Anda di halaman 1dari 2

Zevy Augrind Limin Senin Rifky Faishal Masturoh Surachman Susleni Murtianah Rizqi Adha Juniardi

E24100049 E24100054 E24100061 E24100083 E24100103

Kelompok 6, Kelas Praktikum

Komoditi Aren yang Perlu Dibudidayakan


Pohon Aren Pohon Aren (Arenga pinnata) merupakan pohon yang memiliki nilai komoditi yang dapat dimanfaatkan di daerah hutan selain budidaya kayu. Pohon Aren sendiri dapat dimanfaatkan seluruh bagian pohonnya, baik dari akar, batang, daun, dan buah. Menurut sejarahnya, pohon Aren berasal dari daerah Asia Tenggara yang tersebar di berbagai negara tropis seperti Laos, Thailand, Filipina, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Bangladesh, Sri Lanka, Birma, dan Indonesia. Di Indonesia, tanaman Aren sudah lama di kenal. Hal ini terbukti dengan tercatatnya 150 nama daerah yang digunakan untuk menyebut tanaman ini pada tahun 1950. Dalam proses pertumbuhannya, pohon aren merupakan tanaman yang tidak mengenal musim dan berumur panjang sehingga memungkinkan untuk dimanfaatkan setiap saat. Aren sendiri merupakan tanaman asli Indonesia yang adaptasinya luas khususnya dalam memanfaatkan lahan kurang produktif yang selama ini tidak digunakan oleh komoditi pangan lainnya. Semua bagian tanaman Aren dapat dimanfaatkan sehingga tidak akan terbuang percuma. Pada bagian akar pohon Aren digunakan untuk memproduksi obat tradisional dan kerajinan tangan, bagian batang dimanfaatkan untuk bahan baku peralatan bangunan, daun muda atau janurnya dimanfaatkan untuk pembungkus atau pengganti kertas rokok, dan buahnya yang dapat dikonsumsi menjadi manisan. Pada resume ini, akan dibahas mengenai hasil hutan bukan kayu dari pohon Aren berupa buah yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat. Permasalahan nilai pasar dari buah Aren Buah aren, atau yang biasa disebut oleh kolang-kaling, merupakan buah yang sering dikonsumsi oleh masyarakat. Kolang-kaling memiliki nilai pasar yang tidak menentu. Hal ini terlihat ketika pada waktu tertentu, misalkan bulan puasa, harga pasar kolang-kaling melonjak tinggi karena permintaan konsumen tinggi sehingga

produsen

yang

memproduksi

dan

memasarkan

kolang-kaling

mendapatkan

keuntungan yang tinggi. Lain halnya dengan hari-hari biasa, nilai jual kolang-kaling menurun tidak seperti pada bulan puasa. Hal ini terjadi karena tingkat permintaan konsumen tidak setinggi ketika bulan puasa. Ketidakjelasan status dari buah Aren ini terjadi akibat usaha dalam memproduksi buah Aren dari mulai panen hingga membentuk menjadi kolang-kaling masih menggunakan teknologi yang sederhana sehingga tidak terlalu diminati oleh para produsen jika memproduksi pada bulan selain bulan puasa. Ketika dilakukan proses pemanenan buah Aren, produsen mengganggap bahwa rendemen yang dihasilkan sangat sedikit karena proses pengerjaan buah Aren hingga menjadi kolang-kaling tidak efisien yang ditandai oleh produsen belum memiliki teknologi/alat-alat yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan rendemen dari buah Aren itu sendiri. Selain itu, bagian dari pohon Aren yang dianggap memiliki nilai ekonomis tinggi hanya niranya, padahal pada kenyataannya bagian lain seperti buah Aren dapat memiliki nilai ekonomis di pasaran yang sekiranya mampu meningkatkan nilai dari Aren. Peluang Bisnis dari Pengusahaan Buah Aren Pada kenyataannya, peluang bisnis dari pemasaran buah Aren tidak sebatas hanya ketika waktu bulan puasa yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Idealnya selain untuk memenuhi konsumsi dalam negeri, kolang-kaling ini sangat layak dijadikan komoditas non migas yang prospek penjualannya hingga ke luar negeri. Pasar dunia menggemari buah ini dengan sebutan Toddy Fruit (Saefuddin et al. 1990). Jika hanya dilakukan pemanenan dengan waktu tertentu saja, tentu tidak akan terlalu memiliki keuntungan yang signifikan. Lain halnya jika pohon Aren itu sendiri dibudidayakan sehingga pemanfaatannya dapat dilakukan secara berkala dan pemasaran dapat dilakukan ke ranah internasional karena peluang yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan pasar lokal yang masyarakat. Daftar Pustaka Saefudin, Manoi, dan Lantungan. 1990. Budidaya dan Pasca Panen Tanaman Aren dan Sagu. Prosiding Temu Tugas Perkebunan/Tanaman Industri. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. biasa dijadikan konsumsi oleh