P. 1
PT Petrokimia Gresik - WTP

PT Petrokimia Gresik - WTP

|Views: 462|Likes:
Dipublikasikan oleh Arif Akbar Hanan

More info:

Published by: Arif Akbar Hanan on Sep 16, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2014

pdf

text

original

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V . Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Suatu audit meliputi pemeriksaan. atas dasar pengujian.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. dalam semua hal yang material. Menurut pendapat kami.

Ak. menurut pendapat kami. dan.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Register Negara No. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V .B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Misnoto MA. D-1416 Jakarta. disajikan secara wajar. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. dalam semua hal yang material. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Drs. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok.

b. Undang-undang No. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. d. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. d. 23 F dan pasal 23 G. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. vi BPK RI/AUDITAMA V . 57/ST/VII-XV. Undang-undang No. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Undang-undang No. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Kontrak.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. c. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 2. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. b. e. Undang-undang No.1/9/2004. c. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Undang-undang No. Undang-undang No. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Dasar Penugasan a.

Undang-undang No. r. vi BPK RI/AUDITAMA V . l. g.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. 7 tahun 1991. 70/MPP/KEP/2/2003. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 12 tahun 1998. n. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Pertanian No. Undang-undang No. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. m. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. 16 tahun 2000. Keputusan Menteri Keuangan No. h. i. s. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 319/KMK. 17 tahun 2000. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. Peraturan Daerah (Perda) No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. q. o. Peraturan Pemerintah No. k. Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Keputusan Menteri BUMN No. j. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. Keputusan Memperindag No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 107/Kpts/SR. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Undang-undang No. Keputusan Memperindag No.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. 18 tahun 2000. p.f. Undang-undang No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. v. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. y. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik.t. u. w. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. vi BPK RI/AUDITAMA V . Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. x. z. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No.

077.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.823 1.404.678. 3h.670.248 3p. 31 3k.890.384.209 dan Rp 506.621.314.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .309.209 47.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.515 3.096.789.359 57.516 63.688 2.434. 4 3g.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .695. 3n.328.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .287. 5 347.216 dan Rp 981.816.145.120.460.127.268.445.537 249.030 69.407 1. 6 152. 7 8 9 16a 21.244.560 2.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.016 256 1.333 dan Rp 249.464.827 13.289 34.840.677.861 3o.783 3i.117 887.928 136.142.577 14.256 19.629.895 23. 3l.253.409.409 469.002.908.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .393 187.160 560.406. 3l.718.360 219.441 3j.756.825 dan Rp 10.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .004.369.814 335. 16c 3m.925.859 1.374.065. 11 2.072 85.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.266.429 13.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.077.592.833 44. 3i.162 718.028.880.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.328 17.774 618.264.237 29. 10 3s. 12 13 1.042 dan Rp 1.

249 1.296.449 87.625 23 396.059.420.176 23.1.117 396.165.000 334.939.713.903 2.715.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.021.939.813.295 551.757.265 46.c 31 73.328 854.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .725. 3.199.324 117.426 115.456.363 20 21.000. 3l.992.881 14.759.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.s.421 897.596.654 22.150 794. 16.309.860.514 31.631 437.931 667.986 622.Nilai Nominal Rp 1.886.637.069 90. 29 519.563.565.960.396. 16.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .018 43.864.846 1.462.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .637 5.550.838.197 2.555.047 91.878 2.372.993.374.853.640 4.960.860 18.511.a.435.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.826 1. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.160.171.890.000 288.f.300.s.293.895 8.263.910. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.869 124.323 58.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .714.692.198.420. 22 15.000 per Saham Modal Dasar . 15 774.191 3.039 2.348 33.756.001 8.879.b 17 18 19 20 21 143.889 108.426 137.

r.107.648.s.837.569.859) 207.173 (2.265 (143.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .328 (74.194 (2.r.921.c (71.382.819) 108.044.934.458.943.460.015 (87.455. 16.831.982.683 (60.731.207.244.429 (54.969 (1.711.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.166) 729.373) 119.213.705) 198.477 3.296) 110.r.759.189.523) 17.211) (171.099.150 119.191.526) (375.267 3.425) (159. 28 (93.306.845) 124.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.320) 582. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .196) (17.979) 13.908) (72.r.708) (86.292.015.023 (124.372.065) 50.332) 292. 26 (179.157.020.810.081.902.714.688 (68.643 (3.819.685.500.440 3.094) 126.413) (437.145 3.642 2003 Rp 2. 27 107.020.954.r.562.477.173) 181.615. 24 3.651.623 170.486.875.

988 108.590) (2.243) (46.333 108.558) (7.377 (7.735 288.509.353) (932.759.059.889 43.696) (1.125.372.061 794.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.658.759.863.658.420.328 (60.000 396.196.175.280) (1.150 124.423.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.566) 124.540.353) (40.992.087.199.793.590) (2.372.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.696) (1.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.793.377) (2.414 334.759.442.097 137.353) (2.280) (1.180) (43.175.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.196.087.326 108.741.328 (60.890 40.210) 668.000 396.863.420.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .125.372.285.637) (932.420.353) (932.509.235.566 2.039 124.150 (47.123.150 (47.534) (1.243) 377.123.180) 2.414 854.210) 1.540.747) (932.879.558 (46.046.534) (1.

364.579.316.483.351.286.180 513.270.534.258 525. Retribusi.273.421 Investasi Rutin 97.709 2.879 64.226.822 90.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .771.284.358 6.979.548 3.474.298 273. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .060.599.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.531 (94.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .911.224 9.579.829.092 16.653 576.250 184.245.127 189.158.524.572.350.605.074.986.825 103.768.929.129 7.314 7.455.000 247.807.511.679.758 200.779 2.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.529.262.532 129.969.892 52.848 305.144.054.350.919.585.277 71.600 382.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.796 6 .669 144.261.793.016 Jumlah Penerimaan 184.400 590.773.885 4.760.584.930 18.741 281.827 9.127 149.588.960.264 41.302.202 3.910.179 (125.138.214 104.258 85.600 199.955.552.016.570 2.618 202.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.638 3.346 Jumlah Pengeluaran 234.902.027 73.364.000 295.651 1. Asuransi Biaya Jasa.256.432.480 180.764 65.576.752 63.286.733.621 190. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.021.058 215.400) 128.869.856.192.512.459.568 347.913) 1.083 4.870 102.033 91.470.441 152.496 102.514.

033 260.145.507 156.735 1.814 260.684 153.077.181.099.421 347.141.709 335.033 7.677.291 7.404.845.677.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.727.145.688.845.291 252.893) 2003 Rp 55.428.634.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.577.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .411 176.688.735 1.393 11.742 182. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.096 1.577.181.604.634.228 335.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .510.

Sahala L Gaol Ir. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. perdagangan jasa dan angkutan. terakhir dengan akta notaris No. Ato Suprapto. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. diantaranya adalah pupuk ZA. Tambahan Nomor 722. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero).00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. 84 tanggal 20 Oktober 1998. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Phonska. O2. khususnya di bidang industri. Selanjutnya. MA Dr. UMUM a.01. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . MSc Ir. Suhendro Bakri. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan..Th. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. Alf3 & Cement Retarder. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. SP36. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. NH3. Urea. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Arifin Tasrif Ir. notaris di Jakarta. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. H2. Ir. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk.04. Teddy Setiadi Drs. Tambahan Nomor 5870. Dewan Komisaris. SH.

00% 35. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.382.808 Gresik Gresik Perbengkelan.13% 9. Nugroho Purwanto. SH.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.146. Ak.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk.034 pada tahun 2003. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.00% USD 26.392 Rp 14. Bambang Tjahjono. 20.. c. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.HT.01.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.000.968. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. PT Petrosida 8 . Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.00% Rp 18. SH.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20.80% 1.G Yudara.47% 13.00% 50.99 % Rp 59.262. Firdaus Syahril Ir. SE.BAT Ir.089. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938. T. Ir.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.640 Rp 61. Bambang Setiobroto. MM.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.032.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs.000.

Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60.751. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. iii. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. b.01%).00/MMBTU. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer.01.400.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.00%) dan Nippon Kayaku Co.000. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan.500. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99. SH.00%). Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. ZA. Modal dasar. Kemudian.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Disamping itu. ii. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. 2.000.04 tahun 2000. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid.00%). Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. Ltd Tokyo (20. 69. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003.HT. 9 .. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.016.

00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. ZA. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.USD 1. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%. d. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.400.600. Pupuk Non Urea (SP-36. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.050. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 . . 319/MK. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK.USD 1.00 per Kg e. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. 356/KMK.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.

harga. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. tempat. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. d. Bojonegoro. c. Lamongan. f. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Madiun. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Jombang. Magetan. Ngawi. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Nganjuk. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Tuban. Ponorogo dan Pacitan. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Dalam pertengahan tahun 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). investasi dan pendanaan. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. waktu dan mutu. b. Kota Madiun. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. 3. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. jumlah. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha.

g. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. 12 . Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Sedangkan untuk tahun 2004. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. h. Pada tanggal neraca. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. f. e. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. Pembukuan PT Petronika. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan.

Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. baik langsung maupun tidak langsung.1 tahun 0% 1 . piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. j. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1.2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan.000 (seribu Rupiah) per satuannya. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). l. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. k. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1.

Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. iii). subsidiaries and fellow subsidiaries). Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. Perorangan yang memiliki. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. mengendalikan atau dikendalikan oleh. m. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). ii). v). iv). 7.

Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap.000 Rp 10. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik). n. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.000 Rp 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.000 Rp 50.000 Rp 5. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Rp 25. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan.000 Rp 25. o. q. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. r. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan.000 Rp 50. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. p. Biaya jasa lalu. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban. (iii).500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50.000 Rp 10. (ii). Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. 16 .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.Pada akhir tahun. .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . .

Pada akhir tahun. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . . menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). . Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. 17 . t. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. s. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak.

404.511.393 1.012.150.649.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.203.889 6.323.621 137.310 9.269 21.788 7.653 21.064 44.358.780 3.446 66.605 310.234.491 37.583.169.002.521 13.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.954 5.355 273.443. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.163.469.393 5.814 171.044.880 83.565 5.083 224.325 226.784 191.382 15.363 22.465 177.262.377 8.704.899.120 52.765 25.526.494 81.650.316 152.892 4.192 196.308.448.420 306.404.729.716 23.000 335.560 .185 334.696 217.011 22.561 14.269.063.764 4.000 6.760 3.568.573 763 312.041.089.374. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.803.764 12.533 40.749.080 14.922 237.814 347.926.079 7.557 347.916 4.286. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.673 4.268 4.793.849 6.677.527.

591 28. 19 .521.600 3.137 17.885 42.043) 187.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).907 106.361 (249.937 359.258.515.085 3.250 14.870 8.841 3.643 (1.001.283) 249.807.197.067) 402.981.892 193.742.607 123.244 13.096.248.116.323.320 81.550.550.294 3.130.972 3.256 7.983.600.713.860 191.897.291.346.607.008 1.869 3.912 10.725 910.874.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.376) 406.540.391 7.237.759 20.700 143.766.866 219.448 2.869. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).913.960.547.733.655.574.520.253.004 (1. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.287.744 403.478.793 413.078.845.670.320 368.880.502.043.976 110.143 7.483.072.244.186.448.509 8.783 406.580 (6.815.872.784) 152.117 153.520.406 12.826 2.696 (7.520.266.373 3.360 145.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.747.062 4.577 402.333) 219.420 250.481.235 93.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.116 (714.623 3.120.253 28.903 44.260 43.

347.344) 26.120 337.194 (11.825) 14.225.034) 35.706.434.620 277. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .161 421.565) 13.911 37.148.500.000 1. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).617 2.092.367.747 13.352.341 2.879.266.569.868.162 4. karyawan).237.567.980 22.805.028.038 4.652 (9.989 22.249.409 26.059.579.673 21.782.591 307.850 8.680 1.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut. bangunan.199 3.978 24.784 7.030 1.652.779) 13.718.162 35.755 23.145.371 (1.470 835.579.024 771.850 .623 23. tanah.209) 21.264. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .943. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.156.806.120.289.013.150.223.990 365.441 5.283 29. 6.148.153.424 731.029.827 12.449 5. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.400 46.989 15.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.963 2.678. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.394 6.023 (10.188 (506.385.006 (10.027 2.

612 1.006 8.591.589 194 199 43.354 11. sewa rumah.951. Tepung.263 700.703.417 255 9.698 993.399. Coils) Sub Jumlah b.264 93 7.070 174. steam.466.090.008 67.592 7. Padat.221 165.576 34.751 20.828. Coils) Sub Jumlah c.902 161.013.508 8. Flowable. dll) Pestisida (Cair.588 5.747.334 43. Padat.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air. listrik.998 597.375 6.134 39.460 234.602 11.168.925.127.218 46.494 43.140.484.637 a.231 37.155 4.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.611 119.598 31.172 21 101.943.120.593 1. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.607 161.037 2.227.256 119.241 67.056 7.207 2. Persediaan 2004 2003 Rp 228.383 9.054.468 92.854 454. Tepung.700.716 16.136.105 3.850 Kuantum *) 130.760 110.918 60. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.729 19.334 10.249 8.605.520 11.389 27.701.128.021 152.915 322.682 31.471 66.489 526 131 386 52 .195 771.459 13.086 18. Flowable.758 32. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.705 3.165 3. dan lain-lain (lihat catatan 30).033 337.880 404.489.864 73.140 31. DMA.261. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.658 16. BPMC.224.379 2.611 5.478 842 88 Rp 126.496 2.957 7.999.231.746 11.639 99.673 9. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.789 4.487 Kuantum *) 178.822.171 450.698.101.419 50.871 274.757.636 9.574.361 128 78 353 35.183.320 66. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .228 381.279 50.032.033 30. jasa pelabuhan. 7.960 92. sewa tanah.679 30.717 6.626 42.

U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.327 85.565 36.877.416.439 2.391.558. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.280 58.102.634. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.178 3.229 5. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.314.233.907.334.620.335.244 3. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.915.334.280 57.000.080 2.402 65.314.071.328.304.808. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .004.510.000 2. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004. pestisida cair.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.243 1.786 14.464.671.298.833 29. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg). kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm). Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20). Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.812.914.256 .753 469.789.639 174. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.721 1.622 134. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.550 47.894 20.639 9.658 2.755.951 44.023 85.367.336 dan Rp53.677.831 16. flowable dan coils (dalam satuan ltr).418. 9.masing sebesar Rp64. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.529.185.460 7. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.271 7.409.442.072 Kuantum dalam satuan ton. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.578.310.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.695.706 718.330 6. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.

091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.434 (42. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.500 34.596.328.500 34.190.273.873 1.190.552.742.005 40.592.279 5.041.328.530.431 17.219 281.219 281.47% 9.617 281.849 15.000 1 28.850 289.357.226 2.00% 2004 Rp 21.229.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.303.250 260.00% 1.981 6.077.343 69.309) 875.957) (1.724 14.500 34.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.360 4.022 15.273.032 292.430) 20.552.849 15.964 (744.040.040.500 34.000 1 28.470) (851.818 23 .00% 50.80% 5.022 15.005 40.773 541.250 260.342 63.982 6.776.190.219 281. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.776.990.474.076 Saldo 31 Des 2004 21.643 1.192.519.818 17.592.091.742.602.269 817.474.091. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.203.818 Selisih Kurs 2.00% 50.873 1.531 3.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.530.360 4.990.00% 35.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.602.742.474.250 260.849 15.723 21.250 260.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.774 2003 Rp 18.531 3.

PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik.250.692. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.500.318.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung.108. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.385.500 atau senilai Rp14. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. SH.400.82% menjadi 1. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. Metode Biaya Potash Mining. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.47%. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.385 lembar dengan nilai USD 2. SH. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3.000.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261. 24 . Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5.000.. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1.182. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. Sesuai resolusi para pemegang saham.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. b.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260.946.073.154. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.750. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar.000/lembar.

13%.490.131.039 200.819.388.576 4.161 52.595 3.547 39. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.283 55.832.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.278.355 26.388.619) (152.099 2.535.128 1.150 331.350 lembar saham.341.303.526 99.646 (2.798 216.438.000 atau 12.056 1.025. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.857 5.813.438. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.927 75.241 42.220 3.395.699.426. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.062.212.408 152.074.470. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.486 Reklasifikasi 2.180 107.643.027) - Saldo Akhir 29. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.802 887.283) (55.200.365.280. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.661.711.390 1.724 14.136 8.982.050 1. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.577.450.120. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.568 42.976 14.434 50.604.198.000 131.456.961.305 7.510.216.390 1.319 2.011.530 981.463 75.572 1.556 19.011.908.463.031 46.011.031 46 085 979 .566 321.422.183 1.604.085.533.812 2004 Pengurangan 416 4.027 1.422.321 789.350.501 3.201.821 498.919.527. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.680.848.776.002.445.045.819.077.782 46. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.612.341.779 191.954 11. 11. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.544.299.394 717.551 398.409.091 Saldo Akhir 29.195 17.124.566 321.559 3.961.795 2.080.988.456 214.000 111.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.995 16.237 Penambahan 7.997.869.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.646.383 23.000 dan telah disetor sebesar USD 1.577.228.283.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.206 2.422. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.721 3.566 321.899 64.245 3.443.093 42 550 193 Penambahan 498.000.340 45.134.979 22.422. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.821 8.403 atau ekuivalen dengan Rp2.123.007.

200.595.589 9.252.099 2.679.768.392 2.771 185.721 3.942.313.346.963.480 17.083.238.220.432.514.154 3.106 216.039 200.225 16.365.588 148.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).500 79.463 75.025.969.163 6.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.149 2.228.154 8.328.470.289 .050 1.612.643 90.696. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.398 37.574 14.913.007.477.550.379.masing sebesar Rp1. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .756.577.242.443.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.475 51.530 981.035.144.566 321.700 3.510.675 99.941.278.379 15.179 68.940. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.623 dan Rp3.212.941 Reklasifikasi 15.816.916.390 1.305 1.085.919.341.044.753 1.088.401 928.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.031 46.215 649.508 8. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).408 152.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.093 42.299.540 111.490.394 717.840.119.178 862.982 40.679.145 6.762 373.643.193 21.136 8.837 1.041 894.578 2.593 Penambahan 498.869.604.856.572.433 90. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.091 909.547 39.422.212.401 928.626.979 22.027 116.542.167 17.445.408 152.213 3.355 26.303.027 1.566 321.195 17.051 373.136 6.340 45.011.802 887.961.306 1.941.429 29. 12.326 8.988.847 5.711.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.408.422.463.327 232.706 (16.797) - Saldo Akhir 29.292.123.280.577.

406. 13. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.800 34. Biaya .784 56.000 2 1.281.291 612. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi.281.800 23.800 1.552. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30. jaminan botol.108.460.062 342. 27 .400 1.500 3.300.634 342.000 1.496 759.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.784 610.790 580.496 714.514 1.317.182 1.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.

terakhir tanggal 8 Oktober 2004.999.456 531.146 USD (Angka Penuh) 10.00 14.6.000 712.000.939 190. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.00 25.430.742 32. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.911 312.100 20.80% .347.178 774.551.perubahan perjanjian kredit.000.997.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .13.283.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.387 281.88 21.10 12.100 3. serta perubahan .248.043.750.020. Notaris di Jakarta.50% 4.41% . dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.364.000.000.347.000. 28 .000 92.248.731.463.14.876.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .18% .03 13.246.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.020.000.342 86.564 125. b. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.000 916.789.296.553.000. c.000. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.141.665.650.427 110.900 242.171.950 33. SH.00 57.610 130.600.330.865.00 16.324 2.000.841.350.375.56 131.000.75% 4% . dari Lindrawati Poernomo.6.028 151.939 190.989. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.000 50.347.000.00% 10.900. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.000 10.00 10.276.03 9.56 82.312.860.78 2.796.50 3.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.000.000 155.995.000.000 2003 Rp 84.833.246.957 23.296 5. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.00 14.000.000.88 43.811.171.335 437..695 312.771.789.

000. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10. Seluruh persediaan bahan baku.000.000. barang setengah jadi. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. PT Bank Negara Indonesia Tbk a.000. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 . Kab.000.000. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan.490 m2 terletak di Desa Romo.25 September 2025) seluas 24. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004.16% per tahun.000. b.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.000. Gresik. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. Kab. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut.000.000. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. Kec.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10.000 dengan rincian sebagai berikut : a.000.000. bahan penolong. Mesin .25 September 2025) seluas 174. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. barang jadi yang diikat secara Fiducia. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. 29 - - . PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. bahan pembantu. dengan tingkat bunga sebesar 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11.000.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. c.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. Manyar. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.Kec.000.000.

06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. notaris di Surabaya.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. b. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.COP/COD.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk.131 tanggal 17 Oktober 1994.000.COP/COD. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. DNW. SH. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a.000.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No. notaris di Surabaya.. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.700. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . SBY. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . Akta No. terakhir dengan addendum III No. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. DNW. dengan bunga sebesar 13.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . DNW.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit.000.COP/COD. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. 30 .IDB (LITF . SH.83%. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005..perubahannya.

30. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari.000. terakhir No. terletak di Jl.BOX 107. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. c. Desa Ngipik.000.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25.000.47% per tahun. Deferred Payment Credit Facility .perubahannya.000.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004.000. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.000. Documentary Credit Facility .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. b. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. A. Jawa Timur. 31 . Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun.48% per tahun. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9.000. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. dan bangunan berupa pabrik. Kabupaten Gresik.Yani PO. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. seluas 15. sarana pelengkap.000.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. Clean Import Loan Facility . 11 Desa Ngipik. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. Propinsi Jawa Timur. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. dengan maksimum sebesar USD 5. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005.000 dan dibebani bunga sebesar 5. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik.000 m2. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. Kecamatan Gresik.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.

284 12.918 833.413.860 7.404.900.526 146.052 90.025.209.627 2. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.423.600 980.153.076 388.138.600 1.270 8.681 27.939. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.447 1. Perpajakan a. Hutang Pajak 1.410 277 8.896 62.924 33.830.783 16.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.228 351.643. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.026.607.518.691.900.960.009.426 2003 Rp 14.534 188.198.464 43.473 16.680 18.426 .208 81.939.698 45.982 160.414 426.778 270.652.065.601 753.986 28.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.244.915 17.529 703.454 3.895 6.652.589 117. Pajak Dibayar Dimuka 79.001 126.289.896 65.348 109.151.713.208 2004 Rp 2003 Rp 13.624.404 837.164 992.744 109.791 509.916.530 19.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.714.477 1.198 126.496.480 11.320 10.983.181.027 1.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

144.296.227.783 31.284.864.000 27.23 186.757.021.411 8.50 33. 19.171.167.068.Fasilitas Tunggakan Bunga .000.73 36 37.600 58.258 43.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .472 13. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.045.419 12.865.245 66.313 398.160.208 639.983 74.226.530 388.788.779 10.432. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.27 63.562.Proyek Prasarana & Utilitas .572.701 18.535.341 5.892.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.557 .191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.602.Pinjaman Pokok .828.000.408 663.247 4.091.017 53.114.816 51.709 12.291.265 2003 Rp 22.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .000 88. BTN dan lainnya.474.451.532.019.063.903 2.066.072 3.77 152.857.137.563.50 33. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.343 286.801.163 9.326 2.829.827.913.352 2.558 21.108.119.694 17.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.372 82.965 235.247 46.563 45.119.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.801 308.876.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .

6.432. 7.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.680.000.800.41% .50 72.694 8.303 25.572.022.637. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).734 25.000 22.00% 10.832.14.224.13.903 551.000 ton.00 15.164 4.800 87.640 519.75% 4% .Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.176 1. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.18% .Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .163 9.500.218.654 8.163 2.Proyek Prasarana & Utilitas . Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.Proyek Pupuk Eks.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .50 7.000.798.715.75% 37 .6.500.511.Fasilitas Tunggakan Bunga .800.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.80% . Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.832.5% + 0.469.164 4.779 10.218. NPK .798.000 22.813.Pinjaman Pokok .5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.779 10. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.00 1.167.022.800 143.50% 4.432.572.

Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.5 29.4 Tunggakan Bunga 4. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005.800.6 10.0 93.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .6 10.0 15.4 4.perubahannya terakhir Addendum III No.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15. B. tunggakan bunga Rp22.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.300.1 milyar.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9.000.4 4.000.100. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight.IDB (LITF . Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%.6 42.4 4. Akta No. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126. No.COP/COD. 38 . Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.1 milyar dan denda Rp42.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.1 10. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .4 22. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.4 4.1 34. SBY.0 Denda Jumlah 14.4 15. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Pagu pinjaman ini adalah USD 136. DNW.0 15. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.3 milyar.7 19. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.6 10.700. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.

Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .KI/ 2004.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. 69 seluas 395.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. Notaris di Gresik. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. Kecamatan Turi.680. Kredit Investasi Bank Mandiri .NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH.000 dengan suku bunga terakhir 14. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.490 m2 beserta jaminan .Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. Kecamatan Gresik.000. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. b. 70 seluas 24. SH. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No. Exim . Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat)..000.575 m2. unit pompa booster. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. 2 seluas 112.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. serta unit ship unloader dan belt conveyor . 39 . Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.000 dengan suku bunga terakhir 14. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. tanah dan bangunan terletak di Kec. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. yang berdiri diatas SHGB N0. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). c.285. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004.SBY/007/PK . Manyar. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Pagu fasilitas ini adalah Rp41.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. persediaan dan tanah. SH. Kredit Investasi Bank Mandiri eks.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY.193 m2. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27.

808 dan suku bunga terakhir adalah 14. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.352 1.136. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .000.400. 70 .887. yang berdiri di atas tanah SHGB No. Notaris di Gresik.SBY/009/PK . Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.263 2.887.KI/ 2004. 2 beserta jaminan . Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.5%.129 4.456.500. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.687. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.000. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.924 256.000.193 m2.293. yang berdiri diatas tanah SHGB No.114 28.171 4.550.120. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.992 1.944 4. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.803.. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).040.235 3. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.844. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.555.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). Pada tanggal 5 Desember 2001.408 24.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.986 .811. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.491.249 23.910. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2. Perjanjian ini telah mengalami perubahan.154 611.421 22.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22.012.158 739. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.000.550. 69 seluas 395.685. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4.531. 21.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.500.

Netty Arni. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.462.420 lembar atau senilai Rp396.625 2. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.611 15. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.033 14.197. 22.000 per lembar.189.819 3.094.784 2. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.094.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.99% 0.280.410.000 10. Dari jumlah tersebut 396. Notaris di Gresik.300. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.729.000 396. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.403 7.197.695 1.000. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun. SH.695 905.846 (571) 905.000 telah ditempatkan dan disetor. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396..01% 100.611 7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium . Modal Saham 278 1.784 1. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.000.822 7.00% Jumlah Rp 396.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.396.033 7. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.000 41 . Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.420.420.810.729.410 10 396.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.

482 557.998 239.519 3.410.972) 2.486 5. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.959 65.227.562.811 70.656.391.815.391.389 95.674.120 25.960.774 2.064.999 150.270 44.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.273 45.335 - 19.548.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.156.881 726.662 10.918 221.729.839 115.160.455.083 30.236 217.550 119 119 673 895.166 (2.127.585 84.379.381.910 21.587.985.571 484.881 2.364 4.002 30. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.580 - 42 294.304 683.703.509.040.251.878.114.626 78.001 3.119.839.614.896 2. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.391.044 26.023 30.100.955 106.260 265.791 77.512 432.489 (2.795 11.597.076 110.075.312 2.169 5.978 177.340.786 257.401.993 399.368.927.381.524 2.036.875.916 112.598.683 72.709.231 460.263. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.174 183.584 276.285.642 10.020.234 528.176 1.909 74.847) 3.051.534.398.396 41.970.682 195.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).971 1.942 31.439 45.440 23.656.304 2.055.116 652.43% dan 10.977.193 597.872.599.012 2.306 2.872 26.294 234.758 - 175.158.873 13.991 98.603.972.290 13.015.081.792 166.884 489.698 3.764 15.018 47.877 3.362 314.759.773.908 446.372 51.912 47.837.769 128.136 149.949.634.210.843 495 94 64 - 919.894.091 2.993 88 14.724.063.566 426.666.820 33.307 94.391.286 .146 54.

000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.912 47.139.121.482 210.633 Produk (Flowable) 134.851 24.007 2.330 177.580 3.847) 3.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.091 535.055.185.389 285.997 3.630.062.357 106.119.935 2.667 5.791 77.489 (2.990 730.196.642 Kuantum 9.970.759.837.325.950 933.122.240 159.839.070.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.762 1.055 775.196.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.057.922.367.319 4.423.947 120.653.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.304 683.878.365.184.071 1.320.338.141 871.242 2.862.092 5.394 16.949.686 195.503.194 92.618 227.767.398 102.972) 2.656.780 2.246.577 100 761.904 39.154.896 2. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.007.362.367 1.500 336.894.361.800 78.644 68.164.156.764.053 180.927.480.332 1.918 221.270 44.100 4.124.040.698 3.425 5.688 Crude Gypsum 77.872.834 14.173.392 3.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.221 1.599.280 90.919 132.935 717.875.216.851 8.210.974 7.667 2.807.180 60.950 2.781 - 43 .341 2.502 1.005.056 2.978 68.410.751 Formulasi 2.661.773 2.4D Amin/For.910 3.080 3.645 1.057.855 9.102 11.356.998 7.161 4.702 1.194 Carbofuran CO2 Cair 6.493.084 575.905.378 5.160.887.764 1.020.979.455.903 3.110.914 1.106 1.982 Produk (Coil) 1.142 7.660 3.525 5 2003 Rp 8.748.338.166 (2.466 Produk (Tepung) 20.121.821 1.896 2.485 371.857.513.321 4.347 557.037.

293 415.128.971 32. 319/KMK.685 10.856.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.112.745.751 (539.543) 2.900 .752.231 460.419 130.470 1.292.574.616 2.491.403.855.552 44 726.890.888 234. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.865 2.887.236 151. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.981 103.386.391.800.06/2004.428.615 3.044 92.974 33.136 9.334) 2.489.294 225.333.193.559 24.038.508 114. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.356 30.858.426 (641.249.849 460.073.338.455) 141.128.603 (99.542 259.182 (92.380.974.550 119 119 673 757.817.500.713 227. 25.140 357.764 2.277.307 94.099.009) (170.232 218.543 (6.066 178.888.515.768.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.455 18.766 2.684 187.416.720 166.534 243.571) 88.972 92.958 578.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.076 110. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.108.573 65.742 53.429 370.164) 3.464 98.220.013.264.617 192.843 495 94 64 - 944.977.025.619.820.306 2.993 88 34.753.973) (94.795 9.204.194 633.334 2.234 528.112 5.488.355.567 66.346.458 1.718 551.794 238.256) 3.491.836 (3.735.197.858 82.107.317.083.982.934.911.495 336.464 419.587 81.440.168.974.602 158.326.

146.098 4.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.613 3.343 91.931 141.769 36.056 2.010.982 3.850.095.525 5 - 129.097 76.099.542 2.274 6.369 1.799 3.362 314.377.702 1.786 326.364 7.790 177.244 1.708 10.672.658 767.525 176.588 14.406 2.801 2.359 7.450 2.382 4.007.424 828.668 9.526.607.367.087 622.410.754 10.007 41.931 7.416 3.111.604 37.486.333 1.490.989 532.16% dan 6.142.505.292.579.914 80.698 833.107.830.000 373.709.727.58% dari jumlah pembelian bahan baku.232 31.915 559.168 2.785 - 187.768 1.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .350 52.700 132.971.424 82.403 82.804. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).852 52.342.652.398.391 1.655 4.148 3.008.989 5.792 166.130 23.884 4.148.543.900 21.558 9.150 21.296 987.255.069 67.051 33.026.432 26.660 60.683.887.168 47.017 342.971 1.546 81.292.538 861.092 1.585 405. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.074.625 2.213.108.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.168 198.507.144.247 4.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .910 4. 45 .314 74.455.280 90.610.501 9.658 1.791 47.976 3.799.953 4.309.642.662 6.530 762.108 1.165 (1) 109.459.975 1.538 3.306 12.340 247.288 40.997.027.530.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.500.238 856.980 1.071.003 3.

256.173.397 3.080 16.836 979 2.317 3.891 1.347 6.530 45.207.510 10.202.068 1.153 151.121 13.325.648.673 122.675 1.125.908 31.844.827 129.842 6.771 1.820 1.513.028 1. Beban Usaha 2004 Rp 139.179 159.446.244.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .609.460.550 951.803 34.211 62.303.685.163.829 4.371.920 5.791.805 246.709 387.053.548 3.744.601 5.332 2003 Rp 104.516.163 1.660.492.149.923.708 34.807.161 1.133.943.267.508 15.218.781 8.182.074 21.142 1.337 31.526 375.924 16.232 11.045 71.740.176.537 5.024.883.971.630 13.658 353.405.556 1.745 15.857.522 55.466 72.344 396.355.477.083 5.853.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.414 758.655 3.818 29.058.573 11.194 546.366 1.425 58.547 86.336.667.762 171.201 5.883 1.081 1.524.270 4.123 1.058 17.710 20.418.179.547 274.163.413 437.000.865 60.721.391.994 22.641 143.271.389.497.934 6.845 1.286 179.202 3.044.945 51.560 56.

Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.010 119.366 4.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .173) 10.488.233.291 5.991 1.922.501.995 14.489.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.191.521 2.780 412.049 5.055 5.950 22.461 26.884.941 485.623 47 .911 2.314.158.560 6.384.709 299.937.382.563 14.305.168 15.861.167) 124.697 21.213.038 7.902.598 17.935.252 1.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .287 34.100 689.687.548 22.029.009.790.212.701.023 89.155 107.487.406 19.998.281.196 (17.831.019.482.312 68.192 12.941 1.883 2.711.858 11.082 91.065 50.399 6.933 1.004.521 3.812 1.316 59.222 280.811.222 (567.918.044 26.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.

222 26.099.146.005.73 421.257.290 2003 Rp 8.839.558 23.934 1.649.356.224.014 Mata Uang Asing (USD) 2.98 1.307.124.50 2.911.518 100.360 4. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .424.874.819.829.496.080.681.479 13.982.70 144.16 1.409.364.236.844.882 12.105 10.12 Rp 31.14 10.341.303 439.186 22.789.502 3.104.774.703 41.820.074.508.215.486.361.766.408 868.800.353 17.483.803.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.601.58 4.27 567.165 14.946.724.443.701.407.658.392.417 93.137.505. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.091.530 27.832.291.300 34.717 1.407.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.145 2004 Rp 9.50 53.417.611.465 48 .798.814 5.082 15.639.15 1.11 2003 Rp 21.746.261.876.35 1.488 774.091.506.701.97 82.446.591.469.00 51.734 495.561.11 7.696.705 29.438.537.194 366.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .335 43.27 43.651.279 116.82 3.56 6.090.42 687.630.721.625.898 11.812.162.777.029 3.917 87.863.270.529.83 154.750 764.914.88 91.176 61.347.133.425.54 2.761 1.269.621 72.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.248.930 26.096.93 13.104.38 102.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .246.119.15 3.120.856.513.632 23.06 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.88 5.337.500.

680 60.PT Petrokimia Kayaku .114.929 345. Pada tanggal neraca.PT Kawasan Industri Gresik . piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.041 36. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.PT Petrowidada d.PT Gresik Cipta Sejahtera .674.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT Petronika .657.578. e.993.880. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.PT Petrokopindo Cipta Selaras .802 37.727 73.PT Rekayasa Industri b.519.PT Puspetindo . yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.760.PT Petro Graha Medika . Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.267 6.PT Aneka Jasa Grhadika c. yang meliputi antara lain : a. 10.002. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT Graha Sarana Gresik .516 49 2003 Rp 85.PT Pupuk Kaltim Tbk . dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .065.PT Mega Eltra .PT Pupuk Kujang . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : . Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT Petrocentral . Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.43% dan 10.812 73.227 307.945 264.732 78.909 170.963. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.PT Pupuk Iskandar Muda .330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah .777. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan.775 2.PT Petrosida Gresik .

21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.807 302.147.624 8. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.400 34.069 1. listrik.913.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.015 187.405.035 1.744.557. Pada tanggal neraca. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.826.794 2.897 17.012. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.785.741 1.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.16% dan 6.592.864.5% per bulan. 12.295.419. sebagai berikut : 2004 Rp 6. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. jasa pelabuhan. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.601 2003 Rp 73.926 55.888 1.038 67.007. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.984 1.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. yang meliputi 12.020.892.400 1.509.345.970.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.550 12. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.935 2. sewa rumah dan sewa tanah.794 1.779 3. steam.702 2003 Rp 8.502 19.236 18.368 2. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.820.938 3. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .082.16% dan 6. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.695 1.258.468 20. 50 .750.762.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.511.644 101.

45 : 0.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.030 . Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.905.556 (25.726) 14.685) 168.570 (140. Pada tahun 2004.964 karyawan pada tahun 2004.02% .401.55 : 0.128.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .Usia 20 . Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : . menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.841) 2.067.Usia 45 .047.255) 131. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero). untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.142.924 24.955 Jumlah Rp (271.253 (9.504 46.870.066.776.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.270.776.Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .

terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. tunjangan keluarga. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.190 2. terakhir tanggal 19 Desember 1989.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.067.08.142.286.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. 52 .955) 7. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK. bantuan pangan dan bantuan perumahan).SJ. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.U.04. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya.271. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. Iuran para pegawai untuk PKHT. tunjangan jabatan.652. 2).000 14.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Disamping itu.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.795 (46.SJ.U. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : .

725. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.509.000 53 .590 2. dicatat sebagai berikut: 1).123. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.087. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan. 2).047 dan Rp 2.759.910.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.180 43.759.230. 32. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.362.019 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.544.012.175. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60.280 1.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.416 108.534 1.863. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: . Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.

973.562.215.928.062 230.686 1.890.021.241.813.357.462 8.405.208.086.890.761 2.525) 73.848 12.428 78.624.961 (17.364.536 56.704) 6.966.216.873.316 36.005 (112.297 2.574.538.849 38.537.054.374.385.911 (75.359.350) 79.822) (93.625.527.492 (75.404.563 2.428.287.459.813.516) (50.493 (792.577.445.285.729) 231.466) 102.408 (2.021.065 4.645 11.892) (1.958.983 70.285.135.157.747.601 (116.276) (1.645 1.849) 3.620 (4.011.359) 6.140 1.848 4.278.633.516 118.615.326 151. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.423 Konsolidasi Rp 3.682) 1.870 (2.913) (115.189.530) (45.824.748.681.189.634.733.688.896.909.483 (74.825) 618.734 (176.408 (176.831.197.158.207.052 (2.862.638.255.533) (94.456 1.080.117 1.923.029) 184.833.986) (4.577) 218.181.681.335 11.092.495.098.813.296 (16.064) 133.339.074) (3.347) 182.023.653 (118.822.212 (93.581 278.129 5.445 8.020.912.523) 17.713.190.040) 618.839) (111.356 45.040.983 (4.516 2.065 4.276.771.711) (1.811.436.171.077.482 (67.825) 6.845.849) 3.284.234.581 11.077.618.483 (3.558.462 117.743.025 2.719 (93.411) 1.977 293.448 234.493 4.152 5.158 (112.872.759.189.799.643 241.616) (6.071.379.228.413.681.956 (17.809.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.756.941 (15.096) 156.637 (294.186 (10.330 1.508) 11.057.651.191.641 (75.521 (10.164.886.268 1.845) 68.901.227 54 .096) 5.345) 68.448 246.845) 76.785.870.982.872.238.867.064) 121.840.512.747.255.435.181.215) 2.837.042.538.965 (71.124.903) 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.057) 17.

973 (71.463.285.829.095 (2.956 20.284.318.015 50.486.258 (2.969.306.801.490.993 257.009.742 55 .674.421.347.381 90.314 1.418) (1.208 1.426) 203.415.953.831.290.661.845 7.979) 13.970 2.339.164.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.570.984 (2.081 (86.141.020.158 215.314 (15.307 4.928 7.436.648.692) 1.374.980 252.238) (303.927 (3.206.692) 91.535.108) 170.547 2.801 7.651.725.054.896) (326.879 1.942.376) 92.812.387.857) (128.377.495) 58.514.708 202.285.305.565 12.088 54.953.875.370) 894.927 4.553.457.074.623 258.712.610.048.813.281.626 (72.638 (180.810) (358.922.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.934.638 (87.978 (3.160.914) (31.532.684 110.500.115.695 1.350 (65.337 (74.309.629) 3.455.418.563.665.126) 13.510.331.670.365.142) 2.400) (2.963.152.193 203.052) 7.439.380 4.038 981.648) 2.882 1.708 207.894.364 (2.565.404 198.112.574.206) (3.841 (72.052 (303.806.821.789 4.238) Konsolidasi Rp 2.810 1.029.271.493.744.193) 229.624) (7.776.052 (303.486) (125.042 2.695 (15.164.665.760 55.869.258 948.730.257.853.815.700 113.966 252.243.602 27.948.222) 2.418) 57.342 245.482.496.557 (665.607.215 (558.919.966 58.813.301) 170.518) 2.505) 92.187 53.672.015.346.780 33.328 (65.331.812 2.484.238) 252.946.349.670.896 (2.331.526.853) 11.635.137.358.

992.294 265.637 25.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.816.816.535.513 87.209 17. 35.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang . terjadinya perbaikan likuiditas.739.555.654 25.502 56 . Meskipun demikian. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.748. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.289 437.989 91.384 43.813.211.139 811. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.515 85.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.069 46.396.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).019.903 4. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.409. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.480 72. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.296.637. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.314.629.

797 867.718.254.625 17.287.574 dan Rp 948.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.221 112.747.783.176.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .380.778.464.827.307 42.805.676 1.736 29.482.256.995 32.140 14.230.885.678.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.422.848 232.PT.409 122.564.588.347.473.580.069.434 21.535 13.876.386.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .129.186 2.013 57.540. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .869 1.585.masing sebesar Rp 1.316.558 dan Rp 10.masing sebesar Rp 714.863.797.566.424.ragu masing .813 210.097.033.816.314.844.554 17.778.264.208.133 dan Rp 249.151.349.968.122.040.460 166.229.355 dan Rp 1.572.467.030.325 444.362.073.514.543.407 1.180 135.371.ragu masing .638 2.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .988.963 pada tahun 2004 dan 2003.657 2.619.356.852.105.879.824 (0) (0) .824.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.035.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .641.602. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.624.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .817 24.872.257.089 684.806.764.413.690.158.340 983.241.302 84.986 dan Rp 506.333.248 13.898.412.030.676.676 1.142.288.554.636.500 333.242 47.387.898.713.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .872.978.

456.508.332 4.349.348.655.106.363 46.068.978 - 519.888.114.474.000 288.308 23.532.909 89.057.015.194 23.359.985.001 73.340 2.491.482.249.722.033.597 8.947 888.127.052.087 854.838.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.972 133.629.450.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.511.176.568 108.253 124.328.715.352.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .797 396.768.161.000 per Saham Modal Dasar .PT.813.112.199.992.068.960.861 396.657 114.420.092 30.296.1.606.902.590.383.420.347.555.432.824 .755 - 90.713.697 437.197.000.085.511.005 1.616 18.329.286 31.000 334.933.312.025.763.300.906 2.214 57.059 143.000.387.242.870 87.962 2.286.819.372.879.443.639 616.575 664.976.916 109.000.959.Nilai Nominal Rp 1.624.194.793.640. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .767.420.588 551.869.637.654.394 794.072 6.327.550.231 43.

179.831.600 (57.570.228.980.911.184.189.073.122 (2.689.427.633.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .100) 13.359.673.867.626.978.192.136.198.288 (66.812.744.453) 198.724) (157.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.500) 108.800) 17.423) 184.782.951.577) 124.633.390.190.044.069.380.624.557.815) (66.767.409) (403.700.349.811) 111.200.663 120.054.482 (2.367.425.707. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.258.169.899.528.223 (50.838 (179.442.894 (67.151.126.467 (142.197 117.838.266.956.794.658.792.102) (9.632) (57.890 (93.607.123) (147.556.497.409.056.086 (71.008 (86.284) 681.591) 54.704.697 166.290.372.051.804) 175.401.021) 545.906.698) (347.821.PT.859.797.394 .983.399.400.768.298 (127.106.922.948) 278.328.610.992.

655.311.353.767.199.280.992.000.820.086 (60.000) (932.372.000) (2.180.000) 2.068.804 40.394) 124.793.093.929) 108.889.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.696.183.000) (1.000) (1.000) (2.558.767.000.210.291 854.280.768.PT.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.534.377.793.285.797.353.183.000) 668.175.175.000 396.659.747.558.394 124.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.353.000 396.737.863.696.125.372.000) (932.558.282 (7.394 (47.768.197.372.962 124.741.242.000) (1.133.509.879.394 2.211 108.291 334.180.000) (932.000) (1.328.534.540.328.568 43.612.086 (60.590.377.087.469 108.590.423.394 (47.420.210.768.637.863.509.000) (2.000) (43.767.737.420.353.282) (2.888.186.000) (1.658.797.133.611 288.611 794.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.328.871 137.340 .196) (932.000) (1.000) (40.087. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.125.387) (7.658.000.186.420.242.929) (46.000) 668.540.387 (46.869.

621.194.899.534.572.929.350.852 202.041.479.352.847 199.245.983 199.340.PT.298.342 18.423.352.034 3.743 2.155 182.576 7.166 52.250.485 590.960.138.628 65.098.825.311 505.355 83.144.430.00 100.302.128.335 234.973.619 11.398.933 71.799.224.709.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .267.071.809 513.979.367 305.022.600.423.975 102.827.905 1.821.700.870.636.179.892.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.364 1.506.059 102.588.965.126.973 78. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .413.527.877.983 38.270.528 22.679.266.910.847 182.289 273.773.592.766.600.091.953.157.543.340 18.902.916.258.077 58.276.677 4.000 382.416 87.149 59.496 71.468 90.187.016.599. Retribusi. Asuransi Biaya Jasa.420.887) 6.734 (45.588.822.400.290.109 295.616 228.759 129.212 1.022.600.256.768.482.193 190.009.878.314. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.276.647.124.906 .799.942.803 93.389.651.286.982.918.729 62.127.192.473.162 103.309.010.111 7.497 1.312 186.157.896.455 347.807.876.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.788.242.605.721.695.000 2.109.365.505.856. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .700.759 146.152.616.340.817.533.415 140.499.

813. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.576.474.833.307.902.809.829.902) 12.500 1.848.013.424.485 1.073.000.180 .326.885. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.660.813.898.180 345.980.844 252.763 150.193.073.691.856.621 4.751.215.833.071.885.298) 183.621.142 1.417 333.829.424.681.261.106 (2.320 333.474.258.PT.844 2.019.380.576.326.142 (1.204 252.204 1.215.451.980. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.000.

9 pesawat 511 Fax. 5738727. 5723995 . (021) 5700380. 5704395 s. 5738740.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380.d. 5720957.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02.

2... Metodologi. 3.……………………………………………. Produksi ...…………………………………………….………………………………………… Investasi ….2.4 2..1 2.………………………….. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.…………………………………………... 3..2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………..2.10 Organisasi Perusahaan ……. 3.7 2. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………. 4. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………..2. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….9 Penjualan . Beban Usaha . Laba / (Rugi) . 3.2. batasan.2 Perkembangan laba-rugi ……………………………………….…………………………. 4. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………. 2.2 2. 2...2...2.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….…………………………………………… Biaya Produksi ..DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1...………………………………………….2.2..5 2...2.. 4.……………………………………….8 2. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………. Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….1 Penilaian terhadap aspek keuangan ……………………………. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2.6 2.2. 2.. 5..3 2. . ruang lingkup dan tanggung jawab ………….1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………..3 Penilaian terhadap aspek administrasi …………………………. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………. Pengadaan .

4.2 4.6.5.. 4.4 Perkembangan perubahan ekuitas ……………………………..1 4.7. Perkembangan produksi ……………………………….2 4..3 Perkembangan arus kas ……………………………………….5.6.3 4. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 .1 4.7. 4..5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………..6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….7.2 4..4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir …….. Peluang ………………………………………………..1 4.4. Ancaman ………………………………………………. Kelemahan …………………………………………….7.. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

b. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.d. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.5 bulan mulai tanggal 14 April s. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.

crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.

antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. 121%.5 bulan.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0.92 triliun. Amoniak dan ZA. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. SP-36. (2) Biaya produksi pupuk ZA.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303.

72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.57 milyar. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.10 milyar.19 milyar.93 milyar. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . persewaan dan jasa. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683. realisasi Rp93. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142. produk samping. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119. c) Rendahnya beban pinjaman. penjualan produk utilitas.

55 milyar. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. c.18 milyar naik sebesar Rp9. 3.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.34% dibanding tahun 2003.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60.37 milyar naik 15.50. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.60 milyar atau 14. Laba setelah pajak sebesar Rp124. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.01 milyar atau 3.23 milyar atau 15.21 milyar.45% dibandingkan tahun 2003.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.04 milyar atau 5. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.60% dibanding akhir tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V .60% dibandingkan tahun 2003. b.62 milyar meningkat Rp366.713. 2.25.62 milyar.96 milyar. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan. Perkembangan Usaha Perusahaan a.044. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93.713.

c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004.03 milyar. e. 4.99 milyar atau naik 7. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.90 milyar. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. d. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001.67% dibandingkan akhir tahun 2003. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. 6 BPK-RI / AUDITAMA V .62 milyar. kecuali pupuk DAP. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. kecuali amoniak dan asam fosfat. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. kecuali Acid test ratio.sebesar Rp345. kecuali operating ratio dan net profit ratio.36 milyar.

D-1416 Jakarta. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . 5. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Misnoto MA. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Drs. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. b. Ak. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Register Negara No. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. b. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.

URAIAN HASIL EVALUASI .

Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. 2. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2.d 31 Desember 2004) ini.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d. Metodologi. verifikasi.2 1. perhitungan ulang. konfirmasi. batasan. Laporan kinerja Kegiatan Unit b.1 1. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik.3 1. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Evaluasi terhadap aspek keuangan. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. Laporan SDM c. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . kami peroleh dari: 1. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. antara lain: a. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.

b. 6 tahun 2000.a. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen.YA5/312/20 beserta perubahannya. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. parameter dan asumsi. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. Pemasaran. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. 13 tahun 1998 dan PP No. PP No. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. 28 tahun 1997. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. PP No. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. b. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. dan Kepala Biro Akuntansi. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . c. PP No. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 2) Meminta. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 12 tahun 1998. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. e. d. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Pengadaan. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran.

i. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja).2. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). yaitu mengevaluasi. f. d. h. e. g. c. 2. dan RUPS. Pra RUPS.2 Pelaksanaan RKAP 2. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. Pembahasan Komite Anggaran. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran.633. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. Direksi dengan Dewan Komisaris. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V .1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan.23 milyar atau 120% dari RKAP. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. yaitu mengevaluasi. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya.

500 125.496 2. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.000 400.017 52.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .000 560.633.251.19 milyar.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.000 96.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.Asam fosfat .194 633.000 48.256.ZA .000 180.510 96.902 2.820 98.849 192.191 217 425.500 138.297 137 3.150 10.SP-36 .Asam sulfat .000 3.591 594.Cement Retarder .Aluminium Fluorida .06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.211 581.296.368.795 11.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .500 2.296.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.035.000 19.617 789.000 49.Lain-lain Ekspor .466 798.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.NPK Kebomas .Amoniak .000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .057 103 314.501 124.569 3.790 342.300 760.852 177.450 683.982 3.000 3.KCL .356 34.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.sebesar Rp2.368.Urea .464 30.Phonska .000 826.DAP .

KCL .569 2.015 9.377 250.230 173.Asam sulfat .376 69.ZA .Aluminium Fluorida .724 26.Amoniak .358 904.875 34.507 512.211 3.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk . b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.879 439.678 20.491 2.115 17.640 18.887 581.624 48.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.297 2.191 3.614 148.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .Cement Retarder .300 84.296.Asam fosfat .612 24.320 425. dan Subsidi Realisasi (1) 411.057 13.Phonska .DAP .907 940.354 314.633.Urea . Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.978 72.SP-36 .306 180.656 25.950.574 54.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.035.721.203 2.Lain-lain Ekspor . sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.076 45.455 155.300 ton.NPK Kebomas . Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.368.359 10.774 115.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.019 683.636 35.5 bulan mulai tanggal 14 April s. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.

13 BPK-RI / AUDITAMA V . Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.150 ton.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125.500 ton.000 ton. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.000 ton dan 560.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska.500 ton. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192.194 ton dan 633. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98.000 ton. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. Menteri Pertanian.

982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6.000 ton. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat.000 ton.000 ton.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180.b.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari). Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.000 ton. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat.000 ton.

601 468 6.07 milyar yang tidak dianggarkan.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .Jasa giro & bunga deposito .582 24.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.Produk samping & utilitas .703 174 129.587 25.2.794) 43.793 68.591 2.743 689 979 44.480 138 119.900 158 28.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.Persewaan jasa .299 7.Lain-lain .430 139 4.315 512 (9.111 10. 2.Dividen & fee keagenan . terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.977 32.736 99 6.79 milyar atau 174% dari anggarannya.

Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .000 1.000 20. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.509 361.418 1.111 Anggaran (2) 385.Ton Keterangan I.000 1. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.610 314.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.012 6.439 32.000 10.150 95.000 6. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.000 590.000 400.333 ton.000 195.274 24.356 738.000 ton.901.Crude gypsum .000 5. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .225 572.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.880.978 12.000 80.599 201.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.000 735.000 11.602.000 550.Dry Ice .343 2.412 9. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.530.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.000 140.190 519.803 197.000 355.CO2 .5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.000 ton.013 1. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.

karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.590 ton.000 ton.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.000 ton.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193. 17 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I. pupuk ZA II sebesar 194.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.684 ton.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).

Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.000 ton. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314. b.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.000 ton.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Economizer E-1203.000 ton. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197.000 ton.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550.000 ton. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V .013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32.5 bulan. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.

548. dan Electric precipitator F-4201.322.85 triliun.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56. 2.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.283 1.512 275.989 2.573 929. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.894.802 2.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.845.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.584 1.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.Industri kecil . b.2.894.952 56.pmbt.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.605 1. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.000 ton.345. Dryed Gypsum Conveyor M4204.problem pada Gypsum Feeder M-4250. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.561.811 169.166 70.408.301 1.573 1.240 1.093 140. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6. Pembelian dalam negeri .264 57.391 916. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.845.

13 ribu.2 4 1 9 4 6 . bahan penolong katalis dan listrik PLN. A lu m iniu m F lu orida e.227.1 4 2 .9 0 5 1 .7 8 0 6 9 4 .4 2 5 .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694. N P K K eb om a s 2 .3 4 6 3 3 8 .017.0 0 9 3 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat.98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .1 9 2 1 .0 3 2 8 6 8 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868. c.9 7 7 1 . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. b.0 9 4 .4 8 2 . Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.2 2 7 .9 2 3 1 .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57. 2.9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.9 6 7 2 .6 7 7 4 .6 7 2 1 .9 4 9 2 9 5 . A m onia k b .d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 . Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910. C em ent R eta rder s.9 7 6 6 . U rea b . c.1 1 3 1 . A sa m S u lfa t c.6 3 1 .1 3 6 . S P -3 6 c. D A P f. Z A d.8 1 8 .61 milyar. asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.9 6 9 9 1 0 .4 5 3 .4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.6 5 3 .2 6 1 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1. Pupuk a .7 2 5 .0 1 7 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.1 2 9 1 .4 6 5 1 1 8 .6 1 7 8 0 . A sa m F osfa t d. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi. biaya pemeliharaan. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.2. batuan fosfat. P honska e. N on P u p u k a .0 8 7 1 .4 3 0 2 .

19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat.261. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).482. h. biaya jasa. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.92 ribu. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). jasa serta biaya kantong. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. amoniak dan ZA. tingginya biaya pemeliharaan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. KCL dan Urea). g. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.09 ribu.453.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang.818.142. f. biaya jasa dan biaya penyusutan. tingginya biaya pemeliharaan.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. e.62 ribu. 21 BPK-RI / AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi.136. biaya penyusutan. d. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas. bahan penolong MFO. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. biaya asuransi.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. biaya kantong & pengantongan.68 ribu. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3.631. amoniak eks impor. i.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor.094. ZA eks impor.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. biaya pajak & retribusi. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi.425. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan.

956 56.141 66. 2.037 157.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .Beban penjualan .03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.j.525 403. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .400 134.2.Beban distribusi . b.045 181. Beban penjualan sebesar Rp66.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.401 371.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.

73 milyar.659) 681.570 (179.887 2.544 (2.2.400) (403.82 milyar.315) 43.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.354 314.979 119.190) 184.035.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.Pendapatan . sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.956) (157.931) 606. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .Penjualan dalam negeri .037) (134.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.703 (25.794) 175.401) 278.Beban Penjualan .169 (93.018 683.185 (50.211 3.229 (2.940.320 2.793 (129.341 68.912) 119. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.633.373 2.2.034 10.711.812) 124.721. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.950. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.910 (103.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .131 9.729 (54.703) 234.613 (181.191 3.Beban Distribusi . disebabkan antara lain: a.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .141) (56.587) (9.525) (371.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .569) 131. ZA.045) (66.388 174.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .428.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.951.

c.Kalium Sulfat (K2SO4) .140 109.93 milyar.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.45% .824 96. realisasi Rp93. Rendahnya beban pinjaman. d.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.7.353 25.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V . karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.210 220.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.071 2. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .b.843 31.Bangunan /Fasilitas .Proyek Revamping Amoniak .899 2.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.624 126.673 24.833 25.466 4. produk samping.Proyek RFO PF I .Kendaraan & Alat Berat .833 60.420 Anggaran 8. penjualan produk utilitas.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.000 200 2.916 4.89% .577 203.13.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .103 39.935 5. 2.925 5. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.917 1.Proyek Phosphoric Acid II .64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.050 978 124.927 826 142.2.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.Mesin & Peralatan .

Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. telah selesai dan berhasil baik. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. b. Investasi pengembangan sebesar Rp60. telah selesai dan berhasil baik. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. e. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat.21 milyar.2. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. telah selesai dan berhasil baik. b. in progress).8. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . d. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. c. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. 2.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.10 milyar. selesai. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20.

kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai.2. in progress. berhasil baik.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. 2. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. c.9. meninggal dunia 4 orang. meliputi diklat jenjang jabatan. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik.635 orang atau 99.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. in progress.84 milyar atau 96% dari RKAP. diklat formal dan lain-lain. barang dagangan. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. 2. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.134 orang dan biaya sebesar Rp4. diklat kompetensi. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.644 orang. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. berhasil baik. sebagai berikut: a. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . b.2.

PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.0 0 1 4 . 2 0 0 3 6 4 .d. 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l. Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG). Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No.2 5 6 4 .5 0 6 6 . Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l.0 0 1 4 . Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. f.5 0 1 5 . 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93.0 0 9 3 .2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V .5 0 9 3 . e.5 0 9 4 . Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004.0 0 1 5 . A sp e k O p e ra sio n a l III.0 0 1 4 .25. 3. A sp e k k e u a n g a n II.0 0 1 4 . Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).

Total Asset Turn Over 8.00 2.00 119.00 5.00 15. Perputaran Persediaan 7.000 140.00 5.032 688.439 32. Imbalan investasi (ROI) 3.343 2.901 201.000 400.3.544 3.00 13. Rate) 2.00 4.000 2.00 66.00 4.000 590.00 2.00 5.00 5.000 80.693.50 5.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .000 735.12 37 69 146.361 3.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.00 10.00 4.00 13.00 14.377.25 64.50 4.00 15.322298 507.71 27. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.000 6.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.00 5.00 3.412 95.84 125.50 20. Rasio Lancar 5.22 20.500 11.99% 100% 3.00 2.00 5.25 20.00 5.00 5.978 12.00 113. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2.229 3.00 4.685895 385. 2003 90.00 5.00 15. Collection Period 6.274 9.513 96 RKAP 3.012 6. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.000 10. 2004 RKAP 2004 Real. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.00 2.957 778. Prod. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.18 17.035.013 361.644 833.14% 5.00 3.00 64. Poduksi (Cons.635 999.50 5.633. Rasio Kas 4.000 20.500 3.02 28.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1. Eff.025 96 SKOR Nilai Real.00 7.00 10.50 4.00 3.29% 5.

62 854.61 116.05 1.00 95.220.39 840.04 2.92 722.05 443. 2004 RKAP 2004 Real.00 14.713.80 2.00 112. kolektibilitas pengemb.32 794.09 112. jumlah tersebut meningkat Rp366.87 524.343.174.11 1. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.Efektifitas penyaluran dana .00 3.36 18.87 104.07 2.00 2.25 90.33 2.36 324.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.70 51.044.82 2.82 93.00 3.96 Tahun 2002 150.220.27 143.339.713.81 453.99 2.000.51 2.00 14.24 295.86 494.Tk.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .33 52.00 3.96 901.347.00 3.96 288.62 1.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.00 3.86% 4.54 914.10 97.11 849.98 2.62 milyar.242.95 745.81 547.00 3.90 684.32 2001 58.33 1.36 786.38 1.347.39 2004 345. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .347.044.089.858. 4.553.93 112.60 1.00 2.03 122.59 75.00 3.00 3.97 73.06 311.322.61 542.03 1.71 361.00 3.77 2003 333.713.78 928.00 2.089.00 3.58 789.46 1. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.41 40. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.89 444. 3.90% 40.01 677.00 3. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.36 339. 2003 3.73 80.52 84.3.96 880.10 53. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.00 14.36 2. 2. Perkembangan usaha perusahaan 4.83 2.

61 (2.04 milyar atau 5.33 (172.61) 187.633. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.80 (29.65 (205.37) 108.12) 241.37) 207.77 2004 3.323.44% dibandingkan tahun 2003.664. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.96 milyar.81) 124.57 (403.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.61 2003 2.55) 93. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.79) (93.77 milyar.67 (94.55 Tahun 2002 1.26 2001 2.16 (46.044.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.438.87 21.40) 278.01 milyar.17 (9.55 milyar.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.874.92 milyar.43 14. aktiva tetap sebesar Rp53.87 (70.96) 403.340.71) 140. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.34 (1.35 54. 30 BPK-RI / AUDITAMA V . Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.66) 681. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.951.37 101.23 (2.44 (115.78 (1.55 (194.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.75) 423.747.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.063. 4.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.37 milyar lebih tinggi 14.08 (1.54) 399.744.18 (50.25) 83.23 milyar atau 15.82) 166.24 (191.23) 112.96) 250.30) 198.17) 257.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.713.20) 175.16 (116.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.14 (57.61 (86.79) 435.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.62 milyar. b.

239 83.896) 74.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.775) 287.239 2001 149.4.619) 58.224) (240.769 111.90 milyar mengalami kenaikan Rp12. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .62 milyar.727) (46.885 2004 333.620 93. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.806 (45.549 148.576) (266. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.193 333.373 (179.885 124.90 milyar.795 183.413) (90.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.908 187.468 (82.620 Tahun 2002 58.014 345. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.613 90.692 108.287) (220.01 milyar atau 3.620) 92.907) (197.692 2003 150.669) 149.262 (47.072 150.60% dibanding tahun 2003.448) (208.526 (111.702 12.

250) (5.372 854.044 20 83.958 864.106) (2.613 745. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.863) (1.929) (7.536) 374 Tahun 2002 396.03 milyar.773) 12.549 396.613 47 745.200 124.387) (34.014 (499) (107.319 (1.420 296.424) (932) (932) (40.506 (328) 124.613 396.343 (242) 109.363 (109.549 20 722.832) (700) 83.468) (46.664) (6.363 (93.069 3.423) (476) 93.262 880.820 (7.768) (4.500) (137.590 396.372 396.069 (60.059 109.4.541) (1.175) (44.893) (1.510) (1.673 324.420 255.420 288.000) (3.262 396.681 187.069) (4.821 (47.257) (822) (822) (2.033 (37.420 296.420 242.763 (851) 2003 396.681 187.590 794.420 242. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .033 4.177) (2.125) (1.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.730) (46.044 83.590 794.420 255.420 142.741 93.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.051 (853) 192 2001 396.059 109.655) (1. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.404) (1.549 722.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.420 288.748) 2004 396.262 880.191) 1.36 milyar.088) (2.741 47 93.420 334.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.237) (31.456) 3.036) 187.618) (4.92 milyar atau 7.

Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak.5.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. b. kecuali acid test ratio. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . kecuali operating ratio dan net profit ratio. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. 4. b. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004.5.4. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. disebabkan tingginya persediaan. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. c. dapat dikemukakan bahwa: a.

357 2.253 2.817 1.646 3.272 367.013 1.216 5.Purified Gypsum 52.915 447.208 156.182 1.517 421.716 260.873 355.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.281 113.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.959 12.229.274 24.741 Asam Fosfat 100% 131. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.082 1.403.728 Pupuk ZA 501.471.304 9. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.418 131.006 Asam Sulfat 98% 434.190 519.718 3.914 2.082 Non Pupuk Amoniak 364.430 Lain-lain : .978 12.901.170 117.608 151.280.460 279.942 36.343 2.CO2 9.509 6.984 419.174 9.479 328.725 1.Crude Gypsum . 34 BPK-RI / AUDITAMA V .091 1.150 95.434 Pupuk SP-36 467.996 56.850 Cement Retarder 402.752 204.825 355.341.185 1.657 479.803 197. 4.492 313.c.610 314.115 653.208 292.066 552. b.6.577.530.786 1.176 ALF3 4.736 344.924 Jumlah lain-lain 66.903 172.012 9.412 361.892 310.399 141.356 738.941 138. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.650 65.412 5. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.176 687.464.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.824 Pupuk Phonska 30.999 213.702 105.289 Jumlah non pupuk 1.741 9. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.439 32.599 201.688 40.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.490 .916 431.410 238. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.Dry Ice 3.875 .425.225 572.

767 1.431 4.792 7.702 104.033 139.429 102 94 80 1.587 15.168 314.160 2.257 3.204 52.343 2.231 110.962.560.410 76.496 2.202 750.550 5.297 178.852 177.263 28.659 533.875 3.069 9.820 98.790 166. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.814 874.967 342.194 633.843 94 64 34.587 1.306 119 119 8. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.364 1.687 39.6.489 654.150 124.034 84.455 63.982 21.625 9.356 495 33.530.357 2.486 76. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.887 1.287 2004 460.208 85. 4.638 1 2.251.598 634.202 9.886 70.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.544 2003 460.808 109.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.968 807.290 175.000 429.704 106 .865 80.601 5.993 673 2.487 4.881 771.019 526.056 5 9.251 19.795 11.887 2.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.464 30.617 789.849 192.785 91.307 88 34.317.999 100.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.228 2001 313.790 5.076 726.122 155.695 84.431 1.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.561 5.903 53.040 332.525 425.000 2.110 4.591 94.525 90.971 47.490 146.989 41.416 408.492 9.112 94.903 798.605 30.208 12.914 2.000 10.584 9.017 52.234 528.509 515.718 3.

4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. P dan K dan produk kimia lainnya. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. di sentra pasar. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi. b. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi.7. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 4. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial.1 Kekuatan a. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. 36 BPK-RI / AUDITAMA V .7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. Strategi.

d. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. instansi/Lembaga keuangan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman.2 Kelemahan a. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. e. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 4.7. b. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. c.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. f. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. 3) Sarana gudang belum memadai. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai.

Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. d. c. f. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. Tersedianya institusi pendidikan profesional. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. 3) Turn over piutang masih rendah. Bidang Keuangan dan Akuntansi. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan.3 Peluang a. e. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. c. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. e. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . b. 4.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar.7. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. d.

f.7. c. b. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. sebagai berikut: A. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 5. d. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 5.4 Ancaman a. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. 4. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 5.

11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. A. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang.000. 40 BPK-RI / AUDITAMA V .00.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA.000. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. 5) Proyek-proyek pengembangan. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. bongkar muat. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. 6) Kegiatan lainnya. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku.

Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 2. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. A. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP.

catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005.B. Mannan. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. catatan dan saran KAP S. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

2. A. B.692. 4. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6.22 juta ………………………………. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.765.. 10 13 15 17 20 22 25 . Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ………………..44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan ……………………. 3...DAFTAR ISI I.18 ribu ………………… 2.d 2004 senilai Rp21. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. 4. 3.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.171.939. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. 3 4 7 9 II. B. Penjualan pupuk sebesar Rp5. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1..d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.

Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. peraturan. peraturan. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. dalam semua hal yang material. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. PT Petrokimia Gresik mematuhi. kontrak. Namun.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. Oleh karena itu. dan persyaratan bantuan. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. berkaitan dengan unsur yang kami uji. kontrak.

MA. pasal-pasal tersebut. Drs. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Ak. Misnoto. D-1416 Jakarta. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . Register Negara No. kontrak. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi.dalam paragraf di atas. dalam semua hal yang material. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. peraturan.

96. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. Sedangkan sesuai Memo No. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.589.957. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).017. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. Selanjutnya dengan Memo No. Pada setiap impor bahan baku. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.535.236.309. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).02.52.98. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.645. superfosfat. BPK RI/AUDITAMA V .022/01/LG.Lampiran A 1. ammonium sulfat.037/11/LG.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48. kalium klorida dan belerang.02.470. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut. asam fosfat.02.616.

b.236. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran. Selain itu UU No.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.589. Hal tersebut mengakibatkan a. UU No.363.589. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.00.236. 2.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No.309.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia.819. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48.309.98.590.

000 Rp 3.00.335.548.548.714. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.460 Rp 821. 5 BPK RI/AUDITAMA V .738.000.212.871 Rp 8.015.087.175.500. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.500. Penyaluran th 2004 8.020.353.767 Rp 655.272.714.000 Rp 1.214.519. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.000 Rp 821. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.000.100 Rp17. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.759. 2003 adalah sebesar Rp21.877.000. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.833. Laba th 1973 sd 1988 2.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.990.000. Dipindah ke cadangan 5.678. Penyaluran th 2002 6.175.321 Rp 3.000 Rp 932.714.900 Rp 2. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.495.000 Rp 1.d. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.175.321.180. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.000 Rp21.000.512.335. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.000 Rp 22.000.094 Rp 4.514.000 Rp 2.335. Penyaluran th 2000 4.000.375.877. Proyek LIK Gresik 3.000. Partisipasi sd th 1999 2.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.072.175.212. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.127.537.590.180.990.180. Penyaluran th 2003 7.821.00.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.000.821 Rp 6. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.00.730.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.000 Rp 1.833.00 dan Rp2.180.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.950 Rp 350.

Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.089. saldo Dana Prasejahtera & Sosial.500. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.600.00 yang belum disalurkan. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.00. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen). Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. hasil bunga pinjaman.000. 6 BPK RI/AUDITAMA V . Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen).175. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004.335.600. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. jika ada.714.180.089.872. Di sisi lain.872.

BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani.692. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. 382/07/TU.113/02/TU. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. 3. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo). PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea.04. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. yaitu : (1) Perjanjian No. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian.04. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V . BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang. dan (2) Perjanjian No. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. Penjualan pupuk sebesar Rp5. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP.

108. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.441.50 c.367.50.441.225.00. 3.442. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.547.612.814.251.581. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.50.170.50 belum seluruhnya dilunasi.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.099.984.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6.00.547. 1.00 49.441.50 3.50 dan dalam tahun 2004 (s.692.PT Bank Bukopin. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.246.606.620. 2.498.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.000. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.943. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.692.1/06/KU.675.02. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.320. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.077.417.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.992. b.547.00 5.290. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.692. Sampai dengan akhir Desember 2003.085.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.402. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.692. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a. 8 BPK RI/AUDITAMA V . Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.00.547.709.466.441. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.227.470. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.

Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. harga. Sedangkan mulai tahun 2004. jumlah.70. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif.085.470. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. Atas sisa piutang tersebut. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.553.597. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. mutu. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama.00. 4.943. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). Pada periode tahun 1996 s. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3.00. dan persewaan.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996.456/11/01. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik.000.454/11/01. b. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON.d April 2001. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). Normal-Butyl Alcohol (NBA). PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas.000. PT PG diwakili oleh Direktur Utama.000. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik.Lampiran B 1. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa. jasa pelabuhan. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.350.18 ribu Selain menjual produk pupuk.171. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama.50 per inci meter per tahun. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.594.583.025. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .234.444.040.36 setara Rp3.660.765.491.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.40.242.778.025.76 setara Rp557.36 (US$288.00.00 MT dan 41.40.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.60 + US$60.619/LN/2004 dan No.984.017.829.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.445.299.d September 2005. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.210.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.693.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.284. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.76) setara Rp3. 3.445.40.00 MT.594.040.d. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.025. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.242.508.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.

d 2002 sebesar Rp1. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. 3. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali.758. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. Berdasarkan nota tagihan tersebut. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran. charter.765.765. 18 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya.223. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. 4. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. Untuk tagihan periode tahun 1996 s. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut.d Maret 2002. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik. 2.223. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia.758.d 2002. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.42. bongkar. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979.

Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.735.36 2.336.72 274. 1. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.223.42. 19 BPK RI/AUDITAMA V . Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.458.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.758. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik.146.765.105. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.50 1.800.00 1.758.895.223.765. 7. 5. Menindaklanjuti Perda tersebut.758.194.34 1.219. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.968.689. 6. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.765.765.782.223. 3.840.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.223.556. 2.758.00 2. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.710. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.50 24. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1. 4.

656.00 14.20 dengan rincian sebagai berikut: No.224.01 Har II 185.58 120.015.150. Pemeliharaan I (Har I) Dep.772. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.00 0.00 212.120.54 444.100.744.239.637.774.27 Departemen Har III 35.427. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.833.00 21.956.293.00 0.76 13.00 10.120.25 44.00 106.00 128.00 1.027.997.00 9.350.16 467.167.001.408.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 284.909.900.043.00 0.270.76 0.750.774.96 169.578.85 214.956.106. 4.931.00 0. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.10 82.76 13.831.886.170. Unit Peminta Barang (User) Dep.915.912. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.699.483.459.579.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.00 158.320.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.00 3.915.40 254.117. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang. Status barang tersebut adalah stock item (SI).920.509.956.838.00 161.463.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.558.963.833.758.655. 4.900.00 448.896. 5.027.106.113.496.150.411.00 3.427.560.00 280.184.677.351.936.074.714.825.00 82.828.343. Pemeliharaan III (Har III) Dep.477.939.822.047.581.997.285. Pemeliharaan II (Har II) Dep.926.01 3.00 426. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.00 31.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .126. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).074.225.074.32 36. 1. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.00 8.00 426.470.27 1.00 467.054. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.00 5.673.16 PPK 12.085.118.83 180.00 0.00 78.772.980.000.d 2004 senilai Rp21.00 56. 2.581.754.491.219.503.483.750.652.963.00 64.833.063.000.285. 3.818.818.00 116.133.00 88.00 35.498.00 Latsin 160.840.00 17.91 325.080.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.

106.692. atau seluruhnya sebesar Rp15.221.829.45.95 1.800.362. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.697.383.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.854.729.78 24.108.00 0.489.00 0.681.483.816. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.81 1.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.196.000.74 1.557.95 1.206.78 24. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.322.500. 4.483. 4. 1.109.861.206.875. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.455.023.886. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.98 22.68 2.00 36.489.945.000.729.714.023.59 231.840. 5.22.00 88.708.253.41.896.107.76 17.249.829.681.00 936.842.259.708.255.300.00 900. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.120.98.354.289.639.07 28. 21 BPK RI/AUDITAMA V .190.181.00 91.00 433.354.557.161.259. 2. 5. 2.099.907.921.36 1.538.096.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.00 936.639.009.163. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.360.462.907.81 1.946.249. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.321.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.67.825.175. 3. 3.000.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.654.864.145.108.000.46 2003 16.639.896. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.80 1.417.71.00 Pengadaan tahun 2002 1.259.789. User 2001 1.00 0.878.68 3.68 3.370.729.557.853.232.538.800.946.

yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.833. Dep Har III. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. Hal tersebut disebabkan: a.939. Dep Har II.842.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. b.61 (Rp13.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang.383. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan.886.956. 2002 dan 2003 sebesar Rp8. diantaranya sebesar Rp 1. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang.864. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.074 milyar.864 milyar. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s. Dep Har II.217. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. Dep Har III.41). diantaranya sebesar Rp2. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V .d Nopember 2004 sebesar Rp13. 5.074.20 + Rp8. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.

Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Pada akhir tahun. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. BRI. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Citybank. BNI. Bank Syariah Mandiri. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Bukopin. Bank Mandiri. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Standard Chartered Bank. 23 BPK RI/AUDITAMA V . Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Berdasarkan struktur organisasi PT PG.

24 BPK RI/AUDITAMA V . Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Oktober dan Nopember tahun 2004. c. Pada bulan Januari 2004. Hal tersebut mengakibatkan: a. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. Pada bulan Juni 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. b. Hal tersebut disebabkan: a.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. Pada bulan Oktober 2004. Pada bulan Nopember 2004. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Juni. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d.

Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS.b. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. 6.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000.1400/05/HU. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No.03. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V .

(021) 5700380. 5738740. (021) 5700380. 5723995 .C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 9 pesawat 511 Fax. 5738727.d. 5704395 s. 5720957.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 31 Jakarta 10210 Telp.

…………. 5.. 2. Sifat dan Tujuan Audit ……. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. 3. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit ………………………….……………………… 6. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . 4. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………. Struktur Organisasi …………………………. Dasar Audit ……………………………………..………. 7.. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 ...DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.………………………………………...

630.00 tersebut merupakan 154. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.00 telah BPK RI/AUDITAMA V . Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.370.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami. perencanaan.00 95.024.00.000.526.658.000.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.378.614.00 atau 133.008.90%. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.900. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah. penggunaan Rp6.024. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.090. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.201.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.370.658. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. review dan analisa terhadap kebijakan.282.202. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas.

Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.000. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.00.95%. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.782.00 atau 169. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.808. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait.000.958.782.319.319. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.958.00. b. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum. bantuan pendidikan masyarakat sekitar. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.108. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. 2 BPK RI/AUDITAMA V .000.000.000.00.030.000.00 tersebut merupakan 190. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.157. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.888.030.00 atau 88. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.

0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.00. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.966. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.86% dari jumlah seluruh pinjaman.c.686.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.671. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.323. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.627. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.660.616.90% dari dana yang tersedia. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.627.377. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.323.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. d.377. 2. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .686.

Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.00. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.000.00. 4 BPK RI/AUDITAMA V .575. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. d. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.706.696. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian.280. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL.00.145.800.304. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. b. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.000. e. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. c.070. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan.475. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.000.00 kurang tepat sasaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a.00. 3. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.Rp3.000.

MA. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. d. b.SE.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. Sulaeman dan H. e. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. S.) di Jakarta dan kepada M. D-1416 Jakarta. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.H. c. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H.4. Anis di Surabaya. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Ikhsan Abdullah. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. Register Negara No. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Misnoto. Drs. Ak. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri.

Dasar Audit a. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. Surat Menteri Negara BUMN No. c. BPK R1/AUDITAMA V . perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. 23 F dan 23 G. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. b. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. c. Surat Edaran Menteri BUMN No. daya guna dan hasil guna.URAIAN AUDIT 1. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.57/ST/VII-XV. Surat Menteri Negara BUMN No. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. 3. b. d. 2. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.

Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.097/05/TU. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.205/07/HU. 4.e. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V .03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik.04. 5.03. Penasehat b. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil.205/07/HU. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.03.d 31 Desember 2004). Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. f.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. g. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.

097/05/TU. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Karo/Kadep yang terkait 2. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. 6.04. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . Anggota : 1.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait.d. pemasaran dan manajerial.

196 4.69 131.900.770 39.120. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.90%.990 2.000.024.03 159.651.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.874 438.617.948.400.79 129.338.65 137.071.660 450.658.560 1.026.295.401.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.119.526.000 3.000.35 78.000 401.087.000.240.667 343.191.46 C.96 B.633 338. Dana yang tersedia : 1.000.623 22.599.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.00 tersebut merupakan 154.470 5.703.00.000 4.990.000 14.118.634 0 4. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .000.590.240.122.000.000.353.00 atau 133.00 atau 95.108.078.60 174.630.125. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.117 491.27 67.378.203.78 151.658. Penerimaan angsuran pinjaman c. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.408.370. Penggunaan dana : 1.98 104.626 14. Saldo Awal 2.090 343.97 152.590.993. Sumber dana : a.068.026.000.97 168.090.408.282.77 181.841.590.050 20.470 189.30 125.008.397.72 134.00.087.832 275.27 63.606.35% dari anggaran sebesar Rp3.75 2.000.994. Hibah kepada Mitra Binaan 3.242.008.370. Realisasi penggunaan dana Rp6.590.000 616. Penerimaan bunga pinjaman d.120.133.000 6.000 4. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.024.196 932.39 116. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.295.244.230 4.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.54 69.860 173.630 105.941.980 19.090 124.400 6.11 153.789.000.000 780.300.703.22 11.740.00 atau 173. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.821.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.96 276.000 4.000 208. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.282.370 217.

partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.465.465.00.00. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.370 Persentase 168.000.062.000.000 150.000. forum temu bisnis.000. konsultasi bisnis. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.895. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.000.50% dari anggaran sebesar Rp130.320 19.200 644.000.000.000 130.26 0.000 121.000.000 150.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.00 atau 78.50 19.950 616.900. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .000 780.000.99 35.71 78.900 52.320.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.068. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.068.00 atau 0.000.370.98% dari anggarannya sebesar Rp780.000.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000 100.000.000.00 atau 168.99% dari anggaran sebesar Rp250. forum temu bisnis.00 80.000 Realisasi 422.

00.06 46.00 atau 190.000 1.295.319.663.000 1.94 211.600 1.600 932.433.562 1.726.03 233.14 163. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.13% dari anggaran sebesar Rp1.150 454.978.000.944.600 1.949.44 46.13 1.000.000 211.900 540.000.450 148.990 650.175.10 1.814. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.808.260 1. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.175.65 168.782.500. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.500.000 30.433.026.000 200.042.486.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.542.000.75 168.000.000 12.180.574.780.888 1.030.958.145.958.958.000.000 7.000.30 59. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.850 129.353.40 227.000 Realisasi 59.370.726.500.806.556.182 13.030.14 64.15 202.000.50 190.000.306.000.000 339.911.000 1.202 940. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .242. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.250 231.201.782 % 119.000.180.91 15.782 243.420 194.614.31 169.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.562 2.030. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.153.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.28 143.000 200.000) 2.949.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.218.450 404.156.94 1.640 (129.026.000.632 13.295.888 148.990.294.250 1.000 12.000 0 1.319.319.157.000 1.09 256.63 211.000.2.050 484.50 190.

jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. peningkatan kemampuan pemasaran. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN.00. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman.108.030.b. Selain itu. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.000.000. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi.000. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. peningkatan kemampuan modal kerja. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.00. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial.000. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan.

00.247. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 (Rp38.Rp21.252.895.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.209.364. sebesar Rp399.00.00).00 .971.227.848. Dari sisa pinjaman tersebut. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.500.895.500.564. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.00.828.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.663.448.403. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.00 dan Rp21.402. Rp69.252.c.00 Rp1.733.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.219.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pinjaman macet sebesar Rp9.648.971.557. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.187.609.823. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.744.364.227.882.564. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.192.00 dan Rp9. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17. Kurang Lancar.486. d. Rp396.192.648. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.827.

000. SH.00.428.00.439.393.440.00.425. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.280.00 dan Rp486.404.380.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.00 dan Rp387.209.341.− Pinjaman Kop.260. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24. Berdasarkan Akta Notaris No.827.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V . Ketua II.000.769.402.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.720.BP/83.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.00 Rp4. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG. Tunggakan sebesar Rp1.893.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.770. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.758. Sekretaris I.061.

882 396.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.564 16.630.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .486.27 100.00 x 100% 6.00 = X 100% 95.663 9.370.823.609.Indikator 1.895.024.658.448 69.008. Efektifitas Penyaluran 2.42 2. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.648.733. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.848.96 0. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.282.35 57.557 Prosentase 39.403.

367. 7.201.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.848.733.00 25% x Macet 0% x 9.958.614.025.895.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.893.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.403.403.00 396. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.00 Rp 52.557.00 75% x 69.00 Rp 6.025.733.884.884.882.50 Rp 99.121.665.823.75 Rp 0.893. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.911.448. Realisasi tersebut mencapai 88. jika ada. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .00 x 100% = 40.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.564.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.00 16.448.202. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.663. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.648.782.319.00.609. b.86% = = = = = Rp 6.486.

227 1. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.696. 20.209. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.971 4.881 44.660.710.470 15.075.323.000 21.686 39. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.377.523.113.268 320.490 48.691.725. 3.461. 2.070 48.679. 2.598.364. Penyaluran pinjaman 2.810 554. 4.860 243.706.386.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .947. Penyaluran 2.500. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.420 282.904.323.171 44.252.627. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.929. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.323.764 1.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.476 3.166. Hibah Program Kemitraan 3.377.695.966.304.616 3.668.294.094.949.490 3.686.000 20.192.223.627.966 1.660.401.600 3.671.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. 5.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.

00.227.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.113.245. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.087.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.00 c.00 21.252.240. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450. 2003 Tahun 2004 Total .941.166.000.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.047.796.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .810. Bina Lingkungan a.00 4.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.386.000. Program Kemitraan a.386. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.929. 2.00 Rp 1.874.000.119. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.227.679.00 d. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.904.171.660.203.909.626.397.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.904.000.00 Rp20.252.422.150.268.Pengembalian pinjaman 16.364.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.695.171.00 e.816.364.854. Bunga pinjaman Rp1.353.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.590.523.00 Rp21.642.000.

746.223.668.370. Biaya Operasional sebesar Rp1.600.691.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.000.839.523.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.d 2003 sebesar Rp1.490.00 Rp3.640. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.00 Rp1.00 Rp20.223.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.500.00 4.00 Rp38.000.971.574.500.881.971.470.000.668.00.288.947.192.971. Penyaluran Rp3.944.091.513.590.175.00 Rp2.00 616.00 Rp38.343.408.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.400.481.948. Program Kemitraan a. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.068.00 Rp4.075.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b. 2.370.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.764.754.192.850.00 Rp 5.394. Bina Lingkungan a.929.500.764.182.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.729.602.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.209.607. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.180.461.d 2003 Rp217.00.000.

8.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi.d 2003 sebesar Rp1. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.949.205/07/HU.094.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .600. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK.c. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.03.00. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No.600.145. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK. Biaya Operasional Rp15.

Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan.q.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .04. memonitor pinjaman.097/05/TU. melakukan survai lapangan. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No.

Selain mengelola dana program bina lingkungan. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. Selain itu.03. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.Humas menjadi laporan PKBL. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.04.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. 22 BPK-RI/AUDITAMA V .d. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU.

00 dan Rp45. 009.00.000. 011 dan 013/02/TU.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.000. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.800.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.000.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.000. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. b. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.04. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.000. 007.000.06/GCS.000.800. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.800. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V . Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.

00. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H./ menantu H.800. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran.000. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. Kabupaten Cirebon.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan.000. M. b. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. M.04. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45.00. Kecamatan Gegesik. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35.00.H. Sampai dengan 31 Desember 2004. S. 24 BPK-RI/AUDITAMA V .535/09/TU.000.000. Anis.000. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. usaha tersebut masih berjalan. Ikhsan Abdullah. Sampai saat dilakukan pemeriksaan.000. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H.000. Sampai dengan 31 Desember 2004.00. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Berdasarkan Surat Perjanjian No.

0297/04/TU. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. 25 BPK-RI/AUDITAMA V . c.800.00 untuk mitra binaan lainnya. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M.04. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS.000. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. Anis. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.

Berdasarkan SK Direksi tersebut. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas. d. Selain itu. Dengan demikian. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan.q. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Selain mengelola dana program BL.04.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.097/05/TU. Untuk mendukung pelaksanakan program BL.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.

070.00.000.000. bantuan peningkatan kesehatan. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.000.00.145.000. Sedangkan desentralisasi. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33.00 dan Rp44. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .000.000.195. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.250.d.850.050.00. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.000.000.000.00. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.730. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48.000. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.000. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.00.00. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.

BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL.145. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan.000. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.00 kurang tepat sasaran. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.SE.

575. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. PT PG terus mengupayakan penagihannya.475.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.000.000. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.02.2480/08/KU. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . terakhir dengan Surat No.00.e.00.

00 Bunga Deposito Rp 565.948.000.00 E.00 Beban Rp 53.500.370.000.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.000.00 Rp -195.00 Sektor Pertanian Rp 0.290.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.000.00 Sektor Perikanan Rp 0.340.671.000. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Sektor Perdagangan Rp 0.900.000.00 Beban penagihan Rp 39.000.000.00 Beban lain-lain Rp 11.470.000.590.626.00 Beban monitoring Rp 23.941.235.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.658. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.401.679.00 Rp Rp 250.824.500.00 616.00 Rp 452.00 Sektor Jasa Rp 250.00 Sektor Perkebunan Rp 0.320. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.344.00 Sektor Lain-lain Rp 407.860.00 Beban administrasi Rp 48.00 Rp 4.026.00 Sektor Peternakan Rp 688.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.00 Sektor Lain-lain Rp 0.000.00 Rp 5.000.658.590.397.000.011.00 Rp 1.773.000.158.635.546. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.00 Sektor Peternakan Rp 0.087.068.00 Rp 5.286.00 F.300.024.00 Jasa Giro Rp 13.370. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.000.423.00 Rp 217.000. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.00 Sektor Pertanian Rp 538.00 Sektor Perdagangan Rp 2.874. Surplus / Defisit (D-E) G.886.068.000.400.000.000.000.000.00 Sektor Perikanan Rp 225.758.00 Sektor Jasa Rp 220.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 .554.00 39.00 Rp 6.703. Dana yang tersedia Saldo awal dana.500.203.829.000.00 Rp Rp 234.

tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.190.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 C.00 Sektor Peternakan Rp 0. s.000.900.053.860.00 Sektor Jasa Rp 1.446.616.000.447.000.000. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.d.489.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s. penerimaan pengembalian pokok pinj.679.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.400.364.000.492. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.00 Rp 44.240.461.223.192.135.00 Sektor Perdagangan Rp 0.d.00 Sektor Lain-lain Rp 1.00 Sektor Perdagangan Rp 6.d.00 Hibah : Rp 1.947.710.561.476.500.00 .00 Sektor Perikanan Rp 2.113.00 Bunga tabungan Rp 192.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.00 Jasa Giro Rp 127.323.525.904.252.881.000. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.00 Jumlah pinjaman Rp 38.00 Ak.401.668. 31 Desember 2004 Rp 44.000.410.d.020.00 Sektor Perkebunan Rp 0.100.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.695.971.00 Sektor Peternakan Rp 2.249.00 Sektor Perkebunan Rp 0.227.504.268.00 Rp 2.553.975.687.00 Rp 4.764.725.671.000.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.000.d.000.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.000. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.00 Sektor Jasa Rp 400.00 Sektor Perikanan Rp 0.564.171.00 Sektor Lain-lain Rp 0.386. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.674. 31 Desember 2004 B.

780.00 0.00 0.500.00 0.00 0.525.00 4.446.00 0.00 175.000.00 E K T O R Perikanan 2.025.000. Wilayah Binaan S Industri 7.00 4.00 Perdagangan 5.500.00 0.000.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s. Nusa Tenggara Barat 6.489.00 Perkebunan 0.00 0.065.00 0.00 1.00 Pertanian 12.447.00 245. Jawa Timur 2. Lain-lain Total pinjaman .000.00 4.000.000.904.500.00 0.00 0.000.020.905.00 0.192.228.564.00 425.00 0.000.190.00 0.00 16.00 407.000.500.00 0.000.00 1.00 0.047.00 0.000.000.447.00 0.00 0.261.00 0.000.280.500.00 1.00 Jumlah 32.446.00 0.00 0.00 0.000.135.000.00 0.00 7.00 0.190.00 Jasa 1.904.000.471.00 0.00 254.00 245.765.00 0.000.000.240.00 250.00 0.00 2.d.00 38.00 6.047. Jawa Barat 4.00 425.00 Lain-lain 1.000.00 2.00 0. Jawa Tengah 3.000.000.000.000.00 0.00 0.000.00 0.000. Bali 5.971.053.048.641.564.900.403.00 Peternakan 2.000.687.00 0.561.240.00 0.000.000.00 0.00 407.000.240.088.000.900. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.

243.00 16.00 0.784.901.087.664.00 .590.848.609.00 1.00 Rp 0.00 0.557.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.00 Rp 0.00 0.181.00 Rp Rp 0.888.888.00 (381.011.00) Rp Rp 16.888.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.00 0.00 0.00 39.364.252.011.00 Rp Rp Rp 16.00 16.00 16.011.00 0.00 Rp Rp 0.484.100.973.888.00 0.417.401.417.00 0.417.011.860.00 Cicilan Revolving Rp 21.227.000.417.00 Rp 16.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->