Anda di halaman 1dari 13

Analisis Break Even Point

ANALISIS BREAK EVEN POINT


Tujuan Pembelajaran
1. Mengetahui arti penting dan kegunaan analisis break even point untuk perencanaan keuangan jangka pendek. 2. Memahami hubungan perilaku biaya dan laba antara volume penjualan dengan

3. Dapat membuat dan menganalisis pendekatan table, grafik dan menggunakan aplikasi excel

break even melalui persamaan dengan

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

35

Analisis Break Even Point

PENGERTIAN BREAK EVEN POINT


Analisis Break Even Point (BEP) merupakan salah satu bagian dari analisis biaya-volumelaba (cost-volume-profit). BEP adalah tingkat penjualan diperlukan untuk menutupi semua biaya operasional dan merupakan suatu keadaan (tingkat penjualan) perusahaan memperoleh laba sama dengan nol, tidak memperoleh laba dan tidak menderita kerugian. Analisis BEP menitikberatkan pada tingkat penjualan minimum yang menghasilkan laba sama dengan nol. Laba dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu harga jual produk, biaya dan volume penjualan. Biaya menentukan harga jual untuk mencapai tingkat laba yang dikehendaki, harga jual mempengaruhi volume penjualan, sedangkan penjualan langsung berpengaruh terhadap volume produksi, dan volume produksi mempengaruhi biaya. Analisis biaya-volume-laba berfungsi sebagai alat bagi manajemen untuk mengetahui potensi laba yang belum dimanfaatkan oleh perusahaan.

Kegunaan Analisis BEP


Anlisis break even point dapat memberikan informasi kepada pihak manajemen mengenai hubungan antara volume penjualan, biaya dan laba sehingga dapat digunakan dalam berbagai pengambilan keputusan berikut: Menentukan volume penjualan untuk menutupi semua biaya operasional, jumlah minimal yang harus terjual agar perusahaan tidak menderita kerugian. Besar penyimpangan penjualan karena penurunan volume yang terjual agar perusahaan tidak menderita kerugian. Mengetahui efek perubahan harga jual dan biaya terhadap laba yang mungkin diperoleh

Menentukan volume penjualan untuk mendapatkan laba yang ditetapkan Analisis meneriman atau menolak tawaran dengan harga khusus.

Asumsi yang perlu diperhatikan dalam analisis break even adalah; Biaya dapat dipisahkan secara tegas menjadi biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel (variable cost). Unit yang terjual sama dengan uni yang diproduksi Produk yang dijual terdiri dari satu jenis, atau jika lebih dari satu jenis komposisi masing-masing jenis produk adalah tetap.

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

36

Analisis Break Even Point

Perhitungan BEP
Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan untuk mengetahui BEP yaitu pendekatan tabel, persamaan dan grafik.

Pendekatan Tabel
Pendekatan ini menggunakan data historis dari operasional perusahaan dalam mengikuti perilaku biaya. Biaya variabel berubah mengikuti perubahan volume produksi secara proporsional dan biaya tetap tidak berubah mengikuti perubahan volume produksi. Perubahan biaya ini pada satu tingkat produksi akan menghasilkan nilai penjualan sama besar dengan total biaya, keadaan ini disebut titik pulang pokok (break even point). Ilustrasi 01. Pendekatan Tabel PT.Imut2 beroperasi dengan menanggung biaya tetap Rp.40.000.000 per tahun. Harga jual dari produknya Rp.5.000 dan setiap produk yang dihasilkan besarnya biaya variabel Rp.3.000 per unit.. Break even point terjadi pada volume penjualan 20.000unit, pada saat itu nilai penjualan sama besar dengan biaya total dan laba sama dengan nol.

PENDEKATAN TABEL
SKENARIO PENJUALAN UNIT 0 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000 20,000 22,000 24,000 RUPIAH 0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000 70,000,000 80,000,000 90,000,000 100,000,000 110,000,000 120,000,000 VARIABEL 0 6,000,000 12,000,000 18,000,000 24,000,000 30,000,000 36,000,000 42,000,000 48,000,000 54,000,000 60,000,000 66,000,000 72,000,000 BIAYA TETAP 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000 TOTAL 40,000,000 46,000,000 52,000,000 58,000,000 64,000,000 70,000,000 76,000,000 82,000,000 88,000,000 94,000,000 100,000,000 106,000,000 112,000,000 LABA (RUGI) (40,000,000) (36,000,000) (32,000,000) (28,000,000) (24,000,000) (20,000,000) (16,000,000) (12,000,000) (8,000,000) (4,000,000) 0 4,000,000 8,000,000

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

37

Analisis Break Even Point

26,000 28,000 30,000 32,000

130,000,000 140,000,000 150,000,000 160,000,000

78,000,000 84,000,000 90,000,000 96,000,000

40,000,000 40,000,000 40,000,000 40,000,000

118,000,000 124,000,000 130,000,000 136,000,000

12,000,000 16,000,000 20,000,000 24,000,000

Pendekatan Persamaan
Pendekatan ini menggunakan persamaan guna mengetahui volume penjualan pada saat BEP dengan ketentuan berikut: Total Penghasilan (Total Revenue merupakan perkalian antara harga (Price) dengan volume yang terjual (Quantity ) Biaya Tetap (Fixed Cost) tidak berubah mengikuti perubahan volume produksi berarti biaya tetap merupakan fungsi dari waktu, bukan fungsi dari volume penjualan. Biaya Variabel (Variable Cost) berubah mengikuti perubahan volume produksi secara proporsional, berarti biaya variabel merupakan fungsi dari volume penjualan dan tergantung langsung dengan volume penjualan, bukan fungsi dari waktu. Total Penjualan (TR) TR P.Q P.Q VC.Q Biaya Tetap (FC) + Total Biaya Variabel (TVC) FC + TVC FC + VC.Q FC FC FC = -------------= -------------Q BEPunit P - Q P - Q FC BEPrupiah = -------------1 (VC/P) P Q adalah Contribution Margin (CM) (VC/P) adalah Contribution Margin Ratio (CMR) = = = =

Ilustrasi 02. Pendekatan Persamaan PT.Imut2 beroperasi dengan menanggung biaya tetap Rp.40.000.000 per tahun. Harga jual dari produknya Rp.5.000 dan setiap produk yang dihasilkan besarnya biaya variabel Rp.3.000 per unit..
Break even point = 40.000.000/(5.000 - 3.000) = 20.000 unit

Break even point = 40.000.000/(1-(3.000/5.000)) = Rp. 100.000.000 atau BEP = 20.000 x Rp.5.000

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

38

Analisis Break Even Point

Pendekatan Grafik
Pendekatan ini bermanfaat untuk memudahkan analisis break even, pihak manajemen akan mudah mengetahui kondisi operasional perusahaan. BEP adalah titik dimana total biaya sama dengan total penjualan. (Ilustrasi 03).

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

39

Analisis Break Even Point

MARGIN OF SAFETY
Margin of safety (MS) digunakan untuk menentukan seberapa besar berkurangnya volume penjualan yang telah ditetapkan (dianggarkan) boleh turun agar perusahaan tidak menderita kerugian.

Penjualan Anggaran Penjualan BEP Margin of Safety = ---------------------------------------------Penjualan Anggaran

Ilustrasi 04. Margin of Safety PT.Imut2 beroperasi dengan menanggung biaya tetap Rp.40.000.000 per tahun. Harga jual dari produknya Rp.5.000 dan setiap produk yang dihasilkan besarnya biaya variabel Rp.3.000 per unit.. Estimasi penjualan (anggaran) sebesar 25.000 unit.
Break even point = 40.000.000/(5.000 - 3.000) Margin of safety = (25.000-20.000)/25.000 = 0,2 atau 20% = 20.000 unit

SHUTDOWN POINT
Shutdown Point digunakan untuk menentukan suatu keadaan perusahaan sebaiknya ditutup. Dasar pemikirannya adalah pertimbangan terhadap biaya tetap, karena biaya tetap dapat diklasifikasikan menjadi biaya tetap tunai dan biaya tetap tidak tunai (sunk cost). Selama penghasillan perusahaan masih dapat menutup biaya variable dan biaya tetap tunai, maka operasional perusahaan bisa tetap dipertahankan.

Biaya Tetap Tunai Shutdown Point = ---------------------------------------------Harga Jual Biaya Variabel per unit

Ilustrasi 05. Shutdown Point PT.Imut2 beroperasi dengan menanggung biaya tetap Rp.40.000.000 per tahun, dan Rp. 24.000.000 merupakan biaya tetap tunai. Harga jual dari produknya Rp.5.000 dan setiap produk yang dihasilkan besarnya biaya variabel Rp.3.000 per unit..
Shutdown point = 24.000.000/(5.000 - 3.000) = 12.000 unit

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

40

Analisis Break Even Point

APLIKASI PROGRAM EXCEL


ILUSTRASI 01. BEP TABEL PT.Imut2 memiliki data keuangan berikut: Biaya Tetap Rp.40 juta dan Biaya Variabel Rp.3.000 per unit. Harga jual produk Rp.5.000 per unit. Berdasarkan informasi tersebut, saudara diminta untuk menghitung BEP pendekatan tabel dengan menggunakan program Excel.

APLIKASI 01. BEP TABEL


Prosedur penyelesaian kasus untuk menghitung BEP adalah sebagai berikut: (catatan buku kerja analisis break even point sudah aktif ). 1. Aktifkan lembar kerja (sheet) TABEL

2. Masukkan rumus untuk perhitungan berikut : SKENARIO PENJUALAN (sel C12), merupakan perkalian antara unit penjualan dengan harga, diperoleh dengan rumus =B12*5000 BIAYA VARIABEL (sel D12 ), merupakan perkalian antara unit penjualan dengan biaya variabel per unit, diperoleh dengan rumus =B12*3000 BIAYA TOTAL (sel F12), merupakan penjumlahan biaya tetap ditambah total biaya variabel, diperoleh dengan menggunakan rumus =D12+E12 LABA RUGI (sel G12 ) merupakan pengurangan total penjualan dengan total biaya, diperoleh dengan menggunakan rumus =C12- F12 Lakukan copy untuk range =C13:G28

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

41

Analisis Break Even Point

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 01. BEP TABEL

ILUSTRASI 02. BEP PERSAMAAN PT.Imut2 memiliki data keuangan berikut: Biaya Tetap Rp.40 juta dan Biaya Variabel Rp.3.000 per unit. Harga jual produk Rp.5.000 per unit. Berdasarkan informasi tersebut, saudara diminta untuk menghitung BEP pendekatan persamaan dengan menggunakan program Excel.

APLIKASI 02. BEP PERSAMAAN


Prosedur penyelesaian kasus untuk menghitung BEP adalah sebagai berikut: (catatan buku kerja analisis break even point sudah aktif ). 1. Aktifkan lembar kerja (sheet) PERSAMAAN

2. Masukkan rumus untuk perhitungan berikut :

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

42

Analisis Break Even Point

CONTRIBUTION MARGIN (sel F7), merupakan pengurangan harga jual dengan biaya variable per unit, diperoleh dengan rumus =F4- F5 CONTRIBUTION MARGIN (sel F8), merupakan ukuran relatif biaya variable terhadap harga jual, diperoleh dengan rumus = F5/F4 BEP unit (sel F13) diperoleh dengan rumus =F6/(F4- F5) BEP Rupiah (sel F15) diperoleh dengan rumus =F6/(1F5/F4)

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 02. BEP PERSAMAAN

ILUSTRASI 03. BEP GRAFIK PT.Imut2 memiliki data keuangan histories (dapat dilihat pada APLIKASI 01. BEP TABEL): Berdasarkan informasi tersebut, buatlah grafik BEP dengan menggunakan program Excel. APLIKASI 03. BEP GRAFIK
Prosedur penyelesaian kasus untuk menghitung BEP adalah sebagai berikut: (catatan buku kerja analisis break even point sudah aktif ).

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

43

Analisis Break Even Point

1.

Aktifkan lembar kerja (sheet) GRAFIK

2. Masukkan rumus untuk perhitungan berikut : BUAT BEP PENDEKATAN TABEL (range B7:F15 Klik CHART WIZART , pilih Custom Types dan arahkan cursor ke smooth lines Selanjutnya klik Next. Selanjutnya Isi data (range B7:F15 ).

Klik next dan Tulis Chart Title (BEP PENDEKATAN GRAFIK), Category (X) axis : UNIT (RIBUAN), Value (Y) axis : PENJUALAN DAN BIAYA.

Klik next dan klik As object in (untuk lokasi grafik) dan klik finish

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

44

Analisis Break Even Point

Untuk memperindah tampilan grafik gunaka FORMAT PLOT AREA

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 03. BEP GRAFIK

ILUSTRASI 04. MARGIN OF SAFETY

PT.Imut2 beroperasi dengan menanggung biaya tetap Rp.40.000.000 per tahun. Harga jual dari produknya Rp.5.000 dan setiap produk yang dihasilkan besarnya biaya variabel Rp.3.000 per unit.. Estimasi penjualan

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

45

Analisis Break Even Point

(anggaran) sebesar 25.000 unit. Berdasarkan informasi tersebut, hitunglah margin of safety dengan menggunakan program Excel. APLIKASI 04. MARGIN OF SAFETY
Prosedur penyelesaian kasus untuk menghitung Margin of Safety adalah sebagai berikut: (catatan buku kerja analisis break even point sudah aktif ). 1. Aktifkan lembar kerja (sheet) MARGIN OF SAFETY 2. Masukkan rumus untuk perhitungan berikut : BREAK EVEN POINT (sel C10), diperoleh dengan menggunakan rumus =C7/(C5- C6) MARGIN OF SAFETY (sel C12), diperoleh dengan menggunakan rumus =(C8-C10)/C8

TAMPILAN LAYAR APLIKASI 04. MARGIN OF SAFETY

ILUSTRASI 05. SHUTDOWN POINT PT.Imut2 beroperasi dengan menanggung biaya tetap Rp.40.000.000 per tahun, dan Rp. 24.000.000 merupakan biaya tetap tunai. Harga jual dari produknya Rp.5.000 dan setiap produk yang dihasilkan besarnya biaya variabel Rp.3.000 per unit.. Berdasarkan informasi tersebut, hitunglah shutdown point dengan menggunakan program Excel APLIKASI 05. SHUTDOWN POINT
1. Aktifkan lembar kerja (sheet) SHUTDOWN POINT 2. Masukkan rumus untuk perhitungan berikut : BREAK EVEN POINT (sel C10), diperoleh dengan menggunakan rumus =C7/(C5- C6) MARGIN OF SAFETY (sel C12),diperoleh dengan rumus =(C8-C10)/C8

TAMPILAN LAYAR

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

46

Analisis Break Even Point

APLIKASI 05. SHUTDOWN POINT

Manajemen Keuangan Berbasis Komputer @Syarif

47

Anda mungkin juga menyukai