BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu audit meliputi pemeriksaan. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. Menurut pendapat kami. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. dalam semua hal yang material. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V .jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. atas dasar pengujian.

menurut pendapat kami. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. Register Negara No. D-1416 Jakarta. dan. Ak. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. dalam semua hal yang material. Misnoto MA. Drs.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. disajikan secara wajar. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.

1/9/2004. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. Undang-undang No. c. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. e. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. Dasar Penugasan a. Undang-undang No. b. d. Undang-undang No. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. 57/ST/VII-XV.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. d. Kontrak. vi BPK RI/AUDITAMA V . Undang-undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. b. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-undang No. 23 F dan pasal 23 G. c. Undang-undang No. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. 2. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik.

KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. 319/KMK. n. l. Undang-undang No. Undang-undang No. Keputusan Memperindag No. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. Keputusan Menteri Keuangan No. 18 tahun 2000. p. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. o.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. 12 tahun 1998.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. Peraturan Daerah (Perda) No. Keputusan Memperindag No. s. Keputusan Menteri Pertanian No. 7 tahun 1991. r. 70/MPP/KEP/2/2003. i. q. Undang-undang No. h. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. m. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. j. 16 tahun 2000. Keputusan Menteri Negara BUMN No.f. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 17 tahun 2000. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Peraturan Pemerintah No. vi BPK RI/AUDITAMA V . g. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. Keputusan Menteri BUMN No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Undang-undang No. k. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 107/Kpts/SR. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN.

u. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. y. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik. x. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. w. vi BPK RI/AUDITAMA V . z. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. v.t.

328 17. 3h.718.445.142.895 23.695.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 . 7 8 9 16a 21. 5 347.289 34. 11 2.880.237 29.393 187.096.816.384.145.314.407 1.359 57.429 13. 4 3g.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .688 2.244.833 44.248 3p.127.678.369.434.016 256 1.162 718.629.328. 3n.266.621.441 3j.120.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga . 3i.065.908. 16c 3m.360 219.309.783 3i.516 63.333 dan Rp 249.268.890.670.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.002. 6 152.460.789. 3l.216 dan Rp 981.209 dan Rp 506.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.077.264.287.756.117 887.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.840.861 3o.409 469.028.928 136.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.209 47.592. 12 13 1.515 3.827 13.004.814 335.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.406. 10 3s.677.925.825 dan Rp 10.072 85.577 14.823 1.253.077.464.859 1. 31 3k.560 2.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .774 618.030 69.537 249.160 560.409.042 dan Rp 1.256 19.404. 3l.374.

992.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .018 43.198.565.838.511.059.886.348 33. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.759.903 2.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .725. 29 519.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.s.150 794.895 8.939.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham .300.047 91.374.853.197 2.910.960.296.420.640 4.039 2.654 22.1.021.890.b 17 18 19 20 21 143. 22 15.309.878 2.426 137.931 667.456.249 1.263.363 20 21.939. 3l.563.s.864. 15 774. 16.713.c 31 73.069 90.449 87.372.176 23.295 551.813.199.Nilai Nominal Rp 1.889 108.324 117.860.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.462.160.000 334.625 23 396.692.396.960. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.993.435.328 854.265 46. 3.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.550.826 1.846 1.631 437.a.756.637.117 396.881 14.637 5.421 897.001 8.293.171.191 3.000 288.165.714.f.869 124.000.879.860 18.514 31.757.555.426 115.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .715.323 58. 16.420.986 622.596.000 per Saham Modal Dasar .

015.023 (124.332) 292.r.094) 126.s.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.688 (68. 16.562.373) 119.267 3.099.244.477 3.189.020.642 2003 Rp 2.173 (2.191.211) (171.711. 27 107.372.643 (3.020.683 (60.265 (143.207.429 (54.708) (86.213.015 (87.296) 110. 24 3.921.902.831.651.705) 198.r.731.819.982. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .875.623 170.837.486.969 (1.150 119.194 (2. 26 (179.954.685.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3.477.908) (72.166) 729.306.714.r.292.413) (437.r.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .r.526) (375.458.455.440 3.759.859) 207.044.196) (17.615.845) 124.320) 582. 28 (93.065) 50.382.648.460.145 3.523) 17.425) (159.810.081.c (71.328 (74.569.173) 181.979) 13.943.157.934.107.500.819) 108.

658.558) (7.372.000 396.280) (1.414 854.988 108.280) (1.377 (7.199.420.863.696) (1.759.863.039 124.414 334.180) (43.353) (2.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.759.372.087.747) (932.243) 377.590) (2.243) (46.353) (932.558 (46.328 (60.658.509.793.125.000 396.759.566) 124.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.992.735 288.123.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.372.150 (47.210) 1.696) (1.123.509.423.879.175.235.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.420.566 2.328 (60.059.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.087.333 108.196.180) 2.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .326 108.125.285.889 43.741.097 137.793.196.210) 668.353) (932.150 124.442.890 40.377) (2.534) (1.534) (1.046.353) (40.061 794.540.540.420.175.590) (2.150 (47.637) (932.

910.779 2.986.033 91.885 4.618 202.579.911.709 2.733.192.351.432.214 104.793.314 7.455.470.350.605.459.138.764 65.532 129.856.534.258 85.585.621 190.245.158.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.548 3.364.651 1.480 180.822 90.758 200.270.358 6.000 295.277 71.129 7.000 247.669 144.969.599.869.284.258 525.421 Investasi Rutin 97.579.771.524.827 9.273.021.768.568 347.016 Jumlah Penerimaan 184.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.060.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.364.286.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .870 102.016.083 4.552.572.879 64.825 103.250 184.600 382.144.256.653 576.496 102.474. Asuransi Biaya Jasa.892 52.350.127 149. Retribusi.679.570 2.807.027 73.979.955.180 513.286.441 152.511.848 305.741 281.054.638 3.298 273.514.179 (125.600 199.760.074.400) 128.588.913) 1.930 18.576.829.902.202 3.316.224 9.262.531 (94.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.929.529. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.512.058 215.773.264 41.796 6 .483.127 189.584.400 590.919.960.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.752 63.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .226.261.302.346 Jumlah Pengeluaran 234.092 16. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .

577.181.577.510.684 153.634.141.077.845.845.291 7.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.145.735 1.228 335.033 260.393 11.411 176.507 156.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.421 347.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.677.096 1.688.033 7.688.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .677.709 335.814 260.181.291 252.727.145. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.742 182.428.634.404.893) 2003 Rp 55.099. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .604.735 1.

pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. Teddy Setiadi Drs. Ir. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 .98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi.Th. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. khususnya di bidang industri. Tambahan Nomor 722. Sahala L Gaol Ir.04. MSc Ir. SH. O2. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b. MA Dr. diantaranya adalah pupuk ZA. 84 tanggal 20 Oktober 1998. notaris di Jakarta. UMUM a. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. Tambahan Nomor 5870. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Suhendro Bakri.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. Alf3 & Cement Retarder. SP36. terakhir dengan akta notaris No. Phonska. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. Urea. Ato Suprapto. Arifin Tasrif Ir.01. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98.. perdagangan jasa dan angkutan. Dewan Komisaris. Selanjutnya. H2. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. NH3. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr.

01.808 Gresik Gresik Perbengkelan.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983. SH.382. SE..900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs. 20. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3. MM.032.146.99 % Rp 59.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59.80% 1.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja. Nugroho Purwanto.968. Ir.13% 9. Bambang Tjahjono. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.47% 13. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20.034 pada tahun 2003. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk.640 Rp 61. Ak.000.00% 35.262. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.392 Rp 14. Bambang Setiobroto.BAT Ir.000.089. Firdaus Syahril Ir. T. PT Petrosida 8 .G Yudara. SH. c.00% USD 26.00% 50.HT. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N.00% Rp 18.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4.

01%).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan. 2. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk.00%). 69. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi.HT. SH. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C. Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. ii.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. 9 . PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. Mitsubishi Corporation Tokyo (20.01. Modal dasar.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99.00/MMBTU. ZA. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar. memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri..400. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2.00%) dan Nippon Kayaku Co. Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. Ltd Tokyo (20. iii.00%). TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta.500.000.000. b. Kemudian. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No.04 tahun 2000.016. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003. Disamping itu.751. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1.

dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : .00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1.USD 1. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1. 356/KMK. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%. ZA. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. 319/MK. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 .130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan. .00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK.30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK.00 per Kg e. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No.600.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.050.USD 1. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1.400. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. d. Pupuk Non Urea (SP-36. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR.

Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. d. Bojonegoro. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. b. Magetan. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. 3. waktu dan mutu. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Nganjuk. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. investasi dan pendanaan. harga. Madiun. f. Jombang. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. tempat. Kota Madiun. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Ngawi. Dalam pertengahan tahun 2004. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Lamongan. Ponorogo dan Pacitan. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. c. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Tuban. jumlah. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. e. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. Sedangkan untuk tahun 2004. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian. Pada tanggal neraca. maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. 12 . h. Pembukuan PT Petronika. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. g. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. f.

1 tahun 0% 1 . baik langsung maupun tidak langsung. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 .2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value). maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas).000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan. Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. j. Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method). l. Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. dinyatakan sebesar biaya perolehan. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%.000 (seribu Rupiah) per satuannya. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). k.

alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. v). atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. Perusahaan asosiasi (associated enterprises). Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. m. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. mengendalikan atau dikendalikan oleh. Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. subsidiaries and fellow subsidiaries). direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). ii). dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. Perorangan yang memiliki. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. iv). iii). direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. 7.

r. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik).000 Rp 10.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban.000 Rp 50. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun.000 Rp 10. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. n.000 Rp 5.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. o. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. q.000 Rp 25. p.000 Rp 5. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i). Biaya jasa lalu. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap. (ii). Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan.000 Rp 25. (iii). Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya.000 Rp 50. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 .

. Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. 16 . Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan.Pada akhir tahun. . maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk.

yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan. Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. t. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. 17 . Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. s.Pada akhir tahun. Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. . Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. .Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 . Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan.

469.393 5.716 23.673 4.889 6.446 66.749.764 4. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.653 21.286.561 14.803.448.784 191.310 9.325 226.494 81.527.560 .526.382 15.000 6.780 3.650.926.465 177.308.814 171.533 40.954 5.044.557 347.089.268 4.192 196.696 217.916 4.404.765 25.491 37.443.079 7.120 52.899.041.573 763 312.323.358.269.374.729.064 44.000 335.565 5.169.063.393 1.892 4.677. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.011 22.880 83.234.269 21.583.012.849 6.355 273.163.649.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.814 347.605 310.521 13.363 22.788 7.316 152.922 237.420 306.511.262.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.704.793.764 12. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.150.203.760 3.083 224.404.377 8.002.568.185 334.621 137.080 14.

607 123.784) 152.085 3.960.143 7.244.670.483.845.291.360 145.547.186.521.580 (6.869 3.043.062 4.333) 219.481.870 8.826 2.623 3.747.361 (249.448.713.766.116.759 20.550.841 3.912 10.072.244 13. 19 .130.880.520.237.696 (7.320 368.235 93.700 143.294 3.520.420 250.520.096.509 8.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.373 3.574.913.078.391 7.591 28.260 43.869.972 3.248.783 406.937 359.253.323.815.001.860 191.725 910.250 14.256 7.253 28.004 (1.872.116 (714.502.406 12.643 (1.807.197.515.983. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.008 1.346.137 17.043) 187.376) 406.283) 249.885 42.897.287.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).976 110.866 219.907 106.742.793 413.540.320 81.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.067) 402.733.120.874.266.577 402.892 193.607.600.600 3.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.981.550.903 44.258.744 403.117 153. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).448 2.655.478.

623 23.223.652 (9.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.161 421.805.978 24.023 (10.006 (10.424 731. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .188 (506.162 4. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.194 (11. Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.706.237.963 2. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.034) 35.567.000 1.943.441 5.283 29.344) 26. karyawan).030 1. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.620 277. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .827 12.199 3.989 22.850 8.145.371 (1.249. 6.385.868.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).059.779) 13.150.569.500.825) 14.027 2.028.579.148.156.718.989 15.092.264.148. tanah.782.153.289.013.755 23.434.673 21.980 22.409 26.352.911 37.747 13.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b.680 1.784 7.449 5.400 46.591 307.394 6.209) 21.617 2.367.470 835.579.341 2. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a.266.120. bangunan.120 337.038 4.029.162 35. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).225.879.347.806.652.990 365.678.024 771.565) 13.850 .

915 322.703.101.471 66. Coils) Sub Jumlah c. listrik.717 6. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.607 161.256 119. sewa tanah. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33.168. BPMC. jasa pelabuhan.070 174.822.484.140 31. Coils) Sub Jumlah b.751 20.760 110.105 3.279 50. Tepung. Tepung.086 18.626 42.593 1.417 255 9.013.918 60. sewa rumah. Flowable. Flowable.673 9.700. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .466.231. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.155 4. Persediaan 2004 2003 Rp 228.033 30.576 34.960 92.361 128 78 353 35. steam.320 66.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.925.520 11.037 2.880 404.637 a.698.334 43.120.419 50.263 700.478 842 88 Rp 126.375 6.957 7.612 1.636 9.459 13.943.598 31.228 381.399.999.605. dll) Pestisida (Cair.998 597.127.496 2.757.701. dan lain-lain (lihat catatan 30).789 4.172 21 101.224.054.508 8.379 2. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.183.864 73.227.460 234.658 16.698 993.383 9.231 37.021 152.639 99.588 5.221 165.140.679 30.171 450.128.747.951.008 67.354 11. Padat.489 526 131 386 52 .489.090.716 16.746 11.249 8.854 454.574.602 11.611 119.261.241 67.871 274.729 19.591.136.032.389 27.006 8.902 161.264 93 7.487 Kuantum *) 178.134 39.165 3. 7. DMA.334 10.056 7.828.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.611 5.705 3.592 7.850 Kuantum *) 130.195 771.207 2.218 46.758 32.033 337.468 92.494 43. Padat.682 31.589 194 199 43.

pestisida cair.280 58. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).442.464.951 44.314.439 2.510. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.786 14.639 174.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14.271 7. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.334.585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.721 1. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.178 3.000.639 9. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.578.391.000 2. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).706 718.634.914.244 3. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.256 .336 dan Rp53.023 85.658 2. 9.831 16. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.280 57.071.334. flowable dan coils (dalam satuan ltr).833 29.558.620.298.550 47.671.418.243 1. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .229 5.789.808.460 7.409. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42.102.894 20.233. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).565 36.359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.416.314.310.695.915.004.330 6.327 85.335.402 65.328.622 134.753 469.080 2.304.877. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.812.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.677.907.755.367.072 Kuantum dalam satuan ton.185.529.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No.masing sebesar Rp64.

850 289.530.519.430) 20.00% 35.273.500 34. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.005 40.531 3.342 63.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.343 69.592.357.00% 1.360 4.190.957) (1.00% 50.742.990.47% 9.474.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.040.328.190.00% 50.091.203.040.80% 5.500 34.219 281.219 281.596.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.873 1.005 40.091.434 (42.474.723 21.250 260.00% 2004 Rp 21.303.742.431 17.964 (744.279 5.849 15.250 260.273.849 15.818 Selisih Kurs 2.530.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.990.617 281.190.643 1.531 3.226 2.250 260.032 292.041.000 1 28.776.982 6.818 23 .773 541.470) (851.602.474.774 2003 Rp 18.818 17.592.077. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.192.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.849 15.742.552.873 1.724 14. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.250 260.229.552.602.981 6.360 4.022 15.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.328.500 34.022 15.000 1 28.309) 875.269 817.776.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.219 281.500 34.076 Saldo 31 Des 2004 21.

PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam.385 lembar dengan nilai USD 2.182. b. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261. Metode Biaya Potash Mining.000/lembar.500 atau senilai Rp14.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit. Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo.500.318.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5.000.013/1990 tanggal 5 Juni 1990. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar.154. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.692. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.82% menjadi 1.073.108. Sesuai resolusi para pemegang saham. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung. 24 . Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.385.400.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145. Nomor 36 tanggal 18 April 1990. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. SH.000..250. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik.750.47%. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4. SH.946. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny.

303.533.074.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4.510.988.577.995 16.535.612.161 52. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.350.365.456.341.350 lembar saham.547 39.577.000.128 1.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.395.776. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.661. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.490.007.241 42.566 321.544.237 Penambahan 7.724 14.426.220 3.283 55.812 2004 Pengurangan 416 4.604.131.551 398.819.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.595 3.150 331.299.216.908.643.011.819.566 321.000 dan telah disetor sebesar USD 1.857 5.198.283) (55.206 2.422.954 11.422. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.123.463 75.093 42 550 193 Penambahan 498.124.604.559 3.002.576 4.000 atau 12.045.646.646 (2.388.000 131.321 789.527.711. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.699.409.848.134.120.245 3.927 75.680.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.979 22.463.408 152.080.556 19.795 2.390 1.813.183 1.997.13%.195 17.568 42.821 498.619) (152.050 1.782 46.011.982.200.062.319 2.438.025.821 8.961.501 3.056 1.031 46.085.566 321.403 atau ekuivalen dengan Rp2.721 3.383 23. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.572 1. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.899 64.434 50.355 26.031 46 085 979 .445.091 Saldo Akhir 29. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.422.961. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.201.027 1.919.283.228.526 99.341. 11.438.180 107.305 7.832. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.390 1.212.456 214.976 14.486 Reklasifikasi 2. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.039 200.798 216.394 717.136 8.388.869.422.443.779 191.099 2.278.011.340 45. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.027) - Saldo Akhir 29.530 981.000 111.077.802 887.470.450.280.

179 68.027 1.305 1.643 90.278.238.313.401 928.577.542.982 40.379.913.292.802 887.masing sebesar Rp1.011. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.604.700 3.988.566 321.422.228.550.408 152.578 2.398 37.289 .771 185.432.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.540 111.242. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.696.969.463.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.916.039 200.762 373.346.195 17.593 Penambahan 498.327 232.919.200.797) - Saldo Akhir 29.085.979 22.306 1.341.429 29.328.445.869.379 15.547 39.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.480 17.856.711.574 14.035.500 79. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.213 3.475 51.027 116.119.588 148.136 6.083.589 9. 12.941.706 (16.840.626.123.088.167 17.756.961.106 216.163 6.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.477.623 dan Rp3.508 8.136 8.025.572.050 1.595.215 649.510.303.144.154 8.566 321.643.679.041 894.051 373.365.514.530 981.326 8.470.816.280.847 5.941 Reklasifikasi 15.941.193 21.044.408 152.007.422.220.401 928. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .490.149 2.392 2.225 16.963.753 1.675 99.940.299.093 42.463 75.031 46.355 26.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.837 1.612.942.433 90.408.577.679.145 6.443.099 2.390 1.212. seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).394 717.212.178 862.154 3.340 45.768.091 909.721 3.252.

784 610.000 2 1.500 3.552.800 23.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.790 580. 27 .496 714.460.400 1.000 1.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).062 342.800 1.406.108.182 1.317. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.800 34.634 342.281.514 1. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi. Biaya . 13.496 759. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.291 612. jaminan botol. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.300.281. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.784 56.

995. b.56 82.695 312.860.999.276.387 281.000.56 131. 28 .335 437.939 190.178 774.000.350.330.600.88 21.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.650.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.347.771.141.000.811.000.430.50% 4.364.perubahan perjanjian kredit. Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.296 5.456 531.375.03 9.564 125.833.00 10.13.876.043.020.246.000 916.100 20. SH. Notaris di Jakarta.6.75% 4% .865.50 3.00 16.000 155.10 12.347.789.000.553.03 13.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15.248.911 312.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.6.997.463.248.796.900 242.900.742 32.610 130.78 2.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .939 190.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.000.000. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.000.000 712.000 50.000. c.551. dari Lindrawati Poernomo. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20.789.41% .028 151.957 23. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.950 33.750. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.841.171.171. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.100 3. serta perubahan .Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .342 86.00 14.88 43.000.00 25.00 57.731.146 USD (Angka Penuh) 10.989.665.000 2003 Rp 84.18% .000.80% .00 14.000.000.000.00% 10.312.324 2.246. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139.347.020..427 110. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.000 10.14.296.000 92.000.283.

25 September 2025) seluas 174.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No.000. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.000. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI.000.Kec. barang setengah jadi.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .000. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10.000. Kab.000. c. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar.000 dengan rincian sebagai berikut : a. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 . 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. Gresik. dengan tingkat bunga sebesar 5.000. Kab. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10. PT Bank Negara Indonesia Tbk a.25 September 2025) seluas 24.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia. Seluruh persediaan bahan baku. Kec.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005. bahan penolong. Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105.000. Mesin . PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 .16% per tahun.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004.000.000. 2 (dua) bidang tanah SHGB No.000.000.000.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. b. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No.000. 29 - - . barang jadi yang diikat secara Fiducia.490 m2 terletak di Desa Romo. bahan pembantu.5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. Manyar.000.

700.000. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No.131 tanggal 17 Oktober 1994. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. DNW.000. 30 .000. b. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi.perubahannya.NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15.COP/COD. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang . KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight . Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No. dengan bunga sebesar 13. SH. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. notaris di Surabaya.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading ..COP/COD. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005.. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. DNW. SH. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.COP/COD. DNW. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. SBY. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. terakhir dengan addendum III No. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan . Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . notaris di Surabaya.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.IDB (LITF .83%. Akta No.

seluas 15.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar.000. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.48% per tahun.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. c. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. A. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note . Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9.000. dengan maksimum sebesar USD 5. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. Jawa Timur. sarana pelengkap. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. Kabupaten Gresik. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar.000. 31 . JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No.000. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No.30.000. Kecamatan Gresik.000 m2.000. Propinsi Jawa Timur.47% per tahun.perubahannya. b. terakhir No.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a.000.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. dan bangunan berupa pabrik.000. PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. Deferred Payment Credit Facility .000. Clean Import Loan Facility . Documentary Credit Facility . Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005.000.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736.BOX 107. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun.000. dengan maksimum kredit sebesar USD 5.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3.Yani PO.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit. Desa Ngipik. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. 11 Desa Ngipik. terletak di Jl. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No.000 dan dibebani bunga sebesar 5.

534 188.496. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.270 8.026.986 28.480 11.900.915 17.916.691.924 33.860 7.830.151.529 703.939.138.320 10.713.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.530 19.698 45.464 43.526 146.009.477 1.076 388.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.896 62.228 351.426 .643.624.601 753.447 1.939.680 18.426 2003 Rp 14.164 992.208 81.607.027 1.589 117. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.284 12. Hutang Pajak 1.518.714.600 1.473 16.896 65.414 426.900.423.065.983.289.918 833. Pajak Dibayar Dimuka 79.454 3.960.791 509. Perpajakan a.982 160.198.404 837.153.198 126.783 16.895 6.052 90.413.001 126.025.209.744 109.208 2004 Rp 2003 Rp 13.244.348 109.600 980.652.627 2.652.404.778 270.410 277 8.681 27.181. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

045.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .072 3.472 13.000 88.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .291.108.857.017 53.23 186.903 2.245 66.352 2.816 51.208 639.160.788.757.247 46.828.144.709 12.432. 19.408 663.801 308. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.258 43.694 17.296.779 10.119.163 9. Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.372 82.063.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.019.563.326 2.419 12.557 .913.265 2003 Rp 22.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.829.000 27.801.783 31.451.27 63.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) . Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.343 286.119.532.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .Fasilitas Tunggakan Bunga . Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.864.167.50 33.000.021.983 74.77 152.284.701 18.411 8.602.965 235.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .313 398.247 4.876.558 21.562.892.226.137.50 33.865.474.600 58.563 45.Pinjaman Pokok .000.091.827.227.535.572. BTN dan lainnya.114.530 388.068.73 36 37.341 5.171.Proyek Prasarana & Utilitas .066.

164 4.00 1.50 72.654 8.832.800.14.000 ton.Fasilitas Tunggakan Bunga . Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.000.640 519.167.41% .798. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).50% 4.511.Pinjaman Pokok .432.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .572.779 10.6. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.798. NPK .500. 7.000 22.800 87.303 25.Proyek Pupuk Eks.800 143.5% + 0.218.6.163 2.734 25.500.00% 10.022.779 10.813.75% 4% .Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.164 4.163 9.18% . dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.022.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.000.800.469.637.75% 37 .80% .13.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .000 22.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .694 8.903 551.224.00 15.832.Proyek Prasarana & Utilitas .680.572.50 7.000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.176 1.715.432.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.218.

75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29.IDB (LITF .1 34.4 4. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.0 93.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.4 Tunggakan Bunga 4.800. SBY. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994.6 10.1 milyar.1 milyar dan denda Rp42. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .3 milyar.700. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK.6 42.7 19.0 15. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.4 4.000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9.300.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .COP/COD. B.6 10.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No. Pagu pinjaman ini adalah USD 136. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun. No. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah.4 4. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.4 4. DNW.0 15. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .4 22.1 10. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.000.perubahannya terakhir Addendum III No. tunggakan bunga Rp22. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.5 29.4 15. 38 .100.000.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.6 10.0 Denda Jumlah 14.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93. Akta No.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.

persediaan dan tanah. c. b. Notaris di Gresik. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif. unit pompa booster. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto. 7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat). Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .000.490 m2 beserta jaminan . 69 seluas 395. SH. 39 . Pagu fasilitas ini adalah Rp49. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama.680.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. Kecamatan Turi. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. SH.. 2 seluas 112. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air. Pagu fasilitas ini adalah Rp41. tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin . Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran.mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO. Kredit Investasi Bank Mandiri .285. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No. Exim .575 m2. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.KI/ 2004.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. tanah dan bangunan terletak di Kec. yang berdiri diatas SHGB N0. Manyar. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005. 70 seluas 24.000.SBY/007/PK . Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan.193 m2. Kecamatan Gresik. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. serta unit ship unloader dan belt conveyor . tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4.000 dengan suku bunga terakhir 14.000 dengan suku bunga terakhir 14. Kredit Investasi Bank Mandiri eks.

910.986 .193 m2.550. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).129 4.944 4.531.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.171 4.352 1.5%.685.887. 2 beserta jaminan . sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.KI/ 2004. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4. Perjanjian ini telah mengalami perubahan.500. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15.803.SBY/009/PK .000. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2.555.000.. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13. Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.887.263 2. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.421 22.136.992 1. Notaris di Gresik.924 256.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ).040.012.456.400. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.500. 70 .811.120.550.158 739. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3. yang berdiri di atas tanah SHGB No. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun. 21. PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.114 28.000.293. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.687. III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.249 23.235 3. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.844.154 611.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4.000.491.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No.408 24. Pada tanggal 5 Desember 2001. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d. yang berdiri diatas tanah SHGB No. 69 seluas 395.

Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun.403 7. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.033 7.197.300.810. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.000 10.784 1. SH.695 1.784 2. Dari jumlah tersebut 396.094.000 per lembar.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b. Netty Arni. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.000 396.396.99% 0.420. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a.000 telah ditempatkan dan disetor. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.000 41 .01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.410 10 396.695 905.611 15.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah..197. 1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.420 lembar atau senilai Rp396.094. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.625 2.280. Modal Saham 278 1. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.822 7.01% 100.420.462. Notaris di Gresik.000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium . 22.846 (571) 905. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.000.00% Jumlah Rp 396.729.189. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun.611 7.033 14.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.819 3.729.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.410.

985.335 - 19.158.769 128.227.682 195.306 2.820 33.698 3.489 (2.843 495 94 64 - 919.759.634.993 88 14.340.942 31.683 72.040.598.585 84.509.878.114.263.482 557.391.075.724.381.091 2.656.260 265.015.100.055.978 177.063.210.486 5.566 426.839. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.307 94.166 (2.076 110.909 74.156.001 3.391.174 183.847) 3.580 - 42 294.791 77.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).364 4.439 45.894.998 239.286 .839 115.918 221.169 5.971 1.401.304 2.389 95.972) 2.176 1.970.550 119 119 673 895.290 13.597.786 257.999 150.674.270 44.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.758 - 175.884 489.977.584 276.044 26.872 26.896 2.662 10.146 54.534.396 41.877 3.379.959 65.524 2.002 30.603.599.273 45.127.642 10.773.519 3.312 2.051. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.362 314.912 47.587.729.012 2. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.927.991 98.993 399.018 47.372 51.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.381.666.410.872.792 166.916 112. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.083 30.815.391.910 21.023 30.116 652.136 149.811 70.873 13.614.294 234.193 597.234 528.881 2.036.368.285.251.512 432.703.081.875.020.837.960.120 25.231 460.709.795 11.764 15.398.440 23.391.160.774 2.908 446.548.881 726.119.304 683.571 484.949.656.455.43% dan 10.064.236 217.626 78.972.955 106.562.

270 44.196.656.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.057.005.121.280 90.119.918 221.851 24.362.106 1.055.834 14.139.4D Amin/For.480.321 4.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.580 3.156.872.630.196.633 Produk (Flowable) 134.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.394 16.800 78.767.949.482 210.062.896 2.194 92.361.142 7.762 1.839.194 Carbofuran CO2 Cair 6.500 336.950 933.423.164.037.141 871.246.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.764 1.894.970.320.485 371.748.455.896 2.173.180 60.642 Kuantum 9.887.847) 3.154.184.338.100 4.653.667 2.071 1.007 2.935 2.903 3.392 3.773 2.751 Formulasi 2.161 4.210.645 1.489 (2.121.914 1.020.878.972) 2.644 68.466 Produk (Tepung) 20.927.056 2.091 535.240 159.084 575.978 68.325.166 (2.110.660 3.525 5 2003 Rp 8.304 683.875.688 Crude Gypsum 77.221 1.070.513.807.122.347 557.997 3.080 3.979.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.922. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.053 180.160.862.912 47.855 9.919 132.974 7.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.759.990 730.904 39.185.661.367.905.367 1.781 - 43 .618 227.242 2.055 775.319 4.780 2.057.007.577 100 761.330 177.357 106.092 5.332 1.686 195.338.982 Produk (Coil) 1.947 120.935 717.040.910 3.398 102.410.216.124.791 77.102 11.493.837.378 5.764.502 1.599.950 2.851 8.702 1.341 2.821 1.425 5.356.389 285.503.998 7.667 5.365.857.698 3.

865 2.573 65.426 (641.107.066 178.974 33.038.766 2.550 119 119 673 757.458 1.293 415.720 166.843 495 94 64 - 944.768.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.009) (170.428.795 9.764 2.464 419.164) 3.794 238.338.855.326.993 88 34.236 151.735.204.231 460. 25.112 5.602 158.470 1.900 .500.429 370.386.140 357.112.403.858 82.391.495 336.856.346.603 (99.982.543) 2.800.334 2.684 187.356 30.416.073.887.934.817.836 (3.307 94.619.193.076 110.491.489.742 53.752.616 2. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.197.488.232 218.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.911.333.355.858.751 (539.534 243.888.292.543 (6.745.559 24.685 10.571) 88.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.128.234 528.128.294 225.713 227.317.981 103.617 192. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.025.044 92.718 551.194 633.06/2004.977. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.974. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.306 2.973) (94.108.508 114.256) 3.455 18.958 578.136 9.587 81.491.277.249.182 (92.013.264.220.552 44 726.083.455) 141.464 98.542 259.419 130.567 66.888 234.440.099. 319/KMK.974.972 92.820.574.334) 2.849 460.890.168.971 32.380.753.515.615 3.

542 2.108 1.786 326.168 198.074.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .792 166.432 26.051 33.146.769 36.588 14.410.662 6.754 10.607.884 4.382 4.342.975 1.148 3.702 1.343 91.244 1.455.538 861. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.971 1.525 5 - 129.768 1.538 3.997.459.150 21.799.610.398.026.931 7. 45 .247 4.056 2.391 1.652.850.585 405.642.292.087 622.027.367.830.790 177.727.708 10.914 80.658 1.976 3.604 37.097 76.069 67.369 1.486.232 31.098 4.490.007 41.107.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.900 21.111.333 1.099.804.613 3.130 23.008.982 3.887.931 141.543.403 82.500.010.144.501 9.579.852 52.505.213.910 4.142.007.280 90.16% dan 6.625 2.791 47.709.971.915 559.340 247.306 12.377.314 74.953 4.296 987.424 828.58% dari jumlah pembelian bahan baku.672.801 2.655 4.292.255.660 60.799 3.364 7.980 1.168 2.424 82.095.558 9.165 (1) 109.668 9.450 2.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .525 176.416 3.092 1.658 767.683.071.530.406 2.530 762.507.238 856.288 40.168 47.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.359 7.989 532.700 132.148.362 314.274 6.526.546 81.309.108.785 - 187.003 3.698 833.017 342.000 373.350 52. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).989 5.Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.

286 179.058 17.477.207.526 375.673 122.630 13.176.934 6.556 1.497.163 1.303.332 2003 Rp 104. Beban Usaha 2004 Rp 139.560 56.516.202 3.658 353.466 72.842 6.492.781 8.232 11.344 396.883.524.161 1.740.058.827 129.000.028 1.818 29.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.667.068 1.865 60.414 758.267.418.142 1.425 58.202.163.211 62.510 10.920 5.133.053.391.721.182.943.317 3.125.530 45.857.522 55.024.149.045 71.337 31.460.371.405.153 151.271.508 15.791.655 3.397 3.513.675 1.163.924 16.201 5.573 11.805 246.547 86.923.971.745 15.256.762 171.883 1.803 34.710 20.081 1.413 437.080 16.609.853.121 13.845 1.325.547 274.218.648.945 51.641 143.270 4.685.829 4.601 5.771 1.173.807.179.355.179 159.908 31.660.744.537 5.074 21.347 6.366 1.836 979 2.708 34.194 546.123 1.044.994 22.891 1.548 3.844.389.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .083 5.709 387.820 1.446.244.550 951.336.

Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.461 26.861.488.281.065 50.950 22.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.158.384.399 6.213.312 68.991 1.029.366 4.995 14.521 2.044 26.812 1.563 14.212.487.790.004.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .884.082 91.941 485.049 5.998.922.831.252 1.192 12.019.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .598 17.167) 124.191.010 119.687.222 (567.933 1.173) 10.382.560 6.521 3.711.314.941 1.055 5.155 107.501.406 19.489.305.287 34.883 2.222 280.780 412.709 299.911 2.548 22.918.811.196 (17.168 15.935.858 11. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.316 59.233.100 689.038 7.009.937.697 21.902.291 5.623 47 .701.023 89.482.

303 439.591.290 2003 Rp 8.73 421.236.724.257.408 868.15 3.341.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.934 1.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.651.88 91.500.611.630.82 3.800.335 43.734 495.530 27.844.483.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.601.856.97 82.820.361.632 23.014 Mata Uang Asing (USD) 2.88 5.746.882 12.11 2003 Rp 21.58 4.11 7. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .06 2.417 93.133.186 22.798.50 53.863.074.124.27 567.356.409.766.091.145 2004 Rp 9.246.38 102.701.465 48 .506.407.717 1.54 2.508.789.681.625.529.558 23.42 687.649.819.307.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.876.750 764.505.27 43.839.269.16 1.360 4.165 14.561.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .005.279 116.701.104.091.703 41.705 29.658.090.898 11.721.082 15.300 34.080.029 3.176 61.353 17.832.50 2.469.443.479 13.486.98 1.120.518 100.224.829.488 774.14 10.56 6.496.337.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .914.162.70 144.874.407.222 26.424.425.621 72.35 1.917 87.761 1.347.248.446. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.137.814 5.696.777.096.261.12 Rp 31.83 154.537.946.812.270.00 51.194 366.982.105 10.099.364.146.803.93 13.639.930 26.513.774.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .911.502 3.104.392.215.291.438.119.15 1.417. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.

PT Petrokimia Kayaku .PT Petrosida Gresik .065.775 2.777. Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .PT Puspetindo .657. 10.PT Rekayasa Industri b.002. Pada tanggal neraca.929 345.802 37. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.PT Graha Sarana Gresik .PT Petrocentral . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .880. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.PT Gresik Cipta Sejahtera .674.516 49 2003 Rp 85. Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .760.267 6.945 264.114.909 170.PT Petrokopindo Cipta Selaras . Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.727 73.812 73.519.PT Aneka Jasa Grhadika c.732 78. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT Petro Graha Medika .PT Petronika .43% dan 10. e.PT Pupuk Iskandar Muda . Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.PT Petrowidada d.227 307.993. Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116. yang meliputi antara lain : a.041 36.PT Pupuk Kaltim Tbk .963.680 60. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.578. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah . dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.PT Mega Eltra .PT Kawasan Industri Gresik .PT Pupuk Kujang .

21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225.864.624 8.258.897 17.405.400 34.295.550 12.147.015 187.082. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d. Pada tanggal neraca.502 19.807 302.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.935 2.826. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.400 1.750.888 1.779 3.345.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.820.035 1.419.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.744.695 1.5% per bulan. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.984 1.702 2003 Rp 8.020. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .970.16% dan 6.007.509.601 2003 Rp 73.557.741 1. sebagai berikut : 2004 Rp 6.368 2. jasa pelabuhan. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.16% dan 6.938 3. yang meliputi 12. 50 .038 67.794 2.794 1. listrik.762.644 101. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.511. steam.592.236 18. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman. sewa rumah dan sewa tanah.069 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.785. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003.012.892.913. 12.468 20. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha.926 55.

aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.685) 168.128. Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.066.401.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.253 (9.047.Usia 45 .841) 2.030 . dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan. Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.55 : 0.924 24.Usia 20 .726) 14.955 Jumlah Rp (271. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).45 : 0.776.870.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .776.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .964 karyawan pada tahun 2004.570 (140.905.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.556 (25.02% . Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.270.504 46.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0. Pada tahun 2004. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : .067.255) 131. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.142.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.SJ. tunjangan keluarga.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. 52 .652. tunjangan jabatan. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.271.U. Disamping itu.142. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.U. 2).795 (46. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. Iuran para pegawai untuk PKHT.04.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.08.955) 7.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan.SJ. terakhir tanggal 19 Desember 1989.067. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).190 2.286. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek.000 14. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023. Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. bantuan pangan dan bantuan perumahan).0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya.

362.280 1.910. Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.230.759.175.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.087.590 2.019 .180 43. dicatat sebagai berikut: 1).THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.759.047 dan Rp 2. 2).000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a.725.000 53 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.534 1.012. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.509. 32.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.416 108. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20. pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.123.544. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: .863. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.

436.533) (94.189.005 (112.379.809.462 117.973.516 2.977 293.021.065 4.822) (93.428.759.359.634.913) (115.268 1.207.408 (2.241.872.986) (4.771.982.459.958.276) (1.448 234.729) 231.867.255.516) (50.326 151.495.186 (10.713.833.615.062 230.216.909.189.287.227 54 .129 5.052 (2.941 (15.124.637 (294.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.688.350) 79.316 36.848 4.212 (93.448 246.831.862.811.228.152 5.966.492 (75.873.042.686 1.624.374.845.181.098.983 (4.837.040.633.756.872.890.077.157.521 (10.562.537.276.404.164.011.197.645 11.064) 133.029) 184.356 45.071.208.516 118.747.347) 182.020.423 Konsolidasi Rp 3.870 (2.682) 1.493 4.158.483 (74.563 2.813.813.799.074) (3.886.638.704) 6.785.681.523) 17.445 8.359) 6.748.643 241.483 (3.912.285.845) 68.215.435.296 (16.057.538.901.824.536 56.405.408 (176.848 12.297 2.923.903) 1.620 (4.086.330 1.285.057) 17.140 1.577) 218.711) (1.238.825) 618.849 38.364.849) 3.278.096) 5.023.411) 1.911 (75.462 8.983 70.840.284.428 78.025 2.845) 76.813.601 (116.525) 73.618.825) 6.961 (17.339.581 11.181.892) (1.255.064) 121.189.482 (67.527.117 1.345) 68.493 (792.822.021.445.577.653 (118.761 2.645 1.512.335 11.538.215) 2.896.234.574.558.641 (75.965 (71.890.849) 3.956 (17.413.065 4.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.171.870.054.651.743.385.928.719 (93.530) (45.747.158 (112.092.456 1.733.040) 618.625.466) 102.077.734 (176.616) (6.190.191.681.839) (111.581 278.508) 11.135.080.357. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.681.096) 156.

052 (303.404 198.015 50.801 7.638 (180.812.436.806.115.350 (65.692) 91.966 252.206.500.672.496.993 257.813.651.493.222) 2.979) 13.193) 229.845 7.535.054.331.015.257.505) 92.922.215 (558.457.271.635.309.514.370) 894.966 58.095 (2.482.339.810 1.158 215.439.380 4.661.789 4.725.358.557 (665.896 (2.285.565.776.421.206) (3.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.331.426) 203.510.948.610.038 981.318.387.607.301) 170.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.984 (2.708 202.695 1.565 12.108) 170.730.463.953.812 2.623 258.969.290.365.193 203.307 4.042 2.141.346.810) (358.152.857) (128.956 20.337 (74.518) 2.626 (72.314 1.374.048.602 27.020.712.973 (71.142) 2.970 2.553.418.342 245.490.164.160.674.285.547 2.455.328 (65.418) 57.284.894.331.853.238) 252.486) (125.314 (15.088 54.526.914) (31.780 33.347.963.624) (7.980 252.377.882 1.692) 1.029.187 53.919.665.638 (87.243.942.953.896) (326.484.648.670.946.695 (15.415.665.137.629) 3.112.081 (86.978 (3.009.486.744.495) 58.928 7.813.875.376) 92.648) 2.052 (303.821.126) 13.927 4.841 (72.281.574.418) (1.208 1.760 55.869.052) 7.879 1.927 (3.381 90.305.238) (303.829.258 948.364 (2.831.700 113.742 55 .684 110.164.670.563.801.258 (2.708 207.400) (2.238) Konsolidasi Rp 2.934.074.853) 11.349.815.306.532.570.

sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan.748.989 91.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.813.019. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto. Meskipun demikian. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.294 265.816.637 25.654 25.629. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.816. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri. terjadinya perbaikan likuiditas. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia.069 46. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .384 43.409.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.211.513 87.515 85.396.314. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya. 35.502 56 .480 72.289 437.903 4.139 811.555. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.209 17.739. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD).296.637.535.992.

554.619.824.142.876.242 47.241.783.434 21.287.460 166.898.030.718.362.424.827.535 13.602.122.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.558 dan Rp 10.624.412.380.482.885.356.778.500 333.797.129.676 1.467.995 32.105.221 112.585.869 1.473.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .676.masing sebesar Rp 714.968.257.160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .863.813 210.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .033.264.254.307 42.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.817 24.678.636.413.314.013 57.422.464.158.713.554 17.186 2.641.288.371.805.176.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .898.407 1.690.PT.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .256.872.657 2.302 84.325 444.514.824 (0) (0) .069.638 2.030.097.676 1.180 135.387.386.564.852.797 867.543.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.764. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.151.230.035.844.574 dan Rp 948.040.580.masing sebesar Rp 1.572.ragu masing .963 pada tahun 2004 dan 2003.089 684.409 122.816.349.986 dan Rp 506. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .229.747.988.872.848 232.736 29.340 983.133 dan Rp 249.355 dan Rp 1.540.879.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .588.316.978.333.806.ragu masing .140 14.778.625 17.073.248 13.566.347.208.

068.092 30.992.532.976.763.052.432.606.629.722.383.005 1.933.000 288.713.624.978 - 519.972 133.597 8.329.PT.819.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .491.797 396.197. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .450.888.199.087 854.359.194.870 87.332 4.348.328.057.985.508.352.511.916 109.249.575 664.824 .327.127.059 143.420.000.085.511.394 794.253 124.308 23.363 46.387.482.312.176.1.443.568 108.025.194 23.474.697 437.755 - 90.902.286.420.372.550.555.112.296.906 2.861 396.768.947 888.161.242.813.000.340 2.347.072 6.959.300.655.909 89.033.879.960.349.657 114.654.286 31.793.962 2.000 per Saham Modal Dasar .715.001 73.Nilai Nominal Rp 1.637.015.588 551.838.616 18.640.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.456.106.068.114.869.639 616.214 57.000 334.590.231 43.420.767.000.

890 (93.442.102) (9.179.044.086 (71.867.624.794.633.189.557.633.PT.197 117.290.467 (142.626.184.811) 111.394 .956.632) (57.838.911.528.359.906.266.169.978.423) 184.198.797.815) (66.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .400.258.453) 198.804) 175.859.401.704.190.570.298 (127.800) 17.136.838 (179.349.054. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.948) 278.700.600 (57.425.698) (347.812.228.073.792.192.607.724) (157.051.288 (66.663 120.782.768.390.106.151.126.992.008 (86.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.284) 681.367.980.409.983.328.951.500) 108.697 166.409) (403.556.673.372.123) (147.689.894 (67.427.223 (50.497.744.021) 545.821.831.577) 124.591) 54.658.100) 13.922.380.200.707.610.069.122 (2.399.767.482 (2.899.056.

871 137.210.394 124.534.000) (1.377.929) (46.000) (932.568 43.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.291 854.000) (2.183.741.328.000) (1.372.387 (46.353.394) 124.863.469 108.869.612.420.PT.611 288.863.590.387) (7.534.394 (47.125.183.000.992.659.658.797.197.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.696.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.133. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.962 124.655.768.767.180.311.000) (2.175.000) 668.737.282 (7.211 108.328.291 334.175.820.737.540.285.767.353.372.000) (2.804 40.068.888.210.000) 2.558.242.353.768.093.000) (1.086 (60.000) (1.125.929) 108.186.793.420.000) (932.423.280.000) (1.133.420.282) (2.280.509.242.086 (60.637.696.394 (47.196) (932.087.199.372.000.879.658.797.767.793.768.000) (1.000 396.540.377.590.000.000) (43.611 794.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.394 2.558.558.340 .087.353.328.186.000) 668.000) (40.509.000 396.747.180.000) (932.889.

398.827.PT.350.309.455 347.822.482.364 1.592.768.266.588.572.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.973 78.759 146.242.479.485 590.034 3.157.340 18.847 199.352.111 7.187.905 1.636.887) 6.679.759 129.152.212 1.527.803 93.599.902.000 382.870.788.022.352.126.807.877.335 234.016.534.355 83.340.973.817.000 2.933 71.312 186.367 305.059 102.695.743 2.647.124.245.267.821.00 100.916.600. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain . PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .677 4.809 513.157.155 182.138.892.616 228.910.628 65.600.109 295.576 7.193 190.128.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.224.906 .982.496 71.041.588.290.098.022.983 199.149 59.734 (45.250.825.965.166 52.852 202.616.497 1.192.276.400.619 11.721. Retribusi.878.709.528 22.876.847 182.420.700.979.700.298.413.942.983 38.773.766.077 58.896.415 140.127.289 273.621.423.799.340.009.416 87.929.473.258.389.109.010.194.899.144.729 62.342 18.651.314.506.975 102.505.600.311 505.286.423. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.071.543. Asuransi Biaya Jasa.499.953.091.162 103.468 90.179.856.960.918.270.365.276.533.256.799.302.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .605.430.

902) 12.848.844 2.261.751.885.902.833.681.621.326.417 333.380.193.576.813.258.215.180 .000.013. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.PT.813.621 4. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.142 1.576.980.106 (2.000.474.691.073.829.204 252.424.307.180 345.142 (1.833.474.071.844 252.660.856.980.326.763 150.885.898.485 1.019.424.500 1.829.215.073.451.320 333. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.298) 183.809.204 1.

5738727. (021) 5700380. 5720957.d. 5738740. 9 pesawat 511 Fax.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5704395 s. 31 Jakarta 10210 Telp. 5723995 . (021) 5700380.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No.

3. 2. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1.…………………………. 2.1 2..7 2... 3.6 2.………………………………………….………………………………………… Investasi ….... Produksi .. 4.9 Penjualan .2 2. Metodologi.. 2.... Pengadaan .. 4..2.2.…………………………………………. 3.8 2.2 Pelaksanaan RKAP …………………………………………….…………………………………………… Biaya Produksi . Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2. Tingkat kesehatan perusahaan ………………………………………. 3.DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.2 Perkembangan laba-rugi ……………………………………….5 2.. 5..2. 4.…………………………………………….…………………………....3 2.4 2. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4.. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia ……..2.10 Organisasi Perusahaan ……. 2.2. Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………………. . ruang lingkup dan tanggung jawab …………. batasan.2 Penilaian terhadap aspek operasional …………………………. Laba / (Rugi) .2.……………………………………………. Beban Usaha ...2. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP ………………………….. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3.1 Penilaian terhadap aspek keuangan …………………………….2.1 Perkembangan posisi keuangan ……………………………….2.2. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………..………………………………………..3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….

.1 4.5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.7. Perkembangan produksi ………………………………... Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 ...5. 4. Ancaman ……………………………………………….4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir ……. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ………………………………………………. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.7..6.3 4. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….1 4.5.4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….2 4.6.7.7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5..1 4. 4..2 4.2 4.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan ……………………. Kelemahan ……………………………………………..7. Peluang ……………………………………………….4.3 Perkembangan arus kas ……………………………………….. 4.

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

d. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.5 bulan mulai tanggal 14 April s. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. b. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS.

(4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. 2 BPK-RI / AUDITAMA V . Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak.

90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0. (2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. SP-36. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien.5 bulan. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. 121%.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%. (2) Biaya produksi pupuk ZA.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. Amoniak dan ZA. 3 BPK-RI / AUDITAMA V . 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2.92 triliun.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.

6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124.57 milyar.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371.10 milyar. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68. biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. realisasi Rp93.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya. produk samping.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314.19 milyar. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142. c) Rendahnya beban pinjaman. persewaan dan jasa.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.93 milyar.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. penjualan produk utilitas. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk. 4 BPK-RI / AUDITAMA V .

2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. Laba setelah pajak sebesar Rp124. 3.34% dibanding tahun 2003.713.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V .044.04 milyar atau 5. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2. 2.55 milyar.01 milyar atau 3. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. Perkembangan Usaha Perusahaan a.60% dibanding akhir tahun 2003. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93.25.60% dibandingkan tahun 2003.62 milyar.37 milyar naik 15.45% dibandingkan tahun 2003.21 milyar.23 milyar atau 15. c.96 milyar.60 milyar atau 14.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.713.18 milyar naik sebesar Rp9. b. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.62 milyar meningkat Rp366.50.

e. 6 BPK-RI / AUDITAMA V .62 milyar. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004.90 milyar. d. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. kecuali amoniak dan asam fosfat.sebesar Rp345. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. 4. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.36 milyar.67% dibandingkan akhir tahun 2003.03 milyar. kecuali operating ratio dan net profit ratio. kecuali Acid test ratio. kecuali pupuk DAP. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.99 milyar atau naik 7. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003.

Ak. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. 5. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. b. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. Drs. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Register Negara No. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Misnoto MA. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. b. D-1416 Jakarta.

URAIAN HASIL EVALUASI .

konfirmasi.d 31 Desember 2004) ini.1 1. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas. kami peroleh dari: 1. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia.d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik.3 1. Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. Laporan SDM c. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s. antara lain: a. verifikasi. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. perhitungan ulang. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3.2 1. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V . Laporan kinerja Kegiatan Unit b. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. Metodologi. Evaluasi terhadap aspek keuangan. 2. batasan. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s.

Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku.YA5/312/20 beserta perubahannya. b. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. 6 tahun 2000. b. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. 12 tahun 1998. PP No. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. e. PP No. parameter dan asumsi. c. Pemasaran. PP No. 28 tahun 1997. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. dan Kepala Biro Akuntansi. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. d. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. 2) Meminta. Pengadaan. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham.a. 13 tahun 1998 dan PP No. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen.

Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . g. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. i. dan RUPS.3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut.2 Pelaksanaan RKAP 2. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. yaitu mengevaluasi.2. Pembahasan Komite Anggaran. Direksi dengan Dewan Komisaris.633. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP. e. Pra RUPS. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan.1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. f. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). c. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja). d. h. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. yaitu mengevaluasi. 2. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran.23 milyar atau 120% dari RKAP.

852 177.569 3.297 137 3.368.902 2.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .SP-36 .000 19.300 760.Aluminium Fluorida .500 2.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.211 581.466 798.191 217 425.017 52.982 3.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .Lain-lain Ekspor .000 96.795 11.Asam fosfat .617 789.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.496 2.150 10.500 125.Phonska .45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.296.501 124.Cement Retarder .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.194 633.057 103 314.296.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.19 milyar.035.500 138.KCL .633. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.251.000 826.368.57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.NPK Kebomas .000 3.Urea .sebesar Rp2.356 34.000 48.000 49.591 594.Asam sulfat .849 192.510 96.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.000 560.000 180.820 98.464 30.Amoniak .000 3.DAP .ZA .000 400.256.450 683.790 342.

356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.774 115.614 148.035.203 2.Urea .300 84.491 2.076 45.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.211 3.887 581.724 26.230 173.950.NPK Kebomas .057 13. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.879 439.978 72.Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj.Asam sulfat .320 425.376 69.377 250.306 180.721.358 904.300 ton.455 155.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.624 48.875 34.KCL .656 25.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .5 bulan mulai tanggal 14 April s.507 512.Phonska .297 2.015 9.640 18. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.636 35.569 2.SP-36 .019 683.DAP .678 20.296.359 10.115 17.368.Amoniak . Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460. dan Subsidi Realisasi (1) 411.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.Cement Retarder .Aluminium Fluorida .Asam fosfat .574 54.ZA .633. sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.907 940.Lain-lain Ekspor .354 314.191 3.612 24.

150 ton. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.500 ton.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98.000 ton dan 560.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton. 13 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.500 ton. Menteri Pertanian. Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska.000 ton. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah.194 ton dan 633. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789.

982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.000 ton. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat.000 ton.000 ton. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. 14 BPK-RI / AUDITAMA V . 4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari).017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52.b.000 ton. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5.000 ton. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.

111 10.299 7.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V . Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.587 25.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.793 68.Dividen & fee keagenan .Persewaan jasa .388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.743 689 979 44. 2.582 24.79 milyar atau 174% dari anggarannya.977 32.07 milyar yang tidak dianggarkan.703 174 129.Jasa giro & bunga deposito . terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .480 138 119.315 512 (9.430 139 4.2.900 158 28.Produk samping & utilitas .Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.601 468 6.794) 43.591 2.736 99 6.Lain-lain .

225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.599 201.610 314.225 572. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.000 80. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.880. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.Ton Keterangan I.111 Anggaran (2) 385.012 6.000 195.CO2 .000 400.000 20.000 140.000 5.602.418 1.000 ton.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.530.000 550.150 95.Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.274 24.000 10.333 ton.013 1.343 2. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .803 197.412 9.000 11. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.000 1.000 355.509 361.000 1.000 590.901. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a.000 ton.Dry Ice . terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.000 6.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.439 32.000 735.356 738.978 12.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.Crude gypsum .190 519.

000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).590 ton. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194.892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190. Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).684 ton.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572. pupuk ZA II sebesar 194.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton. 17 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.000 ton. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200.000 ton.

000 ton. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V .803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.5 bulan. Economizer E-1203. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. b. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004. Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197.000 ton.000 ton.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan.000 ton.000 ton. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2.

845. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.301 1. b.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.952 56.561.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.512 275.85 triliun.802 2.000 ton.problem pada Gypsum Feeder M-4250. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.573 1.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.584 1.Industri kecil .166 70.345.2.283 1. Pembelian dalam negeri . 2. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.093 140.408. dan Electric precipitator F-4201.845.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.pmbt.811 169.240 1.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.322.391 916. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.264 57.573 929.894. Dryed Gypsum Conveyor M4204.989 2.548.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V . dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.605 1.894.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.

A sa m F osfa t d.0 0 9 3 .d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 .13 ribu.2 2 7 .4 3 0 2 . Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910. bahan penolong katalis dan listrik PLN. Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.9 7 7 1 . c.227.017. N on P u p u k a . 2.6 7 2 1 . S P -3 6 c. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1. U rea b .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694. asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN. P honska e.4 5 3 .0 3 2 8 6 8 .4 2 5 .2 6 1 . biaya pemeliharaan.91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868.7 2 5 .4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.6 5 3 .9 6 9 9 1 0 .9 4 9 2 9 5 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1. Pupuk a . c. batuan fosfat.1 3 6 .9 7 6 6 .2 4 1 9 4 6 .98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V .9 2 3 1 .8 1 8 .0 8 7 1 .2. C em ent R eta rder s.9 6 7 2 .1 4 2 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70.61 milyar.3 4 6 3 3 8 . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.6 1 7 8 0 .6 7 7 4 .1 9 2 1 .sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi. Z A d.9 0 5 1 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat.6 3 1 . A sa m S u lfa t c. D A P f. N P K K eb om a s 2 . A lu m iniu m F lu orida e.7 8 0 6 9 4 . b.4 8 2 . biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas.1 2 9 1 .0 9 4 .9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.4 6 5 1 1 8 . A m onia k b .1 1 3 1 .0 1 7 .

bahan penolong MFO.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295.261.09 ribu. 21 BPK-RI / AUDITAMA V .631.094. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. amoniak dan ZA. biaya kantong & pengantongan. biaya asuransi.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. KCL dan Urea). tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). g. amoniak eks impor.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.142. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1.62 ribu. tingginya biaya pemeliharaan. biaya pajak & retribusi.425. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN). Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat. Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3. h.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946. i.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor. tingginya biaya pemeliharaan. biaya penyusutan.818.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. e. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. ZA eks impor.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1.136. tingginya biaya pemeliharaan. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi.453. biaya jasa. jasa serta biaya kantong. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan.482.68 ribu.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.92 ribu. f. biaya jasa dan biaya penyusutan. d. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO).

97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan. 22 BPK-RI / AUDITAMA V .j.5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 .956 56. 2.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan. Beban penjualan sebesar Rp66.Beban distribusi .400 134.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.Beban penjualan .037 157.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.401 371. b.525 403.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179.045 181.141 66.2.

045) (66.018 683.190) 184.569) 131.887 2.2.185 (50.912) 119.035. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.544 (2.711.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.956) (157.525) (371.320 2.191 3. disebabkan antara lain: a.931) 606.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.341 68.570 (179.Pendapatan .034 10.633.428.315) 43.400) (403.Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : .703 (25.037) (134.401) 278.Beban Distribusi .817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.73 milyar.587) (9. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.211 3.910 (103.2.721.793 (129. Asam Sulfat dan Asam Fosfat.82 milyar.229 (2.354 314.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.659) 681. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .951.373 2.131 9.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.729 (54. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .703) 234.794) 175.950.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.979 119.Beban Penjualan .613 (181.812) 124. ZA.141) (56.169 (93.Penjualan dalam negeri .388 174.940.

Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.466 4. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.000 200 2. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi. 2.89% .Proyek Revamping Amoniak . c.824 96.050 978 124.353 25.Bangunan /Fasilitas .925 5.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun.140 109. d. Rendahnya beban pinjaman.927 826 142.420 Anggaran 8.673 24.103 39.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.45% .833 25.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: .577 203. Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: .Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.899 2.935 5.Mesin & Peralatan .Proyek RFO PF I . karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238. penjualan produk utilitas.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.833 60.7. realisasi Rp93.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.917 1. produk samping.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6.843 31.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.Proyek Phosphoric Acid II .313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .13.Kalium Sulfat (K2SO4) .2.b.210 220.916 4.071 2.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.93 milyar.Kendaraan & Alat Berat .624 126.

10 milyar. telah selesai dan berhasil baik.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. b. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. telah selesai dan berhasil baik. in progress).2. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. selesai. b. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. c. telah selesai dan berhasil baik. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan.21 milyar. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. e. Investasi pengembangan sebesar Rp60.8. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama. d. 2.

635 orang atau 99. 2. diklat formal dan lain-lain. barang dagangan. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku.644 orang. meninggal dunia 4 orang. berhasil baik. berhasil baik. meliputi diklat jenjang jabatan. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. b. in progress. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang.2. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. in progress. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. c.2.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004.84 milyar atau 96% dari RKAP. 26 BPK-RI / AUDITAMA V .9.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. sebagai berikut: a. 2.134 orang dan biaya sebesar Rp4. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam). menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. diklat kompetensi.

5 0 1 5 . PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur. Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.0 0 1 4 .0 0 1 5 . A sp e k k e u a n g a n II.5 0 9 3 . 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V . Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No. Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG). e.2 5 6 4 .0 0 1 4 .25. A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l. 2 0 0 3 6 4 . Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan).d. f. A sp e k O p e ra sio n a l III.0 0 1 4 .0 0 9 3 . Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004. Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93.5 0 9 4 .0 0 1 4 . 3.5 0 6 6 .

1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.00 64.901 201.50 4.00 15.412 95.000 10.013 361.50 5.544 3.00 5. Collection Period 6.02 28.00 3.14% 5.500 11.000 6.00 119.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .00 5.343 2.644 833. Rasio Lancar 5.000 80.000 400.361 3. Prod.000 590.000 20.00 5.035.25 64.00 5.978 12.633. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj.00 5.377.00 10.00 3. 2003 90.29% 5.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.25 20.00 15.00 7.3.000 2.00 66.00 2.18 17.274 9.513 96 RKAP 3.00 5. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2. Imbalan investasi (ROI) 3. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.84 125. 2004 RKAP 2004 Real. Rate) 2.000 140.00 5.500 3.685895 385.635 999.00 5.229 3.50 4.00 2.000 735. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3. Perputaran Persediaan 7.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1. Eff.00 13. Total Asset Turn Over 8.00 13.71 27.957 778.00 15. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21. Rasio Kas 4.22 20. Poduksi (Cons.00 4.025 96 SKOR Nilai Real.99% 100% 3.032 688. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.00 4.00 3.693.00 10.50 20.439 32.00 4.322298 507.00 4.00 2.00 113.00 2.012 6.12 37 69 146.00 14.00 5.50 5.

713. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.97 73.00 3.11 849.Tk.343.32 794.54 914. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.00 3. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .96 288.70 51.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V . Perkembangan usaha perusahaan 4.78 928.713. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.82 93.24 295.04 2. 4.347.089.92 722.61 542.03 1. 2003 3.51 2.089.713.82 2.59 75.00 14.347.39 840.25 90.00 3.00 2.858.05 1.86% 4.62 1.36 786. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.73 80.89 444.044.81 547.322.46 1.00 14.05 443. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.11 1.52 84.96 880.242.36 324.96 Tahun 2002 150.33 52.39 2004 345.00 95.98 2.83 2.10 53.09 112.03 122.07 2.95 745.61 116. 2.36 2.00 3.00 3.93 112.00 3.87 524. 3.80 2.71 361.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2. 2004 RKAP 2004 Real.62 854.32 2001 58.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.00 112.220.33 1.90 684.96 901.87 104.00 3.27 143.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.81 453.Efektifitas penyaluran dana .00 3.00 3.99 2.36 18. jumlah tersebut meningkat Rp366.60 1.00 3.000.553.41 40.58 789.90% 40.38 1.339.00 3.01 677. kolektibilitas pengemb.06 311.00 2.174.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.3. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.10 97.00 2.347.86 494.044.220.36 339.77 2003 333.62 milyar.00 14.33 2.

340.87 (70.23) 112.23 milyar atau 15.35 54.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.24 (191.96) 250.75) 423.54) 399. b.81) 124.37 101.61 (86.16 (116.16 (46.92 milyar.37 milyar lebih tinggi 14.01 milyar.96) 403.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.20) 175.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.66) 681.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187.34 (1.61) 187.438.747.40) 278.17) 257.18 (50.57 (403.96 milyar.744.044.82) 166.62 milyar.67 (94.61 2003 2.80 (29.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240. aktiva tetap sebesar Rp53.664.55 milyar.37) 108. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.713.55 (194.72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.77 milyar.04 milyar atau 5.33 (172.12) 241.55) 93. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.44 (115.44% dibandingkan tahun 2003. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.14 (57. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .87 21.79) 435.55 Tahun 2002 1.063.25) 83.65 (205.951.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.79) (93.30) 198.23 (2.08 (1.323.77 2004 3.61 (2. 4.78 (1.37) 207.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.26 2001 2.874.633.17 (9.43 14.71) 140.

448) (208.896) 74. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.4.072 150.619) 58. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .702 12.014 345.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.60% dibanding tahun 2003.413) (90.287) (220.262 (47.468 (82.907) (197.620 Tahun 2002 58.908 187.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.373 (179.806 (45.885 2004 333.692 2003 150.224) (240.90 milyar.01 milyar atau 3.576) (266.620 93.769 111.193 333. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp.775) 287.692 108.727) (46.62 milyar.885 124.239 83.620) 92.549 148.795 183.239 2001 149. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.669) 149.526 (111.613 90.

175) (44.03 milyar.423) (476) 93.191) 1.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.549 722.763 (851) 2003 396.958 864.000) (3.044 83.363 (109.613 396. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.536) 374 Tahun 2002 396.4.404) (1.506 (328) 124.820 (7.549 396.613 745.741 93.044 20 83.420 288.088) (2.420 255.420 296.92 milyar atau 7.673 324.741 47 93.664) (6.262 880.237) (31.420 288.613 47 745.125) (1.014 (499) (107.590 794.420 334.363 (93.424) (932) (932) (40.250) (5.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.541) (1.059 109.510) (1.059 109.655) (1.748) 2004 396.106) (2.343 (242) 109.420 296.500) (137.420 242. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.372 854.262 880.730) (46.372 396.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.773) 12.590 794.262 396.200 124.069 3.387) (34.319 (1.069 (60.420 242.420 255.051 (853) 192 2001 396.456) 3.257) (822) (822) (2.069) (4.768) (4.468) (46.177) (2.036) 187.549 20 722.893) (1.821 (47.681 187.590 396.618) (4.681 187.36 milyar.420 142. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .863) (1.033 (37.832) (700) 83.033 4.929) (7.

Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. kecuali acid test ratio.4.5. disebabkan tingginya persediaan.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas.5. kecuali operating ratio dan net profit ratio. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. 4.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . b. c. b. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. dapat dikemukakan bahwa: a.

bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.253 2.875 .942 36.892 310.096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.901.225 572.425.924 Jumlah lain-lain 66.725 1.170 117.996 56.479 328.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.599 201.650 65.082 1.Purified Gypsum 52.Dry Ice 3.999 213.150 95. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.577.CO2 9.412 5.817 1.824 Pupuk Phonska 30.434 Pupuk SP-36 467.471.185 1.741 9. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.439 32.115 653.873 355.174 9.903 172. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .464.430 Lain-lain : .190 519.289 Jumlah non pupuk 1.716 260.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a. b.718 3.984 419.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.Crude Gypsum .281 113.229.736 344.343 2.914 2.274 24.176 ALF3 4.916 431. 4.216 5.490 .012 9. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.418 131.c.509 6.091 1.460 279.786 1. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.272 367.403.803 197.646 3.006 Asam Sulfat 98% 434.280.915 447.752 204.399 141.412 361.208 156.492 313.941 138.341.741 Asam Fosfat 100% 131. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.182 1.850 Cement Retarder 402.356 738.082 Non Pupuk Amoniak 364.304 9.610 314.702 105.357 2.530.013 1.410 238.657 479.6.066 552.825 355.978 12.959 12.517 421.728 Pupuk ZA 501.176 687.608 151.688 40.208 292.

881 771.455 63.767 1.914 2.530.790 166.263 28.525 90.464 30.587 1.814 874.591 94.795 11.000 429.875 3.659 533.251.431 1.416 408.638 1 2.492 9.968 807.702 104.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1.903 53.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.194 633.550 5.150 124.967 342.160 2.297 178.076 726.000 2.202 750.605 30.251 19.168 314.843 94 64 34.257 3.017 52.343 2. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.971 47.069 9.903 798.040 332.204 52.808 109.790 5.486 76.019 526.231 110.852 177.982 21.356 495 33.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.202 9.6.208 85.560. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.110 4.601 5.317. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.820 98.993 673 2.228 2001 313.598 634.056 5 9.290 175. 4.429 102 94 80 1.999 100.490 146.287 2004 460.487 4.792 7.989 41.962.718 3.496 2.544 2003 460.617 789.849 192.865 80.122 155.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.887 1.561 5.687 39.000 10.887 2.208 12.112 94.307 88 34.234 528.785 91.410 76.625 9.587 15.357 2.695 84.364 1.525 425.431 4.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.033 139.509 515.704 106 .489 654.034 84.584 9.886 70.306 119 119 8.

P dan K dan produk kimia lainnya. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. di sentra pasar. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. 4.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran.7. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. b. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003.1 Kekuatan a. Strategi. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008.

3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya.7. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. instansi/Lembaga keuangan. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan. d. c. b. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. e. f. 2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. 4. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Sarana gudang belum memadai.2 Kelemahan a. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman.

c. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. Tersedianya institusi pendidikan profesional. c. f. e. d. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. e. 3) Turn over piutang masih rendah. d. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. Bidang Keuangan dan Akuntansi.3 Peluang a. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan.7. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak. b. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. 4.

3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. c.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. 5. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter. 2) Suku bunga pinjaman tinggi.7.f. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . 5. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim. d. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan. sebagai berikut: A. b. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5.4 Ancaman a. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. 4. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. 5.

Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku.000. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. 4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100. A. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi.00.000. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. bongkar muat. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 6) Kegiatan lainnya. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA). pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 5) Proyek-proyek pengembangan.

35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali. 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. A. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 2. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 21) Audit atas pencatatan biaya produksi. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO. 41 BPK-RI / AUDITAMA V .

2) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. Mannan. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya.B. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . catatan dan saran KAP S. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan. Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….171.765. B.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1..d 2004 senilai Rp21. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.939.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan …………………….692.18 ribu ………………… 2. A.DAFTAR ISI I. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. 3 4 7 9 II. 4. B.22 juta ………………………………. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349. 3. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. Penjualan pupuk sebesar Rp5...22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. 3. 4.. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan …………………. 10 13 15 17 20 22 25 . 2. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.

kontrak. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Namun. dan persyaratan bantuan. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. berkaitan dengan unsur yang kami uji. peraturan. dalam semua hal yang material. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. Oleh karena itu. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. kontrak. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. PT Petrokimia Gresik mematuhi. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . peraturan.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02.

Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. Ak. peraturan. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A.dalam paragraf di atas. MA. dalam semua hal yang material. D-1416 Jakarta. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . kontrak. Register Negara No. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Misnoto. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi. Drs. pasal-pasal tersebut.

017. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG.02.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut.236.470. BPK RI/AUDITAMA V .037/11/LG. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai). yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.957. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi).616.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48.022/01/LG.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127.Lampiran A 1.02.52.589. Pada setiap impor bahan baku. asam fosfat. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak.96. Selanjutnya dengan Memo No. Sedangkan sesuai Memo No. superfosfat.98.02. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. ammonium sulfat.535.309. kalium klorida dan belerang.645. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran.

309. UU No.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V .819.98. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.236.589.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak. 2. Hal tersebut mengakibatkan a.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia. Selain itu UU No.363. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.236.589. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.00. Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara. b.309.590. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.

000 Rp 2.212. Partisipasi sd th 1999 2. Proyek LIK Gresik 3.000.100 Rp17.127.000 Rp 3.460 Rp 821.000.512.000 Rp 932.321 Rp 3.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.767 Rp 655. 5 BPK RI/AUDITAMA V .00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.00.000 Rp 22.714.537.00 dan Rp2. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.821 Rp 6.877. Penyaluran th 2002 6.714.000.000. Penyaluran th 2004 8. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.590. Penyaluran th 2003 7.00.175.335.000 Rp 1.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.000 Rp 1. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s. Dipindah ke cadangan 5.738.321. Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.Dana Pra Sejahtera dan Sosial. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3.877. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8.072.180.000 Rp 1.759.833.094 Rp 4.000.900 Rp 2.335.871 Rp 8.678. Laba th 1973 sd 1988 2.087.180.214.180.353. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.519. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.d.990.950 Rp 350.020.714.730.015.335.180.000.175. 2003 adalah sebesar Rp21.514.375.000 Rp21.500.500.175.212.00. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.000.000. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1.495.000 Rp 821.175.821. Penyaluran th 2000 4.000.272.548.833.548.990.

00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM.500. Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.714. Di sisi lain.089. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. jika ada. 6 BPK RI/AUDITAMA V . Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.00 yang belum disalurkan.872. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial.089. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen).600. hasil bunga pinjaman.00.872. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan. saldo Dana Prasejahtera & Sosial.335. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional.180.Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain.000.600. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen).175.

Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. Setelah adanya Perjanjian Kredit. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo). Penjualan pupuk sebesar Rp5. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. 3.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.692. yaitu : (1) Perjanjian No.04.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU.04. penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V . 382/07/TU.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan.113/02/TU. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. dan (2) Perjanjian No.

099.108.692.442.50. 8 BPK RI/AUDITAMA V .498.692.612.02. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.170.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.1/06/KU.367.402.50 3. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.441. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.077.246.547. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin. 1.547.466.00 5.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.00 49.00.441.227.417.00.225.470. 2. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5. Sampai dengan akhir Desember 2003.085. b. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.000.984. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.320.50.992.50 c.547.606.620. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.692.290.547.441. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.943.50 dan dalam tahun 2004 (s.00.581. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.251.50 belum seluruhnya dilunasi.441.PT Bank Bukopin. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.692. 3.814. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin.675.709.

Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi.553. harga. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif.470. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. Sedangkan mulai tahun 2004.70. jumlah. 4.00.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska.597. Atas sisa piutang tersebut. mutu. waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis.943. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1.085. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

d April 2001.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No.000.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47.171. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%).00.456/11/01. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON. Pada periode tahun 1996 s.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. dan persewaan. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1.18 ribu Selain menjual produk pupuk. jasa pelabuhan.350.000. Normal-Butyl Alcohol (NBA).000. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama.Lampiran B 1.454/11/01.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1. Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). b. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3.50 per inci meter per tahun. PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

017.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23.242.693.040.025. 3. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.765. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.984.36 setara Rp3. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36. PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak.00 MT.594.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.40.583.234.36 (US$288.444.00 MT dan 41.445.778.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.d September 2005.00. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1.491.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.60 + US$60.445.242. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.40. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V .025.76 setara Rp557.299.040.660.025.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s.76) setara Rp3.284.829. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan.619/LN/2004 dan No.d.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.40. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.508.594. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.210.

765.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan.d 2002 sebesar Rp1. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik.223.765.758.42.758. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. 18 BPK RI/AUDITAMA V . 2. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG.d Maret 2002.d 2002. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. 4. PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik. bongkar. Untuk tagihan periode tahun 1996 s. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Berdasarkan nota tagihan tersebut.223. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. charter. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. 3.

800.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun.105.36 2. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.34 1.758. 6. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.968.219. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.223. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.223. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik.758.72 274. 5.42.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.735.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.758.840.765.00 1.194.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah.765. 2. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No.223. Menindaklanjuti Perda tersebut. 1.00 2.50 1.689. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.50 24. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.765.223. 3.710.895. 19 BPK RI/AUDITAMA V .765. 4.556.146. namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut.458.782. 7.758.336.

00 21.822.133.997.00 128.85 214.10 82.76 13.00 1. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.58 120.184.00 426.750.509.001.00 161.074.91 325.470.459.915.047.00 0.637.074.411. 2.939. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.00 0.20 dengan rincian sebagai berikut: No.956.677.699.01 3.896.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.997.926.956.320. Status barang tersebut adalah stock item (SI). 4.350.00 0.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.043.886.00 467.100.560.224.285.343.673.00 82.818.774. Pemeliharaan III (Har III) Dep.063.117.744.825.16 PPK 12. Unit Peminta Barang (User) Dep. Pemeliharaan I (Har I) Dep.00 56.118.956.427.16 467.915.578.167.76 13.106.750.000. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.00 280.00 448.00 14. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.40 254.772.150. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.840.833.25 44.27 Departemen Har III 35.170.579.00 0.00 10.00 426.980.900. 5.00 5.408.27 1.758.00 17.32 36.126.772.496.027.656.963.931. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.936.912. Pemeliharaan II (Har II) Dep.818.491.00 116.00 158.080.833.714.558.120.76 0.838.774. 1.652.463.00 31.498.113.00 64.285.d 2004 senilai Rp21.00 Latsin 160.00 35.900.00 106.831.503.000.00 88.427. 3.219.150.96 169.293.351.483.015.581.01 Har II 185.54 444.920.270.00 8.106.239.00 3.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.085.963. 4.754.477.655.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .00 0.00 284.00 3.581.225.00 78. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).054.027.074.833.828.00 9.83 180.483. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.909.00 212.120.

98.00 900.354.462.00 0.00 936. 1.360.489.74 1.557.289.249.864.67.00 0. 2.023.68 3.500.714.259.249.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8. 21 BPK RI/AUDITAMA V . Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3. 5.68 2.98 22.639.023.175.181.483.489. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.81 1. 3.800.232.108.163.383.000. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.46 2003 16.253.221.842.59 231.95 1.00 91.109.322.00 36.41.259.483.76 17. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003.946.829.000.639.861.896.907.45. 5.107.22.36 1.78 24.120.455.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.729.896. 3.07 28.68 3. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1.681.538.417.000.00 88.196.95 1.106. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1. atau seluruhnya sebesar Rp15.145.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.946.71.708.00 0.00 936.829.697.789.00 433.255.206.840.692.81 1.206.557.78 24.354.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.099.00 Pengadaan tahun 2002 1.921.259.854.321.853.557.370. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.190.800.362.000.108. 4.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10. 4.654.161.681.875.816.878.096.729.009. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2.825.538. 2.729.907.945.80 1.886.639.300. User 2001 1.708.

074 milyar.886.61 (Rp13. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana. 2002 dan 2003 sebesar Rp8. 5.20 + Rp8. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya.842. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V .833. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. diantaranya sebesar Rp 1. Dep Har III. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. b.074.d Nopember 2004 sebesar Rp13.864. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. Dep Har II.383.41).589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.864 milyar. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang. Hal tersebut disebabkan: a.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.217.939.956. Dep Har II.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. diantaranya sebesar Rp2. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin. Dep Har III.

Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Berdasarkan struktur organisasi PT PG. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Standard Chartered Bank. Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Bukopin. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. BNI. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. Pada akhir tahun. 23 BPK RI/AUDITAMA V . Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Bank Mandiri. Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Bank Syariah Mandiri. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran. Citybank. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. BRI. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Menurut penjelasan Biro Keuangan. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA.

Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. Pada bulan Nopember 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. Juni. Pada bulan Juni 2004. 24 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. Pada bulan Januari 2004. Hal tersebut mengakibatkan: a. Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Pada bulan Oktober 2004. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Oktober dan Nopember tahun 2004. c. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Hal tersebut disebabkan: a. b.

Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk.03. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang.1400/05/HU. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai.b. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga. 6. PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang.

C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. (021) 5700380. 5738727.d. 9 pesawat 511 Fax. 31 Jakarta 10210 Telp. 5738740. 5704395 s. (021) 5700380. 5720957. 5723995 .

Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. 7. Dasar Audit ……………………………………. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 . 4.……………………… 6..………………………………………. Struktur Organisasi …………………………. 2.. Sifat dan Tujuan Audit ……. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian …………………………….. 3. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit ………………………….…………. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan ………………………………………………………….………... 5..DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1..

48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.00 tersebut merupakan 154.630. perencanaan.00 atau 133. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.024.614.008.282.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.00 telah BPK RI/AUDITAMA V .000.658. penggunaan Rp6. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti. review dan analisa terhadap kebijakan. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.90%. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.000.658.024.00.090. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.370.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.00 95. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.526.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6.202. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.378.900.201.370.

00.782. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.108. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.319.00 atau 169. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan.030.00.888.782. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait.030. b. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.157.00 atau 88.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.000. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.00 tersebut merupakan 190.000. 2 BPK RI/AUDITAMA V .000. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan.000.000.000.00. Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.95%.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.958.319. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.808.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.958. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.

90% dari dana yang tersedia. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.671. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.86% dari jumlah seluruh pinjaman. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara.c. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.660.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.616.00.686. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. d. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.377.377. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .323. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.627.686. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004.966.627. 2.323. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.

Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. e.00. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.575.145. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.00 kurang tepat sasaran. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. 4 BPK RI/AUDITAMA V . PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya.706.070. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati.304.475.696.00.000.000. 3.280. c. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. b.000. d. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL.Rp3. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.000.00. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.00.800.

Anis di Surabaya. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri.SE. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. Sulaeman dan H. Ak. S. MA. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan.4. D-1416 Jakarta. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. Ikhsan Abdullah.) di Jakarta dan kepada M. Drs. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. d. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H. c. b. Register Negara No.H. Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . kami merekomendasikan sebagai berikut : a. Misnoto. e.

BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. c. c. 2. Dasar Audit a. Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a. BPK R1/AUDITAMA V .57/ST/VII-XV. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. Surat Menteri Negara BUMN No. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. 23 F dan 23 G.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).1/9/2004 tanggal 28 September 2004. daya guna dan hasil guna. b. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. d. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Surat Menteri Negara BUMN No. Surat Edaran Menteri BUMN No.URAIAN AUDIT 1. b. 3. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No.

g.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan.097/05/TU. 5.d 31 Desember 2004).04. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.205/07/HU. 4.03.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK).e. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. f. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Penasehat b. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.205/07/HU. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s.03. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.

Karo/Kadep yang terkait 2. Anggota : 1. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. pemasaran dan manajerial.097/05/TU. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait.04.d. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V . Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a. 6.

000.000 401.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1. Dana yang tersedia : 1.400.191.230 4.90%.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.470 5.026.27 67.27 63.821.071.00 atau 95.000.397.22 11.090.623 22.008.96 276. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.658.000.634 0 4.832 275.242.087.97 168.35% dari anggaran sebesar Rp3. Saldo Awal 2.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.630 105.941.378.30 125.703. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.119. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.090 124.39 116.000 4. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.000.69 131.000 4.000 6.295.108.133.370.740.900.948.11 153.203.300.54 69.117 491.000.00.470 189.75 2.00 atau 173. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.008.00 tersebut merupakan 154.874 438.000. Penerimaan angsuran pinjaman c.240.526. Realisasi penggunaan dana Rp6. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.626 14.282.78 151.590.660 450.408.00.98 104.024. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.60 174.35 78.980 19.078.46 C. Hibah kepada Mitra Binaan 3.000.599.196 932.050 20.990.090 343.00 atau 133.606.000 616.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.703.79 129.125.000 4.97 152.617.024.77 181.370 217.000.000.590.841.400 6.370.96 B.401.408. Penggunaan dana : 1.120.000 208.65 137.338.087.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.122.196 4.630.03 159. Penerimaan bunga pinjaman d.860 173.000.667 343.120.560 1.353.770 39.026.789.590.068.000 14.658.282.118.000 780.295. Sumber dana : a.633 338.72 134.244.994.990 2.651.993.000 3. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .590.240.

Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.895.200 644.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.000 780.000.370. forum temu bisnis.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422.26 0.000.71 78.98% dari anggarannya sebesar Rp780.320 19. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.000.000.00 atau 168.000 130.00 atau 0. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.99% dari anggaran sebesar Rp250. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.320.99 35.370 Persentase 168.000.465.000.00 atau 78.000. konsultasi bisnis. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .000.000.000 100.062.900 52. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.950 616.000.000 150.00 80. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.50% dari anggaran sebesar Rp130.50 19.068.000.068.00.000 121. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.900.000 150.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.000. forum temu bisnis.465.000.000 Realisasi 422.00.

94 1.218.726.000.958.614.000.000.000 1. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .000 211. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.782 243.500.153.202 940.042.958.000 30.640 (129.050 484.911.433.175.182 13.30 59.319. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.030.175.000.10 1.13 1.486.000.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.40 227.250 1. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.888 1.242.450 148.808.180.900 540.31 169.030.000 1.295.850 129.978.03 233.06 46.000 Realisasi 59.600 932.990 650.949.13% dari anggaran sebesar Rp1.782 % 119.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.000 7.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.562 1.888 148.260 1.420 194.000 1.000 0 1.450 404.600 1.026.250 231.663.156. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.000 200.026.00.65 168.000.14 163. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.15 202.295.14 64.145.000.574.030.556.000 12.000 12.000.306.000.814.09 256.000.00 atau 190.180.806.28 143.294.44 46.370.000.562 2.319.433. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.150 454.353.949.632 13.157.94 211.782.91 15.542. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.319.000 200.50 190.780.50 190.600 1.201.500.944.63 211.000.2.000 1.75 168.726.000.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.990.000 339.500.000) 2.958.000.

000. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.000. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan.b. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. peningkatan kemampuan modal kerja.030. Selain itu. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi.000.00. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN.108. jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL.00. peningkatan kemampuan pemasaran.000.

yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.209.00.00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.403.733. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V .882.247.500. Pinjaman macet sebesar Rp9.187.c. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.648. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Kurang Lancar.364.971.557. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No.971.609.00.895. d.Rp21.744.192.00 dan Rp21. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.827.448.219.227.00 dan Rp9. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.00 .895.564.823.00 (Rp38.00.227.663.848.648.252.402. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16. Dari sisa pinjaman tersebut.00).00 terdiri dari: − Pinjaman eks. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.252.500.192.00 Rp1. sebesar Rp399.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.364.564.828. Rp396. Rp69.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.486.

00. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.− Pinjaman Kop.425. Sekretaris I.061. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti.720.341. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.440.770.404.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.439.000. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V .00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13.00 Rp4.393.209.280.893. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.827.00.402.260.00 dan Rp486.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.BP/83. Ketua II. SH.428. Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.000.769.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.00.758. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24. Tunggakan sebesar Rp1. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14. pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I. Berdasarkan Akta Notaris No.380.00 dan Rp387.

untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.27 100.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .42 2.00 x 100% 6. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.658. Efektifitas Penyaluran 2.557 Prosentase 39.448 69.733. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.Indikator 1.486.403.882 396.648.609.00 = X 100% 95.663 9.024.564 16.895.630.823.35 57.008.96 0.848.282.370.

648.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.782.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.663.00 Rp 52.202. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain.893.884.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6.025.403.733.895.448.958.025.882.319.614.486.884.121.00 Rp 6.367.00. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.911.00 396.823.733.00 75% x 69. jika ada.403.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.201. Realisasi tersebut mencapai 88.609.665. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.00 x 100% = 40.448.86% = = = = = Rp 6.00 16. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.75 Rp 0. 7.848.557.893.00 25% x Macet 0% x 9. b.50 Rp 99. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .564.

679.209.268 320.966.461.000 21. 20.171 44.500.323.598.671.386. 2.304.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan. 2.966 1.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .075.929.420 282.860 243.660.686.523.070 48. Penyaluran pinjaman 2.377.881 44.600 3.323.710.627. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48.252.094. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.616 3. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1. 4.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.113.377.660.695. Penyaluran 2.668.627.476 3.706.810 554. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.949.725. 3.223.166.000 20.227 1.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No. Hibah Program Kemitraan 3.696.686 39.192. 5.490 48.764 1.947.401.470 15.971 4.364. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1.294.691.323.490 3. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.904.

353.00 Rp21. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.00 21.364.171. 2.590.047.171. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.000. Bina Lingkungan a.119.642.929. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.00 e.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.227.00 Rp 1.150.626.00 4.245.000.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.422.909.660.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438. Program Kemitraan a.364.000.816.252. 2003 Tahun 2004 Total .00 18 BPK-RI/AUDITAMA V .386.00.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.240.695.679.904.203.397.268. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun.00 c.854.796.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.087.874.252.810.00 d.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.00 Rp20. Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.166.113.000.227.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306. Bunga pinjaman Rp1.904.386.000.523.Pengembalian pinjaman 16. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.941.

971.209.640.068.223.461.947.839. Bina Lingkungan a.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.182. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.00 Rp3.881.971.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.00 Rp20.929.00 Rp1. 2.574. Biaya Operasional sebesar Rp1.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.075.408.513.00.668. Program Kemitraan a.192.590.000.523.500. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.691. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1.764.668. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.00 Rp2.288.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .607.370.175.500.180.343.d 2003 sebesar Rp1.000.602.000.192.00 Rp38.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.470.00.948.971.500.d 2003 Rp217.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.00 Rp38.490.850.600.729.00 4.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi.400.000.091.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.764.00 Rp4.746.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.481.00 616. Penyaluran Rp3.00 Rp 5.944.370.754.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.223. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.394.

016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK.094. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi. Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No.00.d 2003 sebesar Rp1.205/07/HU.949.145.600. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).000. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V . 8.00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s.600.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.c. Biaya Operasional Rp15. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja.03. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.

memonitor pinjaman.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. melakukan survai lapangan.097/05/TU. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar.q. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V . Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan.04. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.

Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan.d. Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai.04. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.03. Selain mengelola dana program bina lingkungan. 22 BPK-RI/AUDITAMA V . Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan. Selain itu. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi. Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.Humas menjadi laporan PKBL.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU.

Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan. 011 dan 013/02/TU. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. 009.000.800.00 dan Rp45. Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL.000.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.06/GCS.000.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta.000. 007.000. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri.800. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001.04. b.00. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.000. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V .800.000. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.

00. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003. usaha tersebut masih berjalan. M. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005.04. S.000. M. Anis.000.H.00. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A.000.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.535/09/TU. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. Berdasarkan Surat Perjanjian No. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. Sampai dengan 31 Desember 2004.000. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut.000./ menantu H. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35.000. Sampai dengan 31 Desember 2004. 24 BPK-RI/AUDITAMA V . Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. Kecamatan Gegesik.000. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. Ikhsan Abdullah.00. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. b.00. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002.800. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45. Kabupaten Cirebon.

PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet.0297/04/TU.000. 25 BPK-RI/AUDITAMA V .Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku. c. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.00 untuk mitra binaan lainnya.800. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS.04. Anis. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS.

dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan. Berdasarkan SK Direksi tersebut.q. Selain mengelola dana program BL. Selain itu. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.097/05/TU. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V . Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. d.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No.04. Dengan demikian. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan.

000.000.000.000.00. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8. Sedangkan desentralisasi.000. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.00 dan Rp44. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48.050. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.145.00.195.d.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33.00.730. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31.000. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.00.000. buka bersama alim ulama sebesar Rp75. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.250.850.000. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s. bantuan peningkatan kesehatan.000.00. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.000.00. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.070. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. 27 BPK-RI/AUDITAMA V . d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi.000.

145.SE. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat. 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan. 28 BPK-RI/AUDITAMA V . pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo.000.00 kurang tepat sasaran. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V .02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004.00.000.2480/08/KU. terakhir dengan Surat No. Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.02.575.475.000. PT PG terus mengupayakan penagihannya. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.e.00.

Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.635.00 Sektor Lain-lain Rp 0.068.00 Beban lain-lain Rp 11.000.000.00 Rp 6.320.00 Sektor Perikanan Rp 0.658.671.546.423.500.00 Sektor Lain-lain Rp 407.900.000.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.886.00 .068.00 Rp 4.000.00 Jasa Giro Rp 13.000.470.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.941.000.370.000.286.773.00 Beban Rp 53.590.00 Beban penagihan Rp 39.340.235.00 F. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.00 Beban monitoring Rp 23.401.824.00 Sektor Peternakan Rp 0.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Rp Rp 250.011.00 Sektor Jasa Rp 250.087.024.370.000.000.000.400.679.00 Rp 217.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.397.300.000.00 Sektor Jasa Rp 220.554.658. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.00 Sektor Perkebunan Rp 0. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.758.00 Rp Rp 234.00 616.00 Rp 452.000.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.000. Surplus / Defisit (D-E) G.203.703.00 Sektor Perikanan Rp 225.00 Sektor Peternakan Rp 688.829.000.00 Rp 5.290.000.626.00 Bunga Deposito Rp 565.874.00 Beban administrasi Rp 48.158.344.500.026. Dana yang tersedia Saldo awal dana.000.860. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.00 Rp 1.00 Sektor Perdagangan Rp 0.000.00 39.00 E.500.000.00 Sektor Pertanian Rp 538.590.00 Rp 5.000.00 Rp -195.00 Sektor Perdagangan Rp 2.948. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.000.

000.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.240.710.000.561. 31 Desember 2004 Rp 44.00 Jumlah pinjaman Rp 38.525.113.00 Jasa Giro Rp 127.00 Bunga tabungan Rp 192.135.00 Jumlah akumulasi sumber dana s.500.364.476.400.d.504.00 Sektor Peternakan Rp 0.d.492.000.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.674.00 Sektor Perkebunan Rp 0.190.00 Rp 44.764.020.671.192.971. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.975. penerimaan pengembalian pokok pinj.268.000.323.446.564.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.00 Sektor Perdagangan Rp 6.900. 31 Desember 2004 B.00 C.00 Sektor Lain-lain Rp 0.000. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.461.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Sektor Lain-lain Rp 1.00 Sektor Perikanan Rp 2.00 Sektor Jasa Rp 400.410.000.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.252.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.d.223.860.687.695.401.227.000.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.386.904.249.000.00 Rp 4. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.553.489.725.447.00 Sektor Perikanan Rp 0.668.053.00 Sektor Jasa Rp 1.d.d.171.100.616.000. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.00 Rp 2.00 Hibah : Rp 1.00 Sektor Perdagangan Rp 0. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.00 .679.947. s.00 Sektor Peternakan Rp 2.00 Ak.000.881.00 Sektor Pertanian Rp 16.

00 0.00 0.00 0.000.00 0.000.00 E K T O R Perikanan 2.00 Jasa 1. Wilayah Binaan S Industri 7.000.00 4.00 0.280.00 0.000.000.564.00 1.00 0. Bali 5.00 0.489.240.00 0.228.525.00 4. Jawa Tengah 3.000.471.00 250.00 2.000.000.000.00 Peternakan 2.000.000.900.446.00 0.047.000.261.000.00 0.000.00 0.00 0.905.00 4.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.00 0.500.000. Lain-lain Total pinjaman .d.000.564.00 425.00 0.00 Pertanian 12.000.00 0.000.00 0.000.403.447.000.048.00 0.000.088.00 0.190.00 0.000.00 0.00 0.00 175.00 245.00 2.000.904.00 0.00 Jumlah 32.00 38.904.500.000.00 0.020.000.190.00 1.00 254.00 0.00 Lain-lain 1.561.500.00 425.00 7.00 407.053.00 0.00 0.447.240.00 0.00 1.641.000.00 16.00 6.135.00 0.00 0.00 407.500.065.192.765.000.00 Perkebunan 0.00 0. Jawa Barat 4.240.00 Perdagangan 5. Jawa Timur 2.00 0. Nusa Tenggara Barat 6.780.000.687.047.000.000.00 0.00 245.971.900.446.025. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No.00 0.500.

973.00 0.888.00 16.484.181.00 39.609.901.401.888.00 Rp 16.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.00) Rp Rp 16.000.00 Rp 0.00 0.00 (381.100.00 Rp Rp 0.364.784.888.243.417.011.00 0.00 16.664.00 0.590.011.00 0.227.00 Rp Rp 0.848.557.00 1.00 Rp 0.00 .888.417.011.00 0.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.00 16.00 0.860.011.00 Rp Rp Rp 16.00 0.00 Cicilan Revolving Rp 21.417.252.087.417.