Anda di halaman 1dari 3

Malnutrisi (Marasmus, Kwashiorkor) Malnutrisi / protein energy malnutrisi (PEM) atau protein calori malnutrition (PCM) tidak hanya

defisiensi energy yang hanya menyebabkan penurunan semua makronutrien tetapi juga defisiensi beberapa mikronutrien. PEM ini berkembang pada anak dan orang dewasa dengan intake protein dan energy kurang dari kebutuhan nutrisi tubuh. Kurang energi protein adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Kekurangan kalori dalam diet tyang berlangsung lama akan menimbulkan adanya undernutritien yang sangat ekstrim yaitu marasmus. Gambaran klinis yang terjadi mulai dari derajat ringan sampai berat. Kondisi tersebut dapat pulih sempurna, menetap, tinggalkan sisa-sisa keterlambatan perkembangan intelektual. Dalam keadaaan lain, bila kebutuhan akan kalori terpenuhi tetapi makanan yang diberikan tidak mengandung semua nutrisi yang essensial, maka akan timbul gejala kekurangan jenis nutrient tertentu dalam diet, salah satu diantaranya yaitu kwashiorkor yang merupakan suatu keadaan akibat defisiensi protein. Menurut buku rujukan WHO-NCHS berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U) status gizi diklasifikasikan sebagai berikut : Gizi lebih : > 120%; gizi baik : 80-120%; gizi sedang : 70-79,9%; gizi kurang : 60-69,9%; gizi buruk : < 60% (median BB/U buku WHO-NCHS, 1983). Marasmus Kekurangan energy dalam waktu yang lama akan menyebabkan pertumbuhan yang kurang atau terhenti disertai dengan atropi otot dan menghilangnya lemak di bawah kulit. Untuk kelangsungan hidup jaringan tubuh memerlukan energy, dalam keadaan kekurangan energy maka cadangan protein digunakan untuk memenuhi kebutuhan energy tersebut, penghancuran jaringan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan energy, akan tetapi juga diperlukan sintesis glukosa dan metabolic esensial missal asam amino sebagai komponen homestatik. Akibat lainnya adalah terhentinya pertumbuha linier, pertumbuhan otak, maturasi dan proses penulangan, multiplikasi sel lemak dan otot serata pertumbuhan jaringan penyokong dan visceral. Gambaran klinis Tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit Wajah seperti orang tua Anak penakut, apatis, nafsu makan (-) BB menurun, kulit berkeriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada (baggy pant/ pakai celana longgar) Suhu subnormal, nadi lambat, tangan kaki dingin & tampak sianosis Cengeng, rewel, sering terbangun Penyakit penyerta marasmus Enteritis Infestasi cacing Tuberkulosis (TBC) Defisiensi Vit.A Kwashiorkor Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kwashiorkor dapat juga disebabkan oleh diare kronik, malabsobsi protein, sindrom nefrotik, infeksi menahun, luka bakar & penyakit hati. Prevalensi terbanyak dijumpai pada anak balita

terutama usia 1,5-2 tahun (saat penyapihan), yang merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi. Penderita defisiensi protein dalam diet akan menimbulkan kekurangan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk sintesis, oleh karena itu dalam diet yang cukup karbohidrat maka produksi insulin akan meningkat dan sebagian asam amino yang jumlahnya kurang dalam serum tersebut akan disalurkan ke otot. Berkurangnya asam amino yang jumlahnya kurang dalam serum tersebut akan disalurkan ke otot. Berkurangnya asam amino dalam serum merupakan penyebab krangnya pembentukan albumin di hati, sehingga timbul edema. Perlemakan hati dapat terjadi karena gangguan pembentukan albumin di hati, sehingga timbul edema. Perlemakan hati dapat terjadi karena gangguan pembentukan beta lipoprotein sehingga transport lemak dari hati terganggu dan akibatnya terjadi akumulasi lemak dalam hati, keadaan ini mempercepat retensi natrium dan air. Biasanya pada kasus kwashiorkor yang berlangsung lama akan terjadi pertumbuhan linear berkurang, kekurangan lemak tubuh dan kekurangan protein otot serta hati. Gambaran klinis Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki (dorsum pedis) Wajah membulat dan sembab, letargi, iritabel ____> apatis/ koma Pandangan mata sayu Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok. Perubahan status mental, apatis dan rewel Pembesaran hati Jaringan otot mengecil (hipotrofi) dan tonus menurun, lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitamana dan terkelupas (crazy pavement dermatosis) Anoreksia dan diare (infeksi,g,gangguan funsi hati, pancreas atau intolerans laktosa) sering disertai: penyakit infeksi umumnya akut, anemia, diare. Penyebab penyerta kwashiorkor Akibat defisiensi imunologik >>>> anak mudah terinfeksi : Diare Brokopnemonia Tonsilofaringitis Tuberkulosis Disertai: Defisiensi vit.A (rabun senja) Xeroftalmia) Defisiensi riboflavin B2 (stomatitis angularis) Anemia defisiensi besi / Fe Anemia megaloblastik/ asam folat Pemeriksaan laboratorium Kadar albumin, kolesterol, glukosa menurun Ganggan imunitas seluler Kadar enzim amylase, esterase, kolin esterase, transaminase & fosfatase alkali & enzim pancreas menurun Kadar vitamin & mineral menurun Biopsi hati : perlemakan Diagnosis Berdasarkan gejala klinis : mudah ditegakkan

Jika hanya edema saja -- diagnosis banding : sirosis hepatis, sindrom nefrotik, gagal jantung kanan Pengobatan KKP ? MEP Beri makanan : tinggi kalori, protein, cukup cairan, vitamin & mineral Makanan : mudah dicerna & diserap Diberikan secara bertahap Penangann terhadap penyakit penyerta Tindak lanjut : pemantauan kesehatan & penyuluhan terhadap keluarga Therapi awal KKP/ MEP Aatasi kelainan akut: diare atau bronkopneumonia atau penyakit infeksi lain; gangguan elektrolit, keseimbangan asam basa, dehidrasi, gagal ginjal/ jantung Jika dehidrasi & asidosis ____> beri cairan infuse : Jumlah cairan : 200 ml/kgBB/hr (kwashiorkor/marasmus-kwasiorkor ) & 250 ml/kgBB/hr (marasmus)jenis cairan : KaEN3B -- hipoglikemia : glukosa 10% Makanan: kalori 150-200 kkal/kgBB/hr dengan protein 3-5 g/kgBB/hr Pemberian vitamin mineral: vit A, asam folat, KCL, Mg-sulfat, fero-sulfat. Thearpi Dietetik KKP / MEP Tahap penyesuaaian (1-2 minggu) BB < 7 kg -- berikan makanan bayi Susu yang diencerkan /rendah laktosa (1/3, 2/3, 3/3) Penambahan kalori : tambahkan glukosa 2-5%, tepung 2% Berangsur-angsur tambahkan buah, biscuit, makanan lumat dan lembek. BB > 7kg ____> berikan makanan anak > 1 tahun Klalori 50 kkal/kgBB/hr, protein 1 g/kgBB, cairan 200 ml/kgBB Makanan cair yang diencerkan (1/3, 2/3, 3/3 ) ____> bahan dasar susu dan glukosa 5% ____> porsi kecil tapi lebih sering. Tahap penyembuhan Toleransi makan dan nafsu makanbaik ____> jumlah kalori meningkat / 1-2 hari, sampai mencapai 150200 kkal/kgBB/hr Tahap lanjutan Prognosis Dengan terapi adekuat penderita MEP/KKP dapat ditolong untuk mencapai bB cukup paerlu waktu 2-3 bulan Namun pekembangan IQ akan mengalami retardasi menetap, terutama jiaka MEP/ KKP terjadi sejak usia < 2 tahun (masih terjadi proses proliferasi, mielinisasi dan migrasi sel otak).