Anda di halaman 1dari 10

RENCANA PENYULUHAN AIR BERSIH DI LINGKUNGAN 5 KELURAHAN SIMALINGKAR KECAMATAN PANCUR BATU

1. Latar Belakang Saat ini kondisi air di Indonesia sangat memprihatinkan. Sangat sulit untuk mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. Banyaknya pemukiman padat penduduk, pabrik-pabrik serta penggunaan bahan kimia yang menimbulkan pencemaran pada lingkungan ,terutama pada air yang Sangat mudah tercemar. Rusaknya lingkungan kita,mengakibatkan berkurangnya kwalitas dan kwantitas air tanah yang membuat bakteri/kuman sangat mudah tumbuh-berkembang. Sebagian besar penduduk Indonesia menggunakan air sumur yang terkadang di lingkungan sekitarnya banyak tercemar oleh limbah rumah tangga ataupun pabrik ,terutama di lingkungan perkotaan yang padat penduduk. Hingga jarak antara septick tank dan sumur tidak memenuhi standart kesehatan. Hal ini sangat berbahaya ,karena bakteribakteri dari sampah/limbah dan septik tank akan bercampur kembali dengan air tanah yang kita pakai dari sumur. Banyak penyakit yang ditimbulkan akibat mengkonsumsi air yang mengandung bakyak bakteri terutama bakteri E-coli , dari sakit perut ringan hingga diare, disentri ,kolera, penyakit kulit seperti jerawat, gatal-gatal yang disebabkan air yang tidak bersih. Banyak kasus kematian yang diakibatkan mengkonsumsi air yang tidak bersih, terutama pada bayi , anak-anak dan para ibu. Dalam simposiuma internasional "Safe Dringking in Indonesia-Challanges for 21th Century" , dinyatakan bahwa penyakit yang disebarkan melalui air menempati peringkat ke tiga menurut statistik kesehatan. Hal itu terjadi karena kualitas air minum yang masih buruk. Tercatat, 39 persen air minum perkotaan tercemar bakteri coli tinja. Akibatnya, setiap tahun dilaporkan 100 ribu kejadian akibat penyakit yang disebabkan bakteri dan kuman air. Apalagi, suhu udara di Indonesia yang relatif tinggi menyebabkan pertumbuhan bakteri lebih cepat dibanding daerah dengan iklim sedang.
1

Menurut Frank W. Fraderer, konsultan Penanggulangan Penyakit Menular dan Permasalahan Lingkungan, Departemen Kesehatan, minimnya kualitas air minum Indonesia lebih disebabkan kurangnya pemeliharaan pada sarana dan prasarana di Perusahaan Daerah Air Minum dan kurangnya pemahaman mengenai manajemen kualitas air.

2. Tujuan 2.1 Tujuan Umum Setelah mengikuti penyuluhan selama 50 menit, peserta penyuluhan akan dapat mengetahui gambaran mengenai air bersih.

2.2 Tujuan Khusus Setelah mengikuti penyuluhan selama 50 menit, peserta penyuluhan akan dapat : Menjelaskan definisi air bersih Menjelaskan syarat-syarat air bersih Menjelaskan sumber air bersih Menjelaskan standar kualitas air bersih Menjelaskan cara memperoleh air bersih Menjelaskan pemeliharaan air bersih Menjelaskan sistem penyediaan air bersih

3. Pengorganisasian Moderator Penyuluh 1 Penyuluh 2 Penyuluh 3 Fasilitator 1 Fasilitator 2 Dokumentasi Peserta Penyuluhan : Junita Siboro : Ledy Gresia Sihotang : Elfi Harianti : Ernita Novalia : Firdayani Ginting : Paula Angelina : Andi Irawan : 1. Erika Emnina 2. Agnes E T Malau 3. Merlyn C S N 4. Murni Sari Dewi S
2

5. Henny H Aritonang 6. Astika Handayani 7. Yusrizal

4. Sasaran Penyuluhan Masyarakat di Kelurahan Simalingkar Kecamatan Pancur Batu.

5. Waktu dan Tempat Hari/ Tanggal : Selasa, 9 Februari 2010 Waktu Tempat : Pukul 08.00-08.50 : Lingkungan 5 Kelurahan Simalingkar Kecamatan Pancur Batu

6. Metode Penyuluhan

7. Media Slide show Leaflet

8. Strategi Kegiatan

Kegiatan Pembukaan

Metode -Membuka pertemuan dan memberi salam -Memperkenalkan peserta penyuluhan -Menjelaskan topik, waktu dan diri kepada

Media

Waktu 10 menit

tujuan penyuluhan.

Isi

-Menjelaskan defenisi air bersih -Menjelaskan bersih -Menjelaskan sumber air bersih syarat-syarat

Slide show air Leafleat

30 menit

-Menjelaskan standar kualitas air bersih -Menjelaskan cara memperoleh air bersih -Menjelaskan bersih -Menjelaskan sistem penyediaan air bersih Penutup -Memberi kesempatan kepada 10 menit pemeliharaan air

peserta penyuluhan untuk bertanya. -Bertanya penyuluhan kepada bagaimana peserta perasaan

perasaan peserta penyuluhan setelah penyuluhan (express feeling). -Menyimpulkan materi penyuluhan. -Menutup pertemuan dan memberi salam. -Membagikan leafleat.

9. Evaluasi Kriteria keberhasilan : Penyuluhan dilakukan di tempat yang strategis, alat dan media yang lengkap dan jumlah peserta yang hadir 80% dari jumlah sasaran yang direncanakan. Proses penyuluhan dapat terlaksana sesuai dengan yang telah direncanakan. Peserta penyuluhan mampu menjelaskan kembali defenisi, syarat, sumber, standar, cara memperoleh, pemeliharaan, dan sistem penyediaan air bersih

10. Materi Penyuluhan a. Defenisi Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1405/menkes/sk/xi/2002 tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja

Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang
4

dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undanganyang berlaku dan dapatdiminum apabila dimasak (Allafa, 2008). Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 Tahun 1990 Tentang : Syarat-syarat Dan Pengawasan Kualitas Air, defenisi air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak.

b. Syarat Air Bersih Syarat fisik, antara lain: Air harus bersih dan tidak keruh Tidak berwarna Tidak berasa Tidak berbau Suhu antara 10-250C (sejuk)

Syarat kimiawi, antara lain: Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan Cukup yodium pH air antara 6,5 9,2

Syarat bakteriologi, antara lain: Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit. Pada umumnya kualitas air baku akan menentukan besar kecilnya investasi instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih (Allafa, 2008).

c. Sumber Air Bersih Mata air Yaitu sumber air yang berada di atas permukaan tanah. Debitnya sulit untuk diduga, kecuali jika dilakukan penelitian dalam jangka beberapa lama. Sumur dangkal (shallow wells)

Yaitu sumber air hasil penggalian ataupun pengeboran yang kedalamannya kurang dari 40 meter. Sumur dalam (deep wells) Yaitu sumber air hasil penggalian ataupun pengeboran yang kedalamannya lebih dari 40 meter. Sungai Yaitu saluran pengaliran air yang terbentuk mulai dari hulu di daerah pegunungan/tinggi sampai bermuara di laut/danau. Secara umum air baku yang didapat dari sungai harus diolah terlebih dahulu, karena kemungkinan untuk tercemar polutan sangat besar. Danau dan Penampung Air (lake and reservoir) Yaitu unit penampung air dalam jumlah tertentu yang airnya berasal dari aliran sungai maupun tampungan dari air hujan (Allafa, 2008).

d. Standar Kualitas Air Bersih Depkes RI telah menerbitkan standar kualitas air bersih tahun 1977 (Ryadi Slamet, 1984:122). Dalam peraturan tersebut standar air bersih dapat dibedakan menjadi tiga kategori: (Menkes No. 173/per/VII tanggal 3 Agustus 1977). 1. Kelas A Air yang dipergunakan sebagai air baku untuk keperluan air minum. 2. Kelas B Air yang dipergunakan untuk mandi umum, pertanian dan air yang terlebih dahulu dimasak. 3. Kelas C Air yang dipergunakan untuk perikanan darat (Allafa, 2008).

e. Cara Memperoleh Air Bersih Untuk pembuat saringan air sederhana dapat menggunakan cadas, tanah liat, bambu dan arang aktif, ataupun saringan ijuk+pasir+dst. Cara membuat saringan ini cukup mudah. Saringan dimulai dengan membuat lapisan pasir, ijuk, arang aktif, pasir dan batu. Hasilnya air yang tadinya keruh, kuning atau bahkan hitam+bau sekalipun akan menjadi jernih dan tanpa bau setelah melewati saringan ini.

Untuk tempat saringan menggunakan tong, drum, ember, ataupun sambungan kaleng/sambungan botol plastik. Sedangkan ukuran lapisan saringan dapat disesuaikan dengan masalah yang dihadapi. Saringan yang dibuat menggunakan 25 cm untuk ijuk dan arang aktif/arang batok kelapanya. Sebab salah satu kegunaan arang adalah untuk mengurangi/menghilangkan bau. Bila masalah yang dihadapi cukup berat, dapat mencoba dengan menambahkan satu buah lapisan batu zeolit. Hal yang perlu diketahui bahwa setelah saringan dibuat, air yang dihasilkan awalnya tidak terlalu jernih, tetapi lama kelamaan air yang keluar akan menjadi jernih (pada saringan yang dibuat membutuhkan waktu 10 menit). Selain itu, aturlah debit air yang masuk tangki saringan (keluaran dari tangki pengendapan) agar tidak lebih besar dari debit air yang keluar dari saringan/air bersih (Aimyaya, 2009). f. Pemeliharaan Air Bersih Tahap Pengambilan Dapat memakai pompa, ember, kran atau selang yang bersih. Tahap Pengangkutan Air Menggunakan wadah yang tertutup agar dalam perjalanan air tidak tumpah
7

Tahap Penyimpanan Air Air disimpan pada tempat yang bersih , lebih tinggi dari lantai dan jauh dari tempat sampah. Tahap Pemasakan Menggunakan tempat yang tidak mudah berkarat dan dimasak sampai mendidih. Tahap Penyimpanan Air Masak Harus selalu ditutup agar tidak mudah dimasuki debu, serangga atau binatang lainnya. Tahap Penyajian Gelas atau cangkir, teko harus bersih. Jauhkan dari benda-benda yang kotor dan jangan campur dengan air mentah (Ananda, 2008).

g. Sistem Penyediaan Air Bersih Sistem penyediaan air bersih meliputi besarnya komponen pokok antara lain: unit sumber baku, unit pengolahan, unit produksi, unit transmisi, unit distribusi dan unit konsumsi. Unit sumber air baku merupakan awal dari sistem penyediaan air bersih yang mana pada unit ini sebagai penyediaan air baku yang bisa diambil dari air tanah, air permukaan, air hujan yang jumlahnya sesuai dengan yang diperlukan. Unit pengolahan air memegang peranan penting dalam upaya memenuhi kualitas air bersih atau minum, dengan pengolahan fisika, kimia, dan bakteriologi, kualitas air baku yang semula belum memenuhi syarat kesehatan akan berubah menjadi air bersih atau minum yang aman bagi manusia. Unit produksi adalah salah satu dari sistem penyediaan air bersih yang menentukan jumlah produksi air bersih atau minum yang layak didistribusikan ke beberapa tandon atau reservoir dengan sistem pengaliran gravitasi atau pompanisasi.
8

Unit produksi merupakan unit bangunan yang mengolah jenis-jenis sumber air menjadi air bersih. Teknologi pengolahan disesuaikan dengan sumber air yang ada (Allafa, 2008).

DAFTAR PUSTAKA

Allafa, 2008. Air yang Bersih. Diunggah dari http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugasmakalah/kedokteran/air-yang-bersih Ananda, 2008. Air yang Bersih. Diunggah dari http://one.indoskripsi.com/judul-skripsitugas-makalah/kedokteran/air-yang-bersih Aimyaya, 2009. Kumpulan Teknik Penyaringan Air Sederhana. Diunggah dari http://aimyaya.com/id/teknologi-tepat-guna/kumpulan-teknik-penyaringan-airsederhana/ Mariyah, 2003. Kondisi Air Minum Indonesia Memprihatinkan. Diunggah dari http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2003/10/23/brk,20031023-62,id.html Saefullah, 2006. Kualitas Air Bersih Indonesia Semakin Buruk dan Mahal. Diunggah dari http://asep.multiply.com/journal/item/33 Supriyadi, 2010. Pengetahuan Masyarakat Dapat Menentukan Ketersediaan Air Bersih di Indonesia. Diunggah dari http://degoblog.wordpress.com/2010/01/14/pengetahuanmasyarakat-dapat-menentukan-ketersediaan-air-bersih-di-indonesia/

10