BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Menurut pendapat kami. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . atas dasar pengujian. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Suatu audit meliputi pemeriksaan. dalam semua hal yang material. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut.

Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. dalam semua hal yang material. disajikan secara wajar. Drs. dan. D-1416 Jakarta. menurut pendapat kami. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Register Negara No. Ak. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Misnoto MA. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.

Undang-undang No. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. b. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. c. d. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. c. Dasar Penugasan a. 2. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. vi BPK RI/AUDITAMA V .DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Undang-undang No. 23 F dan pasal 23 G. Kontrak. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. d. 57/ST/VII-XV. Undang-undang No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara.1/9/2004. Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. e. Undang-undang No. b. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.

Keputusan Menteri Negara BUMN No. g. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. Undang-undang No.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Keputusan Memperindag No. vi BPK RI/AUDITAMA V . Peraturan Daerah (Perda) No. Undang-undang No. Undang-undang No. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 7 tahun 1991. Keputusan Menteri BUMN No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. p. m. 319/KMK. n. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. Keputusan Memperindag No. k. o. r. i. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. Peraturan Pemerintah No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. j. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. h. 16 tahun 2000. l. 107/Kpts/SR. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. 17 tahun 2000. 12 tahun 1998. Keputusan Menteri Pertanian No.f. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 70/MPP/KEP/2/2003. q. 18 tahun 2000. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Undang-undang No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. s. Keputusan Menteri Keuangan No.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. 9 tahun 1994 dan Undangundang No.

Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. y. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. z.t. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. u. x. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. vi BPK RI/AUDITAMA V . w. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. v.

248 3p.309. 3h.289 34.162 718. 6 152.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.677.393 187.621.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9. 3n.592.209 dan Rp 506.253.814 335.314.004.359 57.833 44. 3i.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .077. 3l.774 618.237 29.077.537 249.823 1. 3l.925.209 47.016 256 1.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .216 dan Rp 981.117 887.120.028.516 63.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.145.560 2.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .042 dan Rp 1. 7 8 9 16a 21.880.409.142.434.328.629.360 219.407 1.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.266. 5 347.816.127.718. 10 3s. 31 3k.002.827 13.678.030 69.287. 11 2. 4 3g.384.369.409 469.464.825 dan Rp 10.445.577 14.928 136.374.890.065.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.268.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.515 3.406.264.688 2.333 dan Rp 249.244.096.328 17.840.861 3o.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .460.441 3j.756. 12 13 1.783 3i.789.160 560.404.670.859 1.429 13.908. 16c 3m.695.072 85.895 23.256 19.

808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .878 2.039 2.890.514 31.903 2.b 17 18 19 20 21 143.165. 29 519.960.000 334.a.249 1.939.550.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.199.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.889 108.879.511.265 46.000 per Saham Modal Dasar .296.563.565.328 854.363 20 21.993.420.s.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .456.323 58.640 4.596.421 897.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.309.986 622.960.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .654 22.637 5.426 115.c 31 73.864.757. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.625 23 396.860 18.047 91.426 137.715.838.295 551.846 1.756.853.021.f.018 43.396.637.462.117 396.725. 22 15.293.992.059.826 1.713. 3l.895 8.692.150 794.176 23.000 288.263.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham . 16.324 117. 15 774.631 437.869 124.714.1.198.931 667.197 2. 3.555.939.881 14.435.191 3.Nilai Nominal Rp 1.160.300.348 33.171.374.886.001 8.420.449 87.759.910.000.069 90.372.813.860.s. 16. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.

921.c (71.711.413) (437.425) (159.440 3. 24 3.081.460.455.213.211) (171.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.875.685.845) 124.328 (74. 26 (179.562.819) 108.196) (17.831.296) 110.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.194 (2.267 3.969 (1.569.244.837.642 2003 Rp 2.429 (54.902.r.651.157.020.979) 13. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .500.643 (3.065) 50.908) (72.705) 198.044.731.145 3.859) 207.458.173) 181. 16.292.099.r.r.150 119.173 (2.r.166) 729.332) 292.648.759.023 (124.015 (87.372.688 (68.320) 582.382.477 3.306.015.265 (143.943.714.107.810. 27 107.191. 28 (93.954.207.094) 126.523) 17.r.s.623 170.189.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .708) (86.373) 119.934.982.526) (375.819.615.486.020.477.683 (60.

333 108.534) (1.328 (60.414 334.039 124.558 (46.000 396.150 (47.747) (932.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.879.280) (1.353) (932.353) (2.696) (1.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.735 288.125.175.534) (1.377) (2.442.180) (43.059.280) (1.992.372.566) 124.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.061 794.199.353) (40.414 854.097 137.210) 668.420.420.759.123.863.150 124.125.372.863.890 40.540.540.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.696) (1.558) (7.420.087.196.377 (7.235.590) (2.243) (46.328 (60.000 396.423.046.793.566 2.243) 377.087.180) 2.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .793.372.150 (47.590) (2.889 43.175.196.759.509.759.988 108.658.285.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.123.326 108.509.353) (932.658.210) 1.741.637) (932.

lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.074.524.825 103.773.224 9.258 85.919.960.870 102.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.245.605.483.179 (125. Retribusi.764 65.350.286.474.885 4.364.910.400 590.273.286.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .256.879 64.350.911.856.796 6 .669 144.600 199.016 Jumlah Penerimaan 184.180 513.679.261.621 190.441 152.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.585.138.758 200.651 1.346 Jumlah Pengeluaran 234.579.421 Investasi Rutin 97.768.929. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.733.298 273. Asuransi Biaya Jasa.226.529.127 189.760.584.092 16.709 2.158.638 3.827 9.400) 128.579.250 184.979.270.054.514.793.083 4.741 281.000 247.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.027 73.058 215.214 104.986.752 63.771.869.127 149.599.470.848 305.511.060.000 295.144.351.480 180.955.653 576.969.455.512.534.618 202.552.496 102.829.807.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.902.779 2.016.258 525.572.021.316.033 91.277 71.570 2.302.913) 1.930 18.588.358 6.568 347.532 129.284.262.576.129 7.548 3.432.264 41.314 7.202 3.459.192.531 (94.822 90.600 382.364. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .892 52.

AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.604.404.510.814 260.291 252.893) 2003 Rp 55.845.684 153.634.421 347.145. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.727.577.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .181.688.677. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .033 7.141.411 176.099.688.033 260.709 335.742 182.077.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.096 1.577.228 335.677.634.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.428.507 156.393 11.845.145.181.735 1.735 1.291 7.

84 tanggal 20 Oktober 1998. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. SH. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. Phonska. Ato Suprapto. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. SP36. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. Urea. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. Suhendro Bakri. notaris di Jakarta. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris.01. diantaranya adalah pupuk ZA. Arifin Tasrif Ir. NH3. Sahala L Gaol Ir. terakhir dengan akta notaris No. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . MA Dr. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971.Th. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. O2. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. Ir. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. perdagangan jasa dan angkutan. Tambahan Nomor 722. Teddy Setiadi Drs.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004.. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. khususnya di bidang industri. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Tambahan Nomor 5870.04. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. Selanjutnya. UMUM a. Alf3 & Cement Retarder. H2. MSc Ir.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Dewan Komisaris.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi.

13% 9.00% 35. Ak. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5. c.032.034 pada tahun 2003. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. T.000. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.000.808 Gresik Gresik Perbengkelan. Firdaus Syahril Ir. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. PT Petrosida 8 .900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.G Yudara. SH. MM.80% 1.00% 50. Ir. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.BAT Ir.HT. 20.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4..00% Rp 18. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.382.968.00% USD 26. SE.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs. SH.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20. Nugroho Purwanto.262.01. Bambang Tjahjono.392 Rp 14.99 % Rp 59.47% 13. Bambang Setiobroto.640 Rp 61. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N.089. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.146.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.

ZA. 9 . perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2.01. SH.500. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. ii. 2.00/MMBTU.HT. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. Kemudian..016. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.000. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60.01%).00%). distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. b. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003.00%). Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.000. 69.400. Disamping itu.751. Ltd Tokyo (20. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19.04 tahun 2000. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. Modal dasar.00%) dan Nippon Kayaku Co. iii.

Pupuk Non Urea (SP-36.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.00 per Kg e.USD 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK. 356/KMK. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. ZA.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. d.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR. .00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 . yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.USD 1. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.600.050. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. 319/MK. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis.400.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.

3. jumlah. Dalam pertengahan tahun 2004. d. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. Bojonegoro. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. investasi dan pendanaan. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. waktu dan mutu. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Magetan. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . Kota Madiun. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. b. Jombang. Nganjuk. Tuban. harga. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). c. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. Ngawi. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. tempat. f. Ponorogo dan Pacitan. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Lamongan. Madiun. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis.

h. f. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Pembukuan PT Petronika. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. e. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. 12 . Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Pada tanggal neraca. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. g. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. Sedangkan untuk tahun 2004. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas.

maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. dinyatakan sebesar biaya perolehan.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. baik langsung maupun tidak langsung. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir.000 (seribu Rupiah) per satuannya. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya).1 tahun 0% 1 . dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. j. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). l. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. k.2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).

mengendalikan atau dikendalikan oleh. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). v). Perorangan yang memiliki.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. iii). maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). ii). Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. iv). 7. m. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. subsidiaries and fellow subsidiaries). Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut.

Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun.000 Rp 5.000 Rp 50. Biaya jasa lalu. o.000 Rp 25. (ii). (iii). q. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap.000 Rp 5. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 .000 Rp 50. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. r. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. n.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik). Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. p. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.000 Rp 25. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara.000 Rp 10.000 Rp 10. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan.

Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut. 16 .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . . .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.Pada akhir tahun.

menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. t. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. 17 . . s. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan.Pada akhir tahun.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut.

649.849 6.234.926.192 196.511.382 15.650.000 335.491 37.533 40.169.286.803.269.764 12.760 3.163.012.677.325 226.355 273.557 347.568.404.469.377 8.696 217.892 4.527.922 237.521 13. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.044.561 14. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.653 21.765 25.310 9.041.749.268 4.358. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.814 171.363 22.308.716 23.954 5.443.583.780 3.262.269 21.526.000 6.404.793.788 7.002.185 334.089.448.203.064 44.120 52.565 5.916 4.316 152.374.764 4.573 763 312.011 22.605 310.621 137.420 306.446 66.465 177.079 7.323.729.393 5.784 191.150.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.560 .889 6.063.814 347.393 1.083 224.673 4.880 83.080 14.494 81.899.704.

008 1.521.373 3.885 42.258.815.346.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.547.655.333) 219.744 403.244.869 3.004 (1.323.696 (7.237.502.700 143.550.116.320 81.913.912 10.116 (714.266.866 219.784) 152.137 17.078.747.067) 402.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2). Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.540.577 402.248.841 3.244 13.972 3.766.845.733.001.478.420 250.580 (6.670.235 93.509 8.742.360 145.062 4.320 368.870 8.361 (249.872.520.960.043.903 44.515.793 413.869. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).574.256 7.807.520. 19 .294 3.937 359.607 123.291.253 28.826 2.483.607.481.783 406.096.043) 187.520.874.186.260 43.376) 406.143 7.287.550.600.981.391 7.448 2.976 110.880.130.197.250 14.406 12.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.643 (1.860 191.907 106.897.085 3.759 20.072.600 3.120.591 28.253.623 3.892 193.713.117 153.448.983.725 910.283) 249.

034) 35. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.673 21. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.591 307.827 12.567.825) 14.225.148.347.784 7.978 24.806.120.352.145.782.283 29.424 731.150.868.943.747 13. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .038 4.237.223.755 23.990 365.153. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.162 4. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .706.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).680 1.006 (10.367.409 26.617 2.623 23.266.718.620 277.209) 21.850 8.989 22.194 (11.565) 13. tanah.805. 6.678.161 421.441 5.400 46.013.188 (506.879.344) 26.028.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.264.569.579.434.470 835. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.092. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.000 1.579.029.980 22.289.162 35.027 2.120 337.652.059.989 15.850 .156.779) 13.963 2.024 771.911 37.199 3.371 (1.030 1.023 (10. bangunan.249.652 (9.394 6.449 5. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.385.341 2.148. karyawan).500.

Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.460 234.607 161.880 404.320 66.140.612 1.105 3.611 5.241 67.758 32.172 21 101.361 128 78 353 35.682 31.033 30.593 1. jasa pelabuhan.822.279 50.399.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.864 73.249 8.701.101.729 19.231 37.037 2. Coils) Sub Jumlah b.605. Tepung. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.751 20.008 67.915 322.136.850 Kuantum *) 130.086 18.334 43.221 165. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.626 42.195 771.757. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.508 8. Coils) Sub Jumlah c.611 119.496 2.459 13.207 2.999.960 92.354 11.054.747.466.854 454.090. steam.171 450.716 16.218 46.789 4.264 93 7. Tepung. sewa rumah.902 161.334 10.261.520 11.637 a.658 16. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.698. Persediaan 2004 2003 Rp 228.375 6. Flowable.576 34. Flowable.489.140 31.589 194 199 43.478 842 88 Rp 126.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.417 255 9.134 39.128. sewa tanah.698 993.127.487 Kuantum *) 178.006 8. Padat.263 700.828.256 119.639 99.013. dll) Pestisida (Cair.925.703.592 7. listrik. dan lain-lain (lihat catatan 30).957 7.760 110.056 7.168.120.033 337.231.602 11.717 6. DMA.871 274.155 4.032.224.673 9.379 2.183.471 66.598 31.165 3.998 597.951.679 30.591.021 152.588 5.494 43.746 11.574. BPMC. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .383 9.700.484.389 27.489 526 131 386 52 .636 9.918 60. Padat.943.228 381. 7.705 3.070 174.419 50.468 92.227.

000 2. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.402 65. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.335.639 174. 9.951 44.023 85. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).243 1.565 36.330 6. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.314.786 14.327 85.550 47.789. pestisida cair. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm). Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.464.256 .418.367.244 3.808.907.442.753 469. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.634. flowable dan coils (dalam satuan ltr).439 2. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.233.620.334.304.812.831 16. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.314.004.391.695.915.102.336 dan Rp53.578.639 9.280 57. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.877.721 1.914.229 5.409.755.894 20. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.310.510.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.185.masing sebesar Rp64.558.271 7.622 134.298. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.460 7.833 29.072 Kuantum dalam satuan ton.706 718. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.000.671. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.071.529.280 58.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.658 2.416.178 3.080 2.677.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.328. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .334.

427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.990.040.091.530.617 281.47% 9.474.773 541.250 260.849 15.279 5.360 4.229.596.519.190.474.602.005 40.360 4.203. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.219 281.192.531 3.250 260.981 6.303.273.849 15.500 34. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.040.328.00% 50.552.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.000 1 28.342 63.592.000 1 28.982 6.552.742.80% 5.602.818 Selisih Kurs 2.041.990.818 23 .00% 2004 Rp 21.723 21.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.076 Saldo 31 Des 2004 21.849 15.434 (42.077.776.328.032 292.470) (851.273.309) 875.022 15.724 14.343 69.500 34.00% 35.957) (1. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.091.190.269 817.964 (744.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.474.873 1.005 40.430) 20.873 1.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.850 289.250 260.530.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.500 34.00% 50.357.774 2003 Rp 18.818 17.592.219 281.742.500 34.643 1.742.022 15.219 281.431 17.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.776.226 2.531 3.00% 1.190.250 260.

Sesuai resolusi para pemegang saham.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif.946.318. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145.182. b. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60.692.000/lembar. Metode Biaya Potash Mining. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3.250.400. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1.000.500.385. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo.108. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. SH.. SH. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita.750.073. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.500 atau senilai Rp14.47%. 24 . Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik.000.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261.82% menjadi 1.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983.154.385 lembar dengan nilai USD 2.

Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.721 3.527.997. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.961.819.161 52. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.422.099 2.438.699.568 42.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.612.350 lembar saham.128 1. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.422.283.559 3.501 3.198.566 321.812 2004 Pengurangan 416 4.091 Saldo Akhir 29.388.979 22.927 75.798 216.394 717.646.646 (2.604.350.011.212.136 8.661.456 214.120.551 398.490. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.577.000.908.572 1.124.779 191.619) (152.776.802 887.216.819.355 26.000 atau 12.011.220 3.027) - Saldo Akhir 29.463 75. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.303.724 14.340 45.341.976 14.711.530 981.535.390 1.080.085.438.200. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.577.278.195 17.595 3.319 2.201.422.576 4. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.000 131.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.450. 11.206 2. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.13%.821 8.390 1.408 152.383 23.237 Penambahan 7.027 1.031 46.077.821 498.000 111.954 11.031 46 085 979 .228.526 99.566 321.150 331.283) (55.025.434 50.982. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.305 7.782 46.321 789.988. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.245 3.456.134.299.470.123.011.869.280.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.547 39.604.566 321.183 1.074.857 5.039 200.426. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.443.180 107.556 19.961.002.050 1. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.395.365.062.813.445.463.544.995 16.832.007.510.680.486 Reklasifikasi 2.403 atau ekuivalen dengan Rp2.341.848.795 2.409.056 1.388.899 64. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.000 dan telah disetor sebesar USD 1.533.045.283 55.241 42.093 42 550 193 Penambahan 498.919.643.422.131.

753 1. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .856.979 22.193 21.200.797) - Saldo Akhir 29.756. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.696.721 3.144.136 8.212.475 51.679.178 862.195 17.490.940.007.463 75.572.869.masing sebesar Rp1.031 46.340 45.942.306 1.574 14.679.589 9.643 90.401 928.136 6.225 16.762 373.588 148.510.837 1.768.463.432.500 79.027 116.091 909.547 39.408 152.041 894.163 6. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).228. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.145 6.847 5.154 3.941 Reklasifikasi 15.242.913.711.379.550.289 .039 200.093 42.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.429 29.299.390 1.700 3. 12.470.212.050 1.346.612.408 152.540 111.443.051 373.422.365.508 8.280.149 2.220.341.542.604.816.643.626.566 321.398 37.011.802 887.445.675 99.252.099 2.328.433 90.106 216.771 185.480 17.982 40.313.278.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.919. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.593 Penambahan 498.578 2.327 232.941.422.623 dan Rp3.213 3.215 649.988.179 68.394 717.566 321.326 8.408.085.154 8.025.961.969.514.355 26.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.119.238.083.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.401 928.916.035.477.123.963.379 15.088.392 2.706 (16.577.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).941.840.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.167 17.303.027 1.577.305 1.292.595.530 981.044.

552.800 34.281.500 3.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.281. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf. 27 .800 1.406.800 23.062 342. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.291 612.317.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.182 1. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.790 580. 13.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).784 610. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.000 2 1. Biaya .000 1.514 1.400 1.496 714.300. jaminan botol.108. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi.784 56.496 759.460.634 342.

695 312.6.950 33.000.171.000 2003 Rp 84.000.553.141.833.88 21.75% 4% .000.347.796.312.000.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.50 3.650.000 712.000 10.911 312. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.957 23.020.56 131.463.13.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.811.000 92.900 242.989.00 25.771.00 57.03 13.364.56 82.900.789.248.427 110.000.296 5.335 437. serta perubahan .860.324 2. 28 . dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.18% .999.246. dari Lindrawati Poernomo.997.000.88 43.41% .939 190.665.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .00 16.246.551.50% 4.456 531.600.342 86.03 9.00% 10.610 130.248.347.296.000 155.000. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.283.000. Notaris di Jakarta.100 20.939 190.028 151. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.14.000 916.00 14.000.876.6.000.020.865. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.146 USD (Angka Penuh) 10.000.100 3.78 2.000. c.347.731. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar. SH. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.742 32.10 12.00 10.000 50.375.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .000.80% .perubahan perjanjian kredit. b..841.043.564 125.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.000.387 281.789.430.330.750.350.000.178 774.276.171.995.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.00 14.

Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow.000. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 . Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1.000. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik.490 m2 terletak di Desa Romo.000. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. Seluruh persediaan bahan baku. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10. bahan penolong. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 . dengan tingkat bunga sebesar 5. 29 - - .16% per tahun.25 September 2025) seluas 24. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . Kab.000. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.000. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. Mesin .dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. c.000.000. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Kab. bahan pembantu.000 dengan rincian sebagai berikut : a. Manyar.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. barang jadi yang diikat secara Fiducia. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. b.000.000. Gresik.000. Kec. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No.25 September 2025) seluas 174. PT Bank Negara Indonesia Tbk a.Kec.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. barang setengah jadi.000.000. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11.000.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.

000.000. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No.000. terakhir dengan addendum III No. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. notaris di Surabaya. dengan bunga sebesar 13. DNW.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. SH. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK.131 tanggal 17 Oktober 1994.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No.. 30 .000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk.83%. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya.COP/COD. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. notaris di Surabaya.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a.perubahannya.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000. SBY.700. b. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang .COP/COD. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight .NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15. DNW.COP/COD. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. DNW. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya.IDB (LITF . Akta No. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. SH.

000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.000 m2. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. terletak di Jl. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004.47% per tahun.000. Propinsi Jawa Timur. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736. dan bangunan berupa pabrik. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003.000. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Clean Import Loan Facility .000.perubahannya. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No.000.BOX 107. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.48% per tahun. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. A. Jawa Timur.Yani PO. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. sarana pelengkap.000 dan dibebani bunga sebesar 5. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25.000. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik.000. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. Documentary Credit Facility . Desa Ngipik. c.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. terakhir No. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. Kecamatan Gresik.000. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004. b. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. dengan maksimum sebesar USD 5. 11 Desa Ngipik. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan .000.000. 31 .000. Deferred Payment Credit Facility .30. seluas 15.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. Kabupaten Gresik. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note .

680 18.900.496.001 126.076 388. Perpajakan a.209.065.643.589 117.915 17.025.454 3.477 1.939.530 19.052 90.791 509.320 10.939.924 33.208 2004 Rp 2003 Rp 13.534 188.464 43.198.601 753.198 126.164 992.778 270.698 45.526 146.830.896 62.426 .983.895 6.181.404 837.681 27.916.896 65.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.960.009.423.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.918 833.783 16.518.691. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.652.348 109.153.404.627 2. Pajak Dibayar Dimuka 79.982 160. Hutang Pajak 1.607.026.228 351.744 109.447 1.473 16.600 1.270 8.289.860 7.151.480 11.986 28.600 980.208 81.624.413. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.138.414 426.426 2003 Rp 14.410 277 8.900. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.529 703.284 12.714.652.713.027 1.244.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

472 13.227.072 3.892.829. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.091.000 88.Proyek Prasarana & Utilitas .068.50 33.296.801 308.343 286.865.411 8.Pinjaman Pokok .017 53.163 9.114.701 18.965 235.167.208 639.226.341 5.291.602.77 152.119.247 46.245 66. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.779 10. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.000.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .27 63.903 2.694 17.563.045.535.265 2003 Rp 22.558 21.326 2.563 45.709 12.144.258 43.801.474.73 36 37.108.828.451.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .137.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.864.876.Fasilitas Tunggakan Bunga .323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.50 33.857.827.816 51.532. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan. BTN dan lainnya.000.313 398.019.913.419 12.572.000 27.530 388.757.063.021.247 4.562.284.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.432.408 663.372 82.783 31.Proyek Pupuk Phonska (NPK) . 19.066.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.171.352 2.119.983 74.160.557 .788.23 186.600 58.

779 10.000.813.500. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).50 72. Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.14.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.13.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea . dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.694 8.798.75% 4% .832. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.800.779 10.000 22.164 4.500. 7.432.163 9.00 15.50% 4.224.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .41% .798.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.6.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.218.167.022.800 143.832.734 25.Proyek Prasarana & Utilitas .432.218.511.163 2.000 ton.022.000 22.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .Proyek Pupuk Eks.Fasilitas Tunggakan Bunga .176 1.000.164 4.903 551.5% + 0.715.572.00% 10.800.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.Pinjaman Pokok .640 519. NPK .572.6.680.18% .75% 37 .637.654 8.00 1.50 7. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.303 25.80% .469.800 87.

700.1 milyar.6 10. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.0 93. B. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun. 38 . SBY.4 4.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9.4 15.300. No. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK. tunggakan bunga Rp22.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.0 Denda Jumlah 14. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.4 4.0 15. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.000. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005.0 15.COP/COD. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah.100.4 22.1 milyar dan denda Rp42.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%.IDB (LITF .733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.4 4. DNW.800. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) . Akta No.4 4. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .IDB) dengan plafond sebesar USD 3.4 Tunggakan Bunga 4.6 10.000.3 milyar. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .1 34.1 10.6 10. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.6 42. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.7 19.perubahannya terakhir Addendum III No. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.5 29.

2 seluas 112. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.000. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. tanah dan bangunan terletak di Kec. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. Notaris di Gresik. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).000.000 dengan suku bunga terakhir 14. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. c.193 m2. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. persediaan dan tanah. yang berdiri diatas SHGB N0.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005.575 m2.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. 69 seluas 395. 39 .680. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Exim . Kecamatan Turi.285. b. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . SH. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. Kecamatan Gresik. Manyar. 70 seluas 24.KI/ 2004.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.000 dengan suku bunga terakhir 14. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan.490 m2 beserta jaminan .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Kredit Investasi Bank Mandiri .50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27.SBY/007/PK . SH. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler . unit pompa booster. serta unit ship unloader dan belt conveyor .NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi. Pagu fasilitas ini adalah Rp41. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004.

Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.193 m2. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4.000.000. yang berdiri diatas tanah SHGB No.263 2. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.986 .KI/ 2004.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.456.491.154 611.685. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.550.114 28.887.408 24.421 22.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4.687. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No. 2 beserta jaminan .. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).500.249 23. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.531.5%. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2. 69 seluas 395. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.400.129 4.136.550.235 3. yang berdiri di atas tanah SHGB No. Notaris di Gresik. Perjanjian ini telah mengalami perubahan.352 1.000.803.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.992 1. 21.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.158 739.120.171 4.910.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).040.944 4.555. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.000.887.500. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.924 256.293.811. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4. 70 .012. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. Pada tanggal 5 Desember 2001.844.SBY/009/PK . sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23.

888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah. Netty Arni.000 41 . 22.784 1. Dari jumlah tersebut 396. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.729.410.189.625 2. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.000 10.695 1.197.396.611 15.410 10 396. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.000.819 3.846 (571) 905.695 905.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.000 telah ditempatkan dan disetor.280.000 396. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.729.000 per lembar. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.784 2.810.420 lembar atau senilai Rp396. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.462. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.420.01% 100.611 7. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.000.033 7.420. SH.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.403 7.094. Modal Saham 278 1.300.. Notaris di Gresik.822 7.094. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.197.033 14.99% 0.00% Jumlah Rp 396.

977. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.942 31.236 217.991 98.993 399.391.548.136 149.169 5.364 4.709.884 489.020.815.063.285.055.875.764 15.076 110.839 115.401. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.872 26.587.036.683 72.972.614.580 - 42 294.040.896 2.698 3.878.166 (2.002 30.304 683.381.251.193 597.509.872.127.603.146 54.012 2.894.439 45.839.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.877 3.786 257.410.119.015.791 77.918 221. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.234 528.758 - 175.985.873 13.391.210.811 70.368.372 51.43% dan 10.290 13.116 652.100.307 94.120 25.774 2.051.550 119 119 673 895.881 2.666.662 10.972) 2.843 495 94 64 - 919.156.304 2.306 2.916 112.396 41.724.792 166.174 183.381.959 65.083 30.231 460.597.379.160.795 11.642 10.273 45.769 128.909 74.571 484.562.960.519 3.512 432.585 84.566 426.114.993 88 14.847) 3.176 1.064.286 .634.656.335 - 19.971 1.881 726.837.158.389 95.910 21.999 150.398.270 44.081.970.362 314.391.674.001 3.227. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.486 5.927.998 239.656.391.294 234.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.489 (2.598.955 106.075.440 23.820 33.949.978 177.703.729.759.682 195.908 446.044 26.524 2.599.534.260 265.912 47.482 557.263.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).773.018 47.023 30.455.091 2.312 2.626 78.340.584 276.

423.667 2.656.500 336.367.361.270 44.007.894.161 4.367 1.642 Kuantum 9.221 1.978 68.764 1.057.878.304 683.319 4.851 24.071 1.834 14.124.185.950 2.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.037.903 3.330 177.630.482 210.759.196.645 1.173.142 7.982 Produk (Coil) 1.896 2.912 47.139.119.056 2.057.160. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.922.242 2.365.070.378 5.660 3.851 8.762 1.489 (2.338.503.947 120.156.990 730.751 Formulasi 2.918 221.839.847) 3.100 4.599.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.821 1.972) 2.997 3.084 575.667 5.216.020.194 92.979.062.357 106.166 (2.577 100 761.485 371.748.180 60.661.280 90.904 39.321 4.935 2.055 775.210.154.007 2.688 Crude Gypsum 77.855 9.905.141 871.857.837.970.092 5.053 180.389 285.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.525 5 2003 Rp 8.935 717.580 3.910 3.914 1.240 159.394 16.773 2.872.887.513.919 132.055.466 Produk (Tepung) 20.896 2.110.644 68.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.121.998 7.410.040.338.949.781 - 43 .362.502 1.341 2.791 77.184.862.392 3.807.698 3.455.686 195.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.950 933.194 Carbofuran CO2 Cair 6.767.164.653.325.480.974 7.927.875.005.106 1.320.633 Produk (Flowable) 134.091 535.332 1.4D Amin/For.196.121.356.122.347 557.800 78.702 1.764.780 2.618 227.080 3.102 11.425 5.398 102.493.246.

684 187.820.107.900 .567 66. 25.182 (92.753.194 633.543 (6.464 419.974.764 2.718 551.083.455) 141.292.615 3.587 81.515.616 2.489.768.888.543) 2.334) 2.231 460.066 178.619.550 119 119 673 757.856.974 33.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.009) (170.326.249.168.713 227.06/2004.334 2.256) 3.277.573 65.440.571) 88.293 415.977.164) 3.013.428.220.193.617 192.887.974.264.464 98.025.766 2.800.934.346.491.076 110.982.794 238.534 243.542 259.855.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.232 218.981 103.204.603 (99.491.973) (94. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.338.426 (641.044 92.495 336. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.858 82.416.128.108.488.720 166.306 2.073. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.735.972 92.559 24. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.843 495 94 64 - 944.455 18.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.574.236 151. 319/KMK.403.112 5.380.099.333.307 94.234 528.890.836 (3.742 53.136 9.317.745.355.993 88 34.849 460.140 357.419 130.552 44 726.391.865 2.197.911.470 1.356 30.294 225.971 32.429 370.386.602 158.958 578.795 9.751 (539.685 10.817.752.458 1.128.858.508 114.500.038.888 234.112.

masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).087 622.074.525 176.900 21.010.098 4.980 1.971.403 82.658 767.377.971 1.148 3.108.804.702 1.58% dari jumlah pembelian bahan baku.588 14.613 3.232 31.525 5 - 129.490.410.213.989 5.296 987.362 314.604 37.306 12.314 74.108 1.008.507.887.017 342.989 532. 45 .501 9.391 1.244 1.359 7.111.168 47.850. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.168 2.852 52.095.915 559.727.830.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .342.668 9.107.424 828.610.309.801 2.486.662 6.708 10.343 91.768 1.910 4.538 3.142.416 3.769 36.785 - 187.786 326.914 80.247 4.997.976 3.642.931 7.238 856.558 9.255.455.398.150 21.274 6.350 52.099.292.146.579.683.027.982 3.791 47.051 33.799 3.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.585 405.148.884 4.505.792 166.655 4.543.026.000 373.144.526.660 60.071.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.007 41.672.975 1.130 23.424 82.168 198.340 247.953 4.698 833.003 3.432 26.607.406 2.542 2.369 1.056 2.292.546 81.097 76.530.333 1.16% dan 6.450 2.092 1.538 861.799.530 762.459.069 67.364 7.652.280 90.625 2.754 10.931 141.658 1.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .288 40.367.382 4.790 177.709.165 (1) 109.007.500.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.700 132.

202 3.526 375.024.028 1.389.908 31.337 31.179 159.336.182.492.550 951.924 16.053.943.708 34.425 58.853.842 6.971.446.317 3.303.123 1.466 72.163.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.125.934 6.791.045 71.537 5.667.513.460.179.497.630 13.163 1.270 4.845 1.547 274.745 15.660.413 437.163.648.818 29.161 1.844.477.771 1.173.601 5.820 1.149.391.267.207. Beban Usaha 2004 Rp 139.074 21.836 979 2.080 16.202.194 546.133.655 3.325.827 129.508 15.068 1.218.176.081 1.883 1.641 143.709 387.891 1.803 34.781 8.405.721.371.829 4.244.556 1.744.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .397 3.857.355.201 5.524.675 1.344 396.865 60.516.883.271.609.807.366 1.044.522 55.058.510 10.560 56.673 122.710 20.142 1.923.232 11.547 86.058 17.256.121 13.740.000.548 3.805 246.414 758.658 353.332 2003 Rp 104.347 6.153 151.762 171.573 11.418.920 5.211 62.945 51.994 22.083 5.530 45.685.286 179.

082 91.995 14.100 689.687.038 7.384.623 47 .029.933 1.049 5.196 (17.922.711.950 22.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .902.812 1.501.399 6.780 412.281.598 17.811.222 (567.911 2.406 19.831.521 3.287 34.252 1.489.019.065 50.212.055 5.316 59.222 280.382.158.937.991 1.461 26.291 5.010 119.918.305.941 485.312 68.009.167) 124.487.044 26.314.521 2.168 15.709 299.935.858 11.155 107.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.998.366 4.213.192 12.023 89.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .884.173) 10.191.861.790.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.563 14.482.560 6.233.488.548 22.883 2. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.004.697 21.941 1.701.

392.090.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.82 3.70 144.530 27.658.291.934 1.12 Rp 31.97 82.819.798.236.882 12.361.279 116.469.269.119.56 6.133.417.98 1.734 495.630.529.364.717 1.625.537.360 4.876.766.11 7.261.621 72.307.096.930 26.146.303 439.248.105 10.145 2004 Rp 9.425.701.215.091.417 93.502 3.820.93 13.42 687.863.561.479 13.407.558 23.83 154.165 14.194 366.074.38 102. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .761 1.88 91.00 51.137.120.874.465 48 .54 2. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.814 5.162.774.591.703 41.407.124.257.917 87.812.486.099.353 17.16 1.800.186 22.58 4.488 774.73 421.839.496.424.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .898 11.724.777.35 1.611. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.505.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .104.832.443.176 61.27 43.222 26.946.721.104.88 5.50 2.639.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.911.408 868.337.746.518 100.224.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.601.844.06 2.082 15.290 2003 Rp 8.15 1.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .080.005.789.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.409.803.500.914.341.356.270.15 3.029 3.701.091.14 10.705 29.246.696.50 53.750 764.982.300 34.438.014 Mata Uang Asing (USD) 2.632 23.856.27 567.483.335 43.651.681.508.649.446.347.513.11 2003 Rp 21.829.506.

dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT Petrokopindo Cipta Selaras .674.777.775 2. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. yang meliputi antara lain : a. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.680 60.PT Petrosida Gresik .PT Gresik Cipta Sejahtera .065. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.880.PT Pupuk Kaltim Tbk .PT Petrocentral .PT Petronika .963.267 6. e.727 73.114.732 78. 10.PT Mega Eltra .812 73.PT Graha Sarana Gresik .993.657.PT Petrowidada d.519.PT Petro Graha Medika .002.945 264.516 49 2003 Rp 85.227 307.578.929 345.760. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .PT Pupuk Iskandar Muda .802 37. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.PT Puspetindo .PT Pupuk Kujang . merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .43% dan 10. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan.PT Rekayasa Industri b.909 170.PT Kawasan Industri Gresik .PT Petrokimia Kayaku .48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.041 36. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.PT Aneka Jasa Grhadika c.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah . Pada tanggal neraca. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

236 18.400 34.419.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.702 2003 Rp 8.468 20.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.826.892.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.926 55.935 2.038 67.368 2.820.16% dan 6.550 12.020.035 1.864.012. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.405.082.794 2. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.897 17.345. steam.762. yang meliputi 12. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman. Pada tanggal neraca. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.695 1.984 1.601 2003 Rp 73.295. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .015 187. listrik.258.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. sebagai berikut : 2004 Rp 6.557.938 3. 12.913.147.744.592.888 1. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.5% per bulan.750.007.624 8. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. sewa rumah dan sewa tanah. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.502 19. 50 .069 1.779 3.16% dan 6. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.511.400 1. jasa pelabuhan.807 302.644 101. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.509. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.741 1.785. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.794 1.970. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.955 Jumlah Rp (271.776.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.270.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.45 : 0.02% .726) 14.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .870.128.142.067.570 (140.556 (25. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).841) 2.Usia 20 .964 karyawan pada tahun 2004.55 : 0.253 (9.030 .924 24.047. Pada tahun 2004. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : . Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.066.Usia 45 .685) 168. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.776.504 46.401.255) 131.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.905.

271.U. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.190 2. Disamping itu.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya. Iuran para pegawai untuk PKHT. tunjangan keluarga.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. tunjangan jabatan.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.U.652. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. 2).067. 52 .SJ. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.08.000 14.955) 7. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.795 (46. terakhir tanggal 19 Desember 1989. bantuan pangan dan bantuan perumahan). Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan.04.142. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.SJ.286.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek.

416 108.759.590 2.175. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .000 53 .577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.012.087.123.230. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.509.910.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari. dicatat sebagai berikut: 1).863. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.019 .047 dan Rp 2.534 1.544.180 43.759. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.362. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5. 2).725. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.280 1.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60. 32.

813.845) 68.171.065 4.909.903) 1.525) 73.065 4.064) 121.482 (67.729) 231.077.825) 618.215) 2.071.021.833.140 1.849 38.495.117 1.870 (2.872.809.493 4.124.057) 17.040.190.538.339.404.379.296 (16.042.135.413.364.845.956 (17.435.521 (10.064) 133.278.825) 6.849) 3.350) 79.747.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.577.326 151.186 (10.077.616) (6.911 (75.357.651.713.459.633.890.516 2.704) 6.961 (17.558.986) (4.653 (118.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.733.523) 17.462 8.020.054.356 45.347) 182.536 56.483 (74.581 11.098.870.466) 102.537.601 (116.756.638.181.966.923.374.359) 6.973.276) (1.086.563 2.890.848 12.508) 11.445.023.892) (1.688.408 (2.624.747.681.837.913) (115.197.268 1.492 (75.287.983 (4.359.822.719 (93.445 8.533) (94.620 (4.276.428 78.189.189.385.011.928.021.645 11.164.025 2.637 (294.615.761 2.682) 1.074) (3.982.958.574.759.873.152 5.284.530) (45.734 (176.181.335 11.618.645 1.577) 218.849) 3.867.005 (112.799.207.080.158 (112.255.581 278.448 246.516 118.845) 76.158.811.428.216.848 4.538.785.813.901.862.345) 68.448 234.330 1.512.212 (93.977 293.096) 156.316 36.040) 618.411) 1.456 1.096) 5.436.191.408 (176.872.886.813.208.771.405.562.643 241.215.092.681.285.483 (3.527.625.831.285.634.189.062 230.681.824.516) (50.297 2.241.748.238.129 5.686 1.983 70.840.493 (792.227 54 .052 (2.228.941 (15.711) (1.157.255.822) (93.912.839) (111.641 (75.234.965 (71.896.057.029) 184. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.462 117.743.423 Konsolidasi Rp 3.

418.919.927 4.290.370) 894.626 (72.695 (15.810) (358.565 12.215 (558.364 (2.258 948.306.946.708 207.088 54.365.426) 203.222) 2.813.301) 170.845 7.725.806.328 (65.038 981.810 1.318.776.009.496.126) 13.829.695 1.875.624) (7.377.281.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.526.966 58.980 252.661.821.966 252.285.953.602 27.510.331.953.896 (2.380 4.928 7.853) 11.486) (125.948.029.553.813.665.347.350 (65.565.490.486.421.684 110.158 215.500.760 55.934.376) 92.708 202.463.956 20.493.206.993 257.570.112.670.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.284.801.164.152.238) Konsolidasi Rp 2.970 2.482.015.812.081 (86.742 55 .648) 2.692) 91.674.052) 7.651.730.610.505) 92.879 1.115.896) (326.238) 252.532.243.418) (1.048.206) (3.042 2.137.789 4.831.815.638 (180.238) (303.607.187 53.700 113.436.455.672.780 33.342 245.305.309.052 (303.670.164.894.439.307 4.882 1.400) (2.141.052 (303.979) 13.712.984 (2.963.574.349.381 90.927 (3.208 1.635.547 2.054.193 203.942.495) 58.095 (2.337 (74.853.629) 3.331.358.514.346.914) (31.142) 2.193) 229.160.801 7.271.973 (71.812 2.258 (2.638 (87.665.257.922.869.648.457.074.020.374.969.415.108) 170.285.387.314 1.518) 2.978 (3.535.623 258.314 (15.418) 57.331.744.857) (128.015 50.563.484.692) 1.557 (665.339.841 (72.404 198.

Meskipun demikian.629. terjadinya perbaikan likuiditas.396.289 437. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.813. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.637.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).480 72. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas.637 25.903 4.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551.019.314.513 87. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.816.989 91.409.535.294 265. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .502 56 .069 46.992. 35. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.384 43.654 25. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.139 811.555. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.515 85.816.748.211. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.739.296. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.209 17.

619.572.158.229.543.142.412.302 84.848 232.089 684.535 13.482.masing sebesar Rp 714.805.564.221 112.413.407 1.316.588.876.602.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .473.885.288.371.362.514.778.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .797 867.356.813 210.657 2.380.325 444.898.797.988.254.460 166.879.995 32.040.641.558 dan Rp 10.176.314.434 21.968.349.355 dan Rp 1.844.073.033.467.257.806.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .masing sebesar Rp 1.863.PT.264.676.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.030.872.340 983.ragu masing .676 1.824 (0) (0) .464.816.624.986 dan Rp 506.747.676 1.824.978. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.307 42.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .133 dan Rp 249.097.387.105.013 57.736 29.566.256. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .852.554.638 2.242 47.718.690.151.636.817 24.585.898.580.347.574 dan Rp 948.713.827.764.180 135.625 17.186 2.409 122.872.122.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.ragu masing .778.129.287.035.869 1.540.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .422.554 17.208.678.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .500 333.030.386.230.963 pada tahun 2004 dan 2003.783.424.241.069.248 13.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.140 14.333.

568 108.640.068.906 2.300.015.657 114.000 288.127.976.359.092 30.870 87.947 888.491.286.909 89.916 109.106.005 1.992.308 23.793.978 - 519.057.363 46.962 2.352.296.383. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .197.332 4.590.697 437.068.312.511.052.713.450.214 57.763.347.456.555.349.629.575 664.933.819.902.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.474.722.000 per Saham Modal Dasar .112.286 31.194 23.972 133.000.025.639 616.114.372.328.508.Nilai Nominal Rp 1.879.532.PT.597 8.616 18.824 .985.606.085.394 794.340 2.767.387.797 396.511.087 854.715.199.420.242.959.838.432.960.420.072 6.888.249.861 396.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .253 124.637.482.161.348.059 143.033.420.755 - 90.001 73.624.813.1.329.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.000.550.000 334.588 551.176.194.869.327.655.768.231 43.443.000.654.

689.482 (2.500) 108.792.556.197 117.591) 54.906.782.372.797.859.200.632) (57.359.284) 681.707.497. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.767.425.367.698) (347.821.192.724) (157.394 .179.266.021) 545.838.123) (147.198.054.399.328.401.423) 184.911.899.380.453) 198.008 (86.228.136.800) 17.106.528.122 (2.980.812.600 (57.069.151.831.169.577) 124.704.922.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.815) (66.190.409.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .056.992.189.349.867.184.570.044.633.838 (179.427.298 (127.409) (403.983.290.956.288 (66.258.051.804) 175.626.PT.948) 278.607.978.400.673.700.744.100) 13.811) 111.610.102) (9.467 (142.223 (50.086 (71.390.894 (67.624.768.658.697 166.073.442.633.557.126.794.951.663 120.890 (93.

590.125.000) (932.534.000 396.328.000) 668.590.929) (46.000) 2.000) (1.871 137.000) (1.394 (47.696.PT.086 (60.093.377.282 (7.210.000) (40.540.000.420.611 288.000) (1.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.767.804 40.175.242.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.199.242.282) (2.180.509.797.863.659.291 334.000) (1.611 794.612.658.534.863.197.869.889.387 (46.328.186.353.000) (2.372.211 108.311.000) (2.000.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.068.793.087.394 (47.420. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000) (43.768.000.797.637.372.767.747.992.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.372.737.929) 108.558.558.328.180.377.353.888.767.768.183.175.568 43.000) (1.696.353.423.737.820.000) (1.353.000) 668.280.394 124.280.000) (2.793.741.183.962 124.186.469 108.394 2.291 854.558.509.087.210.285.394) 124.000 396.000) (932.420.387) (7.658.125.196) (932.655.879.133.086 (60.340 .000) (932.768.133.540.

194.000 2.309.543.942. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .700.192. Asuransi Biaya Jasa.400.250.527.212 1.157.128.126.856.290.759 146.953.870.933 71.973.314.420.759 129.144.803 93.677 4.616 228.335 234.389.468 90.091.876.098.109.350.286.187.179.896.636.041.352.109 295.289 273.534.016.302.533.000 382.621.479.975 102.242.398.902.709.576 7.193 190.127.138.965.743 2.496 71.499.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.892.979.679.605.059 102.256.276.423.365.721.152.906 .983 199.651. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .022.817.367 305.PT.619 11.342 18.352.528 22.929.506.905 1.600.982.821.155 182.983 38.415 140.588.809 513.852 202.827.600.647.700.497 1.355 83.588.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.413.276.918.430.077 58.473.311 505.878.00 100.111 7.224.807.916.572.825.485 590.071.166 52.766.960.799.847 199.270.482.788.010.245.455 347.416 87.773. Retribusi.847 182.340.973 78.592.768.022.157.695.799.822.364 1.899.340 18.034 3.628 65.599.340.009.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .266.910.149 59.887) 6.734 (45. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.877.312 186.124.423.505.729 62.162 103.267.258.616.298.600.

258.621.215.000.073.142 1.320 333.763 150.261.833. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.073.485 1.829.PT.885.204 1.142 (1.848.660.829.681.980.106 (2.474.809.751.813.500 1.902.856.576.000.980.071.180 .298) 183.844 2. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.844 252.621 4.898.885.691. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.417 333.215.424.326.576.451.013.204 252.424.813.833.474.307.193.019.180 345.380.902) 12.326.

9 pesawat 511 Fax. 5704395 s. 5738727. 5723995 . (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5738740. 5720957.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No.d.

3. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….………………………………………...3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….……………………………………………..2. batasan.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….2.2 2.8 2. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………...2. .3 2. Perkembangan usaha perusahaan …………………………………….………………………………………… Investasi ….…………………………………………… Biaya Produksi ..………………………….9 Penjualan .. Pengadaan . BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1..2.. Beban Usaha . Metodologi.4 2.………………………………………….. Perkembangan operasi pokok perusahaan ………………………….DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1...5 2.10 Organisasi Perusahaan …….. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2.2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………..2. 4. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4. Tingkat kesehatan perusahaan ………………………………………. 3..2.1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………... 4.. 2. 3. 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 …………………………………….1 2. Produksi . ruang lingkup dan tanggung jawab ………….6 2.2 Perkembangan laba-rugi ………………………………………...7 2. 2.2..2..…………………………...……………………………………………. 4. 3.2. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3. 2.1 Penilaian terhadap aspek keuangan …………………………….………………………………………….. 5.2.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………. Laba / (Rugi) .

4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….2 4..3 Perkembangan arus kas ………………………………………..7.3 4.7. 4..7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5.7.. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.4.4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….5.... Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….2 4. Kelemahan …………………………………………….1 4. Ancaman ………………………………………………. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 . Peluang ………………………………………………. 4.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….1 4. 4.7.6. Perkembangan produksi ……………………………….6... Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4..1 4.2 4.5.

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.d. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. b.5 bulan mulai tanggal 14 April s. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a.

Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.

90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. (2) Biaya produksi pupuk ZA.92 triliun. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%.5 bulan. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2. SP-36. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. Amoniak dan ZA. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. 121%. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201.

19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.57 milyar. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. persewaan dan jasa.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. produk samping. c) Rendahnya beban pinjaman.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . realisasi Rp93. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.93 milyar. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.10 milyar.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. penjualan produk utilitas.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.19 milyar. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.

b. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.45% dibandingkan tahun 2003.50.25.55 milyar.713.62 milyar. 3.01 milyar atau 3.713.62 milyar meningkat Rp366. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2. Perkembangan Usaha Perusahaan a.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12.044. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V .37 milyar naik 15.60% dibanding akhir tahun 2003.96 milyar.18 milyar naik sebesar Rp9. c. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.21 milyar. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.34% dibanding tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.60 milyar atau 14.04 milyar atau 5.60% dibandingkan tahun 2003.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.23 milyar atau 15. Laba setelah pajak sebesar Rp124. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan. 2. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.

2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. d. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000.99 milyar atau naik 7. 6 BPK-RI / AUDITAMA V .sebesar Rp345. kecuali pupuk DAP.03 milyar.36 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. kecuali operating ratio dan net profit ratio. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.67% dibandingkan akhir tahun 2003. e. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. kecuali Acid test ratio. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003.90 milyar. 4. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854.62 milyar. kecuali amoniak dan asam fosfat. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004.

Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Misnoto MA. Ak. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Register Negara No. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. b. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Drs. D-1416 Jakarta. 5. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. b. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.

URAIAN HASIL EVALUASI .

operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik. batasan. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. verifikasi. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. 2. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2. Evaluasi terhadap aspek keuangan.1 1. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. konfirmasi. Laporan SDM c. Metodologi. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. perhitungan ulang. antara lain: a. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.2 1.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s.d 31 Desember 2004) ini.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . kami peroleh dari: 1.3 1.

dan Kepala Biro Akuntansi. c. b. PP No. 12 tahun 1998.a. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. d. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. parameter dan asumsi. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Pengadaan. e. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. 28 tahun 1997. PP No. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. 6 tahun 2000. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Pemasaran. b. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. 13 tahun 1998 dan PP No. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja.YA5/312/20 beserta perubahannya. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 2) Meminta. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. PP No.

pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. Direksi dengan Dewan Komisaris. i. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. dan RUPS. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V .2.2 Pelaksanaan RKAP 2. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. e.633. yaitu mengevaluasi. g.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. yaitu mengevaluasi.23 milyar atau 120% dari RKAP. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. h. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. d. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. c. Pra RUPS. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. f. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. 2. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. Pembahasan Komite Anggaran.

Phonska .211 581.591 594.000 400.Lain-lain Ekspor .035.500 138.790 342.000 560.000 3.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.Amoniak .820 98.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.569 3.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .464 30.296.sebesar Rp2.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.KCL .000 48.368.466 798.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.510 96.Aluminium Fluorida .DAP .06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.Asam fosfat .251.300 760.NPK Kebomas .Urea .000 3.902 2.849 192.Asam sulfat .500 2.256.000 49.SP-36 .368.501 124.057 103 314.19 milyar.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .496 2.982 3.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .000 180.000 19.191 217 425.500 125.450 683.356 34.017 52.633.194 633.ZA .57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.150 10.296.000 826.852 177.Cement Retarder .795 11.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.617 789.000 96.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.297 137 3.

879 439.Asam sulfat . 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.376 69.191 3.320 425.656 25.296.358 904.Lain-lain Ekspor .612 24.950.ZA .300 ton.Asam fosfat .076 45.624 48.203 2.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.887 581.507 512.019 683.636 35.015 9.230 173.300 84.455 155.640 18.574 54.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .354 314.875 34.211 3.377 250.Urea .Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .978 72.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.5 bulan mulai tanggal 14 April s.359 10.774 115. dan Subsidi Realisasi (1) 411.491 2.306 180.614 148.368.057 13.035.Amoniak .569 2.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.678 20.SP-36 .DAP .721.297 2.907 940.633. sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.NPK Kebomas . b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.Cement Retarder .115 17.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.724 26.Phonska .Aluminium Fluorida .KCL .d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.

795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138.150 ton. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.194 ton dan 633. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK.500 ton.500 ton. 13 BPK-RI / AUDITAMA V . b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.000 ton. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.000 ton. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.000 ton dan 560. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. Menteri Pertanian. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.

Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.000 ton. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.b. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat.000 ton. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.000 ton.000 ton.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52.000 ton. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari).

111 10.Dividen & fee keagenan .2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .Lain-lain .582 24.794) 43.591 2.736 99 6.703 174 129.07 milyar yang tidak dianggarkan. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90. 2.Jasa giro & bunga deposito .900 158 28.79 milyar atau 174% dari anggarannya.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.743 689 979 44.793 68.977 32.315 512 (9.480 138 119.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.587 25.Persewaan jasa .601 468 6. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .2.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.430 139 4.299 7.Produk samping & utilitas .

000 735.012 6.Dry Ice .000 400.000 ton.000 ton.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.901.Crude gypsum .978 12.000 20. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.000 5. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.000 140.190 519.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.530.CO2 .602.000 550.Ton Keterangan I.000 1.803 197.439 32.000 80. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.013 1. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.225 572.343 2.000 10.000 1.412 9. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.599 201.880.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.274 24. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .356 738.000 590.000 195.333 ton.150 95.000 11.111 Anggaran (2) 385.418 1.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.610 314.000 6. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.000 355.509 361.

325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.000 ton.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319. pupuk ZA II sebesar 194. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.000 ton. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. 17 BPK-RI / AUDITAMA V . Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.000 ton.684 ton.590 ton.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down). terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.

disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.000 ton.000 ton. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V . b.000 ton.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519. Economizer E-1203.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.000 ton.000 ton. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.5 bulan. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.

283 1.Industri kecil .345.322.166 70. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2. dan Electric precipitator F-4201.548.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.problem pada Gypsum Feeder M-4250.894.301 1.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.093 140.811 169.264 57. Pembelian dalam negeri .845. b.573 929.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.2.391 916.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.573 1. Dryed Gypsum Conveyor M4204.952 56.802 2.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.240 1. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.894.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton.584 1.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.pmbt.605 1. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.845.408.512 275.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.561.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1. 2.85 triliun.989 2.

4 2 5 . Pupuk a . U rea b .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.6 3 1 . Z A d.9 6 7 2 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.1 3 6 . b.4 8 2 .4 3 0 2 . Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.1 2 9 1 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.7 8 0 6 9 4 .6 7 2 1 . N on P u p u k a .9 0 5 1 .2 2 7 .1 1 3 1 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat. C em ent R eta rder s.9 7 6 6 .9 4 9 2 9 5 .4 6 5 1 1 8 .61 milyar. Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.0 1 7 .1 9 2 1 . c.d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 . biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.6 5 3 . A sa m F osfa t d.7 2 5 .0 9 4 . bahan penolong katalis dan listrik PLN.227. batuan fosfat. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.6 7 7 4 .9 2 3 1 . A lu m iniu m F lu orida e.98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .017.0 8 7 1 . S P -3 6 c.0 3 2 8 6 8 .2.3 4 6 3 3 8 . biaya pemeliharaan.11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.9 7 7 1 .1 4 2 .8 1 8 . A sa m S u lfa t c. Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910. asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.0 0 9 3 .2 4 1 9 4 6 . c. N P K K eb om a s 2 .sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi. 2.6 1 7 8 0 .9 6 9 9 1 0 . P honska e. D A P f.2 6 1 . A m onia k b .4 5 3 .13 ribu.

97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946.482.68 ribu.142. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi.09 ribu. g.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.818. biaya jasa dan biaya penyusutan.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. d. biaya asuransi.92 ribu. biaya penyusutan. h. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.62 ribu. i.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. ZA eks impor.631. 21 BPK-RI / AUDITAMA V . tingginya biaya pemeliharaan. biaya kantong & pengantongan. tingginya biaya pemeliharaan. KCL dan Urea). Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. jasa serta biaya kantong.425. biaya pajak & retribusi. e. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338.136. f. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor. tingginya biaya pemeliharaan.453.261. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1.094. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. amoniak eks impor. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). bahan penolong MFO. biaya jasa. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). amoniak dan ZA. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas.

Beban penjualan sebesar Rp66. b.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .037 157.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.141 66.2.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. 2.956 56.Beban penjualan . Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.j. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.400 134.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.045 181.525 403. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.401 371.Beban distribusi .

315) 43.190) 184.354 314.169 (93.569) 131.910 (103.428.82 milyar.320 2.Pendapatan .2.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .703 (25.73 milyar.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.341 68.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .956) (157.613 (181.035.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.Beban Distribusi . ZA.229 (2.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .950.2.211 3. 23 BPK-RI / AUDITAMA V . disebabkan antara lain: a.185 (50.951.373 2.525) (371.711.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.388 174.400) (403.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .794) 175.812) 124.979 119.793 (129.141) (56.034 10.912) 119.633. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.659) 681.401) 278.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.703) 234.Penjualan dalam negeri . Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.931) 606.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.045) (66.721.729 (54.570 (179.587) (9.544 (2.037) (134.131 9.940.191 3.018 683. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.887 2.Beban Penjualan .

79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V . karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.Kendaraan & Alat Berat . Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: . 2.917 1.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.824 96.Kalium Sulfat (K2SO4) .Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.93 milyar.103 39.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9. Rendahnya beban pinjaman.577 203. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.45% . penjualan produk utilitas.927 826 142.Bangunan /Fasilitas .673 24.Proyek RFO PF I .70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.140 109.899 2.916 4. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.Proyek Phosphoric Acid II .833 60.050 978 124.Mesin & Peralatan .89% .843 31. c.7.420 Anggaran 8.466 4.2.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.b.071 2.Proyek Revamping Amoniak .57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.210 220.833 25. realisasi Rp93. d.935 5.925 5.13.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.000 200 2.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.353 25.624 126. produk samping.

21 milyar. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. selesai. in progress). dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan.8. b. telah selesai dan berhasil baik. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. telah selesai dan berhasil baik. d. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. 25 BPK-RI / AUDITAMA V .2. telah selesai dan berhasil baik. c. 2. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II.10 milyar. Investasi pengembangan sebesar Rp60.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. e. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. b.

meliputi diklat jenjang jabatan. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku.635 orang atau 99. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan.9. berhasil baik. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.2. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. diklat kompetensi.2.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. diklat formal dan lain-lain. in progress. sebagai berikut: a. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. 2. berhasil baik.84 milyar atau 96% dari RKAP. c. b. 26 BPK-RI / AUDITAMA V .134 orang dan biaya sebesar Rp4. in progress. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. meninggal dunia 4 orang. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003.644 orang. barang dagangan.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. 2. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai.

f. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur. 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l. 2 0 0 3 6 4 . Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004. A sp e k k e u a n g a n II. A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l. 3.d.0 0 9 3 . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).5 0 9 3 . Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).0 0 1 4 .5 0 9 4 .0 0 1 4 .25. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. e. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.2 5 6 4 . Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V . Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. A sp e k O p e ra sio n a l III.0 0 1 5 .0 0 1 4 .5 0 1 5 .5 0 6 6 .0 0 1 4 .

00 5.00 15.978 12.00 4.544 3. Total Asset Turn Over 8.00 5.361 3.50 4.00 5.00 7.71 27. Eff.25 20.00 15.035.50 5. Prod.02 28. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2. Rasio Lancar 5.29% 5.00 2.013 361.99% 100% 3.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .439 32.00 5. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.00 10.84 125.25 64.3.00 5.322298 507.00 14.000 2.00 13.685895 385. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.377.000 140.00 3. 2003 90.00 4.000 400. Rate) 2.000 6.957 778.635 999.00 2.000 10.032 688.18 17.50 20.12 37 69 146.274 9. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.012 6.50 4. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj. Perputaran Persediaan 7.343 2.00 2.00 119.00 4.00 66.00 5. 2004 RKAP 2004 Real. Poduksi (Cons.412 95.00 10.22 20.500 11.633.000 80. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.14% 5. Collection Period 6.00 113.000 20.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.644 833.693.000 590.00 13. Rasio Kas 4.00 5.00 64.229 3.00 15.901 201.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.00 5.00 3.000 735.50 5.500 3.00 5.00 2.513 96 RKAP 3. Imbalan investasi (ROI) 3.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.00 4.00 3.025 96 SKOR Nilai Real.

00 3. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.62 1.33 1.87 524.322.81 547. Perkembangan usaha perusahaan 4.89 444.51 2.82 2.00 2.38 1.81 453.00 3.Efektifitas penyaluran dana .00 95.33 52.00 2.77 2003 333.36 339.00 14.347.95 745.3.00 3.27 143.174.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.00 14.00 2.78 928.05 443.86% 4.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.73 80.90% 40. jumlah tersebut meningkat Rp366.70 51. 2003 3.96 288.41 40.36 786.00 3.87 104. 3. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.10 97. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw. 2.713.96 Tahun 2002 150.09 112.83 2.58 789.044.347.00 3.Tk.11 849.07 2.347.62 milyar.00 112.39 2004 345.96 901. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .00 3.32 2001 58. 4.343.04 2.713.220.713.00 3.92 722.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.05 1. kolektibilitas pengemb.00 3.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .46 1.60 1.24 295.59 75.96 880.089.220.00 3.97 73.93 112.242.98 2.044.03 122.00 3.54 914.00 14.11 1.553.00 3. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.86 494. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.62 854.06 311.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.25 90.52 84.36 324. 2004 RKAP 2004 Real.339.61 116.99 2.82 93.32 794.000.80 2.03 1.858.71 361.33 2.01 677.61 542.36 2. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.39 840.089.36 18.90 684.10 53.

37) 108.81) 124.61 (86.34 (1.747.04 milyar atau 5. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.23 (2.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.17) 257.340. 30 BPK-RI / AUDITAMA V . aktiva tetap sebesar Rp53.30) 198.57 (403.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.438.66) 681.17 (9.08 (1.44 (115.55) 93.96) 250.78 (1.96 milyar.79) (93.87 (70.67 (94.633.874.063.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.65 (205.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.01 milyar.44% dibandingkan tahun 2003.951.55 milyar.37) 207.33 (172.71) 140.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.82) 166.18 (50. b.25) 83.77 milyar.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.61 (2.12) 241.79) 435.23) 112.61) 187.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.744.664.43 14.54) 399.35 54.87 21.713.75) 423. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.40) 278.24 (191.77 2004 3.61 2003 2.80 (29.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.62 milyar. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.55 (194.16 (46.16 (116. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.14 (57.044.37 101.37 milyar lebih tinggi 14.26 2001 2.55 Tahun 2002 1.23 milyar atau 15.92 milyar.96) 403.20) 175. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.323.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. 4.

702 12.373 (179.806 (45. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.287) (220.01 milyar atau 3.620 93.413) (90.727) (46.072 150.620 Tahun 2002 58.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.262 (47.885 124.60% dibanding tahun 2003.549 148.692 108.193 333.448) (208. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.907) (197.896) 74.692 2003 150.620) 92.613 90.014 345.224) (240. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.239 83.669) 149.908 187.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.795 183. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .619) 58.239 2001 149.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.4.576) (266.62 milyar.90 milyar.775) 287.885 2004 333.526 (111.769 111.468 (82.

613 396.069 (60.506 (328) 124.420 288.893) (1.106) (2.200 124.387) (34. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.069 3.420 296.768) (4.456) 3.262 880.929) (7.420 296.191) 1.423) (476) 93. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .681 187.051 (853) 192 2001 396.613 47 745.590 794.175) (44.262 396.363 (93.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.549 20 722.832) (700) 83. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.500) (137.420 255.613 745.664) (6.420 288.541) (1.36 milyar.319 (1.059 109.748) 2004 396.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.763 (851) 2003 396.681 187.03 milyar.177) (2.863) (1.92 milyar atau 7.468) (46.069) (4.036) 187.044 20 83.125) (1.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.363 (109.549 722.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.958 864.420 242.404) (1.424) (932) (932) (40.536) 374 Tahun 2002 396.343 (242) 109.044 83.655) (1.372 396.4.088) (2.420 255.250) (5.510) (1.741 93.820 (7.262 880.590 396.590 794.773) 12.033 4.257) (822) (822) (2.673 324.821 (47.059 109.741 47 93.014 (499) (107.033 (37.618) (4.420 142.000) (3.237) (31.730) (46.372 854.420 242.549 396.420 334.

b.5. c. kecuali acid test ratio. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. b.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. kecuali operating ratio dan net profit ratio.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4.4.5. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. dapat dikemukakan bahwa: a. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. 4. disebabkan tingginya persediaan. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak.

418 131.253 2.Purified Gypsum 52. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.850 Cement Retarder 402.599 201. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.182 1.786 1.688 40.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.225 572.825 355.490 .741 9. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .702 105.509 6.999 213.208 292.517 421.176 687.403.274 24.817 1. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.915 447. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.341.725 1.082 1.530.464.c.412 5.013 1.Dry Ice 3.460 279.176 ALF3 4.914 2.650 65. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.280.357 2.091 1.CO2 9.272 367.728 Pupuk ZA 501.066 552.479 328.208 156.399 141.716 260.434 Pupuk SP-36 467.892 310.410 238.082 Non Pupuk Amoniak 364.430 Lain-lain : .229.216 5.741 Asam Fosfat 100% 131.Crude Gypsum .304 9.425.343 2.012 9.984 419. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.978 12.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.610 314.190 519.941 138.903 172.646 3.150 95.6.170 117.718 3. b.803 197.824 Pupuk Phonska 30.356 738.608 151. 4.875 .185 1.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.281 113.959 12.439 32.901.115 653.657 479.942 36.492 313.577.471.916 431.924 Jumlah lain-lain 66.174 9.873 355.412 361.006 Asam Sulfat 98% 434.996 56.752 204.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.736 344.289 Jumlah non pupuk 1.

017 52.202 9.875 3.702 104.903 798.971 47.962.530.617 789.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.364 1.695 84.431 1.168 314.687 39.307 88 34.069 9.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.704 106 .112 94.489 654.718 3.431 4.601 5.605 30.000 429.790 5.464 30.584 9. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.455 63.000 10.076 726.625 9.790 166.492 9.194 633.525 90.808 109.968 807.659 533.343 2.208 85.509 515.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.881 771.033 139. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.202 750.208 12.598 634.638 1 2.429 102 94 80 1.587 15.317.290 175.356 495 33.999 100.231 110.887 1.989 41.6.110 4.306 119 119 8.887 2.410 76.287 2004 460.903 53.814 874.843 94 64 34.820 98.914 2.357 2.982 21.056 5 9. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.487 4.486 76.122 155.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.792 7.886 70.019 526.204 52.234 528.560.550 5.865 80.767 1.034 84.257 3.525 425.150 124.251.263 28.587 1.490 146.561 5.496 2.297 178.795 11.849 192.251 19.993 673 2.591 94.544 2003 460.160 2.228 2001 313.967 342.416 408.040 332.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.852 177. 4.000 2.785 91.

Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. b. 36 BPK-RI / AUDITAMA V .7.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. di sentra pasar. P dan K dan produk kimia lainnya. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. 4.1 Kekuatan a. Strategi. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi.

7. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. f. e. b. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. 3) Sarana gudang belum memadai. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. 4. c. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. instansi/Lembaga keuangan. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan.2 Kelemahan a. d.

3) Turn over piutang masih rendah. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. c. Tersedianya institusi pendidikan profesional. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. f. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. e. e. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. c. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. b.3 Peluang a. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. Bidang Keuangan dan Akuntansi. 4. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. d. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam.7. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. d.

Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. 5. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004.4 Ancaman a. 5. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5.7. c. b. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 4.f. 5. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. sebagai berikut: A. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. d. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor.

11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 5) Proyek-proyek pengembangan. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi.00. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang.000. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. A.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi.000. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 6) Kegiatan lainnya. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). bongkar muat. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA.

18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 2. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 25) Audit atas pengelolaan pajak.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). A. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP).

Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005.B. Mannan. catatan dan saran KAP S. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.765. 3 4 7 9 II.939. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. B. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. 4.. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1.22 juta ………………………………. 3.DAFTAR ISI I. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349..22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.692.. 2. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. B.18 ribu ………………… 2. 3. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. 10 13 15 17 20 22 25 . A. Penjualan pupuk sebesar Rp5.171.d 2004 senilai Rp21. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A.. 4.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan …………………….

Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. dalam semua hal yang material. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. kontrak. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. peraturan. kontrak. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Oleh karena itu. peraturan. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. PT Petrokimia Gresik mematuhi.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Namun.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. dan persyaratan bantuan. berkaitan dengan unsur yang kami uji. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

peraturan. Misnoto. Register Negara No. MA. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. kontrak. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . dalam semua hal yang material. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Drs.dalam paragraf di atas. pasal-pasal tersebut. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Ak. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. D-1416 Jakarta.

022/01/LG.616. ammonium sulfat.470.98. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.02.52. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. BPK RI/AUDITAMA V . Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).236.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. Sedangkan sesuai Memo No. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG. asam fosfat. superfosfat.589. Selanjutnya dengan Memo No.645. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran.96.02. kalium klorida dan belerang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.037/11/LG. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).957.02.309.017. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.Lampiran A 1. Pada setiap impor bahan baku.535.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48.

Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43.236.363.589. 2.98.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia.589. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . b. Hal tersebut mengakibatkan a. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No.236.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.819. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.00.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.590.309.309.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara. UU No. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. Selain itu UU No. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.

Partisipasi sd th 1999 2.000 Rp 1.833.000.548.000.000 Rp 1.537.714.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.500. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.000.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.877.020. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.000.000 Rp 1.180.495.678.000. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.871 Rp 8.175.214.000.015. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.990.335. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.767 Rp 655.100 Rp17.212. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.512.738.00.353.759.877.212. Proyek LIK Gresik 3. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.950 Rp 350.000.990. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2. Dipindah ke cadangan 5.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.590.175. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.272.335. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.00 dan Rp2.127.087.375. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.900 Rp 2.094 Rp 4. Penyaluran th 2003 7.000. Penyaluran th 2002 6.180.072. Penyaluran th 2000 4. 2003 adalah sebesar Rp21.00.175.000 Rp21.000 Rp 821. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.000.321.548.180.00.519.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.714. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.821.514.000 Rp 932.460 Rp 821. Laba th 1973 sd 1988 2.821 Rp 6.335.000 Rp 22.000 Rp 3.714.d.730.175. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.833. 5 BPK RI/AUDITAMA V .000 Rp 2.321 Rp 3.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Penyaluran th 2004 8.500.180.

Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen).714.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. jika ada.180.500.600. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.335.089.00 yang belum disalurkan.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan.872. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5. Di sisi lain. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5.00.600.872.175. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. 6 BPK RI/AUDITAMA V .000.089. hasil bunga pinjaman. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.

PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan.04. 3. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. Penjualan pupuk sebesar Rp5. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani.04. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo).44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. 382/07/TU. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.692.113/02/TU. dan (2) Perjanjian No. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. yaitu : (1) Perjanjian No.

441. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.441. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.290.547.814.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6.984.PT Bank Bukopin. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.692.108.50 c. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.612.1/06/KU.466.085.367. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin.943.02.692.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.00 5.00.547. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.00. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.320.00.620.402.225. 2. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin.50.227.00 49. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.50 3.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.606. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.498.441. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.251.581.692.692.099.417. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15. 8 BPK RI/AUDITAMA V .50 dan dalam tahun 2004 (s.442.547.000. 3.246.547.992.709. Sampai dengan akhir Desember 2003.441.50.077.50 belum seluruhnya dilunasi. 1.470.170. b.675.

00.70. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. harga.597.943. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama. jumlah.553. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang.470. Sedangkan mulai tahun 2004. 4.085. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . mutu. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. Atas sisa piutang tersebut. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. dan persewaan.171.000. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik.000.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak.d April 2001.00. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Normal-Butyl Alcohol (NBA). Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.Lampiran B 1. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. jasa pelabuhan.50 per inci meter per tahun. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.454/11/01.350. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.456/11/01. b. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.000. Pada periode tahun 1996 s.18 ribu Selain menjual produk pupuk. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

76 setara Rp557.619/LN/2004 dan No.00 MT.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.583.40.765. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.444.040. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.36 setara Rp3.025.284.025.76) setara Rp3.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.210.594.693.594.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.299.829.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.445.40.d September 2005.00 MT dan 41. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.242. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.017. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.445. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.984. 3.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.60 + US$60. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.025.660. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.36 (US$288.40.d.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.491. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.508.040.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.242. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .234.778.00.

d 2002 sebesar Rp1. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.223. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. charter. bongkar. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut.223.d Maret 2002. 18 BPK RI/AUDITAMA V .765. 3.758. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1.d 2002. Untuk tagihan periode tahun 1996 s. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik.765. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. 4. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s.758. 2.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran.42. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. Berdasarkan nota tagihan tersebut.

34 1.758. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.336.782.758.758. Menindaklanjuti Perda tersebut. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.223.458.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.223.840. 1.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.223.42.00 2.219.758.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No. 2.895.105. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik. 7.146. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.194.36 2. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.968.800.223.50 1. 3. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.710.72 274. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut. 5.765.00 1. 19 BPK RI/AUDITAMA V . 4. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.50 24. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.765.735.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.765. 6.556.689. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.765.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.

912.350.838.100.000. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.015.58 120.939.00 161.411.578. Unit Peminta Barang (User) Dep.027.00 426.483.83 180.074.170.00 8.833.00 35.581.184.000.00 21. 2.833.32 36. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.76 0.00 212.470. Pemeliharaan III (Har III) Dep. Status barang tersebut adalah stock item (SI).754.293.00 78.915.d 2004 senilai Rp21.655.900.16 PPK 12.133.581.00 426.772.579.120.01 3. 5.224.652.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.677. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.509. 1. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).01 Har II 185. Pemeliharaan I (Har I) Dep.00 0.840.113.063.637.744.656.00 3. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.00 116.558.491.00 Latsin 160.997.76 13.503.963.818.00 64.750. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.27 1.758.00 284. 3.956.477.106.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.00 128.00 56.00 10.825.96 169.828.831.926.239.833.270.956.00 158.956.00 0.931.00 0.00 14.047.774.343.980.150.00 17.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .427.91 325.459.560.054.106.285.699.080.673.10 82.85 214.285.909.936.085.00 1.408.920.126.20 dengan rincian sebagai berikut: No.774.00 448.750.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.120. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.074.896.167.498.714.074.043.118.001.351. 4.27 Departemen Har III 35.886.00 9.76 13.900. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.16 467.00 3.00 5.150.225.117.027.00 0.00 88. Pemeliharaan II (Har II) Dep.00 280.496.963.822.25 44.483.772. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.427.463.40 254.00 82.997. 4.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 467.00 31.915.00 0.818.320.219.54 444.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.00 106.

107.07 28.232. 2.206.67.98.289.483.78 24. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1. 3.95 1.00 0.096.68 3. 5.896.800.946.853. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.321.259.81 1. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.500.46 2003 16.00 36.190.145.22.729.921.639.557.354. 21 BPK RI/AUDITAMA V .22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.417.59 231. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.825.557.00 936. 3. atau seluruhnya sebesar Rp15.789.896.875.681.249.729.41.108. 4.816.462.000.00 433.163.175.300.854.489.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.259.74 1.00 0.681.654. 5.383.907.000.708.864. User 2001 1.840.697.362.023.878.221.000.00 936.00 Pengadaan tahun 2002 1.161. 1.829.538.489.861. 4.108.557.886.708.455.36 1.322.76 17.842.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.255.907.206.120. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.945.829.00 900.249.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.946.00 88.370.639.196.259.009.483.80 1.98 22.000.68 3.45. 2.00 91.692.106.639.253.360.800.68 2.109.099.538.81 1. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.714.354.95 1.023.729.71.00 0.181.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.78 24.

PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.383. diantaranya sebesar Rp2. Dep Har II.886.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11.864 milyar.41).074.842. 2002 dan 2003 sebesar Rp8.61 (Rp13. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V . Dep Har III.833.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. diantaranya sebesar Rp 1. Dep Har II.864.217.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. Dep Har III. b. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.074 milyar.939. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana.956. 5. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang.20 + Rp8. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.d Nopember 2004 sebesar Rp13. Hal tersebut disebabkan: a. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.

23 BPK RI/AUDITAMA V . Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Bank Mandiri. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. Standard Chartered Bank.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Pada akhir tahun. Bank Syariah Mandiri. Citybank. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. BRI. BNI. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Bukopin. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran.

yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Pada bulan Nopember 2004. Pada bulan Januari 2004. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. 24 BPK RI/AUDITAMA V . saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Oktober dan Nopember tahun 2004. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. Pada bulan Oktober 2004. c. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. Pada bulan Juni 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Juni. b. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Hal tersebut disebabkan: a. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. Hal tersebut mengakibatkan: a.

Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk.1400/05/HU.03. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000.b. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. 6. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang.

5738740. 9 pesawat 511 Fax. 5723995 .d.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 31 Jakarta 10210 Telp.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. (021) 5700380. 5738727. (021) 5700380. 5704395 s. 5720957.

2. 3. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8.………………………………………. Sifat dan Tujuan Audit ……. Struktur Organisasi …………………………. Dasar Audit ……………………………………. 7. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian …………………………….……………………… 6..………. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 . Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan .…………... Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………..DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.. 5... Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. 4.

00 atau 133.526.090.282.614. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.008. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.658. review dan analisa terhadap kebijakan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.370.000.900. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.00 tersebut merupakan 154. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.024. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. perencanaan. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.658.90%. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .202.00.024.00 95.378. penggunaan Rp6.630.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.000.201.370.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.

000. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan.888. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.000. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.319.000.319.000.00. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.030.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1. b.030.00.00 atau 88. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.95%.782.108.782.958.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.958. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.00 atau 169. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.00 tersebut merupakan 190.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.157. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.00.808.000. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000. 2 BPK RI/AUDITAMA V . 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.

660. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.90% dari dana yang tersedia.616.377. d. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.323.86% dari jumlah seluruh pinjaman. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.966. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.377.627.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V . KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44. 2.686.00.627. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40.c. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.686. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.323.671.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.

575.800. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.00.00.145. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati.475. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.00. e. c. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. 4 BPK RI/AUDITAMA V . b. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000.280.000.000. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. d. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.304.Rp3.00 kurang tepat sasaran.070.696. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL. 3.000.00.706.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.

Misnoto. c.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Anis di Surabaya. S. Drs. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Ikhsan Abdullah. D-1416 Jakarta.SE. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H.) di Jakarta dan kepada M. b. Register Negara No. e. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. Sulaeman dan H.4. MA. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas.H. Ak. d. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan.

perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). 3. 2.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. BPK R1/AUDITAMA V . Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. c.URAIAN AUDIT 1. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. b. Dasar Audit a. Surat Menteri Negara BUMN No. 23 F dan 23 G. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Surat Menteri Negara BUMN No. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. d. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Surat Edaran Menteri BUMN No.57/ST/VII-XV. daya guna dan hasil guna. b. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. c. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003.1/9/2004 tanggal 28 September 2004.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK.

f.03. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. g. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.d 31 Desember 2004).097/05/TU.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.03. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.e. Penasehat b. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. 5.205/07/HU. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil.205/07/HU.04.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. 4.

Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V .097/05/TU.d. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait.04. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Anggota : 1. Karo/Kadep yang terkait 2. pemasaran dan manajerial. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. 6. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan.

Saldo Awal 2.590.660 450.000.370.97 152.000 4.026.841. Penggunaan dana : 1.401.000 3.000 208.000 14.617. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.72 134.000.119.626 14.97 168.282.240.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.117 491.196 932.941.30 125.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.599.230 4.98 104.948. Penerimaan angsuran pinjaman c. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.353.77 181. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.120.295.000.75 2.634 0 4.03 159. Realisasi penggunaan dana Rp6.606.000.408.000 4.60 174.191.770 39.980 19.024.397.000 616.125.000.090 343.400.789.470 5.96 B.203.79 129.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.338.118.196 4. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.993.590.630.96 276.000.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.024.54 69.22 11.000 4.087. Dana yang tersedia : 1.00 atau 95.526.00 atau 133.108.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.703.630 105.008.244.860 173.27 67.090.990 2.78 151.35 78. Hibah kepada Mitra Binaan 3.90%.874 438.122.667 343. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.000.65 137.370 217.050 20.087.408.090 124.000.282.000. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.27 63.078.242.00.295.133.590.071.008.703.000 780.39 116.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.370.00.300.35% dari anggaran sebesar Rp3.00 tersebut merupakan 154.240.651.633 338.623 22. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .590.470 189.900.658. Sumber dana : a.658. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.026. Penerimaan bunga pinjaman d.832 275.000.46 C. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.560 1.000 6.378.000 401.120.00 atau 173.740.69 131.068.400 6.11 153.994.990.821.

26 0.320.71 78.370 Persentase 168.000 Realisasi 422.00 80.000. forum temu bisnis.000.900 52.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.000 130.200 644.99% dari anggaran sebesar Rp250.000.895.000.465.000.000. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000 150. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.062.99 35.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.000 150.900.00.000 100. konsultasi bisnis.465.068.068.00 atau 168.00.950 616.000.370. forum temu bisnis.000 121. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.98% dari anggarannya sebesar Rp780.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.50% dari anggaran sebesar Rp130. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.000.000.000.000 780. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.00 atau 0. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .50 19.000.320 19.00 atau 78.000.000.

433.000 30. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.000.50 190.000.500.370. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.30 59.050 484. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.944.814.63 211.450 148.295.06 46.958.000.94 211.14 64.319.000.000 339.000 0 1.000.888 148.150 454.000.260 1.31 169.990 650.65 168.990.15 202.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.949.000 1.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.026.030.00 atau 190.000 7.600 932.03 233.09 256.600 1.94 1.000 12.242.000 211.663.542.294.900 540.000 12.000.000.180.319.000 1.000 1.00.000 200.175.157.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.000) 2.319.562 2.782 243. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .806.978.782 % 119.780.75 168.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.888 1.180.486.042.556.030.850 129.201.353.000 Realisasi 59.13 1.40 227. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.632 13.450 404.10 1.640 (129.808.958.000.000.182 13.562 1.030.000.13% dari anggaran sebesar Rp1.000 1.202 940.145.14 163.250 231.28 143.726. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000.175.2.91 15.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.026.500.420 194.295.433.949.911.600 1.218.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.50 190.250 1.726. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.306.782.958.614.000.000 200.500.44 46.574.000.153.156.

Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.030.000.000. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan.108. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. peningkatan kemampuan pemasaran. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.000. Selain itu.00. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.000. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.00.b. peningkatan kemampuan modal kerja.

364.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.00 Rp1.00 .00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00 (Rp38.564.823.402.227.00.828.486. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.219.209.500.733.448.663.00.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.364. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan. Kurang Lancar.895.00.00 terdiri dari: − Pinjaman eks. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .00 dan Rp21. Pinjaman macet sebesar Rp9.227. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.187. d.252.971.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.827. Rp69.500. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.00).00 dan Rp9.848.648.744. sebesar Rp399. Dari sisa pinjaman tersebut.192. Rp396. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.Rp21.895.971. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.557.403.564. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.252.609.c.648.192.882.247.

Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG. Sekretaris I.000. Tunggakan sebesar Rp1.280.393.00 dan Rp486. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.00. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.770. SH.402.720.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG.827. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.380.000. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .758.260. Berdasarkan Akta Notaris No. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.440.341.00. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.00.425.769.BP/83.00 dan Rp387.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.061.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.439.209.00 Rp4.893. Ketua II. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.428.− Pinjaman Kop. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti.404.

733.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V . Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.403.96 0.486.823.27 100.658.Indikator 1.448 69.564 16. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.609.00 x 100% 6.663 9.024.00 = X 100% 95.42 2. Efektifitas Penyaluran 2.630.557 Prosentase 39.35 57.648.370.895.282. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.008.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.848.882 396.

Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.121.403.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.609.884.823.00. 7.201. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .911.00 25% x Macet 0% x 9.848.733. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.782. Realisasi tersebut mencapai 88.367.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.202.895.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.893.557.884.00 Rp 52.733.00 x 100% = 40. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.025.75 Rp 0.00 396.00 16.319.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.614.448.882.448.663.50 Rp 99. jika ada.958.00 Rp 6.648.025.00 75% x 69.665. b. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.403.893.86% = = = = = Rp 6. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.486.564.

000 20.810 554. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.470 15.113.725.627. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.304.500.686 39.377.070 48.490 3.660.668.691.523.966 1.294.323.075. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. 3.706. Penyaluran pinjaman 2.600 3.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.171 44.223.929.671.323. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.904.401. Penyaluran 2.364.377.227 1. 5.268 320. 20.000 21.192.949.660.323. 2. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.490 48.881 44.209.710.616 3.461.598.696.695.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V . 4. 2.627.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.966.386.764 1.476 3.420 282.252.947.860 243.971 4. Hibah Program Kemitraan 3.679.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.166.094.686.

422.240. Bina Lingkungan a. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.171.590.679.00 Rp 1.00 21.626. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.227.000.909.904.00 c.268.642. Program Kemitraan a.874. Bunga pinjaman Rp1.816.227.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306. 2.Pengembalian pinjaman 16.00 4.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.854.000.796. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.364. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.150.252.000.386.171. 2003 Tahun 2004 Total .00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.166.000.00 e.00 Rp21.941.203.397.929.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.047.00 d.904.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.386.113.245.087.252.523.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .660.119.000.364.353.810.00 Rp20.00.695.

839.881.00. Biaya Operasional sebesar Rp1.947.00 Rp1.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.461.764.182. Program Kemitraan a.668.192.729.00 Rp3. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.929.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .000.209.00 Rp38.000.00 Rp38.223.370.223.00 Rp20.513.288. Penyaluran Rp3.948.180.d 2003 sebesar Rp1.192.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.602.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.754.00.343.500.574.d 2003 Rp217.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.971.691.668.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.000.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.370.640.500.00 4.068.607.470.746.000.175.400.00 Rp4.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.500. Bina Lingkungan a.00 616.944. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.00 Rp 5. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.850.971.490.00 Rp2.394.091.764. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.971.075. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.600.590.481.408.523. 2.

016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.949. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.600. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .600. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.d 2003 sebesar Rp1.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13.c. 8. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No.00. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja.145. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.205/07/HU.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.094. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. Biaya Operasional Rp15. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.000. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.

Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. memonitor pinjaman. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.097/05/TU. melakukan survai lapangan.q.04. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V . 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan.

02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.04.03. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Selain mengelola dana program bina lingkungan. Selain itu. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. 22 BPK-RI/AUDITAMA V .03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU.Humas menjadi laporan PKBL. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas.d.

007.06/GCS.800. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001.00.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. 009. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 011 dan 013/02/TU.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.00 dan Rp45.000.800.000. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan.000. b.000. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a.000. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.800.04. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri.000.

peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.000. usaha tersebut masih berjalan. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Kecamatan Gegesik. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. Anis. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. Berdasarkan Surat Perjanjian No.000.04.800. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. 24 BPK-RI/AUDITAMA V . PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal.00. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H.H. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. M.000. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45. M. Sampai saat dilakukan pemeriksaan.000.000. Sampai dengan 31 Desember 2004.00.535/09/TU.000. S. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. Ikhsan Abdullah.000. Kabupaten Cirebon.00. Sampai dengan 31 Desember 2004. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut.00. b./ menantu H.

000. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.00 untuk mitra binaan lainnya.0297/04/TU.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Anis. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. c. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. 25 BPK-RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi.800.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan.04.

097/05/TU. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. d. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas.q.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Berdasarkan SK Direksi tersebut.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. Dengan demikian. Selain itu. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.04. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Selain mengelola dana program BL.

000.250.00. bantuan pendidikan dan atau pelatihan. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.850. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.000.00.000.00. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.00 dan Rp44. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.000. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.d.000.000.195.070. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.000. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.145.00. Sedangkan desentralisasi.00.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48.000.000. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.00. bantuan peningkatan kesehatan.000.000. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.050.730. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.

433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL.000. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah.00 kurang tepat sasaran. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan.SE. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL.145. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.

Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.2480/08/KU. PT PG terus mengupayakan penagihannya.475.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.00. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.00. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap.000. terakhir dengan Surat No.000. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.02. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V .575.e.

860.300.679.00 Bunga Deposito Rp 565.068.00 616. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.00 Sektor Jasa Rp 250.00 Sektor Perdagangan Rp 2.00 Sektor Perkebunan Rp 0. Surplus / Defisit (D-E) G. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.000.00 Rp Rp 234.344.00 Rp Rp 250.00 Sektor Perdagangan Rp 0.000.000. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.948.00 Rp 1.546.00 Sektor Peternakan Rp 688.000.590.400.320.703.000.500. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.554.000.000.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.874.658.758.941.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.00 Rp -195.000. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.671.026.000.158.470.235.000.635.00 Rp 5.370.00 Beban administrasi Rp 48.00 Jasa Giro Rp 13.340. Dana yang tersedia Saldo awal dana.00 Rp 6.626.00 .000.087.886.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 F.590.000.900.824.000.500.00 Sektor Jasa Rp 220.370.286.500.00 Beban lain-lain Rp 11.000.00 39.00 Rp 217.00 Rp 4.00 Beban Rp 53.423.000.068.00 E. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.829.000.000.773.290.000.024.000.397.00 Sektor Perikanan Rp 0.000.658.00 Rp 5.401.00 Rp 452.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Beban monitoring Rp 23.00 Sektor Lain-lain Rp 407.00 Sektor Pertanian Rp 538.011.00 Sektor Perikanan Rp 225.00 Beban penagihan Rp 39.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.203.000.

000.881.564.00 Jumlah akumulasi sumber dana s. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.00 Rp 44.00 Jasa Giro Rp 127.500.525.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.d.725.227.113.000.d. s.695.268.971.00 Sektor Perkebunan Rp 0.476.053.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Sektor Lain-lain Rp 1.000.000.d.00 C.671.171.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 Sektor Perdagangan Rp 6.00 Sektor Perkebunan Rp 0.900.000.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.489.401.000.135.00 Sektor Jasa Rp 1.240.975. 31 Desember 2004 Rp 44.860.561.252.461.00 Rp 2.947.764.616.020.679.000.904.000.668. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.492. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.364.710.000.504. 31 Desember 2004 B.190.400.447.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 Sektor Peternakan Rp 0.000. penerimaan pengembalian pokok pinj.687.d.00 Rp 4.386. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.446.323.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Hibah : Rp 1.00 .00 Ak.553.100.00 Bunga tabungan Rp 192. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.192.674.00 Sektor Peternakan Rp 2.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Sektor Jasa Rp 400.410.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.249.d.00 Sektor Perikanan Rp 0.000.00 Jumlah pinjaman Rp 38.223.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.

446.000.00 0.446.000.00 0.190.687.00 425. Jawa Barat 4.00 0.00 0.00 0.192.047.00 4.135.000.00 425.00 0.00 1.000.00 Pertanian 12.000.00 0. Jawa Timur 2.00 0.048.00 Peternakan 2.500.00 0.00 38.000.00 Jasa 1.00 2.000.00 245.00 0.000.641.000.00 0.00 0.065.00 407.00 E K T O R Perikanan 2.000.240.00 0.000.240.000.780.500.00 Perkebunan 0.904. Jawa Tengah 3.403.904.00 7.228.000.00 2.00 0.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.000. Bali 5.00 0.000.020.000.053.047.00 0.00 245.000.447.280.00 0.00 0.00 Perdagangan 5. Lain-lain Total pinjaman .190. Wilayah Binaan S Industri 7.000.500.447.240.00 1.900.00 0.000.00 6.00 0.525.00 1.00 0.00 0.000.00 4.00 250.471.00 175.971.088.261.000.000.00 0.00 4.000.00 407.00 0.00 0.00 0. Nusa Tenggara Barat 6.00 Jumlah 32.564.905.900.500.765.00 0.00 0.00 0.00 16.000.025.00 0.00 0.000.000.489.564.00 Lain-lain 1.561.00 0.d.000.00 0.00 0.000.000.00 254. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.000.500.

417.888.888.664.100.00 0.087.00 0.00 0.00) Rp Rp 16.557.00 Rp Rp 0.00 0.00 0.00 .888.417.609.00 Rp Rp Rp 16.848.011.888.784.00 0.00 16.00 0.243.181.00 Rp 16.000.00 (381.973.00 0.401.00 39.901.252.011.00 16.00 Rp Rp 0.364.011.417.417.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.00 Rp 0.00 Rp 0.590.00 Cicilan Revolving Rp 21.484.00 16.00 1.011.860.227.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.