Anda di halaman 1dari 8

SIFAT KOLIGATIF 1. A Data percobaan penurunan titik beku.

Berdasarkan data percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku tergantung pada ........ A. jenis zat terlarut;dan pelarut B. konsentrasi mulai larutan C. daya hantar listrik larutan D. jenis dan jumlah partikel zat terlarut E. jumlah partikel zat terlarut
Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1990

Penyelesaian :

2. a Tekanan uap air jenuh pada suhu 30 C adalah 31,8 mmHg dan fraksi mol suatu zat dalam air adalah 0,056 mol. Pada suhu 30 C, tekanan uap larutan adalah ........ A. 1,78 mmHg D. 30,02 mmHg B. 33,58 mmHg E. 28,30 mmHg C. 17,8 mmHg
Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1991

Penyelesaian : P= 3,18 mmHg X = 0,056 mol Tekanan uap jenuh larutan = tekanan uap pelarut + p p = x . P = 0,056 v 31,8 = 1,7808 Tekanan uap larutan = 31,8 - 1,78 = 30,02 3. a Dilarutkan 18 gram glukosa C6H12O6 ke dalam 500 gram air. Jika kalor beku molal air (Kf) = 1,8C mol-1Ar C = 12, H = 1, O = 16 Titik beku larutan tersebut adalah ........ A. -0,18C D. -3,6C B. -0,36C E. -7,2C C. -1,8C
Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1992

Penyelesaian :

tb = titik beku pelarut - titik beku larutan 0,36 = 0 - titik beku larutan titik beku larutan = -0,36C 4. a Larutan yang mengandung 20 gram zat non elektrolit dalam 1 l air (massa jenis air 1 g/ml) mendidih pada suhu 100,052 C. Jika Kd air 0,52 C, maka M, zat non elektrolit tersebut adalah .......... A. 20 D. 150 B. 40 E. 200 C. 100
Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1993

Penyelesaian : td = 100,052 C - 100 C = 0,052 C

5. a

R = 0,082 L,atm, mol-1 K-1. 1,8 gram glukosa (Mr =180) dilarutkan dalam 100 mL larutan pada suhu 25C. Tekanan osmose larutan tersebut adalah .......... A. 2,4436 atmosfer D. 0,12218 atmosfer B. 1,2218 atmosfer E. 0,06109 atmosfer C. 0,24436 atmosfer
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1994

Penyelesaian : Tekanan Osmosa = M. R . T

T = 273 + 25 = 298 K Tekanan Osmosa = 0,1 x 0,082 x 298 = 2,4436 atmosfer 6. a Adanya zat terlarut dapat mengakibatkan ....... A. naiknya tekanan uap jenuh D. naiknya tekanan osmotik B. turunnya titik didih E. naiknya titik beku C. turunnya titik beku
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1995

Penyelesaian : Air murni titik bekunya 0C, maka bila dalam air terdapat zat terlarut maka titik bekunya turun (negatif). 7. a Dari diagram PT fasa H2O berikut yang merupakan daerah perubahan titik didih adalah ........

A. A - B B. B - C C. D - E
Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1997

D. G - H E. I - J

Penyelesaian : Perubahan titik didih : antara fase cair dan gas yaitu I - J 8. a Data percobaan penurunan titik beku :

Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penurunan titik beku tergantung pada ..... A. jenis zat terlarut D. jenis partikel zat terlarut B. konsentrasi molal larutan E. jumlah partikel zat terlarut C. jenis pelarut
Jawaban : E SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1997

Penyelesaian :

Berdasarkan data di atas penurunan titik lebur bergantung pada jumlah partikel zat terlarut. 9. a Ke dalam 250 gram air ditambahkan 12 gram urea, CO(NH2)2. Jika harga Kb air = 0, 52 C dan Kf air = 1,86 C. (Ar C = 12 ; N = 14 ; 0 = 16, H = 1) Maka titik didih dan titik bekunya adalah ...... A. 100,316 C dan -0,488 C D. 100,216 C dan -1,488 C B. 100,416 C dan -1,488 C E. 100,148 C dan -1,488 C C. 100,216 C dan -1,388 C
Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1997

Penyelesaian : 12 gram CO(NH2)2 . Mr CO(NH2)2 =

titik didih larutan = 100 + 0,416 = 100,416 C

t1 = 1,488 C titik beku larutan = -1,488 C 10. a Sebanyak 1,8 gram zat non elektrolit dilarutkan ke dalam 200 gram air. Bila penurunan titik beku larutan 0,93C (Kr air = 1,86) , maka massa molekul relatif zat tersebut adalah ........ A. 18 D. 21 B. 19 E. 22 C. 20
Jawaban : A SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1998

Penyelesaian : tf = m . kf 0,03 = m . 1,86

11. a Sebanyak 46 gram gliserol (Mr = 92) dicampur dengan 27 gram air (M, =18). Jika tekanan uap air pada suhu tersebut sama dengan 30 mmHg, tekanan uap larutan adalah ........ A. 7,5 mmHg D. 32,5 mmHg B. 22,5 mmHg E. 37,5 mmHg C. 30 mmHg
Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1999

Penyelesaian :

12. a Larutan 0,5 molal suatu larutan elektrolit biner membeku pada suhu -1,55C. Jika harga Kr = 1,86C/m, derajat ionisasi larutan elektrolit tersebut adalah ........ A. 0,33 D. 0,83 B. 0,42 E. 0,99

C. 0,66
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1999

Penyelesaian : tf = +1,55 = m . Kf. i i = { 1 + (n -1) a } 1,55 = 0,5 . 1,86 . i

1,66 = 1 + (2-1)a 1,66 = 1 + = 1,66 - 1 = 0,66 13. a Dalam 100 ml larutan terdapat 6,84 gram zat X yang non elektrolit. Pada temperatur 27C tekanan osmotik larutan 4,92 atm. Massa molekul relatif (Mr) zat non elektrolit tersebut adalah .... (R =0,082 L atm mol-1 K-1) A. 30 D. 106 B. 32 E. 342 C. 34
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 1999

Penyelesaian :

14. a Sebanyak X gram CO(NH2)2(Mr = 60) dilarutkan kedalam 468 gram air (Mr = 18) sehingga tekanan uap jenuh larutan pada temperatur 30C = 28,62 mmHg. Jika pada temperatur itu tekanan uap jenuh air murni sama dengan 31,8 mmHg, harga X adalah ........ A. 270 gram D. 27 gram B. 173 gram E. 18 gram C. 90 gram
Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2000

Penyelesaian :

15. a Ke dalam 500 gram air dilarutkan 13,35 gram senyawa AlCl3. Jika Kb air = 0,52C/mol harga = 0,8, kenaikan titik didih larutan tersebut adalah ......... A. 0,163C D. 0,659C B. 0,354C E. 0,839C C. 0,496C
Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2000

Penyelesaian :

Diketahui : Tb = Kb.m [1 + (n - 1) ] (larutan adalah larutan elektrolit)

Jadi kenaikan titik didih larutan : Tb = 0,52 . 0,2 [1 + (4 - 1) . 0,8] = 0,354C 16. a Pada suhu 27C, glukosa C6H12O6(Mr = 180) sebanyak 7,2 gram dilarutkan dalam air sampai volumenya 400 mL, R = 0,082 L atm mol-1K-1. Tekanan osmotika larutan yang terjadi sebesar ......... A. 0,39 atm D. 4,80 atm B. 2,46 atm E. 30,00 atm C. 3,90 atm
Jawaban : B SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2000

Penyelesaian : Diketahui tekanan osmotik : =M.R.T

17. a Suatu zat non-elektrolit sebanyak 24 gram dilarutkan dalam air hingga volumenya 250 mL dan mempunyai tekanan osmotik sebesar 32,8 atmosfer pada suhu 27C. Jika tetapan R = 0,082 L atm/mol K, massa molekul relatif zat tersebut adalah ....... A. 36 D. 96 B. 48 E. 144 C. 72
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2001

Penyelesaian :

18. a Untuk menurunkan titik beku 2,5 liter air (massa jenis 1 g/cm) menjadi -0,74C pada tekanan 1 atm (Kf = 1,86), diperlukan jumlah gula (Mr = 342) yang harus dilarutkan sebanyak ....... A. 170 gram D. 408 gram B. 204 gram E. 510 gram C. 340 gram
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2001

Penyelesaian :

19. a Sebanyak 18 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 72 gram air. Pada suhu tertentu,

tekanan uap air murni = 20,1 cmHg. Maka penurunan tekanan uap larutan glukosa tersebut adalah ........ (cmHg). A. 0,49 D. 9,80 B. 1,96 E. 19,60 C. 4,90
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2002

Penyelesaian : Mol glukosa = Mol air = = 0,1 mol

= 4 mol

Fraksi mol glukosa = p = Xglukosa . P = x 20,1 = = 4,9 cmHg. 20. a Ke dalam 600 gram air dilarutkan 27 gram senyawa non elektrolit. Larutan itu mendidih pada temperatur 100,13C. Jika diketahui Kb air = 0,52C/m maka massa molekul relatif senyawa tersebut adalah ........ A. 60 D. 180 B. 90 E. 342 C. 120
Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2002

Penyelesaian : Tb larutan = Tb pelarut + Tb Tb = Tb larutan - Tb pelarut = 100,13C - 100C = 0,13C

21. a Bila 3,1 gram glikol (C2H6O) dilarutkan dalam 250 gram air dicampur dengan 17,1 gram sukrosa (C12H22O11) dalam 500 gram air. Bila diketahui Kf air = 1,86C. (Ar : H = 1, O = 16, C = 12). Titik beku campuran larutan adalah ........ A. +0,372C D. -0,334C B. +0,248C E. -0,372C C. +0,186C
Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2002

Penyelesaian : Tf = Kf(m1 + m2)

= = 0,93 (0,27 + 0,1) = 0,334 Tf = titik beku pelarut (air) - titik beku larutan 0,334 = 0 - titik beku larutan Titik beku larutan = -0,334C Jadi titik beku campuran larutan = -0,334C 22. a Perhatikan diagram P-T berikut!

Pernyataan berikut yang tidak sesuai dengan data pada grafik ialah ........ A. Makin tinggi P maka titik didih pelarut makin tinggi. B. Makin rendah P maka titik beku pelarut makin rendah. C. Makin rendah P maka titik beku larutan makin tinggi. D. Makin rendah P maka titik didih larutan makin rendah. E. Makin tinggi P maka titik didih larutan makin tinggi.
Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2002

Penyelesaian : Berdasarkan diagram P - T Yang tidak sesuai adalah Makin rendah P maka titik beku larutan makin tinggi seharusnya makin rendah. 23. a Ke dalam 500 gram air dilarutkan 40 gram senyawa Fe2(SO4)3. Jika Kd air = 0,52C/m; derajat ionisasi 0,8, maka kenaikan titik didih larutan tersebut adalah ........ (Ar : Fe = 56, S = 32, O = 16) A. 0,333 C D. 0,437 C B. 0,354 C E. 0,496 C C. 0,416 C
Jawaban : D SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2003

Penyelesaian : Ke dalam 500 gram air dilarutkan 40 gram senyawa Fe2(SO4)3 Rumus : Molalitasnya (m) = x mol zat terlarut dimana p = berat pelarut Mr Fe2(SO4)3 = 2 . 56 + (32 + 4 . 16) 3 = 112 + 96 . 3 = 400 gram.

40 gr Fe2(SO4)3 = Jadi molalitasnya :

= 0,1 mol

M= x 0,1 = 0,2 molal. Rumus Kenaikan titik didih larutan elektrolit : Td = Kd.m{1 + (n - 1) } Fe2(SO4)3 dalam larutan ferionisasi menjadi : Fe2(SO4)2 2Fe3+ + 3SO42Banyaknya ion (n) = 5. Jadi : Td = 0,52. 0,2 { 1 + (5 -1) . 0,8) = 0,104 (1+ 3,2) = 0,437 24. a Larutan yang isotonic dengan larutan KBr 0,3 M pada suhu yang sama adalah ........ A. 0,3 M Natrium sulfat D. 0,5 M Glukosa

B. 0,1 M Ammonium sulfat C. 0,2 M Kalium Kromat


Jawaban : C SMU/Ebtanas/Kimia/Tahun 2003

E. 0,1 M Asam sulfat

Penyelesaian : Larutan yang isotonic dengan larutan KBr 0,3 M berarti larutan yang memiliki tekanan osmosis yang sama. Tekanan osmosis: = MRT{1 + (n-1) a } Khusus untuk elektrolit kuat a = 1 Karena KBr berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka a = 1 sehingga : = 0,3 RT{1+(2-1).1} = 0,6 RT 0,3 M Na2SO4 = 0,3.RT{1 + (3-1).1} = 0,9RT. 0,1 M Al2(SO4)3 = 0,1 RT{1 + (5 - 1).1} = 0,5RT 0,2 M K2CrO4 = 0,2RT{1 + (3-1).1} = 0,6RT 0,5 M glukosa (bukan elektrolit) = 0,5 RT Jadi yang isotonic dengan larutan KBr 0,3 M adalah 0,2 M Kalium Kromat 25.