Anda di halaman 1dari 24

Batuan adalah material alam yang menjadi penyusun utama bumi, mengandung satu jenis mineral atau dibentuk

oleh gabungan mineral, bahan organik serta bahan- bahan vulkanik.

SIKLUS PROSES TERBENTUKNYA BATUAN

Terbentuk dari cairan magma yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan maupun di

atas permukaan bumi.


Proses pembekuan magma sangat berpengaruh terhadap TEKSTUR dan STRUKTUR batuan beku.

Bila terdapat cukup energi dan waktu pembekuan magma

maka akan terbentuk batuan yang kristalnya berukuran besar.


Bila energi pebentukan rendah, akan terbentuk kristal yang berukuran halus. Bila waktu pendingin berlangsung cepat, maka kristal berbentuk amorf.

Warna batuan dapat mencerminkan : proporsi kehadiran mineral terang terhadap mineral berwarna gelap. Menafsirkan tipe batuan asam, menengah, basa, dan ultrabasa (Warna batuan asam relatif lebih terang)

Mineral MAFIC (Gelap)

Mineral FELSIC (Terang)

Feldspar

1. Berdasarkan Tempat Terbentuknya

Pembekuan magma terjadi secara tiba-tiba di permukaan bumi, seperti batu obsidian, batu apung, dan batu basal.

KLASIFIKASI BATUAN 2. Berdasarkan Kandungan Kimianya


BATUAN BEKU ASAM (Kandungan SiO2 > 65%) Contoh : Granit, Ryolit

BEKU

BATUAN BEKU MENENGAH


(Kandungan SiO2 65 52%) Contoh : Diorit, Andesit

BATUAN BEKU BASA (Kandungan SiO2 52 - 45 %) Contoh : Basalt

BATUAN BEKU ULTRA BASA (Kandungan SiO2 < 30 %) Contoh : Peridotit

Andesit dan Basalt sering dimanfaatkan sebagai bahan pondasi. Batuan beku juga digunakan sebagai bahan pembuat semen yaitu Batuan beku asam (acid), dimana kandungan SiO2 > 65%, contohnya Granit, Ryolit

1. Rudit (rudites), berukuran butir lebih dari 2 mm. contoh: konglomerat dan breksi 2. Arenit ( arenites ), berukuran butir antara 1/16 -2 mm. contoh batu pasir, arkosa, 3. Lutit (luitites), berbutir halus berukuran kurang dari 1/16 mm. contoh batu lempung, batu lanau, mudstone, dan argilit.

Warna batuan sedimen dapat mencerminkan komposisi dominan atau jenis penyusunnya, misalnya batuan sedimen yang berukuran pasir berwarna kuning atau kemerahan dapat diduga batuan tersebut disemen oleh material yang tersusun oleh oksida besi.

Berdasarkan cara pengendapannya yaitu:


Batuan Sedimen Klastik Terbentuk melalui proses pengendapan material-material yang mengalami proses transportasi. Contoh : batu konglomerat, batu pasir dan batu lempung

Batuan Sedimen Kimia terbentuk melalui proses presipitasi dari larutan. Contoh : batu garam
Batuan Sedimen Organik terbentuk dari gabungan sisa-sisa makhluk hidup. Contoh : batu gamping dan batu koral

Kegunaan Batu kapur digunakan sebagai bahan baku pembuatan semen. BatuKoral dipergunakan sebagai Agregat Kasar dalampembuatan Beton. Batu Gamping digunakan sebagai bahan untuk pengeras jalan dan pondasi rumah.

batuan ini berasal dari batuan beku dan batuan endapan yang berubah karena pengaruh suhu dan tekanan tinggi dalam kerak bumi, dalam jangka waktu yang lama.

Berdasarkan tekstur dan dari susunan kimia dan mineral


Batu Kapur menjadi Marmer Batuan Metamorf Dinamik sebagai akibat dari adanya tekanan yang tinggi (berasal dari tenaga endogen) dalam waktu yang lama. Batu Lumpur
menjadi

Batu Tulis (slate) Kuarsa


menjadi

Batuan Metamorf Kontak Pneumatolistis sebagai akibat dari adanya pengaruh gasgas yang ada pada magma

Topas

1.

Follasi : susunan mineral pembentuk batuan memperlihatkan bentuk yang sejajar dan teratur. Contoh sekis, sabak (slate ) dan filit 2. Non-follasi : Bentukan dan susunan mineral pembentuk batuan memperlihatkan bentuk membutir atau pejal (massive ). Contoh marmer, kuarsit, antrasit dan grafit. Kegunaan

Batu marmer digunakan untuk lantai dan dekorasi bangunan. Dalam Teknik Sipil, batuan metamorf sangat bermanfaat dalam memberi kekerasan serta kekakuan pada struktur bangunan.