Anda di halaman 1dari 9

Filsafat

Filsafat berasal dari kata philos dan sophia Philos = rindu, ingin, cinta kebijaksanaan Filsafat : Upaya manusia untuk merindukan, mencintai, atau menginginkan akan sesuatu Pemikiran/pengetahuan yang benar sehingga membuat dirinya bijaksana Hal yang mendorong manusia untuk menjadi bijaksana / berpikir, yaitu: Ada rasa ragu / bimbang berupaya mencari kepastian Ada rasa heran / kagum ada berupaya mengungkap kenyataan (realitas) yang Sophia = pemikiran, pengetahuan,

Ada kesadaran akan keterbatasan dirinya berupaya untuk menjelaskan segala kenyataan yang ada Dengan upaya berpikir segala kemungkinan dapat dicapai manusia. Berpikir belum tentu berfilsafat tetapi orang berfilsafat sudah pasti dirinya berpikir. Ciri-ciri berpikir filsafat / ilmiah: Radikal berpikir sampai ke akar-akar / inti / esensi / substansi yang dipikirkan Universal berpikir sesuai dengan pengalaman umum umat manusia ketika dirinya menyatakan sesuatu benar adanya Terdiri dari: - Indra (empiri) sebuah benda jika dilihat oleh seseorang bisa sama dengan yang dilihat orang lain - Pikiran / akal budi (rasio) sesuatu yang dipikirkan oleh seseorang bisa sama pula dengan yang dipikirkan orang lain Sesuatu benar adanya karena manusia dapat membuktikan dengan indra dan pikiran, tetapi masih ada cara lain yaitu dengan perasaan / feeling (intuisi), tidak universal, karena benar bagi perasaan seseorang belum tentu benar pula bagi perasaan orang lain dan hanya beberapa manusia yang dapat membuktikan sesuatu benar adanya dengan cara intuisi. Konseptual dapat berpikir kendatipun kenyataan yang dihadapi itu sudah melampaui batas pengalaman / kenyataan sehari-hari / peristiwa sudah berlalu di hadapan kita Koheren & konsisten sesuai dengan kaidah (hukum) berpikir dan tidak terdapat kontradiksi (pertentangan) di dalamnya Contoh: Sebuah sepeda motor dapat dipergunakan disebabkan seluruh komponen / unsur / suku cadangnya saling berkaitan secara teratur 1 dengan lainnya

Sistematis dalam berpikir kefilsafatan antara 1 konsep dengan konsep yang lain harus memiliki keterkaitan berdasarkan asas keteraturan untuk mengarah suatu tujuan tertentu Komprehensif dalam berpikir filsafat : hal, bagian, atau detail-detail yang dibicarakan harus mencakup secara menyeluruh sehingga tidak ada lagi bagian-bagian yang tersisa / tercecer berada di luar pembicaraan Bebas tidak ditentukan, dipengaruhi / diintervensi oleh pengalaman, sejarah, ataupun pemikiran-pemikiran sebelumnya seperti nilainilai kehidupan sosial-budaya, adat-istiadat, maupun hal-hal yang bersifat religius Bertanggung jawab harus bertanggung jawab terhadap hati nurani sendiri Empirisme Bagiku segala sesuatu benar adanya, asalkan dapat dibuktikan secara empiri, diluar daripada itu aku tidak mempercayai akan kebenaran adanya. Orang yang berpaham empiri tidak menyadari bahwa indera memiliki keterbatasan ketika menangkap segala sesuatu yang ada dan sering mengagungagungkan hal yang bersifat materi yang menyebabkan orang yang berpaham empirisme dapat mengarah ke paham materialisme. Contoh: Tuhan itu tidak ada karena kebenaran adanya tidak dapat dibuktikan secara empiri Rasionalisme Bagiku segala sesuatu benar adanya, asalkan dapat dicerna oleh akal sehat, diluar daripada itu aku tidak mempercayai akan kebenaran adanya. Empiri & rasio saling lainnya. mendukung dan berelasi antara satu dengan yang

Immanuel Kant mengingatkan bahwa kita dapat kebenaran adanya segala sesuatu dengan 2 cara, yaitu: - Melalui empiri terlebih dahulu atau - Melalui rasio terlebih dahulu Pengetahuan yang didapat melalui empiri terlebih dahulu pengetahuan setelah pengalaman (purna pengalaman) Pengetahuan yang didapat melalui rasio terlebih dahulu pengetahuan sebelum pengalaman (pra pengalaman) Konsep pengertian yang terdapat di pikiran kita

Objek
Berpikir karena ada hal yang dipikirkan. Ilmu upaya / hasil pemikiran manusia dan memiliki objek (sasaran); bagian dari pengetahuan Filsafat upaya / hasil pemikiran manusia yang memiliki objek material & formal

Berbeda disiplin ilmu berbeda pula obyek / sasarannya Objek terbagi 2, yaitu: Material bahan / lapangan pemikiran; ada dan yang mungkin ada / segalanya yang ada Formal sudut pandang / cara pendekatannya; mencari keterangan sedalam-dalamnya berdasarkan pikiran Contoh: objek material kedokteran = keperawatan = kesehatan masyarakat kesehatan manusia; yang membedakannya objek formal Kebenaran pengetahuan filsafat terletak pada pikiran Kebenaran pengetahuan ilmu (ilmiah) bersifat empiris Kebenaran pengetahuan agama terletak pada anggapan si penyampai yang tidak pernah bohong Objek material yang menjadi inti persoalan kefilsafatan adalah: Ide-ide besar yang abadi & bersifat umum Segala sesuatu yang keberadaanya melampaui batas pengalaman empiris / ilmiah / spekulatif Segala sesuatu yang keberadaanya bersifat esensial sesuai dengan jangkauan & landasan berpikir kritis Segala sesuatu yang keberadaannya bersifat substansial / sinoptik Segala sesuatu yang keberadaannya bersifat implikatif Segala sesuatu yang keberadaannya bernilai

4 syarat ilmu, yaitu: Universal dimanapun berada, hukumnya berlaku Sistematis ada urutan-urutan / aturan-aturan Objektif apa yang si A menilai suatu objek = penilaiannya dengan si B Metode cara memandang berbeda Contoh: bidang dokter gigi berbeda dengan bidang budaya

Hakekat Pengetahuan
Pengetahuan dapat ditanggapi dengan 2 cara, yaitu: Sebagai benda yang sudah ada / jadi, yaitu: - Sebagai objek - Produk yang telah dibuat Sebagai proses menjadi paling penting untuk dipelajari sebagai ilmuwan

Jika pengetahuan diposisikan / ditanggapi seperti itu, maka diri kita berada sebagai makhluk: Peniru

Kita berada di sebuah bangunan, berposisi di lantai atas & tidak menyadari bagaimana keadaan di lantai dasar bangunan tersebut. Apakah bangunan itu kokoh / keropos? Kita tidak tahu alasan mengapa sebenarnya orang membuat hakekat pengetahuan

Pengetahuan sebagai proses menjadi, yaitu: Kita juga dapat & akan berusaha membuat pengetahuan Dapat mengoreksi berbagai kesalahan yang telah dibuat orang ketika membuatnya Kita adalah makhluk bebas & memiliki otonomi

Pengetahuan persatuan antara subjek yang mengetahui dengan objek yang diketahui; dibuat untuk memperoleh kebenaran Proses terjadinya pengetahuan, yaitu: - Dikatakan persatuan subjek tidak melebur / larut dalam objek objek tidak melebur / larut dalam subjek - Subjek tetap subjek; objek tetap objek Beberapa teori kebenaran pengetahuan, yaitu: Teori kebenaran korespodensi pengetahuan bernilai benar apabila pengetahuan itu sesuai dengan objeknya; berkaitan dengan kepastian metafisika

Ciri-ciri kepastian metafisika, yaitu: Ada kepastian subjek; subjek berpikir mengenai objek Ada kepastian mengenai objek Ada prinsip-prinsip : Identitas subjek bisa memilih & memilah Kontradiksi tahu mana yang benar / salah objeknya Negasi Kausalitas sebab-akibat Sebab yang mencukupi

Teori kebenaran koherensi pengetahuan bernilai benar apabila pengetahuan itu sesuai dengan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya dan pengetahuan yang sudah ada sebelumnya itu juga bernilai benar; berkaitan dengan kepastian alami (manusiawi) Teori kebenaran pragmatis tidak membicarakan hakekat kebenaran pengetahuan pengetahuan dilihat dari manfaat & kegunaannya yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari

betapa idealnya kebenaran pengetahuan jika tidak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dianggap bernilai rendah pengetahuan tersebut

Teori kebenaran sintaksis Teori kebenaran semantis Teori kebenaran semantis Teori kebenaran non-deskriptif tidak perlu diragukan / dideskripsikan kebenarannya Contoh: naik tidak perlu dikatakan naik ke atas Teori kebenaran logis berlebihan

Kepastian terdiri atas: Kepastian metafisika Kepastian alami Kepastian manusia

Sarana Berpikir Ilmiah / Ilmu


Manusia makhluk berpikir (Homo sapiens) yang memungkinkan untuk mengembangkan pengetahuannya makhluk berpengetahuan yang memungkinkan untuk membuat sarana / peralatan (Homo faber makhluk pembuat alat) Berpikir bukan sekedar memiliki pemikirannya saja lebih dimengerti sebagai makhluk yang senantiasa menggunakan pikirannya dalam melaksanakan hidup & kehidupannya Memiliki pikiran tetapi tidak pernah digunakan manusia = makhluk lain

Sarana / alat yang dibuat manusia dapat berupa: Fisik (teknologi) dibuat untuk menutupi kekurangan Contoh : rumah, pakaian, payung, alat transportasi, dll Kerugian: manusia menjadi tidak percaya dengan dirinya sendiri Contoh: lebih percaya dengan kalkulator daripada menghitung sendiri manusia bersaing dengan makhluk ciptaannya sendiri (robot, CCTV, dll)

Non-fisik bahasa & logika memungkinkan dirinya berkembang untuk menambah pengetahuan

Bahasa
Pengetahuan yang terkandung di dalam bahasa sehari-hari kata

Pengetahuan yang terkandung di dalam bahasa ilmiah / ilmu istilah Masing-masing ilmu membuat istilahnya sendiri sesuai dengan pengertian ilmunya masing-masing. Sebenarnya pengertian terlebih dahulu muncul kemudian manusia tersebut menamai pengertian tersebut dengan kata / istilah.

Untuk menyamakan pengertian dari sebuah istilah, diperlukan definisi. Ada 3 definisi yang lazim digunakan oleh ilmu pengetahuan, yaitu: Nominalis mendefinisikan bahasa tersebut dengan kata lain yang lebih dimengerti Contoh: fraktur patah tulang Realis upaya menjelaskan substansi pengertian itu sendiri Contoh: menjelaskan letak / bentuk gigi taring Praktis kegunaan dari benda yang didefinisikan Contoh : fungsi gigi taring Logika ilmu pengetahuan mengenai asas-asas yang menentukan pemikiran yang lurus & tepat Agar dapat berpikir lurus & tepat, logika menyelidiki, merumuskan, menerapkan hukum-hukum yang harus ditepati Menurut Plato & Aristoteles, berpikir

Bicara dengan diri sendiri di dalam batin dengan: mempertimbangkan merenungkan menganalisa membuktikan sesuatu
suatu realitas

meneliti jalan pikiran mencari bagaimana suatu hal


berhubungan 1 sama lain

mengapa / untuk apa sesuatu


itu terjadi

membahasakan / menamai

menunjukkan alasan-alasan menarik kesimpulan


Berpikir : orang lain tidak dapat apa yang sedang dipikirkan. Akan tetapi, apa yang sedang saya pikirkan itu hendak saya beritahukan kepada orang lain maka isi pikiran itu harus saya nyatakan / ungkapkan dengan tanda-tanda, isyarat-isyarat, atau kata-kata yaitu bahasa. Namun, isi pikiran tidak selalu dapat diungkap dengan sempurna lewat bahasa dan orang lain tidak mengerti jika tidak dinyatakan dengan bahasa. Contoh jalan pikiran yang tidak lurus:

- Orang yang berambut gondrong = orang jahat orang yang berambut gondrong harus dihukum - Tetangga mempunyai mobil saya harus mempunyai mobil - Air dicampur dengan bir / brandy ternyata jadi mabuk air diminum jadi mabuk Menurut hukum logika, jalan pikiran manusia itu terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut: Pengertian-pengertian disusun sedemikian rupa menjadi keputusankeputusan Keputusan disimpulkan sedemikian rupa menjadi penyimpulan-penyimpulan Pengertian-pengertian keputusan-keputusan penyimpulan-penyimpulan

Pengertian konsep, gambaran ideal, suatu gambar akal budi yang abstrak, yang batiniah tentang inti sesuatu Bahasa penamaan dari pengertian / kenyataan / benda tanda lahiriah / penamaan dari pengertian yang terdapat dalam pikiran kita Keputusan suatu perbuatan tertentu dari manusia; dalam perbuatan tersebut ia mengakui (memungkiri) kesatuan atau hubungan antara 2 pengertian Penyimpulan suatu kegiatan manusia yang bergerak menuju ke pengetahuan yang baru dengan dasar dari pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya sehingga pengetahuan manusia semakin berkembang

Keberadaan dapat ditinjau dari 2 pemahaman dapat ditinjau dari : Segi kuantitatif Serba tunggal = monisme Serba dua / ganda = dualisme Serba banyak = pluralisme

Segi kualitatif Serba material / zat Serba immaterial / jiwa Kombinasi dari keduanya Kausalitas : Sebab-akibat, serba sawat Serba tuju, teleologis Serba tak tentu Serba tertentu Mekanik Organik Vitalis

Hakekat manusia : - Manusia dan badannya Arti badan bagi manusia Badan dan kesatuan manusia

Badan sebagai jasmani yang dirohanikan / rohani yang menjasmani Badan & pendidikan Kesehatan manusia Manusia sebagai dinamika Manusia dengan sesamanya Manusia dengan hidup dan kehidupannya

Kesehatan dan kehidupan insani: Mens sana in corpore sano Norma kesehatan Pandangan yang utuh mengenai hakekat manusia Kesehatan dan kebudayaan Fungsi kesehatan Penyelenggaraan hidup sebagai makhluk berjasmani: Makan dan keluhuran manusia Sandang dan kesehatan sebagai pelengkap manusia

Dinamika Manusia
Dinamika manusia sebagai realitas: Arti kata dinamika Secara fisiologik Keaktifan dan kesadaran Kekuatan yang bergerak Pelaksanaan dan kegagalan Arah horizontal Dinamika dan pesona: Manusia adalah subjek Manusia berobjetkivasi Manusia memiliki Manusia makhluk pengada Manusia makhluk pesona Manusia menguasai dan dikuasai Kehendak manusia Untuk kesempurnaan Menyempurnakan sesama dan dunia menuju kemutlakan

Pengertian sebagai unsur dinamika manusia: Pengertian adalah momen yang dikonseptualisasikan Pengertian mengarah pada fungsi Pengertian menjiwai kehidupan Pengertian menyatukan manusia dengan dunia Pengertian dan kesadaran Pengertian dan kesadaran transcendental Manusia memberi dan menerima arti Karsa sebagai unsur dinamika: Pengertian karsa Timbulnya karsa Karsa dan kebebasan Karsa dan tujuan Rasa sebagai unsur dinamika: Pengertian rasa Dua aspek dinamika manusia Harapan dan penantian Permainan sebagai aktivitas dinamika: Permainan dan pendidikan Inti dan arti permainan Permainan dan kebebasan Eros dan agon