P. 1
praswil siap

praswil siap

|Views: 432|Likes:
Dipublikasikan oleh ali_dhikri

More info:

Published by: ali_dhikri on Sep 13, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/13/2012

pdf

text

original

Prasarana dan Wilayah Kota I

Latar Belakang

Perkembangan Kec. Genteng Penyediaan Infrastruktur Penyeimbang lingkungan Penyediaan prasarana persampahan di Kec. Genteng Evaluasi penyediaan prasarana persampahan

Tujuan Penulisan

1.

• Memberikan gambaran umum meliputi kelengkapan, distribusi pelayanan, dan kualitas
• Mengidentifkasi potensi dan permasalahan dalam penyediaan sarana dan prasarana persampahan
• Mengevaluasi pemenuhan kebutuhan prasarana persampahan di Kecamatan Genteng saat ini.

2.

3.

PERATURAN, KEBIJAKAN DAN STANDARD
 Tugas Pemerintah meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah,memfasilitasi, mengembangkan, dan melaksanakan upaya pengurangan, penanganan, dan pemanfaatan sampah. (Pasal 6)  Penyelenggaraan pengelolaan sampah dilakukan dengan penyediaan tempat penampungan sampah, alat angkut sampah, tempat penampungan sementara, tempat pengolahan sampah terpadu, dan/atau tempat pemrosesan akhir sampah.  Pengelolaan sampah spesifik menjadi tanggung jawab pemerintah. Pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga terdiri atas: a.pengurangan sampah; b.penanganan sampah; Masyarakat dapat berperan dalam pengelolaan sampah yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah. (Pasal 28)

PERATURAN, KEBIJAKAN DAN STANDARD
Indikator : Tingkat penanganan generasi sampah terhadap jumlah penduduk kota/perkotaan dan Kualitas Penanganan
Mencakup 80 % dari jumlah Penduduk kota/Perkotaan dilayani oleh Sistem DK/PDK dan sisanya 20% dapat ditangani secara saniter (on-site system) Penanganan sampah : - On-site secara individual - DK/PDK dilakukan secara terintegrasi -Pengumpulan dan pengangkutan secara reguler -Tidak ada penanganan secara open dumping dan pembuangan liar -Composting sampah min 10% -Penerapan konsep 3R pada industri

PERATURAN, KEBIJAKAN DAN STANDARD
PROSES PENGELOLAAN SAMPAH

A. PEWADAHAN penampungan sampah sebelum dikumpulkan, dipindahkan, diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir.
Individu : volume 0,4-0,8 m3 komunal : volume 1 m3

B. PENGUMPULAN proses pengambilan sampah dari pewadahan sumber timbulan sampah sampai ke TPS/TPA C. PENGANGKUTAN
Bak sampah  TPS TPS  TPA

PERATURAN, KEBIJAKAN DAN STANDARD
Pasal 20, Pemkot melaksanakan pemeliharaan kebersihan melalui : a.Pemeliharaan Kebersihan di jalan-jalan umum, tempat umum,dan saluran-saluran pematusan umum b.Pengaturan dan penetapan LPS dan LPA c.Pengangkutan sampah dari LPS ke LPA Peran serta masyarakat dilaksanakan dengan koordinasi pengurus RT/RW di wilayah masing-masing. Dalam mengkoordinasikan kegiatan tersebut pengurus RT/RW mengikuti petunjuk yang diberikan oleh Walikota atau Dinas Kebersihan. Setiap pemakai persil bertanggung jawab atas kebersihan bangunan, halaman, saluran pematusan, ikut bertanggung jawab atas kebersihan jalan setapak dan lingkungan/tempat-tempat disekitarnya.

PERATURAN, KEBIJAKAN DAN STANDARD

Standar Kebutuhan Prasarana Persampahan
Lingkup Prasarana Rumah (5 jiwa) RW (2500 jiwa) Kelurahan (30.000 jiwa) Kecamatan (120.000 jiwa) Kota (> 480.000 jiwa) Prasarana Sarana Pelengkap Status Tong sampah Gerobak sampah Bak sampah kecil Gerobak sampah Bak sampah besar Mobil sampah Bak sampah besar Bak sampah akhir Tempat daur ulang sampah Pribadi TPS Dimensi 2 m3 6 m3 2 m3 12 m3 25 m3 Jarak bebas TPS dengan lingkungan hunian minimal 30 m Keterangan Gerobak mengangkut 3x seminggu Gerobak mengangkut 3x seminggu Mobil mengangkut 3x seminggu

TPS

TPS/TPA lokal TPA

Sumber : SNI 19-2454-2002, tentang Tata cara teknik operasional pengolahan sampah perkotaan

Kecamatan Genteng
wilayah Surabaya Pusat luas wilayah 4,04 km² 5 kelurahan: •Kelurahan Embong Kaliasin •Kelurahan Peneleh •Kelurahan Ketabang •Kelurahan Genteng •Kelurahan Kapasari Jumlah penduduk 55.644 jiwa (data 2010)

Kecamatan Genteng
sampah yang dikelola DKP 175,9 m3

82 timbulan sampah % rata-rata perhari
sekitar 213,5 m3

(Dinas Kebersihan dan Pertamanan, 2010 dan Diolah oleh Badan Lingkungan Hidup, 2010)

Kelengkapan
bak sampah

individu

komunal

Kelengkapan
gerobak sampah

TPS

Semi permanen

Hanya container

Kelengkapan
KAPASARI

PENELEH

Kelengkapan

GENTENG

EMBONG KALIASIN KETABANG

Distribusi
Tabel Distribusi Prasarana Persampahan di Kecamatan Genteng
No. 1. Jenis Prasarana Persampahan bak sampah Keterangan Bak sampah terdiri dari : - bak sampah individu: berbahan karet ban ,volume sekitar 0,4-0,8 m3 - bak sampah komunal : berbahan semen volume sekitar 1 m3 Masing-masing RW memiliki satu gerobak sampah Terdapat 1 TPS di masing-masing kelurahan Sebaran di seluruh kelurahan

2. 3.

gerobak sampah TPS

di seluruh kelurahan di seluruh kelurahan

Distribusi
Sebaran Prasarana Persampahan di Kecamatan Genteng Legenda: TPS bak sampah komunal bak sampah individu

Catatan: setiap rumah memiliki bak sampah individu

Distribusi
1. TPS Jalan Pecindilan, Kapasari 2. TPS Jalan Legundi, Ketabang 3. TPS Jalan Simpang Dukuh, Embong Kaliasin 4. TPS Jalan Makam Peneleh, Peneleh 5. TPS Jalan Kayon, Genteng

Distribusi
ritasi
No. Nama TPS
1. 2. 3. 4. 5. TPS Jalan Legundi TPS Jalan Kayon TPS Jalan Makam Peneleh TPS Jalan Simpang Dukuh TPS Jalan Pecindilan

Ritasi per hari
1-3 x
1-3 x

Rute dan waktu pengangkutan
Tidak ada Jalur khusus, subjektivitas petugas persampahan

1x
1-2 x 1-2 x

Kualitas
Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 534/KPTS/M/2001. Kualitas cakupannya adalah 80 % dari jumlah Penduduk kota/Perkotaan dilayani oleh Sistem DK/PDK dan sisanya 20 % dapat ditangani secara saniter (on-site system).
Dengan asumsi jumlah penduduk Kelurahan Genteng adalah 10 % dari jumlah penduduk total seKecamatan Genteng, belum bisa disimpulkan bahwa 20 % masyarakat Kecamatan Genteng telah mengelola sampahnya secara mandiri. cakupan kualitasnya belum memenuhi standard.

20%

mandiri
dilayani DKP

80%

Kualitas
Ditinjau secara fisik, kualitas prasarana persampahan di Kecamatan Genteng secara umum baik. Bak sampah baik individu, bak sampah komunal, gerobak sampah, dan TPS kondisinya bisa dikatakan memenuhi syarat. Meskipun di beberapa lokasi terdapat beberapa bak sampah yang fisiknya tidak terawat.

Kualitas
Ditinjau dari segi fungsi , kualitas prasarana persampahan di Kecamatan Genteng berfungsi dengan baik. Namun tentu ada beberapa permasalahan.

Potensi
1.

Kelurahan Genteng 2.

Pengelolaan sampah secara mandiri dengan pengolahan dan pemilahan sampah dan composting

Bank sampah “Gencar Mandiri”

3.

Pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan sampah plastik menjadi barang bernilai ekonomi

Permasalahan
Kapasari

1.

Pewadahan sampah secara komunal menghambat kecepatan operasi petugas pengumpul. relatif lebih sulit dikontrol tingkat kebersihannya serta segi estetikanya juga kurang baik.

2.

Masih ada beberapa penduduk yang membuang sampah tidak pada tempat yang disediakan

3.

Peneleh

pewadahan sampah tidak terpisah

Permasalahan
4.
Masih dijumpai sisa-sisa sampah tidak terangkut yang disebabkan oleh belum efisiensinya cara-cara pengumpulan sampah yang diterapkan.

5.

Lokasi TPS kurang sesuai dengan standar

Genteng

6.

Peneleh

Lokasi TPS berhadapan dengan RTH (makam). Pengelolaan sampah yang kurang baik mengganggu fungsi RTH. Gerobak berjajar di jalan.

Evaluasi
Evaluasi dilakukan dengan membandingkan standard dan kondisi eksisting. Evaluasi penyediaan prasarana persampahan di Kecamatan Genteng ditekankan pada:
1. Evaluasi ketersediaan prasarana persampahan

Masing-masing rumah sudah mempunyai bak sampah.

Masing-masing RW memiliki gerobak sampah.
Masing-masing kelurahan memiliki 1 TPS.

Ditinjau dari kelengkapan, penyediaan prasarana persampahan di Kecamatan Genteng sudah lengkap

Evaluasi
2. Evaluasi sebaran prasarana persampahan Sebaran dan tingkat pelayanan yang berbeda-beda. Kelurahan Embong Kaliasin, bak sampah, gerobak sampah terdistribusi. TPS memenuhi syarat Kelurahan Kapasari, tingkat pelayanan masih kurang. TPS kurang memenuhi standard . Masyarakat Kelurahan Genteng sudah mampu mengelola sampahnya secara mandiri. Kelurahan Peneleh juga belum memenuhi pelayanan maksimal. TPS yang belum mampu menampung timbulan sampah yang ditimbulkan masyarakat Peneleh secara optimal.

Kelurahan Ketabang, tingkat pelayanan prasarana persampahan menujukkan tingkat pelayanan yang baik.

Evaluasi
3. Evaluasi kinerja dan aksesibilitas prasarana persampahan

Kinerja petugas persampahan sesuai dengan jadwal yang ditentukan (hasil wawancara

dengan petugas pengelola DIPO/LPS).

Namun tidak ditentukan secara pasti rute pengangkutan gerobak dan waktu pengangkutan sehingga kedisiplinan petugas kurang. Dalam pengangkutan, pekerja cederung lebih subjektif. Aksesibilitas Prasarana persampahan, khususnya jangkauan gerobak pengangkut sampah dan ritasi bagus serta terdistribusi (Data Sumber Sampah Cabang XXII Genteng Rayon Pusat).

Kesimpulan
1. Prasarana persampahan di Kecamatan Genteng sudah lengkap, terdiri dari bak sampah, gerobak sampah dan TPS 2. Distribusi pelayanan prasarana persampahan di Kecamatan Genteng pada jenis bak sampah dan gerobak sampah sudah terdistribusi merata di semua kelurahan 3. Ditinjau secara fisik ,fungsional dan manajemen kualitas prasarana persampahan di Kecamatan Genteng secara umum baik. Hanya kurang pada pemeliharaannya. 4. Potensi yang dimiliki Kecamatan Genteng dalam penyedian prasarana persampahan adalah pengelolaan sampah secara mandiri dengan pengolahan dan pemilahan sampah secara mandiri oleh masyarakat. 5. Evaluasi penyediaan prasarana persampahan di Kecamatan Genteng dilakukan melalui perbandingan standard dan kondisi eksisting di Kecamatan Genteng. Dan hasil evaluasi penyediaan prasarana persampahan di Kecamatan Genteng secara umum sudah baik.

Rekomendasi
1. Pemerintah Kecamatan Genteng lebih gencar untuk bersosialisasi dengan warga masalah pewadahan sampah. 2. Meningkatkan kapasitas bak sampah di area pasar dan TPS yang lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Tentu saja ketepatan waktu pada pola pengangkutan harus diterapkan oleh petugas pengangkut. Agar sampah tidak menggunung di TPS dan mengganggu kenyamanan warga yang bermukim di sekitar lokasi TPS. 3. Meningkatkan peran masyarakat dengan melakukan kerjasama dalam pengelolaan dan pemeliharaan prasarana persampahan. 4. Pemerintah Kecamatan Genteng dapat memperkuat dan lebih meningkatkan kerjasama di bidang pengelolaan sampah lokal. Bukan hanya di Kelurahan Genteng tetapi juga kelurahan-kelurahan di sekitarnya.

Buang Sampah pada Tempatnya,, Kelola Sampah dengan Tepatnya….

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->