Anda di halaman 1dari 9

TUGAS KOSMETOLOGI

Nama : Elsa Elfrida Marpaung NIM : 091501135

Sains dan Teknologi Farmasi

ANATOMI DAN FUNGSI DARI KULIT DAN RAMBUT

KULIT
Kulit adalah lapisan jaringan yang terdapat pada bagian luar menutupi dan melindungi permukaan tubuh, berhubungan dengan selaput lendir yang melapisi rongga-rongga, lubanglubang masuk. Pada permukaan kulit bermuara kelenjar keringat dan kelenjar mukosa (Syaifuddin, 1997). Suhu kulit normal biasanya sekitar 32o sampai 36oC (90o 96oF). Ketebalan kulit beragam antara sekita sampai 3 mm. Kulit terdiri dari dua lapisan yang sangat berbeda: (1). Epidermis, lapisan atas terdiri dari susunan epitel yang berasal dari ektoderm. (2). Dermis atau Korium, lapisan bawah terdiri dari jaringan ikat yang sebagian besar berasal dari mesoderm. Bagisan dermis inilah yang membentuk massa kulit (Gardner, et al., 1995). LAPISAN KULIT EPIDERMIS Terdiri dari beberapa lapisan sel: Stratum korneum. Selnya sudah mati, tidak mempunyai inti sel, inti selnya sudah mati, dan mengandung zat keratin.

Stratum lusidium. Selnya pipih, bedanya dengan stratum granulosum ialah sel-sel sudah banyak yang kehilangan inti dan butir-butir sel telah menjadi jernih sekali dan tembus sinar. Lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki. Dalam lapisan terlihat seperti suatu pita yang bening, batas-batas sel sudah tidak begitu terlihat disebut stratum lusidium.

Stratum granulosum. Stratum ini terdiri dari sel-sel pipih seperti kumparan, sel-sel tersebut terdapat hanya 2-3 lapis yang sejajar dengan permukaan kulit. Dalam sitoplasma terdapat butir-butir yang disebut keratohialin yang merupakan fase dalam pembentukan keratin oleh karena banyaknya butir-butirstratum granulosum.

Stratum spinosum/stratum akantosum. Lapisan ini merupakan lapisan yang paling tebal dan dapat mencapai 0,2 mm terdiri dari 5-8 lapisan. Sel-selnya disebut spinosum karena jika dilihat di bawah mikroskop sel-selnya terdiri dari sel yang bentuknya poligonal/banyak sudut dan mempunyai tanduk (spina). Disebut akantosum sebab selselnya berduri. Dan ternyata spina atau tanduk tersebut ada hubungan antara sel yang lain yang disebut intercelulair bridges atau jembatan interselular.

Stratum basal/germinativum. Disebut stratum basal karena sel-selnya terletak dibagian basal/basis. Stratum germinativum menggantikan sel-sel yang di atasnya dan merupakan sel-sel induk. Bentuknya silindris (tabung) dengan inti yang lonjong. Di dalamnya terdapat butir-butir yang halus disebut butir melanin warna.

DERMIS Dermis merupakan lapisan kedua dari kulit, batas dengan epidermis dilapisi oleh membran basalis dan di sebelah bawah berbatasan dengan subkutis. Dermis terdiri dari 2 lapisan: 1. Bagian atas, pars papilaris (stratum papilar) 2. Bagian bawah, retikularis (stratum retikularis) Batas antara pars papilaris dengan pars retikularis adalah bagian bawahnya sampai ke subkutis. Baik pars papilaris maupun pars retikularis terdiri dari jaringan ikat longgar yang tersusun dari serabut-serabut; serabut kolagen, serabut elastis, serabut retikulus. Serabut ini saling beranyaman dan masing-masing mempunyai tugas yang berbeda. Serabut kolagen untuk memberikan kekuatan kepada kulit, serabut elastis untuk memberikan kelenturan pada kulit, dan serabut retikulus, terdapat terutama disekitar kelenjar dan folikel rambut, berfungsi untuk memberikan kekuatan pada alat tersebut (Syaifuddin, 1997).

PEMBULUH DARAH DAN SARAF PEMBULUH DARAH Pembuluh darah kulit terdiri dari 2 anyaman pembuluh darah nadi, yaitu: Anyaman pembuluh nadi kulit atas atau luar. Anyaman ini terdapat antara stratum papilaris dan stratum retikularis. Dari anyaman ini berjalan arteriole pada tiap-tiap papila kori. Anyaman pembuluh darah nadi kulit bawah atau dalam. Anyaman ini terdapat antara korium dan subkutis. Anyaman ini memberikan cabang-cabang pembuluh nadi ke alat-alat tambahan yang terdapat di korium. Dalam hal ini percabangan juga membentuk anyaman pembuluh nadi yang terdapat pada lapisan subkutis. Cabangcabang ini kemudian akan menjadi pembuluh darah balik/vena yang juga akan membentuk anyaman , yaitu anyaman pembuluh darah balik yang ke dalam. Peredaran darah dalam kulit adalah penting sekali karena diperkirakan 1/5 dari darah yang beredar melalui kulit. Di samping itu pembuluh darah pada kulit sangat cepat menyempit/melebar oleh pengaruh atau rangsangan panas, dingin, tekanan sakit, nyeri dan emosi. Penyempitan dan pelebaran ini terjadi secara reflek. SUSUNAN SARAF KULIT Kulit juga seperti organ lain, terdapat cabang-cabang saraf spinal dan permukaan yang terdiri dari saraf-saraf motorik dan saraf-saraf sensorik. Ujung saraf motorik berguna untuk menggerakkan sel-sel otot yang terdapat pada kulit, sedangkan saraf sensorik berguna untuk menerima rangsangan yang terdapat dari luar atau kulit. Pada kulit, ujung-ujung saraf sensorik ini membentuk bermacammacam kegiatan untuk menerima rangsangan. Ujung-ujung saraf yang bebas untuk menerima rangsangan sakit/nyeri banyak terdapat di epidermis, disini ujung-ujung sarafnya mempunyai bentuk yang khas yang sudah merupakan suatu organ (Syaifuddin, 1997).

KELENJAR KULIT Kelenjar kulit mempunyai lobulus yang bergulung-gulung dengan saluran keluar lurus merupakan jalan untuk mengeluarkan berbagai zat dari badan (kelenjar keringat). Kelenjar sebasea, berasal dari rambut yang bermuara pada saluran folikel rambut untuk melunasi rambut dan kulit yang berdekatan. Kelenjar kantongnya dalam kulit bentuknya seperti botol dan bermuara dalam folikel rambut, paling banyak terdapat pada kepala dan muka sekitar hidung, mulut dan telinga, tidak terdapat pada telapak kaki dan telapak tangan.

Ada 2 kelenjar yang terdapat pada kulit: 1. Kelenjar keringat, menghasilkan kelenjar sudorivera. 2. Kelenjar tulang, menghasilkan kelenjar sebasea. Kelenjar terdiri dari: badan kelenjar, saluran kelenjar, dan muara kelenjar (Syaifuddin, 1997). Kelenjar sebasea ialah kelenjar kantong di dalam kulit. Kelenjar dan salurannya dilapisi oleh sel epitel. Perubahan di dalam sel ini berakibat sekresi berlemak yang disebut sebum (Pearce, 2008). Sebum menyebabkan stratum korneum dapat dilipat, dan pada iklim dingin menyimpan suhu tubuh dengan cara mencegah penguapan. Zat-zat yang mudah larut dalam lemak dapat menembus kulit melalui folikel rambut dan kelenjar sebasea. Dengan demikianzat pembawa (vehikel) salep dapat menembus kulit. Obat-obat tersebut harus digosokkan agar meresap ke dalam kulit (Gardner, et al., 1995). Kelenjar sebasea yang tidak berhubungan dengan rambut terdapat di kelopak mata, disebut kelenjar tarsal. Kelenjar ini merupakan jenis kelenjar apokrin, seperti halnya kelenjar serumen di lubang telinga luar. Seborea berarti sekresi sebum yang berlebihan sehingga menumpuk di permukaan kulit membentuk sisik yang dikenal sebagai ketombe. Jerawat (akne) adalah peradangan kronik kelenjar sebasea. Bila muara kelenjar sebasea tersumbat, maka akan terbentuk suatu bintik hitam yang disebut komedo. Penyumbatan total dapat menimbulkan kista sebasea. Ketika lahir tubuh bayi terbungkus oleh verniks kaseosa, suatu campuran sebum dan sel epitel yang lepas (Gardner, et al., 1995).

Kulit mengandung sel-sel yang disebut melanosit yang menghasilkan zat berwarna cokelat yang disebut melanin. Ini menyerap sebagian sinar ultraviolet matahari yang berbahaya dan membantu melindungi kulit. Jumlah melanin yang dihasilkan mempengaruhi warna kulit. Orang yang berkulit terang mempunyai melanin hanya di lapisan bawah kulit ari, tetapi orang dengan kulit gelap mempunyai jumlah melanin yang lebih besar di semua lapisan. Melanin yang bercampur dengan zat berwarna oranye yang disebut karoten memberi warna kuning pada kulit. Bintik adalah potongan-potongan kecil kulit yang mengandung lebih banyak melanin dari pada daerah sekitarnya (Howell, et al., 2009).

STRUKTUR INTI DI DALAM KULIT

Keterangan gambar: 1. Reseptor sentuh yang disebut Meissners corpuscles mengirim impuls ke otak ketika kulit menyentuh suatu benda. 2. elenjar sebaceous menghasilkan minyak yang disebut sebum, ini membantu menjaga rambut dan kulit tahan air dan lentur. 3. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. 4. Otot penegak rambut membuat rambut berdiri pada ujungnya, misalnya ketika tubuh dingin.

5. Plexus rambut adalah kelompok ujung serat saraf. Masing-masing membentuk suatu jaringan di sekitar pembuluh-pembuluh sempit yang mengandung rambut dan mengirimkan impuls ke otak ketika rambut bergerak. 6. Reseptor tekanan yang disebut Pacinian corpuscles mengirimkan impuls ke otak setelah menerima tekanan yang dalam. 7. Reseptor rasa sakit mengirimkan impuls ke otak jika stimulasi, seperti panas atau tekanan menjadi terlalu banyak. Otak menafsirkan impuls semacam itu sebagai rasa sakit. (Howell, et al., 2009).

FUNGSI KULIT 1. Melindungi tubuh terhadap luka, mekanis, kimia dan termis karena epitelnya dengan bantuan sekret kelenjar memberikan perlindungan terhadap kulit. 2. Perlindungan terhadap mikroorganisme patogen. 3. Mempertahankan suhu tubuh dengan pertolongan sirkulasi kelenjar. 4. Mengatur keseimbangan cairan melalui sirkulasi kelenjar. 5. Alat indera melalui persarafan sensorik dan tekanan temperatur dan nyeri. 6. Sebagai alat rangsangan rasa yang datang dari luar yang dibawa oleh saraf sensorik dan motorik ke otak. (Syaifuddin, 1997).

RAMBUT
Rambut (Latin: pilus) adalah ciri khas mamalia. Pada janin, rambut terbentuk dari pertumbuhan epidermis ke dalam dermis, masing-masing berakhir sebagai ujung yang lebar. Pada ujung ini terdapat papila mesodermal yang menjorok ke dalam. Sel-sel pangkal rambut yang di tengah mengalami keratinisasi membentuk rambut yang kemudian tumbuh keluar permukaan kulit. Rambut yang pertama kali terbentuk adalah lanugo atau bulu halus, yang rontok sesaat sebelum lahir dan kemudian tumbuh rambut halus yang berupa velus (Gardner, et al., 1995). Meskipun tumbuhnya rambut pada beberapa bagian tubuh manusia tidak tampak jelas, jumlah rambut per satuan luas tertentu cukup banyak (40 sampai 880 cm persegi, tergantung pada daerahnya). Pada beberapa tempat (seperti telapak tangan dan kaki, serta bagian dorsal

falang distal) kulit licin tanpa bulu. Rambut kepala berdiameter rata-rata 65 mikrometer (Gardner, et al., 1995). Akar rambut terletak pada suatu piapa di epidermis, terbenam dalam dermis atau jaringan subkutan, dan disebut folikel. Folikel ini melebar pada pangkalnya membentuk gelembung (matriks). Akar rambut terdiri dari kutikula yang dikelilingi oleh korteks dari zat keratin keras, pada beberapa jenis rambut, juga oleh medula keratin lunak (Gardner, et al., 1995). Rambut yang berwarna mengandung pigmen pada bagian korteks dan medula, tetapi pada selubung di sekitarnya tidak terdapat pigmen. Warna rambut bergantung terutama pada corak dan jumlah pigmen pada korteks, dan kadang pada rongga udara di dalam rambut. Pada rambut yang putih pigmen ini tidak ada, dan puitihnya disebabkan oleh kandungan udara pada rambut. Uban (canities) biasanya merupakan campuran rambut putih dan rambut berwarna. Oksidasi melanin meimbulkan senyawa yang tidak berwarna, sehingga rambut yang berwarna gelap menjadi putih karena adanya hidrogen peroksida (Gardner, et al., 1995). Rambut tumbuh melalui proses peningkatan jumlah dan volume sel. Di sekitar gelembung (bulbus) terdapat anyaman saraf yang halus, sehingga rambut dapat berfungsi sebagai alat peraba. Pada sudut tumpul antara akar rambut dan permukaan kulit, biasanya terdapat seberkas serat otot polos penegak rambut yang dikenal sebagai m. arektor pili. Alat ini merentang dari bagian dalam folikel rambut sampai ke dermis (Gardner, et al., 1995). Folikel rambut dibatasi oleh sel epidermis di atas dasarnya terdapat papil tempat awal rambut tumbuh. Dalam kedaan sehat, bial sehelai rambut rontok maka akan diganti oleh sehelai lain yang tumbuh dari papil yang sama. Pada ujung paling dalam, rambut sedikit lebih tebal dan ujungnya bulat. Bagian pangkal yang bulat ini menjepit sebuah papil pembuluh darah, dan pertumbuhan rambut berasal dari sel lunak yang terdapat di daerah ini. Bagian yang keluar dari permukaan ialah batang rambut (Pearce, 2008). Warna rambut juga disebabkan oleh melanin. Rambut gelap, misalnya, sebagian besar mengandung melanin murni. Rambut terang mengandung jenis melanin dengan sulfur di dalamnya, dan rambut merah dihasilkan dari jenis melanin dengan besi di dalamnya (Howell, et al., 2009). Rambut tumbuh dari lubang-lubang dalam yang disebut folikel, di kulit. Sel-sel di pangkal masing-masing rambut membelah dan mendorong rambut ke atas melalui folikel. Rambut yang disebut helaian, terdiri atas sel-sel mati. Inilah sebabnya memotong rambut tidak membuat merasa sakit. Apakah rambut kita keriting atau lurus bergantung pada bentuk masing-masing folikel (Howell, et al., 2009).

FUNGSI RAMBUT 1. Melindungi tubuh, 2. Mengatur suhu tubuh, 3. Mempermudah penguapan keringat, dan 4. Sebagai alat perasa. (Gardner, et al., 1995).

DAFTAR PUSTAKA
Gardner, et. al., (1995). Anatomi Kajian Ranah Tubuh Manusia. Edisi Kelima. Jakarta : UI Press. Hal. 75-81. Howell, et. al., (2009). Segala Sesuatu Yang Perlu Diketahui Tentang Tubuh Manusia. Yogyakarta : Luna Publisher. Hal. 79-86. Pearce, E., (2008). Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama. Hal. 239-242. Syaifuddin, H., (1997). Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Edisi Kedua. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hal. 141-144.