BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Suatu audit meliputi pemeriksaan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. atas dasar pengujian. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. dalam semua hal yang material. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Menurut pendapat kami. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V .

D-1416 Jakarta. menurut pendapat kami. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. dan.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Misnoto MA. Ak. dalam semua hal yang material. disajikan secara wajar. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. Drs. Register Negara No. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan.

Undang-undang No. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. vi BPK RI/AUDITAMA V . Dasar Penugasan a. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-undang No. c. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. c. 23 F dan pasal 23 G. Kontrak. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E.1/9/2004. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. 2. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. Undang-undang No. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Undang-undang No. Undang-undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Undang-undang No. b. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. e. b. 57/ST/VII-XV.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. d. d.

70/MPP/KEP/2/2003. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 319/KMK. Undang-undang No.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. j. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. 17 tahun 2000. h. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. Keputusan Memperindag No. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No.f. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. m. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. Peraturan Pemerintah No. Undang-undang No. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. Undang-undang No. 16 tahun 2000. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. p. Keputusan Menteri Pertanian No. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. 18 tahun 2000. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. n. 7 tahun 1991. 107/Kpts/SR. l. g. o. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Keputusan Menteri BUMN No. Keputusan Memperindag No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. k. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Keputusan Menteri Keuangan No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. i. r. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Peraturan Daerah (Perda) No. 12 tahun 1998. s. q. Undang-undang No. vi BPK RI/AUDITAMA V .

63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. y. u. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. w.t. vi BPK RI/AUDITAMA V . v. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. z. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. x. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk.

406.825 dan Rp 10.248 3p.028.266. 3n.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga . 3l.145.464.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .895 23.374.268. 3i.409.560 2.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.833 44.360 219. 12 13 1.369.393 187.814 335.441 3j.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.065. 10 3s. 6 152.925.861 3o. 16c 3m.592.030 69.823 1.670.928 136.287.783 3i.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .756.256 19. 4 3g.209 47.840.407 1.077.209 dan Rp 506. 7 8 9 16a 21.142.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.016 256 1.537 249.216 dan Rp 981.429 13.678.253.328 17.117 887.127.621.309. 3l.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .384.908.434.162 718.072 85.004. 11 2.577 14.042 dan Rp 1.333 dan Rp 249.409 469.789.859 1.404.718.827 13.445.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.688 2.816.120.264.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .880.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.002. 3h.244.629.460.677.077.516 63.359 57.314.289 34.328.160 560.515 3.774 618.695. 5 347. 31 3k.096.890.237 29.

449 87.293.813.426 115.300.864.910.637.348 33.323 58.396.191 3.176 23.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.596.511.328 854.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .s. 15 774. 3l.039 2.117 396.939.324 117. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .197 2.931 667.860.a.895 8. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3. 16.960.b 17 18 19 20 21 143.f.878 2.374.514 31.000 334.047 91.165.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .426 137.903 2.879.846 1.993.171.Nilai Nominal Rp 1.715.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.421 897.756.420.021.992.757.456.018 43.713.1.435.640 4.889 108.249 1.372.160.826 1.692.631 437.198. 29 519.069 90.000 288.295 551.199.000 per Saham Modal Dasar .550.309.853.001 8.886.000.296.563.725.c 31 73. 3.714.890.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.986 622.555.860 18.939.869 124. 22 15.565.625 23 396.637 5.363 20 21.654 22. 16.838.960.759.881 14.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .265 46.420.263.s.059.462.150 794.

24 3.015.020.569.107.r.810.837.306.969 (1.328 (74.r.157.562.373) 119.523) 17.477.685. 28 (93.819. 26 (179.642 2003 Rp 2.081.044.425) (159.015 (87.213.859) 207.759.094) 126.211) (171.714.382.683 (60.332) 292.145 3. 16.643 (3.292.265 (143.651.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .902.413) (437.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.s.150 119.267 3.173 (2.731.r.648.921.486.455.831.173) 181.r.372.711. 27 107.207.c (71.460.934.194 (2.979) 13.189.708) (86.954.908) (72.429 (54.065) 50.099.r.500.982.526) (375.244.320) 582. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .166) 729.705) 198.615.296) 110.845) 124.023 (124.943.191.440 3.875.819) 108.477 3.020.688 (68.623 170.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.196) (17.458.

353) (932.372.590) (2.735 288.123.353) (2.175.637) (932.125.150 (47.285.696) (1.889 43.328 (60.793.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.353) (40.988 108.243) (46.000 396.590) (2.863.423.558) (7.210) 668.442.280) (1.196.123.280) (1.372.566) 124.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .863.540.150 (47.000 396.326 108.414 854.087.540.558 (46.658.199.039 124.125.534) (1.180) 2.793.696) (1.097 137.175.658.741.061 794.890 40.377) (2.328 (60.420.414 334.243) 377.509.420.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.333 108.534) (1.150 124.196.509.992.566 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.353) (932.046.235.747) (932.180) (43.420.759.087.377 (7.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.759.759.879.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.372.059.210) 1.

284.741 281.480 180.913) 1.885 4. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.224 9.127 149.588.870 102.892 52.441 152.827 9.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .568 347.455.638 3.364.350.302.514.829.000 247.092 16.579.825 103.529.421 Investasi Rutin 97.548 3.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.459.512.986.911.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.400 590.054.752 63.902.351.669 144.350.058 215.256.277 71.127 189.286.316.929.584.245.179 (125.807.474.532 129.552.955.768.261.226.534.258 85.144.346 Jumlah Pengeluaran 234.524.969.919.470.000 295.511.618 202.129 7.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.531 (94.960.930 18.679.258 525.273.879 64.158.270.250 184.432.576.793.579.021.910.764 65.600 382.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .298 273.138.214 104.869.016 Jumlah Penerimaan 184.192.358 6.262.572.605.600 199.771.848 305.709 2.364. Retribusi.483.779 2.651 1.653 576.758 200.599.083 4.796 6 .773.760.016.570 2.496 102.585.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.822 90.264 41. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .400) 128.060.621 190.286.074.314 7.979.033 91.027 73.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.202 3.733.180 513.856. Asuransi Biaya Jasa.

727.291 7.228 335.845.141.033 7.893) 2003 Rp 55.735 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.411 176.145.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.145.404.709 335. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .845.735 1. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.604.507 156.634.677.033 260.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .393 11.428.814 260.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.688.510.677.577.577.077.688.742 182.181.291 252.099.421 347.684 153.096 1.634.181.

Th. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan.. MSc Ir.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. Tambahan Nomor 722.01. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). O2. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. SH. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. Teddy Setiadi Drs. SP36. Phonska. Tambahan Nomor 5870. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. khususnya di bidang industri. Ato Suprapto. Selanjutnya. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. notaris di Jakarta. Sahala L Gaol Ir. Arifin Tasrif Ir. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. UMUM a. Urea. Suhendro Bakri. Ir. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. diantaranya adalah pupuk ZA. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. NH3. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. MA Dr. 84 tanggal 20 Oktober 1998. Dewan Komisaris.04. H2. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Alf3 & Cement Retarder. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . perdagangan jasa dan angkutan. terakhir dengan akta notaris No.

640 Rp 61. 20.99 % Rp 59.034 pada tahun 2003.146. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.000. SH.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.00% 50.392 Rp 14. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. Nugroho Purwanto.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983.968.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi.01. T. Ak.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.HT. c. PT Petrosida 8 . Bambang Setiobroto. Ir.BAT Ir.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs.00% 35. MM.808 Gresik Gresik Perbengkelan. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N. Bambang Tjahjono. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938.13% 9. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. SH..089.032.000. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk. Firdaus Syahril Ir.262.G Yudara.00% USD 26.00% Rp 18.47% 13.80% 1.382. SE.

000. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. Disamping itu. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C.01. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.00%).000. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar.00%). 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent.04 tahun 2000. 69. b. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. ii. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19.00%) dan Nippon Kayaku Co.751. 9 ..HT. ZA.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Modal dasar. 2. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No. Ltd Tokyo (20. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. SH. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377. Mitsubishi Corporation Tokyo (20. Kemudian.500.400. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99.01%). Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan.00/MMBTU. iii. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.016. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.

050. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No.USD 1.06/2004 tanggal 28 Juni 2004.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : . • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.00 per Kg e.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. 319/MK. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. ZA. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1.600.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c. . Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. d. 356/KMK.USD 1. Pupuk Non Urea (SP-36. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.400.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis.

Nganjuk. 3. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. b. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Ngawi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. c. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. Dalam pertengahan tahun 2004. Bojonegoro. Tuban. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Magetan. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Ponorogo dan Pacitan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. f. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Madiun.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Lamongan. tempat. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. Kota Madiun. d. jumlah. harga. waktu dan mutu. investasi dan pendanaan. Jombang.

maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. e. f. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Sedangkan untuk tahun 2004. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. 12 . Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. g. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. Pada tanggal neraca. Pembukuan PT Petronika. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. h. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan.

nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). baik langsung maupun tidak langsung. j. k. maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. l.000 (seribu Rupiah) per satuannya. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method).000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen.1 tahun 0% 1 .2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan.

dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. iii). Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. Perorangan yang memiliki. v). Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). m. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. 7. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. iv).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. subsidiaries and fellow subsidiaries). alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. mengendalikan atau dikendalikan oleh. yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). ii).

000 Rp 25.000 Rp 5. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. o.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50.000 Rp 50. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. (ii).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik). Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. q. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.000 Rp 5. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya jasa lalu.000 Rp 50. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan.000 Rp 10. (iii).000 Rp 10. p. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. n.000 Rp 25. r.

Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut.Pada akhir tahun. 16 . .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan.

Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. 17 . Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan.Pada akhir tahun. t. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. . s. Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. . Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda.

849 6.954 5.323.011 22.308.089.150.784 191.000 335.605 310.788 7.511.382 15. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.358.120 52.653 21.355 273.764 4.268 4.064 44.286.557 347.374.080 14.899.568.443.561 14.765 25.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.316 152.041.764 12.446 66.012.404.000 6.650.491 37.729.892 4.393 5.269 21.916 4.533 40.363 22.420 306.565 5.814 347.780 3.696 217.880 83.083 224.793. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.573 763 312.163.716 23.465 177.002.560 .621 137.521 13.448.889 6.469.926.404.673 4.185 334.310 9.760 3.749.079 7.169.262.649.922 237.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.814 171. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.583.803.526.377 8.203.269.325 226.234.494 81.192 196.704.677.063.393 1.044.527.

976 110.655.807.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.237.870 8.361 (249.143 7.897.260 43.067) 402.574.478.258.085 3.547.903 44.696 (7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.784) 152.116.360 145.725 910.235 93.759 20.502.815.130.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.733.826 2.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).766.333) 219.244 13.096.253. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).323.004 (1.580 (6.072.869.248.406 12.117 153.981.912 10.250 14.643 (1.793 413.120.420 250.591 28.287.892 193.283) 249.983.600.256 7.266.540.244.670.062 4.291.520.713.607.001.866 219.744 403.320 81.346.294 3.376) 406.783 406.320 368.116 (714.607 123.197.078.860 191.623 3.253 28.520.700 143.913.550.137 17.600 3.742.885 42.872.937 359.008 1.747.483.841 3.186.043) 187.515. 19 .907 106.373 3.509 8.481.874.043.880. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.521.550.520.448.972 3.869 3.577 402.960.845.391 7.448 2.

825) 14.911 37.237.879.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).678.706.990 365.850 8. bangunan.034) 35.470 835.980 22.652.782.162 35.352.156.567.620 277.579.264.434.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.225.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.747 13.006 (10.344) 26.120.673 21.223. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).023 (10.652 (9.249. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.978 24. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu . 6.092.806.424 731.623 23. tanah. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.409 26.188 (506. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .030 1.162 4.347.120 337.013.394 6.266.199 3.209) 21.868.591 307. karyawan). Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.805.579.028.024 771.029.449 5.161 421.943.148.755 23.145.400 46.441 5.989 15.194 (11.500.565) 13. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.059.569.027 2.341 2.367.283 29.680 1.718.827 12.289.150.038 4.148.784 7.989 22.617 2.779) 13.371 (1.850 .153.963 2.385.000 1.

682 31.854 454.998 597.758 32. Persediaan 2004 2003 Rp 228.389 27. jasa pelabuhan.960 92.864 73.468 92.105 3. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.698.171 450.264 93 7.224.221 165.165 3. Flowable.605.850 Kuantum *) 130. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.880 404.032.746 11. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.747.611 119. Flowable.636 9.828.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.700. 7.127.705 3.957 7.375 6. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .155 4.140 31.140.168.231. BPMC. dll) Pestisida (Cair.459 13.757.576 34.484.086 18. sewa rumah.249 8.591.361 128 78 353 35.466.639 99.195 771.218 46.508 8. dan lain-lain (lihat catatan 30).698 993.183.207 2.489 526 131 386 52 .417 255 9.021 152.054.593 1.789 4. Padat.136.494 43.419 50.478 842 88 Rp 126.496 2.008 67.999.951.822.334 10. sewa tanah.598 31.471 66.033 337.056 7.101. Coils) Sub Jumlah c.574.871 274.487 Kuantum *) 178.334 43.399. listrik.320 66. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.701.231 37.134 39.261.918 60. steam.070 174.263 700.227. Tepung.520 11.383 9.703. DMA.673 9.679 30.611 5.090. Tepung.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.658 16.013.354 11.943. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.592 7.612 1.589 194 199 43.128.256 119.489.602 11.717 6.172 21 101.006 8.751 20.033 30.925.716 16.915 322.626 42.037 2.120.607 161.241 67. Coils) Sub Jumlah b.460 234.588 5. Padat.760 110.379 2.902 161.637 a.729 19.279 50.228 381.

280 57.833 29.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.314.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.304. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.256 . pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).634.072 Kuantum dalam satuan ton.314.812. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.336 dan Rp53.310. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .330 6. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.280 58.510.023 85.789. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.915.391.620.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah. 9.529.233. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.000.328.658 2.565 36.755.334.442.418.753 469. flowable dan coils (dalam satuan ltr).622 134.244 3. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.951 44.000 2. pestisida cair. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).402 65.004.185. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.907.721 1.831 16.080 2. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.786 14.464.327 85. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.550 47.178 3. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.271 7.298. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.808.334.914.416.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.229 5.877.409. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.639 174.335.894 20.578.695.460 7.558.masing sebesar Rp64.639 9. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).671.102.439 2.243 1.677.706 718.071.367.

849 15.00% 50.303.470) (851.602.500 34.850 289.203. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.617 281.005 40.500 34.818 Selisih Kurs 2.328.279 5.077.032 292.040.474. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.596.592.190.357.957) (1.500 34.360 4.742.309) 875.091.724 14.552.00% 35.742.00% 2004 Rp 21.964 (744.531 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.040.990.552.076 Saldo 31 Des 2004 21.849 15.342 63.531 3.742.022 15.773 541.250 260.47% 9.269 817.430) 20.602.022 15.273.474.818 17.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.041.250 260.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.219 281.219 281.229.776.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.091.00% 1.818 23 .431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.530.776.273.219 281.226 2.250 260.643 1.250 260.343 69.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.774 2003 Rp 18.530.190.592.500 34.328.873 1.005 40.000 1 28.431 17.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.723 21.434 (42.00% 50.192.000 1 28.190.519.360 4.474.873 1. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.981 6.990.982 6.80% 5.849 15.

Nomor 36 tanggal 18 April 1990.000/lembar.47%.400. b. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa.500 atau senilai Rp14. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145. Metode Biaya Potash Mining.000.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. 24 .250. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261.946.013/1990 tanggal 5 Juni 1990.385 lembar dengan nilai USD 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi.000.692.108. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.073. Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo.82% menjadi 1. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999.154..182. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26.385. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3. SH. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung. SH. Sesuai resolusi para pemegang saham. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita.318.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281.500. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.750. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983.

PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.128 1.180 107.303.434 50.408 152.819.031 46.198. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.350.961.341.646.085.604.200.812 2004 Pengurangan 416 4.131.832.183 1.319 2.206 2.821 498.220 3.150 331.278.595 3.530 981.802 887.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.782 46.979 22.724 14.556 19.000 atau 12.456. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.388.241 42.576 4.535.501 3.422.025.074.547 39.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.927 75. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.120.470.409.280.134.869.195 17.321 789.544.027) - Saldo Akhir 29.997.422.011.438.566 321.027 1.383 23.388.795 2.099 2.390 1.821 8.422.711.056 1.551 398.13%.050 1.031 46 085 979 .619) (152.355 26.857 5.283. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.527.283) (55.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.919.490.438.403 atau ekuivalen dengan Rp2.445. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.365.011.216.062.394 717.000 dan telah disetor sebesar USD 1.721 3.340 45.899 64.680.961.510.526 99.577.124.136 8.486 Reklasifikasi 2.982. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.212.123.299.995 16.283 55. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.819.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.161 52. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.954 11.093 42 550 193 Penambahan 498.000 131.456 214.422.091 Saldo Akhir 29.568 42.566 321.779 191.000 111.577.390 1. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.643.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.000.201.559 3.798 216.039 200.350 lembar saham.646 (2.699.237 Penambahan 7.450.572 1.045. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.305 7.395.533.007.612.908. 11.463.228.080.976 14.848.077.426.988.245 3.011.566 321.604.002. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.341.813.776.661.463 75.443.

604.869.340 45.574 14.401 928.762 373.566 321.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.589 9.242.238.433 90.612.394 717.050 1.303.313.213 3.292.919.623 dan Rp3. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.167 17.593 Penambahan 498.215 649.379 15.988.289 .327 232.280.530 981.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.679.578 2.228.550.011.510.916.masing sebesar Rp1.278.696.963.979 22.463.802 887.408.577.643. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).490.031 46.145 6.753 1.193 21.305 1.432.390 1.429 29.542.365.225 16.099 2.088.083.700 3.443.025.422.041 894.341.306 1.422.675 99.035.051 373.477.044.093 42.154 8.220.768.711.195 17.480 17.982 40.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.756.346.475 51.123.039 200.326 8.572.588 148.547 39.941 Reklasifikasi 15.136 6.355 26.091 909.463 75.508 8.027 116.721 3.856.913.514.969.847 5.328.252.149 2.941.200.144.679.027 1.797) - Saldo Akhir 29.445. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .401 928.566 321.540 111.212. 12.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.942.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).816.119.577. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.178 862.408 152.392 2.840.085.007.643 90.961.299.500 79.212.941.771 185.136 8.106 216.398 37.837 1.408 152.154 3.706 (16. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.179 68.470.163 6.595.626.379.940.

281.000 1.062 342. Biaya .928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).496 714.496 759.800 34.634 342.460.784 56.300.800 23.400 1.317.281.514 1.291 612. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.800 1. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf. jaminan botol.406. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.108. 27 . Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.790 580.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.182 1.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.552. 13.784 610.500 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.000 2 1.

865.999..171.347.750.75% 4% .789. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .56 131.00 14.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.6.88 43.020.248.000.342 86.000.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.100 20.78 2.939 190.000 155.178 774.100 3.833.000.811.742 32.141.14.000.283.00 25. dari Lindrawati Poernomo.553.18% .989.000. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.330.950 33.00% 10. serta perubahan .841. c.911 312.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.564 125.296 5.312.80% .276.56 82.860.00 10.10 12. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.600.50 3.463.610 130.00 57.995.650.387 281.551.997.246. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.000 92.335 437.000.000.03 13.000.50% 4.731.695 312.043.000 10. 28 .020.00 16.perubahan perjanjian kredit.171.456 531.000.146 USD (Angka Penuh) 10.430.6.957 23.03 9.347.246.000.88 21.427 110.939 190.000.000.347. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.000 50.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk . b.900. Notaris di Jakarta. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.000. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.324 2.771.789.350. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.248.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.00 14.000 916.876.000.796.375.028 151.000 2003 Rp 84.296.41% .000.665. SH.13.364.000 712. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.900 242.

PT Bank Negara Indonesia Tbk a.000.25 September 2025) seluas 174. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. bahan penolong.000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.000. Kab.000. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. Kec. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. bahan pembantu. barang setengah jadi. 29 - - .25 September 2025) seluas 24. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. Kab.000.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. barang jadi yang diikat secara Fiducia. Mesin .000 dengan rincian sebagai berikut : a.000. Seluruh persediaan bahan baku.000. dengan tingkat bunga sebesar 5.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut.16% per tahun. Manyar. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik.000.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10.000. c.490 m2 terletak di Desa Romo.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 .000. Gresik.Kec.000. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105.000. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .000.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. b.000. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 .

733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. 30 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b. DNW. notaris di Surabaya. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. Akta No.000. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . SBY. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No. DNW.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. SH.COP/COD. b.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003.83%.700.perubahannya. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. SH. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. DNW.000.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15..barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK..NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000. dengan bunga sebesar 13.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya.IDB (LITF . Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.COP/COD. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. terakhir dengan addendum III No. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. notaris di Surabaya. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No.000.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.131 tanggal 17 Oktober 1994. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.COP/COD. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.

seluas 15. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004.000.000.000. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.000.000.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. 31 . Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005.000. Kabupaten Gresik. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. dengan maksimum sebesar USD 5.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3.perubahannya.Yani PO.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736.000 dan dibebani bunga sebesar 5. Deferred Payment Credit Facility . A. 11 Desa Ngipik. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5.47% per tahun. Clean Import Loan Facility . Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. sarana pelengkap. Documentary Credit Facility . persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun.48% per tahun. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004.BOX 107.30. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No.000. dan bangunan berupa pabrik. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar. Propinsi Jawa Timur. terletak di Jl. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Kecamatan Gresik. b.000. Jawa Timur. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25. Desa Ngipik. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. c.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003.000.000. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. terakhir No.000 m2.

600 980.791 509.680 18.895 6.138.208 2004 Rp 2003 Rp 13.496.534 188.164 992.714.896 65.783 16.643.624.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.830.065.601 753.982 160.529 703.025.652.151.589 117.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.681 27.289.518.244.181.600 1.413.410 277 8.698 45.713.464 43. Pajak Dibayar Dimuka 79.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.983.426 .939.860 7.348 109.001 126.530 19.447 1.924 33.480 11.918 833.477 1.209.009.426 2003 Rp 14.916.270 8.900.198 126.915 17.404.986 28. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.896 62.691.153. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.526 146.076 388.208 81.652.627 2. Perpajakan a.414 426.198.607. Hutang Pajak 1.284 12.900.228 351. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.052 90.404 837.320 10.960.744 109.778 270.939.027 1.454 3.423.473 16.026.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

Pinjaman Pokok .532.247 46.296.801.119.000.068.326 2.913.163 9.019. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.063.000 27.108. BTN dan lainnya.73 36 37.864.091.23 186.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .757.694 17.558 21. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.411 8.451.017 53.530 388.352 2.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .557 .Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.563 45.167.828.474.572.144.245 66.372 82.313 398.50 33.77 152.341 5.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .021.208 639. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.Proyek Prasarana & Utilitas .965 235.119.535.226. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.903 2.265 2003 Rp 22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .865.27 63.783 31.000.284.600 58.Fasilitas Tunggakan Bunga .066.709 12.432.258 43.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.983 74. 19.563.829.857.137.50 33.779 10.816 51.472 13.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .247 4.827.562.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.892.227.408 663.343 286.072 3.171.045.701 18.000 88.114.876.602.801 308.160.788.291.419 12.

6.50 72.800 143.572.18% .432. 7.469.500.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .00 1.167.432. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.13.680.813.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .000 22. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).022.75% 4% .000 22.163 2.640 519.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.41% .779 10.694 8.800.734 25.75% 37 . Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.903 551.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .00% 10.176 1.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.572.000.000.654 8.511.218.Fasilitas Tunggakan Bunga .218.000 ton.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.224.164 4.80% .800 87.798.5% + 0.Proyek Pupuk Eks.637.164 4.800.832.303 25.Pinjaman Pokok .50 7.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya. Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1. NPK .00 15.163 9.500.022.715.6.Proyek Prasarana & Utilitas .798.779 10.50% 4.832.14. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.

Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.7 19. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%. tunggakan bunga Rp22.1 milyar dan denda Rp42.IDB (LITF .6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005.000.1 34.0 15.4 4. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.6 10.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.4 15.perubahannya terakhir Addendum III No. Akta No.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996. B. SBY.6 10.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.4 4. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.000.0 Denda Jumlah 14.4 Tunggakan Bunga 4.4 4.300. No. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.4 22.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.800.6 42. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.5 29.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.COP/COD.3 milyar. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .4 4. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .0 93.1 milyar.6 10.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. DNW. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.100. 38 .700.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .1 10.0 15.

Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Pagu fasilitas ini adalah Rp49.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.SBY/007/PK .mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. 69 seluas 395. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Exim . persediaan dan tanah. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. 2 seluas 112. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Manyar. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin .000 dengan suku bunga terakhir 14. Notaris di Gresik. serta unit ship unloader dan belt conveyor . 70 seluas 24.490 m2 beserta jaminan .680. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. Kecamatan Gresik. b. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. yang berdiri diatas SHGB N0. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.575 m2. Pagu fasilitas ini adalah Rp41.285. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi.000 dengan suku bunga terakhir 14.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. SH. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). unit pompa booster.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. 39 . tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4.. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.193 m2. Kredit Investasi Bank Mandiri .KI/ 2004. tanah dan bangunan terletak di Kec. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. c. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. SH. Kecamatan Turi. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .000.000. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).

SBY/009/PK . terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).992 1. 70 .491. Perjanjian ini telah mengalami perubahan. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.500.249 23. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut. 2 beserta jaminan .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4.555.120.171 4.531.500. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.000.040. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.114 28.400.887.158 739. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.685. 21.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.910.550.235 3.KI/ 2004.129 4.421 22. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.263 2.803. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.5%.887.136. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun.352 1. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.193 m2.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4.550.012. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.687. yang berdiri diatas tanah SHGB No.408 24.000.986 .000. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.154 611. Pada tanggal 5 Desember 2001. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.456.293.944 4. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. 69 seluas 395. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23.924 256.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. yang berdiri di atas tanah SHGB No.000.811.844. Notaris di Gresik..

Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.000 telah ditempatkan dan disetor.396. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1. Netty Arni.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah.403 7.462.094.000 lembar dengan nilai nominal Rp1. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.00% Jumlah Rp 396.000 10.01% 100.784 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .410 10 396. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.197.420.99% 0. 22.625 2.729.410.810.197.033 14.729.784 2.420.611 7.033 7.695 1.420 lembar atau senilai Rp396. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.822 7.000 41 .846 (571) 905. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.280.695 905. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.611 15. Modal Saham 278 1.189.000. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.000 396. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan. Dari jumlah tersebut 396.819 3.300. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.000. Notaris di Gresik. SH.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.094.000 per lembar.

193 597.119.877 3.970.410.916 112.146 54.023 30.978 177. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.260 265.064.304 2.166 (2.837.773.270 44.795 11.881 726.304 683.839 115.972.391.993 88 14.584 276.534.391.307 94.703.083 30. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.894.051.786 257.020.401.482 557.075.666.709.158.603.585 84.580 - 42 294.683 72.372 51.843 495 94 64 - 919.571 484.548.811 70.999 150.286 .918 221.285.634.839.455.764 15.626 78.960.340.489 (2.116 652.519 3.43% dan 10.656.729.872.550 119 119 673 895.884 489.614.169 5.362 314.036.091 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.234 528.306 2.682 195.909 74.176 1. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.015.076 110.985.001 3.724.791 77.872 26.012 2.018 47.290 13.873 13.055.100.236 217.597.566 426.598.440 23.251.391.120 25.949.908 446.815.912 47.927.875.081.486 5.136 149.759.587.127.942 31.993 399.439 45.114.389 95.174 183.769 128.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.599.368.998 239.698 3.656.847) 3.642 10.381.160.881 2.231 460.379.063.227.977.774 2.792 166. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.156.509.273 45.312 2.396 41.381.524 2.896 2.674.910 21.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).364 4.662 10.040.398.294 234.263.972) 2.391.044 26.335 - 19.878.991 98.971 1.820 33.955 106.758 - 175.210.959 65.562.512 432.002 30.

304 683.330 177.922.878.998 7.216.425 5.070.872.807.040.156.482 210.935 717.121.513.122.751 Formulasi 2.633 Produk (Flowable) 134.653.166 (2.091 535.194 92.357 106.084 575.071 1.367 1.950 933.210.196.338.485 371.141 871.580 3.321 4.910 3.503.905.362.007 2.791 77.904 39.154.974 7.270 44.180 60.056 2.642 Kuantum 9.896 2.480.092 5.821 1.378 5.947 120.055 775.949.389 285.100 4.037.660 3.194 Carbofuran CO2 Cair 6.686 195.764.667 2.242 2.912 47.781 - 43 .839.997 3.398 102.903 3.502 1.764 1.982 Produk (Coil) 1.106 1.280 90.325.577 100 761.618 227.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.762 1.338.919 132.007.759.455.161 4.361.688 Crude Gypsum 77.332 1.525 5 2003 Rp 8.341 2.110.875.780 2.857.927.394 16.185.196.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.667 5.160.466 Produk (Tepung) 20.057.410.423.062.173.887.500 336.246.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.053 180.862.102 11.800 78.493.698 3.080 3.142 7.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.970.855 9.055. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.767.020.489 (2.124.630.057.644 68.896 2.119.645 1.599.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.914 1.139.851 24.972) 2.005.834 14.320.4D Amin/For.918 221.837.365.164.894.656.851 8.347 557.990 730.950 2.979.702 1.367.184.392 3.847) 3.121.319 4.221 1.356.661.240 159.978 68.748.773 2.935 2.

066 178.974 33.550 119 119 673 757.745.615 3.865 2.083.888 234.685 10.334) 2.440.849 460.820.534 243.236 151.571) 88.887.194 633.231 460.306 2.403.993 88 34.619.108.795 9.025.543 (6.197.971 32. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.06/2004.076 110.234 528.911.515.751 (539.800.355.293 415. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.982.888.307 94.099.140 357.542 259.294 225.204. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.766 2.455 18.338.044 92.552 44 726.567 66.317.718 551.491.836 (3.428.013.220.958 578.112 5.128.508 114.977.391.684 187.603 (99.458 1.587 81.426 (641.713 227.380.249.616 2.500.794 238.386.855.974.128.107.856.574. 25.573 65.292.256) 3.495 336.464 419.455) 141.752.768.753.981 103.602 158.972 92.858 82.543) 2.974.164) 3.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.346.333.617 192.326. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.464 98.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.182 (92. 319/KMK.470 1.334 2.890.168.764 2.232 218.416.136 9.488.858.356 30.973) (94.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.735.193.489.009) (170.742 53.843 495 94 64 - 944.817.038.900 .073.720 166.559 24.264.419 130.491.277.429 370.934.112.

416 3.786 326.652.884 4.526.099.971 1.010.382 4.309.698 833.144.343 91.971.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .505.168 198.915 559.003 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.830.146.931 141.613 3.148 3.007 41.931 7.543.790 177.017 342.900 21.655 4.333 1.369 1.953 4.660 60.342. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).604 37.490.459.887.975 1.500.668 9.852 52.027.792 166.507.168 2.850.585 405.982 3.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.056 2.769 36.095.424 828.071.410.791 47.359 7.486.989 5.16% dan 6.910 4.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .108.662 6.607.087 622.450 2.107.292.377.799.424 82.702 1.098 4.658 767.799 3.914 80.364 7.000 373.398.768 1.642.232 31. 45 .051 33.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.525 5 - 129.58% dari jumlah pembelian bahan baku.406 2.306 12.542 2.727.288 40.069 67.538 861.097 76.683.008.244 1.362 314.708 10.150 21.432 26. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.785 - 187.997.976 3.709.074.296 987.292.538 3.530.274 6.530 762.980 1.754 10.007.391 1.165 (1) 109.403 82.255.340 247.501 9.579.247 4.092 1.455.672.168 47.367.213.238 856.142.588 14.111.546 81.280 90.625 2.148.804.610.026.700 132.314 74.658 1.558 9.350 52.130 23.108 1.801 2.989 532.525 176.

516.548 3.153 151.271.161 1.202 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.791.945 51.744.477.836 979 2.397 3.844.414 758.526 375.389.510 10.655 3.371.865 60.971.179 159.497.045 71.347 6.667.080 16.413 437.685.522 55.000.211 62.337 31.845 1.024.994 22.508 15.142 1.762 171.194 546.303.842 6.405.179.466 72.202.673 122.630 13.609.805 246.781 8.829 4.391.068 1.053.547 274.355.923.317 3.366 1.943.081 1.244.173.556 1.934 6.121 13.176.550 951.740.074 21.920 5.344 396.418.460.492.857.924 16.270 4.133.807.336.446.028 1.123 1.058 17.827 129.232 11.820 1.573 11.883.721.803 34.883 1.286 179.660.149.513.853.325.332 2003 Rp 104.709 387.058.163 1.675 1.125.256.182. Beban Usaha 2004 Rp 139.218.524.710 20.601 5.163.771 1.044.818 29.908 31.163.207.537 5.745 15.267.083 5.560 56.891 1.658 353.547 86.708 34.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .530 45.425 58.641 143.648.201 5.

560 6.287 34.941 485.192 12.366 4.501.010 119.563 14.780 412.487.918.687.701.233.100 689.212.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.861.168 15.044 26.173) 10.548 22.029.812 1.950 22.937.213.281.049 5.831.316 59.384.995 14.902.222 (567.191.811. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.305.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .038 7.312 68.023 89.933 1.055 5.521 2.489.382.922.935.082 91.623 47 .009.790.196 (17.488.521 3.991 1.598 17.252 1.158.155 107.482.406 19.941 1.314.004.858 11.065 50.711.291 5.709 299.911 2.883 2.697 21.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.222 280.399 6.884.019.461 26.167) 124.998.

632 23.761 1.863.56 6.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.279 116.50 53.488 774. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.591.496.502 3.934 1.224.186 22.505.257.105 10.530 27.27 43.734 495.347.091.15 1.820.074.54 2.518 100.417 93.506.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.717 1.651.681.005.00 51.882 12.407.409.407.438.639.469.513.42 687. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .83 154.11 2003 Rp 21.911.630.898 11.93 13.165 14. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.82 3.290 2003 Rp 8.58 4.508.246.364.360 4.803.766.746.611.353 17.176 61.014 Mata Uang Asing (USD) 2.621 72.443.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .194 366.303 439.337.88 5.97 82.558 23.819.408 868.082 15.529.483.162.425.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.812.50 2.500.856.696.38 102.269.73 421.98 1.361.145 2004 Rp 9.133.124.35 1.876.701.104.120.27 567.814 5.625.70 144.091.300 34.844.705 29.721.14 10.658.777.479 13.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.839.829.099.236.146.341.800.703 41.06 2.096.789.750 764.417.917 87.261.465 48 .335 43.874.701.16 1.798.88 91.392.832.15 3.774.424.914.446.946.649.486.080.982.307.724.356.11 7.029 3.291.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .090.215.561.119.270.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .222 26.104.248.601.137.537.930 26.12 Rp 31.

065.727 73.578.680 60.516 49 2003 Rp 85.PT Pupuk Kujang . Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116. dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .PT Pupuk Kaltim Tbk .041 36. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.PT Pupuk Iskandar Muda .674.775 2.PT Petrokimia Kayaku . e. 10.PT Aneka Jasa Grhadika c.732 78. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan.227 307.PT Petrosida Gresik .760.PT Puspetindo .PT Petrokopindo Cipta Selaras .802 37.PT Gresik Cipta Sejahtera .777. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.PT Rekayasa Industri b.993.945 264.43% dan 10. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.963.929 345. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .114.PT Graha Sarana Gresik .330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah .PT Petrowidada d.PT Petrocentral . Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya. yang meliputi antara lain : a. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .519. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.PT Mega Eltra .PT Petro Graha Medika . Pada tanggal neraca.002.909 170.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.PT Petronika .880.812 73.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.657.267 6.PT Kawasan Industri Gresik .

400 1.468 20. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.888 1.750. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.744.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.020.624 8.007. listrik.779 3. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air. Pada tanggal neraca.794 1.820.069 1.082.762.015 187. jasa pelabuhan.035 1.405. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.794 2.400 34.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.511. sebagai berikut : 2004 Rp 6.5% per bulan.295.826.345.926 55. sewa rumah dan sewa tanah.557.419.913.938 3.864. steam.16% dan 6.509.258. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa. yang meliputi 12.892.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.644 101.807 302.741 1.038 67. 12.970.012.702 2003 Rp 8.695 1.984 1.601 2003 Rp 73.147. 50 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.592.897 17.935 2. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.16% dan 6.550 12.502 19. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .236 18.785.368 2. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225. 21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.

Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.685) 168. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.270. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.726) 14.905.047.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.02% .401.504 46. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah. dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .255) 131.066.Usia 20 . Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .142.030 .776.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .45 : 0.Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .570 (140.955 Jumlah Rp (271.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.253 (9.067. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).556 (25.128.841) 2.776.Usia 45 .870.924 24. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.964 karyawan pada tahun 2004.55 : 0. Pada tahun 2004.

tunjangan keluarga. terakhir tanggal 19 Desember 1989. tunjangan jabatan. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.000 14.SJ. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).04. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).SJ. 2).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. 52 .0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya.08. bantuan pangan dan bantuan perumahan).795 (46.U.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.067. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.271.955) 7. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : .286. Disamping itu. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Iuran para pegawai untuk PKHT.190 2.142. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.652.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.U.

019 . tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18. dicatat sebagai berikut: 1).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.123. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.012.416 108.175.230.509. 32.047 dan Rp 2. 2).PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.180 43.759.590 2.863.910.280 1.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.544.534 1.087.362. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.759.725. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: . 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.000 53 .

297 2.276) (1.986) (4.958.296 (16.405.117 1.493 4.811.347) 182.350) 79.634.886.849) 3.704) 6.759.983 70.643 241.021.734 (176.190.870 (2.364.215) 2.973.620 (4.197.023.241.527.845) 76.189.638.901.379.404.268 1.359.574.423 Konsolidasi Rp 3.057.873.848 4.316 36.495.186 (10.005 (112. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.533) (94.064) 121.171.909.086.618.681.057) 17.408 (176.456 1.208.227 54 .065 4.064) 133.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.538.923.287.616) (6.771.339.516 118.563 2.536 56.577.521 (10.508) 11.862.356 45.688.530) (45.512.840.335 11.164.189.140 1.729) 231.870.042.448 234.831.983 (4.054.158.011.799.285.411) 1.651.483 (74.357.849 38.374.413.686 1.813.092.896.445 8.601 (116.428.234.492 (75.965 (71.558.633.516) (50.872.459.537.040.124.025 2.825) 618.071.538.956 (17.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.408 (2.719 (93.839) (111.189.359) 6.523) 17.845.278.837.207.747.913) (115.435.466) 102.428 78.040) 618.747.077.641 (75.849) 3.284.062 230.385.483 (3.867.181.216.462 117.825) 6.756.682) 1.903) 1.966.448 246.158 (112.436.212 (93.653 (118.562.276.181.493 (792.238.074) (3.845) 68.892) (1.890.961 (17.681.813.215.581 278.681.982.713.516 2.977 293.191.080.065 4.761 2.912.029) 184.152 5.285.809.135.021.228.098.833.525) 73.625.096) 5.020.743.711) (1.129 5.052 (2.645 1.624.096) 156.848 12.824.785.255.445.330 1.822) (93.941 (15.345) 68.157.255.637 (294.890.733.615.581 11.813.645 11.822.872.577) 218.911 (75.748.462 8.326 151.482 (67.928.077.

927 4.853.857) (128.009.141.301) 170.314 (15.015.695 1.054.565.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.813.404 198.052 (303.882 1.496.526.928 7.400) (2.570.993 257.421.927 (3.684 110.307 4.810) (358.984 (2.712.978 (3.426) 203.206.565 12.812.948.879 1.780 33.193 203.020.665.922.486.700 113.670.610.038 981.896 (2.206) (3.484.692) 91.692) 1.695 (15.648) 2.574.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.346.015 50.108) 170.439.463.285.813.914) (31.638 (87.257.810 1.042 2.258 (2.651.358.629) 3.896) (326.969.331.306.505) 92.547 2.708 207.801.953.563.821.455.776.934.342 245.418) (1.919.841 (72.418.415.339.661.243.845 7.725.553.258 948.869.457.215 (558.160.048.602 27.347.979) 13.115.812 2.364 (2.638 (180.095 (2.376) 92.381 90.624) (7.187 53.370) 894.607.222) 2.052) 7.806.081 (86.493.238) (303.436.760 55.514.350 (65.374.953.495) 58.966 252.789 4.152.801 7.946.973 (71.635.665.674.238) 252.380 4.815.482.088 54.328 (65.337 (74.730.365.112.829.029.387.744.193) 229.318.284.557 (665.500.290.831.142) 2.648.672.271.894.314 1.518) 2.331.980 252.875.164.285.626 (72.331.349.535.853) 11.510.281.623 258.074.970 2.956 20.490.742 55 .963.238) Konsolidasi Rp 2.532.309.305.052 (303.942.486) (125.708 202.418) 57.158 215.126) 13.164.208 1.670.966 58.377.137.

Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.748.629.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .739.294 265.019.989 91.816.396.480 72. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.502 56 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34. terjadinya perbaikan likuiditas.513 87.903 4. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.535. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.209 17.409. 35. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).992.314. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.555.654 25.637. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.813. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.296.211.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas.637 25.139 811.289 437.515 85.384 43.816.069 46.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Meskipun demikian.

797 867.625 17.574 dan Rp 948.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .690.852.824. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .872.564.030.805.872.713.316.467.186 2.535 13.158.349.879.778.287.362.151.030.898.500 333.963 pada tahun 2004 dan 2003.340 983.816.129.434 21.558 dan Rp 10.413.783.676 1.264.676.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.347.540.554.180 135.554 17.ragu masing .778.288.314.968.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .619.988.333.257.482.572.356.876.797.325 444.657 2.masing sebesar Rp 714.978.580.masing sebesar Rp 1.ragu masing .764.221 112.256.813 210.885.040.073.848 232.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .566.422.242 47.514.636.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.624.638 2.827.241.824 (0) (0) .986 dan Rp 506.995 32.588.387.718.254.460 166.806.409 122.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .543.817 24.424. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.307 42.140 14.142.133 dan Rp 249.176.097.678.676 1.013 57.035.230.371.641.PT.386.089 684.122.736 29.229.863.380.302 84.069.412.248 13.747.105.033.464.869 1.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .602.355 dan Rp 1.407 1.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.585.473.208.844.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .898.

916 109.511.329.372.654.491.933.715.312.575 664.197.960.348.568 108.106.532.327.340 2.879.352.033.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .359.059 143.888.085.870 87.176.112.000 334.015.697 437.474.420.978 - 519.199.PT.443.819.797 396.508.992.555.511. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .624.394 794.588 551.114.657 114.363 46.194 23.420.755 - 90.616 18.1.057.597 8.906 2.606.231 43.025.005 1.000 per Saham Modal Dasar .655.550.793.068.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.000.861 396.959.639 616.242.286.432.482.637.387.383.328.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.450.713.420.962 2.722.068.824 .000.214 57.087 854.349.768.000 288.194.286 31.972 133.947 888.253 124.767.Nilai Nominal Rp 1.813.869.976.296.092 30.000.985.161.072 6.909 89.629.347.249.308 23.838.001 73.590.902.300.332 4.127.763.456.640.052.

744.707.086 (71.906.390.372.797.021) 545.106.223 (50.948) 278.151.911.689.136.184.497.658.044.663 120.359.228.922.100) 13.633.577) 124.831.467 (142.724) (157.122 (2.600 (57.394 .528.800) 17.894 (67.425.328.266.591) 54.673.197 117.069.102) (9.284) 681.838.867.610.400.698) (347.056.812.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.189.956.704.442.409.126. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.815) (66.123) (147.258.978.349.200.401.838 (179.782.051.190.768.556.054.821.008 (86.073.192.409) (403.632) (57.624.633.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .983.570.380.626.179.198.607.890 (93.453) 198.298 (127.811) 111.980.427.PT.697 166.700.899.500) 108.367.557.290.169.482 (2.804) 175.767.859.288 (66.792.951.992.794.423) 184.399.

372.000) (1.658.741.000) (1.353.000) (2.285.353.962 124.696.768.183.000.420.509.328.133.282) (2.353. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.000.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.093.540.869.000) (1.793.540.992.180.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.000) 668.611 794.000.311.000) (932.000 396.696.186.000) 2.175.929) 108.000) (932.655.420.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.328.340 .211 108.394 (47.394 (47.612.394 124.659.767.000) (43.000) (1.175.000) (2.377.469 108.423.372.183.328.889.000) (1.590.747.797.PT.280.000) (932.879.558.291 854.767.210.000 396.372.210.509.000) (2.637.804 40.087.658.353.387) (7.534.768.377.086 (60.186.737.197.558.242.568 43.863.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.387 (46.394 2.282 (7.863.068.590.125.871 137.242.199.133.125.888.768.797.558.196) (932.000) 668.611 288.767.086 (60.737.087.280.420.394) 124.180.291 334.793.534.929) (46.820.000) (40.000) (1.

482.109.743 2.695.497 1.788.910.111 7.468 90.126.000 382.416 87.821.599.506.091.166 52.286.929.572.651.298.983 199.109 295.933 71.621. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .847 199.799.256.852 202.276.389.365.242.953.157.619 11.916.00 100.162 103.128.983 38.250.352.975 102.877.600.700.887) 6.311 505.799.979.179.423.192.155 182.817.616 228.807.312 186.485 590.902.455 347.825.729 62.077 58.022.041.276.314.413.423.149 59.016.144. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .499.000 2.892.533.270.847 182.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .224. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.896.576 7.827.905 1.942.479.543.309.600.157. Retribusi.022.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.768.138.628 65.340.973.302.803 93.258.059 102.759 146.420.010.364 1.982.415 140.340.194.876.899.PT.605.350.098.647.709.473.973 78.734 (45.034 3.906 .960.335 234.677 4.355 83.773.398.636.193 190.290.071.600.496 71.679.965.534.918.809 513.124. Asuransi Biaya Jasa.527.212 1.822.340 18.245.588.430.870.367 305.505.266.878.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.152.856.616.342 18.700.721.289 273.588.766.528 22.352.009.759 129.592.127.187.400.267.

142 1.320 333.326.417 333.885.621 4.424.902) 12.621.PT.485 1.844 252.844 2.424.204 252.000.813.474.261.902.856. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.142 (1.500 1.898.071.885.576.019.829.833.106 (2.326.848.180 345.681. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.980.180 .258.691.215.307.073.809.751.193.451.660.980.474.380.000.763 150.298) 183.576. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.013.829.813.833.073.204 1.215.

d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380. 5720957. 5723995 . 5738740. 31 Jakarta 10210 Telp.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5738727. (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5704395 s.

5 2. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1. 2... ruang lingkup dan tanggung jawab …………. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2. Beban Usaha . 5....1 Penilaian terhadap aspek keuangan …………………………….2..2..2 Perkembangan laba-rugi ………………………………………. 3. batasan. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2.2 Penilaian terhadap aspek operasional ………………………….2. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….10 Organisasi Perusahaan ……... 3... Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….………………………………………… Investasi …. 2..…………………………………………….1 2... ..2. 3. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….……………………………………….. 2..2. 4..2.…………………………………………..…………………………. Laba / (Rugi) ...……………………………………………. 4.. 4.2 2. Pengadaan .6 2. 3.9 Penjualan .2. Produksi .…………………………. Metodologi.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP …………………………. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………..…………………………………………… Biaya Produksi .3 2.. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………..2. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….1 Perkembangan posisi keuangan ……………………………….2.………………………………………….4 2. Tingkat kesehatan perusahaan ………………………………………. 2.2.7 2. Perkembangan operasi pokok perusahaan ………………………….8 2.

Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….3 4.4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….1 4..2 4.4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir ……. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 .. Perkembangan produksi ……………………………….5.4. Peluang ……………………………………………….. Kelemahan …………………………………………….3 Perkembangan arus kas ………………………………………..2 4.2 4. 4...7.6.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5.7.7.. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ………………………………………………. 4.1 4.1 4.5.5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.7. 4. Ancaman ………………………………………………....6.

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.5 bulan mulai tanggal 14 April s. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. 1 BPK-RI / AUDITAMA V .d. b. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba.

crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. (4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat.

128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%.92 triliun. Amoniak dan ZA.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. SP-36. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .5 bulan.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. (2) Biaya produksi pupuk ZA.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. 121%. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2.

72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk. realisasi Rp93.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.19 milyar.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2.10 milyar. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119. produk samping.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. penjualan produk utilitas.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. persewaan dan jasa.93 milyar. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47. c) Rendahnya beban pinjaman.57 milyar.

60% dibanding akhir tahun 2003. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.37 milyar naik 15.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.62 milyar meningkat Rp366.34% dibanding tahun 2003. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2. 3. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.18 milyar naik sebesar Rp9.23 milyar atau 15.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60.60% dibandingkan tahun 2003.21 milyar. c.01 milyar atau 3.25.044. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V .50. b.62 milyar. Perkembangan Usaha Perusahaan a. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.96 milyar. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.713. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187.45% dibandingkan tahun 2003.713. 2.55 milyar. Laba setelah pajak sebesar Rp124.60 milyar atau 14.04 milyar atau 5.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.

sebesar Rp345. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003.03 milyar. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.67% dibandingkan akhir tahun 2003.62 milyar. kecuali Acid test ratio. kecuali operating ratio dan net profit ratio. e. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. Perkembangan operasi pokok perusahaan a.36 milyar. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. kecuali amoniak dan asam fosfat. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. kecuali pupuk DAP. d. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. 6 BPK-RI / AUDITAMA V .90 milyar. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854.99 milyar atau naik 7. 4.

D-1416 Jakarta. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Misnoto MA. b. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Drs. 5. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . b. Register Negara No.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. Ak.

URAIAN HASIL EVALUASI .

konfirmasi.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik. Evaluasi terhadap aspek keuangan. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2. batasan. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. antara lain: a. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . perhitungan ulang. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review.d 31 Desember 2004) ini. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. kami peroleh dari: 1. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia. Laporan kinerja Kegiatan Unit b.1 1. Laporan SDM c.3 1.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.2 1. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d. verifikasi. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. Metodologi. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. 2. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s.

28 tahun 1997. PP No.a.YA5/312/20 beserta perubahannya. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. parameter dan asumsi. c. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 12 tahun 1998. b. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. Pemasaran. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. PP No. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. d. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. Pengadaan. b. 13 tahun 1998 dan PP No. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. e. PP No. 2) Meminta. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. dan Kepala Biro Akuntansi. 6 tahun 2000. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham.

Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V .3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. i. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). Pra RUPS. dan RUPS. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan.2 Pelaksanaan RKAP 2. c. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. d. yaitu mengevaluasi. g.2.23 milyar atau 120% dari RKAP. 2. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. Pembahasan Komite Anggaran. f. h. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. Direksi dengan Dewan Komisaris. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. e. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. yaitu mengevaluasi. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi.633. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran.

194 633.902 2.617 789.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.297 137 3.191 217 425.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.DAP .368.496 2.300 760.356 34.sebesar Rp2.211 581.000 3.569 3.Amoniak .000 3.296.820 98.450 683.035.500 2.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .849 192.296.251.150 10.256.000 19.852 177.ZA .230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.Asam sulfat .633.057 103 314.19 milyar.Cement Retarder .45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.500 125.000 400.000 826.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.NPK Kebomas .368.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .017 52.795 11.982 3.000 48.466 798.000 560.Aluminium Fluorida .500 138.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .501 124.790 342.Urea .464 30.Phonska .000 96.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.591 594.510 96.KCL .SP-36 .Lain-lain Ekspor .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.Asam fosfat .000 180.000 49.

035.DAP .Cement Retarder . 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .377 250.076 45.678 20.Lain-lain Ekspor . b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.636 35.115 17.612 24.Amoniak .KCL .624 48.320 425.203 2.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.359 10.358 904.875 34.211 3.297 2.721.015 9.507 512.368.300 ton.491 2.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.Asam fosfat .656 25.Aluminium Fluorida .569 2.724 26.300 84.950.019 683. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.907 940.191 3.640 18.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.574 54. sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.NPK Kebomas .057 13.774 115.614 148.5 bulan mulai tanggal 14 April s.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .633.Asam sulfat .376 69.Phonska .296.879 439.455 155.887 581.978 72.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.354 314.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .Urea .545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.230 173.SP-36 .ZA .306 180. dan Subsidi Realisasi (1) 411.

2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.000 ton. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. Menteri Pertanian.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.150 ton.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98. 13 BPK-RI / AUDITAMA V .500 ton. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.500 ton.194 ton dan 633. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.000 ton dan 560. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.

3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52.000 ton. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak.b. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat. 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96.000 ton. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177.000 ton.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180.000 ton.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari).000 ton.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.

Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.793 68.587 25.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .743 689 979 44.315 512 (9.591 2.Produk samping & utilitas .388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.977 32.601 468 6.Lain-lain .2.79 milyar atau 174% dari anggarannya.Jasa giro & bunga deposito . Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .07 milyar yang tidak dianggarkan.582 24.111 10.480 138 119.703 174 129.299 7.430 139 4.900 158 28.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.Dividen & fee keagenan .794) 43.736 99 6. 2.Persewaan jasa .

599 201.274 24.880.610 314.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.000 355.000 195.000 ton.333 ton. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.901.000 400.530.000 5.602.000 1.190 519.000 20. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.803 197.509 361.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.013 1.012 6.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.Crude gypsum . Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.111 Anggaran (2) 385.000 6.356 738.000 140.Dry Ice .000 80.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.418 1.978 12.000 735. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .Ton Keterangan I. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344.412 9.000 550.000 1. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.000 11.225 572.000 10.000 590.439 32. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .000 ton.CO2 .150 95.343 2. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.

17 BPK-RI / AUDITAMA V . Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140.000 ton. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201. pupuk ZA II sebesar 194.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.000 ton.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).684 ton.000 ton. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).590 ton.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.

Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.000 ton.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195. b.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.000 ton.000 ton. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550. Economizer E-1203. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20.5 bulan.

240 1. Dryed Gypsum Conveyor M4204.problem pada Gypsum Feeder M-4250.548.802 2. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1. dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .845. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.584 1.Industri kecil .561.391 916.811 169.845.pmbt. dan Electric precipitator F-4201.093 140.894. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.85 triliun. 2.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.573 929.894.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn. Pembelian dalam negeri . Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.264 57.301 1.605 1.283 1.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.000 ton.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.952 56. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.2.408.345.573 1.512 275.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.322.989 2. b.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.166 70. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.

Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1.d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 .6 1 7 8 0 .4 2 5 .9 7 7 1 .9 2 3 1 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. S P -3 6 c.0 1 7 .0 9 4 .6 7 7 4 .2.1 3 6 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.4 8 2 . Z A d. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat.2 2 7 . biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.4 3 0 2 . c.13 ribu.4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.017.9 4 9 2 9 5 .0 0 9 3 . 2. A sa m S u lfa t c.4 6 5 1 1 8 . C em ent R eta rder s.3 4 6 3 3 8 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.1 4 2 . U rea b .4 5 3 .61 milyar. N on P u p u k a .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V . batuan fosfat.7 8 0 6 9 4 .0 8 7 1 .sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi.9 0 5 1 . Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.9 7 6 6 .6 7 2 1 .0 3 2 8 6 8 .9 6 7 2 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN.1 9 2 1 . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.6 5 3 . D A P f.9 6 9 9 1 0 . b. Pupuk a . A sa m F osfa t d.6 3 1 .1 2 9 1 .7 2 5 . c. P honska e. A lu m iniu m F lu orida e.8 1 8 .2 6 1 .2 4 1 9 4 6 .227. biaya pemeliharaan.1 1 3 1 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70. bahan penolong katalis dan listrik PLN. A m onia k b . N P K K eb om a s 2 .

tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.453. g.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. tingginya biaya pemeliharaan. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. biaya jasa.261. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3.09 ribu. e.818.094. tingginya biaya pemeliharaan. KCL dan Urea). tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. i. jasa serta biaya kantong. h.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1.62 ribu. ZA eks impor. bahan penolong MFO. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1. amoniak dan ZA. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.142.482. tingginya biaya pemeliharaan. biaya asuransi. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1.68 ribu. biaya jasa dan biaya penyusutan. biaya penyusutan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.92 ribu. d. 21 BPK-RI / AUDITAMA V . f.631. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). amoniak eks impor. biaya pajak & retribusi.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. biaya kantong & pengantongan.425.136.

525 403.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.Beban distribusi .2.Beban penjualan .400 134. b. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.045 181.956 56. 2. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .j.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan.141 66.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.037 157.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 . Beban penjualan sebesar Rp66.401 371.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.

18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.887 2.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .544 (2.940.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : . Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.633.950.185 (50.035.711.Beban Penjualan .951.131 9.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.721.793 (129.703 (25.703) 234.729 (54. Asam Sulfat dan Asam Fosfat. disebabkan antara lain: a.034 10.320 2.229 (2.931) 606.401) 278.587) (9.Pendapatan .82 milyar.400) (403.912) 119.613 (181.018 683.2.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .190) 184.315) 43.979 119.910 (103.794) 175.Penjualan dalam negeri .569) 131.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.956) (157.Beban Distribusi .Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .659) 681. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .812) 124.354 314. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.525) (371.73 milyar.211 3.169 (93.045) (66.141) (56.341 68. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.2.570 (179. ZA.37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.388 174.037) (134.373 2.428.191 3.

Bangunan /Fasilitas .Mesin & Peralatan .917 1. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.93 milyar.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.833 60.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. realisasi Rp93. 2.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.577 203.2. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .13. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.420 Anggaran 8.103 39.916 4. Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.824 96.Kalium Sulfat (K2SO4) .071 2.210 220.7. Rendahnya beban pinjaman.Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.050 978 124.Proyek Phosphoric Acid II .673 24.000 200 2.b. c.Proyek Revamping Amoniak .353 25.Kendaraan & Alat Berat .927 826 142.Proyek RFO PF I .833 25.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.140 109.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.89% .45% .843 31.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V . produk samping. penjualan produk utilitas.624 126.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.935 5.925 5.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.899 2. d.466 4.

2.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. Investasi pengembangan sebesar Rp60. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. telah selesai dan berhasil baik. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. e. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat.8.21 milyar. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. telah selesai dan berhasil baik. selesai. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. telah selesai dan berhasil baik.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. b. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . b. c. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. 2. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan.10 milyar. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. d. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. in progress). 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur.

75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. berhasil baik.9.2.84 milyar atau 96% dari RKAP.2. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. meninggal dunia 4 orang. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang. in progress. c. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. 26 BPK-RI / AUDITAMA V .134 orang dan biaya sebesar Rp4.635 orang atau 99. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. 2. diklat formal dan lain-lain. 2. barang dagangan. sebagai berikut: a. in progress.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004.644 orang. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. meliputi diklat jenjang jabatan. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. b. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). berhasil baik. diklat kompetensi. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif.

5 0 9 3 . 2 0 0 3 6 4 . A sp e k k e u a n g a n II. A sp e k O p e ra sio n a l III.0 0 9 3 . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG). 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l. 3.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V . PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur. f. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I.25.0 0 1 4 .5 0 9 4 . Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l. Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan.5 0 1 5 .2 5 6 4 .0 0 1 4 . e. Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).d.0 0 1 4 .0 0 1 4 . Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93.5 0 6 6 .0 0 1 5 .

14% 5.00 5.013 361.00 5. Imbalan investasi (ROI) 3.544 3.22 20.025 96 SKOR Nilai Real.00 15. 2003 90.00 2.25 64.377.000 6.000 735.274 9.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.00 14.685895 385.00 3.00 5.50 20. Prod.00 5.644 833.50 5. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.229 3.000 80. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.000 140.635 999.00 4.032 688.29% 5.901 201.343 2. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.633.500 11.3. Eff.00 2.693. 2004 RKAP 2004 Real.000 20.25 20.00 3.439 32.18 17. Poduksi (Cons. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2.50 4.00 3.500 3.00 4.00 5.00 4.000 590.00 119.00 13.71 27.000 400.957 778.12 37 69 146.00 10.00 64. Collection Period 6. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.50 4.513 96 RKAP 3.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.02 28.00 5.99% 100% 3. Perputaran Persediaan 7.00 15.361 3. Rasio Lancar 5.84 125.000 2. Total Asset Turn Over 8.00 2.412 95.50 5.00 66.00 15.322298 507.00 4.00 10.012 6. Rasio Kas 4.00 2.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1. Rate) 2.00 13.00 7.00 5.00 5.000 10. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.978 12.00 5.00 113.035.

220. 3.11 1.00 3.93 112.00 3.347.322. Perkembangan usaha perusahaan 4.347.242.00 2. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .82 2. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .00 2.000.00 14.36 339.713.96 Tahun 2002 150.044.41 40.59 75.11 849.39 840.00 3.62 milyar.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.82 93.00 3. jumlah tersebut meningkat Rp366.089.00 14.61 116. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.86% 4.10 53.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.Tk.553.10 97.00 3.347.36 324.04 2. 2.044.05 1.96 288.32 2001 58.95 745.36 786.38 1.77 2003 333.78 928.713.3.36 18.03 1.05 443.71 361.33 2.713. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.33 52.00 14.06 311.90% 40.00 3.00 3.99 2.62 854.62 1.87 524.90 684.96 880.86 494.00 3.00 95.58 789.07 2.Efektifitas penyaluran dana . 2004 RKAP 2004 Real.09 112. 2003 3.174.61 542.33 1.51 2.73 80.46 1.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.00 3.89 444.03 122.39 2004 345.24 295.220. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.96 901.52 84.81 453.00 3.00 2.97 73.339.343. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.60 1.54 914.27 143.01 677.70 51.32 794.089.858.25 90.83 2. 4.81 547.98 2.92 722.87 104. kolektibilitas pengemb.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.00 112.36 2.80 2.00 3.

55 Tahun 2002 1.57 (403.14 (57. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.96 milyar.66) 681.61 2003 2.17) 257.77 2004 3.87 (70.713.044.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.12) 241.16 (116. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.77 milyar.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.79) (93.96) 250.81) 124.23) 112.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.37 101.633.55 (194.37) 108.54) 399.71) 140.438.44% dibandingkan tahun 2003.744.92 milyar.30) 198.61 (2.664.96) 403.55) 93. b.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. 4.82) 166.26 2001 2. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.874.063.55 milyar.18 (50.67 (94.17 (9.40) 278.79) 435.78 (1.61 (86.747. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.33 (172.323.80 (29. aktiva tetap sebesar Rp53.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.65 (205.34 (1.25) 83. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.37 milyar lebih tinggi 14.01 milyar.24 (191.08 (1.44 (115.23 milyar atau 15.20) 175. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.37) 207.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.16 (46.75) 423.43 14.35 54.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.340.04 milyar atau 5. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .61) 187.23 (2.87 21.62 milyar.951.

072 150.896) 74.576) (266.62 milyar.907) (197.239 2001 149.014 345.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.692 2003 150.692 108.262 (47.806 (45.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.702 12.413) (90.549 148.239 83. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.613 90.373 (179.619) 58.193 333.526 (111. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .01 milyar atau 3.620 Tahun 2002 58.775) 287.908 187.795 183.669) 149.448) (208.287) (220.769 111.885 2004 333. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.224) (240.620 93.60% dibanding tahun 2003.468 (82. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.885 124.727) (46.620) 92.4.90 milyar.

420 242.262 880.069) (4.655) (1.613 745.681 187.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.200 124.420 142.014 (499) (107.175) (44.051 (853) 192 2001 396.106) (2.549 20 722.257) (822) (822) (2.262 396.059 109.929) (7.420 242.420 288.4.763 (851) 2003 396.044 83.536) 374 Tahun 2002 396.033 (37.590 794.363 (109.387) (34.590 794. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .820 (7.420 255.506 (328) 124.741 93.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.420 296.92 milyar atau 7.958 864. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.250) (5.036) 187.730) (46.541) (1.613 396.768) (4.044 20 83.363 (93.590 396.741 47 93.456) 3.125) (1.863) (1.673 324.893) (1.664) (6.033 4.773) 12.36 milyar.343 (242) 109.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.237) (31.549 396.404) (1.000) (3. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.832) (700) 83.510) (1.748) 2004 396.177) (2.069 3.03 milyar.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.420 255.423) (476) 93.681 187.468) (46.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.372 396.262 880.500) (137.059 109.372 854.618) (4.420 296.613 47 745.424) (932) (932) (40.088) (2.191) 1.420 288.319 (1.821 (47.549 722.069 (60.420 334.

Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. dapat dikemukakan bahwa: a. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003.4. b.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. 4. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak. kecuali acid test ratio. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. c.5. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha.5. disebabkan tingginya persediaan. kecuali operating ratio dan net profit ratio. 33 BPK-RI / AUDITAMA V .5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. b.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar.

599 201. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.509 6.272 367.410 238.460 279.013 1.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.941 138.208 292.741 Asam Fosfat 100% 131.984 419.817 1. 4.915 447.924 Jumlah lain-lain 66.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.343 2.577.412 5.006 Asam Sulfat 98% 434.471.688 40.741 9.190 519.225 572.Purified Gypsum 52.728 Pupuk ZA 501.725 1.289 Jumlah non pupuk 1.914 2.530.434 Pupuk SP-36 467.280.850 Cement Retarder 402.182 1.718 3.174 9.176 687.892 310.873 355.170 117.978 12.091 1.464.412 361.824 Pupuk Phonska 30.150 95. b.875 .716 260.304 9. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.999 213.066 552.208 156.825 355.CO2 9.492 313.341.115 653.786 1.c.657 479.082 1.281 113. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .082 Non Pupuk Amoniak 364. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.903 172.274 24.Crude Gypsum .736 344. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.439 32.479 328.012 9.752 204.901.216 5. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.357 2.425.253 2.517 421.608 151. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.646 3.803 197.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.702 105.942 36.959 12.916 431.430 Lain-lain : .610 314.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.Dry Ice 3.418 131.996 56.399 141.6.176 ALF3 4.229.185 1.403.650 65.356 738.490 .

598 634.865 80.767 1.790 166.034 84.168 314.584 9.702 104.150 124.875 3.790 5.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.251 19.914 2.530. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.587 1.993 673 2.587 15.343 2.228 2001 313.967 342.251.659 533.231 110.560.887 1.257 3.290 175.591 94.464 30.307 88 34.617 789.202 750.561 5.968 807.364 1.625 9.605 30.429 102 94 80 1.431 1.849 192.487 4.263 28.962.718 3.317.687 39.297 178.638 1 2.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.208 12.112 94.808 109.971 47. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.544 2003 460.069 9.040 332.814 874.234 528.416 408.287 2004 460.843 94 64 34.019 526.455 63.202 9.410 76.356 495 33.903 53.000 10.886 70.076 726.795 11.017 52.431 4.000 429.496 2.989 41.160 2.122 155.056 5 9.999 100.000 2.982 21.903 798.490 146.208 85.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.486 76.695 84.110 4.204 52.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.704 106 .881 771. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.887 2.601 5.033 139.852 177.492 9.525 425.792 7.6. 4.785 91.550 5.489 654.194 633.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.820 98.525 90.357 2.306 119 119 8.509 515.

Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. di sentra pasar. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. b. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003.7. 4. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. Strategi. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. P dan K dan produk kimia lainnya.1 Kekuatan a.

Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. b. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman. e. 4. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. c. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. 37 BPK-RI / AUDITAMA V .2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. d.2 Kelemahan a. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. instansi/Lembaga keuangan.7. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. f. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. 3) Sarana gudang belum memadai. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. konstruksi dan pemeliharaan pabrik.

d. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. e. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. 4. f. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. e. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. 3) Turn over piutang masih rendah. b. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. Tersedianya institusi pendidikan profesional. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. c. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. d. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun.3 Peluang a. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan.7. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. c. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal.

3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 5. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi.f. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. c. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor.4 Ancaman a.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. 2) Suku bunga pinjaman tinggi.7. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. sebagai berikut: A. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. b. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. 5. 5. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. 4. d.

Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 5) Proyek-proyek pengembangan. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 40 BPK-RI / AUDITAMA V .3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). bongkar muat. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100.000. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA.00. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA.000. 6) Kegiatan lainnya. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. A.

A. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 2. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname).14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36.

dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . Mannan.B. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. catatan dan saran KAP S. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

B. B.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan ……………………... 3.765. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara ………………………………………….22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5.171.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ………………. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. A. 10 13 15 17 20 22 25 .DAFTAR ISI I. 3 4 7 9 II. 3.18 ribu ………………… 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. 2.692. 4. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1.d 2004 senilai Rp21.. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6..939.. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. Penjualan pupuk sebesar Rp5. 4. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1.22 juta ……………………………….

Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. peraturan. dalam semua hal yang material. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. PT Petrokimia Gresik mematuhi. berkaitan dengan unsur yang kami uji.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02. Namun. Oleh karena itu. peraturan. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. kontrak. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kontrak. dan persyaratan bantuan. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen.

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. D-1416 Jakarta. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . MA. Register Negara No. peraturan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Misnoto. kontrak. Drs. Ak.dalam paragraf di atas. pasal-pasal tersebut. dalam semua hal yang material.

470.02.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48. Pada setiap impor bahan baku.309. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai). BPK RI/AUDITAMA V . Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003.02.98. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak. asam fosfat. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut.52. kalium klorida dan belerang.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. Sedangkan sesuai Memo No.535.96. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.589. ammonium sulfat. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.022/01/LG.616.037/11/LG.02. Selanjutnya dengan Memo No.236.645. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi). Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya.957.017. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. superfosfat.Lampiran A 1.

Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.236. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No.98.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia. b. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.236. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48.589. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V .309.363.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004. Hal tersebut mengakibatkan a.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak.309.819. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan. UU No. 2.589. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. Selain itu UU No.00. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.590.

2003 adalah sebesar Rp21.087.015.950 Rp 350.590.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.714.000. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.000.000.000.180.180. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.000 Rp 2.212.d.175.495.353.214.759. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7. Dipindah ke cadangan 5.180. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.900 Rp 2. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s.738.990.180.175.460 Rp 821. Laba th 1973 sd 1988 2.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.000 Rp 1.877.00.537.212.000 Rp 22. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.000. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.00 dan Rp2.094 Rp 4.375.335.000.175.548.321 Rp 3.272.990.00.548.072. Penyaluran th 2002 6.512.714. Penyaluran th 2000 4.833. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.175. Proyek LIK Gresik 3.020.714.000 Rp 932.877.730. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.000 Rp 3. Penyaluran th 2004 8.833.678.821 Rp 6.821.100 Rp17. Penyaluran th 2003 7.127. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.00. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.519.000 Rp 821.000.871 Rp 8.514.000.500. 5 BPK RI/AUDITAMA V .000.321.335.500.767 Rp 655.000 Rp 1. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.000 Rp 1.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.335. Partisipasi sd th 1999 2.000 Rp21.

872. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.600.089.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. jika ada.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004.089.335. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.000.714.600.00. 6 BPK RI/AUDITAMA V .180. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. Di sisi lain.500. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional.00 yang belum disalurkan. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM.872. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen). hasil bunga pinjaman.175.

BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.692. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. yaitu : (1) Perjanjian No.04. 3. Penjualan pupuk sebesar Rp5. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V . Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea.04. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo).06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. 382/07/TU. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan.113/02/TU. dan (2) Perjanjian No.

Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.00 49.943.099.PT Bank Bukopin.170.417.000. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.50 belum seluruhnya dilunasi.02. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.984.108.814.1/06/KU.00.441. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.00.50.251.470.00 5.246.692.581.606.675.547. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.498. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.441.085.367. 3.692.50 dan dalam tahun 2004 (s. 2.441. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4. 1.077.00.50 3.320.692.50.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.709.992. Sampai dengan akhir Desember 2003.50 c.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.290. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.612.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.466. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat. 8 BPK RI/AUDITAMA V .441. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.227.547.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.402. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.442.620. b.547.692.225.547.

BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi.70. mutu. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362.470.085. 4.553. Sedangkan mulai tahun 2004. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . harga.943. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. jumlah. Atas sisa piutang tersebut.597.00.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

171.00. Normal-Butyl Alcohol (NBA).454/11/01.000. jasa pelabuhan.000. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V .02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat.000.350.456/11/01.d April 2001. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No.18 ribu Selain menjual produk pupuk. dan persewaan. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). Pada periode tahun 1996 s. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.50 per inci meter per tahun.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. b.Lampiran B 1. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

242. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.017. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.040.284.00.445.778.491.583.36 (US$288.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.00 MT dan 41.765.76 setara Rp557.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.d.40.00 MT.36 setara Rp3. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.040. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.660. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.594.40.60 + US$60.445.299.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36.242.984. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.d September 2005.234.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.594.76) setara Rp3.210.40. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s. 3.025.619/LN/2004 dan No.025.508.025. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.444.829. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.693.

Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.42. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG. 2. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya.765. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut.758. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002.765. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. bongkar. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya.d 2002 sebesar Rp1.223. charter.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. 4.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. 18 BPK RI/AUDITAMA V . Berdasarkan nota tagihan tersebut. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s.d Maret 2002.223. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik.758. 3. Untuk tagihan periode tahun 1996 s.d 2002.

223.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun. 5. Menindaklanjuti Perda tersebut.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.00 2.895.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.42. 6.800. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.758.34 1.765.689.758.782.50 24. 3. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.72 274. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.00 1.336. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.710. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.146.223. 7. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1. 1.458.556.765. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.840.765. 2.219.36 2. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.50 1. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.223.968. 4.194.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.105. 19 BPK RI/AUDITAMA V .223.758.765.758.735.

000.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.411.85 214.900.27 1.58 120.498.655.133. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.00 10.915.758. 4.00 426.351.25 44.054. Status barang tersebut adalah stock item (SI). 4.00 1. Unit Peminta Barang (User) Dep.503.00 0.463.956.00 3. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.652.20 dengan rincian sebagai berikut: No. 3.754.106.027.714.00 106.912.293.320.00 116.40 254.833.167.150.170. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.963.637.047.00 448.074.997.677.673.818.00 78.459.d 2004 senilai Rp21. Pemeliharaan III (Har III) Dep. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.926.772.656.00 3.920.00 35.074.818. Pemeliharaan II (Har II) Dep.886.956.750.772.00 128.496.00 17. 5.427.831.225.477.285.00 31.118.833.00 467.491.838.939.100.509. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.224. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).408.774.015.699. 2.027.00 158.113.963.001.91 325.750.774.d Nopember 2004 dengan rincian waktu. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .32 36.074.120.83 180.909.063.16 467.219.54 444.828.470.00 5.896.00 Latsin 160.00 64.931.000.76 13.00 9.560.00 0. Pemeliharaan I (Har I) Dep.106.01 Har II 185.00 88.900.00 0. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.822.483.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.184.01 3.00 56. 1.915.76 0.00 14.27 Departemen Har III 35.936.997.00 0.126.00 21.956.744.00 161.581.16 PPK 12.00 280.578.085.117.558.00 426.76 13.239.285.150.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.980.00 8.825.10 82.270.00 82.350.343.080.581.120.96 169.043.579.00 212.840.00 284. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.483.00 0.427.833.

78 24.259.557.68 3.370.878.096.829.714.109.68 3.489.009. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.842.249.00 Pengadaan tahun 2002 1.354.383.729. 4.255.108.289.81 1. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.000.145.483.853.708.190.875.639.249.708.697.483.907.023.95 1. 21 BPK RI/AUDITAMA V .22.322.946.161.106.907.921.300.000.946.500. 4.00 0. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3. 5.417.78 24.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.557.800.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897. 1.206.120.816.864.76 17. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.175.099. 3.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No. atau seluruhnya sebesar Rp15.00 0. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.107.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.253.41.789.654.896.07 28.67.00 0.489. User 2001 1.729.455.681. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.36 1.232.80 1. 2.71.95 1.98 22. 3.825.000.639.46 2003 16.196.462.896.181.681.829.108.321.692.81 1.729.557.00 88.639.861.00 36.840.886. 5.00 936.98.163.221.854.45.023.800.538.68 2.354.259. 2.00 900.59 231.945. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.259.00 433.362.74 1.538.00 936.00 91.000.206.360. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.

Dep Har II.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Dep Har III. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V . b. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21.41).833.20 + Rp8.074 milyar.217. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran.939.864.956.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.864 milyar. diantaranya sebesar Rp2.61 (Rp13.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6.842. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Dep Har II.886. 2002 dan 2003 sebesar Rp8.383. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana. 5. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. diantaranya sebesar Rp 1. Hal tersebut disebabkan: a. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang.d Nopember 2004 sebesar Rp13. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.074. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. Dep Har III.

Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Citybank. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Pada akhir tahun. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Standard Chartered Bank. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Bukopin. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Bank Mandiri. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. BRI. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Bank Syariah Mandiri.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. 23 BPK RI/AUDITAMA V . BNI. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank.

Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. Pada bulan Januari 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. 24 BPK RI/AUDITAMA V . Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Pada bulan Oktober 2004. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Hal tersebut mengakibatkan: a. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Pada bulan Nopember 2004. Pada bulan Juni 2004. Juni. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Hal tersebut disebabkan: a. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. b. c. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Oktober dan Nopember tahun 2004. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari.

1400/05/HU. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang.b. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No.03. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. 6. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan.

d. (021) 5700380. 9 pesawat 511 Fax.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 31 Jakarta 10210 Telp. 5704395 s. (021) 5700380. 5723995 . 5738740. 5720957. 5738727.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No.

. Struktur Organisasi ………………………….... Dasar Audit ……………………………………. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 .………. 5. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ………………………………………………………….……………………………………….…………. 2. 3. 7.……………………… 6. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………... Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . Sifat dan Tujuan Audit …….DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.. 4.

penggunaan Rp6. perencanaan. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.090.00 atau 133.202. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.201.370. review dan analisa terhadap kebijakan.614.00.00 95.378.90%.900.00 tersebut merupakan 154.024. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas.008.000. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.024.658. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.00 telah BPK RI/AUDITAMA V . Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.282.000.370.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.526. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.630. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah.658. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.

00.958.958. 2 BPK RI/AUDITAMA V . Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.030. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. b. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1.000. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.319. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait.319.782.00 tersebut merupakan 190. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.888.108. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.00. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.782. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan.000.00.00 atau 169. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.808.000.00 atau 88.000. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.95%.000.000.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.030.157.

627. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.627.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.660. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. d. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.86% dari jumlah seluruh pinjaman.616. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.671.377.686. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.c. 2.377. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .323. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.323.90% dari dana yang tersedia.686. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95.966.

00. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.070.000.Rp3.575. 3.304. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.00. 4 BPK RI/AUDITAMA V . d. b.800. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati.280. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.00 kurang tepat sasaran.00.696.706. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.000.145.00. c.000. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. e. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.000. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.475.

c. Register Negara No. d. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. b.) di Jakarta dan kepada M. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. Misnoto. MA.H. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Anis di Surabaya. kami merekomendasikan sebagai berikut : a. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. e. Ikhsan Abdullah. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. S. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Drs. Ak. D-1416 Jakarta.SE. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Sulaeman dan H. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.4.

BPK R1/AUDITAMA V . memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. b. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).1/9/2004 tanggal 28 September 2004.57/ST/VII-XV. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Surat Menteri Negara BUMN No. Surat Menteri Negara BUMN No. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 23 F dan 23 G.URAIAN AUDIT 1. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Dasar Audit a. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Surat Edaran Menteri BUMN No. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. 3. d. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. daya guna dan hasil guna. b. c. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. c.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. 2.

03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. f. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.205/07/HU.04.d 31 Desember 2004). Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan.03. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. g.e.097/05/TU. Penasehat b.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.205/07/HU. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. 4.03. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. 5.

Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.097/05/TU. pemasaran dan manajerial. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . 6. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan.d.04. Anggota : 1. Karo/Kadep yang terkait 2. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik.

Hibah kepada Mitra Binaan 3.980 19.240.599.024.994.300.295.203.69 131.000.941.626 14. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.353.30 125.108.000 4.651.408.191.196 4.789.79 129.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.397.230 4.000.96 276.282.03 159.00 atau 173.000.821.90%.050 20.39 116.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.000 4.370.97 152.77 181.000 780.000.990 2.008.00 atau 133.090.900.630 105.000 6.97 168.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.00 atau 95.617.024.948.338.874 438. Sumber dana : a.122.78 151.658. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.590.120. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.630.658.46 C.000 4. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.470 5. Penerimaan angsuran pinjaman c.000.590.000.35 78.470 189. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.378.65 137.560 1.75 2.703.087.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.133.242.118.860 173.000.590. Penerimaan bunga pinjaman d.400 6.667 343.35% dari anggaran sebesar Rp3.96 B.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.120.660 450.590. Dana yang tersedia : 1.068.27 63.026. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .22 11.000.00 tersebut merupakan 154.000.078.125.27 67.72 134.54 69.000 14.071.990. Realisasi penggunaan dana Rp6.000 208.000.60 174.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.00.370.000 3.244.740.00.634 0 4.008.370 217. Saldo Awal 2.196 932.400.240.408.000 401.117 491. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.090 124.090 343. Penggunaan dana : 1. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.282.119.98 104.993.087.026.841.623 22.11 153.000 616. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.401.703.832 275.606.770 39.633 338.295.526.

konsultasi bisnis. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.068.000 150.000.068.370.000.320 19.00 atau 168.000.000 780.00. forum temu bisnis.000. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.000.000 Realisasi 422.50% dari anggaran sebesar Rp130.950 616.000 121.900 52.00. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.062.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.00 atau 78.000.000 100.465.465.000.900.000.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.26 0.00 atau 0.200 644.000.99 35.320. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.000 130.00 80.50 19. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.000.000.99% dari anggaran sebesar Rp250. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. forum temu bisnis.98% dari anggarannya sebesar Rp780. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .895.000.71 78.000.000 150.370 Persentase 168.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.

319.295.542.614.026.63 211.433.182 13.888 148.000 211. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.175.353.562 1.978.000 339.145.000 12.295.370.250 1.319.500.726.000.850 129.000.2.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.814.09 256.030.175.294.50 190.250 231.157.000 1.450 404.03 233.94 211.202 940.260 1. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.600 1.000.40 227.042.030.319.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.75 168.10 1.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.420 194.14 64.000 1.156.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.000. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.726.000 200.306.888 1.00 atau 190.450 148.500. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .30 59.000.44 46.486.000.949.990.782 243.000.949.990 650.944.000.780.13% dari anggaran sebesar Rp1.574.000 12.433.030.500.201.000.00.600 932.94 1.000 30.150 454.000) 2.000.180.556.632 13.000 7.808. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.958.663.13 1.28 143.958.782 % 119. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.782. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.000.911.000 Realisasi 59.91 15.153.000 1.000.65 168.180.14 163.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.900 540.640 (129.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.000 0 1.958.000 200.050 484.026.31 169.242.806.06 46.000 1.15 202.000.218.000.600 1.562 2.50 190.

12 BPK-RI/AUDITAMA V . RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL.000. peningkatan kemampuan pemasaran. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4.000. peningkatan kemampuan modal kerja. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.108. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. Selain itu. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.00.000. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.00. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan.030. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan.000. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.b. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi.

403. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .557.252. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.00 Rp1.486. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.733.402.364.448. Rp69.827. Rp396.364.828.609.Rp21.227.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.209.500.895.192.00 . b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.187. Pinjaman macet sebesar Rp9.192.247.00).663.895.744.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.00. Dari sisa pinjaman tersebut.252.00 dan Rp9.00 terdiri dari: − Pinjaman eks. Kurang Lancar.c. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.500. d.648. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.848. sebesar Rp399.648. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.227.00.971.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00.564.882.00 dan Rp21.219. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.564.823.971.00 (Rp38.

0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1. SH.00 dan Rp486.− Pinjaman Kop.341. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.770. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I.BP/83.209. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.827. Sekretaris I.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.769.000.000.393. Ketua II.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.720.280.758.00 dan Rp387. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No. Tunggakan sebesar Rp1.061. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.893. Berdasarkan Akta Notaris No.404. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.260.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.00.425.00. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14.00 Rp4.440.402.428. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG.380.00.439.

Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.658. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.895.27 100.403.008.Indikator 1.370.282.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Efektifitas Penyaluran 2.848.00 x 100% 6.00 = X 100% 95. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.42 2.564 16.35 57.486.557 Prosentase 39.733.882 396.823.448 69.609.648.630.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .024.96 0.663 9.

564.50 Rp 99.614. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.448.733. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.00 Rp 52.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.025. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.201.403.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.00 16. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.557.665.367.733. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .75 Rp 0.893.911.86% = = = = = Rp 6.121.882.448.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.884. 7.00.893.00 75% x 69.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.403.895.884. b.486.00 x 100% = 40.00 25% x Macet 0% x 9. Realisasi tersebut mencapai 88.025.648.609.663.848.00 Rp 6.319.202.00 396. jika ada.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.958.823.782.

679.113.966.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.192. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.401.668. 3.223.171 44. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.691.386.660. Penyaluran pinjaman 2.904.598.323.660.764 1.725.616 3. 4.686.523.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .929.627. 2.686 39.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1.490 48.949. Hibah Program Kemitraan 3.294.966 1.252.860 243.461. Penyaluran 2.268 320.000 21. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.600 3.420 282.490 3.671.706.323.627.000 20.323. 2.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.947.304.166.075. 5.696.881 44.810 554.971 4.377.377.476 3.227 1.094. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.470 15.070 48.710.500.209.695. 20.364.

227.00 21.00.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.047. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.590.00 c.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.252.00 Rp 1. Program Kemitraan a.00 e.523.796.Pengembalian pinjaman 16.904.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .119.386.626.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.810.00 4.816.252.00 Rp20.364.166.660.171.909. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.941.000.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.000.422.000.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.171.000.364.397.150.203.874.904. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.929.00 d. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.000. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.386.854.227.679.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.240.00 Rp21. Bunga pinjaman Rp1.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.245.353.087.268.695. Bina Lingkungan a.642. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306. 2.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.113. 2003 Tahun 2004 Total .

00 4.00 Rp38.929.091.209.00 616.400.175. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.00.481.839.746.182.408.668. Program Kemitraan a.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.500.590.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.223.764. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.00 Rp38.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.461.668.00 Rp4. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.394.470.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .223.729.d 2003 Rp217.971.971.000. Bina Lingkungan a.192.574.602.075.948.513. Biaya Operasional sebesar Rp1.607.764.850.00 Rp 5.881.971.000.00 Rp20.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.00 Rp2.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.000.068.00 Rp1.288.600.370.754.180. Penyaluran Rp3.691.500.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.500.00 Rp3.000. 2. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.192.523.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.d 2003 sebesar Rp1.370.00.640.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.947.343.944.490.

600.00. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.600.03.145. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK.000. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V .094. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Biaya Operasional Rp15. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.205/07/HU.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13.d 2003 sebesar Rp1. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.949. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK. 8.c.

2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. melakukan survai lapangan.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1.q. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No.04.097/05/TU. memonitor pinjaman. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .

04. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. Selain mengelola dana program bina lingkungan. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. 22 BPK-RI/AUDITAMA V .02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.03. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. Selain itu. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi.Humas menjadi laporan PKBL. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina.d. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).

Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.000. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.800.00 dan Rp45.06/GCS.000.04. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri. 009.800. b. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005.000. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan.800.00. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.000. 011 dan 013/02/TU. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah. 007.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.000.000. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.

Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran.800. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian.000. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. 24 BPK-RI/AUDITAMA V .H.000. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. Kecamatan Gegesik.00. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi.535/09/TU. M.00.000. Berdasarkan Surat Perjanjian No.04. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. Anis. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. M. Sampai dengan 31 Desember 2004. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50. usaha tersebut masih berjalan.000. S. Kabupaten Cirebon.000. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan.000. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H.000.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002.00.00. Sampai dengan 31 Desember 2004. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45./ menantu H. Ikhsan Abdullah. b.

Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS.04. 25 BPK-RI/AUDITAMA V .000. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet.0297/04/TU. c. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Anis. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.00 untuk mitra binaan lainnya. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi.800. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No.

Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. d.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). unit pelaksana program BL adalah Biro Humas. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Selain itu. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.097/05/TU. Berdasarkan SK Direksi tersebut.04. Dengan demikian. Untuk mendukung pelaksanakan program BL.q. Selain mengelola dana program BL. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.

00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.145. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.00. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.000.000.000. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL.00. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.000.00 dan Rp44.730. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam.000.000.000. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.00.850. bantuan peningkatan kesehatan.195. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.000. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31.070.00.000. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.000.250. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.050. Sedangkan desentralisasi.000. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .00.d. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat.00.

maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.000.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat.00 kurang tepat sasaran. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan.SE. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL.145.

2480/08/KU. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian.e. PT PG terus mengupayakan penagihannya.475.000.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.00. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. terakhir dengan Surat No.575. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap.000.02.00.

948.00 .470.590.370.00 Sektor Lain-lain Rp 0.370.068.026.00 Sektor Pertanian Rp 538. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.554.00 Sektor Perikanan Rp 225.000.886.00 Rp 217.900.00 Jasa Giro Rp 13.068. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.000.000.941.000.000.000.00 Sektor Perdagangan Rp 2.00 Beban monitoring Rp 23.829.00 Rp 5.00 Sektor Peternakan Rp 688.011.00 Rp -195.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 E.00 Rp 6.658.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.658.00 Rp Rp 234.00 Beban penagihan Rp 39.203.00 39.00 616.400.00 Beban lain-lain Rp 11.000.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.000.158.703.000. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.320.00 Sektor Perikanan Rp 0.758.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.546.000. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.00 Rp Rp 250.00 Rp 452.000. Surplus / Defisit (D-E) G.00 Sektor Jasa Rp 250.000.500.344.087.590.00 Rp 4.286.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Rp 1.00 Beban Rp 53.401.000.300.00 F. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Sektor Jasa Rp 220.000.00 Bunga Deposito Rp 565.679.340.290.874.397.500.00 Sektor Perkebunan Rp 0.423.000.00 Sektor Lain-lain Rp 407.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.00 Beban administrasi Rp 48.000.626.860.000.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 Rp 5.773.000.000.635. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.024.500. Dana yang tersedia Saldo awal dana.235.671.824.

31 Desember 2004 Rp 44.687.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.671.00 Sektor Perdagangan Rp 0.564.053.616.447.364.113.d.975.135.00 C. 31 Desember 2004 B.000.000.764.00 Jumlah pinjaman Rp 38.971.000.d.947.553.525.461. penerimaan pengembalian pokok pinj.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.00 Sektor Peternakan Rp 2.000.00 Sektor Lain-lain Rp 1.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.00 Sektor Perikanan Rp 2.d.386.171. s.000.020.500.000.00 Rp 4. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.674.00 Sektor Lain-lain Rp 0.000.504.410.00 Hibah : Rp 1.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.446.00 Bunga tabungan Rp 192.249.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.695.268.00 Rp 2.00 Jasa Giro Rp 127.223.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.00 Rp 44. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.227.710. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.000.489.252.000. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.00 Ak.240.400.323.492.00 Sektor Pertanian Rp 0.190.d.881.476.561.900.860.d.00 Sektor Peternakan Rp 0.679.904.00 Sektor Perdagangan Rp 6.00 Sektor Jasa Rp 1.725.192.00 Sektor Perkebunan Rp 0.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.401.00 Sektor Pertanian Rp 16.00 Sektor Jasa Rp 400.00 .100.000. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.668.

00 0.00 Jasa 1.00 E K T O R Perikanan 2.000.00 0.000.561.00 6.489.000.000.00 Perkebunan 0.00 0.261.d.00 0.00 4.00 0. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.000.00 0.00 0.000.00 0.00 245.00 0.00 425.500.00 0. Jawa Barat 4.447.00 Peternakan 2.687.00 0.00 2.00 0.000.00 425.500.641.190.00 38.047.000.00 0.000.000.000. Jawa Timur 2.500.088.00 0.00 175.000.000.190.000.904.00 1.00 16.000.00 4.280.446.00 1.047.904.00 7.564.00 0.00 407.00 0.000.900.00 0.00 254.00 Perdagangan 5.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.065.000.00 0.228.00 0.00 407.403.000.048. Bali 5.00 0.900.020.000.240.00 0. Lain-lain Total pinjaman .025. Jawa Tengah 3.000.000.00 0.525.053.905.000.00 0.00 0.000.00 250.971.446. Wilayah Binaan S Industri 7.00 0.00 Pertanian 12.00 Lain-lain 1.00 2.00 245.765.192.00 4.000.000.000.00 0.00 1.780.00 0.00 0.00 0.240.564.500.000.240.000.000.00 0. Nusa Tenggara Barat 6.135.447.00 0.00 Jumlah 32.000.500.471.00 0.00 0.00 0.

00 Rp Rp Rp 16.00 0.00 Rp 0.00 16.364.00 Cicilan Revolving Rp 21.00 0.087.00 Rp Rp 0.00 0.00 Rp 0.00 .00 16.888.00 16.011.888.417.100.000.181.484.00 0.00) Rp Rp 16.227.252.784.00 1.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.243.011.888.848.00 0.00 0.417.00 Rp Rp 0.417.888.401.011.00 0.011.00 39.557.590.00 (381.00 Rp 16.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.901.00 0.860.417.664.609.973.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful