Anda di halaman 1dari 3

B. PENYEBAB 1. Faktor Intrinsik (Dalam tubuh) : A.

A. PENGERTIAN ASMA Asma adalah salah satu penyakit yang ditandai dengan adanya respon yang berlebihan dari trakea dan bronkus terhadap berbagai macam rangsangan yang mengakibatkan penyimpitan saluran napas yang tersebar luar diseluruh paru dan derajadnya dapat berubah secara spontan atau setelah mendapat pengobatan (T.Daniel, 1991). Status asmatikus adalah merupakan serangan asma berat yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan konvensional dan merupakan keadaan darurat medik, bila tidak diatasi dengan cepat akan terjadi gagal pernafasan. 2. Faktor ekstriksik (Luar tubuh) : Tepung sari Debu Bulu binatang Telur, ikan. Obat-obatan Stadium ketiga : Semua gejala stadium dua ditambah suara nafas tidak terdengar, tidak ada batuk, pernafasan dangkal dan tidak teratur, irama pernafasan tinggi. Udara dingin Zat kimia (ozon, eter, nitrogen) Perubahan musim dan cuaca Aktifitas fisik berlebihan Ketegangan mental Stadium kedua : biru Batuk disertai mukus yang jernih dan Sesak nafas Bunyi mengi (Wheezing) Gelisah, pucat, bibir, dan ekstremitas berbusa

C. TANDA DAN GEJALA Stadium awal : Batuk berkala dan batuk kering Stadium ini terjadi karena iritasi mukosa Terjadi pembengkakan mukosa

yang kental dan mengumpul.

Metil Xantin : aminophilin dan teopilin Korticosteroid : beclometasone PRAKTIK KEPERAWATAN KOMUNITAS PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOK. UNAIR SURABAYA DI RW 04 KEL. BALAS KLUMPRIK 12 JANUARI-5 MARET 2004 Kromolin : pencegah asma, khususnya Ketotifen Iprutropioum bromide (atroven

dipropinate untuk anak-anak

Pengobatan selama status asmatikus : Infus RL : D5 = 3 :1 tiap 24 jam Pemberian oksigen 4 liter/menit Aminophilin bolus 5 mg/kgBB

diberikan secara pelan-pelan selama 20 menit D. PENANGANAN 1. Pencegahan Menghindari faktor pencetus/penyebab. 2. Pengobatan Agonis beta : Metaproteronol (alupent, metrapel) dilanjutkan dengan drip D5 % 20 tetes/menit dengan dosis 20 mg/kgBB/24 jam cutan Dexametason 10-20 mg/6 jam IV Antibiotika spektruk luas. PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNAIR SURABAYA Terbutalin 0,25 mg/6 jam secara sub OLEH : MARKUS MAROE

2004