BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dalam semua hal yang material. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. atas dasar pengujian. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Menurut pendapat kami.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Suatu audit meliputi pemeriksaan. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.

Ak.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Register Negara No. Misnoto MA. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. D-1416 Jakarta. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Drs. menurut pendapat kami. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . disajikan secara wajar.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dan. dalam semua hal yang material. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok.

vi BPK RI/AUDITAMA V . 2. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. e. b. Dasar Penugasan a. c. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Undang-undang No. Undang-undang No. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E.1/9/2004. Undang-undang No. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. b. c. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Undang-undang No. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. d. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 23 F dan pasal 23 G. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 57/ST/VII-XV. Kontrak. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Undang-undang No. Undang-undang No. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. d.

7 tahun 1991. vi BPK RI/AUDITAMA V . 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. o. Peraturan Pemerintah No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. j. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. i. s. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. Keputusan Menteri Negara BUMN No.f. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. n. r. Keputusan Memperindag No. 70/MPP/KEP/2/2003. Keputusan Menteri BUMN No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. g. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Undang-undang No. Undang-undang No. l. 16 tahun 2000. m.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Keputusan Menteri Keuangan No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 319/KMK. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. 18 tahun 2000. k. Keputusan Memperindag No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. Undang-undang No. p. Undang-undang No. q.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. h. 107/Kpts/SR. 17 tahun 2000. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 12 tahun 1998. Peraturan Daerah (Perda) No. Keputusan Menteri Pertanian No.

Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. vi BPK RI/AUDITAMA V . Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. z. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. w. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005.t. v. u. x. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. y. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No.

895 23.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .460.833 44.516 63.287.309.861 3o.908.789.096.028.328 17.360 219.441 3j.774 618.117 887. 6 152.016 256 1.384.404.515 3.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.314.464.814 335. 3n. 3i.407 1. 4 3g.880.209 47.077.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .002.216 dan Rp 981.537 249.577 14.264.677.209 dan Rp 506.072 85.592.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.077. 3h.030 69.369.756. 12 13 1.890.406.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.409.145.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .237 29.004.928 136.560 2.859 1.816.823 1.127.434.142.120.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.688 2.256 19.162 718.429 13. 16c 3m.629.253.328. 5 347.244.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .333 dan Rp 249. 10 3s.840.925.621.393 187.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .289 34.065. 31 3k. 3l.160 560.409 469. 3l.445.670.783 3i.268.248 3p. 11 2.266.359 57.042 dan Rp 1.695. 7 8 9 16a 21.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.718.678.827 13.825 dan Rp 10.374.

1.756.300.939. 29 519.293.456.939.a.462.903 2.435.021.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.759.426 137.637 5.117 396. 16.263.363 20 21.374.160.199.715.176 23.171.890.960.047 91.296.426 115.198.c 31 73.640 4. 15 774.960.714.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .372.s.992.000.150 794.f.165.725.654 22.889 108.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .631 437.449 87.881 14.910. 3l.757.000 288.860.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .328 854.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.295 551.Nilai Nominal Rp 1.324 117.000 per Saham Modal Dasar .420.555.895 8.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .886.864.692.265 46.000 334. 3.249 1.846 1.s.323 58.879.838. 22 15.396.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.563.001 8.826 1.421 897.420.853.565.878 2.191 3.713.993.637. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.018 43.869 124.596.059.348 33.197 2.514 31.511.069 90.b 17 18 19 20 21 143.931 667.309.986 622.860 18.550.813.625 23 396. 16.039 2.

874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .020.173 (2.731.157.c (71.615.810.683 (60.685.477 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.934.189.460.107.969 (1.902.265 (143.526) (375.708) (86.r.044. 16.213.562. 27 107.831.648.065) 50.320) 582.455.373) 119.859) 207.477.413) (437.328 (74.015 (87.440 3.458. 28 (93.642 2003 Rp 2.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.819.211) (171.819) 108.711.523) 17.081.196) (17.194 (2.979) 13.875.425) (159. 24 3.173) 181.908) (72.r.500.332) 292.486.r.267 3.921.094) 126.643 (3.382.r.705) 198.r.651.292.015.569.982.306.845) 124.954.372.191.099.623 170.943.150 119.s.207.759.023 (124.244.429 (54.714. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .837.296) 110. 26 (179.145 3.166) 729.020.688 (68.

863.377 (7.759.540.890 40.879.442.333 108.420.420.509.000 396.125.243) 377.759.696) (1.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.353) (40.735 288.196.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .046.175.210) 1.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.423.180) 2.372.280) (1.420.175.150 124.372.793.988 108.566 2.059.540.534) (1.637) (932.180) (43.353) (932.992.123.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.196.235.658.414 854.199.590) (2.414 334.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.658.590) (2.150 (47.509.123.087.747) (932.534) (1.353) (2.759.558) (7.793.125.061 794.558 (46.889 43.210) 668.000 396.377) (2.328 (60.372.150 (47.280) (1.097 137.353) (932.326 108.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.863.243) (46.285.696) (1.328 (60.087.039 124.741.566) 124.

083 4.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.432.911.584.892 52.771.346 Jumlah Pengeluaran 234.588.531 (94.870 102.524.258 525.245.856.552.129 7.202 3.822 90.512.741 281.470.273.779 2.270.277 71.264 41.869.027 73.529.179 (125.016 Jumlah Penerimaan 184.358 6.298 273.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.848 305. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .532 129.511.879 64.768.773.180 513.986.600 382.496 102.929.600 199.350.585.364.350.127 149. Asuransi Biaya Jasa. Retribusi.653 576.400 590.284.638 3.459.885 4.752 63.733.455.480 180.669 144.651 1.262.902.138.709 2.568 347.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .618 202.250 184.441 152.576.302.054.969.758 200.144.796 6 .400) 128.679.979.919.913) 1.060.224 9.258 85.827 9.192.158.016.621 190.572.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.599.764 65.579.092 16.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .483.214 104. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.000 295.955.364.256.807.421 Investasi Rutin 97.474.127 189.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.760.793.351.286.514.033 91.825 103.000 247.021.226.910.314 7.960.074.570 2.548 3.058 215.286.605.316.829.534.579.930 18.261.

634.727.428.510.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.145.735 1.291 252.411 176.577.033 7. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .099.688.404.393 11.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.145.677.141.742 182.845.688.893) 2003 Rp 55.507 156.845.181.421 347.677.634.814 260.709 335.291 7.077.181.577.228 335.096 1.033 260.604.684 153. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.735 1.

Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. Tambahan Nomor 722. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. Tambahan Nomor 5870. diantaranya adalah pupuk ZA. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . Ato Suprapto. MA Dr. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. UMUM a. Urea. terakhir dengan akta notaris No. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971.. notaris di Jakarta. Ir. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Teddy Setiadi Drs. perdagangan jasa dan angkutan. Dewan Komisaris. MSc Ir.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No.01. SH. Alf3 & Cement Retarder.Th. 84 tanggal 20 Oktober 1998. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. SP36.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1.04. O2. Selanjutnya. NH3.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. khususnya di bidang industri. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. H2. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. Arifin Tasrif Ir. Phonska. Sahala L Gaol Ir. Suhendro Bakri.

968. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik. T.G Yudara.262.00% 50.034 pada tahun 2003.00% 35.. SH.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.000. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.032. 20. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.00% Rp 18.HT. SH. SE. Bambang Tjahjono. Ir. Ak.089. MM.392 Rp 14. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk. Bambang Setiobroto.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.47% 13.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.00% USD 26.382.640 Rp 61.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938. c.13% 9.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.99 % Rp 59.01.000. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja.80% 1.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59. Firdaus Syahril Ir.146.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs.808 Gresik Gresik Perbengkelan. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. Nugroho Purwanto.BAT Ir. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. PT Petrosida 8 .

terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.000. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar.00%).751. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99.000. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. 2. iii.. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta.00%). Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i.00%) dan Nippon Kayaku Co.500. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. Kemudian.04 tahun 2000.016. SH. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. 69. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer.00/MMBTU.HT. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.400.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. Disamping itu. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1.01%). Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Ltd Tokyo (20. 9 . b. Modal dasar. ii. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a.01. ZA. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2.

600. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea.USD 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.400. Pupuk Non Urea (SP-36. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. 356/KMK.050. d.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. 319/MK.USD 1.00 per Kg e. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK. .30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. ZA.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : .00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 . sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.

356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. f. Madiun. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . Magetan. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Bojonegoro. jumlah. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Nganjuk.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Lamongan. Jombang. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. harga. Ngawi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. 3. b. investasi dan pendanaan. Dalam pertengahan tahun 2004. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Tuban. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. tempat. Kota Madiun. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. waktu dan mutu. d. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). c. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Ponorogo dan Pacitan.

sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. h. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). 12 . aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. f. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Sedangkan untuk tahun 2004. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Pada tanggal neraca. g. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. e.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Pembukuan PT Petronika.

ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan.1 tahun 0% 1 . iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. l.2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. j. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method).000 (seribu Rupiah) per satuannya. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. baik langsung maupun tidak langsung. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. k. maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1.

Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). Perusahaan asosiasi (associated enterprises). dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. 7. Perorangan yang memiliki. v). Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. ii). sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). m. iii). direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. subsidiaries and fellow subsidiaries). baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. mengendalikan atau dikendalikan oleh. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . iv).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang).

Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban. r. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.000 Rp 5. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Biaya jasa lalu. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap.000 Rp 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). o.000 Rp 25. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. (ii). Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Rp 10. p. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik).000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. q. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.000 Rp 10.000 Rp 50. n.000 Rp 50. (iii).500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50.000 Rp 25. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . . .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. 16 .Pada akhir tahun.

Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. t. s. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. . 17 .Pada akhir tahun. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.

621 137.526.521 13.814 347.446 66.916 4.565 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.511.749.880 83.064 44.079 7.404.000 335.765 25.793. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.083 224.926.491 37.469.041.192 196.363 22.649.011 22.764 12.404.325 226.374.355 273.788 7.000 6.448.899.316 152.465 177.561 14.268 4.889 6.605 310.120 52.377 8. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.310 9.393 5.080 14.443.063.716 23.677.892 4.323.583.729.150.527.673 4.568.269.234.262.203.269 21.185 334.803.286.954 5.764 4.308.533 40.382 15.814 171.169.012.393 1.650.760 3.784 191.696 217.420 306.163.780 3.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.560 .704.653 21.494 81.002.573 763 312.044.358. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.557 347.922 237.849 6.089.

361 (249.521.907 106.869.130.869 3.117 153.880.600 3.607 123.784) 152.591 28.376) 406.333) 219.448.759 20.004 (1.913.826 2.983.072.903 44.515.096.323.360 145.783 406.244.912 10.655.520.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).256 7.085 3.373 3.841 3.320 368.885 42.143 7.866 219.008 1.670.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.845.406 12.793 413.235 93.874.294 3.547.872.291.607.186.892 193.725 910.116 (714.266.733.960.600.258.137 17.483.043.713.062 4.197.481.976 110.643 (1.580 (6.116. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).897.744 403.478.623 3.253.540.283) 249.287.502.937 359.001.815.550.253 28.574.520.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.520.696 (7.972 3.448 2.346.420 250.700 143.766.260 43.550.509 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.747.870 8.320 81.043) 187.742.067) 402.391 7.248.577 402.860 191.237.244 13. 19 .807.120.250 14.078. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.981.

225.449 5. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20). 6.371 (1.569.850 .237.367.029.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.678.352.000 1.567.409 26.162 4.579.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu . tanah.188 (506.782.038 4.341 2.850 8.006 (10.400 46.805.718. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.978 24.120.652 (9.779) 13.963 2.755 23.059.024 771. bangunan.027 2.591 307.565) 13.990 365.747 13.424 731.385.617 2.223.680 1.620 277.470 835.806.623 23.283 29.394 6.652.989 15.199 3.825) 14. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.249.868.289.150. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.028. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.344) 26.266.145.156.264.706.162 35.092.120 337.980 22. karyawan).579.347.209) 21.673 21.161 421.879.148.784 7. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .013.943.194 (11.827 12.023 (10.034) 35. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.500.441 5.153.911 37.434.989 22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).148.030 1.

468 92. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.037 2.399.611 119.224. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.607 161.383 9.090.700.070 174.334 10.520 11.008 67.880 404.757.717 6.611 5.171 450.221 165. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.508 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.999.127.241 67.658 16.925. Tepung.207 2.466.459 13.279 50.746 11.598 31.489 526 131 386 52 .375 6.854 454.747.960 92. Coils) Sub Jumlah b. Flowable.701.195 771.915 322. sewa tanah.334 43. DMA.389 27.227.789 4.588 5.320 66.105 3.902 161.729 19.183.698.705 3.419 50.086 18.172 21 101. Flowable.013. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.263 700.471 66.021 152.168. dll) Pestisida (Cair. Tepung.626 42.056 7.484. steam.864 73.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.758 32.593 1. 7.231.496 2.576 34.256 119.231 37.460 234.828.592 7.032.636 9.957 7.218 46. Padat. listrik.703.264 93 7.134 39.998 597. Persediaan 2004 2003 Rp 228. jasa pelabuhan.605.751 20.682 31.033 337.918 60.249 8.128.101.716 16.478 842 88 Rp 126.006 8.140.822.850 Kuantum *) 130.120.033 30.361 128 78 353 35.140 31.261.487 Kuantum *) 178.679 30.228 381.589 194 199 43.417 255 9. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.054. Coils) Sub Jumlah c.951. sewa rumah.155 4.602 11.760 110. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .136.612 1. BPMC.871 274.494 43.637 a.574.354 11. Padat.379 2.165 3.698 993.489.639 99.943. dan lain-lain (lihat catatan 30).673 9.591.

256 .244 3.550 47.271 7.460 7. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.907. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.755.833 29.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.409.328. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.243 1.004.000 2.185. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.510.639 9.280 58.336 dan Rp53.229 5.721 1.558. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.464.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.314.334.367.622 134.634.418. flowable dan coils (dalam satuan ltr).178 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.812.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.565 36.402 65.298. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).102.335. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.080 2. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).327 85.914.951 44. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.789.310.000.314.786 14.915. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .233.071.334.753 469.894 20.023 85. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.671.808.831 16.706 718. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20). S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.658 2.578.877.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.677.695.439 2.280 57.416. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.masing sebesar Rp64. pestisida cair.330 6. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.620.072 Kuantum dalam satuan ton. 9.639 174.442.304.529.391.

040.818 23 .250 260.474.500 34.077.774 2003 Rp 18.005 40.041.519.474.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.00% 50.00% 35.430) 20.328.964 (744.250 260.076 Saldo 31 Des 2004 21.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.723 21.873 1.531 3.250 260.990.040.500 34.219 281.360 4.219 281.00% 2004 Rp 21.957) (1.219 281.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.022 15.203.818 17.431 17.273.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.470) (851. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.342 63.643 1.500 34.309) 875.602.531 3.190.981 6.273.00% 50.552.742.303.596.990.229.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.873 1.226 2.592.724 14.742.474.80% 5.47% 9.850 289.00% 1.776.530.022 15.773 541.279 5.552.602.357.849 15.434 (42.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.091.617 281.269 817.000 1 28.982 6.250 260.360 4. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.328.091.500 34.776.530.000 1 28.343 69.190.192.849 15.032 292.190.849 15.742.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.005 40.818 Selisih Kurs 2.592. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.

260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita.000.108. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60.82% menjadi 1.400. SH.47%.. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.692. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260.750. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi. SH. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999.500 atau senilai Rp14. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.182. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam. Nomor 36 tanggal 18 April 1990.385 lembar dengan nilai USD 2. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1.250. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. Metode Biaya Potash Mining. Sesuai resolusi para pemegang saham. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit.946.073.318.013/1990 tanggal 5 Juni 1990.000/lembar.154.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. b. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.385. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. 24 . Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa.500.000. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk.

463.961.919.961.450.062.136 8.039 200.795 2.245 3.782 46.124.510.120.011.395.527.091 Saldo Akhir 29.988. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.403 atau ekuivalen dengan Rp2.085.123.355 26.394 717.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.486 Reklasifikasi 2.000 atau 12.011.303.535.283.619) (152.463 75.422.134. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.908. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.982.821 498.000.490. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.13%. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.180 107.283 55.526 99.011.150 331.721 3.280.456.278.027) - Saldo Akhir 29.997.566 321.422.080.319 2.438.201.093 42 550 193 Penambahan 498.350 lembar saham.027 1.533.299.779 191.321 789.812 2004 Pengurangan 416 4.283) (55.544.995 16.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.000 131.216.000 111.711.832.798 216.643.390 1.869. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.445.031 46.604.220 3.612.128 1.572 1.954 11.559 3.350.551 398.434 50.899 64.927 75.365.390 1.848.566 321. 11.341.388.501 3.724 14.025.212. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.819.388. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.470.000 dan telah disetor sebesar USD 1.547 39.422.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.408 152.077. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.976 14.198.195 17.802 887.443.228.604.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.568 42.409.857 5.341.646 (2.661.577.074. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.680.776.099 2.305 7. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.056 1.383 23.045. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.813.031 46 085 979 .819.183 1. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.426.577.206 2.131.530 981.556 19.200.821 8.237 Penambahan 7.050 1.002.456 214.979 22.566 321.438.241 42.422.646.007.340 45.699.576 4.595 3. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.161 52.

154 3.588 148.401 928. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).031 46.542.711.340 45.463 75.305 1.988.398 37.163 6.589 9. 12. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .577.masing sebesar Rp1.144.840.837 1.433 90.355 26.869.530 981.422. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.706 (16.280.643 90.408 152.212.566 321.039 200.916.514.547 39.035.919.346.470.106 216.595.154 8.041 894.379.942.119.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.963.011.572.007.220.566 321.979 22.050 1.941 Reklasifikasi 15.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.379 15.215 649.540 111.228.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.969.365. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.392 2.306 1.178 862.696.623 dan Rp3.490.193 21.167 17.643.390 1.550.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.025.408 152.675 99.394 717.756.278.797) - Saldo Akhir 29.477.149 2.604.145 6.083.099 2.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.123.200.195 17.816.027 116.856.941.768.577.044.179 68.212.578 2.508 8.136 6.238.429 29.847 5.443.940.303.213 3.574 14.432.341.700 3.136 8.593 Penambahan 498.401 928.679.762 373.510.721 3.292.225 16.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).941.252.328.327 232.091 909.626.299.326 8.027 1.445.463.093 42.753 1.313.802 887.085.961.771 185.408.679.088.242.612.480 17.422.289 .500 79.913.982 40.475 51.051 373.

460.514 1. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik. Biaya . 27 .108.281. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.000 2 1.790 580. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi.784 56.500 3.291 612. 13.300. jaminan botol.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).182 1. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.496 759.406.496 714.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.317.400 1.281.062 342.800 1.000 1.634 342.800 23.800 34. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.784 610.552. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.

900.000. SH.939 190.178 774.665.999.811.296 5.000.430.000.000.00% 10.939 190.80% .000 155.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.335 437.020.00 10.911 312.387 281.600. Notaris di Jakarta.276.989.000.000.171.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .427 110.771. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.364.50% 4.375.350.610 130.10 12.000.146 USD (Angka Penuh) 10.171.564 125. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.876.246.456 531.347.950 33.41% . Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.283.100 3.650.50 3.000.248.342 86.141.000.6.000.00 16.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.perubahan perjanjian kredit.731. b.865.03 9.6.18% .069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.000 916.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .03 13.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.860.553.957 23. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.13.324 2.000 10.796. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.56 131.14.000 712.000.020.000.463.000. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.75% 4% .78 2. dari Lindrawati Poernomo. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.00 14. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.100 20.043.789.56 82.347.00 14.248.833.742 32..000.028 151.88 21.246.789.347.995.841. 28 . serta perubahan .551.997.330.00 57.000 50.000 2003 Rp 84.900 242.000.750. c.000 92.296.312.88 43.695 312.00 25.

Seluruh persediaan bahan baku. bahan penolong. Mesin . PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. Kec.000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10. dengan tingkat bunga sebesar 5. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 .000. PT Bank Negara Indonesia Tbk a.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12. 29 - - .000. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30. 2 (dua) bidang tanah SHGB No.000. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .420 m2 yang terletak di Desa Ngipik.000 dengan rincian sebagai berikut : a. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . barang jadi yang diikat secara Fiducia.000.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia.000.000. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10.25 September 2025) seluas 174. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10.16% per tahun.000. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004.25 September 2025) seluas 24.000. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. Manyar.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. Kab.000.000. barang setengah jadi. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. bahan pembantu.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11.000. Kab. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000.Kec. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI.000.490 m2 terletak di Desa Romo. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. b. Gresik.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. c.

notaris di Surabaya.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000.000. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.perubahannya. SH.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. DNW.83%. DNW. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. SH. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. SBY.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.000.700.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. 30 . dengan bunga sebesar 13.COP/COD. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No.COP/COD. terakhir dengan addendum III No.000. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.COP/COD. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. Akta No.131 tanggal 17 Oktober 1994. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. DNW. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang .. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. b. notaris di Surabaya. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY.IDB (LITF .

000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003.000. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. seluas 15.000. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. terakhir No.000 dan dibebani bunga sebesar 5. b. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. Jawa Timur. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25.000. 11 Desa Ngipik. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. Kecamatan Gresik. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736. Deferred Payment Credit Facility . Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.000.30.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.000. A. Clean Import Loan Facility .000. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. c. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . terletak di Jl. 31 . dengan maksimum kredit sebesar USD 5. dan bangunan berupa pabrik. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5.000.000.BOX 107. Kabupaten Gresik. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik.000.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan.Yani PO. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. sarana pelengkap.47% per tahun.perubahannya. dengan maksimum sebesar USD 5.000. Desa Ngipik.000 m2.000. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004. Propinsi Jawa Timur.48% per tahun. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. Documentary Credit Facility .000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.

208 2004 Rp 2003 Rp 13.600 980.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.289.454 3.464 43. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.164 992.151.138.423. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.320 10.627 2.404.916.915 17.270 8.473 16.986 28.939.496. Pajak Dibayar Dimuka 79.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b. Hutang Pajak 1.518.983.534 188.624.918 833. Perpajakan a.529 703.065.001 126.778 270.982 160.713.076 388.681 27.783 16.691.652.025.601 753.714.526 146.447 1.404 837.009.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.027 1.414 426.744 109.830.895 6.896 62.284 12.348 109.900.924 33.426 .900.607.480 11.052 90.426 2003 Rp 14.791 509.939.198 126.181.209.600 1.477 1.698 45.860 7.680 18.530 19.413.652.244.228 351. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.410 277 8.896 65.153.198.643.960.589 117.208 81.026.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

045.021.247 46.801.73 36 37.827.983 74. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.828.208 639.757.474. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.535.019.163 9.372 82.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .000 27.296.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .913.532.77 152. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.451.694 17.245 66. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.602.072 3.563 45.816 51.783 31.226.017 53.068.Fasilitas Tunggakan Bunga .167.066.50 33.063.326 2.600 58.291.857.701 18.000.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .341 5.876.247 4.892.864.119.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .903 2.472 13.865.091.572.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.50 33.27 63.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.265 2003 Rp 22. BTN dan lainnya.557 .709 12.227.829.788.965 235.411 8.313 398.108.171.137.284.779 10.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.000.801 308.23 186.432. 19.119.343 286.144.558 21.352 2.258 43.160.Proyek Prasarana & Utilitas .408 663.563.419 12.530 388.562.Pinjaman Pokok .Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.000 88.114.

50 7.680.800.572.798. 7.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .164 4.41% .500.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.75% 37 .14.13.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.75% 4% .Pinjaman Pokok .734 25.800.779 10.00 1.640 519.832.779 10.432.022.637.798. NPK .Fasilitas Tunggakan Bunga .000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) . Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.000 22.800 143.832.18% .164 4.80% .000.800 87.022.303 25. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.163 2.6.50 72.Proyek Prasarana & Utilitas .469.715.432.00 15.000 ton.218.000.5% + 0.511.Proyek Pupuk Eks.167.6.224. Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.572.903 551.218.500.654 8. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).000 22.694 8.163 9.813.00% 10.176 1.50% 4.

1 milyar dan denda Rp42.4 22.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah. Akta No. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.4 Tunggakan Bunga 4.800.7 19. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.000.COP/COD. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight.perubahannya terakhir Addendum III No. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.700.6 10.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.6 10.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9.0 15.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.6 42.4 15.300.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. SBY. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.4 4.4 4. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.1 10.0 15.1 milyar.0 93. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .4 4. No.0 Denda Jumlah 14.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.IDB (LITF . 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.4 4.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93. DNW. tunggakan bunga Rp22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) . B.100. 38 .5 29.1 34.000. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.3 milyar.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.6 10.

b. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). serta unit ship unloader dan belt conveyor . Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. 39 . Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. 70 seluas 24. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. Exim .5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. yang berdiri diatas SHGB N0. Kecamatan Gresik. Manyar. tanah dan bangunan terletak di Kec.KI/ 2004. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.680. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. persediaan dan tanah. 69 seluas 395. Kredit Investasi Bank Mandiri . 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. 2 seluas 112. Notaris di Gresik.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan.000 dengan suku bunga terakhir 14. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. SH. Kecamatan Turi. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air.000 dengan suku bunga terakhir 14. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. unit pompa booster. SH. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).490 m2 beserta jaminan .193 m2.575 m2.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. c.SBY/007/PK . mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).285. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler . Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. Pagu fasilitas ini adalah Rp41.000. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin .jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.000..

deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2.000. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.550.KI/ 2004.421 22. yang berdiri diatas tanah SHGB No. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.171 4.500. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.456. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).531.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d. 69 seluas 395.400.803.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22.114 28.550.910.408 24. 21.844. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.687.SBY/009/PK . Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.129 4.491. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . Perjanjian ini telah mengalami perubahan. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.193 m2.040.986 . Pada tanggal 5 Desember 2001. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23.000. 2 beserta jaminan .000. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.685.887. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH. yang berdiri di atas tanah SHGB No.012. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.235 3.249 23.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.158 739. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.352 1.811. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15.154 611.5%.263 2.500. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14. Notaris di Gresik.992 1.293.555. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4.120.944 4. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.000.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.136..924 256. 70 .887.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.

SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1. Netty Arni.819 3.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.000 telah ditempatkan dan disetor.462.280.420 lembar atau senilai Rp396.197. 22.695 905. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.625 2.729.000 396. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.420. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.420.000 per lembar.695 1.197.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.729.000. SH.094. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.846 (571) 905.611 7.410 10 396.033 14.822 7.01% 100. Notaris di Gresik.000 41 . Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.611 15.396.000 10.99% 0.094.784 2. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.189.00% Jumlah Rp 396. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.. Modal Saham 278 1.000.784 1.410.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.403 7. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.300. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.033 7.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.810. Dari jumlah tersebut 396.

843 495 94 64 - 919.372 51.43% dan 10.156.993 399.709.999 150.977.051.210.368.550 119 119 673 895.724.875.585 84.036.116 652.971 1.486 5.758 - 175.792 166.260 265.176 1.401.791 77.236 217.972) 2.127.160.512 432.584 276.136 149.174 183.872 26.662 10.023 30.970.703.786 257.391.509.548.666.389 95.795 11.193 597.396 41.015.642 10.881 726.263.231 460.998 239.811 70.598.091 2.146 54.285.839.894.335 - 19.912 47.364 4.587.381.820 33.759.270 44.839 115. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.304 2.002 30.166 (2.878.063.304 683.440 23.519 3.603.439 45.877 3.379.626 78.872.985.614.081.580 - 42 294.918 221. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.634.234 528.381.972.908 446.674.169 5.391. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.597.764 15.455.312 2.340.837.949.294 234.064.773.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.910 21.044 26.847) 3.884 489.873 13.571 484.656.916 112.040.251.955 106.391.227.482 557.273 45.562. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.083 30.158.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).398.656.942 31.909 74.306 2.362 314.896 2.120 25.881 2.960.682 195.307 94.391.566 426.114.698 3.993 88 14.075.534.018 47.055.012 2.927.100.599.286 .020.410.524 2.729.119.290 13.489 (2.769 128.978 177.683 72.076 110.001 3.991 98.815.774 2.959 65.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.

221 1.978 68.862.365.972) 2.688 Crude Gypsum 77.489 (2.979.091 535.698 3.270 44.513.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.990 730. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.935 2.071 1.246.580 3.242 2.057.320.857.347 557.661.485 371.092 5.851 24.055 775.196.633 Produk (Flowable) 134.139.781 - 43 .160.949.751 Formulasi 2.367.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.156.974 7.173.791 77.122.053 180.005.914 1.875.394 16.164.341 2.084 575.216.997 3.020.904 39.070.110.922.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.482 210.851 8.466 Produk (Tepung) 20.887.918 221.410.398 102.389 285.166 (2.773 2.121.500 336.912 47.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.872.855 9.119.656.338.180 60.762 1.493.194 Carbofuran CO2 Cair 6.357 106.903 3.998 7.184.056 2.503.950 933.124.280 90.154.905.935 717.800 78.007 2.142 7.653.645 1.618 227.878.210.185.425 5.321 4.950 2.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.525 5 2003 Rp 8.807.196.642 Kuantum 9.927.686 195.330 177.894.304 683.767.325.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.577 100 761.667 5.982 Produk (Coil) 1.748.630.660 3.423.194 92.502 1.378 5.896 2.037.080 3.121.361.106 1.759.839.837.821 1.455.834 14.362.764.4D Amin/For.480.764 1.062.055.919 132.161 4.970.007.896 2.141 871.332 1.702 1.040.780 2.667 2.100 4.240 159.367 1.392 3.910 3.599.319 4.057.338.847) 3.644 68.356.947 120.102 11.

204.543) 2. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.234 528.934.742 53.277.766 2.603 (99.334 2.900 .890.317.108.419 130.083.009) (170.849 460.112.140 357.464 98.718 551.403.013.294 225.567 66.550 119 119 673 757.552 44 726.974.858.587 81.307 94.076 110.745.794 238.073.416.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.751 (539.974.232 218.888.500.971 32.220.164) 3.958 578.346.197.293 415.355.428.888 234.571) 88.256) 3.429 370.066 178.685 10. 25.491.193.044 92.489.292. 319/KMK.752.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.488.380.800.858 82.333.993 88 34.973) (94.136 9.574.602 158.843 495 94 64 - 944.573 65.455 18.025.326.464 419.542 259.615 3.386.865 2.543 (6.112 5.855.753.619.236 151.559 24.455) 141.972 92.06/2004.617 192.099.231 460.887.735.264.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.249.981 103.470 1.795 9.306 2.764 2.720 166.982.684 187.440.038.458 1. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.534 243.768.515.168.426 (641.495 336.836 (3.911.817.194 633.182 (92.128.974 33.856. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.107.616 2. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.338.356 30.491.128.391.820.334) 2.713 227.977.508 114.

709.288 40.342.146.150 21.668 9.165 (1) 109.501 9.098 4.804.526.095.500.350 52.579.359 7.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .642.672.432 26. 45 .099. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).416 3.398.367.255.071.247 4.087 622.056 2.010.459.382 4.538 861.830.980 1.525 5 - 129.931 7.343 91.486.58% dari jumlah pembelian bahan baku.850.613 3.975 1.333 1.424 828.791 47.931 141.525 176.610.989 5.662 6.585 405.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.362 314.108 1.785 - 187.244 1.450 2.369 1.017 342.027.108.658 767.274 6.976 3.799 3.660 60.296 987.887.406 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .292.658 1.997.107.542 2.971.982 3.168 198.069 67.727.900 21.768 1.168 2.915 559.953 4.007 41.148 3.852 52.989 532.309.144.708 10.306 12.683.702 1.914 80.238 856.505.910 4.786 326.792 166.754 10.148.292.625 2.16% dan 6.530 762.000 373.769 36.314 74.884 4.130 23.074.410. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.364 7.790 177.558 9.008.655 4.698 833.051 33.801 2.142.391 1.003 3.507.543.604 37.111.607.588 14.652.213.026.455.092 1.097 76.424 82.280 90.700 132.546 81.490.403 82.168 47.232 31.538 3.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.799.007.377.971 1.340 247.530.

355.601 5.857.123 1.466 72.710 20.413 437.516.655 3.667.081 1.182.028 1.083 5.286 179.865 60.836 979 2.630 13.924 16.708 34.524.133.971.337 31.405.547 86.648.271.414 758.883 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.762 171.211 62.827 129.771 1.510 10.270 4.161 1.176.548 3.179 159.994 22.845 1.125. Beban Usaha 2004 Rp 139.045 71.883.194 546.923.053.537 5.244.317 3.153 151.641 143.202 3.660.508 15.920 5.818 29.218.058 17.058.522 55.609.513.740.908 31.202.000.173.675 1.344 396.303.842 6.201 5.121 13.526 375.267.074 21.024.530 45.460.397 3.853.945 51.673 122.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .820 1.791.492.781 8.332 2003 Rp 104.721.336.068 1.844.371.389.807.573 11.556 1.149.745 15.744.391.163.142 1.325.829 4.658 353.080 16.446.709 387.497.207.256.550 951.803 34.891 1.560 56.163.044.805 246.943.366 1.232 11.418.934 6.163 1.179.347 6.685.425 58.477.547 274.

222 (567.009.192 12.812 1.044 26.560 6.023 89. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.366 4.222 280.287 34.623 47 .687.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.305.191.935.312 68.911 2.790.521 3.861.168 15.995 14.697 21.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .709 299.941 1.858 11.316 59.049 5.038 7.937.991 1.902.780 412.487.065 50.998.212.406 19.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.918.004.883 2.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .811.158.701.291 5.252 1.521 2.598 17.167) 124.711.155 107.488.314.173) 10.382.082 91.831.548 22.029.281.501.933 1.233.055 5.196 (17.884.213.399 6.941 485.010 119.489.950 22.482.019.384.922.563 14.461 26.100 689.

724.11 7.090.625.502 3.721.97 82.029 3.632 23.50 2.408 868.417 93.12 Rp 31.70 144.146.639.819. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.777.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .812.83 154.914.856.361.224.98 1.099.392.341.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .124.876.874.761 1.56 6.591.88 5.425.145 2004 Rp 9.696.73 421.014 Mata Uang Asing (USD) 2.347.798.335 43.701.303 439.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.104.800.513.803.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.356.561.681.42 687.486.734 495.137.766.82 3.082 15.424.465 48 .717 1.360 4.882 12.651.703 41.701.407.261.091.54 2.863.38 102.898 11.611.500.946.080.11 2003 Rp 21.165 14.105 10.446.658.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.00 51.409.746.844.417. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.508.814 5.469.832.705 29.06 2.483.120.194 366.15 1.930 26.621 72.93 13.246.270.353 17.176 61.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .290 2003 Rp 8.222 26.649.236.58 4. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.88 91.934 1.337.529.133.820.14 10.35 1.27 567.505.16 1.162.982.279 116.074.530 27.829.091.096.005.601.269.630.839.291.215.119.518 100.104.917 87.479 13.364.27 43.558 23.407.300 34.774.438.506.248.488 774.537.50 53.257.789.186 22.443.750 764.307.496.911.15 3.

Pada tanggal neraca.993.760. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.802 37.945 264.PT Petro Graha Medika .PT Kawasan Industri Gresik . Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.657. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .519.PT Petrokimia Kayaku .PT Petrosida Gresik . Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.516 49 2003 Rp 85. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.PT Petronika .777.PT Petrocentral .PT Rekayasa Industri b.PT Petrowidada d.909 170. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT Puspetindo .114.041 36.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT Pupuk Kujang .880. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : . Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. yang meliputi antara lain : a.929 345.PT Aneka Jasa Grhadika c.002.963.775 2. 10.680 60.PT Gresik Cipta Sejahtera .PT Mega Eltra . piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.PT Pupuk Kaltim Tbk .267 6.674.578.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah .PT Petrokopindo Cipta Selaras .732 78.PT Graha Sarana Gresik .065.43% dan 10.727 73.812 73. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT Pupuk Iskandar Muda . e.227 307.

020.794 1.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.5% per bulan. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.012.702 2003 Rp 8.935 2. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.644 101.592.624 8. sewa rumah dan sewa tanah. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003. 50 .744.400 34.511.368 2.794 2.557. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.295. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.236 18.892.897 17.405. listrik. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .082. sebagai berikut : 2004 Rp 6.779 3.913.550 12. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.007.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.807 302.741 1.400 1.038 67.750. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.509.938 3.826.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. 12. steam.015 187.601 2003 Rp 73.419.345.035 1.16% dan 6.820.984 1.147.785.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.970. Pada tanggal neraca.16% dan 6.468 20.258.888 1.864.762. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.926 55.695 1. jasa pelabuhan. yang meliputi 12. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.069 1. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.502 19.

Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.776.270.964 karyawan pada tahun 2004.776. Pada tahun 2004.Usia 20 .905.685) 168.255) 131.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .128.030 .504 46.841) 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.047.726) 14.55 : 0.45 : 0. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.253 (9.Usia 45 .066.570 (140.401.067.955 Jumlah Rp (271.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.556 (25. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.02% .Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui . aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.924 24.142.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.870.

Iuran para pegawai untuk PKHT. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).SJ. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : .286.U.955) 7. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.142. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. tunjangan jabatan. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.000 14. terakhir tanggal 19 Desember 1989.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.652. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. Disamping itu.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya.04. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek.271. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. tunjangan keluarga. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.U. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek.08. 2).SJ.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. 52 .795 (46.067. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.190 2. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. bantuan pangan dan bantuan perumahan).

Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .416 108.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.759.534 1.180 43.759. dicatat sebagai berikut: 1).577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.123.362. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.000 53 .863. 2).544. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.280 1. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.047 dan Rp 2.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60. 32.019 .012.230.087.725.910.590 2. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.175.509. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.

241.191.867.870.297 2.849) 3.495.634.713.958.492 (75.404.756.208. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.057) 17.633.645 1.207.508) 11.385.537.845) 76.227 54 .459.903) 1.285.428 78.822.096) 5.364.462 8.734 (176.686 1.977 293.374.530) (45.516 118.268 1.098.064) 133.021.005 (112.040) 618.074) (3.129 5.276) (1.482 (67.574.523) 17.086.296 (16.379.287.080.813.620 (4.896.641 (75.624.411) 1.316 36.837.892) (1.747.581 11.483 (3.228.761 2.848 12.886.326 151.255.601 (116.234.408 (2.345) 68.445 8.408 (176.923.152 5.284.704) 6.638.181.562.189.681.643 241.350) 79.181.759.516 2.171.966.448 246.890.833.423 Konsolidasi Rp 3.729) 231.077.493 4.238.062 230.711) (1.536 56.849 38.190.189.743.527.840.158 (112.577) 218.405.215) 2.911 (75.521 (10.215.845.456 1.052 (2.347) 182.961 (17.212 (93.197.065 4.873.825) 618.845) 68.645 11.466) 102.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.436.359) 6.748.096) 156.653 (118.042.563 2.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.065 4.077.054.982.771.255.359.785.909.092.029) 184.533) (94.330 1.813.493 (792.186 (10.965 (71.356 45.339.023.928.516) (50.625.799.637 (294.057.124.025 2.428.285.581 278.616) (6.839) (111.445.135.462 117.335 11.870 (2.158.719 (93.682) 1.558.577.448 234.825) 6.912.831.276.849) 3.140 1.986) (4.681.615.278.681.011.913) (115.809.848 4.021.483 (74.435.117 1.956 (17.538.973.862.164.216.157.020.357.813.071.747.890.538.901.189.525) 73.941 (15.688.064) 121.824.983 70.983 (4.040.413.822) (93.733.618.872.651.512.811.872.

426) 203.963.776.074.695 1.088 54.672.742 55 .638 (180.665.364 (2.347.095 (2.115.969.514.418) 57.574.331.984 (2.029.948.518) 2.857) (128.547 2.684 110.108) 170.158 215.238) (303.695 (15.206.301) 170.349.142) 2.314 1.463.928 7.495) 58.801.744.346.328 (65.626 (72.553.853.927 4.257.801 7.810) (358.980 252.942.853) 11.565 12.015 50.052 (303.510.318.305.966 252.570.532.760 55.493.052 (303.306.436.054.565.692) 91.812.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.258 948.894.978 (3.810 1.953.882 1.404 198.484.193 203.208 1.337 (74.505) 92.869.290.670.238) 252.896 (2.845 7.152.635.610.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.365.661.482.648) 2.953.934.038 981.875.486) (125.137.455.970 2.418.285.238) Konsolidasi Rp 2.370) 894.377.914) (31.415.281.623 258.374.222) 2.815.331.285.314 (15.535.956 20.496.602 27.042 2.629) 3.813.973 (71.048.993 257.457.009.946.376) 92.400) (2.831.015.215 (558.418) (1.206) (3.160.665.350 (65.607.500.380 4.309.813.381 90.708 207.712.486.421.342 245.725.922.700 113.187 53.896) (326.966 58.692) 1.439.526.164.638 (87.126) 13.879 1.648.490.141.919.358.052) 7.307 4.339.780 33.258 (2.020.624) (7.112.284.243.164.821.789 4.806.708 202.557 (665.812 2.674.670.563.193) 229.927 (3.730.979) 13.331.271.081 (86.841 (72.387.651.829.

Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.296.654 25.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.513 87.637. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.069 46.555. terjadinya perbaikan likuiditas. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang . dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.211.515 85. Meskipun demikian. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.535. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.409.502 56 .480 72.903 4. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.289 437.748.629.739. 35. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.139 811.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551.992.816. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).384 43.314.813.989 91.209 17.816.396. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.019.637 25. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas.294 265. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.

676.778.masing sebesar Rp 1.572.872.869 1.256.806.434 21.356.824.242 47.030.229.783.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .340 983.325 444.386.460 166.988.580.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .158.482.089 684.208.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .PT.407 1.564.968.978.307 42.566.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.464.558 dan Rp 10.ragu masing .287. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .844.500 333.069.736 29.747.718.033.105.151.713.827.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .995 32.387.122.885.797.333.848 232.879.302 84.641. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.824 (0) (0) .473.876.624.422.masing sebesar Rp 714.030.585.898.554 17.380.813 210.963 pada tahun 2004 dan 2003.678.540.254.241.013 57.543.362.467.863.764.817 24.816.778.347.257.898.676 1.602.248 13.349.180 135.040.140 14.619.638 2.636.316.409 122.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.133 dan Rp 249.535 13.514.424.129.035.805.264.ragu masing .664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .797 867.230.412.574 dan Rp 948.872.554.852.314.186 2.657 2.073.690.413.288.625 17.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.142.355 dan Rp 1.176.221 112.097.986 dan Rp 506.371.588.676 1.

824 .000 per Saham Modal Dasar .015.359.033.057.340 2.654.550.655.916 109.793.347.197.819.450.112.606.697 437.420.813.838.432.214 57.286 31.906 2.001 73.624.511.755 - 90.308 23.068.715.976.568 108.763.588 551.231 43.363 46.713.372.947 888.482.025.329.532.888.199.052.491.555.000 334.072 6.286.960.978 - 519.Nilai Nominal Rp 1.087 854.176.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.349.352.909 89.985.590.PT.106.616 18.059 143.312.387.242.962 2.869.870 87. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .348.420.085.332 4.300.861 396.474.508.114.722.127.797 396.000.161.879.383.629.000 288.443.328.902.194.092 30.972 133.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.194 23.000.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .959.657 114.575 664.249.768.456.1.511.597 8.000.296.992.640.933.767.253 124.420.639 616.005 1.068.327.394 794.637.

800) 17.792.838.190.607.409) (403.102) (9.804) 175.811) 111.069.724) (157.663 120.899.707.427.697 166.812.044.626.136.600 (57.911.106.266.948) 278.700.359.409.698) (347.228.PT.556.197 117.591) 54.956.399.815) (66.380.073.689.169.401.453) 198.633.838 (179.086 (71.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.782.658.200.394 .151.298 (127.122 (2.423) 184.328.400.821.123) (147.831.184.624.258.189.051.992.288 (66.894 (67.482 (2.922.056.632) (57.021) 545.008 (86.867.673.890 (93.633.980.978.951.704.906.390.223 (50.500) 108.284) 681.192.528.425.610.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .794. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.577) 124.290.100) 13.767.126.497.367.467 (142.797.557.198.179.372.983.054.442.859.349.570.768.744.

992.000) (1.747.423.000) (2.000) (1.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.534.611 794.285.372.659.540.000.797.767.000) 668.394 (47.353.180.000 396.767.820.000) (1.929) 108.387) (7.000) (932.000) (2.637.737.962 124.211 108.210.611 288.353.086 (60.590.000 396.093.183.087.000) (1.394) 124.768.863.242.000.793.353.000) (1.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.767.372.558.000) (43.879.889.125.469 108.340 .741.737.000) 2.696.068.328.197.534.000) (932.804 40.658.558.540.133.394 (47.311.328.210.372.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.658.282) (2.420.869.420.133.509.353.558.291 854. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.180.696.291 334.768.000) (932.199.768.196) (932.590.888.242.328.568 43.420.377.871 137.655.929) (46.000.186.086 (60.000) (40.387 (46.377.175.612.175.280.280.797.394 124.000) (1.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.793.125.509.087.183.394 2.186.000) 668.863.PT.282 (7.000) (2.

179.389.415 140.340 18.528 22.592.258.773.400.276.827.479.302. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .250.803 93.423.000 382.799.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.342 18.588.621.960.822.942.899.193 190.340.768.126.499.647.355 83.600.109.192.759 129.413.286.506.468 90.212 1.809 513.878.312 186.721.847 199.059 102.157.677 4.605.157.847 182.034 3.071.111 7.127.496 71.825.743 2.162 103.906 .679.290.533.149 59.497 1.309.700.973.267.124.982. Retribusi.505.700.485 590.350.877.619 11. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .352.918.902.256.709.091.599.953.628 65.144.983 199.289 273. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.245.856.335 234.423.041.600.870.311 505.455 347.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .276.734 (45.109 295.367 305.266.695.534.821.527.365.314.729 62.905 1.817.022.016.187.152.473.965.600. Asuransi Biaya Jasa.975 102.876.166 52.482.009.00 100.576 7.651.616.194.983 38.270.138.543.616 228.398.807.352.759 146.766.430.788.979.929.242.364 1.636.PT.128.896.224.155 182.416 87.933 71.420.000 2.022.588.910.852 202.098.572.077 58.010.799.340.916.892.298.973 78.887) 6.

856. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.902.073.848.204 1.621.885.829.180 345.215.417 333.576.013.844 2.298) 183.073.000.751.215.885.258.660.019.180 .763 150.261.474.681.PT.813. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.980.380. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.833.829.000.204 252.500 1.307.833.844 252.424.326.980.142 1.621 4.424.193.142 (1.320 333.485 1.898.576.106 (2.691.474.071.451.326.809.813.902) 12.

31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. 5704395 s. 5738727. 5720957. 5738740.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5723995 .D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380.d.

8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.1 Penilaian terhadap aspek keuangan ……………………………. 3. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3. Perkembangan usaha perusahaan …………………………………….. 2.DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.…………………………………………….2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………. Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….5 2...2.……………………………………………... Produksi .. 2..4 2..2. 4.2 2..1 Perkembangan posisi keuangan ……………………………….2. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………..………………………….2.10 Organisasi Perusahaan …….8 2..2. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.6 2... Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia ……..1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………. Laba / (Rugi) .... 2.7 2.………………………………………….2 Pelaksanaan RKAP ……………………………………………. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………...………………………………………. 3. ruang lingkup dan tanggung jawab ………….. 5. batasan.………………………………………… Investasi …. 4.2. Metodologi.2..3 2. Pengadaan .…………………………………………… Biaya Produksi . Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 …………………………………….1 2. 4. 2.………………………….2 Perkembangan laba-rugi ……………………………………….. 3...2.9 Penjualan . .2. Beban Usaha . 3.2..………………………………………….

6 Perkembangan operasi pokok perusahaan ……………………..2 4. Peluang ……………………………………………….2 4. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.2 4.4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….4.3 4.1 4.7.5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.6. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 . Perkembangan produksi ………………………………. 4..1 4.5.3 Perkembangan arus kas ………………………………………..7.. 4.4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….7.6.7.1 4.5.. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………..... Kelemahan ……………………………………………. 4. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ………………………………………………. Ancaman ……………………………………………….7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5..

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. b.5 bulan mulai tanggal 14 April s. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska.d. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.

sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. 2 BPK-RI / AUDITAMA V .5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.

55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.5 bulan. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien.92 triliun. 121%. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. 3 BPK-RI / AUDITAMA V . b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. Amoniak dan ZA. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. SP-36.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. (2) Biaya produksi pupuk ZA. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower.

(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.93 milyar.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142.57 milyar.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. realisasi Rp93.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. c) Rendahnya beban pinjaman.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. persewaan dan jasa. penjualan produk utilitas.10 milyar. 4 BPK-RI / AUDITAMA V .82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683. produk samping.19 milyar.

37 milyar naik 15. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93.25. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. 2.60% dibanding akhir tahun 2003. c.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.044.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.23 milyar atau 15.01 milyar atau 3.45% dibandingkan tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.62 milyar meningkat Rp366.04 milyar atau 5. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.60 milyar atau 14.18 milyar naik sebesar Rp9.713.62 milyar.55 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2. 3.96 milyar. Laba setelah pajak sebesar Rp124.713. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V . Perkembangan Usaha Perusahaan a. b.50.21 milyar.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.34% dibanding tahun 2003.60% dibandingkan tahun 2003.

2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880. d. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. 4. e.36 milyar. kecuali Acid test ratio.90 milyar.62 milyar.67% dibandingkan akhir tahun 2003. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003.99 milyar atau naik 7. kecuali operating ratio dan net profit ratio. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. 6 BPK-RI / AUDITAMA V . Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.03 milyar. kecuali pupuk DAP. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. kecuali amoniak dan asam fosfat. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004.sebesar Rp345. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000.

b. Ak. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. 5. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. D-1416 Jakarta. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. b. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. Drs. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. Misnoto MA. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Register Negara No. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V .

URAIAN HASIL EVALUASI .

dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. verifikasi. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.d 31 Desember 2004) ini. perhitungan ulang. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. kami peroleh dari: 1. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d.2 1. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. batasan. 2. konfirmasi.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.1 1. Evaluasi terhadap aspek keuangan.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik. Metodologi. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. antara lain: a. Laporan SDM c.3 1. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V .

Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. 2) Meminta.a. 12 tahun 1998. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. 28 tahun 1997. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. d. b. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . b. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. PP No. e. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. PP No. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. parameter dan asumsi. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. c. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. 13 tahun 1998 dan PP No. Pemasaran. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Pengadaan. dan Kepala Biro Akuntansi.YA5/312/20 beserta perubahannya. 6 tahun 2000. PP No. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding.

Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . yaitu mengevaluasi.2. e. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. c. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba.633. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. f. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. dan RUPS. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. i. Direksi dengan Dewan Komisaris. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). 2. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. Pra RUPS.23 milyar atau 120% dari RKAP. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). h.2 Pelaksanaan RKAP 2. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. yaitu mengevaluasi.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. Pembahasan Komite Anggaran. d. g.

617 789.19 milyar.sebesar Rp2.500 138.297 137 3.Asam sulfat .545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .790 342.368.000 180.496 2.Urea .Cement Retarder .191 217 425.150 10.000 19.000 3.300 760.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.Aluminium Fluorida .356 34.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .464 30.194 633.256.Phonska .000 826.902 2.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.591 594.057 103 314.000 48.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.466 798.849 192. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.000 96.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.Asam fosfat .982 3.ZA .251.000 400.211 581.296.000 3.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.000 49.820 98.035.Amoniak .569 3.Lain-lain Ekspor .Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .DAP .017 52.510 96.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.501 124.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.852 177.500 2.SP-36 .KCL .000 560.633.450 683.296.NPK Kebomas .795 11.368.500 125.

019 683.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.Phonska .057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.678 20.376 69.640 18.211 3.230 173. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.297 2. sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.377 250.721.Cement Retarder .633.306 180.015 9.300 ton.076 45.774 115.DAP .115 17.296.368.950.Lain-lain Ekspor .Aluminium Fluorida .KCL . Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.358 904.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.320 425.300 84.507 512.057 13.491 2.Asam fosfat .612 24.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.879 439.Amoniak . Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.191 3.354 314.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.724 26.907 940.Urea .978 72.614 148.636 35.624 48.NPK Kebomas .656 25.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .035.455 155. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V . dan Subsidi Realisasi (1) 411.359 10.ZA .SP-36 .569 2.574 54.203 2.887 581.Asam sulfat .5 bulan mulai tanggal 14 April s.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .875 34.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.

Menteri Pertanian. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska.150 ton. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138.000 ton.000 ton dan 560.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. 13 BPK-RI / AUDITAMA V .849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan.500 ton.194 ton dan 633. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.000 ton.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.500 ton.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.

967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari). 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.000 ton.000 ton. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177.b.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. 14 BPK-RI / AUDITAMA V .790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48.000 ton. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat.000 ton.000 ton. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.

299 7.793 68.736 99 6. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .703 174 129.Lain-lain .794) 43.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.111 10.977 32.582 24.315 512 (9.Jasa giro & bunga deposito .743 689 979 44.Produk samping & utilitas .591 2. 2.79 milyar atau 174% dari anggarannya.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.480 138 119.587 25. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.07 milyar yang tidak dianggarkan.900 158 28.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.Dividen & fee keagenan .601 468 6.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .2.Persewaan jasa .430 139 4.

000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .150 95.599 201.000 ton.000 195.012 6.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.000 735.333 ton.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.000 1. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.439 32.000 140.274 24.000 80.602. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.190 519.000 355.Crude gypsum .225 572. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.509 361.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.111 Anggaran (2) 385.000 400.803 197.Ton Keterangan I.356 738.610 314.Dry Ice .000 590.418 1. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.CO2 .000 6.978 12.343 2.530.000 10. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.000 550. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.901.000 5.000 11.880.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.412 9.000 1.000 ton. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.000 20.013 1. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .

325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184. pupuk ZA II sebesar 194. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.000 ton. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.684 ton.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down). 17 BPK-RI / AUDITAMA V .590 ton. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140.000 ton. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194.000 ton.

000 ton.000 ton. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.000 ton. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V . Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.000 ton. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.000 ton.5 bulan. Economizer E-1203. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. b.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.

283 1. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.301 1.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.894. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.802 2.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1. Dryed Gypsum Conveyor M4204.894. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.093 140.605 1.240 1. b.845.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.problem pada Gypsum Feeder M-4250.264 57.408.573 1.952 56.989 2.322.000 ton.548. 2.561. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.pmbt.391 916. Pembelian dalam negeri .584 1. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.573 929.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing. dan Electric precipitator F-4201.512 275.166 70.811 169.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.345.2.85 triliun.845.Industri kecil .

D A P f.0 8 7 1 . biaya pemeliharaan.7 8 0 6 9 4 .9 7 6 6 .1 4 2 .6 7 2 1 . C em ent R eta rder s. A lu m iniu m F lu orida e. A sa m F osfa t d.4 3 0 2 .0 1 7 . Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.6 3 1 .6 7 7 4 . N P K K eb om a s 2 .4 8 2 .13 ribu.9 4 9 2 9 5 .017.6 1 7 8 0 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.0 9 4 .1 3 6 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.8 1 8 . Z A d.97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi.2 2 7 . c. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.2 4 1 9 4 6 . A sa m S u lfa t c.9 6 9 9 1 0 .9 7 7 1 .9 2 3 1 . c. 2.227.1 2 9 1 . batuan fosfat.61 milyar.4 5 3 . U rea b . Pupuk a . Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.3 4 6 3 3 8 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat.2 6 1 .2.1 1 3 1 . S P -3 6 c.d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 .4 6 5 1 1 8 . A m onia k b . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.9 0 5 1 . b. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.7 2 5 .0 0 9 3 .9 6 7 2 .6 5 3 . bahan penolong katalis dan listrik PLN.4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1. P honska e. N on P u p u k a .1 9 2 1 .0 3 2 8 6 8 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.4 2 5 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.

tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. amoniak dan ZA.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang.92 ribu. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor. tingginya biaya pemeliharaan.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.094. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. biaya jasa dan biaya penyusutan. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. biaya pajak & retribusi.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. jasa serta biaya kantong.818.425.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). 21 BPK-RI / AUDITAMA V .453. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6.68 ribu. tingginya biaya pemeliharaan.142. i.631. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). bahan penolong MFO. biaya penyusutan.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295.09 ribu. biaya kantong & pengantongan. e.482. biaya asuransi.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. KCL dan Urea). tingginya biaya pemeliharaan.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. f. ZA eks impor. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.136. biaya jasa.62 ribu. g. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas. h.261. d. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi. amoniak eks impor.

Beban distribusi .037 157.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .045 181.401 371. Beban penjualan sebesar Rp66. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.Beban penjualan . 2.956 56.141 66.j.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a. b.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.2. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.400 134.525 403.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.

2.191 3.910 (103.659) 681.73 milyar.544 (2.354 314.956) (157.229 (2.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .428.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.141) (56.315) 43.729 (54.320 2.82 milyar.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.912) 119.190) 184.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.185 (50. ZA.940.034 10.721.Pendapatan .Beban Penjualan .711. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.169 (93.587) (9. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.388 174.400) (403.951.131 9.211 3.Beban Distribusi .793 (129.401) 278.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .812) 124.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .570 (179.525) (371. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .950. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.018 683.035.613 (181.045) (66.2.Penjualan dalam negeri .887 2.633.703) 234.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.341 68.979 119.931) 606. disebabkan antara lain: a.794) 175.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.703 (25.373 2.037) (134.569) 131.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.

353 25.Proyek Phosphoric Acid II .843 31.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.Kalium Sulfat (K2SO4) .64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.89% .79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68. realisasi Rp93.420 Anggaran 8.466 4. d.899 2.103 39.833 60. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.7.Mesin & Peralatan .313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.673 24.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.Bangunan /Fasilitas .13.935 5.Proyek Revamping Amoniak .624 126.Proyek RFO PF I . persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.140 109.210 220. c.833 25. produk samping. penjualan produk utilitas.925 5. 2.917 1. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.071 2.916 4.b.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.93 milyar.Kendaraan & Alat Berat .21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.000 200 2.2. Rendahnya beban pinjaman.927 826 142.824 96. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: . Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.577 203.050 978 124.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .45% .70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.

telah selesai dan berhasil baik. selesai. telah selesai dan berhasil baik. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. 2. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . b. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. c.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. Investasi pengembangan sebesar Rp60. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. d. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. b. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. in progress). status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. e. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring.8. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat.21 milyar. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. telah selesai dan berhasil baik. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan.10 milyar.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.2.

2. c. in progress. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. berhasil baik.644 orang. barang dagangan. in progress. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. b. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. diklat kompetensi. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. meliputi diklat jenjang jabatan.84 milyar atau 96% dari RKAP.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. berhasil baik. sebagai berikut: a. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang.635 orang atau 99. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. 2. diklat formal dan lain-lain. meninggal dunia 4 orang. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai.9. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.2. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam).134 orang dan biaya sebesar Rp4. 2. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan.

Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I.25. Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.5 0 6 6 . Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004. f.0 0 1 4 .d. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).0 0 1 4 .0 0 1 4 . Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan). A sp e k k e u a n g a n II.0 0 1 4 .0 0 9 3 .5 0 1 5 . Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. e.5 0 9 4 . 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l.5 0 9 3 .0 0 1 5 . A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l. 2 0 0 3 6 4 . Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No. A sp e k O p e ra sio n a l III. 3.2 5 6 4 .

035.633.00 2.00 64. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4. Rate) 2.635 999. Eff.544 3.361 3.644 833.000 20. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.00 5.00 4.84 125.00 5.025 96 SKOR Nilai Real.00 119.412 95.322298 507.343 2.50 5.50 4.500 3.00 2.12 37 69 146.22 20. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.978 12.00 5.00 5.00 10.00 2.00 3.00 3.00 5.00 7.00 66.500 11.00 14.00 15.377.229 3. Perputaran Persediaan 7. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.18 17.00 2.02 28.000 735. Prod.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.901 201.3. Imbalan investasi (ROI) 3.50 20.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .012 6.000 10.513 96 RKAP 3. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2. Rasio Kas 4.00 15.032 688. Poduksi (Cons.274 9.00 5.693.50 4.000 400.00 3.000 140.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.00 5. 2003 90.50 5.957 778.000 590. Rasio Lancar 5.00 5.439 32.00 15. Total Asset Turn Over 8.00 13.00 10.00 4.25 20.013 361.71 27.00 5.00 113.99% 100% 3.00 13.00 4. Collection Period 6.685895 385.14% 5.25 64.000 6.29% 5.000 80. 2004 RKAP 2004 Real.00 4.000 2. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.

41 40.09 112.05 443.04 2.05 1.Efektifitas penyaluran dana . 2003 3.89 444.858.36 18.00 3.044. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.36 339.59 75.33 1.82 93.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan. 2004 RKAP 2004 Real.95 745.32 2001 58.089.347.00 112.713.36 324.62 milyar.00 3. jumlah tersebut meningkat Rp366.220.90% 40.242.80 2. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003. 4.27 143.83 2.97 73.10 53.82 2.39 2004 345.339.62 1.00 2.62 854.33 52.01 677.70 51.25 90. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.99 2.98 2.00 95.Tk.33 2.089.00 14.10 97.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.77 2003 333.73 80.86 494. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.61 116.11 1.00 3.00 3.96 901.06 311.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .713.00 3.220.96 288. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.3.96 880. 2.92 722.03 122.00 3.61 542.87 524.39 840.52 84.044.32 794.00 2. 3.58 789.78 928.87 104.96 Tahun 2002 150.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.51 2. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.36 2.81 453.322.347.343. kolektibilitas pengemb.38 1.11 849.00 3.00 3.36 786.03 1.174.00 2.86% 4.00 14.553.60 1.07 2.71 361.46 1.347.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V . Perkembangan usaha perusahaan 4.00 3.00 3.54 914.24 295.93 112.000.00 3.00 14.90 684.81 547.713.

40) 278.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.14 (57.34 (1.71) 140.57 (403.747. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .26 2001 2.61) 187.24 (191.063.61 2003 2. aktiva tetap sebesar Rp53.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. b.79) (93.37 milyar lebih tinggi 14.23) 112.54) 399. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.62 milyar.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.80 (29.951. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.55 (194.55) 93.37) 108.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.79) 435.65 (205.323.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.35 54.44 (115.633.18 (50.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.87 (70.77 2004 3.33 (172.438.25) 83.55 milyar.75) 423. 4.17 (9.713.96) 250.37) 207.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.04 milyar atau 5.12) 241.664.87 21.44% dibandingkan tahun 2003.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.20) 175.92 milyar.78 (1.67 (94.96) 403.23 milyar atau 15. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.30) 198.23 (2.61 (2.16 (46.77 milyar.17) 257.08 (1.37 101. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.744.96 milyar.55 Tahun 2002 1.340. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.66) 681.43 14.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.16 (116.61 (86.01 milyar.874.044.81) 124.82) 166.

885 124.619) 58.193 333.526 (111.620 Tahun 2002 58.287) (220.775) 287.373 (179.576) (266.448) (208.896) 74.072 150.413) (90.769 111.885 2004 333.468 (82. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.262 (47.620 93. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .549 148.702 12.239 2001 149.669) 149.795 183.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.224) (240.613 90.014 345.239 83.692 108.62 milyar.620) 92.4.692 2003 150.60% dibanding tahun 2003.01 milyar atau 3.806 (45.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.907) (197.90 milyar.727) (46.908 187.

033 (37.773) 12.044 20 83.420 296.763 (851) 2003 396.387) (34.250) (5.125) (1.363 (93.069) (4.832) (700) 83.423) (476) 93.92 milyar atau 7. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.262 880.175) (44.03 milyar.088) (2.420 242.262 396.420 242.655) (1.456) 3.424) (932) (932) (40.468) (46.237) (31.673 324.372 396.343 (242) 109.200 124.506 (328) 124.106) (2. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.590 794.036) 187. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .014 (499) (107.420 255.033 4.420 288.741 93.000) (3.958 864.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.420 255.681 187.069 3.664) (6.420 142.549 20 722.319 (1.820 (7.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.893) (1.510) (1.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.536) 374 Tahun 2002 396.500) (137.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.059 109.051 (853) 192 2001 396.730) (46.821 (47.420 334.044 83.549 396.549 722.590 794.262 880.618) (4.36 milyar.590 396.257) (822) (822) (2.420 296.768) (4.681 187.191) 1.177) (2.613 745.863) (1.741 47 93.059 109.363 (109.372 854.069 (60.420 288.613 47 745.748) 2004 396.404) (1.4.541) (1.929) (7.613 396.

Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.5. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.5. c. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . disebabkan tingginya persediaan. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003.4. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. dapat dikemukakan bahwa: a. b.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. b. kecuali operating ratio dan net profit ratio. 4. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. kecuali acid test ratio.

509 6.418 131.356 738.190 519.688 40.736 344.066 552.978 12.013 1.006 Asam Sulfat 98% 434.304 9.174 9.824 Pupuk Phonska 30.892 310.984 419.Purified Gypsum 52.999 213.272 367.924 Jumlah lain-lain 66.c.471.942 36.412 5.176 ALF3 4.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.289 Jumlah non pupuk 1.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.610 314.410 238.873 355.490 .646 3. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.786 1.357 2.082 Non Pupuk Amoniak 364. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.716 260.479 328.182 1.434 Pupuk SP-36 467.150 95.341.599 201.425.115 653. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.253 2.803 197.6.464.091 1. 4.229.208 156.817 1.225 572.430 Lain-lain : .176 687.403.741 Asam Fosfat 100% 131.702 105.903 172.916 431.185 1.CO2 9. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.280.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.012 9. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.460 279.718 3.741 9.439 32.914 2.608 151. b.082 1.850 Cement Retarder 402.725 1.216 5.Dry Ice 3.959 12.657 479.752 204.274 24.650 65. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .875 .915 447.577.170 117.399 141.492 313.996 56.728 Pupuk ZA 501.825 355.901.941 138.530. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.343 2.281 113.Crude Gypsum .412 361.208 292.517 421.

702 104.317.530.525 90.069 9.150 124.971 47.429 102 94 80 1.168 314.492 9.999 100.584 9.208 12.687 39. 4.881 771.598 634. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.903 53.914 2.886 70.820 98.234 528.251 19.718 3.306 119 119 8.865 80.525 425.343 2.887 1.122 155.033 139.849 192.814 874.490 146.967 342.290 175.509 515.455 63.808 109.704 106 .617 789.194 633.487 4.000 2.364 1.790 166.587 15.962.968 807. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.852 177.6.410 76.695 84.112 94.231 110.251.307 88 34.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.625 9.208 85.659 533.875 3.785 91.431 4.257 3.357 2.019 526.795 11.297 178.489 654.887 2.202 9.356 495 33.464 30.076 726.790 5.017 52.638 1 2.228 2001 313.767 1.263 28.601 5.000 10.561 5.591 94.416 408.989 41.160 2.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.560.544 2003 460.993 673 2.496 2.903 798.792 7. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.202 750.431 1.605 30.287 2004 460.486 76.843 94 64 34.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.550 5.056 5 9.034 84.040 332.587 1.000 429.204 52.982 21.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.110 4.

Strategi. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4.7.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi.1 Kekuatan a. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. b. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . 4. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. P dan K dan produk kimia lainnya. di sentra pasar. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai.

Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. f. d. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua.7.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. instansi/Lembaga keuangan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat.2 Kelemahan a. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. c. b. e. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. 3) Sarana gudang belum memadai. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. 4.

Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan.3 Peluang a. c. d. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. c. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. e. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. e. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. Tersedianya institusi pendidikan profesional. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu.2) Utilisasi kapasitas belum optimal.7. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. b. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. Bidang Keuangan dan Akuntansi. d. f. 3) Turn over piutang masih rendah. 4. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam.

2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. 5.7. 5. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . c.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. 4. 5. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. d. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. b. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. sebagai berikut: A. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa.4 Ancaman a.f. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi.

000. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . 5) Proyek-proyek pengembangan. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. A. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak.000.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. 6) Kegiatan lainnya. bongkar muat.00. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100.

21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 2. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 25) Audit atas pengelolaan pajak. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. A. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Mannan. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar.B. catatan dan saran KAP S. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan ………………….692.d 2004 senilai Rp21.18 ribu ………………… 2. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. 10 13 15 17 20 22 25 . Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.765.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan …………………….d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….. B. 2. B. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. A. 4. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1..22 juta ………………………………. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.DAFTAR ISI I. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349..939.. 4. 3. Penjualan pupuk sebesar Rp5. 3 4 7 9 II. 3.171..22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.

peraturan.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. PT Petrokimia Gresik mematuhi. berkaitan dengan unsur yang kami uji. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. peraturan. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. dalam semua hal yang material. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. kontrak. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. kontrak. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. dan persyaratan bantuan. Namun. Oleh karena itu.

D-1416 Jakarta. dalam semua hal yang material. Ak. kontrak. pasal-pasal tersebut. Register Negara No.dalam paragraf di atas. peraturan. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. Misnoto. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Drs. MA. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum.

96. asam fosfat.02.017. kalium klorida dan belerang.309.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. BPK RI/AUDITAMA V .236. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).957.470. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi). superfosfat.Lampiran A 1. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003. Pada setiap impor bahan baku.616. Selanjutnya dengan Memo No. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. Sedangkan sesuai Memo No. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran.037/11/LG. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG.02.98.022/01/LG.535.645. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.52. ammonium sulfat. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48.589.02.

50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43. b. Hal tersebut mengakibatkan a.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No.589.309.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.819.309. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.589. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak.98. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.236.590. UU No. Selain itu UU No.236.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48.363. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.00. 2. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.

00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.678. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.950 Rp 350. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.321. 2003 adalah sebesar Rp21. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.000.015.175. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.000 Rp21. Penyaluran th 2002 6.127.590.900 Rp 2.094 Rp 4.500.272.000. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.000.020.180.087.00. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.353.00. Penyaluran th 2004 8.335.833.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.000 Rp 3. Proyek LIK Gresik 3.000 Rp 22. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s. Penyaluran th 2003 7.00.212.767 Rp 655. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.821.714.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.000 Rp 932. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.537.214.519.990. Partisipasi sd th 1999 2.495. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.738.180.871 Rp 8.877.000 Rp 821.500.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.335. Laba th 1973 sd 1988 2.460 Rp 821.175.000.000.321 Rp 3.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.212. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3. Penyaluran th 2000 4.375.877.00 dan Rp2.548.000 Rp 2.548.d.759.000 Rp 1.730.175. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5. Dipindah ke cadangan 5.180.714.072.000.821 Rp 6.000.512.000.175.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian. 5 BPK RI/AUDITAMA V .714.514.335. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.990.000 Rp 1.000. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.180.833.000 Rp 1.100 Rp17.

Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain.335. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.600. hasil bunga pinjaman.00 yang belum disalurkan.00. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen).600. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen). 6 BPK RI/AUDITAMA V .089. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. Di sisi lain.872.500. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.175.180.872. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.089. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.000. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. jika ada.714.

3.692. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo). penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. yaitu : (1) Perjanjian No. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian.04.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. 382/07/TU.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo.113/02/TU. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani. Penjualan pupuk sebesar Rp5.04. dan (2) Perjanjian No. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .

251. Sampai dengan akhir Desember 2003.441.984.077.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.692. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.00. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.PT Bank Bukopin.442. 3.00. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.470.320.50.50 c. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.1/06/KU. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.099.620.441. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.00 5.547.50 belum seluruhnya dilunasi.50.612.498.441.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1. 8 BPK RI/AUDITAMA V .692.170.000.50 dan dalam tahun 2004 (s.692.466. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.417.547.227.02.943.581.108.547. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.50 3.814.225.992. 2. 1. b.290. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.675.547. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.692.00 49.606.441. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.00.402.709.367.246.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin.085.

70. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama.597. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.553.085. jumlah. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. 4. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V .00. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. mutu. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362.943. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. harga. Sedangkan mulai tahun 2004.470.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. Atas sisa piutang tersebut.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

350. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. b. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak.171.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2.50 per inci meter per tahun.18 ribu Selain menjual produk pupuk.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1.454/11/01. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. dan persewaan. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA).000. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa. Normal-Butyl Alcohol (NBA).d April 2001. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol).02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat.000.000.456/11/01. jasa pelabuhan. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum.Lampiran B 1. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. Pada periode tahun 1996 s.00.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

040.619/LN/2004 dan No.210.299.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.284.025.76 setara Rp557.778.40.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.00 MT.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.00 MT dan 41. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.242.445.36 setara Rp3.660.693.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.40.025. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.00.d. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.40.025.234.242. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.491.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.829. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.76) setara Rp3.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.445.60 + US$60.984.765.594. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V . Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.583. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.444. 3.040.d September 2005.508.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.36 (US$288.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.017.594.

PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. 18 BPK RI/AUDITAMA V . Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. charter. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s.223. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. 3.d 2002. 4. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.758.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. Berdasarkan nota tagihan tersebut. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. Untuk tagihan periode tahun 1996 s.d Maret 2002. bongkar.d 2002 sebesar Rp1. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar.223.758. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan.42. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran.765. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 2.765. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik.

2.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun. 4.42.146.36 2. 7.556.105.50 1.968. 1. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.336. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.223.895. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.800.710.735.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.194.223. 6.758.758.765.458.758. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.219.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. Menindaklanjuti Perda tersebut.758.689. 19 BPK RI/AUDITAMA V . Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1. 5.782. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.765.00 1.34 1.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.765.223. 3. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.72 274.765.50 24.00 2. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.223. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik.840.

744.00 128. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).00 0.822.120.047.320.491.00 9.00 0. 1.915.58 120.184.113.956. Pemeliharaan II (Har II) Dep.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.926.470.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .054.963.91 325.293.833.655.83 180.100. 4.774.00 17.00 10.00 280.714.496.96 169.106. 3.000. 5.00 3.772.581.20 dengan rincian sebagai berikut: No.27 1.980.750. 2.00 8. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.00 212. Unit Peminta Barang (User) Dep. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.027.754.997.00 106.00 116.818.939.483.01 3.579.00 0.27 Departemen Har III 35.343.150.427. 4.931.699.00 14.126.560.912.76 13.00 0.85 214.118.074.427.00 426.00 56.909.833.d 2004 senilai Rp21.578.239.498.558.224.656.886. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.677.027.270.00 0.085.10 82.106.936. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.00 3.673.750.956.956.167.840.285.16 PPK 12.774.758.896.652.833. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.503.32 36.900.825.117.509.459.000.015.043.915.01 Har II 185.00 35.637.150.25 44.00 31.463.00 78.001.074.831.00 158.351.40 254.080.00 Latsin 160.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.838.483.170.00 21.920.00 467.00 161.00 5.54 444.219.581.00 82.133. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.772.225.76 13.997.00 64.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 448.00 284.285. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.76 0.120. Pemeliharaan I (Har I) Dep.16 467.818. Pemeliharaan III (Har III) Dep.00 88.00 1.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.900.00 426.074. Status barang tersebut adalah stock item (SI).477.411.063.828.350.963.408.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.

206.76 17.249.109. 5. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.106.489.816.07 28.120.840.483.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.354.945.259.875.362.500.800.009.878.161.22. 5.80 1.023.59 231. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.00 900.681.249. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai. 2.639.259.181.729. 3.000.538.417.78 24.41.896.023.81 1. atau seluruhnya sebesar Rp15.253.697.729.74 1.259.95 1.46 2003 16.654.789.300.946.383.842.729.00 0.000.81 1. 4.00 88.00 91. 3.455.921.255. User 2001 1.71.854.175.096.00 0.00 433.896. 1.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.907.289.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.00 Pengadaan tahun 2002 1.907.221. 2.483.557.232.853.98.108.45.825.538.68 2.163.68 3.78 24.681.95 1.145.68 3.861.462.829.000.36 1.829.206.190. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.00 36.67. 21 BPK RI/AUDITAMA V .557.714. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.800.360.321.00 936.489.946.639.639. 4.322.00 0.98 22.099.708.692.708.196. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.370.108.557.354.00 936.864.107.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.000.886. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.

Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya.41). 2002 dan 2003 sebesar Rp8. Dep Har II. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.956.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21.383. Hal tersebut disebabkan: a. Dep Har II. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. b. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.d Nopember 2004 sebesar Rp13.864.217. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. Dep Har III. diantaranya sebesar Rp 1. diantaranya sebesar Rp2.20 + Rp8.833.074 milyar.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. 5. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.074.842. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6.61 (Rp13. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V .387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.939.864 milyar. Dep Har III.886. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.

dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Bank Mandiri. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. Pada akhir tahun. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. BRI. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Citybank. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Bank Syariah Mandiri. Bukopin. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. 23 BPK RI/AUDITAMA V . BNI. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Standard Chartered Bank. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan.

BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Pada bulan Nopember 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. Pada bulan Januari 2004. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. 24 BPK RI/AUDITAMA V . Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Juni.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. Hal tersebut disebabkan: a. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. b. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Pada bulan Juni 2004. Hal tersebut mengakibatkan: a. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. c. Oktober dan Nopember tahun 2004. Pada bulan Oktober 2004.

Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . 6. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang.1400/05/HU. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a.b. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000.03.

5720957. 5738727. 5704395 s. 5738740. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380. (021) 5700380. 9 pesawat 511 Fax.d. 5723995 .C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02.

7. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 ...………………………………………. 3.DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………. Sifat dan Tujuan Audit …….. 2. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan .……………………… 6.………... Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………. Dasar Audit ……………………………………. Struktur Organisasi …………………………...…………. 4. 5. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit ………………………….

Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.658. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.00.00 atau 133.00 95. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.024.378.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3. perencanaan.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.370.282. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.201.526. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku. penggunaan Rp6.000.008.000. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.024.370. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.00 tersebut merupakan 154. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas.090.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6. review dan analisa terhadap kebijakan.630.202. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.658.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.90%.900.614.

00.000. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.108.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.782.000.888.000.030.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.808.00.958.00 atau 169.782. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan.00. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. b. 2 BPK RI/AUDITAMA V . demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.00 tersebut merupakan 190. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.319.000. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.958. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.157.000.030.00 atau 88.000.319.95%.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.

2.966. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V . Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.90% dari dana yang tersedia.377. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.377. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.686.660. d.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.c. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.86% dari jumlah seluruh pinjaman.627.686. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.323. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.671.627.00.616.323.

Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.000.304.696. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL.00 kurang tepat sasaran.706.475.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. 3.Rp3.00. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati.800. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. d. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan.000. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.575. e. b.280. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.00.070.00. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.00. c.145. 4 BPK RI/AUDITAMA V .000. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.

c. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Misnoto. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Anis di Surabaya.) di Jakarta dan kepada M. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. Ak. Drs. d. Ikhsan Abdullah.SE. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. Register Negara No. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. MA. Sulaeman dan H.4. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. D-1416 Jakarta. b. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.H.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. e. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. S. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri.

c. 3. BPK R1/AUDITAMA V . Surat Edaran Menteri BUMN No. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Surat Menteri Negara BUMN No. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). b.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. b.57/ST/VII-XV. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. 2. Surat Menteri Negara BUMN No. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. daya guna dan hasil guna. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. c. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. 23 F dan 23 G.URAIAN AUDIT 1. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. d. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. Dasar Audit a.

5. f. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c.03.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.03.04. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. g.e. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.205/07/HU.097/05/TU.205/07/HU. 4.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . Penasehat b. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.d 31 Desember 2004).

6.097/05/TU. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. pemasaran dan manajerial. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V .04.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Anggota : 1. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik.d. Karo/Kadep yang terkait 2.

75 2. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.590.282.27 63.090 343.120.993.203. Hibah kepada Mitra Binaan 3.948.03 159.990 2. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.000 780.821.071.087. Sumber dana : a. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.008.191.46 C.295.000 4.338.00 tersebut merupakan 154. Penggunaan dana : 1.117 491.470 5.470 189.27 67.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.841.832 275.024.590.740.108.60 174.000 6. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.397.378.941.026.196 932.00 atau 173.667 343.000 401.30 125.000.000.370.295.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.000 14.97 152.630 105.024.703.240. Realisasi penggunaan dana Rp6.240.370.634 0 4.98 104.590. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.000.401.353.008.860 173.00.090 124.000.282.118.000 208.789.994.39 116. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .00 atau 133.599.980 19.617.242.590.408.77 181.78 151.000. Penerimaan angsuran pinjaman c. Dana yang tersedia : 1.770 39.000 3.660 450.00.00 atau 95.35% dari anggaran sebesar Rp3. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.90%.623 22.72 134.651.633 338.120. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.560 1.244.090.125.79 129. Penerimaan bunga pinjaman d.65 137.000.526.400.196 4.900.22 11. Saldo Awal 2.000.990.000.606.026. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.133.630.230 4.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.54 69.874 438.000.35 78.078.626 14.97 168.000 4.370 217.119.96 B.408.96 276.703.087.122.658.69 131.050 20.068.400 6.000.658.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.000 4.11 153.300.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.000 616.

000 780.000.000.000.98% dari anggarannya sebesar Rp780. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.000 150.00.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.068.000.50 19.900 52.000 Realisasi 422.50% dari anggaran sebesar Rp130. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.000 150. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.26 0.000. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.00.000.00 atau 168.000 130.200 644.00 atau 0. forum temu bisnis.00 atau 78.000.000 100. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .465.000.71 78.99 35. forum temu bisnis.99% dari anggaran sebesar Rp250.000. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan. konsultasi bisnis.062.370.068.000 121.000.000.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.370 Persentase 168. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.320.895.465.000.320 19.000.900. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 80.950 616.

726. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.990.663.180.958.944.958.000 30.180.806.000 7.145.556.13 1.600 1.030. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.182 13.000 12.63 211.306. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.000 1.026.65 168.28 143.00 atau 190.260 1.00.949.94 1.562 1.782 % 119.157.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.542.94 211.632 13.000) 2.175.202 940.242.250 1.319.433.319.294.030.000 339.000.156.562 2.000 1.14 64.000.31 169.000.000.949.319.782 243.500.000.911.000 1.91 15.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.000 200.250 231.218.900 540.295.000 1.09 256.888 1.808.780.150 454.000 Realisasi 59. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.10 1. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000.958.175.50 190.30 59.500.000.000.13% dari anggaran sebesar Rp1.201.600 932.06 46.574.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.353.000 12.000.000 211.433.000.000.486.40 227. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .614.450 404.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.295.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.782.450 148.000 0 1.978.888 148.600 1.15 202.050 484.000.640 (129.000.370.850 129.026.03 233.030.500.420 194.000.726.75 168.2.990 650.14 163.50 190.44 46.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.000 200.042.153.814.

000. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL.000. peningkatan kemampuan modal kerja. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4.00. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. peningkatan kemampuan pemasaran. Selain itu.b. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.108.030.000. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.00.000.

Rp396.971.848. Dari sisa pinjaman tersebut.00 (Rp38. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.209.827.364.557.252.648. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.564. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.00.402.00.895.227.448.00 terdiri dari: − Pinjaman eks. Pinjaman macet sebesar Rp9.403.00 dan Rp9. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.744.c.609. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.252.Rp21.882.500.564.00 Rp1.192.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 .971.192.187.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.486. sebesar Rp399.00).016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 dan Rp21.648.00. Rp69. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .895.823.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.227. d.219.828.663.733. Kurang Lancar.247.500.364.

Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG.061.893.00 dan Rp486.00.402. SH.769. Tunggakan sebesar Rp1. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.341.827.00.000.440. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.00 dan Rp387.380.BP/83.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.000. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I.260.00 Rp4.720.393.00. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.209.439. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK. Ketua II.− Pinjaman Kop. Berdasarkan Akta Notaris No.425. Sekretaris I.280.428. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.758. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .404.770.

848.370.564 16.42 2.27 100.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.00 x 100% 6.Indikator 1.35 57.663 9.96 0. Efektifitas Penyaluran 2.882 396.486.609.630.403.282.024.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .658.648.733.448 69. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.557 Prosentase 39. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.895.823.008.00 = X 100% 95.

bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.665.614.403.367.823.75 Rp 0.00 25% x Macet 0% x 9.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.025. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.911.848.201.733.448. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .86% = = = = = Rp 6.893.884.895.486.648.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.00.121.319.00 75% x 69.609.00 x 100% = 40.025.557. b.448.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.00 Rp 6.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.893.782.202. jika ada.882. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.403.00 Rp 52.884.958.50 Rp 99.733.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.00 396. 7.663. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.00 16.564. Realisasi tersebut mencapai 88.

476 3.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.070 48.660. 5.523.949.764 1.860 243.671.929.616 3.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .000 21.966.323. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. Penyaluran pinjaman 2. 3.377.075.686 39.420 282. Hibah Program Kemitraan 3.323.904.490 3.660.364.192.881 44.268 320.377.401.695.725.710. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1. 20.470 15. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.679.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.223.294.691.171 44. Penyaluran 2.000 20.113. 2.323.668.627. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.706.166.810 554.598.500.696.686. 2.490 48.461.094. 4.971 4.386.966 1.627.252.600 3.947.209.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.304.227 1.

245.364.000.000.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.364. Bina Lingkungan a.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.904. 2003 Tahun 2004 Total .00 d.854.00 Rp20.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.00 e. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.941.00 Rp21.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554. Program Kemitraan a.00 c. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.000.203.Pengembalian pinjaman 16.087.353.660. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.386.113.252.240.268.00.119.227.171.695.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .386.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.00 Rp 1.00 4.874.422.171.626.590.047.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.227.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.523.000.679.00 21.397.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.150.642.904.816. Bunga pinjaman Rp1.166. 2.929.796.252. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.810. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.909.000.

971.607.00 616.288.490.00 Rp38.00. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.470.182.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.971.00.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.370.850.209. Program Kemitraan a.513.00 Rp20.343.370.00 Rp1.00 Rp 5. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.839.948.764. Bina Lingkungan a.481.000.881.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.754.600.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.500.00 Rp2.400.00 Rp38.523. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.192.091.500. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .000.408.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b. 2. Penyaluran Rp3.929.947.00 Rp4.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.000.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.640.d 2003 sebesar Rp1.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.746.068.668.574.971.00 4.590.764.500.d 2003 Rp217.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.00 Rp3. Biaya Operasional sebesar Rp1.394.691.602.180.461. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.223.075.729.223.192.000.944.175.668.

melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.00. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.c.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK. Biaya Operasional Rp15.600.094.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .600. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.03. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.000.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.145.949.205/07/HU.d 2003 sebesar Rp1. 8.

Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar.04. melakukan survai lapangan. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1.097/05/TU.q. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan. memonitor pinjaman. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .

Selain mengelola dana program bina lingkungan. Selain itu. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai.04. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. 22 BPK-RI/AUDITAMA V . Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.d.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU.03. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas.Humas menjadi laporan PKBL. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan.

000.00 dan Rp45. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.06/GCS. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a.000. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.000. 011 dan 013/02/TU. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.800. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. 009.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. b. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M.00. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005.000.000. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.000. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175. 007. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.800.000. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.04.800.

Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.000.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.000. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. Kabupaten Cirebon. 24 BPK-RI/AUDITAMA V .000.00. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003.00. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005.H. Berdasarkan Surat Perjanjian No.000.535/09/TU.04.000. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi./ menantu H. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. S. Ikhsan Abdullah. usaha tersebut masih berjalan. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. M. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. Sampai dengan 31 Desember 2004.00. Kecamatan Gegesik.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Anis. M. b. Sampai dengan 31 Desember 2004. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan.800.000. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran.000.00. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya.

000.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Anis. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. c. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS.00 untuk mitra binaan lainnya. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS.800. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No.04.0297/04/TU. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. 25 BPK-RI/AUDITAMA V .

BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas.097/05/TU. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.q. Selain mengelola dana program BL. Berdasarkan SK Direksi tersebut. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. d. Dengan demikian. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan.04. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Selain itu.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.

d. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33.000. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.000.000. Sedangkan desentralisasi.00. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.000.00. buka bersama alim ulama sebesar Rp75. bantuan pendidikan dan atau pelatihan. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.00.00 dan Rp44. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.000.000.000. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.00. bantuan peningkatan kesehatan. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.000.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.00.050. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.145.070.250.000.000. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31.00. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.730.000.850. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.195. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.

28 BPK-RI/AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah.145. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan.SE. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.00 kurang tepat sasaran.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No.000.

Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.02.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.2480/08/KU.000. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. terakhir dengan Surat No. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap.575.00. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V .475.00.000. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. PT PG terus mengupayakan penagihannya.e.

423. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.000.290.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Beban administrasi Rp 48.000.00 Rp 5.00 39. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.340.000.00 616.000.590.235.00 Beban monitoring Rp 23.773.00 Rp 5.00 Rp Rp 250. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.00 Beban penagihan Rp 39.00 Rp 4.370.500.000.000.679.886.00 Rp 1.00 Sektor Jasa Rp 220.397.00 Beban lain-lain Rp 11.000.00 F. Dana yang tersedia Saldo awal dana.158.500.203.344.00 Rp 452.658.00 Jasa Giro Rp 13.000.000.658.00 Sektor Pertanian Rp 538.626. Surplus / Defisit (D-E) G.948.00 Bunga Deposito Rp 565. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.00 Sektor Perikanan Rp 225.00 Sektor Pertanian Rp 0.000.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.000.00 Sektor Perikanan Rp 0.068.000.671.941.011.000.00 Sektor Perdagangan Rp 2.900.370.400.00 Sektor Jasa Rp 250.829.590.000.286.300.00 E.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.00 Sektor Peternakan Rp 0. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.000. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.860.00 Sektor Lain-lain Rp 407.00 Beban Rp 53.00 Rp 217.500.000.470.00 Sektor Lain-lain Rp 0.320.00 Sektor Peternakan Rp 688.000.000.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.00 Rp Rp 234.026.087.703.874.024.00 Rp -195.554.00 Rp 6.00 Sektor Perdagangan Rp 0.635.824.000.758.000.546.401.00 .00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.00 Sektor Perkebunan Rp 0.068.

00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.489.323.476.446.971.252. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.00 Sektor Perdagangan Rp 0.504.00 Bunga tabungan Rp 192.401.d.00 Rp 2.000.00 Jasa Giro Rp 127.000.400.00 Ak. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.461.00 Sektor Jasa Rp 400.00 Jumlah pinjaman Rp 38.500.386.900.616.00 Sektor Perkebunan Rp 0.860.00 Sektor Perdagangan Rp 6. s.695.00 Sektor Jasa Rp 1.171.764.668.100.000.020.947.190. 31 Desember 2004 B.00 Sektor Lain-lain Rp 1.671.d.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.00 C. penerimaan pengembalian pokok pinj.674.000.447.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.268.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.00 Sektor Pertanian Rp 0.975.000.249. 31 Desember 2004 Rp 44.223. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.113.000.135.904.561.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 .00 Sektor Pertanian Rp 16.564.00 Sektor Lain-lain Rp 0.492.000.000. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.053.553.d.000.000.710.240. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.d.725.00 Sektor Peternakan Rp 2.687.227.410.00 Hibah : Rp 1.000.679.192.525.881. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.d.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Sektor Perkebunan Rp 0.364.00 Rp 44.00 Rp 4.

000.240.00 425. Jawa Timur 2.00 407.000.000.00 0.000.447.00 38.088.500.446.525.190.00 245.00 0.00 0.00 Lain-lain 1.280.00 0.00 425.00 0.025.00 0.020.00 Jasa 1.000.00 0.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.065.00 1.00 0.00 0. Jawa Tengah 3.900.240.00 4.641.00 0.904.00 Jumlah 32.000. Jawa Barat 4.00 7.000.00 0.500.00 0.000.00 6.000.047.500.000.135.000.00 4. Nusa Tenggara Barat 6.000.905.446.564.00 Perdagangan 5.00 0.000.00 16.00 0.00 0.240.00 407.000.053.000.687.000.00 0.192.000.447.000.000.00 0.047.564.00 175.00 0.00 4.000.00 245.000.190.00 0.00 0.00 0. Lain-lain Total pinjaman .00 0.00 0.00 E K T O R Perikanan 2.000.00 0.00 250.780.561.000.00 Pertanian 12.048.000.00 0.00 Perkebunan 0.000.00 0.000.000.00 0.00 0.000.00 0.00 0.00 0.471.971.00 Peternakan 2. Wilayah Binaan S Industri 7.00 0.765.900.000.00 0.500. Bali 5.00 254.00 1.489.261.00 2.228.00 2.000.500.403.904.00 1. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.d.00 0.

417.181.00 0.00 16.00 0.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.484.401.364.609.00 0.00) Rp Rp 16.00 Rp 0.888.00 0.011.664.087.848.100.00 .417.590.973.00 39.888.011.00 Rp Rp 0.901.417.00 1.557.00 16.243.417.011.00 0.784.252.860.011.00 0.00 Rp Rp 0.00 0.000.00 0.00 Cicilan Revolving Rp 21.888.00 Rp 0.00 (381.00 Rp 16.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.888.00 16.00 Rp Rp Rp 16.227.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful