Anda di halaman 1dari 21

MAKALAH ILMU KOMUNIKASI

UNSUR-UNSUR DALAM KOMUNIKASI

DISUSUN OLEH KELOMPOK

1. MITA DEWI ASTUTI 2. RISCZY ALFRIDA DARMAWANTI 3. THERESIA ELZALIANA SIMARMATA

JURUSAN GIZI POLITEKNIK KESEHATAN JAKARTA II Jl. Hang Jebat III Blok F3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan JAKARTA

2012
Daftar ISI KATA PENGANTAR ...............................................................................................2 BAB I PENDAHULUAN ..........................................................................................3 A. Latar Belakang ...............................................................................................3 B. Tujuan..............................................................................................................3 BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................4 A. Pengertian Komunikasi..................................................................................4 B. Unsur Mutlak dalam Komunikasi ................................................................4 C. Unsur-unsur Komunikasi ..............................................................................5 D. Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell ..........................................15 E. Unsur Komunikasi Menurut Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc ..........16 F. Tahap Komunikasi .......................................................................................16 Penutup.....................................................................................................................17 SOAL .......................................................................................................................18 DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................20

KATA PENGANTAR
Rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Komunikasi yang berjudul Unsur-Unsur Komunikasi ini dengan baik serta tepat pada waktunya. Dengan menulis tugas ini diharapkan agar kami serta pembaca sekalian dapat mengetahui tentang materi yang dibahas dalam makalah ini. Dalam penyusunan makalah ini, banyak hambatan yang telah kami hadapi. Namun, kami menyadari bahwa banyak pihak-pihak yang telah membantu kami dalam proses penyusunan makalah ini, sehingga hambatan yang kami hadapi tersebut dapat segera teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu demi kelancaran pembuatan makalah ini. Namun demikian, kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi kesempurnaan pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini turut memberikan andil dalam mencerdaskan kehidupan anak bangsa terutama dalam bidang ilmu gizi.

Jakarta, 1 Maret 2012

Penyusun

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Komunikasi merupakan terjemahan kata communication yang berarti perhubungan atau perkabaran. Communicate berarti memberitahukan atau berhubungan. Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio dengan kata dasar communis yang berarti sama. Secara terminologis, komunikasi diartikan sebagai pemberitahuan sesuatu (pesan) dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan suatu media. Komunikasi merupakan suatu kegiatan penyampaian suatu pesan yang tak pernah lepas dari kehidupan manusia. Komunikasi yang baik, tentunya akan menciptakan hubungan yang baik pula. Untuk menghasilkan hubungan yang baik itu, maka kita tidak boleh melupakan unsur-unsur yang ada dalam komunikasi. Untuk dapat menjadi proses komunikasi minimal terdiri dari tiga unsur utama : Pengirim pesan, pesan itu sendiri, serta target penerima pesan. Namun, komunikasi bukan hanya terdiri atas tiga unsur itu. Ada beberapa faktor lain yang dapat mendukung berjalannya suatu proses komunikasi.

B. Tujuan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah agar para pembaca sekalian dapat mengetahui tentang beberapa unsur-unsur dari komunikasi menurut para tokoh serta penjelasan dari masing-masing unsur tersebut. Selain itu, makalah ini dibuat dengan tujuan agar para pembaca dapat membangun proses komunikasi yang lebih baik lagi setelah mengetahui unsur-unsur yang membangun suatu komunikasi.

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Komunikasi adalah suatu proses dalam mana seorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain. Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal. Beberapa definisi komunikasi : 1) Komunikasi adalah kegiatan pengoperan lambang yang mengandung arti/ makna yang perlu dipahami bersama oleh pihak yang terlibat dalam kegiatan komunikasi (Astrid). 2) Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan (Roben.J.G). 3) Komunikasi adalah sebagai pemindahan informasi dan pengertian dari satu orang ke orang lain (Davis, 1981). 4) Komunikasi adalah berusaha untuk mengadakan persamaan dengan orang lain (Schram, W). 5) Komunikasi adalah penyampaian dan memahami pesan dari satu orang kepada orang lain, komunikasi merupakan proses sosial (Modul PRT, Lembaha Administrasi). B. Unsur Mutlak dalam Komunikasi 1) Komunikator / pengirim / sender Merupakan orang yang menyampaikan isi pernyataannya kepada komunikan . Komunikator bisa tunggal , kelompok , atau organisasi pengirim berita . Komunikator bertanggung jawab dalam hal mengirim berita dengan jelas , memilih media yang cocok untuk menyampaikan pesan tersebut , dan meminta kejelasan apakah pesan telah diterima dengan baik . Untuk itu , seorang komunikator dalam menyampaikan pesan atau informasi harus memperhatikan dengan siapa dia berkomunikasi , apa yang akan dia sampaikan , dan bagaimana cara menyampaikannya . 2) Komunikan / penerima / receiver Merupakan penerima pesan atau berita yang disampaikan oleh komunikator . Dalam proses komunikasi , penerima pesan bertanggung jawab untuk dapat mengerti isi pesan yang disampaikan dengan baik dan benar . Penerima pesan juga memberikan umpan balik kepada pengirim pesan untuk memastikan bahwa pesan telah diterima dan dimengerti secara sempurna.
4

3) Saluran / media / channel Merupakan saluran atau jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator kepada komunikan dan sebaliknya . Pesan dapat berupa kata - kata atau tulisan , tiruan , gambaran atau perantara lain yang dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seperti telepon , televisi , fax , photo copy , email , sandi morse , semaphore , sms , dan sebagainya . Pemilihan channel dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan ( Wursanto , 1994 ) . C. Unsur-unsur Komunikasi Komunikasi pada hakekatnya dibentuk dari lima unsur pokok, yangmerupakan satu kesatuan utuh dan bulat. Apabila salah satu unsur tidak adaada maka proses komunikasi tidak akan dapat berlangsung. Kelima unsur komunikasi itu saling berhubungan, saling melengkapi dan salingketergantungan.Menurut Redfield , komunikasi terdiri dari beberap unsur yaitu: Komunikator (pengirim berita) Sebagai pengirim berita atau pesan, komunikator harus berusaha mengemukakan hal-hal yang terkandung dalam pikirannya secara jelas kepada pihak yang menerima berita, sehingga komunikan mudah dan cepat untuk memahami dan menaggapinya. Dalam menyampaikan berita atau pesan, komunikator harus memperhatikan dengan siapa atau kepada siapa pesan itu disampaikan. Penyampaian berita atau pesan sudah harus disesuaikan dengan tingkat pengetahuan dan pengalaman pihak penerima berita. Dalam komunikasi, setiap orang atau kelompok dapat menyampaikan pesan-pesan komunikasi itu sebagai suatu proses dimana komunikator dapat menjadi komunikan, sebaliknya komunikan dapat menjadi komunikator. Komunikator dilihat dari jumlahnya terdiri dari : satu orang, banyak orang dalam pengertian lebih dari satu, massa. Beberapa hal yang harus diperhatikan komunikator. Penampilan Penampilan ini sesuai dengan tata krama dengan memperhatikan keadaan, waktu dan tempat. Penguasaan masalah Seseorang yang tampil atau ditampilkan sebagai komunikator haruslah betul-betul menguasai masalahnya. Dalam suatu proses komunikasi timbal balik, yang lebih menguasai masalah akan cenderung memenangkan tujuan komunikasi. Penguasaan bahasa Komunikator harus menguasai bahasa dengan baik. Penguasaan bahasa akan sangat membantu menjelaskan pesan-pesan apa yang ingin kita sampaikan kepada audience itu.

Satu Orang

Banyak orang Homogen, saling kenal Ikatan emosional kuat Banyak orang Heterogen, tidak saling kenal Ikatan emosional kuat Banyak orang Punya tujuan sama Ada pembagian kerja Banyak orang Teratur Massa Banyak orang Ditempat dan waktu sama

Kelompok kecil

Komunikator

Banyak orang

Kelompok besar publik Organisasi Motif komersial Misal : Perseroan terbatas Motif ideal Misal : LSM, Yayasan

Messages (berita atau pesan) Isi berita atau pesan harus jelas, sehingga apa yang dimaksud oleh pengirim berita dapat diterima oleh pihak penerima berita. Berita atau pesan dapat disampaikan dalam berbagai bentuk, seperti perintah, permintaan, pendapat,saran atau usul, dapat disampaikan secara lisan maupun tulisan/gambar/kodedan lain-lain. Penyampaian pesan Melalui lisan, face to face, langsung menggunakan media, saluran dan sebagainya Bentuk pesan a. Informatif Bersifat memberikan keterangan-keterangan/ fakta-fakta, kemudian komunikan mengambil keputusan. b. Persuasif Berisikan bujukan, yaitu membangkitkan pengertian dan kesadaran manusia bahwa apa yang kita sampaikan akan memberikan perubahan sikap, tetapi berubahnya adalah atas kehendak sendiri (bukan dipaksakan). Perubahan tersebut diterima atas kesadaran sendiri. c. Koersif Penyampaian pesan yang bersifat memaksa dan dengan menggunakan sanksi-sanksi apabila tidak dilaksanakan. Pesan dibagi berdasarkan sifatnya
6

o 1) 2) o 1)

Pesan bersifat verbal (verbal communication) antara lain : Oral : komunikasi yang dijalin secara lisan Written : komunikasi yang dijalin secara tulisan Pesan bersifat nonverbal (nonverbal communication) yaitu : Gestural communication (menggunakan sandi-sandibidang kerahasiaan)
Nonverbal Bentuk Pesan Lambang komunikasi Verbal Suara Mimik Lisan Gerak-gerik Tulisan

Denotatif Pesan Makna Pesan Konotatif

Cara Penyajian Penyajian Pesan Struktur Penyajian

Pesan yang disampaikan harus tepat, pesan yang mengena harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : 1) Umum Berisikan hal-hal umum dipahami oleh khalayak atau komunikasi bukan terkait masalah-masalah yang hanya dipahami oleh seseorang atau kelompok tertentu. 2) Jelas Pesan harus jelas dan tidak boleh samar-samar agar tidak terjadi kesalahpahaman atau penyimpangan maksud dari komunikasi. 3) Penggunaan bahasa yang jelas Sebisa mungkin menghindari penggunaan istilah yang tidak dipahami oleh audience. Sebaiknya menggunakan bahasa asli setempat untuk mempermudah proses komunikasi 4) Positif Secara kodrati manusia selalu tidak ingin mendengar dan melihat halhal yang tidak menyenangkan dirinya. Oleh karena itu setiap pesan agar diusahakan atau diutarakan dalam bentuk positif 5) Seimbang Pesan yang disampaikan hendaklah tidak ekstrem dan selalu menentang baik dan buruk karena hal ini cenderung ditolak atau tidak diterima oleh komunikan. Sebaiknya
7

pesan ini dirumuskan seimbang, yaitu dengan tidak mengesampingkan kelemahan yang ada, disamping menonjolkan keberhasilan 6) Penyesuaian dengan keinginan komunikasi Orang-orang yang menjadi sasaran atau komunikasi yang kita lancarkan selalu mempunyai keinginan atau kepentingan tertentu. Dengan hal ini komunikator dapat menyesuaikan dengan keadaan waktu dan tempat. Beberapa hambatan-hambatan terhadap pesan yaitu : 1) Hambatan bahasa (language factor) Pesan akan disalah artikan sehingga tidak mencapai apa yang diinginkan, apabila bahasa yang digunakan tidak dipahami oleh komunikan. 2) Hambatan teknis (noise factor) Pesan dapat tidak utuh diterima komunikan karena gangguan teknis. Komunikan (penerima berita) Pihak penerima berita harus memberikan tanggapan terhadap berita atau pesan yang diterimanya. Sebagai penerima berita atau pesan tentu saja harus menafsirkan berita/pesan yang diterima seperti yang dimaksud oleh pihak pengirim berita. Komunikan atau penerima pesan dapat digolongkan kedalam 3 jenis yaitu personal (komunikasi yang ditujukan kepada sasaran yang tunggal), kelompok (komunikasi yang ditujukan kepada kelompok yang tertentu), massa (komunikasi yang ditujukan kepada massa atau komunikasi yang menggunakan media. Massa di sini adalah kumpulan orang-orang yang hubungan antar sosialnya tidak jelas dan tidak mempunyai struktur tertentu). Komunikasi akan berhasil baik jika pesan yang disampaikan sesuai dengan rangka pengetahuan dan lingkup pengalaman komunikan. Peran antara komunikator dan komunikan bersifat dinamis, saling bergantian. Dilihat dari jumlah komunikator dan komunikan, maka proses komunikasi dapat terjadi 9 kemungkinan :

Kompetensi komunikasi Kompetensi komunikasi mengacu pada kemampuan anda untuk berkomunikasi secara efektif (Spitzberg dan Cupach, 1989). Kompetensi ini mencakup hal-hal seperti pengetahuan tentang peran lingkungan (konteks) dalam mempengaruhi kandungan (content) dan bentuk pesan komunikasi (misalnya, pengetahuan bahwa suatu topik mungkin layak dikomunikasikan kepada pendengar tertentu di lingkungan tertentu, tetapi mungkin tidak layak bagi pendengar dan lingkungan yang lain). Pengetabuan tentang tatacara perilaku nonverbal (misalnya kepatutan sentuhan, suara yang keras, serta kedekatan fisik) juga merupakan bagian dari kompetensi komunikasi. Dengan meningkatkan kompetensi anda, anda akan mempunyai banyak pilihan berperilaku. Makin banyak anda tahu tentang komunikasi (artinya, makin tinggi kompetensi anda), makin banyak pilihan, yang anda punyai untuk melakukan komunikasi sehari-hari. Proses ini serupa dengan proses mempelajari perbendaharaan kata: Makin banyak kata anda ketahui (artinya, makin tinggi kompetensi perbendaharaan kata anda), makin banyak cara yang anda miliki untuk mengungkapkan diri. Transmits (proses pengiriman berita) Proses pengiriman berita menyangkut sarana dan media yang dipakai dalam mengirim berita atau pesan. Sarana dan media yang diperlukan dan digunakan dalam proses komunikasi tergantung pada jenis dan sifat berita atau pesan yang akan disampaikan. Efek (reaksi atau tanggapan)
9

Efek atau tanggapan yang diberikan oleh pihak penerima berita disebut respon atau umpan balik. Dengan adanya tanggapan dari pihak penerima berita maka komunikator akan dapat mengetahui apakah berita yang dikirim tersebut sampai dan dimengerti atau tidak oleh pihak komunikan. Dengan adanya respon atau feed back dari pihak komunikan maka akan terjadi proses komunikasi dua arah yang dikenal dengan sebutan two wayscommunication. Terdapat tiga tataran pengaruh dalam diri komunikan: 1. Kognitif (seseorang menjadi tahu sesuatu). 2. Afektif (sikap seseorang terbentuk). 3. Konatif (tingkah laku, hal yang membuat seseorang bertindak melakukan sesuatu). Efek adalah hasil akhir dari suatu komunikasi, yaitu sikap dan tingkah laku orang, sesuai atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Efek ini sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion, publik opinion, dan majority opinion. 1) Personal opinion Pendapat pribadi, hal ini dapat merupakan akibat atau hasil yang diperoleh dari komunikasi. Personal opinion adalah sikap dan pendapat seseorang terhadap suatu masalah tertentu. 2) Public opinion Sering kita artikan sebagai pedapat umum. Pengertiannya adalah penilaian sosial mengenai sesuatu hal yang dan berarti atas dasar pertukaran pikiran yang dilakukan individu secara sadar dan rasional. 3) Majority opinion Pendapat bagian terbesar dari publik atau masyarakat. Jika kita berbicara tentang opini atau pendapat maka kita sering mendengar opinion leader. Opinion leader adalah orang yang secara informal membimbing dan mengarahkan suatu opini tertentu kepada masyarakat. Opinion leader merupakan tempat bertanya. Efek inilah yang memicu adanya umpan balik dari komunikan. Komunikan yang sedianya menjadi receiver berubah status menjadi komunikator sehingga terjalin komunikasi dua arah. Jadi, umpan balik (feedback) merupakan satu-satunya elemen yang dapat menilai apakah komunikasi yang telah berlangsung berhasil atau gagal. Keberlangsungan komunikasi yang dibangun sebelumnya ditentukan oleh umpan balik sebagai bentuk penilaian. Saluran/ media/ channel Merupakan saluran atau jalan yang dilalui oleh isi pernyataan komunikator kepada komunikan dan sebaliknya . Pesan dapat berupa kata - kata atau tulisan , tiruan , gambaran atau perantara lain yang dapat digunakan untuk mengirim melalui berbagai channel yang berbeda seperti telepon , televisi , fax , photo copy , email , sandi morse , semaphore , sms , dan

10

sebagainya . Pemilihan channel dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan ( Wursanto , 1994 ) . Terdapat dua cara: 1. Non mediated communication (face to face), secara langsung. 2. Dengan media.

Setelah dikemas pesan dapat disampaikan melalui saluran (channel) atau media. Pengirim dapat memilih media lisan (oral), tertulis (written), atau elektronik (electroninc). a) Media lisan Pesan yang disampaikan melalui media lisan dapat dilaksanakan dengan menyampaikan sendiri (in person), melalui telepon, mesih dikte atau videotape. Penerima bisa seorang diri, kelompok kecil, kelompok besar, atau massa. Keuntungan media lisan antara lain : Mendapat tanggapan langsung entah berupa pertanyaan ataupun sekedar permintaan penjelasan. Memungkinkan disertai nada atau warna suara, gerakgerik tubuh, raut wajah. Dapat dilakukan dengan cepat. b) Media tertulis Pesan yang disampaikan secara tertulis dapat disampaikan melalui surat, memo, laporan, hand-out, selebaran, catatan, poster, gambar, grafik, dan lain-lain. Keuntungan dari media tertulis antara lain : Ada catatannya sehingga data dan informasi tetap utuh tidak dapat berkurang atau bertambah seperti informasi lisan. Memberi waktu untuk dipelajari isinya, cara penyusunannya, dan rumusan katakatanya.
11

c) Media elektronik Pesan yang disampaikan secara elektronik dilakukan melalui faksimili, email, radio, televisi. Keuntungan dari media elektronik antara lain : Prosesnya cepat Data dapat disimpan Jadi, pesan dapat dikirim melalui berbagai media dan media itu dapat dikombinasikan. Misalnya pesan tertulis dijelaskan secara lisan. Pesan elektronik disusul dengan pesan tertuli. Karena itu pesan dapat diterima dengan semua indra kita. Umpan balik Umpan balik dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan komunikator yang disampaikan kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis, komunikator dan komunikan terusmenerus saling bertukar peran.

Umpan balik adalah informasi yang dikirimkan balik ke sumbernya. Umpan balik dapat berasal dari anda sendiri atau dari orang lain. Dalam diagram universal komunikasi tanda panah dari satu sumber-penerima ke sumber-penerima yang lain dalam kedua arah adalah umpan balik. Bila anda menyampaikan pesan misalnya, dengan cara berbicara kepada orang lain anda juga mendengar diri anda sendiri. Artinya, anda menerima umpan balik dari pesan anda sendiri. Anda mendengar apa yang anda katakan, anda merasakan gerakan anda, anda melihat apa yang anda tulis. Selain umpan balik sendiri ini, anda menerima umpan balik dari orang lain. Umpan balik ini dapat datang dalam berbagai bentuk: Kerutan dahi atau senyuman, anggukan atau gelengan kepala, tepukan di bahu atau tamparan di pipi, semuanya adalah bentuk umpan balik. Lingkungan komunikasi
Lingkungan (konteks) komunikasi memiliki 3 (tiga) komponen penting yaitu : 1. Fisik, adalah ruang dimana komunikasi berlangsung yang nyata atau berwujud. Maksudnya adalah komunikasi bersifat nyata dan real sehingga dikatakan mempunyai tampilan fisik, baik berupa suara maupun gerakan-gerakan sebagai tanda.

12

2. Sosial-psikoilogis, meliputi, misalnya tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran yang dijalankan orang, serta aturan budaya masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda gurau, 3. Temporal (waktu), mencakup waktu dalam hitungan jam, hari, atau sejarah dimana komunikasi berlangsung. Ketiga komponen komuniasi tersebut saling berinteraksi satu dengan yang lainnya, masingmasing mempengaruhi dan dipengaruhi.

Enkoding-Dekoding Dalam ilmu komunikasi kita menamai tindakan menghasilkan pesan (misalnya, berbicara atau menulis) sebagai enkoding (encoding). Dengan menuangkan gagasan-gagasan kita ke dalam gelombang suara atau ke atas selembar kertas, kita menjelmakan gagasan-gagasan tadi ke dalam kode tertentu. Jadi, kita melakukan enkoding. Dalam proses enkoding, pengirim melalukukan dua hal. Pertama, memikirkan sungguhsungguh perasaan atau gagasan yang hendak disampaikan. Kedua, menerjemahkan perasaan atau gagasan itu ke dalam kode berupa lambang dalam bentuk kata atau nonkata yang dirasa dapat menyampaikan makna yang hendak disampaikan dengan tepat baik dan dapat diterima oleh penerimanya. Dari berbagai kode dan lambang yang ada, pengirim memilih kode yang memenuhi kebutuhannya untuk menyampaikan makna, lalu mengaturnya agar dapat dimengerti dan diterima oleh penerima. Pada waktu melakukan enkoding ini, pengirim tidak hanya memikirkan apa yang akan disampaikan, tetapi juga cara bagaimana hal itu dapat disampaikan agar tujuan berkomunikasi tercapai dengan mendatangkan hasil yang diinginkan dari penerima. Dengan demikian, karena menjadi pencipta pesan, maka pengirim dapat mengendalikan macam pesan yang mau disampaikan, bentuk kemasan yang digunakan, dan acap kali media yang akan dipakai untuk menyampaikan pesan itu. Agar dapat melakukan enkoding pertanyaanpertanyaan di bawah ini dapat membantu. 1) Pesan apa yang hendak disampaikan ? 2) Kepada siapa pesen itu hendak disampaikan ? 3) Dalam bentuk apa : verbal (dengan kata-kata), atau nonverbal (tanpa kata-kata), pesan itu akan disampaikan ? 4) Media apa yang akan digunakan untu menyampaikan pesan itu : lisan, tertulis, atau elektronik ? 5) Akibat-akibat negatif apa yang mungkin dapat terjadi dengan pengiriman pesan dalam bentuk dan melalu media itu bagi urusan yang terkandung dalam pesan dan

13

hubungan pribadi dengan penerima? Apa yang dapat dibuat untuk mencegah akibat-akibat negatif itu ? Kita menamai tindakan menerima pesan (misalnya, mendengarkan atau membaca) sebagai dekoding (decoding). Dengan menerjemahkan gelombang suara atau kata-kata di atas kertas menjadi gagasan, anda menguraikan kode tadi. Jadi, anda melakukan dekoding. Oleh karenanya kita menamai pembicara atau penulis sebagai enkoder (encoder), dan pendengar atau pembaca sebagai dekoder (decoder). Seperti halnya sumber-penerima, kita menuliskan enkoding-dekoding sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan untuk menegaskan bahwa anda menjalankan fungsi-fungsi ini secara simultan. Ketika anda berbicara (enkoding), anda juga menyerap tanggapan dari pendengar (dekoding). Gangguan Gangguan (noise) adalah gangguan dalam komunikasi yang mendistorsi pesan. Gangguan menghalangi penerima dalam menerima pesan dan sumber dalam mengirimkan pesan. Gangguan dikatakan ada dalam suatu sistem komunikasi bila ini membuat pesan yang disampaikan berbeda dengan pesan yang diterima. Gangguan ini dapat berupa gangguan fisik (ada orang lain berbicara), psikologis (pemikiran yang sudah ada di kepala kita), atau semantik (salah mengartikan makna). Tabel dibawah menyajikan ketiga macam gangguan ini secara lebih rinci. Macam Fisik Definsi Interferensi dengan transmisi fisik isyarat atau pesan lain Contoh Desingan mobil yang lewat, dengungan komputer, kacamata

Psikollogis

Interferensi kognitif atau Prasangka dan bias pada sumbermental penerima, pikiran yang sempit Pembicaraan dan Orang berbicara dengan bahasa yang pendengar memberi arti berbeda, menggunakan jargon atau yang berlainan istilah yang terlalu rumit yang tidak dipahami pendengar

Semantik

Gangguan dalam komunikasi tidak terhindarkan. Semua komunikasi mengandung gangguan, dan walaupun kita tidak dapat meniadakannya samasekali, kita dapat mengurangi gangguan dan dampaknya. Menggunakan bahasa yang lebih akurat, mempelajari keterampilan mengirim dan menerima pesan nonverbal, serta meningkatkan keterampilan mendengarkan dan menerima serta mengirimkan umpan balik adalah beberapa cara untuk menanggulangi gangguan.

14

D. Unsur Komunikasi Menurut Harold Lasswell Menurut Harold Lasswell, dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society, komunikasi meliputi lima unsur, yaitu: 1. Komunikator (siapa yang mengatakan?) 2. Komunikan (kepada siapa?) 3. Media (melalui saluran/ channel/media apa?) 4. Pesan (mengatakan apa?) 5. Efek (dengan dampak/efek apa?). Berdasarkan pendapat Lasswell, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu. Berikut ini adalah definisi dari unsur-unsur komunikasi tersebut: 1. Komunikator. Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi 2. Komunikan. Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon. 3. Media. Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya. 4. Pesan. Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi. 5. Effect.

15

Merupakan dampak komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.

E. Unsur Komunikasi Menurut Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc Menurut Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc (Cangara, 2008 : 24-27), komunikasi hanya bisa terjadi kalau didukung adanya sumber, pesan, media, penerima dan efek yang disebut dengan unsur-unsur atau komponen komunikasi. Unsur-unsur dalam komunikasi dapat dilihat pada gambar di bawah ini :

F. Tahap Komunikasi Komunikasi sebagai suatu proses pengiriman berita atau pesan, meliputi tigatahap sebagai berikut : 1) Tahap pertama, yaitu diawali dengan menetapkan informasi,berita, ide, gagasan atau pesan oleh pihak pengirim berita atau communicator/sender. 2) Tahap kedua, yaitu proses pengiriman informasi, berita,gagasan, ide atau pesan yang telah disusun (encoding) dalam bentuksimbul, sandi, isyarat atau kode, melalui saluran atau media komunikasi,secara lisan atau tertulis, vertical maupun horizontal, formal maupun informal. 3) Tahap ketiga, yaitu penerimaan informasi, gagasan, ide, beritaatau pesan oleh pihak penerima berita (komunikan). Pihak komunikankemudian mengadakan interpretasi (decoding) terhadap informasi, berita,ide, gagasan atau pesan yang diterimanya. Selanjutnya komunikanmelakukan tindakan atau (response), dan respon tersebut merupakanumpan balik atau feed back dari komunikan kepada komunikator

16

Penutup
Kesimpulan Dalam komunikasi sedikitnya terdapat tiga unsur utama agar tercapainya komunikasi yang idela, yakni komunikator, komunikan, pesan. Seluruh komunikasi dan media komunikasi adalah sesuatu yang dapat membantu antara komunikator dan komunikan dalam menyampaikan pesannya, baik secara elektronik atau nonelektronik. Efek komunikasi adalah sebua respon yang dilakukan oleh penerima pesan setelah menerima pesan dari komunikator. Sedangkan umpan balik adalah jawaban yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator.

17

SOAL
1. Unsur mutlak komunikasi ialah, kecuali...(C) a. Komunikator b. Komunikan c. Lingkungan d. Saluran/ Media 2. Apa saja yang harus diperhatikan komunikator?(D) a. Penampilan b. Penguasaan bahasa c. Penguasaan masalah d. a,b,c benar semua 3. Bentuk pesan yang bersifat memberikan keterangan-keterangan ialah...(A) a. Informatif b. Persuasif c. Narasi d. Ekposisi 4. Pesan yang memenuhi syarat ialah....(B) a. Baku b. Umum c. Terbata-bata d. Tidak perduli akan lingkungan 5. Informasi yang dikirim balik ke sumbernya adalah pengertian dari...(A) a. Umpan balik b. Efek c. Enkoding-dekoding d. transmisi 6. Komunikasi adalah kegiatan perilaku atau kegiatan penyampaian pesan atau informasi tentang pikiran atau perasaan. Merupakan pendapat dari ....(C) a. David S b. Astrid c. Roben.J.G d. Schram, W 7. Yang dimaksud menerima pesan ialah...(C) a. Umpan balik b. Efek c. Dekoding d. Enkoding 8. Berdasarkan pendapat Lasswell unsur komunikasi dibagi atas.... a. Lingkungan b. Umpan balik
18

c. Transmisi d. Media 9. Yang merupakan unsur komunikasi menurut Prof. Dr. H. Hafied Cangara, M.Sc a) Komunikator b) Komunikan c) Umpan balik d) Efek 10. Memberi waktu untuk mengerti isinya, cara penyusunannya, dan rumusan kata-katanya adalah keuntungan dari..... (C) a) Media massa b) Media lisan c) Media tertulis d) Media elektronik

19

DAFTAR PUSTAKA
Vardiyansah, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia. Daryanto. 2010. Ilmu Komunikasi Jilid 1. Bandung: Satu Nusa. Shoelhi, M.B. A. 2009. Komunikasi Internasional Perspektif Jurnalistik. Bandung: Simbiosa Rektama Media. Wiryanto. 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grasindo. Cangara, H. 2005. Pengantar ilmu komunikasi. Raja grafindo Persada. Jakarta www.wikipedia.com http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab4unsur_unsur_komunikasi.pdf http://www.scribd.com/doc/54257009/2/Unsur-Unsur-Komunikasi?query=unsur-unsur http://id.shvoong.com/humanities/linguistics/2198711-unsur-unsur-komunikasi/#ixzz1naSIqp3R http://nurmanto.com/unsur-unsur-komunikasi/ http://meiliemma.wordpress.com/2006/10/17/definisi-komunikasi http://cahpct.blogdetik.com/2009/04/02/definisi-komunikasi http://h3r1y4d1.wordpress.com/2011/05/11/unsur-unsur-komunikasi/ http://marufah.blog.uns.ac.id/files/2010/05/unsur-komunikasi1.pdf http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18215/4/Chapter%20II.pdf

20