BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. Menurut pendapat kami. Suatu audit meliputi pemeriksaan. atas dasar pengujian. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. dalam semua hal yang material. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V .

menurut pendapat kami.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V .tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Register Negara No. Misnoto MA. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. Ak. dalam semua hal yang material. D-1416 Jakarta. Drs. dan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. disajikan secara wajar. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan.

Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dasar Penugasan a. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Undang-undang No. Undang-undang No. d. Undang-undang No. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. d. 2. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. vi BPK RI/AUDITAMA V . Undang-undang No. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. b. 23 F dan pasal 23 G. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. e. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kontrak. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. c.1/9/2004. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-undang No. Undang-undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. 57/ST/VII-XV. c. b.

Peraturan Daerah (Perda) No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Keputusan Memperindag No. Keputusan Memperindag No. 17 tahun 2000. Keputusan Menteri Keuangan No. n. h. 16 tahun 2000.f. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 319/KMK. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. g. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. 18 tahun 2000. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. Undang-undang No. 107/Kpts/SR. 70/MPP/KEP/2/2003. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. m. 7 tahun 1991. p. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. q. Keputusan Menteri Negara BUMN No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. r. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Undang-undang No.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri BUMN No. i. 12 tahun 1998. Undang-undang No. Keputusan Menteri Pertanian No. l. Undang-undang No. vi BPK RI/AUDITAMA V . k.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. o. s. j.

y. z. u. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. v. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. vi BPK RI/AUDITAMA V . Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. w. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. x.t.

120.002.859 1.333 dan Rp 249. 11 2.718.515 3.783 3i.030 69.677.537 249. 3n.264.406.592.016 256 1.429 13.393 187.248 3p.840.895 23.814 335.629.827 13.516 63.464. 3i.890. 5 347.774 618.445.072 85. 3l. 12 13 1.077.042 dan Rp 1.823 1.409.441 3j.816.789. 6 152. 16c 3m.360 219.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.117 887.880.145.244.268.142.004.253.756.237 29.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.369.833 44.287.695.096.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.670.409 469.407 1.209 47.266. 4 3g.825 dan Rp 10.560 2.077.374.678.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.384.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .028.928 136.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .359 57.328 17.209 dan Rp 506.925. 31 3k.460. 3h.065.289 34. 7 8 9 16a 21.434.861 3o.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.621.256 19.162 718.688 2.314. 10 3s.908.160 560.328.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.309.216 dan Rp 981.404.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga . 3l.577 14.127.

888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .160.565. 3.000 per Saham Modal Dasar .150 794.889 108.637 5.197 2.a.725. 16. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.511.117 396.324 117.714.s.295 551.421 897.165.396.960.860.263.879. 29 519.713.886.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.986 622.864.1.309.903 2.199.420.b 17 18 19 20 21 143.890.853.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .018 43. 3l.939.348 33.296.596.449 87.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.514 31.992.047 91.910.757.426 115.f. 16.555.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .640 4.960.328 854.715.993.s.426 137.191 3.813.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.c 31 73.059.878 2.846 1.939.550.039 2.435. 22 15.759.265 46.000.171.293.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .563.462.000 334.931 667.323 58.420.249 1.692.069 90.625 23 396.860 18.654 22.869 124.021.637.372.363 20 21.838.176 23.456. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.374.631 437.Nilai Nominal Rp 1.895 8.300. 15 774.198.000 288.001 8.881 14.756.826 1.

27 107.523) 17.615.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .643 (3.081.r.569.685.296) 110.191.934.r.623 170.651.440 3.648.562. 26 (179.020. 16.244.194 (2.213.015 (87.107.173 (2.921.r.982.015.759.267 3.145 3.845) 124.044.306.094) 126.332) 292.819) 108.211) (171. 28 (93.373) 119.688 (68.460.526) (375.r.196) (17.372.477 3.477.189. 24 3.902.979) 13.458.150 119.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.265 (143.429 (54.382.173) 181.292.023 (124.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.455.731.943.908) (72.819.683 (60.859) 207.954.642 2003 Rp 2.810.837.711.s.320) 582.500.705) 198.969 (1.157.831.708) (86.r.714.065) 50.413) (437.328 (74.099.207.166) 729.486.c (71.875. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .425) (159.020.

326 108.414 854.590) (2.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.566) 124.243) 377.333 108.442.890 40.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.558 (46.000 396.590) (2.285.180) 2.988 108.540.061 794.353) (932.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.534) (1.747) (932.280) (1.372.372.150 (47.637) (932.377 (7.696) (1.087.150 (47.879.196.558) (7.210) 668.328 (60.372.889 43.759.000 396.509.328 (60.243) (46.353) (40.199.175.420.992.793.196.125.759.123.059.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.759.566 2.046.414 334.097 137.863.509.696) (1.150 124.125.377) (2.420.353) (2.863.540.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .423.235.175.353) (932.793.210) 1.534) (1.658.735 288.087.741.280) (1.658.123.420.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.180) (43.039 124.

979.621 190.214 104.827 9.192.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .512.579.532 129.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.483.752 63.768.027 73.054.733. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.653 576.033 91.807.350.138.262.261.021.480 180.400) 128.127 149.346 Jumlah Pengeluaran 234.760.016.585.224 9.400 590.000 247.969.529.822 90.679.226.588.286. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .919.600 382.572.929.856.000 295.910.911. Asuransi Biaya Jasa.258 525.913) 1.618 202.570 2.314 7.298 273.074.793.060.016 Jumlah Penerimaan 184.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.576.548 3.432.351.496 102.250 184.829.892 52.599.364.869.848 305.470.779 2.350.083 4.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .870 102.179 (125.459.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.286.825 103.158.256.092 16.651 1.930 18.773.514.605.202 3.316.796 6 .358 6.669 144.885 4.771.277 71.127 189.764 65.955.245.421 Investasi Rutin 97.741 281.534.455.531 (94.879 64.600 199.270.758 200.273.524.986.302.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.264 41.180 513.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.902.258 85.058 215.960.709 2.568 347.511.638 3.552.584. Retribusi.129 7.284.144.441 152.364.579.474.

096 1.145.735 1.291 252.145.814 260.510.428.634.181.507 156.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .577.709 335.742 182.404.099.684 153.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.845.291 7.577.411 176.845.033 7.677.181.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.228 335.141. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .033 260.727.688.634.393 11.688.735 1.604.421 347.893) 2003 Rp 55.677.077.

04. khususnya di bidang industri. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Dewan Komisaris.01. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). Ato Suprapto. Tambahan Nomor 5870. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. Urea. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. MSc Ir. SP36.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. Ir. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. perdagangan jasa dan angkutan. Tambahan Nomor 722. H2. 84 tanggal 20 Oktober 1998. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. MA Dr. Phonska. Arifin Tasrif Ir.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. Alf3 & Cement Retarder. terakhir dengan akta notaris No. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. diantaranya adalah pupuk ZA. NH3. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. SH. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir.Th. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Sahala L Gaol Ir. Selanjutnya. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. notaris di Jakarta.. Teddy Setiadi Drs. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. O2. UMUM a. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Suhendro Bakri.

SH.47% 13.00% 35. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.80% 1. c.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983..968. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. SH.262. Firdaus Syahril Ir. Bambang Setiobroto.00% Rp 18. Nugroho Purwanto.BAT Ir.01.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.G Yudara.00% 50. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938.000.640 Rp 61.392 Rp 14. SE.HT.808 Gresik Gresik Perbengkelan. MM.00% USD 26. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk.13% 9. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik. Ak.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs. PT Petrosida 8 .000.99 % Rp 59. Bambang Tjahjono.034 pada tahun 2003. 20. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. T.032. Ir.089.382. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50.146.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.

modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar. 2. ZA. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi.HT.751. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003. SH.016.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. b.00%) dan Nippon Kayaku Co. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. Modal dasar.00%). 69.400. Kemudian.000.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0.01%).01.. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. ii. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377.00/MMBTU.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. Disamping itu. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida.000.500. 9 . Ltd Tokyo (20. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. iii. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan.00%). perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk.04 tahun 2000.

050. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1. ZA.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis.400. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. 319/MK.600.USD 1.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.00 per Kg e. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .USD 1. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea. 356/KMK. .00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : .00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950. Pupuk Non Urea (SP-36. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. d. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.

d. investasi dan pendanaan. 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). c. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. jumlah. Jombang. Ngawi. harga. tempat. Dalam pertengahan tahun 2004. Ponorogo dan Pacitan. Madiun. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Lamongan. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. b. f. Kota Madiun. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. Magetan. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Bojonegoro. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Nganjuk. waktu dan mutu. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). Tuban.

aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. h. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). Pembukuan PT Petronika. Sedangkan untuk tahun 2004. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. g. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. 12 . f. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Pada tanggal neraca. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. e.

Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. j. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen.2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.1 tahun 0% 1 . Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).000 (seribu Rupiah) per satuannya.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. baik langsung maupun tidak langsung. k. l.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). dinyatakan sebesar biaya perolehan. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1.

Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. v). Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. Perorangan yang memiliki. iv). atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). mengendalikan atau dikendalikan oleh. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. iii). direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. subsidiaries and fellow subsidiaries). yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. ii). 7. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. m. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan.

000 Rp 50. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. r. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya. (iii). (ii). n. Biaya jasa lalu.000 Rp 10. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. o.000 Rp 10. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 .000 Rp 25.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. p. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. q. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris.000 Rp 5. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.000 Rp 5. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik).000 Rp 50.000 Rp 25. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan.

Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 .Pada akhir tahun. . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. . 16 .

yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. t. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. s. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. 17 . pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan.Pada akhir tahun. . Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. . jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut.

150.308.420 306.358.393 1.000 335.814 347.605 310.583.565 5.764 4. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.764 12.494 81.649.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.002.355 273.784 191.089.316 152. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.325 226.404.169.012.533 40.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.080 14.393 5.880 83.568.849 6.310 9.511.063.000 6.653 21.203.083 224.892 4.788 7.465 177.382 15.286.448.673 4.729.443.374.469.889 6.363 22.323.011 22.268 4.269.704.192 196.573 763 312.621 137.044.716 23.527.650.922 237.491 37.041.526.185 334.814 171.120 52.557 347.780 3.560 .696 217.954 5.064 44.793. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.269 21.404.163.899.749.765 25.521 13.446 66.760 3.079 7.561 14.234.926.377 8.677.916 4.803.262.

360 145.815.478.912 10.880.766. 19 .520.001.062 4.547.253.960.937 359.067) 402.643 (1.406 12.655.607.845.283) 249.237.623 3.244 13.117 153.096.197.346.248.256 7.008 1.860 191.253 28.260 43. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).696 (7.574.733.759 20.550.872.521.700 143.072.116.448 2.391 7.903 44.981.783 406.600 3.897.515.670.972 3.550.373 3.085 3.235 93.885 42.870 8.520.186.784) 152.874.907 106.826 2.866 219. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.580 (6.841 3.420 250.116 (714.244.509 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.320 368.137 17.481.483.078.130.361 (249.976 110.742.591 28.747.448.120.577 402.320 81.294 3.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.725 910.869 3.540.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).607 123.983.744 403.376) 406.266.258.333) 219.869.143 7.600.502.807.250 14.793 413.043.287.323.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.713.004 (1.291.913.043) 187.520.892 193.

620 277.000 1.747 13.223.470 835.943.352. tanah.963 2.029.617 2.289.264.806.850 .162 35.023 (10.283 29.394 6.006 (10. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .027 2.567.911 37.341 2. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .784 7.150.623 23.092.989 22.980 22.153.652.718.209) 21.120 337.591 307.162 4.449 5.030 1.706.827 12.344) 26. 6.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.148.024 771.825) 14.188 (506. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.779) 13. karyawan). Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20). Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.868.579.038 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2). penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.680 1.434.569.199 3.424 731.850 8.441 5.409 26.652 (9.978 24.194 (11.755 23.367.990 365.678.237. bangunan.805.347.579.145.266.673 21.249.782.148.989 15.565) 13.161 421.028.225.059.385.879.156. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.400 46.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.120.371 (1.034) 35.500.013.

056 7.626 42.757.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.037 2.520 11. Flowable.261.636 9.751 20.224.231 37.588 5.249 8.466.592 7.165 3.598 31.375 6.090.468 92.417 255 9.172 21 101. 7.612 1.673 9. Flowable.487 Kuantum *) 178.231.902 161. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu . Tepung.389 27.183.033 337.006 8.591. Padat.241 67.494 43.746 11. jasa pelabuhan.489 526 131 386 52 .054.593 1. Tepung. DMA.227. BPMC. listrik.747.701. sewa rumah.086 18. Padat.574.459 13.478 842 88 Rp 126.070 174.383 9.576 34.471 66.218 46.263 700.999.729 19.171 450.256 119.021 152.758 32.998 597.611 5.127.760 110.320 66.105 3.698 993.155 4.960 92.611 119.508 8.854 454.698.915 322.489. sewa tanah. Coils) Sub Jumlah c.128.658 16.705 3.334 43.943.918 60. dan lain-lain (lihat catatan 30).207 2.957 7.951.864 73.716 16.195 771.703. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.264 93 7.607 161.496 2.880 404.033 30. Persediaan 2004 2003 Rp 228.334 10.605.871 274.228 381.925.140.602 11.279 50. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.101.140 31. Coils) Sub Jumlah b.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.637 a.134 39.589 194 199 43.221 165.822.682 31.639 99.008 67.700. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.168. steam.679 30.850 Kuantum *) 130.379 2.120.789 4.136.399. dll) Pestisida (Cair. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.032.828.419 50.484.361 128 78 353 35.013.717 6.460 234.354 11.

280 58.695.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1. flowable dan coils (dalam satuan ltr). dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.367.622 134.755.masing sebesar Rp64. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .071.334.578.550 47.244 3.464.102. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.000. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.812. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.072 Kuantum dalam satuan ton. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.786 14.639 174.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.233.314.391.178 3.558.510. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.914.229 5.721 1.529.833 29. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.808.677.442.706 718. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.243 1.409.671.335. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.439 2. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).328. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).907.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38.402 65.256 .639 9.298. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.460 7.304.877.271 7.620.185.334.915.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.004.023 85. pestisida cair.894 20. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.565 36.831 16.080 2.418.336 dan Rp53.951 44.280 57.314.327 85.330 6.753 469.310.789. 9. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).658 2.416.634.000 2.

427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.981 6.964 (744.041.742.982 6.592.724 14.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.00% 1.219 281.309) 875.00% 35.091.303. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.343 69. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.849 15.00% 50.342 63.000 1 28.531 3.957) (1.552.500 34.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.500 34.005 40.990.500 34.990.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.273.077.190.219 281.773 541.742.273.192.00% 50.818 23 .250 260.360 4.022 15.000 1 28.269 817.530.091.873 1.592.430) 20.00% 2004 Rp 21.617 281.470) (851.474.596.328.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.431 17.022 15.279 5.531 3.219 281.434 (42.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.250 260.190.873 1.190.250 260.328.250 260.203.776.80% 5.032 292.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.500 34. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.474.643 1.849 15.818 17.47% 9.742.519.530.723 21.360 4.005 40.849 15.552.602.850 289.040.602.076 Saldo 31 Des 2004 21.474.818 Selisih Kurs 2.774 2003 Rp 18.776.229.357.040.226 2.

SH. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145.750.108.154. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. SH. b.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1.182. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik.47%. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung.500 atau senilai Rp14.500.073. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. Nomor 36 tanggal 18 April 1990.692. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.000/lembar.400. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.385 lembar dengan nilai USD 2. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.82% menjadi 1. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.000.385.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo.318.. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk.000. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif.013/1990 tanggal 5 Juni 1990.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita. Sesuai resolusi para pemegang saham. 24 . PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.946. Metode Biaya Potash Mining.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit.250.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.388.547 39.025.819.566 321.501 3.120.403 atau ekuivalen dengan Rp2.533.123.612.802 887.680.995 16.237 Penambahan 7.074. 11.278.13%.526 99.134.350 lembar saham.463 75. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.551 398.198.062.341.566 321.305 7.031 46 085 979 .245 3.365.131.422.798 216.039 200.848.355 26.438.908. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.136 8.319 2. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.395.383 23.056 1.646.045.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.821 498.228.646 (2.283) (55.997.002.577.085.899 64.527.340 45.201.000 131.422.445.443.200.961.283.559 3.422.982.007.661.093 42 550 193 Penambahan 498.572 1.544.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.220 3.303.813.954 11.341.124.321 789.643. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.979 22.280.000 atau 12.456 214.927 75.619) (152. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.426.434 50.000. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.604.350.699.408 152.595 3.832.390 1.299.857 5. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.724 14.011.510.795 2.438.577.180 107.031 46.161 52.027 1.821 8.011. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.080.463.530 981.812 2004 Pengurangan 416 4. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.576 4.394 717.604.091 Saldo Akhir 29.490.011.388.711. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.566 321. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.128 1.422.077.782 46.976 14.450.000 dan telah disetor sebesar USD 1.556 19.183 1. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.150 331.779 191.195 17.409.206 2.216. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.776.390 1.000 111.568 42.050 1.721 3.241 42.283 55.486 Reklasifikasi 2.869.470.456.099 2.819.212.919.027) - Saldo Akhir 29.961.988.535.

593 Penambahan 498.041 894. 12.091 909.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.856.942.088.540 111.595.969.220.025.422.432.816.433 90.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.007.771 185.379.401 928.982 40.588 148.477.802 887.278.797) - Saldo Akhir 29.242.392 2.355 26. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).123.762 373.154 3.422.225 16.463.306 1.365.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.963.346.149 2.119.394 717.706 (16.178 862.085.136 8.679.212.508 8.145 6.768.167 17.623 dan Rp3.604.941. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.443.542.252.445.988.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.480 17.050 1.044.289 .154 8.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.011.328.756.919.303.643.099 2.578 2.589 9.215 649.398 37.566 321.463 75.913.163 6.550.238.696.327 232.093 42.299.179 68.106 216.837 1.144.408. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.612.577.979 22.200.840.429 29.940.masing sebesar Rp1.510.869.577.514.379 15.305 1.341.212.721 3.490.213 3.035.228.530 981.039 200.408 152.408 152.340 45.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).711.941 Reklasifikasi 15.390 1.470.136 6.566 321.961.847 5.500 79.313.326 8.679.547 39.051 373.031 46.572.574 14.643 90.626. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .700 3.753 1.027 1.083.027 116.195 17.292.475 51.280.916.193 21.675 99.401 928.941.

790 580.062 342.496 759.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).108.800 1.784 610. 27 . Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi.406.281. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.000 1.291 612.300.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.281.182 1. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.000 2 1.800 34.317. Biaya .460. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.400 1. 13.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan. jaminan botol. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.552.514 1. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.800 23.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.634 342.496 714.784 56.500 3.

000.56 82.000.900.00 14.perubahan perjanjian kredit. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.789.000 712.14.6.997.18% .364. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.553.00 25.000.043.000.56 131.000.900 242.911 312.456 531.950 33. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.000.551.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.695 312.00% 10.171.00 10.650. serta perubahan .000.88 21.000 2003 Rp 84. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.296 5.000.000.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.876.246.811.020.731.000.00 16. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.146 USD (Angka Penuh) 10.000 92.833.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.999.03 9.335 437.463.000 916.78 2.324 2. Notaris di Jakarta.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .000.50% 4.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .342 86.841.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.796.995.100 3.171.000 50.248.178 774.860.141.000.283.296.347.939 190.375.246.750.600.957 23. dari Lindrawati Poernomo.000 155.13.00 14. SH.020.000.6.75% 4% .989.430.00 57. c. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.665.000 10.330.10 12. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.50 3.427 110.771.347.350.742 32.564 125.80% . 28 .248. b.789.610 130.000..312.88 43. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.000.276.03 13.028 151. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.387 281.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.100 20.865.41% .347.939 190.

dengan tingkat bunga sebesar 5.000. bahan pembantu. Seluruh persediaan bahan baku.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. Manyar. bahan penolong.000.000. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow.25 September 2025) seluas 174. Gresik. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. c. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan.490 m2 terletak di Desa Romo.000 dengan rincian sebagai berikut : a. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar. b. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . Kab.000. PT Bank Negara Indonesia Tbk a. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. Kec.000. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik.000. Mesin . Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10.Kec.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 . berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut.000.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. barang jadi yang diikat secara Fiducia.000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.000.000. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000. barang setengah jadi.000.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. 29 - - .000.16% per tahun.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 .25 September 2025) seluas 24. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004. Kab.

dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.perubahannya.000.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang .IDB) dengan plafond sebesar USD 3. notaris di Surabaya.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.COP/COD.. SH.000.000.COP/COD. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. notaris di Surabaya. SBY.IDB (LITF .000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . SH. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35.700.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No.131 tanggal 17 Oktober 1994.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.83%. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. Akta No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. DNW. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. dengan bunga sebesar 13. 30 . terakhir dengan addendum III No. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No.COP/COD. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . DNW. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . b. DNW.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736.000. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.000. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar.000.000.000.000 dan dibebani bunga sebesar 5. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. c. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note .48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . Propinsi Jawa Timur.30.47% per tahun. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No.000. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25. Jawa Timur.perubahannya.BOX 107.000.48% per tahun.000 m2. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. Deferred Payment Credit Facility . Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. terakhir No. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004.Yani PO. 11 Desa Ngipik. Kabupaten Gresik. dengan maksimum sebesar USD 5. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. seluas 15. A.000. terletak di Jl. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. dan bangunan berupa pabrik. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005.000. Kecamatan Gresik. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Desa Ngipik.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. 31 . dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003. sarana pelengkap. b. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No.000.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. Documentary Credit Facility . SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. Clean Import Loan Facility .

496.181.601 753. Hutang Pajak 1.208 2004 Rp 2003 Rp 13.270 8.153.480 11.473 16.464 43. Perpajakan a.713.423.410 277 8.284 12.918 833.151.714.065.939.600 1.447 1.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.916.320 10.900.986 28.681 27.652.348 109.860 7.600 980.209.026.652.404 837.426 .982 160.052 90.778 270. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.895 6.915 17.138.477 1.744 109.607. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.960.413.896 65.530 19.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.896 62.624.244.025.529 703.009.198.680 18.001 126.526 146.830.414 426.027 1.289.076 388.164 992.791 509.534 188.426 2003 Rp 14. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.454 3.691.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.924 33.783 16.900.589 117. Pajak Dibayar Dimuka 79.983.643.698 45.404.939.518.208 81.198 126.228 351.627 2.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

709 12.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.108.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.983 74.530 388.072 3.247 46.160.265 2003 Rp 22.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .558 21.419 12.892.119.557 .341 5.114.602.472 13.876.600 58.829.291.Fasilitas Tunggakan Bunga .137.226.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .474. 19.827.313 398.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.068.000 27.208 639.245 66. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.27 63.247 4.572.000.411 8.045.258 43.50 33.801 308.801.23 186.757.171. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.913.857.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .021.563 45.091. BTN dan lainnya.77 152.372 82.000. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.296.Proyek Prasarana & Utilitas .50 33.864.816 51.352 2.73 36 37.227.408 663.066.432.284.Pinjaman Pokok .865.701 18.000 88.828.119.783 31.779 10.535.167.694 17.788.017 53. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.562.144.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .903 2.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .532.965 235.063.451.163 9.019.343 286.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.326 2.563.

000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.779 10. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.6.14.164 4.654 8.163 2.Fasilitas Tunggakan Bunga .694 8.00 15.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.Pinjaman Pokok .800.813.832.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .637.832.469.75% 37 .779 10.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .800 143.000 ton.000 22.303 25.680.18% .41% . Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.572.640 519. NPK . Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).734 25.50 72.798.000 22.5% + 0.500.800.218.Proyek Prasarana & Utilitas .Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .715.903 551.798.218.022.50 7.511.Proyek Pupuk Eks.163 9.00% 10.572.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.167.13.432.176 1. 7.75% 4% .00 1.500.6.432.000.224.50% 4.80% .000.164 4.022. Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.800 87.

75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.300. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . B. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.IDB (LITF .6 10.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.6 10.0 93. 38 . Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah. Akta No.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.4 15.0 15. DNW.1 milyar. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.4 22.1 34.COP/COD.1 milyar dan denda Rp42.4 4.000. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .4 4.7 19.4 Tunggakan Bunga 4.000.4 4.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No.0 15. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tunggakan bunga Rp22. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.0 Denda Jumlah 14.1 10. SBY. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.4 4.5 29.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.800.perubahannya terakhir Addendum III No.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.3 milyar.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.6 10. No.100.700.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .6 42.

Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .000 dengan suku bunga terakhir 14. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .575 m2. serta unit ship unloader dan belt conveyor . 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. tanah dan bangunan terletak di Kec. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I.490 m2 beserta jaminan . Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. Kecamatan Turi. persediaan dan tanah. Exim . 2 seluas 112.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No.285.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . Notaris di Gresik.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. Kecamatan Gresik. 70 seluas 24. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Pagu fasilitas ini adalah Rp41. Manyar. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. Kredit Investasi Bank Mandiri .000.. SH.KI/ 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. 69 seluas 395. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).000 dengan suku bunga terakhir 14. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. 39 . Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. c. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan.000.680. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.SBY/007/PK . 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. unit pompa booster. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. yang berdiri diatas SHGB N0.193 m2. SH. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. b.

Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.000. 70 . Pada tanggal 5 Desember 2001.000.500.408 24. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.550. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.KI/ 2004. Notaris di Gresik. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).171 4.555. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.400.944 4. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Perjanjian ini telah mengalami perubahan.910.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.352 1. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.986 . deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.685. 21.000.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.500. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun. 2 beserta jaminan .263 2. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2.491. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.811. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.992 1.154 611.249 23. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.120.293.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.129 4.803.193 m2. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.844.5%.114 28.531.000.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.550.235 3.887.. 69 seluas 395.887.158 739.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4. yang berdiri di atas tanah SHGB No.924 256.687. yang berdiri diatas tanah SHGB No.456.136.012.421 22.SBY/009/PK .040.

Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah.420 lembar atau senilai Rp396.403 7.000 396. Modal Saham 278 1.99% 0.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium . Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.819 3.094.784 1. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.000 telah ditempatkan dan disetor.462.000. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.729. SH.033 7. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.784 2.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99..611 7. Dari jumlah tersebut 396. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.000 10. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.420.410 10 396.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.695 1. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.420.410. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.729.396.033 14.625 2.846 (571) 905. Notaris di Gresik. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.197.611 15. Netty Arni.00% Jumlah Rp 396.280.197.695 905.000.000 per lembar. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2. 22.000 41 .01% 100.094.189.810.300.822 7.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.

312 2.724.018 47.729.075. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.872.036.942 31.193 597.795 11.614.820 33.166 (2.486 5.401.683 72.881 726.959 65. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.656.381.091 2.599.234 528.023 30.020.597.847) 3.571 484.391.174 183.040.662 10.379.991 98.927.774 2.910 21.843 495 94 64 - 919.642 10.176 1.709.970.878.263.146 54.873 13.698 3.769 128.909 74.912 47.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.389 95.666.119.236 217.440 23.076 110.603.227.381.587.063.884 489.307 94.985.001 3.815.012 2.656.362 314.598.044 26.811 70.391.566 426.758 - 175.335 - 19.439 45.580 - 42 294.894.455.294 234.703.410.918 221.231 460.114.169 5. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.682 195.156.524 2.002 30.270 44.372 51.055.562.286 .368.972.759.791 77.764 15.398.792 166.512 432.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).993 399.290 13.786 257.391.251.972) 2.585 84.916 112.306 2.908 446.127.519 3.391.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.260 265. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.978 177.273 45.210.285.120 25.875.896 2.998 239.100.064.971 1.43% dan 10.550 119 119 673 895.083 30.396 41.304 2.509.482 557.364 4.881 2.839 115.949.160.773.626 78.304 683.136 149.116 652.872 26.955 106.839.489 (2.015.993 88 14.977.081.999 150.674.340.548.837.634.584 276.051.534.877 3.158.960.

4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.332 1.935 717.084 575.935 2.455.851 8.642 Kuantum 9.630.872.071 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.154.341 2.139.480.493.166 (2.851 24.661.949.367 1.347 557.599.513.686 195.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.142 7.357 106.394 16.862.644 68.466 Produk (Tepung) 20.194 92.767.184.037.904 39.978 68.378 5.007.319 4.367.110.007 2.216.950 933.070.280 90.210.970.320.365.122.055.896 2.100 4.020.102 11.982 Produk (Coil) 1.834 14.156.875.807.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.781 - 43 .221 1.057.525 5 2003 Rp 8.990 730.922.618 227.645 1.040.800 78.489 (2.821 1.398 102.688 Crude Gypsum 77.338.080 3.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.164.240 159.698 3.764 1.160.748.751 Formulasi 2.062.894.270 44.580 3.092 5.855 9.410.927.4D Amin/For.998 7.660 3.878.121.180 60.361.912 47.325.173.500 336.389 285.005.304 683.425 5.057.667 5.423.997 3.759.194 Carbofuran CO2 Cair 6.950 2.918 221.847) 3.503.839.633 Produk (Flowable) 134.914 1.791 77.056 2.196.106 1.482 210.656.702 1.653.762 1.392 3.905.338.780 2.141 871.055 775.896 2.979.242 2.185. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.124.910 3.887.577 100 761.974 7.053 180.972) 2.321 4.947 120.773 2.837.356.121.857.667 2.362.764.091 535.196.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.161 4.502 1.246.119.903 3.485 371.330 177.919 132.

491.380.356 30.333.488. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.971 32.140 357.973) (94.500.182 (92.426 (641.292.440.391.890.419 130.025.136 9.974 33.194 633.766 2.974.800.317.112 5.495 336.355.044 92.112.550 119 119 673 757.193.236 151.099.934.543 (6.720 166.06/2004.489.249.128.458 1.617 192.326.038.972 92.571) 88.684 187.745.066 178.858.865 2.256) 3.552 44 726.685 10.573 65.307 94.718 551.232 218.076 110.887.836 (3.742 53.888 234.470 1.277.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.403.168.752.735.977.306 2.567 66.713 227.455 18.764 2.794 238.464 98.542 259.751 (539.164) 3.429 370.900 . 25. 319/KMK.616 2.982.981 103.615 3.107.817. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.428.619.128.220.855.515.559 24.338.888.856.386.073.795 9.416.543) 2.455) 141.958 578.974.753.013.843 495 94 64 - 944.346.508 114.231 460.464 419.587 81.334) 2.993 88 34.603 (99.204.293 415. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.334 2.858 82.534 243.108.849 460. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.602 158.491.234 528.574.083.294 225.820.264.911.009) (170.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.768.197.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.

610.652.530 762.309.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.804.792 166.017 342.658 767.074.003 3.501 9.607.150 21.340 247.486.026.672.579.801 2.296 987.165 (1) 109.232 31.658 1.333 1.698 833.424 828.976 3.168 47.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .588 14.727.410.391 1.980 1.000 373.255.683.056 2.455. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .997.791 47.887.604 37.989 5.785 - 187.500.931 7. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.769 36.900 21.364 7.971.095.625 2.142.108 1.702 1.708 10.16% dan 6.786 326.350 52.007 41.087 622.247 4.655 4.342.799 3.099.359 7.754 10.343 91.111.168 2.768 1.543.416 3.914 80.238 856.525 5 - 129.382 4.130 23.558 9.953 4.069 67.146.989 532.538 3.660 60.585 405.613 3.982 3.406 2.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.971 1.051 33.546 81.292.884 4.377.148 3.314 74.108.490.424 82.910 4.168 198.530.367.790 177.280 90.58% dari jumlah pembelian bahan baku.148.432 26.450 2.213.931 141.830.027.107.292.369 1.071.244 1.975 1.505.538 861.915 559.662 6.799.700 132.668 9. 45 .362 314.850.459.403 82.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.010.852 52.288 40.398.526.098 4.525 176.542 2.097 76.507.008.306 12.144.709.274 6.642.092 1.007.

548 3.513.803 34.721.971.924 16.218.163.044.256.829 4.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .149.397 3.685.418. Beban Usaha 2004 Rp 139.745 15.573 11.842 6.891 1.024.530 45.526 375.142 1.673 122.123 1.744.516.389.771 1.497.791.058 17.853.207.391.371.179 159.508 15.510 10.923.667.883.347 6.405.655 3.201 5.414 758.000.325.709 387.547 86.807.781 8.153 151.232 11.337 31.560 56.068 1.083 5.658 353.945 51.286 179.202 3.176.466 72.857.556 1.818 29.524.179.173.920 5.943.762 171.460.477.074 21.303.161 1.080 16.550 951.994 22.028 1.121 13.163 1.202.271.053.446.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.317 3.182.211 62.708 34.081 1.125.601 5.244.344 396.163.641 143.366 1.267.336.836 979 2.413 437.332 2003 Rp 104.133.908 31.827 129.630 13.710 20.845 1.934 6.547 274.883 1.045 71.820 1.425 58.844.270 4.740.492.675 1.058.865 60.537 5.660.609.522 55.194 546.805 246.355.648.

812 1.384.991 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.287 34.918.100 689.213.233.941 1.049 5.623 47 .461 26.548 22.019.305.291 5.937.933 1.998.044 26.316 59.406 19.196 (17.811.029.222 280.831. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.009.222 (567.010 119.935.082 91.501.598 17.489.941 485.382.883 2.563 14.487.911 2.687.701.038 7.312 68.065 50.158.314.521 2.191.192 12.366 4.488.167) 124.482.780 412.861.922.055 5.790.858 11.155 107.168 15.995 14.950 22.521 3.697 21.173) 10.884.711.212.281.560 6.023 89.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .004.399 6.709 299.252 1.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.902.

724.746.777.438.090.06 2.186 22.224.839.15 1.005.407.696.930 26.270.074.934 1.194 366.506.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.750 764.417 93.530 27.00 51.222 26.649.814 5.248.97 82.832.424.27 43.124.88 5.876.091.446.356.291.465 48 .137.496.83 154.11 7.14 10.537.611.307.483.120.591.014 Mata Uang Asing (USD) 2.803.479 13.16 1.091.486.70 144.513.500.651.529.856.630.798.417.341.882 12.279 116.73 421.38 102.829.88 91.443.820.639.104.705 29.353 17.303 439.146.337.911.162.54 2.246.215. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .982.917 87.409.621 72.50 2.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.335 43.505.632 23.819.364.774.703 41.502 3.761 1.099.508.119.734 495.701.347.269.58 4.601.50 53.425.392.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .236.082 15.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.488 774.104.658.408 868.27 567.789.35 1.165 14.469.701.15 3.800.914.874.766.080.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.558 23.176 61.261.029 3.946.257. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.105 10.360 4.898 11.290 2003 Rp 8.145 2004 Rp 9.844.096.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .12 Rp 31.300 34.361.133.625.561.93 13.98 1.11 2003 Rp 21.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .863.82 3. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.56 6.681.407.721.812.518 100.717 1.42 687.

267 6. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.PT Petronika . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : . 10.227 307.674.PT Petrokopindo Cipta Selaras .812 73.PT Pupuk Kujang .330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah . Pada tanggal neraca.PT Petrocentral .578.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003. e.PT Petrokimia Kayaku .945 264. yang meliputi antara lain : a.PT Kawasan Industri Gresik .PT Petro Graha Medika .802 37.680 60.657. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .PT Petrowidada d. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : . dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.PT Rekayasa Industri b.727 73.519.880.516 49 2003 Rp 85. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.PT Graha Sarana Gresik .PT Petrosida Gresik .775 2.777.993.760.041 36.PT Pupuk Iskandar Muda .002.929 345.065.114.909 170.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.732 78. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.PT Puspetindo . Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.PT Mega Eltra .PT Aneka Jasa Grhadika c.PT Gresik Cipta Sejahtera . dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT Pupuk Kaltim Tbk .963.43% dan 10. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.

dikenakan sanksi denda sebesar 2% .557. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.750.511.762.741 1.012.864.935 2.913.970.015 187.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.020.820.794 1. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.826.468 20.624 8.702 2003 Rp 8. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.082.16% dan 6.147.035 1. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. listrik.794 2. sebagai berikut : 2004 Rp 6. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.069 1.695 1.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000. sewa rumah dan sewa tanah.419.550 12.400 34. 50 .601 2003 Rp 73.897 17. Pada tanggal neraca. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman.984 1.926 55.295. steam. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.5% per bulan. yang meliputi 12.038 67.892.236 18.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.368 2.16% dan 6.405.509.785.007.502 19.888 1.345. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.744.779 3.592.400 1.644 101.938 3. 12.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.258. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun. jasa pelabuhan.807 302.

726) 14.964 karyawan pada tahun 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.45 : 0.Usia 20 . Pada tahun 2004.030 .2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .401. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.255) 131.955 Jumlah Rp (271. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.047.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .55 : 0.142.504 46.Usia 45 .128.253 (9.870.270. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.841) 2.570 (140.905. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.556 (25.776.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).685) 168.776.924 24.067. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.066.02% .

030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.08. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali.286. 2).04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : .067. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek.190 2.SJ. bantuan pangan dan bantuan perumahan). Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.271.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1). Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. 52 .955) 7.795 (46.000 14.U. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Disamping itu. terakhir tanggal 19 Desember 1989.652.142. tunjangan keluarga.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.SJ. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Iuran para pegawai untuk PKHT. tunjangan jabatan.04.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.U.

Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60.509.362.544. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.019 .416 108.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.280 1. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.123. 32. 2).759.175. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.725.534 1. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .230.000 53 .180 43. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.910. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.759.087. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20. dicatat sebagai berikut: 1). Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.012.590 2.863.047 dan Rp 2.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.

040.641 (75.077.903) 1.408 (2.521 (10.538.297 2.492 (75.379.645 11.080.530) (45.634.330 1.135.190.538.527.345) 68.624.057) 17.845) 76.435.563 2.096) 156.238.831.890.686 1.054.065 4.448 234.833.098.562.181.140 1.873.688.645 1.074) (3.158 (112.523) 17.615.255.928.633.849 38.040) 618.284.021.909.445.958.913) (115.837.651.408 (176.326 151.533) (94.849) 3.287.181. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.385.052 (2.558.483 (3.840.870.870 (2.785.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.901.189.973.413.374.983 (4.867.445 8.157.747.941 (15.643 241.811.285.020.719 (93.359.356 45.428 78.845.862.411) 1.483 (74.581 278.911 (75.536 56.625.359) 6.711) (1.191.825) 618.482 (67.681.537.822.638.986) (4.729) 231.618.459.493 4.228.042.849) 3.462 8.064) 133.616) (6.653 (118.713.316 36.276) (1.761 2.186 (10.405.813.005 (112.065 4.965 (71.759.747.339.117 1.682) 1.462 117.822) (93.581 11.335 11.848 4.124.577.872.448 246.681.512.071.077.912.771.982.215.241.164.255.809.296 (16.977 293.748.278.733.350) 79.839) (111.158.197.799.872.276.896.062 230.029) 184.525) 73.268 1.285.212 (93.923.704) 6.886.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.848 12.129 5.216.364.966.516 2.892) (1.824.495.890.347) 182.825) 6.096) 5.637 (294.189.574.057.756.493 (792.743.508) 11.961 (17.025 2.681.466) 102.234.845) 68.064) 121.023.086.601 (116.516) (50.423 Konsolidasi Rp 3.404.171.956 (17.021.813.734 (176.092.011.357.227 54 .577) 218.208.983 70.215) 2.428.813.456 1.516 118.620 (4.189.436.152 5.207.

314 1.112.812.607.869.695 (15.505) 92.882 1.142) 2.535.052 (303.875.285.565.215 (558.821.510.377.914) (31.570.301) 170.108) 170.700 113.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.309.565 12.486) (125.648.421.158 215.514.042 2.623 258.029.651.553.948.088 54.626 (72.418.966 252.020.810) (358.314 (15.966 58.629) 3.708 202.496.222) 2.436.602 27.518) 2.141.708 207.928 7.305.896) (326.187 53.670.418) 57.331.879 1.815.052 (303.400) (2.919.015 50.526.054.164.257.557 (665.370) 894.661.692) 91.956 20.730.285.670.415.365.081 (86.810 1.979) 13.238) (303.563.486.813.665.074.426) 203.490.927 (3.331.712.806.439.829.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.813.684 110.801 7.342 245.306.048.624) (7.482.692) 1.725.404 198.853) 11.845 7.780 33.418) (1.674.695 1.610.243.331.953.484.381 90.206) (3.635.946.648) 2.126) 13.238) 252.374.812 2.927 4.281.137.346.193) 229.896 (2.744.973 (71.789 4.258 948.853.284.387.328 (65.672.258 (2.347.970 2.364 (2.963.160.500.547 2.742 55 .009.238) Konsolidasi Rp 2.115.463.376) 92.638 (87.638 (180.457.980 252.208 1.776.831.152.164.337 (74.349.052) 7.206.665.532.993 257.942.339.934.495) 58.095 (2.038 981.574.801.380 4.271.760 55.455.857) (128.493.953.922.978 (3.358.015.290.350 (65.841 (72.193 203.307 4.318.894.969.984 (2.

35.629. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.294 265.396. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri.384 43. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.502 56 .555.739.019. Meskipun demikian.637.816. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD). terjadinya perbaikan likuiditas.992.515 85. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.211. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.409.637 25.748.296.816.535. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.513 87. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.139 811.289 437.480 72. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.209 17.903 4.069 46.989 91.314.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .654 25.813. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.

158.073.566. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.963 pada tahun 2004 dan 2003.764.030.872.869 1.208.564.718.876.248 13.230.masing sebesar Rp 1.133 dan Rp 249.089 684.180 135.422.827.325 444.142.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .817 24.033.641.229.898.409 122.473.778.140 14.514.356.676 1.848 232.387.797 867.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .816.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.122.580.898.masing sebesar Rp 714.254.747.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .314.678.863.824.242 47.885.690.783.968.302 84.386.040.824 (0) (0) .554.872.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.535 13.030.316.129.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .097.371.412.806.362.636.241. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .988.736 29.574 dan Rp 948.585.619.333.844.543.540.288.347.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .588.ragu masing .657 2.797.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.176.986 dan Rp 506.069.624.805.602.035.638 2.355 dan Rp 1.558 dan Rp 10.778.713.424.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .256.879.676.500 333.995 32.264.625 17.349.PT.257.978.460 166.554 17.467.105.482.676 1.464.413.307 42.852.813 210.151.ragu masing .340 983.407 1.221 112.186 2.287.434 21.380.572.013 57.

383.482.962 2.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .194.000.231 43.327.555.112.328.340 2.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.000 334.597 8.824 .352.511.888.511.616 18.372.715.214 57.768.450.767.332 4.PT.722.870 87.296.197.909 89.005 1.312.106.068.906 2.879.978 - 519.960.092 30.033.588 551.286.199.861 396.755 - 90.637.349.793.550.000 288.639 616.474.394 794.432.443.059 143.1.000 per Saham Modal Dasar .000.161.025.348.992.568 108.947 888.347.253 124.713.640.000.114.838.629.606.015.363 46.127.Nilai Nominal Rp 1.068.456.194 23.624.359.697 437.242.985.654.420.976.655.491.308 23. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .959.590.052.657 114.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.575 664.420.813.916 109.972 133.300.387.819.508.933.286 31.085.763.902.057.249.797 396.087 854.072 6.176.532.420.869.001 73.329.

698) (347.951.372.838.577) 124.838 (179.697 166.658.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .401.198.380.610.663 120.123) (147.409) (403.425.073.179.811) 111.122 (2.948) 278.633.258. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.782.394 .284) 681.100) 13.399.980.086 (71.700.497.223 (50.328.607.859.192.821.767.744.797.673.707.570.890 (93.800) 17.056.689.008 (86.812.704.069.983.298 (127.169.633.557.102) (9.724) (157.106.136.867.349.632) (57.184.453) 198.922.911.359.228.906.792.442.467 (142.151.367.600 (57.427.390.804) 175.556.288 (66.831.PT.794.956.423) 184.054.266.197 117.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.409.978.626.992.021) 545.815) (66.894 (67.500) 108.899.528.624.200.591) 54.044.482 (2.126.189.290.051.768.400.190.

285.420.767.423.372.863.000) (2.242.420.767.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.280.125.509.590.611 288.068.086 (60.000) (40.183.372.741.869.353.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.804 40.558.992.655.175.962 124.000) (1.211 108.180.696.871 137.210.210.353.929) 108.820.000) (932.280.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.696.879.929) (46.199.394) 124.612.000 396.000) 668.000.328.793.282) (2.888.093.000) 2.768.540.658.797.768.311.353.133.509.768.000) (932.328.PT.087.282 (7.196) (932.183.197.659.175.797.000) (1.000) (2.000) (1.328.767.889.469 108.394 2.387) (7. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.658.000) (1.000) (1.186.133.568 43.377.534.291 334.000) (2.000.000) (932.291 854.086 (60.353.087.180.000.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.000) 668.000) (43.558.737.747.372.534.394 (47.377.420.637.125.242.590.611 794.394 124.793.394 (47.540.340 .000) (1.863.737.558.000 396.387 (46.186.

157.276.982.979.350.389.892.270.695.651.543.902.766.479.124.034 3.312 186.527.942.809 513.009.468 90.000 382.340.335 234.415 140.367 305.827.973.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.365.799.166 52.759 146.628 65.709.619 11.896.193 190.734 (45.00 100.876.242.773.916.600.960.111 7.592.423. Retribusi.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.983 199.768.621.821.576 7.636.340.983 38.340 18.600.109 295.258.887) 6.PT.000 2.852 202.679.398.314.342 18.918.022.799.817.506.179.677 4.256.192.289 273.400.953.870.286.455 347.496 71.413.290.528 22.187.250.965.905 1. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .906 .975 102.822.128.077 58.127.807.355 83.423.091.152.276.700.266.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .929.311 505.878.803 93.071.473. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.416 87.149 59.364 1.847 182.505.910.729 62.847 199.605.721.933 71.224.788.600.352.041. Asuransi Biaya Jasa.138.616.420.010.298.588.309.647.267.743 2.497 1.430.016.157.482.059 102.098.700.759 129. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .534.572.856.162 103.877.144.616 228.022.825.126.212 1.194.302.533.109.485 590.588.899.499.973 78.599.352.245.155 182.

326.142 (1.326.844 252. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.621.106 (2.258.261.500 1.833.180 .856.681.833.474.193.885.013.380.980.215.848.980.424.298) 183.320 333.180 345.071.751.073.902) 12.474.763 150.809.660.829. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.621 4.307.073.019.902.451.829.PT.000.576.691.885.576.204 1.215.813.813.142 1.417 333.485 1.000.424.204 252.898.844 2. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.

d. 5704395 s. (021) 5700380. 5723995 .BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 31 Jakarta 10210 Telp. 5738740.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5738727. 9 pesawat 511 Fax. 5720957. (021) 5700380.

BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.1 Penilaian terhadap aspek keuangan …………………………….……………………………………….2. 2.…………………………………………… Biaya Produksi .8 2.………………………………………….2 Pelaksanaan RKAP ……………………………………………. 2. batasan. Laba / (Rugi) .2. 3.. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………..2 2.4 2..5 2.2.………………………………………… Investasi …..6 2.. Metodologi... 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.3 2.10 Organisasi Perusahaan ……..2. Produksi . Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….2.2 Perkembangan laba-rugi ………………………………………... Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3.9 Penjualan . 4.. ruang lingkup dan tanggung jawab …………... Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….. Beban Usaha . 2.DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.... 3.3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….…………………………………………....2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………. 4.2.. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….…………………………. .1 2. Pengadaan . 2. 5. 4.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP ………………………….………………………….……………………………………………. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.2.7 2. 3..2.2.2.... Perkembangan usaha perusahaan …………………………………….…………………………………………….1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………. 3.

6.4.5. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 .2 4.1 4.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….5.7. Peluang ……………………………………………….7..3 4..7..1 4.. 4.1 4.3 Perkembangan arus kas ……………………………………….. 4.7..6... Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….2 4.. Ancaman ………………………………………………. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5. 4.4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir ……. Kelemahan …………………………………………….2 4.4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4. Perkembangan produksi ……………………………….

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.5 bulan mulai tanggal 14 April s. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. 1 BPK-RI / AUDITAMA V .BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. b. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.d. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.

gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor.

b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. SP-36. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%. (2) Biaya produksi pupuk ZA.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250.92 triliun. 121%. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. Amoniak dan ZA.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien.5 bulan.

70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. persewaan dan jasa. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2.57 milyar.93 milyar. 4 BPK-RI / AUDITAMA V .21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203. c) Rendahnya beban pinjaman. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.19 milyar. penjualan produk utilitas. realisasi Rp93.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. produk samping.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.10 milyar. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.

RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.55 milyar.96 milyar. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.25. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.50.45% dibandingkan tahun 2003.044.60% dibandingkan tahun 2003.18 milyar naik sebesar Rp9.23 milyar atau 15.21 milyar.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60.62 milyar. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.04 milyar atau 5. 2. c. b.34% dibanding tahun 2003. 3.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.37 milyar naik 15.60 milyar atau 14. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan. Laba setelah pajak sebesar Rp124.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187.62 milyar meningkat Rp366. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V .01 milyar atau 3. Perkembangan Usaha Perusahaan a.60% dibanding akhir tahun 2003.713. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.713.

d. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. 4. 6 BPK-RI / AUDITAMA V . Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003.36 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. kecuali amoniak dan asam fosfat. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. kecuali pupuk DAP. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004.90 milyar.99 milyar atau naik 7. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003.67% dibandingkan akhir tahun 2003. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. e. kecuali Acid test ratio. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.sebesar Rp345. kecuali operating ratio dan net profit ratio.62 milyar. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.03 milyar. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.

sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. D-1416 Jakarta. b. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Ak. 5. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. Misnoto MA. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Drs. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Register Negara No. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. b.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.

URAIAN HASIL EVALUASI .

Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan.d 31 Desember 2004) ini. verifikasi. konfirmasi. antara lain: a. 2. Metodologi.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V .4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. Evaluasi terhadap aspek keuangan. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. kami peroleh dari: 1. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. perhitungan ulang.2 1. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. Laporan SDM c. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik.1 1. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2.3 1. batasan.

a. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. PP No. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 6 tahun 2000. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. PP No. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. 13 tahun 1998 dan PP No. b. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. b. d. parameter dan asumsi. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja.YA5/312/20 beserta perubahannya. 28 tahun 1997. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. Pemasaran. Pengadaan. PP No. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. dan Kepala Biro Akuntansi. 12 tahun 1998. 2) Meminta. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. c. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. e.

Direksi dengan Dewan Komisaris.633. h. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. Pembahasan Komite Anggaran. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. g. dan RUPS. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V .2 Pelaksanaan RKAP 2. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). i. f. 2. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). yaitu mengevaluasi. Pra RUPS.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. yaitu mengevaluasi. e.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. c. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP.23 milyar atau 120% dari RKAP. d. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan.2.

000 3.150 10.000 48.ZA .500 138.057 103 314.000 180.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.000 560.000 19.Asam fosfat .795 11.617 789.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.191 217 425.Amoniak .30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.sebesar Rp2.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.982 3.000 49.510 96.466 798.Asam sulfat .256.000 96.356 34.501 124.211 581.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.Lain-lain Ekspor .545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .591 594.852 177.KCL .296.464 30.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.000 3.368.500 125.902 2.633.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.450 683.Cement Retarder .790 342.297 137 3.000 400. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.496 2.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.NPK Kebomas .251.SP-36 .569 3.19 milyar.849 192.820 98.Phonska .017 52.DAP .296.368.194 633.000 826.500 2.Aluminium Fluorida .035.300 760.Urea .

455 155.678 20.633.Lain-lain Ekspor .636 35.Asam fosfat .300 84.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.354 314.115 17.019 683. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .978 72. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460. dan Subsidi Realisasi (1) 411.359 10.721.057 13.569 2.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .Aluminium Fluorida .076 45.724 26.191 3.950.574 54.907 940.320 425.377 250.035.KCL .211 3.NPK Kebomas .Urea .617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.376 69.ZA .296.614 148. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.887 581.SP-36 .Asam sulfat .656 25.624 48.203 2.5 bulan mulai tanggal 14 April s.358 904.Amoniak .774 115.230 173.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.491 2.507 512.Cement Retarder .612 24.368.DAP .545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.300 ton.640 18. sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.015 9.297 2.875 34.879 439.Phonska .d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.306 180.

3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192.150 ton. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.000 ton. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. Menteri Pertanian.000 ton.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. 13 BPK-RI / AUDITAMA V . 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.000 ton dan 560.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.500 ton.194 ton dan 633.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19.500 ton. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.

Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari).790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.000 ton. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.000 ton. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5.b.000 ton. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.000 ton. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96.000 ton.

315 512 (9. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.430 139 4.900 158 28.587 25.2.793 68.591 2.Persewaan jasa .Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.480 138 119.Produk samping & utilitas . 2.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .736 99 6.582 24.79 milyar atau 174% dari anggarannya.601 468 6.07 milyar yang tidak dianggarkan.299 7.Jasa giro & bunga deposito .2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .977 32.794) 43.Lain-lain .Dividen & fee keagenan .388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.703 174 129.111 10.743 689 979 44.

000 6.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.000 10.Dry Ice .610 314. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.439 32.000 5.000 735.000 80.599 201.000 ton. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .000 195. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.150 95. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.000 1.978 12.880.418 1.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.343 2.000 590.000 ton.000 140.000 355.000 20.225 572.012 6. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.Crude gypsum .190 519.602.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.509 361. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.000 11.013 1.412 9. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.111 Anggaran (2) 385.356 738.Ton Keterangan I.000 1.274 24.803 197.333 ton.901. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.530.CO2 .000 550.000 400.

2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.000 ton. pupuk ZA II sebesar 194.000 ton.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590. 17 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down). Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).590 ton.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.684 ton.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.000 ton. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.

Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.000 ton.000 ton. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V . Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2. Economizer E-1203.000 ton.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.5 bulan. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550.000 ton. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. b.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton.

548.561.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.573 929.605 1.845.345.894. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing. dan Electric precipitator F-4201.problem pada Gypsum Feeder M-4250.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V . Pengadaan bahan baku sebesar Rp2. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2. Pembelian dalam negeri .264 57.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.391 916.Industri kecil . Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.584 1.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.573 1.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.408.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.802 2.811 169.166 70.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.283 1. 2.845.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.894.pmbt. b.301 1.240 1.000 ton. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.093 140.512 275.322.85 triliun. Dryed Gypsum Conveyor M4204.2.989 2.952 56. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.

3 4 6 3 3 8 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.017.91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868. S P -3 6 c.1 4 2 . 2.6 3 1 .d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 .61 milyar. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas. Z A d.0 8 7 1 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat.1 2 9 1 .2 6 1 .2.4 3 0 2 .1 1 3 1 .6 5 3 .9 4 9 2 9 5 .4 8 2 .9 6 7 2 . Pupuk a .7 2 5 . N P K K eb om a s 2 .9 6 9 9 1 0 .9 7 6 6 .4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1. bahan penolong katalis dan listrik PLN. A lu m iniu m F lu orida e.0 9 4 . P honska e.0 3 2 8 6 8 .2 4 1 9 4 6 . A m onia k b .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57. c. N on P u p u k a . A sa m S u lfa t c.7 8 0 6 9 4 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.9 2 3 1 .13 ribu.4 6 5 1 1 8 . C em ent R eta rder s.0 1 7 . b. U rea b . biaya pemeliharaan. batuan fosfat.6 7 7 4 .1 3 6 .6 7 2 1 . c.9 7 7 1 . Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.1 9 2 1 . D A P f. Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.4 5 3 .4 2 5 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.0 0 9 3 .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.227.2 2 7 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .9 0 5 1 . A sa m F osfa t d. Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.8 1 8 .6 1 7 8 0 . Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.

tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. biaya kantong & pengantongan. ZA eks impor.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. h. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. jasa serta biaya kantong. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi.425.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1.142.09 ribu.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946.62 ribu. 21 BPK-RI / AUDITAMA V . biaya jasa dan biaya penyusutan.631. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. biaya penyusutan.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. amoniak eks impor.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. biaya asuransi. d.92 ribu. biaya jasa. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1.68 ribu. KCL dan Urea). Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi. f. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. tingginya biaya pemeliharaan.482. i. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas.261. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). g. tingginya biaya pemeliharaan.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4. biaya pajak & retribusi.453.094.136. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor.818. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). e. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. tingginya biaya pemeliharaan. amoniak dan ZA. bahan penolong MFO. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338.

40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.2.141 66. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.Beban penjualan .03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118. Beban penjualan sebesar Rp66.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.Beban distribusi .525 403. b.956 56. 2.j. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.045 181.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.037 157.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.401 371.400 134.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .

887 2.703 (25. ZA.931) 606.169 (93.544 (2.400) (403.131 9.211 3.190) 184.341 68.354 314. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.711.721.570 (179.320 2.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.703) 234.401) 278.950.793 (129.388 174.812) 124.940. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.Pendapatan .191 3.587) (9.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .613 (181.045) (66.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.73 milyar.185 (50.Penjualan dalam negeri .034 10.Beban Distribusi .373 2.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174. disebabkan antara lain: a. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .633.428.659) 681.037) (134.315) 43.910 (103.035.018 683.912) 119.729 (54.951.Beban Penjualan .956) (157.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .229 (2.141) (56.2.2. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.82 milyar.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .569) 131.794) 175.525) (371.979 119. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.

916 4.843 31.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.071 2.420 Anggaran 8.917 1.45% .b. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .Kendaraan & Alat Berat .624 126.13. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.466 4.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.824 96. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.935 5.Bangunan /Fasilitas .2.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .000 200 2.Kalium Sulfat (K2SO4) .577 203. Rendahnya beban pinjaman.89% . realisasi Rp93.210 220.7.353 25.Proyek Revamping Amoniak .70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. penjualan produk utilitas.140 109.93 milyar.673 24.050 978 124.925 5.Proyek RFO PF I .899 2.Proyek Phosphoric Acid II .833 60. d.927 826 142.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.Mesin & Peralatan .833 25.103 39. 2. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238. produk samping.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V . c.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.

telah selesai dan berhasil baik.8. 2.2. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. selesai.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96.21 milyar. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. telah selesai dan berhasil baik. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142. c. Investasi pengembangan sebesar Rp60. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. b. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. d. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. in progress). b. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan.10 milyar. e. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. telah selesai dan berhasil baik.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.

antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. barang dagangan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. berhasil baik. sebagai berikut: a. in progress.635 orang atau 99.2. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku.2. in progress.9. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. 2. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. meninggal dunia 4 orang. berhasil baik.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. meliputi diklat jenjang jabatan. diklat kompetensi. 2. diklat formal dan lain-lain. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik.84 milyar atau 96% dari RKAP. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). c.134 orang dan biaya sebesar Rp4.644 orang. b. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003.

d. Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG). A sp e k k e u a n g a n II. Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No.5 0 6 6 . A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l.0 0 1 4 . f. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan.5 0 9 3 . A sp e k O p e ra sio n a l III. 3.0 0 1 4 . 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.0 0 9 3 . e. 2 0 0 3 6 4 .0 0 1 4 . 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur.5 0 1 5 .2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V .25.0 0 1 5 .0 0 1 4 .2 5 6 4 . Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan). Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93. Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004.5 0 9 4 .

00 15.22 20.00 2.00 2.343 2.00 14.361 3.500 3.50 5.000 10.322298 507. Total Asset Turn Over 8.00 15.00 4.00 66.25 20.439 32.274 9.99% 100% 3.00 4.957 778.00 7.544 3. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.00 3.00 5. 2003 90.3.00 13.00 3.00 5.685895 385.50 4.633.00 5. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.00 5.00 5.25 64. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2. Rate) 2.00 5.025 96 SKOR Nilai Real.71 27.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.000 2.000 140.412 95.84 125.02 28.00 4. Rasio Kas 4.000 6.00 5. Collection Period 6.377. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.00 10.000 20.00 13.50 4. Rasio Lancar 5.00 2.635 999.500 11.50 20.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21. Imbalan investasi (ROI) 3.00 3.00 4.000 400.513 96 RKAP 3.00 5.29% 5.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .032 688.00 5.012 6. Eff.000 590.978 12.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.00 15.00 113. Perputaran Persediaan 7.693. Prod.14% 5.50 5.00 10.00 2.644 833.013 361.18 17.12 37 69 146.00 64.035. Poduksi (Cons. 2004 RKAP 2004 Real.229 3.000 80. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.901 201.000 735.00 119.

347.242.86 494.38 1.00 2.54 914.36 324.00 3.33 52.00 3.00 14.713.343.86% 4.99 2.36 18.00 3.82 93.61 542.03 122.044.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .93 112.41 40.73 80.Tk.39 2004 345.92 722.90% 40.81 453.00 3.713.61 116.553.62 milyar. 2003 3.220.32 2001 58. 4.81 547.33 1.36 339.000.3.01 677.96 288.858.11 1.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2.33 2. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .00 112.46 1.00 3.00 2.36 2.78 928.60 1.00 14. 2004 RKAP 2004 Real.62 1.27 143.044.00 14.39 840.220.77 2003 333.00 3. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.174.089.05 1.80 2.10 53. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.Efektifitas penyaluran dana .11 849.87 104.06 311.04 2.347.10 97.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.62 854.05 443.98 2.00 3.89 444.87 524.24 295.97 73.00 3.52 84. jumlah tersebut meningkat Rp366.70 51.00 3. kolektibilitas pengemb.83 2.95 745.25 90. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.07 2.089.71 361.00 95. 3.00 3.713.90 684.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.32 794.58 789. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.36 786. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar. Perkembangan usaha perusahaan 4.347.59 75.00 2.51 2.96 880.00 3.339.09 112.03 1.82 2.96 Tahun 2002 150. 2.96 901.322.

79) (93.744.77 2004 3.20) 175.54) 399.77 milyar.40) 278. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.44% dibandingkan tahun 2003.80 (29.24 (191.438.23 milyar atau 15.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.17) 257.61) 187.67 (94.92 milyar.62 milyar.96) 403.96) 250.18 (50.57 (403.61 (2.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.664.14 (57.340.633.17 (9.96 milyar.044.55 Tahun 2002 1.82) 166. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.713. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.37) 207. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.43 14. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .12) 241.747.37) 108.16 (116.16 (46.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.37 101.61 2003 2.81) 124.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.23) 112.26 2001 2.33 (172.55 (194. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.61 (86.23 (2.55) 93.34 (1.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.08 (1.87 21.44 (115. b.063.35 54.71) 140.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.78 (1.79) 435.874. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.87 (70.65 (205.25) 83. aktiva tetap sebesar Rp53.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.951.66) 681.04 milyar atau 5.323. 4.75) 423.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.01 milyar.30) 198.55 milyar.37 milyar lebih tinggi 14.

90 milyar.193 333.896) 74.549 148. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.526 (111.727) (46. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.885 124.287) (220.907) (197.806 (45.373 (179.576) (266.692 2003 150.62 milyar.795 183.692 108.908 187.468 (82.60% dibanding tahun 2003.619) 58.775) 287.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.01 milyar atau 3.224) (240.448) (208.262 (47.620 93.885 2004 333.239 83.4.072 150. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.613 90.669) 149.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.413) (90.014 345.620 Tahun 2002 58. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .769 111.620) 92.239 2001 149.702 12.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.

36 milyar.059 109.200 124.262 396.613 47 745.741 93.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.763 (851) 2003 396.748) 2004 396.541) (1.832) (700) 83.033 (37.424) (932) (932) (40.175) (44.125) (1.741 47 93.420 288.372 854.420 242.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.549 396.372 396.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.069) (4.613 396.044 83.821 (47.059 109.343 (242) 109.549 20 722.420 334.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.590 794.681 187.420 142.768) (4.420 255.420 288.681 187.92 milyar atau 7.423) (476) 93.730) (46.420 296.250) (5.363 (93.420 296.958 864.506 (328) 124.262 880.655) (1.590 396.088) (2. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .404) (1.069 (60.191) 1. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.468) (46.773) 12.929) (7.044 20 83.033 4.893) (1.673 324.257) (822) (822) (2.536) 374 Tahun 2002 396.387) (34.262 880.420 242. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.456) 3.319 (1.014 (499) (107.036) 187.106) (2.237) (31.613 745.820 (7.664) (6.03 milyar.510) (1.590 794.000) (3.863) (1.177) (2.363 (109.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.069 3.051 (853) 192 2001 396.618) (4.420 255.500) (137.549 722.4.

disebabkan tingginya persediaan. b. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. kecuali operating ratio dan net profit ratio. c. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. b. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak. 4. 33 BPK-RI / AUDITAMA V .5.5. kecuali acid test ratio. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. dapat dikemukakan bahwa: a. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004.4.

608 151.924 Jumlah lain-lain 66.225 572.174 9.959 12.343 2.176 687.817 1.208 156.716 260.702 105.657 479.941 138.471.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.182 1.741 9.915 447.403.272 367.875 .736 344.280.013 1.996 56.903 172.066 552.418 131.216 5.752 204. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .741 Asam Fosfat 100% 131.357 2.825 355. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.091 1.176 ALF3 4.430 Lain-lain : .CO2 9.530.517 421.185 1.650 65.281 113.253 2.984 419.356 738.425.490 . 4. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.304 9.341. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.412 361.274 24.873 355.Crude Gypsum .289 Jumlah non pupuk 1.824 Pupuk Phonska 30.082 1.999 213.725 1.006 Asam Sulfat 98% 434.170 117.Dry Ice 3.914 2. b.479 328.978 12.509 6. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.492 313.892 310.150 95.718 3. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.610 314.901.Purified Gypsum 52.850 Cement Retarder 402.6.688 40.115 653.577.410 238.942 36.464.012 9.412 5.082 Non Pupuk Amoniak 364.229.434 Pupuk SP-36 467.399 141.460 279.786 1.190 519.439 32.803 197.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.728 Pupuk ZA 501.646 3.916 431.599 201.c.208 292.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.

429 102 94 80 1.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.160 2.865 80.356 495 33.110 4.364 1.601 5.587 1.718 3.257 3.560.561 5.234 528.584 9. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.989 41.704 106 .343 2. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.000 2.122 155.150 124.509 515.202 9.591 94.687 39.076 726.550 5.040 332.489 654.695 84.881 771.228 2001 313.194 633.431 1.638 1 2.587 15.168 314.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.617 789.019 526.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.525 425.490 146.625 9.251 19.962.525 90.968 807.416 408.820 98. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.464 30.307 88 34.492 9.290 175.496 2.887 1.903 798.814 874.486 76.530.852 177.033 139.287 2004 460.306 119 119 8.999 100.843 94 64 34.659 533.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.808 109.971 47.790 5.790 166.967 342.792 7.317.208 12.455 63.017 52.875 3.410 76.208 85.357 2.993 673 2.069 9.202 750.887 2.702 104.056 5 9.487 4.914 2.605 30.982 21. 4.231 110.297 178.000 429.849 192.251.785 91.544 2003 460.263 28.903 53.034 84.795 11.886 70.204 52.000 10.598 634.6.431 4.767 1.112 94.

P dan K dan produk kimia lainnya. 4.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. b. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi.7. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir.1 Kekuatan a.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. di sentra pasar. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. Strategi. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis.

d. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. instansi/Lembaga keuangan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. 4.2 Kelemahan a. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. f.7. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. b. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. e. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. 3) Sarana gudang belum memadai. c.

Bidang Keuangan dan Akuntansi. 3) Turn over piutang masih rendah. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. d. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. b. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. Tersedianya institusi pendidikan profesional. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. e. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. e. c. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. d. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. f. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.3 Peluang a. 4.7. c.

b.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. d. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 5. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. 5.7. sebagai berikut: A. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. 2) Suku bunga pinjaman tinggi. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter.4 Ancaman a. 4. c. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 5. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor.f.

pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat.00. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.000. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. A. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan.000.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). bongkar muat. 5) Proyek-proyek pengembangan. 6) Kegiatan lainnya. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan.

35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. A. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL).14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 2. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi.

catatan dan saran KAP S. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. Mannan. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan.B. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

10 13 15 17 20 22 25 . PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. 4..22 juta ………………………………. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. Penjualan pupuk sebesar Rp5. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1.18 ribu ………………… 2. B.. 4. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. 3. 2. 3. 3 4 7 9 II.d 2004 senilai Rp21.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….939.765.. A.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.DAFTAR ISI I.692.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.171. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A.. B.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan …………………….

Namun. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. berkaitan dengan unsur yang kami uji. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. kontrak. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. kontrak. dalam semua hal yang material. Oleh karena itu.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. peraturan. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. dan persyaratan bantuan. PT Petrokimia Gresik mematuhi. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. peraturan.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum.

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. pasal-pasal tersebut.dalam paragraf di atas. D-1416 Jakarta. Register Negara No. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. Misnoto. peraturan. kontrak. Drs. Ak. dalam semua hal yang material. MA. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V .

98.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127.470. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.017. kalium klorida dan belerang.Lampiran A 1. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak.02. BPK RI/AUDITAMA V . yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48.52. Pada setiap impor bahan baku. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. superfosfat. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003. asam fosfat. ammonium sulfat. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. Selanjutnya dengan Memo No.02.309.645.96. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.02.022/01/LG.589. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).037/11/LG. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.535.236.616. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut. Sedangkan sesuai Memo No.957.

363. 2. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.236. Hal tersebut mengakibatkan a. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.589.309.00. Selain itu UU No.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak.589. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.590.236. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V .98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No. b. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. UU No. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.819.98. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43.309.

500.000 Rp 1.495.000 Rp 1.833.821 Rp 6.000.321 Rp 3. Penyaluran th 2002 6.175.335.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.537.000.000 Rp 2.833. Proyek LIK Gresik 3. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.00 dan Rp2.094 Rp 4.759. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.990.000 Rp 3.321.127.353.175.767 Rp 655. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.180. Laba th 1973 sd 1988 2.00.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.877.180.000 Rp 1.214. Penyaluran th 2004 8. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.714.950 Rp 350. Penyaluran th 2003 7.175.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.335.Dana Pra Sejahtera dan Sosial. 2003 adalah sebesar Rp21.00.272.678. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.000.590.730.519.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.714.000.180.514.871 Rp 8.000 Rp 932. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.738. Penyaluran th 2000 4.072. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.548.512. Dipindah ke cadangan 5.460 Rp 821. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.087. Partisipasi sd th 1999 2.000.180.000.877.000.714.020. 5 BPK RI/AUDITAMA V . Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.900 Rp 2.100 Rp17. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.212.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.00.500.335.548.000.000 Rp 22.375.990.000 Rp21.000.212.175.015. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.000 Rp 821.821.d.

Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.089.600.00.089. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No. jika ada. Di sisi lain.335. saldo Dana Prasejahtera & Sosial.872. hasil bunga pinjaman. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL.872. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen). Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2.714. 6 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.600. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.500. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.175.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004.180.00 yang belum disalurkan.000. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional.

Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin. yaitu : (1) Perjanjian No. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo.04. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.04. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. Penjualan pupuk sebesar Rp5. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo).113/02/TU. 3. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. dan (2) Perjanjian No. Setelah adanya Perjanjian Kredit. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan.692. 382/07/TU. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .

50 dan dalam tahun 2004 (s. Sampai dengan akhir Desember 2003.367.50.547.606. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.675.612.692. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.320.50 belum seluruhnya dilunasi.000.00.692.466.692.077.108.620.441.581.402.50 3.441.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin.692. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.251. 3. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.085.441.442.099.PT Bank Bukopin.02. 2.170.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.1/06/KU. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.709.50. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5. 1. 8 BPK RI/AUDITAMA V .225.498.547.00.417. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.441.547. b.00 5.992.943. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.814.00.984. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.470. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.246.00 49.290.227.547.50 c.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6.

Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama.00. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi.943.553. mutu.597. harga. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang.085. jumlah.70. Atas sisa piutang tersebut. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V .470. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. 4. Sedangkan mulai tahun 2004. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA).50 per inci meter per tahun.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996.d April 2001. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No.00. Pada periode tahun 1996 s. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1.350. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.18 ribu Selain menjual produk pupuk.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. jasa pelabuhan.454/11/01.000.456/11/01.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. Normal-Butyl Alcohol (NBA).Lampiran B 1. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. b.000. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. dan persewaan. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol).000.171.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

017.660.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.40. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.594. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.025. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.242.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.829.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.025.284. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.040.00 MT dan 41.508.778. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .693.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.445. 3.765. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.00.d September 2005.594.025.299. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.d.444.234.040.619/LN/2004 dan No.36 setara Rp3.40.00 MT.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.984.445.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.242.40.583.210.76) setara Rp3.491. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.36 (US$288. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.76 setara Rp557.60 + US$60.

Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1.d Maret 2002. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. 4. Untuk tagihan periode tahun 1996 s.d 2002. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.42. bongkar.223. charter. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.758. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan.223.758.765.765. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. 18 BPK RI/AUDITAMA V . namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran. 3.d 2002 sebesar Rp1. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. 2. Berdasarkan nota tagihan tersebut. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik.

758.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.223. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.336. 2.34 1.895. 7. 5. 19 BPK RI/AUDITAMA V . Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.36 2. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.765.50 24.840.758.194.00 1. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Menindaklanjuti Perda tersebut. 4.105.735.223. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.00 2. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.765.458.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.758.765.146. 1.800.556.689. 3.758.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.765. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.219.72 274.710. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.50 1. 6.223. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.968.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.782.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.223.42. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.

16 PPK 12.831.00 31.915.754.293.00 35.20 dengan rincian sebagai berikut: No.896.840.00 467.76 0.00 64.772.774.54 444.427.509.00 3.656.655.120.699.673.496.926.00 56.822.997.150.714.744. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.00 0.558.00 Latsin 160.838.498.00 1.118.001.100.96 169.915.956.463.931.963.652.00 3.224.912.170.772.581.074.427. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).956.00 212.150.063.40 254.956.470.939.d 2004 senilai Rp21.120.00 78. 2.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.560.833.833.00 5.343.350.16 467. Pemeliharaan I (Har I) Dep.320.285. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang. Pemeliharaan III (Har III) Dep.00 426.833. Status barang tersebut adalah stock item (SI).477.00 82.239.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.980.503.491.00 9.027.106.637.85 214.483. 1.00 284. 4.00 128.00 14.085.579.00 0.818.054.920.00 8. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.00 448.080.818.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.285.117. 4.459.32 36.27 Departemen Har III 35.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .828.27 1.750.10 82.00 0.01 3.00 161.00 0.00 280.900.909.133.91 325.00 0.774.677.00 17.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7. Unit Peminta Barang (User) Dep.825.225.351.581. 5.000.25 44. 3.900.000.270.167.76 13.027. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.936.00 88.106.00 158. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.113.00 426.483.408.58 120.76 13.00 10.219.00 21.963.750.00 106.578.015.047.184.997.126.01 Har II 185.074.043.758.886.d Nopember 2004 dengan rincian waktu. Pemeliharaan II (Har II) Dep.00 116.074.83 180.411.

009.538.538.896.483.00 91.00 Pengadaan tahun 2002 1.489.708. 3.259.95 1.354. User 2001 1.000.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.840.383.145.221.190.289.946.000.816.697.362.789.829.861.249. 2.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.00 36. 21 BPK RI/AUDITAMA V .681. 4.98 22.500.81 1.95 1.729.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.639.36 1.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.68 2.654.68 3.249.00 0.45.00 936.896.354.00 88.175.829. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.462.181.107.163.253. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.000.120.00 433.489.681.800.259.483.161. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.108. 2. atau seluruhnya sebesar Rp15.023.106.825. 5.907.096.417.07 28.321.023.74 1.00 936. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.22.907. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.98.255.59 231.322. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No. 4.692.78 24.875.78 24.108.854.853.00 0.099. 1.455.729.259. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.67.360.557.76 17. 5. 3.232.921.206.370.639.557.300.000.81 1.842.00 0.708.714.557.196.109.68 3.206.729.71.886.80 1. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.46 2003 16.00 900. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.800.945.946.41.639.864.878.

BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.41).074 milyar.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.864 milyar. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik. Dep Har III.886.d Nopember 2004 sebesar Rp13. b. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V . Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.939.217.383. 5. 2002 dan 2003 sebesar Rp8.833.61 (Rp13.956.20 + Rp8. diantaranya sebesar Rp 1. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan.864. Dep Har II. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.842. Hal tersebut disebabkan: a. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran.074. Dep Har III. Dep Har II.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. diantaranya sebesar Rp2.

Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. Citybank. Bukopin. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. Standard Chartered Bank. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Bank Mandiri. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Bank Syariah Mandiri. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Pada akhir tahun. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. BNI. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. BRI. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. 23 BPK RI/AUDITAMA V .

Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Pada bulan Januari 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Hal tersebut disebabkan: a. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Juni. Oktober dan Nopember tahun 2004. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. c. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Hal tersebut mengakibatkan: a. Pada bulan Juni 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. b. Pada bulan Oktober 2004. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. Pada bulan Nopember 2004.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). 24 BPK RI/AUDITAMA V .

karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga.03.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No.b. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b.1400/05/HU. 6. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan.

(021) 5700380. 5723995 .BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 31 Jakarta 10210 Telp.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5704395 s.d. (021) 5700380. 5738727. 5738740. 9 pesawat 511 Fax. 5720957.

4.. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 .. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………. 7. Struktur Organisasi …………………………. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………. 2.…………. Dasar Audit ……………………………………. 3...……………………… 6. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . 5.. Sifat dan Tujuan Audit …….………………………………………..……….DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1..

10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.000. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.658. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3. review dan analisa terhadap kebijakan.00.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .024.201. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah.614.008. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.00 atau 133. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.000. perencanaan.630.00 95. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.202.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.658.00 tersebut merupakan 154.90%.900.024.526.378. penggunaan Rp6. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.090.370. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.370.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004.282.

4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.000. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. 2 BPK RI/AUDITAMA V .030.95%.782. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.00.000. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.000.00 atau 88.000.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.319. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.000. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.808.108. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.00 tersebut merupakan 190. bantuan pendidikan masyarakat sekitar. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait.030. b.157.888. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.000.00. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.782.958.958.319.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.00. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.00 atau 169.

Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.686. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.616.660.627.671. 2.377. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.323. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.686. d.90% dari dana yang tersedia.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.86% dari jumlah seluruh pinjaman. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.00.627.323.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.c.966.377. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V . Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.

706.000. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.00. 3. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.800.696.000. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL.00 kurang tepat sasaran.00. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.Rp3. c. 4 BPK RI/AUDITAMA V .575.475. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.280. d.145. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian.00.000. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. b. e. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.304.00.070. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.

b. e.4. Ikhsan Abdullah. Register Negara No.H. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. c. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.) di Jakarta dan kepada M. d. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V .433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL.SE. S. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Misnoto. MA. Ak. Sulaeman dan H. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Drs. Anis di Surabaya. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. D-1416 Jakarta. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas.

S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. c. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. b. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. Dasar Audit a.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. 3. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. d. 23 F dan 23 G. c. daya guna dan hasil guna. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.URAIAN AUDIT 1. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2. Surat Menteri Negara BUMN No. Surat Menteri Negara BUMN No.57/ST/VII-XV. BPK R1/AUDITAMA V . Surat Edaran Menteri BUMN No.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. b. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku.

: Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No. 4. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.205/07/HU.03. Penasehat b.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. g. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.e.097/05/TU.03. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.205/07/HU. f. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. 5. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V .04.d 31 Desember 2004).

Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. 6. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . Anggota : 1.d. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. pemasaran dan manajerial.097/05/TU. Karo/Kadep yang terkait 2. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.04.

651.090 124.000 780.79 129.191.97 152.119.242.00 tersebut merupakan 154. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .658. Hibah kepada Mitra Binaan 3.470 5.378.090 343.900.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6. Realisasi penggunaan dana Rp6. Sumber dana : a.408.77 181.78 151.994.667 343.626 14.118.408.087.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.078.832 275.000 208.122.008.590.658.295.634 0 4.22 11. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.948.30 125.860 173.000.72 134.068.196 932.35% dari anggaran sebesar Rp3.108.000.630 105.98 104.370.230 4.75 2.630.660 450.000 616.526.000.071.000.000 6.703.993.338.000.000.590.400 6.39 116.282.400.401.65 137.353.941.633 338.97 168.27 67.00 atau 133.050 20.125.470 189.024.69 131.703.00 atau 95. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.617.54 69.000 401.789.990 2.000.821.560 1. Dana yang tersedia : 1.026.990.240.90%.090.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.770 39. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.03 159.087.133.740.295.96 B.370 217. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.000.00.00.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.606.024.599.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5. Penggunaan dana : 1. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.623 22.000 4. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6. Penerimaan angsuran pinjaman c.370.00 atau 173.000.874 438.841.000 3.120.000 4.244. Penerimaan bunga pinjaman d.27 63.000 4.590.203. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.980 19. Saldo Awal 2.196 4.117 491.11 153.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.008.026.000.46 C.000 14. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.120.240.60 174.282.300.35 78.590.96 276.397.

KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.00 80. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.00 atau 168.000.000 780.950 616.71 78.000.320.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.98% dari anggarannya sebesar Rp780.068.370 Persentase 168.000 130. konsultasi bisnis.26 0.068.00 atau 0.000 100.000.900.00.000. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.000. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.465.320 19. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .000 150.000 Realisasi 422.000 150.000.99% dari anggaran sebesar Rp250.00 atau 78.200 644.465.000.895.99 35.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.50 19.000.000.000.000.000.900 52. forum temu bisnis.000 121.50% dari anggaran sebesar Rp130. forum temu bisnis.370. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.00.062.

14 163.31 169.433.000.50 190.295.500.500. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.026.888 1.806. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.958.726.00.000 0 1.911.000.000 30.000 12.726.175.814.370.91 15.319. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.14 64.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.420 194.990.000.03 233.150 454.50 190.808.180.202 940.000) 2.958.000.026.978.13% dari anggaran sebesar Rp1.850 129.042.600 1.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.000 7.000 Realisasi 59.000.562 1.000.000 1.000 200.294.157.562 2.306.180.542.030.319.000.65 168.175.030.782.000 1.44 46.600 1.145.990 650.000 211.182 13.000.218. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .13 1.782 % 119.486.2.949.000 200.000 12.250 1.556.000.40 227.242.30 59.949.260 1.640 (129.500.353.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.782 243.000 1.000. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.632 13.94 1.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.09 256.000.888 148.600 932.156.000.050 484.250 231.10 1.15 202.450 404.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.63 211.00 atau 190.000.574.94 211.06 46.663.000.201.000 339.958.614.030. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.28 143.75 168.153.000 1.780.295.900 540.450 148.319.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.944.433. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.

peningkatan kemampuan modal kerja.000.030. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi.00.000. peningkatan kemampuan pemasaran. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.00.000. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial.108. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.b. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. Selain itu. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN.000.

Kurang Lancar.663.Rp21. Rp69.00. Dari sisa pinjaman tersebut.564.00 (Rp38.733.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00.744. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.247. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.192. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan. Pinjaman macet sebesar Rp9.882. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .564.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.486.227.500.187.00 dan Rp9.971.00).192.252.219.500.00 .364.971. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.609. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 Rp1.895.557.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.827.828.648.403.00.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.402. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra. Rp396.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.648. d.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.364.00 dan Rp21.227. sebesar Rp399.823.848. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.209.895.252. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.c.448.

28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti.260.770. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG. Sekretaris I. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG. Tunggakan sebesar Rp1.827. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3. Berdasarkan Akta Notaris No.00. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.209.00.758.000.428.BP/83.893.380.00 dan Rp387.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.425. SH. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .404.720.280. Ketua II.− Pinjaman Kop.769.00.402. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.440.00 Rp4.393.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.000. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.439. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I.341.00 dan Rp486. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.061.

008.282.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .733.Indikator 1.403. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.658.648.609.486.00 x 100% 6.024. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut. Efektifitas Penyaluran 2.00 = X 100% 95.848.27 100.370.564 16.663 9.448 69.42 2.557 Prosentase 39.35 57.630.882 396. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.823.96 0.895.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.

733.367.00 x 100% = 40.00 Rp 6.025.884.00 396.782.403.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.733.121. Realisasi tersebut mencapai 88.614.319.448.609. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .201.50 Rp 99.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.895.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.648. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.00 25% x Macet 0% x 9.665. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.663. 7.486.893.86% = = = = = Rp 6.448.823.00 Rp 52.882.025.848.403.958. b.202.557.00 75% x 69. jika ada. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.00 16.893.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.884.911.564.75 Rp 0.00.

Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.929. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.710.490 48.598.364.966.686 39.679.600 3.686.070 48.209.461.294.706. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.668.223.166.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.860 243. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.323.660.490 3.627. Penyaluran 2. Penyaluran pinjaman 2.113. 5.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.401.500.268 320.616 3. 2.323.304.227 1.696.386.810 554.671.476 3.377.094. 2. 3.691.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .323. 4.171 44.971 4.075.523. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.660.904.947.470 15.764 1.000 20.725. 20.949.377.000 21.966 1.420 282. Hibah Program Kemitraan 3.881 44.695.627.192.252.

353.904. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.203.679.00 Rp21.909.796.252.087.150.252. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.642.000.047.00.816.268.590.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.166.929.171.626.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 e.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.941.171.245.00 c. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.000.364.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.Pengembalian pinjaman 16. 2003 Tahun 2004 Total .227.000.113.695.904. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.00 Rp 1.00 Rp20.660.386. Program Kemitraan a.00 d.119.386.240.227. Bunga pinjaman Rp1.397.422.854.000. 2.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .00 21.364. Bina Lingkungan a.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.810.00 4.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.000.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.523.874.

574.481.068.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .729.370.00 Rp1.600.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 616.182. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.971.881.929.00 Rp38.00 Rp2.523.947.607.461.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.223.839.971. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s. Bina Lingkungan a.408.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.000.971.948.288. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.175.180.470.d 2003 sebesar Rp1.00 Rp4. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.209.944.192.075.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.400.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.192.00.746.850.00 Rp3.602.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.691. Program Kemitraan a.668.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.490.d 2003 Rp217.223.668.00. Penyaluran Rp3.00 Rp20. 2.000.500.754.00 Rp38.00 4.000.513.590.394.764.764.500.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.343. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.091.00 Rp 5.640.500.370.000. Biaya Operasional sebesar Rp1.

00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.03. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).600.000. Biaya Operasional Rp15.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.00.949.205/07/HU.600. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat. 8. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi.094. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .d 2003 sebesar Rp1. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.145. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.c.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK.

melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. melakukan survai lapangan. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .04.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar.097/05/TU.q. memonitor pinjaman.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.

KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan.Humas menjadi laporan PKBL. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. Selain itu. Selain mengelola dana program bina lingkungan. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.d.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.03.04. 22 BPK-RI/AUDITAMA V .

800.00 dan Rp45. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001. 007.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. b.800.06/GCS.00. 011 dan 013/02/TU. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.800. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.000. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001.000. 009.04.000. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.000. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.000. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.000. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL.

H. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Sampai dengan 31 Desember 2004. Kabupaten Cirebon. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal.000. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. usaha tersebut masih berjalan. Ikhsan Abdullah.000. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian.00. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.04.00. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi.00. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Sampai dengan 31 Desember 2004. 24 BPK-RI/AUDITAMA V .peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35. Anis.535/09/TU. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35.000. Kecamatan Gegesik. M. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran.000. M.000.800. S. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. b.00.000. Berdasarkan Surat Perjanjian No. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H./ menantu H.000. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut.

00 untuk mitra binaan lainnya.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. c. 25 BPK-RI/AUDITAMA V . Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet.04. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.800. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan.000.0297/04/TU. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Anis.

S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). Selain mengelola dana program BL. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Selain itu. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Dengan demikian.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Berdasarkan SK Direksi tersebut. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V .BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan.q.04.097/05/TU. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. d.

3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam. 27 BPK-RI/AUDITAMA V . buka bersama alim ulama sebesar Rp75. bantuan pendidikan dan atau pelatihan. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.000.00. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.00.050.730.000. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.850. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.d. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.000.000.000.000.000.00. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.000.250.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.000.145.070.00.195. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.000.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL.00. Sedangkan desentralisasi.000.00 dan Rp44.00. bantuan peningkatan kesehatan.

00 kurang tepat sasaran. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan.145.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No.SE. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.000. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan.

00. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.02. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. terakhir dengan Surat No.e.2480/08/KU. PT PG terus mengupayakan penagihannya.475.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.000.00. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.575. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.000.

320.000.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Rp 6.941. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.500.000.626.00 Beban lain-lain Rp 11.423. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Beban Rp 53.00 Rp 5.00 Sektor Pertanian Rp 0. Dana yang tersedia Saldo awal dana.658.00 Bunga Deposito Rp 565.400.824.000.011.397.00 Sektor Perdagangan Rp 2.679.00 39.000.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.068.860.344.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.00 Sektor Jasa Rp 220.00 F.370.068.401.158.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.00 Rp 217.000.658.00 Sektor Peternakan Rp 688.00 Sektor Pertanian Rp 538.00 Sektor Jasa Rp 250.00 Rp Rp 250.024.000.00 Jasa Giro Rp 13.500.026.000.00 Rp 4.000.00 Rp 452.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.900.590.00 Sektor Perikanan Rp 225.00 Beban administrasi Rp 48.290. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 .000.00 616.590.00 Sektor Peternakan Rp 0.235.340.00 Sektor Lain-lain Rp 407.703.00 E.635.470. Surplus / Defisit (D-E) G.000.00 Rp 1.00 Beban monitoring Rp 23.286.00 Rp 5.554.300.000.000.829.000.087. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Rp -195.000.370.874.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.203.000. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.00 Rp Rp 234.000.758.671.000.948.000.546.773.886.500.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.00 Beban penagihan Rp 39.

710.000.113. penerimaan pengembalian pokok pinj.561. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.240.386.410.447.00 Hibah : Rp 1.947.249.000.00 Bunga tabungan Rp 192.00 Sektor Jasa Rp 1.053.500.d.00 Sektor Perkebunan Rp 0.135.190. s.00 Sektor Peternakan Rp 2.860.668.564.d. 31 Desember 2004 B.881.553.00 Sektor Peternakan Rp 0.000.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.000.020.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Sektor Perdagangan Rp 0.192. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.695.000.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.323.00 Jasa Giro Rp 127.00 Sektor Lain-lain Rp 1.000.00 Sektor Perdagangan Rp 6.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Jumlah pinjaman Rp 38.223.971.00 .00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Sektor Lain-lain Rp 0. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.00 Rp 44.268.401.000.252.000.000.725.671.100.364. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.489.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 C.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.904.d.d.171.446.504.400.00 Ak.764.00 Sektor Perkebunan Rp 0.674.00 Rp 4.687.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.00 Rp 2.000. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.679.492.975.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.227.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.000. 31 Desember 2004 Rp 44.616. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.461.00 Sektor Jasa Rp 400.476.d.525.900.

000.00 1.000.240.240.d.00 0.000.00 0.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s. Jawa Tengah 3.00 0.00 2.00 254.446.00 4. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No. Jawa Timur 2.641.00 0.00 0.00 Perdagangan 5.500.00 Perkebunan 0.047.00 0.000.048.020.900.000.00 0.00 425.000.088.000.00 407.00 0.564.025.900.500.780.000.000.00 Peternakan 2.065. Lain-lain Total pinjaman .500.00 Pertanian 12.00 0.000.447.00 0.00 0.000. Nusa Tenggara Barat 6.000.000.00 0.765.000.904.971.000.00 0.00 0.00 7.905.00 0.000.00 38.471.00 Jasa 1.00 4.190.000.000.00 0.00 245.00 1.00 0.000.00 0.000.000.00 0.904.403.564. Wilayah Binaan S Industri 7.00 Lain-lain 1.00 Jumlah 32.00 425.00 2.00 0.053.00 0.192.561.240.00 0.00 0.00 0.190.00 1.000.261.447.00 407. Jawa Barat 4.000.00 0.00 0.00 245.135.500.00 0.280.000.00 0.687.00 0.000.228.000.00 0.000.000.00 175.000.446.00 0.00 16.00 6.00 250. Bali 5.489.00 0.00 E K T O R Perikanan 2.00 0.047.525.00 4.00 0.500.000.

00 16.00 0.00 39.888.417.000.011.609.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.00) Rp Rp 16.00 Rp Rp 0.011.00 Rp 16.888.011.227.00 0.181.664.00 Rp 0.417.00 Rp 0.417.364.484.00 0.00 0.252.557.901.243.00 Rp Rp 0.00 0.00 Cicilan Revolving Rp 21.784.888.590.011.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.100.00 (381.860.087.00 16.848.401.00 Rp Rp Rp 16.00 0.00 0.973.00 .00 1.888.00 16.417.00 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful