bagian-bagian tertentu dari pabrik yang mempunyai
hubungan dengan masalah keamanan dan kelancaran produksi. Yang
termasuk karyawan shift adalah operator produksi, sebagian dari bagian
teknik, bagian gudang dan bagian-bagian lain yang harus selalu siaga untuk
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
118
menjaga keselamatan serta keamanan pabrik. Para karyawan shift akan
bekerja secara bergantian sehari semalam.
Karyawan shift dibagi menjadi tiga kelompok shift dengan pembagian
sebagai berikut :
Shift pagi : jam 07.00 – 15.00
Shift siang : jam 15.00 – 23.00
Shift malam : jam 23.00 – 07.00
Karyawan shift dibagi menjadi 4 regu, dimana 3 regu bekerja dan 1 regu
istirahat dan dilakukan secara bergantian. Tiap regu mendapat giliran 3 hari
kerja dan 1 hari libur. Pada hari libur atau hari raya besar yang ditetapkan
pemerintah, maka regu yang terjadwal untuk bekerja tetap masuk kerja.
 Penentuan Jumlah Karyawan Proses
Berdasarkan Peter & Timmerhaus, hal 198-202
Kapasitas Produksi = 350.000 ton/tahun
1 tahun = 330 hari
Jadi kapasitas produksi = hari ton
hari
tahun
x tahun ton / 606 , 1060
330
1
/ 000 . 350 
Dari Fig. 6-8, Peter & Timmerhaus (garis C)untuk kapasitas 1060,606
ton/hari diperoleh karyawan proses sebesar 58 manhour/hari tiap step
proses. Step proses pada pabrik ini ada 5, terdiri dari proses mixing, heating,
reaksi, distilasi 1, distilasi 2, cooling, separasi.
Maka jumlah karyawan proses = 12
24
5
58  x manhour
Total karyawan proses (4 shift) = 4 x 12 = 48 karyawan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
119
Jadwal kerja masing-masing regu ditabelkan sebagai berikut :
Tabel 5.1 Jadwal Kerja Masing – Masing Regu
Hari
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Regu
1 P P P L M M M L S S S L P P
2 S S L P P P L M M M L S S S
3 M L S S S L P P P L M M M L
4 L M M M L S S S L P P P L M
keterangan :
P : Shift Pagi M : Shift Malam
S : Shift Siang L : Libur
Kelancaran produksi dari suatu pabrik sangat dipengaruhi oleh faktor
kesiplinan para karyawannya, karena kelancaarn produksi secara tidak
langsung akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan perusahaan.
Oleh karena itu kepada seluruh karyawan diberlakukan absensi, disamping
itu absensi juga digunakan oleh pimpinan perusahaan sebagai dasar dalam
pengembangan karier karyawan di dalam perusahaan.
5.5 STATUS KARYAWAN DAN SISTEM UPAH
Pada industri paraxylene diberlakukan sistem upah karyawan yang
berbeda-beda tergantung dari status karyawan, kedudukan, tanggung jawab dan
keahlian. Berdasarkan statusnya, karyawan dibagi menjadi tiga golongan sebagai
berikut :
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
120
1. Karyawan Tetap
Karyawan tetap yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan
Surat Keputusan ( SK )
2. Karyawan Harian
Karyawan harian yaitu karyawan yang diangkat dan diberhantikan oleh
Dewan Direksi tanpa Surat Keputusan ( SK ) Dewan Direksi dan mendapat
upah harian tiap akhir pekan.
3. Karyawan Borongan
Karyawan borongan yaitu karyawan yang digunakan oleh pabrik bila
diperlukan saja. Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu
pekerjaan.
Sistem penggajian karyawan dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan
macamnya, yaitu :
1. Gaji bulanan
Gaji ini diberikan kepada pegawai tetap. Besarnya gaji disesuaikan dengan
peraturan perusahaan.
2. Gaji harian
Gaji ini diberikan kepada karyawan tidak tetap atau buruh harian.
3. Gaji lembur
Gaji ini diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja yang
telah ditetapkan. Besarnya gaji sesuai dengan peraturan perusahaan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
121
5.6 PENGGOLONGAN JABATAN, JUMLAH KARYAWAN DAN GAJI
5.6.1 Penggolongan Jabatan dan Tingkat Pendidikan Karyawan
Tingkat pendidikan karyawan berpengaruh terhadap posisi jabatan
karyawan, dan perinciannya dapat dilihat dalam tabel 5.2
Tabel 5.2 Penggolongan Jabatan
NO JABATAN PENDIDIKAN
1 Dewan Komisaris Sarjana semua jurusan
2. Direktur Sarjana semua jurusan
3. Kepala Bagian Produksi / Teknik Sarjana Teknik Kimia / Mesin /
Elektro
4. Kepala Bagian Komersil / Keuangan /
Umum
Sarjana Ekonomi / Sosial
5. Kepala Seksi Proses, Pengendalian,
Laboratorium dan Saff
Sarjana Teknik Kimia, Sarjana
Kimia
6. Kepala Seksi Utilitas dan Pemeliharaan Sarjana Teknik Kimia, Mesin,
Elektro
7. Kepala Seksi Pembelian dan Pemasaran Sarjana Ekonomi
8. Kepala Seksi Administrasi dan Kas Sarjana Ekonomi
9. Kepala Seksi Personalia, Huams, Security,
Pelayanan Kesehatan
Sarjana Psikologi / Sosial,
Hukum, Kedokteran
10. Kepala Regu Sarjana semua jurusan
11. Karyawan, Operator Sarjana, Sarjana Muda, STM
12. Sekretaris Sarjana Muda, Sarjana
13. Medis, Paramedis Dokter, Ahli Madya, Perawat
14. Lain – Lain / Pesuruh SMU, SMP, sederajat
5.6.2 Jumlah Karyawan dan Gaji
Jumlah karyawan harus ditentukan dengan tepat agar semua pekerjaan
yang ada dapat dilaksanakan dengan baik. Dengan demikian seluruh kegiatan
operasional di dalam industri paraxylene dapat berjalan dengan lancar dan efektif.
Perincian jumlah karyawan dapat dilihat pada tabel 5.3
Penggolongan gaji karyawan dapat dilihat pada tabel 5.4
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
122
Tabel 5.3 Perincian Jumlah Karyawan
NO JABATAN JUMLAH
1 Direktur Utama 1
2 Direktur Produksi 1
3 Direktur Keuangan & Umum 1
4 Staf Ahli 2
5 Sekretaris 3
6 Kepala Bagian Produksi 1
7 Kepala Bagian Teknik 1
8 Kepala Bagian Keuangan 1
9 Kepala Bagian Pemasaran 1
10 Kepala Bagian Umum 1
11 Litbang 4
12 Kepala Seksi Proses 1
13 Kepala Seksi Pengendalian 1
14 Kepala Seksi Laboratorium 1
15 Kepala Seksi Utilitas 1
16 Kepala Seksi Pemeliharaan 1
17 Kepala Seksi Humas 1
18 Kepala Seksi Personalia 1
19 Kepala Seksi Keamanan 1
20 Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan 1
21 Kepala Seksi Pembelian 1
22 Kepala Seksi Penjualan 1
23 Kepala Seksi Administrasi 1
24 Kepala Seksi Kas 1
25 Kepala Regu Proses 4
26 Kepala Regu Utilitas 4
27 Kepala Regu Pengendalian 4
28 Kepala Regu Laboratorium 4
29 Kepala Regu Pemeliharaan 4
30 Karyawan Unit Proses 48
31 Karyawan Unit Utilitas 8
32 Karyawan Unit Pengendalian 8
33 Karyawan Unit Laboratorium 8
34 Karyawan Unit Pemeliharaan 8
35 Karyawan Unit Pembelian 4
36 Karyawan Unit Penjualan 4
37 Karyawan Unit Kas 4
38 Karyawan Unit Administrasi 4
39 Karyawan Unit Personalia 4
40 Karyawan Unit Humas 4
41 Karyawan Unit Keamanan 16
42 Karyawan Unit Pelayanan Kesehatan 4
43 Dokter 1
44 Sopir 4
45 Pesuruh / Cleaning Service 10
TOTAL 189
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
123
Tabel 5.4 Penggolongan Gaji
NO JABATAN GAJI / BULAN
1 Direktur Utama Rp 30.000.000,00
3 Direktur Rp 20.000.000,00
4 Staf Ahli Rp 10.000.000,00
5 Kepala Bagian Rp 5.000.000,00
6 Litbang Rp 5.000.000,00
7 Kepala Seksi Rp 3.000.000,00
8 Kepala Regu Rp 2.000.000,00
10 Sekretaris Rp 1.500.000,00
11 Karyawan Proses Rp 1.500.000,00
12 Karyawan Pengendalian Rp 1.500.000,00
13 Karyawan Laboratorium Rp 1.500.000,00
14 Karyawan Pemeliharaan Rp 1.500.000,00
15 Karyawan Utilitas Rp 1.500.000,00
16 Karyawan Pembelian Rp 1.200.000,00
17 Karyawan Pemasaran Rp 1.200.000,00
18 Karyawan Kas Rp 1.200.000,00
19 Karyawan Administrasi Rp 1.200.000,00
20 Karyawan Personalia Rp 1.200.000,00
21 Karyawan Humas Rp 1.200.000,00
22 Satpam (Keamanan) Rp 900.000,00
23 Karyawan Pelayanan Kesehatan Rp 1.000.000,00
24 Dokter Rp 2.000.000,00
25 Sopir Rp 800.000,00
26 Pesuruh / Cleaning Service Rp 500.000,00
5.7 KESEJAHTERAAN SOSIAL KARYAWAN
Salah satu faktor dalam meningkatkan efektifitas kerja pada perusahaan ini
yaitu dengan cara meningkatkan kesejahteraan karyawannya. Kesejahteraan sosial
yang diberikan perusahaan kepada karyawannya berupa :
1. Fasilitas Kesehatan
Perusahaan memberikan fasilitas poliklinik yang berada di areal pabrik.
Poliklinik ini berfungsi sebagai pertolongan pertama pada karyawan selama jam
kerja. Untuk menangani kecelakaan berat, baik akibat kerja maupun bukan,
yang menimpa karyawan dan keluarganya, perusahaan menunjuk rumah sakit
rujukan untuk menanganinya. Selain itu perusahaan juga bekerja sama dengan
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
124
beberapa rumah sakit. Bagi karyawan yang menderita sakit akibat kecelakaan
kerja, biaya pengobatan akan ditanggung perusahaan sesuai dengan undang-
undang yang berlaku. Sedangkan biaya pengobatan bagi karyawan yang
menderita sakit yang tidak diakibatkan oleh kecelakaan kerja, diatur
berdasarkan kebijaksanaan perusahaan.
2. Fasilitas Pendidikan
Perusahaan menyediakan beasiswa bagi anak-anak karyawan yang
berprestasi di sekolahnya. Selain itu perusahaan mengadakan pengembangan
Sumber Daya Manusia melalui pelatihan, pendidikan, pembinaan dan
pemantapan budaya perusahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi
kesempatan belajar kepada karyawan untuk mengembangkan diri sesuai
kemampuan yang dimiliki.
3. Fasilitas Asuransi
Fasilitas Asuransi (JAMSOSTEK) diberikan untuk memberikan jaminan
sosial dan memberikan perlindungan kepada karyawan terhadap hal yang tidak
diinginkan.
4. Fasilitas Transportasi
Perusahaan memberikan fasilitas transportasi berupa mobil dan supir
untuk kegiatan operasional, serta transportasi bus antar jemput karyawan non
shift maupun karyawan shift.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
125
5. Fasilitas Perumahan
Perusahaan memberikan fasilitas perumahan tempat tinggal bagi karyawan
dengan jabatan minimal operator yang berasal dari luar kota dengan masa kerja
yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
6. Fasilitas Koperasi
Koperasi karyawan (KOPKAR) didirikan dengan tujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari
karyawan dengan harga murah.
7. Fasilitas Kantin
Kantin disediakan untuk memenuhi kebutuhan makan karyawan. Fasilitas
makan ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan.
8. Fasilitas Peribadatan
Perusahaan menyediakan tempat ibadah seperti mushola di areal pabrik.
9. Fasilitas Tunjangan Lain
Perusahaan memberikan tunjangan-tunjangan berupa :
a. Tunjangan Hari Raya (THR) bagi semua karyawan
b. Bonus tahunan bila produksi melebihi target yang ditetapkan
c. Tunjangan hari tua yang dibayarkan sealigus.
d. Tunjangan perjalanan dinas
e. Pakaian kerja yang diberikan kepada karyawan sebanyak 2 pasang
seragam harian dan 1 pasang wear pack untuk karyawan bagian Produksi
dan Teknik per tahunnya.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
126
10. Peralatan Safety
Untuk menjaga keselamatan kerja karyawan di pabrik diberikan peralatan
safety berupa safety helmet, safety shoes, masker, google, glove dan alat-alat
safety lainnya.
11. Fasilitas Cuti
Perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk beristirahat
sesuai waktu yang telah ditentukan. Oleh karena itu perusahaan memberikan
waktu cuti karyawan berupa :
a. Cuti tahunan, yang diberikan kepada setiap karyawan selama 12 hari kerja
dalam 1 tahun. Cuti ini diberikan kepada karyawan yang masa kerjanya minimal
1 tahun.
b. Cuti sakit, diberikan kepada karyawan yang menderita sakit berdasarkan
keterangan dokter.
5.8 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
Pabrik Paraxylene mengambil kebijaksanaan dalam aspek perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan dan pemeliharaan keselamatan instalasi peralatan dan
karyawan di bawah unit Inspeksi Proses dan Keselamatan Lingkungan.
Manajemen perusahaan sangat mendukung dan ikut berpatisipasi dalam program
mencegah kerugian bik terhadap karyawan, harta benda perusahaan, terganggunya
kegiatan operasi.serta keamanan masyarakat sekitar yang diakibatkan oleh
kegiatan perusahaan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
127
Pelaksanaan tugas dalam kesehatan dan keselamatan kerja ini
berlandaskan :
1. UU no. 1/1990
Mengenai keselamatan kerja karyawan yang dikeluarkan oleh Departemen
Tenaga Kerja.
2. UU no. 2/1951
Mengenai ganti rugi akibat kecelakaan kerja yang dikeluarkan oleh
Departemen Tenaga Kerja.
3. PP no. 4/1982
Mengenai ketentuan pokok pengolahan lingkungan hidup yang dikeluarkan
oleh Menteri Negara Kelestarian Lingkungan Hidup.
4. PP no. 29/1986
Mengenai ketentuan AMDAL yang dikeluarkan oleh Menteri Negara
Kelestarian Lingkungan Hidup.
Kegiatan yang dilakukan dalam rangka kesehatan dan keselamatan kerja
antara lain :
1. Mengawasi keselamatan jalannya opersi proses
2. Bertanggungjawab terhadap alat-alat keselamatan kerja
3. Bertindak sebagai instruktur safety dan membuat rencana kerja pencegahan
kecelakaan
4. Membuat prosedur darurat penanggulangan kebakaran dan kecelakaan proses
5. Mengawasi kuantitas dan kualitas bahan buangan pabrik agar tidak berbahaya
bagi lingkungan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
128
5.9 MANAJEMEN PRODUKSI
Manajemen produksi salah satu bagian dari manajemen perusahaan yang
fungsi utamanya adalah menyelenggarakan semua kegiatan untuk memproduksi
bahan baku menjadi produk jadi dengan mengatur penggunaan faktor-faktor
produk sedemikian rupa sehingga proses produksi berjalan sesuai dengan yang
direncanakan.
Manajemen produksi meliputi manajemen perencanaan dan pengendalian
produksi. Tujuan perencanaan dan pengendalian produksi adalah mengusahakan
agar diperoleh kualitas produk yang sesuai dengan rencana dalam jangka waktu
yang tepat. Dengan meningkatnya kegiatan produksi maka selayaknya diikuti
dengan perencanaan dan pengendalian agar dihindari terjadinya penyimpangan-
penyimpangan.
Perencanaan ini sangat erat kaitannya dengan pengendalian, dimana
perencanaan merupakan tolok ukur bagi kegiatan operasional sehingga
penyimpangan yang terjadi dapat diketahui dan selanjutnya dikendalikan ke arah
yang sesuai.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
129
5.9.1 Perencanaan Produksi
Dalam menyusun rencana produksi perlu mempertimbangkan dua hal
yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah faktor yang
menyangkut kemampuan terhadap sejumlah produk yang dihasilkan, sedangkan
faktor internal adalah kemampuan pabrik.
1. Kemampuan Pasar
Dapat dibagi menjadi dua kemungkinan:
 Kemampuan pasar lebih besar dibandingkan kemampuan pabrik maka
rencana produksi disusun secara maksimal.
 Kemampuan pasar lebih kecil dibandingkan kemampuan pabrik. Ada 3
alternatif yang dapat diambil :
 Rencana produksi sesuai dengan kemampuan pasar atau produksi
diturunkan sesuai dengan kemampuan pasar, dengan
mempertimbangakan untung-ruginya.
 Rencana produksi tetap dengan mempertimbangkan bahwa
kelebihan produksi dapat disimpan dan dipasarkan pada masa
mendatang.
 Mencari daerah pemasarannya lainnya.
2. Kemampuan Pabrik
Pada umumnya pabrik ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain :
 Material ( bahan baku )
Dengan pemakaian material yang memenuhi kualitas dan kuantitas
maka akan tercapai target produksi yang diinginkan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
130
 Manusia ( tenaga kerja )
Kurang terampilnya tenaga kerja akan menimbulkan kerugian pabrik
oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan/training pada karyawan agar
keterampilannya meningkat.
 Mesin ( peralatan )
Ada dua hal yang mempengaruhi kehandalan dan kemampuan mesin
yaitu jam kerja efektif dan kemampuan mesin. Jam kerja mesin efektif
adalah kemampuan suatu alat untuk beroperasi pada kapasitas yang
diinginkan pada periode tertentu. Kemampuan mesin adalah
kemampuan mesin dalam memproduksi.
5.9.2 Pengendalian Produksi
Setelah perencanaan produksi disusun dan proses produksi dijalankan
perlu adanya pengawasan dan pengendalian produksi agar proses dapat berjalan
dengan baik. Kegiatan proses produksi diharapkan dapat menghasilkan produk
dengan mutu sesuai dengan standar dan jumlah produk sesuai dengan rencana
serta waktu yang tepat dengan jadwal. Untuk itu perlu dilaksanakan pengendalian
produksi sebagai berikut :
a. Pengendalian Kualitas
Penyimpangan kualitas terjadi karena mutu bahan baku jelek, kesalahan
operasi dan kerusakan alat. Penyimpangan dapat diketahui dari hasil
monitor analisa pada bagian laboratorium pemeriksaan.
BAB V Manajemen Perusahaan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune
131
b. Pengendalian Kuantitas
Penyimpangan kuantitas terjadi karena kesalahan operator, kerusakan
mesin, keterlambatan pembelian bahan baku, perbaikan alat terlalu lama dan
lain-lain. Penyimpangan tersebut perlu diidentifikasikan penyebabnya dan
diadakan evaluasi selanjutnya dengan perencanaan kembali sesuai dengan
kondisi yang ada.
c. Pengendalian Waktu
Untuk mencapai kuantitas tertentu perlu adanya waktu tertentu pula.
d. Pengendalian Bahan Proses
Bila ingin dicapai kapasitas produksi yang diinginkan maka bahan proses
harus mencukupi. Karenanya diperlukan pengendalian bahan proses agar
tidak terjadi kekurangan.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Paraxylene yang disebut juga 1,4 dimetilbenzene digolongkan dalam
senyawa aromatik. Paraxylene merupakan produk antara yang banyak digunakan
dalam industri kimia, dimana bahan ini dapat diolah lebih lanjut menjadi beberapa
macam produk akhir, diantaranya untuk pembuatan Asam Terephtalat (PTA) dan
Dimetyl Terepthalat (DMT) yang digunakan sebagai bahan antara industri plastik
dan tekstil.
Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik kebutuhan paraxylene dari
tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup besar, sehingga untuk
mencukupi kebutuhan sebagian besar Indonesia masih mengimpor dari negara
Singapura, Thailand, Jepang, Korea, dan China.
Keuntungan yang dapat diperoleh dengan pendirian pabrik paraxylene di
Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mengurangi impor dari
negara lain serta dapat menghemat devisa negara.
2. Dapat memicu pertumbuhan industri-industri hilir lainnya khususnya yang
menggunakan paraxylene sebagai bahan baku meupun bahan tambahan.
3. Menciptakan lapangan kerja baru, sehingga diharapkan dapat membantu
meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
2
Pendirian pabrik ini pun dapat meningkatkan perkembangan industri asam
terephtalat (PTA) ataupun perkembangan produksi polyester di Indonesia yang
menggunakan paraxylene sebagai bahan baku antaranya. Saat ini penggunaan
xylene terbesar sebagai solvent untuk berbagai senyawa kimia, bahan penggosok,
zat pengemulsi untuk fungisida dan insektisida, bahan pencampur bensin, dan
lain-lain.
1.2 KAPASITAS PERANCANGAN
Penentuan kapasitas pabrik paraxylene dapat ditinjau dari beberapa
pertimbangan antara lain :
1.2.1. Proyeksi Kebutuhan Paraxylene di Indonesia
Kebutuhan paraxylene di Indonesia sebagian besar masih mengimpor dari
luar negeri. Kebutuhan import paraxylene nasional rata-rata per tahun mengalami
peningkatan terlihat pada table 1.1. Hal ini berhubungan dengan pekembangan
sektor industri yang menggunakan bahan baku paraxylene makin meningkat.
Tabel 1.1. Jumlah Impor Paraxylene
Tahun Import (kg/tahun)
1997 17.868.597
1998 706.323.815
1999 796.752.216
2000 934.340.363
2001 808.025.516
2002 558.328.154
Sumber : “Statistik Perdagangan Luar Negeri”,
Badan Pusat Statistik 1997 – 2002, BPS Semarang.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
3
Dengan menggunakan metode least square y = bx + a , maka dapat diperkirakan
kebutuhan import paraxylene (kg/tahun) sebagai berikut :
Kenaikan harga dianggap linier : y = bx + a
X Y X
2
XY
1997 17868597 3988009 35683588209
1998 706323815 3992004 1.41123E+12
1999 796752216 3996001 1.59271E+12
2000 934340363 4000000 1.86868E+12
2001 954689907 4004001 1.91033E+12
2002 985039451 4008004 1.97205E+12
11997 4395014349 23988019 5.2727E+13

Sumber : “Import Barang Indonesia”, Badan Pusat Statistik
1997-2002, BPS Semarang
y = na + bx
xy = ax + bx
2
4395014349 = 6 a + 11997 b
5,2727E+13 = 11997 a + 23988019 b
maka : b = 163386876,9
a = -3,2596E+11
sehingga diperoleh persamaan :
y = 163386876,9 x – 3,2596E+11
Pada tahun 2007 :
y = 163386876,9 x – 3,2596E+11
= 163386876,9 (2007) – 3,2596E+11
= 1.957.903.906
Kebutuhan paraxylene di Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan mencapai
1.957.903.906 kg. Selama ini kebutuhan paraxylene dalam negeri hanya dipasok
oleh Pertamina’s Paraxylene Refinery pada Unit IV Cilacap dengan kapasitas
270.000 ton/tahun.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
4
Import Paraxylene di Indonesia
0
200000000
400000000
600000000
800000000
1000000000
1200000000
1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003
Tahun
I
m
p
o
r
t

(
k
g
)
Gambar 1.1 Grafik Import Paraxylene di Indonesia
1.2.2. Ketersediaan Bahan Baku
Bahan baku pembuatan paraxylene yaitu toluene, gas hidrogen dan katalis
ZSM – 5. Toluene hingga saat ini masih harus diimpor dari pabrik di luar negeri
antara lain Petrochemical Corp of Singapore, China Petroleum Inc, Amoco
Chemicals Corp di Thailand demikian pula katalis zeolite ZSM-5 harus diimpor
dari luar negeri. Gas hidrogen dapat diperoleh dengan mengadakan hubungan
bisnis dengan PT ALIndo (Air Liquid Indonesia) yang terletak di Merak, Banten.
1.2.3. Kapasitas produksi pabrik yang sudah beroperasi
Kapasitas produksi pabrik mempengaruhi perhitungan teknis maupun
ekonomis dalam perancangan pabrik. Pada dasarnya semakin besar kapasitas
produksi maka kemungkinan keuntungan yang diperoleh semakin besar, namun
ada faktor lain yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas produksi.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
5
Kapasitas pabrik yang akan didirikan harus diatas kapasitas minimal atau paling
tidak sama dengan kapasitas minimal pabrik yang sedang berjalan.
Berdasarkan pabrik yang telah berjalan hingga kini tercatat bahwa
kapasitas pabrik antara 44.000 hingga 500.000 ton / tahun yaitu pabrik Esfahan
Petrochemical Company memproduksi 44.000 ton/tahun paraxylene dan China
Petroleum Inc memproduksi 500.000 ton/tahun paraxylene. Pabrik paraxylene di
Indonesia hanya kilang paraxylene Pertamina UP IV Cilacap yang telah
berproduksi dengan kapasitas 270.000 ton/tahun dan mulai beroperasi pada tahun
1990, sedangkan kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi masih diimport
dari negara Amerika Serikat, Singapura, Thailand, Jepang, Korea dan China. Oleh
karena itu dilatarbelakangi oleh ketiga pertimbangan tersebut yaitu kebutuhan
paraxylene pada tahun 2007, ketersediaan bahan baku dan kapasitas pabrik yang
sudah beroperasi saat ini di seluruh dunia, maka tidaklah berlebihan bila
direncanakan pendirian pabrik paraxylene dengan kapasitas 350.000 ton /tahun
dan bila memungkinkan kapasitas produksi dapat ditingkatkan lebih besar lagi.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
6
Gbr 1.2 Peta Lokasi Pabrik di Daerah Cilegon - Merak
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
7
1.3 PEMILIHAN LOKASI PABRIK
Perancangan pabrik paraxylene dipilih lokasi di Merak, Banten
berdasarkan pertimbangan :
a. Bahan Baku
Merak mempunyai letak yang sangat strategis sebab dekat dengan Pelabuhan
Merak selain itu juga daerah ini mempunyai fasilitas transportasi yang sangat
mendukung sehingga mudah dijangkau oleh jenis transportasi apa pun. Bahan
baku toluene yang diimpor dari luar negeri dapat dikirim melalui jalar laut
dengan menyewa dermaga di Pelabuhan Merak, sedangkan gas hidrogen dapat
diperoleh secara inline melalui pipa bawah tanah dari PT. ALIndo yang sama-
sama berlokasi di Merak.
b. Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu hal yang paling menentukan tingkat
kelayakan suatu proyek. Pabrik paraxylene pemasarannya ditekankan untuk
memenuhi kebutuhan dalam negeri. Seperti diketahui di Cilegon terdapat PT
Amoco Mitsui Indonesia, PT. Polyprima Karyareksa, dan PT. Mitsubishi
Chemical Indonesia memproduksi Purified Terephtalic Acid (PTA) yang
berbahan baku paraxylene.
c. Transportasi
Sarana transportasi diperlukan untuk mengangkut bahan, memasarkan produk
dan lainnya. Oleh karena itu fasilitas jalan raya dan pelabuhan laut sangat
diperlukan. Kawasan industri di Merak, Banten telah tersedia sarana
transportasi yang memadai yaitu jalan raya dan pelabuhan laut yang
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
8
memudahkan pengambilan bahan baku dan juga pemasaran produk ke
wilayah lain.
d. Utilitas
Dalam industri Petrokimia tersedianya air, listrik dan bahan bakar sangat
dibutuhkan agar proses produksi dapat berjalan dengan baik. Di daerah Merak
telah mempunyai sarana-sarana pendukung seperti tersedianya air, listrik,
energi dan sarana-sarana lainnya yang memadai karena daerah ini juga telah
banyak didirikan pabrik-pabrik berskala besar.
e. Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang dibutuhkan dapat dipenuhi dari daerah Merak dan
sekitarnya serta wilayah Jabotabek yang padat penduduknya sehingga suplai
tenaga kerja tidak menjadi masalah.
f. Kemungkinan Pengembangan Lokasi Industri
Pabrik yang akan didirikan berada di daerah kawasan industri, maka sangat
memungkinkan untuk didapatkan kemudahan dalam pengurusan ijin dan
pengembangan lokasi pabrik di masa mendatang.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
9
Pemilihan lokasi pabrik dapat dilihat pada tabel 1.2. hasil perbandingan
dua kota yaitu di Cilacap, Jawa Tengah dan Merak, Banten.
Tabel 1.2. Perbandingan Dua Lokasi Pabrik Paraxylene
Kriteria Lokasi
Cilacap Merak
1. Bahan Baku 9 9
2. Sarana Angkutan Darat 8 9
3. Sarana Perhubungan Laut 8 10
4. Daerah Pemasaran 8 10
5. Sumber Tenaga Kerja 9 9
6. Pusat Informasi dan IPTEK 7 9
7. Sarana dan Prasarana Penunjang
(Rumah Sakit, sekolah, tempat ibadah)
9 9
Jumlah Total 58 62
1.4 TINJAUAN PUSTAKA
1.4.1 Macam Proses
Proses pembuatan paraxylene dapat dilakukan dengan menggunakan
beberapa proses yang berbeda, antara lain :
A. Adsorbsi dan Isomerasi Xylene
Proses dengan proses adsorbsi dan isomerasi ini ada berbagai macam antara
lain :
a. Proses Mobil Oil Coorperation
C8 aromatis dipompa ke adsorber untuk menyerap paraxylene
dengan adsorbent AD (Barium Oxide on Silica Aluminium Support) yaitu
molecular sieve adsorbent temuan UOP. Zat ini merupakan materi zeolitik
yang memiliki afinitas penyerapan hanya terhadap paraxylene. Jumlah stage
dalam adsorber dibuat agar paraxylene dalam campuran dapat terserap dalam
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
10
pori-pori adsorbent. Sedangkan campuran xylene yang tidak terserap dikirim
ke aliran recycle.
Desorben para-diethylbenzene digunakan sebagai larutan pencuci
untuk mengambil komponen paraxylene dari pori-pori adsorben. Kelarutan
paraxylene dalam diethylbenzene adalah 1.08 gr per 100 cc, sedangkan
kebutuhan para-diethylbenzene untuk menyerap dibuat ekses 5%.
Sebelum masuk reaktor, umpan dipanaskan dalam furnace agar
sesuai dengan kondisi reaktor kemudian reaksi isomerasi terjadi. Isomerasi
katalitik ini digunakan katalis jenis ZSM-5 yang menghasilkan konversi total
80,3% dengan konversi ethylbenzene 31,6%, ortoxylene 26,4%, metaxylene
22,3% sehingga untuk memperoleh kemurnian maksimal perlu bahan baku
dengan kemurnian tinggi.
Reaksi yang terjadi dalam reaktor :
Ethylbenzene + 3 H
2
 ortoxylene + 3 H
2
Ethylbenzene + H
2
 C
7
H
8
+ CH
4
Ortoxylene  metaxylene  paraxylene
Reaksi terjadi secara eksotermis reversibel dengan selectivity
paraxylene total 30%. Sistem operasi reaktor non-isotermal non-adiabatis.
Reaksi terjadi dalam tube katalis pada suhu 380C dan tekanan 9 atm. Produk
keluaran reaktor diturunkan tekanannya menjadi atmosferik dengan
menggunakan ekspander. Aliran gas dikirim ke separator, didinginkan dalam
kondensor sampai kondisinya antara dew point dan buble point sehingga
aliran terpisah antara gas dan cairan. H
2
, CH
4
, dan C
7
H
8
terpisah sebagai hasil
atas dan dikirim ke off gas sedangkan aliran bawah C
8
aromatis dan sedikit
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
11
toluene dikirim ke menara distilasi untuk dimurnikan dan diambil toluennya
kemudian dikirim ke mixing tank untuk dicampur dengan umpan segar.
b. Proses Kombinasi Aromax dan Isolene (Kombinasi Adsorpsi dan
Isomerisasi)
Proses kuno pemisahan C
8
aromatis dengan menggunakan
fraksional kristalisasi hanya akan memperoleh 50% dari aliran umpan
sedangkan hasil yang tinggi tidak dimungkinkan karena adanya formasi
eutetik yang akan mengurangi kemurnian produk.
Proses Aromax mengembangkan substansi yang membuat proses
lebih ekonomis dengan menyusun seri padatan adsorbent yang dapat
mengadsorbsi secara selektif isomer tertentu dari campuran xylene. Aliran
inlet umpan masuk ke dalam adsorber diatur dengan menggunakan on-off
valve melalui control computer sehingga memungkinkan bed dapat bergerak.
Setelah terjadi operasi mother liquor mengandung komponen tinggi orto,
metaxylene dan ethylbenzene. Proses isolene dikembangkan untuk
mengisomerasasi keluaran ini untuk memperbanyak hasil C
8
aromatis. Dua
macam katalis isolene yang digunakan disini yaitu tipe non mulia
hidrocracking dan isolene II menggunakan katalis logam mulia yang dapat
mengisomerasasi ethylbenzene menjadi xylene. Keduanya membutuhkan
make up H2 dan membutuhkan senyawa kimia yang korosif untuk menjaga
aktifitas katalis. Lebih dari 97% C
8
aromatis dihasilkan dengan kedua katalis
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
12
ini. Sekarang lebih banyak digunakan secara komersial dan isolene I hanya
sebagai pelengkap.
Aromax adalah kolom adsorbsi yang terdiri dari stage yang saling
bebas dan secara horizontal disusun seri berisi adsorbent susunan fixed bed.
Mixed xylene dilewatkan dalam adsorber dan rafinat yang terdiri dari
sejumlah kecil dialirkan lagi ke beberapa stage adsorbsi tersebut untuk
memurnikan paraxylene dan memperbanyak kontak antara adsorbent dan
umpan. Paraxylene yang telah teradsorbsi didesorbsi dengan senyawa
aromatik tertentu yang akan terpisah ke atas dan akan kemudian diekstraksi.
Desorbent direcycle ke adsorber setelah didestilasi.
Aliran adsorpsi hampir sama dengan operasi rektifikasi. Adsorbent
kontak dengan xylene dengan aliran counter current untuk menggerakkan
dengan valve on-off yang diatur secara periodik. Hasil aliran satu pass xylene
menghasilkan 90% paraxylene lebih baik dibandingkan kristalisasi
konvensional yang hanya mencapai 60%. Paraxylene yang terkandung dalam
larutan induk hanya 2%. Hasil yang tinggi dapat diperoleh dengan flow rate
umpan yang lebih sedikit dengan didukung unit isolene yang menghasilkan C
8
aromatis sebagai umpan segar.
Larutan induk yang berasal dari langkah Aromax dicampur dengan
hidrogen dan dipanaskan hingga suhu reaksi kemudian dikirim ke reaktor
fixed bed adiabatik. Keluaran reaktor didinginkan dan diseparasi menjadi liuid
dan fase gas. Produk xylene direcycle ke unit aromax lagi. Satu aliran hasil C
8
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
13
aromatis didapatkan lagi 98%. Tekanan reaktor berkisar 24 – 31 atm dan suhu
250 – 450
0
C.
B. Kristalisasi dan Isomerisasi Xylene (Proses Isomar Maruzen)
Proses ini digunakan untuk mengkristalkan dan
mengisomerisasikan mixed C
8
aromatis menjadi paraxylene dengan
kemurnian tinggi hingga 99,9% dari umpan yang mengandung 32% xylene.
Aromatik berat dan ringannya dapat digunakan dalam campuran bensin
dengan octane number 92 atau lebih.
Umpan C
8
aromatik displit menjadi fraksi ringan dan berat, aliran
yang kaya akan xylene dipisahkan lalu dimasukkan bersama recycle xylene ke
sistem fraksionasi. Titik beku paraxylene murni adalah 13,26C sedangkan
senyawa isomer yang lainnya mempunyai titik beku di bawah –25C.
Bagaimanapun juga tidak seluruhnya paraxylene terecorvery dengan
pembekuan ini karena paraxylene membentuk campuran eutetik dengan
metaxylene pada –52,9C dengan ratio 12, – 87,1. Ada beberapa diluent yang
digunakan untuk mengubah system eutetik seperti CCl
4
digunakan
membentuk padatan kristal dengan titik lebur –3,9C. Kristalisasi
konvensional dengan fraksionasi kristalisasi hanya akan memperoleh 50%
paraxylene dari campuran.
Pada tipe proses ini, xylene berisi 15 – 20% paraxlene yang
didinginkan pada precooler –40C kemudian dilewatkan melalui heat
exchanger yang suhunya dijaga pada –70C dengan pendinginan luar
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
14
memakai ethylene. Slurry kristal paraxylene dilewatkan ke holding tank
kemudian scara bertahap dilewatkan ke centrifuge. Tiap centrifuge dilengkapi
dengan tanki pelelehan. Sisa mother liquor dialirkan sebagai cooling medium
dalam precooler. Centrifuge dibuat secara kontinyu.
Kristal mentah dari centrifuge mengandung 80% paraxylene lalu
dilelehkan dan dikristalkan kembali hingga kemurnian 95%. Kapasitas unit
kristalisasi kedua kurang dari 1/8 unit kristalisasi pertama tapi mempunyai
desain yang hampir sama. Pendingin dijaga pada perbedaan suhu –18C
dengan refrigerant. Larutan induk dari kristalisasi kedua mengandung 45%
paraxylene dikembalikan ke stage pertama. Dengan recycle filtrate semua
paraxylene dapat diperoleh semua.
Sisa larutan induk dari centrifuge stage pertama dilewatkan ke
reaktor fixed bed katalis silica alumina pada tekanan atmosfer. Katalis
mempunyai selektifitas terhadap paraxylene dan menjaga aromatik dapat
terecorvery 100%.
C. Alkilasi Toluene
Bahan bakunya adalah toluene dan methanol sebagai pemberi
gugus alkyl. Umumnya disebut methylasi dari toluene. Gugus methyl dari
methanol akan masuk pada senyawa benzene dan membentuk paraxylene.
Reaksi utamanya yaitu reaksi alkilasi toluene dan reaksi sampingnya adalah
dehydrasi methanol, methylasi toluene dan dealkylasi xylene.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
15
Reaksi Utama :
C
6
H
5
CH
3
+ CH
3
OH   C
6
H
4
(CH
3
)
2
+ H
2
O
Toluene Methanol p-xylene air
Reaksi Samping :
1. Dehidrasi Methanol :
CH
3
OH   ½ gas hidrokarbon + H
2
O
2. Disproporsionasi :
Toluene : 2 C
6
H
5
CH
3
  C
6
H
6
+ C
6
H
4
(CH
3
)
2
Dealkylasi Xylene : C
6
H
4
(CH
3
)
2
  C
6
H
5
CH
3
+ ½ gas
hidrokarbon
Kinetika reaksi alkilasi toluene dengan methanol pada katalis
Mg-modified ZSM-5 telah diselidiki oleh Jose L Sotelo, dkk (Ind.
Eng. Chem. Res.,1993).
D. Disproporsionasi Toluene
Proses disproporsionasi merupakan proses trans-alkilasi secara
katalitik. Dalam bentuk yang paling sederhana toluene dikonversi menjadi
benzene dan p-xylene. Gugus methyl dari molekul toluene satu pindah ke
molekul toluene yang lain. Senyawa toluene yang menerima gugus methyl
akan menjadi p-xylene
Reaksi : C
6
H
5
CH
3
   
zeolite
C
6
H
4
(CH
3
)
2
+ C
6
H
6

Xylene yang terjadi pada campuran ini adalah campuran p-xylene
dan benzene. Dari percobaan oleh Young Butter dan Kaeding (journal of
catalyst 76, 1982, hal 418 – 432) didapatkan bahwa penggunaan katalis
modified ZSM-5 Zeolite pada disproporsionasi toluene akan memberikan
menghasilkan 70 – 90% p-xylene. Konsentrasi ini jauh lebih besar daripada
konsentrasi dalam kesetimbangannya hanya 24%.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
16
Kenaikan para selectivity dalam katalis ini disebabkan karena
adanya kontrol secara aktif dari pori-pori katalis. Benzene yang terbentuk dari
reaksi disproporsionasi toluene dapat dengan cepat meninggalkan permukaan
katalis kemudian diikuti paraxylene. Ortoxylene dan metaxylene memiliki
waktu tinggal yang lebih lama dalam katalis sebab kemampuan difusifitasnya
lebih rendah daripada paraxylene.
Umpan toluene kering dan 25% dari C
8
aromatis dicampur dengan
recycle gas H
2
dan selanjutnya dipompakan ke heat exchanger untuk
selanjutnya dimasukkan ke dalam reaktor STDP (Selective Toluene
Disproportionation) dalam hal ini toluene dalam fase uap untuk menghasilkan
xylene dan produk benzene. H
2
dipisahkan dalam separator tekanan tinggi
kemudian direcycle balik ke reaktor sebagai hidrogen make-up. Toluene yang
tidak bereaksi direcycle ke reaktor.
Dari beberapa proses diatas, keuntungan proses disproporsionasi toluene
adalah :
1. Reaksi disproporsionasi toluene tidak mempunyai reaksi samping
sedangkan reaksi alkilasi toluene mempunyai reaksi samping yang
cukup banyak (hingga 3 reaksi samping).
2. Reaksi disproporsionasi toluene mempunyai produk samping benzene
yang cukup besar, namun dalam hal ini benzene dapat diolah untuk
dijual.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
17
1.4.2 Kegunaan Produk
A. Produk Utama : Paraxylene
Kegunaan utama dari komersial paraxylene adalah sebagai solvent dalam
industri kimia dan campuran bensin. Paraxylene juga digunakan sebagai bahan
mentah dari beberapa produk intermediete seperti xylidines, pthalic anhidrid,
terepthalic acid dan isopthalic acid. Ethylbenzene jarang dihasilkan dari komersial
xylene tapi dari alkilasi benzene, yang merupakan bahan mentah styrene yang
dapat dipolimerisasikan menjadi polystyrene dan dikopolimerisasi dengan
butadiene menjadi karet GR-S. Dalam penggunaan di bidang kimia o-xylene
banyak digunakan dalam oksidasi pthalic anhidrid. Metaxylene banyak dikonversi
dengan oksidasi menjadi isopthalic acid, tapi kebanyakan digunakan untuk nitrasi
pada xylidine.
Konsentrasi H
2
SO
4
dingin yang direaksikan dengan xylene akan
membentuk asam xylene sulfonat, sebagai bahan antara (intermediet) lalu dengan
pembakaran kaustik akan terbentuk xylenols. Campuran eutetik terdiri dari 87,1%
m-xylene dan 12,9 % p-xylene dapat disulfonasi secara parsial dengan 95% asam
sulfat dan dinetralkan dengan lime akan mengendapkan kalsium sulfat dan
meninggalkan kalsium sulfat dalam larutan. Lapisan hidrokarbon yang tidak
tersulfonasi yang banyak mengandung m-ylene didinginkan untuk mendapatkan
kristal murni p-ylene sedangkan kandungan m-xylene bisa mencapai 87,1%
Dalam refinary petroleum, xylene digunakan sebagai campuran bensin
(bahan bakar kendaraan bermotor) karena mempunyai harga anti ketukan yang
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
18
tinggi. Sebagai bahan campuran bensin, xylene dipekatkan menjadi 75% dan
dapat digunakan dalam grade industri.
Harga anti ketukan dari keempat isomer sangat tinggi, tapi ada perbedaan
yang cukup mencolok antara isomer itu bila ada secara tunggal. Paraxylene
mempunyai harga tertinggi dari ketiga isomernya dan o-xylene mempunyai harga
yang terendah.
Di dalam industri paraxylene mempunyai banyak kesamaan penggunaan
dengan toluene yang digunakan sebagi solvent dalam penguapan. Paraxylene juga
digunakan sebagai bahan pembersih kering untuk spotting, operasi setelah
penggunaan solvent Stoddard. Fungisida dan insektisida seperti toxaphene,
hexachlorobenzene, dilarutkan dalam paraxylene untuk mengkonsentrasikan
larutan dengan tujuan pembentukan emulsi.
Seperti toluene, paraxylene juga digunakan sebagai pelindung lapisan,
sebagai pelarut dalam resin. Yang pelapisan dengan menggunakan p-xylene yaitu
penyikatan enamel, pengecatan untuk kapal, pelapisan alat-alat kapal, campuran
cat, pelapisan kertas, pelapisan tekstil, bahan tahan api, bahan tahan air. Tipe resin
yang biasanya dilarutkan dalam paraxylene adalah resin alam, alkid, phenol
murni, vinyl, polystearine, resin akrilik, resin maleic, ester untuk permen karet,
resin coumarone-indene yang berasal dari urea dan fenol formaldehide atau
melamine. Paraxylene digunakan sebagai ekstender pada karet sintesis serta
digunakan dalam pencetakan berwarna fotografi, tinta logam lithografi, untuk
pencetakan sutera dan minyak kain.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
19
Adapun gambaran proses pemakaian paraxylene dalam berbagai macam
industri tercantum dalam Tabel 1.3
Tabel 1.3. Penggunaan Paraxylene dalam Industri
No Jenis Penggunaan Proses Pemakaian
1 PTA Bahan baku produk intermediate PTA
2 Solvent penguapan Ditambahkan pada zat yang akan diuapkan sehingga prosesnya
lebih cepat
3 Xylidine Nitrasi senyawa xylene menjadi nitroxylene dan diubah menjadi
xylidine
4 Serat Sintesis Dacron Paraxylene dioksidasi dicampur metanol dan ethyl glycol
5 Petroleum Komponen aviasi dan sebagai campuran bensin dengan harga
antiknoc tinggi
6 Emulsifier dari fungisida
dan insektisida
Pelarutan toxaphene, hexachlorobenzene
7 Solvent resin Pelarut resin alam, phenol murni, vinyl, styrene, resin aklirik, resin
maleic, karet, melamine, fenol, fenol formaldehide
8 Pewarna Digunakan untuk fotographi, lithographi, cetak sutera, batik, dll
9 Perekat Dicampur dengan karet sintesis, neoprena, perbunan.
10 Hidrotoping agent Reaksi sulfonasi untuk pembedaan kelarutan pada pemisahan
isomer
11 Bahan penggosok Penghilang spotting untuk pengeringan kering
12 Xylenols Sulfonasi yang dilanjutkan dengan desulfonasi sebagai bahan
pembakaran kaustik.
B. Produk Samping : Benzene
Benzene banyak digunakan dalam industri sebagai :
» Bahan pelarut dalam keperluan operasi ekstraksi dan distilasi
» Bahan baku untuk pembuatan senyawa kimia organik lain atau intermediate
dari produk – produk komersial, misalnya : styrene, cumene cyclohexane, alkyl
benzene, deterjen alkylate, nitrobenzene, dan chlorobenzene.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
20
1.5 SIFAT FISIS DAN KIMIA
1.5.1 Bahan Baku
A. Toluene
Sifat-Sifat Fisis :
● Berat molekul : 92,141 gr/mol
● Fasa pada T,P kamar : cair
 Titik didih ( P=1 atm) : 110,625C
 Titik beku ( P=1 atm) : 0,046633C
 Densitas ( 20C) : 0,867gr/ml
 Indeks bias (20
0
C) : 1,4449693
 Temperature kritis : 320,8C
 Tekanan kritis : 41,6 atm
 Volume kritis : 0,131 l/mol
 ∆H
0
c (25
0
C dan P konstan)
gas : -943,58 kcal/mol
liquid : -934,50 kcal/mol
 ∆H
0
v( 25C) : 6,670 kcal/mol
 Panas pembentukan, ∆H
0
f (25
0
C)
gas : 11,95 kcal/mol
liquid : 2,867 kcal/mol
 Entropy, ∆S gas : 76,42 kJ/
0
K
liquid : 52,48 kJ/
0
K
● ∆G
0
f
(25
0
C) gas : 29,228 kcal/mol
liquid : 27,282 kcal/mol
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
21
Sifat-Sifat Kimia :
Toluene merupakan derivat dari benzene, yang mempunyai sifat-sifat kimia :
1. Jika gas chlor dialirkan ke dalam toluene yang mendidih dengan bantuan
sinar UV maka atom H pada gugus methylnya akan digantikan oleh atom
Cl.

C H 3
+ C l 2
C H 2 C l
+
H C l
S i n a r U V
2. Jika gas chlor dialirkan pada suhu kamar dengan bantuan katalisator besi,
maka atom hydrogen dalam siklus akan digantikan oleh atom Cl.
H C l
C H 3
+ C l 2
C H 3
+
C l
K a t : F e
3. Jika direaksikan dengan asam nitrat dan asam sulfat akan terbentuk
nitrotoluene.

C H 3
+ H N O 3
C H 3
+
H 2 O
N O 2
4. Pada reaksi oksidasi dengan oksigen serta dengan bantuan katalis bromin,
cobalt,.dan mangan menghasilkan asam benzoat.

BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
22
B. Hidrogen
Sifat-Sifat Fisis :
● Fasa pada T dan P kamar : gas
● Berat molekul : 2,001 gr/mol
● Titik didih ( P =1 atm) : -252,7 C
● Titik leleh : -259,1
0
C
 Density ( 25C ) : 0,0352 gr/ml
 Temperature kritis : -239,9
0
C
 Tekanan kritis : 12,83 atm
 Viskositas ( 25C) : 0,013 cp
● Spesifc heat : 19,7 gr/mol
0
K
Sifat – Sifat Kimia :
1. Reaksi hidrogen dengan halogen membentuk asam hidrohalogenida.
H
2
+ X
2
→ 2 HX
2. Reaksi antara hidrogen dengan oksigen membentuk air.
H
2
+ ½ O2 → H
2
O
3. Reaksi antara hidrogen dengan karbon membentuk metana.
2H
2
+ C → CH
4
4. Reaksi antara hidrogen dengan nitrogen membentuk amoniak.
3H
2
+ N
2
→ 2NH
3
5. Reaksi antara hidrogen dengan logam membentuk logam hibrida.
H
2
+ N → NH
2
6. Reaksi antara hidrogen dengan oksida logam membentuk logam dan air.
H
2
+ MO → M + H
2
O
7. Reaksi hidrogenasi ikatan tak jenuh
R-CH=CH-R + H
2
→ R-CH
2
-CH
2
-R
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
23
1.5.2 Produk
A. Paraxylene (Produk Utama)
Sifat-Sifat Fisis :
● Fasa (T dan P kamar) : cair
 Berat molekul : 106,167 gr/mol
 Densitas ( 20C ) : 0,861 gr/ml
 Titik didih ( P = 1 atm) : 138,36C
 Titik beku ( P = 1 atm) : 13,26C
 Refraktive index, 20C : 1,0653
 Tegangan permukaan (20
0
C) : 28,31dyne/cm
 Dielectric constant ( 25C ) : 2,27
 Temperature kritis : 3433,05C
 Tekanan kritis : 34 atm
 Heat of fusion : 4,090 kcal/mol
 ∆H
0
f
(25
0
C) : – 5,838 kcal/mol
 ∆H
V
( pada titik didihnya ) : 81,20 cal/mol
 Entropy (25
0
C) : 59,12 cal/mol
Tabel 1.4. Data Fisik C
8
Aromatis
SIFAT FISIK O-XYLENE M-XYLENE P-XYLENE ETIL
BENZENE
Titik beku, C -25,17 -47,85 13,26 -94,975
Titik didih, C 142,43 139,12 138, 36 136,186
Densitas, gr/ml
0 C
20 C
40 C
0,8969
0,8802
0,8634
0,8811
0,8642
0,8470
padatan
0,8610
0,8437
0,8845
0,8670
0,8495
Panas jenis, kalC 0,411 0,387 0,397 0,409
Flash point, C 34,4 30,6 30,0 27,8
Konstanta dielektrik (20C) 2,26 2,24 2,23 2,24
Viskositas, cp
0 C
20 C
40 C
1,108
0,809
0,625
0,808
0,617
0,492
padatan
0,644
0,508
0,895
0,678
0,535
Tegangan permukaan, dyne/cm, (20 C) 30,03 28,63 28,31 29,04
Sumber : “Kirk and Othmer“
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
24
Tabel 1.5. Thermodinamika C
8
Aromatis
SIFAT O-XYLENE M-XYLENE P-XYLENE ETIL
BENZENE
Temperetur kritis, C 359,0 346,0 345,0 346,4
Tekanan kritis, atm 36 35 34 37
Densitas kritis, gr/ml 0,28 0,27 0,29 0,29
Hv pada titik didih, cal/gr 82,9 82,0 81,2 81,0
H
0
f
298
, kcal/mol gas
liquid
-5,841
4,54
-6,075
4,12
-5,838
4,29
-2,977
7,12
S
298
, kcal/mol 58,91 60,27 59,12 60,99
G
0
298
, kcal/mol gas
liquid
26,37
29,177
25,37
28,405
26,31
28,952
28,61
31,208
H
0
C 298
( tekanan tetap)
kcal/mol gas
liquid
-1098,54
-1088,16
-1098,12
-1087,92
-1098,29
-1088,16
-1101,13
-1091,03
H
fusion
, kcal/mol 3,250 2,765 4,090 2,190
Sumber : “Kirk and Othmer“
Sifat-Sifat Kimia :
Xylene disini terdapat 3 isomer yang mempunyai sifat – sifat kimia sebagai
berikut :
1. Mengalami reaksi oksidasi :
CH3
CH3
+ O2
COOH
COOH
o-xylene asam pthalat
CH3
CH3
+ O2
COOH
COOH
m-xylene asam isopthalat
CH3
CH3
+ O2
COOH
COOH
p-xylene asam terepthalat
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
25
2. Mengalami reaksi isomerisasi :
C H 3
C H 3
C H 3
C H 3
C H 3
C H 3
A C I D A C I D
o-xylene m-xylene p-xylene
Susunan/komposisi ketiga isomer di atas dalam kesetimbangan dipengaruhi oleh
suhu reaksi, jenis katalis, % konversi toluene, WHSV (Weight Hourly Space
Velocity) dan sebagainya.
3. Sulfonasi dan Desulfonasi
Paraxylene paling suli bereaksi dalam sulfonasi dibandingkan dengan
isomer-isomer lainnya karena karakteristik sifat ini, maka dapat digunakan
untuk pemisahannya dengan isomer lainnya. Sodium xylene sulfonat banyak
digunakan untuk pemisahan kelarutan / hidrotoping agent.
B. Benzene (Produk Samping)
Sifat – Sifat Fisis :
● Rumus molekul : C
6
H
6
● Berat molekul : 78,11 gr/mol
● Kenampakan : jernih
● Fasa (pada T, P kamar) : cair
● Density (20
0
C) : 0,879 gr/ml
● Titik beku : 5,5 0C
● Titik didih : 80,1 0C
● ΔH
fusion
: 30,1 cal/mol
● ΔH
0
C 298
gas : -789,08 kcal/mol
liquid : -780,98 kcal/mol
● ΔH
0
f 298
gas : 19,82 kcal/mol
liquid : 11,718 kcal/mol
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
26
● ΔG
0
f 298
gas : 30,989 kcal/mol
liquid : 29,756 kcal/mol
● Temperatur kritis : 288,5
0
C
● Tekanan kritis : 47,7 atm
Sifat – Sifat Kimia :
1. Substitusi
Dalam kondisi yang sesuai, satu atau lebih atom hidrogen pada benzene
dapat digantikan dengan atom halogen atau pun gugus nitro, sulfonat dan
lainnya.
2. Oksidasi
Benzene dapat dioksidasi menjadi produk – produk yang berlainan.
Dengan katalisator seperti permanganat atau asam kromat, benzene
teroksidasi menjadi air dan CO
2.
3. Reduksi
Benzene dapat direduksi menjadi sikloheksana. Pada suhu kamar, benzene
dapat dihidrogenasi dengan katalisator nikel, kecepatan hidrogenasi akan
menjadi tiga kali lipat dengan kenaikan suhu dari 20
0
C hingga 50
0
C.
4. Pirolisa
Jika benzene dilewatkan melalui red hot iron tube atau dalam temperatur
tinggi akan menghasilkan senyawa diphenyl dengan katalisator vanadium.
Pada temperatur diatas 750
0
C benzene akan terdekomposisi menjadi
carbon dan hidrogen.
5. Halogenasi
Produk substitusi atau adisi diperoleh dengan halaogenasi benzene.
Direaksikan dengan Br
2
dan Cl
2
diperoleh benzene klorida dan benzene
bromida dengan katalis FeCl3. Klorobenzene diperoleh dengan
mereaksikan pada suhu 30 – 50
0
C dengan katalis molibdenum klorida.
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
27
6. Nitrasi
Benzene dengan asam sulfat dan asam nitrat pada suhu 50 – 75
0
C
menjadi mono derivat degnan yield mencapai 98 %. Bila benzene
direaksikan dengan campuran asam nitrat dan mercury palmiat diperoleh
nitrophenol.
7. Alkilasi
Alkilasi benzene seperti etil benzene dan cumene diproduksi secara
komersial dengan mereaksikan benzene dengan etilen atau propilen baik
dalam fasa uap maupun cair. Katalisator yang digunakan adalah AlCl
3
,
BF
3
, zeolite.
1.6 TINJAUAN PROSES SECARA UMUM
Proses pembentukan paraxylene melalui reaksi disproporsionasi toluene
pada prinsipnya yaitu proses pemindahan gugus metil dari molekul toluene yang
satu ke molekul toluene yang lain. Molekul toluene yang kehilangan gugus
metilnya akan menjadi benzene sedangkan molekul toluene lain yang menerima
gugus metil akan membentuk xylene.
Dengan kata lain dalam reaksi ini, 2 mol toluene akan pecah membentuk
1 mol benzene dan 1 mol xylene. Reaksi yang terjadi sebagai berikut :
CH3
+
CH3
CH3
2
TOLUENE BENZENE XYLENE
Secara teoritis campuran yang terjadi adalah equimolar : 50% benzene dan
50% xylene, namun pada kenyataannya yang diperoleh 37% benzene dan 55%
xylene. (Mc Ketta, hal 257)
BAB I Pendahuluan
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene
28
Xylene yang terbentuk pada reaksi di atas merupakan campuran antara
isomer-isomer xylene (mixed xylene). Paraselectivity adalah jumlah proporsi
paraxylene di dalam total keseluruhan campuran xylene. Kenaikan paraselectivity
di dalam katalis disebabkan karena adanya kontrol difusi secara selektif melalui
pori-pori katalis. Dalam hal ini katalis yang digunakan berupa katalis zeolite
ZSM-5.
Pada proses Disproporsionasi Toluene, bahan baku berupa toluene dan
hidrogen masuk ke dalam reaktor fixed bed multitube katalitik dimana terjadi
reaksi pada fase gas untuk membentuk paraxylene sebagai produk utama dan
benzene sebagai produk samping. Hasil keluaran reaktor didinginkan dengan
menggunakan heat exchanger dan produk berupa campuran gas-cair dipisahkan di
dalam separator. Gas hidrogen sebagai hasil atas direcyle kembali ke dalam
reaktor bersama-sama dengan hidrogen make-up dan sebagian hidrogen dipurging
untuk menghindari akumulasi yang tidak diinginkan. Produk cairannya sebagai
hasil bawah dikirim ke menara distilasi dan kristalizer untuk proses pemisahan
paraxylene dari campurannya.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
73
BAB IV
UNIT PENDUKUNG PROSES
DAN LABORATORIUM
4.1 UNIT PENDUKUNG PROSES/UTILITAS
Unit pendukung proses merupakan sarana penunjang kelancaran suatu
proses produksi dalam suatu pabrik. Unit pendukung proses pabrik paraxylene
meliputi :
A. Unit penyediaan dan pengolahan air
Menyediakan air untuk pendingin, umpan boiler, sanitasi dan hydrant.
B. Unit pembangkit steam
Menyediakan steam untuk media pemanas di alat penukar panas heater dan
boiler
C. Unit pembangkit listrik
Menyediakan listrik untuk tenaga penggerak peralatan proses, pendingin
ruangan maupun penerangan. Listrik ini disuplay dari PLN dan dari
generator set sebagai cadangan bila listrik dari PLN terganggu.
D. Unit pembangkit udara instrumen
E. Unit penyediaan bahan bakar
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
74
4.1.1 Unit Penyediaan dan Pengolahan Air
Air untuk kebutuhan pabrik diperoleh dari air laut di sekitar pabrik
(Pelabuhan Merak) dan berasal dari air tanah melalui sumur artesis. Air ini
dipergunakan untuk :
1. Air Pendingin
Air digunakan sebagai media pendingin karena :
 Air merupakan materi yang dapat diperoleh dalam jumlah besar
 Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya
 Dapat menyerap panas dalam jumlah tinggi tiap satuan volumenya
 Tidak mudah menyusut secara berarti dalam batasan tertentu dengan
adanya perubahan temperatur.
 Tidak terdekomposisi
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk air pendingin yaitu hardness, besi
dan minyak merupakan penyebab terganggunya film corrosion inhibitor,
menurunkan koefisien perpindahan panas, dan dapat menjadi makanan
mikroba sehingga menimbulkan endapan. Air pendingin digunakan pada
penukar panas cooler, condenser pada kolom distilasi
2. Air Umpan Ketel (Boiler Feed Water)
Pada umumnya air masih mengandung larutan garam-garam dan asam yang
akan merusak material konstruksi dan mengganggu kerja sistem. Beberapa
hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler :
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
75
 Zat-zat yang dapat menyebabkan korosi
 Korosi yang terjadi di dalam boiler disebabkan air mengandung larutan-
larutan asam, gas yang terlarut seperti : O
2
, CO
2
, H
2
S dan NH
3
.O
2
dan
CO
2
masuk karena adanya aerasi maupun adanya kontak dengan udara
luar.
 Zat yang menyebabkan scale forming/pembentukan kerak
Pembentukan kerak disebabkan karena adanya kesadahan dan suhu
tinggi yang biasanya berupa garam-garam karbonat dan silikat.
 Zat yang menyebabkan foaming
Air yang diambil kembali dari proses pemanasan bisa menyebabkan
foaming pada boiler karena mengandung zat-zat organik, anorganik dan
zat-zat yang tidak larut dalam jumlah yang besar. Efek pembusaan
terjadi pada tingkat alkalinitas yang tinggi.
3. Air Sanitasi
Air sanitasi digunakan untuk keperluan sanitasi yaitu masak, mandi,
mencuci, laboratorium dan lain-lain. Syarat – syarat air sanitasi :
a. Syarat fisik :
 Warna jernih
 Tidak mempunyai rasa dan tidak berbau
b. Syarat kimia :
 Tidak mengandung zat organik maupun anorganik
 Tidak beracun
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
76
c. Syarat biologis :
 Tidak mengandung bakteri, terutama bakteri patogen.
4. Air Hydrant
Yaitu air yang digunakan untuk memadamkan kebakaran. Pada umumnya
air ini tidak memerlukan syarat-syarat yang spesifik.
4.1.1.1 Pengolahan Air
Kebutuhan air dalam suatu pabrik diperoleh dari sumber air di sekitar
pabrik yaitu dari air laut dan air tanah yang diolah terlebih dahulu agar memenuhi
syarat untuk digunakan. Pengolahan tersebut meliputi pengolahan secara fisik dan
kimia, penambahan desinfektan maupun penggunaan ion exchanger.
Pengolahan air melalui beberapa tahapan :
a. Penghisapan
Tahap ini menggunakan penghisap yang dilengkapi pompa vakum untuk
mengalirkan air dari laut ke stasiun pemompa air.
b. Penyaringan
Tahap ini menggunakan Coarse and Fine Screen yang berfungsi untuk
menyaring kotoran laut berukuran besar yang terpompa.
c. Pengendapan
Pengendapan dilakukan secara gravitasi dengan menggunakan settling pit
untuk mengendapkan partikel-partikel yang tersuspensi dalam air.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
77
d. Koagulasi dan Flokulasi
Koagulasi adalah penambahan coagulant aids lalu dilakukan
pengadukan dengan cepat sehingga terjadi penggumpalan partikel-partikel
koloid yang tidak stabil dan suspended solid yang halus
Flokulasi adalah pengadukan lambat untuk menggumpalkan partikel
yang tidak stabil dan membentuk flok -flok kecil menjadi flok besar sehingga
dapat mengendap secara cepat.
Prosesnya sebagai berikut :
Air dari proses pengendapan (c) dialirkan ke bak penampungan kedua. Pada
bak ini ditambahkan bahan-bahan kimia (koagulan) sehingga akan terbentuk
gumpalan sambil diinjeksikan kalsium hipoklorit atau Cl
2
cair. Zat kimia yang
digunakan adalah tawas. Proses koagulasi diikuti dengan proses flokulasi.
Dengan menggunakan clarifier, maka gumpalan-gumpalan yang terbentuk di
blow down dan diperoleh air bersih.
e. Sand Filter
Air yang keluar dari clarifier masih mengandung partikel halus yang dapat
dipisahkan dengan penyaringan. Filter yang digunakan adalah jenis sand filter
dengan menggunakan pasir kasar dan halus. Lalu air yang telah disaring
ditampung ke dalam dua buah tangki, yaitu :
Filtered water storage tank, berfungsi untuk menampung air yang digunakan
untuk keperluan make up air pendingin, air hydrant dan air umpan boiler (BFW).
Portable water storage tank, berfungsi untuk menampung air yang digunakan
untuk keperluan sehari-hari di pabrik dan di perkantoran.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
78
Air yang digunakan sebagai air umpan boiler (BFW) harus diproses lebih lanjut,
diantaranya :
 Unit Demineralisasi Air
Unit ini berfungsi untuk menghilangkan mineral-mineral yang terkandung
dalam air seperti : Ca
2+
, Mg
2+
, K
+
, Fe
2+
, Al
3+
, HCO
3
-
, SO
4
2-
, Cl
-
dan lain-lain
dengan bantuan resin. Air yang diperoleh adalah air bebas mineral yang akan
diproses lebih lanjut menjadi air umpan boiler (boiler feed water).
Demineralisasi diperlukan karena air umpan ketel memerlukan syarat-
syarat sebagai berikut :
1. Tidak menimbulkan kerak pada ketel maupun pada tube alat penukar
panas jika steam digunakan sebagai pemanas. Kerak akan mengakibatkan
turunnya efisensi operasi bahkan bisa menyebabkan tidak beroperasi sama
sekali.
2. Bebas dari semua gas-gas yang mengakibatkan terjadinya korosi terutama
gas O
2
dan gas CO
2
Air dari filtered water storage tank diumpankan ke carbon filter yang
berfungsi untuk menghilangkan gas klorin, warna, bau serta zat-zat organik
lainnya. Air yang keluar dari carbon filter diharapkan mempunyai pH sekitar
7,0-7,5. Selanjutnya air tersebut diumpankan ke dalam cation exchanger yang
berfungsi menukar ion-ion positif/kation ( Ca
2+
, Mg
2+
, K
+
, Fe
2+
, Mn
2+
, Al
3+
) yang
ada di dalam air umpan. Alat ini sering disebut softener yang mengandung resin
jenis Strong Acid Cation Resin (SACR) dimana kation-kation dalam umpan akan
ditukar dengan ion H
+
yang ada pada SACR.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
79
Akibat tertukarnya ion H
+
dari resin kation-kation yang ada dalam air
umpan, maka air keluaran cation exchanger mempunyai pH rendah (3,7) dan Free
Mineral Acid (FMA) yaitu CaCO
3
sekitar 12 ppm. FMA merupakan salah satu
parameter untuk mengukur tingkat kejenuhan resin (exhausted resin). Pada
operasi normal FMA stabil sekitar 12 ppm, apabila FMA turun berarti resin telah
jenuh sehingga perlu diregenerasi menggunakan larutan H
2
SO
4
dengan
konsentrasi 4%.
Air keluaran cation exchanger kemudian diumpankan ke dalam anion
exchanger yang berfungsi sebagai alat penukar anion-anion ( HCO
3
-
, SO
4
2+
, Cl
-
,
NO
3
-
, dan CO
3
-
) yang terdapat di dalam air umpan. Di dalam anion exchanger
mengandung resin jenis Strong Base Anion Resin (SBAR) dimana anion-anion
dalam air umpan ditukar dengan ion OH
-
yang berasal dari SBAR. Dengan
menukar anion-anion dari umpan tersebut, maka ion H
+
dari asam-asam yang
terkandung di dalam umpan exchanger menjadi bebas kemudian berikatan dengan
OH
-
yang lepas dari resin mengakibatkan terjadinya netralisasi sehingga pH air
keluar anion exchanger kembali normal dan ada penambahan konsentrasi OH
-
sehingga pH akan cenderung basa.
Batasan yang diijinkan pH (8,8 – 9,1), kandungan Na
+
= 0,08 – 2,5 ppm dan
0,01 ppm. Kandungan silika pada air keluaran anion exchanger merupakan
kriteria sebagai titik tolak bahwa resin telah jenuh (12 ppm). Resin diregenerasi
menggunakan larutan NaOH 4%. Air keluaran unit cation dan anion exchanger
ditampung dalam demineralizer water storage sebagai penyimpan sementara
sebelum diproses lebih lanjut di unit deaerator.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
80
 Unit Polisher
Hampir sebagian hasil kondensasi steam (80%) yang digunakan pada alat-
alat proses dan pembangkit tenaga dikembalikan untuk digunakan kembali
sebagai air umpan boiler (condensate return system). Kondensat ini biasanya akan
membawa produk-produk korosi sepanjang perpipaan. Hal ini dimungkinkan
karena masih terdapatnya kontaminan-kontaminan yang terdapat dalam steam
kondesat maupun kemungkinan adanya kebocoran di dalam sistem air pendingin.
Kontaminan dalam steam kondensat menyebabkan korosi meningkat maka
kondensat ini perlu diolah sebelum digunakan sebagai umpan boiler di unit
polisher untuk mengurangi/mengambil ion-ion produk yang terbawa ke dalam
kondensat.
Produk korosi sebagian besar berupa ion-ion besi (Fe) dan tembaga (Cu)
maka yang digunakan untuk menukar ion-ion Fe dan Cu hardness ( Ca, Mg ) yang
terlarut. Apabila resin telah jenuh maka diregenerasi menggunakan NaCl.
Proses regenerasi resin polisher mempunyai pengaruh yang sangat penting
terhadap kualitas air yang akan diolah khususnya adanya siklus sodium. Air yang
keluar dari unit polisher selanjutnya dikirim bersama air dari unit demineralisasi
untuk diolah di unit deaerator.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
81
 Unit Dearator
Air yang sudah diolah di unit polisher dan demineralisasi masih
mengandung gas-gas terlarut terutama O
2
dan CO
2
. Gas-gas tersebut dihilangkan
dari air di unit deaerator karena dapat menyebabkan terjadinya korosi. Pada unit
deaerator kadarnya diturunkan sampai kurang dari 5 ppm.
Proses pengurangan gas-gas dalam unit deaerator dilakukan secara
mekanis dan kimiawi. Proses mekanis dilakukan dengan cara mengontakkan air
umpan boiler dengan uap tekanan rendah (stripping gas) mengakibatkan sebagian
besar gas terlarut dalam air umpam terlepas dan dikeluarkan ke atmosfer.
Selanjutnya dilakukan proses kimiawi dengan penambahan bahan kimia
dioxoaromatic yang mengandung senyawa hydrokuinone, reaksi sebagai berikut :
2C
6
H
4
(OH)
2
+ O
2
2 C
6
H
4
O
2
+ 2 H
2
O
Setelah dilakukan injeksi, kandungan oksigen akan mencapai kurang dari 10 ppb.
Untuk mengolah CO
2
diinjeksikan neutralizing amine yang akan menetralisir
pembentukan CO
2
dan akan menaikkan pH kondensat sekitar 8,5 – 9,5 dengan
reaksi :
R-NH
2
+ H
2
O R-NH
3
+
+ OH
-
R-NH
3
+
+ OH
-
+ H
2
CO
3
R-NH
3
+
+ HCO
3
-
+ H
2
O
Dengan adanya ion OH
-
maka air umpan boiler tetap terjaga pada kondisi
yang diinginkan selain itu larutan amine berfungsi untuk membentuk lapisan film
di dalam pipa sehingga menghindari timbulnya korosi.
Keluar dari aerator ke dalam air umpan boiler diinjeksikan larutan phospat
(Na
3
PO
4
.H
2
O) untuk mencegah terbentuknya kerak silika dan kalsium pada steam
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
82
drum dan boiler. Sebelum diumpankan ke boiler, air terlebih dahulu diberi
dispersant.
 Unit Air Pendingin
Unit air pendingin yang digunakan dalam proses sehari-hari berasal dari
air pendingin yang telah digunakan dalam pabrik yang kemudian didinginkan
dalam cooling tower. Kehilangan air karena penguapan, terbawa udara atau pun
dilakukannya blow down di cooling tower diganti dengan air yang disediakan di
filtered water storage.
Air pendingin harus mempunyai sifat-sifat yang tidak korosif, tidak
menimbulkan kerak dan tidak mengandung mikroorganisme yang bisa
menimbulkan lumut. Untuk mengatasi hal ini maka ke dalam air pendingin
diinjeksikan bahan-bahan kimia sebagai berikut :
 Phospat, berguna untuk mencegah timbulnya kerak
 Chlorine, berguna untuk membunuh mikroorganisme
 Zat dipersant untuk mencegah terjadinya penggumpalan
Skema unit pengolahan air dapat dilihat pada gambar 4.1
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
83
Air Laut Air Tanah
Filtrasi
Injeksi :
- Klorin cair
- Kaporit
Tanki Penyimpan
Koagulasi & Flokulasi
Clarifier
Sand Filter
Injeksi :
- Tawas
- Alum
Portable Water
Storage Tank
Filtered Water
Storage Tank
Tanki Chlorinator
Injeksi :
- Klorin cair
- Kaporit
Carbon Filter Carbon Aktif
Tanki Air Sanitasi
Mengikat gas
Cl2, warna,
bau, bahan2
organik
Tanki Chlorinator
Injeksi :
- Klorin cair
- Kaporit
Carbon Filter Carbon Aktif
Cation Exchanger
Anion Exchanger
Demineralizer
Water Storage
SACR (Resin)
SABR (Resin)
Kondensat
Tanki Kondensat
Tanki Polisher
Tanki Deaerator
Injeksi :
1. Lart. Phospat
2. Zat Dispersant
Air Umpan Boiler
(BFW)
Air Pendingin
Blow-down:
sampah
Blow-down:
Flok-flok lumpur
Blow-down:
partikel
2
halus
Gambar 4.1 Blok Diagram Pengolahan Air
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
84
4.1.2 Kebutuhan Air
Kebutuhan total air pada pabrik paraxylene berdasarkan pada perhitungan.
Kebutuhan air untuk pendingin dapat dilihat pada tabel berikut :
1. Kebutuhan air untuk pendingin
Tabel 4.1 Kebutuhan air pendingin
No Kode Alat Nama Alat Kebutuhan (kg/jam)
1. I-C01 Intercooler 291.785,4303
2. I-C02 Intercooler 125.262,8619
3. I-C03 Intercooler 6.403,6622
4. CD-01 Kondensor 312.618,0191
5. CD-02 Kondensor 2.342.766,4610
6. CD-03 Kondensor 1.811.894,8756
7. HE-02 Heat Exchanger 367.339,0854
Total 5.258.070,3949
Jadi kebutuhan total air untuk pendingin = 5.258.070,3949 kg/jam
= 5.258.070,3949 m
3
/jam
= 126.193.689,4780 m
3
/hari
Diperkirakan air yang hilang sebesar 20 % (Severn hal 140) sehingga kebutuhan
make- up air untuk pendingin :
Make- up yang ditambahkan = 0,2 x 126.193.689,4780 m
3
/hari
= 25.238.737,8956 m
3
/hari
2. Kebutuhan air sebagai pemanas
Kebutuhan air sebagai pemanas dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.2 Kebutuhan air sebagai pemanas melter
No Kode Alat Nama Alat Kebutuhan (kg/jam)
1 M-01 Melter 10758,356
Total 10758,356
Total kebutuhan air sebagai pemanas = 10758,356 kg/jam
= 258.200,544 m
3
/hari
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
85
Diperkirakan air yang hilang sebesar 20 % (Severn hal 140) sehingga kebutuhan
make-up air:
Make-up air yang ditambahkan = 0,2 x 258.200,544 m
3
/hari
= 51.640,1082 m
3
/hari
3. Kebutuhan air untuk sanitasi
a. Air untuk karyawan sebanyak 189 karyawan dan untuk setiap karyawan
diperlukan air sebanyak 40 lt /hari.
= 189 x 40 lt/hari = 7560 lt/hari = 7,56 m
3
/hari
b. Air untuk perumahan
Perumahan karyawan pabrik sebanyak 30 rumah, masing-masing dihuni
sekitar 4 orang dan kebutuhan air untuk perumahan diperkirakan sebesar
250 lt/orang/hari.
Maka kebutuhan air untuk perumahan = 250 x 4 x 30
= 30.000 lt/hari = 30 m
3
/hari
c. Air untuk laboratorium = 2500 lt/hari = 2,5 m
3
/hari
d. Air untuk kebersihan, tanaman dan lain-lain diperkirakan sebesar :
10000 lt / hari = 10 m
3
/hari.
Total kebutuhan air sanitasi = 50,06 m
3
/hari
Total air bersih yang disuplai :
= make up air pendingin + make up air melter + air sanitasi
= 25.290.428,06 m
3
/hari.
Kehilangan akibat kebocoran diperkirakan 5% sehingga suplai air dari sumber air:
= 1,05 x 25.290.428,06 m3/hari = 26.554.949,46 m
3
/hari
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
86
4.1.2 Unit Penyediaan Steam
4.1.2.1 Kebutuhan Steam
Steam digunakan sebagai media pemanas pada alat penukar panas seperti
vaporizer dan heat exchanger. Steam yang digunakan adalah steam jenuh
(saturated steam) pada suhu 533,15 K, tekanan 46,3 atm dengan  = 1661,5 kJ/kg.
Total kebutuhan steam sebesar 203.288,3818 kg/jam. Untuk menjaga
kemungkinan kebocoran pada saat distribusi jumlah steam dilebihkan sebanyak
10%.
Jadi jumlah steam yang dibutuhkan (m
s
) = 223.617,22 kg/jam = 492.991,6 lb/jam
4.1.2.2 Perhitungan Kapasitas Boiler
Jumlah saturated steam yang dibutuhkan = 492.991,6 lb/jam
Blow down = 10% dari steam yang dihasilkan
= 0,1 x 492.991,6 = 49.299,16 lb/jam
Umpan air masuk boiler = blow down + steam yang dihasilkan
= 492.991,6 + 49.299,16 = 542.290,76 lb/jam
Kondensat yang kembali = 90% dari steam yang dihasilkan
= 0,9 x 492.991,6 = 443.692,44 lb/jam
Kondensat yang hilang = steam yang dihasilkan – kondensat kembali
= 492.991,6 – 443.692,44 = 49.299,16 lb/jam
Make up air untuk boiler = kondensat yang hilang + blow down
=49.299,16 + 49.299,16 = 98.598,32lb/jam
Make up air pada suhu 30
o
C dan kondensat kembali pada suhu 228,5
o
C
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
87
).λ m (m Cp.dT m Q
kond m.u air
533,15
303
m.u air
  

lb/kg) 20462 kj/Btu)(2, (1,055
kj/kg) ) kg)(1661,5 443.692,44 (98.598,32
lb/kg) ,20462 kg/kmol)(2 kj/Btu)(18 (1,055
kj/kmol) 817) kg)(7.838, (98.598,32 
 
= 405.849.424 Btu/jam
Efisiensi boiler 85% jadi panas yang diperlukan untuk pembentukan steam
Btu/jam 5 , 910 . 469 . 477
0,85
4 405.849.42
Q  
4.1.2.3 Menentukan Luas Penampang Perpindahan Panas
Dari Severn hal 140 konversi panas menjadi daya adalah :
,5) (970,3)(34
Q
Hp 
Hp 3284 , 263 . 14
,5) (970,3)(34
0,5 477.469.91
 
Dari Severn hal 126 ditentukan luas bidang pemanasan adalah 10 ft
2
/Hp sehingga
total heating surface :
A = 10 ft
2
/Hp x 14.263,3284 Hp
= 142.633,2841 ft
2
4.1.2.4 Perhtungan Kebutuhan Bahan Bakar
Bahan bakar yang digunakan adalah fuel oil no 2
Net Heating Value (NHV) fuel oil no.2 (solar) = 139.600 Btu/gal
= 557.506,1412 kj/dm3
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
88
 = 54,26 lb/ft
3
Kebutuhan bahan bakar :
Eb x η
Q
ms 

2
178 , 292
139.600 x 0,75
7,8432 122.168.07
dm  
/jam m 292178 , 0 bakar bahan volume
3

Kebutuhan per bulan = 0,292178 m
3
/jam x 24 jam/hari x 30 hari/bulan
= 210,36816 m
3
/bulan
4.1.2.5 Spesifikasi Boiler
Tipe : Water tube boiler
Jumlah : 1 buah
Heating surface : 145.000 ft
2
Bahan bakar : fuel oil no.2 (solar)
Rate bahan bakar : 10,31817 ft
3
/jam
4.1.3 Unit Penyedia Dow Term
Dow Term A digunakan sebagai media Pendingin pada reaktor.
Kebutuhan Dow Term A = 1.302.908,763 kg
Diperkirakan kehilangan akibat kebocoran selama sirkulasi sebesar :
= 0,001 x 1.302.908,763 kg/jam
= 1302,909 kg/jam
Jadi perlu disediakan make-up Dow Term sebesar 1302,909 kg tiap jam.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
89
4.1.4 Unit Penyedia Ammonia
Digunakan untuk krisatalizer dari neraca panas kebutuhan diperoleh hasil sebesar
3271,9897 kg
Diperkirakan kehilangan akibat kebocoran selama sirkulasi sebesar :
= 0,001 x 3271,9897 kg/jam
= 3,272 kg/jam
Jadi perlu disediakan make up sebesar 3,272 kg tiap jam.
4.1.4 Unit Pengadaan Tenaga Listrik
Kebutuhan tenaga listrik suatu industri dapat diperoleh dari :
- Suplai dari Pembangkit Listrik Negara (PLN)
- Pembangkit tenaga listrik sendiri (generator set)
Generator yang digunakan adalah generator arus bolak-balik dengan
pertimbangan :
- Tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar
- Tegangan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan kebutuhan
dengan menggunakan transformator.
Generator AC yang digunakan jenis generator AC, 3 phase yang mempunyai
keuntungan :
- Tenaga listrik stabil
- Daya kerja lebih besar
- Kawat penghantar yang digunakan lebih sedikit
- Motor 3 phase harganya relatif murah dan sederhana.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
90
Kebutuhan listrik untuk pabrik meliputi :
1. Listrik untuk keperluan proses dan pengolahan air
2. Listrik untuk penerangan dan AC.
3. Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi.
4.1.4.1 Kebutuhan Listrik untuk Peralatan Proses dan Pengolahan Air
Keperluan listrik untuk peralatan proses dan keperluan pengolahan air dapat
dilihat pada tabel 4.3
Tabel.4.3. Kebutuhan listrik untuk proses
No Kode Nama Alat Jumlah HP Total
1 C-01 Kompresor 1 8 8
2 C-02 Kompresor 1 8 8
3 C-03 Kompresor 1 8 8
3 C-04 Kompresor 1 12 12
4 P-01 Pompa 1 5 5
5 P-02 Pompa 1 21 21
6 P-03 Pompa 1 21 21
7 P-04 Pompa 1 26 26
8 P-05 Pompa 1 26 26
9 P-06 Pompa 1 4 4
10 P-07 Pompa 1 4 4
11 P-08 Pompa 1 4 4
12 P-09 Pompa 1 4 4
13 P-10 Pompa 1 2 4
14 P-11 Pompa 1 2 2
15 P-12 Pompa 1 2 2
16 E-01 Expander 1 -11 -11
Total 144
Kebutuhan listrik untuk keperluan proses = 144 Hp
Maka total power yang dibutuhkan = 144 Hp x 0,7457 kW / Hp
= 107,381 kW
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
91
Tabel 4.4. Kebutuhan listrik untuk pengolahan air
No Kode Nama Alat Jumlah HP Total
1 P-1 Pompa raw water 2 5 10
2 P-2 Pompa dari bak pengendap ke tangki filtrasi 2 1 2
3 P-3 Pompa dari tangki filtrasi ke tangki air bersih 2 1 2
4 P-4 Pompa air lunak 2 1 2
5 P-5 Pompa umpan air boiler 2 1 2
6 P-6 Pompa klorinator 2 1 2
7 P-7 Pompa bahan bakar 2 1 2
8 P-8 Pompa air cooling water 2 2 4
9 P-9 Pompa kondesat 2 1 2
10 P-10 Fan di cooling tower 1 12 12
Total 40
Kebutuhan listrik untuk pengolahan air = 40 Hp
Maka total power yang dibutuhkan = 40 Hp x 0,7457 kW / Hp
= 29,828 kW
Jadi total kebutuhan listrik untuk proses dan pengolahan air = 131,2432 kW
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
92
4.1.4.2 Kebutuhan Listrik untuk Penerangan dan AC
Besarnya tenaga listrik yang dibutuhkan untuk keperluan proses dipakai standar
yang terdapat dalam buku Perry edisi 3 hal 1758.
Tabel 4.5. Konsumsi listrik untuk penerangan
No Area Luas Cd,ft Lumen
1 Pos Keamanan 50 20 10.760,910
2 Jalan taman, saluran * 5000 10 538.195,500
3 Kantor administrasi 1500 30 484.376,100
4 Laboratorium 600 30 129.166,920
5 Poliklinik 200 15 32.291,730
6 Masjid 400 15 64.583,460
7 Kantin 300 10 32.291,730
8 Pemadam kebakaran* 500 15 80.729,325
9 Bengkel 1000 20 215.278,200
10 Packaging dan Gudang 2000 10 215.278,200
11 Daerah Proses* 10000 30 3.229.173,000
12 Perluasan Pabrik* 12500 10 1.345.489,000
13 Utilitas* 2500 20 538.195,600
14 Unit Pengolahan Limbah* 750 10 80.729,330
15 Parkir* 1800 10 215.278,200
16 Perpustakaan 100 15 16.145,865
17 Power Plant* 200 10 21.527,820
18 Aula 200 5 10.763,910
16 Area Penyediaan Bahan Bakar* 400 10 43.055,640
Total 7.303.310,440
Keterangan : (*) area di luar bangunan
 Untuk semua area dalam bangunan direncanakan menggunakan lampu TL 40
Watt (dari Perry edisi 3, hal 1758) lumen output tiap lampu instant starting
daylight 40 Watt adalah 1960 lumen.
Jumlah lumen di dalam ruangan = 1.210.937,025 lumen
 Maka jumlah lampu yang dibutuhkan =1.210.937,025 / 1960 = 618 buah.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
93
 Untuk semua area di luar bangunan direncanakan menggunakan lampu
merkuri 250 Watt, lumen output tiap lampu adalah 10000 lumen.
Jumlah lumen di luar ruangan = 6.092.373,415 lumen
Maka jumlah lampu yang dibutuhkan =6.092.373,415 / 10000 = 610 buah
 Total daya penerangan = (40 x 618) + (250 x 610)
= 177.220 Watt = 177,22 kW
 Listrik untuk AC diperkirakan sebesar 15.000 W = 15 kW
 Listrik untuk laboratorium dan instumentasi diperkirakan 100.000 W=100 kW
 Jadi total kebutuhan listrik untuk penerangan, proses dan utilitas sebesar :
= 100,0425 + 29,828 + 15 + 100
= 423,4632 kW
Generator
Digunakan generator dengan efisiensi 80%, maka input generator :
= 423,4632 / 0,8 = 529,329 kW
Ditetapkan input generator 1000 kW sehingga untuk keperluan lain masih tersedia
= (1000-529,329) x 0,8 = 376,5368 kW
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
94
Spesifikasi Generator
- Tipe : AC Generator
- Kapasitas : 1000 kW
- Tegangan : 220/360 V
- Effisiensi : 80%
- Phase : 3
- Jumlah : 1 buah
- Bahan bakar : solar
4.1.5 Unit Pengadaan Bahan Bakar
Untuk menjalankan generator tersebut digunakan bahan bakar :
Jenis bahan bakar : solar
Heating value : 19440 Btu / lb
Efisiensi bahan bakar : 80 %
Specific gravity : 0,8691
 solar : 54,26 lb/ft
3
Ditetapkan kapasitas input generator = 1000 kW
= 1.000.000 W / 0,29307
= 3.412.154,09 Btu/jam
Kebutuhan solar :
= 3.412.154,09 / (0,8 x 0,8691 x 19.440)
= 252,45 lb/jam = 4,65 ft
3
/jam
= 3161,91 lt/hari
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
95
4.1.6 Unit Pengadaan Udara Tekan
Udara Tekan yang digunakan untuk menjalankan sistem instrumentasi di
seluruh area proses dan utilitas, dihasilkan dari kompresor dan didistribusikan
melalui pipa-pipa. Untuk memenuhi kebutuhan digunakan satu buah kompresor.
Kapasitas kompresor adalah 25 m
3
/menit dan mempunyai tekanan 8 kg/cm
2
dan
31 kg/cm
2
.Udara tekan yang dihasilkan harus bersifat kering, bebas minyak dan
tidak mengandung partikel-partikel lainnya.
4.1.7 Unit Pengolahan Limbah
4.1.7.1 Limbah Cair
Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik Paraxylene antara lain adalah
limbah buangan sanitasi dan air limbah proses, air berminyak dari alat-alat proses
dan air sisa proses.
a. Air buangan sanitasi dan limbah proses
Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik dan air
limbah proses dikumpulkan dan diolah dalam unit stabilisasi dengan
menggunakan lumpur aktif, aerasi dan desinfektan Ca-hypochlorite.
b. Air berminyak dari mesin proses
Air berminyak berasal dari buangan pelumas pada pompa dan alat lain.
Pemisahan dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Minyak di bagian
atas dialirkan ke penampung minyak dan pengolahannya dengan pembakaran
didalam tungku pembakar, sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke
penampungan akhir kemudian dibuang.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
96
c. Air sisa proses
Limbah air sisa proses merupakan limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan
proses produksi, seperti air sisa regenerasi. Air sisa regenerasi dari unit
penukar ion dan unit demineralisasi dinetralkan dalam kolam penetralan.
Penetralan dilakukan dengan menggunakan larutan H
2
SO
4
jika pH air
buangannya lebih dari 7,0 dan dengan menggunakan larutan NaOH jika
pHnya kurang dari 7,0.
Air yang netral dialirkan ke kolam penampungan akhir bersama-sama dengan
aliran air dari pengolahan yang lain dan blow down dari cooling tower.
4.1.7.2 Limbah Padat
Limbah padat yang dihasilkan adalah katalis yang sudah habis massa
aktifnya. Penanganannya adalah dengan mengemas katalis non aktif tersebut
sedemikian rupa sehingga terhindar dari kebocoran dan kemudian dibuang pada
tempat pembuangan akhir bahan – bahan berbahaya.
4.1.7.3 Limbah Gas
Limbah gas buangan dari proses dikeluarkan dari purging bahan baku H
2
,
Hal ini tidak memerlukan penanganan khusus karena kandungan H
2
tidak
berbahaya terdiri dari bahan inert yang tidak aktif
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
97
4.2. LABORATORIUM
Tugas pokok laboratorium adalah sebagai pelaksanaan pengamatan
terhadap bahan baku, bahan pembantu, dan produk. Dengan demikian spesifikasi
yang diinginkan dapat terpenuhi sesuai dengan standart kualitas. Tugas
laboratorium yang lain adalah meneliti polusi udara maupun air, serta melakukan
percobaan yang ada kaitannya dengan proses produksi.
4.2.1 Pembagian Kerja
Laboratorium melaksanakan kerja 24 jam sehari dibagi dalam kelompok
kerja shift dan non shift.
4.2.1.1 Kelompok kerja non shift
Kelompok kerja ini mempunyai tugas melakukan analisa khusus yaitu
analisa yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen yang diperlukan oleh
laboratorium dalam rangka membantu kelancaran pekerjaan kelompok shift.
Tugas kelompok ini di laboratorium antara lain :
 Menyiapkan reagent untuk analisa laboratorium.
 Melakukan analisa bahan penyebab polusi lingkungan baik gas maupun
cair.
 Melakukan penelitian atau percobaan-percobaan untuk melakukan
kelancaran produksi.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
98
4.2.1.2 Kelompok Kerja Shift
Kelompok ini melakukan tugas pemantauan dan analisa-analisa rutin
terhadap proses produksi. Dalam melakukan tugasnya kelompok ini menggunakan
sistem bergilir, yaitu kerja shift selama 24 jam, masing-masing bekerja selama 8
jam, terbagi atas :
 Shift 1 : jam 07.00 – 15.00
 Shift 2 : jam 15.00 – 23.00
 Shift 3 : jam 23.00 – 07.00
 Shift 4 : libur
Tugas kelompok ini di laboratorium adalah melakukan analisa atau
pemantauan kualitas terhadap bahan baku dan penolong yang digunakan serta
pemantauan selama proses berlangsung.
Beberapa tugas pokok kelompok ini antara lain :
 Melakukan analisa-analisa bahan baku, bahan pembantu, arus proses dan
hasil produksi secra kontinyu.
 Melakukan pengamatan terhadap unjuk kerja proses produksi dengan
melakukan analisa terus-menerus terhadap pencemaran lingkungan, baik
polusi udara maupun cairan yang dihasilkan oleh unit-unit produksi.
 Melakukan pemantauan analisa terhadap mutu air dan lain-lain yang
berkaitan langsung dengan proses produksi.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
99
4.2.2 Penanganan Sampel
Dalam menganalisa harus diperhatikan jenis sampel yang diambil,
bahaya-bahaya yang ada pada saat pengambilan sampel-sampel yang diperiksa
untuk analisa terbagi atas 3 bentuk, yaitu :
4.2.2.1 Gas
Cara penanganan atau analisa sampel dalam bentuk gas bisa dilaksanakan
langsung dengan pengambilan sampel yang selanjutnya dibawa ke laboratorium
untuk dianalisa. Pengambilan sampel dalam bentuk gas harus diperhatikan
keamanannya, terlebih bila gas yang dianalisa sangat bebahaya. Alat pelindung
diri harus disesuaikan dengan sifat sampel yang akan diambil. Arah angin jga
harus diperhatikan, yaitu harus membelakangi arah angin.
4.2.2.2 Cairan
Untuk melakukan analisa dalam bentuk cairan terlebih dahulu contoh
harus didinginkan. Bila contoh yang dianalisa panas susah untuk dianalisa. Untuk
cairan yang berbahaya, pengambilan cuplikan dilakukan dengan pipet atau alat
lainnya dan diupayakan tidak tertelan atau masuk ke dalam mulut.
4.2.2.3 Padatan
Limbah padat yang dihasilkan adalah katalis yang sudah habis masa
aktifnya. Penanganannya adalah dengan mengemas katalis non aktif tersebut
sedemikian rupa sehingga terhindar dari kebocoran dan kemudian dibuang pada
tempat pembuangan akhir bahan-bahan berbahaya.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
100
4.2.3 Program Kerja Laboratorium
Dalam upaya pengendalian mutu produk paraxylene dan pengoptimalan
kerja laboratorium terhadap pengujian mutu sangatlah penting. Analisa dalam
pembuatan paraxylene ini dilakukan terhadap :
 Bahan baku toluene, yang dianalisa adalah kadar xylen dan toluen.
 Hidrogen, yang analisa adalah kadar H
2
, metana, kelembaban, dan
kandungan debu/partikel lainnya.
 Produk paraxylene, yang dianalisa kadar paraxylen, kadar metaxylen,
kadar ortoxylen, kadar toluen.
 Produk benzene, yang dianalisa kadar benzene dan toluene.
 Analisa untuk utilitas, meliputi :
Air lunak, yang dianalisa pH, silikat sebagai SiO
2
, Ca sebagai CaCO
3
,
sulfur sebagai SO
4
2-
, chlor sebagai Cl
2
dan zat padat terlarut.
Air umpan boiler (BFW), yang dianalisa meliputi pH, kesadahan, daya
hantar listrik, suhu, kebasaan, jumlah O
2
terlarut dan kadar Fe.
Air dalam boiler, yang dianalisa meliputi pH, kesadahan, daya hantar
listrik, suhu, kebasaan, jumlah zat padat terlarut, kadar Fe, kadar
CaCO
3
, SO
3
2-
, PO
4
2-
, SiO
2
.
 Air sanitasi, yang dianalisa pH, sisa chlor, suhu, warna, dan kekeruhan.
Dalam menganalisa harus diperhatikan juga mengenai jenis sampel yang
akan diambil dan bahaya-bahaya yang ada pada saat pengambilan sampel. Sampel
yang diperiksa untuk analisa terbagi menjadi 3 bentuk, yaitu gas, cairan, padatan.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
101
Untuk mempermudah program kerja laboratorium dalam pabrik paraxylene ini
dibagi dalam 2 bagian :
4.2.3.1 Laboratorium Pengamatan dan Analisa
Kerja dan tugas laboratorium ini adalah melakukan analisa secara fisika
semua arus yang berasal dari proses produksi maupun tangki serta mengeluarkan
“sertificate of quality” untuk menjelaskan spesifikasi hasil pengamatan.
Selain itu laboratorium ini juga melakukan analisa sifat-sifat dan
kandungan kimia terhadap bahan baku, bahan penunjang, produk akhir, analisa
akhir, analisa air, gas yang merupakan bahan baku dan bahan kimia yang
digunakan (aditif, katalis, bahan reaksi, dan lain-lain).
4.2.3.2 Laboratorium Penelitian, Pengembangan, dan Lindungan
Lingkungan
Kerja dan tugas laboratorium ini adalah melakukan penelitian dan
pengembangan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan kualitas
material terkait dalam proses untuk meningkatkan hasil akhir. Laboratorium ini
melakukan penelitian hal-hal yang baru untuk keperluan pengembangan.
Dalam melaksanakan tugasnya, juga senantiasa melakukan penelitian
terhadap kondisi lingkungan serta mengadakan pegembangannya.
BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium
Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene
102
4.2.4 Alat-alat Utama Laboratorium
Alat-alat utama yang digunakan di laboratorium ini adalah :
1. Meter Calorimetreating System untuk menganalisa H
2
.
2. Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS) untuk menganalisa
hidrokarbon.
3. Portable Oxygen Tester (POT) untuk menganalisa kandungan oksigen
dalam cerobong asap.
4. Infrared Spectrofotometer (IRS) untuk menganalisa kandungan minyak
dalam sampel air.
5. Hydrometer untuk menganalisa spesific gravity.
4.2.5 Metode yang digunakan
Metode yang digunakan dalam laboratorium ini adalah :
1. ASTM D 847, untuk mengetahui keasaman xylene.
2. ASTM D 851, untuk mengetahui kadar parafin dalam xylene.
3. ASTM D 891, untuk mengukur spesific gravity xylene.

BAB II Deskripsi Proses

30

2.1.3. Bahan Pembantu Katalis Zeolite ZSM-5 Fasa Bentuk Diameter Ukuran pori –pori Bulk density Carrier : padat : pellet : 2 mm : 2 – 4,3 Ả : 1,79 g/cm3 : Alumina Silikat dengan ratio SiO 2  80
Al 2 O 3

2.1.4. Produk Utama Paraxylene Fasa Kenampakan Kemurnian Impuritas - m-xylene - o-xylene - toluene : max 0,30 % wt : max 0,15 % wt : max 0,05 % wt : cair : jernih : min 99,5 %wt

2.1.5 Produk Samping Benzene Fasa Kenampakan Kemurnian Impuritas - Toluene : max 2,0 % wt : Cair : jernih kekuningan : min 98,0 % wt

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene

BAB II Deskripsi Proses

31

2.2 KONSEP PROSES 2.2.1. Latar Belakang Proses Proses pembuatan p-xylene melalui reaksi disproporsionasi toluene dengan katalis ZSM-5 pada prinsipnya adalah pemindahan gugus metyl dari suatu molekul toluene ke molekul toluene lainnya. Dengan jalan 2 mol toluene masuk berdifusi ke dalam permukaan katalis melalui pori-porinya, difusi dapat berjalan dengan cepat. Senyawa toluene yang kehilangan gugus metilnya akan menjadi benzene dan senyawa toluene yang lain akan menerima gugus metylnya membentuk mixed xylenes (orto, meta dan para-xylene). Orto dan metaxylene yang terbentuk kemudian akan berisomerisasi dengan cepat dalam pori-pori katalis ZSM-5 membentuk p-xylene. Benzene yang terbentuk dari reaksi disproporsionasi toluene dapat dengan cepat meninggalkan permukaan katalis, kemudian diikuti dengan paraxylene yang terbentuk sedangkan o-xylene dan m-xylene lebih lama waktu tinggalnya dalam katalis (difusivitasnya lebih rendah daripada difusivitas p-xylene) dan lebih jauh akan mengalami reaksi isomerisasi menjadi p-xylene sebelum keduanya meninggalkan permukaan katalis dengan gerakan difusi yang lambat. Jadi dalam reaksi dengan proses disproposionasi toluene ini, 2 mol toluene akan pecah menjadi 1 mol benzene dan 1 mol xylene, reaksi yang terjadi ditunjukan oleh skema berikut :

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene

BAB II Deskripsi Proses

32

CH3

CH3

2
TOLUENE BENZENE

+
XYLENE

CH3

Gambar 2.1. Reaksi Disproporsionasi Toluene Proses disproposionasi toluene secara teoritis campuran yang terjadi adalah equimolar : 50% benzene dan 50% xylene. Tetapi pada kenyataannya yang diperoleh dari hasil reaksi adalah 37% benzene dan 55% xylene ( Mc Ketta, hal 257 ) Xylene yang terjadi pada reaksi ini adalah merupakan campuran antara isomer-isomer xylene ( mixed xylenes ). Paraselectivity adalah merupakan jumlah proporsi paraxylene dalam total campuran xylene yang terbentuk dari reaksi. Kenaikan paraselectivity-nya dalam katalis disebabkan karena adanya kontrol difusi secara selective dari pori-pori katalis. Selain reaksi utama diatas, dalam proses ini juga terjadi reaksi sekunder yaitu reaksi isomerisasi o-xylene dan m-xylene dan akhirnya akan menjadi p-xylene yang diinginkan
CH3 CH3
ACID ACID

CH3

CH3

CH3
o-xylene m-xylene

CH3 p-xylene

Gambar 2.2. Reaksi Isomerisasi Xylene

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene

BAB II Deskripsi Proses

33

2.2.2. Mekanisme Reaksi Reaksi disproporsionasi adalah suatu reaksi kimia dimana suatu zat bisa berfungsi baik sebagai oksidator maupun reduktor ( autoredoks ). Konsep

disproporsionasi ini dapat dilihat dari mekanisme reaksi yang secara molekuler dapat dijelaskan sebagai berikut : Si4+ H2 C6H5CH3 C6H6CH3 2H+ + H+ + CH3+ + Si2+ 2C6H5CH3 + 2eSi2+ 2H+ C 6 H6 + + 2eCH3+ H+ H2

C6H4(CH3)2 + Si4+ +

C6H6 + C6H4(CH3)2

Mekanisme yang dapat ditinjau dari pembentukan gugus radikal sebagai berikut : 1. Mula-mula gas hidrogen diubah menjadi gugus radikal hydrogenium oleh katalis Si. 2. Radikal hydrogenium ini masuk pada ikatan gugus alkyl dengan aromatisnya, sehingga ikatan menjadi lemah dan mudah lepas membentuk benzene dan gugus alkyl radikal yang bebas. 3. Gugus alkyl radikal ini lalu menyerang senyawa aromatis yang lain sehingga ikatannya menjadi lemah terhadap gugus hidrogen membentuk xylene dan radikal hydrogenium. 4. Dua radikal hydrogenium kemudian tereduksi membentuk gas hidrogen kembali oleh katalis Si, demikian seterusnya.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene

BAB II Deskripsi Proses

34

Reaksi dapat digambarkan sebagai berikut : H2 H+ + H+

( Journal of catalyst, Januari 1986 ) Dari kedua mekanisme reaksi diatas terlihat bahwa proses pemindahan gugus alkyl tersebut memerlukan bantuan gas hydrogen untuk membentuk radikal hydrogenium yang aktif maupun sebagai sumber proton/electron untuk reaksi redoksnya ( disproporsionasinya ). Pada 1 molekul toluene, penyerangan radikal hydrogenium terhadap molekul toluene menunjukkan bahwa dalam hal ini toluene berfungsi sebagai reduktor (menerima proton) lalu senyawa ini melepaskan gugus alkil radikal membentuk benzene. Dalam hal ini toluene berfungsi sebagai oksidator (melepas

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene

Mekanisme reaksi pada katalis dapat dibagi dalam tahap-tahap sebagai berikut : 1. pada reaksi ini tidak memerlukan suhu tinggi. Jadi disini toluene berfungsi baik sebagai oksidator maupun reduktornya (autoredoks). 4. Dalam hal toluene berfungsi sebagai oksidator. Reaksi pada permukaan katalis toluene + methyl pada reaksi ini memerlukan pada suhu tinggi.BAB II Deskripsi Proses 35 proton). Reaksi aktivasi toluene ( s ) methyl ( s ) pada kondisi ini membutuhkan suhu yang tinggi. Adsorbsi pada permukaan katalis toluene methyl toluene ( s ) methyl ( s ) pada kondisi ini membutuhkan tekanan dan suhu yang tinggi. 3. Deaktivasi xylene ( s ) xylene ( s ) xylene ( s ) toluene methyl kemudian  kembali akan mengaktifkan katalis. penyerangan gugus alkil radikal terhadap molekul toluene menunjukkan bahwa toluene berfungsi sebagai reduktor lalu senyawa ini melepaskan gugus radiakal hydrogenium membentuk xylene. 2. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Pada molekul toluene lainnya.

4 tampak bahwa reaksi trans-alkilasi toluene akan membentuk benzene.2. Mekanisme isomerisasi xylene dalam katalis zeolite ZSM-5 Pada gambar 2. Hal ini dapat dijelaskan dengan gambar berikut ini : Gambar 2.4. Hal ini disebabkan orto dan metaxylene sulit keluar dari Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . o-xylene. Penggunaan Katalis Pada reaksi disproporsionasi toluene menggunakan katalis yang berpori (zeolite ZSM-5) agar diperoleh konsentrasi paraxylene yang tinggi pada campuran xylene (mixed xylenes).BAB II Deskripsi Proses 36 5. Paraxylene dapat berdifusi keluar lebih cepat dibandingkan dengan isomer lainnya (meta dan ortoxylene).2. m-xylene dan p-xylene tetapi dalam hal ini benzene dapat berdifusi dengan cepat keluar dari katalis dan xylene yang terbentuk akan mengalami isomerasi dengan cepat dalam pori – pori katalis. Desorbsi xylene ( s ) xylene + s 2.

Gambar 2. yaitu gugus methylnya. Pada gambar ini tampak bahwa bentuk pori –pori katalis yang sebenarnya adalah bentuk mikroskopis yang tidak teratur.5. Fenomena di atas disebabkan oleh efek “steotrip hindrance” pada masing – masing struktur molekulnya (penghalang berdasarkan bentuk molekulnya). Alasan lain yang mendukung pendapat ini adalah bentuk pori – pori dari katalis yang dapat digambarkan seperti pada gambar 2. R. oleh karena itu keduanya berisomerisasi membentuk paraxylene agar dapat keluar dari pori pori katalis. sehingga bagi senyawa yang mempunyai bentuk molekul dengan sisi penghalang akan sukar sekali untuk berdifusi keluar dari katalis tersebut.pori katalis. Pori –pori katalis tempat terjadinya difusi dan reaksi kimia (Reff. Dengan demikian meta dan ortoxylene seperti dipaksa untuk berisomerisasi terlebih dahulu membentuk paraxylene agar dapat berdifusi keluar dari katalis. Stewart. Byrond Bird. WE. Paraxylene relatif lebih mudah keluar dari pori – pori katalis karena struktur molekulnya lebih “ramping” dibandingkan orto dan metaxylene yang mempunyai sisi penghalang pada bagian kiri atau kanannya.5.BAB II Deskripsi Proses 37 pori . hal 534) Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .

Karena operasi reaktor pada suhu yang tinggi serta reaksi yang berlangsung sangat eksotermis maka reaktor yang digunakan adalah fixed bed multi tube catalitic reactor agar tercapai suhu keluar dari reaktor tidak lebih dari 400C.2. Hal ini disebabkan karena alasan-alasan sebagai berikut :  Suhu yang tinggi diperlukan untuk berlangsungnya reaksi aktivasi dan reaksi permukaan pada katalis yang digambarkan pada mekanisme reaksi. tekanan 30 atm.5 H2/HC.BAB II Deskripsi Proses 38 2. menggunakan katalis zeolite ZSM-5.5 hr-1 dan 0. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Bentuk reaktor yang dipilih berupa bejana yang berbentuk silinder yang teridiri dari tube – tube tempat mengalirkan pendingin reaktor dan terdapat bed yang diisi katalis (zeolite ZSM – 5).  Tekanan yang tinggi diperlukan untuk berlangsungnya proses adsorbsi toluene pada permukaan katalis. Suhu yang tinggi ini diperlukan untuk proses desorbsi dari pori-pori katalis. dan sekaligus juga untuk mendorong masuknya molekul atau uap toluene pada pori-pori katalis. pada fase gas menggunakan jenis reaktor Fixed Bed Multitube Catalytic. Dari keterangan di atas diketahui bahwa reaksi berlangsung pada suhu tinggi dan tekanan tinggi. Kondisi Operasi dan Reaktor Reaksi disproporsionasi toluena ini berlangsung pada suhu 390-400 0C. WHSV = 4-4.4. Sedangkan dalam perancangan ini dipilih suhu reaktan masuk reaktor adalah 390C dan keluar pada suhu 400 0C pada tekanan 30 atm.

Reaksi yang terjadi bersifat sangat eksotermis sehingga memerlukan pendingin karena perbedaan suhu pada dasar reactor dan puncak reactor tidak berbeda jauh (ΔT = 10 0C). Untuk mendapatkan hasil yang optimum dapat ditinjau dari segi kinetika reaksi dan thermodinamika.3. dengan persamaan kecepatan reaksi sebagai berikut : -rA = k PA2 dimana : PA k : tekanan reaktan : konstanta kecepatan reaksi Menurut persamaan Arhenius : k = A e-E/RT Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .3. Tinjauan Kinetika Tujuan tinjauan kinetika untuk mengetahui pengaruh suhu (T) terhadap konstanta kecepatan reaksi (k) khususnya reaksi disproporsionasi toluene. TINJUAN KINETIKA DAN THERMODINAMIKA 2. Dari segi konstruksi dan perawatan relatif lebih mudah karena bentuknya sederhana.1. Reaksi Disproporsionasi toluene merupakan reaksi searah dan bersifat eksotermis. 2. 2. Reaksi disproporsionasi toluene merupakan reaksi orde dua.BAB II Deskripsi Proses 39 Alasan-alasan dipilihnya reactor fixed bed multi tube adalah : 1.

maka akan terjadi reaksi samping yang merugikan yaitu reaksi hydrodealkisasi toluene menjadi benzene dan metana. sehingga semakin tinggi temperature maka harga k semakin besar. sebab bila suhu reaksi tinggi . konstanta kecepatan reaksi ( k ) merupakan fungsi suhu ( T ). tetapi pemakaian suhu tinggi harus dibatasi tidak boleh terlalu. Reaksi Hidrodealkilasi Toluene metana(g) Adanya reaksi diatas akan memperkecil konversi reaksi membentuk p-xylene. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . seperti yang ditunjukan oleh reaksi di bawah ini CH3 + H2 + CH4 Toluene(g) Benzene(g) Gambar 2.6. Oleh karena itu dari tinjauan kinetika reaksi dipilih pada suhu yang tinggi.BAB II Deskripsi Proses 40 Dalam hubungan ini : k = Konstanta kecepatan reaksi A = Faktor frekuensi tumbukan E = Energi aktivasi R = Konstanta gas universal T = Temperatur mutlak Dari persamaan Arhenius di atas. dan terbentuknya gas CH4 dapat mengotori hasil reaksi sehingga kemurnian produk yang ingin dicapai menjadi berkurang.

Tinjauan Thermodinamika Tujuan tinjauan thermodinamika untuk mengetahui sifat reaksi yang terjadi ditinjau dari panas pembentukan (∆Hf 0) serta untuk mengetahui apakah reaksi yang terjadi searah atau tidak ditinjau dari energi bebas Gibbs (∆Gf 0).838)) – 2 (-11.952) – 2(29.3.918 kcal/mol Dari perhitungan di atas tampak bahwa reaksi tersebut melepaskan panas (reaksi eksotermis).95) ∆H0f = -9.BAB II Deskripsi Proses 41 2.394 kcal/gmol Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .898 + 28.2.228) ∆Gf 0 = 1.∆Gf 0 reaktan = (∆Gf 0 benzene + ∆Gf 0 p-xylene) – 2(∆Gf 0 toluene ) = (30. Reaksi utama yang terjadi : CH3 CH3 P = 30 atm T = 400 0C ZSM-5 TOLUENE (g) BENZENE (g) 2 + XYLENE (g) CH3 Proses Disproporsionasi Toluene dijalankan pada kondisi suhu 400 0C dan tekanan 30 atm. Ditinjau dari energi bebas Gibbs (∆Gf 0) pada suhu 673 0K (400 0C) : ∆Gf 0 = ∆Gf 0 produk .∆Hf 0 reaktan = (∆Hf 0 benzene + ∆Hf 0 p-xylene) – 2 (∆Hf 0 toluene ) = (19.l82 + (-5. Ditinjau dari panas pembentukan ∆Hf 0 (pada 298 0K) : ∆H0f = ∆Hf 0 produk .

Dengan demikian reaksi Disproporsionasi Toluene adalah reaksi yang bersifat eksotermis dan searah (irreversible) Dari kedua tinjauan di atas disimpulkan tinjauan yang paling berpengaruh untuk reaksi Disproporsionasi Toluene yaitu tinjauan kinetika sebab reaksi yang berlangsung pada suhu yang tinggi dapat mempercepat kecepatan reaksi membentuk produk. sedangkan dari tinjauan thermodinamika semakin tinggi suhu maka kesetimbangan reaksi akan mengarah ke kiri sehingga dapat memperkecil jumlah produk yang diinginkan sebab reaksi berlangsung secara eksotermis. berarti reaksi yang berlangsung irreversible (searah).001042 = 0.394 / (1. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .BAB II Deskripsi Proses 42 ln K = -∆Gf 0 / (RT) = -1.987 x 673) ln K K = -0.999≈ 1 Harga konstanta kesetimbangan mendekati satu.

Tahap Penyimpanan Bahan Baku Tahap ini digunakan untuk menyimpan bahan baku sementara sebelum digunakan untuk proses produksi. tahap pemisahan dan pemurnian produk. tahap reaksi. Suhu pencampuran ketiga aliran ini mencapai 86.BAB II Deskripsi Proses 43 2.6 oC. Kemudian dari M-01 campuran ini lalu dipompa ke vaporizer (V) untuk mengubah fasa dari cair Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Gas H2 dialirkan secara inline melalui pipa dari pabrik tetangga dengan tekanan 1 atm. Tahap ini meliputi :  Pengubahan Fasa dan Menaikkan Tekanan Toluene Fresh toluene dengan kemurnian min 99 %wt dipompa dari T-01 lalu dicampur dengan toluene recycle yang berasal dari hasil atas kolom distilasi D-02 dan filtrat xylene dari centrifuge (CF) di mixer M-01. Tahap Penyiapan Bahan Baku Tahap ini ditujukan untuk menyiapkan bahan baku toluene dan H2 agar siap diumpankan ke dalam reaktor sesuai dengan kondisi operasi yang telah ditentukan. B. tahap penyiapan bahan baku.4 DIAGRAM ALIR PROSES 2. A. tahap penyimpanan produk. Bahan baku toluene disimpan dalam tanki fixed roof T-01 karena dalam bentuk cair dan bersifat volatile pada suhu kamar T = 30 0C dan P = 1 atm. yaitu tahap penyimpanan bahan baku.4.1 Langkah Proses Proses pembuatan paraxylene pada perancangan ini melalui lima tahapan langkah proses.

Banten dialirkan secara inline pada tekanan 1 atm lalu dikompresi hingga 8 atm dengan kompresor C-03. Toluene siap diumpankan ke dalam reaktor (R).BAB II Deskripsi Proses 44 menjadi gas pada suhu 111. Fasa reaksi adalah gas-padat. Proses berlangsung secara non-isothermal non-adiabatis.400 0C dan tekanan 30 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . dimana fasa gasnya adalah toluene dan hidrogen sedangkan fasa padatnya adalah katalis zeolite ZSM-5.  Menaikkan Tekanan Hidrogen Gas hidrogen yang dibeli dari PT ALIndo Merak. C. Toluene sebagai bahan baku utama. Selanjutnya campuran toluene ini dicampur dengan gas H2 (campuran H2 make-up dan recycle H2 dari separator gas-cair S-01) yang bertekanan 8 atm di mixer M-02. Tahap Reaksi Reaksi yang terjadi di dalam reaktor adalah reaksi Disproporsionasi Toluene membentuk paraxylene sebagai produk utama dan benzene sebagai produk samping. Reaktor yang digunakan adalah reaktor fixed bed multi tube. Karena kondisi operasi reaktor pada suhu 390 0C dan tekanan 30 atm maka umpan reaktor berupa gas ini dikompresi kembali ke dalam C-04 hingga 31 atm dan dialirkan ke furnace (F) untuk menaikkan suhunya hingga mencapai 390 0C. Suhu reaksi antara 390 .78 oC lalu tekanannya dinaikkan dari 1 atm menjadi 8 atm dengan compressor sentrifugal C-01. Gas H2 make-up ini lalu dicampur dengan aliran gas H2 recycle yang berasal dari separator gas-cair (S) setelah sebelumnya tekanannya dinaikkan dari 1 menjadi 8 atm dengan kompresor C-02. hidrogen serta katalis padat zeolite ZSM-5.

Tahap Pemisahan dan Pemurnian Produk Produk keluar dari reaktor berupa fasa gas pada suhu 400 0C dan tekanan 30 atm lalu tekananya diturunkan hingga 2 atm dengan ekspander EX dan diembunkan di dalam kondensor CD-03 pada suhu 50 0 C.BAB II Deskripsi Proses 45 atm.1 atm untuk proses pemisahan benzene dari campurannya. Hasil atas berupa destilat benzene dengan suhu 80.76 0C dan P = 1.97 0C dan tekanan 1. Reaksi yang terjadi adalah reaksi eksotermis sehingga perlu pendingin yang mengalir melalui Dowterm A.tube. Hasil bawah berupa campuran xylene dan toluene pada suhu 97.78 0C dan tekanan 1 atm yang kemudian direcycle sebagai umpan reaktor bergabung dengan fresh feed. Gas H2 dikeluarkan dari atas pada T = 42.1 atm untuk kemudian direcycle ke M-02 dan sebagian purging agar tidak terjadi akumulasi bahan inert (CH4) dalam siklus reaktor. Pendingin yang digunakan dalam hal ini yaitu D.5 atm. toluene. Hasil bawah D-02 berupa cairan mixed xylene pada suhu 154. Diperoleh hasil atas berupa toluene dalam pada suhu 110. Fraksi cairan berupa BTX dialirkan ke dalam kolom distilasi D-01 pada T = 42.76 0C dan tekanan 1 atm.75 0C dan tekanan 1. xylene) maka produk ini dialirkan ke separator gas-cair (S). tube .76 0C dan P = 1. Untuk proses pemisahan antara fraksi gas hidrokarbon dengan fraksi cairan BTX (benzene. Xylene ini didinginkan secara bertahap dengan precooler yaitu HE-01 dan HE-02 sehingga suhu umpan Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .2 atm Hasil bawah D-01 lalu diumpankan ke dalam kolom distilasi D-02 untuk memisahkan toluene dari campuran xylene.

Kedua produk ini siap dipasarkan.BAB II Deskripsi Proses 46 masuk ke kristalizer (CR) sebesar 50oC. Filtrat yang mengandung orto.4. Tahap Penyimpanan Produk Benzene yang diperoleh sebagai hasil atas D-02 dipompa menuju tanki penyimpan berupa tanki fixed roof (T-02) pada kondisi T = 30 0C dan P = 1 atm karena bersifat volatile. 2. Diagram Alir Proses Diaram alir proses dapat dilihat pada halaman berikutnya. dengan kemurnian 99. E.26 0C sedangkan orto dan metaxylene titik bekunya dibawah -25 0C oleh karena itu kristalizer beroperasi pada suhu antara 0 – 10 0C dengan pendingin amoniak (NH3). Kristalizer digunakan untuk memisahkan paraxylene dari campuran xylene berdasarkan perbedaan titik didih.5 %wt . Paraxylene dalam fasa cair dipompa dari ML menuju tanki penyimpan berupa tanki fixed roof (T-03) pada kondisi T = 30 0C dan P = 1 atm karena bersifat volatile juga. meta dan sedikit paraxylene direcycle sebagai umpan reaktor untuk diisomerisasi kembali membentuk paraxylene sedangkan kristal paraxylene dilelehkan pada suhu 15 0C di dalam melter (ML) dengan pemanas dari air (T = 30 0C) sehingga diperoleh paraxylene dalam fasa cair. Titik beku paraxylene pada suhu 13. campuran kristal di dalam mother liquor yang kemudian dipisahkan di dalam centrifuge (CF).2. Hasilnya berupa slurry. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .

35 49128.90 3.99 43559.93 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .65 305950.41 0.36 6876.99 43559.35 49128.58 C.07 1643.58 OUTPUT (kg/jam) ARUS 7 ARUS 10 201004.90 3.59 3286.03 305950.BAB II Deskripsi Proses 47 2.43 3283.46 3283.88 0.71 4894.46 163.03 3286.03 305950.99 43559.43 3283.03 3286.90 3. Neraca massa di sekitar S-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 6 201004.36 6876.35 49128.52 2094.43 3283.44 2.36 6876. Neraca Massa di sekitar Reaktor KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 5 290705.15 3123. Neraca Massa Arus 7 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 7 (kg/jam) 3283.34 163.03 305950.90 3.00 5420.93 ARUS 9 ARUS 8 (kg/jam) (kg/jam) 3120.90 3.52 2094.58 OUTPUT (kg/jam) ARUS 6 201004.5.93 302663.5 NERACA MASSA DAN NERACA PANAS 2.58 B.52 2094.1 Neraca Massa A.

12 6876.24 49101.52 2094.97 OUTPUT (kg/jam) ARUS 13 ARUS 14 200003.01 4910.19 44191.99 43559.36 6876.43 302663.41 Arus 13b (kg/jam) 10375.06 58093.65 E.19 0.20 13881.36 6876.68 258123.BAB II Deskripsi Proses 48 D.12 6876.26 258123.11 6876.72 200024. Neraca Massa Arus 13 Komponen Toluene Benzene Paraxylene JUMLAH Arus 13 (kg/jam) 200003.17 21.97 302663.52 2094.35 49128.24 200030.03 0.36 0.43 44539.65 OUTPUT (kg/jam) ARUS 11 ARUS 12 979.00 27.52 2094.82 Arus 13a (kg/jam) 189627.43 200030. Neraca Massa disekitar D-02 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 12 200024.26 OUTPUT (kg/jam) ARUS 15 Cake Filtrat 21.30 49128.36 43559.52 2094.43 58093.21 189652.19 49101.51 10376. Neraca Massa disekitar D-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 10 201004.97 F.31 1.86 24.41 58093.52 2094.26 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .43 258123.30 49128.43 44212.36 6876.07 G.52 2094. Neraca Massa Kristalizer (CR) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 14 21.17 27.96 0.

93 OUTPUT (kg/jam) ARUS 4 3283.12 6876.53 ARUS 1 3a 189627.24 1440.71 4894.44 3120.34 3286.27 44413. Neraca Massa di sekitar T-01 INPUT (kg/jam) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH ARUS 1 101071.65 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .92 4588.93 3286.68 10914.07 302663.88 163. Neraca Massa Hidrogen KOMPONEN H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 2 ARUS 9 163.03 3286.26 OUTPUT (kg/jam) ARUS 16 ARUS 17 21.26 I.19 49101.38 1440.41 5420.19 4884.46 0.68 66.21 189652. Neraca Massa Centrifuge (C) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 15 21.78 102097.69 202.43 58093.07 1643.52 2094.99 44191.90 3.BAB II Deskripsi Proses 49 H.99 4588.50 305.86 24.65 ARUS 16 4884.59 3123.50 511.93 J.62 13679.99 58093.38 133.46 302663.15 2.05 OUTPUT (kg/jam) ARUS 3 290705.

41 0.58 L.62 44413.53 163.65 3286.44 0.03 305950.00 5420.93 305950.71 4894.50 305.69 202.58 OUTPUT (kg/jam) ARUS 5 290705.50 511.99 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .92 133.12 ARUS 8 163.03 302663.31 43559.07 1643.15 102097.59 OUTPUT (kg/jam) ARUS 11 ARUS 13b 979.90 3.82 102261.78 163.90 3.71 4894. NERACA MASSA OVERALL INPUT (kg/jam) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 1 ARUS 2 101071.51 44539.15 163. Neraca Massa Total di sekitar T-01 INPUT (kg/jam) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 3 ARUS 4 290705.96 1.72 10375.07 1643.44 0.68 10376.41 5420.BAB II Deskripsi Proses 50 K.59 102261.46 3283.12 ARUS 17 22.46 3283.21 44191.24 66.

5918 2977023.8987 305968. Neraca Panas A.5.3631 B.3067 1792.0430 643954.0931 157204354.2.4148 23341.1839 32992123.3631 124212231.1839 32992123.0430 643954.2797 874930.4634 2436566.6756 534207.9848 200575.6754 52593932.7840 INPUT Q25 (kJ/jam ) 29136443. Neraca Panas di Kompresor C-01 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Panas kompresi TOTAL INPUT Q3 (kJ/jam) 32870188.4311 436428.2537 157204354.2959 32992123.5875 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .1877 425234.7350 880927.6760 34281498.1927 401893.7779 3.8935 Q34 (kJ/jam ) 1123986.1722 OUTPUT Q2 (kJ/jam ) 31629990.8808 973579.3815 835029. Neraca Panas di Mixer (M-01) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene TOTAL Q1 (kJ/jam) 865726.1899 OUTPUT Q4 (kJ/jam) 50433455.4607 183971.3998 68.6756 534207. Neraca Panas di Kompresor C-02 KOMPONEN H2 CH4 Panas kompresi TOTAL INPUT Q5A (kJ/jam) 23337.4024 3723.4607 183971.4562 C.3577 2748106.BAB II Deskripsi Proses 51 2.4562 OUTPUT Q3 (kJ/jam) 151184652.7985 18312433.5076 4776.1027 575196.1492 1416608.3948 425234. Neraca Panas di Vaporizer KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Steam TOTAL INPUT Q2 (Kj/jam) 31629990.1899 D.5875 OUTPUT Q5B (kJ/jam) 425166.3631 29140167.0350 635538.6901 2635.3914 52593932.

3677 F. Neraca Panas di Kompresor C-03 KOMPONEN H2 CH4 Panas kompresi TOTAL INPUT Q5A (kJ/jam) 11664.0475 8652003.2034 1.91 1026932.5267 1031741.7327662 61672579.7634 41946764.1877 425234.BAB II Deskripsi Proses 52 E.3998 68.7000 972.9652 1405.5875 61672576.3086 322548.2563 OUTPUT Q8 (kJ/jam) 90110480. Neraca Panas di Kompresor C-04 INPUT Q7 (kJ/jam) 53208111.075 1569947.8987 305968.5040 933519.384 1579.01 1735786.0475 52593932. Neraca Panas di Mixer (M-02) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 TOTAL Q4 (kJ/jam) 50433455.7133 6184846.466 929171.9664 61672576.63 968.871 541831.3967 9659719.6923 324042.515125 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Panas kompresi TOTAL 103619344.3048 8653409.2307 431102.9063 419436.3677 OUTPUT Q5B (kJ/jam) 431033.2700 INPUT Q5b (kJ/jam) Q6 (kJ/jam) OUTPUT Q7 (kJ/jam) 53458238.4929 103619344.5506 6209997.1899 G.1371 69.7029 11665.7350 880927.2563 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .6754 425166.4614 431102.8808 973579.

2155 33737292.1622 15492703.0758 1112159.0622 11234823.0428 212301002.5614 208158812.BAB II Deskripsi Proses 53 H.6121 I.8621 2456323.2563 108681658.01 1735786.7477 1467954.8589 17846274.2012 3238.3097 1091297.9476 5355919. Neraca Panas di Reaktor (R) INPUT KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Panas reaksi Pendingin TOTAL Q9 (kJ/jam) 186973379.7754 2649674.6121 OUTPUT Q9 (kJ/jam) 186973379.5819 1466884.9386 219422969.4703 18899284.6763 27781212.3967 9659719.384 1579.8965 827653.515125 103619344.5264 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .7191 17367274.0395 3249782.3559 212301002.5091 J.8621 3595273.7564 22568597.1616 310802137.5091 310802137.8354 1874.6010 117033142.5843 4404791.8351 5205.075 1569947.3244 84156818.8100 30175399.5356 3245980.8728 3133.0257 OUTPUT Q11 (kJ/jam) 74895979.6196 OUTPUT Q10 (kJ/jam) 133860454.5811 2013.871 541831.5264 124001993.7308 31343377. Neraca Panas di Expander (EX) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Panas dilepas TOTAL INPUT Q10 (kJ/jam) 118193484.4993 124001993.4752 4727612. Neraca Panas di Furnace (F) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Bahan bakar TOTAL INPUT Q8 (kJ/jam) 90110480.3998 86023248.

0468 10287471.2808 6930803.1961 38487555.6261 1539869.0463 9454072.1950 L.3585 58107933.6979 211804.0322 123.2441 Panas reboiler Panas condenser TOTAL Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .6544 833399.8354 1874.0146 9454072.7688 58107933.3314 10287471.3816 1380123.6544 48653860.0129 19620377.7614 216159.6786 66153. Neraca Panas di Separator (S) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 TOTAL INPUT Q12 (kJ/jam) 6055412.1950 M.6786 66153.7614 216159.0622 11234823.4742 68887.8474 10287471.6261 1539869.6108 25856919.8965 827653.0267 1233334.4703 18899284.3816 1380123.6845 4434536.8474 10287471.9111 890947.0267 1233334.0463 833276.BAB II Deskripsi Proses 54 K.0785 173.6979 211804.5264 -113714522.4742 68887.6739 278258.0480 33956970.6458 4530585.3807 1173634. Neraca Panas di Kolom Distilasi (D-01) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene INPUT Q15 (kJ/jam) 6154448.1950 OUTPUT Q15 (kJ/jam) Q13 (kJ/jam) 6154448.3244 124001993.0129 OUTPUT Q21 (kJ/jam) Q18 (kJ/jam) 96048. Neraca Panas di CD-03 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Pendingin TOTAL INPUT Q11 (kJ/jam) 74895979.0785 173.4372 40.3807 1173634.8500 1641542.1950 OUTPUT Q12 (kJ/jam) 6055412.7754 2649674.1622 15492703.8500 1641542.

9627 206431736.9039 28265550.BAB II Deskripsi Proses 55 N.1961 172474765.2280 5210796.4447 1643201.6624 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene TOTAL P.4447 -179739.3160 5210796.5838 1643201.6245 13127637.0735 28265550.7275 30744164.7275 -50318.6880 4326.1374 OUTPUT Q27 (kJ/jam) Q24 (kJ/jam) 30739621.3258 59396184.9656 2318893.5078 28652019.1189 216.6458 33956970.3875 12788716. Neraca Panas di Kolom Distilasi (D-02) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene INPUT Q21 (kJ/jam) 25856919.9587 2591829.0000 12788716.9412 206431736.1747 Panas reboiler Panas condenser TOTAL O.0347 -156410.2808 6930803.6624 OUTPUT Q27b+ Q33 (kJ/jam) 4573.6845 40.2694 12665462.1189 0.8489 28652019.3464 OUTPUT Q28 (kJ/jam) 916.6245 13127637.1941 299156. Neraca Panas di HE-02 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Panas diserap TOTAL INPUT Q27b (kJ/jam) 4573.9039 28265550.3258 -386469.0347 14215017.6624 -23054754.2694 12665462. Neraca Panas di HE-01 INPUT Q32 (kJ/jam) Q27a (kJ/jam) 5084.1374 147035551.3464 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .6739 278258.8646 2467876.9111 890947.7733 5084.9819 14215017.8646 2467876.

9637 -9926.6279 OUTPUT (Q29) CAKE (kJ/jam) FILTRAT (kJ/jam) -298.3265 -179739.5565 -488226.0000 -1285490.3640 -648496.4469 -386469.BAB II Deskripsi Proses 56 Q.0714 -1774015.8699 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Pemanas TOTAL -686210.0000 -73151.8556 0.0000 -234410.0714 -1774015.0564 -4486425.0735 -1747890.9587 93442.9561 0.5078 -1361421.0000 -73151.2374 0.1075 -1747890. Neraca Panas di Melter (ML) INPUT Q30 (kJ/jam) -298.8268 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .5838 -55243.9561 0.5204 OUTPUT Q30 Q32 (kJ/jam) (kJ/jam) -298.6807 -156410.6005 -180663. Neraca Panas di Kristalizer (CR) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Pendingin TOTAL INPUT Q28 (kJ/jam) 916.3265 -55243.6279 26125.4469 675210.2374 0.6202 -686210.9656 2318893.0000 -1286221.0000 -234410.9561 -1286221.5565 -488226.9380 2712410.5204 -1747890.4836 -1361421.6843 -1774015.8268 OUTPUT Q31 (kJ/jam) -144.1941 299156.8556 0.9784 -1285789.9561 0. Neraca Panas di Centrifuge (CF) INPUT (Q29) CAKE (kJ/jam) FILTRAT (kJ/jam) -298.9819 -19657.6291 -27642.4836 -50318.6279 R.6807 -19657.5204 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Panas yang diserap TOTAL S.0000 -1285490.6005 -180663.9784 -1285789.

sebelum design piping. dimana pada daerah proses ini diletakkan pada daerah terpisah dari bagian lain untuk mempermudah dalam pengontrolan. tempat penyimpanan bahan. ditinjau dari segi lalu lintasnya barang. Daerah Proses Daerah proses digunakan untuk menempatkan alat-alat yang berhubungan dengan proses produksi. laboratorium. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .1 Lay Out Pabrik Lay out pabrik adalah tempat kedudukan dan bagian-bagian pabrik yang meliputi tempat bekerjanya karyawan. pos keamanan dan sebagainya hendaknya dapat ditempatkan pada bagian yang tidak mengganggu.6.6. poliklinik. Selain peralatan tercatum di dalam flow sheet process.BAB II Deskripsi Proses 57 2. Tata letak pabrik harus dirancang sedemikian rupa sehingga penggunaaan area pabrik effisien dan kelancaran proses produksi dapat terjamin. kantin. keselamatan dan kenyamanan bagi karyawan dapat terpenuhi. Jadi dalam penentuan tata letak pabrik harus dipikirkan penempatan alat-alat produksi sehingga keamanan. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam perancangan tata letak pabrik adalah : 1. transportasi bahan baku dan produk. 2. bengkel. kontrol dan keamanan. baik bahan baku dan produk. pengendali kebakaran ( fire safety ). LAY OUT PABRIK DAN PERALATANNYA Setelah proses flow diagram tersususun. struktural dan listrik dimulai. maka lay out pabrik dan perencanaan harus direncanakan terlebih dahulu. tempat peralatan. ditinjau dari hubungan satu dengan yang lainnya. beberapa bangunan lain seperti kantor.

steam. Luas Area Yang Tersedia Harga tanah menjadi hal yang membatasi kemampuan penyediaan area. ledakan.BAB II Deskripsi Proses 58 2. Jika harga tanah mahal. Pemakaian tempat sesuai dengan area yang tersedia. Kemungkinan Perluasan Pabrik Penyediaan luas area tertentu dilakukan untuk kemungkinan perluasan pabrik dimasa mendatang. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . dan listrik akan membantu kemudahan kerja dan perawatannya. penahan ledakan. maka diperlukan effisiensi dalam pemakaian ruang sehingga peralatan tertentu dapat diletakkan di atas peralatan lain. Tangki penyimpanan bahan baku ataupun produk berbahaya. 5. 3. 4. Instalasi dan Utilitas Pemasangan dan distribusi yang baik dari gas. atau lantai ruangan diatur sedemikian rupa untuk menghemat tempat. harus diletakan pada tempat yang khusus serta perlu adanya jarak antara bangunan yang satu dengan bangunan yang lainnya guna memberikan pertolongan dan menyediakan jalan bagi karyawan untuk menyelamatkan diri. asap. Penempatan pesawat proses sedemikian rupa sehingga petugas dapat dengan mudah mencapai dan menjamin kelancaran operasi serta memudahkankan perawatannya. atau gas beracun benar-benar diperhatikan di dalam penentuan tata letak pabrik. penampung air yang cukup. Untuk itu harus dilakukan penempatan alat-alat pengaman seperti hydrant. Keamanan Keamanan terhadap kemungkinan adanya kebakaran. udara.

Daerah Proses Merupakan daerah tempat alat-alat proses diletakan dan proses berlangsung 3.7 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Daerah Pergudangan Umum. Laboratorium dan Ruang Kontrol Daerah administrasi merupakan puasat kegitan administrasi pabrik yang mengatur kelancaran operasi. lay out pabrik ini dapat dibagi ke dalam beberapa daerah utama. Bengkel dan Garasi 4. Lay out pra perancangan paraxylene dapat dilihat pada gambar 2. 2. yaitu : 1. Laboratorium dan ruang kontrol sebagai pusat pengendali proses. Daerah Utilitas Merupakan daerah dimana kegiatan penyedian air dan listrik dipusatkan. Daerah Administrasi atau Perkantoran. kualitas dan kuantitas bahan yang akan diproses serta produk yang akan dijual.BAB II Deskripsi Proses 59 Secara garis besar.

BAB II Deskripsi Proses 60 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .

7. Daerah utilitas 20. 8. Laboratorium 15. 3. Area proses 12. Tempat penyimpanan produk 11. Bengkel 17. Daerah penyediaan bahan bakar Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .BAB II Deskripsi Proses 61 Keterangan Gambar : 1. Daerah perluasan proses 13. 9. 4. Pos Keamanan Taman Area Parkir Kantor dan Aula Kantin Poliklinik Mushola perpustakaan Tempat Penyimpanan reaktan 10. Daerah pengolahan limbah 21. Daerah pembangkit listrik 18. Pemadam kebakaran 19. Control room 14. 5. Gudang 16. 2. 6.

5.6. 4. Aliran Bahan Baku dan Produk Aliran bahan baku dan produk yang tepat akan memberikan keuntungan nilai ekonomis yang tinggi. Tata Letak Alat Proses Penempatan alat-alat proses yang tepat akan mempercepat jalannya proses sehingga menjamian kelancaran proses produksi. antara lain : 1. 2. Kelancaran Lalu Lintas Kelancaran lalu lintas barang dan manusia juga berpengaruh terhadap jalannya proses produksi. Aliran Udara Aliran udara di dalam dan sekitar area proses harus diperhatikan.2 Lay Out Peralatan Dalam perancangan lay out peralatan proses. semakin dekat penempatan bahan baku dan produk dengan jalur transportsi maka semakin efisien dana yang dikeluarkan. ada beberapa hal – hal yang perlu diperhatikan. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .BAB II Deskripsi Proses 62 2. Hal ini bertujuan untuk menghindari stagnasi udara pada suatu tempat yang dapat menyebabkan akumulasi bahan kimia yang berbahaya. 3. Di samping itu perlu diperhatikan arah hembusan angin. sehingga dapat membahayakan keselamatan kerja. Cahaya Penerangan seluruh pabrik harus memadai pada tempat-tempat proses yang berbahaya dan beresiko.

Tata Letak Area Proses Dalam menempatkan alat-alat proses pada pabrik diusahakan agar dapat menekan biaya operasi dan menjamin kelancaran dan keamanan produksi pabrik sehingga dapat menguntungkan dari segi ekonomi. sehingga apabila terjadi ledakan atau kebakaran tidak membahayakn peralatan yang lain : Lay out peralatan pada pra perancangan pabrik paraxylene ini dapat dilihat pada gambar 2. Tata letak proses harus dirancang sedemikian rupa sehingga :    Kelancaran proses produksi dapat terjamin Dapat mengefektifkan penggunaan luas tanah Biaya material handling menjadi rendah dan mengakibatkan menurunnya pengeluaran untuk kapital yang tidak penting. 7.  Karyawan mendapat kepuasan kerja. Jarak Antar Alat Proses Untuk alat-alat produksi yang mudah meledak atau terbakar letaknya dijauhkan dari peralatan lain.8 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .BAB II Deskripsi Proses 63 6.

BAB II Deskripsi Proses 64 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .

BAB II Deskripsi Proses 65 Keterangan Gambar :  T  P  HE  C  M  EX  RB  F  CD  ACC : Tangki : Pompa : Heat Exchanger : Kompresor : Mixer : Expander : Reboiler : Furnace : Kondensor : Akumulator Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .

51666 1.9193E-06 2.1982 C -1.9039E-03 -2.1136 1.46 50.6078E-03 -3.LAMPIRAN B PERHITUNGAN NERACA PANAS Dalam neraca panas ini : .4910E-03 -3.K) = konstanta = suhu (K) Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 A 83.8722E-03 D 1.607 -0.5158 0.5061E-06 2.9725E-06 3. Kapasitas panas cairan Cp = A + BT + CT2 + DT3 Ket : Cp A.6838E-06 -4.018 B 0.4902E-03 3.94926 -6.1670E-05 (Reff : Carl L.916 54.703 -31.8243E-06 3.1480E-03 3.035 70.3043 1.Yaws.”Chemical Properties Handbook”) B - 1 .Perhitungan berdasarkan basis 1 jam operasi .1885E-03 -2.8045 0.T referensi 298 K Data yang dibutuhkan : 1.D T = kapasitas panas (Joule / mol.0930E-01 -9.662 -11.B.C.

2187E-01 4.36 -16.5350E-04 -1.9957E-02 C -2.932E-11 (Reff : Carl L.2.E = konstanta T Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 = suhu (K) A -24.052E-12 1.1137E-04 -2.6293E-04 -2.6465E-04 -2.1442E-04 (Reff : Carl L.368 -17.0212E-04 -3.1217E-08 1.1615E-08 3.4305E-03 -8. Kapasitas panas padat Cp = A + BT + CT2 Ket : Cp A.78782 C -2.K) A.B.D.3381E-08 -2.9184E-04 D 6.942 B 5.6470E-01 5.321E-11 -8.7460E-01 5.097 -31.302 B 0.258E-12 -5.6424E-01 5.9827E-04 -3.587E-11 2.B.5237E-08 1.1344E-01 2.C T = kapasitas panas (Joule/mol.Yaws.84357 0.33 9.359 0.4772E-04 -9.80786 0.Yaws.”Chemical Properties Handbook”) 4.0178E-02 -3.8549E-05 1.759E-12 3.654E-11 1.1880E-08 -1.90564 0.3442E-03 1.725 0.5303E-07 E 1.K) = konstanta = suhu (K) Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene A -1.182 25.913 0.C.37714 0.”Chemical Properties Handbook”) B - 2 .1220E-08 8.872 3.399 34. Kapasitas panas gas Cp = A + BT + CT2 + DT3 + ET4 Ket : Cp = kapasitas panas (Joule/mol.

C.Yaws.9 -2725.0082881 -4.”Chemical Properties Handbook”) 6.3 C -9.257 -10.4103E-06 2. D.3534E-09 0.5. E = konstanta T = suhu (K) Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene A 34.4 -4015.0676E-11 E 2.Yaws.7035E-06 2.6123E-06 (Reff : Carl L.0289E-11 -5.B.3563E-10 9.1635 -8.1 -3457.7718 60.441 -9.0531 34.0775 31.3647E-12 2.2413 B -3037. T = titik didih Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Hvap(kJ/kmol) 33590 30750 35820 36330 37000 460 8160 (Reff : Carl L.7187E-06 -2.126 D 1. Tekanan Uap Jenuh Persamaan Antoine yang digunakan : 10 log Psat = A + B/T + C ( 10 log T ) + DT +ET2 Ket : Psat = tekanan uap jenuh(mmHg) A.”Chemical Properties Handbook”) B - 3 . Panas Penguapan Pada P = 1atm.4443 -19.6803 37.9 -3298.

375 0.18 190.6003E-01 2.7410E-01 2.9889E-01 2.Tc.”Chemical Properties Handbook”) B - 4 .790 562.139 49.58 n 0.B Ket : Density A.489 0.27984 0. sebagai fungsi dari suhu.354 0.260 617.Untuk P 1 atm.n T n Dengan = Panas penguapan (kjoule/mol) = koefisien regresi persamaan Watson = suhu (K) A 50.8180E-01 2. K A 0.26 617.Yaws.3009 0.265 Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 (Reff : Carl L.312 Tc 591.7108E-01 2.606 0.B.458 0.6083E-01 3. Tc  T n   1   Tc  = densitas cairan .180 Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 (Reff : Carl L.29999 0.659 10.383 0.05 630.7242E-01 2.7560E-01 Tc(K) 591.6770E-01 2.38381 0.n T. suhu kritis.16 616.Yaws. Densitas cairan Density  A.”Chemical Properties Handbook”) 7.7900E-01 2.91 60. ΔH vap T    A1    Tc  ∆Hvap A.160 616.4730E-01 n 2.370 33.03125 B 2.38 0.888 52. maka persamaan Watson digunakan untuk menghitung panas penguapan. g/mL = koefisien regresi untuk senyawa kimia = suhu.37 33.27866 0.216 55.5925E-01 2.050 630.79 562.

dimana Tref = 298 = 383.79 K 303 K 413. Mixer (M-01) Fungsi : Mencampur aliran recycle toluene dari alat destilasi 2 (D-02). dimana Tref = 298 = Q34 = ∑ n ∫ Cp dT. dimana Tref=298 = Q1 = ∑ n ∫ Cp dT.79 298  Cp.Perhitungan neraca panas di masing-masing alat : 1. recycle xylene dari centrifuge dan fresh feed toluene dari tangki T-01 Tujuan : Menghitung suhu campuran keluar mixer (T2) Diagram alir : Q1 Q25 Q34 M-01 Q2 = ? T2 = ? Dengan Q1 Q25 Q34 Q2 = panas dari tanki penyimpanan (T-01) = panas recycle toluene dari D-02 = panas recycle dari centrifuge = panas campuran cairan keluar dari mixer (M-01) Perhitungan : Neraca panas total : Qinput = Qoutput Q1 + Q25 + Q34 = Q2 Dalam hubungan ini : Q25 = ∑ n ∫ Cp dT.dT B - 5 .dT 298 303 Q 25   n 383.27 K Q1   n  Cp.

2188 Q=n ∫CpL.4503 915.2324 991.5076 4776.8793 1. dT 24307.1492 1416608. Menghitung Q34 Tin = 413.5293 C D E )]  [(T 3 )]  [(T 4 )]  [(T 5 )] 3 4 5 Tref = 298 K ∫CpL.8935 29140167.0183 0.4024 3723.dT (kJ) 29136443.7840 b. dT 789.2463 ∫CpL.Q 34   n 413.2797 874930.dT 298 T  Cp.dT B 2 Q 2   n  Cp.1722 Maka Panas yang masuk mixer Q2 = Q1 + Q25 + Q34 = 32992121.9850 n Cp dT(kJ) 1123986. Menghitung Q25 Tin = 383.24035717 63.2959 c.8574 ∫CpL.2521 kJ B - 6 .2494 938.5918 2977023.6901 2635.5164 19. dT 14157. Menghitung Q1 Tin = 303 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene n (kmol) 1096.0196 22848.79 K Komponen Toluene Paraxylene Tref = 298 K n (kmol) 2058.8179 2.27 K Komponen Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 46.3616 n Cp dT (kJ) 865726.9221 4.3067 1792.4311 436428.27 298  Cp.5243 16330.dT  AΔT   2 [(T a.9100 1106.4712 22303.2280 2058.1006 128.

6422 ∫CpL.3631 Jadi suhu keluar mixer M-01 pada T2 = 359.0978 15.0583 46.d.2959 32992123.1368 11588.5558 11884.4807 ∑n CpL dT(kJ) 31629990.1839 32992123.2797 874930.4607 183971.5076 4776.0060 51.3067 1792.64 K Tref = 298 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene n (kmol) 3155.4024 3723.4607 183971.3631 KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene TOTAL Q1 (kJ/jam) 865726.6756 534207.7840 INPUT Q25 (kJ/jam ) 29136443.4800 3267.6756 534207.3343 12612.4311 436428. dT 10025.1722 OUTPUT Q2 (kJ/jam ) 31629990.1839 32992123.1492 1416608.0430 643954.5918 2977023.2521 kJ Q2 = ∑ n. Menghitung suhu keluar mixer Dilakukan trial suhu keluar mixer (T2) sampai Q2 = Q1 + Q25 + Q34 = 32992121.3631 29140167.8935 Q34 (kJ/jam ) 1123986. CpL (T2 – Tref) T2 trial benar pada = 359.0430 643954.64 K B - 7 .6901 2635.

Vaporizer (V) Fungsi : Menguapkan umpan campuran dari mixer sebelum masuk kompresor (C-01).dT  m1  Cp L .dT B - 8 . Tujuan : .78 ms (Hs .dT 298 303 ms(λ)  m 1 (Hv)  m 1 ms  Q total λ 303  Cp L .64 K. T3 Steam V Cair T2 = 359.Menentukan suhu uap jenuh campuran umpan (T3) . Q2 Kondensat Perhitungan : Neraca Panas Total Q2 + Qs Q2 + ms Hs = Qc + Q3 = mc Hc + Q3 Karena ms = mc dan m1 = m2.Menghitung kebutuhan steam Diagram alir : Uap jenuh Q3 .78 298  Cp L . maka 383.2.H 1 )  m1 383.Hc)  m1 (H 2 .

0931 157204354.0978 15.27 417.9 INPUT Q2 (Kj/jam) 31629990.4634 2436566.9209 651058.3631 124212231. ed 5) diketahui  = 2047.82 1.2537 157204354.55 6.4651 kg λ 2047.0430 643954.Tb (K) 370. dT (kJ/kmol) 4303.78 K  CpL.78 Suhu keluar uap jenuh pada T3 = 384.1469 Qtot (kJ) 119554662.8485 5058. suhu 443. sehingga Kebutuhan steam  KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Steam TOTAL Qtotal 124212231.3815 835029.78 411.0583 46.15 K dari steam tabel (Smith V.9655 0.3577 2748106.4800 3267.4607 183971.6422 Hvap (kJ/kmol) 33590 35820 36330 37000 Sebagai pemanas digunakan steam saturated (P = 792.64 K Tout = 384. Menentukan suhu uap jenuh keluar vaporizer Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene n (kmol) 3155.6422 Xi 0.43 5.0060 51.0060 51.a.0931   60653.9 kJ /kg.58 Xi.4562 B - 9 .0931       n (kmol) 3155.02 kPa).98 384.0698 124212231.3146 2104151.0047 1 Tb (K) 383.0156 0.N.dT  A(T Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene 2  T1 )  B 2 C 3 D 4 2 3 4 T2  T1  T2  T1  T2  T1 2 3 4 ∫CpL.0583 46.4800 3267.51 412.7423 4937.0978 15.1839 32992123.78 K b.7878 1902358.0141 0.6756 534207. Menghitung kebutuhan steam Tin = 359.4562 OUTPUT Q3 (kJ/jam) 151184652.6400 5390.

4651 kg/jam 3.Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q4) Diagram Alir : Q4 P4 = 8 atm T4 = ? 1 Q3 P = 1 atm T = 383.Jadi suhu uap jenuh yang keluar dari vaporizer (V-01) pada T3 = 384.01) Fungsi : menaikkan tekanan gas dari 1 atm menjadi 8 atm Tujuan : .Menentukan jumlah stage .78 K dan steam yang diperlukan sebanyak 60653.78 K Perhitungan : 1) Menentukan Jumlah Stage Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multi stage disyaratkan Rc < 4 P Rc   o P  i n    1 2 Dengan : Po = tekanan keluar kompresor Pi = tekanan masuk kompresor n = jumlah stage B .Menghitung suhu keluar kompresor (T2) . Kompresor (C .10 .

94474 w 0.81733 -0.083-(0.26400 0.79000 616.12494 -1.82 Rc     2.00408 -1.06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.23978 Pr 0.04634 0.04457 Tr 0.2) komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tc (K) 591.94695 36.32600 0.62276 0.93178 Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.37255 0.32600 0.76082 -0.57875 1.0978 15.62196 0.02861 0.37000 kmol 3155.18185 -1.18591 -1.60882 BPc / RTc -1.6 Coulson diperoleh Ep = 0.422/ Tr ^ 1.02886 0.02466 0.94523 0.65 m3/det B .139 .24356 V (m3) 95.94544 0.85171 Pr/Tr 0.26000 617.51991 1.81918 -0.46057 98. didapat harga n = 2.11 .03802 0.92144 -1.0583 46.8284 1 1 Di-trial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling sedikit sehingga biaya investasi alat minimal.65088 34.55628 34.3827 51.02748105 0.96182 0.02714 Z 0.05000 630.(0.6) B' = 0.4800 Pc (atm) 40.31300 B° -0.172/ Tr ^ 4.78 K P1 = 1 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V= Z n RT / P R = 82.04601 0.11816 -1.64851 0.83 2) Menghitung suhu keluar kompresor  Kompresor Stage 1 T1 = 383.85054 B' -0.

3914 kJ B .7421 ∑= Yi CpG 131.0583 46.6635  8.12 .0978 15.7427 161.3827 51.312.0648 Cp  R 136.1027 575196.0583 46.Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.6635 Cp   1.9892 19109.7985 Panas keluar kompresor stage 1 Tout = 423 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K n (kmol) 3155.8987 305968.6754 52593932.1795 12447.3827 51.0047 1.0350 635538.0141 0.0642 2.78 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K n (kmol) 3155. 0936  423 K Menghitung Panas Kompresi Stage 1 Panas masuk kompresor Tin = 383.8808 973579.6760 34281498.3086 19067.65 P2 = P1 x Rc = 1 x 2.83  T2  T1  2   443.0188 Yi 0.2843 0.433.83 atm P   2.4804 Qout=n ∫CpG dT(kJ) 50433455.9401 166. Ep) 1.9848 200575.7411 12957.6635   136.0978 15.9655 0.06481  1   0. dT 10417. dT 15983.0000 CpG mean 135.0583 46.6273 161.0978 15.314 m (γ  1).4800 ∫CpG.1899 Panas kompresi stage 1 = 18.2945 12477.45  P   1   1 m 0 .828= 2.7350 880927.7898 136.4800 3268.0936 ( .4800 ∫CpG.5252 2.1257 Qin=n ∫CpG dT(kJ) 32870188.3827 51.9580 19765. 1.0156 0.0648 x 0.

4303  Kompresor Stage 2 T2 = 383.79000 616.62196 0.08163 0.07675 w 0.85171 Tr 0.2) komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene Tc (K) 591.(0.62276 0.37000 Pc (atm) 40.83 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V = Z n RT / P R = 82.05000 630.26400 0.1899 kJ 34281498.785.172/ Tr ^ 4.7985 kJ 18312433.422/ Tr ^ 1.06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.6) B' = 0.60882 Pr 0.139 .78 K P2 = 2.12494 -1.06974 0.1840 kJ/kg K kg Sebagai pendingin dipakai cooling water dengan Tin = 303 K dan Tout = 318 K Kebutuhan pendingin air = Q/ (Cp.Neraca massa di intercooler stage 1 Tin = 423 K Tout = 383.13 .94695 36.24356 B .26000 617.3914 kJ Beban panas masuk intercooler 1=Qp2-Qp1 = Qin – Qout = dengan harga Cp = 1 kcal/kg K= 4.11816 -1.64851 0.92144 -1.083-(0.55628 34.31300 B° -0.81918 -0.81733 -0.C01 Qout Qp1 Neraca panas total Qin + Qp1 = Qout + Qp2 Qin = Qout = 52593932.85054 B' -0.65088 34.78 K Qin Qp2 I .08093 0.76082 -0.32600 0.32600 0.dT) = 291.

14 .84568 0.0141 0.6635 Cp   1.23978 Z 0.3827 51.65 m /det 3 Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene n (kmol) 3155.1795 12447.06481  1   0.0978 15.2843 0.43407 0.6635  8.48044 0.1027 575196.6 Coulson diperoleh Ep = 0.00408 -1.0583 46.komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene n (kmol) 3155. dT 10417.10754 0.0978 15.3827 51.0350 635538.1257 Qin=n ∫CpG dT(kJ) 32870188.78    2.8284 = 8 atm P T3  T2  3 P  2   8    383.0000 CpG mean 135.14542 32.18591 -1.0642 2.0188 Yi 0.314 m (γ  1).18185 -1.89202 0.4800 ∫CpG.84509 0.0156 0.78 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene Tref = 298 K n (kmol) 3155.7421 ∑= Yi.0583 46.9848 200575.0648 Cp  R 136.6760 34281498.65 P3 = P2 x Rc = 2.13013 0.0047 1.0978 15.009 0.7898 136.9655 0.12607 BPc / RTc -1.4800 3268.84371 V (m3) 31.0583 46.13107 0.33978 0.2945 12477.7427 161.83 x 2.6273 161.3827 51.9401 166.7985 B . 0936  423 K Menghitung Panas Kompresi Stage 2 Panas masuk kompresor Tin = 383.0648 x 0.5252 2. Ep) 1.83   m 0 .39970 Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.6635   136.CpG mean 131.7411 12957.0936 ( . 1.4800 Pr/Tr 0.

8808 973579.0350 635538.433.8987 305968.1899 OUTPUT Q4 (kJ/jam) 50433455.15 .4804 Qout=n ∫CpG dT(kJ) 50433455.8808 973579.8987 305968.0978 15.9580 19765.3827 51.6754 52593932.6754 52593932.7350 880927.7985 18312433.3086 19067.4800 ∫CpG. dT 15983.3914 52593932.7350 880927.9848 200575.Panas keluar kompresor stage 2 Tout = 423 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K n (kmol) 3155.1899 Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 2 stage Suhu yang keluar dari kompresor (C-01) yaitu pada T4 = 423 K B .1899 Panas kompresi stage 2 = 18.6760 34281498.3914 kJ KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Panas kompresi TOTAL INPUT Q3 (kJ/jam) 32870188.1027 575196.312.0583 46.9892 19109.

4. Kompresor (C.Menghitung suhu keluar kompresor (T6) .1 atm T14 = 315.16 .Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q6) Diagram Alir : Q6 P6 = 8 atm T6 = ? 1 Q14 P14 = 1.76 K Perhitungan : 1) Menentukan Jumlah Stage Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multistage disyaratkan Rc < 4 P Rc   o P  i n    1 2 Dengan : Po = tekanan keluar kompresor Pi = tekanan masuk kompresor n = jumlah stage B .02) Fungsi : menaikkan tekanan gas H2 recycle dari separator gas-cair (S-01) dari 1 atm menjadi 8 atm Tujuan : .Menentukan jumlah stage .

8435 37.0715 -0.17 .0004 0.6) B' = 0.1  1 Ditrial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling sedikit sehingga biaya investasi alat minimal.9583 45.01013281 0. didapat harga Rc = 2.0001 1.8472 0.0255 Yi CpG 28.0849 0.6968  1.4739 0.0409 -0.1 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V= Z n RT / P R = 82.0110 3 B° 0.6 Coulson diperoleh Ep = 0.8444 B .0146 Tr 9.1795 Pc (atm) 12.1795 1548.2) Komponen H2 CH4 Komponen H2 CH4 Tc (K) 33.9999 0.0000 CpG mean 28.5166 1.139 .6568 BPc / RTc 0.43795 Pr/Tr 0.65 m /det 3 Komponen H2 CH4 kmol 1547. 8 2 Rc     2.47812 Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.172/ Tr ^ 4.1800 190.1051 B' 0.1184 Z 1.1038 Pr 0.6968 2) Menghitung suhu keluar kompresor  Kompresor Stage 1 T14 = 313 K P14 = 1.8402 0.083-(0.0043 28.0042 36.0242 w -0.422/ Tr ^ 1.06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.1390 0.0089 0.2200 0.8472 0.0267 Yi 0.5800 kmol 1547.9985 V (m /jam) 36.(0.

5365 kJ B . dT 511.24 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 1547.1795 ∫CpG.3048 8653409.8472 0.65 P2 = P1 x Rc = 1. Ep) 1.3279 Qin = n ∫CpG.4434 ( . dT (kJ) 791803.76 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 1547.8087 116.9248 791920.4044  1   0. dT (kJ) 8652003.4044 x 0.1   m 0 .2308 Qout= n ∫CpG.8747  8.6968= 2.314 m (γ  1).18 .24 K Menghitung panas kompresi Stage 1 Panas masuk kompresor Tin = 315.4050 Cp  R 28.5517 651. 4434  490.  28.9652 1405.8472 0.2700 Panas kompresi stage 1 = 7861488. dT 5589.7015 7828. 1.97 atm P T2  T1  2 P  1   2.7335 Panas keluar kompresor stage 1 Tout = 490.1 x 2.1795 ∫CpG.76    1.97    315.8747 Cp   1.

dT) =  Kompresor Stage 2 T2 = 315.422/ Tr ^ 1.24 K Tout = 315.139 .1840 kJ/kg K 125262.19 .2) B .76 K P2 = 2.(0.Neraca massa di intercooler stage 1 Tin = 490.2700 791920.083-(0.6) B' = 0.5365 kJ Beban panas masuk intercooler 1=Qp2-Qp1= Sebagai pendingin dipakai cooling water dengan Tin = 303 K dan Tout = 318 K dengan harga Cp = 1 kcal/kg K= 4.C02 Qout Qp1 Neraca panas total Q1 + Qp1 = Q2 + Qp2 Q1 = Q2 = 8653409.97 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V = Z n RT / P R = 82.172/ Tr ^ 4.76 K Qin Qp2 I .7335 kJ kJ 7861488.8619 kg Kebutuhan pendingin air = Q/ (Cp.06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.

8435 37.24 K Menghitung panas kompresi Stage 2 Panas masuk kompresor Tin = 315.22000 0.18000 190.07153 -0.03940 Tr 9.65 m /det 3 Komponen H2 CH4 kmol 1547.13899 0.76 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 1547. Ep) 1.22893 0.95830 45.9248 791920.10383 Pr 0.00099 0.1795 ∫Cpg.003759673 0.8402 0.58000 kmol 1547.8472 0.51657 1.06529 w -0. 1.0000 CpG mean 28.01100 3 B° 0.97   m 0 .53482 Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.00156 13.9999 0.53326 0.43795 Pr/Tr 0.0267 Yi 0.02406 0.8747  8.8472 0.76    2.04095 -0.4050 Cp  R 28.4044  1   0.5517 651.1795 Pc (atm) 12.0001 1. dT 511.8444   28.11837 Z 1.10513 B' 0.4044 x 0.7335 B .65 P2 = P1 x Rc = 2.65684 BPc / RTc 0.97 x 2. 4434  490.8087 116.0043 28.4434 ( .0255 Yi CpG 28.6968= 8 atm P T2  T1  2 P  1   8    315.6 Coulson diperoleh Ep = 0.1795 1548.99591 V (m /jam) 13.3279 Qin = n ∫Cp dT(kJ) 791803.8747 Cp   1.20 .Komponen H2 CH4 komponen H2 CH4 Tc (K) 33.8472 0.314 m (γ  1).

8472 0.1795 Cpg .24 K B .7015 7828.5365 kJ KESIMPULAN : KOMPONEN H2 CH4 Panas kompresi TOTAL INPUT Q14 (kJ/jam) 791803.9248 OUTPUT Q6 (kJ/jam) 8652003.8087 116.2700 Panas kompresi stage 2 = 7861488.3048 8653409.dT (kJ) 8652003.9652 1405. dT 5589.7335 791920.3048 8653409.Panas keluar kompresor stage 2 Tout = 490.2308 Qout=n ∫Cp.7335 Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 2 stage Suhu yang keluar dari kompresor (C-02) yaitu pada T6 = 490.24 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 1547.9652 1405.2700 -7861488.5365 791920.21 .

5.Menghitung suhu keluar kompresor (T5b) .Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q5b) Diagram Alir : Q5 b P5b = 8 atm T5b = ? 1 Q5a P = 1.1 atm T = 308 K Perhitungan : 1) Menentukan Jumlah Stage Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multistage disyaratkan Rc < 4 2 P Rc   o P  i Dengan : n    1 Po = tekanan keluar kompresor Pi = tekanan masuk kompresor n = jumlah stage B .Menentukan jumlah stage .03) Fungsi : menaikkan tekanan gas H2 make . Kompresor (C.22 .up dari 1 atm menjadi 8 atm Tujuan : .

9985 V (m /jam) 2.6968  1.6 Coulson diperoleh Ep = 0.23 .04996 Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.6161 BPc / RTc 0.1390 0.2827 1.0002 2.0497 0.43795 Pr/Tr 0.18 190.0003 0.1161 Z 1.65 m /det 3 B .06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.000569434 0.58 kmol 81.422/ Tr ^ 1.6) B' = 0.0772 0.2200 0.9583 45.0714 0.1 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V= Z n RT / P R = 82.139 . didapat harga Rc = 2.0220 w -0.6968 2) Menghitung suhu keluar kompresor  Kompresor Stage 1 T5a = 308 K P5b = 1.0405 -0.1128 B' 0.0093 Pc (atm) 12.0083 0.0711 -0.083-(0.1115 Pr 0.(0.0110 3 B° 0. 8 2 Rc     2.1  1 Ditrial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling sedikit sehingga biaya investasi alat minimal.2) komponen H2 CH4 komponen H2 CH4 Tc (K) 33.0136 Tr 9.172/ Tr ^ 4.

4056  1   0.0042 28.8096 36.65 m P2 = P1 x Rc = 1 x 2.0714 0.8105   Cp 28. 1. 444  478. Ep) 1.3433 7292.24 .3998 68.0808 Yi 0.7 atm P T2  T1  2 P  1   2.44 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 81.314 (γ  1).8669 365.4056 Cp  R 28.7779 3.9002 Qout=n ∫Cp dT(kJ) 425166.0093 81.1927 Panas keluar kompresor stage 1 Tout = 478.44 K Menghitung panas kompresi Stage 1 Panas masuk kompresor Tin = 308 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 81.5875 Panas kompresi stage 1 = 401893.0093 ∫Cpg.8105  8.8105   1.4148 23341. dT 5244.Komponen H2 CH4 kmol 81.7    308    1.8062 0.1   m 0.9999 0.6968= 2. dT 287.2271 Qin = n ∫Cp dT(kJ) 23337.3948 kJ B .1877 425234.4056 x 0.4440 ( .0093 ∫Cpg.0001 1.7166 Yi CpG 28.0714 0.0714 0.0000 CpG mean 28.

6) B' = 0.1840 kJ/kg K 6403.Neraca massa di intercooler stage 1 Tin = 478.06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.662182 Kebutuhan pendingin air = Q/ (Cp.C03 Qout Qp1 Neraca panas total Q5a + Qp1 = Q5b + Qp2 Q5a = Q5b = 425234.25 .(0.5875 23341.2) B .139 .1927 401893.dT) = kg  Kompresor Stage 2 T2 = 308 K P2 = 2.172/ Tr ^ 4.422/ Tr ^ 1.44 K Tout = 308 K Qin Qp2 I .3948 Beban panas masuk intercooler 1= Qp2-Qp1= kJ Sebagai pendingin dipakai cooling water dengan Tin = 303 K dan Tout = 318 K dengan harga Cp = 1 kcal/kg K= 4.7 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V = Z n RT / P R = 82.083-(0.

4440 ( .4148 23341.11150 Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.44 K Menghitung panas kompresi Stage 2 Panas masuk kompresor Tin = 308 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 81.8096 36.61612 Pr 0.0093 ∫Cpg.6968= 8 atm P T2  T1  2 P  1   8    308    2.11277 V (m /jam) 0. Ep) 1.0714 0.8669 365.0000 CpG mean 28.0714 0. 444  478.0714 0.8105   Cp 28.11609 kmol 81.9999 0.8105  8.95830 45. 1.0808 Yi 0.65 0.28270 1.76058 3 B' 0.0042 28.05935 w -0.07106 -0.7   m 0.1927 B .314 (γ  1).26 .2271 Qin = n ∫Cp dT(kJ) 23337.7779 3.000211272 m3/det Komponen H2 CH4 kmol 81.8105   1.99591 B° 0.00009 0.6 Coulson diperoleh Ep = 0.04048 -0.03672 BPc / RTc 0.22000 0.20811 0.02242 0.13899 0.4056  1   0.komponen H2 CH4 komponen H2 CH4 Tc (K) 33.1 x 2.18 190.65 m P2 = P1 x Rc = 1.0093 81.43795 Tr 9.58 Pc (atm) 12.4056 x 0. dT 287.76049 0.7166 Yi CpG 28.4056 Cp  R 28.01100 Z 1.0001 1.8062 0.00091 0.0093 Pr/Tr 0.

5875 Panas kompresi stage 2 = 401893.5875 OUTPUT Q5b (kJ/jam) 425166.4148 23341.0093 Cpg .44 K B .3948 kJ KESIMPULAN : KOMPONEN H2 CH4 Panas kompresi TOTAL INPUT Q5a (kJ/jam) 23337.1877 425234.Panas keluar kompresor stage 2 Tout = 478.9002 Qout=n ∫Cp.0714 0.dT (kJ) 425166.3433 7292.5875 Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 2 stage Suhu yang keluar dari kompresor (C-03) yaitu pada T5b = 478.1877 425234.3998 68.1927 401893.27 .7779 3. dT 5244.3948 425234.44 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 81.3998 68.

Tujuan : .24 K Q5b = ∑ n ∫ Cp dT. T4 = Q6 = ∑ n ∫ Cp dT.00 K 490. T5b = 478. Mixer (M .dT 298 Q 5b   n 298  Cp.02) Fungsi : Mencampur aliran H2 make-up.28 . H2 recycle dan reaktan dari kompresor C-01.6. dimana To=298 K.92 Q 4   n  Cp.Menghitung panas yang keluar dari mixer (Q7) . dimana To = 298 K. T6 = 423. dimana To = 298 K.dT B .44 K 423 480.Menghitung suhu campuran keluar dari mixer M-02 (T7) Diagram alir : Q4 Q5b Q6 M-02 Q7 T7 = ? Dengan Q4 Q5b Q6 Q7 = panas dari reaktan dari kompresor C-01 = panas dari H2 make-up = panas recycle H2 dari separator gas-cair = panas campuran keluar dari mixer (M-02) Perhitungan : Neraca panas total : Q input = Qoutput Q4 + Q5b + Q6 = Q7 Dalam hubungan ini : Q4 = ∑ n ∫ Cp dT.

6754 52593932.29 . dT 5589.0583 46.9892 19109.9652 1405.4804 ∑ Q4 = Qout=n ∫CpG dT(kJ) 50433455.dT 298 T  Cp.3998 68. dT 15983. dT 5244.8808 973579.44 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K kmol 81.dT (kJ) 8652003.0714 0.3433 7292.3086 19067.1877 425234.8472 0.dT  AΔT   2 [(T a.2700 kmol 1547.Q6   n 496.9002 ∑ Q5 = Qout=n ∫Cp.dT B 2 Q 7   n  Cp.3048 8653409.0978 15.9580 19765. Menghitung Q4 Tin = 423 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene C D E )]  [(T 3 )]  [(T 4 )]  [(T 5 )] 3 4 5 Tref = 298 K kmol 3155. Menghitung Q6 Tin = 490.24 K Komponen H2 CH4 Tref = 298 K Cpg .0475 kJ B .8987 305968.7350 880927.3827 51.5875 c.0093 Cpg .1899 b.4800 ∫CpG.2308 ∑ Q6 = Qout=n ∫Cp.1795 Maka panas yang masuk mixer Q7 = Q4 + Q5b + Q6 = 61672576.7015 7828.43 298  Cp.dT (kJ) 425166. Menghitung Q5b Tin = 478.

Menghitung suhu keluar mixer Dilakukan trial suhu keluar mixer sampai Q7 = Q4 + Q5b + Q6 Q7 = ∑ n .6754 425166.3998 68.1899 Jadi suhu campuran yang keluar dari mixer (M-02) yaitu pada T7 = 428.7133 6184846.9126 1026932.3048 8653409.7634 KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 TOTAL Q4 (kJ/jam) 50433455.6923 324042.9260 20156.1682 ∑ Q7 = Q=n ∫CpG.9633 0.8808 973579.0475 52593932.8987 305968.7350 880927.4657 929171.dT (kJ) 53208111.7993 5129.7328 61672579.5506 6209997.1877 425234.2700 INPUT Q5b (kJ/jam) Q6 (kJ/jam) OUTPUT Q7 (kJ/jam) 53458238.5456 3796.5017 20836.9652 1405.7000 972.d.0583 46.4800 1628.3086 322548. dT 16862.0978 15.5875 61672576.0475 8652003.3827 51.30 .1889 ∫CpG.9664 61672576. CpG (T7 – Tref) T7 trial benar pada = 428.5267 1031741.91 K Tref = 298 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene H2 CH4 kmol 3155.91 K B .6492 20112.5040 933519.6304 968.

Menentukan jumlah stage .7.Menghitung panas dibawa fluida keluar kompresor (Q8) Diagram Alir : Q8 P8 = 31 atm T8 = ? 1 Q7 P7 = 1 atm T7 = 429. Kompresor (C.44 K Perhitungan : 1) Menentukan Jumlah Stage Harga Rc untuk kompresor sentrifugal multistage disyaratkan Rc < 4 P Rc   o P  i n    1 Dengan : Po = tekanan keluar kompresor Pi = tekanan masuk kompresor n = jumlah stage B .31 .04) Fungsi : Menaikkan tekanan produk keluaran mixer (M-02) dari 8 atm menjadi 31 atm Tujuan : .Menghitung suhu keluar kompresor (T8) .

26 617.70735 0.875 2) Menghitung suhu keluar kompresor  Kompresor Stage 1 T1 = 428.67216 -0.18225 0.172/ Tr ^ 4.88516 -0.2) Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene 0rtoxylene H2 CH4 Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tc (K) 591.6509 34.9583 45.0760 -0.422/ Tr ^ 1.05 630.9470 36.875 8 1 Ditrial jumlah stage sampai harga Rc memenuhi syarat dan jumlah stage paling sedikit sehingga biaya investasi alat minimal.0583 46.31905 0.00083 18.326 0.62331 -0.(0.3827 51.18 190.67061 -0.1973 0.14369 0.9633 0.32933 0.00279 0.9976 V (m /jam) 11.79 616.9268 2.64913 -0.5563 34.22 0.1889 Pc (atm) 40.011 B° -0.69841 0.04798 7.70450 1.15889 0. didapat harga Rc = 3.0978 15. 31  1 Rc     3.04776 0.6174 0.1761 w 0.1333 Z 0.88223 -0.4800 1628.7248 0.0022 0.53643 B .33172 0.083-(0.07823 Tr 0.264 0.06E-6 (m3 atm) / (mol K) Tr = T/Tc Pr = P/Pc B° = 0.6804 12.4380 Pr/Tr 0.79258 0.03079 Pr 0.6951 0.52580 -0.04539 -0.6) B' = 0.70849 0.2309 0.37 33.326 0.76212 -0.2289 0.32 .92619 0.27217 0.2171 0.0323 3 B' -0.8517 12.1390 0.6960 0.58 kmol 3155.2506 BPc / RTc -0.72774 0.139 .91 K P1 = 8 atm METODE PITZER BPc/RTc = B°+wB' Z = 1 + ((B° + wB') x Pr/Tr) V= Z n RT / P R = 82.313 -0.65338 -0.

1710 Yi 0.0815  1   0.4821 1. Ep) 1.2989   110.3086 322548.3827 51.6 Coulson diperoleh Ep = 0.1889 ∫Cpg.875= 31 atm P T2  T1  2 P  1   31    428.7993 5129.6443 0.0016 110.9260 20156.7066 0.1889 4897.9633 0.0978 15.4800 1628.4800 1628.5762 9.1160 ( .91   8  m 0 .5456 3796.5017 20836.0094 0.3518 Yi CpG 96.1682 Qin = n ∫Cp dT(kJ) 53208111.7327662 61672579.466 929171.33 .65 0.7133 6184846.1810 42.7634 B .2989  8.86 K Menghitung Panas Kompresi Stage 1 Panas masuk kompresor Tin = 428.005149007 m3/det Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene H2 CH4 kmol 3155.8550 1.2989 Cp   1.3827 51.91 1026932.3326 0. 1. dT 16862.Basis dalam 1 jam operasi maka debit = Dari fig 3.7407 177.2991 29.0104 0.63 968.0000 CpG mean 149.0978 15.1903 182.0815 x 0.0583 46.6773 0.6492 20112.1159  501.0583 46.314 m (γ  1).0815 Cp  R 110.91 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 3155.0032 0.65 P2 = P1 x Rc = 8 x 3.0000 1.9212 178.9633 0.

2563 OUTPUT Q8 (kJ/jam) 90110480.34 .4929 kJ KESIMPULAN : INPUT Q7 (kJ/jam) 53208111.1371 34056.Panas keluar kompresor stage 1 Tout = 501.3967 9659719.4929 103619344.63 968.3827 51.1889 ∫Cpg.0583 46.075 1569947.4800 1628.0978 15.871 541831.466 929171.1381 5929.9633 0.7327662 61672579.515125 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Panas kompresi TOTAL 103619344.3967 9659719.86 K B .515125 103619344. dT 28557.2563 Panas kompresi stage 1 = 41946764.3086 322548.8598 35002.91 1026932.7133 6184846.0895 Qout=n ∫Cp dT(kJ) 90110480.7022 33996.384 1579.871 541831.075 1569947.9798 8363.384 1579.7634 41946764.86 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 3155.01 1735786.01 1735786.2563 Jumlah stage yang diperlukan sebanyak 1 stage Suhu yang keluar dari kompresor (C-04) yaitu pada T8 = 501.

7022 33996.9633 0.1381 5929.86 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 3155.075 1569947.01 1735786.3967 9659719. Tujuan : Menghitung kebutuhan bahan bakar Gambar : Kondisi :  Tin = 501.3827 51.1889 ∫Cpg.0978 15. Menghitung panas masuk furnace (Q8) Tin = 501.384 1579.8598 35002.0895 ∑ Q8 = Q=n ∫Cpg. FURNACE (F) Fungsi : Menaikkan suhu umpan reaktor dari C-03 agar sesuai dengan kondisi operasi reaktor.871 541831.9798 8363.515125 103619344.4800 1628.1371 34056.0583 46.8.35 .dT (kJ) 90110480.2563 B . dT 28557.86 K  Tout = 663 K 1.

8728 3133.0107 70497.01 1735786.515125 103619344.dT (kJ) 186973379. Eng.7191 17367274.8621 3595273.3559 212301002.3559 kJ 3.0395 3249782.0583 46.0428 212301002.3729 70415. hal 678) Q8  Q7  259. “Process Heat Transfer”.1889 Tref = 398 K ∫Cpg.1687 10661.3827 51.3967 9659719.8728 3133.4800 1628.0395 3249782.600 Btu/gal = 557506. Menghitung kebutuhan bahan bakar Bahan bakar yang digunakan untuk furnace adalah fuel oil no. Eb Jadi kebutuhan bahan bakar = KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Bahan bakar TOTAL INPUT Q8 (kJ/jam) 90110480.6121 B .2 (solar/diesel oil) Data fuel oil no.8621 3595273. hal 9-18) Efisiensi thermal furnace (Eff) = 75% (Reff : Kern.0428 212301002.36 . dT 59255.075 1569947.4824 71845.2.2563 108681658.6121 Beban panas di furnace = Q8 – Q7 = 108681658.0978 15.1412 kJ/dm3 (Reff : Perry’s Chem. Menghitung panas keluar dari furnace (Q9) Tout = 663 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 kmol 3155.5508 16588.9633 0.384 1579.2 : Nilai bakar (Eb = 139.6121 OUTPUT Q9 (kJ/jam) 186973379.5827 ∑ Q9 = Q=n ∫Cpg.0758 1112159.0758 1112159.871 541831.7191 17367274.9234 dm 3 Eff . Handbook.

Q10) .86 K sampai 663 K sebanyak 259.37 .Jadi bahan bakar solar yang diperlukan untuk memanaskan umpan reaktor dari 501.Menghitung panas pada masing – masing arus (Q9. Reaktor (R) Fungsi : Tempat berlangsungnya reaksi transalkilasi membentuk paraxylene sebagai produk utama dan benzene sebagai produk samping.9234 dm3/jam 9.Menghitung kebutuhan pendingin di reaktor Diagram Alir : Q9 R Q10 Kondisi Operasi Reaktor : P = 30 atm  Tin = 390 0C = 663 K  Tout= 400 0C = 673 K B . Tujuan : .

4824 71845.6196 310802137.1687 10661. dT 59255.9633 0.1889 ∫CpG.8621 2456323.Perhitungan : Neraca Panas Total Operasi berlangsung secara non-isotermal non-adiabatic.n ∆Hf 298 reaktan  Cp.3827 51.5356 3245980. Menghitung panas reaktan masuk reaktor (QR) T = 663 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref =298 K kmol 3155.6010 117033142.5508 ∑ Q9 = Q=n ∫CpG.3729 48108.5091 B .dT  AΔT   2 [(T B 2 C D E )]  [(T 3 )]  [(T 4 )]  [(T 5 )] 3 4 5 a.0107 70497.3097 1091297. sehingga : ∑ Qtot = -∑ QR + Q°rx + ∑ QP ∑ Qtot = -∑ Q9 + Q°rx + ∑ Q10 Dalam hubungan ini Q9 = panas yang dibawa umpan berupa gas masuk reaktor Q 9   n  Cp.dT (kJ) 186973379.0978 15.4800 1628.1815 70415.0583 46.38 .dT 298 663 Q10 = panas yang dibawa produk berupa gas keluar reaktor Q10   n  Cp.dT 298 673 Qorx = panas reaksi pada 298 K Q0rx = n ∆Hf 298 produk .5811 2013.

39 . dT 61354.4213 72906.0000 -14136.00 -74850.7708 19.3446 374826. Menghitung enthalpy reaktan Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 kmol 3155.8910 74356.7329 46244935.00 17240.dT (kJ) 133860454.4752 4727612.9386 219422969. Menghitung panas reaksi pada keadaan standar (Q0rx) Q0rx = (n∑ ∆Hf 298 produk . Menghitung enthalpy produk Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 kmol 2181.5151 49819.2155 33737292.00 0.1701 0.4800 1628.7277 1628.1889 ΔHf 298 50000.0035 916497. Menghitung panas produk keluar dari reaktor (QP) Tout = 673 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 kmol 2181.9027 17149.ΔHf (kJ) 157769136.6382 462.9187 0.00 0.9476 B .7708 19.5493 8306291.n∑ ∆Hf 298 reaktan) 1.0765 0.2868 2.0583 46.1889 Tref = 298 K ∫CpG.6763 27781212.7461 64.7461 64.0000 -14136.b.3998 kJ c.00 17240.0707 794726.00 82930.00 19000.2714 ∑ Q10 = Q=n ∫CpG.0978 15.7107 72989.7263 159760342.8589 17846274.6866 Panas reaksi standar (Q°rx) = 5355919.ΔHf (kJ) 109087696.8624 294119.00 n.00 -74850.00 17950.3827 51.7539 557.6160 1116648.9187 0.00 19000.9633 0.6382 462.7539 557.6339 10955.00 n.00 17950.5819 1466884.1889 ΔHf 298 50000.2012 3238.7263 165116261.7277 1628.

5091 310802137..763 kg/jam B ......C) = 2..526 kcal/(kg. Pendingin yang dgunakan adalah Dowterm A Harga panas jenis (Cp) = 0....763 kg KESIMPULAN : INPUT KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Panas reaksi Pendingin TOTAL Q9 (kJ/jam) 186973379..40 ..2012 3238...5091 Jadi pemanas Dowterm A yang diperlukan sebagai pendingin di reaktor sebanyak 1.302.1616 310802137..9476 5355919.2155 33737292.........2008 kJ/(kg oC) Dowterm A yang digunakan pada fase cair dimana Tin = 35 0C dan Tout = 65 0C sehingga range suhu (ΔT) = 30 0C .5819 1466884..∑ QR ∑ Qtot = -86023248.6010 117033142.....ΔT) = 86023248.4752 4727612..1616/(2.6763 27781212.5811 2013.9386 219422969. hal 175) Q = m Cp ΔT Pendingin yang dibutuhkan = Q / (Cp.8621 2456323..8589 17846274.2008 x 30) = 1.6196 OUTPUT Q10 (kJ/jam) 133860454.3998 86023248.908. vol 12.302..1616 kJ (eksoterm) e...(Kirk &Othmer......d. Menghitung panas total di reaktor ∑ Qtot = Q°rx + ∑ QP .. Menghitung kebutuhan pendingin reaktor Pendingin digunakan agar suhu keluaran reaktor tidak lebih dari 400 0C...3097 1091297.......5356 3245980...908.

1134 0.K) .3542 29.57224268 3.9455 171.1889 4915.314 kJ/(kmol.7539 557.0000 1.300308014 1.0132 0.0040 0.4751 252.002165424 150.7461 64.fig 3.3314 0.314 B .6382 462.50642673 23. Ep = 0.7732  8.4076 250.4438 0.4398 56.62391654 19.0000 CpG mean 210.3605 yi.41 .0584 Cp  R  150.755389287 0.7442 yi 0.7277 1628.7731878 R = 8.10.7732   1.CpG 93.0941 0.7708 19.9187 0. Expander (EX) Fungsi : Menurunkan tekanan produk reaktor agar sesuai dengan kondisi Separator dari 30 atm menjadi 2 atm Tujuan : Menentukan suhu keluar dari expander (T11) Diagram Alir : Q10 P = 30 atm T = 673 K Q11 P11 = 2 atm T11= ? Kondisi Operasi Expander :  Tin = 673 K  Pin = 30 atm  Pout = 2 atm 1. Menghitung suhu keluar expander Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 kmol 2181.9549 250.012739151 9.65 (Sumber : Coulson.6) γ Cp 150.

65  0.9874 ∑ Q10 = Q=n ∫CpG.5614 208158812.6382 462.8694 6897.6382 462.0848 γ .m γ  1Ep  1.8699 18524.1889 ∫CpG.5906 40908.7573 67733.dT (kJ) 118193484.7708 19. dT 34328.8410 74410.dT (kJ) 74895979. Menghitung panas yang dilepas expander a.0257 b.3244 124001993.7277 1628. dT 54173.7539 557.∑ Q10 = 84.1622 15492703.86 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 2181.4703 18899284.5843 4404791.156.6091 40471.0218 ∑ Q11 = Q=n ∫CpG.0584  1 x 0.7539 557.0584 x 0.0622 11234823.4307 68005. Panas keluar expander Tout = 534.42 .8047 27561.818.7308 31343377.7477 1467954.4993 kJ B .1055 9924.3346 27782.8351 5205.1889 ∫CpG.8100 30175399.9187 0.7461 64. Panas masuk expander Tin = 673 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 2181.65 0.7708 19.4878 41953.7754 2649674.9187 0.7564 22568597.7461 64.8354 1874. Ep 1.8965 827653.86 K 2.5264 Panas yang dilepaskan = ∑ Q11 .0848 P T2  T1  2 P  1   2   673     30   m  534.7157 40841.7277 1628.

0257 OUTPUT Q11 (kJ/jam) 74895979.8100 30175399.5843 4404791.86 K 11.cair Tujuan : Menghitung kebutuhan air pendingin Diagram Alir : QHW Q12 CD-03 QCW Perhitungan : Neraca Panas Total : Q11 + QCW = Q12 + QHW Q11 B .7564 22568597.7754 2649674.8351 5205.5264 124001993. Kondensor (CD-03) Fungsi : Menurunkan suhu produk keluaran dari reaktor agar sesuai dengan kondisi Separator gas .5264 Produk reaktor yang keluar dari expander pada suhu T11 = 534.4703 18899284.5614 208158812.1622 15492703.4993 124001993.43 .8354 1874.7477 1467954.3244 84156818.0622 11234823.8965 827653.KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Panas dilepas TOTAL INPUT Q10 (kJ/jam) 118193484.7308 31343377.

7539 557.dT 298 303 QHW : panas yang dibawa oleh air pendingin keluar kondensor Q HW   n  Cp.7157 40841.5906 40908.44 .dT 298 318  Cp.6382 462.1889 ∫CpG.3244 124001993.4703 18899284.dT  AΔT   2 [(T B 2 C D E )]  [(T 3 )]  [(T 4 )]  [(T 5 )] 3 4 5 1.7277 1628.8694 6897.3346 27782. Panas yang dibawa umpan masuk CD-03 Tin = 534.8354 1874. dT 34328.dT : panas campuran gas keluar kondensor Q 9   n  Cp.86 298  Cp.7754 2649674.86 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 2181.Dalam hubungan ini Q11 : panas campuran gas masuk kondensor Q8   n Q12 534.7461 64.dT (kJ) 74895979. Menghitung beban panas CD-03 a.0622 11234823.9187 0.7708 19.1622 15492703.8965 827653.dT 298 313 QCW : panas yang dibawa oleh air pendingin masuk kondensor Q10   n  Cp.4878 41953.0218 ∑ Q11 = Q=n ∫CpG.5264 B .1055 9924.

45 .7461 64. Panas yang dibawa umpan keluar CD-03 Tout = 323 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Tref = 298 K kmol 2181.5264 -113714522.714.875 kg/jam B .4742 68887.184 kJ/kg.8474 113.7614 216159.2989 3491.3807 1173634.7539 557.184 x15 Cp.9187 0.522.1950 OUTPUT Q12 (kJ/jam) 6055412.875 kg 4.7277 1628. dT 2775.9126 720.0622 11234823. Air masuk pada suhu (Tin) = 30 0C = 303 K dan keluar pada suhu (Tout) = 45 0C = 318 K dengan harga Cp = 4.0267 1233334.522.1950 Jadi pendingin air yang dibutuhkan untuk mendinginkan produk reaktor dari 534.6261 1539869.3314 Q   1811894.7708 19.0785 173.4703 18899284.6778 3337.4989 920.1889 ∫CpG.6382 462.0785 173.714.4742 68887. Kebutuhan air pendingin = KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Pendingin TOTAL INPUT Q11 (kJ/jam) 74895979.86 K sampai 323 K sebanyak 1.3244 124001993.4789 2211.3807 1173634.4730 ∑ Q12 = Q=n ∫CpG.8354 1874.1622 15492703.3314 kJ 2.dT (kJ) 6055412.0267 1233334.T 10287471.7754 2649674. Menghitung kebutuhan air pendingin Pendingin yang digunakan adalah air .8474 10287471.8965 827653.6261 1539869.∑ Q12 = 113.b.894.7614 216159.3314 10287471.7112 3327.1950 Beban panas CD-03 = ∑ Q11 .811.

dT 511.dT (kJ) 833276.76 K Komponen H2 CH4 kmol 1628. Menghitung suhu yang keluar dari separator gas-cair Suhu yang keluar dari Separator ditrial hingga diperoleh Q12= Q13 + Q15  Panas yang dibawa gas T trial = 315.3279 ∑Q13 = Q=n ∫CpG.1075 Tref = 298 K ∫CpG.0322 123.0468 B .46 .1 atm T = 323 K Neraca Panas Total : Qtot = Q13 + Q15 a.5517 651.1889 1629.0146 833399.12.9187 0. Separator Gas-Cair (S-01) Fungsi : Memisahkan produk keluaran reaktor berupa gas H2 dan CH4 dari campurannya berupa cairan untuk direcycle kembali Tujuan : Trial suhu yang keluar dari Separator gas-cair (T13 = T15) Diagram alir : Hv =Q13 Q12 S HL = Q15 Kondisi Operasi Separator : P = 1.

4935 557.8500 1641542.0463 833276.7708 19.7614 216159.3816 1380123.3088 ∑Q15 = Q=n ∫CpL.0463 9454072.7461 64.1950 kJ KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 TOTAL INPUT Q12 (kJ/jam) 6055412.4742 68887.0468 10287471.8500 1641542.6786 66153.6544 833399.0267 1233334.8474 10287471.6786 66153.3943 3270.6979 211804.0146 9454072.6382 462.2087 2474.1950 OUTPUT Q15 (kJ/jam) Q13 (kJ/jam) 6154448.dT (kJ) 6154448.7277 3286.0785 173.0650 3353.6261 1539869.47 .3807 1173634.9450 3547.3816 1380123.0322 123.6979 211804.1950 Jadi suhu yang keluar dari Separator gas-cair yaitu pada suhu 319.3762 ∫CpL. dT 2821. Panas yang dibawa cairan T trial = 315.73 K B .76 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 2181.6544 Panas yang dibawa keluar = Q13 + Q15 = 10287471.

Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler Diagram Alir : Q16 D-01 QC Q15 Q17 Q20 Q18 QR Q19 Q21 Perhitungan : a.0000 Pi sat 297.7975 Ki = Pi sat / Pt 0.9813 1.2788 Yi 0. .Menghitung panas yang dilepas pada kondensor (QC) .3912 1.3070 768.6460 568.0000 B .Menghitung kebutuhan pendingin di kondensor .48 .0187 0.Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (QR) . Kolom Destilasi (D-01) Fungsi : Tujuan : Memisahkan benzene dari campurannya.6328 557.13.9926 1. Menentukan kondisi puncak kolom P puncak kolom = 760 mmHg = 1 atm T trial = 353.0073 0.0116 Xi = Yi / Ki 0.76 K Komponen Toluene Benzene kmol 10.

0000 0.0065 0.7708 19. Xi 0.0841 0.1577 -0.4527 0.0060 1.0411 0.7277 3286.1709 215.2 atm T trial = 370.5437 Ki = Pi sat / Pt 0.0417 0.0197 0.3762 Xi 0.0261 0. Menentukan konstanta Underwood () Umpan masuk dalam kondisi cair jenuh.0000 Dengan trial diperoleh  = 0.6638 0.1697 0.Xi F αi  θ i  K LK K HK T feed = 315.b.7461 64.7987 0.8508 0.387717 B .76 K P feed = 836 mmHg = 1.0073 1.7461 64.2447 0.0991 Xi 0.4935 557.2366 0.754 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 2170.2635 αi .5668 1.6638 0.1408 0.0056 0.3280 0.9615 1260.0000 Pi sat 516.1 atm Komponen kunci ringan = benzene Komponen kunci berat = toluene Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 2181. Menentukan kondisi dasar kolom P dasar kolom = 912 mmHg = 1.0000 c.49 .2365 1-q 1.0275 0.6382 462.0038 462.3457 0.7409 182.1945 -1.0000 3.0487 0.7277 2718.1702 0.2422 0.0000 Pi sat 66.0238 0.4409 23.1117 223.2924 Ki = Pi sat / Pt 0.0016 1. sehingga harga q = 1 q 1   αi.0111 21.3817 0.5000 1.5687 202.0000 0.5160 0.0127 0.1999 Yi = Xi / Ki 0.1082 -0.0796 0.0210 αi 1.8325 17.7708 19.

d.0187 0. Menghitung Rmin Rmin  1   αi.9813 1.154384613 1.0187 2.1849 = 0.7472 3647131.2788 kmol/jam Lo = R x D =131.0538 B .2312 Dari neraca massa diperoleh : D = 568.6408 ∫CpG. Xi 0.7975 Ki = Pi sat / Pt 0.1849 Rmin +1 = 1.3912 1. Menghitung panas yang dibawa uap masuk ke kondensor (Q16) Qc  m1 x Cp x T  Tref  T = 353.76 K Komponen Toluene Benzene Yi 0.76 K Komponen Toluene Benzene Xi 0.2 -1.0000 P = 760 mmHg Pi sat 297.030541433 1.5643 Q=n ∫CpG.5375 Rmin + 1 0. Dipilih (R/Rmin) =1.1849 Rmin = 0.0833 686.3619 kmol/jam V = D + Lo = 699.50 .25 Jadi R = 1.9211 5188.Xi D αi  θ Kondisi dew point pada puncak kolom T = 353. dT 6487.0000 Tref = 298 K kmol 13.25 x 0.5859 αi .3066 3562247.0187 0.5575 699.dT (kJ) 84883.0000 2.3.6408 kmol/jam e.0116 αi 1.1849 Direncanakan sebagai pendingin digunakan air pendingin dengan R/Rmin = 1.3070 768.9813 1.

Hvap (kJ) 439467.8028 h.377.7368 g.1347 1008352.0833 686.7688 kJ B . Menghitung panas yang dibawa refluk (Q17) Q17  m x Cp x T  Tref  T = 353.76 K Komponen Toluene Benzene kmol 2. dT 9038.6268 557.6682 1030192.1570 Q=n ∫CpL.51 .0187 0.9813 1.f.0000 kmol 13.6408 Hvap 33590 30750 Qvap = n.3259 7952. Menghitung panas penguapan (Qvap) Qvap = n x Hvap Hvap pada titik didih masing – masing komponen P = 1 atm Komponen Toluene Benzene Yi 0. dT 9038.dT (kJ) 96048.1570 Q=n ∫CpL.0187 0.3259 7952.8024 129. Menghitung panas pada kondensor (QC) Q C  Q16  Qvap  Q17  Q18  19. Menghitung panas yang dibawa destilat (Q18) Q18  m x Cp x T  Tref  T = 353.4164 126.0187 0.5575 699.2188 Tref = 298 K Xd 0.dT (kJ) 21840.4667 21111643.76 K Komponen Toluene Benzene Tref = 298 K Xd 0.620.9813 1.2788 ∫CpL.2700 21551110.6108 4434536.9813 1.0000 ∫CpL.0480 i.0000 kmol 10.6520 568.4372 4530585.

019 kg k.4935 557.860. dT 2821.3053 14977. Menghitung panas yang dibawa feed (Q15) Tf eed = 315.3762 Tref = 298 K ∫CpL.7708 19.2808 6930803.0038 462. Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (QR) Q R  Q18  Q C  Q 21  Q15  48.9614 10488.2087 2474. dT 11910.5539 13755.6786 66153.7461 64.3088 ∑Q15 = Q=n ∫CpL.3940 14104.8508 0.9111 890947.6382 462.7277 3286.358 kJ B .0463 9454072. Menghitung panas yang dibawa produk pada dasar menara (Q21) T dasar = 370.9450 3547.0991 Tref = 298 K ∫CpL.653.9764 ∑Q21 = Q=n ∫CpL.6544 m.52 .3943 3270.dT (kJ) 25856919.6458 33956970.1961 l.6739 278258.7708 19.6845 40.0650 3353.75 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 2170.184 kJ/kg Q C  m air xCp air x T2  T1  Massa air yang digunakan = 312618.dT (kJ) 6154448.6979 211804.76 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 2181. Menghitung kebutuhan pendingin pada kondensor Sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada T1 =303 K dan keluar pada T2 = 318 K Cp air = 4.3816 1380123.8500 1641542.7277 2718.j.7461 64.

n. Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler Sebagai pemanas digunakan stem saturated pada T = 533,15 K (46,943 bar), dimana harga λ = 1661,5 kJ/kg Q R  m steam x  Massa steam yang dibutuhkan sebesar 29.283,094 kg

KESIMPULAN :
KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene INPUT Q15 (kJ/jam) 6154448.3816 1380123.8500 1641542.6979 211804.6786 66153.0463 9454072.6544 48653860.3585 58107933.0129 19620377.7688 58107933.0129 OUTPUT Q21 (kJ/jam) Q18 (kJ/jam) 96048.6108 25856919.6845 4434536.4372 40.2808 6930803.9111 890947.6739 278258.6458 4530585.0480 33956970.1961 38487555.24

Panas Reboiler Panas Condenser TOTAL

Pendingin air yang dibutuhkan kondensor sebanyak 312.618,019 kg Steam jenuh yang diperlukan sebagai pemanas di reboiler sebanyak 29.283,094 kg

B - 53

14. Kolom Destilasi (D-02) Fungsi : Memisahkan toluene dari campurannya agar dapat direcycle kembali ke reaktor Tujuan : - Menghitung panas yang dilepas pada kondensor (QC) - Menghitung kebutuhan pendingin di kondensor - Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (QR) - Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler Diagram Alir : Q22 QC

D-02

Q21

Q23 Q26

Q24

QR Q25 Q27

Perhitungan : a. Menentukan kondisi puncak kolom P puncak kolom = 760 mmHg = 1 atm T trial = 383,79 K
Komponen Toluene Benzene Paraxylene kmol 2171.2570 0.0038 0.256576902 2171.5174 Yi 0.999880 0.000002 0.000118 1.000000 Pi sat 760.0505 1778.7169 341.0590 Ki = Pi sat / Pt 1.0001 2.3404 0.4488 Xi = Xi / Ki 0.9999 0.0000 0.0001 1.0000

B - 54

b. Menentukan kondisi dasar kolom P dasar kolom = 1140 mmHg = 1,5 atm T trial = 427,965 K
Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.2300 462.4894741 64.7708 19.7277 547.2180 Xi 0.000420 0.845165 0.118364 0.036051 1.000000 Pi sat 2297.5753 1146.0331 1138.5143 990.0315 Ki = Pi sat / Pt 2.0154 1.0053 0.9987 0.8684 Yi = Xi / Ki 0.0008 0.8496 0.1182 0.0313 1.0000

c. Menentukan konstanta Underwood () Umpan masuk dalam kondisi cair jenuh, sehingga harga q = 1
q 1 

 αi.Xi F
αi  θ

i 

K LK K HK

T feed = 370,754 K P feed = 912 mmHg = 1,2 atm Komponen kunci ringan = toluene Komponen kunci berat = paraxylene
Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene ortoxylene kmol 2170.8508 0.0038 462.7461 64.7708 19.7277 2718.0991 Xi 0.7987 0.0000 0.1702 0.0238 0.0073 1.0000 Pi sat 516.9615 1260.1117 223.1709 215.7409 182.2924 Ki = Pi sat / Pt 0.5668 1.3817 0.2447 0.2366 0.1999 αi 2.3164 5.6464 1.0000 0.9667 0.8168 αi . Xi 1.8501 0.0000 0.1702 0.0230 0.0059 2.0493 1-q 1.5503 0.0000 -1.3836 -0.1473 -0.0194 0.0000

Dengan trial diperoleh  = 1,12305

B - 55

d. Menghitung Rmin
Rmin 1

 αi.Xi D
αi  θ

Kondisi dew point pada puncak kolom T = 383,79 K
Komponen Toluene Benzene Paraxylene Xi 0.999880 0.000002 0.000118 1.000000

P = 760 mmHg
Pi sat 760.0505 1778.7169 341.0590 Ki = Pi sat / Pt 1.0001 2.3404 0.4488 αi 2.2285 5.2153 1.0000 αi . Xi 2.2282 0.0000 0.0001 Rmin + 1 2.015677808 2.25396E-06 -0.000960224 2.0147

Rmin +1 = 2,0147 Rmin = 1,0147 Direncanakan sebagai pendingin digunakan air pendingin dengan R/Rmin = 1,2 -1,3. Dipilih (R/Rmin) =1,25 Jadi R = 1,25 x 1,0147 = 1,2684 Dari neraca massa diperoleh : D = 2171.5174 kmol/jam Lo = R x D = 2754.3523 kmol/jam V = D + Lo = 4925.8697 kmol/jam e. Menghitung panas yang dibawa uap masuk ke kondensor (Q22)
Qc  m1 x Cp x T  Tref 

T = 383,79 K
Komponen Toluene Benzene Paraxylene Yi 0.999880 0.000008 0.000112 1.000000

Tref = 298 K
kmol 4925.2786 0.0394 0.5517 4925.8697 ∫CpG. dT 10418.5369 8356.4114 12448.9108 ∑Q22= Q=n ∫CpG.dT (kJ) 51314197.1534 329.3008 51314526.4542 102629052.9083

B - 56

f. Menghitung panas penguapan (Qvap) Qvap = n x Hvap Hvap pada titik didih masing – masing komponen P = 1 atm
Komponen Toluene Benzene Paraxylene Yi 0.999880 0.000008 0.000112 1.000000 kmol 4925.2786 0.0394 0.5517 4925.8697 Hvap 33590 30750 35820 ∑QVAP= Qvap = n.Hvap (kJ) 165440109.2654 1211.7640 19761.8012 165461082.8306

g. Menghitung panas yang dibawa refluk (Q23) Q 23  m x Cp x T  Tref  T = 383,79 K
Komponen Toluene Benzene Paraxylene Yi 0.999880 0.000008 0.000112 1.000000

Tref = 298 K
kmol 2754.0218 0.0220 0.3085 2754.3523 ∫CpL. dT 14157.5243 12473.3074 17788.6941 ∑Q23= Q=n ∫CpL.dT (kJ) 38990130.0371 274.8471 5487.5890 38995892.4732

h. Menghitung panas yang dibawa destilat (Q24)
Q 24  m x Cp x T  Tref 

T = 383,79 K
Komponen Toluene Benzene Paraxylene

Tref = 298 K
Yi 0.999880 0.000008 0.000112 1.000000 kmol 2171.2569 0.0174 0.2432 2171.5174 ∫CpL. dT 14157.5243 12473.3074 17788.6941 ∑Q24= Q=n ∫CpL.dT (kJ) 30739621.7733 216.6880 4326.3875 30744164.8489

i. Menghitung panas pada kondensor (QC)

Q C  Q 22  Qvap  Q 23  Q 24  147.035.551,9627 kJ

B - 57

j. Menghitung kebutuhan pendingin pada kondensor Sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada T1 =303 K dan keluar pada T2 = 318 K Cp air = 4,184 kJ/kg Q C  m air xCp air x T2  T1  Massa air yang dibutuhkan sebesar 2.342.766,461 kg k. Menghitung panas yang dibawa produk pada dasar menara (Q27) T dasar = 427,97 K
Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene

Tref = 298 K
kmol 0.2300 462.4894741 64.7708 547.1875 1074.6778 ∫CpL. dT 22100.9215 27651.9081 25369.4782 25978.3284 Q=n ∫CpL.dT (kJ) 5084.1189 12788716.4447 1643201.0347 14215017.7275 28652019.3258

l. Menghitung panas yang dibawa feed (Q21) Tf eed = 370,75 K
Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 2170.8508 0.0038 462.7461 64.7708 19.7277 2718.0991

Tref = 298 K
∫CpL. dT 11910.9614 10488.3053 14977.5539 13755.3940 14104.9764 Q=n ∫CpL.dT (kJ) 25856919.6845 40.2808 6930803.9111 890947.6739 278258.6458 33956970.1961

m. Menghitung panas yang dibutuhkan reboiler (QR) Q R  Q 24  Q C  Q 27  Q 21  172.474.765,9412 kJ

B - 58

5 kJ/kg Q R  m steam x  Massa steam yang dibutuhkan sebesar 103806.n.1374 OUTPUT Q27 (kJ/jam) Q24 (kJ/jam) 30739621.9627 206431736.8489 28652019.6739 278258.766.461 kg.15 K (46.66 kg KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene INPUT Q21 (kJ/jam) 25856919.1374 147035551.3258 59396184.1961 172474765.7733 5084.9412 206431736.66 kg B .3875 12788716. Steam jenuh yang diperlukan sebagai pemanas di reboiler sebanyak 103806.7275 30744164.59 .1189 216.6458 33956970.1747 Panas Reboiler Panas Condenser TOTAL Pendingin air yang dibutuhkan kondensor sebanyak 2.2808 6930803.6880 4326. dimana harga λ = 1661.6845 40.4447 1643201.9111 890947.0347 14215017.943 bar).342. Menghitung kebutuhan pemanas pada reboiler Sebagai pemanas digunakan stem saturated pada T = 533.

dT : panas cairan (dari kolom destilasi) keluar HE-01 Q 27b   n  Cp. Tujuan : Menentukan suhu keluar dari heat exchanger (T27b) Q33 Q27b HE-01 Q32 Perhitungan : Neraca Panas Total : Q27a + Q32 = Q27b + Q33 Dalam hubungan ini Q27a : panas cairan (dari kolom destilasi) masuk HE-01 Diagram Alir : Q27a Q 27a   n Q27b 427.15.dT 298 278 B .dT 298 T Q32 : panas yang dibawa pendingin (dari centrifuge) masuk HE-01 Q 33   n  Cp. Heat Exchanger (HE .01) Fungsi : Menurunkan suhu produk destilasi D-02 dengan memanfaatkan pendingin yang berasal dari keluaran centrifuge.97 298  Cp.60 .

5699 102.7708 547.5078 -386469.1502 -3906.4895 64.1875 1074.61 .Q33 : panas yang dibawa pendingin (dari centrifuge) keluar HE-01 Q 34   n  Cp. dT 22100.8008 ∫CpL.265.dT (kJ) 5084.2524 kJ B .0858 Q=n ∫CpL.5838 -156410.4782 25978. Menghitung panas campuran (Qcamp) a.9215 27651.0123 43.0736 -3708.1189 12788716.0735 Qcamp = Q27 + Q32 = 28.0000 46.dT (kJ) 0.3258 b.3284 Q=n ∫CpL.9819 -50318.2300 462.4447 1643201.0347 14215017.dT 298 T  Cp.9081 25369.550.3360 -3619.dT  AΔT   2 [(T B 2 C D E )]  [(T 3 )]  [(T 4 )]  [(T 5 )] 3 4 5 1.6778 Tref = 298 K ∫CpL. Panas yang dibawa pendingin masuk heat exchanger (Q32) Tout = 278 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 0. dT -3119.0000 -179739. Panas yang dibawa cairan masuk heat exchanger (Q27a) Tin = 427.7275 28652019.97 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.2185 13.

2694 12665462.9039 28265550.9893 560.62 .2.2694 12665462.92 K B .4447 -179739.8646 2467876.CpL (Tcamp – Tref) T trial = Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene 415.2331 24907.5078 28652019.2300 508.5442 298 K Q=n ∫CpL.5838 1643201.9819 14215017.1189 0.8646 2467876.0347 -156410. Menentukan suhu keluar heat exchanger Suhu ditrial hingga diperoleh Q33 +Q27b =Qcamp Dimana berlaku hubungan : (∑ n )33 + (∑ n )27b = (∑ n )camp Qcamp = (∑ n )camp.6624 KESIMPULAN : INPUT Q32 (kJ/jam) Q27a (kJ/jam) 5084.4104 22852.6624 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene TOTAL Jadi produk yang keluar dari HE-01 pada suhu T27b = 415.0000 12788716.6624 OUTPUT Q27b+ Q33 (kJ/jam) 4573.3258 -386469.9039 28265550. dT 19880.5018 107.92 K kmol 0.4786 Tref = ∫CpL.6245 13127637.7275 -50318.7575 1177.0735 28265550.9736 23410.6245 13127637.dT (kJ) 4573.

dT : panas cairan (dari kolom destilasi) keluar HE-02 Q 28   n  Cp.16.02) Fungsi : Menurunkan suhu produk dari HE-01 sebelum diumpankan ke dalam kristalizer.63 . Heat Exchanger (HE . Tujuan : Menentukan jumlah air pendingin Diagram Alir : QHW Q28 HE-02 QCW Perhitungan : Neraca Panas Total : Q27B + Q32 = Q28 + Q33 Dalam hubungan ini Q27b : panas cairan (dari kolom destilasi) masuk HE-02 Q27b Q 27 b   n Q28 415.dT 298 323  Cp.dT  AΔT   2 [(T B 2 C D E )]  [(T 3 )]  [(T 4 )]  [(T 5 )] 3 4 5 B .92 298  Cp.

Menghitung kebutuhan pendingin pada HE-02 Sebagai pendingin digunakan air yang masuk pada T1 =303 K dan keluar pada T2 = 318 K Cp air = 4. Menghitung beban panas HE-02 a.dT (kJ) 916.dT (kJ) 4573.184 kJ/kg Q C  m air xCp air x T2  T1  Massa air yang dibutuhkan sebesar 367339.9587 2591829.6245 13127637.2694 12665462. 2.7575 1177.9656 2318893.2300 508.4104 22852.9372 4618.64 . dT 3986.7020 4736.4895 64.0854 kg B .6778 ∫CpL.2300 462.6624 b.3160 kJ.2280 5210796.8646 2467876.1875 1074.4786 ∫CpL.9736 23410.92 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 0.6378 Q=n ∫CpL. Panas yang dibawa cairan masuk heat exchanger (Q27b) Tin = 415.0958 5013.1941 299156. Panas yang keluar dari heat exchanger (Q28) Tout = 323 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 0.3464 Beban panas yang harus diserap oleh air sebagai pendingin sebesar 23054754. dT 19880.2331 24907.1.9039 28265550.5442 Q=n ∫CpL.9893 560.5018 107.7708 547.

6245 13127637.65 .9587 2591829. 8 September 1995) B .9656 2318893.8646 2467876.6624 -23054754. dalam hal ini dipilih Toperasi = 5 0C = 278 K P operasi = 1 atm (Sumber : US Patent 5.005.0854 kg 17.1941 299156.KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Panas diserap TOTAL INPUT Q27b (kJ/jam) 4573.9039 28265550.3464 Jadi massa air yang dibutuhkan sebagai pendingin sebesar 367339.3160 5210796.448. KRISTALIZER (CR) Fungsi : Memisahkan paraxylene dari campuran xylene berdasarkan perbedaan titik beku Tujuan : Menghitung kebutuhan refrigerant sebagai pendingin kristalizer Diagram Alir : Kondisi Operasi Kristalizer : T = 0 – 10 0C .2694 12665462.2280 5210796.3464 OUTPUT Q28 (kJ/jam) 916.

0958 5013. Panas yang dibawa keluar kristalizer Tout = 278 K FILTRAT (cair) Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.9380 2712410.dT (kJ -298.0000 416.2374 -73151.7708 19. Menghitung beban panas kristalizer a.24892857 64.7708 19.0858 Q=n ∫CpL.1502 -3906.2405456 0.4895 64.6378 Q=n ∫CpL.dT (kJ) 916.2180 Tref = 298 K ∫CpL.7474 ∫CpL.0000 -180663.66 .3360 -3619.0000 -1285789.7277 130.6843 kJ B .0736 -3708.2300 462.9561 -1285490.4706 ∫CpS.∑Q29 = 4486425.5565 Panas total keluar kristalizer (∑Q29) = -1774015. Panas yang dibawa masuk kristalizer Tin = 323 K K omponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.2417 -3192.dT (kJ 0.0000 0.0564 ∑Q28 = b.2300 416.8556 -234410. dT 3986.9656 2318893.9372 4618. dT -3119.3152 Q=n ∫CpS.0000 0.0000 46.6279 kJ Beban panas kristalizer = ∑Q28 .5771 -3088.0714 Tref = 298 K CAKE (padat) Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.6005 0.9587 93442. dT -1299.7277 547.7020 4736.9784 -488226.1.1941 299156.3359 -2563.

hal 3-121.6279 Jadi jumlah refrigeran NH3 yang diperlukan sebanyak = 3271. Suhu yang dapat dicapai oleh pendingin NH3 maksimal -20 0C λ = 1371.2374 0. ed 6) Maka jumlah pendingin yang dibutuhkan = Q/λ = 3271. CENTRIFUGE (CF) Fungsi : Memisahkan kristal paraxylene dari mother liquor yang keluar dari kristalizer Tujuan : Menghitung panas pada masing – masing arus (Q29.0000 -73151. Q30.2.9561 0.0714 -1774015.9656 2318893.1613 kJ/kg (Sumber : Perry’s Handbook.8556 0.0000 -234410.0564 -4486425.6005 -180663. Menghitung kebutuhan pendingin Pendingin yang digunakan adalah refrigerant amoniak (NH3).67 .0000 -1285490.6843 -1774015.9587 93442.9897 kg KESIMPULAN : KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Pendingin TOTAL INPUT Q28 (kJ/jam) 916.5565 -488226.9897 kg 18. Q32) Diagram Alir : Q29 CF Q30 Q32 B .1941 299156.6279 OUTPUT (Q29) CAKE (kJ/jam) FILTRAT (kJ/jam) -298.9380 2712410.9784 -1285789.

3152 ∑Q30 = Q=n ∫CpS.0736 -3708.0858 ∑Q32 = Q=n ∫CpL.6807 -19657.9561 -1286221.dT (kJ -298. Panas yang dibawa masuk ke centrifuge Tin = 278 K Tref =198 K Dari perhitungan sebelumnya diketahui bahwa ∑Q29 = -1774015.0000 46.9561 0.3359 -2563.5771 -3088.8556 0.5523 6.5838 -55243.0000 -1286221.0000 -1285490.6807 -156410.5204 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Panas diserap TOTAL B .0714 -1774015.5699 102.8008 ∫CpL.0000 -179739.3265 -55243.3265 -179739.4469 KESIMPULAN : INPUT (Q29) CAKE FILTRAT (kJ/jam) (kJ/jam) -298.4469 -386469.0000 -73151.5838 -156410. Panas yang dibawa keluar dari centrifuge 1.6005 -180663. CAKE Tout = 278 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 0.2374 0.0000 -234410.5565 -488226.2300 416.6279 kJ b. dT -3119.9819 -50318.68 .4836 -1361421.4172 ∫CpS.6279 26125.2417 -3192.a.0735 2.1502 -3906. FILTRAT Tout = 278 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tref = 298 K kmol 0.1075 -1747890.2185 13. dT -1299.0735 -1747890.4772 21.3360 -3619.5078 -1361421.4836 -50318.5204 OUTPUT Q30 Q32 (kJ/jam) (kJ/jam) -298.1578 444.0123 43.9784 -1285789.9561 0.5078 -386469.5204 -1747890.9819 -19657.dT (kJ) 0.

1578 444.4836 -1361421.9561 -1286221.3359 -2563. dT -1299. Menghitung beban panas Melter a.5523 6.2300 416.2417 -3192.19.6807 -19657.5771 -3088.4469 B .3152 ∑Q30 = Q=n ∫CpS.dT (kJ -298.3265 -55243. MELTER (ML) Fungsi : Melelehkan cake yang dihasilkan dari centrifuge. Tujuan : Menghitung kebutuhan air sebagai pemanas Diagram Alir : Qp2 Q30 ML Q31 Qp1 Kondisi Operasi Melter : P = 1 atm T = 15 oC = 288 K Perhitungan : Neraca Panas Total : Q30 + Qp1 = Q31 + Qp2 1.4772 21. Panas yang masuk ke Melter (berupa cake) Tin= 278 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.69 .4172 Tref = 298 K ∫CpS.

5576 -1557.3640 -648496.6291 -27642.1001 -1282.8268 Jadi jumlah air yang diperlukan sebagai pemanas sebanyak = 10758.5523 6.4772 21.1578 444.8699 -686210.356 kg B .4836 -1361421.4469 675210.0933 ∑Q31 = Q=n ∫CpL.6291 -27642. Menghitung kebutuhan pemanas Dalam hal ini pemanas yang digunakan air yang masuk pada suhu 303 K dan keluar pada suhu 288 K (ΔT yang diijinkan 15 0C) Cp air = 4.2300 416.8699 KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Pemanas TOTAL -686210.70 .∑Q30 = 675210.b.3640 -648496. dT -627.6807 -19657.6009 -1612.356 kg KESIMPULAN : INPUT Q30 (kJ/jam) -298.dT (kJ -144.6202 kJ 2.3265 -55243.9637 -9926.8268 Beban panas di melter = ∑Q31 . Panas yang keluar dari Melter Tout = 288 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.0C) Maka kebutuhan air sebesar 10758.184 kJ / (kg.9637 -9926.6202 -686210.4172 Tref = 298 K ∫CpL.8268 OUTPUT Q31 (kJ/jam) -144.9561 -1286221.

M13b – M3 + M1 = M4 + M3 – M7 – M11 – M13b + M1 = M2 + M9 – M7 – M11 – M13b + M1 = M2 + M7 – M8 – M7 – M11 – M13b + M1 M1 + M2 = M17 + M8 + M11 + M13b Neraca Massa Total : A- 1 .M13 – M3 + M13a + M1 = M12 + M13b – M3 + M1 = M10 – M11 – M3 + M1 = M6 – M7 – M11 – M3 + M1 = M5 – M7 – M11 .M16 = M14 – M3 + M13a + M1 = M12 .LAMPIRAN A PERHITUNGAN NERACA MASSA Penjabaran Arus : M13 = M13a + M1 + M16 M5 = M4 + M3 M4 = M2 + M9 M5 = M6 M6 = M7 + M10 M7 = M8 + M9 M10 = M11 + M12 M12 = M13 + M14 M13 = M13a + M13b M14 = M15 M15 = M17 + M16  M17 = M15 .

5 : 1 Selektivitas : .10 %wt ♣ Komposisi Produk : A.167 gr/ml) .3 % .Hidrogen .Ortoxylene .Ortoxylene = 99. Produk Utama = Paraxylene (BM = 106.00 %wt = 0.458.6.736 .0 %wt = 31 % = 14.Metaxylene .50 %wt = 0.7 % .50 %wt = 0.Toluene Konversi Yield Mixed Xylene Yield Benzene = 98.11 gr/mol) .20 %wt B.15 %wt = 0.Toluene = 99. Produk Samping = Benzene (BM= 78.Toluene .05 %wt B.13 gr/mol)) .Benzene .001 gr/mol) . Hidrogen (BM= 2.Paraxylene .90 %wt = 0.Metaxylene = 4.Paraxylene = 94.Metaxylene .Paraxylene .30 %wt = 0.0 %wt = 2.7 %wt = 14 %wt Ratio mol H2 / Feed Toluene = 0.30 %wt = 0.CH4 = 99. 1 Oktober 2002) A- 2 .♣ Komposisi Fresh Feed : A.Ortoxylene = 1 % (Sumber : US Patent No. Toluene (BM= 92.

2 %wt 14.7 x106.2 x 0.167 kg 44191 . 249 kmol jam 106 .Paraxylene (XPX) .7 x106.11) 14 x78.043 = 2.167   14 x78.5 : 1 Konversi = 31 % = 14.2 x 0.92 A- 3 .947 = 48.167 = 51.167   14 x78.01 = 0.Secara Umum : Ratio mol H2 / Feed Toluene = 0.5 %wt Kapasitas Produksi = 350.Metaxylene(XMX) .000 ton / tahun 1 tahun produksi 1 hari produksi Basis Perhitungan = 330 hari = 24 jam = 1 jam produksi 1 tahun 1 hari ton kg x1000 x x tahun ton 330 hari 24 jam Kapasitas Produksi = 350000 kg kmol jam =  416 .Ortoxylene(XOX) = = 51.5 %wt = 51.2 x 0.8 %wt 14.11 = 48.11) Yield Mixed Xylene (XMixed Xylene) Yield Benzene(XBZ) Selektivitas : .2 %wt = 51.7 x106.

854 kmol/jam = 5.43 kg/jam Ratio mol H2 : Feed Toluene = 0.854 kmol/jam 92.96049 x 1000 kg/jam = 0.00543 x 1000 kg/jam = 960.617 %wt = 0.17 kg/jam 5.86 kg/jam A- 4 . REAKTOR (R) Basis umpan toluene masuk reaktor = 1000 kg/jam = Neraca Massa Total : M5 = M6 ♣ Komposisi umpan pada arus M5 : .049 %wt = 1.791 %wt = 1.13 kg / kmol ♣ Komposisi M5 (Input) : Toluene P-xylene M-ylene O-xylene = 0.Ortoxylene = 96.01791 x 1000 kg/jam = 0.01617 x 1000 kg/jam = 0.5 x 10.5 : 1 Maka : H2 = 0.49 kg/jam = = = 17.543 %wt 1000 kg / jam = 10.Toluene . .Paraxylene .Metaxylene .91 kg/jam 16.1.427 kmol/jam = 10.

32 16.Dengan komposisi : H2 CH4 = 0.49) 3.86 kg/jam ♣ Komposisi M6 (Output) : 1. O-xylene = O-X awal + O-X hasil reaksi = 5.31 x 0. Benzene = BZ hasil reaksi = 0.999 x 10.92 kg/jam = 6.86 kg/jam M5 = M6 = 1010. P-xylene = P-X awal + P-X hasil reaksi = 17.92 10.72 5. M-ylene = M-X awal + M-X hasil reaksi = 16.488 x 960. Toluene = 143.32 kg/jam = 1000 – (162.32 + 22.022 x 960.01 1010.485 x 960.92) = 664.001 x 10.17 + (0.85 0.92 17.43 6.86 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH A- 5 .92 + 143.86 1010.17 22.86 kg/jam = 0.86 = 1010.01 kg/jam Jadi total massa masuk reaktor (M5) = 1000 + 10.12 kg/jam Neraca Massa di sekitar Reaktor INPUT OUTPUT (kg/jam) (kg/jam) ARUS 5 ARUS 6 960.12 143.43 + (0.49 5.31 x 0.85 kg/jam = 0.72 + 6.49 664.92 kg/jam = 22.49) 4.86 kg/jam = 10.91 162.72 kg/jam = 162.91 + (0.01 0.85 10.005 x 960.31 x 0.31 x 0.49) 2.

85 = 0.0005 kg/jam ♣ Komposisi M9 : H2 = 10.54 kg/jam CH4 = 0.005 x 10.0095 kg/jam A- 6 . KNOCK-OUT DRUM (S-01) Neraca Massa Total : M6 = M7 + M10 M7 = M8 + M9 M8 = 0.01 – 0.0005 = 0.5 M7 Diinginkan agar H2 dan CH4 terpisah semua sebagai komponen gas dari campurannya. www.31 kg/jam CH4 = 0. dimana 5 % gas yang keluar dipurging (Sumber : “Design and Economic Analysis of Toluene Disproportionation Process”.54 = 10.com) ♣ Komposisi M8 : H2 = 0.05 x 0.01 = 0.2.google.85 – 0.

86 664.85 0.72 6.01 10.0005 10.92 1000 Neraca Massa Arus 7 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 7 kg/jam 10.31 0.12 143.86 A- 7 .0095 0.85 0.86 OUTPUT (kg/jam) ARUS 7 ARUS 10 10.01 1010.Neraca Massa di sekitar S-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH INPUT(kg/jam) ARUS 6 664.12 143.86 1010.3195 0.32 22.85 0.92 162.32 22.54 0.92 10.92 162.86 ARUS 9 ARUS 8 kg/jam kg/jam 10.5405 10.72 6.01 10.

92 = 0.0266 XOX = 0.978 M11 + 0.022 -Hasil bawah (M12) terdiri dari : XBZ = 0.92 = 0.84 kg/jam A- 8 .978 XTOL = 0.0081 ♣ Neraca Massa Total : M10 = M11 + M12 1000 = M11 + M12 M12 = 1000 – M11 ♣ Neraca Massa Komponen Benzene : 143.3. KOLOM DISTILASI 1 (D-01) Kolom distilasi D-01 untuk memisahkan Benzene sebagai hasil atas dari campurannya Asumsi : .16 kg/jam M12 = 852.1903 XMX = 0.978 M11 + 0.7749 XPX = 0.000001 (1000 – M11) M11 = 147.000001 XTOL = 0.Hasil atas (M11) terdiri dari : XBZ = 0.000001 M12 143.

922 0.♣ Komposisi hasil atas (M11) : Benzene Toluene = 0.320 22.1903 x 852.001 kg/jam = 0.84 = 162.92 162.920 147.920 kg/jam Neraca Massa disekitar D-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 10 664.16 = 3.32 22.000001 x 852.12 143.995 x 147.922 kg/jam = 0.720 kg/jam = 6.16 = 143.84 Metaxylene = 0.0081 x 852.005 x 147.841 1000 A- 9 .0266 x 852.237 660.92 1000 OUTPUT (kg/jam) ARUS 11 ARUS 12 3.237 kg/jam ♣ Komposisi hasil bawah (M12) : Toluene Benzene = 0.84 = Paraxylene = 0.159 852.880 kg/jam 0.720 6.001 162.84 = 660.880 143.84 Ortoxylene = 0.320 kg/jam = 22.7749 x 852.72 6.

4.84522 = 0.Hasil atas (M13) terdiri dari : XTOL = 0. www.11837 = 0.0001 = 0.54 – M13 A.54 = M13 + M14 = 0.10 .9999 XPX -Hasil bawah (M14) terdiri dari : XPX XMX XOX ♣ Neraca Massa Total : M12 = M13 + M14 852.00036 M14 = 852.google. KOLOM DISTILASI 2 (D-02) Kolom distilasi D-02 untuk memisahkan Toluene sebagai hasil atas dari campurannya Arus M13b dipurging sebesar 5% M13 (Sumber : “Design and Economic Analysis of Toluene Disproportionation Process”.com) Asumsi : .03605 XTOL = 0.

09 A.84 – M13) = 0.11837 x 191.88 660.94 kg/jam ♣ Komposisi hasil atas (M13) : Toluene = 0.81 kg/jam Paraxylene = 0.23 kg/jam = 22.03605 x 191.♣ Neraca Massa Komponen Toluene : 660.005 x 660.94 Metaxylene = 0.09 kg/jam ♣ Komposisi hasil bawah (M14) : Toluene = 0.9999 M13 + 0.90 = 660.01 kg/jam Paraxylene = 0.28 kg/jam = 0.720 kg/jam = 6.94 Neraca Massa Arus 13 : M13 = M13a + M13b M13b = 0.0001 x 660.9999 x 660.94 = 0.920 kg/jam = 34.00036 x 191.00036 (852.05 M13 ♣ Neraca Massa Arus 13b : Toluene = 0.00036 M14 = 0.94 Ortoxylene = 0.99954 M13 M13 = 660.81 = 162.11 .88 660.90 kg/jam M14 = 191.005 x 0.9999 M13 + 0.07 kg/jam Paraxylene = 0.90 = 0.57 = 0.84522 x 191.

84 Neraca Massa Arus 13 Komponen Toluene Benzene Paraxylene JUMLAH Arus 13 (kg/jam) 660.09 162.08 kg/jam Paraxylene = 0.81 0.90 Arus 13b (kg/jam) 34.81 .53 0.28 kg/jam = 626.29 Arus 13a (kg/jam) 626.23 22.08 626.09 .72 6.34.94 852.92 852.81 0.07 0.53 kg/jam = 0.♣ Neraca Massa Arus 13a : Toluene = 660.28 0.0.61 A.00 162.32 22.09 660.01 kg/jam Neraca Massa di sekitar D-02 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 12 660.00 0.84 OUTPUT (kg/jam) ARUS 13 ARUS 14 660.00 0.12 .88 0.72 6.90 191.01 34.92 660.

07 kg/jam Paraxylene = 0.9 x 162.28 -47.13 . kemudian dipisahkan antara kristal dengan filtratnya dengan centrifuge sehingga diperoleh paraxylene dengan kemurnian 99.01 kg/jam A..97 13.005 .5 %wt.17 (Sumber : US Patent 5.23 = 146. KRISTALIZER (CR) Pada alat kristalizer yang beroperasi pada suhu 0 – 10 0C terbentuk cake berupa paraxylene dengan kadar kebasahan 8 – 12 %wt.85 -25. Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Titik beku (0C) -94.448.5. 5 September 1995) Berdasarkan keterangan di atas dapat diasumsikan : Kristal paraxylene yang terbentuk 90 %wt ♣ Neraca Massa Total : M14 = M15 ♣ Neraca Massa Komponen Cake pada Arus 15 Toluene = 0.

05 %wt A.01 = 16.720 kg/jam Ortoxylene = 6.92 45.08 191.23 22.22 kg/jam Metaxylene = 22.Toluene = 0.Metaxylene = 0.07 146.146.94 6.23 .94 OUTPUT (kg/jam) ARUS 15 Cake Filtrat 0.72 6.920 kg/jam Neraca Massa Kristalizer KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 14 0.♣ Neraca Massa Komponen Filtrat pada Arus 15 Paraxylene = 162. Komposisi produk paraxylene (M17) : .Paraxylene = 99 .5 %wt .92 191.15 %wt .86 146.72 6.01 16.22 22.Ortoxylene = 0.07 162.14 .30 %wt . CENTRIFUGE (C) Massa yang keluar kristalizer = massa yang masuk centrifuge.

07 16.01  0.01 Metaxylene = 22.01 kg/jam Metaxylene = 0.94 = 16.01 22.995 0.07 kg / jam 0. 22 kg / jam Toluene = 0.995 ♣ Neraca Massa Arus 16 : M16 = M15 – M17 Paraxylene = 162.92 – 0.70 kg/jam A.94 OUTPUT (kg/jam) ARUS 16 ARUS 17 0.20 146.23 = 146.44 kg / jam 0.92 191.995 Ortoxylene = 0.07 162.22 45.♣ Neraca Massa Total : M15 = M16 + M17 ♣ Neraca Massa Arus 17 : Paraxylene = 0.74 191.22 Neraca Massa Centrifuge (C) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 15 0.0015 x146 .22 kg/jam = 22.23 – 146.003 x146 .9 x 162.28 kg/jam = 6.70 0.23 22.72 – 0.01  0.72 6.0005 x146 .22 146.01  0.28 0.44 6.44 Ortoxylene = 6.15 .

Hidrogen .16 .30 %wt = 0.61 A.86 M3 M3 M1 = M3 + M4 = M3 + 10.86 = 1000 kg/jam = M1 + M16 + M13a = 337.Hidrogen .10 %wt = 99.20 %wt ♣ Neraca Massa Total : M5 1010.Toluene .7.00 %wt = 0.50 %wt = 0.CH4 = 99.90 %wt = 0. Toluene . TANGKI PENYIMPAN TOLUENE (T.06 + 626.Paraxylene .01) ♣ Komposisi Fresh Feed : A.Ortoxylene B.33 kg/jam 1000 = M1 + 36.Metaxylene .

06 1000 OUTPUT (kg/jam) ARUS 3 960.17 .0095 0.86 A.69 1.002 x 337.91 16.67 kg/jam Paraxylene = 0.33 = 333.003 x 337.3195 10.0005 0.49 17.5405 10.85 0.33 = Metaxylene = 0.14 15.67 337.5405 kg/jam Neraca Massa di sekitar T-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH ARUS 1 333.53 0.94 1.01 0.005 x 337.33 = Ortoxylene = 0.990 x 337.01 kg/jam 0.33 = Jumlah gas H2 yang dipurging = jumlah gas H2 make-up Sehingga M2 = M8 = 0.76 626.94 kg/jam 1.08 16.43 1000 Neraca Massa Hidrogen KOMPONEN H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 2 ARUS 9 0.17 5.61 36.33 INPUT (kg/jam) ARUS 13a ARUS 16 626.♣ Neraca Massa Komponen Arus 1 : Toluene = 0.86 OUTPUT (kg/jam) ARUS 4 10.16 4.54 10.01 10.31 0.69 kg/jam 1.

17 5.8705 Bila dibandingkan antara jumlah kmol paraxlene hasil perhitungan dengan jumlah kmol paraxylene yang sebenarnya.5405 OUTPUT (kg/jam) ARUS 11 ARUS 13b 34.8705 3.69 1.22 146.17 5.91 16.85 0.44 0.43 10.01 0. Oleh karena itu perlu faktor pengali agar hasil perhitungan tersebut sesuai dengan kapasitas produksi paraxylene yang sebenarnya.86 1010.54 0.18 . Fp = 44191 .94 1.74 333.16 337.29 ARUS 17 0. ternyata ada perbedaan.0005 0.54 0. 66365 146 .01 34.01 1010.5405 ARUS 8 0.0005 0.91 16.92  302 .92 147.67 337.28 0.49 17.86 NERACA MASSA OVERALL INPUT (kg/jam) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 1 ARUS 2 0.33 337.01 0.43 10.85 0.24 143. 01 Jadi perhitungan neraca massa tersebut akan berubah sebagai berikut : A.07 146.01 1000 10.49 17.86 OUTPUT (kg/jam) ARUS 5 960.Neraca Massa Total di sekitar T-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 3 ARUS 4 960.

93 302663.90 3.99 43559.03 305950.90 3.19 .52 2094.15 3123.35 49128.71 4894.03 3286.58 Neraca massa di sekitar S-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 6 201004.93 ARUS 9 ARUS 8 (kg/jam) (kg/jam) 3120.90 3.52 2094.36 6876.58 OUTPUT (kg/jam) ARUS 6 201004.90 3.43 3283.99 43559.93 A.07 1643.35 49128.44 2.59 3286.35 49128.03 305950.58 Neraca Massa Arus 7 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 7 (kg/jam) 3283.90 3.36 6876.00 5420.03 305950.88 0.43 3283.65 305950.99 43559.41 0.36 6876.46 163.03 3286.34 163.Neraca Massa di sekitar Reaktor KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 5 290705.52 2094.46 3283.43 3283.58 OUTPUT (kg/jam) ARUS 7 ARUS 10 201004.

26 OUTPUT (kg/jam) ARUS 15 Cake Filtrat 21.01 4910.43 58093.36 6876.03 0.26 JUMLAH 258123.Neraca Massa disekitar D-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 10 201004.52 6876.19 Benzene 0.52 Ortoxylene 2094.36 27.52 2094.43 2094.17 27.41 Arus 13b (kg/jam) 10375.52 2094.36 6876.43 44212.12 Metaxylene 6876.97 Neraca Massa Arus 13 Komponen Toluene Benzene Paraxylene JUMLAH Arus 13 (kg/jam) 200003.31 1.43 302663.51 10376.17 21.97 302663.43 200030.35 49128.11 6876.07 Neraca Massa Kristalizer (CR) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 14 21.12 6876.96 0.82 Arus 13a (kg/jam) 189627.52 2094.65 Neraca Massa disekitar D-02 KOMPONEN INPUT (kg/jam) OUTPUT (kg/jam) ARUS 12 ARUS 13 ARUS 14 Toluene 200024.30 49128.97 258123.06 58093.43 44539.36 43559.20 .52 2094.86 24.19 44191.20 13881.24 200030.26 A.21 189652.00 Paraxylene 49128.24 49101.41 58093.65 OUTPUT (kg/jam) ARUS 11 ARUS 12 979.72 200024.99 43559.30 0.36 200003.19 49101.68 258123.

78 1440.71 4894.52 2094.21 .99 44191.24 1440.27 44413.21 4884.43 58093.07 1643.07 10914.68 102097.59 3123.41 5420.53 189652.19 49101.69 4588.65 OUTPUT (kg/jam) ARUS 3 290705.03 3286.34 3286.05 302663.86 511.26 Neraca Massa Hidrogen KOMPONEN H2 CH4 JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 2 ARUS 9 163.Neraca Massa Centrifuge (C) KOMPONEN Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 15 21.38 202.15 2.68 66.88 163.99 58093.62 13679.50 24.99 305.93 OUTPUT (kg/jam) ARUS 4 3283.38 133.19 4884.92 4588.26 OUTPUT (kg/jam) ARUS 16 ARUS 17 21.46 0.50 189627.90 3.65 A.93 Neraca Massa di sekitar T-01 KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene JUMLAH INPUT (kg/jam) ARUS 1 ARUS 1 3a ARUS 16 101071.46 302663.12 6876.44 3120.93 3286.

Neraca Massa Total di sekitar T-01 INPUT (kg/jam) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 3 ARUS 4 290705.65 3286.41 5420.62 44413.59 OUTPUT (kg/jam) ARUS 11 ARUS 13b 979.78 163.44 0.92 133.96 1.90 3.69 202.07 1643.41 0.21 44191.46 3283.03 305950.03 302663.15 163.71 4894.99 A.58 OUTPUT (kg/jam) ARUS 5 290705.24 66.50 511.00 5420.07 1643.51 44539.82 102261.50 305.46 3283.59 102261.93 305950.12 ARUS 17 22.58 NERACA MASSA OVERALL INPUT (kg/jam) KOMPONEN Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 JUMLAH ARUS 1 ARUS 2 101071.53 163.44 0.71 4894.15 102097.72 10375.68 10376.12 ARUS 8 163.22 .90 3.31 43559.

Direct Manufacturing Cost b. Finance D - 1 . Working Capital B. Perhitungan Production Cost a. Indirect Manufacturing Cost c. General Expense a. Sales c. Riset d.LAMPIRAN D PERHITUNGAN ANALISA EKONOMI Basis perhitungan Tahun evaluasi Kurs mata uang : 1 tahun (330 hari) : 2007 : Rp. Perhitungan Total Capital Investment a. Fixed Capital Investment b. Fixed Manufacturing Cost C. Administrasi b.9000 / US$ (Sumber : APBN 2002) Langkah – langkah analisa ekonomi meliputi : A.

Return on Investment (ROI) c. 2nd ed. “Plant Design and Economic for Chemical Engineer’s”. A. R. New York. New York.D. G. Pay Out Time (POT) d. K. Fixed Capital Investment Harga peralatan proses selalu mengalami perubahan setiap tahun tergantung pada kondisi ekonomi yang terjadi.  Ulrich.D.D . Perhitungan Total Capital Investment a. “Chemical Engineering Cost Estimation”. R.  Peters. Jenis indeks yang digunakan adalah Chemical Engineering Plant Cost Index dari majalah Chemical Engineering. International Student Edition. D - 2 . Keuntungan / Profit b. 1984. 2nd ed.S and Newton.S and Timmerhaus. Untuk emngetahui harga peralatan yang ada sekarang dapat diperkirakan dari harga tahun yang lalu berdasarkan indeks harga. M. Analisa Kelayakan (Feasibility) a. Mei 2002. Mc. “A Guide to Chemical Engineering Process Design and Economics”. 4th ed. Discounted Cash Flow (DCF) Harga – harga diperoleh dari :  Aries.D. New York. 1981. Graw Hill Book Co. 1995. Break Even Point (BEP) dan Shut Down Point (SDP) e. John Willey and Sons Inc.

Harga indeks tahun 2007 dicari dengan menggunakan data indeks dari tahun 1991 sampai 2001.3 358.1 381.5 390. Indeks CEP dari tahun 1991 hingga 2001 TAHUN 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 INDEKS 361. 2001) Dari data tersebut diperoleh persamaan least square : y = na + bx xy = ax + bx2 Sehingga diperoleh persamaan : Y = 4.6 394.7 386.7805 Dimana : X = tahun Y = indeks harga Nilai indeks pada tahun 2007 dapat dihitung sebagai berikut : Y = 423.1 394.5 389. Mei. Tabel 1.000.00 D - 3 .7 Dengan harga 1 US Dollar = Rp 9.3 (Sumber : “Chemical Engineering Magazine”.2 359.2 368.1 X .1 381.

D - 4 .Purchased Equipment Cost Harga pada tahun 2007 dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut : Ex  Ey Nx Ny Dimana : Ex = harga alat pada tahun 2007 Ey = harga alat pada tahun yang tertera di literatur Nx = nilai indeks pada tahun 2007 Ny = nilai indeks pada tahun yang tertera di literatur Harga alat untuk jenis yang sama namun kapasitasnya berbeda. dapat dicari dengan persamaan sebagai berikut :  Cb  Eb  Ea    Ca  n Dimana : Ea = harga alat A Eb = harga alat B Ca = kapasitas alat A Cb = kapasitas alat B n = eksponen Dengan demikian dapat diketahui harga alat berbagai alat proses .

Daftar Harga Alat Proses Impor NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 Kode HE-01 V C-01 C-02 C-03 C-04 R F EX S D-01 D-02 CD-01 CD-02 CD-03 RB-01 RB-02 CR Nama Alat Heat Exchanger -1 Vaporizer Kompressor 1 Kompressor 2 Kompressor 3 Kompressor 4 Reaktor Furnace Expander Separator Gas-Cair Kolom Distilasi 1 Kolom Distilasi 2 Kondensor 1 Kondensor 2 Kondensor 3 Reboiler 1 Reboiler 2 Kristalizer Variabel Penentu Luas Per-Pan (m2) Volume (m3) Power (HP) Power (HP) Power (HP) Power (HP) Tinggi (m) & Jml Tube Beban Pana (kJ/det) Power (KW) Kapasitas (kg/jam) Ukuran Kolom (m) & Jml Tray Ukuran Kolom (m) & Jml Tray Luas Per-Pan (m2) Luas Per-Pan (m2) Luas Per-Pan (m2) Luas Per-Pan (m2) Luas Per-Pan (m2) Kapasitas (ton/hari) Harga Alat (US$) 21 CF Centrifuge Kapasitas (ton/jam) D - 5 .Tabel 2.

1 Delivery Equipment Cost       Harga Free On Board (FOB) = US$ 3831298.253.456. hal 77).barang produk lokal TOTAL PEC US$ 5.253.51 1.352.456.3% FOB) Transportasi dari pelabuhan ke lokasi (1% FOB) Bea masuk (15% FOB) Total = US$ = US$ = US$ = US$ = US$5.1.51 180.00 Biaya pembelian barang .2 Instalasi Biaya instalasi sebesar 25–55% dari PEC (Aries & Newton.99 574694.barang produk lokal = Rp US$ 180.1.786.23 Labor = 32 % PEC = 32 % x US$ 5.A.203.352.alat proses yang diimpor Biaya pembelian barang .66 = US$ 1.456.172.97 38312. diambil sebesar 43% PEC yang terdiri dari material 11 % dan buruh 32 % Material = 11 % PEC = 11 % x US$ 5.90 574694. FIXED CAPITAL INVESTMENT A.621.1. TOTAL CAPITAL INVESTMENT A.15 5.352.66 A.203.83 + Biaya pengangkutan sampai pelabuhan (15% FOB) = US$ Asuransi pengangkutan (1% FOB) Provisi Bank (0.13 D - 6 .828.770.15 No.99 114938.712. 1 2 PURCHASED EQUIPMENT COST Biaya total pembelian alat .83 38312.314.172.66 = US$ 588.

791.382.000. Tenaga asing : tenaga Indonesia 1 man hour asing 1 man hour Indonesia Jumlah man-hour Ongkos buruh asing =1:3 = US $20 = Rp.408.440.408.000.31 x US$ 20 = US$ 85639. hal 78).00 = US$ 542.66 = US$ 2.3 Pemipaan Untuk sistem fluid process besarnya biaya pemipaan 86 % dari PEC (Aries & Newton.45 = 0.786.00 = US$ 1.703.020.45 x US$ 20 = US$ 99.980.96 Jumlah man hour Ongkos buruh asing = US$ 1.456.20.622.81 D - 7 .31 = 0.31 Ongkos buruh Indonesia = 0.216.Pemasangan alat menggunakan 5 % tenaga asing dan 95% tenaga Indonesia.881.352.20. terdiri dari : Material = 49 % PEC = 49 % x US$ 5.66 = US$ 1.05 x 1 x 99020.712.456.31 x Rp.1.05 x 1 x 85639.76 Labor = 37 % PEC = 37 % x US $ 5.95 x 3 x 85639.96 / US$ 20 = 99020.00 = Rp 4.980.13/ US$ 20 = 85639.352.471.45 = US$ 1.27 Total biaya instalasi A.

40 Jumlah man hour Ongkos buruh asing = US$ 321147.50 Total biaya pemipaan A.088.45 x Rp.37x Rp.4 Instrumentasi = US$ 3.589.343.352.853.66 = US$ 321.129.20.Ongkos buruh Indonesia = 0.37 = 0.644.95 x 3 x 99020.270.000.348.402.71 Untuk proses yang memerlukan extensive control.68 Total biaya instrumentasi = US$ 1.37x US$ 20 = US$ 16.165.147.60 Labor = 6 % PEC = 6 % x US$ 5. hal 97) yang terdiri dari : Material = 24 % PEC = 24 % x US $ 5.00 = Rp 915.20.057.544.00 = Rp 5.00 = US$ 101.64 D - 8 .000.95 x 16057.05 x 1 x 16057.37 Ongkos buruh Indonesia = 0. besarnya 30 % PEC (Aries & Newton.456.284.456.1.66 = US$ 1.40/ US$ 20 = 16057.352.46 = US$ 627.696.

1.000.5 Isolasi Besarnya biaya isolasi 8 % PEC (Aries & Newton.90= US$ 89. hal 102).83/ US$ 20 = 13.352.352.225.A.83 Jumlah man hour = US$ 267622.6 Listrik Besarnya 10-15 % PEC (aries & Newton.573. hal 98).781.352.612.00 = Rp 802.207.622.20.1.35 Labor = 5 % PEC = 5 % x US$ 5. yang terdiri dari : Material = 3 % PEC = 3 % x US$ 5.66 = US$ 267.456.70 Labor = 5 % PEC = 5 % x US$ 5.66 = US$ 258.456.14 Labor seluruhnya Indonesia = 1 x 3 x 13381.66 = US$ 160.868.381.14 x Rp.456.499.66 = US$ 517. diambil 15 % PEC yang terdiri dari : Material = 10 % PEC = 10 % x US$ 5.61 Total biaya isolasi = US$ 249.31 A.456.352.68 D - 9 .

...35 Biaya perbaikan tanah (10%PEC) Total biaya tanah dan perbaikannya = US$ 8..58 A.91 A.352.00 = Rp 775..(Peters & Timmerhaus.429.68/ US$ 20 = 12930.000.000.780..00 = Rp 16.0982..00= US$ 86.10 ...23 Total biaya listrik = US$ 603.00 = Rp 68.700. hal 175) Luas tanah Harga tanah per m2 Total biaya tanah = 40.00 = US$ 7555555.Jumlah man hour = US$ 258612.000.777.8 Tanah dan perbaikannya.......000.000...204.. hal 109) Utilitas Total biaya utilitas = 40 % x US$ 5.000 m2 Harga bangunan per m2 Total biaya bangunan = Rp 1.600..1.9 Utilitas Besarnya 40 % PEC untuk average service (Aries & Newton.000.56 = US$ 517.000..20..1..66 = US$ 214.027.1.777.66 D .00 = US$ 1.63 Labor seluruhnya Indonesia = 1 x 3 x 12930....1.838.000.225.78 A.000.7 Bangunan Luas bangunan diperkirakan = 10.63 x Rp...456.000 m2 = Rp.072.

1.66 535245. dalam hal ini diambil 10% PEC Environmental Total biaya environmental = 10 % x US$ 5.352.11 .66 1216791. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Physical Plant Cost PURCHASED EQUIPMENT COST (PEC) INSTALASI PEMIPAAN INSTRUMENTASI INSULASI LISTRIK BANGUNAN TANAH UTILITAS ENVIRONMENTAL TOTAL PHYSICAL PLANT COST (PPC) Biaya (US$) 5352456.14 D .31 603429.81 3348853.917.589.78 8072780.589.245.58 17777777.67 Physical Plant Cost (PPC) = Purchased Equipment Cost + Instalasi + Pemipaan + Instrumentasi + Isolasi + Listrik + Bangunan + Tanah + Utilitas + Environmental Dari data-data diatas didapatkan Physical Plant Cost (PPC) : No.67 24589332.332.71 1402343.62 Total Physical Plant Cost (PPC) = US$ 24.10 Environmental Besarnya 10 .A.66 = US$ 535.62 = US$ 4.62 A.64 249781.000 sebesar 20% PPC Biaya = 20 % x US$ 24.199. biaya untuk teknik dan konstruksi untuk harga PPC lebih dari US$ 5.11 Engineering and Construction (E & C) Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 4).000.91 2140982.507.30% PEC.1.866.456.52  Direct Plant Cost (PPC + E&C) = US$ 29.332.

87 35998782.199. Untuk skala normal (average) diambil 15 % DPC.87 No.13 Contingency Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 4).507.94 A. Biaya = 15 % x 29.95 Rp 265564792268 18589535459 39834718840 323989046567  Total Fixed Capital Investment = US$ 35.12 . biaya untuk upah kontraktor antara 4 – 10%. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 7 % DPC Biaya = 7 % x US$ 29.567.079.1.507.14 = US$ 2. 1 2 3 FIXED CAPITAL INVESTMENT DIRECT PLANT COST(DPC) CONTRACTOR'S FEE (7% DPC) CONTINGENCY (15% DPC) TOTAL US$ 29507199.12 Contractor’s Fee Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 4). biaya untuk keperluan yang tak terduga antara 10-25% DPC.503.1.95 = Rp 323.426.199.065.046.998.782.A.14 = US$ 4.94 4426079.14 2065503.00 D .989.

2.80 9679.1 Raw Material Inventory No 1 2 3 Bahan Baku Toluene H2 Katalis ZSM-5 Persediaan 30 hari 30 hari 1 tahun Kebutuhan (kg) 73510221.04) / (24 x 330) = US$ 42190.13 .2 In-process inventory Waktu operasi diperkirakan 2 jam Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 12).286 0.2 Working Capital Investment Working Capital Investment adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha atau modal serta biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan operasi dari suatu pabrik selama kurun waktu tertentu.26 3900.56 A.403 TOTAL Biaya (US$) 21023923.180 0.84 D .A. biaya untuk inprocess inventory diambil 0.82 Harga (US$/kg) 0.5 x waktu operasi / tahun x manufacturing cost Biaya = (0.262.149.3 Product Inventory Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 12).61 A.60 117784.845. biaya untuk product inventory besarnya diperkirakan sebesar 1 bulan dari manufacturing cost Biaya = 1 / 12 x US$ US 334.771.2.262.04 = US 27.2.5 x 2 x US 334. A.97 21049025.149.38 21201.

00 TOTAL CAPITAL INVESTMENT (TCI) = FCI + WC = US$ 142.509.771.545.283.651.44  Total Working Capital = US$ 106.262.952. Biaya = 1 / 12 x US$ 358.39 = Rp 1.2.583.149.518.84 29875795.866.44 = Rp 959.82 = US 29.845.48 A. biaya untuk extended credit Sebesar 1 bulan dari harga penjualan dalam setahun.875.84 106651837.61 42190.650. uang yang harus tersedia secara kontandiperkirakan sebesar 1 bulan dari manufacturing cost Biaya = 1 / 12 x US$ 334.795.00 D .837.48 27845771.855.14 .A.04 = US 27.84 Total Working Capital No 1 2 3 4 5 Working Capital Raw Material Inventory Inprocess Inventory Product Inventory Extended Credit Available Cash TOTAL Biaya (US$) 21049025.536.620.4 Extended Credit Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 12).56 27845771.5 Available Cash Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 13).2.

926. B.159.4 Maintenance Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 164). B. biaya untuk maintenance antara 6-7 %.782.95 = US$ 2. MANUFACTURING COST (MC) Manufacturing Cost adalah biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan suatu barang produksi.98 Total biaya maintenance = US$ 2.00 1920000000.15 233213.B.60 1295632.1.00 Gaji/tahun (US$) 53333 160000 213333 B.1.926.1.998.403 TOTAL Biaya (US$) 231263157.1 Bahan Baku tiap tahun Bahan Baku Toluene H2 Katalis ZSM-5 Kebutuhan (kg) 808612437. Biaya = 6% x US$ 35.15 . Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 6 % dari FCI untuk skala normal (average).98 D .286 0.97 231500272.82 Harga (US$/kg) 0.180 0.159.2 Labor Cost Jabatan Kepala Regu Karyawan Proses Jumlah 20 80 Gaji/bulan (Rp) 40000000 120000000 TOTAL Gaji/tahun (Rp) 480000000.90 3900.33 B.3 Supervisi Jabatan Kepala Bagian Kepala Seksi Jumlah 2 5 Gaji/bulan (Rp) 10000000 15000000 TOTAL Gaji/tahun (Rp) 120000000 180000000 300000000 Gaji/tahun (US$) 13333.1.00 33333.80 9679.03 1 2 3 B.00 1440000000.33 20000.1 Direct Manufacturing Cost (DMC) Merupakan pengeluaran khusus dalam pembuatan suatu produk.

545.509.46 Total biaya Royalties and Patent = US$ 3.132.159.095.82 per tahun.5 Plant Supplies Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 168).585.1.05 Total biaya Plant Supplies = US$ 323.545.461.461. biaya untuk utilitas antara 25-50 %. Produk yang dijual berupa paraxylene dan benzene dalam fase cair dengan harga jual sebesar US$ 358. Biaya = 35 % x US$ 6.7 Utilitas Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 168).98 = US$ 323.989. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 35 % biaya bangunan & contingency.46 B.82 = US$ 3.989. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 1 % dari sales (harga jual).092.1.29 Total biaya utilitas = US$ 2.05 B.509.926.1. Biaya = 15 % x US$.585. biaya untuk plant supplies antara 15 % dari biaya maintenance per tahun.095.16 .746.6 Royalties and Patent Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 168).B.2.29 D .132.54 = US$ 2. Biaya = 1 % x US$ $ 358. biaya untuk royalti dan paten antara 1-5 %.

Biaya = 75% x US$ 213333 = US$ 160000 D .2 Laboratorium Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 174).194.898. Dalam hal ini diambil 75 % dari labor cost. Dalam hal ini dipilih sebesar diambil 15 % labor cost Biaya = 15 % x US$ 213333= US$ 32000 B.677. biaya untuk plant overhead antara 50-100 % labor cost.2 Indirect Manufacturing Cost Indirect manufacturing cost adalah pengeluaran-pengeluaran tidak langsung akibat dari pembuatan suatu pabrik.2.1 Payroll Overhead Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 173). biaya untuk laboratorium antara 10-20 % labor cost.2.17 .159. Total Direct Manufacturing Cost (DMC) DMC = Bahan baku + Labor Cost + Supervisi + Maintenance + Plant Supplies +Royalties and Patent + Utilitas = US$ 239.00 B.2. B.688.3 Plant Overhead Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 174).33 B.988.30 = Rp 2. Dalam hal ini diambil 10% dari labor cost Biaya = 10 % x US$ 213333 = US$ 21333. biaya untuk payroll overhead antara 15-20 % labor cost.

58 B.3.30 B. Dalam hal ini diambil 1 % dari FCI. biaya untuk pajak properti antara besarnya 1.00 B.782.776.1 Depresiasi Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 179).509.2 Property Taxes Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 181).566.719.840.998.431.95 = US$ 359.478.090.599.87  Total Indirect Manufacturing Cost (IMC) IMC = Payroll Overhead + Laboratorium + Plant Overhead + Packaging& Transportasi + Shipping = US$ 89.987.2.850.4 Packaging & Transportasi Dalam hal ini diperkirakan 10 % dari penjualan produk selama 1 tahun Biaya = 10% x US$ 358.545.998. Total biaya property taxes = 1 % x US$ 35.2 % dari FCI.545. Dalam hal ini diambil 10 % FCI Total biaya depresiasi = 10% x US$ 35.509.79 = Rp 808.3.878.18 .782.2.954.82 = US$ 53.83 D . biaya untuk depresiasi antara 8-10 % FCI.3 Fixed Manufacturing Cost B.5 Shipping Diperkirakan 15 % dari penjualan produk selama 1 tahun Biaya = 15 % x US$ 358.82 = US$ 35.95 = US$ 3.B.

3 Asuransi Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 182).83 Total Fixed Manufacturing Cost (FMC) FMC = Depresiasi + Property Taxes + Asuransi = US$ 4319.00 D .355.358.782.3.007.79 4319853.00 Total Manufacturing Cost (MC) No MC 1 Direct Manufacturing Cost (DMC) 2 Indirect Manufacturing Cost(IMC) 3 Fixed Manufacturing Cost (FMC) TOTAL US$ 239988688.04 Rp 2159898194677 808566478090 38878685588 3007343358355  Total Manufacturing Cost = US$ 334.B.19 . 3.149.588.04 = Rp.987.30 89840719.853. Biaya asuransi = 1% x US$ 35.685.95 334149262.998.95 = US$ 359. biaya untuk asuransi besarnya 1 % dari FCI.95= Rp 38.878.262.343.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 12 13 Jabatan Direktur Utama Direktur Staf Ahli Kepala Bagian Litbang Kepala Seksi Kepala Regu Sekretaris Karyawan Satpam Dokter Karyawan kesehatan Sopir Pesuruh(Cleanig Service) Jumlah 1 2 2 5 4 10 20 3 24 16 1 4 4 10 Gaji/bulan (Rp) 30000000 40000000 20000000 25000000 20000000 30000000 40000000 4500000 28800000 14400000 2000000 4000000 3200000 5000000 TOTAL Gaji/tahun (Rp) 360000000 480000000 240000000 300000000 240000000 360000000 480000000 54000000 345600000 172800000 24000000 48000000 38400000 60000000 3202800000 C.3 Peralatan kantor dan komunikasi Untuk peralatan kantor dan komunikasi disediakan setiap tahun.000.000.352.1.1.000.20 .00 = US$ 372.C.533.33 D .2 Legal Free dan Auditing Disediakan setiap tahun = Rp.00  Total Biaya Administrasi = Management Salaries + Legal fees&Auditing + Peralatan kantor & komunikasi = Rp 3.1 Administrasi C. C.1 Management Salaries NO.000. 50.100.1. Total biaya peralatan kantor dan komunikasi = Rp. GENERAL EXPENSE General expense yaitu macam-macam pengeluaran yang berkaitan dengan fungsi-fungsi perusahaan yang tidak termasuk manufacturing cost.800.00 C.000.

Total biaya sales = 10% x US$ 358.59 = Rp 167. Total biaya riset = 2% x US$ 358.61  Total General Expense (GE) GE = Administrasi + Sales Expense + Riset + Finance = US$ 18.39 = US$ 5.320.4 Finance Pada tahun 2007 telah diberlakukan AFTA.650.21 .C.152.620. hal 207).3 Riset Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 186).00 D . maka finance yang digunakan merupakan pendekatan pada standar Internasional. Dalam hal ini dipilih 2 % dari harga penjualan.545.73 C.2 Sales Expense Berdasarkan sumber dari Aries Newton (hal 186).170.367.941.509.82 =US$ 7.332.545.506.818. Dalam hal ini dipilih 10% harga penjualan. Dalam hal ini diambil 5% TCI Total biaya finace = 5 % x US$ 142.509.611.82 = US$ 5736.190. biaya untuk Sales expense besarnya 3 – 12% harga penjualan. biaya untuk riset antara 24% .92 C. Besarnya diperkirakan 0-10% TCI (Peters & Timmerhaus.

000.00 ● Harga jual produk benzene fase cair sebesar US$ 0.912.195.174.000.3 ton per tahun sebesar US$ 148.82 = Rp 3.849.725.336.754.675.TOTAL PRODUCTION COST = Manufacturing Cost + General Expense = US$ 352.00  Jadi total penjualan produk (sales) per tahun sebesar : Sales = US$ 358.761.545.000 = Rp 1.585.8 = Rp 1.00 Biaya Produksi (Production Cost) = US$ 352.585.000.725.00  ANALISA KELAYAKAN A.886.00 ♣ Keuntungan sebelum pajak = Sales – Biaya Produksi = US$ 5748.080.22 .41 D .226.890. Sales and Profit ● Harga jual produk paraxylene fase cair sebesar US$ 0.358.545.19 Pajak di Indonesia = 15% ♣ Keuntungan setelah pajak = Keuntungan sebelum pajak x (1 – 0.761.15) = US$ 4.174.63 = Rp 3.509.509.421/kg Penjulan produk benzene fase cair 352.6/kg Penjulan produk paraxylene fase cair 350.358.849.000 ton per tahun sebesar US$ 210.63 = Rp 3.675.000.080.912.465.

Percent Return On Investment (ROI) Return on Investment adalah tingkat keuntungan yang dapat dihasilkan dari besarnya investasi yang dikeluarkan.36 % B.97 % ROI setelah pajak  Profit setelah pajak x100% Fixed Capital Investment = 13.57 % D .Percent Profit On Sales (POS)  Profit x100% Harga Jual Produk POS sebelum pajak  Profit sebelum pajak x100% Sales = 1.23 .60% POS setelah pajak  Profit sesudah pajak x100% Sales = 1. Percent Return on Investment  Profit x100% Fixed Capital Investment ROI sebelum pajak  Profit sebelum pajak x100% Fixed Capital Investment = 15.

C. D . Dengan Break Even Point kita dapat menentukan tingkat berapa harga jual dan jumlah unit yang dijual secara minimum dan berapa harga serta unit penjualan yang harus dicapai agar mendapat keuntungan. Pay Out Time  Fixed Capital Investment Keuntungan Fixed Capital Investment Keuntungan sebelum pajak POT sebelum pajak  = 3.24 .25 tahun D.85 tahun POT setelah pajak  Fixed Capital Investment Keuntungan setelah pajak = 4. Break Even Point (BEP) Break Even Point adalah titik yang menunjukkan pada tingkat berapa biaya dan penghasilan jumlahnya sama. Pay Out Time (POT) Pay Out Time adalah waktu pengembalian modal yang dihasilkan berdasarkan keuntungan yang dicapai. Perhitungan ini diperlukan untuk mengetahui dalam berapa tahun investasi yang telah dilakukan akan kembali.

1 Fixed Manufacturing Cost (Fa) Depresiasi Property Taxes Asuransi Total = US$ 3599878.29 3585095.06 D.95 D.198.3 Regulated Cost (Ra) Labor Cost Payroll Overhead Supervisi Laboratorium General Expense Maintenance Plant Supplies Total = US$ = US$ = US$ = US$ 213333.58 = US$ = US$ 2132461.33 21333.05 + = US$ 214.492.357.D.83 + = US$ 43.33 = US$ 18611818.87 + = US$ 326.33 32000.59 = US$ 2159926.30 = US$ = US$ 359987.46 = US$ 53776431.61 D .845.25 .00 73333.83 359987.98 = US$ 323989.53.34.2 Variable Cost (Va) Raw Material Packaging&Transportation Utilitas Royalties & Patent Shipping Total = US$ 231500548.86 = US$ 35850954.

26 .55 % E.545.4 Penjualan Produk (Sa) Penjualan Produk selama 1 tahun = US$ 358.7Ra = 27.82 Sehingga : Break Even Point  Fa  0.24 % F. atau bisa juga karena keputusan manajemen akibat tidak ekonomisnya suatu aktivitas produksi (tidak menghasilkan profit). Discounted Cash Flow (i) Salah satu cara untuk menganalisa kelayakan ekonomi pabrik. Dalam hal ini : D . yaitu presentasi keuntungan pabrik yang dihitung dengan metode DCF.3Ra x100% Sa  Va  0. Shut Down Point  0.7Ra = 49. jika harga I lebih besar dari suku bunga bank berarti investasi ke pabrik lebih menguntungkan daripada menyimpan uang di bank.509. dimana DCF didefinisikan sebagai jumlah uang dari keuntungan yang tidak digunakan untuk mengembalikan pinjaman modal dan bunganya. Yang diperhatikan dari DCF adalah i (rate of return).3Ra x100% Sa  Va  0. Harga i sering dibandingkan dengan suku bunga bank.D. Penyebabnya antara lain variable cost yang terlalu tinggi. Shut Down Point (SDP) Shut Down Point adalah suatu titik atau saat penentuan suatu aktivitas produksi dihentikan.

34 Harga Discounted Cash Flow (i) dicari dengan cara coba ralat : (FCI  WCI)(1  i) n  C{(1  i) n 1  (i  1) n  2  .57 %.24tahun.55% Shut Down Point (SDP) pabrik adalah 27. Break Even Point (BEP) pabrik adalah 49. Percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak adalah 15. 3.76 %  RESUME 1.Salvage Value (SV) diasumsikan = 0 Umur Pabrik (n)  (FCI  SV) Depresiasi = 10 tahun Salvage Value (SV) diambil 10% FCI = US$ 3.60 % dan sesudah pajak adalah 1.  1)}  WC  SV Dengan cara coba ralat didapat i = 13.470.27 .326..24 % D . 2. Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 3.274 Cash Flow (C) = Keuntungan sesudah pajak + Depresiasi + Finance = US$ 16.97 % dan sesudah pajak adalah 13.958.85 tahun dan sesudah pajak adalah 4.. Percent Profit on Sales (POS) sebelum pajak adalah 1. 4.36 %.421. 5.

Menentukan tipe tangki 2. Tebal shell dan dimensi courses d. Menentukan dimensi utama tangki meliputi : a. Diameter dan tinggi tangki. Tinggi dan tebal head tangki e.LAMPIRAN C SPESIFIKASI ALAT PROSES 1. Kapasitas tangki b. Menentukan bahan konstruksi tangki 3. Menentukan diameter pipa pengisian dan pengeluaran C- 1 . c. TANKI Kode : T-01 Fungsi : Menyimpan bahan baku toluene dalam bentuk cair selama 30 hari Tujuan : 1.

3.636.363.0505 kg/jam x 24 jam/hari x 30 hari = 36. 2. Menentukan tipe tangki Tangki dipilih berbentuk silinder tegak dengan flat bottom dan atap berbentuk conical roof dengan pertimbangan sebagai berikut : Kondisi operasi tangki pada tekanan 1 atm dan suhu penyimpanan 30oC Konstruksi sederhana sehingga lebih ekonomis. Menentukan dimensi utama tangki ♠ Menghitung kapasitas tangki Tangki direncanakan dapat menampung bahan baku toluene selama 30 hari.167.999.1 hal 251 Brownell & Young) Tahan korosi Harganya relatif murah. Kebutuhan toluene selama 30 hari : = 50505.B-(1-Tr) n C- 2 .1.36 kg = 80. Menentukan bahan konstrusi tangki Bahan konstruksi yang dipilih adalah Carbon Steel tipe SA-283 grade C dengan pertimbangan sebagai berikut : Mempunyai tekanan maksimum yang diijinkan relative besar yaitu 12650 psia ( tabel 13.99 lbm ♠ Menghitung densitas cairan campuran (T= 30 0C) Menentukan berat jenis C8 aromatis pada 30ºC dengan menggunakan rumus pada Carl Yaws and Edwin Young Densitas cairan (ρL) = A.

berpenutup.37 617.1 x 42451. H = 58.83212 Σ= .05 616.26083 0.12 hal 43 Brownell & Young) C- 3 .xi 0.86103 0.Komponen Ethil Benzen Paraxylene Metaxylene Ortoxylene xi 0.2038 0.17 630.54 = 3/32.636.28889 0.3859 0.85656 0. sehingga H = 3/8 D V” = 1/4 . D3 D = 155.25925 0.1445 0. .87229 0.26438 0. H 1. Menghitung diameter dan tinggi tangki Tangki vertical dengan bottom flat.8566 gr/m3 ♠ Menentukan volume cairan dalam tangki V = m / mix = 36.86103 0. berukuran besar. .363.87229 0.26003 Tc 617.27284 B 0. hal 346 Brownell & Young) diperoleh ukuran standart tangki yang mendekati adalah : D = 160 ft dan H = 60 ft (Pers 3.8566 Densitas cairan ( mix ) = 0. Butt-welded courses ( Appendix-E.1422 0.24 m3 Dibutuhkan a.83212  0.1736 1 A 0.427 ft .4506 0. terbuat dari bahan carbon steel plate mempunyai perbandingan diameter dengan tinggi (D/H) sama dengan 8/3.6 kg/m3 = 42451.128 m3 = 46696.27866 0.859.285 ft Digunakan pendekatan kapasitas tangki dengan 72-in.1224 0.85656 0.105.28381 0.128 m3 Diambil over design untuk faktor keamanan 10% maka volume cairan menjadi : V’ = 1.26 n 0.36 kg / 856. D2.2336 0.

1) 144 (Pers 3.17 hal 46.f.650 psia = 0. Brownell & Young) Dalam hubungan ini : mix = densitas cairan (lb/ft3) C- 4 .16 hal 45.b.D C 2.Stress yang diijinkan (f) . (H . hal 346 Brownell & Young)  Menggunakan shell plate 72-in Butt – welded courses  Bahan yang dipakai adalah Carbon steel tipe SA-283 grade C dengan spesifikasi sebagai berikut (tabel 13.8 (single-weldwed butt joint) = 0.125 = 5/32 in (Pers 3.E = 12.Allowable welded joint ts  P.Faktor korosi (C) . Menentukan Tebal Shell dan Dimensi Courses Spesifikasi yang dipakai :  Menggunakan 10 buah courses (Appendix-E. Brownell & Young) Dalam hubungan ini : P = tekanan internal (psi) ts = tebal shell (in) D = diameter dalam tangki (in) f = tekanan maksimum yang diijinkan E = efisiensi pengelasan C = faktor korosi P  ρ mix .Efisiensi pengelasan (E) .1 hal 251 Brownell & Young ) : .

Panjang plate dapat dihitung dengan persamaan berikut : L π. Gambar : 5 /32 in.8)(144) ts = 0.f.125 2.H = tinggi dari dasar course ke puncak (ft) Sehingga penggabungan kedua persamaan tersebut menghasilkan : ts  ρ mix .25 hal 55.(D  ts) .144 2(12650)(0. Brownell & Young) Dalam hubungan ini : L weld length = panjang course (in) = panjang pengelasan = jumlah plate x allowable welded joint n = jumlah plate Direncanakan plate yang digunakan sebanyak 10 buah untuk setiap course dengan jarak sambungan antar plate penyambungan vertikal.02655 (H-1) + 0. 53.n (pers 3.E.1).125 Tebal shell (ts) untuk setiap course dapat dihitung dengan persamaan diatas.D C  0. lebar standar 72 in untuk C- 5 .7336 ( H  1)(12 x120) (H .weld length 12.

 Course 1 H1 = 60 ft ts1 = 0.02655 (48-1) +0.75  10 x 5/32   50.375 in C- 6 .02655 (60-1) + 0.37285 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.02655 (54-1) + 0.5625 in L2  π 160 x 12   1.2672 ft 12 x 10  Course 2 H2 = (60-6) ft = 54 ft ts2 = 0.2656 ft 12 x 10  Course 3 H3 = (54-6) ft = 48 ft ts3 = 0.75 in L1  π 160 x 12   1.125 = 1.125 = 1.125 = 1.5625  10 x 5/32   50.5322 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.69145 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.

02655 (30-1) +0.02655 (36-1)+0.73565 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.0625 in L5  π 160 x 12   1.9375 in L6  π 160 x 12   0.9375  10 x 5/32   50.L3  π 160 x 12   1.375  10 x 5/32   50.2604 ft 12 x 10  Course 7 H7 = (30-6) ft = 24 ft ts7 = 0.125 = 0.0625  10 x 5/32   50.125 = 0.125 = 1.25 in L4  π 160 x 12   1.2614 ft 12 x 10  Course 6 H6 = (36-6) ft = 30 ft ts6 = 0.21355 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.75 in C- 7 .89495 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.263 ft 12 x 10  Course 5 H5 = (42-6) ft = 36 ft ts5 = 0.02655 (42-1)+0.05425 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 1.25  10 x 5/32  50.2640 ft 12 x 10  Course 4 H4 = (48-6) ft = 42 ft ts4 = 0.02655 (24-1) +0.125 = 1.

L7 

π 160 x 12   0,75  10 x 5/32  50,2588 ft 12 x 10

 Course 8 H8 = (24-6) ft = 18 ft ts8 = 0,02655 (18-1) +0,125 = 0.57635 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.625 in
L8  π 160 x 12   0,625  10 x 5/32   50,2578 ft 12 x 10

 Course 9 H9 = (18-6) ft = 12 ft ts9 = 0,02655 (12-1) +0,125 = 0.41705 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0.4375 in
L9  π 160 x 12   0,625  10 x 5/32   50,2562 ft 12 x 10

 Course 10 H10 = (12-6) ft = 6 ft Ts10 = 0,02655 (6-1) +0,125 = 0,25775 in Dari Brownell & Young Appendix E hal 347 dipilih tebal shell 0,3125 in
L10  π 160 x 12   0,625  10 x 5/32   50,2552 ft 12 x 10

c. Menentukan tinggi dan tebal head Gambar :

C-

8

♠ Menentukan tinggi head tangki Sudut  adalah sudut cone roof terhadap garis horizontal. sin θ  70 (430.ta)

Dalam hubungan ini : ta = tebal atap (in) untuk tangki dengan diameter >60 ft tebal shell atap 3/8 in (hal 53, Brownell & Young) sin θ  70  0,4341 (430.0,375)

 = 25,73o Tinggi head (h) dapat dihitung dengan persamaan : tg θ  h (0,5.D)

h = 0,5 x D x tg  = 0,5 x 160 x tg (25,73o) = 38,55 ft ♠ Menghitung tebal head tangki (th) Tebal head tangki (th) dapat dihitung dengan persamaan : th  P.D 2. cos θ.(f.E  0,6P)

(pers 6.154, hal 118, Brownell & Young)

th 

14,7 x (160 x 12)  1,5493 in 2 cos (25,73) 12650 x 0,8  0,6 x 14,7 

Dipakai tebal head standart 25/16 in. d. Menentukan diameter pipa pengisian dan pengeluaran

C-

9

♠ Menghitung diameter pipa pengisian Di opt  3,9.Qf 0,45 .ρ 0,13 Dalam hubungan ini : Diopt Qf  = diameter dalam optimum (in) = laju alir volumetric (ft3/detik) = density cairan (lb/ft3) .....................................................................(Peters)

Menghitung Qf : Kebutuhan toluene = 102097,53 kg/jam
Qf  102097,53 kg/jam x (1/3600) jam/detik  1,1635 ft 3 /detik 3 3 3 860,702 kg/m (0,02832 m /ft )

Dalam hal ini diambil faktor keamanan sebesar 10% Jadi Qf = 1,1 x 1,1635 = 1,2799 ft3/detik Diopt = 3,9 (1,2799)0,45 (53,7336)0,13 = 7,3151 in Digunakan pipa standar :  Type  D nominal  ID  OD  Schedule = Low-Carbon Steel Pipe (ASA B36.10) = 8 in = 7,981 in = 8,625 in = 40 ................................(Brown, Tabel 23, hal 123)

C- 10

♠ Menghitung diameter pipa pengeluaran Di opt  3,9.Qf 0,45 .ρ 0,13 ..................................................(Peters)

Direncanakan waktu pengosongan 5 jam Volume tiap tangki 1.105.859,54 ft3 Menentukan Qf :

Qf 

1.105.859,54 ft 3  61,4366 ft 3 /detik 5 jam x 3600detik/jam

Diopt = 3,9.(61,4366)0,45 (53,7336)0,13 = 41,76 in

Digunakan pipa standar :     Type D nominal Ketebalan OD : Cast-Iron Pipe (ASA-A21.2) : 42 in : 1,25 in : 43,25 in ........................(Brown Tabel 24, hal 127)

RESUME
Kode Fungsi Tipe : T-01 : Menyimpan bahan baku Toluene selama 30 hari : Silinder tegak dengan conical roof dan flat bottom Jumlah tangki Kapasitas tiap tangki : 3 buah : 1.105.859,54 ft3

C- 11

Diameter tangki Tinggi tangki Bahan konstruksi Diameter pipa pengisian

: 160 ft : 60 ft : Carbon Steel SA-283 grade C : 8 in , sch 40 (Low-Carbon Steel Pipe)

Diameter pipa pengeluaran : 42 in (Cast-Iron Pipe) Kondisi penyimpanan Wujud Tekanan Suhu : cair : 1 atm : 30oC

2. POMPA

Kode Fungsi

: P-01 : Mengalirkan bahan baku toluene dari tanki T-01 ke pipa pencampur M-01.

Tujuan

: - Menentukan jenis pompa - Menentukan spesifikasi pipa yang digunakan - Menentukan tenaga pompa dan tenaga motor yang digunakan

1. Menentukan tipe pompa Tipe pompa yang digunakan adalah pompa sentrifugal dengan pertimbangan : Viskositas fluida yang dialirkan relatif tidak terlalu besar

C- 12

-

Konstruksinya sederhana sehingga harga lebih murah Dapat digabung langsung dengan putaran motor. Umumnya semakin cepat putaran maka semakin kecil beban pompa dan motor.

-

Mudah dalam pengoperasiannya Aliran pada discharge pompa dapat dishut-off atau ditutup tanpa merusak pompa.

-

Tidak memerlukan valve dalam operasi pompa Biaya pemeliharaan lebih rendah dibanding jenis pompa yang lainnya.

(Sumber: Peters & Timmerhaus, hal 518) 2. Menentukan spesifikasi pipa yang digunakan  Menghitung laju alir fluida Kapasitas = 102097,53 kg/jam x 1 jam/ 3600 detik x 2,2046 lb/ 1 kg = 62,524 lb/detik ♣ Menghitung densitas cairan pada T = 30 0C Density cairan = ∑ (ρcair x fraksi mol)
Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 1096.9221 4.8179 2.8793 1.9100 1106.5293 Xi 0.9913 0.0044 0.0026 0.0017 1.0000 Ρ (g/ml) 0.8602 0.8536 0.8567 1.1798 Xi.ρ 0.8527 0.0037 0.0022 0.0020 0.8607

Density cairan = (0,8607 g/ml) x (62,43

lb / ft 3 ) = 53,734 lb/ft3 g / ml

Q (laju alir) =

62,524 lb / det ik  1,164 ft 3 / det ik 3 53,734 lb / ft

C- 13

7340. C-6a Foust...45 ......981 in = 8..625 in  Ketebalan piapa = 0... Q0..3474 ft2 3.172 gal/m3) x (60 detik/menit) = 574.3474 ft 2 C...164 ft3/detik = 1. dalam = 0....9 (1.1 x 1..9 . hal 496) = 3..... hal 724 dipilih pipa baja komersial standar dengan spesifikasi :  D nom = 8 in  Schedule = 40  ID  OD = 7.351 ft / det ik 0. Menentukan tenaga pompa dan tenaga motor yang digunakan  Menetukan kecepatan linier fluida V=Q/A = 1..164 ft 3 / det ik  3.1640...... ρ0.322 in  Luas bag..01 in Dari App......13) = 7.(Peters....3147 ft3) = 0..483 gal/menit  Menentukan diameter pipa optimum Di optimum = 3....280 ft3/detik x (1m3/ 35..13 .45) (53.Faktor keamanan 10% Kapasitas pompa = 1.280 ft3/detik = 1..14 ...0362 m3/detik x (264.

492.0012 0. Le/Di = 13 0 Elbow 90 .0000 μ (cp) 0.5191 0.65 19.det)  Menghitung bilangan reynold (NRe) NRe = (ρ.014  Menetukan panjang ekivalen (Le) Data L/D diperoleh dari App.95 23. K=1 JML 1 1 1 1 1 1 Le (ft) 80 90 8.2d Foust : Komponen Pipa lurus Check Valve.10-4 lb/(ft.8793 1. C-3 Foust.65 19.5293 Xi 0.495 > 3000 Karena Bil.00015.9100 1106.10-4 lb/(ft. C-1 Foust.D.95 23. Menghitung viskositas cairan pada T = 30 0C Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene 0rtoxylene kmol 1096.495 Dari App.0017 1. Le/Di = 30 Sharp edge entrance. Le/Di = 135 Gate Valve (full open). Reynold (NRe)> 300 maka termasuk aliran turbulen.15 .6972 μ.9913 0.492.2a – C.Xi (cp) 0.0025 0.374 lb / ft 3 )8 / 12 ft 3.719. diperoleh ε = 0. K=0.det) = 3. diperoleh harga f = 0.5 Sharp edge exit.351 ft / det  3.10 4 lb /  ft.5197 cp x 6.0044 0.0026 0. det  = 341.5 47 ∑ Le (ft) 80 90 8.0014 0.10 C.V)/ μ = (53.00022 Dari App. ε / D = 0.5146 0.  Menetukan faktor friksi (f) Dipilih baja komersial pada NRe = 341.5303 0.5 47 269.8179 2.5197 μ cairan = 0.9221 4. C.5748 0.

93x32.301 lbf/ft2 = 1.α. gc) + ΔP/ρ + ∑F ♣ Menentukan static head ΔZ = Z2 – Z1 = (15 – 1 ) ft.(g/gc) + ΔV2(2.351 ft / det  269.981 / 12 ft  2 =    Menghitung tenaga pompa Dari Pers.Menghitung ∑F ∑F = f .16 .1 atm = 2329.gc.031  2117. maka ΔZ .Le 2.187 ( ft lbf ) /(lbm) 2 x0.V 2 .734 lbm / ft 3  211.2 lbm /( ft lbf det 2 )  14( ft )(lbf ) / lbm ♣ Velocity head V1 = kecepatan cairan masuk dari tangki V2 = kecepatan cairan masuk HE-01 α = faktor energi kinetik ΔV2/(2α gc) = 3.031 lbf/ft2 2329.1 ft   0.988 ( ft )(lbf ) / lbm 2 32.2 ♣ Pressure head P1 = tekanan cairan dalam tangki P2 = tekanan cairan dalam mixer ΔP / ρ = = 1 atm = 2117.3512  0.Di (0.014)3. Bernoulli : -Wf = ΔZ.301lbf / ft 2 53.2 ft / det 2 7.730( ft lbft ) / lbm C. g/gc = 14 ft 32.2 ft / det 2  32.

Tipe Kpasitas Power : Pompa Sentrifugal : 574. .-Wf = ΔZ (g/gc) + ΔV2 (2 α gc) + (ΔP/ρ) + ∑F = 14 + 0.Q 550.483 gal/menit : 5 HP Pipa yang digunakan : C. maka efisiensi pompa adalah 70% HP =  Wf .lbf / lbm)(53.164 ft 3 / det) x 1 HP 550(0.17 .714 HP diperoleh efisiensi 84% HP motor = HP pompa 3.42 HP  motor 0.483 gal/menit.634 lb / ft 3 )(1. = (226.7) = 3. 14-37 Peters untuk kapasitas pompa 574.988 -Wf = 226. 14-38 Peters untuk power = 3.905 ft.714   4.84 Jadi pompa motor standar yang digunakan sebesar 5 HP RESUME Kode Fungsi : T-01 : Mengalirkan bahan baku toluene dari tanki T-01 ke pipa pencampur M-01.714 HP  Menghitung power motor Dari fig.73 + 0.187 + 211.905 (ft lbf)/ lbm  Menentukan efisiensi pompa dan menghitung power pompa Dari fig.

OD = 8. Menentukan jumlah stage kompresor C. Menentukan jenis kompresor Dipilih kompresor sentrifugal dengan pertimbangan : Kapasitas antara 500 – 150.Ketebalan piapa .D nom .981 in . Menentukan jumlah stage kompresor Menghitung suhu dan tekanan keluar kompresor tiap stage Menghitung power kompresor.3474 ft2 .Luas bag. dalam 3.Schedule .322 in = 0. KOMPRESOR P out T out 2 1 P in T in Kode : C-01 Fungsi : Menaikkan tekanan dari 1 atm menjadi 8 atm Tujuan : Memilih jenis kompresor.18 ..000 ft3/menit Mampu menaikkan tekanan hingga ratusan psi Konstruksi sederhana 2.625 in = 0.ID = 8 in = 40 = 7. 1.

8284  1  1 1 3... sesuai dengan persamaan : P Rc   o P  i n 82      2..(Coulson.........83 Stage 2 423..... Menghitung power kompresor......Tin  Pout  W  M  Pin   Power kompresor      n 1 n   1   .. Power kompresor merupakan penjumlahan dari power yang dibutuhkan setiap stage..00 Suhu keluar (K) Tekanan keluar (atm) 4... a....31 hal 73 )  politropik work Ep .............19 . hal 79) Dalam hubungan ini : W Z = tenaga politropik kompresor (kJ/kmol) = faktor kompresibilitas C. Kompresor stage 1 Untuk menghitung power kompresor digunakan persamaan :  Z.00 8.....R.00 2.Karena syarat pompa sentrifugal yaitu ratio compresibility < 4 (RC<4) maka dari perhitungan di neraca panas digunakan kompresor 2 stage dengan harga RC = 2... Menghitung suhu dan tekanan keluar kompresor tiap stage Dari perhitungan neraca panas telah didapatkan suhu dan tekanan keluar pada setiap stage....8284....(Coulson pers 3... yaitu sebagai berikut : Stage 1 423.

0983 1  m 1  0.0047 1.8238 169.0895 (1.9364 168.3827 51.8223 142.78  423   403.915 atm 2 2 Dari fig 3.83   1.0618  1)  0.20 .0141 0.Ep (1.4800 3268.R Tin M Pin Pout Ep Tmean  = konstanta gas universal (8.65 ♠ Perhitungan Cp campuran pada Tmean Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.39 K 2 2 Pmean  Pin  Pout 1  2.CpG 137.0895 ♠ Menghitung BM campuran gas C.0978 15.8899   1.6.3855 0.0618)(0.6047 Yi.314 J/kmol.9655 0.0000 CpG mean 141.65) n 1 1   1.6376 2.314 ♠ Menghitung nilai m dan n m γ  1  γ.0583 46.0444 2.0188 Yi 0.K) = suhu masuk (K) = berat molekul gas = tekanan masuk (atm) = tekanan keluar (atm) = efisiensi politropik Tin  Tout 383. Coulson diperoleh Ep = 0.0156 0.1175 173.8899  8.0618 Cp  R 142.8899 γ Cp 142.

2 0.0047 1.7286 0.3933 9.7303 4.5414 0.7900 616.6802  Yi .0500 630.172 Tr 4.8517 ω 0.0051 0.167 106.6509 34.5566 34.167 106.3260 0.2640 0.B1 RTc = -0.0141 0.Pc i 40.7114 Pmean 1.19   0.0015 0.5029 92.2600 617.422 B o  0.0046 0.1746 40.0141 0.167 Yi.6 0.2661 Tr  Tmean 403.3260 0.3676 Pr  Dari harga Tr dan Pr menurut gambar 3.9655 0.3700 Pc (atm) 40.0474  Yi .6138 ♠ Menghitung Z campuran Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Yi 0.Tc i 592.7114 Yi.ω 0.422 Tr 1.6282 8.139  0.139   0.BM 88.0047 1.3130 Yi.9546 1.4976 0.6987 0.Tc 571.0000 Tc (K) 591.915   0.4930 0.9859 592.9470 36.11 Smith Van Ness maka digunakan generalized virial koefisien.2 BPc  Bo  ω.0000 BM 92.083  0.3676 Yi.6587 1. B o  0.21 .2549 0.8926 C.9655 0.0156 0.13 106.68021.Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Yi 0.7040 2.0156 0.1587 0.Pc 39.6 B1  0.172 B1  0.083   0.

9508  0.9175 kJ/kmol 0.0188 kmol/jam Power kompresor  4.83  1.9508)(8.6138   = 3. BPc  Pr  Z  1     RTc  Tr   0.9175 kJ/kmol x 3268.3288 HP b.314)(383.1964 kJ / kmol Power kompresor  politropik work Ep 3. Kompresor stage 2 Tmean  Tin  Tout 423  423   423 K 2 2 Pmean  Pin  Pout 2.Tin W  M   Pout   Pin       n 1 n   1    1.65  Umpan masuk = 3268.1964  4.0983  1 W      1  92.78)  2.R.09831   (0.6802  ♠ Menghitung power kompresor Z.8926)   0.0188 kmol/jam 3600 detik/jam = 4.22 .83  8   5.0474  Z  1  (0.4640 kW = 3.415 atm 2 2 C.

0978 15.314 ♠ Menghitung nilai m dan n m γ  1  γ.7114 Pmean 5.11 Smith Van Ness maka digunakan generalized virial koefisien.9447   1.1341  X i .0591 Cp  R 148.2661 Tr  Tmean 423   0.8591 2.9859 592.0591  1)  0.65 ♠ Perhitungan Cp campuran pada Tmean Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene ortoxylene Kmol 3155.0591)(0.9447  8.0858 (1.Pc 39.415   0.7040 2.4842 0.0939 1  m 1  0.9447 γ Cp 148.Tc i 592.1587 0.9470 36.5566 34.3260 0.CpG 142.2640 0. Coulson diperoleh Ep = 0.0000 CpG mean 147.7900 616.3092 Yi.3933 9.5414 0.2549 0.7114 Yi.0046 0.3130 Yi.1746 40.65) n 1 1   1.0858 ♠ Menghitung Z campuran Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Yi 0.1158 180.0051 0.23 .0141 0.0141 0.Pc i 40.9587 175.3676 Yi.0156 0.0047 1.0500 630.Ep (1.6282 8.0188 Yi 0.Dari fig 3.7137  Yi .8541 148. C.Tc 571.0583 46.0047 1.2600 617.0156 0.6.ω 0.8517 Ω 0.3700 Pc (atm) 40.3827 51.3260 0.0015 0.4930 0.9655 0.0000 Tc (K) 591.9655 0.7473 2.6509 34.8409 176.3676 Pr  Dari harga Tr dan Pr menurut gambar 3.4800 3268.

8511  0.0188 kmol/jam Power kompresor  4.09391   (0.2 BPc  Bo  ω.083  B1  0.6138     = 3.6390 kJ/kmol 0.172 Tr 4.2 0.7926  BPc  Pr  Z  1     RTc  Tr   0.6390 kJ/kmol x 3268.65  Umpan masuk = 3268.71371.0939 W   1     2.083   0.Tin W  M   Pout   Pin       n 1 n   1    1.6 0.139  0.422 Tr 1.1341  Z  1  (0.R.139   0.6 B o  0.B1 RTc = -0.8511)(8.0154 kJ / kmol Power kompresor  politropik work Ep 3.0188 kmol/jam 3600 detik/jam C.314)(423)  8  1.7926)   0.0.24 .0154  4.7137  ♠ Menghitung power kompresor Z.172 B1  0.5702 0.7137 4.83  92.422 B o  0.6409 0.

1403) HP = 7.4640 + 3.2112 kW = 3.78 K Steam V Cair 359.25 .64 K Kode Fungsi :V Kondensat : Menguapkan campuran umpan toluene baik fresh feed maupun recycle sebelum masuk kompresor C.1403 HP Power kompresor total = Power kompresor stage 1 + Power kompresor stage 2 = (4. VAPORIZER Gas 384.= 4.6043 HP Dengan demikian power standar untuk kompresor 1 (C-01) sebesar 8 HP RESUME Kode Fungsi Jenis Jumlah stage Power : C-01 : Menaikkan tekanan feed dari 1 atm menjadi 8 atm : Kompresor centrifugal multi stage :2 : 8 HP 4.

Menentukan tipe vaporizer yang digunakan Dalam perancangan ini dipilih vaporizer jenis forced-circulation dengan pertimbangan sebagai berikut : Harga Fluks (Q/A) > 12000 Btu/(hr)(ft2) ∆P rendah Luas perpindahan panas >200 ft2 2.653.716.663. Menghitung ∆P di shell dan tube 1. Menghitung faktor kekotoran 6. Menentukan tipe vaporizer yang digunakan 2.26 .629 lb/jam Dalam perancangan ini ditentukan : C. Menentukan bahan konstruksi yang digunakan Dalam perancangan ini digunakan bahan konstruksi Carbon Steel SA-283 grade C dengan pertimbangan : Mempunyai allowable working stress yang besar Harga relatif murah Fluida tidak korosif 3.Tujuan : 1.283 lb/jam Laju alir Steam = 60.65 kg/jam = 667. Menentukan dimensi vaporizer 5. Menentukan aliran fluida panas dan dingin 4. Menentukan aliran fluida dalam vaporizer Laju alir Toluene = 302. Menentukan bahan konstruksi vaporizer 3.465 kg/jam = 133.252.

9 Btu/jam Panas sensibel = 14. Menentukan dimensi Vaporizer Dari data neraca panas diperoleh : Beban panas : 124.1.20 oF a.35 kJ/jam = 13.64 K = 187. Reaktan campuran toluene (fluida dingin) di shell dengan pertimbangan : .78 K = 233.7 kJ/jam = 104.311.420. Steam (fluida panas) di tube dengan pertimbangan : .053.506.68 oF : 384.176.0931 kJ/jam = 117.15 K = 338 oF : 443. Menghitung ∆tmean Terjadi proses preheating (p) dan vaporizing (v) Preheating C.laju alirnya lebih kecil debandingkan laju alir campuran toluene 4.28 Btu/jam Fluida panas (steam) T in (T1) T out (T2) : 443.203.054.231.212.696.159.2 Btu/jam Terdiri dari : Panas laten = 110.laju alirnya lebih besar dibandingkan laju alir steam 2.27 .732.15 K = 338 oF Fluida dingin (toluene) T in (T1) T out (T2) : 359.

68 oF t p  (338  187.732.285 Δt mean  Q 117.20)  126.284.171 (t)v 106.28   1125.63 o F  (q/t) 952.28 . Menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan Fluida dingin Fluida panas : toluene di shell : steam di tube Dari tabel 8 hal 840 Kern untuk sistem perpindahan panas antara steam dengan light organic memiliki harga UD = 100-200 Btu / (jam)(ft2)(oF) C.624.80 oF q 104311696.20 = 106.20) Vaporizing T1 = 338 oF T2 = 338 oF t2 = 233.19 o F (338  187.2   123.68)  (338  233.20oF (q/∆t) = 952.80 t1 = 233.20 oF T2 = 338 oF t1 = 187.T1 = 338 oF t2 = 233.68) ln (338  233.114 (t)p 126.284.9   826.19 q 13420506.233.285 b.20oF (∆t)v = 338 .203.660.

1963) Dari tabel 9 hal 842 Kern dipilih heat exchanger dengan ketentuan : Shell ID : 35 in Baffle space : 7 in Pass :1 Tube Jumlah & panjang : 1068.BWG : ¾ in.29 .2   4833.63) e.1623 in2 = 0. Menghitung jumlah pipa dan diameter shell Jumlah pipa tube (Nt) Nt  A 4833.Dalam perancangan ini harga UD ditrial = 198 Btu / (jam)(ft2)(oF) agar jumlah tube tidak terlalu besar atau sekitar Nt = 1068.TLMTD 197(123.1963 ft2/ft = 0.1963 = 4821. dipilih pipa dengan kriteria : OD BWG L = ¾ in = 16 = 23 ft ao ai ID = 0.913 ft2 Menghitung harga UD terkoreksi C. c. Menghitung luas perpindahan panas (A) A Q 117. 16 Pitch :15/16 in triangular Pass :2 f Mengkoreksi harga UD Menghitung harga A terkoreksi A terkoreksi = Nt x L x ao = 1068 x 23 x 0. 23’0” OD.732.984 ft 2 U D . Memilih jenis ukuran pipa Dari tabel 10 hal 843 Kern.62 in d.203.984   1071 L x ao 23(0.

1875 in Dalam hubungan ini C’ as  35 x 0.UD  Q A terkoreksi .2826 0. μ 0.OD = 15/16 .191.9655298 0.283   915.0978 15.2729 0.0047373 1.1875 x 7  0.2832 C.088.49 Btu / (jam)(ft 2 )( o F) (4821.0045 0.0156254 0.30 .0141074 0.913)(123.845 lb/ (jam)(ft 2 ) as 0.2980 0.68)/2 = 210.000000 μ 0.7292 3) Menghitung bilangan Reynold shell Pada tav = (233.6422 Xi 0.7292 ft 2 144 x 15/16 2) Menghitung kecepatan massa di shell Gs  Ws 667252.2 + 187.5  197.0583 46.t mean 117.¾ = 0.63)  Perhitungan fluida dingin (toluene) di shell 1) Luas aliran di dalam shell as  ID x C' x B 144 x PT = jarak antar tube = PT .192.0042 0.4800 3267.44 oF Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.0060 51.3450 Xi.2882 0.0016 0.

k 0.Gs 0.6245 (Reff : Carl L Yaws.0249 0.3933 733.088.55 in /12 = 0.0004 0.0458 ft maka : Re s  (fig.1410 106.0047 1.28 hal 838 Kern ) De.6853 lb/(jam)(ft) Diameter ekivalen (De) = 0.6422 Xi 0.0278 (Reff : Carl L Yaws.5029 92.(Reff : Carl L Yaws.0047373 1.4800 3267.0271 0.”Chemical Properties Handbook”) μ camp = 0.1670 106.0280 0.4164 196.0161 Btu/(hr)(ft2)(0f/ft) Pada tav = 210.6589 1.44 oF diperoleh : Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.0978 15.9304 171.0141074 0.0978 15.0583 46.9655298 0.4977 0.K) = 0.0156254 0.K).1900 214.44 oF Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.0001 0.0458 x 915.000000 k 0.153 μ 0.0002 0.845   61.9649 1.0583 46.1593 xi.0156 0.”Chemical Properties Handbook”) Harga konduktivitas panas campuran = 0.2832 cp x 2.0141 0.0000 CpLmean 171.42 = 0.5773 BM 92.9655 0.0278 W/(m.0255 Xi.1670 106.5773 kJ/(kmol.4800 3267.BM 88.0060 51.0060 51.1670 Xi.CpL 165.0256 0.31 .3624 3.6853 4) Menghitung ho Dari fig 28 hal 838 Kern diperoleh JH =145 Pada tav = 210.1595 151.2597 2. maka harga spesific heat : C.”Chemical Properties Handbook”) Cp camp = 171.6422 Xi 0.0134 0.

62 / 12)(119400.0458 (0.cp camp = 1715773 . 1 kJ Btu 1 kmol Btu Btu  1.1199 ft 2 144 n 144 x 2 2) Menghitung kecepatan massa dalam pipa Gt  Wt 133.400.1199 3) Menghitung bilangan reynold dalam pipa Pada Ts = 338oF Dari fig 15 hal 825 Kern diperoleh  = 0.6181 Btu /(jam) )( F) 0.629   119.3733 Btu/(jam)(ft 2 )( o F) h io  h o 1500  135.636 μ (0.7558  0.4425 0 x0.0161)   1 Perhitungan fluida panas (steam) di tube 1) Menghitung flow area pipa at  Nt x a t ' 1068 x 0.6181   124. F  k  cμ  3 ho  J H     De k  )  0.5081)   167.0368) g.302   1.0161 (0. (ft2 o    135.0363 lb/(jam)(ft) Re t  ID t x G t (0.6245 kg kg.6853  3  145.4425)(0.015 cp = 0.6181 C.5081 lb/(jam)(ft 2 ) at 1.K lb.32 .716. Menghitung clean overall coefficient untuk preheating (Up) Untuk condensing steam hio = 1500 Btu/(jam)(ft2)(oF) Up  h io x h o 1500 x 135.K kJ 92.9478 x kmol.

2 0F Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.0002 0.0250 Xi.9655298 0.2641 0.0275 0.3733) Perhitungan vaporisasi toluene di shell Pada tv = 233.000000 μ 0.0047373 1.0060 51.Gs 0.h.55 in /12 = 0.0583 46.0156254 0.845   66.0251 0.0458 ft maka : Re s  De.0141074 0.4800 3267.0458 x 915.42 = 0.2491 0.2744 0.2580 0.0266 0.972 μ 0.μ 0.6422 Xi 0.4800 3267.0001 0.9655298 0. Menghitung clean surface yang diperlukan untuk preheating (Ap) Ap  t  p qp 1 826624.0978 15.0041 0.2 0F 1) Menghitung bilangan Reynold di shell Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.088.28 hal 838 Kern .k 0.0141074 0.2586 μ camp = 0.3144 Xi.6258 2) Menghitung ho Dari fig 28 hal 838 Kern diperoleh JH = 155  Pada tv = 233.0015 0.6258 lb/(ft)(jam) Dari fig.0273 C.000000 k 0.6422 Xi 0.0039 0.2586 cp x 2.114   6646.33 .0583 46. De = 0.0156254 0.0137 0.0060 51.0047373 1.0978 15.3172 ft 2 UP (124.0004 0.

5386  1.9512 ft 2 t V Uv (127.0158)    1 1 i.3172 + 8808.0060 51.0141 0.4501)(0.6589 1.4981 199. Menghitung clean overall coeeficient (Uc) Total clean surface (Ac) = Ap + Av = (1646.7604 xi.5029 92.1670 106.K lb.0000 CpL.4050 3. Menghitung clean overall coefficient untuk vaporizing (Uv) Untuk condensing steam hio = 1500 Btu/(jam)(ft2)(oF) Uv  h io x h o 1500 x 139.6258) 3 (ft 2 o  155.6245 kg kg.0458 (0.0158 Btu/(ft2)(0F/ft)  Pada tv = 231.9174 217.6859 j.7860  0.9655 0.CpL 168.0047 1.4800 3267.6859 Btu /(jam) )( F) 0.BM 88.14 0F Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 3155.1410 106.5386 BM 92.1235 153. F  k  cμ  3 ho  J H     De k   0.K) 1 kmol kJ Btu Btu Btu cp camp = 174.6422 Xi 0.1215 2. kmolK kJ 92.    139.9649 1.9438 174.0683 0.0273 W/(m.0156 0.9478 x .4501 0 x0.2214 744.0583 46.34 .7859 Btu/(jam)(ft 2 )( o F) h io  h o 1500  139.6859   127.9512) ft2 C.K) = 0.mean 174.5386 kJ/(kmol.6245 Cp camp = 174. Menghitung clean surface yang diperlukan untuk preheating (Ap) Av  q 1 1125660.1670 Xi.1670 106.Konduktivitas panas campuran = 0.117   8808.4977 0.0978 15.7859) k.0158 (0.

5 C.00023 U C . Dengan demikian luas perpindahan panas untuk penguapan sebesar : 8808.00412 3.913  4492.9/ 4492.31= 23. Av  826599.= 9455.2684 ft2 Uc   (U.696.220 Btu/(hr)(ft2) Karena harga fluks > 12000 Btu/(hr)(ft2) untuk menguapkan bahan organik maka pemilihan vaporizer dengan jenis forced-circulation benar.913 ft2.31 ft 9455.757  206.473 Ac Ac 9455. hal 459) 5.35 . Menghitung faktor kekotoran (Rd) Rd  UC  UD 206.130  1125659. Menghitung pressure drop di shell dan tube a.636 Dari fig.A)  Up.72 psia) = 3.2684 Fluks : Qv/Av = 104.888 x 62.311.473)(197.26 hal 836 Kern diperoleh f = 0.888 ft3/lb 1  0.9512 x 4821. Ap  Uv.2684 Cek maksimum fluks : Total clean surface sebesar 9455. Total luas perpindahan panas yang dibutuhkan 4821.9512 ft2 untuk penguapan.00016 ft2/in2 Dari tabel F. (Reff: Kern.49   0.49) 6.473  197.U D (206.2684 ft2 dimana 8808.3 Smith Van Ness hal 816 diperoleh spesifik volume untuk saturated steam pada s Tsat = 388 0F (Psat = 114. Menghitung ∆P di tube (∆Pt) 1) Untuk bilangan Reynold (Ret) = 167.

00015)(915088.22.2) Menghitung ∆Pt ΔPt  1 f.508) 2 (23)(2)  .Ds.000016)(119400. Menghitung ∆P di shell (∆Ps)  Preheating zone 1) Bilangan Reynold (Res) = 61.1010 )(0.9512  3) Menghitung ∆Ps (N+1) = 12 (Lp / B) = 12 x (17.845) 2 (35 / 12)(7) (5.36 .00412)(1) = 0.3 / 11) = 7 ΔPs  f.22.3172   23x    17.00015 ft2/in2 Dari tabel 8-1 Yaws pada T = 210.22.62/12)(0.1010 )(0.n .s.L.Gs 2 .22.44 0F untuk toluene diperoleh s = 0.φ t 1 (0.153 Dari fig 29 hal 839 didapat f = 0.47 psi b.19 psi C. 2 (5.55 / 12)(0.φ s  (0.3 ft  8808.D.9 2) Panjang preheating zone  Ap  Lp  L   Ac   6646. 2 (5.90)(1) = 1.Gt 2 .1010 ).(N  1) (5.1010 )De.s.

972 Dari fig 29 hal 839 didapat f = 0.1010 )De.22.(N  1) (5.φ s  (0.0014)(915088. Vaporizing zone 1) Bilangan Reynold (Res) = 66.2 oF untuk toluene diperoleh s = 0.Ds.87 2) Panjang vaporizing zone Lv = 18 – Lp = 18 – 17.845) 2 (35 / 12)(1) (5.64 = 2.Gs 2 .3 = 0.1010 )(0.0014 ft2/in2 Dari tabel 8-1 Yaws pada T = 233.37 .s.22.87)(1) = 1.7 / 11) = 0.764 ΔPs  f.55 / 12)(0.83 psi SUMMARY Shell side(fluida dingin) Toluene Tube side(fluida panas) Steam C.19 + 1.7 ft 3) Menghitung ∆Ps (N+1) = 12 (Lv / B) = 12 x (0.64 psi ∆Ps total = 1.

Menghitung jumlah plate .Menentukan jenis kolom . F UD = 197.83 5 h (Btu/jam.47 ∆P diijinkan (psi) Diabaikan 5.oF Rd = 0. MENARA DESTILASI F D W Kode : D-02 Fungsi : memisahkan produk xylene dari komponen-komponen lainnya.Menentukan dimensi kolom C.ft .135.473 Btu/jam.ft2.62 / 139.69 2. Tujuan : .Menentukan bahan konstruksi kolom .oF) 1500 2o UC = 206.00023 (hr)(ft2)(0F)/Btu ∆P perhitungan (psi) 0.ft2.38 .49 Btu/jam.Menentukan lokasi umpan .

sehingga untuk kapasitas yang sama memerlukan ketebalan bahan yang tipis  Harga relatif murah 3. Menghitung Jumlah Plate Untuk menghitung jumlah plate digunakan metode shortcut C.1. Menentukan Jenis Kolom Dalam perancangan ini dipilih jenis tray dengan pertimbangan :    Perkiraan awal diameter kolom > 3 ft Campuran tidak bersifat korosif Rentang batas laju alir yang cukup besar tanpa menimbulkan flooding Jenis tray yang digunakan adalah sieve tray dengan pertimbangan :     Kapasitas uap dan cairannya besar Pressure drop rendah. murah dan mudah pembuatannya Operasi stabil 2. dengan pertimbangan :  Mempunyai allowable working stress yang besar. Menentukan Bahan Konstruksi Kolom Dipilih bahan konstruksi jenis carbon steel SA-285 Grade C. efisiensi tinggi Lebih ringan.39 .

Eo = 0.0000 0.88 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 2170. μavg = 0.7708 19. Henley.5925 Dari Fig.7987 0.2284 αB = (LK/HK)B = (KTOL/KPX)B = 2.88 K ♠ Menghitung viskositas umpan pada T = 407.0000 0.2857 0.0001/0.7277 2718.0991 Xi 0.0073 1.7461 64. diperoleh efisiensi kolom sebesar .40 . hal 510.5 = 2.5.2912 0.0025 0.Menghitung efisiensi tray kolom destilasi Untuk menghitung efisiensi tray kolom destilasi digunakan korelasi O’Connel Light Key Component (LK) Heavy Key Component (HK) Suhu puncak kolom Suhu dasar kolom Suhu rata-rata kolom = Toluene = Paraxylene = 383.0000 μi (cp) 0.97 K = 407.79 K = 427.Xi 0. Ernest J. “Equilibrium-Stage Separation Operation in Chem Eng”.0154/1.0496 0. 13.0053 = 2.8508 0.3488 μi. C.2637 0.0048 α avg = (αD x αB)0.4488 = 2.0038 462.2803 (Sumber : Yaws.60.1702 0.0000 0.0238 0.2282 0.1136 α avg .0000 0. tabel 22-1) αD = (LK/HK)D = (KTOL/KPX)D = 1.

“Equilibrium-Stage Separation Operation in Chem Eng”.41 .23.00042   22 Nmin  log 2.12.23 N ideal  1 Maka akan diperoleh jumlah plate ideal (Nideal) = 29 plate ideal.845165  log      log  x  Xhk  D  Xlk  B     0. Henley.0147 dan 1. Ernest J.60 Karena digunakan reboiler parsial maka jumlah plate aktual kolom = 47 plate. Menghitung Jumlah Plate Aktual N aktual  N ideal 29   48 Eo 0.1118 R 1 1.2684  1.99988 0. C.2684  1 Dari fig.2684 R  Rmin 1.1136 log α avg Lalu harga Nmin dimasukkan ke persamaan berikut : N ideal  N min  0. diperoleh harga (N-Nmin)/(N+1) sebesar 0. Harga Nmin diperoleh dari persamaan Fenske :  Xlk   Xhk    0.000118 0.0147   0.Menghitung jumlah plate ideal Dari perhitungan neraca panas diperoleh harga Rmin dan R berturut-turut sebesar 1. hal 453.12 (Gilliland Correlation).

779471 0.4. Menentukan Dimensi Kolom Penentuan diameter seksi atas menara ♠ Menghitung densitas cairan T = 383.000000 BM 92.7987   10  N min. BM 92.000138 0.ρ 0.102953 0.780888 0. feed  log 2.000118 1.1702  log      log  x  Xhk  D  Xlk  F    0.264 ω 0.000002 0.99988 0.115636 XD.167 ρ (g/ml) 0. N aktual .79 K Komponen Toluene P = 1 atm XD 0.779564 0.000092 0.79 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene P = 1 atm XD 0.60 5.1140 106. feed  0.264 C.564 kg/m3 ♠ Menghitung densitas uap T = 383.000001 0.42 .8 Zc 0.2570 0.114 78.012544 92.23 N feed  1 Nideal feed = 13 tray ideal dari puncak kolom.256576902 2171. feed  N ideal feed 13   22 tray dari puncak kolom Eo 0.779564 Kmol 2171.000118 0. Menentukan Lokasi Umpan  Xlk   Xhk    0.999880 0.79 Vc (cm3/mol) 315.0038 0.5174 Densitas cairan (ρL)= 779.1136 log α avg N feed  N min.780867 XD.999880 Tc (K) 591.

211 0.3289 m 3 /kg P  BMmix 1 x 92.ω 0.9619   R  Tc  Tr 0. mix  R   X D Z C   TC.06 x0.793 K 0.999880 0.0448 315.85187E-05 0.172  0.08206 x 383.79 ZR T V'    0.7928 XD.6485 Tc.422 0.7621 0.172 0. mix    0.139  0. mix  B1  0.3523 kmol/jam R = 1.451 Tr Pr.43 .26399954 XD.Zc 0.271 0.16 616.9213 4.26 258.7929E-07 3.Vc 315.26396834 4.1622 Tr B  Pc  B 0    B1  1.8074 XD.2684 V = 4925.0728 591. mix 40.5174 kmol/jam Lo = 2754.264007232 Pc.6  0.73174E-07 3.326 (Sumber : Yaws.9619 x 0.000002 0. Tabel 1-1) Komponen Toluene Benzene Paraxylene XD 0.0040 R  Tc  B  Pc  Pr Z  1   0.422  0.0246 Pc.8697 kmol/jam C.596 atm 315.mix X D  VC  82.26396834 3.7608 B 0  0.000000 562.79 K T Tr.072E-05 0.083  1.Benzene Paraxylene 0.1 0.000118 1.264 x591. mix 591.2 0.1156 1 ρv   3.793  40.000000 XD.0407 kg/m 3 V' ♠ Menghitung laju alir volumetric D = 2171.9 379.7190 0.083  0.139   0.000002 0.807 1 atm P   0.0010 0.26 0.000118 1.0005 0.596 atm 383.Tc 591.

tabel 6.0279  Cf   0.8671 0.498 C.01173 = 0.1103 29.0684 x log  0.2.0348 Karena FLV << 0.QL  QV  Lo  BM MIX 2754.2 (Reff :Treybal.015 = 0.5  0.0382   0.9999 0.0000 0. maka tray spacing (ts) = 24 in = 0.0407 x3600 ρV ♠ Menghitung konstanta flooding Parameter aliran FLV dihitung dengan persamaan : FLV Q  L QV ρL    ρV  0.0038 0.8705 27.02  FLV    0.0744 ts + 0.8707 dyne/cm = 0.0001 1.44 .Yaws) Tegangan permukaan campuran (σ camp) = 27.8707 (Reff : Carl L.564 x3600 V  BM MIX 4925.1 .3830 XD.3523x92.Untuk menghitung konstanta flooding (Cf) digunakan persamaan :   σ  1  β  Cf   α  log   0.5174 XD 0. pers 6.1156   41.0279 N/m 1   0. hal 167) Asumsi diameter kolom = 4 .0902 m 3 /detik ρL 779.0000 0.1.30.10 ft .0035 27.2566 2171. omega 27.hal 169) ♠ Prediksi tegangan muka campuran Komponen Toluene Benzene Paraxylene n 2171.6096 m (Reff :Treybal.8697 x92.392 m 3 /detik 3.02  0.0348   0.1156   0.0571 β = 0.1 .0335 (Reff :Treybal. 2  0.0304 ts + 0.hal 162) α = 0.maka digunakan harga FLV = 0.2570 0.0000 omega 27. tabel 6.

747449028 C.037026226 0.808 % dari luas penampang sirkular kolom (At).Maka harga Cf = 0. table 6-1 dirancang panjang weir = 0.014 m = 9.3642E-01 7.000306855 0.2300 462.000000 ρ (g/ml) 0.7D (cross-flow trays).5 = [4. hal 163) Dalam perancangan ini prosentase flooding diambil sebesar 80% (nonfoaming liquids ).951 .At/π)0.361 m/detik ♠ Menghitung luas permukaan aktif An = Qv/Vf’ = 41.392/6.4894741 64.507 m2 Dari Treyball.5  7.8 = 6.889 ft Penentuan Diameter Seksi Bawah Menara ♠ Menghitung densitas cairan T = 427.136)/π] 0.29.2180 P = 1.498 ♠ Menghitung kecepatan flooding  ρ  ρV Vf  Cf  L  ρ V      0.118364 0.845165 0.08808  Menghitung diameter puncak menara D = (4. maka : Vf’ = 7.951 m / det (Reff :Treybal.(7.622399104 0. sehingga luas satu downspout sebesar 8. maka: At  An 6.000420 0.4108E-01 1.ρ 0.7277 547.361 = 6.0271E+00 Xw.45 .729941627 7.7708 19.5 = 3.965 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.136 m 2 1  downspout 1  0.507   7.087716844 0.036051 1. 0. pers 6.5 atm Xw 0.

6744 0.84136 73.24878 520.mix X W  VC  34.965 K Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Tc (K) 591.260 0.00011 0.32551 XW.ω 0.94470 x 0.259 0.30999 378.422 0.326 0.85190 XW. mix 34.263 ω 0.772 atm 427.5 atm Vc (cm /mol) 315.69379 Tr B1  0.200 3 Zc 0.8891 R  Tc  B  Pc  Pr Z  1   0.139   0.422 B 0  0.6  0.6938 Tc.27552 0.9448   R  Tc  Tr 0.172 0.800 369.260 617.800 379.Vc 0.00000 Xi.264 0.32589 XW. mix  Pr.Densitas cairan (ρL) = 747.46 .00042 0.449 kg/m3 ♠ Menghitung densitas uap T = 427.40204 44. mix  R   X W Z C   TC.48111 13.13276 320.25999 XW.00011 0.370 P = 1.21974 0.172  0.6597 4.8030 kg/m 3 V' C.00948 0.5 x 106.965 K T Tr.2 0.167 106.566327 3.03637 22.167 Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Xw 0.2082 m 3 /kg P  BMmix 1.139  0.11836 0.083   0.167 106.03066 0.69379 Tr B  Pc  B 0  ω  B1  0.326 0.5 atm P   0.0431 Pc.114 106.Tc 0.BM 0.772 atm 1.083  1.8274143 106.965 ZR T V'    0.Zc 0. mix 616.264 0.84516 0.0387231 89.082 x 427.16109 Pc.790 616.03859 0.8519 K 0.728628 12.1611 1 ρv   4.313 BM (mol/g) 92. mix    0.100 375.72540 616.03605 1.050 630.01128 0.

530 m 3 /detik 4.5400 25.47 .02  FLV    0.036051 omega 22. maka tray spacing (ts) = 30 in = 0.1000 FLV = 0.1611   13.omega 0.7706 x106. pers 6.2051 24.000420 0.1010 24.2300 462. hal 167) Asumsi diameter kolom = 10 .015 = 0.hal 169) C.2 (Reff :Treybal.4894741 64.2.01173 = 0.0093 20.1.449 x3600 V'BM mix 2207.0382 ♠ Prediksi tegangan muka campuran Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene kmol 0.9169 (Reff :Treybal.4344 XW.0991 kmol/jam V’ = V – F = 2207.7277 Xw 0.3693 2.7708 19.845165 0.2155 m 3 /detik ρL 747.7706 kmol/jam kmol/jam QL  QV  L'BM mix 5472.30.♠ Menghitung laju alir volumetric F = 2718.5  0.1.0744 ts + 0.4514 x106.12 ft . tabel 6.762 m (Reff :Treybal.9046 0.0304 ts + 0.8697 kmol/jam L’ = Lo + F = 5472.4514 ♠ Menghitung konstanta flooding Parameter aliran FLV dihitung dengan persamaan : FLV Q  L QV ρL    ρV  0.118364 0.0684 β = 0. maka untuk menghitung konstanta flooding (Cf) digunakan persamaan :   σ  1  β  Cf   α  log   0. tabel 6.hal 162) α = 0.803 x3600 ρV V = 4925.1611   0.

159 Maka harga Cf = 0. pers 6.08808  Menghitung diameter dasar menara D = (4.024 N/m    0.000000 24. 2  0.344 ft Menentukan Tebal Shell (ts)  Menghitung tebal shell bagian puncak menara Bahan konstruksi shell yang dipilih adalah karbon steel tipe SA-283 Grade C dengan spesifikasi : C.580 = 8.390) / π ]0.7D .0382     0.975 (Reff :Treybal.390 m 2 1  downspout 1  0. table 6-1 dirancang panjang weir = 0.5 = 3.5  1.At / π )0. maka : At  An 8.458 m = 11.29. maka : Vf’ = 1.530 / 1.975 x 0.0684 x log   0.2180 1.48 .580 m/detik ♠ Menghitung luas permukaan aktif An = Qv/Vf’ = 13. sehingga luas satu downspout sebesar 8.024  1  Cf    0.808% dari luas penampang sirkular kolom (At).563 m2 Dari Treyball. hal 163) Dalam perancangan ini prosentase flooding diambil sebesar 80%.5 = [4.547.159 ♠ Menghitung kecepatan flooding  ρ  ρV Vf  Cf  L  ρ V      0.563   9.2002 dyne/cm = 0.02  0.8 = 1.1     0.2002 Tegangan permukaan campuran (σ camp) = 24.(9.

5  9.  Menghitung tebal shell bagian bawah Bahan konstruksi shell yang dipilih adalah karbon steel tipe SA-283 Grade C dengan spesifikasi : Allowable stress (f) = 12650 psi Efisiensi pengelasan (E) = 0.214 in 10752.37 in/3.121 in C. (14.281 ft) = 118.1 x P operasi = 1. 1.125  0.6996 maka digunakan tebal shell standar ¼ in.125 in Persamaan yang digunakan : ts  Pr C f  E  0.125 in Persamaan yang digunakan : ts  Pr C f  E  0.696 psi/ 1 atm) = 16.1 .85 Faktor korosi (C) = 0.344 ft.37 in/3.6  P P = 1.331 in Sehingga : ts  959.1 .166 psi Diameter puncak menara = 9.889 ft x (39.1383  0.661 in Jari-jari menara (r) = D/2 = 118.281 ft) = 136. P operasi = 1.85 Faktor korosi (C) = 0.49 . (39.6  P P = 1. (14.Allowable stress (f) = 12650 psi Efisiensi pengelasan (E) = 0.2484 psi Diameter dasar menara = 11.696 psi/ 1 atm) = 24.1 x 1 atm .5 atm .661 in / 2 = 59.

maka dipilih head jenis torispherical dished head (Brownell. hal 88).076  1.50 . Menentukan tebal head (th)  Menghitung tebal head puncak Bahan yang digunakan sama dengan bahan yang digunakan untuk shell.Jari-jari menara (r) = D/2 = 136.76 dan 7.5490 maka digunakan tebal shell standar 5/16 in.2787 in 10752. Dalam hal ini : W = factor intensifikasi stress = ts = ¼ in rc = 54 1   rc  3    4   icr   0.7 hal 89. digunakan : OD standar = 60 in Icr =3 ¼ in Icr/rc = 0.25 x 3  4. (OD)s = (ID)s + 2.ts = 59.370  0.331 in + 2 ( ¼ in ) = 59.831 in Dari Brownell.121 in /2 = 68.061 in Sehingga : ts  1650.769 in   sehingga : C.0602 Karena icr/rc > 6 % maka digunakan persamaan 7.5    0.77 dari Brownell hal 138.5  14.125  0. karena tekanan kurang dari 200 psi. table 5.

5 1   rc   3      0.ts = 68.061 in + 2( 5/16 in ) = 68.2  P 21505  3.25 x 3  3.970  1.144 in 2  f  E  0.059 Karena icr/rc > 6% maka digunakan persamaan 7.914 C  0.51 .125  0. (OD)s = (ID)s + 2.125  0.76 dan 7.7 hal 89.197 in 2  f  E  0. table 5. hal 88).th  P  rc  W 1544.316 C  0. Dalam hal ini : W = factor intensifikasi stress W= 0.686 in Dari Brownell.850 diambil tebal head standar 3/16 in C. maka dipilih head jenis torispherical dished head (Brownell.2  P 21505  4. digunakan : OD standar = 72 in icr = 4 2 8 ts = ¼ in rc = 72 in icr/rc = 0.77 dari Brownell hal 138. karena tekanan kurang dari 200 psi.779 in 4   icr     sehingga th  P  rc  W 3105.2331 diambil tebal head standar ¼ in  Menghitung tebal head bawah Bahan yang digunakan sama dengan bahan yang digunakan untuk shell.

331 /2) – 3 ¼ = 26.416 2) 0. hal 88 diperoleh : Untuk th = 3/16 in.Menentukan tinggi menara destilasi  Menghitung tinggi head puncak menara Dari Brownell.061 /2) – 4 2 = 29.52 . table 5.917 in.3701 in) = 0.339 m C.667 + ¼ + 3 = 13.146 in tinggi head = b + th + sf = 11.75 in b = rc – (BC2 – AB2)0. Diambil sf = 3 in AB = (ID/2) – icr = (59.75 in 8 b = rc – (BC2 – AB2)0.5 – 3 in.416 in BC = rc – icr = 54 – 3 ¼ = 50.781 in 8 BC = rc – icr = 72 – 4 2 = 67.5 .146 + 3/16 + 2 = 13.5 = 54 – (50.75 2 – 29.maka diambil standar straight flange (sf) = 1. (1 m / 39.667 in tinggi head = b + th + sf = 10. hal 88 diperoleh : Untuk th = ¼ in.334 in .6.maka diambil standar straight flange (sf) = 1.5 = 11.5 = 72– (67.2 in.334 in = 13.3701 in) = 0. (1 m / 39.917 in = 13.5 = 10.75 2 – 26. Diambil sf =2 in AB = (ID/2) – icr = (68. table 5-6.353 m  Menghitung tinggi head dasar menara Dari Brownell.7812 )0.

53 .251 + 1254) in .544 m C.917 + 13.3701 in) = 32. (1 m / 39. ts seksi bawah) Dalam hubungan ini : th = tinggi head ts = tray spacing Nakt = jumlah plate / tray actual Maka tinggi menara : H = (13. Menentukan tinggi menara total H = (Σth) + (( Nakt seksi atas – 1).334) + ((22-1) x 24 in) + (25 x 30 in) H = (27.ts seksi atas) + (Nakt seksi bawah .

75 K : 1.97 K : D-02 : Memisahkan produk xylene dari komponen lain : Tray Tower (Sieve Tray) : Carbon Steel SA 283 grade C : 47 buah : Plate ke-22 dari puncak : 1.2 atm : 383.79 K : 1 atm : 427. Seksi bawah menara Diameter Tebal shell Tebal head : 3.RESUME Kode Fungsi Jenis menara Bahan konstruksi Jumlah plate actual Lokasi umpan masuk Rmin R Kondisi operasi menara Kondisi umpan : suhu tekanan Kondisi atas kolom : suhu tekanan Kondisi bawah kolom : suhu : 370.2684 (pendingin air) tekanan : 1.014 m : ¼ in : ¼ in : 13.54 .544 m b. Seksi atas menara Diameter Tebal shell Tebal head Tinggi head Tray spacing : 3.334 in Tray spacing : 30 in C.458 m : 5/16 in : 3/16 in Tinggi head : 13.917 in : 24 in : 32.5 atm Dimensi kolom Tinggi menara a.0147 : 1.

Menentukan tipe kondensor 2. Menentukan spesifikasi shell dan tube 1.6. Menentukan bahan konstruksi 3. Menentukan bahan konstruksi Dipilih bahan konstruksi jenis carbon steel SA-283 grade C dengan pertimbangan : Mempunyai allowable working stress yang besar Harga relatif murah C.79 K Kode : CD-02 Air pendingin masuk Fungsi : Mengembunkan hasil atas menara destilasi (D-02) Tujuan : 1. 2. KONDENSOR Gas 383.55 . Menentukan tipe kondensor Kondensor yang dipilih adalah horizontal kondensor dengan pertimbangan : Mempunyai overall heat transfer coefficient yang relatif lebih besar bila dibandingkan dengan vertical kondensor Maintenance dan struktur pendukung reatif mudah dan biayanya murah.79 K Air pendingin keluar CD-02 Cair 383.

302 in2 = 0.035.94 lb/jam Jumlah uap yang akan diembunkan : 200030. Menentukan spesifikasi shell dan tube Dari neraca panas didapatkan data sebagai berikut : Beban panas kondensor : 147.5oF b.461 kg/jam = 5.56 .042 lb/jam a.3.9627 kJ/jam = 139.42 27 Suhu tinggi Suhu rendah Selisih ΔTLMTD  27  149.551. Menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan Dari tabel 8 hal 840 Kern untuk sistem perpindahan panas antara light organic dengan air memiliki harga UD = 75-150 Btu / (jam)(ft2)(oF) Dalam perancangan ini dipilih harga UD = 148 Btu / (jam)(ft2)(oF) c.854.364.1963 ft2/ft = 0.42 163.342.41 kg /jam = 440. Menghitung ∆TLMTD Fluida Panas (0F) 249. dipilih pipa dengan kriteria : OD = ¾ in ao at’ ID = 0.42 249.620 in BWG = 16 L = 23 ft C.42  ln   136. Memilih jenis ukuran pipa Dari tabel 10 hal 843 Kern.42 0 Fluida dingin (0F) 113 86 27 Selisih (0F) 136.42  suhu rata-rata (ta) = (113+86) / 2 = 99.2 Btu/jam Jumlah air pendingin : 2.862.164.987.766.51o F  163.

16 :15/16 in triangular :1 f Mengkoreksi harga UD Menghitung harga A terkoreksi A terkoreksi = Nt x L x ao = 13770 x 23 x 0.TLMTD 139.02)(149.854.57 . Menghitung luas perpindahan panas (A) A Q 139.d.1963 = 6217.02 ft2 Menghitung harga UD terkoreksi UD  Q A terkoreksi . 23’0” : ¾ in.364.364.854.ao 23 (0.1963) Dari tabel 9 hal 841 Kern dipilih heat exchanger dengan ketentuan : Shell : 39 in :1 Tube Jumlah & pjg pipa tube OD.51)  C.BWG Pitch Pass ID Pass : 1377.51) e Menghitung jumlah pipa dan diameter shell Jumlah pipa tube (Nt) Nt  A 6298.2  149 Btu / (jam)(ft 2 )( o F) (6217.27   1394 L.TLMTD 148(149.2   6298.27 ft 2 U D .

721. Kern) ID 0. Perhitungan fluida dingin di tube 1) Menghitung flow area pipa at  Nt x at' 1377 x 0.862.58 .75 h.75 cp = 1.395 μ (1.1875 in Asumsi baffle space max = 39 in = ID shell C.5 V 3) Menghitung bilangan reynold dalam pipa Pada Ta = 99.667   7.75 = 0.620. Perhitungan fluida panas di shell 1) Luas aliran di dalam shell as  ID x C' x B 144 x PT Dalam hubungan ini C’ = jarak antar tube = PT .815) 4) Menghitung harga hi dan hio hi = 1740 h io  h i x (fig 25 hal 835.721.65 fps 3600.887 Gt 1.71)   105. Kern) IDt x Gt (0.667 lb/(jam)(ft 2 ) at 2.g.4 Btu/(jam)(ft 2 )( o F) OD 0.620.410.164.94   1.62  1740 x  1438.815 lb/(jam)(ft) Re t  (Fig 14 hal 823.702.887 ft 2 144 n 144 x 1 2) Menghitung kecepatan massa dalam pipa Gt  Wt 5. 3600 x 62.302   2.OD = 15/16-0.5oF  = 0.62 / 12)(3.

23 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene kmol 2171. μ 0.000002 0.42  99.000002 0.999880 0.90 (Tabel 6 hal 808 Kern) Menghitung viskositas pada tf = 183.000000 μ 0.2570 0.316572078 5.4  200 tf  (Tv  tw) 249.0000 0.2565769 2171.5  200 (249.042 (23)(1330) 2 3  158.0038 0.2565769 2171.28447E-07 3.k 0.8   183.537 lb/(jam)(ft) Asumsi h =ho = 200 Btu/jam.042   208.5174 Xi 0.0038 0.1125 G"  W L. Yaws.610F = 357.K) = 0.766 lb/(ft)(jam) C.0131 Xi.0287 (Reff: Carl L.3166 0.oF tw  ta  ho (Tv  ta) hio  ho  99.0287 0.0166 Btu/(jam)(ft2)(oF/ft) sf = 0.846 lb/ (jam)(ft 2 ) as 2.as  39 x 0.999880 0.5)  117.59 .987. tabel 22-1) f = 0.000000 k 0.2988 0.ft2.610F = 357.0000 0.5174 Xi 0.23 K Komponen Toluene Benzene Paraxylene kmol 2171.2570 0.0287 W/(m.3231 Xi.81733E-05 0.1125 ft 2 144 x (15/16) 2) Menghitung kecepatan massa di shell Gs  Ws 440.000118 1.31661078 (Reff: Carl L.701. tabel 24-1) kf = 0.Nt 2 3  440.8 o F 1438.987.1875 x 39  2.0287 0.42 = 0.000118 1. Yaws.42  117.3166 cp x 2.0277 0.61o F 2 2 Menghitung konduktivitas panas pada tf = 183.

12. Menghitung faktor kekotoran (Rd) Rd  U C  U D 167.1.4  190 j. Menghitung clean overall coefficient (Uc) Uc  h io x h o 1438. Tetapi hal ini tidak perlu dilakukan karena pada harga tw dan tf yang bedanya relatif kecil.U D 167.00075 U C . Kern  k f 3 .Dari persamaan 12.8 x 149 C.ρ f 2 .83 Btu/(jam)(ft 2 )( o F) h io  h o 1438.18 x 108 ft/jam2  = sf x 62.f.42 hal 266 atau fig.5 = 62.9 hal267.f sama) sehingga harga h yang diperoleh dari perhitungan ini dapat langsung digunakan. i.60 . Untuk mendapatkan harga h yang tepat dengan asumsi. maka h yang diperoleh dari perhitungan dijadikan harga asumsi h yang baru sehingga diperoleh tw dan tf yang berbeda.4 x 190   167.5 μ   f  f   1  1 3 Dalam hubungan ini : g = 4.8  149   0.g  3  4G"     h  μ 2  .5 Diperoleh h = ho = 190 Harga h yang diperoleh dari perhitungan berbeda dengan harga h asumsi. sifat fisis kondensat relatif sama (kf.

1010 )(0.0038 0.00014  ΔPt  f.54 + 1.846)   207.22.12 psi l.2565769 2171.D.9)(1)  2  4n  V    ΔPr       s  2.2355 0. Menghitung pressure drop di tube (∆PT) Untuk Re = 105394 Dari fig 26 hal 836 Kern didapat f = 0.259845555 (Reff: Carl L.14151E-05 0.L.259813723 4.42 oF Komponen Toluene Benzene Paraxylene kmol 2171.2659 Xi.1010.Gs (0.n 5.58 = 5.000118 1.65  62.g'  2  4 x 1  7. Kern) De.61 .2598 0.s. Yaws.2  144  ∆PT = ∆Pt + ∆Pr = 3.5        1. tabel 22-1) vapor = 0.946 μ 0.54 psi (5.000002 0. Menghitung pressure drop di tube (∆Ps) Pada Tv = 249.42 = 0.999880 0.Gt 2 .00014)(1.62/12)(0.58 psi   1  2 x 32.22.0458)(208.t (0.000000 μ 0.μ 0.2598 x 2.0458 ft Re s  (fig 28 hal 838.16532E-07 3.k.667) 2 (23)(1)  3.701.0458 C.2570 0.626 lb/(ft)(jam) De = 0.620.721.5174 Xi 0.55 /12 = 0.

22.oF) Rd = 0.89 psi 2 (5.oF) 1438.028 IDs  39  3.1010 )(0.oF) UD = 149 Btu/(jam.  0.12 2.f = 0.25 ft 12 1 f.Gs 2 .5 = 0.00012 Jumlah crosses = N+1 = L tube / B = 7 BM = 92.1010 De.1780 lb/ft 2  249.4 UC = 167. Kern) 92.ft2.1156 g/ml P puncak kolom = 1 atm = 14.42  460  14.0458)(0.00012)(208701.00075 (hr)(ft2)(0F)/Btu 0.846) 2 (3.83 Btu/(jam.028) SUMMARY Shell side (fluida panas) Tube side (fluida dingin) Toluene Air 190 h outside (Btu/jam.1156  0.22.7  s = 0.s 1 (0.IDs(N  1)  .89 ∆P perhitungan (psi) 5.7 psia ρ (fig 29 hal 839.25)(7)  .62 .0 ∆P diijinkan (psi) 10.ft2. ΔPs 2 5.ft2.7  359    32  460  14.178 / 62.0 C.

7. Menentukan spesifikasi shell dan tube 1.000 Btu/(hr)(ft2) Tergolong sebagai reboiler parsiil 2. Menentukan bahan konstruksi Dipilih bahan konstruksi jenis Carbon Steel SA-283 grade C dengan pertimbangan : Mempunyai allowable working stress yang besar Harga relatif murah C. REBOILER Kode : RB-02 Fungsi : Menguapkan kembali hasil bawah menara destilasi (D-02) Tujuan :1.63 . Menentukan bahan konstruksi 3. Menentukan tipe reboiler 2. Menentukan tipe reboiler Reboiler yang dipilih adalah forced-circulation reboiler dengan pertimbangan Harga flux (Q/A) reboiler ini > 12.

3. Menentukan spesifikasi shell dan tube Dari neraca panas didapatkan data sebagai berikut : Beban panas reboiler Jumlah steam jenuh a. Menghitung ∆TLMTD Produk bawah akan diuapkan secara isothermal pada T = 427,97 K= 310,680F Pemanas yang dipakai berupa steam jenuh pada T = 533,15 K = 500 0F Jadi ΔTLMTD = 500 – 310,95 = 189,32 0F b. Menghitung harga Tc dan tc Aliran shell dan tube secara isotermal yaitu Tc = 500 0F dan tc = 310,68 0F c. Menentukan harga koefisien perpindahan panas keseluruhan Dari tabel 8 hal 840 Kern untuk sistem perpindahan panas antara light organic dengan steam memiliki harga UD = 100 -200 Btu / (jam)(ft2)(oF) Dalam perancangan ini dipilih harga UD = 190 Btu / (jam)(ft2)(oF) d. Memilih jenis ukuran pipa Dari tabel 10 hal 843 Kern, dipilih pipa dengan kriteria : OD BWG L = ¾ in = 16 = 22 ft ao at’ ID = 0,1963 ft2/ft = 0,302 in2 = 0,620 in = 172.474.765,941 kJ/jam = 163.476.929,8 Btu/jam = 103806,66 kg/jam = 228.852,1626 lb/jam

e. Menghitung luas perpindahan panas (A)
A Q 163.476.929,8   4497,276 ft 2 U D .TLMTD 192(189,32)

C- 64

f Menghitung jumlah pipa dan diameter shell Jumlah pipa tube (Nt) Nt  A 4497,276   1042 L.ao 22(0,1963)

Dari tabel 9 hal 841 Kern dipilih Heat Exchanger dengan ketentuan :
Shell ID : 37 in Baffle : 7 in Pass : 1 Tube Jumlah & pjg pipa tube OD,BWG Pitch Pass

: 1044, 22’0” : ¾ in, 16 :1 in triangular :2

g Mengkoreksi harga UD Menghitung harga A terkoreksi A terkoreksi = Nt x L x ao = 1044 x 22 x 0,1963 = 4508,618 ft2 Menghitung harga UD terkoreksi

UD 

Q A terkoreksi .TLMTD
163.476.929,8  191,5 Btu / (jam)(ft 2 )( o F) (4508,618)(189,32)

 Perhitungan fluida panas (steam) di tube 1) Menghitung flow area pipa
at  Nt x ai 1044 x 0,1623   0,5883 ft 2 144 n 144 x 2

2) Menghitung kecepatan massa dalam pipa Gt  Wt 228.852,1626   389.005,8858 lb/(jam)(ft 2 ) at 0,5883

C- 65

3) Menghitung bilangan reynold dan JH Pada Tc = 500 oF
Komponen Toluene Paraxylene Metaxylene Ortoxylene Xi 0.000420 0.845165 0.118364 0.036051 1.000000


0.0887 0.1047 0.1054 0.1199

Xi.  3.72941E-05 0.088483081 0.012474313 0.004322372 0.105317061

(Reff:Carl L. Yaws, tabel 22-1)  = 0,1053 x 2,42 = 1,2548 lb/(jam)(ft) Re t  Dt x Gt (0,62 / 12)(389.005,8858)   16017 μ (1,2548)

4) Menghitung harga hi dan hio Pada Tc = 500 oF Untuk steam hi = 1500 Btu/(hr)(ft2)(0F) Harga Фt =1

h io hi ID 0,62  .  1500.  1240 0,75  t  t OD
hio = 1240 Btu/(hr)(ft2)(0F)

C- 66

 Perhitungan fluida dingin di shell Harga film coefficient untuk penguapan bahan organik baik naturalcirculation maupun forced-circulation maksimum 300 Btu/(hr)(ft2)(0F). (Reff: Kern, hal 460) Asumsi harga ho = 250
tw  tc  hio (Tc  tc) hio  ho 1240 (500  310,68)  468,23 o F 1240  250

 310,68 

(∆t)w = tw – tc = 468,23 – 310,68 = 157,55 oF Dari fig 15.11 hal 474 Kern didapat ho > 250 maka diambil harga ho = 250. h. Menghitung clean overall coefficient (Uc)

Uc 

h io x h o 1240 x250   208,05 Btu/(jam)(ft 2 )( o F) h io  h o 1240  250

i. Menghitung faktor kekotoran (Rd)

Rd 

UC  UD 208,05  191,5   0,00041 U C .U D (208,05)(191,5)

C- 67

 Menghitung pressure drop 1) Shell side (∆Ps) : diabaikan 2) Tube side (∆Pt) Untuk Re = 16017 Dari fig 26 hal 836 Kern didapat f = 0,00024 Dari tabel 6 hal 808 Kern didapat s = 0,9
ΔPt  f.Gt 2 .L.n 5,22.1010.D.s.t

(0,00024)(389005,8858) 2 (22)(2)  0,66 psi (5,22.1010 )(0,62/12)(0,9)(1) V2  0,021 2.g '

Dari fig 27 hal 837, Kern diperoleh

2  4n  V   4 x 2   ΔPr    0,021  0,19 psi    s  2.g'   0,9 

∆PT = ∆Pt + ∆Pr = 0,66 + 0,19 = 0,85 psi

SUMMARY
Shell side (Cold Fluid) Tube side (Hot Fluid) Xylene Steam 2o 1240 h outside (Btu/jam.ft . F) 250 UC = 208,05 Btu/jam.ft2.oF UD = 191,5 Btu/jam.ft2.oF Rd = 0,00041 (hr)(ft2)(0F)/Btu Diabaikan ∆P perhitungan (psi) 0,85 Diabaikan ∆P diijinkan (psi) 2

C- 68

8. REAKTOR
Feed in

R-01

DOW TERM out

DOW TERM in

Produk

Kode : R-01 Fungsi : Tempat berlangsungnya reaksi Disproporsionasi toluene dengan bahan baku utama toluene membentuk paraxylene dengan katalis ZSM-5. Tujuan : 1) Menentukan jenis reaktor 2) Menentukan bahan kontruksi 3) Menentukan kondisi umpan 4) Menentukan jumlah dan susunan tube 5) Menentukan diameter shell dan tube 6) Menghitung panjang tube 7) Menghitung berat katalis 8) Menghitung pressure drop 9) Menghitung tinggi reaktor 10) Menghitung volume reaktor

C- 69

425 – 431 ) C.  Kondisi operasi :  Non isotherrmal – non adiabatis  Tekanan feed masuk 30 atm  Suhu feed masuk 390 oC dan keluar pada suhu 400C 2.1. Menentukan jenis reaktor Dipilih reaktor jenis fixed bed multitube dengan pertimbangan :   Reaksi dalam fasa gas dengan katalis padat Reaksi eksotermis sehingga diperlukan luas perpindahan panas yang besar agar kontak dengan pendingin berlangsung optimal     Pressure drop lebih kecil daripada fluidized bed Abrasi pada dinding tube dapat diabaikan Tidak diperlukan pemisahan katalis dari gas keluaran reaktor Pengendalian suhu relatif mudah karena menggunakan tipe shell and tube Kontruksi reaktor lebih sederhana dibandingkan dengan reaktor fluidized bed. hal.70 . Menentukan Bahan Kontruksi Dalam perancangan digunakan bahan kontruksi low – alloy stell SA – 302 grade B dengan pertimbangan sebagai berikut :    Memiliki allowable stress cukup besar Harga relatif murah Bahan tahan korosi dan ( Hill. operasional perawatannya relatif lebih murah. dengan demikian maka biaya pembuatan .

36126 0.29428 6.012 Yi x Pc 26.00098 -0.00941 0.4803 B.326 0.9187 0.4800 1628.05 630.16881 0.42491 5.58  0.1069 0.0016 51. Tc.0104 0.9583 45.4.9995 0.26 617.   R.31063 0.167 106.262 0.18 190.3671 1.3 – 3.00316 0.3327 0. 5 pada hal 18.03745 0.Tc   Tr  Persamaan yang digunakan untuk menghitung Pc.6706 0.3. Menghitung BM Umpan Untuk menghitung BM umpan digunakan persamaan : BM =  ( i x BMi ) Komponen Toluena Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 TOTAL kmol/jam 3155. Pc =  ( i x Pci ) Tc =  ( i x Tci )  =  ( i x i ) Komponen Toluena Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 TOTAL Yi 0. dan  campuran diperoleh dari Byron Bird persamaan 1.99277 11.0000 1.37 33.438 Tc (K) 591.0006 62.141 106.947 36.5527 34.56566 Yi x  0.0000 Yi x BMi 59.Pc   Pr  Z 1   .11650 4.216 0.00307 0.3356 0.043 Yi 0.00004 1.8517 12.7385 BMi 92.79 616.00336 0.24750 Yi x Tc 381.00735 406.6443 0.0516 46.01043 0. Menentukan Kondisi Umpan A.0000005 0.31 -0.6509 34.64431 0.0978 15.016 16.0094 0.12838 0. Menghitung harga Z umpan  B.00000 Pc (atm) 40.167 106.1889 4896.0032 0.07185 0.71 .32899 0.167 2.10436 C.33265 0.80890 1.322 0.00175 31.

Laju volumetrik umpan (V) Q = (Z.139 – (0.9601/1.6307 Pr = P/Pc = 30/31. hal 88 titik ( Pr.10436 Dari Smith Van-Ness fig.10436) x 0.10997 + (0.05 X 663 D.896.. Pers.172/ 1.172/ Tr4.R.9424 C.2 ) = 0.63071. Z = 1 + BP/RT = 1 + BPc/RTc x Pr/Tr Dimana : BPc/RTc = B0 + B’ B0 = 0.( 0.72 .139 – (0.422/Tr1.0366 gram/cm3 Z .09777 RTc Z = 1 + (-0.9424 X 82. 3rd ed. Tr ) berada diatas garis maka menghitung Z menggunakan virial coefficient.083.6307) = 0.4803   0.63074.n.083 – (0.T) / P Laju mol umpan = 4.T 0.2 ) = 0.Umpan masuk reaktor pada kondisi : T = 390C = 663 K P = 30 atm Tr = T/Tc = 663/406.6) = 0.2051 mol/det C. Menghitung density umpan ( ) ρ = P.3-11.BM 30 X 62.N.2475 = 0..738.5657= 1.1169 = -0.5 mol/jam = 1360.6) = -0.9601  = 0. yang digunakan dari Smith V.422 /1.09777)( 0. hal 87.1169 BPc  -0.R. pers.10997 B’ = 0. 3-35 s/d 3-38.

1. hal 16 dengan memplotkan ( Tr.5350 1.6509 34.181.438 Tc (K) 591.9424 x 1360.9698  1. Untuk viskositas gas camp (low density) dari Bird pers.0160 16.707 0.10-5 ( M.05 630.77 .44.301 1.i ( xj.167 2.928 C.4-19. ( Tc 1/3 ) Pc T/ = T/0.K ) x 663 K  30 atm = 908.18 190.2051 (mol / det) x 32.13 pada hal 22-23 didapatkan persamaan-persamaan sebagai berikut : / = 0.1410 106.0104 0.V  0. Menghitung viskositas umpan ( )  umpan dalam fase gas dapat dihitung dari Bird pers.5527 34.279 1.ij ) 1 1 dengan  ij = ( ) 2 ( 1 + Mi/Mj )-1/2 { 1 + ( i/j )1/2 ( Mj/Mi )1/4 }2 8 Komponen Toluena Parxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Xi 0.057( atm.4-11.0430 Pc (atm) 40.6005 1.70 ( BM )1/2 ( Pc )2/3 ( Tc )-1/6 Atau dari Bird fig.5456 4.314 0.T )1/2/ ( 2  ) Harga  diperoleh dari tabel B-2 Bird hal 746. hal 17 c = 7.58 T/ 1. 1. 1.3327 0.73 . 20 hal 24 Persamaan Wilke :  mix   xi. Tc  = 2.6693.79 616. 1.795 cm3/det E.947 36.301 1.Pr ) maka diperoleh harga (/c ).3-1.3-2.5025 28.167 106.5369 1.8517 12.26 617. Dari Bird pers.6443 0.0094 0.9583 45.0032 0.37 33.167 106.00004 BM 92.cm 3 / mol.77 Tc  = 2.

000301 0.9350 c 0.0027 0.Komponen Toluena Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Xi 0.00000014 0.0000 ij 1.6177 6.0190 0.8263 272.8037 198.0007 0.9626 6.0204 0.2137 0.0008 0.1522 1.0572 0.0000 0.00012387 0.7982 0.0015 0.1713 0.0000934813 0.6776 1420.5653 0.000289 0.0327 195.0075 0.0184 1.0190 0.7434 6.9889 1.6622 1.0094 0.0000 1.1392 0.7289 C.6622 52.5705 197.0000 i/j 1.1392 0.0000000014 0.0000 0.0161 923.6307 0.8189 6 0.1270 0.0004 0.0011 0.2565 0.000291 0.0573 1.0000 1.6466 1.8679 1.0032 0.2004 1.0103 0.0190 0.0005 0.0076 175.3327 0.2267 3 195.0081 52.0032 17.0000  Xi.0031 0.0104 0.0000 908.0000000004 0.7525 0.1511 0.0000 1.9578 5.5466 0.0000 178.3381 3.00019159 Xi.8679 1.3089 0.7501 0.9841 0.0000 1.3537 6.9952 1.1511 45.0007 0.7129 0.1149 1427.4833 0.0000 1.4469 1405.0000 0.9944 1.0011 0.0000 1.2564 0.0000 Xj.2424 0.6443 0.2565 0.6425 0. ij 0.0000 1.3205 1081.4878 0.00014509 0.9920 0.0219 0.0009 0.2448 1.0032 17.0024 1.0000 1.00000013 0.7428 275.00004  5.0000 1.0094 0.1522 0.0000 1.8413 1064.3690 6.9976 1.0000 0.0013 0.8679 1.0094 0.9527 0.0077 177.0000 1.4849 0. I 0.0056 52.7049 52.6443 0.0000000074 I J 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 1 2 3 4 5 6 Mi/Mj 1.0024 0.0009 0.0000 0.0000000013 0.0104 0.9735 0.3166 4 193.1511 0.0006 0.2179 5 0.000164 i 0.1522 1.0032 17.74 .00000013 0.0048 1.0000412073 0.0007 0.6622 52.3327 0.0094 0.0000 52.0011 1.0572 0.9905 277.0000 0.1393 0.0000 1.8640 2 196.0000 7.0002 0.8538 1.1257 1.2869 3.000034 0.8786 0.0009 0. ij 1 0.6177 6.000300 0.7573 0.7042 1076.7287 1.6177 0.0000 1.1741 0.0113 918.0104 0.

6693.707 0.0104 0.3-13.000000000006 4.0000087504503 0.000000000002 5.9698 = 1.0000000047087 1 . 0.Xi 0. . 0..5350 1.44. hal 255.5456 4.18 Bird.2869 3.0094 0.3690 6. dapat dihitung dengan pers 8.000011734 0.5369 1.75 .T )1/2/ 2 Harga  diperoleh dari tabel B-2 Bird hal 746 Untuk kg gas camp. 0. Tc  = 2.9626 6.000457878 0.ij   Xi.3381 3.000088989 kgi.000000009 0.314 0.000000010 0.0000000000002 0.000000010138 Diperoleh harga viskositas gas campuran umpan sebesar :  = 0. 258 : kg = 1.77 Tc  = 2.000000000007 3. kg mix =   Xj. hal 22-23 didapatkan persamaan-persamaan sebagai berikut : / = 0. ( Tc 1/3 ) Pc T/ = T/0. ij = 1.10-5 ( M. 0.3327 0.928 kgi 0. i / Xi.0000000000005 0.000108199211 2.6443 0.000000009 0. Konduktvitas panas ( kg ) Untuk konduktvitas panas dapat dihitung dengan persamaan 8.00004  5.000050321956 6.0001860056840 0.6005 1.301 1.279 1. 0.00000756016 0.00000000009 0.Xi.9350 T/ 1.00000000003 0.000158531320 gr/cm.0000000000005 0.3537 6.17.77 .det F.00015231498 0.5025 28.kgi C.9891 x 10-4 ( T/M )1/2/ 2 dengan 1  ij = ( ) 2 ( 1 + Mi/Mj )-1/2 { 1 + ( i/j )1/2 ( Mj/Mi )1/4 }2 8 Komponen Toluena Paraxylene Metaxylene Ortoxylene H2 CH4 Xi 0.0032 0.00000000010 0.00000000343 kg mix 0.301 1.3-15 Bird. 0.

94761.00015853132)/5. maka aliran gas di dalam tube harus turbulen dengan NRe > 2100.2502 = 1.det.8.79 gr/cc V = (45000 x 0.3587881 gr/cm2.1447.. Menghitung mass velocity ( G ) Dari Hill pers.2 x 1. 10-4 joule/cm.det C.560 digunakan untuk menghitung mass velocity G = ( Nre x  )/ Dt = (45000 x 0.79) = 19.Diperoleh harga kg mix umpan sebesar = 1. Diambil NRe = 45000 V= Nre.76 .927121 cm/det H.det. Menghitung kecepatan linier umpan Agar reaksi dapat berlangsung .K G. hal . 13.10-4 cal/cm. K = 8.00015853132) / (0.  /p Dp Dimana : Dp = Diameter partikel katalis ( cm ) = 0.2 cm p = 1.2.

961 /1. Pt = 1.975 in C’ = 2. Menghitung jumlah dan susunan tube a.4.896.3588 = 62545.4803 = 305949460 gr / jam = 84985.411 / 21.6129 = 2893.38 = 0.38 = 2.5 x 62.738. Menghitung luas penampang semua tube dalam reaktor ( At ) At = Fm / G dimana : Fm = mass velocity ( gram/ detik ) Fm = n x BM = 4.77 .411 cm2 b. Menentukan susunan tube Direncanakan tube disusun dengan pola triangular pitch.5950 in C.975 .2.25 x ODt = 1.961 gr / det At = 84985.8926 = 2894 tube c.25 x 2. Menghitung jumlah tube ( Nt ) Nt = At / at = 62545.

sin 600 ) – ( 0.32725 y .5.14/4 )x 2.3717 inch IDs = 201.4094 = 0 untuk mencari persamaan tersebut digunakan rumus : y 1.14 / 4[( IDs  1.69n  0.8)] 1.975. Menghitung diameter dalam shell Asumsi : y = IDs – 1.9]  [ PT ( IDs  1. in Pt = pitch tube.975.5x(3.2 =  b  b 2  4ac _ 2a maka didapat : y = 200.Free area = ( 0.25.4517 inch C. hal.233( PT ) 2 Dimana : Nt = jumlah tube = 2894 IDs = diameter dalam shell.Q Kern.2.080) 2  0.080 Dengan memasukkan nilai yang diketahui maka persamaan diatas menjaadi 0.080)(0.382 ) ( D. 1983 Hal 138-139) Diameter dalam shell dicari dengan persamaan dari Ludwig Vol.785 y2 + 0. III. Nt = 3. in N = tube pass = 1 4.2. Menentukan diameter shell dan tube a.31582.78 .

K ♣ Pada bagian tube : Koefisien perpindahan panas pada bed ( tube ) dihitung menurut Froment and Bischoff hal.94761 x 10-4 cal/cm.(ft2). 006567 hi = 477.jam = 0.det = 1.19833  = 414. Menghitung koefisien perpindahan panas overall ( Ud ) Dp IDt ODt Gg g kg = 0.F = 1. e IDt IDt DP 4.17225 = 0.17225  hio = 477.172225 0.1526 hi = (0.6 3.(F/ft) C.(ft2).jam.0384).19833 ft ft = 10018.5kg (Dp x Gg/g).5 x0.8011 Btu/ (jam).1526 Btu/ft.b.2 cm = 2.0384 lb/ft.006567 ft = 0.79 .jam = 0.6132 x   0.6132 Btu/ (jam).58531 x 10-4 gr/cm.067 inch = 2. 749 hi =  4.17225 0.(F/ft)  IDt  hio = hix   ODt   0.358788123 gr/cm2.8649 lb/ft2. e 0.det = 1.det. 6 3.006567 x 10018.8649 /0.38 inch = 0.

jam = 0.86 x 2.2469 = 188391.PT Gs = 2872392.86 Pt  1 / 2 x 3.80 . lb/ft2. direncanakan = 54.4934 inch as = flow area pada shell.4517 inch B = Baffle spacing.♣ Pada bagian shell : Sebagai pendingin yang mengalir di dalam shell dipakai Dow Therm A dengan data sebagai berikut : Cp k s s = 0.jam = 38 lb/ft3  Menghitung bilangan Reynold di shell ( Res ) Gs = mass velocity dalam shell.2469 ft2 144.076 Btu/ft.975  1 / 2 x 3.0559 ft C.14 x ODt 2      2 = 4 x 1 / 2 x 2.14 0.jam De = diameter ekivalen = 4 x 1 / 2 x Pt x 0.6589 lb/jam IDs = diameter dalam shell = 201.C '.19833    De = 48.975 x 0.763 kg/jam = 2872392. ft2 = IDs.B = 15.526 Btu/lb0F = 0.5686 lb/ft2.726 lb/ft.6589 /15.14 OD t / 4 1 / 2 x 3.jam = Ws/as Ws = laju alir pendingin = 1.6902 inch = 4.14 x 0.19833 / 4 1 / 2 x 3.302.908.

(ft2). hal.Res= Gs.(F/ft) c.De 0.0005 = 0. fig.81 .5686 x 4.726  1/ 3 = 11.(ft2).(ft2).726 188391.4555 Btu/(jam).526  = 700    0.726 = Dari Kern. didapat : Rd shell = 0.(F/ft) Dari Kern tabel 12.2619 Btu/(jam).1412  0.0559 = 998474 0.0015  11.7808 hio  ho = 11.001 Rd = Rd shell + Rd tube = 0.0015 UD = 1 1 Rd  Uc = 1 1 0. hal 838 didapat JH = 700 ho = JH ( k/De ) ( Cp s/s )1/3  0.8011 x 11.7808 Btu/(jam).(F/ft) C. Clean overall coefficient ( Uc ) Uc = 414. 845. 28.7808 hio x ho = 414.8011  11.4555 = 11.001 + 0.076  0.

( -ra ) B.( -ra ) B.( -ra ) B. Menghitung panjang tube Panjang tube dapat diselesaikan dengan persamaan – persamaan profil berikut :  Profil konversi sepanjang reaktor  Profil temperatur sepanjang reaktor  Profil temperatur pendingin sepanjang reaktor  Profil pressure drop sepanjang reaktor Perhitungan profil masing – masing persamaan sebagai berikut : Menentukan persamaan profil konversi terhadap panjang reaktor Profil aliran gas dalam tube : FA XA FA + XA + OD Z=0 Z=L Neraca massa pada elemen volume V : Input = Output .V.82 . Nt.V. Nt. ( 1 - ) FAZ = FAZ+Z .6./4.FAZ+Z = .(ID )2 ( 1 - ) Z C. ( 1 - ) Z FAZ . Nt.reaksi + ACC Pada keadaan steady akumulasi = 0 Maka : FAZ = FAZ+Z .

Nt. dX X =  ( Xi ) Maka :  FA0 .dX = .lim Z FAZ .(ID )2 ( 1 - ) dZ dX = ./4. cm = densitas katalis./4.(ID )2 ( 1 - ) Z dFA = ./4. kmol/jam T Nt ID B  Z = Temperatur.( -ra ) B.(ID )2 ( 1 - ) dZ dimana : FA = FA0 ( 1 – XA ) dFA = FA0 d( 1 – XA ) dX dFA = -FA0 .(ID )2 ( 1 - )/ FA0 dZ keterangan : FA0 = laju reaktan toluena masuk reaktor. Nt. Nt. K = jumlah tube = diameter dalam.365 = panjang tube dihitung dari atas ./4.FAZ+Z = . gram / cm3 = porositas katalis dalam bed = 0.( -ra ) B.83 . cm ( -ra )= kecepatan reaksi C. Nt.( -ra ) B.( -ra ) B.

Z.reaksi + acc Pada keadaan steady acc = 0  HiZ = [(HiZ+Z + Ud.  Hi =  Fi..Cpi dT C.OD( T – Ts) .OD.Z.Menentukan persamaan profil temperatur terhadap panjang tube FA HI FA + HI + ID OD Z=0 Z=L Neraca panas dalam elemen volume ( dV ) Input = Output .HiZ+Z = Ud.[((-HR)(FAZ – FAZ+Z)] Z lim Z Z Dimana : FA = FAo( 1 – XA ) dFA = Fao dXA  Hi  Hi dT = dT dT dZ Z  HiZ = Ud..84 .(-HR) dFA dZ 0 Z .HiZ+Z = Ud..OD.OD( T – Ts) .( T – Ts))] – [((-HR)(FAZ – FAZ+Z)]  HiZ .[((-HR)(FAZ – FAZ+Z)] Z  HiZ ..( T – Ts) .

( T – Ts) Z dHs lim Z Ws.FAo.Nt.Nt.( T – Ts) dZ Z 0 Dimana : dHs dHs dTs  dZ dTs dZ dan dHs  Cps dTs sehingga : C.D.( T-Ts ) – ( -HR )   dZ dZ   Ud .Cpi ) .FAo.D.OD.HsZ+Z = Ud.dXA   UD. dT   FAo.maka  ( Fi.Cpi ) dXA dZ Menentukan persamaan temperatur pendingin sepanjang reaktor Neraca panas pendingin sekitar elemen volume ( dV ) : Input = output + acc Pada keadaan steady acc = 0 Maka : Ws .Nt.Z.85 ..OD..( T – Ts) Z Ws .D.Z..  ( Fi.( T – Ts) Ws .  Ud.HsZ+Z = Ud.OD.Cpi ) dXA dZ dT  dZ untuk semua tube : dT  dZ Ud .HsZ+Z = Ud.D.(T  Ts )  (H R ).(T  Ts )  (H R ). HsZ – Ws.  ( Fi..Nt.. HsZ – Ws. HsZ – Ws...

Cps Keterangan : Ws = laju alir pendingin.D.Nt.u/(3).Dp)(1-)/(3)[150(1-)/Dp + 1. ..g.(T  Ts ) = dZ Ws.K Menentukan persamaan profil perbedaan tekanan sepanjang tube Untuk pressure drop persamaan yang digunakan adalah persamaan Ergun ( sumber : Wallas. dTs = Ud.75>(1-). kkal/gram.194 ) dP  150 (1-)2/3 .004906 FAo H2 CH4 = 0.G.01618 Fao Metaxylene= 0. Laju alir feed proses  Sebelum reaksi : Toluena = Fao Paraxylene = 0.u/(Dp)2 + 1. D.Ws .516296 FAo = 0..Dp dZ atau dP  (G/.0000598 FAo C. 8-27.01461 Ortoxylene = 0.86 .75G] dZ Menentukan persamaan kecepatan reaksi kimia ( -ra ) a. (T-Ts) dZ dTs Ud . gram/detik Cps = kapasitas panas pendingin. pers. Cps .hal.Nt.

XA ) FAo = ( 0.XA.XA ) FaoCpC + ( 0.Cpi )  ( Fi.01461 + 0. Menentukan  ( Fi.CpG c.CpF + 0.01461 + 0.XA ) FaoCpE + 0.Cpi ) = Fao ( 1.447 exp    T  KT  4924  = 0.CpB + ( 0.XA ) FaoCpD + ( 0.XA )CpA + 0.022. PB.005.488.516296 FAo = 0.FAo. PX = Tekanan parsiil toluene.485.0000598 FAo Paraxylene = FC Metaxylene= FD Ortoxylene = FE H2 CH4 = FF = FG b.FAo = ( 0.XA ) FAo = ( 0.516296 FAo.47 exp    T  C.488.0000598 FAo.XA ) = 0.485.005.01618 + 0.01618 + 0.022.004906 + 0.87 . benzene dan xylene k1   6238  = 0.XA ) FAo = 0.004906 + 0.XA. Setelah reaksi : Toluena Benzena = FA = FB = Fao ( 1. Menentukan kecapatan reaksi ( -ra ) Persamaan kecepatan reaksi :  PP  k1  PT  B X  KPT  -ra =  K PP 1 T B X KPT dalam hubungan ini : PT.

didapat : C.5 : 1 H2 = 0.5 PB = PX = Dengan memasukan harga – harga tersebut.5 PT = 1 X ( 30 )  20 (1  X ) 1. X ( 30 )  10 X 1. 1952. X ( 30 )  10 X 1.Menghitung tekanan parsial Basis 1 mol toluene H2 / toluene = 0. maka persamaan – persamaan diatas menjadi : k { ( 20  20 X )  5X 2 K (1  X ) K 5X 2 1 T K (1  X ) -ra = Menghitung harga K pada suhu T 2T B + X dengan menggunakan data yang diperoleh dari Yaw’s.88 .5 mol Tekanan total = 30 atm 2T 1–X B ½X + X ½X Jumlah mol = ( 1 – X ) + ½ X + ½ X + 0.5 1 / 2.5 1 / 2.5 = 1.

T2/-RT d.1916E-5.Dp dZ dTs Ud ./4.15282T + 3.(T  Ts ) = dZ Ws.(ID )2 ( 1 - )/ FA0 dZ dT F2 =  dZ F3 = Ud .2383T + 3.813 + 0..T2 ) Gf = 3.499E-5.Cpi ) dXA dZ dP  150 (1-)2/3 .Greaktan = (GB .Gf = Gproduk .T2 Harga pada suhu T dapat didekati dengan persamaan : G = ..01574T + 1.RT ln K sehingga : ln K = 3.95 + 0.75>(1-).23E5.(T  Ts )  (H R ).Cps F4 = C.u/(Dp)2 + 1.D.6522E-5.FAo.T2 ) + (17.33952T + 4. Nt.u/(3).836 + 0.836 + 0. Menghitung panjang tube Persamaan differensial yang didapat adalah : F1 = dX = .01574T + 1.GX ) – 2 (GT ) = ( 81.Nt.T2 ) – 2 (47.512 + 0.499E-5.OD.89 .( -ra ) B.  ( Fi.G.

yo.zo) x k1 = f2 ( xo. ( Harold S.zo + k3) x y = ( k1 + 2K2 + 2k3 + k4 ) / 6 z = ( k1 + 2K2 + 2k3 + k4 ) / 6 x1 = x + xo Dan seterusnya sampai harga x.yo + k3.y.zo + 1 ) x 2 2 2 x k k .zo + 1 ) x 2 2 2 x k k .zo + k3) x k4 = f2 ( xo + x. atau z mencapai harga yang diinginkan.yo + k3.yo + 2 .zo + 2 ) x 2 2 2 x k k .zo) x k2 = f1 ( xo + k k x .y. atau y.zo + 2 ) x 2 2 2 k2 = f2 ( xo + k3 = f1 ( xo + k3 = f2 ( xo + k4 = f1 ( xo + x.yo + 2 .yo + 1 . 1957 ) C.z) dx k1 = f1 ( xo.z) dx dz  f2 ( x.yo.yo + 1 .90 . maka kenaiakn z dan y dapat dihitung dengan persamaan : dy  f1 ( x. Mickley.Keempat persamaan di atas dapat diselesaikan secara simultan dengan menggunakan metode Rungge – Kutta dengan kenaikan X.

Po + . Po + . Tso + ) Z 2 2 2 2 Z xk Pk1 Tsok1 .Metode yang sama dilakukan pada keempat persamaan differensial diatas sehingga didapat : X T Ts P = konversi sepanjang tube = 0. Po. Tso. xo + 1 . xo + 1 . Tso + ) Z 2 2 2 2 Z xk Pk1 Tsok1 . xo + 1 . Po. Tso.31 = Temperatur sepanjang tube = Temperatur pendingin sepanjang tube = Tekanan sepanjang tube  Persamaan k1 untuk masing – masing persamaan Xk1 Tk1 = f1 ( xo. Zo ) Z = f2 ( xo. Tso. Po. Zo ) Z Tsk1 = f3 ( xo.91 . Tso + ) Z 2 2 2 2 Z xk Pk1 Tsok1 . Tso. Po. Zo ) Z  Persamaan k2 untuk masing – masing persamaan Xk2 = f1 ( Zo + Z xk Pk1 Tsok1 . Zo ) Z Pk1 = f4 ( xo. Po + . Tso + ) Z 2 2 2 2 Tk2 = f2 ( Zo + Tsk2 = f3 ( Zo + Pk2 = f4 ( Zo + C. xo + 1 . Po + .

dan P x T Ts P = ( xk1 + 2xk2 + 2xk3 + xk4 ) / 6 = ( Tk1 + 2Tk2 + 2Tk3 + Tk4 ) / 6 = ( Tsk1 + 2Tsk2 + 2Tsk3 + Tsk4 ) / 6 = ( Pk1 + 2Pk2 + 2Pk3 + Pk4 ) / 6 C. Tso + ) Z 2 2 2 2 Z xk Pk2 Tsok 2 . xo + xk3 . Po + . xo + 2 . Tso + Tsk3 ) Z = f3 ( Zo + Z. Persamaan k3 untuk masing – masing persamaan Xk3 = f1 ( Zo + Z xk Pk2 Tsok 2 . Po + . Tso + Tsk3 ) Z = f4 ( Zo + Z. Tso + Tsk3 ) Z = f2 ( Zo + Z. Tso + ) Z 2 2 2 2 Z xk Pk2 Tsok 2 . Po + xk3.92 . xo + 2 . Tso + ) Z 2 2 2 2 Z xk Pk2 Tsok 2 . xo + 2 . Po + . Po + . Po + xk3. Po + xk3. T. TS. xo + xk3 . Po + xk3. Tso + Tsk3 ) Z  Maka x. xo + 2 . Tso + ) Z 2 2 2 2 Tk3 = f2 ( Zo + Tsk3 = f3 ( Zo + Pk3 = f4 ( Zo +  Persamaan k4 untuk masing – masing persamaan Xk4 Tk4 Tsk4 Pk4 = f1 ( Zo + Z. xo + xk3 . xo + xk3 .

Tk2. t!) DECLARE FUNCTION DZDZ! (XA!. Tk4. Untuk perhitungan persamaan – persamaan tersebut di atas digunakan Q -Basic dengan program sebagai berikut : DECLARE FUNCTION DPDZ! (XA!. N KOMP = 7 rho = 608. Tk3. E!(). Tsk2 dan Pk2. ts) DECLARE SUB RUNGKUT (XA0!. P!. Tsk1 dan Pk1 didapat dari penyelesaian semua persamaan di atas dengan xa = 0 dan z = 0. P!.0525 C. Ts1.365 id = . kemudian nilai dari xk1.38 phi = 3. Tsk3 dan Pk3 digunakan untuk mendapatkan xk4. Tsk4 dan Pk4. Z!. kemudian nilai yang dihasilkan dari xk3. ts!) DECLARE FUNCTION DTDZ! (XA!. dan P. Z!. t. P!. t!) DECLARE FUNCTION SIGMA! (F!(). Z!. Tsk1 dan Pk1 dapat digunakan untuk menghitung xk2. Z!. B!(). ts) DECLARE FUNCTION DXDZ! (XA!. Ts. P!. t!. Tk1. Tk1. T. T1. C!().14 por = .93 . Maka x1. sampai didapat x. D!(). dan P1 x1 T1 Ts1 P1 = xo + x = To + T = Tso + Ts = Po + P Nilai dari xk1. Z!. t!) DECLARE FUNCTION DTSDZ! (t!. t!) CLS XA0 = 0 Z0 = 0 ZN = 680 T0 = 673 INPUT "INTERVAL". A!().

R.7585E-12 DATA 0.nt = 2894 FA0 = 4896. por.5869E-11 * t ^ 5) * 46097.1. CP(KOMP) C(KOMP).51344 * t ^ 2 + (-2.3 * (. F(KOMP).2187E-1.3.2. GRAD f1 = ((-24.002 DIM A(KOMP).-2.2.548E4. OD.6589# CPS = 2.7360E1.3212E-11 DATA 1.0212E-04 * t ^ 3) + (-2. C(I).5399E1. B(KOMP).2576E-12 * t ^ 5) * 3155006 * (1 .94 . A(I).5.020178 * t ^ 2 + (-3. FOR I = 1 TO KOMP READ F(I).1.182 * t + .-1.-2.1217E-8.5237E-8. id.-2.8 * (.005 * X f6 = (25.097 * t) + .1344E-1.5647 * t ^ 2 + (-2.-3.-1.-3. FA0 _ SHARED F().6544E-11 DATA 4. B().2 D = .399 * t + .5869E11 DATA 1.9 C.-8.5303E-7. Z. D(KOMP). Z.6725E1.01461 + .122E-08 * t ^ 4 + 1.-1.36 * t) + .6.1.5.-2.3.314 OD = .2576E12 DATA 0.01618 + . p.0524E-12 DATA 5.2619 ts0 = 303 WS = 22872392.1615E-8.725 * t) + .4.8549E-5.122E-8.-5.-3.56424 * t ^ 2 + (-2. PT. C().188E-8.0178E-2.1368.-2.6465E-4.4942E1.2. ts) SHARED UD. B(I).9184E-04 * t ^ 3 + (-1. nt.3.9184E-4.52187 * t ^ 2 + (-2.5303E-07 * t ^ 4) + 3.1889E3.10583E4.485 * X) f4 = ((-16.8.4097E1. t.5.6465E-04 * t ^ 3) + 1.5. D(). E().1137E-4.0.7385 PT = 30 R = 8.-2. A().155006E6.-3.6544E-11 * t ^ 5) * 51058.X) f2 = 0 _ f3 = ((-17.1.942 * t + (-.1615E-08 * t ^ 4) + 2.6293E-4.7585E-12 * t ^ 5)) * 1628900 f7 = (34.3381E-8.9827E-4. E(I) NEXT I CALL RUNGKUT(XA0.60978E4.06 UD = 11.3212E-11 * t ^ 5) * 15480! * (.188E-08 * t ^ 4+ (-8.746E-1.6289E6.9957E-2.6424E-1.1217E-08 * t t ^ 4 + 1.039957 * t ^ 2) + 1.0212E-4. D(I). phi.9827E-04 * t ^ 3) + 6.9321E-11 * t ^ 5) * 188.182E0.1.004906 + . t.9321E-11  FUNCTION DTDZ (XA.022 * X) f5 = (.1.647E-1.8549E-05 * t ^ 3) + 3. ts) DATA 3.3381E-08 * t^ 4 + 1. E(KOMP). KOMP. rho.6293E-04 * t ^ 3) + 1.

ts) + (86023248. ts) * DELZ C. nt. PT. t. Z. Z. A(). Z0. t) * DELZ BK1 = DTDZ(XA. CPS DTSDZ = (UD * phi * D * nt * (t . phi. t) SHARED rho. por. nt. WS.95 . P. P. nt. KOMP. GRAD. ts0 SHARED DELZ. ZN. ts) * DELZ Z = Z0 + DELZ / 2: XA = XA0 + AK1 / 2: t = T0 + BK1 / 2: ts = ts0 + CK1 / 2 AK2 = DXDZ(XA. D. ts) SHARED UD. Z. UD OD = . FA0.F = f1 + f2 + f3 + f4 + f5 + f6 + f7 _ DTDZ = (UD * phi * OD * nt * (t . P. phi.ts)) / (WS * CPS) END FUNCTION FUNCTION DXDZ (XA.47 * EXP(4924 / t) k = EXP(3. t. id. DXA. D().1916E-05 * t ^ 2 / (-R * E .01574 * t + 3. t) * DELZ BK2 = DTDZ(XA. t. ts) * DELZ CK2 = DTSDZ(t. Z. phi. ts) * DELZ CK1 = DTSDZ(t. N.g / k) / (1 + (l * g / k))) * rho * nt * phi / 4 * id ^ 2 * (1 por) / FA0 DXDZ = dxdzi END FUNCTION SUB RUNGKUT (XA0. B().Z0) / N FOR I = 0 TO N XA = XA0: Z = Z0: t = T0: ts = ts0 AK1 = DXDZ(XA. ts) SHARED rho.20 * XA g = 5 * XA ^ 2 / (1 .XA) l = . P.3 * t)) dxdzi = (m * (s . F().06 ZN = 680 Z0 = 0 DELZ = (ZN .836 + . R m =0. por. T0. Z. PT. P. C(). R. Z. FA0. E(). id.16159999# * FA0 * GRAD)) / F_ END FUNCTION FUNCTION DTSDZ (t.447 * EXP(-6238 / t) s = 20 .

ts) * DELZ PRINT USING "#####.Z = Z0 + DELZ / 2: XA = XA0 + AK2 / 2: t = T0 + BK2 / 2: ts = ts0 + CK2 / 2 AK3 = DXDZ(XA. Z0. Z. P.96 . t) * DELZ BK3 = DTDZ(XA. P. T0. ts) * DELZ Z = Z0 + DELZ / 2: XA = XA0 + AK3 / 2: t = T0 + BK3 / 2: ts = ts0 + CK3 / 2 AK4 = DXDZ(XA. PRINT USING "##. B(). t.#". ts) * DELZ CK4 = DTSDZ(t. t) SHARED KOMP SIGMA = (F(1) * (A(1) + B(1) * t + C(1) * t ^ 2 + D(1) * t ^ 3 + E(1) * t ^ 4) ) + (F(2) * (A(2) + B(2) * t + C(2) * t ^ 2 + D(2) * t ^ 3 + E(2) * t ^ 3)) + (F(3) * (A(3) + B(3) * t + C(3) * t ^ 2 + D(3) * t ^ 3 + E(3) * t ^ 4)) + (F(4) * (A(4) + B(4) * t + C(4) * t ^ 2 + D(4) * t ^ 3 + E(4) * t ^ 4)) +(F(5) * (A(5) + B(5) * t + C(5) * t ^ 2 + D(5) * t ^ 3 + E(5) * t ^ 4)) + (F(6) * (A(6) + B(6) * t + C(6) * t ^ 2 + D(6) * t ^ 3 + E(6) * t ^ 4)) +(F(7) * (A(7) + B(7) * t + C(7) * t ^ 2 + D(7) * t ^ 3 + E(7) * t ^ 4)) END FUNCTION C. D(). Z. P. P. Z. t) * DELZ BK4 = DTDZ(XA.#####". ts) * DELZ CK3 = DTSDZ(t. E(). Z. t. ts0. XA0 DXA = (AK1 + 2 * AK2 + 2 * AK3 + AK4) / 6 DT = (BK1 + 2 * BK2 + 2 * BK3 + BK4) / 6 DTS = (CK1 + 2 * CK2 + 2 * CK3 + CK4) / 6 GRAD = DXA / DELZ Z0 = Z0 + DELZ: XA0 = XA0 + DXA: T0 = T0 + DT: ts0 = ts0 + DTS NEXT I PRINT Z END SUB FUNCTION SIGMA (F(). C(). A().

00000 0.Panjang tube yang dihasilkan dari perhitungan diatas dengan increment Z = 640 cm dapat dilihat dibawah ini : Z 0.16926 0.0000 204.8801 592.0612 654.28390 0.0000 476.19952 0.0000 673.0000 136.25681 0.1649 Ts 543.2217 658.1168 673.1442 642.1649 K C.97 .2790 661.0011 673.1334 673.5168 634.07146 0.0000 612.0225 673.0000 408.0430 673.10527 0.0994 673.0000 680.9933 623.0000 272.4695 XA 0.0000 340.0000 T 673.0814 673.31001 Dari perhitungan didapat:  Panjang tube = 714 cm  Suhu keluar reaktor = 673.13785 0.4964 649.0000 544.7831 609.22869 0.0000 570.1495 673.0626 673.0000 68.03639 0.

721. /4 .785 = 49.98 .25018 cm2 )x (1 – 0. ) dz W = B . ( IDt )2 . ( 1. Nt .79(1  0.821.411   5.365) x 714 cm = 9.25cm 3  15. yang didapat dari dari neraca massa sebagai berikut : dw dXA  FAo  ra dW = B . ) dz dW = B . /4 .459 cm 3  5.411x714 908.821.411 gram = 9.679. /4 . Nt .821.813.7.1723 detik C. Nt . ) z = 1.243.244m 3  B (1   ) 1.679. ( IDt )2 .4078m 3 1.407.545.411   15.821411 kg  Menghitung volume bed katalis Vbed = Wkatalis 9.79 B  Menghitung waktu tinggal Waktu tinggal (  ) = Vt/Vg = 62. ( 1. ( IDt )2 .181.79 gr/ccx 2894 x /4 x ( 5.679.365)  Menghitung volume katalis Vkatalis = Wkatalis 9.679. ( 1. Menghitung berat katalis Persamaan kinetika untuk reaktor fixed bed multi tube .

Menghitung tinggi reaktor  Menghitung tebal shell Direncanakan shell terbuat dari Low – alloy Steels SA.P ts  440.302 Grade B ( Brownell.6 * 440.4517 inch = IDs/2 = 100. tabel 13-2 ) dengan spesifikasi sebagai berikut : Tekanan yang diijinkan ( f ) = 20.947 inch digunakan tebal shell standart 3 inch C.125 = 201.72585  0.8785) ts  2.8785 psia Dari Brownell halaman 254 untuk mencari tebal shell digunakan persamaan : ts  P.8)  (0.000 Eff pengelasan ( E ) Faktor korosi IDs ri Tekanan opersai Faktor keamanan Tekanan rancangan = 0.1 x 30 atm = 33 atm = 440.6.ri C f .99 .000 * 0.8 ( double wetted join ) = 0.8.125 (20.72585 inch = 30 atm = 10 % = 110 % x P = 1.E  0.8785 * 100.

P 440.100 .4517  0. Persamaan yang digunakan untuk menghitung tebal head dari Brwnell halaman : th  P.125 (2 * 20.E  0.4517 inch Untuk perancangan digunakan OD shell standart 216 inch Dari tabel 5.908 inch Digunakan tebal shell standart 3 inch  Menghitung tinggi head IDs = 201. Menghitung tebal head ( th ) Direncanakan bentuk head adalah eliptical dished head dengan bahan sama dengan bahan shell.2.8785 * 201.4517 + ( 2 x 3 ) = 207.8785) th  ts  2.2 * 440.7 Brownell hal .4517 inch ODs = IDs + 2 ts = 201.000 * 0.d C 2 f .8)  (0. 91 untuk : ODs = 216 inch ts Diperoleh : icr r = 13 = 170 = 3 inch C.

maka tinggi head adalah : Hh = th + b + sf = 3 + 39. 88 dengan th = 3 inch didapat sf = 1.13 AC = ( BC2 .icr = 100.9413 ft  Menghitung tinggi reaktor ( HR ) Tinggi HR = panjang tube + 2 tinggi head = z + ( 2 x Hh ) = 23.AC = 170 . untuk perancangan digunakan sf = 4. maka persamaan yang berlaku dari Brownell hal 87 : a = IDs/2 = 201.5 inch.7956 inch Dari tabel 5.72585 .87.2044 inch b = r .icr = 170 .3078 ft C.4517/2 = 100.725852 )1/2 = 130.130.101 .72585 inch = 87.Direncanakan head dipasang dengan flane dan dish.4252 + ( 2 x 3.72585 inch = 157 inch AB = a .9413 ) = 31.13 BC = r .5 inch.79565 + 4.AB2 )1/2 = ( 1572 .2956 inch = 3.2044 = 39.5 – 4.5 = 47.6 Brownell hal.

000049.54)3 ] = 146.4517 inch Res = 998.(Dis2.762.4 cm3 = 146.9 .78764 ft Dari fig.474 Gs De = 188.5686 lb/j.000049x(201.Z) + 2.102 .391.(0. Vr = Vvess + 2.54)2x714) + 2. Volume reaktor dapat dihitung dengan persamaan .0559 ft = 16.jam  = 1.ft2 = 48.((201. Menghitung pressure drop shell dan tube  Menghitung penurunan tekanan dalam shell Pendingin yang digunakan adalah Dow Term dengan data sebagai berikut : P = 30 atm T = 30 0 C Cp = 0.4517x2.79 gr/cm3 Dari perhitungan di awal didapat : Dis = 201.6902 inch = 4.Dis3 )] = [ /4.29 Kern diperoleh f = 0.813.4517x2.526 BTU/lb0F  = 0.0014 s = /w = 1 C.(0.726 BTU/ft.Vh = [ /4. Menghitung volume reaktor Volume reaktor ( Vr ) adalah volume vessel reaktor ditambah dengan volume kedua head.763 m3 10.

75 xGt ]xL Dp  g xg c xDpx 2 C.0014(188.( N + L) = 12 L/B S = Spesifik gravity dibanding air L = panjang tube = 714 cm = 23.35 inch / 144 x 1 = 67.783 lb / sec .73 = 0.914.10-4 atm  Menghitung pressure drop dalam tube Gt= Wt/at = 674505.1010.78764 ).1.3257 x3600 ft 2 at= Nt * a’t * / 144 * n = 2894 x 3.0028127464 psi = 1.0559.De. ( N  L ) 5.391.6 lb / j  2.S .(16.s 0.( Dis ). ( = 23.0.3257 ft2 Gt x (1   ) x[(150 x(1   ) x Pt =  1.22.5 5.22.5686) 2 .4252 ft B = diameter shell ( ft )= 4.103 .5 ft Ps = f .4.1010. ft 2 67.452 ) 4.Gs 2 .

2103 atm  1.0656168 ft = 0.dt = 2.0653.4252 ft = 1.011 lb/ft2 = 0.dt2 = 0.17 lb.ft/lbf.365 Gt= kecepatan massa reaktan gc = percepatan gravitasi Dp= diameter partikel  = porositas Gt x (1   ) x[(150 x(1   ) x Pt = = 445.285 lb/ft3 = 3.Dalam hubungan ini : L = Panjang tube  = viskositas gas g= density gas = 23.ft2 = 32.31 lb/dt.75 xGt ]xL Dp  g xg c xDpx 2 C.104 .10-5 lb/ft.

679.38 inch = 2.Dit .Pitch .542617 m .894 buah = 31.763 m3 = 9.894 buah = 714 cm = 49.RESUME Kode Fungsi : R – 01 : Tempat berlangsungnya reaksi disproporsionasi toluena menghasilkan parxylene dengan katalis ZSM – 5 Tujuan Jenis Kondisi Temperatur Tekanan Spesifikasi : Menentukan spesifikasi reaktor yang digunakan : Reaktor Fixed bed Multi tube pendingin Dow Term A : Non Isotermal – Non Adiabatis : 390 – 400 C : 30 atm : = 2.067 inch = 2.Jumlah tube .Dnom .1723 detik = 9.Dot Jumlah Tube Panjang tube Waktu tinggal Berat katalis = Low – alloy stell SA – 302 Grade B = 2 inch = 40 = 2.Sch .975 inch = 2.Tinggi reaktor .105 .Volume reaktor Tube side Bahan kontruksi .821411 kg C.3078 ft = 146.

sedangkan pengurus perusahaan adalah Dewan Direksi beserta para staf yang diawasi oleh Dewan Komisaris. Tanggung jawab pemegang saham terbatas.BAB V MANAJEMEN PERUSAHAAN Manajemen. Suatu Perseroan Terbatas dapat memperoleh modal dari hasil penjualan saham kepada masyarakat yang mempunyai modal dan minat terhadap industri ini. yaitu : 1. sehingga kelancaran produksi tetap dipegang oleh pimpinan perusahaan. 2.1 BENTUK PERUSAHAAN Bentuk perusahaan Lapangan usaha Lokasi perusahaan : Perseroan Terbatas ( PT ) : Industri Paraxylene : Cilegon. Pemilik dan pengurus perusahaan terpisah satu sama lain Pemilik perusahaan tidak termasuk ke dalam pengurus perusahaan yaitu para pemegang saham. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . dan struktur perusahaan. Banten Pemilihan bentuk perusahaan Perseroan Terbatas ( PT ) didasarkan pada beberapa pertimbangan. Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dalam mencapai tujuan perusahaan. 5.BAB V Manajemen Perusahaan 103 . 3. bentuk. bentuk dan struktur perusahaan merupakan prioritas pertama dalam pendirian suatu perusahaan. Arah yang benar untuk tercapainya tujuan perusahaan sangat tergantung pada manajemen.

direksi dan staffnya. Pembinaan personaliasepenuhnya diserahkan kepada Dewan Direksi dengan memperhatikan hukum-hukum perburuhan. karena tidak terpengaruh oleh berhentinya pemegang saham. 4. yang dipilih oleh para pemegang saham. Hukum didirikan dengan akta dari notaris berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Ciri – ciri Perseroan Terbatas ( PT ). Efisiensi dari manajemen Para pemegang saham duduk dalam Dewan Komisaris ini mempunyai wewenang dalam memilih Dewan Direksi diantaranya Direktur Utama yang cakap dan berpengalaman. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . yaitu : 1. Perusahaan dipimpin oleh Dewan Direksi. Kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin. 5. Besarnya modal ditentukan dalam akta pendirian dan terdiri dari saham-saham. 5. Pemilik perusahaan adalah pemegang saham. 2. 3. jenis lapangan usaha dan sebagainya. serta karyawan perusahaan.BAB V Manajemen Perusahaan 104 4. antara lain : nama perusahaan. Untuk mendirikan perusahaan perlu adanya akte notaris yang memuat. modal perusahaan.

Pada sistem ini garis kekuasaan lebih sederhana dan praktis pada pembagian tugas kerja. yaitu Line / Garis Organisasi. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . dimana seorang karyawan hanya bertanggung jawab kepada satu atasan saja. Untuk mencapai kelancaran produksi harus dibentuk staf ahli yang terdiri dari orang-orang yang ahli pada bidangnya. Dengan berpedoman pada azas-azas seperti di atas. perlu memperhatikan beberapa azas sebagai pedoman. Struktur organisasi tersebut juga dapat membantu dalam kelancaran komunikasi yang akhirnya akan meningkatkan kinerja perusahaan. dan Fungsional Organisasi. antara lain :      Perumusan tujuan perusahaan dengan jelas Pembagian tugas kerja yang jelas Kesatuan perintah dan tanggungjawab Pengontrolan pekerjaan yang dilaksanakan Organisasi perusahaan yang fleksibel Sistem struktur organisasi perusahaan terbagi dalam tiga macam sistem.2 STRUKTUR ORGANISASI Dalam perusahaan diperlukan adanya struktur organisasi yang akan menunjang kemajuan perusahaan.BAB V Manajemen Perusahaan 105 5. struktur organisasi yang paling baik untuk diterapkan adalah sistem Line and Staff. Line and Staff. Staf ahli memberikan bantuan pemikiran dan nasehat kepada dewan direksi demi tercapainya kelancaran produksi. Untuk mencapai sistem organisasi perusahaan yang baik.

2. yaitu orang-orang yang melaksanakan tugas pokok organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Pemegang saham sebagai pemilik perusahaan. Direktur Keuangan dan Umum menangani bidang pemasaran. Sebagai Staff.1 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .BAB V Manajemen Perusahaan 106 Ada dua kelompok orang-orang yang berpengaruh dalam menjalankan sistem Line and Staff. Direktur Teknik dan Produksi menangani bidang produksi dan teknik. Karyawan perusahaan dibagi menjadi beberapa regu yang dipimpin oleh Kepala Regu yang bertanggung jawab kepada atasannya pada masing-masing seksi. Struktur organisasi perusahaan dapat dilihat pada gambar 5. sedangkan sisanya 49% bagian saham dijual kepada pemilik modal asing yang berniat menanamkan modalnya dalam perusahaan ini. sedangkan pelaksana tugas harian dalam menjalankan seluruh kegiatan operasional perusahaan dilakukan oleh Dewan Direksi yang terdiri dari oleh seorang Direktur Utama dibantu Direktur Teknik dan Produksi serta Direktur Keuangan dan Umum. keuangan. Direktur-direktur ini membawahi beberapa Kepala Bagian yang membawahi lagi beberapa Kepala Seksi dan masing-masing seksi akan membawahi dan mengawasi karyawan perusahaan pada masing-masing bidangnya. Dalam pelaksanaannya tugas para Pemegang Saham diwakilkan oleh Dewan Komisaris. Sebagai Line. dalam hal ini untuk memberikan saran kepada unit-unit operasional. dan pelayanan umum. dimana 51% bagian saham adalah bagian pengusaha pribumi. yaitu : 1. yaitu orang-orang yang melakukan tugasnya dengan keahlian yang dimilikinya.

BAB V Manajemen Perusahaan 107 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .

3. pemegang saham berwewenang untuk mengangkat dan memberhentikan Dewan Komisaris.3.3 Dewan Direksi A. alokasi sumber dan pemasaran. Pada rapat tersebut. Direktur Utama bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris atas segala tindakan dan Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . 5. Dewan Komisaris mempunyai tugas serta wewenang untuk menetapkan kebijaksanaan umum.1 Pemegang Saham Pemegang saham adalah beberapa orang yang mengumpulkan modal untuk kepentingan pendirian dan jalannya operasional perusahaan. mengesahkan hasilhasil usaha serta neraca perhitungan untung-rugi tahunan dari perusahaan. melakukan pengawasan terhadap Dewan Direksi. 5. mengangkat dan memberhentikan Dewan Direksi.3 TUGAS DAN WEWENANG 5.2 Dewan Komisaris Dewan Komisaris diangkat oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Kekuasaan tertinggi berada pada Rapat Umum Pemegang Saham. Direktur Utama Direktur Utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan bertanggung jawab terhadap maju mundurnya perusahaan. menolak dan menyetujui rencana Dewan Direksi serta mempertanggungjawabkan perusahaan kepada para pemegang saham.BAB V Manajemen Perusahaan 108 5.3. target laba perusahaan.

B. Melaksanakan kebijakan perusahaan serta mempertanggung jawabkannya kepada para Pemegang Saham pada masa akhir jabatannya. Menjaga kestabilan organisasi dan membuat hubungan yang baik antara pemilik saham. Mengangkat dan memberhentikan Kepala Bagian atas persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham. dan para karyawan. 4. penyediaan bahan baku dan laboratorium 2. Direktur Teknik dan Produksi 1. Bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam bidang teknik dan produksi yaitu yang berhubungan dengan bidang produksi. Direktur Utama membawahi Direktur Teknik dan Produksi serta Direktur Keuangan dan Umum. Mengkoordinir kerjasama dengan Direktur Teknik dan Produksi serta Direktur Keuangan dan Umum. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . 2. konsumen. 3. Mengkoordinir. Berikut ini adalah tugas-tugasnya : 1. Mengawasi pelaksanaan pekerjaan bagian Litbang. mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan Kepala Bagian yang menjadi bawahannya 3.BAB V Manajemen Perusahaan 109 kebijaksanaan yang telah diambil sebagai pimpinan perusahaan. pimpinan. pemeliharaan alat.

5. Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan. baik yang berhubungan dengan teknik.3. Bertanggung jawab kepada Direktur Utama dalam bidang keuangan. Direktur Keuangan dan Umum 1. 5. 2. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Bertanggung jawab kepada Direktur yang menangani bidang tersebut. Mengkoordinir. mengatur serta mengawasi pelaksanaan pekerjaan Kepala Bagian yang menjadi bawahannya. 3. Staf ahli bertanggungjawab kepada Direktur Utama sesuai dengan bidangnya.5 Kepala Bagian Secara umum tugas Kepala Bagian : 1.4 Staf Ahli Staf ahli terdiri dari tenaga-tenaga ahli yang bertugas membantu Dewan Direksi dalam menjalankan tugasnya. Tugas dan wewenang Staf Ahli meliputi : 1. Memberikan saran dan perencanaan dalam pengembangan perusahaan. Dapat bertindak sebagai Staf Direktur bersama-sama dengan Staf Ahli. 2.BAB V Manajemen Perusahaan 110 C. pemasaran dan pelayanan umum. Mengkoordinir. Memberikan saran-saran dalam bidang hukum.3. 3. produksi maupun administrasi. mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan garis-garis yang diberikan oleh Pimpinan Perusahaan. 2.

Kepala Bagian membawahi : a. b. Seksi Proses Tugas seksi proses yaitu   Mengawasi jalannya proses dan produksi Menjalankan tindakan seperlunya pada peralatan produksi yang mengalami berwenang. Seksi Pengendalian Tugas seksi pengendalian yaitu  Menangani hal-hal yang dapat mengancam keselamatan pekerja dan mengurangi potensi bahaya yang ada. Kepala Bagian Produksi Kepala bagian produksi bertanggung jawab kepada Direktur Produksi dalam bidang mutu dan kelancaran produksi. c.  Mengawasi hal-hal yang berhubungan dengan buangan pabrik.BAB V Manajemen Perusahaan 111 Kepala Bagian terdiri dari : A. kerusakan sebelum ditangani oleh seksi yang Produksi Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Mengawasi dan menganalisa mutu hasil produksi dan mengawasi hal-hal yang berhubungan dengan buangan pabrik. Seksi Laboratorium Tugas seksi laboratorium yaitu   Mengawasi dan menganalisa mutu bahan baku dan bahan pembantu. membuat laporan berkala kepada Kepala Bagian Produksi.

BAB V Manajemen Perusahaan

112

B. Kepala Bagian Teknik Tugas kepala bagian teknik antara lain bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dalam bidang pemeliharaan peralatan, utilitas, proses, inspeksi, keselamatan proses serta lingkungan, ikut memberikan bantuan teknik kepada bagian operasi; mengkoordinir kepala-kepala seksi yang menjadi bawahannya. Kepala Bagian Teknik membawahi : a. Seksi Mesin Bertugas melaksanakan pemeliharaan fasilitas gedung dan peralatan pabrik, memperbaiki kerusakan peralatan pabrik, yang berhubungan dengan mesin-mesin produksi. b. Seksi Instrumentasi Bertugas melaksanakan pemeliharaan peralatan pabrik dan memperbaiki kerusakan peralatan pabrik yang berhubungan dengan listrik dan peralatan instrumentasi pabrik. c. Seksi Pengadaan Alat Bertanggungjawab atas penyediaan peralatan yang diperlukan oleh seksi mesin dan instrumentasi dalam rangka pemeliharaan dan perbaikan peralatan produksi. d. Seksi Utilitas Bertanggungjawab atas tersedianya seala bahan penunjang yang diperlukan untuk menjalankan seluruh operasional perusahaan baik itu kebutuhan listrik, air, dan steam dengan cara menjalankan dan mengontrol jalannya unit utilitas.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune

BAB V Manajemen Perusahaan

113

C. Kepala Bagian Pemasaran Bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Umum dalam bidang penyediaan bahan baku dan pemasaran hasil produksi. Kepala bagian pemasaran membawahi : a. Seksi Pembelian Tugas seksi pembelian :  Melaksanakan pembelian barang dan peralatan yang dibutuhkan perusahaan   Mengetahui harga pasaran dan mutu bahan baku Mengatur keluar masuknya bahan dan alat dari gudang.

b. Seksi Penjualan Tugas seksi penjualan :   Merencanakan strategi penjualan hasil produksi . Mengatur distribusi hasil produksi dari gudang.

D. Kepala Bagian Keuangan Kepala bagian keuangan bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Umum dalam bidang administrasidan keuangan. Kepala bagian keuangan membawahi : a. Seksi Akuntasi Tugas seksi keuangan :  Menghitung penggunaan kas perusahaan

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune

BAB V Manajemen Perusahaan

114

Mengamankan uang dan membuat anggaran tentang keuangan masa depan

Mengadakan perhitungan tentang gaji dan insentif karyawan

b. Seksi Administrasi Tugas seksi administrasi :  Menyelenggarakan pencataatan hutang piutang, administrasi

persediaan kantor dan pembukuan serta masalah perpajakan.

E. Kepala Bagian Pelayanan Umum Kepala bagian pelayanan umum bertanggung jawab kepada Direktur Keuangan dan Umum dalam bidang personalia, hubungan masyarakat, kesehatan dan keamanan. Untuk itu, kepala bagian umum harus mampu mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala seksi yang menjadi bawahannya. Kepala bagian pelayanan umum membawahi : a. Seksi Personalia Tugas seksi personalia :  Merekrut dan membina tenaga kerja dan menciptakan suasana kerja sebaik mungkin antara pekerja, pekerjaan dan lingkungan supaya tidak terjadi pemborosan waktu dan biaya  Mengusahakan disiplin kerja yang tinggi dalam menciptakan kondisi kerja yang tenang dan dinamis

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune

BAB V Manajemen Perusahaan

115

Membina karier para karyawan dan melaksanakan hal-hal yang berhubungan dengan kesejahteraan karyawan.

b. Seksi Humas Tugas seksi humas :  Mengatur hubungan antara perusahaan dengan masyarakat diluar lingkungan perusahaan. c. Seksi Keamanan Tugas seksi keamanan :   Menjaga semua bangunan pabrik dan fasilitas perusahaan Mengawasi keluar masuknya orang-orang baik karyawan maupun non karyawan di lingkungan pabrik  Menjaga dan memelihara kerahasiaan yang berhubungan dengan intern perusahaan. d. Seksi Kesehatan Tugas seksi kesehatan :  Menjaga kinerja karyawan dan mengusahakan disiplin kerja yang tinggi dalam menciptakan kondisi kerja yang tenang dan dinamis  Memberikan pelayanan kesehatan bagi karyawan.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune

BAB V Manajemen Perusahaan

116

5.3.6 Penelitian dan Pengembangan Litbang bertanggung jawab kepada Direktur Teknik dan Produksi dalam bidang penelitian dan pengembangan. Tugas dan wewenang staf penelitian dan pengembangan adalah memperbaiki proses, perencanaan alat dan pengembangan produksi; meningkatkan mutu produk; meningkatkan efisiensi kerja.

5.3.7 Kepala Seksi Kepala seksi tugasnya adalah pelaksana pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan rencana yang telah diatur oleh para kepala bagian masing-masing agar diperoleh hasil yang maksimal dan efektif selama

berlangsungnya proses produksi. Setiap kepala seksi bertanggung jawab terhadap kepala bagian masing-masing sesuai dengan seksinya.

5.3.8 Kepala Regu Bertanggung jawab kepada kepala seksi atas pelaksanaan tugas paada regu yang diembannya dan melakukan koordinasi, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan operator yang menjadi bawahannya.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune

BAB V Manajemen Perusahaan

117

5.4 PEMBAGIAN JAM KERJA KARYAWAN Pabrik Paraxylene yang direncanakan akan beroperasi selama 330 hari setiap tahunnya dan 24 jam per harinya. Sisa hari yang bukan libur digunakan untuk perbaikan, perawatan alat atau shut down. Pembagian kerja karyawan dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu : 1. Karyawan Non-Shift Karyawan non-shift adalah karyawan yang tidak menangani proses produksi secara langsung. Yang termasuk karyawan non-shift yaitu Direktur, Staf Ahli, Kepala Bagian , Kepala Seksi, serta bawahan yang berada di kantor. Karyawan ini dalam satu minggu akan bekerja selama 6 hari dengan pembagian kerja sebagai berikut : Hari Senin – Jum’at Hari Sabtu dengan waktu istirahat Hari Senin – Kamis Hari Jum’at Hari Minggu 2. Karyawan Shift Karyawan shift adalah karyawan yang langsung menangani proses produksi atau mengatur bagian-bagian tertentu dari pabrik yang mempunyai hubungan dengan masalah keamanan dan kelancaran produksi. Yang termasuk karyawan shift adalah operator produksi, sebagian dari bagian teknik, bagian gudang dan bagian-bagian lain yang harus selalu siaga untuk : : : jam 12.00 – 13.00 jam 11.00 – 13.00 libur : : jam 08.00 – 16.00 jam 08.00 – 12.00

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune

00 – 23.00 Karyawan shift dibagi menjadi 4 regu. reaksi. distilasi 1. Para karyawan shift akan bekerja secara bergantian sehari semalam. heating.BAB V Manajemen Perusahaan 118 menjaga keselamatan serta keamanan pabrik.000 ton/tahun 1 tahun = 330 hari Jadi kapasitas produksi = 350.  Penentuan Jumlah Karyawan Proses Berdasarkan Peter & Timmerhaus. hal 198-202 Kapasitas Produksi = 350.00 jam 23. distilasi 2.00 jam 15. Karyawan shift dibagi menjadi tiga kelompok shift dengan pembagian sebagai berikut : Shift pagi Shift siang Shift malam : : : jam 07. Pada hari libur atau hari raya besar yang ditetapkan pemerintah. terdiri dari proses mixing. maka regu yang terjadwal untuk bekerja tetap masuk kerja. Step proses pada pabrik ini ada 5.00 – 15. 6-8. Tiap regu mendapat giliran 3 hari kerja dan 1 hari libur. dimana 3 regu bekerja dan 1 regu istirahat dan dilakukan secara bergantian.606 ton/hari diperoleh karyawan proses sebesar 58 manhour/hari tiap step proses. Maka jumlah karyawan proses = 58 x 5  12 manhour 24 Total karyawan proses (4 shift) = 4 x 12 = 48 karyawan. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . separasi. cooling.00 – 07. Peter & Timmerhaus (garis C)untuk kapasitas 1060.606 ton / hari 330 hari Dari Fig.000 ton / tahun x 1 tahun  1060.

kedudukan.1 Jadwal Kerja Masing – Masing Regu Hari Regu 1 2 3 4 1 P S M L 2 P S L M 3 P L S M 4 L P S M 5 M P S L 6 M P L S 7 M L P S 8 L M P S 9 S M P L 10 S M L P 11 S L M P 12 L S M P 13 P S M L 14 P S L M keterangan : P S : Shift Pagi : Shift Siang M : Shift Malam L : Libur Kelancaran produksi dari suatu pabrik sangat dipengaruhi oleh faktor kesiplinan para karyawannya. tanggung jawab dan keahlian. 5. Oleh karena itu kepada seluruh karyawan diberlakukan absensi. karena kelancaarn produksi secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan dan kemajuan perusahaan.BAB V Manajemen Perusahaan 119 Jadwal kerja masing-masing regu ditabelkan sebagai berikut : Tabel 5. karyawan dibagi menjadi tiga golongan sebagai berikut : Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . disamping itu absensi juga digunakan oleh pimpinan perusahaan sebagai dasar dalam pengembangan karier karyawan di dalam perusahaan.5 STATUS KARYAWAN DAN SISTEM UPAH Pada industri paraxylene diberlakukan sistem upah karyawan yang berbeda-beda tergantung dari status karyawan. Berdasarkan statusnya.

2. Gaji harian Gaji ini diberikan kepada karyawan tidak tetap atau buruh harian. Karyawan Borongan Karyawan borongan yaitu karyawan yang digunakan oleh pabrik bila diperlukan saja. 3. Karyawan ini menerima upah borongan untuk suatu pekerjaan. Besarnya gaji disesuaikan dengan peraturan perusahaan.BAB V Manajemen Perusahaan 120 1. Gaji lembur Gaji ini diberikan kepada karyawan yang bekerja melebihi jam kerja yang telah ditetapkan. 3. yaitu : 1. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Gaji bulanan Gaji ini diberikan kepada pegawai tetap. Sistem penggajian karyawan dibagi menjadi tiga golongan berdasarkan macamnya. Karyawan Harian Karyawan harian yaitu karyawan yang diangkat dan diberhantikan oleh Dewan Direksi tanpa Surat Keputusan ( SK ) Dewan Direksi dan mendapat upah harian tiap akhir pekan. Karyawan Tetap Karyawan tetap yaitu karyawan yang diangkat dan diberhentikan dengan Surat Keputusan ( SK ) 2. Besarnya gaji sesuai dengan peraturan perusahaan.

1 Penggolongan Jabatan dan Tingkat Pendidikan Karyawan Tingkat pendidikan karyawan berpengaruh terhadap posisi jabatan karyawan. dan perinciannya dapat dilihat dalam tabel 5. 7. PENDIDIKAN Sarjana semua jurusan Sarjana semua jurusan Sarjana Teknik Kimia / Mesin / Elektro Sarjana Ekonomi / Sosial Sarjana Teknik Kimia. 5.6. 14. 3.3 Penggolongan gaji karyawan dapat dilihat pada tabel 5.6. 12.2 Jumlah Karyawan dan Gaji Jumlah karyawan harus ditentukan dengan tepat agar semua pekerjaan yang ada dapat dilaksanakan dengan baik. 6.2 Penggolongan Jabatan NO 1 2. Kedokteran Kepala Seksi Utilitas dan Pemeliharaan Kepala Seksi Pembelian dan Pemasaran Kepala Seksi Administrasi dan Kas Kepala Seksi Personalia.4 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Pelayanan Kesehatan Kepala Regu Karyawan. STM Sarjana Muda. sederajat 5. Security. Elektro Sarjana Ekonomi Sarjana Ekonomi Sarjana Psikologi Hukum. 4. Ahli Madya. Sarjana semua jurusan Sarjana. 8.6 PENGGOLONGAN JABATAN. Huams. JABATAN Dewan Komisaris Direktur Kepala Bagian Produksi / Teknik Kepala Bagian Komersil / Keuangan / Umum Kepala Seksi Proses. JUMLAH KARYAWAN DAN GAJI 5. SMP.BAB V Manajemen Perusahaan 121 5. Dengan demikian seluruh kegiatan operasional di dalam industri paraxylene dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Laboratorium dan Saff Pengendalian. Operator Sekretaris Medis. Perincian jumlah karyawan dapat dilihat pada tabel 5. Sarjana Kimia Sarjana Teknik Kimia. Sarjana Dokter. Sarjana Muda.2 Tabel 5. 10. Paramedis Lain – Lain / Pesuruh / Sosial. 13. 11. Perawat SMU. Mesin. 9.

BAB V Manajemen Perusahaan 122 Tabel 5.3 Perincian Jumlah Karyawan NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 JABATAN Direktur Utama Direktur Produksi Direktur Keuangan & Umum Staf Ahli Sekretaris Kepala Bagian Produksi Kepala Bagian Teknik Kepala Bagian Keuangan Kepala Bagian Pemasaran Kepala Bagian Umum Litbang Kepala Seksi Proses Kepala Seksi Pengendalian Kepala Seksi Laboratorium Kepala Seksi Utilitas Kepala Seksi Pemeliharaan Kepala Seksi Humas Kepala Seksi Personalia Kepala Seksi Keamanan Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Kepala Seksi Pembelian Kepala Seksi Penjualan Kepala Seksi Administrasi Kepala Seksi Kas Kepala Regu Proses Kepala Regu Utilitas Kepala Regu Pengendalian Kepala Regu Laboratorium Kepala Regu Pemeliharaan Karyawan Unit Proses Karyawan Unit Utilitas Karyawan Unit Pengendalian Karyawan Unit Laboratorium Karyawan Unit Pemeliharaan Karyawan Unit Pembelian Karyawan Unit Penjualan Karyawan Unit Kas Karyawan Unit Administrasi Karyawan Unit Personalia Karyawan Unit Humas Karyawan Unit Keamanan Karyawan Unit Pelayanan Kesehatan Dokter Sopir Pesuruh / Cleaning Service TOTAL JUMLAH 1 1 1 2 3 1 1 1 1 1 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 4 4 4 4 48 8 8 8 8 4 4 4 4 4 4 16 4 1 4 10 189 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .

00 Rp 1.00 Rp 5.00 Rp 20.000.000.00 5.00 Rp 900.000.500. baik akibat kerja maupun bukan.000.00 Rp 1.500.7 KESEJAHTERAAN SOSIAL KARYAWAN Salah satu faktor dalam meningkatkan efektifitas kerja pada perusahaan ini yaitu dengan cara meningkatkan kesejahteraan karyawannya.000.000.BAB V Manajemen Perusahaan 123 Tabel 5.000.000.00 Rp 1.000. Selain itu perusahaan juga bekerja sama dengan Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .00 Rp 800.000.200.00 Rp 5.00 Rp 1.000. Untuk menangani kecelakaan berat.000. perusahaan menunjuk rumah sakit rujukan untuk menanganinya.000.000.000.000.200.00 Rp 500.200.000.00 Rp 1.000.000.000.000.00 Rp 1.00 Rp 2.000.000.200.000.00 Rp 1. Fasilitas Kesehatan Perusahaan memberikan fasilitas poliklinik yang berada di areal pabrik.000.00 Rp 1. Kesejahteraan sosial yang diberikan perusahaan kepada karyawannya berupa : 1.000.000.00 Rp 3.000.000.4 Penggolongan Gaji NO 1 3 4 5 6 7 8 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 JABATAN Direktur Utama Direktur Staf Ahli Kepala Bagian Litbang Kepala Seksi Kepala Regu Sekretaris Karyawan Proses Karyawan Pengendalian Karyawan Laboratorium Karyawan Pemeliharaan Karyawan Utilitas Karyawan Pembelian Karyawan Pemasaran Karyawan Kas Karyawan Administrasi Karyawan Personalia Karyawan Humas Satpam (Keamanan) Karyawan Pelayanan Kesehatan Dokter Sopir Pesuruh / Cleaning Service GAJI / BULAN Rp 30.00 Rp 1.200.500.000.00 Rp 1.00 Rp 1. Poliklinik ini berfungsi sebagai pertolongan pertama pada karyawan selama jam kerja.000.200.00 Rp 1.500.500.500.00 Rp 1.000.000.00 Rp 10.00 Rp 2. yang menimpa karyawan dan keluarganya.

3. Bagi karyawan yang menderita sakit akibat kecelakaan kerja. pendidikan. diatur berdasarkan kebijaksanaan perusahaan. Fasilitas Pendidikan Perusahaan menyediakan beasiswa bagi anak-anak karyawan yang berprestasi di sekolahnya. 2. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .BAB V Manajemen Perusahaan 124 beberapa rumah sakit. Fasilitas Transportasi Perusahaan memberikan fasilitas transportasi berupa mobil dan supir untuk kegiatan operasional. Kegiatan ini bertujuan untuk memberi kesempatan belajar kepada karyawan untuk mengembangkan diri sesuai kemampuan yang dimiliki. pembinaan dan pemantapan budaya perusahaan. serta transportasi bus antar jemput karyawan non shift maupun karyawan shift. Selain itu perusahaan mengadakan pengembangan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan. 4. Fasilitas Asuransi Fasilitas Asuransi (JAMSOSTEK) diberikan untuk memberikan jaminan sosial dan memberikan perlindungan kepada karyawan terhadap hal yang tidak diinginkan. biaya pengobatan akan ditanggung perusahaan sesuai dengan undangundang yang berlaku. Sedangkan biaya pengobatan bagi karyawan yang menderita sakit yang tidak diakibatkan oleh kecelakaan kerja.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Bonus tahunan bila produksi melebihi target yang ditetapkan c. d. 7.BAB V Manajemen Perusahaan 125 5. Tunjangan Hari Raya (THR) bagi semua karyawan b. Fasilitas Tunjangan Lain Perusahaan memberikan tunjangan-tunjangan berupa : a. 8. Fasilitas Koperasi Koperasi karyawan (KOPKAR) didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari karyawan dengan harga murah. Fasilitas makan ini sepenuhnya ditanggung oleh perusahaan. Fasilitas Kantin Kantin disediakan untuk memenuhi kebutuhan makan karyawan. Tunjangan perjalanan dinas e. Fasilitas Perumahan Perusahaan memberikan fasilitas perumahan tempat tinggal bagi karyawan dengan jabatan minimal operator yang berasal dari luar kota dengan masa kerja yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Pakaian kerja yang diberikan kepada karyawan sebanyak 2 pasang seragam harian dan 1 pasang wear pack untuk karyawan bagian Produksi dan Teknik per tahunnya. Tunjangan hari tua yang dibayarkan sealigus. Fasilitas Peribadatan Perusahaan menyediakan tempat ibadah seperti mushola di areal pabrik. 6. 9.

pelaksanaan. Cuti tahunan.BAB V Manajemen Perusahaan 126 10. Fasilitas Cuti Perusahaan memberikan kesempatan kepada karyawan untuk beristirahat sesuai waktu yang telah ditentukan. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .8 KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA Pabrik Paraxylene mengambil kebijaksanaan dalam aspek perencanaan. glove dan alat-alat safety lainnya.serta keamanan masyarakat sekitar yang diakibatkan oleh kegiatan perusahaan. pengawasan dan pemeliharaan keselamatan instalasi peralatan dan karyawan di bawah unit Inspeksi Proses dan Keselamatan Lingkungan. Manajemen perusahaan sangat mendukung dan ikut berpatisipasi dalam program mencegah kerugian bik terhadap karyawan. diberikan kepada karyawan yang menderita sakit berdasarkan keterangan dokter. Oleh karena itu perusahaan memberikan waktu cuti karyawan berupa : a. harta benda perusahaan. safety shoes. 5. Peralatan Safety Untuk menjaga keselamatan kerja karyawan di pabrik diberikan peralatan safety berupa safety helmet. Cuti sakit. masker. Cuti ini diberikan kepada karyawan yang masa kerjanya minimal 1 tahun. b. terganggunya kegiatan operasi. yang diberikan kepada setiap karyawan selama 12 hari kerja dalam 1 tahun. google. 11.

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka kesehatan dan keselamatan kerja antara lain : 1. 4/1982 Mengenai ketentuan pokok pengolahan lingkungan hidup yang dikeluarkan oleh Menteri Negara Kelestarian Lingkungan Hidup. 29/1986 Mengenai ketentuan AMDAL yang dikeluarkan oleh Menteri Negara Kelestarian Lingkungan Hidup. Bertindak sebagai instruktur safety dan membuat rencana kerja pencegahan kecelakaan 4. Bertanggungjawab terhadap alat-alat keselamatan kerja 3. Mengawasi kuantitas dan kualitas bahan buangan pabrik agar tidak berbahaya bagi lingkungan. PP no. Mengawasi keselamatan jalannya opersi proses 2. 2/1951 Mengenai ganti rugi akibat kecelakaan kerja yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja. 3. PP no. 4. UU no. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . 2.BAB V Manajemen Perusahaan 127 Pelaksanaan berlandaskan : 1. UU no. 1/1990 tugas dalam kesehatan dan keselamatan kerja ini Mengenai keselamatan kerja karyawan yang dikeluarkan oleh Departemen Tenaga Kerja. Membuat prosedur darurat penanggulangan kebakaran dan kecelakaan proses 5.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Perencanaan ini sangat erat kaitannya dengan pengendalian. Dengan meningkatnya kegiatan produksi maka selayaknya diikuti dengan perencanaan dan pengendalian agar dihindari terjadinya penyimpanganpenyimpangan.BAB V Manajemen Perusahaan 128 5. Manajemen produksi meliputi manajemen perencanaan dan pengendalian produksi.9 MANAJEMEN PRODUKSI Manajemen produksi salah satu bagian dari manajemen perusahaan yang fungsi utamanya adalah menyelenggarakan semua kegiatan untuk memproduksi bahan baku menjadi produk jadi dengan mengatur penggunaan faktor-faktor produk sedemikian rupa sehingga proses produksi berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Tujuan perencanaan dan pengendalian produksi adalah mengusahakan agar diperoleh kualitas produk yang sesuai dengan rencana dalam jangka waktu yang tepat. dimana perencanaan merupakan tolok ukur bagi kegiatan operasional sehingga penyimpangan yang terjadi dapat diketahui dan selanjutnya dikendalikan ke arah yang sesuai.

9. Kemampuan Pasar Dapat dibagi menjadi dua kemungkinan:  Kemampuan pasar lebih besar dibandingkan kemampuan pabrik maka rencana produksi disusun secara maksimal. antara lain :  Material ( bahan baku ) Dengan pemakaian material yang memenuhi kualitas dan kuantitas maka akan tercapai target produksi yang diinginkan. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Kemampuan Pabrik Pada umumnya pabrik ditentukan oleh beberapa faktor. Faktor eksternal adalah faktor yang menyangkut kemampuan terhadap sejumlah produk yang dihasilkan.  Rencana produksi tetap dengan mempertimbangkan bahwa kelebihan produksi dapat disimpan dan dipasarkan pada masa mendatang. 2.  Mencari daerah pemasarannya lainnya. dengan mempertimbangakan untung-ruginya. Ada 3 alternatif yang dapat diambil :  Rencana produksi sesuai dengan kemampuan pasar atau produksi diturunkan sesuai dengan kemampuan pasar.1 Perencanaan Produksi Dalam menyusun rencana produksi perlu mempertimbangkan dua hal yaitu faktor eksternal dan faktor internal.  Kemampuan pasar lebih kecil dibandingkan kemampuan pabrik.BAB V Manajemen Perusahaan 129 5. 1. sedangkan faktor internal adalah kemampuan pabrik.

BAB V Manajemen Perusahaan 130  Manusia ( tenaga kerja ) Kurang terampilnya tenaga kerja akan menimbulkan kerugian pabrik oleh karena itu perlu dilakukan pelatihan/training pada karyawan agar keterampilannya meningkat. Penyimpangan dapat diketahui dari hasil monitor analisa pada bagian laboratorium pemeriksaan.2 Pengendalian Produksi Setelah perencanaan produksi disusun dan proses produksi dijalankan perlu adanya pengawasan dan pengendalian produksi agar proses dapat berjalan dengan baik. Kegiatan proses produksi diharapkan dapat menghasilkan produk dengan mutu sesuai dengan standar dan jumlah produk sesuai dengan rencana serta waktu yang tepat dengan jadwal.9. Untuk itu perlu dilaksanakan pengendalian produksi sebagai berikut : a. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune . Pengendalian Kualitas Penyimpangan kualitas terjadi karena mutu bahan baku jelek. kesalahan operasi dan kerusakan alat. 5. Jam kerja mesin efektif adalah kemampuan suatu alat untuk beroperasi pada kapasitas yang diinginkan pada periode tertentu. Kemampuan mesin adalah kemampuan mesin dalam memproduksi.  Mesin ( peralatan ) Ada dua hal yang mempengaruhi kehandalan dan kemampuan mesin yaitu jam kerja efektif dan kemampuan mesin.

Pengendalian Bahan Proses Bila ingin dicapai kapasitas produksi yang diinginkan maka bahan proses harus mencukupi. kerusakan mesin. c. Pengendalian Waktu Untuk mencapai kuantitas tertentu perlu adanya waktu tertentu pula. Penyimpangan tersebut perlu diidentifikasikan penyebabnya dan diadakan evaluasi selanjutnya dengan perencanaan kembali sesuai dengan kondisi yang ada. perbaikan alat terlalu lama dan lain-lain. d. Karenanya diperlukan pengendalian bahan proses agar tidak terjadi kekurangan.BAB V Manajemen Perusahaan 131 b. keterlambatan pembelian bahan baku. Pengendalian Kuantitas Penyimpangan kuantitas terjadi karena kesalahan operator. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolune .

Korea. 3. sehingga untuk mencukupi kebutuhan sebagian besar Indonesia masih mengimpor dari negara Singapura. Paraxylene merupakan produk antara yang banyak digunakan dalam industri kimia.BAB I Pendahuluan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Paraxylene yang disebut juga 1.4 dimetilbenzene digolongkan dalam senyawa aromatik. Dapat memicu pertumbuhan industri-industri hilir lainnya khususnya yang menggunakan paraxylene sebagai bahan baku meupun bahan tambahan. Keuntungan yang dapat diperoleh dengan pendirian pabrik paraxylene di Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Menciptakan lapangan kerja baru. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik kebutuhan paraxylene dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang cukup besar. diantaranya untuk pembuatan Asam Terephtalat (PTA) dan Dimetyl Terepthalat (DMT) yang digunakan sebagai bahan antara industri plastik dan tekstil. Thailand. 2. dimana bahan ini dapat diolah lebih lanjut menjadi beberapa macam produk akhir. sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Jepang. dan China. Dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sehingga mengurangi impor dari negara lain serta dapat menghemat devisa negara.

bahan pencampur bensin. dan lain-lain.2 KAPASITAS PERANCANGAN Penentuan kapasitas pabrik paraxylene dapat ditinjau dari beberapa pertimbangan antara lain : 1.1.BAB I Pendahuluan 2 Pendirian pabrik ini pun dapat meningkatkan perkembangan industri asam terephtalat (PTA) ataupun perkembangan produksi polyester di Indonesia yang menggunakan paraxylene sebagai bahan baku antaranya. zat pengemulsi untuk fungisida dan insektisida.154 Sumber : “Statistik Perdagangan Luar Negeri”. bahan penggosok.752. Saat ini penggunaan xylene terbesar sebagai solvent untuk berbagai senyawa kimia.025.1.2. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . BPS Semarang. Hal ini berhubungan dengan pekembangan sektor industri yang menggunakan bahan baku paraxylene makin meningkat.868.815 796.597 706. Badan Pusat Statistik 1997 – 2002. Proyeksi Kebutuhan Paraxylene di Indonesia Kebutuhan paraxylene di Indonesia sebagian besar masih mengimpor dari luar negeri. Kebutuhan import paraxylene nasional rata-rata per tahun mengalami peningkatan terlihat pada table 1. Jumlah Impor Paraxylene Tahun 1997 1998 1999 2000 2001 2002 Import (kg/tahun) 17.516 558. Tabel 1.216 934.323. 1.1.340.363 808.328.

2596E+11 163386876. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .91033E+12 1.97205E+12 5.2596E+11 b = 163386876.9 sehingga diperoleh persamaan : y = 163386876.2596E+11 1. Selama ini kebutuhan paraxylene dalam negeri hanya dipasok oleh Pertamina’s Paraxylene Refinery pada Unit IV Cilacap dengan kapasitas 270.906 kg. Badan Pusat Statistik 1997-2002.59271E+12 1.906 Kebutuhan paraxylene di Indonesia pada tahun 2007 diperkirakan mencapai 1. BPS Semarang y xy 4395014349 5.9 x – 3.2727E+13 Sumber : “Import Barang Indonesia”.BAB I Pendahuluan 3 Dengan menggunakan metode least square y = bx + a .903. maka dapat diperkirakan kebutuhan import paraxylene (kg/tahun) sebagai berikut : Kenaikan harga dianggap linier : y = bx + a X 1997 1998 1999 2000 2001 2002 11997 Y 17868597 706323815 796752216 934340363 954689907 985039451 4395014349 X2 3988009 3992004 3996001 4000000 4004001 4008004 23988019 XY 35683588209 1.000 ton/tahun.957.957.9 x – 3.9 (2007) – 3.2727E+13 maka : a = na + bx = ax + bx2 = 6 a + 11997 b = 11997 a + 23988019 b = -3.86868E+12 1.2596E+11 Pada tahun 2007 : y = = = 163386876.41123E+12 1.903.

gas hidrogen dan katalis ZSM – 5.1 Grafik Import Paraxylene di Indonesia 1.BAB I Pendahuluan 4 Import Paraxylene di Indonesia 1200000000 1000000000 800000000 600000000 400000000 200000000 0 Import (kg) 1995 1996 1997 1998 1999 Tahun 2000 2001 2002 2003 Gambar 1. China Petroleum Inc. Gas hidrogen dapat diperoleh dengan mengadakan hubungan bisnis dengan PT ALIndo (Air Liquid Indonesia) yang terletak di Merak.2. Pada dasarnya semakin besar kapasitas produksi maka kemungkinan keuntungan yang diperoleh semakin besar. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Banten. Ketersediaan Bahan Baku Bahan baku pembuatan paraxylene yaitu toluene. Kapasitas produksi pabrik yang sudah beroperasi Kapasitas produksi pabrik mempengaruhi perhitungan teknis maupun ekonomis dalam perancangan pabrik.3. Toluene hingga saat ini masih harus diimpor dari pabrik di luar negeri antara lain Petrochemical Corp of Singapore. namun ada faktor lain yang harus diperhatikan dalam menentukan kapasitas produksi.2. Amoco Chemicals Corp di Thailand demikian pula katalis zeolite ZSM-5 harus diimpor dari luar negeri. 1.2.

000 ton/tahun paraxylene dan China Petroleum Inc memproduksi 500. sedangkan kebutuhan dalam negeri yang belum terpenuhi masih diimport dari negara Amerika Serikat. Thailand. Korea dan China. Oleh karena itu dilatarbelakangi oleh ketiga pertimbangan tersebut yaitu kebutuhan paraxylene pada tahun 2007. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . maka tidaklah berlebihan bila direncanakan pendirian pabrik paraxylene dengan kapasitas 350.000 ton/tahun paraxylene. Berdasarkan pabrik yang telah berjalan hingga kini tercatat bahwa kapasitas pabrik antara 44. ketersediaan bahan baku dan kapasitas pabrik yang sudah beroperasi saat ini di seluruh dunia.000 ton /tahun dan bila memungkinkan kapasitas produksi dapat ditingkatkan lebih besar lagi. Pabrik paraxylene di Indonesia hanya kilang paraxylene Pertamina UP IV Cilacap yang telah berproduksi dengan kapasitas 270.000 ton / tahun yaitu pabrik Esfahan Petrochemical Company memproduksi 44.000 hingga 500. Singapura.BAB I Pendahuluan 5 Kapasitas pabrik yang akan didirikan harus diatas kapasitas minimal atau paling tidak sama dengan kapasitas minimal pabrik yang sedang berjalan. Jepang.000 ton/tahun dan mulai beroperasi pada tahun 1990.

2 Peta Lokasi Pabrik di Daerah Cilegon .BAB I Pendahuluan 6 Gbr 1.Merak Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .

Pabrik paraxylene pemasarannya ditekankan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. b. Banten berdasarkan pertimbangan : a. PT. memasarkan produk dan lainnya. Polyprima Karyareksa.BAB I Pendahuluan 7 1. Pemasaran Pemasaran merupakan salah satu hal yang paling menentukan tingkat kelayakan suatu proyek. Oleh karena itu fasilitas jalan raya dan pelabuhan laut sangat diperlukan. c. Seperti diketahui di Cilegon terdapat PT Amoco Mitsui Indonesia. Kawasan industri di Merak. Banten telah tersedia sarana transportasi yang memadai yaitu jalan raya dan pelabuhan laut yang Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Mitsubishi Chemical Indonesia memproduksi Purified Terephtalic Acid (PTA) yang berbahan baku paraxylene. dan PT. Bahan baku toluene yang diimpor dari luar negeri dapat dikirim melalui jalar laut dengan menyewa dermaga di Pelabuhan Merak. ALIndo yang samasama berlokasi di Merak. Bahan Baku Merak mempunyai letak yang sangat strategis sebab dekat dengan Pelabuhan Merak selain itu juga daerah ini mempunyai fasilitas transportasi yang sangat mendukung sehingga mudah dijangkau oleh jenis transportasi apa pun.3 PEMILIHAN LOKASI PABRIK Perancangan pabrik paraxylene dipilih lokasi di Merak. Transportasi Sarana transportasi diperlukan untuk mengangkut bahan. sedangkan gas hidrogen dapat diperoleh secara inline melalui pipa bawah tanah dari PT.

BAB I Pendahuluan 8 memudahkan pengambilan bahan baku dan juga pemasaran produk ke wilayah lain. d. Kemungkinan Pengembangan Lokasi Industri Pabrik yang akan didirikan berada di daerah kawasan industri. Utilitas Dalam industri Petrokimia tersedianya air. f. maka sangat memungkinkan untuk didapatkan kemudahan dalam pengurusan ijin dan pengembangan lokasi pabrik di masa mendatang. Tenaga Kerja Tenaga kerja yang dibutuhkan dapat dipenuhi dari daerah Merak dan sekitarnya serta wilayah Jabotabek yang padat penduduknya sehingga suplai tenaga kerja tidak menjadi masalah. listrik dan bahan bakar sangat dibutuhkan agar proses produksi dapat berjalan dengan baik. e. listrik. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . energi dan sarana-sarana lainnya yang memadai karena daerah ini juga telah banyak didirikan pabrik-pabrik berskala besar. Di daerah Merak telah mempunyai sarana-sarana pendukung seperti tersedianya air.

sekolah. Sarana Perhubungan Laut 4.BAB I Pendahuluan 9 Pemilihan lokasi pabrik dapat dilihat pada tabel 1.2. Banten. Zat ini merupakan materi zeolitik yang memiliki afinitas penyerapan hanya terhadap paraxylene. Daerah Pemasaran 5. Sarana Angkutan Darat 3. Perbandingan Dua Lokasi Pabrik Paraxylene Kriteria 1. Pusat Informasi dan IPTEK 7.4 TINJAUAN PUSTAKA 1.1 Macam Proses Proses pembuatan paraxylene dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa proses yang berbeda. Sumber Tenaga Kerja 6.2. Proses Mobil Oil Coorperation C8 aromatis dipompa ke adsorber untuk menyerap paraxylene dengan adsorbent AD (Barium Oxide on Silica Aluminium Support) yaitu molecular sieve adsorbent temuan UOP. hasil perbandingan dua kota yaitu di Cilacap. Tabel 1. Adsorbsi dan Isomerasi Xylene Proses dengan proses adsorbsi dan isomerasi ini ada berbagai macam antara lain : a. Jawa Tengah dan Merak. Sarana dan Prasarana Penunjang (Rumah Sakit.4. Jumlah stage dalam adsorber dibuat agar paraxylene dalam campuran dapat terserap dalam Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . tempat ibadah) Jumlah Total Lokasi Cilacap Merak 9 9 8 9 8 10 8 10 9 9 7 9 9 9 58 62 1. antara lain : A. Bahan Baku 2.

3% dengan konversi ethylbenzene 31. Sistem operasi reaktor non-isotermal non-adiabatis. Sedangkan campuran xylene yang tidak terserap dikirim ke aliran recycle. Isomerasi katalitik ini digunakan katalis jenis ZSM-5 yang menghasilkan konversi total 80.3% sehingga untuk memperoleh kemurnian maksimal perlu bahan baku dengan kemurnian tinggi. Produk keluaran reaktor diturunkan tekanannya menjadi atmosferik dengan menggunakan ekspander. metaxylene 22. sedangkan kebutuhan para-diethylbenzene untuk menyerap dibuat ekses 5%. dan C7H8 terpisah sebagai hasil atas dan dikirim ke off gas sedangkan aliran bawah C8 aromatis dan sedikit Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Reaksi yang terjadi dalam reaktor : Ethylbenzene + 3 H2 Ethylbenzene + H2 Ortoxylene    ortoxylene + 3 H2 C7H8 + CH4 metaxylene  paraxylene Reaksi terjadi secara eksotermis reversibel dengan selectivity paraxylene total 30%. Desorben para-diethylbenzene digunakan sebagai larutan pencuci untuk mengambil komponen paraxylene dari pori-pori adsorben.08 gr per 100 cc. Reaksi terjadi dalam tube katalis pada suhu 380C dan tekanan 9 atm. umpan dipanaskan dalam furnace agar sesuai dengan kondisi reaktor kemudian reaksi isomerasi terjadi. Aliran gas dikirim ke separator. didinginkan dalam kondensor sampai kondisinya antara dew point dan buble point sehingga aliran terpisah antara gas dan cairan. H2. ortoxylene 26. Kelarutan paraxylene dalam diethylbenzene adalah 1.4%. Sebelum masuk reaktor.BAB I Pendahuluan 10 pori-pori adsorbent.6%. CH4.

BAB I Pendahuluan 11 toluene dikirim ke menara distilasi untuk dimurnikan dan diambil toluennya kemudian dikirim ke mixing tank untuk dicampur dengan umpan segar. metaxylene dan ethylbenzene. Proses Kombinasi Aromax dan Isolene (Kombinasi Adsorpsi dan Isomerisasi) Proses kuno pemisahan C8 aromatis dengan menggunakan fraksional kristalisasi hanya akan memperoleh 50% dari aliran umpan sedangkan hasil yang tinggi tidak dimungkinkan karena adanya formasi eutetik yang akan mengurangi kemurnian produk. Proses isolene dikembangkan untuk mengisomerasasi keluaran ini untuk memperbanyak hasil C8 aromatis. Setelah terjadi operasi mother liquor mengandung komponen tinggi orto. Aliran inlet umpan masuk ke dalam adsorber diatur dengan menggunakan on-off valve melalui control computer sehingga memungkinkan bed dapat bergerak. Lebih dari 97% C8 aromatis dihasilkan dengan kedua katalis Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Keduanya membutuhkan make up H2 dan membutuhkan senyawa kimia yang korosif untuk menjaga aktifitas katalis. Proses Aromax mengembangkan substansi yang membuat proses lebih ekonomis dengan menyusun seri padatan adsorbent yang dapat mengadsorbsi secara selektif isomer tertentu dari campuran xylene. Dua macam katalis isolene yang digunakan disini yaitu tipe non mulia hidrocracking dan isolene II menggunakan katalis logam mulia yang dapat mengisomerasasi ethylbenzene menjadi xylene. b.

BAB I Pendahuluan 12 ini. Sekarang lebih banyak digunakan secara komersial dan isolene I hanya sebagai pelengkap. Aromax adalah kolom adsorbsi yang terdiri dari stage yang saling bebas dan secara horizontal disusun seri berisi adsorbent susunan fixed bed. Mixed xylene dilewatkan dalam adsorber dan rafinat yang terdiri dari sejumlah kecil dialirkan lagi ke beberapa stage adsorbsi tersebut untuk memurnikan paraxylene dan memperbanyak kontak antara adsorbent dan umpan. Produk xylene direcycle ke unit aromax lagi. Aliran adsorpsi hampir sama dengan operasi rektifikasi. Adsorbent kontak dengan xylene dengan aliran counter current untuk menggerakkan dengan valve on-off yang diatur secara periodik. Keluaran reaktor didinginkan dan diseparasi menjadi liuid dan fase gas. Hasil aliran satu pass xylene menghasilkan 90% paraxylene lebih baik dibandingkan kristalisasi konvensional yang hanya mencapai 60%. Paraxylene yang telah teradsorbsi didesorbsi dengan senyawa aromatik tertentu yang akan terpisah ke atas dan akan kemudian diekstraksi. Satu aliran hasil C8 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Larutan induk yang berasal dari langkah Aromax dicampur dengan hidrogen dan dipanaskan hingga suhu reaksi kemudian dikirim ke reaktor fixed bed adiabatik. Hasil yang tinggi dapat diperoleh dengan flow rate umpan yang lebih sedikit dengan didukung unit isolene yang menghasilkan C8 aromatis sebagai umpan segar. Paraxylene yang terkandung dalam larutan induk hanya 2%. Desorbent direcycle ke adsorber setelah didestilasi.

Aromatik berat dan ringannya dapat digunakan dalam campuran bensin dengan octane number 92 atau lebih. Pada tipe proses ini. Kristalisasi konvensional dengan fraksionasi kristalisasi hanya akan memperoleh 50% paraxylene dari campuran. – 87. Umpan C8 aromatik displit menjadi fraksi ringan dan berat. Kristalisasi dan Isomerisasi Xylene (Proses Isomar Maruzen) Proses ini digunakan untuk mengkristalkan dan mengisomerisasikan mixed C8 aromatis menjadi paraxylene dengan kemurnian tinggi hingga 99. Tekanan reaktor berkisar 24 – 31 atm dan suhu 250 – 450 0C.1. aliran yang kaya akan xylene dipisahkan lalu dimasukkan bersama recycle xylene ke sistem fraksionasi. xylene berisi 15 – 20% paraxlene yang didinginkan pada precooler –40C kemudian dilewatkan melalui heat exchanger yang suhunya dijaga pada –70C dengan pendinginan luar Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .26C sedangkan senyawa isomer yang lainnya mempunyai titik beku di bawah –25C. Bagaimanapun juga tidak seluruhnya paraxylene terecorvery dengan pembekuan ini karena paraxylene membentuk campuran eutetik dengan metaxylene pada –52. B.9C dengan ratio 12.9% dari umpan yang mengandung 32% xylene. Ada beberapa diluent yang digunakan untuk mengubah system eutetik seperti CCl4 digunakan membentuk padatan kristal dengan titik lebur –3. Titik beku paraxylene murni adalah 13.BAB I Pendahuluan 13 aromatis didapatkan lagi 98%.9C.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Kapasitas unit kristalisasi kedua kurang dari 1/8 unit kristalisasi pertama tapi mempunyai desain yang hampir sama. Sisa mother liquor dialirkan sebagai cooling medium dalam precooler. Umumnya disebut methylasi dari toluene. methylasi toluene dan dealkylasi xylene. Gugus methyl dari methanol akan masuk pada senyawa benzene dan membentuk paraxylene.BAB I Pendahuluan 14 memakai ethylene. C. Reaksi utamanya yaitu reaksi alkilasi toluene dan reaksi sampingnya adalah dehydrasi methanol. Sisa larutan induk dari centrifuge stage pertama dilewatkan ke reaktor fixed bed katalis silica alumina pada tekanan atmosfer. Tiap centrifuge dilengkapi dengan tanki pelelehan. Kristal mentah dari centrifuge mengandung 80% paraxylene lalu dilelehkan dan dikristalkan kembali hingga kemurnian 95%. Katalis mempunyai selektifitas terhadap paraxylene dan menjaga aromatik dapat terecorvery 100%. Pendingin dijaga pada perbedaan suhu –18C dengan refrigerant. Alkilasi Toluene Bahan bakunya adalah toluene dan methanol sebagai pemberi gugus alkyl. Slurry kristal paraxylene dilewatkan ke holding tank kemudian scara bertahap dilewatkan ke centrifuge. Centrifuge dibuat secara kontinyu. Larutan induk dari kristalisasi kedua mengandung 45% paraxylene dikembalikan ke stage pertama. Dengan recycle filtrate semua paraxylene dapat diperoleh semua.

Chem. D. hal 418 – 432) didapatkan bahwa penggunaan katalis modified ZSM-5 Zeolite pada disproporsionasi toluene akan memberikan menghasilkan 70 – 90% p-xylene.BAB I Pendahuluan 15 Reaksi Utama : C6H5CH3 + CH3OH   C6H4(CH3)2 + H2O Toluene Methanol p-xylene air Reaksi Samping : 1. Dari percobaan oleh Young Butter dan Kaeding (journal of catalyst 76. Gugus methyl dari molekul toluene satu pindah ke molekul toluene yang lain.. 1982. Konsentrasi ini jauh lebih besar daripada konsentrasi dalam kesetimbangannya hanya 24%. Disproporsionasi Toluene Proses disproporsionasi merupakan proses trans-alkilasi secara katalitik. Dehidrasi Methanol :  ½ gas hidrokarbon + H2O CH3OH  2. Eng. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Res.1993). dkk (Ind. Disproporsionasi : Toluene : 2 C6H5CH3   C6H6 + C6H4(CH3)2 C6H4(CH3)2   C6H5CH3 + ½ gas hidrokarbon Kinetika reaksi alkilasi toluene dengan methanol pada katalis Mg-modified ZSM-5 telah diselidiki oleh Jose L Sotelo. Dalam bentuk yang paling sederhana toluene dikonversi menjadi benzene dan p-xylene. Senyawa toluene yang menerima gugus methyl akan menjadi p-xylene Reaksi : C6H5CH3 zeolite    C6H4(CH3)2 + C6H6 Dealkylasi Xylene : Xylene yang terjadi pada campuran ini adalah campuran p-xylene dan benzene.

2. Reaksi disproporsionasi toluene mempunyai produk samping benzene yang cukup besar. Toluene yang tidak bereaksi direcycle ke reaktor. Umpan toluene kering dan 25% dari C8 aromatis dicampur dengan recycle gas H2 dan selanjutnya dipompakan ke heat exchanger untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam reaktor STDP (Selective Toluene Disproportionation) dalam hal ini toluene dalam fase uap untuk menghasilkan xylene dan produk benzene. Reaksi disproporsionasi toluene tidak mempunyai reaksi samping sedangkan reaksi alkilasi toluene mempunyai reaksi samping yang cukup banyak (hingga 3 reaksi samping). Benzene yang terbentuk dari reaksi disproporsionasi toluene dapat dengan cepat meninggalkan permukaan katalis kemudian diikuti paraxylene. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . namun dalam hal ini benzene dapat diolah untuk dijual. H2 dipisahkan dalam separator tekanan tinggi kemudian direcycle balik ke reaktor sebagai hidrogen make-up. keuntungan proses disproporsionasi toluene adalah : 1. Ortoxylene dan metaxylene memiliki waktu tinggal yang lebih lama dalam katalis sebab kemampuan difusifitasnya lebih rendah daripada paraxylene.BAB I Pendahuluan 16 Kenaikan para selectivity dalam katalis ini disebabkan karena adanya kontrol secara aktif dari pori-pori katalis. Dari beberapa proses diatas.

2 Kegunaan Produk A. Ethylbenzene jarang dihasilkan dari komersial xylene tapi dari alkilasi benzene.BAB I Pendahuluan 17 1. pthalic anhidrid. tapi kebanyakan digunakan untuk nitrasi pada xylidine. Produk Utama : Paraxylene Kegunaan utama dari komersial paraxylene adalah sebagai solvent dalam industri kimia dan campuran bensin. Konsentrasi H2SO4 dingin yang direaksikan dengan xylene akan membentuk asam xylene sulfonat. Paraxylene juga digunakan sebagai bahan mentah dari beberapa produk intermediete seperti xylidines. sebagai bahan antara (intermediet) lalu dengan pembakaran kaustik akan terbentuk xylenols.1% Dalam refinary petroleum. Dalam penggunaan di bidang kimia o-xylene banyak digunakan dalam oksidasi pthalic anhidrid.4. Metaxylene banyak dikonversi dengan oksidasi menjadi isopthalic acid. Lapisan hidrokarbon yang tidak tersulfonasi yang banyak mengandung m-ylene didinginkan untuk mendapatkan kristal murni p-ylene sedangkan kandungan m-xylene bisa mencapai 87. xylene digunakan sebagai campuran bensin (bahan bakar kendaraan bermotor) karena mempunyai harga anti ketukan yang Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . yang merupakan bahan mentah styrene yang dapat dipolimerisasikan menjadi polystyrene dan dikopolimerisasi dengan butadiene menjadi karet GR-S. Campuran eutetik terdiri dari 87.1% m-xylene dan 12. terepthalic acid dan isopthalic acid.9 % p-xylene dapat disulfonasi secara parsial dengan 95% asam sulfat dan dinetralkan dengan lime akan mengendapkan kalsium sulfat dan meninggalkan kalsium sulfat dalam larutan.

Seperti toluene. Sebagai bahan campuran bensin. tinta logam lithografi. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Yang pelapisan dengan menggunakan p-xylene yaitu penyikatan enamel. pelapisan tekstil. Paraxylene mempunyai harga tertinggi dari ketiga isomernya dan o-xylene mempunyai harga yang terendah. Di dalam industri paraxylene mempunyai banyak kesamaan penggunaan dengan toluene yang digunakan sebagi solvent dalam penguapan. Paraxylene digunakan sebagai ekstender pada karet sintesis serta digunakan dalam pencetakan berwarna fotografi. tapi ada perbedaan yang cukup mencolok antara isomer itu bila ada secara tunggal. resin coumarone-indene yang berasal dari urea dan fenol formaldehide atau melamine. Harga anti ketukan dari keempat isomer sangat tinggi. pelapisan alat-alat kapal. polystearine. Tipe resin yang biasanya dilarutkan dalam paraxylene adalah resin alam. Fungisida dan insektisida seperti toxaphene. xylene dipekatkan menjadi 75% dan dapat digunakan dalam grade industri. hexachlorobenzene. ester untuk permen karet. dilarutkan dalam paraxylene untuk mengkonsentrasikan larutan dengan tujuan pembentukan emulsi.BAB I Pendahuluan 18 tinggi. bahan tahan air. pengecatan untuk kapal. phenol murni. alkid. resin maleic. campuran cat. pelapisan kertas. paraxylene juga digunakan sebagai pelindung lapisan. Paraxylene juga digunakan sebagai bahan pembersih kering untuk spotting. sebagai pelarut dalam resin. vinyl. bahan tahan api. resin akrilik. untuk pencetakan sutera dan minyak kain. operasi setelah penggunaan solvent Stoddard.

fenol. resin maleic. Produk Samping : Benzene Benzene banyak digunakan dalam industri sebagai : » Bahan pelarut dalam keperluan operasi ekstraksi dan distilasi » Bahan baku untuk pembuatan senyawa kimia organik lain atau intermediate dari produk – produk komersial.3 Tabel 1. cumene cyclohexane. melamine. Reaksi sulfonasi untuk pembedaan kelarutan pada pemisahan isomer Penghilang spotting untuk pengeringan kering Sulfonasi yang dilanjutkan dengan desulfonasi sebagai bahan pembakaran kaustik. lithographi.BAB I Pendahuluan 19 Adapun gambaran proses pemakaian paraxylene dalam berbagai macam industri tercantum dalam Tabel 1. vinyl. batik. cetak sutera. resin aklirik. phenol murni.3. dan chlorobenzene. perbunan. Proses Pemakaian Bahan baku produk intermediate PTA Ditambahkan pada zat yang akan diuapkan sehingga prosesnya lebih cepat Nitrasi senyawa xylene menjadi nitroxylene dan diubah menjadi xylidine Paraxylene dioksidasi dicampur metanol dan ethyl glycol Komponen aviasi dan sebagai campuran bensin dengan harga antiknoc tinggi Pelarutan toxaphene. nitrobenzene. karet. hexachlorobenzene B. Penggunaan Paraxylene dalam Industri No 1 2 3 4 5 6 7 Jenis Penggunaan PTA Solvent penguapan Xylidine Serat Sintesis Dacron Petroleum Emulsifier dari fungisida dan insektisida Solvent resin Pelarut resin alam. deterjen alkylate. misalnya : styrene. neoprena. dll Dicampur dengan karet sintesis. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . alkyl benzene. fenol formaldehide 8 9 10 11 12 Pewarna Perekat Hidrotoping agent Bahan penggosok Xylenols Digunakan untuk fotographi. styrene.

5 SIFAT FISIS DAN KIMIA 1.8C : 41. Toluene Sifat-Sifat Fisis : ● Berat molekul ● Fasa pada T. ∆H0f (25 0C) gas : 11.6 atm : 0.48 kJ/0K liquid : 27.625C : 0.95 kcal/mol liquid : 2.141 gr/mol : cair : 110.131 l/mol liquid : 52.P kamar  Titik didih ( P=1 atm)  Titik beku ( P=1 atm)  Densitas ( 20C)  Indeks bias (20 C)  Temperature kritis  Tekanan kritis  Volume kritis  ∆H0c (25 0C dan P konstan) gas  ∆H0v( 25C)  Panas pembentukan.228 kcal/mol : -943.046633C : 0.58 kcal/mol : 6. ∆S ● ∆G0f (25 0C) gas gas : 76.1 Bahan Baku A.867gr/ml : 1.42 kJ/0K : 29.4449693 : 320.BAB I Pendahuluan 20 1.5.670 kcal/mol liquid : -934.867 kcal/mol  Entropy.50 kcal/mol 0 : 92.282 kcal/mol Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .

CH3 C H 2C l + C l2 S in a r U V + HCl 2. CH 3 CH 3 + C l2 Kat : Fe Cl + HCl 3..BAB I Pendahuluan 21 Sifat-Sifat Kimia : Toluene merupakan derivat dari benzene. Jika direaksikan dengan asam nitrat dan asam sulfat akan terbentuk nitrotoluene. maka atom hydrogen dalam siklus akan digantikan oleh atom Cl.dan mangan menghasilkan asam benzoat. yang mempunyai sifat-sifat kimia : 1. Jika gas chlor dialirkan ke dalam toluene yang mendidih dengan bantuan sinar UV maka atom H pada gugus methylnya akan digantikan oleh atom Cl. Pada reaksi oksidasi dengan oksigen serta dengan bantuan katalis bromin. C H 3 C H 3 + H N O 3 N O 2 + H 2O 4. cobalt. Jika gas chlor dialirkan pada suhu kamar dengan bantuan katalisator besi. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .

3. H2 + ½ O2 → H2O Reaksi antara hidrogen dengan karbon membentuk metana.001 gr/mol : -252. H2 + MO → M + H2O Reaksi hidrogenasi ikatan tak jenuh R-CH=CH-R + H2 → R-CH2-CH2-R Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . 7. 4.9 0C : 12.0352 gr/ml : -239.BAB I Pendahuluan 22 B.7 gr/mol 0K ● Titik didih ( P =1 atm) ● Titik leleh     Density ( 25C ) Temperature kritis Tekanan kritis Viskositas ( 25C) ● Spesifc heat Sifat – Sifat Kimia : 1.7 C : -259. H2 + X2 → 2 HX Reaksi antara hidrogen dengan oksigen membentuk air. H2 + N → NH2 Reaksi antara hidrogen dengan oksida logam membentuk logam dan air. Hidrogen Sifat-Sifat Fisis : ● ● Fasa pada T dan P kamar Berat molekul : gas : 2. 2H2 + C → CH4 Reaksi antara hidrogen dengan nitrogen membentuk amoniak. 3H2 + N2 → 2NH3 Reaksi antara hidrogen dengan logam membentuk logam hibrida.83 atm : 0.1 0C : 0. 5.013 cp : 19. Reaksi hidrogen dengan halogen membentuk asam hidrohalogenida. 2. 6.

617 0.387 30.508 28.411 34.17 142.5. kalC Flash point.8969 0.8437 0.397 30.535 29.186 0.23 padatan 0.8811 0.0653 : 28.108 0.26 1.8802 0.409 27.090 kcal/mol : – 5.809 0.12 cal/mol (25 C) 0 ∆HV ( pada titik didihnya ) Entropy (25 0C) Tabel 1.26 138.03 -47.678 0. (20 C) O-XYLENE M-XYLENE P-XYLENE -25. dyne/cm.8470 0.0 2.2 Produk A.27 : 3433.12 0. C Densitas.861 gr/ml : 138. Data Fisik C8 Aromatis SIFAT FISIK Titik beku. gr/ml 0 C 20 C 40 C Panas jenis.8634 0.24 0.31 ETIL BENZENE -94.895 0.31dyne/cm : 2.63 13.8 2.625 30.167 gr/mol : 0.8642 0. 36 padatan 0.BAB I Pendahuluan 23 1.838 kcal/mol : 81.24 0.8610 0.26C : 1. C Konstanta dielektrik (20C) Viskositas.8845 0. 20C Tegangan permukaan (20 0C) Dielectric constant ( 25C ) Temperature kritis Tekanan kritis Heat of fusion ∆H 0 f : cair : 106.05C : 34 atm : 4.644 0.04 Sumber : “Kirk and Othmer“ Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .4.492 28.6 2.8670 0. cp 0 C 20 C 40 C Tegangan permukaan.8495 0.808 0.20 cal/mol : 59. Paraxylene (Produk Utama) Sifat-Sifat Fisis : ● Fasa (T dan P kamar)              Berat molekul Densitas ( 20C ) Titik didih ( P = 1 atm) Titik beku ( P = 1 atm) Refraktive index.4 2.975 136.36C : 13.85 139.43 0. C Titik didih.

cal/gr H0f298. kcal/mol O-XYLENE M-XYLENE P-XYLENE 359.090 ETIL BENZENE 346.12 60.91 26. atm Densitas kritis.12 26.29 -1088.765 345.838 4. Thermodinamika C8 Aromatis SIFAT Temperetur kritis.952 -1098.0 -2.92 2.190 Sumber : “Kirk and Othmer“ Sifat-Sifat Kimia : Xylene disini terdapat 3 isomer yang mempunyai sifat – sifat kimia sebagai berikut : 1.13 -1091.16 4.28 82.4 37 0.29 81. kcal/mol G0298.37 28.841 4.61 31.2 -5.37 29.29 59.405 -1098.075 4.54 -1088.9 -5.27 82.177 -1098.0 34 0.0 36 0. C Tekanan kritis.16 3.27 25.54 58.12 60.0 -6.29 81.31 28.03 2. gr/ml Hv pada titik didih. kcal/mol gas liquid S298.12 -1087.0 35 0.250 346. kcal/mol gas liquid H0C 298 ( tekanan tetap) gas kcal/mol liquid Hfusion.208 -1101.5.977 7.99 28.BAB I Pendahuluan 24 Tabel 1. Mengalami reaksi oksidasi : COOH CH3 CH3 + O2 COOH o-xylene CH3 asam pthalat COOH + O2 COOH CH3 m-xylene CH3 asam isopthalat COOH + O2 CH3 COOH p-xylene asam terepthalat Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene .

% konversi toluene. B. maka dapat digunakan untuk pemisahannya dengan isomer lainnya.1 cal/mol gas gas : -789. P kamar) ● Density (20 0C) ● Titik beku ● Titik didih ● ΔHfusion ● ΔH ● ΔH 0 C 298 : C6H6 : 78. Mengalami reaksi isomerisasi : C H C H 3 C H 3 A C ID 3 C H A C ID 3 C H 3 C H 3 o-xylene m-xylene p-xylene Susunan/komposisi ketiga isomer di atas dalam kesetimbangan dipengaruhi oleh suhu reaksi. Sulfonasi dan Desulfonasi Paraxylene paling suli bereaksi dalam sulfonasi dibandingkan dengan isomer-isomer lainnya karena karakteristik sifat ini.5 0C : 80. WHSV (Weight Hourly Space Velocity) dan sebagainya. Benzene (Produk Samping) Sifat – Sifat Fisis : ● Rumus molekul ● Berat molekul ● Kenampakan ● Fasa (pada T.08 kcal/mol : 19.1 0C : 30. 3.879 gr/ml : 5. Sodium xylene sulfonat banyak digunakan untuk pemisahan kelarutan / hidrotoping agent.98 kcal/mol 0 f 298 liquid : 11.718 kcal/mol Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . jenis katalis.82 kcal/mol liquid : -780.BAB I Pendahuluan 25 2.11 gr/mol : jernih : cair : 0.

Pirolisa Jika benzene dilewatkan melalui red hot iron tube atau dalam temperatur tinggi akan menghasilkan senyawa diphenyl dengan katalisator vanadium. Halogenasi Produk substitusi atau adisi diperoleh dengan halaogenasi benzene. satu atau lebih atom hidrogen pada benzene dapat digantikan dengan atom halogen atau pun gugus nitro.989 kcal/mol : 288. Klorobenzene diperoleh dengan mereaksikan pada suhu 30 – 50 0C dengan katalis molibdenum klorida.7 atm liquid : 29. Direaksikan dengan Br2 dan Cl2 diperoleh benzene klorida dan benzene bromida dengan katalis FeCl3. 5. benzene teroksidasi menjadi air dan CO2. kecepatan hidrogenasi akan menjadi tiga kali lipat dengan kenaikan suhu dari 20 0C hingga 50 0C. Pada suhu kamar. Pada temperatur diatas 750 0C benzene akan terdekomposisi menjadi carbon dan hidrogen. Substitusi gas : 30. 2. Dengan katalisator seperti permanganat atau asam kromat. 3. benzene dapat dihidrogenasi dengan katalisator nikel. sulfonat dan lainnya.5 0C : 47. Oksidasi Benzene dapat dioksidasi menjadi produk – produk yang berlainan. 4.BAB I Pendahuluan 26 ● ΔG0f 298 ● Temperatur kritis ● Tekanan kritis Sifat – Sifat Kimia : 1.756 kcal/mol Dalam kondisi yang sesuai. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Reduksi Benzene dapat direduksi menjadi sikloheksana.

6 TINJAUAN PROSES SECARA UMUM Proses pembentukan paraxylene melalui reaksi disproporsionasi toluene pada prinsipnya yaitu proses pemindahan gugus metil dari molekul toluene yang satu ke molekul toluene yang lain. Bila benzene direaksikan dengan campuran asam nitrat dan mercury palmiat diperoleh nitrophenol. Dengan kata lain dalam reaksi ini. (Mc Ketta. Nitrasi Benzene dengan asam sulfat dan asam nitrat pada suhu 50 – 75 0C menjadi mono derivat degnan yield mencapai 98 %. 2 mol toluene akan pecah membentuk 1 mol benzene dan 1 mol xylene. 7. Molekul toluene yang kehilangan gugus metilnya akan menjadi benzene sedangkan molekul toluene lain yang menerima gugus metil akan membentuk xylene. Katalisator yang digunakan adalah AlCl3. 1. Alkilasi Alkilasi benzene seperti etil benzene dan cumene diproduksi secara komersial dengan mereaksikan benzene dengan etilen atau propilen baik dalam fasa uap maupun cair. Reaksi yang terjadi sebagai berikut : CH3 CH3 2 TOLUENE BENZENE + XYLENE CH3 Secara teoritis campuran yang terjadi adalah equimolar : 50% benzene dan 50% xylene.BAB I Pendahuluan 27 6. BF3. hal 257) Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . namun pada kenyataannya yang diperoleh 37% benzene dan 55% xylene. zeolite.

Dalam hal ini katalis yang digunakan berupa katalis zeolite ZSM-5. Hasil keluaran reaktor didinginkan dengan menggunakan heat exchanger dan produk berupa campuran gas-cair dipisahkan di dalam separator. Pada proses Disproporsionasi Toluene. bahan baku berupa toluene dan hidrogen masuk ke dalam reaktor fixed bed multitube katalitik dimana terjadi reaksi pada fase gas untuk membentuk paraxylene sebagai produk utama dan benzene sebagai produk samping. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Tolene . Paraselectivity adalah jumlah proporsi paraxylene di dalam total keseluruhan campuran xylene.BAB I Pendahuluan 28 Xylene yang terbentuk pada reaksi di atas merupakan campuran antara isomer-isomer xylene (mixed xylene). Kenaikan paraselectivity di dalam katalis disebabkan karena adanya kontrol difusi secara selektif melalui pori-pori katalis. Gas hidrogen sebagai hasil atas direcyle kembali ke dalam reaktor bersama-sama dengan hidrogen make-up dan sebagian hidrogen dipurging untuk menghindari akumulasi yang tidak diinginkan. Produk cairannya sebagai hasil bawah dikirim ke menara distilasi dan kristalizer untuk proses pemisahan paraxylene dari campurannya.

umpan boiler. Unit pembangkit udara instrumen E. Unit penyediaan dan pengolahan air Menyediakan air untuk pendingin. pendingin ruangan maupun penerangan. Unit pembangkit listrik Menyediakan listrik untuk tenaga penggerak peralatan proses. Listrik ini disuplay dari PLN dan dari generator set sebagai cadangan bila listrik dari PLN terganggu. Unit pembangkit steam Menyediakan steam untuk media pemanas di alat penukar panas heater dan boiler C. sanitasi dan hydrant.1 UNIT PENDUKUNG PROSES/UTILITAS Unit pendukung proses merupakan sarana penunjang kelancaran suatu proses produksi dalam suatu pabrik. D.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 73 BAB IV UNIT PENDUKUNG PROSES DAN LABORATORIUM 4. Unit penyediaan bahan bakar Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Unit pendukung proses pabrik paraxylene meliputi : A. B.

Air Umpan Ketel (Boiler Feed Water) Pada umumnya air masih mengandung larutan garam-garam dan asam yang akan merusak material konstruksi dan mengganggu kerja sistem. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penanganan air umpan boiler : Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Air Pendingin Air digunakan sebagai media pendingin karena :     Air merupakan materi yang dapat diperoleh dalam jumlah besar Mudah dalam pengaturan dan pengolahannya Dapat menyerap panas dalam jumlah tinggi tiap satuan volumenya Tidak mudah menyusut secara berarti dalam batasan tertentu dengan adanya perubahan temperatur. Air ini dipergunakan untuk : 1. condenser pada kolom distilasi 2. dan dapat menjadi makanan mikroba sehingga menimbulkan endapan. menurunkan koefisien perpindahan panas.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 74 4.  Tidak terdekomposisi Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk air pendingin yaitu hardness.1 Unit Penyediaan dan Pengolahan Air Air untuk kebutuhan pabrik diperoleh dari air laut di sekitar pabrik (Pelabuhan Merak) dan berasal dari air tanah melalui sumur artesis. Air pendingin digunakan pada penukar panas cooler.1. besi dan minyak merupakan penyebab terganggunya film corrosion inhibitor.

mencuci. CO2. Syarat kimia :   Tidak mengandung zat organik maupun anorganik Tidak beracun Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . laboratorium dan lain-lain.  Zat yang menyebabkan scale forming/pembentukan kerak Pembentukan kerak disebabkan karena adanya kesadahan dan suhu tinggi yang biasanya berupa garam-garam karbonat dan silikat. Efek pembusaan terjadi pada tingkat alkalinitas yang tinggi. Syarat fisik :   Warna jernih Tidak mempunyai rasa dan tidak berbau b.  Zat yang menyebabkan foaming Air yang diambil kembali dari proses pemanasan bisa menyebabkan foaming pada boiler karena mengandung zat-zat organik. Air Sanitasi Air sanitasi digunakan untuk keperluan sanitasi yaitu masak. anorganik dan zat-zat yang tidak larut dalam jumlah yang besar. gas yang terlarut seperti : O2. Syarat – syarat air sanitasi : a. mandi. H2S dan NH3.O2 dan CO2 masuk karena adanya aerasi maupun adanya kontak dengan udara luar.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 75   Zat-zat yang dapat menyebabkan korosi Korosi yang terjadi di dalam boiler disebabkan air mengandung larutanlarutan asam. 3.

Pengolahan tersebut meliputi pengolahan secara fisik dan kimia. Air Hydrant Yaitu air yang digunakan untuk memadamkan kebakaran. Penghisapan Tahap ini menggunakan penghisap yang dilengkapi pompa vakum untuk mengalirkan air dari laut ke stasiun pemompa air. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .1. Penyaringan Tahap ini menggunakan Coarse and Fine Screen yang berfungsi untuk menyaring kotoran laut berukuran besar yang terpompa.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 76 c. penambahan desinfektan maupun penggunaan ion exchanger. b. c. Pengolahan air melalui beberapa tahapan : a. terutama bakteri patogen. 4. 4.1 Pengolahan Air Kebutuhan air dalam suatu pabrik diperoleh dari sumber air di sekitar pabrik yaitu dari air laut dan air tanah yang diolah terlebih dahulu agar memenuhi syarat untuk digunakan. Pengendapan Pengendapan dilakukan secara gravitasi dengan menggunakan settling pit untuk mengendapkan partikel-partikel yang tersuspensi dalam air.1. Syarat biologis :  Tidak mengandung bakteri. Pada umumnya air ini tidak memerlukan syarat-syarat yang spesifik.

berfungsi untuk menampung air yang digunakan untuk keperluan make up air pendingin. e. Dengan menggunakan clarifier. Lalu air yang telah disaring ditampung ke dalam dua buah tangki. yaitu : Filtered water storage tank. Koagulasi dan Flokulasi Koagulasi adalah penambahan coagulant aids lalu dilakukan pengadukan dengan cepat sehingga terjadi penggumpalan partikel-partikel koloid yang tidak stabil dan suspended solid yang halus Flokulasi adalah pengadukan lambat untuk menggumpalkan partikel yang tidak stabil dan membentuk flok -flok kecil menjadi flok besar sehingga dapat mengendap secara cepat. Sand Filter Air yang keluar dari clarifier masih mengandung partikel halus yang dapat dipisahkan dengan penyaringan.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 77 d. Prosesnya sebagai berikut : Air dari proses pengendapan (c) dialirkan ke bak penampungan kedua. Zat kimia yang digunakan adalah tawas. Portable water storage tank. air hydrant dan air umpan boiler (BFW). Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . berfungsi untuk menampung air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari di pabrik dan di perkantoran. maka gumpalan-gumpalan yang terbentuk di blow down dan diperoleh air bersih. Pada bak ini ditambahkan bahan-bahan kimia (koagulan) sehingga akan terbentuk gumpalan sambil diinjeksikan kalsium hipoklorit atau Cl2 cair. Proses koagulasi diikuti dengan proses flokulasi. Filter yang digunakan adalah jenis sand filter dengan menggunakan pasir kasar dan halus.

Kerak akan mengakibatkan turunnya efisensi operasi bahkan bisa menyebabkan tidak beroperasi sama sekali.5. Mg2+.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 78 Air yang digunakan sebagai air umpan boiler (BFW) harus diproses lebih lanjut. bau serta zat-zat organik lainnya. Air yang keluar dari carbon filter diharapkan mempunyai pH sekitar 7. Bebas dari semua gas-gas yang mengakibatkan terjadinya korosi terutama gas O2 dan gas CO2 Air dari filtered water storage tank diumpankan ke carbon filter yang berfungsi untuk menghilangkan gas klorin. Cl. Al3+. Mn2+. K+. K+. HCO3-. SO42-. diantaranya :  Unit Demineralisasi Air Unit ini berfungsi untuk menghilangkan mineral-mineral yang terkandung dalam air seperti : Ca2+. Al3+ ) yang ada di dalam air umpan. 2. warna. Mg2+. Tidak menimbulkan kerak pada ketel maupun pada tube alat penukar panas jika steam digunakan sebagai pemanas. Alat ini sering disebut softener yang mengandung resin jenis Strong Acid Cation Resin (SACR) dimana kation-kation dalam umpan akan ditukar dengan ion H+ yang ada pada SACR.0-7. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Fe2+. Demineralisasi diperlukan karena air umpan ketel memerlukan syaratsyarat sebagai berikut : 1. Selanjutnya air tersebut diumpankan ke dalam cation exchanger yang berfungsi menukar ion-ion positif/kation ( Ca2+. Fe2+. Air yang diperoleh adalah air bebas mineral yang akan diproses lebih lanjut menjadi air umpan boiler (boiler feed water).dan lain-lain dengan bantuan resin.

Di dalam anion exchanger mengandung resin jenis Strong Base Anion Resin (SBAR) dimana anion-anion dalam air umpan ditukar dengan ion OH. Cl-. Pada operasi normal FMA stabil sekitar 12 ppm. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . apabila FMA turun berarti resin telah jenuh sehingga perlu diregenerasi menggunakan larutan H2SO4 dengan konsentrasi 4%. SO42+.7) dan Free Mineral Acid (FMA) yaitu CaCO3 sekitar 12 ppm. Batasan yang diijinkan pH (8.yang lepas dari resin mengakibatkan terjadinya netralisasi sehingga pH air keluar anion exchanger kembali normal dan ada penambahan konsentrasi OHsehingga pH akan cenderung basa. kandungan Na+ = 0.01 ppm. NO3-. maka ion H+ dari asam-asam yang terkandung di dalam umpan exchanger menjadi bebas kemudian berikatan dengan OH. Air keluaran cation exchanger kemudian diumpankan ke dalam anion exchanger yang berfungsi sebagai alat penukar anion-anion ( HCO3-.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 79 Akibat tertukarnya ion H+ dari resin kation-kation yang ada dalam air umpan. Dengan menukar anion-anion dari umpan tersebut. FMA merupakan salah satu parameter untuk mengukur tingkat kejenuhan resin (exhausted resin).) yang terdapat di dalam air umpan.yang berasal dari SBAR.1). Resin diregenerasi menggunakan larutan NaOH 4%.08 – 2. Kandungan silika pada air keluaran anion exchanger merupakan kriteria sebagai titik tolak bahwa resin telah jenuh (12 ppm).5 ppm dan 0. dan CO3. Air keluaran unit cation dan anion exchanger ditampung dalam demineralizer water storage sebagai penyimpan sementara sebelum diproses lebih lanjut di unit deaerator. maka air keluaran cation exchanger mempunyai pH rendah (3.8 – 9.

Hal ini dimungkinkan karena masih terdapatnya kontaminan-kontaminan yang terdapat dalam steam kondesat maupun kemungkinan adanya kebocoran di dalam sistem air pendingin. Air yang keluar dari unit polisher selanjutnya dikirim bersama air dari unit demineralisasi untuk diolah di unit deaerator. Kondensat ini biasanya akan membawa produk-produk korosi sepanjang perpipaan.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 80  Unit Polisher Hampir sebagian hasil kondensasi steam (80%) yang digunakan pada alat- alat proses dan pembangkit tenaga dikembalikan untuk digunakan kembali sebagai air umpan boiler (condensate return system). Proses regenerasi resin polisher mempunyai pengaruh yang sangat penting terhadap kualitas air yang akan diolah khususnya adanya siklus sodium. Kontaminan dalam steam kondensat menyebabkan korosi meningkat maka kondensat ini perlu diolah sebelum digunakan sebagai umpan boiler di unit polisher untuk mengurangi/mengambil ion-ion produk yang terbawa ke dalam kondensat. Apabila resin telah jenuh maka diregenerasi menggunakan NaCl. Mg ) yang terlarut. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Produk korosi sebagian besar berupa ion-ion besi (Fe) dan tembaga (Cu) maka yang digunakan untuk menukar ion-ion Fe dan Cu hardness ( Ca.

Selanjutnya dilakukan proses kimiawi dengan penambahan bahan kimia dioxoaromatic yang mengandung senyawa hydrokuinone. Gas-gas tersebut dihilangkan dari air di unit deaerator karena dapat menyebabkan terjadinya korosi.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 81  Unit Dearator Air yang sudah diolah di unit polisher dan demineralisasi masih mengandung gas-gas terlarut terutama O2 dan CO2. Proses mekanis dilakukan dengan cara mengontakkan air umpan boiler dengan uap tekanan rendah (stripping gas) mengakibatkan sebagian besar gas terlarut dalam air umpam terlepas dan dikeluarkan ke atmosfer. Untuk mengolah CO2 diinjeksikan neutralizing amine yang akan menetralisir pembentukan CO2 dan akan menaikkan pH kondensat sekitar 8. Keluar dari aerator ke dalam air umpan boiler diinjeksikan larutan phospat (Na3PO4. Pada unit deaerator kadarnya diturunkan sampai kurang dari 5 ppm.5 – 9.maka air umpan boiler tetap terjaga pada kondisi yang diinginkan selain itu larutan amine berfungsi untuk membentuk lapisan film di dalam pipa sehingga menghindari timbulnya korosi.+ H2CO3 R-NH3+ + OHR-NH3+ + HCO3. Proses pengurangan gas-gas dalam unit deaerator dilakukan secara mekanis dan kimiawi. kandungan oksigen akan mencapai kurang dari 10 ppb.+ H2O Dengan adanya ion OH. reaksi sebagai berikut : 2C6H4(OH)2 + O2 2 C6H4O2 + 2 H2O Setelah dilakukan injeksi.H2O) untuk mencegah terbentuknya kerak silika dan kalsium pada steam Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .5 dengan reaksi : R-NH2 + H2O R-NH3 + + OH.

1 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . Untuk mengatasi hal ini maka ke dalam air pendingin diinjeksikan bahan-bahan kimia sebagai berikut :    Phospat. tidak menimbulkan kerak dan tidak mengandung mikroorganisme yang bisa menimbulkan lumut. Air pendingin harus mempunyai sifat-sifat yang tidak korosif. Kehilangan air karena penguapan.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 82 drum dan boiler. Sebelum diumpankan ke boiler. berguna untuk membunuh mikroorganisme Zat dipersant untuk mencegah terjadinya penggumpalan Skema unit pengolahan air dapat dilihat pada gambar 4. berguna untuk mencegah timbulnya kerak Chlorine. air terlebih dahulu diberi dispersant.  Unit Air Pendingin Unit air pendingin yang digunakan dalam proses sehari-hari berasal dari air pendingin yang telah digunakan dalam pabrik yang kemudian didinginkan dalam cooling tower. terbawa udara atau pun dilakukannya blow down di cooling tower diganti dengan air yang disediakan di filtered water storage.

Kaporit Injeksi : . Lart. warna. Zat Dispersant Air Umpan Boiler (BFW) Air Pendingin Gambar 4. Phospat 2. bau.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 83 Air Laut Injeksi : .Klorin cair .Klorin cair .1 Blok Diagram Pengolahan Air Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .Kaporit Air Tanah Filtrasi Blow-down: sampah Tanki Penyimpan Injeksi : .Klorin cair .Tawas . bahan2 organik Filtered Water Storage Tank Tanki Chlorinator Tanki Chlorinator Carbon Aktif Carbon Filter Carbon Aktif Carbon Filter SACR (Resin) Tanki Air Sanitasi SABR (Resin) Cation Exchanger Anion Exchanger Kondensat Demineralizer Water Storage Tanki Kondensat Tanki Polisher Tanki Deaerator Injeksi : 1.Kaporit Mengikat gas Cl2.Alum Koagulasi & Flokulasi Clarifier Blow-down: Flok-flok lumpur Sand Filter Blow-down: partikel2 halus Portable Water Storage Tank Injeksi : .

Kebutuhan air sebagai pemanas Kebutuhan air sebagai pemanas dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.070. 7.8619 6.4303 125.403.200.737.356 kg/jam = 258.4780 m3/hari = 25.2 x 126.3949 Jadi kebutuhan total air untuk pendingin = 5.4780 m3/hari Diperkirakan air yang hilang sebesar 20 % (Severn hal 140) sehingga kebutuhan make.544 m3/hari Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .8956 m3/hari 2.356 10758.339.262.0854 5.up yang ditambahkan = 0.811.689.689.356 Total kebutuhan air sebagai pemanas = 10758.up air untuk pendingin : Make.258. Kebutuhan air untuk pendingin dapat dilihat pada tabel berikut : 1. Kebutuhan air untuk pendingin Tabel 4. 6.342.258.1.618.238.3949 kg/jam = 5.894.4610 1.258.193. Kode Alat I-C01 I-C02 I-C03 CD-01 CD-02 CD-03 HE-02 Total Nama Alat Intercooler Intercooler Intercooler Kondensor Kondensor Kondensor Heat Exchanger Kebutuhan (kg/jam) 291. 2.2 Kebutuhan air sebagai pemanas melter No 1 Kode Alat M-01 Total Nama Alat Melter Kebutuhan (kg/jam) 10758.3949 m3/jam = 126.785. 5.0191 2.8756 367.2 Kebutuhan Air Kebutuhan total air pada pabrik paraxylene berdasarkan pada perhitungan.6622 312. 4.070. 3.070.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 84 4.193.766.1 Kebutuhan air pendingin No 1.

06 m3/hari = 26. Air untuk karyawan sebanyak 189 karyawan dan untuk setiap karyawan diperlukan air sebanyak 40 lt /hari.640. Kebutuhan air untuk sanitasi a.949. Air untuk laboratorium = 2500 lt/hari = 2.56 m3/hari b. = 189 x 40 lt/hari = 7560 lt/hari = 7.200.05 x 25.06 m3/hari Total air bersih yang disuplai : = make up air pendingin + make up air melter + air sanitasi = 25.2 x 258.290.290.000 lt/hari = 30 m3/hari c.428. Air untuk kebersihan.554.46 m3/hari Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .5 m3/hari d. Maka kebutuhan air untuk perumahan = 250 x 4 x 30 = 30. Total kebutuhan air sanitasi = 50.1082 m3/hari 3.428. masing-masing dihuni sekitar 4 orang dan kebutuhan air untuk perumahan diperkirakan sebesar 250 lt/orang/hari.06 m3/hari.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 85 Diperkirakan air yang hilang sebesar 20 % (Severn hal 140) sehingga kebutuhan make-up air: Make-up air yang ditambahkan = 0. Kehilangan akibat kebocoran diperkirakan 5% sehingga suplai air dari sumber air: = 1.544 m3/hari = 51. tanaman dan lain-lain diperkirakan sebesar : 10000 lt / hari = 10 m3/hari. Air untuk perumahan Perumahan karyawan pabrik sebanyak 30 rumah.

299.16 + 49. tekanan 46.991.32lb/jam Make up air pada suhu 30oC dan kondensat kembali pada suhu 228.598.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 86 4.2.2 Perhitungan Kapasitas Boiler Jumlah saturated steam yang dibutuhkan = 492.3818 kg/jam. Steam yang digunakan adalah steam jenuh (saturated steam) pada suhu 533.290.9 x 492.3 atm dengan  = 1661.299.16 lb/jam Make up air untuk boiler = kondensat yang hilang + blow down =49.16 = 98.1.991.1 x 492.991.2.1 Kebutuhan Steam Steam digunakan sebagai media pemanas pada alat penukar panas seperti vaporizer dan heat exchanger.44 = 49.299.44 lb/jam Kondensat yang hilang = steam yang dihasilkan – kondensat kembali = 492.6 = 49. Total kebutuhan steam sebesar 203.991.617. Untuk menjaga kemungkinan kebocoran pada saat distribusi jumlah steam dilebihkan sebanyak 10%.6 = 443.2 Unit Penyediaan Steam 4.5 kJ/kg.16 = 542.6 lb/jam Blow down = 10% dari steam yang dihasilkan = 0.288.15 K.6 lb/jam 4.5oC Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .299.991.16 lb/jam Umpan air masuk boiler = blow down + steam yang dihasilkan = 492.299. Jadi jumlah steam yang dibutuhkan (ms) = 223.692.76 lb/jam Kondensat yang kembali = 90% dari steam yang dihasilkan = 0.1.6 + 49.22 kg/jam = 492.692.991.6 – 443.1.

5 Btu/jam 0.600 Btu/gal = 557.u  m kond ).dT  (m air m.2 (solar) = 139.506.5) kj/kg) (1.λ  (98.2.20462 lb/kg)  (98.692.633.469.055 kj/Btu)(18 kg/kmol)(2.32 kg)(7.838.598.1412 kj/dm3 Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .4 Perhtungan Kebutuhan Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan adalah fuel oil no 2 Net Heating Value (NHV) fuel oil no.5  14.598.424 Btu/jam Efisiensi boiler 85% jadi panas yang diperlukan untuk pembentukan steam Q 405.849.2.2841 ft2 4.44 kg)(1661.3284 Hp (970.817) kj/kmol) (1.469.32  443.1.424  477.20462 lb/kg) = 405.3284 Hp = 142.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 87 533.3)(34.910.5) 477.263.1.3 Menentukan Luas Penampang Perpindahan Panas Dari Severn hal 140 konversi panas menjadi daya adalah : Hp  Q (970.3)(34.5)  Dari Severn hal 126 ditentukan luas bidang pemanasan adalah 10 ft2/Hp sehingga total heating surface : A = 10 ft2/Hp x 14.15 Q  m air m.263.85 4.849.910.055 kj/Btu)(2.u 303  Cp.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .26 lb/ft3 Kebutuhan bahan bakar : ms  Q η x Eb 122.292178 m3/jam x 24 jam/hari x 30 hari/bulan = 210.763 kg Diperkirakan kehilangan akibat kebocoran selama sirkulasi sebesar : = 0.168.600  volume bahan bakar  0.909 kg/jam Jadi perlu disediakan make-up Dow Term sebesar 1302.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 88  = 54.75 x 139.908.292178 m 3 /jam Kebutuhan per bulan = 0.8432  292.000 ft2 : fuel oil no.302.36816 m3/bulan 4.763 kg/jam = 1302.001 x 1.3 Unit Penyedia Dow Term Dow Term A digunakan sebagai media Pendingin pada reaktor.909 kg tiap jam.31817 ft3/jam 4.1.2 (solar) : 10.5 Spesifikasi Boiler Tipe Jumlah Heating surface Bahan bakar Rate bahan bakar : Water tube boiler : 1 buah : 145.908.178dm 2 0.302.077.2.1. Kebutuhan Dow Term A = 1.

Generator AC yang digunakan jenis generator AC.1. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .4 Unit Pengadaan Tenaga Listrik Kebutuhan tenaga listrik suatu industri dapat diperoleh dari : Suplai dari Pembangkit Listrik Negara (PLN) Pembangkit tenaga listrik sendiri (generator set) yang digunakan adalah generator arus bolak-balik dengan Generator pertimbangan : Tenaga listrik yang dihasilkan cukup besar Tegangan dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai dengan kebutuhan dengan menggunakan transformator.001 x 3271.4 Unit Penyedia Ammonia Digunakan untuk krisatalizer dari neraca panas kebutuhan diperoleh hasil sebesar 3271.9897 kg Diperkirakan kehilangan akibat kebocoran selama sirkulasi sebesar : = 0. 3 phase yang mempunyai keuntungan : Tenaga listrik stabil Daya kerja lebih besar Kawat penghantar yang digunakan lebih sedikit Motor 3 phase harganya relatif murah dan sederhana.272 kg/jam Jadi perlu disediakan make up sebesar 3.1.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 89 4.9897 kg/jam = 3.272 kg tiap jam. 4.

Listrik untuk laboratorium dan instrumentasi.3 Tabel. Kebutuhan listrik untuk proses No 1 2 3 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Kode C-01 C-02 C-03 C-04 P-01 P-02 P-03 P-04 P-05 P-06 P-07 P-08 P-09 P-10 P-11 P-12 E-01 Nama Alat Kompresor Kompresor Kompresor Kompresor Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Pompa Expander Total Jumlah 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 HP 8 8 8 12 5 21 21 26 26 4 4 4 4 2 2 2 -11 Total 8 8 8 12 5 21 21 26 26 4 4 4 4 4 2 2 -11 144 Kebutuhan listrik untuk keperluan proses = 144 Hp Maka total power yang dibutuhkan = 144 Hp x 0.1.381 kW Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 90 Kebutuhan listrik untuk pabrik meliputi : 1.3. Listrik untuk keperluan proses dan pengolahan air 2.1 Kebutuhan Listrik untuk Peralatan Proses dan Pengolahan Air Keperluan listrik untuk peralatan proses dan keperluan pengolahan air dapat dilihat pada tabel 4.4. Listrik untuk penerangan dan AC.4.7457 kW / Hp = 107. 3. 4.

828 kW Jadi total kebutuhan listrik untuk proses dan pengolahan air = 131. Kebutuhan listrik untuk pengolahan air No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Kode P-1 P-2 P-3 P-4 P-5 P-6 P-7 P-8 P-9 P-10 Nama Alat Jumlah Pompa raw water 2 Pompa dari bak pengendap ke tangki filtrasi 2 Pompa dari tangki filtrasi ke tangki air bersih 2 Pompa air lunak 2 Pompa umpan air boiler 2 Pompa klorinator 2 Pompa bahan bakar 2 Pompa air cooling water 2 Pompa kondesat 2 Fan di cooling tower 1 Total HP 5 1 1 1 1 1 1 2 1 12 Total 10 2 2 2 2 2 2 4 2 12 40 Kebutuhan listrik untuk pengolahan air Maka total power yang dibutuhkan = 40 Hp = 40 Hp x 0.7457 kW / Hp = 29.2432 kW Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .4.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 91 Tabel 4.

Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .ft 20 10 30 30 15 15 10 15 20 10 30 10 20 10 10 15 10 5 10 Lumen 10.278.730 64.760.440 10 Packaging dan Gudang 11 Daerah Proses* 12 Perluasan Pabrik* 13 Utilitas* 14 Unit Pengolahan Limbah* 15 Parkir* 16 Perpustakaan 17 Power Plant* 18 Aula 16 Area Penyediaan Bahan Bakar* Keterangan  : (*) area di luar bangunan Untuk semua area dalam bangunan direncanakan menggunakan lampu TL 40 Watt (dari Perry edisi 3.195.210.200 16.000 1.291.910 538.527.291.4.310.640 7.100 129.325 215.055.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 92 4.145.920 32.489.376. Tabel 4.025 / 1960 = 618 buah.330 215.600 80.195.173.229.460 32.937.729. saluran * Kantor administrasi Laboratorium Poliklinik Masjid Kantin Pemadam kebakaran* Bengkel Area Luas 50 5000 1500 600 200 400 300 500 1000 2000 10000 12500 2500 750 1800 100 200 200 400 Total Cd.278. Konsumsi listrik untuk penerangan No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Pos Keamanan Jalan taman.820 10.303.910 43.937.730 80.025 lumen  Maka jumlah lampu yang dibutuhkan =1.583.729.210.2 Kebutuhan Listrik untuk Penerangan dan AC Besarnya tenaga listrik yang dibutuhkan untuk keperluan proses dipakai standar yang terdapat dalam buku Perry edisi 3 hal 1758.500 484.200 215. hal 1758) lumen output tiap lampu instant starting daylight 40 Watt adalah 1960 lumen.865 21.278.1. Jumlah lumen di dalam ruangan = 1.763.345.166.5.000 538.200 3.

092.329 kW Ditetapkan input generator 1000 kW sehingga untuk keperluan lain masih tersedia = (1000-529. Jumlah lumen di luar ruangan Maka jumlah lampu yang dibutuhkan = 6.4632 kW Generator Digunakan generator dengan efisiensi 80%.828 + 15 + 100 = 423.4632 / 0.373.8 = 376.000 W = 15 kW Listrik untuk laboratorium dan instumentasi diperkirakan 100.415 / 10000 = 610 buah  Total daya penerangan = (40 x 618) + (250 x 610) = 177.0425 + 29.092. lumen output tiap lampu adalah 10000 lumen.373.415 lumen =6.000 W=100 kW  Jadi total kebutuhan listrik untuk penerangan.220 Watt = 177. proses dan utilitas sebesar : = 100.329) x 0. maka input generator : = 423.8 = 529.22 kW   Listrik untuk AC diperkirakan sebesar 15.5368 kW Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 93  Untuk semua area di luar bangunan direncanakan menggunakan lampu merkuri 250 Watt.

Tipe .412.000.Bahan bakar : solar 4.440) = 252.000 W / 0.91 lt/hari Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .Effisiensi .154.8691 : 54.154.09 Btu/jam Kebutuhan solar : = 3.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 94 Spesifikasi Generator .Phase .29307 = 3.Tegangan .26 lb/ft3 Ditetapkan kapasitas input generator = 1000 kW = 1.8 x 0.09 / (0.412.65 ft3/jam = 3161.45 lb/jam = 4.5 Unit Pengadaan Bahan Bakar Untuk menjalankan generator tersebut digunakan bahan bakar : Jenis bahan bakar Heating value : solar : 19440 Btu / lb Efisiensi bahan bakar : 80 % Specific gravity  solar : 0.1.8691 x 19.Jumlah : AC Generator : 1000 kW : 220/360 V : 80% :3 : 1 buah .Kapasitas .

Air buangan sanitasi dan limbah proses Air buangan sanitasi yang berasal dari seluruh toilet di kawasan pabrik dan air limbah proses dikumpulkan dan diolah dalam unit stabilisasi dengan menggunakan lumpur aktif.1.6 Unit Pengadaan Udara Tekan Udara Tekan yang digunakan untuk menjalankan sistem instrumentasi di seluruh area proses dan utilitas.Udara tekan yang dihasilkan harus bersifat kering.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 95 4. aerasi dan desinfektan Ca-hypochlorite.7 Unit Pengolahan Limbah 4. Kapasitas kompresor adalah 25 m3/menit dan mempunyai tekanan 8 kg/cm2 dan 31 kg/cm2. b. Minyak di bagian atas dialirkan ke penampung minyak dan pengolahannya dengan pembakaran didalam tungku pembakar. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . air berminyak dari alat-alat proses dan air sisa proses.1.1 Limbah Cair Limbah cair yang dihasilkan oleh pabrik Paraxylene antara lain adalah limbah buangan sanitasi dan air limbah proses. a. sedangkan air di bagian bawah dialirkan ke penampungan akhir kemudian dibuang. Untuk memenuhi kebutuhan digunakan satu buah kompresor. 4.7.1. bebas minyak dan tidak mengandung partikel-partikel lainnya. dihasilkan dari kompresor dan didistribusikan melalui pipa-pipa. Pemisahan dilakukan berdasarkan perbedaan berat jenisnya. Air berminyak dari mesin proses Air berminyak berasal dari buangan pelumas pada pompa dan alat lain.

Penanganannya adalah dengan mengemas katalis non aktif tersebut sedemikian rupa sehingga terhindar dari kebocoran dan kemudian dibuang pada tempat pembuangan akhir bahan – bahan berbahaya.7.1. seperti air sisa regenerasi.0 dan dengan menggunakan larutan NaOH jika pHnya kurang dari 7.2 Limbah Padat Limbah padat yang dihasilkan adalah katalis yang sudah habis massa aktifnya.3 Limbah Gas Limbah gas buangan dari proses dikeluarkan dari purging bahan baku H2. Air sisa regenerasi dari unit penukar ion dan unit demineralisasi dinetralkan dalam kolam penetralan.0. 4. Penetralan dilakukan dengan menggunakan larutan H2SO4 jika pH air buangannya lebih dari 7. 4.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 96 c. Air yang netral dialirkan ke kolam penampungan akhir bersama-sama dengan aliran air dari pengolahan yang lain dan blow down dari cooling tower. Air sisa proses Limbah air sisa proses merupakan limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan proses produksi. Hal ini tidak memerlukan penanganan khusus karena kandungan H2 tidak berbahaya terdiri dari bahan inert yang tidak aktif Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .7.1.

Tugas kelompok ini di laboratorium antara lain :   Menyiapkan reagent untuk analisa laboratorium.2. dan produk. 4.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 97 4.1 Kelompok kerja non shift Kelompok kerja ini mempunyai tugas melakukan analisa khusus yaitu analisa yang sifatnya tidak rutin dan menyediakan reagen yang diperlukan oleh laboratorium dalam rangka membantu kelancaran pekerjaan kelompok shift. Dengan demikian spesifikasi yang diinginkan dapat terpenuhi sesuai dengan standart kualitas. 4. Tugas laboratorium yang lain adalah meneliti polusi udara maupun air. bahan pembantu. LABORATORIUM Tugas pokok laboratorium adalah sebagai pelaksanaan pengamatan terhadap bahan baku.1 Pembagian Kerja Laboratorium melaksanakan kerja 24 jam sehari dibagi dalam kelompok kerja shift dan non shift. serta melakukan percobaan yang ada kaitannya dengan proses produksi.  Melakukan penelitian atau percobaan-percobaan untuk melakukan kelancaran produksi.2.1. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene .2. Melakukan analisa bahan penyebab polusi lingkungan baik gas maupun cair.

masing-masing bekerja selama 8 jam. Beberapa tugas pokok kelompok ini antara lain :  Melakukan analisa-analisa bahan baku.00 – 07.00 – 23.00 Shift 4 : libur Tugas kelompok ini di laboratorium adalah melakukan analisa atau pemantauan kualitas terhadap bahan baku dan penolong yang digunakan serta pemantauan selama proses berlangsung.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 98 4. Dalam melakukan tugasnya kelompok ini menggunakan sistem bergilir. yaitu kerja shift selama 24 jam.2 Kelompok Kerja Shift Kelompok ini melakukan tugas pemantauan dan analisa-analisa rutin terhadap proses produksi.1.  Melakukan pengamatan terhadap unjuk kerja proses produksi dengan melakukan analisa terus-menerus terhadap pencemaran lingkungan.00 Shift 2 : jam 15.00 Shift 3 : jam 23.00 – 15. terbagi atas :     Shift 1 : jam 07. baik polusi udara maupun cairan yang dihasilkan oleh unit-unit produksi.  Melakukan pemantauan analisa terhadap mutu air dan lain-lain yang berkaitan langsung dengan proses produksi. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . arus proses dan hasil produksi secra kontinyu. bahan pembantu.2.

Untuk cairan yang berbahaya.2.2. Pengambilan sampel dalam bentuk gas harus diperhatikan keamanannya.2. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . 4. pengambilan cuplikan dilakukan dengan pipet atau alat lainnya dan diupayakan tidak tertelan atau masuk ke dalam mulut. yaitu harus membelakangi arah angin.2. terlebih bila gas yang dianalisa sangat bebahaya. Bila contoh yang dianalisa panas susah untuk dianalisa. 4.3 Padatan Limbah padat yang dihasilkan adalah katalis yang sudah habis masa aktifnya. Alat pelindung diri harus disesuaikan dengan sifat sampel yang akan diambil.2.1 Gas Cara penanganan atau analisa sampel dalam bentuk gas bisa dilaksanakan langsung dengan pengambilan sampel yang selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk dianalisa.2.2 Penanganan Sampel Dalam menganalisa harus diperhatikan jenis sampel yang diambil. Arah angin jga harus diperhatikan.2 Cairan Untuk melakukan analisa dalam bentuk cairan terlebih dahulu contoh harus didinginkan.2. Penanganannya adalah dengan mengemas katalis non aktif tersebut sedemikian rupa sehingga terhindar dari kebocoran dan kemudian dibuang pada tempat pembuangan akhir bahan-bahan berbahaya.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 99 4. bahaya-bahaya yang ada pada saat pengambilan sampel-sampel yang diperiksa untuk analisa terbagi atas 3 bentuk. yaitu : 4.

sisa chlor. jumlah O2 terlarut dan kadar Fe. kebasaan. sulfur sebagai SO42-.3 Program Kerja Laboratorium Dalam upaya pengendalian mutu produk paraxylene dan pengoptimalan kerja laboratorium terhadap pengujian mutu sangatlah penting. kesadahan. yang dianalisa meliputi pH. Analisa untuk utilitas. Sampel yang diperiksa untuk analisa terbagi menjadi 3 bentuk. kesadahan. suhu. yang dianalisa adalah kadar xylen dan toluen. yang dianalisa pH. suhu. meliputi : Air lunak. dan kekeruhan. cairan. Analisa dalam pembuatan paraxylene ini dilakukan terhadap :   Bahan baku toluene. SO32-. silikat sebagai SiO2. metana. Dalam menganalisa harus diperhatikan juga mengenai jenis sampel yang akan diambil dan bahaya-bahaya yang ada pada saat pengambilan sampel. Air umpan boiler (BFW). Air dalam boiler. yang dianalisa meliputi pH. dan kandungan debu/partikel lainnya. kadar Fe. yang dianalisa kadar paraxylen. padatan. PO42-.   Produk benzene. SiO2. Hidrogen. kadar CaCO3. yaitu gas.  Air sanitasi.  Produk paraxylene. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . yang analisa adalah kadar H2. kadar ortoxylen. chlor sebagai Cl2 dan zat padat terlarut. kadar toluen. jumlah zat padat terlarut.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 100 4. daya hantar listrik. kelembaban. daya hantar listrik. suhu. yang dianalisa pH. kebasaan. warna. Ca sebagai CaCO3. yang dianalisa kadar benzene dan toluene. kadar metaxylen.2.

2.3. bahan reaksi. dan Lindungan Kerja dan tugas laboratorium ini adalah melakukan penelitian dan pengembangan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan kualitas material terkait dalam proses untuk meningkatkan hasil akhir. gas yang merupakan bahan baku dan bahan kimia yang digunakan (aditif. produk akhir. dan lain-lain). Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . analisa air. Pengembangan. juga senantiasa melakukan penelitian terhadap kondisi lingkungan serta mengadakan pegembangannya. katalis.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 101 Untuk mempermudah program kerja laboratorium dalam pabrik paraxylene ini dibagi dalam 2 bagian : 4. Dalam melaksanakan tugasnya. analisa akhir. Selain itu laboratorium ini juga melakukan analisa sifat-sifat dan kandungan kimia terhadap bahan baku.3.1 Laboratorium Pengamatan dan Analisa Kerja dan tugas laboratorium ini adalah melakukan analisa secara fisika semua arus yang berasal dari proses produksi maupun tangki serta mengeluarkan “sertificate of quality” untuk menjelaskan spesifikasi hasil pengamatan. 4. Laboratorium ini melakukan penelitian hal-hal yang baru untuk keperluan pengembangan.2 Laboratorium Lingkungan Penelitian. bahan penunjang.2.

untuk mengukur spesific gravity xylene. 3. untuk mengetahui kadar parafin dalam xylene. 4. 5.2. 4.5 Metode yang digunakan Metode yang digunakan dalam laboratorium ini adalah : 1. ASTM D 847. Portable Oxygen Tester (POT) untuk menganalisa kandungan oksigen dalam cerobong asap. 2. Hydrometer untuk menganalisa spesific gravity.2. ASTM D 891. Meter Calorimetreating System untuk menganalisa H2.BAB IV Unit Pendukung Proses Dan Laboratorium 102 4. Pra Rancangan Pabrik Paraxylene Proses Disproporsionasi Toluene . 2. ASTM D 851. untuk mengetahui keasaman xylene. Atomic Absorption Spectrofotometer (AAS) untuk menganalisa hidrokarbon. 3.4 Alat-alat Utama Laboratorium Alat-alat utama yang digunakan di laboratorium ini adalah : 1. Infrared Spectrofotometer (IRS) untuk menganalisa kandungan minyak dalam sampel air.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->