Anda di halaman 1dari 26

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini perkembangan teknologi di Indonesia mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu teknologi yang mengalami kemajuan tersebut adalah teknologi yang berkaitan dengan pendinginan dan pengawetan produk. Teknologi tersebut mempunyai peran yang sangat penting bagi ketahanan suatu produk sebelum dikonsumsi oleh konsumen. Alat yang digunakan untuk melakukan pendinginan atau pengawetan produk kini telah banyak jenis dan macamnya. Seiring dengan perkembangan zaman, alat pendingin telah banyak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Salah satu alat yang digunakan untuk mendinginkan produk adalah cool storage room. Cool storage room sama halnya seperti lemari es yaitu suatu alat yang digunakan untuk mendinginkan suatu produk agar produk tersebut dapat bertahan lebih lama, hanya saja ukuran cool storage room lebih besar dari pada lemari es. Dalam pembuatan Cool storage room, banyak hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu seperti data-data mengenai produk yang akan diawetkan, komponen-komponen dari system yang akan digunakan, dan material-material untuk pembuatan cool storage room itu sediri. 1.2 Materi Singkat Sebelum kita menentukan bahan-bahan atau material yang digunakan terlebih dahulu kita menghitung kapasitas produk. Dalam perhitungan kapasitas produk kita mengenal Q1, Q2, Q3 dan Qtotal. Tapi dalam perhitungan cool storage room kita hanya menghitung Q1, QR dengan satuan Kcal, dimana : Q1 = m x Co x t, QR = m x CR, dan Qtotal = Q1 + QR Pada rumus diatas terdapat m, Co, CR dan t. m adalah massa dari produk yang kita hitung. Misalkan kita memiliki 10 Kg Ham, maka massanya adalah 10

kg. C adalah spesifik bahan / produk. Co adalah over freezing point, CR adalah respiration heat, dan t adalah perbedaan temperatur. Contoh : 100 Kg Oranges didinginkan dari temperature 28C sampai temperature 7C. Hitunglah kalor yang harus di buang ! Diketahui : m = 10 Kg Co = 0,90 Kcal/KgC* CR = 1000 Kcal/ton 24h** * Lihat di tabel halaman 48, untuk produk oranges. dikonversikan menjadi kcal/ton ** Pada tabel halaman 48 di dapat satuan kcal/kg kemudian

Ditanyakan : Qtot = ? Penyelesaian Q1 = m x Co x t = 100 x 0,90 x (28-7) = 1890 Kcal QR = m x CR = 0,1 x 1000 kcal/ton = 100 Kcal Qtotal = Q1 + QR = 1890 + 100 = 1990 Kcal

Selain dari menghitung kapasitas produk, materi yang dapat saya sampaikan adalah tentang refrigerant. Refrigerant merupakan bagian penting yang berfungsi sebagai bahan pendingin dengan cara menyerap panas dari sebuah materi. Dengan memperhatikan siklus konversi uap, refrigerant bekerja dalam keadaan air dan uap secara bergantian. Jenis-jenis refrigerant antara lain Amonia R-707, R-11, R-12, R-22, R-502, dll. Dalam perencanaan cool storage room ini refrigerant yang dipakai adalah R-12 (CCl2F2). Titik didihnya -21,6F (-29,8C). Digunakan untuk temperatur tinggi, sedang dan rendah kompresor yang digunakan multistage centrifugal. R-12 dapat digunakan untuk mendinginkan larutan garam sampai dengan temperatur dibawah -110F (-80C). 1.3 Tujuan Penulisan Selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata diklat PRC Cold Storage, penulisan Laporan Tugas ini juga bertujuan agar peserta diklat dapat mengerti tentang perencanaan pembuatan cool storage room itu sendiri. Melalui penulisan Laporan Tugas ini pula diharapkan peserta diklat dapat membiasakan diri untuk menyusun laporan setelah melaksanakan praktek atau penelitian. Dengan kata lain tujuan penulisan laporan antara lain : 1. Memenuhi tugas yang diberikan oleh guru mata diklat. 2. Agar peserta diklat dapat memahami tentang bagaimana merencanakan pembuatan cool storage room. 3. Agar peserta diklat membiasakan diri untuk menyusun laporan setelah melaksanakan praktek atau penelitian.

BAB II PERENCANAAN COOL STORAGE ROOM


2.1 Technical Data SMK NEGERI 1 CIMAHI REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

TECHNICAL DATA FOR REFRIGERATION SYSTEM

Produk Ukuran Ruangan Jumlah Produk Temperatur Ruangan Insulasi Evaporating Temperatur Condensing Temperatur Refrigerant Kapasitas Refrigerant Waktu Compressor Bekerja High Pressure Switch Low Pressure Switch Pump down Fresh air

Vegetables/Union 5 m x 4m x 2,5m =50 m 900 kg/hari +7 C Pretabricated elements 10 cm -3C 45C R-12 2340 kcal/jam 16 jam/hari Off +55 C Off -10 C On -3 C Off -26 C On -10 C 2 x 5 min./day

2.2 Cooling Load Calculation SMK NEGERI 1 CIMAHI REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING Produk Temperatur Produk Sebelum Coolstorage Jumlah Produk Ukuran Ruangan Volume Ruangan * * Volume ruangan tanpa insulasi. : 28 C : 500 kg/hari : 5 m x 4 m x 2,5 m : 50 m

COOLING LOAD CALCULATION FOR COOLERS AND FREEZERS


: Vegetables/Union

1. Panas Produk Kcal/hari


Cooling Over Freezing Temperature: (Q1=m.c.t) 500 kg/hari x 0,91 kcal/kg C * x 21 C * Nilai c didapat dari nilai rata rata Over Freezing Point dari Several Meat. (Lihat tabel Halaman 49) Freezing : (Q2=m.cf) _______kg/hari x _____ Kcal/kg Sub-Cooling Below Freezing Temp.(Q3= m.c.t) _______kg/hari x ______kcal/kg C x___ C Respiration Heat : (Q=m.CR) 0,5 tons/24h x 1000 kcal/ton 24h* *di konversikan dari kcal/kg ke kcal/tons

Total Kcal/hari

9555

500

10.055

10.555

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

COOLING LOAD CALCULATION FOR COOLERS AND FREEZERS


Total

2.

Heat Transfer Through Wall, Floor, Ceiling*


Outside tem.
25C 33C 28C 28C 28C 28C

Kcal/24h

Kcal/24h

Measures
Floor Ceiling Wall a Wall b Wall c Wall d 5m . 4m 5m . 4m 5m . 2.5m 4m . 2.5m 5m . 2.5m 4m . 2.5m

Insulation
10cm 10cm 10cm 10cm 10cm 10cm

Q = A . k . t .24 K Area t / Kcal/h m C day m C


20 20 12,5 10 12,5 10 0,54 0,54 0,54 0,54 0,54 0,54 18 26 21 21 21 21 24 24 24 24 24 24 4.665 6.739 3.402 2.721 3.402 2.721

Total Heat Transfer * Lihat tabel halaman 50

23.650

23.650

3. Fresh Air
Room volume 50 m3 = 1,12 kg/ m3 (Fresh Air) Air changes per day 2 x Fresh Air +28 C. 80 % Rh. i = 18,8 kcal/kg Room Air +7 C . 90 % Rh. i = 5,3 kcal/kg 50 m3 . 1,12 kg/ m3 . i 13,5 kcal/kg . 2x

1. 512
400 103 2.786 3.600

1.512

4. Beban Tambahan
Persons Lamps Loss : 2 . 200 kcal/h . 1 h/day : 2 . 60 W . 1 h/day . 0,86 : (Door openings etc.) 15% of heat transfer Total miscellaneous

Ventilator : 800 W . 18 h/day . 0,86

6.889

6.889 42.106

Total Cooling Load Per Hari Jam Operasi per Hari Kcal/Jam Cooling Load

2.340

2.3 Pemilihan Material 2.3.1 Pemilihan Pipa Pemilihan pipa baik suction, liquid pipes atau juga pressure pipes dapat ditentukan dengan cara melihat jenis refrigerant, temperature evaporator dan kapasitas refrigerasi dalm satuan Kcal/h. Didalam perencanan ini kita akan mengunaan refrigerant jenis R-12, kita mulai mencari dengan melihat tabel halaman 22-24, berikut adalah langkah untuk mencari data : Suction Pipes Untuk menentukan diameter suction pipes lihat tabel halaman 22, cari temperatur -3C atau yang mendekati nilai tersebut yaitu -5C untuk evaporator temperatur kemudian tarik ke kanan dan cari nilai refrigerating capacity yang mendekati atau sama dengan nilai total cooling load yaitu 2.340 Kcal/h , pada tabel didapat nilai 2.340 Kcal/h lalu tarik keatas sehingga diperoleh ukuran diameter suction pipes 5/8 dengan interior exterior 15,88 mm, area 1,5 cm dan flow volume 5,4 m/h. 13,84 mm,

Liqiud Pipes Untuk menentukan ukuran diameter liquid pipes kita lihat tabel hal 23. Cari evaporator temperature yaitu -3C atau yang mendekati nilai tersebut yaitu -5C untuk evaporator temperatur kemudian tarik ke kanan cari nilai refrigerating capacity yang mendekati 2.340 kcal/h. Pada tabel didapat 2.541kcal/h lalu tarik ke atas sehingga diperoleh ukuran diameter liquid pipes
1

/4 dengan exterior 6,35 mm, interior 4,75 mm, area 0,18 cm2 dan flow

volume 0,065 m3/h. (karena pada penggunaannya pipa 1/4 tidak sesuai dengan inlet pada TXV maka diganti dengan pipa 3/8)

Pressure pipes Untuk menentukan ukuran diameter pressure pipes kita lihat tabel halaman 24. Cari suhu evaporator yaitu -3C atau yang mendekati nilai tersebut yaitu -5C untuk evaporator temperatur kemudian tarik ke kanan cari refrigerating capacity yang mendekati 2.340 kcal/h. Pada tabel didapat 2227, 2160 dan 2.193,5 kcal/h maka diambil nilai 2.193,5 kcal/h, lalu tarik ke atas sehingga diperoleh ukuran diameter pressure pipes
3

/8 dengan exterior 6,53 mm,

interior 8 mm, area 0,5 cm2 dan flow volume yaitu 1,8 m3/h.

2.3.2

Pemilihan Condensing Unit Kita dapat mencari jenis condensing unit ini pada tabel halaman 131-

134. Dalam mencari jenis condensing unit kita harus mengetahui terlebih dahulu tentang refrigerating capacity, temperature evaporator dan jenis refrigerant yang dipakai pada system. Satuan yang dipakai dalam pencarian jenis condensing unit untuk refrigerating capacity adalah BTU/h. Oleh karena itu kita harus mengubah dari satuan SI ke Btitish. Seperti yang telah diketahui diatas bahwa refrigerating capacity adalah 2.340 kcal/h. Karena 1 kcal/h = 3,968 BTU/h, maka 2.340 x 3,968 = 9285,12 BTU/h, jadi 2,340 kcal/h = 9285,12 BTU/h. Kemudian cari temperature evaporator yang mendekati suhu -3C yaitu -5C. Pada kolom suhu ini tentukan jenis refrigerant yang dipakai yaitu R-12 kemudian tarik ke bawah. Carilah nilai yang sesuai atau mendekati 9.285,12 BTU/h. Kita ambil nilai 9.360 BTU/h pada tabel, lalu kita tarik lagi ke sebelah kiri maka kita akan memperoleh type condensing unit : Bitzer Type 3/ E 33 / 810 dengan Horse Power 1,83 HP. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. HP. Ubah refrigerating capacity dari Kcal/h ke BTU/h. Cari temperature evaporator yang mendekati suhu -3C. Pada kolom suhu tersebut, tentukan jenis refrigerant kemudian Cari nilai yang sesuai dengan refrigerating capacity, kemudian Didapat Bitzer Type 3/ E 33 / 810 dengan Horse Power 1,83

tarik ke bawah. tarik ke sebelah kiri.

10

2.3.3 Pemilihan Jenis Evaporator Buka tabel halaman 137-138.Di halaman 137 untuk temperature di atas +40C dan pada halaman 138 evaporator untuk temperature sampai -400C ,maka kita lihat tabel halaman 137. Dalam mencari dan memilih jenis evaporator ini dapat kita cari melalui refrigerating capacity (kcal/h). Carilah refrigerating capacity tersebut pada tabel. Karena pada cool storage suhu yang dikondisikan lebih besar dari 0C, maka type Evaporator yang dipakai adalah type UCL . Ambilah yang paling mendekati 2.340 kcal/h yaitu 2.930 kcal/h. Setelah itu tarik ke atas sehingga diperoleh jenis evaporator : Searle UCL 65, Searle UCL 45. Pada perencanaan ini kita ambil type yang : Searle UCL 65. Lalu kita tarik ke bawah maka didapat berat 28 kg dan inlet OD ,outlet 5/8 OD. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Lihat tabel halaman 138. b. Carilah refrigerating capacity yang mendekati 2.340 Kcal/h, kemudian tarik ke atas. c. Didapat evaporator jenis Searle UCL 65 dan Searle UCL 45, maka ambil yang Searle UCL 65.

11

2.3.4 Pemilihan Jenis Filter Dryer Buka tabel halaman 139. Pertama-tama ubahlah refrigerating capacity ke satuan British yaitu dalam Ton Refrigerasi. Karena 1000 kcal/h = 0,33 Ton Refrigerasi, maka (2.340 : 1000) x 0,33 = 0,77 Ton Refrigerasi. Kemudian hasil tersebut kita cari pada tabel (pada kolom kapasitas) yang mendekati 0,77 Ton Refrigerasi didapat pada tabel 1/2 1 Ton Refrigerasi. Lalu tarik ke kiri lihat pada kolom connection size ambil ukuran liquid pipes yaitu 3/8 kemudian tarik ke kiri lagi maka didapat type Filter Dryer SAE Flare C 083 atau ODF Solder C 083 S pada kolom liquid line type. Pada system perencanaan ini kita memakai SAE Flare C 163 pada tabel 1-2 Ton Refrigerasi.. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Ubah refrigerating capacity dari Kcal/h ke Ton Refrigerasi. b. Lihat tabel halaman 139.

c. Pada kolom kapasitas cari yang mendekati 0,77 Ton Refrigerasi. d. Tarik ke kiri ambil liquid pipes 3/8, kemidian tarik lagi ke kiri. e. Didapat Filter dryer type SAE Flare C 083 dan ODF Solder C 083 S, kita ambil yang SAE Flare C 083. tapi pada penggunaanya kita memakai Filter Dryer type C 163.

12

2.3.5 Pemilihan Jenis Sight Glass Buka tabel halaman 140. Untuk mencari jenis sight glass kita harus mengetahui dahulu ukuran diameter pipa yang keluar dari filter dryer serta cara penyambungan filter dryer tersebut. Kemudian cari diameter pipa pada kolom connection size yang sesuai dengan liquid pipes yaitu 3/8, lalu tarik ke kanan maka didapat type sight glass dari type 1 sampai 7. Karena kita memakai filter dryer yang berjenis SAE Flare C 13 maka pada sight glass kita memakai type 1 yaitu Sporlan Male Flare SA-13. Jadi kesimpulannya untuk sight glass dan filter dryer harus sesuai cara penyambungannya. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Buka tabel halaman 140. b. Cari diameter pipa 3/8 pada kolom connection size, lalu tarik ke kanan. c. Didapat type 1 sampai 7, karena memakai filter dryer dengan jenis SAE Flare C 13 maka kita memakai sight glass dengan type Sporlan Male Flare SA-13.

13

2.3.6 Pemilihan Jenis Solenoid Valve Buka tabel halaman 141. Untuk mencari solenoid valve kita harus mengubah refrigerating capacity pada satuan Ton Refrigerasi yaitu 0,77 Ton Refrigerasi. Kemudian tentukan drop tekanan yaitu 0,14 Kg/cm2 dan refrigerant yang dipakai adalah R-12. Cari pada tabel drop tekanan 0,14 Kg/cm2 dengan R-12. Lalu tarik ke bawah cari faktor yang mendekati 2,5 Ton Refrigerasi. Lalu tarik ke kiri melalui connection 3/8. Maka kita dapatkan Solenoid Valve Sporlan MB 6 F1 Without Manual Lift Stem. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Lihat tabel halaman 141. b. Tentukan drop tekanan dan jenis refrigerant yang dipakai, kemudian tarik ke bawah cari factor yang mendekati 2,5 TR. c. Tarik ke kiri, didapat Sporlan MB 6 F1 without Manual Lift Stem.

14

2.3.7 Pemilihan Thermostatic Expansion Valve (TXV) Buka tabel halaman 142 dan143. Tentukan terlebih dahulu refrigerant yang dipakai, yaitu R-12, drop tekanan 0,14 Kg/cm2, refrigerating capacity 0,77 Ton Refrigerasi. Cari faktor yang mendekati 0,77 Ton refrigerasi pada tabel halaman 142 (pada kolom type dan capacity) maka kita dapatkan TXV type GFE-1. Untuk halaman 143 tentukan terlebih dahulu refrigerating capacity 0,77 Ton refrigerasi, temperatur evaporator -3C. Pada tabel kita ambil -7C, pressure drop 0,77 Kg/cm2 kemudian tarik ke kiri sejajar dengan nilai kapasitas nominal yang mendekati 0,77 Ton refrigerasi yaitu 1 Ton refrigerasi. Maka didapat TXV Type C-S-NI-F. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Lihat tabel halaman 142. b. Tentukan refrigerant yang dipakai, drop tekanan dan refrigerating capacity. c. Cari factor yang mendekati 0,77 Ton Refrigerasi pada kolom type dan capacity.

d. Didapat TXV dengan type GFE-1. e. Lihat tabel halaman 143. f. Tentukan refrigerating capacity, drop tekanan dan temperature evaporator. g. Kemudian tarik ke kiri sejajar dengan nilai refrigerating capacity yang mendekati 0,77 Ton Refrigerasi. h. Didapat TXV dengan type C-S-NI--F.

15

2.3.8 Pemilihan Thermostat

Buka tabel halaman 146, kemudian pilih type air coil. Tentukan Range High Event disesuaikan dengan suhu yang akan dicapai yaitu -3C. Kita ambil pada tabel halaman 146 yaitu -18C sampai +13C. Tarik ke kiri maka didapat Thermostat Type 016-6901. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Lihat tabel halaman 146, pilih type air coil. b. Tentukan Range High Event sesuai dengan temperature evaporator. c. Kita ambil -318C sampai +13C, lalu tarik ke kiri. d. Didapat thermostat dengan type 016-6901.

16

2.3.9 Pemilihan High and Low Pressure (HLP) Kita dapat mencari pada tabel halaman 147. Pilih type yang dibutuhkan, kemudian tentukan pada kolom reset yaitu Automatic LP, HP manual kemudian tarik ke kiri maka didapat HLP Type 017-6705. karena pada cool storage digunakan Pump down maka dicari juga LP yang berfungsi sebagai control untuk Pump down. Pilih type LP yang 6703. Langkah-langkahnya dapat dituliskan sebagai berikut : a. Lihat tabel halaman 147. b. Tentukan type yang dibutuhlan, apakah automatic, manual atau gabungan antara automatic dan manual. c. Kita ambil yang automatic manual HLP dengan LP automatic dan HP manual, lalu tarik ke kiri. d. Didapat HLP dengan type 017-6705. e. Tentukan type LP yang dibutuhlan, apakah automatic atau manual. f. Kita ambil yang automatic LP , lalu tarik ke kiri. g. Didapat HLP dengan type 016-6703. dibutuhkan yaitu Automatic Reset low pressure control. Maka didapat LP dengan Type 016-

17

2.4 Technical Data dan Material List

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

TECHNICAL DATA FOR REFRIGERATION SYSTEMS

Product Room measures (5 m x 4 m x 2,5 mh ) Quantity of product Room temperature Insulation Pretabricated element Evaporating temperature Condensing temperature Refrigerant Refrigerating Capacity Compressor running time Defrost by Electric Heaters High Pressure Switch Low Pressure Switch Security Thermostat Pump down Fresh Air Independent connected security system !

Vegetable/Union 50 m3 net 500 kg/day -7C 10 cm -3C +45C R-12 2.340 kcal/h 18 h/day ----x/day off +55C off -10C on +3C on ----C off -26C 2 x 5 min/day 23 kg/cm2 3,2 kg/cm2 kg/cm2

18

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

MATERIAL LIST FOR REFRIGERATION SYSTEMS

ROOM INSULATION
Price Quantity 210 m2 210 pc. 700 pc. 700 pc. 120 m 700 pc. ---kg ---m2 50 m --- m2 --- m2 --- m2 --- m 1 Material Insulation 10 cm thick 100 cm x 200 cm x 10 cm (2m2) Screws 4 x 60 mm Expander 6 mm Galvanized wire 0,8 mm Wood 1 x 1 cm x 10 cm length Asphalt Damp Barrier Alu Sheet Alu Tape Plaster with wire netting Concrete 6 cm Plywood 6 mm painted (for ceiling) Wood 3 x 5 cm (ceiling suspention) Insulated Door 90 m x 190 cm (light) 20 cm insulation, with heater ----/m2 -----/m ----------/m2 21.000,4.000,5.000,4.410.000,28.000,35.000,5.000,7.500,----------12.000,--------------------375.000,per Unit Rp. Total Rp.

Total Price for Insulation

Rp.4.872.500,-

19

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

MATERIAL LIST FOR REFRIGERATION SYSTEMS

REFRIGERATION MATERIAL
Price Quantity 1 Material Condensing Unit, Type III/E33/810 RPM (open type), BITZER Capacity 2340 kcal/h, Cooled by Air TEV -3C, TCON +45C, R-12 Motor 15 HP, 11 KW, 3 x 220 V, 39 Amp. 1 Max. 1450 RPM Evaporator, Type Searle UCL-65, Capacity 1 2340 kcal/h, tm 8C, Air quantity 6740 m3/h, 2 Ventilators with 500 W total Defrost : Electric 4100 W total 1.000.000,incl 1.300.000,per Unit Rp. Total Rp.

Drain Pipe heater 100 W 3 m 1 50.000,-

Total

Rp. 2.350 000,-

20

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

MATERIAL LIST FOR REFRIGERATION SYSTEMS

REFRIGERATION MATERIAL (CONTINUATION)


Price Quantity 1 1 1 Material Filter-Dryer, Type : Sporlan C-163 Sight-glass, Type : Sporlan SA-13 Solenoid Valve R-12 3/8 220 V Type Sporlan MB 6 F1 1 Expasion Valve, Type : Sporlan GFE 1C Capacity : 2340 kcal/h, R-12, TEV -3C, TCON +45C with equalizer 1 8m 8m 8m --Vibration absorber Copper Tube (Suction) Copper Tube 3/8 (Liquid) Capillary Tube 0.032 Start Regulator, Type : _________, Capacity _______ kcal/h, R-___ 9.000,-/m 5.000,-/m 45.000,72.000,40.000,8.000,-------50.000,per Unit Rp. Total Rp. 15.000,17.500,45.000,-

Total

Rp.292.500,-

21

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

MATERIAL LIST FOR REFRIGERATION SYSTEMS

REFRIGERATION MATERIAL (CONTINUATION)


Price Quantity 1 1 1 Material High-Low Pressure switch, Type: Ranco 017-6705 Low Pressure Switch, Type: 016-6703 Thermostat, Type : 016-6901 Range -35/-7C 60 kg 8m kg 3m 1 1 Refrigerant R-12 Pipe Insulation 1 3/8 19 mm Wall Glue for Pipe Insulation Drain Water Line galv. Iron 1 Siphon Fresh Air fan, Type : Axian Fan , 200 mm, 250 m3/h, 200 mm w.c 220V, 4 A, 350 W 1 1 1 1 Fresh air duct: 400 mm x 400 mm x 1000 mm length Outside Grille 400 mm x 400 mm Inside Grille 400 mm x 400 mm Fresh air filter, Type: Fuji 400 mm (80 cm)x 400 mm(80 cm) Total Price for Refrigeration Material Rp. 4.888.000,Total Rp. 2.248.000,200.000,250.000,200.000,500.000,7.500,-/kg 7.500,-/m 450.000,60.000,5.000,4.000,4.000,450.000,30.000,35.000,per Unit Rp. Total Rp. 60.000,-

22

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

MATERIAL LIST FOR REFRIGERATION SYSTEMS

ELECTRIC MATERIAL
Price Quantity 1 1 1 4 3 1 1 1 1 Material Electric Panel 60 cm x 60 cm Manual Switch, 1-phase, 10 Amp. Manual Switch, 3-phase, 40 Amp. Breaker, 1-phase, 6 Amp.. Breaker, 1-phase, 25 Amp. Breaker, 3-phase, 60 Amp. Electromagnetic Switch 2 KW, 220 V Coil Electromagnetic Switch (Contactor) Type : FUJI 2 KW, Coil : 220 V Electromagnetic Switch (Contactor) Type : FUJI 5 KW, Coil : 220 V 1 1 Bimetall Relay, 3-phase, 9.2 Amp. Relay, Type : FUJI Coil : 220 V, 1 Contact Normaly close 40.000,50.000,10.000,25.000,4.500,4.500,4.500,10.000,per Unit Rp. Total Rp. 50.000,4.500,7.000,18.000,13.500,4.500,10.000,-

Total Rp. 232.500,-

23

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

MATERIAL LIST FOR REFRIGERATION SYSTEMS

ELECTRIC MATERIAL (CONTINUATION)


Price Quantity 2 Material Defrost Timer, Type : Paragon 1/1 contacts open/close, Motor 220 V 10 m 3m 3m 3m Wire, 1,5 mm2, Colour : Yellow and White Wire, 1,5 mm2, Colour : Red and Black Wire, 2,5 mm2, Colour : Red, Blue and Green Wire, 2,5 mm2, Colour : Red, Blue, Black and Green 80 m 10 m -----m ---- m 12 m Terminals 4 mm2 12 12 1 ---Terminals 10 mm2 Plug 110 V Warning Lamp (Sec. Thermostat) 4.000,5.000,2.500,Cable, 2 wires 1 mm2 Several Cable, 3 wires 1 mm2 Def. Therm. Cable,____ wires____mm2 Oil Press. Switch Cable, ___wires_____ mm2 Def. Heater Cable, 4 wires 10 mm2 Comp. 55.000,50.000,25.000,45.000,80.000,40.000,45.000,per Unit Rp. 60.000 Total Rp. 120.000,-

Total Price For Electric Material Rp.704.000,-

Total Rp. 471.500,-

24

SMK NEGERI 1 CIMAHI


REFRIGERATION AND AIR CONDITIONING

PRICE CALCULATION FOR REFRIGERATION SYSTEMS

Labour Cost for Insulation Labour Cost for Ref. Installation Labour Cost for Electric Panel Labour Cost for Elec. Connection Labour Cost for putting into operation and adjustment Labour Cost Floor, Wall and Ceiling finish Labour Cost for Several works Insulation Material Cost Refrigeration Material Cost Electric Material Cost Optional : (Labour and Material) a.) Illumination b.) Main Power Connection c.) Alarm System Power Connection

200 hours 100 hours 15 hours 15 hours 20 hours 100 hours 30 hours

Rp. 350.000,Rp. 175.000,Rp. 26.250,Rp. 26.250,Rp. 35.000,Rp. 175.000,Rp. 52.500,Rp. 4.872.500,Rp. 4.888.000,Rp. 704.000,Rp. 85.000,Rp. 50.000,Rp. 25.000,Rp.11.464.500,-

Total Price of the Cold Storage Room

NOTES : These prices do not include the room construction wit the ventilated floor. The labour cost is based on Rp. 1.750,- per hour. The material prices are based on June 2008 costs.

BAB III
25

PENUTUP
3.1 Kesimpulan Setelah peserta diklat menyelesaikan perhitungan cooling load beserta laporan tugas ini, maka saya sebagai peserta diklat menyimpulkan bahwa didalam menghitung cooling load diperlukan ketelitian dan ketepatan dalam menghitung dan mencari komponen yang digunakan untuk pembuatan Cold Storage room. Selain itu ada hal-hal yang membedakan perancanaan Cold storage dengan perencanaan Freezer sebelumnya, selain dari suhu yang dikondisikan hal yang perlu diperhatikan adalah kesesuain perencanaan dan pengerjaan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Apabila kita kekurangan ketelitian, maka sudah dipastikan dalam penentuan komponen akan salah dan dapat membuat pendinginan atau suhu yang diatur tidak sesuai dengan yang di inginkan. Misalkan apabila kita mencari jenis sight glass apabila kita salah menentukan connection sizenya maka sight glass yang kita gunakan tidak cocok dengan filter dryer yang kita gunakan. Selain itu bahwa dalam penulisan laporan haruslah rapi, tidak boleh ada kekosongan dalam lembaran laporan. Kemudian juga laporan yang kita buat haruslah bersifat formal karena ini di maksudkan untuk melatih siswa dalam menyusun dan pembuatan laporan akhir semester maupun laporan-laporan lain kedepannya. 3.2 Saran Saya sebagai peserta diklat menyadari bahwa dalam perencanaan dan penulisan laporan ini masih terdapat banyak kekurangannya, salah satu penyebabnya adalah kurangnya ketelitian dan pengetahuan. Karena diketahui bahwa ketelitian dan ketepatan dalam memilih komponen pendingin sangan berpengaruh pada hasil pengkondisian diakhir praktek telah selesai. Maka penulis mengharapkan saran dan kritik dari guru mata diklat maupun pembaca yang bersifat membangun, dan dapat dijadikan acuan untuk lebih baik dalam hal tersebut. supaya dalam penulisan laporan selanjutnya saya dapat terselesaikan dengan baik dan tanpa ada lagi kesalahan. dan tanpa ada kesalahan.

26