Anda di halaman 1dari 17

Analisis Rasio Keuangan

ANALISIS RASIO KEUANGAN

Tujuan Pembelajaran
1. Memahami pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan 2. Pengertian dan kegunaan analisis rasio keuangan 3. Memahami bagaimana analisis rasio keuangan dapat membantu manajer dalam menilai kondisi kesehatan keuangan perusahaan 4. Mampu menghitung rasio-rasio keuangan dengan menggunakan program Excel 5. Mampu menilai kinerja keuangan perusahaan baik secara individual maupun perbandinga antar dua perusahaan

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

18

Analisis Rasio Keuangan

PIHAK-PIHAK YANG BERKEPENTINGAN


Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut. (PSAK, 1999, hal.2). Laporan keuangan adalah media informasi yang merangkum semua aktivitas perusahaan. Jika informasi ini disajikan dengan benar maka informasi tersebut sangat berguna bagi siapa saja untuk mengambil keputusan tentang perusahaan yang dilaporkan tersebut. Tujuan laporan keuangan menurut PSAK (1999, hal.3) adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan sutau perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Pemakai laporan keuangan meliputi investor dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaglembaganya, dan masyarakat. (PSAK, 1999, hal.2). Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini meliputi: a. Investor Penanaman modal berisiko dan penesehat mereka berkepentingan dengan resiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen. b. Karyawan Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja. c. Pemberi pinjaman Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

19

Analisis Rasio Keuangan

d. Pemasok dan kreditor usaha lainnya Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan. e. Pelanggan Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada, perusahaan. f. Pemerintah Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena iru berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan bersifat umum. Dengan demikian tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi setiap pemakai. Berhubung para investor merupakan penanam modal beresiko keperusahaan, maka ketentuan laporan keuangan yang memenuhi kebutuhan mereka juga akan memenuhi sebagian besar kebutuhan pemakai lain.

Pengertian dan Kegunaan Analisis Rasio Keuangan


Analisis rasio keuangan adalah suatu metode perhitungan yang menggunakan ukuran perbandingan relatif dan interpretasi rasio keuangan untuk menilai kondisi kesehatan suatu perusahaan. Dalam hal ini, Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai makna guna memperoleh informasi dan memberikan penilaian. laporan laba rugi dan neraca pada suatu periode tertentu merupakan input dasar untuk analisis rasio keuangan. Ada pun kegunaan dari analisis rasio keuangan dapat dikaitkan dengan kepentingan berbagai pihak terhadap laporan keuangan perusahaan. Bagi investor atau calon investor rasio keuangan berguna untuk memudahkan dalam menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan dalam rangka menanamkan dananya, mengetahui kebijakan dividen perusahaan dan memprediksi prospek perusahaan ke depan.

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

20

Analisis Rasio Keuangan

Bagi pemberi pinjaman (kreditor) rasio keuangan berguna untuk memudahkan dalam menilai kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan, menilai kemampuan memenuhi kewajiban yang segera jatuh tempo dan dalam jangka panjang (saat dilikuidasi) dan memprediksi prospek perusahaan ke depan. Bagi pemilik perusahaan Rasio keuangan berguna untuk menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan, prestasi manajer, mengetahui hasil dividen dan laba perlembar saham, dapat sebagai pertimbangan melakukan investasi atau divestasi. serta untuk memprediksi kondisi perusahaan di masa depan. Bagi manajer perusahaan kegunaan rasio keuangan antara lain untuk mengukur tingkat efisiensi dan tingkat keuntungan perusahaan, mengetahui kinerja antar departemen dan permasalahan yang dihadapi, mengetahui kemampuan memenuhi kewajiban keuangan perusahaan, sebagai salah satu dasar penetapan kebijakan dividen.

Kelompok Rasio Keuangan Utama


Rasio keuangan dapat dibagi ke dalam empat kelompok rasio utama yaitu: 1. 2. 3. 4. Rasio Likuiditas (Liquidity ratios) mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang segera jatuh tempo. Rasio Aktivitas (Activity ratios) mengukur seberapa efektif perusahaan dalam mendayagunakan aktivanya. Rasio kemampulabaan (Profitability ratios) digunakan untuk mengukur kemampuan berlaba dari investasi yang ditanamkan pada perusahaan. Rasio Leverage (Leverage Ratios) menunjukkan seberapa besar perusahaan mendanai investasinya dengan hutang.

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

21

Analisis Rasio Keuangan

Rasio Likuiditas (Liquidity ratios)

mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang segera jatuh tempo.
Aktiva Lancar CURRENT RATIO = ------------------------Kewajiban Lancar Adakah aktiva lancar cukup tersedia untuk membayar kewajiban-kewajiban lancar?

Aktiva Lancar - Persediaan ACID TEST RATIO = -----------------------------------Kewajiban Lancar Apa yang terjadi terhadap kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban lancarnya bila aktiva yang kurang likuid (persediaan) dikeluarkan?

Ilustrasi 2004 AKTIVA Kas Pihutang Persediaan Jumlah Aktiva Lancar KEWAJIBAN dan EKUITAS Hutang Dagang Hutang Gaji dan Upah Jumlah Kewajiban Lancar CURRENT RATIO ACID TEST RATIO
Rp

2005
Rp

150,000 175,000 470,000 430,000 320,000 625,000 940,000 1,230,000 215,000 125,000 340,000 2.8 1.8 115,000 115,000 230,000 5.3 2.6

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

22

Analisis Rasio Keuangan

Rasio Aktivitas (Activity ratios)


mengukur seberapa efektif perusahaan dalam mendayagunakan aktivanya atau membantu menilai seberapa efektif perusahaan dalam mendayagunakan aktivanya untuk menghasilkan penjualan. Ada beberapa rasio aktivitas:

Penjualan Kredit RECEIVABLES TURNOVER = ----------------------Pihutang

360 AVERAGE COLLECTION PERIOD = --------------------------Receivables Turnover Seberapa lama waktu dibutuhkan untuk menagih pihutang pelanggan yang berasal dari penjualan kredit perusahaan?

Harga Pokok Penjualan INVENTORY TURNOVER = -----------------------------Persediaan

360 AVERAGE INVENTORY PERIOD = --------------------------Inventory Turnover Apakah persediaan secara efisien berubah menjadi penjualan?

Penjualan Penjualan Kredit (70%) Harga Pokok Penjualan Pihutang Persediaan RECEIVABLES TURNOVER AVERAGE COLLECTION PERIOD INVENTORY TURNOVER AVERAGE INVENTORY PERIOD

2004 1,375,000 962,500 866,250 470,000 320,000 2.0 Kali 176 Hari 2.7 Kali 133 Hari

2005 1,450,000 1,015,000 875,000 430,000 625,000 2.4 Kali 153 Hari 1.4 Kali 257 Hari

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

23

Analisis Rasio Keuangan

ASSET TURNOVER

Penjualan -------------------Aktiva

Seberapa efektif perusahaan dalam mendayagunakan seluruh aktivanya dalam menghasilkan penjualan?

Penjualan FIXED ASSET TURNOVER = --------------------Aktiva Tetap Seberapa efektif perusahaan mendayagunakan aktiva tetapnya dalam menghasilkan penjualan?

Ilustrasi: Jumlah Aktiva Tetap Jumlah Aktiva ASSET TURNOVER FIXED ASSET TURNOVER 1,500,000 2,440,000 .56 Kali .92 Kali 1,300,000 2,530,000 .57 Kali 1.12 Kali

Rasio kemampulabaan (Profitability ratios)


investasi yang ditanamkan pada perusahaan.

Rasio kemampulabaan digunakan untuk mengukur kemampuan berlaba dari penjualan atau

Laba Kotor GROSS PROFIT MARGIN = --------------------Penjualan Seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba kotor dari setiap rupiah penjualannya?

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

24

Analisis Rasio Keuangan

Laba Usaha OPERATING PROFIT MARGIN = --------------------Penjualan Seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba Usaha dari setiap rupiah penjualannya?

Laba Setelah Pajak NET PROFIT MARGIN = ----------------------Penjualan Seberapa efektif perusahaan dalam menghasilkan laba Setelah Pajak dari setiap rupiah penjualannya?

Ilustrasi Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Usaha (non penyusutan) Penyusutan Aktiva Tetap Laba Usaha Biaya Bunga Laba Sebelum Pajak Pajak Laba Setelah Pajak GROSS PROFIT MARGIN OPERATING PROFIT MARGIN NET PROFIT MARGIN

2004 1,375,000 866,250 508,750 43,000 200,000 265,750 60,000 205,750 0 205,750 0.37 0.19 0.15

2005 1,450,000 875,000 575,000 45,000 200,000 330,000 0 330,000 0 330,000 0.40 0.23 0.23

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

25

Analisis Rasio Keuangan

Laba Usaha RETURN ON ASSET = -------------------Akriva Seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba Usaha dari aktiva yang digunakannya?

Laba Setelah Pajak RETURN ON EQUITY = -----------------------Ekuitas Seberapa efektif perusahaan menghasilkan laba Setelah Pajak dari Ekuitas yang digunakannya?

Penjualan Harga Pokok Penjualan Laba Kotor Biaya Usaha (non penyusutan) Penyusutan Aktiva Tetap Laba Usaha Biaya Bunga Laba Sebelum Pajak Pajak Laba Setelah Pajak Jumlah Aktiva Jumlah Ekuitas RETURN ON ASSET RETURN ON EQUITY

2004 1,375,000 866,250 508,750 43,000 200,000 265,750 60,000 205,750 0 205,750 2,440,000 1,500,000 0.11 0.14

2005 1,450,000 875,000 575,000 45,000 200,000 330,000 0 330,000 0 330,000 2,530,000 1,700,000 0.13 0.19

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

26

Analisis Rasio Keuangan

Rasio Leverage (Leverage Ratios)

Rasio ini menunjukkan seberapa besar perusahaan mendanai investasinya dengan hutang

Hutang DEBT TO EQUITY RATIO = ------------Ekuitas Berapa besar proporsi aktiva perusahaan yang didanai oleh ekuitas?

Hutang DEBT TO ASSET RATIO = ------------Aktiva Berapa besar proporsi aktiva perusahaan yang didanai oleh hutang?

Laba Usaha TIMES INTEREST EARNED RATIO = ------------------Biaya Bunga Berapa kemampuan perusahaan dalam membayar bunga pinjaman dari laba usahanya?

Ilustrasi

Jumlah Aktiva Jumlah Kewajiban Jumlah Ekuitas DEBT TO EQUITY RATIO DEBT TO ASSET RATIO

2,440,000 940,000 1,500,000 0.63 0.39

2,530,000 830,000 1,700,000 0.49 0.33

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

27

Analisis Rasio Keuangan

KONDISI KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN


Rasio keuangan dapat digunakan untuk mendeteksi kondisi kesehatan keuangan perusahaan sebagaimana layaknya seorang dokter mendeteksi kondisi kesehatan seseorang melalui pemeriksaan tensi darah orang tersebut. Rasio likuiditas, rasio aktivitas dan rasio hutang terutama untuk mengukur risiko (risk). Rasio profitabilitas mengukur imbalan (return). Dalam jangka pendek unsur terpenting adalah likuiditas, aktivitas dan profitabilitas, sebab memberikan informasi penting untuk operasi jangka pendek perusahaan.. Jika perusahaan tidak dapat bertahan dalam jangka pendek, maka tidak perlu memperhatikan prospek jangka panjangnya. Rasio hutang (leverage) terutama digunakan jika analis yakin bahwa perusahaan akan berhasil dalam jangka pendek. Rasio Likuiditas (Liquidity ratios) mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban yang segera jatuh tempo. Ukuran standar kondisi aman buat likuitas perusahaan, menurut teori untuk current ratio sebesar 2 dengan makna setiap Rp.1 kewajiban lancar ditanggung oleh Rp.2 aktiva lancar. Semakin besar current ratio semakin likuid dan aman posisi keuangan perusahaan jangka pendek guna memenuhi kewajibannya. Perbandingan dengan perusahaan sejenis atau rasio industri sangat disarankan untuk current ratio perusahaan. Rasio Aktivitas (Activity ratios) mengukur seberapa efektif perusahaan dalam mendayagunakan aktivanya. Data histories yang menunjukkan perkembangan masingmasing rasio juga bisa digunakan sebagai patokan efektifitas manajemen, semakin besar perputaran aktiva makin efektif pendayagunaan aktiva perusahaan, baik untuk investasi pihutang, persediaan, dan aktiva tetap. Khusus untuk pihutang dan persediaan, hari keterikatan masing-masing investasi dikatakan baik bila memenuhi perbandingan yang telah ditetapkan pihak manajemen. Hari rata-rata penagihan pihutang kepada pelanggan bisa dibandingkan dengan termin penjualan, bila lebih cepat dari termin penjualan maka kebijakan penagihan pihutang perusahaan sudah baik. Selanjutnya hari rata-rata persediaan di gudang bisa dibandingkan dengan masa kadaluarsa barang yang dijual secara rata-rata. Rasio kemampulabaan (Profitability ratios) digunakan untuk mengukur kemampuan berlaba dari investasi yang ditanamkan pada perusahaan. Semakin besar rasio kemampulabaan, baik profit margin maupun return, maka makin baik kemampulabaan perusahaan. Rasio Leverage (Leverage Ratios) menunjukkan seberapa besar perusahaan mendanai investasinya dengan hutang. Kajian ketentuan lembaga perbankan dan lembaga keuangan non-bank, keamanan kreditur secara proporsional adalah sebesar 40% hutang dari total modal yang digunakan perusahaan. Namun dalam dunia bisnis nyata, Rasio ini mempunyai ukuran relatif, rasio hutang terhadap total modal bisa mencapai 80% pada industri di Negara maju.

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

28

Analisis Rasio Keuangan

Gambaran sumber-sumber dana perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (rasio hutang untuk kasus Indonesia), sebelum dan sesudah masa krisis ekonomi dapat dilihat sebagai berikut:
1993 5 6 .0 1 4 3 .9 9 1 9 .8 5 2 4 .1 4 0 .8 2 1994 4 0 .8 5 5 9 .1 5 3 3 .4 8 2 5 .6 7 1 .3 0 1995 3 5 .4 8 6 4 .5 2 4 6 .1 3 1 8 .3 9 2 .5 1 1996 4 9 .3 3 5 0 .6 7 3 3 .2 8 1 7 .3 9 1 .9 1 1997 1 2 .9 6 8 7 .0 4 8 0 .3 6 6 .6 8 1 2 .0 3
2000 16.04 83.96 51.54 48.46 1.17 2001 15.70 84.30 60.32 39.68 8.70 2002 15.96 84.04 43.65 56.35 0.90

I n te rn a l F u n d s E x te rn a l F u n d s a. D e b t b . E q u ity DER

Internal Funds External Funds a. Debt b. Equity DER

Sebelum krisis

Sesudah krisis

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

29

Analisis Rasio Keuangan

APLIKASI PROGRAM EXCEL


ILUSTRASI 01. ANALISIS RASIO KEUANGAN PT.Imut2 memiliki data sebagai berikut:

Berdasarkan informasi tersebut, saudara diminta untuk menghiitung RASIO KEUANGAN PERUSAHAAN: Likuiditas, Aktivitas, Profitabilitas, dan Leverage dengan menggunakan program Excel.

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

30

Analisis Rasio Keuangan

APLIKASI 01. RASIO LIKUIDITAS


Prosedur penyelesaian kasus untuk menganalisis laporan keuangan perbandingan adalah sebagai berikut: (catatan buku kerja analisis rasio keuangan sudah aktif ). 1. Aktifkan lembar kerja (sheet) RASIO 2. Masukkan rumus dan fungsi untuk perhitungan berikut : CURRENT RATIO (sel E19), diperoleh dengan membandingkan AKTIVA LANCAR Tahun 2004 (sel E7) dengan KEWAJIBAN LANCAR Tahun 2004 (sel E14), rumus yang digunakan =(E7/E14)*100 ACID TEST RATIO (sel E20), diperoleh dengan membandingkan AKTIVA LANCAR setelah dikurangi PERSEDIAAN Tahun 2004 dengan KEWAJIBAN LANCAR Tahun 2004 (sel E14), rumus yang digunakan =((E7-E6)/E14)*100 CASH RASIO (sel E21), diperoleh dengan membandingkan KAS Tahun 2004 (sel E4) dengan KEWAJIBAN LANCAR Tahun 2004 (sel E14), rumus yang digunakan =(E4/E14)*100 Untuk Tahun 2005 menggunakan proses copy.

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 01. RASIO LIKUIDITAS

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

31

Analisis Rasio Keuangan

APLIKASI 02. RASIO AKTIVITAS


Prosedur penyelesaian kasus untuk menganalisis laporan keuangan perbandingan adalah sebagai berikut: (catatan buku kerja analisis rasio keuangan sudah aktif ). 1. Aktifkan lembar kerja (sheet) RASIO 2. Masukkan rumus dan fungsi untuk perhitungan berikut : RECEIVABLES TURNOVER (sel L18), diperoleh dengan membandingkan penjualan kredit Tahun 2004 (sel L5) dengan pihutang Tahun 2004 (sel E5), rumus yang digunakan =L5/E5 AVERAGE COLLECTION PERIOD (sel L19), diperoleh dengan membandingkan hari dalam setahun (360) dengan perputaran pihutang Tahun 2004 (sel L18), rumus yang digunakan =360/L18 INVENTORY TURNOVER (sel L21), diperoleh dengan membandingkan harga pokok penjualan Tahun 2004 (sel L6) dengan persediaan Tahun 2004 (sel E6), rumus yang digunakan =L6/E6 AVERAGE INVENTORY PERIOD (sel L22), diperoleh dengan membandingkan hari dalam setahun (360) dengan perputaran persediaan Tahun 2004 (sel L21), rumus yang digunakan =360/L21 ASSET TURNOVER (sel L24), diperoleh dengan membandingkan penjualan Tahun 2004 (sel L4) dengan aktiva Tahun 2004 (sel E9), rumus yang digunakan =L4/E9 FIXED ASSET TURNOVER (sel L25), diperoleh dengan membandingkan penjualan Tahun 2004 (sel L4) dengan aktiva tetap Tahun 2004 (sel E8), rumus yang digunakan =L4/E8 Untuk tahun 2005 menggunakan proses copy.

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 02. RASIO AKTIVITAS

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

32

Analisis Rasio Keuangan

APLIKASI 03. RASIO PROFITABILITAS


1. Aktifkan lembar kerja (sheet) RASIO 2. Masukkan rumus dan fungsi untuk perhitungan berikut : GROSS PROFIT MARGIN (sel E24), diperoleh dengan membandingkan laba kotor Tahun 2004 (sel L7) dengan penjualan TH,2004 (sel L4), digunakan rumus =L7/L4 OPERATING PROFIT MARGIN (sel E25), diperoleh dengan membandingkan laba usaha Tahun 2004 (sel L10) dengan penjualan TH,2004 (sel L4),digunakan rumus =L10/L4 NET PROFIT MARGIN (sel E26), diperoleh dengan membandingkan laba kotor Tahun 2004 (sel L14) dengan penjualan TH,2004 (sel L4), digunakan rumus =L14/L4 RETURN ON ASSET (sel E28), diperoleh dengan membandingkan laba usaha Tahun 2004 (sel L10) dengan aktiva Tahun 2004 (sel E9), digunakan rumus =L10/E9 RETURN ON EQUITY (sel E29), diperoleh dengan membandingkan laba setelah pajak Tahun 2004 (sel L14) dengan ekuitas Tahun 2004 (sel E16), digunakan rumus =L14/E16 RETURN ON INVESTMENT (sel E30), diperoleh dengan membandingkan laba setelah pajak Tahun 2004 (sel L14) dengan aktiva Tahun 2004 (sel E9), digunakan rumus =L14/E9

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 03. RASIO PROFITABILITAS

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

33

Analisis Rasio Keuangan

APLIKASI 04. ANALISIS DUPONT


1. Aktifkan lembar kerja (sheet) DUPONT 2. Masukkan rumus dan fungsi untuk perhitungan berikut : OPERATING PROFIT MARGIN (sel H13), diperoleh dari pembagian laba usaha dengan penjualan menggunakan rumus =K10/K14 ASSET TURNOVER (sel G21), diperoleh dari pembagian penjualan dengan aktiva menggunakan rumus =K18/K24 RETURN ON ASSET (ROA) (sel D16), diperoleh dari perkalian operating profit margin dengan asset turnover, menggunakan rumus =G13*G21

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 04. ANALISIS DUPONT

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

34