BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003

Nomor Tanggal

: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

DAFTAR ISI

Halaman Laporan Auditor Independen Dasar Penugasan dan Ruang Lingkup Audit Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik 1. 2. 3. 4. 5. Neraca Konsolidasian Laporan Laba Rugi Konsolidasian Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Laporan Arus Kas Konsolidasian Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 1 2 4 5 7 i iv

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

Nomor : 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit neraca konsolidasian PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004, serta laporan laba rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Kami juga melakukan pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern. Laporan Keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern adalah tanggung jawab manajemen perusahaan. Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern berdasarkan audit kami. Laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2003 telah diaudit oleh auditor independen lain yang laporannya tertanggal 23 Januari 2004 berisi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian tersebut. Kami tidak mengaudit laporan keuangan anak perusahaan yaitu PT Petrosida dan PT Petrokimia Kayaku untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2004, yang laporannya menyajikan jumlah aktiva sebesar Rp118.351.674.165 (4,29%) dan jumlah pendapatan usaha sebesar Rp278.813.580.833 (7,26%) untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan konsolidasian tersebut diaudit oleh auditor independen lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan keuangan konsolidasian anak perusahaan tersebut, yang laporannya telah diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan

BPK RI/AUDITAMA V

Suatu audit meliputi pemeriksaan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. dalam semua hal yang material. berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. Menurut pendapat kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia dan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. posisi keuangan PT Petrokimia Gresik dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 2004 dan hasil usaha. Catatan 34 atas laporan keuangan konsolidasian berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap perusahaan dan anak perusahaan dan tindakan yang telah ditempuh serta rencana yang dibuat oleh manajemen perusahaan dan anak perusahaan untuk menghadapi kondisi tersebut. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit kami laksanakan dengan tujuan untuk menyatakan pendapat atas laporan keuangan pokok secara keseluruhan. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. semata-mata hanya didasarkan atas laporan auditor independen lain tersebut. laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar. perubahan ekuitas serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian terlampir mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak.jumlah-jumlah untuk anak perusahaan tersebut. persyaratan bantuan dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. atas dasar pengujian. Laporan keuangan induk perusahaan terlampir disajikan untuk ii BPK RI/AUDITAMA V .

D-1416 Jakarta.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Laporan keuangan induk perusahaan tersebut telah menjadi obyek prosedur audit yang kami terapkan dalam audit atas laporan keuangan pokok. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan pengendalian intern kami sampaikan secara terpisah kepada manajemen dengan laporan kami nomor 02. berkaitan dengan laporan keuangan pokok secara keseluruhan. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. dalam semua hal yang material. disajikan secara wajar. Drs. Register Negara No. menurut pendapat kami.tujuan analisis tambahan dan bukan merupakan bagian laporan keuangan pokok yang diharuskan menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Ak. 31 Januari 2005 iii BPK RI/AUDITAMA V . dan. Misnoto MA.

2. Dasar Penugasan a. Ruang Lingkup Audit Audit ini bersifat general audit atas laporan keuangan konsolidasian PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2004. Audit dilaksanakan dengan berpedoman pada Standar Audit Pemerintahan yang ditetapkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. d. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Undang-undang No. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.DASAR PENUGASAN DAN RUANG LINGKUP AUDIT 1. pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan dan peraturan perusahaan yang kami uji mencakup : a. d. Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen. 23 F dan pasal 23 G. Undang-undang No. c. Kontrak. Undang-undang No. Undang-undang No. 57/ST/VII-XV.1/9/2004. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. perihal penugasan untuk melakukan audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 di Gresik. e. vi BPK RI/AUDITAMA V . c. Suatu audit meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Selain itu audit mencakup pengujian atas kepatuhan perusahaan terhadap kontrak dan pasal-pasal tertentu peraturan perundang-undangan serta kepatuhan terhadap pengendalian intern. b. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. 15 tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab keuangan Negara. 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Undang-undang No. 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara. Undang-undang No. b. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.

h. Undang-undang No. 19 tahun 2001 tanggal 20 Nopember 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik. Undang-undang No. 319/KMK. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Keputusan Memperindag No. Undang-undang No. 10 tahun 1994 dan Undang-undang No. 16 tahun 2000. q. KEP-102/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Jangka Panjang BUMN. KEP-101/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan BUMN. 7 tahun 1991. 70/MPP/KEP/2/2003. Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Keputusan Menteri BUMN No. KEP-100/M-MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN. g.130/2/2004 mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2004. i. Keputusan Menteri Pertanian No. o. 356/MPP/KEP/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang Perubahan SK Memperindag No. Keputusan Menteri Negara BUMN No. Keputusan Memperindag No. r. Keputusan Menteri Negara BUMN No. 12 tahun 1998. 17 tahun 2000. Peraturan Pemerintah No.f. 18 tahun 2000. s. 11 tahun 1994 dan Undang-undang No. 107/Kpts/SR. 70/MPP/KEP/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. Keputusan Menteri Keuangan No. n. Peraturan Daerah (Perda) No. 12 tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 2001 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah No. 9 tahun 1994 dan Undangundang No. Keputusan Menteri Negara BUMN No.06/2004 tanggal 28 Juni 2004 tentang Tata Cara Penghitungan dan Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2004. j. k. vi BPK RI/AUDITAMA V . l. Undang-undang No. m. KEP-183/MBU/2003 tentang Komponen Harga Pokok Penjualan Pupuk Bersubsidi. 8 tahun 1983 tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No. p. 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang No.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik. Pelaksanaan audit di lapangan berakhir tanggal 31 Januari 2005. u. Prosedur Operasional Pengadaan Barang dan Jasa PT Petrokimia Gresik. w. Kami yakin bahwa audit kami memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat. x. vi BPK RI/AUDITAMA V . Kontrak-kontrak pengadaan barang dan jasa dalam tahun 2004. v. Keputusan Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik No. z. Anggaran Dasar PT Petrokimia Gresik.t. y. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi Holding Pupuk. 63 tahun 2002 tanggal 11 Juli 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik. Pedoman dan Kebijakan Akuntansi PT Petrokimia Gresik.

908. 5 347.406. 12 13 1.565 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa . 16c 3m.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.859 1.283 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan IstimewaSetelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 714.577 14.880.814 335.268.160 560.925.560 2.042 dan Rp 1.374.783 3i.266.429 13.Setelah Dikurangi Penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 1.823 1.779 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Pendapatan Yang Masih Akan Diterima Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Pajak Tangguhan Aktiva Tetap .072 85.460.808 - Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 .816.309.825 dan Rp 10.216 dan Rp 981.688 2.142.756.028.920 pada tahun 2004 dan 2003 Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Aktiva Tak Berwujud Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 3f.162 718.409 469.Setelah Dikurangi Akumulasi Penyusutan Masing-masing sebesar Rp 1.677.404. 4 3g. 3i.004.253.209 47.384. 3l.369. 3n.537 249.145.393 187. 10 3s.Setelah dikurangi penyisihan Piutang Ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.237 29.409.077.895 23.065.248 3p.002.264.287.030 69.434.718.256 19. 31 3k. 3l.861 3o.840.445.890.833 44.515 3.117 887.678.784 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga . 6 152.928 136.464.209 dan Rp 506.827 13.359 57.127.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .289 34.629.670.333 dan Rp 249. 7 8 9 16a 21.407 1.592.360 219. 3h.328.695.621.774 618.516 63.120.328 17.077.441 3j.244.789.016 256 1.096.314. 11 2.

993.625 23 396.1.889 108.000 288.363 20 21.293.879.895 8.117 396.890.000 per Saham Modal Dasar . 3l.b 17 18 19 20 21 143.640 4.864.878 2.960.150 794.903 2.654 22.869 124.323 58.a.881 14.191 3.000.511.631 437.059.265 46.047 91.309.449 87.039 2.420.249 1.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.960.715.000 334. 29 519.263. HAK MINORITAS DAN EKUITAS 3.456.069 90.198.176 23.300.396.692.171.725.838.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 3.550.435.808 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 2 . 15 774.372.860.860 18.826 1. 22 15.348 33.165.462.714.021.888 JUMLAH KEWAJIBAN HAK MINORITAS EKUITAS Modal Saham . 3.846 1.555.328 854.295 551.199.563.596.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan KEWAJIBAN .c 31 73.931 667.910.197 2.939.853.637 5.426 115.001 8. 16.637. 16.757.713.886.426 137.s.986 622.s.420 Saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN.018 43.420.939.565.759.296. HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR 2004 Rp 2003 Rp Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar 14 3q.f.756.514 31.421 897.324 117.Nilai Nominal Rp 1.813.374.160.055 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Hutang Jangka Panjang .992.

28 (93.094) 126.r.569.819) 108.651.c (71.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Catatan 2004 Rp 3. 27 107.908) (72.150 119. 26 (179.292.267 3.429 (54.015.759.065) 50.099.044.020.157.875.296) 110.731.145 3.969 (1.107.623 170.213.705) 198.562.372.020.196) (17.r.954.332) 292.921.244.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak Penghasilan LABA SEBELUM HAK MINORITAS BAGIAN DARI PEMILIK SAHAM MINORITAS LABA BERSIH 3.477 3.r.455.688 (68.306.902.859) 207.458.874 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .714.819.711.460.685.265 (143.934.173) 181.648. 24 3.425) (159.382.r.413) (437.173 (2.207.023 (124.328 (74.683 (60.189.500.r.191.615.373) 119.642 2003 Rp 2.s.015 (87.837.708) (86.477.486.440 3. 16.979) 13. 25 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 3 .526) (375.523) 17.211) (171.643 (3.081.320) 582.831.194 (2.982.810.166) 729.845) 124.943.

280) (1.087.889 43.696) (1.210) 1.000 396.000 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 4 .175.046.150 124.196.741.328 Jumlah Ekuitas Rp 745.353) (932.285.759.210) 668.243) 377.658.420.235.039 124.566 2.199.879.869 Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Rp 93.125.197 Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Perubahan Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.540.696) (1.420.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Modal Saham Rp Laba Belum Direalisasi dari Pemilikan Efek Rp 46.372.420.059.353) (932.735 288.558) (7.243) (46.658.123.442.326 108.590) (2.377 (7.590) (2.061 794.280) (1.097 137.509.414 854.759.793.863.558) Saldo Laba Yang Dicadangkan Rp 255.540.000 396.087.353) (2.988 108.377) (2.863.372.509.125.558 (46.180) (43.328 (60.534) (1.333 108.150 (47.793.534) (1.123.890 40.180) 2.196.637) (932.353) (40.328 (60.759.566) 124.372.150 (47.423.414 334.992.747) (932.175.

459. Jasa Giro dan Penerimaan Diluar Usaha lainnya 2003 Rp 663.138.605.825 103.421 Investasi Rutin 97.496 102.572.588.480 180.760.531 (94.179 (125.027 73.286.524.892 52.033 91.400) 128.202 3.618 202.576.929.585.752 63.829.180 513.364.021.262.741 281.709 2.000 295.579.364.284.092 16.768.316.455. Retribusi.885 4.771.534.350.960.083 4.158.054.879 64.060.679.986.016.548 3.807.226.144.127 189.314 7.669 144.512.264 41.570 2. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Fee Agen dan Diskon Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan Hutang Lain .250 184.773.277 71.474.869.400 590.568 347.431 Lihat tidak Kewajiban Pembagian Laba Tahun Lalu Terpisahkan dari Laporan ini 80.979.903 Pengeluaran : Biaya yang Berkaitan Dengan Pendapatan Diluar Usaha 38.733.902.358 6.273.599.758 200.192.286.483.258 525.511.796 6 .074.127 149.793.lain Penempatan Deposito Pembayaran Kas Kepada Pemasok dan Karyawan Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Penjualan Aktiva Tetap Pendapatan Bunga.579.910.919.346 Jumlah Pengeluaran 234.848 305.764 65.584.224 9.016 Jumlah Penerimaan 184.600 382.913) 1.621 190.351.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang Lain .653 576.822 90.129 7.441 152.532 129.350.302.214 104.955.245.514. Asuransi Biaya Jasa.969.058 215.638 3.930 18.911.lain Penerimaan Kas dari pelanggan Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.lain Penerimaan Restitusi Pajak dan Lain .261.470.598 Investasi Proyek Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian 18.870 102.298 273.529.651 1.600 199.827 9.256.779 2.270.432.000 247.552.856.258 85.

688.709 335.684 153.742 182.814 260.577.688.AWAL TAHUN KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 1.181.096 1.291 252.393 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang Merupakan Bagian tidak Terpisahkan dari Laporan ini 6 .845.507 156.577.634.727.735 1.510.145.677.141.404.604.428.411 176.342 Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.033 260.181.677.228 335.145. KMK & LC Lainnya Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan KAS DAN SETARA KAS .634.393 11. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Angsuran kredit Investasi.033 7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp (50.099.421 347.845.893) 2003 Rp 55.291 7.735 1.077.

Sedangkan ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah bergerak dalam bidang: i) Produksi.Th. O2. Ato Suprapto. Tambahan Nomor 722. Sahala L Gaol Ir. H2. pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi vii) Jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif viii) Produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar ix) Produksi dan pemasaran jasa rancang bangun dan pabrikasi b.01. MA Dr.04. notaris di Jakarta. serta Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 September 2004 adalah sebagai berikut : Komisaris : Dr. Suhendro Bakri. maksud dan tujuan Perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya. Kresnayana Yahya : : : : : Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Komisaris Direksi : Ir. Mustofa : Direktur Utama : Direktur Produksi 7 . SH.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 1.. SP36. Direksi dan Karyawan Susunan dewan komisaris. Sesuai dengan anggaran dasar Perusahaan. Akta perubahan tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman dengan Surat Keputusan Nomor C2-6147 HT. Selanjutnya. UMUM a. surat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Nomor : S – 480/MBU/2004 tanggal 9 September 2004 perihal pemberhentian dan pengangkatan anggota – anggota Direksi Perusahaan Anak PT Pupuk Sriwidjaja (Persero). direksi dan karyawan Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2004 ditetapkan berdasarkan surat PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) nomor U-912/A.00 – UM/2004 tanggal 8 September 2004. Urea. Pendirian Perusahaan PT Petrokimia Gresik (Persero) selanjutnya disebut “Perusahaan” pada awalnya adalah Perusahaan Umum yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 1971. Phonska. Arifin Tasrif Ir. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan. mengenai persetujuan penjualan 10 (sepuluh) saham PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada Yayasan Petrokimia Gresik. perdagangan jasa dan angkutan. MSc Ir. iii) Pemasaran produk utilitas iv) Jasa kepelabuhanan v) Jasa kesehatan vi) Produksi.98 tanggal 9 Juni 1998 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. Teddy Setiadi Drs. 82 tanggal 27 Maret 1998 dari Imas Fatimah. RNP dan KCL ii) Pemasaran dan perdagangan bahan kimia antara lain N2. Alf3 & Cement Retarder. khususnya di bidang industri. SH Nomor 110 tanggal 31 Mei 1975. NH3. 84 tanggal 20 Oktober 1998. berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 tahun 1975 bentuk Perusahaan Umum diubah menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) melalui akta notaris Abdul Latief. Ir. Tambahan Nomor 5870. Dewan Komisaris. Akta pendirian ini telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia tanggal 9 Desember 1975 No 98. pemasaran dan perdagangan berbagai jenis pupuk. terakhir dengan akta notaris No. diantaranya adalah pupuk ZA.

Bambang Tjahjono. SE.00% * : merupakan perusahaan anak yang dimiliki PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik PT Petrosida Gresik (PT Petrosida) didirikan berdasarkan akta notaris Frederik Alexander Tumbuan Nomor 43 tanggal 24 Juni 1983. Nugroho Purwanto. Nomor 8 tanggal 12 Pebruari 1998 serta telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Nomor G2-1938.HT.711 Gresik Gresik Gresik Thailand 5.032.00% 35.000. Kantor pusat Perusahaan beserta instalasi produksi berlokasi di Gresik.774 Domisili Jenis Usaha Pemilikan Jumlah Aktiva 31 Desember 2004 PT Petrokimia Kayaku Gresik 60% Rp 59. MH : : : : Direktur Keuangan Direktur Teknologi & Pengembangan Direktur Pemasaran Direktur SDM & Umum Karyawan Perusahaan berjumlah 3.034 pada tahun 2003.00% USD 26.968.808 Gresik Gresik Perbengkelan.01.382. Firdaus Syahril Ir. kontraktor dan produsen bataco dan paving stone Peralatan pabrik Bahan baku sabun Bahan baku plastik Produsen pupuk 50. Struktur Perusahaan Perusahaan memiliki saham perusahaan anak dan asosiasi dengan rincian sebagai berikut : Persentase Nama Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik Gresik Produksi. Ir. PT Petrosida 8 .G Yudara.900 Perusahaan Asosiasi Metode Ekuitas Perusahaan PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak * PT Petrokopindo Cipta Selaras PT Aneka Jasa Grhadika Metode Biaya PT Puspetindo PT Petrocentral PT Petrowidada Asean Potash Mining.80% 1. SH. distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida serta bertindak sebagai Distributor Pupuk.262. c.146. Akta tersebut telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan Akta Notaris N.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Drs.04 tahun 1998 berstatus PMDN dengan investasi USD 20.47% 13.13% 9.000.640 Rp 61.BAT Ir. Thailand Gresik Gresik Bahan baku plastik Pengelolaan lahan untuk industri di Gresik. jasa transportasi dan perdagangan umum Jasa tenaga kerja.392 Rp 14. T.99 % Rp 59.00% Rp 18. SH. Memproduksi / memformulasi dan memasarkan pestisida 99.964 orang pada tahun 2004 (tidak diaudit) dan 4. Ak..089. Bambang Setiobroto. 20.00% 50. MM.

distribusi dan perdagangan bahan aktif pestisida. 9 . Beberapa hal penting berkaitan dengan tata niaga tersebut adalah sebagai berikut: i. Besarnya subsidi harga gas bumi atau selisih pembayaran harga gas adalah selisih antara harga kontrak jual beli gas antara Perusahaan dengan Kontraktor Production Sharing (KPS)/ Pertamina atau harga yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga beli gas yang harus dibayar atau yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. TATA NIAGA YANG BERKAITAN PRODUK PERUSAHAAN a. Akta tersebut beberapa kali mengalami perubahan. perusahaan ini juga bergerak sebagai distributor pupuk.01%). memberikan jasa penelitian dan pemeliharaan pestisida aktif. Tata niaga tersebut sekaligus merupakan instrumen subsidi atau selisih pembayaran harga gas untuk produksi pupuk urea yang digunakan untuk sektor pertanian dalam negeri. b.00/MMBTU. Tata niaga pembelian gas bumi oleh Perusahaan ditetapkan oleh Pemerintah.00%). Pemegang saham PT Petrokimia Kayaku adalah PT Petrokimia Gresik (60. 69. ZA. PT Petrokimia Kayaku bergerak dalam usaha produksi/ formulasi dan memasarkan pestisida terdaftar.751.000. Pengadaan gas bumi untuk PT Petrokimia Gresik dengan pemanfaatan gas bumi diatur dengan perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan Pertamina Nomor PJB-0693/C..400. Pemegang saham perusahaan ini adalah PT Petrokimia Gresik (99. 2. sedangkan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 9. Modal dasar. modal ditempatkan dan modal disetor PT Petrokima Kayaku adalah Rp 1.00/MMBTU ke Bank of America sebagai paying agent. Phonska) merupakan pupuk bersubsidi. terakhir dengan akta notaris Wien Hidajati Rasjid.00%). SH. Modal dasar perusahaan ini adalah Rp 19. Disamping itu.HT. Kemudian. Mitsubishi Corporation Tokyo (20.00%) dan Nippon Kayaku Co.99%) dan Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik/K3PG (0.04 tahun 2000. Mekanisme pembayaran subsidi pupuk urea melalui harga gas secara ringkas dilakukan dengan cara sebagai berikut : PT Petrokimia Gresik membayar terlebih dahulu USD 2. Ltd Tokyo (20. Pupuk sebagai Produk Bersubsidi Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. tanggal 4 Pebruari 2002 serta telah dimuat dalam tambahan Berita Negara RI tanggal 29 Agustus 2000 No. selisih harga kontrak dengan harga gas bumi yang dibebankan kepada Perusahaan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan ditagihkan kepada Pemerintah yang pelaksanaannya dilakukan oleh Direktorat Jenderal Lembaga Keuangan. ii. diantaranya menetapkan bahwa produk pupuk urea dan pupuk non-urea (SP-36. Nomor 7 tanggal 23 September 1998 dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman RI dengan Keputusan Nomor C2-1377.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) bergerak dalam bidang produksi. iii.000.016. PT Petrokimia Kayaku PT Petrokimia Kayaku didirikan dengan akta notaris Sri Soetengsoe Abdoel Sjoekoer. Gas Bumi Salah satu bahan baku produksi pupuk adalah gas bumi.0000/91-B1 dan nomor 236/IV/SPK/A/Dir/1991 tanggal 5 April 1991 dengan jangka waktu 1 Juni 1993 sampai dengan 1 Juni 2013 dengan harga USD 2. SH nomor 3 tanggal 18 Februari 1976 di Jakarta. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 tentang perubahan Keputusan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003.500.01.

06/2004 tanggal 28 Juni 2004.00 per Kg • Pupuk ZA = Rp 950.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) c.USD 1.00 per Kg e. 319/MK. Hal ini sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. • Perusahaan mencatat harga gas dalam perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kontrak pembelian yaitu sebesar USD 2. Perusahaan melaksanakan pengadaan pupuk bersubsidi sampai dengan gudang Lini III yang berlokasi di tingkat Kabupaten atau Kodya di wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dan penjualan pupuk kepada Distributor. .00/MMBTU sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 319/MK.00/MMBTU untuk periode Agustus sampai dengan Desember 2003.600. Phonska/ NPK 15:15:15) Subsidi pupuk non urea ditentukan oleh Pemerintah melalui harga pupuk yaitu selisih positif antara Harga Pokok Produksi (HPP) dengan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian dikalikan volume penyaluran pupuk ke sektor pertanian.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 dan No. yaitu Jawa Timur di 37 Kabupaten untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea.USD 1. dengan ketentuan bahwa Harga Pokok Produksi tidak boleh melebihi harga impor untuk pupuk sejenis. sedangkan untuk periode Januari sampai dengan Desember 2004 ditetapkan sebesar USD 1. Pupuk Urea • Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 356/MK.050. Perusahaan ditugaskan sebagai pelaksana dan bertanggung jawab atas kelancaran pengadaan dan penyaluran serta 10 . 356/KMK. d. Komponen biaya yang dapat diperlakukan sebagai Harga Pokok Produksi diatur dengan SK Menteri BUMN No KEP-183/MBU/2003 tanggal 28 Maret 2003 yang pada prinsipnya sama dengan HPP pada umumnya ditambah margin keuntungan 10%.00 per Kg • Pupuk NPK = Rp 1. Pupuk Non Urea (SP-36. HET ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 107/Kpts/SR. Distribusi Pupuk Distribusi pupuk bersubsidi sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Pebruari 2003 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI No 306/MPP/Kep/4/2003 menetapkan bahwa Perusahaan bertanggung jawab untuk melaksanakan pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2003 mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah propinsi yang menjadi tanggung jawabnya.00/MMBTU • Selisih antara harga gas bumi sesuai kontrak atau berdasarkan penetapan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dengan harga gas yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan.06/2004 tanggal 28 Juni 2004. dikalikan volume pemanfaatan gas atas penyaluran pupuk ke sektor pertanian diakui sebagai pendapatan subsidi pupuk urea. Pada tahun 2002 melalui surat dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan dalam Negeri nomor 490/DJPDN/IX/2002 tanggal 20 September 2002.130/2/2004 tanggal 13 Pebruari 2004 yaitu : • Pupuk Urea = Rp 1.00 per Kg • Pupuk SP-36 = Rp 1. Subsidi ini diakui Perusahaan sebagai pendapatan subsidi pupuk non urea.06/2003 tanggal 19 Agustus 2003 menetapkan harga gas yang menjadi beban Perusahaan adalah sebagai berikut : .30/MMBTU untuk periode Januari sampai dengan Juli 2003. ZA.400. Selanjutnya Distributor melakukan penjualan dari gudang Lini III kepada Pengecer di Lini IV.

Madiun. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan Dalam Mata Uang Asing 11 . 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 wilayah tanggung jawab Perusahaan menjadi 12 Kabupaten Jawa Timur untuk pupuk urea dan seluruh Indonesia untuk pupuk non urea. Dalam pertengahan tahun 2004. Tuban. waktu dan mutu. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Nganjuk. b. Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan adalah konsep biaya perolehan (historical cost). tempat. Bojonegoro. Saldo dan transaksi termasuk keuntungan / kerugian yang belum direalisasi atas transaksi antara perusahaan dan perusahaan anak dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Perusahaan dan perusahaan anak sebagai satu kesatuan usaha. jumlah.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) ketersediaan stok pupuk urea di 9 (sembilan) Kabupaten/Kota di Propinsi Jawa Timur (lebih sedikit dibandingkan tahun 2003). Ngawi. Ponorogo dan Pacitan. Prinsip Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan perusahaan dan perusahaan anak dimana Perusahaan merupakan pemegang saham baik secara langsung ataupun tidak langsung lebih dari 50% hak suara dari saham yang diterbitkan. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Magetan. Jombang. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah Rupiah. f. 3. c. Penggunaan Estimasi Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban dan pengungkapan aktiva dan kewajiban kontinjen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. d. Kedua belas kabupaten di Jawa Timur tersebut adalah Gresik. atau apabila Perusahaan memiliki 50% atau kurang hak suara tetapi dapat dibuktikan adanya pengendalian. mulai dari Lini I sampai dengan Lini IV pada wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Lamongan. investasi dan pendanaan. harga. sesuai Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan No. Perusahaan wajib bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi secara 6 (enam) tepat yaitu tepat jenis. yang antara lain meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Kota Madiun. Pestisida dan Produk Lainnya Pemerintah tidak mengatur tataniaga produksi dan perdagangan pestisida dan produk lainnya sehingga Perusahaan dapat melaksanakan produksi dan pemasarannya sesuai dengan kebijakan manajemen dan mekanisme pasar. Laporan arus kas konsolidasi disajikan dengan metode langsung (direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi. Hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi.

aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut didasarkan pada kurs tengah mata uang asing yang diumumkan oleh Bank Indonesia. sedangkan pada akhir tahun 2004 berdasarkan realisasi HPP dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P tahun 2004. h. Sedangkan piutang usaha yang berasal dari pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. pada akhir tahun jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV selama satu tahun dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara –Perubahan (APBN-P) tahun 2004. ZA dan NPK (non-urea) diakui sebesar selisih perkiraan Harga Pokok Penjualan (HPP) sesuai perhitungan dan komponen biaya yang ditentukan oleh Menteri BUMN dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh Menteri Pertanian.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pembukuan Perusahaan dan perusahaan anak. Piutang subsidi harga gas diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk urea untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. maka kerugian yang timbul akan diakui pada periode berjalan. Penurunan Nilai Aktiva Apabila terdapat indikasi adanya penurunan potensial atas nilai aktiva yang disebabkan oleh penurunan estimasi nilai ekonomis yang manfaatnya untuk masa depan. produk samping (non pupuk) dan pestisida diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata – rata. Pada akhir tahun 2003 jumlah piutang diakui berdasarkan penyaluran ke Lini IV dan perkiraan HPP setahun. Kas dan Setara Kas Kas dan setara kas terdiri dari saldo kas dan bank. kecuali PT Petronika diselenggarakan dalam mata uang Rupiah. Piutang subsidi harga pupuk diakui 100% dari penagihan secara bulanan berdasarkan pupuk SP-36. aktiva dan kewajiban PT Petronika pada tanggal neraca di jabarkan masing – masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. 12 . maka Perusahaan akan melakukan penelaahan atas terjadinya penurunan nilai aktiva. deposito berjangka yang jangka waktunya kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatannya dan tidak dijaminkan. g. Sedangkan untuk tahun 2004. f. Subsidi harga pupuk (pupuk non-urea) Piutang subsidi harga pupuk tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk SP-36. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pembukuan PT Petronika. Piutang Subsidi Kepada Pemerintah Subsidi harga gas atau selisih pembayaran harga gas (pupuk urea) Piutang subsidi harga gas tahun 2003 dan 2004 untuk produk pupuk urea diakui sebesar selisih antara harga gas menurut kontrak atau yang ditetapkan oleh Menteri Pertambangan dan Energi dengan harga yang dibebankan kepada Perusahaan menurut keputusan Menteri Keuangan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laporan laba rugi tahun yang bersangkutan. ZA dan NPK untuk sektor pertanian yang telah disalurkan ke Lini IV. Bila hasil penelaahan tersebut menyimpulkan adanya penurunan nilai aktiva. perusahaan anak diselenggarakan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan (bagian laba rugi penyertaan). Piutang Usaha Piutang usaha yang berasal dari penjualan pupuk. Pada tanggal neraca. e.

iv) Untuk persediaan yang tidak berfungsi dalam kondisi rusak atau tidak dapat dimanfaatkan. Namun demikian penghapusan tersebut tetap mengikuti prosedur sebagaimana diatur dan berlaku untuk BUMN pada umumnya. Bagian atas laba (rugi) tiap tahun disesuaikan dengan amortisasi atas selisih antara harga perolehan dan bagian Perusahaan atas nilai wajar netto yang dapat diidentifikasi. baik langsung maupun tidak langsung. maka selisih yang timbul dibebankan pada akun penurunan nilai persediaan dalam kelompok beban lain-lain. maka nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunan tersebut yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. iii) Persediaan barang jadi pada tanggal neraca disajikan sebesar nilai perolehannya atau nilai bersih yang dapat direalisasi mana yang lebih rendah (the lower of cost and net realizable value).2 tahun 50 % > 2 tahun 100% Piutang yang benar-benar tidak dapat ditagih dihapuskan dari pembukuan. dipindahkan ke aktiva lain-lain dengan nilai Rp 1. Khusus untuk piutang kepada Pemerintah disisihkan setelah adanya kepastian bahwa piutang tersebut tidak akan terealisir. ii) Investasi Lainnya Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Penyisihan Piutang Perusahaan menetapkan penyisihan piutang atas piutang usaha dan piutang lain-lain (kecuali piutang yang ada jaminannya. l. piutang kepada Pemerintah dan antar produsen pupuk/sister company) berdasarkan analisa terhadap umur piutang tersebut sebagai berikut : Umur piutang Persentase penyisihan 0 . j. dinyatakan sebesar biaya perolehan. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen. Persediaan i) Persediaan bahan baku dan suku cadang dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode ratarata bergerak (moving average method). nilai tercatatnya dikurangi untuk mengetahui penurunan tersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan.000 (seribu Rupiah) dibebankan sebagai kerugian pada tahun berjalan.1 tahun 0% 1 . Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa 13 . Apabila penyajian dilakukan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasi. Penerimaan kembali piutang yang telah dihapuskan dibukukan sebagai pendapatan lain-lain. ii) Persediaan barang dalam proses dicatat sebesar harga perolehannya dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i. Bila terjadi penurunan nilai yang bersifat permanen.000 (seribu Rupiah) per satuannya. Investasi Jangka Panjang i) Investasi pada Perusahaan Asosiasi Investasi dengan pemilikan 20% sampai dengan 50%. ditambah atau dikurangi dengan bagian laba atau rugi perusahaan asosiasi sejak perolehan sebesar persentase pemilikan dan dikurangi dengan dividen yang diterima (metode ekuitas). Selisih antara nilai tercatat dengan nilai Rp 1. k.

dan anggota dekat dari perorangan tersebut (yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor). Terhadap aktiva tetap tersebut dilakukan penyusutan sekaligus sebesar nilai buku dan dibebankan sebagai Biaya lain – lain. iii).PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan No. mengendalikan atau dikendalikan oleh. iv). Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris. baik secara langsung maupun tidak langsung suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh secara signifikan. yang dimaksudkan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah: i). Perusahaan asosiasi (associated enterprises). ii). direksi atau pemegang saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan pelapor. Perorangan yang memiliki. Perusahaan dimana suatu kepentingan substansial dalam hak suara dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang yang diuraikan dalam point iii) dan iv) atau setiap orang tersebut mempunyai pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Karyawan kunci yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan tanggung jawab untuk merencanakan. m. sebagai berikut : % Tarif Penyusutan Bangunan pabrik Bangunan gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries). subsidiaries and fellow subsidiaries). Apabila aktiva tetap yang tidak digunakan lagi untuk operasional perusahaan ( karena rusak atau usang). pengadaan/ pembangunan yang berkaitan dengan aktiva tetap adalah sebagai berikut: 14 . Aktiva tetap kecuali tanah disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (straight line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap. v). sebelum mendapatkan persetujuan formal untuk menghapuskannya atau dijual. Aktiva Tetap Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutannya. alat berat Perabot dan inventaris lainnya 10 10 20 20 25 Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orang-orang tersebut dan. atau berada dibawah pengendalian bersama dengan perusahaan pelapor (termasuk holding companies. maka secara administratif dikeluarkan dari perkiraan aktiva tetap untuk dipindah bukukan ke dalam aktiva tetap non operasional yang disajikan dalam kelompok aktiva lain – lain. atau dengan pihak yang mana Perusahaan mempunyai pengaturan khusus atau transaksi yang signifikan dan juga apakah transaksi telah dilakukan atau dengan kondisi dan syarat sebagaimana dilakukan dengan pihak yang tidak mempunyai hubungan istimewa telah diuraikan di laporan keuangan. memimpin dan mengendalikan kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris. Kriteria yang digunakan untuk objek kapitalisasi berupa pengeluaran untuk pemeliharaan. Sifat dan besarnya transaksi dengan pihak-pihak yang mana Perusahaan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan. 7.

000 Rp 25. Pengakuan Pendapatan dan Beban 15 . Biaya jasa lalu. Pengadaan/ pembangunan aktiva tetap dikapitalisasi jika harga per satuan mempunyai batas minimum sebagai berikut: Penambahan/ Penggantian Rp 25. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aktiva tersebut.000 Rp 25. r. Aktiva / Kewajiban Diestimasi atas Program Pensiun Perusahaan menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti ( berupa PKHT dan THT ) untuk semua karyawan tetap lokalnya. p.000 Rp 5. (iii). o. Apabila pengeluaran biaya pemeliharaan tidak menambah umur dan atau menambah kapasitas maka dicatat sebagai beban.500 Jenis Aktiva Bangunan Mesin Alat berat Kendaraan Perabot Baru Rp 50. Metode penilaian aktuaria yang digunakan oleh aktuaris adalah metode Projected Unit Credit.000 Persediaan yang diklasifikasikan sebagai suku cadang penyangga disajikan pada aktiva tetap. Aktiva Dalam Pelaksanaan Aktiva dalam pelaksanaan dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya pemeliharaan yang dikapitalisasi adalah biaya pemeliharaan yang dikategorikan sebagai perbaikan berat yang berupa penggantian baru seluruh satuan komponen aktiva tetap.000 Rp 10. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing – masing aktiva tetap yang bersangkutan pada saat selesai dan siap digunakan. Hutang Usaha Hutang usaha adalah hutang yang timbul dari pengadaan barang/ jasa yang dinyatakan sebesar nilai barang/ jasa yang harus dibayar kepada rekanan. Biaya jasa kini diakui sebagai beban pada periode berjalan.000 Rp 5.000 Rp 50. Hutang usaha yang berhubungan dengan pemborongan pekerjaan diakui dan dicatat berdasarkan persentase fisik pekerjaan yang telah diselesaikan dan dinyatakan dengan Berita Acara. koreksi aktuarial dan dampak perubahan asumsi bagi peserta pensiun yang masih aktif diamortisasi dengan metode anuitas pasti selama estimasi sisa masa kerja rata – rata karyawan sebagaimana ditentukan oleh aktuaris. Pengeluaran berupa biaya pemeliharaan diklasifikasikan dan dicatat sebagai aktiva tetap apabila pengeluaran tersebut menambah umur ekonomis dan atau menambah kapasitas aktiva tetap yang bersangkutan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) (i).000 Rp 50. Umur teknis pabrik pupuk ditentukan selama 16 (enam belas) tahun.000 Rp 10. Aktiva suku cadang penyangga ini akan disusutkan selama umur teknis pabrik (umur teknis pabrik dikurangi masa operasi pabrik). (ii). q. n. Biaya yang Ditangguhkan Biaya yang dikeluarkan dan diperkirakan memiliki manfaat lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya.

Pada akhir tahun. .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) i) ii) Pendapatan dari penjualan pupuk dan produk samping (non pupuk) diakui pada saat direalisasi yaitu pada saat pembuatan faktur penjualan yang didukung bukti penyerahannya. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan perkiraan HPP sesuai dengan ketentuan Menteri BUMN.Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. Pendapatan subsidi pupuk diakui sebagai berikut: Tahun 2003 . Perusahaan menagih sebesar 70% dari perhitungan tersebut.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. . maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. 16 .

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aktiva pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal di masa mendatang akan memadai untuk dikompensasi. maka perbedaan tersebut diperlakukan sebagai pendapatan atau beban pada tahun ditetapkannya oleh Pemerintah setelah dilakukan audit khusus subsidi pupuk. Harga pokok penjualan dicatat sesuai biaya perolehannya yang besarnya ditentukan sesuai dengan pisah batas (cut off) yang berlaku untuk penjualan. t. i) ii) iii) iv) Pendapatan jasa diakui sesuai dengan tahapan penyelesaian pekerjaan. jumlah pendapatan subsidi untuk tahun berjalan diakui dan dihitung berdasarkan penyaluran pupuk bersubsidi ke Lini IV dan realisasi HPP sesuai ketentuan Menteri BUMN dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia di APBN-P. Informasi Segmen Usaha Informasi segmen perusahaan dan perusahaan anak disajikan menurut pengelompokan (segmen) usaha.Apabila terdapat perbedaan antara pendapatan subsidi yang dicatat Perusahaan pada suatu tahun buku dengan yang diakui Pemerintah pada periode berikutnya yang berlaku surut. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan. Pendapatan bunga dan lainnya diakui dengan metode akrual. Perusahaan menagih sebesar 85% dari perhitungan tersebut.Pada akhir tahun. yakni laba komersial setelah dikoreksi sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Segmen usaha adalah komponen yang dapat dibedakan (distinguishable components) dan menghasilkan suatu produk atau jasa yang berbeda. terutama untuk para pelanggan diluar entitas Perusahaan. 17 . s. pada saat keputusan atas keberatan tersebut telah ditetapkan.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir Pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Tahun 2004 .Pada setiap akhir bulan pendapatan subsidi diakui sebesar 100% dari perhitungan subsidi untuk bulan yang bersangkutan. . Pajak tangguhan diukur dengan tarip pajak yang berlaku saat ini. . menurut pembagian industri atau kelompok produk atau jasa sejenis yang berbeda. Pajak Penghasilan Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aktiva dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability method). Pajak kini dihitung berdasarkan laba kena pajak. Beban diakui atas dasar akrual yaitu pada saat barang/Jasa digunakan/dimanfaatkan dalam operasi perusahaan atau dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi barang/jasa pada tahun yang bersangkutan.

765 25.363 22. Piutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.192 196.044.605 310.358.784 191.011 22.316 152.448.268 4.704.729.089.382 15.491 37.780 3.954 5.696 217.234.169.063.443.565 5.404.374.716 23.120 52.557 347.000 6.568.404.764 12.760 3.079 7.064 44.292 Kas Bank : Rupiah : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia PT Bank Bukopin Standard Chartered Bank The Hongkong Shanghai Bank Corporation Citi Bank PT Bank Lippo Tbk PT Bank Mega Tbk Sub Jumlah Valuta Asing : Citi Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri Tbk Standard Chartered Bank PT Bank Rakyat Indonesia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank DBS Indonesia The Hongkong Shanghai Bank Corporation PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Jumlah Kas dan Bank Deposito Rupiah PT Bank Negara Indonesia Tbk Jumlah Kas dan Setara Kas 565.621 137.880 83.533 40.269 21.916 4. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Gresik Cipta Sejahtera Pertani Group PT Gautama Sinarbatuah Sarana Adya Boga Agung PT Semen Gresik Cheil Samsung PT Indonesia Asahan Aluminium 18 21.080 14.749.573 763 312.083 224.653 21.561 14.494 81.526.788 7.527.899.560 .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 4.583.325 226.892 4.310 9.650.002.286.041.150.793.355 273.308.323.012.764 4.469.420 306.269.521 13.926.803.446 66.262.511.203.649.377 8.163.000 335.465 177.185 334.814 347.814 171.677.922 237.673 4.393 5. Kas dan Setara Kas 2004 Rp 2003 Rp 400.849 6.889 6.393 1.

250 14.376) 406.260 43.655.096.117 153.841 3.937 359.509 8.872.742.870 8.733.713.520.670.515.866 219.981.700 143.346.913.116. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang kepada Pemerintah Republik Indonesia 6.043.448 2.643 (1.258.197.696 (7.253 28.266.253.547.725 910.291.283) 249.116 (714.294 3.783 406.815.937 Subsidi harga gas bumi merupakan subsidi atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).892 193.067) 402.521.983.600.391 7.574.120.333) 219.5 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Pemerintah Republik Indonesia Subsidi Harga Pupuk Non Urea Subsidi Harga Gas Bumi (Urea) PPN atas Subsidi Harga Pupuk Non Urea Sub Jumlah Induk Perusahaan dan Perusahaan Asosiasi PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Sub Jumlah Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Jumlah Piutang Usaha b.078.373 3.004 (1.186.235 93.897.874.406 12.320 368.550.972 3.869. 19 .448.143 7.591 28.137 17.577 402.766.361 (249.860 191.520.793 413.885 42.826 2.784) 152.244.903 44.607.502.248.747.481.072.130.759 20.540.623 3.907 106.520.062 4.001.256 7.912 10.360 145.323.244 13. Subsidi harga jual pupuk non-urea merupakan subsidi atas selisih harga jual pupuk non-urea yang ditetapkan Pemerintah (Harga Eceran Tertinggi/ HET) dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk volume pupuk yang telah disalurkan sampai ke Lini IV untuk sektor pertanian dalam negeri (lihat catatan 2).420 250.607 123.537 2003 Rp PPI (Group) PT Padas Mulya PT Dharma Niaga PT Murni Sri Jaya Kimikal Usaha Prima Andal Hasa Prima PT Anak Gresik Raya Kencana PT Sugih Waras PT Eka Matra Tani PT Lautan Luas Lainnya (dibawah Rp2.008 1.807.043) 187.580 (6.320 81.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Rp 4.960.237.085 3.880.744 403.600 3.869 3.478.845.976 110.550.483.287.

Piutang kepada Perusahaan Induk dan Asosiasi Jumlah tersebut adalah piutang atas penjualan produk dan jasa.747 13.652 (9.162 4.706.029.755 23.023 (10.028.394 6.385.652.400 46.194 (11. tanah.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Selisih pembayaran harga gas bumi merupakan pengembalian oleh Pemerintah RI atas selisih harga antara harga pembelian gas bumi dengan harga yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan sebagai beban Perusahaan yang digunakan untuk memproduksi pupuk urea (lihat catatan 2).989 15.199 3.030 1.782.lain (kurang dari 2 milyar) Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Petrowidada Yayasan Petrokimia Gresik PT Puspetindo PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Petrocentral Karyawan PT Petrokopindo CS PT Rekayasa PT Pupuk Kaltim Tbk Lain-lain Sub Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Sub Jumlah Jumlah Piutang Lain-lain b. karyawan).617 2.120 337.591 307. Piutang usaha digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).990 365.963 2.718.441 5.449 5.806.161 421.678.569.283 29.827 12.237.ragu atas piutang kepada pihak ketiga dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.264.038 4. bangunan.805.150.153.209) 21.620 277. penjualan produk samping dan pinjaman suku cadang.225. Piutang Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp a. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .059.779) 13. Berdasarkan Langganan Pihak Ketiga PT Petro Oxo Nusantara Dinas Perhubungan Pemkab Gresik PT Samator Inti Peroksida Lain .249.120.266.352.424 731.673 21.567. penggunaan fasilitas Perusahaan (rumah dinas.911 37. 6.289.978 24.371 (1.162 35.156.092.868.344) 26.027 2.409 26.145.006 (10.825) 14.500.565) 13.223.680 1.623 23.367.850 .980 22.148. Berdasarkan Mata Uang Rupiah US Dollar Jumlah Penyisihan Piutang Ragu-ragu Jumlah Piutang Lain-lain 20 9.000 1.034) 35.989 22.579.784 7.347.470 835.013.148.850 8.024 771.188 (506.879.579.341 2.943.434.

006 8.127.487 Kuantum *) 178.101.231 37. dan lain-lain) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.998 597.489.607 161.682 31.520 11. Flowable. dll) Bahan Aktif Pestisida ALOH3 Zinc Sulfat Sub Jumlah 33. jasa pelabuhan. 7.070 174.850 Kuantum *) 130.864 73.915 322.218 46.626 42.484.120.155 4.399.375 6.228 381.605.056 7.489 526 131 386 52 .460 234.466.013.021 152.478 842 88 Rp 126.703.264 93 7.494 43.700. steam. sewa tanah.471 66.789 4.902 161.828.602 11.598 31.195 771.673 9. Coils) Sub Jumlah b.717 6.168.576 34.698 993. listrik.334 43.925.033 337.334 10.957 7.134 39.256 119.389 27.419 50.592 7.140 31.207 2.459 13. DMA.951.241 67.591.589 194 199 43.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya diatas terutama timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.751 20.588 5. Persediaan 2004 2003 Rp 228.508 8.639 99.227.679 30.871 274.231.320 66.224.183.221 165.008 67.361 128 78 353 35.760 110. Flowable.854 454. Coils) Sub Jumlah c.249 8.033 30.496 2.468 92.612 1.636 9.758 32.140.171 450.999.701.593 1.354 11.637 a. Persediaan Bahan Baku Batuan Fosfat Belerang KCL Amoniak Asam Sulfat Pestisida (DMS.960 92.611 5.379 2.611 119.698.ragu atas piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa adalah cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.086 18. dan lain-lain (lihat catatan 30).136. Persediaan Barang Dalam Proses Asam Fosfat ROP KCL 15-10-19-6Mg Bahan Aktif Pestisida Purified Gypsum KCL 15-9-20-6Mg CO2 Cair Asam Fluosikat Nitrogen Oksigen Crude Gypsum Pestisida (Cair.037 2.279 50. Tepung. Padat.918 60. Persediaan Barang Jadi Pupuk Kantong Produk Lainnya Pupuk Curah Pupuk Sweeping Barang Dalam Perjalanan Pupuk ZK Bahan Aktif Pestisida (Diazinon.822.383 9. BPMC.658 16.172 21 101.574.880 404. dll) Pestisida (Cair.757.090. Padat.165 3.417 255 9.261. sewa rumah.746 11.716 16. Manajemen berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu .943.705 3.263 700.032.105 3.128. Tepung.054.747.729 19.

336 dan Rp53.529. flowable dan coils (dalam satuan ltr).639 9.327 85.229 5.080 2.330 6.671. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.565 36.550 47. sedangkan kenaikan persediaan bahan jadi disebabkan menumpuknya persediaan bahan jadi di 8.000. sesuai hasil kesepakatan dengan anggota holding telah diputuskan tambahan dividen tersebut dialokasikan ke masing-masing anggota holding.639 174.314.391.418.409. sesuai surat dari PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) No.072 Kuantum dalam satuan ton.877.831 16.209 Uang Muka Pembelian Uang Muka Dividen Uang Muka Operasional Uang Muka Lainnya Jumlah 27.789.721 1.402 65.460 7.102. Tambahan dividen tersebut diminta pada PT Pusri Holding sebesar Rp50 milyar.622 134.753 469.334.634.786 14.298.023 85.314.004.439 2.178 3.695.243 1.907.328.833 29. Persediaan Suku Cadang Pabrik Operating Supplies Pabrik Amonia dan Urea Kendaraan dan Alat Berat Prasarana dan Utilitas Suku Cadang Dalam Perjalanan Sub Jumlah Jumlah *) 44.442. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami Perusahaan.416.256 .585 dan PT Asuransi Ramayana Tbk pada tanggal 31 Desember 2004 sebesar Rp1.706 718. Biaya Dibayar Dimuka 2004 Rp 2003 Rp 42. Seluruh persediaan di atas digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).914. dimana PT Petrokimia Gresik mendapat bagian sejumlah Rp14. kecuali oksigen dan nitrogen (dalam satuan ncm).359 Uang muka dividen merupakan tambahan dividen Pemerintah.071.271 7.620. Uang Muka 2004 Rp 2003 Rp 74.334.304.658 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.894 20.280 58.558.280 57.233.244 3.510. pestisida cair.367. seluruh persediaan telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .677. pestisida padat dan tepung (dalam satuan kg).951 44. Persediaan Bahan Pembantu dan Penolong e.310.515 Biaya Perbaikan Rutin yang Dikapitalisasi Biaya Distribusi Asuransi Biaya Bahan Kimia untuk NPK Blending Provisi Bank Lain-lain Jumlah 22 38. Kenaikan nilai persediaan bahan baku pada tahun 2004 disebabkan adanya kenaikan pembelian bahan baku impor karena kenaikan nilai kurs dollar.808.578.812. S-638/MBU/2004 tanggal 29 Nopember 2004.185.464.000 2.755.335.masing sebesar Rp64. U/41179/AOO-KU/2004 tanggal 6 Desember 2004 dan surat Menteri BUMN No. 9.915.

022 15.00% 1.552.040.430) 20.474. Investasi Jangka Panjang Tempat Kedudukan Metode Ekuitas PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Sub Jumlah Metode Biaya Asean Potash Mining.000 1 28.279 5.596.309) 875.219 281.996 Selisih Kurs - Saldo 31 Des 2003 18.776.592.592.47% 9.474.273.500 34.602.552.091.530.873 1. Metode Ekuitas 2004 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen 3.357.742.00% 2004 Rp 21.964 (744.818 Selisih Kurs 2.00% 50.530.360 4.873 1.434 (42.091 2003 Bagian Laba (Rugi) Tambahan Periode Berjalan Setoran dan Koreksi Dividen (582.13% Ringkasan pergerakan penyertaan adalah sebagai berikut : a.957) (1.269 817.190.724 14.990.005 40.360 4.250 260.091.431 Saldo 01 Jan 2003 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 19.818 23 .531 3.474.040.077.032 292.303.000 1 28.00% 50.990.849 15.203.431 17.981 6.273.643 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 10.742.850 289. Thailand PT Petrowidada PT Petrocentral PT Puspetindo Sub Jumlah Jumlah Gresik Gresik Gresik Gresik Pemilikan Saham 20.849 15.160 Thailand Gresik Gresik Gresik 13.190.219 281.343 69.427) Saldo 01 Jan 2004 Perusahaan : PT Petronika PT Kawasan Industri Gresik Perusahaan Anak : PT Aneka Jasa Grhadika PT Petrokopindo Cipta Selaras Jumlah 18.531 3.602.00% 35.192.776.849 15.500 34.80% 5.773 541.229.226 2.076 Saldo 31 Des 2004 21.022 15.470) (851.250 260.219 281.723 21.500 34.190.005 40.982 6.500 34.328.519.041.250 260.742.818 17.328.617 281.342 63.250 260.774 2003 Rp 18.

Perusahaan tersebut saat ini sedang dalam konstruksi menjadi produsen pupuk.400. Modal Dasar Perusahaan ini adalah Rp60. Investasi Perusahaan dalam akta ini diakui sebanyak 5. SH Nomor 218 tanggal 31 Desember 1994 dan telah diubah dengan notaris yang sama nomor 294 tanggal 30 Maret 1996 sebanyak 28.000.108. SH nomor 25 tanggal 14 September 1983. Thailand Penyertaan pada Potash Mining Thailand dilakukan berdasarkan surat Menteri Keuangan nomor S-672/MK.318. PT Kawasan Industri Gresik Investasi pada PT Kawasan Industri Gresik (PT KIG) dilakukan pada tanggal 20 Nopember 1990 dengan akta notaris Nurlaily Adam Nomor 145. Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan jasa pemeliharaan gedung.946.385. Akta ini telah beberapa kali mengalami perubahan terakhir dengan akta pernyataan keputusan rapat nomor 53 tanggal 17 Januari 1995 dihadapan notaris Yanita Poerbo. SH.500. Perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif.000. PT Petrowidada Penyertaan pada PT Petrowidada dilakukan pada tanggal 17 Pebruari 1999 berdasarkan akta notaris Ny.154. PT Petronika Penyertaan pada PT Petronika dilakukan pada tanggal 22 Oktober 1983 dengan akta Soeleman Ardjasasmita. Ester Mercia Soeleman nomor 40 dengan nilai penyertaan Rp3.182. Harga saham pada tahun 1983 adalah USD 1. Jumlah investasi pada tanggal tersebut adalah senilai Rp3.385 lembar dengan nilai USD 2. Pada tahun 1995 dilakukan tambahan penyertaan senilai Rp3.. b.125 lembar saham dengan nilai nominal Rp 10 per lembar atau senilai Rp281. Sesuai resolusi para pemegang saham.073.500 atau senilai Rp14. 24 . Akta tersebut diperbaharui dengan akta notaris Rahmat Santosa. Metode Biaya Potash Mining. Pada tanggal 19 Maret 1999 dilakukan perubahan akta perusahaan yang mengubah nilai nominal saham menjadi USD 500/lembar.250. penyertaan Perusahaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras adalah sebanyak 26. PT KIG bergerak dalam bidang pengelolaan lahan untuk industri di Gresik.82% menjadi 1. PT Petrowidada menambah modal ditempatkan dan disetor sehingga mengubah persentase kepemilikan Perusahaan dari 4.000/lembar.000 dan telah ditempatkan sebesar Rp5.750. SH nomor 140 tanggal 19 Maret 1999. PT Aneka Jasa Grhadika Penyertaan pada PT Aneka Jasa Grhadika dituangkan dalam akta notaris Nurlaily Adam. Perusahaan ini bergerak dalam bidang bahan baku plastik. SH.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dasar perhitungan bagian laba penyertaan saham untuk PT Petronika dan PT Kawasan Industri Gresik menggunakan laporan keuangan yang belum diaudit.050 lembar saham dengan nilai nominal Rp10 per lembar atau senilai Rp260.47%. PT Petrokopindo Cipta Selaras Penyertaan pada PT Petrokopindo Cipta Selaras dituangkan dalam akta notaris Djamilah Nahdi. PT Petronika bergerak dalam bidang bahan baku plastik. Nomor 36 tanggal 18 April 1990.260 dan pada tahun 1997 ditambah lagi sebesar Rp261.013/1990 tanggal 5 Juni 1990.692.

403 atau ekuivalen dengan Rp2.305 7.821 498.559 3.490.643.551 398.547 39.299.976 14.612.007.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Petrocentral Penyertaan pada PT Petrocentral dilakukan pada tanggal 3 Maret 1986 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita.982.319 2.011. Nilai penyertaan Perusahaan adalah sebesar Rp12.646.409. Perusahaan telah mengalami kerugian kumulatif yang melebihi modal ditempatkan.031 46.544.000 131.195 17.027 1.577.995 16.394 717. 11.577.011.237 Penambahan 7.216.161 52.857 5.025.802 887. Nilai penyertaan adalah sebesar USD 1.988.997.422.123.241 42.000 dan telah disetor sebesar USD 1.388.954 11.031 46 085 979 .002.120.438.470.711.486 Reklasifikasi 2.056 1.039 200.527.390 1.350 lembar saham. Pada tahun 2002 PT Petrocentral membagikan dividen saham sebesar Rp2.438.395.576 4.283.848. PT Petrocentral bergerak dalam bidang bahan baku sabun.422. karena seluruh investasi jangka panjang tersebut bergerak dalam bidang industri yang berhubungan dengan Perusahaan yaitu industri pupuk dan perdagangan.350.077.821 8.124.085.206 2.510.463.074.798 216.426.383 23.340 45.422.456.530 981.180 107.566 321.283 55.045. Seluruh investasi tersebut diatas dimaksudkan untuk memperoleh potensi keuntungan dalam jangka panjang.533.979 22.619) (152.927 75.220 3.080.228.328 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat 29.134.390 1.721 3.150 331.813.604.812 2004 Pengurangan 416 4.869. PT Puspetindo bergerak dalam bidang peralatan pabrik.661.099 2.899 64.303.699.201.572 1.776.000 111.445.595 3.183 1.355 26.782 46.795 2.062. SH nomor 4 yang diubah dengan akta notaris Endravilla Parmata.000.463 75.526 99.422.280.556 19.198.908.501 3. PT Puspetindo Investasi pada PT Puspetindo dilakukan pada tanggal 22 Maret 1990 dengan akta notaris Soeleman Ardjasasmita nomor 30.680.832.961.408 152.000 sehingga nilai penyertaan menjadi Rp4. SH nomor 261 tanggal 19 Mei 1992.200.027) - Saldo Akhir 29.093 42 550 193 Penambahan 498.245 3.535. Dengan dilakukannya restrukturisasi hutang dalam bentuk Debt of equity Swap serta adanya perubahan modal.131.000 atau 12.724 14.919.136 8.961.341.566 321.434 50.604.819.341.388. Aktiva Tetap Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.566 321.450.091 Saldo Akhir 29.443.278.568 42.779 191. maka komposisi pemilikan saham Perusahaan pada PT Puspetindo menjadi sebesar 5.000 dan terdapat koreksi penyertaan sebesar Rp680.283) (55.646 (2.321 789.13%.050 1.212.456 214.011.365.819.128 1.847 25 5 477 837 2003 Pengurangan 1 942 051 Reklasifikasi 15.

212.578 2.429 29.706 (16.390 1.200.802 887.242.856.346. Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.941.470.942.328.572. PT Asuransi Ramayana Tbk dan PT Asuransi Inda Tamporok General Insurance terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan jumlah pertanggungan masing .463.574 14.626.313.379.490.401 928.144.422.612.480 17.540 111.289 . seluruh Aktiva tetap kecuali tanah telah diasuransikan kepada PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero).643.027 1.341.408.215 649.327 232.679.847 5.299.154 8.083.679.123.099 2.753 1.514.542.941 Reklasifikasi 15.510.303.837 1.050 1.566 321.085.477.869.940.756.027 116.039 200.508 8.044.408 152.771 185.093 42.577.969.355 26.025.091 909.031 46.136 8.547 39.178 862.500 79.530 981.088.145 6.119.154 3.213 3.228.675 99.237 Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp 82.422.623 dan Rp3.149 2.007.306 1.238.326 8.340 45.919.212.292.179 68.432.317 Saldo Awal Nilai Perolehan Tanah Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Aktiva Dalam Pelaksanaan Bangunan Mesin dan Peralatan Inventaris Lainnya Akumulasi Penyusutan: Bangunan Mesin dan Peralatan Kendaraan dan Alat Berat Inventaris Suku Cadang Penyangga Nilai Tercatat 29.225 16.195 17.392 2.811 Aktiva tetap dan aktiva dalam pelaksanaan digunakan sebagai jaminan atas hutang bank (lihat catatan 14 dan 20).220.193 21.840.163 6.982 40.167 17.305 1.011.816.566 321.394 717.593 Penambahan 498. 12.masing sebesar Rp1.106 216.941.445.895 Denda Service Level Agreement Perbaikan yang Dikapitalisasi Pengurusan Sertifikat HGB Tenaga Bantuan Kaltim Reklamasi Tanah Pengurusan Merek Dagang Jumlah 26 10.550.700 3.797) - Saldo Akhir 29.589 9.365.280. Biaya Yang Ditangguhkan 2004 Rp 2003 Rp 21.278.051 373.379 15.041 894.252.475 51.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2003 Pengurangan 1.988.408 152.463 75.963.941 Beban Overhead Pabrik Beban Usaha Jumlah 92.401 928.979 22.961.035.696.762 373.136 6.577.595.768.913.721 3.443.433 90.643 90.398 37.711. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian yang dialami perusahaan.916.588 148.604.

13.biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur HGB tanah yang bersangkutan.784 610.062 342.300.406.800 23. 27 . jaminan botol.281.552.108. Aktiva tetap mesin tidak digunakan merupakan bangunan dan mesin Pabrik Pemurnian Asam Fosfat dan Pabrik Amoniak I yang sudah tidak digunakan lagi. Jaminan jangka panjang merupakan jaminan listrik.000 1.291 612.514 1.800 34.784 56.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Denda Service Level Agreement merupakan tunggakan denda atas restrukturisasi hutang Perusahaan yang ditangguhkan dan diamortisasi selama 3 tahun sesuai dengan jatuh tempo dalam perjanjian restrukturisasi.496 714. Aktiva Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 18.400 1. Biaya .790 580. Deposito dijaminkan merupakan deposito pada PT Bank Negara Indonesia Tbk yang dijadikan jaminan pada PT Jamsostek (Persero) atas pinjaman untuk membiayai perumahan karyawan.407 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik Deposito Dijaminkan Jaminan Jangka Panjang Jaminan Tanah Piutang Karyawan Jangka Panjang Piutang Bersyarat Uang Jaminan Kendaraan Aktiva Tetap Mesin Tidak Digunakan Uang Jaminan Bahan Bakar Jumlah 30.496 759.634 342.500 3.281.182 1. jaminan telepon dan jaminan keanggotaan golf.460.928 Piutang pada Yayasan Petrokimia Gresik adalah piutang untuk dana pembangunan perumahan karyawan yang jangka pengembaliannya lima tahun serta program santunan kesehatan (sankes) (lihat catatan 21).800 1.000 2 1.317. Piutang karyawan jangka panjang merupakan piutang atas pinjaman rumah dan kendaraan kepada pegawai yang dibayar kembali dengan angsuran melalui pemotongan gaji.

00 16.069 Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan Pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : 8.00 25.347.900 242.000.939 190.957 23.734 Kredit Modal Kerja PT Bank Central Asia Tbk .75% 4% .88 21.000.342 86.043.10 12.335 437.665. Perusahaan telah memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : a.000 50. Hutang Bank 2004 USD (Angka Penuh) Rp 139. c.564 125.Market Line PT Bank DBS Indonesia PT Bank Negara Indonesia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Syariah Mandiri Standard Chartered Bank PT Bank Mega Tbk PT Bank Lippo Tbk Sub Jumlah Fasilitas Letter of Credit (L/C) PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Negara Indonesia Tbk Standard Chartered Bank PT Bank DBS Indonesia The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub Jumlah Jumlah Hutang Bank 15. serta perubahan .6. b.995. Notaris di Jakarta.600.171.80% .553.000.14.312.75% PT Bank Central Asia Tbk Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit Nomor 1 tanggal 7 Agustus 2003.789.100 20.41% .463.246.248.456 531.000. Usance LC dan Usance Payable At Sight LC ) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 20. dengan ketentuan untuk penggunaan dalam Dollar Amerika Serikat setinggi-tingginya sejumlah USD 5.939 190.246.6..000 10.430.841.56 82.000.610 130.000 2003 Rp 84.13.000.171.000.020.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 14.perubahan perjanjian kredit.950 33.88 43.100 3.178 774.375.296 5.296.18% . Fasilitas Kredit Lokal (rekening koran) dengan jumlah pokok tidak melebihi USD 10.146 USD (Angka Penuh) 10.811.000 712.551. Fasilitas Omnibus Letter of Credit (Sight LC.141.00% 10. 28 .742 32. SH.78 2.000.330.283. yang dapat digunakan untuk Fasilitas Time Loan Revolving dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat.347.731.364.00 10.427 110.860.000.900. Fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) dan Pinjaman Berjangka Money Market (PBMM) dengan jumlah pokok tidak melebihi Rp200 milyar.00 14.00 57.324 2.796.000 916.911 312.387 281.865.833. dari Lindrawati Poernomo.750.000.50 3.50% 4.03 13.650.000 155.695 312.999.00 14.997.771.347.276.789.000.000. terakhir tanggal 8 Oktober 2004.000.350.028 151.020.000 dan fasilitas PBMM dapat digunakan hingga sejumlah Rp50 milyar dengan ketentuan pemberian fasilitas PBMM bersifat tidak mengikat disesuaikan dengan keadaan likuiditas PT Bank Central Asia Tbk.56 131.03 9.Time Loan PT Bank Central AsiaTbk .000.248.876.000.000 92.989.

c.490 m2 terletak di Desa Romo. PT Bank Negara Indonesia Tbk a. Kab. Gresik. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Fasilitas Trust Receipt Facility dengan maksimum kredit sebesar USD 10. PT Bank DBS Indonesia Berdasarkan Surat Perjanjian Kredit tanggal 28 September 2004. bahan penolong.000. 29 - - .5% per tahun yang dibayar setiap akhir bulan. dengan tingkat bunga sebesar 5.20 Juli 2025) seluas 452 920 m2 dan SHGB No.000. bahan pembantu. Kedua SHGB tersebut akan dibebani Hak Tanggungan secara Paripasu dengan Bank Mandiri minimal sebesar nilai maksimum kredit Bank Mandiri dan BNI.Mesin/ Peralatan Pabrik Urea dan Amoniak yang diikat secara Fiducia.000. 9 dengan jangka waktu (01 Pebruari 1996 .Kec.000.000. berikut segala sesuatu yang berada diatas tanah tersebut. Fasilitas Treasuri untuk kontrak mata uang asing Tomorrow. Kec. Perusahaan telah memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum sebesar USD 30.25 September 2025) seluas 24.000.700 m2 beserta bangunan yang berdiri diatasnya dengan nilai pertanggungan sekitar USD 10. b. 69 dengan jangka waktu (21 Juli 1995 . Fasilitas Impor dengan maksimum kredit sebesar USD 10. 15 yang berlokasi di Desa Ngipik. Kab. Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik. Mesin . Kecamatan Gresik atas nama PT Petrokimia Gresik seluas 105. 2 (dua) bidang tanah SHGB No. Fasilitas ini berjangka waktu satu tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2004 dengan jaminan sebagai berikut : - 1 (satu) bidang tanah SHGB No. Fasilitas Diskonto tagihan ekspor terhadap faktur penjualan LC Ekspor yang didepositkan ke Bank maksimum sebesar USD 1. 70 dengan jangka waktu (27 September 1995 .000. Fasilitas kredit ini dijamin dengan tanah dengan SHGB No. Semua fasilitas kredit tersebut akan jatuh tempo pada tanggal 19 Mei 2005.25 September 2025) seluas 174.000. Untuk semua fasilitas nilai kontrak dalam mata uang asing tersebut tidak boleh melebihi USD 10. Seluruh persediaan bahan baku. barang setengah jadi.000.16% per tahun.000. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 97/HLB/050a tanggal 1 Agustus 997 serta addendum perubahan Perjanjian Kredit terakhir Nomor (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003 dan Surat Persetujuan Perpanjangan Sementara Fasilitas Kredit tanggal 12 Nopember 2004. Fasilitas Kredit Revolving dengan maksimum kredit sebesar USD 10.80% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang rupiah dan 8% per tahun untuk fasilitas kredit lokal yang diberikan dalam mata uang Dollar Amerika Serikat dan akan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2005.dengan jangka waktu kredit selama 12 bulan.000. dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 (seratus delapan puluh hari) yang terdiri dari : Fasilitas Import Line dengan total nilai outstanding tidak melebihi maksimum kredit sebesar USD 10. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 12.000.420 m2 yang terletak di Desa Ngipik. barang jadi yang diikat secara Fiducia. Manyar.000.000.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Fasilitas kredit tersebut dibebani tingkat bunga sebesar 11. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Modal Kerja dengan jumlah maksimum kredit sebesar Rp35 milyar.000. Spot dan Forward dengan jangka waktu 6 (enam) bulan dan Swap sampai dengan 126 bulan.000 dengan rincian sebagai berikut : a.

Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit (L/C) Impor No. jangka waktu kredit 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. serta Persetujuan Perpanjangan Sementara No. notaris di Surabaya. 06A/HLB/PPLC/99 tanggal 18 Agustus 1999 dan telah diperbaharui dengan Surat Persetujuan Perubahan Perjanjian Kredit No. 30 . 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .NIAGA/02/PK-MK-CRMS/2000.83%.COP/COD. SH.COP/COD. SBY. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.732/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. DNW.perubahannya.000 yang merupakan bagian dari jumlah Limit kredit sebesar USD 15. Akta No. Fasilitas Letter of Credit Impor Sesuai dengan Perjanjian Pembukaan Letter of Credit (L/C) No. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan Pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik dan peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. KPD/2/027/R tanggal 29 Juni 2004.131 tanggal 17 Oktober 1994. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing . Perusahaan telah menandatangani perjanjian Kredit Modal Kerja Nomor SBY. (8) 97/HLB/050a tanggal 17 September 2003. Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu fasilitas KMK dari Bank Mandiri No.700. dengan bunga sebesar 13.000. DNW.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000. Berdasarkan akta No 89 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi..000.IDB) dengan plafond sebesar USD 3. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa persediaan dan piutang dagang pupuk NPK serta jaminan tambahan berupa SHGB berikut bangunan pabrik NPK atas nama PT Petrokimia Gresik serta peralatan mesin dan fasilitas lainnya yang ada diatasnya. DNW. Fasilitas kredit ini jatuh tempo pada tanggal 21 Desember 2005.000 untuk keperluan pembelian bahan baku untuk produksi pupuk. Jumlah pagu fasilitas KMK ini sebesar Rp11 Milyar yang digunakan untuk modal kerja operasional pabrik pupuk NPK. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit LC Import dengan jumlah maksimum sebesar USD 35. b.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari Limit Kredit. Jumlah pagu fasilitas KMK ini adalah sebesar Rp50 milyar yang digunakan untuk menunjang kegiatan operasional (Modal Kerja Industri Pupuk) dengan tingkat bunga sebesar 13.5% per tahun serta provisi kredit sebesar 1% per tahun dari limit kredit. terakhir dengan addendum III No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang .barang yang di impor dengan fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas Kredit Investasi (lihat catatan 14) dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri. jangka waktu kredit ini adalah 1 (satu) tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.000. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. notaris di Surabaya..731/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. Perusahaan telah menandatangani addendum I (Pertama) atas perjanjian Kredit Modal Kerja bersifat Revolving No. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight .COP/COD. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading . Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 4. Fasilitas Kredit Modal Kerja Berdasarkan akta No 87 tanggal 31 Agustus 2000 dari Suyati Subadi. SH. Fasilitas kredit ini dijamin dengan seluruh barang-barang yang dibeli/dibayar dengan menggunakan fasilitas pembukaan LC yang bersangkutan serta dikaitkan dengan jaminan fasilitas kredit lainnya.IDB (LITF .733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.

PT Bank Lippo Tbk Merupakan hutang PT Petrokimia Kayaku berupa Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6. terakhir No.30. Clean Import Loan Facility . The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit No. persediaan barang milik debitur minimum senilai Rp10 milyar. Kabupaten Gresik.000 dan dibebani bunga sebesar 5.000. seluas 15.000. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. sarana pelengkap.000.000. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit sebagai berikut : - Fasilitas Kredit Revolving dalam bentuk Promissory Note .48% per tahun. Propinsi Jawa Timur. PT Bank Mega Tbk Merupakan hutang PT Petrosida Gresik (Perusahaan Anak) berupa Kredit Modal Kerja dengan plafon sebesar Rp5 milyar.BOX 107.000. Pagu fasilitas ini maksimum Rp75 milyar dengan jangka waktu fasilitas sampai dengan tanggal 22 Nopember 2004. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 5. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. Deferred Payment Credit Facility . Jawa Timur. dan bangunan berupa pabrik. 11 Desa Ngipik.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Syariah Mandiri Fasilitas kredit ini ditandatangani dengan akad pembiayaan Hawalah nomor 00. Fasilitas kredit ini apabila digunakan bersama – sama tidak boleh melebihi jumlah maksimum kredit gabungan sebesar sebesar USD 5.000 m2. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah realisasi penarikan kredit.Yani PO. terletak di Jl.000 pada Bank Lippo dengan A/C: 736.000.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari. dengan maksimum kredit sebesar USD 5. JKT/AUB/239 tanggal 15 Agustus 2003 serta Addendum No. Perusahaan memperoleh fasilitas kredit dengan jumlah maksimum kredit gabungan sebesar USD 5. Fasilitas Kredit Impor dengan jumlah maksimum sebesar USD 25.000.48% per tahun dengan jangka waktu pinjaman tidak boleh melebihi 180 (seratus delapan puluh) hari.47% per tahun. b. dengan jumlah maksimum kredit Sebesar Rp40 milyar. Documentary Credit Facility . Desa Ngipik.000 dan Pinjaman Tetap On-Demand (PTX-OD) sebesar Rp3. Kecamatan Gresik. dengan maksimum sebesar USD 5. Fasilitas kredit tersebut terakhir dibebani bunga sebesar 9. Standard Chartered Bank Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Kredit tanggal 13 Maret 1997 beserta perubahan . dengan jangka waktu pinjaman tidak melebihi 180 hari. atas nama PT Petrokimia Kayaku berkedudukan di Gresik. SBY/AUB/267 tanggal 4 Maret 2004. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar tingkat bunga SIBOR ditambah 3% per tahun. JAK/040170/U/040420 tanggal 26 April 2004 dan perjanjian perubahannya No. mesin dan peralatan pabrik milik PT Petrosida Gresik yang terletak di komplek PT Petrokimia Gresik.000.000.000. Fasilitas ini dijaminkan dengan piutang dagang milik debitur minimum Rp10 milyar.1107-2 dengan jangka waktu 12 bulan. c.perubahannya.3/HWLH/XI/2003 tanggal 20 Nopember 2003.000 yang terdiri dari fasilitas sebagai berikut : a.000. JAK/040415/U/040630 tanggal 11 Agustus 2004. Jangka waktu pinjaman adalah sejak 6 September 2004 sampai dengan 6 September 2005 dan tingkat suku bunga 14% per tahun. Pinjaman ini dijamin dengan agunan berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan No. A. 31 . Jangka waktu kredit mulai 11 April 2004 sampai dengan 10 April 2005.

714.026.426 .643.983.713.744 109.426 2003 Rp 14.284 12. Perpajakan a.896 62.496.228 351.410 277 8.076 388.209.939.530 19.652.681 27.916.181.607.138.924 33.208 2004 Rp 2003 Rp 13.939.244.960.900.534 188.859 Pajak Penghasilan Badan Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 23/26 Wapu Pajak Petambahan Nilai Wapu Pajak Pertambahan Nilai Keluaran Jumlah 32 2004 Rp 5.830.624.289.198.526 146. Berdasarkan pemasok Pihak Ketiga Hutang Pembelian Barang Lokal Hutang Pembelian Jasa Lokal PPN Masukan Hutang Pembelian Barang Impor Sub Jumlah Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk PT Rekayasa Industri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) Mitsubishi Corporation PT Mega Eltra PT Pupuk Kujang Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG) PT Pupuk Iskandar Muda Sub Jumlah Jumlah b.153.918 833.414 426.016 Pajak Penghasilan Pasal 21 Pajak Penghasilan Pasal 22 Pajak Penghasilan Pasal 23 Pajak Penghasilan Pasal 29 (Badan) PPN Masukan Jumlah b.896 65.025.320 10.454 3.270 8.447 1.477 1.600 980.001 126.348 109.464 43. Pajak Dibayar Dimuka 79.915 17.052 90.589 117.480 11.982 160.198 126.151.778 270. Berdasarkan mata uang : Rupiah US Dollar Jumlah 16.783 16.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 15.423.208 81.860 7.986 28.627 2.698 45.518.529 703.900.895 6.404 837.413.404.680 18.027 1.164 992.065.652. Hutang Usaha 2004 Rp 2003 Rp a.691.473 16.009.600 1. Hutang Pajak 1.601 753.791 509.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain)

c. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Perusahaan
2004 Rp 2003 Rp (74.015.979) 13.934.683 (60.081.296)

Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah
Pajak Kini

(71.615.523) 17.157.429 (54.458.094)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 170.651.265 39.439.136 7.009.812 46.448.948 1.043.719 49.366.189 (23.247.027) 27.162.881 244.263.094 (2.538.939) 241.724.155

Laba Sebelum Pajak Perbedaan waktu Beda Penyusutan dan Amortisasi Perusahaan dan Fiskal Penyisihan piutang Jumlah Perbedaan Waktu Perbedaan permanen : Beban Pegawai Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan yang Mempunyai Hubungan Istimewa yang Tidak Dikonsolidasikan Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Biaya Penyusutan Kenikmatan dan Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Permanen Laba Fiskal sebelum kompensasi kerugian Rugi Fiskal tahun-tahun lalu Laba Kena Pajak Rincian laba kena pajak adalah sebagai berikut : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah

181.020.268 39.680.483 5.372.999 45.053.482 1.930.356 (5.198.723) 38.657.182 (23.595.665) 3.537.750 15.330.900 241.404.650 (6.742.192) 234.662.458

226.281.858 (4.172.621) 12.553.221 234.662.458

237.692.087 (5.112.444) 9.144.512 241.724.155

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan Perusahaan dengan taksiran penghasilan kena pajak Perusahaan adalah sebagai berikut:
2004 Rp 2003 Rp 166.136.193

Laba sebelum pajak penghasilan Perbedaan waktu : Selisih antara Penyusutan dan Amortisasi Komersial dengan Pajak atas Aktiva Tetap Penyisihan Piutang Jumlah Perbedaan Waktu
33

175.184.402

39.308.378 5.403.619 44.711.997

39.379.033 7.029.969 46.409.002

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perbedaan Permanen : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Perbedaan Permanen Laba Kena Pajak Rincian beban dan hutang pajak kini adalah sebagai berikut : Beban Pajak Kini Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku Jumlah Dikurangi Pembayaran Pajak Dimuka Pajak Penghasilan : Pasal 22 Pasal 23 Pasal 25 Fiskal Luar Negeri Jumlah Hutang Pajak Kini Rincian : Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida Gresik PT Petrokimia Kayaku Jumlah
2004 Rp 67.867.057 3.748.466 71.615.523 2003 Rp 71.290.126 2.725.853 74.015.979

(10.299.527) 36.280.313 (23.133.077) 3.537.750 6.385.459 226.281.858

1.043.719 47.174.554 (23.071.381) 25.146.892 237.692.087

(35.315.921) (1.711.100) (30.087.946) (3.000) (67.117.967) 4.497.556 4.658.375 (1.110.044) 949.225 4.497.556

(19.631.709) (1.113.620) (39.782.335) (28.000) (60.555.664) 13.460.315 13.986.569 (721.285) 195.031 13.460.315

Laba kena pajak dan hutang pajak kini Perusahaan dan perusahaan anak tahun 2003 sudah sesuai dengan Surat Pemberitahuan Pajak (SPT) yang disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak. Pajak Tangguhan Rincian dari aktiva dan kewajiban pajak tangguhan Perusahaan dan perusahaan anak adalah sebagai berikut :
01 Januari 2003 Rp Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 2.108.991 11.813.709 13.922.700 44.186 13.966.886 31 Desember 2003 Rp 3.752.580 (93.864.893) (90.112.313) (1.048.565) (91.160.878) Dikreditkan (Dibebankan) ke Lap. Laba Rugi Rp 1.621.085 11.792.514 13.413.599 44.792 13.458.391 Koreksi DPP Penyusutan Rp 3.641.384 3.641.384 3.641.384 31 Desember 2004 Rp 5.373.665 (78.430.995) (73.057.330) (903.307) (73.960.637)

Aktiva Pajak T angguhan Penyisihan piutang ragu-ragu Kewajiban Pajak Tangguhan Penyusutan aktiva tetap Jumlah Perusahaan Anak PT Petrosida Jumlah (Kewajiban) Pajak T angguhan Perusahaan Anak Aktiva Pajak T angguhan PT Petrokimia Kayaku Jumlah Aktiva Pajak Tangguhan

1.643.589 (105.678.602) (104.035.013) (1.092.751) (105.127.764)

492.597 492.597

68.264 68.264

560.861 560.861

57.655 57.655

-

618.516 618.516

34

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Rekonsiliasi antara penghasilan (beban) pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :
2004 Rp 2003 Rp

Perusahaan : Laba sebelum beban pajak menurut laporan laba rugi konsolidasi (laba akuntansi) Tarif pajak yang berlaku :
10% x Rp 50.000 15% x Rp 50.000 30% x Rp 166.036.000 30% x Rp 175.084.000

175.184.402 (5.000) (7.500) (52.525.320) (52.537.820)

166.136.193 (5.000) (7.500) (49.810.858) (49.823.358)

Jumlah

Pengaruh pajak atas (beban) penghasilan yang tidak dapat diperhitungkan menurut fiskal : Ekuitas dalam Laba Bersih dari Perusahaan Asosiasi Beban Lain-lain yang tidak dapat Dikurangkan Sebagai Biaya Operasional Pendapatan yang Telah Dipungut Pajak Final Pendapatan Bunga (Bersih)/Dividen Jumlah Jumlah Beban Pajak Koreksi DPP Penyusutan Jumlah Beban Pajak Perusahaan Perusahaan Anak PT Petrosida PT Petrokimia Kayaku Jumlah Penghasilan (Beban) Pajak

3.089.858 (10.884.094) 6.939.923 (1.061.325) (1.915.638) (54.453.458) 3.641.385 (50.812.073) 44.791 (3.690.812) (54.458.094)

(313.116) (14.152.366) 6.921.414 (7.544.068) (57.367.426) (57.367.426) (56.280) (2.657.589) (60.081.295)

17. Biaya Yang Masih Harus Dibayar
2004 Rp 61.856.621 26.965.841 14.223.400 5.570.612 1.413.093 51.164 45.371 5.038.916 115.165.018 2003 Rp 43.701.082 61.563.366 17.489.868 6.429.462 1.219.621 2.569.467 1.562.793 528.913 1.804 1.071.732 1.554.406 137.692.514

Gas Bumi Pembebasan Barang Impor Gaji, Insentif dan Estimasi PPh 21 Bunga Pinjaman Listrik dan Air Biaya Pemasaran Asuransi Jiwa Perjalanan Dinas NPK Blending Sewa Kendaraan Lain-lain Jumlah

35

171.788.119. Dana pembinaan wilayah merupakan bagian distribusi laba yang ditujukan untuk pengembangan lingkungan Perusahaan yang belum dibayarkan.816 51.829.000.779 10.631 2003 USD (Angka Penuh) Rp Kredit Modal Kerja : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Kredit Investasi : Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .530 388.Proyek Prasarana & Utilitas .876.827.983 74. 19.191 Penjualan Produk Sewa Tanah Penjualan Pupuk Penjualan Jasa Jumlah 20.247 4.709 12.291.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .572. BTN dan lainnya.119.372 82.160.892.343 286.600 58.284.045.563 45.864.245 66.701 18.563.313 398.226.562.432.913.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 18.965 235.694 17.451.77 152.163 9.Fasilitas Tunggakan Bunga .557 . Hutang Bank Jangka Panjang 2004 USD (Angka Penuh) Rp 34.137.019.247 46.021.801 308.801.017 53.23 186.27 63.326 2.50 33.408 663.352 2.108.903 2.072 3.258 43.865.000.066.73 36 37.167.341 5. Uang Muka Penjualan 2004 Rp 2003 Rp 46.068.828.50 33.535.411 8.419 12.857.474.265 2003 Rp 22.783 31.Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Tbk .000 88.208 639.Pinjaman Pokok .091.144.114.Proyek Pabrik Pupuk NPK Jumlah 20.296.757.227.558 21.323 Yayasan dan BTN Dana Pembinaan Wilayah Uang Jaminan Selisih Harga Penyerahan Pupuk Lain-lain Jumlah Hutang Lain-lain kepada Yayasan dan BTN merupakan potongan gaji karyawan yang belum dibayarkan kepada Yayasan.472 13. Hutang Lain-lain 2004 Rp 39.602.Proyek Pupuk Phonska (NPK) .063.000 27.532.

832.800 143.5%) per tahun dari pinjaman yang ditarik dan dibayarkan pada tanggal 18 Maret dan 18 September setiap tahunnya.500. Jangka waktu pengembalian adalah 36 bulan sejak tanggal masing-masing penarikan pinjaman.13.734 25.00 15.000 22.432.000.164 4. dengan jumlah pagu pinjaman sebesar USD 27.Fasilitas Denda Tunggakan Bunga PT Bank Mandiri (Persero) Tbk .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : Pemerintah/IDB via Bank Indonesia Pemerintah/IBRD Amoniak Urea .176 1.Pinjaman Pokok .75% 4% . Tingkat bunga pinjaman yang harus dibayar pada pemerintah adalah (Libor + Spread 1.163 2.6. Setiap terjadi tunggakan pembayaran hutang pokok pinjaman dan biaya bunga dikenakan denda sebesar 2% per tahun diatas biaya bunga.000 untuk pembiayaaan pengadaan pupuk dan bahan baku impor yang terdiri dari KCL Putih sebayak 60.167.800.654 8.903 551.164 4. NPK . Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Modal Kerja dari Pemerintah RI yang merupakan Pinjaman Penerusan antara RI dengan Islamic Development Bank (IDB).41% .Proyek Prasarana & Utilitas .Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 PT Bank Negara Indonesia Jumlah Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Satu Tahun Jumlah Kewajiban Jangka Panjang Tingkat bunga per tahun selama tahun berjalan Rupiah US Dollar Penjelasan pokok perjanjian pinjaman adalah sebagai berikut : Kredit Modal Kerja Pemerintah RI (Penerusan IDB) Sesuai dengan perjanjian penerusan Pinjaman Nomor SLA – 1147/DP3/2001 tanggal 18 September 2001 serta Persetujuan Perubahan Perjanjian Penerusan Pinjaman Nomor AMA – 289/SLA – 1147/DP3/2003 tanggal 20 Nopember 2003.50% 4.80% .000 ton dan Phosphate Rock sebanyak 200.637.000 22.Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO) .813.779 10.Proyek Pupuk Eks.00 1.303 25.00% 10.800.798.224.798.511.6.75% 37 .14. 7.50 7.18% .218.000.832.432.572.779 10.680.500.5% + 0.218.469.572.694 8.50 72.715.022.Fasilitas Tunggakan Bunga .022.163 9.640 519.800 87.000 ton.

0 15.4 4.5 milyar yang terdiri dari pokok Rp29. Fasilitas kredit ini terakhir dibebani bunga sebesar 6%. No.6 10. SBY.4 4. Pembayaran angsuran bagian (ii) dilakukan sebanyak 14 (empat belas) kali per setengah tahunan dengan tanggal yang sama dengan bagian (i) dan dimulai sejak 15 Agustus 1994. Berdasarkan surat dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Pagu pinjaman ini adalah USD 136.0 15. DNW.4 4. B. Pembayaran nilai restrukturisasi adalah sebagai berikut : Tahun 2001 2002 2003 2004 2005 Pokok 9.1 10. Bank Rakyat Indonesia menyetujui perpanjangan fasilitas kredit perusahaan untuk jangka waktu 2 tahun.4 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sesuai dengan Perjanjian Fasilitas Pembukaan Letter of Credit Impor No. tunggakan bunga Rp22.1 34.4 Tunggakan Bunga 4.0 93.6 10.733/ADD/2004 tanggal 8 Oktober 2004. 88 tanggal 31 Agustus 2000 beserta perubahan .000.000. Fasilitas Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa barang -barang yang di impor dengan Fasilitas L/C Impor serta jaminan yang terkait dan tanggung renteng dengan jaminan Fasilitas KI dan KMK yang telah diserahkan ke Bank Mandiri.75-AGR/AGR-III/01/2005 tanggal 18 Januari 2005. Jangka waktu pengembalian untuk bagian (i) adalah 10 (sepuluh tahun) sejak 15 Agustus 1996.6/2001 tanggal 27 Juli 2001 telah menyetujui penjadwalan kembali pinjaman ini sebagai berikut : Restrukturisasi meliputi nilai Rp93.IDB) dengan plafond sebesar USD 3.700.000 yang merupakan bagian dari jumlah limit kredit sebesar USD 15.6 10.000 yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian (i) sebesar USD 126.300. Bunga pinjaman terusan ini adalah tingkat suku bunga SBI untuk jangka waktu 3 bulan selama 6 bulan ditambah 1% atau suku bunga deposito bank pemerintah 6 bulanan mana yang lebih rendah. Pemerintah melalui surat Menteri Keuangan nomor 477/MK. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit L/C Impor yang dapat digunakan secara switchable untuk L/C Sight. Pembayaran angsuran dilakukan 20 (dua puluh) kali per setengah tahunan yang dibayar setiap tanggal 15 Pebruari dan 15 Agustus dimulai dari 15 Agustus 1996.1 milyar.3 milyar. 38 .800. dengan jangka waktu satu tahun terhitung sejak tanggal 1 September 2004 sampai dengan 31 Agustus 2005.000 untuk proyek Modernisasi Pabrik.1 milyar dan denda Rp42.IDB (LITF .4 15.4 22. Usance dan Usance payable at Sight termasuk L/C usance dengan skim Line of Import Trade Financing .000 untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan (ii) USD 9. Akta No.COP/COD.7 19.Untuk Proyek Pabrik Amoniak/Urea dan Proyek Modernisasi Pabrik Kredit ini merupakan penerusan pinjaman SLA 554/DDI/1991 IBRD yang ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1991 dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk sebagai bank pelaksana.0 Denda Jumlah 14.NIAGA/02/PK-LC-CRM/2000.100.6 42. sebagaimana jangka waktu fasilitas yang sedang berjalan.perubahannya terakhir Addendum III No.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Kredit Investasi Pemerintah RI (Pinjaman Terusan IBRD) .5 29.4 4. Jangka waktu L/C maksimal 180 hari setelah tanggal Bill of Lading .

7 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene manibuy SH. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan. Pagu fasilitas ini adalah Rp41. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.490 m2 beserta jaminan . c. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.285. 39 . Kecamatan Gresik.50% per tahun dan bunga dapat berubah sewaktu-waktu. Kecamatan Turi. Exim .mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No. Pagu fasilitas ini adalah Rp49. serta unit ship unloader dan belt conveyor .PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk a. serta jaminan tambahan berupa tanah dan bangunan di 23 lokasi (di Kecamatan Lamongan. 2 dan jaminan tambahan berupa tanah SHGB No.575 m2.5% per tahun dan ditinjau setiap tiga bulan.000. Notaris di Gresik. b. SH. unit pompa booster. SH. 69 seluas 395. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun). Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai proyek rehabilitasi dan fleksibilitas operasional pabrik Pupuk Fosfat I.Untuk Proyek Pabrik Phonska (NPK) Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor SBY. 2 seluas 112. tanah berikut bangunan pabrik dan mesin -mesin pabrik pupuk K2SO4. Bunga berikut angsuran pokok pinjaman tersebut dibayar secara triwulanan.680. Kecamatan Deket dan Kecamatan Babat).5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : Selama 1 (satu) tahun pertama.SBY/007/PK . tanah berikut bangunan termasuk didalamnya mesin .000 dengan suku bunga terakhir 14. Manyar. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi maksimum sebesar Rp27. Jangka waktu kredit selama 6 (enam) tahun. Jangka waktu kredit adalah sembilan tahun sampai dengan 14 Juni 2004. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap akhir triwulan. Kredit Investasi Bank Mandiri eks. Kredit ini dijamin dengan peralatan proyek yang dibiayai dengan fasilitas ini yaitu instalasi air.000.mesin pabrik Pupuk Fosfat I dan Bangunan pabrik Pupuk Fosfat I yang berdiri diatas SHGB No. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin . Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2003 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. dan sisanya sebanyak 65% menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). tanah dan bangunan terletak di Kec. Disamping itu kredit ini juga dijamin dengan cessie tagihan. Kredit Investasi Bank Mandiri .193 m2. 70 seluas 24. unit gas turbine generator dan unit waste heade boiler .000 dengan suku bunga terakhir 14.. Kredit Investasi – Untuk Proyek Rehabilitasi Operasional Pabrik Fosfat I (RFO ) Berdasarkan Akta No.Untuk Proyek Pabrik Prasarana dan Utilitas Fasilitas ini ditandatangani melalui perjanjian kredit nomor 91 tanggal 14 Juni 1995 dihadapan Notaris Sutjipto.NIAGA/01/PK-KI-CRMS/2000 akta nomor 86 tanggal 31 Agustus 2000 dihadapan Suyati Subadi. Jangka waktu kredit adalah lima tahun sampai dengan 31 Desember 2005.KI/ 2004. Kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa tanah dan bangunan pabrik pupuk NPK berikut mesin-mesin yang melekat diatasnya. persediaan dan tanah.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk. Jumlah fasilitas yang terdapat dalam neraca tanggal 31 Desember 2004 adalah jumlah saldo kredit yang direalisasi/ditarik setelah dikurangi angsuran. yang berdiri diatas SHGB N0. 35% bunga yang jatuh tempo dibayar efektif.

PT Bank Negara Indonesia Tbk Fasilitas kredit ini pertama kali ditandatangani dengan perjanjian kredit nomor 98/HLB/100 tanggal 28 Nopember 1998 dengan pagu kredit sebesar USD 23. Fasilitas ini dijamin dengan deposito PT Perkebunan Nusantara II senilai USD 4.924 256. 70 .491. 9 tanggal 20 Pebruari 2004 dari Irene Manibuy SH.808 dan suku bunga terakhir adalah 14.136.687.000.114 28.550.887. Fasilitas kredit ini dijamin dengan jaminan utama berupa mesin .000.171 4.040.352 1.249 23. Fasilitas kredit ini dibebani bunga sebesar 13.887. Kredit Investasi – Untuk Proyek Pabrik Pupuk K2SO4 Berdasarkan akta No. sesuai dengan surat perjanjian kredit nomor : 2001/KI/63 fasilitas tersebut dikonversi menjadi pinjaman Rupiah dengan pagu yang setara dengan Rp132.263 2.531.550.986 .293.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) d.500. 21.400.KI/ 2004. Bunga fasilitas kredit ini sebesar bunga deposito yang diterima oleh PT Perkebunan Nusantara II.235 3.000.685. 2 beserta jaminan . yang berdiri diatas tanah SHGB No.158 739. yang berdiri di atas tanah SHGB No.129 4.154 611.944 4. mengenai Perjanjian Kredit Investasi Nomor : CCO.555. Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp15. tanah berikut bangunan termasuk di dalamnya mesin mesin pabrik pupuk phonska yang berdiri diatas tanah SHGB No.75% per tahun dan ditinjau secara bulanan dan jaminan kredit berupa deposito seluruhnya ditarik dan diganti dengan tanah.000. Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 2004 Rp 2003 Rp 20..421 22.5%.jaminan lainnya terkait dengan fasilitas kredit lainnya pada PT Bank Mandiri Tbk.SBY/009/PK . III dan V (LIBOR + 1%) ditambah spread sebesar 1.803. sejak tanggal penandatanganan perjanjian (termasuk masa grace period pembayaran hutang pokok selama 1 tahun).408 24. Mulai tahun ke II (Kedua) seluruh beban bunga dibayar efektif setiap setiap akhir triwulan Jangka waktu kredit adalah selama 6 (enam) tahun. 69 seluas 395.931 PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah Dikurangi bagian yang jatuh tempo satu tahun : PT Asuransi Jiwasraya PT Petronika PT Jamsostek (Persero) Jumlah bagian yang jatuh tempo satu tahun Jumlah 40 22. deposito PT Perkebunan Nusantara V senilai USD 5.mesin pabrik pupuk K2SO4 dan bangunan pabrik pupuk K2SO4. Tujuan penggunaan kredit adalah untuk membiayai pembangunan proyek Pabrik Pupuk K2SO4.120.012. bangunan dan mesin yang dibiayai dengan kredit tersebut.811.844. Pada tanggal 5 Desember 2001. terakhir dengan nomor 2001/KPI/15 tanggal 18 April 2001 dengan mengubah pagu kredit menjadi USD 14.992 1. tanah berikut bangunan dan mesin pabrik pupuk fosfat 2.910. Perjanjian ini telah mengalami perubahan. deposito PT Perkebunan Nusantara III senilai USD 3.5% per tahun yang dibayar secara triwulan dengan ketentuan sebagai berikut : - Selama 1 (satu) tahun pertama seluruh beban bunga menjadi beban KI IDC (Kredit Investasi Interest During Construction ). Jangka waktu kredit adalah delapan tahun sebelas bulan empat hari sampai dengan 1 Nopember 2007.193 m2. Notaris di Gresik.500.456.

1 tanggal 1 Oktober 1998 dari Nyonya Hj.000 telah ditempatkan dan disetor.197.094.99% 0. SH nomor 82 tanggal 27 Maret 1998 modal dasar Perusahaan adalah sebanyak 1.420 lembar atau senilai Rp396.01% 100. 22.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah 23.000 lembar dengan nilai nominal Rp1.033 14. Pupuk Sriwidjaja (Persero) Yayasan Petrokimia Gresik Jumlah 396.695 905.822 7.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman dari PT Asuransi Jiwasraya dalam rangka Plough Back Premium .000 10. Jangka waktu pinjaman adalah 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga pinjaman sebesar 9% per tahun. Perusahaan telah memperoleh fasilitas bantuan pinjaman dana untuk membangun perumahan dari PT Jamsostek (Persero) yang bersumber dari dana peningkatan kesejahteraan peserta program Jamsostek sejumlah Rp2.033 7.280.611 7.462. Modal Saham 278 1.410.729.000 41 .000.784 1. Netty Arni.888 Sesuai dengan akta notaris Imas Fatimah.810.300.01% di PT Petrosida Gresik) Mitsubishi Corporation (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Nippon Kayaku (memiliki 20% di PT Petrokimia Kayaku) Jumlah b.403 7. Berdasarkan Akta pemberian bantuan pinjaman dana untuk perumahan PT Petrokimia Gresik No.695 1.396. Hak Minoritas atas Aktiva bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0. SH.000 per lembar.420 2004 dan 2003 % Pemilikan Saham 99.611 15. Jangka waktu pinjaman berkisar antara 8 (delapan) sampai 10 (sepuluh) tahun dan dibebani bunga berkisar antara 9% s/d 12% per tahun. yang akan digunakan untuk membangun perumahan bagi para karyawan Perusahaan.420.846 (571) 905. Dari jumlah tersebut 396. Susunan pemegang saham pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 adalah : Jumlah Saham PT.000.094.189.000 396.. Kewajiban kepada PT Petronika merupakan pendapatan diterima dimuka jangka panjang atas uang muka penjualan utilitas yang diterima dimuka untuk periode lebih dari satu tahun.784 2.420.00% Jumlah Rp 396. Hak Minoritas Pihak ketiga Pada Perusahaan Anak Hak pemilik saham minoritas pada Perusahaan anak adalah sebagai berikut : 2004 Rp 2003 Rp a. Notaris di Gresik.197. Hak Minoritas atas Laba Bersih Perusahaan Anak Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (memiliki 0.625 2.729.410 10 396.819 3.

792 166.585 84.562.260 265.486 5.018 47.273 45.709.306 2.580 - 42 294.136 149.978 177.970.584 276.877 3.642 10.389 95.894.174 183.160.064.724.998 239.055.881 2.873 13.091 2.372 51.682 195.015.571 484.410.773.820 33.656.051.769 128.48% dari penjualan pupuk dan non pupuk masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).127.597.381.290 13.391.236 217.703.603.401.100.912 47.166 (2.194 Penjualan Pupuk dan Non pupuk Pendapatan Subsidi Gas Bumi (Urea) Harga Pupuk (Non Urea) Pendapatan subsidi Tahun Lalu Jumlah Pendapatan Subsidi Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah 3.626 78.548.063.263. Penjualan Non Pupuk (i) Penjualan Domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin 789.811 70.307 94.910 21.634.878.972) 2.081.482 557.304 683.340.083 30.815.955 106.524 2.614. Penjualan pupuk (i) Penjualan Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK BLENDING DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor DAP Jumlah Penjualan Pupuk b.872.158.368.959 65.169 5.036.759.396 41.362 314.509.729.837.075.977.146 54.001 3.489 (2.795 11.598.909 74.786 257.391.881 726.839 115.662 10.114.251.193 597.231 460.285.698 3.002 30.519 3.884 489.985. Jumlah penjualan pupuk tersebut merupakan pendapatan dari hasil penjualan secara tunai maupun kredit baik lokal maupun ekspor sebagai berikut : 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp a.156.023 30.534.312 2.847) 3.294 234.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 24.286 .993 88 14.908 446.927.012 2.993 399.839.210.960.227.656.666.875.791 77.381.972.674.916 112.843 495 94 64 - 919.566 426.918 221.587.971 1.999 150.512 432.43% dan 10.398.234 528.440 23.550 119 119 673 895.379.774 2.391.896 2.076 110.599.176 1.391.270 44.872 26. Pendapatan 2004 Rp 2003 Rp 2.942 31.758 - 175.949.683 72.040.020.364 4.120 25.335 - 19.044 26.991 98.439 45.116 652.304 2.455.764 15.119.

974 7.053 180.855 9.091 535.056 2.525 5 2003 Rp 8.325.164.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 2004 Kuantum Rp 8.110.887.896 2.410.629 Jasa Formulasi Purified Gypsum 11.221 1.000 Produk (Coil) Diazinon BPMC Sub jumlah Jumlah Penjualan Non Pupuk Jumlah Penjualan Pupuk dan Non Pupuk ( a + b ) c.007.338.357 106.092 5.667 5.361.910 3.767.259 Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.502 1.998 7.656.851 8.935 717.903 3.773 2.485 371.762 1.978 68.216.990 730.141 871.503.210.194 Carbofuran CO2 Cair 6.154.4D Amin/For.748.071 1.857.398 102.905.875.780 2.653.332 1.633 Produk (Flowable) 134.166 (2.872.922.320.950 933.084 575.100 4.184.982 Produk (Coil) 1.106 1.834 14.914 1.MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Petrokum Belerang Curah Amegrass 80WP Sub Jumlah (ii) Penjualan Ekspor Amoniak Alf3 2.489 (2.970.686 195.070.807.455.878.057.751 Formulasi 2.630.242 2.062.160.321 4.513.466 Produk (Tepung) 20.040.791 77.020.480.356.667 2.896 2.759.972) 2.347 557.121.139.246.837.904 39.688 Crude Gypsum 77.500 336.894.362.912 47.698 3.847) 3.102 11.645 1.580 3.240 159.392 3.173.161 4.599. Pendapatan Subsidi Urea Non Urea ZA SP-36 Phonska Sub Jumlah Pendapatan subsidi tahun 2003 Jumlah Pendapatan Subsidi Jumlah Pendapatan Bruto Potongan Penjualan Jumlah Pendapatan Bersih 14.122.196.950 2.080 3.330 177.055.702 1.482 210.280 90.839.389 285.367.918 221.644 68.037.124.367 1.365.577 100 761.425 5.338.661.979.119.618 227.927.007 2.055 775.781 - 43 .660 3.194 92.378 5.862.270 44.764 1.005.493.156.304 683.057.180 60.341 2.821 1.394 16.764.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice 1.319 4.949.196.185.800 78.851 24.423.935 2.121.919 132.642 Kuantum 9.947 120.142 7.997 3.

552 44 726. sebagian termasuk pendapatan subsidi tahun 2003 sebagaimana ditetapkan oleh Pemerintah sesuai dengan hasil audit khusus yang dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI berdasarkan pada Kepmenkeu RI No.334 2.858.619.817.355.193.264.009) (170.887.470 1.574.293 415.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Pendapatan subsidi tahun 2004.306 2.165 2004 Kuantum Rp Kuantum 2003 Rp 2003 Rp 142.317.338.073.982.112.489.981 103.713 227.977.742 53.974 33.615 3.440.108.685 10. 319/KMK.076 110.855.232 218.764 2.800.256) 3.858 82.236 151.458 1.099.766 2.843 495 94 64 - 944.464 98.044 92.197.025.993 88 34.107.751 (539.426 (641.820. Susut dan Sweeping Persediaan Akhir Barang Jadi *) Harga Pokok Penjualan *) setelah dikurangi persediaan pupuk eks impor a.455) 141.559 24.334) 2.429 370.958 578.888 234.038.333.128.495 336.194 633.974. Harga Pokok Penjualan 2004 Rp 94.491.182 (92.718 551.403.973) (94.204.974. Harga Pokok Penjualan Pupuk HPP Domestik Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Urea Pupuk Phonska Pupuk KCL NPK Blending DAP RNP Amphos ZK Eks impor MDCP Eks impor PS-18 Jumlah Harga Pokok Penjualan Pupuk 789.380.168.794 238.534 243.066 178.428. 25.06/2004.416.320 Persediaan Awal Barang Jadi Saldo awal ZA & Urea Curah Diproses ke Biaya Produksi Persediaan Awal Barang Jadi *) Harga Pokok Produksi : Persediaan Awal Barang Dalam Proses Biaya Bahan Baku dan Pupuk Impor Biaya Bahan Penolong Biaya Pemeliharaan Biaya Pegawai Biaya Penyusutan Biaya Pembungkus Biaya Overhead Pabrik Biaya Lainnya Persediaan Akhir Barang Dalam Proses Jumlah Harga Pokok Produksi Barang Siap untuk Dijual Dikurangi : Harga Pokok Penjualan Produk Lain-lain Dipakai Promosi.391.972 92.277.491.573 65.768.013.294 225.856.419 130.753.795 9.571) 88.888.515.249.083.900 .112 5.550 119 119 673 757.836 (3.326.720 166.455 18.971 32.464 419.164) 3.346.934.508 114.616 2.890.128.543) 2.684 187.231 460.542 259.500.136 9.849 460.752.602 158.140 357.735.307 94.543 (6.911.292.488.567 66.617 192.386.745.220.865 2.603 (99.356 30.587 81.234 528.

976 3.538 861.4D Amine Formulasi BPMC Dry Ice Jasa formulasi .786 326.910 4.526.350 52.542 2.377.306 12.931 7.915 559.069 67.416 3.490.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b.975 1.799.683.604 37.486.296 987.538 3.087 622.144.769 36.658 1.852 52.274 6.579.364 7.660 60.027.168 198.092 1. masing-masing pada tahun 2004 dan 2003 dilakukan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa (catatan 30).525 176.343 91.071.997.727.662 6.887.398.148 3.790 177.799 3.754 10.588 14.008. Harga Pokok Penjualan Non Pupuk (i) HPP domestik Amoniak Asam Fosfat Asam Sulfat Produk (Cair) Cement Retarder Formulasi IPA G Alf3 Produk (Butiran) Produk (Tepung) Sidamethrin Carbofuran CO2 Cair Produk (Coil) Produk (Flowable ) Crude Gypsum Formulasi 2.709.367.007 41.953 4.804.168 47.410.607.003 3.655 4.340 247.768 1.108 1.501 9.168 2.292.900 21.Kayaku Purified Gypsum Permetrin BPMC Propoxur Formulasi MIPC Sidaron Sidazeb 2.213.010.450 2.971.658 767.16% dan 6.500.309.914 80.391 1.700 132.708 10.672.530.017 342.165 (1) 109.525 5 - 129.971 1.107.111.530 762.459.424 828.382 4.698 833.150 21.668 9.982 3.989 5.051 33.288 40.507.359 7.931 141.292.244 1.406 2.558 9.58% dari jumlah pembelian bahan baku.247 4.785 - 187.455.130 23.702 1.000 373.980 1.625 2.056 2.280 90.4D Amin/Form MIPC IPA Glyphosate Sidazinon Chemical Gypsum Cypermethrin SDP Belerang Curah Amegrass 80WP Lain-lain Jasa formulasi .Petrosida Diazinon Jumlah Harga Pokok Penjualan Non pupuk Jumlah Harga Pokok Penjualan 94.255.026.333 1.403 82.642.007.362 314. 45 .424 82.546 81.095.610.432 26.369 1.098 4.314 74.850.148.142.074.791 47.238 856.342.613 3.108.146.505.801 2.792 166.099.543.989 532.884 4.097 76.830.232 31.652.585 405.

945 51.053.924 16.883.405.807.510 10.371.547 86.418.194 546.508 15.709 387.675 1.303.121 13.710 20.142 1.853.836 979 2.271.883 1.355.827 129.347 6.000.153 151.721.028 1.317 3.537 5.923.133.818 29.658 353.845 1.081 1.550 951.232 11.202.844.842 6.256.857.829 4.648.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 26.163.125.513.548 3.460.270 4.176.526 375.803 34.943.791.074 21.202 3.667.920 5.123 1.522 55.161 1.446.740.080 16.556 1.530 45.332 2003 Rp 104.771 1.083 5.609.971.058 17.414 758.058.492.685.337 31.547 274.068 1.655 3.179 159.477.560 56.336.391.211 62.934 6.673 122. Beban Usaha 2004 Rp 139.820 1.173.865 60.497.413 437.397 3.708 34.286 179.744.344 396.762 171.859 Beban Distribusi Transportasi Penyaluran Bongkar Muat Pallet Pegawai Susut Rebag dan Kantong Restaple Asuransi Promosi dan Distribusi lain Sub Jumlah Beban Penjualan Pegawai Transportasi Promosi Jasa Litbang Penyusutan dan Amortisasi Kantor Bongkar Muat Pemeliharaan Restaple Rebag dan Kantong Susut Pajak dan Restribusi Asuransi Agrobisnis Penjualan Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Beban Administrasi dan Umum Pegawai Perjalanan dan Pembinaan Administrasi Jasa Pemeliharaan Pajak dan Restribusi Penyusutan dan Amortisasi Asuransi Umum Lainnya Alokasi dari pusat biaya lain Sub Jumlah Jumlah Beban Usaha 46 .891 1.044.573 11.244.641 143.182.163.805 246.267.207.781 8.524.630 13.149.218.366 1.660.425 58.908 31.389.516.994 22.745 15.045 71.179.601 5.163 1.201 5.024.466 72.325.

281.922.Bersih Biaya Sewa dan Jasa Biaya Produk Utilitas Penyisihan Piutang Pemasaran Jasa Fee Keagenan Denda Retribusi PJU/Klaim Koreksi Restitusi PPh Badan Penghapusan Piutang Lain-lain Sub Jumlah Jumlah 43.482. Pendapatan (Beban) Lain-lain 2004 Rp 2003 Rp 40.933 1.701.941 485.883 2.884.937.155 107.009.252 1.158.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 27.995 14.812 1.902.Bersih Lain-lain Sub Jumlah Beban Diluar Usaha : Laba (Rugi) Selisih Kurs .233.780 412.019.697 21.065 50.831.858 11.222 (567.709 299.213.623 47 .998.521 2.521 3.488.811.687.192 12.991 1.598 17.082 91.406 19.291 5.366 4.711.044 26.501.688 Pendapatan Diluar Usaha : Pendapatan Sewa dan Jasa Penjualan Produk Utilitas Pendapatan Jasa Giro/ Bunga Klaim Asuransi Laba Penyertaan Pendapatan Dividen Komisi Keagenan Penjualan Barang Bekas Pendapatan Agribisnis Denda Piutang/Keterlambatan Transport dan Asuransi Lelang Kendaraan Laba (Rugi) Selisih Kurs .489.038 7.173) 10.196 (17.382.316 59.563 14.312 68.399 6.461 26.941 1.790.212.861.029.167) 124.487.049 5.055 5.950 22.548 22.305.168 15.100 689.314.911 2.191.918.222 280.287 34.010 119.935.560 6.384.004.023 89.

443.291.483.98 1.761 1.93 13.105 10.356.930 26.798.496.Pihak Ketiga Jumlah Kewajiban Hutang Usaha Hutang Bank Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Bank Jangka Panjang Jatuh Tempo Satu tahun Hutang Bank Jangka Panjang Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Bersih 3.090.246.812.917 87.70 144.863.236.364.082 15.934 1.717 1.789.407.500.06 2.58 4.820.479 13.425.701.176 61.146.11 2003 Rp 21.876.014 Mata Uang Asing (USD) 2.465 48 .639.882 12.091.701.215.38 102.11 7.844.50 2.194 366.632 23.746.658.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 28.16 1.681.734 495.145 2004 Rp 9.601.651.819.424.946.832.104.15 1.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .279 116.353 17.290 2003 Rp 8.488 774.029 3.774.392.104.829.513.137.005.Pihak Ketiga Piutang Lain-lain .303 439.561.506.269.724.803.621 72.630.133.360 4.469.591.27 43.647 Pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003.42 687.898 11.649.124.417.777.874.625.856.373 Kredit Investasi Kredit Fasilitas L/C Kredit Modal Kerja Asuransi Provisi Bank Jumlah 27.486.839.119.261.56 6.721.696.080.337.446.224.307.12 Rp 31.165 14.341.50 53.438.257.88 91.703 41.505.35 1.814 5.537.096.750 764.97 82.502 3. kurs konversi yang digunakan Perusahaan serta kurs yang berlaku pada tanggal 31 Januari 2005 adalah sebagai berikut : 31 Desember 31 Januari 2005 Rp Mata Uang 1 USD 9.82 3.222 26.73 421.335 43.800.558 23.120.518 100.54 2.248.611.186 22.911. Aktiva dan Kewajiban Dalam Mata Uang Asing 2004 Mata Uang Asing (USD) Aktiva Kas dan Setara Kas Piutang Usaha .409.408 868.88 5.27 567.091.508.15 3.162.705 29.529.300 34.074. Beban Bunga dan Keuangan 2004 Rp 2003 Rp 43.83 154.982.270.530 27.417 93.099.766.14 10.914.347.00 51.407.Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa .361.

Perusahaan yang pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham utama Perusahaan : .732 78. Transaksi-transaksi Hubungan Istimewa Dalam Kegiatan usahanya.PT Petrosida Gresik .516 49 2003 Rp 85.267 6.945 264.PT Petronika . e.227 307.880.PT Rekayasa Industri b. Transaksi dengan Perusahaan Anak dan Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa Sifat Hubungan Istimewa a.802 37.PT Pupuk Kujang .PT Petrokopindo Cipta Selaras . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya adalah Perusahaan : .PT Pupuk Kaltim Tbk . Rincian penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut : 2004 Rp 116.48% dari jumlah penjualan masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.760.812 73. Yayasan Petrokimia Gresik adalah Perusahaan yang sebagian pengurus dan manajemennya sama dengan Perusahaan. merupakan penjualan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa.519. Perusahaan melakukan transaksi tertentu dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.963.657.727 73. dan juga sebagai pemegang saham minoritas Perusahaan.43% dan 10.578.PT Petrowidada d.PT Petrokimia Kayaku .PT Petro Graha Medika .PT Pupuk Iskandar Muda . yang meliputi antara lain : a.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 30.PT Aneka Jasa Grhadika c.775 2. Pada tanggal neraca.909 170.PT Graha Sarana Gresik .674.PT Petrocentral .929 345.330 PT Petrocentral PT Mega Eltra PT Petrosida PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang Jumlah . Perusahaan yang sebagian pemegang sahamnya sama dengan pemegang saham Perusahaan : .065.114. yang meliputi 9% dan 7% dari jumlah aktiva masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. 10.680 60.002.PT Puspetindo . dimana menurut manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga. piutang atas penjualan tersebut dicatat sebagai bagian dari piutang usaha.PT Gresik Cipta Sejahtera .PT Mega Eltra .PT Kawasan Industri Gresik .777. PT Pupuk Sriwijaya adalah pemegang saham utama (mayoritas) Perusahaan.041 36.993.

21 Pebruari 2002 dan 11 Agustus 2000.741 1. sewa rumah dan sewa tanah. 12.892. dimana menurut pendapat manajemen dilakukan dengan tingkat harga dan syarat – syarat normal sebagaimana halnya bila dilakukan dengan pihak ketiga.400 1.345.400 34.770 PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Sriwidjaja PT Pupuk Iskandar Muda PT Rekayasa Industri Jumlah c.58% dari jumlah pembelian masing – masing pada tahun 2004 dan 2003.601 2003 Rp 73.5% per bulan.826.644 101.897 17.557. merupakan pembelian dari pihak yang mempunyai hubungan istimewa.820.012.926 55.502 19.368 2.624 8. Pada tanggal neraca. dikenakan sanksi denda sebesar 2% .258.295. jasa pelabuhan.007. 50 .419.794 1.16% dan 6.913. Perusahaan juga mempunyai transaksi di luar usaha dengan pihak – pihak yang mempunyai hubungan istimewa.147. dll) dan penjualan jasa lainnya berupa jasa keahlian.454 PT Petrowidada PT Petronika PT Petrocentral PT Puspetindo PT Kawasan Industri Gresik PT Pupuk Kaltim Tbk PT Pupuk Kujang PT Rekayasa Industri Yayasan PG PT Pupuk Sriwidjaja Jumlah d.015 187. hutang atas pembelian tersebut dicatat sebagai bagian dari hutang usaha. sebagai berikut : 2004 Rp 6.984 1.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) b. Sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Petrokimia Gresik tanggal 29 Desember 2003 dan Perjanjian Pinjaman. pinjaman tersebut dilakukan tanpa bunga dengan jangka waktu pengembalian adalah 5 (lima) tahun.762.592. yang diantaranya timbul dari transaksi penjualan hasil produk samping (seperti air.970. Rincian pembelian kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebagai berikut: 2004 Rp 225. listrik.468 20.550 12.744.069 1.779 3.236 18.888 1.082.511.938 3.935 2.038 67.695 1.750.509.035 1.405. yang meliputi 12.702 2003 Rp 8.16% dan 6.020.58% dari jumlah hutang masing – masing pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003. steam.864.794 2. Perusahaan memberikan pinjaman dana kepada Yayasan Petrokimia Gresik selaku pihak pengelola Program Pemeliharaan Kesehatan Pensiunan/Purna Tugas dan Keluarganya (prokespen) dan Program Santunan Kesehatan (Sankes) sesuai Surat Perjanjian Kerjasama tanggal 16 April 2004 serta pengelola pembangunan perumahan karyawan PT Petrokimia Gresik sesuai Surat Perjanjian Pinjaman antara PT Petrokimia Gresik dengan Yayasan Petrokimia Gresik tanggal 27 Oktober 2003. Apabila Yayasan Petrokimia terlambat melakukan pembayaran sebagaimana jadwal angsuran yang ditetapkan dalam Perjanjian Pinjaman.785.807 302.

PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 31.066.905.270.870.Non Vested Amortisasi Koreksi Aktuaria Pengakuan Segera dari Beban Jasa Lalu yang Vested Beban yang Diakui dalam Laporan Laba Rugi 51 Jumlah Rp 16.2% ~ Tingkat kematian : Tabel Mortalita Indonesia II ~ Tingkat Kenaikan gaji rata-rata : 5% per tahun ~ Tingkat bunga Teknis : 10% per tahun ~ Ekspetasi Hasil Investasi : 10% per tahun ~ Tingkat cacat : 0.45 : 0.Usia 45 . dimana manfaat pensiun yang akan dibayar dihitung berdasarkan penghasilan dasar pensiun dan masa kerja karyawan.776.128.55 : 0.726) 14.841) 2. untuk menilai jumlah kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan per 31 Desember 2004.924 24.253 (9.Non Vested Koreksi Aktuarial Yang Belum Diakui Kekayaan yang Diakui Dalam Neraca Rekonsiliasi beban manfaat karyawan yang diakui dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut : Beban Jasa Kini Beban Bunga Harapan dari Hasil Investasi Amortisasi Beban Jasa Lalu yang Belum Diakui .067.030 .Usia 20 . Jumlah karyawan yang berhak memperoleh manfaat tersebut adalah 3.142. Perusahaan melakukan penyisihan Pendanaan pensiun melalui program yang diselenggarakan oleh PT Asuransi Jiwasraya (Persero).Vested Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui . Pada tahun 2004. aktuaris independen melakukan perhitungan aktuaria.02% .964 karyawan pada tahun 2004. Perhitungan benefit / manfaat terhadap imbalan kerja karyawan menggunakan manfaat sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT Petrokimia Gresik yang terdiri dari : Penghargaan kesetiaan Bantuan duka Cuti besar Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Program Tabungan Hari Tua (THT) Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan biaya manfaat pensiun adalah sebagai berikut : ~ Umur Pensiun Normal : 56 tahun ~ Tingkat pengunduran diri : . Perusahaan melalui PT Binaputera Jaga Hikmah.556 (25.776.05% s/d usia 55 tahun Kewajiban aktuaria dan posisi pendanaan dari manfaat kesejahteraan karyawan posisi 31 Desember 2004 adalah sebagai berikut : Kewajiban Kini (Present Value of Obligation ) Nilai Wajar dari Kekayaan Posisi Pendanaan Biaya Jasa Lalu Yang Belum Diakui .401.047.570 (140.504 46. Manfaat Kesejahteraan Karyawan Diestimasi Perusahaan Perusahaan.255) 131.685) 168. menyelenggarakan program pensiun manfaat pasti untuk semua karyawan tetapnya.955 Jumlah Rp (271.

271. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAaaaaaaAAAAAA 055.01/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.08. Perjanjian ini menggantikan kerjasama dengan AJB Bumiputera 1912 dalam hal “ Jaminan Asuransi Jiwa Kumpulan” sesuai dengan Perjanjian Kerjasama nomor 261/IX/SPK/DIR/1988 dan 190/U/ASK/PERT/IX/1988 tanggal 5 September 1988 dan telah diaddendum beberapa kali. Rekonsiliasi (kewajiban) pendanaan manfaat pensiun karyawan sebagai berikut : Kekayaan pada Awal Tahun Beban Realisasi Pembayaran Manfaat Iuran Perusahaan Kekayaan Pada Akhir Tahun Jumlah Rp 26.067. 2). Berdasarkan Undang-undang nomor 3 tahun 1992 tentang Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek).U.04. bantuan pangan dan bantuan perumahan). THT dan Jamsostek dilakukan melalui pemotongan dari gaji yang besarnya sebagai berikut : . Iuran para pegawai untuk PKHT. tunjangan jabatan. 52 . terakhir tanggal 19 Desember 1989. Program Tabungan Hari Tua (THT) sebesar 5% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga. Program Jamsostek sebesar 2% dari gaji pokok ditambah tunjangan keluarga.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Biaya jasa lalu yang belum diakui Non Vested dan koreksi aktuarial diamortisasi sesuai dengan rata-rata masa kerja karyawan. Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Perusahaan. Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 1995 tentang penetapan badan penyelenggara program Jamsostek.U.SJ. tunjangan keluarga. Pemberi kerja (Perusahaan) menanggung seluruh jumlah dari tagihan premi dikurangi dengan iuran beban peserta (pegawai) yang dipotongkan dari gaji setiap bulan.0703 THT adalah program jaminan hari tua dalam bentuk pembayaran sekaligus bagi Peserta atau Ahli Warisnya. AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA 023.795 (46. Disamping itu. Perusahaan telah mengikuti program Jamsostek.030 Dalam mengelola kesejahteraan karyawan.000 14.142.SJ.04/04/SP/2003 tanggal 4 Juli 2003.286. Perusahaan bekerjasama dengan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang disebut dengan “Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT)”.190 2.955) 7.0699 Manfaat PKHT meliputi pembayaran berkala dan/atau pembayaran sekaligus bagi peserta (karyawan) atau janda atau duda atau anaknya. Perusahaan juga menandatangani Perjanjian Kerjasama tentang Program Tabungan Hari Tua (THT) dengan pihak PT Asuransi Jiwasraya (Persero) nomor 470/07/NK.Program Kesejahteraan Hari Tua (PKHT) sebesar 5% dari gaji dasar pertanggungan (gaji tetap berupa gaji pokok.652. Perjanjian tersebut terakhir diperbaiki melalui Perjanjian Kerjasama nomor 469/07/NK. terutama berasal dari : Perlakuan pembayaran iuran premi atas coming service (masa asuransi yang akan dijalani Peserta) dan Jamsostek adalah sebagai berikut: 1).

534 1. Besarnya angsuran tahunan premi back service adalah sebagai berikut: . 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.000 ribu dengan rincian sebagai berikut : Jumlah Dividen Tantiem Direksi & Dekom Program Kemitraan Program Bina Lingkungan Cadangan Total Rp 60.362. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 18.590 2. Kewajiban pembayaran tahunan (angsuran) dicatat sebagai beban tahun berjalan.759.019 . Jumlah saldo kewajiban diestimasi atas manfaat kesejahteraan karyawan pada tanggal 31 Desember 2004 dan 2003 masing-masing sebesar Rp 5.910.123. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam Notulen Risalah Rapat tanggal 1 Juni 2004.759. Jumlah cadangan pemutusan hubungan kerja akan direview setiap akhir tahun dengan memperhatikan seluruh variabel yang mempengaruhi jumlah cadangan tersebut.863.PKHT : jatuh tempo setiap bulan Januari.087.012.000 53 .280 1.180 43. 32.416 108.725. tahun 2003 sampai dengan 2012 sebesar @ Rp 20.175. Dividen Tunai Dan Cadangan Umum a. 2). pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2003 sebesar Rp 108.577 (jumlah i R Rp 126 milyar) 126 il ) Perusahaan Anak PT Petrokimia Kayaku (Perusahaan Anak) menghitung dan membukukan estimasi manfaat kesejahteraan karyawan untuk seluruh karyawannya sesuai Undang-undang Republik Indonesia No.230.THT : jatuh tempo setiap bulan Januari.509.047 dan Rp 2.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Iuran premi back service baik untuk PKHT maupun THT seluruhnya ditanggung oleh Perusahaan.544. dicatat sebagai berikut: 1).

870.643 241.785.445 8.212 (93.581 11.525) 73.189.804 Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Pendapatan bunga Antar Segmen Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Bagian Saham Minoritas Laba Bersih Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Aktiva tidak Dapat Dialokasi Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas Dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Jumlah Arus Kas dari Investasi Investasi Rutin dan Proyek Pendapatan Bunga dan Jasa Giro Lain-lain Jumlah Arus Kas Dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 3.158 (112.890.839) (111.620 (4.825) 618.641 (75.913) (115.255.493 4.428 78.020.958.581 278.042.064) 133.186 (10.756.157.098. Informasi Segmen Usaha 2004 Produksi Pestisida Rp 278.903) 1.276.848 12.747.495.873.848 4.062 230.618.577.965 (71.071.761 2.837.688.285.886.645 11.523) 17.849) 3.080.645 1.533) (94.909.928.064) 121.057.356 45.983 (4.379.686 1.986) (4.234.771.538.216.743.912.637 (294.890.512.713.862.747.530) (45.423 Konsolidasi Rp 3.870 (2.638.577) 218.973.833.711) (1.825) 6.845.191.681.527.813.054.681.077.428.326 151.350) 79.359) 6.005 (112.845) 76.923.228.813.719 (93.190.040.181.238.347) 182.983 70.840.482 (67.799.297 2.140 1.824.966.448 246.285.357.748.601 (116.052 (2.152 5.872.445.956 (17.704) 6.197.845) 68.077.867.057) 17.040) 618.653 (118.374.634.335 11.911 (75.023.385.624.574.982.189.086.364.096) 5.977 293.462 8.831.405.208.651.316 36.158.538.456 1.466) 102.241.011.633.404.892) (1.296 (16.872.558.516 2.492 (75.408 (2.276) (1.459.483 (74.117 1.129 5.330 1.029) 184.563 2.339.822.092.536 56.516) (50.413.901.436.682) 1.287.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 33.171.813.822) (93.521 (10.733.809.435.537.207.345) 68.411) 1.759.164.189.562.065 4.268 1.124.516 118.255.615.961 (17.493 (792.227 54 .021.215) 2.408 (176.284.734 (176.625.181.896.074) (3.448 234.065 4.849) 3.462 117.025 2.616) (6.811.483 (3.359.508) 11.021.729) 231.941 (15.681.215.096) 156.278.135.849 38.

744.271.896) (326.015 50.206) (3.565.042 2.306.565 12.973 (71.349.979) 13.821.665.695 (15.869.670.674.547 2.841 (72.505) 92.009.896 (2.307 4.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) Produksi Pupuk Rp Pendapatan Eksternal Antar Segmen Jumlah Pendapatan Hasil Hasil Segmen Antar Segmen Jumlah Hasil Segmen Pendapatan Usaha tidak Dapat Dialokasi Laba Usaha Beban Keuangan Laba Sebelum Pajak Beban Pajak Kini Pajak Tangguhan Laba Setelah Pajak Aktiva Segmen Aktiva Antar Segmen Jumlah Aktiva Kewajiban Segmen Kewajiban Antar Segmen Kewajiban tidak Dapat Dialokasi Jumlah Kewajiban Pengeluaran Barang Modal Penyusutan Beban Non Kas Selain Penyusutan Arus Kas dari Operasi Penerimaan Pelanggan Pembayaran Pemasok Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Investasi Pembelian Aktiva Tetap Lain-lain Jumlah Arus Kas dari Pembayaran Pelunasan Hutang Perolehan Pinjaman Lain-lain Jumlah 2.956 20.152.948.526.629) 3.651.853) 11.806.815.557 (665.665.206.160.742 55 .532.570.482.684 110.927 (3.500.780 33.610.495) 58.953.350 (65.970 2.978 (3.328 (65.980 252.081 (86.455.048.387.331.187 53.112.789 4.284.331.553.725.980 2003 Produksi Pestisida Rp 203.370) 894.801 7.238) Konsolidasi Rp 2.812 2.602 27.607.426) 203.258 948.193) 229.374.638 (87.088 54.346.439.934.638 (180.942.418) 57.215 (558.418.993 257.966 252.514.108) 170.404 198.258 (2.624) (7.347.953.342 245.137.813.158 215.813.052 (303.648.285.574.692) 91.708 202.810) (358.857) (128.376) 92.493.222) 2.486.301) 170.708 207.381 90.853.115.563.914) (31.358.496.415.919.894.095 (2.142) 2.670.845 7.484.208 1.141.922.290.927 4.963.760 55.164.510.238) 252.661.648) 2.193 203.712.875.879 1.486) (125.776.882 1.052) 7.490.238) (303.623 258.626 (72.700 113.672.831.812.314 1.969.314 (15.364 (2.305.020.463.635.730.331.318.015.829.418) (1.038 981.029.243.966 58.052 (303.054.285.281.074.984 (2.457.928 7.164.810 1.339.421.692) 1.309.801.535.518) 2.946.377.337 (74.400) (2.126) 13.257.436.380 4.695 1.365.

480 72.992.139 811.748.555. Meskipun demikian.314. manajemen perusahaan dan perusahaan anak tetap berhati-hati dalam mengelola dan menjalankan operasi perusahaan dengan mengoptimalkan kinerja perusahaan serta melakukan program penghematan dan efisiensi biaya.739.637 25.384 43. seperti meningkatnya kegiatan ekonomi yang ditandai oleh meningkatnya produk domestik bruto.816. Dalam menghadapi kondisi tersebut di atas. sepanjang hal itu dapat ditentukan dan diperkirakan. sangat terpengaruh dengan fluktuasi nilai Rupiah.296. Laporan keuangan konsolidasian telah mencakup dampak kondisi ekonomi tersebut.209 17.629.816.211.672 - Biaya Dibayar Dimuka Uang Muka Uang Muka dan Biaya Dibayar Dimuka Biaya Yang Ditangguhkan Hutang Bank Uang Muka Penjualan Hutang Lain-lain Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Hutang Jangka Panjang .294 265.396.535. berikut disajikan pos-pos penting dalam laporan keuangan konsolidasian tahun 2003 sesudah dan sebelum reklasifikasi : 2003 Sesudah Reklasifikasi Rp 47.654 25.PT PETROKIMIA GRESIK DAN PERUSAHAAN ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah Kecuali Dinyatakan Lain) 34.409.502 56 .515 85.903 4.249 Sebelum Reklasifikasi Rp 89.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya 551.637.989 91. dalam tahun-tahun terakhir secara makro telah terjadi perbaikan yang positif atas beberapa indikator ekonomi utama.069 46. Reklasifikasi Akun Untuk tujuan penyesuaian dengan penyajian laporan keuangan tahun 2004.019.813. menurunnya tingkat suku bunga dan tingkat inflasi serta mulai meningkatnya kepercayaan investor seperti terlihat dari kenaikan secara umum harga-harga saham yang terdaftar pada bursa efek di Indonesia. Kondisi Perekonomian Indonesia Kondisi ekonomi Indonesia masih akan terpengaruh oleh stabilitas sosial ekonomi dan politik di dalam negeri. terjadinya perbaikan likuiditas. karena pembelian terbesar bahan baku utama pupuk menggunakan mata uang asing (USD). 35.289 437. Perusahaan yang bergerak dalam industri pupuk.513 87.

986 dan Rp 506.140 14.356.898.242 47.771 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .160 pada tahun 2004 dan 2003 Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Ketiga .625 17.158.852.624.641.248 13.872.580.564.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .013 57.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 6.035.690.030.186 2.676.879.664 pada tahun 2004 dan 2003 Persediaan Uang Muka Biaya Dibayar Dimuka Pajak Dibayar Dimuka Jumlah Aktiva Lancar AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva Pendanaan Manfaat Kesejahteraan Karyawan Investasi Jangka Panjang Aktiva Tetap .963 pada tahun 2004 dan 2003.995 32.585.824 (0) (0) .412.287.783.257.ragu masing .805.872.142.241.876.386.736 29.676 1.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu masing-masing sebesar Rp 9.482.602.208. Biaya Yang Ditangguhkan Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva Tidak Lancar JUMLAH AKTIVA 345.747.masing sebesar Rp 714.797.302 84.424.778.813 210.554.316.030.638 2.307 42.657 2.827.040.540.362.409 122.554 17.387.617 pada tahun 2004 dan 2003 Piutang Lain-Lain Pihak Ketiga .636.566.434 21.713.988.885.574 dan Rp 948.129.824.314.467.898.588.718.817 24.176.764.masing sebesar Rp 1.844.678.230.Setelah dikurangi akumulasi penyusutan masing-masing sebesar Rp 1.869 1.221 112.122.097.816.333.863.848 232.535 13.256.151.340 983.089 684.422.968.254.371.619.380.778.229.500 333.ragu masing .473.407 1.806.543.797 867.572.073.514.460 166.133 dan Rp 249.347.978.355 dan Rp 1.033.349.180 135.558 dan Rp 10. PETROKIMIA GRESIK NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan Setara Kas Piutang Usaha Pihak Ketiga .413.464.PT.069.676 1.264.288.325 444.105.Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu .

482.087 854.005 1.249.085.838.624.286 31.231 43.420.033.059 143.933.916 109.359.511.328.879.000.332 4.813.909 89.000.568 108.629.508.Nilai Nominal Rp 1.767.300.112.092 30.394 794.715.888.532.606.308 23.197.199.962 2.960.068.Setelah Dikurangi Bagian Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Jangka Panjang Lainnya Jumlah Kewajiban Tidak Lancar EKUITAS Modal Saham .001 73.491.348.768.352.387.511.PT.861 396.819.161.976.106.637.755 - 90.793. PETROKIMIA GRESIK NERACA (Lanjutan) Per 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR Hutang Bank Hutang Usaha Pihak Ketiga Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Hutang Pajak Biaya Yang Masih Harus Dibayar Hutang Lain-lain Uang Muka Penjualan Hutang Jangka Panjang Yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun Bank Kewajiban Lainnya Jumlah Kewajiban Lancar KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Kewajiban Pajak Tangguhan Kewajiban Diestimasi Manfaat Karyawan Hutang Jangka Panjang .349.959.870 87.655.286.327.640.127.722.420 saham Saldo Laba Yang Dicadangkan Saldo Laba Yang Belum Dicadangkan Jumlah Ekuitas JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 765.420.978 - 519.194 23.420.312.296.797 396.616 18.000.253 124.869.242.443.214 57.992.906 2.474.363 46.015.639 616.372.329.654.902.383.575 664.763.657 114.000 334.456.114.588 551.068.450.1.025.347.555.590.972 133.052.985.824 .550.713.947 888.000 Saham Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh 396.597 8.340 2.432.072 6.000 288.176.194.697 437.000 per Saham Modal Dasar .057.

700.600 (57.821.266.372.698) (347.197 117.461 PENDAPATAN HARGA POKOK PENJUALAN LABA KOTOR BEBAN USAHA Beban Distribusi Beban Penjualan Beban Administrasi dan Umum Jumlah Beban Usaha LABA USAHA SEBELUM BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN Beban Bunga dan Keuangan LABA USAHA SETELAH BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN Pendapatan Diluar Usaha Beban Diluar Usaha Beban Lain-lain .894 (67.Bersih LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK Pajak Kini Pajak Tangguhan Jumlah Beban Pajak LABA BERSIH SETELAH PAJAK 3.106.179.838.380.423) 184.086 (71.951.556.169.899.284) 681.500) 108.607.812.122 (2.610.136.126.689.328.591) 54.782.767.228.056.367.906.021) 545.258.811) 111.800) 17.394 .797.453) 198.804) 175.200.577) 124.663 120.867.633.PT.151.980.724) (157.044.707.557.983.831.744.073.978.190.624.956.123) (147.626.184.359.054.794.288 (66.697 166.409) (403.633.069.658.673.102) (9.223 (50.570.442.815) (66.992.632) (57.890 (93.528.298 (127.792.400.482 (2.349.704.198.401.948) 278.390.290.427.467 (142.399.859.838 (179.051.008 (86.189. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN LABA RUGI Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp 2003 Rp 2.768.409.425.100) 13.497.922.911.192.

068.291 334.863.087 Jumlah Ekuitas Rp 745.000) (932.509.242.534.180.000. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 Modal Saham Rp Saldo per 1 Januari 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Selisih Pembentukan Cadangan Laba Belum Direalisasi Dari Pemilikan Efek Koreksi PPh Badan Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2003 Laba Bersih Tahun Berjalan Dividen Tantiem Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Dana Pembinaan Wilayah Pembentukan Cadangan Sesuai RUPS Koreksi Ekuitas Perusahaan Anak Saldo per 31 Desember 2004 396.590.353.767.420.280.242.869.747.372.793.000) (1.000) 668.282) (2.210.291 854.125.659.820.889.929) 108.328.804 40.509.000) (40.387) Saldo laba yang dicadangkan Rp 255.186.394 124.658.423.534.000) (1.000) (1.558.000) (2.282 (7.612.655.871 137.000) (43.093.000) (1.420.611 794.340 .469 108.133.888.175.590.767.328.000) 668.768.863.000) (1.000 396.000) (932.658.210.394 2.000 396.086 (60.540.353.328.879.992.199.568 43.000.737.420.353.197.311.000) 2.768.929) (46.768.394 (47.696.767.394 (47.253 Saldo laba yang belum dicadangkan Rp 93.PT.196) (932.000) (2.387 (46.175.558.087.087.133.377.387) (7.183.211 108.180.000.741.377.558.086 (60.637.000 Laba belum direalisasi dari pemilikan efek Rp 46.285.000) (932.353.540.000) (1.696.372.183.394) 124.962 124.280.611 288.797.797.737.000) (2.372.125.186.793.

473.599.499.528 22.276.276.852 202.766.420.916.179.144.485 590.482.933 71.059 102.768.298.621.497 1.224.983 199.314.679.743 2.700.605.788.975 102.335 234.091.592.600.350.010. Retribusi.600.619 11.364 1.00 100.352.258.902.071.016.lain Penerimaan Restitusi pajak dan lain .193 190.098.187.157.929.192.000 2.152.034 3.960.809 513.109 295.355 83.389.416 87.194.242.827.572. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan : Piutang Pemerintah Penjualan Tunai Piutang Dagang Deposito PPN Keluaran Penerimaan Piutang lain .398.906 .700.979.953.799.126.505.352.870.982.628 65. jasa giro dan penerimaan diluar usaha lainnya Jumlah Penerimaan : Pengeluaran : Biaya yang berkaitan dengan pendapatan diluar usaha Investasi Rutin Investasi Proyek Kewajiban pembagian laba tahun lalu Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2003 Rp 663.721.479.455 347.423.009.588.166 52.423.000 382.887) 6.616 228.496 71.533.302.290.729 62.899.245.400.286.822.138.311 505.340 18.250.413.267.759 146.128.807.905 1.415 140.127.527.677 4.022.600.312 186.266.973.256.212 1.PT.918.799.022.149 59.077 58.162 103.942.468 90.759 129.109.773.734 (45.825. Litbang dan Konsultan Biaya Bongkar Muat dan Distribusi Biaya Penjualan Biaya Umum Biaya Bunga Pinjaman PPN Masukan dan PPh Pengembalian Hutang usaha Pelunasan hutang lain .155 182.041.709.847 199.289 273.576 7.965.367 305.270.534.616.647.856.365.847 182.876.340.878.877.973 78.651.340.543.430.124.695.506.636.lain Jumlah Pengeluaran Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Operasi ARUS KAS DARI KEGIATAN INVESTASI Penerimaan : Pendapatan Bunga.111 7.983 38.896.821.817. Asuransi Biaya Jasa.892.lain Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Biaya Pegawai Biaya Pemeliharaan Biaya Pajak.803 93.588.309.157.910.342 18.

298) 183.013.829.751.885.485 1.681.142 1.660.833.261.576.980.763 150.073.380.813.844 2.215.898.902.204 1.180 .180 345.451.424.PT.856.071.813.848.258.576.193.142 (1.204 252.106 (2.621 4.691.215. KMK & LC Jumlah pengeluaran Jumlah Arus kas dari Aktivitas Pendanaan KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 2003 Rp 1.833.500 1. PETROKIMIA GRESIK LAPORAN ARUS KAS (Lanjutan) Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada 31 Desember 2004 dan 2003 2004 Rp ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN Penerimaan : Hutang Bank ( KMK.326.019.326.307.000.424.073.809.474.885. LC dan KI) Jumlah Penerimaan Pengeluaran : Bahan Baku dan Penolong Angsuran kredit Investasi.621.844 252.320 333.474.000.980.417 333.829.902) 12.

5738740. 31 Jakarta 10210 Telp. 5720957. (021) 5700380. (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN EVALUASI KINERJA PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5738727. 5723995 .d.D/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5704395 s. 9 pesawat 511 Fax.

4.. Tingkat kesehatan perusahaan ……………………………………….1 Penilaian terhadap aspek keuangan ……………………………..2.2.2.………………………………………….………………………………………….. 2.…………………………………………… Biaya Produksi . Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) ………………………………………………… 2.4 2.2. Beban Usaha .2 Pelaksanaan RKAP ……………………………………………. 4.2 Perkembangan laba-rugi ……………………………………….2 2..5 2.. Laba / (Rugi) ..9 Penjualan ..2. 2..……………………………………………. ruang lingkup dan tanggung jawab …………. Produksi .3 Penilaian terhadap aspek administrasi ………………………….1 2. Metodologi. BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1... batasan..2. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2004 ……………………………………. Perkembangan usaha perusahaan ……………………………………. 2. Perkembangan Usaha Perusahaan …………………………………… 4...……………………………………………. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ………………………. Pengadaan . 3...DAFTAR ISI Hal BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI 1.2 Penilaian terhadap aspek operasional ………………………….7 2.2.2. Perkembangan operasi pokok perusahaan ………………………….. 8 10 10 15 19 20 22 23 24 25 26 26 27 28 28 29 29 29 30 8 8 5 5 6 7 1 2..6 2.……………………………………….....………………………………………… Investasi …. 5. Tingkat Kesehatan Perusahaan ……………………………………… 3.1 Perkembangan posisi keuangan ………………………………. 4.... .…………………………. 2. 3.2.10 Organisasi Perusahaan ……. Lingkungan dan K3 …………………………………… Sumber Daya Manusia …….3 2. 3.………………………….1 Evaluasi proses penyusunan RKAP ………………………….2.. 3.8 2.

4.4 Perkembangan perubahan ekuitas …………………………….4 Lampiran 1 Perbandingan tahun 2004 terhadap 2003 ……………… Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir ……. Kelemahan …………………………………………….6. Peluang ……………………………………………….7 Analisis SWOT ………………………………………………… 5.2 4.3 Perkembangan arus kas ……………………………………….1 4.7.... Ancaman ……………………………………………….2 4. 4.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan …………………….. 31 32 33 33 33 34 34 35 36 36 37 38 39 39 4.7.1 4..6.7.3 4. Pemahaman atas struktur pengendalian intern ……………………….2 4. 4.5 Perkembangan rasio keuangan ………………………………… 4.7.1 4.5. Perkembangan penjualan ……………………………… Kekuatan ……………………………………………….5. Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 berdasarkan SK Menteri BUMN No: KEP-100/ MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 Lampiran 2 Dasar Perhitungan Penilaian Tingkat Kesehatan Perusahaan SK Menteri BUMN No: KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002 . 4... Perkembangan produksi ………………………………....

SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI .

.

sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan. untuk tahun buku 2004 telah disusun RKAP dan telah disahkan melalui RUPS.d. 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur. 1 BPK-RI / AUDITAMA V . (b) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2. Perbandingan realisasi tahun 2004 dengan RKAP 2004 sebagai berikut: 1) Realisasi Penjualan a) Penjualan Pupuk Terdapat beberapa produk pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 78% dari RKAP 2004 karena : (a) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten. Penyusunan dan pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) a. Penyusunan RKAP Sebagai pedoman kerja sebagaimana diatur dalam anggaran dasar perusahaan.5 bulan mulai tanggal 14 April s. (b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. (2) Pupuk DAP sebesar 61% dari RKAP 2004 disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk phonska. b. dengan ini kami sampaikan hasil evaluasi kinerja perusahaan sebagai berikut: 1. (3) KCL sebesar 79% dari RKAP 2004 karena: (a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadwal.BAB I SIMPULAN DAN HASIL EVALUASI Sehubungan dengan audit kami terhadap Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2004. Pelaksanaan RKAP ini dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berdasarkan pada sistem top-down dan bottom-up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba.

(4) ALF3 sebesar 99% dari RKAP 2004 disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri. (b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. terbatasnya pasokan steam karena boiler B-1101BD tube bocor. gangguan pasokan steam karena Service Unit Trip dan karena adanya perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 mixing tank. 2) Realisasi produksi a) Produksi Pupuk Terdapat beberapa produksi pupuk yang targetnya tidak tercapai antara lain : (1) Pupuk Urea sebesar 89% dari RKAP 2004 disebabkan terhentinya pasokan bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2. 2 BPK-RI / AUDITAMA V .b) Penjualan Non Pupuk Terdapat beberapa produk non pupuk yang target penjualannya tidak tercapai antara lain : (1) (2) Amoniak sebesar 99% dari RKAP 2004 karena problem gangguan operasional pabrik amoniak. yang berakibat menurunnya konsumsi asam sulfat. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga.5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor. (3) Cement Retarder sebesar 86% dari RKAP 2004 disebabkan: (a) Mundurnya perbaikan tahunan (Perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang. Asam Sulfat sebesar 98% dari RKAP 2004 disebabkan kualitas yang tidak dapat konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. (3) Pupuk DAP sebesar 62% dari RKAP 2004 karena pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska. crash program perbaikan start up heater 102B pabrik amoniak pada bulan Juni 2004. (2) Pupuk ZA sebesar 97% dari RKAP 2004 karena terbatasnya bahan baku amoniak yang disebabkan pabrik amoniak shut down.

(2) Asam Sulfat sebesar 95% dari RKAP 2004 dikarenakan rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu circulation pump P-1303. 128% dan 104% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya harga bahan baku impor akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap USD. antara lain tingginya biaya produksi produk pupuk: a) Tingginya biaya produksi pupuk (1) Biaya produksi pupuk Urea sebesar 113% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Urea selama 2. (2) Biaya produksi pupuk ZA. 3 BPK-RI / AUDITAMA V .5 bulan. (3) Biaya produksi pupuk DAP sebesar 139% dari RKAP 2004 karena meningkatnya harga bahan baku Asam fosfat.5 bulan akibat kerusakan equipment sehingga pabrik tidak dapat beroperasi dengan efisien.93 triliun dan pengadaan luar negeri sebesar Rp1. 121%. synthesis compressor 103 J dan problem pada start up heater 102 B. Amoniak dan ZA.90 triliun atau 157% dari anggarannya sebesar Rp1. 3) Realisasi pengadaan Realisasi Pengadaan sebesar Rp2. SP-36.92 triliun. b) Biaya produksi non pupuk (1) Biaya produksi Amoniak sebesar 121% dari RKAP 2004 karena tidak beroperasinya pabrik Amoniak selama 2.5 bulan akibat adanya problem pada primary reformer 101 B.85 triliun yang terdiri dari pengadaan dalam negeri sebesar Rp1. 4) Realisasi biaya produksi Realisasi biaya produksi per ton produk sebagian besar di atas anggaran.35 triliun atau 145% dari anggarannya sebesar Rp0.b) Produksi Non Pupuk Terdapat target produksi non pupuk yang tidak tercapai antara lain : (1) Amoniak sebesar 89% dari RKAP 2004 dikarenakan pabrik mati selama 2.55 triliun atau 169% dari anggarannya sebesar Rp0. (3) Cement Retarder sebesar 90% dari RKAP 2004 dikarenakan terbatasnya pasokan gas bumi dan problem pada Gypsum Feeder M-4250. Economizer E-1203 dan ada penggantian demister T-1301 drying tower. Dryed Gypsum Conveyor M-4204 dan electric precipitator F-4201. Phonska dan NPK Kebomas masingmasing sebesar 131%.

72 triliun karena tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk. produk samping. penjualan produk utilitas. realisasi Rp93.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.82 milyar disebabkan antara lain: a) Realisasi penjualan sebesar Rp2. 6) Laba bersih setelah pajak sebesar Rp124. biaya bahan penolong dan biaya pemeliharaan.(2) Biaya produksi Asam Sulfat sebesar 114% dari RKAP 2004 karena tingginya biaya pemakaian belerang.70 milyar karena tingginya realisasi laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.19 milyar.57 milyar.42 milyar atau 92% dari anggaran sebesar Rp220.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. d) Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp119. (3) (4) Biaya produksi Asam Fosfat sebesar 126% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Batuan fosfat. 7) Realisasi total investasi sebesar Rp203.79 milyar atau 174% dari anggarannya sebesar Rp68.93 milyar.40 milyar atau 109 % dari RKAP 2004 sebesar Rp371. c) Rendahnya beban pinjaman. 4 BPK-RI / AUDITAMA V . biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. (5) Biaya produksi Cement Retarder sebesar 146% dari RKAP 2004 karena tingginya bahan baku purified gypsum. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks tahun 2003 sebesar Rp47.70 milyar terutama karena tingginya biaya penjualan menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2. Biaya produksi Aluminium Fluorida sebesar 158% dari RKAP 2004 terutama karena tingginya pemakaian bahan baku Aluminium hidroksida dan Asam fluosilikat.31 milyar yang terdiri dari: a) Investasi rutin sebesar Rp142.10 milyar.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004 sebesar Rp314. persewaan dan jasa. 5) Realisasi beban usaha sebesar Rp403.37 milyar atau 104% dari anggaran sebesar Rp119. b) Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.

45% dibandingkan tahun 2003.96 milyar.713.01 milyar atau 3.55 milyar.60 milyar atau 14.34% dibanding tahun 2003. 3. Laba setelah pajak sebesar Rp124. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak dan setelah bagian keuntungan/kerugian anak perusahaan yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 sebesar Rp187. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva/ kewajiban dan ekuitas tertinggi terjadi tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. Neraca 1) Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas per 31 Desember 2004 sebesar Rp2.50. RKAP tahun 2004 menetapkan kategori AA dengan skor sebesar 93.62 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.04 milyar atau 5.23 milyar atau 15.18 milyar naik sebesar Rp9.58 milyar atau 62% dari anggarannya sebesar Rp96.713.62 milyar meningkat Rp366. c.60% dibanding akhir tahun 2003. dapat disimpulkan bahwa kinerja PT Petrokimia Gresik pada tahun 2004 tergolong dalam kondisi SEHAT kategori AA dengan SKOR 93. Tingkat Kesehatan Perusahaan Berdasarkan evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.60% dibandingkan tahun 2003.21 milyar. Laba-Rugi 1) Laba sebelum pajak sebesar Rp175.37 milyar naik 15.b) Investasi pengembangan sebesar Rp60. Perkembangan Usaha Perusahaan a.044.90 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp12. b. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 5 BPK-RI / AUDITAMA V . 2.25. Arus Kas 1) Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345. mengacu kepada indikator yang digunakan untuk menilai tingkat kesehatan BUMN sesuai Keputusan Menteri BUMN Nomor:KEP-100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.

e.99 milyar atau naik 7.67% dibandingkan akhir tahun 2003. b) Produksi non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. Perubahan ekuitas 1) Posisi ekuitas akhir tahun 2004 sebesar Rp854. d. Perkembangan produksi 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Secara umum produksi pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding produksi tahun 2003. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58. 4. c) Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 lebih tinggi dari tahun 2003. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. c) Tingkat solvabilitas perusahaan selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa modal pihak ketiga lebih berperan dan meningkat sampai dengan tahun 2004. kecuali Acid test ratio. b) Tingkat rentabilitas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2000. Perkembangan operasi pokok perusahaan a. kecuali pupuk DAP. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.62 milyar.03 milyar. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003. 6 BPK-RI / AUDITAMA V . kecuali amoniak dan asam fosfat. Rasio keuangan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a) Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. 2) Selama lima tahun terakhir (tahun 2000 sampai dengan 2004) posisi ekuitas tertinggi terjadi pada akhir tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.sebesar Rp345.36 milyar.90 milyar. kecuali operating ratio dan net profit ratio. 2) Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir a) Tingkat likuiditas perusahaan tertinggi terjadi pada tahun 2004.

Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002. D-1416 Jakarta. Demikian kesimpulan evaluasi kinerja PT Petrokimia Gresik yang dapat kami sampaikan. 31 Januari 2005 7 BPK-RI / AUDITAMA V . b. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002. sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. 2) Perkembangan penjualan dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir dan terendah penjualan tahun 2002. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik. Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawas Intern (SPI) Sesuai tugas pokoknya. b. 5. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. Register Negara No. sehingga dapat dijadikan dasar guna menetapkan sifat dan luasnya audit.2) Perkembangan produksi dalam lima tahun terakhir (2000 s/d 2004) Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya. Pemahaman atas struktur pengendalian intern a. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja. Misnoto MA. sedangkan rincian lebih lanjut dijelaskan pada halaman berikutnya. Drs. SPI telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan dalam PKPT dan tidak diprogramkan (Non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Ak. Perkembangan penjualan 1) Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.

URAIAN HASIL EVALUASI .

Kami tidak melakukan perbandingan data industri sejenis yang diperoleh dari pihak eksternal yang kompeten karena keterbatasan dalam ketersediaan data/informasi yang diperlukan. kami peroleh dari: 1. antara lain: a. operasional dan administrasi sebagaimana diuraikan dalam Bab II butir 3. 2.1 1.2 1. Sumber data yang digunakan untuk evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 (periode 1 Januari s. dilaksanakan bersama-sama dengan pelaksanaan general audit atas Laporan Keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Laporan kinerja Kegiatan Unit b. verifikasi. Laporan atas Pengelolaan Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi d. perhitungan ulang. Laporan SDM c. analisis dan interpretasi data/informasi yang tersedia.3 1. konfirmasi.BAB II URAIAN HASIL EVALUASI 1. ruang lingkup dan tanggung jawab Evaluasi terhadap kinerja PT Petrokimia Gresik. data keuangan perusahaan telah termasuk nilai penyertaan dan/atau pendapatan dari penyertaan PT Petrokimia Gresik pada anak perusahaan yang diperhitungkan atas dasar metode ekuitas.1 Evaluasi proses penyusunan RKAP Dasar Penyusunan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) tahunan yang dijadikan sebagai Pedoman Kerja tahunan didasari oleh : 8 BPK-RI / AUDITAMA V .d 2004 RKAP PT Petrokimia Gresik tahun 2004 yang telah disahkan dalam RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) tahun 2004 – 2008 Laporan intern perusahaan yang disusun secara periodik. Evaluasi terhadap aspek keuangan. dilakukan berpedoman pada SK Menteri BUMN RI nomor: KEP100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang “Penilaian Tingkat Kesehatan BUMN”.4 Laporan Auditor Independen atas Laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2000 s.d 31 Desember 2004) ini. batasan. Evaluasi dilaksanakan dengan cara antara lain review. Laporan Anak Perusahaan Dalam Laporan Kinerja PT Petrokimia Gresik. Metodologi. Penyusunan dan Pelaksanaan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2.

parameter dan asumsi. dan Kepala Biro Akuntansi. Tahapan proses penyusunan RKAP adalah sebagai berikut : a. PP No. Bagan organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar penyusunan sekaligus sebagai pengendalian anggaran yang terkoordinasi di PT Petrokimia Gresik. b.a. Anggaran serta Kepala Kompartemen diatasnya yang juga merupakan Komite Manajemen.YA5/312/20 beserta perubahannya. b. Pengadaan. dinyatakan bahwa perusahaan diwajibkan untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) kepada Pemegang Saham selambat-lambatnya 60 hari sebelum memasuki tahun anggaran. e. PP No. dan status perusahaan berubah menjadi Badan Usaha yang seluruh sahamnya telah dimiliki oleh PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) sebagai Operating Holding. 28 tahun 1997. Pemasaran. 2) Meminta. Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman No. d. Tugas utama Komite Anggaran adalah : 1) Menetapkan kebijakan umum. 9 BPK-RI / AUDITAMA V . Proses penyusunan anggaran dikoordinasi oleh Komite Anggaran (budget committee) yang terdiri dari Kepala Departemen Produksi. 6 tahun 2000. c. Kep-100/MBU/2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. pasal 21 ayat 1 dan 2 bahwa : 1) Rapat Umum Pemegang Saham untuk mengesahkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan diadakan selambat-lambatnya pada akhir tahun buku sebelum tahun buku baru dimulai. Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. menerima dan meninjau estimasi anggaran masing-masing Departemen/Biro dan Bidang. 2) Dalam waktu tiga bulan sebelum tahun buku baru mulai berlaku. PP No. 13 tahun 1998 dan PP No. untuk dimintakan pengesahan kepada Rapat Umum Pemegang Saham. 12 tahun 1998. Direksi diwajibkan mengirimkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan kepada Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. Kep-101/MBU/2002 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. penyertaan Modal Negara RI dialihkan sebagai modal saham perusahaan (perseroan) PT Pupuk Sriwidjaja.

3) Mengusulkan perbaikan-perbaikan atas estimasi anggaran tersebut. Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan yang telah disetujui dan disahkan oleh Direksi dan Dewan Komisaris diserahkan kepada Pemegang Saham (PT Pupuk Sriwidjaja).1 Penjualan Realisasi penjualan produk (pupuk dan non pupuk termasuk subsidi pupuk) tahun 2004 mencapai Rp3. 4) Menyetujui anggaran serta perbaikan-perbaikannya. i. perbaikan dan penambahan bila diperlukan serta persetujuan. Pembahasan Komite Anggaran dengan Direksi. tingkat Direksi dengan Pemegang Saham. f. Departemen/Biro dan Bidang menyampaikan pengajuan estimasi anggaran kepada Komite Anggaran. dan RUPS. 6) Memberikan rekomendasi bagi tindakan yang dirancang guna meningkatkan efisiensi bila diperlukan. Pra RUPS. Direksi dengan Dewan Komisaris.633.23 milyar atau 120% dari RKAP. pengesahan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran tahunan oleh Pemegang Saham. yaitu mengevaluasi. Pembahasan Komite Anggaran.2. RKAP yang telah mendapatkan pengesahan Pemegang Saham merupakan pedoman kerja Perusahaan serta sebagai pengendalian biaya untuk mencapai kinerja yang ditargetkan. yaitu mengevaluasi. 2. d. c. sebagai pelaksana harian adalah Biro Anggaran. Pola yang digunakan PT Petrokimia dalam menyusun RKAP adalah dengan menggunakan Pola top down dan bottom up serta penetapan pencapaian laba adalah dengan menggunakan metode a pasteori yaitu merinci komponen biaya-biaya untuk penetapan laba. Pengajuan tersebut disusun dan diolah sesuai parameter dan asumsi yang telah ditetapkan menjadi bentuk laporan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). 5) Menerima dan menganalisis berbagai laporan anggaran. melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan terhadap RKAP. Tingginya nilai penjualan tahun 2004 dikarenakan tingginya nilai penjualan pupuk 10 BPK-RI / AUDITAMA V . g. e. h. yaitu penyempurnaan dan persetujuan serta pengesahan terhadap RKAP.2 Pelaksanaan RKAP 2.

795 11. Nilai penjualan tersebut terinci sebagai berikut : (Rp juta) Keterangan Penjualan Pupuk Subsidi Pupuk Penjualan non pupuk Jumlah Realisasi (1) 2.000 19.000 49.230 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 2.000 560.000 400.790 342.000 99 98 110 86 117 130 82 97 11 BPK-RI / AUDITAMA V .633.ZA .500 138.KCL .982 3.902 2.06 milyar dan non pupuk sebesar Rp581.21 milyar atau 217% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp314.296.545 120 Ton Keterangan Penjualan Pupuk .SP-36 .000 180.017 52.849 192.501 124.057 103 314.569 3.Lain-lain Ekspor .450 683.Urea .297 137 3.211 581.950 78 104 113 139 308 61 79 70 100 94.500 2.368.000 3.Phonska .368.496 2.NPK Kebomas .356 34.466 798.sebesar Rp2.852 177.150 10.30 milyar serta realisasi subsidi pupuk yang lebih tinggi dibanding RKAP 2004 yaitu sebesar Rp683.256.DAP .Cement Retarder .464 30.000 48.Amoniak .57 milyar atau 137% dari RKAP 2004 sebesar Rp425.000 96.300 760.191 217 425.510 96.500 125.19 milyar.000 826.Asam sulfat .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Realisasi (1) Anggaran (2) % (3)=(1):(2) 460.45 milyar atau 103% dibanding RKAP 2004 sebesar Rp2.617 789.Aluminium Fluorida .251.194 633.296.Asam fosfat .820 98.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .035.000 3.591 594.

Cement Retarder .KCL .Aluminium Fluorida .624 48.115 17.ZA .887 581.678 20.368.320 425.450 Anggaran % (2) (3)=(1):(2) 532.721.978 72.907 940.019 683. 356/MPP/Kep/5/2004 tanggal 27 Mei 2004 mulai bulan Juni 2004 hanya diberi tugas untuk mendistribusikan pupuk Urea ke 12 BPK-RI / AUDITAMA V .SP-36 .455 155.035.211 3.Urea .015 9. dan Subsidi Realisasi (1) 411.306 180.DAP .358 904.656 25.545 170 105 136 94 127 93 96 137 108 217 120 a.774 115.(Rp Juta) Keterangan Penjualan Pupuk .297 2.724 26.617 ton atau 78% dari RKAP 2004 sebesar 594.076 45.Asam fosfat . sehingga kurang dapat mendukung pelaksanaan pasokan untuk wilayah Jawa Timur.Phonska .377 250.296.d 30 Juni 2004 karena mengalami kerusakan equipment.574 54.Amoniak .614 148.950.491 2.NPK Kebomas .569 2.Asam sulfat .Aluminium Fluorida Sub Jumlah non pupuk Jumlah Subsidi pupuk Total Penj. b) PT Petrokimia Gresik sesuai SK Menperindag No.640 18.Lain-lain Sub jumlah pupuk Non Pupuk Dalam Negeri .300 84.300 ton.057 13.191 3.203 2.633. Penjualan Produk Pupuk 1) Realisasi penjualan pupuk Urea sebesar 460.359 10. Tidak tercapainya target penjualan Urea disebabkan : a) Pabrik Urea tidak berproduksi selama 2.612 24.Lain-lain Ekspor .507 512.230 173.376 69.057 77 104 117 139 401 72 95 70 103 294.354 314.636 35.879 439.5 bulan mulai tanggal 14 April s.875 34.

000 ton.820 ton atau 61% dari RKAP 2004 sebesar 19.150 ton. Target penjualan pupuk KCL tidak dapat tercapai disebabkan : a) Pada semester I kedatangan impor tidak sesuai jadual.849 ton atau 104% dan 113% dari RKAP 2004 sebesar 760.795 ton atau 308% dari RKAP 2004 sebesar 10. 6) Realisasi penjualan pupuk KCL sebesar 98. Target penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA dapat tercapai disebabkan tingginya kebutuhan riil pupuk SP-36 untuk sektor tanaman pangan di pulau Jawa dibanding kuota SK. Target penjualan pupuk NPK Kebomas dapat tercapai disebabkan tingginya permintaan pada sektor perkebunan. Target penjualan pupuk Phonska dapat tercapai disebabkan mampu bersaing dengan produk impor untuk kebutuhan sub sektor hortikultura dan komoditas tanaman pangan terutama pada daerah yang memiliki irigasi teknis dan karena di beberapa daerah petani melakukan substitusi pupuk Urea dengan pupuk ZA dan Phonska.356 ton atau 79% dari RKAP 2004 sebesar 125. b) Pada semester II terdapat kendala dari pesaing yang menjual dengan harga lebih rendah. 2) Realisasi penjualan pupuk SP-36 dan pupuk ZA sebesar 789. 13 BPK-RI / AUDITAMA V . Target penjualan pupuk DAP tidak dapat tercapai disebabkan pabrik diprioritaskan untuk memproduksi pupuk Phonska.500 ton. 5) Realisasi penjualan pupuk DAP sebesar 11.464 ton atau 139 % dari RKAP 2004 sebesar 138. 4) Realisasi penjualan NPK Kebomas sebesar 30.000 ton dan 560.000 ton.194 ton dan 633. Menteri Pertanian. sehingga pengiriman ke konsumen sering mengalami keterlambatan.12 Kabupaten di Jawa Timur sedangkan sebelumnya 26 Kabupaten.500 ton. 3) Realisasi penjualan pupuk Phonska sebesar 192.

4) Realisasi penjualan Cement Retarder sebesar 342. Target penjualan Asam Fosfat dapat tercapai disebabkan adanya peningkatan harga STPP internasional sehingga permintaan Asam Fosfat meningkat. Target penjualan Amoniak tidak dapat tercapai karena adanya gangguan operasional pabrik amoniak. Target penjualan Asam Sulfat tidak dapat tercapai disebabkan kualitas yang tidak bisa konstan khususnya untuk konsumen pabrikan. Target penjualan ALF3 tidak dapat tercapai disebabkan stock ALF3 dioptimalkan untuk melayani permintaan dalam negeri.000 ton.982 ton atau 86% dari RKAP 2004 sebesar 400. sedangkan penjualan ekspor tidak terpenuhi karena belum terdapat kesepakatan harga. Penjualan Produk Non Pupuk 1) Realisasi penjualan Amoniak sebesar 94.017 ton atau 98% dari RKAP 2004 sebesar 180. 2) Realisasi penjualan Asam Sulfat sebesar 177. 14 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton.000 ton.b. 5) Realisasi penjualan ALF3 sebesar 5. b) Adanya kendala kesulitan mendapatkan kapal pengangkut. 3) Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 52.000 ton.852 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 96. Target penjualan Cement Retarder tidak dapat tercapai disebabkan : a) Mundurnya perbaikan tahunan (perta) pabrik Cement Retarder yang memakan waktu cukup panjang (rencana 28 hari realisasi 35 hari).967 ton atau 99% dari RKAP 2004 sebesar 6.790 ton atau 110% dari RKAP 2004 sebesar 48.000 ton. sehingga berakibat menurunnya konsumsi Asam Sulfat.

79 milyar atau 174% dari anggarannya. Rendahnya nilai jumlah pendapatan dan beban lain-lain dikarenakan adanya rugi kurs sebesar Rp90.299 7.Lain-lain .Persewaan jasa .743 689 979 44.480 138 119.2.Jasa giro & bunga deposito .900 158 28.977 32.2 Produksi Secara keseluruhan realisasi kegiatan produksi tahun 2004 untuk berbagai jenis produk berkisar antara 43% sampai dengan 320% dibanding yang dianggarkan yang terinci per jenis produk sebagai berikut: 15 BPK-RI / AUDITAMA V .601 468 6.111 10.591 2.315 512 (9.Laba penyertaan Total pendapatan lain-lain Biaya atas pendapatan lain-lain Pendapatan lain-lain netto Realisasi Anggaran % (1) (2) (3)=(1):(2) 24.793 68. 2.Dividen & fee keagenan .582 24.703 174 129.Pendapatan lain-lain Selama tahun 2004 realisasi pendapatan lain-lain bervariasi antara 86% sampai dengan 979% dibanding dengan anggarannya.388 - Realisasi total pendapatan lain-lain mencapai Rp119.430 139 4.736 99 6. terinci lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan .587 25.Produk samping & utilitas .07 milyar yang tidak dianggarkan.794) 43.

012 6.880.418 1.150 95. Produk Pupuk Pupuk Urea Realisasi produksi Urea sebesar 344. crash program perbaikan Start up Heater 102 B pabrik Amoniak pada Juni 2004.602. terbatasnya pasokan steam karena Boiler B-1101 BD tube bocor.000 % (3)=(1):(2) 89 100 97 144 62 320 101 89 95 101 90 107 85 43 119 96 a. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 16 BPK-RI / AUDITAMA V .333 ton.Dry Ice . Tidak tercapainya target produksi disebabkan terhentinya pasok bahan baku amoniak (pabrik amoniak shut down ± 2.274 24.000 400.356 738.901.803 197.000 80. terdiri dari pupuk SP-36 I sebesar 264.013 1. Produk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat Cement Retarder ALF3 Lain-lain .5 bulan) dan problem instrument hand valve EA-102 Carbamate Condensor bocor.412 9. Pupuk SP-36 Realisasi produksi pupuk SP-36 sebesar 738.000 ton.892 ton dan pupuk SP-36 II sebesar 473.000 6.343 2.225 572.000 10.Ton Keterangan I.190 519.000 355.000 140.000 735.000 550.000 ton.530.000 5.111 Anggaran (2) 385.356 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 385.599 201.978 12.225 ton atau 100% dari RKAP 2004 sebesar 735.000 1.509 361.000 1.000 590.610 314.000 20.Crude gypsum .Purified Gypsum Total Produk Non Pupuk Realisasi (1) 344.439 32.000 11.CO2 .000 195. Produk Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Total Pupuk II.

Pupuk Phonska Realisasi produksi sebesar 201. 2) Pupuk ZA II Realisasi produksi sebesar 194.000 ton. 17 BPK-RI / AUDITAMA V .000 ton terutama karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan yang cukup tinggi.325 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down) dan terjadi gangguan pasokan steam karena Service Unit Ttrip serta karena ada perbaikan pipa asam sulfat yang bocor pada R-5501 Mixing Tank.000 ton.325 ton dan pupuk ZA III sebesar 193.000 ton karena menyesuaikan dengan permintaan penjualan.590 ton.978 ton atau 144% dari RKAP 2004 sebesar 140.684 ton.000 ton karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).892 ton atau 83% dari RKAP 2004 sebesar 319.333 ton atau 114% dari RKAP 2004 sebesar 416.599 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 590. Penjelasan lebih lanjut sebagai berikut: 1) Pupuk ZA I Realisasi produksi sebesar 184.000 ton karena pabrik tidak berproduksi selama ± 4 bulan terkait dengan pelaksanaan program kegiatan konstruksi proyek RFO Pabrik Pupuk Fosfat I. Pupuk ZA Realisasi produksi pupuk ZA sebesar 572.684 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 190.1) Pupuk SP-36 I Realisasi produksi sebesar 264. pupuk ZA II sebesar 194. 3) Pupuk ZA III Realisasi produksi sebesar 193. karena terbatasnya bahan baku amoniak (pabrik Amoniak shut down).000 ton. terdiri dari pupuk ZA I sebesar 184.590 ton atau 97% dari RKAP 2004 sebesar 200. 2) Pupuk SP-36 II Realisasi produksi sebesar 473.

000 ton.509 ton atau 101% dari RKAP 2004 sebesar 195.000 ton. disebabkan pabrik dikonsentrasikan untuk memproduksi Phonska.013 ton atau 320% dari RKAP 2004 sebesar 10.000 ton. dan ada penggantian Demister T-1301 Drying Tower.803 ton atau 95% dari RKAP 2004 sebesar 550.439 ton atau 62% dari RKAP 2004 sebesar 20. b. Tidak tercapainya target produksi karena terjadi problem pada Primary Reformer 101 B. Produk Non Pupuk Amoniak Realisasi produksi Amoniak mencapai 314. Synthesis Compressor 103 J dan terjadi problem pada Start up Heater 102 B sehingga pabrik tidak beroperasi selama 2. Economizer E-1203. Lebih rendahnya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena terbatasnya pasokan gas bumi dan terjadi 18 BPK-RI / AUDITAMA V . Asam Fosfat Realisasi produksi Asam Fosfat sebesar 197. Tidak tercapainya target produksi karena rate produksi tidak maksimal karena terjadi problem equipment yaitu Circulation Pump P-1303.000 ton.000 ton. Lebih tingginya realisasi produksi dari RKAP 2004 karena rate produksi mencapai 106% dari RKAP 2004.190 ton atau 89% dari RKAP 2004 sebesar 355. Asam Sulfat Realisasi produksi Asam Sulfat mencapai 519.Pupuk DAP Realisasi produksi sebesar 12.012 ton atau 90% dari RKAP 2004 sebesar 400. Pupuk NPK Kebomas Realisasi produksi pupuk NPK Kebomas sebesar 32.5 bulan.000 ton karena memenuhi permintaan penjualan. Cement Retarder Realisasi produksi Cement Retarder sebesar 361.

093 140.631 154 83 489 123 157 Realisasi pengadaan sebesar Rp2.811 169.894.pmbt.391 916.problem pada Gypsum Feeder M-4250. Aluminium Fluorida Realisasi produksi Aluminium Fluorida mencapai 6.845.166 70. b.85 triliun. Tercapainya target produksi karena rate produksi mencapai 119% dari RKAP 2004.573 1. Pengadaan suku cadang dan bahan pembantu pabrik sebesar Rp275.631 145 169 157 (Rp juta) Keterangan Bahan baku Bahan penolong Sk cadang & bhn.605 1. Dryed Gypsum Conveyor M4204. pabrik Karung plastik & kemas Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 2.264 57.3 Pengadaan (Rp juta) Keterangan 1.573 929. dan Electric precipitator F-4201.240 1.26 milyar dikarenakan 53% pengadaan suku cadang merupakan pembelian luar negeri yang 19 BPK-RI / AUDITAMA V .Industri kecil . dikarenakan hal-hal sebagai berikut: a.845.952 56. 2. Pembelian dalam negeri .345. Pengadaan bahan baku sebesar Rp2.322. Pembelian luar negeri Jumlah Pengadaan Realisasi (1) Anggaran (2) % (3=1:2) 23.894.56 triliun dikarenakan 57% pengadaan bahan baku merupakan pembelian luar negeri dan sebagian besar merupakan pembelian dalam mata uang asing.301 1.000 ton.89 triliun atau 157% dari RKAP sebesar Rp1.41 triliun atau 154% dari anggaran sebesar Rp1.408.283 1.512 275.412 ton atau 107% dari RKAP 2004 sebesar 6.989 2.584 1.Non Industri kecil Jumlah pembelian dalam negeri 2.548.802 2.2.561.17 milyar atau 489% dari anggaran sebesar Rp56.

13 ribu.2. c. A lu m iniu m F lu orida e. biaya pemeliharaan. C em ent R eta rder s. D A P f. Realisasi biaya produksi pupuk ZA per ton tahun 2004 sebesar Rp910.98 ribu 20 BPK-RI / AUDITAMA V . c. b.7 8 0 6 9 4 .4 6 5 1 1 8 . 2.6 7 7 4 . U rea b .0 0 9 3 .4 8 2 .6 1 7 8 0 .91 ribu atau 113% dibanding anggarannya sebesar Rp868. A sa m S u lfa t c.sangat terpengaruh dengan mata uang asing dan kenaikan biaya transportasi.0 3 2 8 6 8 . asam sulfat eks produksi serta tingginya biaya bahan penolong listrik PLN. bahan penolong katalis dan listrik PLN.2 2 7 .80 milyar atau 123% dari anggaran sebesar Rp57.9 6 9 9 1 0 .4 2 5 .0 1 7 .78 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat.9 7 7 1 . batuan fosfat. A sa m F osfa t d.1 1 3 1 .4 3 0 2 . Realisasi biaya produksi Urea per ton tahun 2004 sebesar Rp981.1 3 6 . Pengadaan karung plastik dan kemas sebesar Rp70. Realisasi biaya produksi pupuk SP-36 per ton tahun 2004 sebesar Rp1. biaya jasa serta tingginya biaya kantong & kemas. S P -3 6 c.2 6 1 .1 9 2 1 .1 2 9 1 . N P K K eb om a s 2 .3 4 6 3 3 8 .d D esem b er 2 0 0 4 R ea lisa si A ngga ra n 2 3 9 8 1 .6 5 3 .8 1 8 .4 Biaya Produksi (Rp/ton) K etera nga n 1 1.9 7 6 6 .97 ribu atau 121% dibanding anggarannya sebesar Rp1.4 5 3 . Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.017.61 milyar. Pupuk a .9 6 7 2 .0 8 7 1 .0 9 4 .2 4 1 9 4 6 .227. A m onia k b .11 ribu atau 131% dibanding anggarannya sebesar Rp694.9 6 7 % 4 = 2 :3 113 121 131 128 139 104 121 114 126 158 146 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. P honska e.9 0 5 1 .9 4 9 2 9 5 . Z A d.9 2 3 1 . N on P u p u k a .6 3 1 .1 4 2 .6 7 2 1 .7 2 5 .

09 ribu. 21 BPK-RI / AUDITAMA V .094. tingginya biaya pemeliharaan.68 ribu.425. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). Realisasi biaya produksi per ton Amoniak sebesar Rp1.453.35 ribu atau 121% dari RKAP sebesar Rp946.disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku amoniak impor. biaya jasa. h. tingginya biaya pemakaian bahan penolong (bahan kimia dan MFO). tingginya biaya pemeliharaan. ZA eks impor. tingginya biaya pemeliharaan. amoniak dan ZA. Realisasi biaya produksi per ton asam sulfat sebesar Rp338. i.43 ribu atau 128% dibanding anggarannya sebesar Rp1.01 ribu atau 114% dari RKAP sebesar Rp295. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku batuan fosfat.19 ribu atau 139% dari RKAP sebesar Rp1. biaya penyusutan. biaya asuransi. amoniak eks impor. biaya kantong & pengantongan. biaya pemeliharaan dan biaya kantong & Kemas. Realisasi biaya produksi pupuk DAP per ton sebesar Rp2. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya kantong & kemas. KCL dan Urea).631. Realisasi biaya produksi per ton asam fosfat sebesar Rp3.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku belerang. tingginya biaya pemeliharaan dan biaya penyusutan. d. e.92 ribu. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku aluminium hydroxida dan asam fluosilikat. biaya pajak & retribusi. biaya jasa dan biaya penyusutan.261. f. bahan penolong MFO. g. Hal tersebut disebabkan karena tingginya biaya pemakaian bahan baku asam fosfat eks produksi. Realisasi biaya produksi per ton aluminium fluorida sebesar Rp6. Realisasi biaya produksi pupuk phonska per ton tahun 2004 sebesar Rp1. Hal tersebut disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku (asam fosfat eks produksi.62 ribu.47 ribu atau 158% dari RKAP sebesar Rp4.95 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku gas bumi.482.98 ribu atau 126% dari RKAP sebesar Rp2. jasa serta biaya kantong.818. tingginya biaya bahan penolong (katalis dan listrik PLN).142.136.

5 Beban usaha (Rp juta) Uraian 1 . 2.Beban penjualan . 22 BPK-RI / AUDITAMA V .525 403. b.037 157.96 milyar atau 119% dari anggaran karena menyesuaikan dengan meningkatnya nilai penjualan.045 181.03 ribu atau 146% dari RKAP sebesar Rp80.Beban distribusi .j.703 % 4=2:3 99 119 117 109 Realisasi beban usaha sebesar Rp403.956 56. Realisasi biaya produksi per ton cement retarder sebesar Rp118.401 371. Beban penjualan sebesar Rp66.40 milyar atau 109% dari anggaran dikarenakan: a.Beban admistrasi dan umum Jumlah beban usaha Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 179. tingginya biaya bahan penolong (bahan kimia dan MFO) serta tingginya biaya pemeliharaan. Beban administrasi dan umum sebesar Rp157.2.141 66.97 ribu disebabkan tingginya biaya pemakaian bahan baku purified gypsum.400 134.40 milyar atau 117% dari anggaran terutama karena tingginya biaya sewa kendaraan dan biaya pembinaan wilayah.

82 milyar.141) (56.6 Laba/(Rugi) (Rp Juta) Uraian 1 Tahun 2004 Realisasi Anggaran 2 3 % 4=2:3 Hasil penjualan : .37 milyar atau 104% dari RKAP sebesar Rp119.587) (9.037) (134. ZA. 23 BPK-RI / AUDITAMA V .373 2.793 (129.Beban Penjualan .703 (25.2. disebabkan antara lain: a.711.525) (371.Penjualan ekspor Jumlah hasil penjualan .817 108 96 108 217 120 122 112 99 119 117 109 118 90 141 174 512 (23) 100 93 104 Perolehan laba tahun 2004 sebelum pajak sebesar Rp175.912) 119.979 119.812) 124.Pendapatan .Beban Adm dan Umum Jumlah beban usaha Laba/(Rugi) usaha Beban pinjaman Laba/(Rugi) setelah beban pinjaman Pendapatan & beban lain-lain : . Asam Sulfat dan Asam Fosfat.Penjualan dalam negeri .035.428.703) 234.940.18 milyar atau 100% dari RKAP sebesar Rp174.956) (157.400) (403.185 (50.910 (103.73 milyar.887 2.Beban Distribusi .2.950.951.659) 681.931) 606.721.341 68.72 triliun dikarenakan tingginya penjualan beberapa produk pupuk dan non pupuk meliputi pupuk SP-36.613 (181.Beban Jumlah pendapatan dan beban lain-lain Laba/(Rugi) sebelum pajak Pajak Laba/(Rugi) setelah pajak 2.354 314.229 (2.570 (179.569) 131.191 3.388 174.169 (93.729 (54.034 10.794) 175.320 2.211 3.018 683. Realisasi penjualan pupuk dan non pupuk sebesar Rp2.315) 43.190) 184.045) (66. Phonska dan NPK Kebomas serta Amoniak.544 (2. sedangkan laba setelah pajak sebesar Rp124.401) 278.95 triliun atau 108% dari RKAP 2004 sebesar Rp2.Subsidi pupuk Harga Pokok Penjualan Laba/(Rugi) kotor Biaya Usaha : .633.131 9.

927 826 142.833 60.916 4.210 220.7.624 126.000 200 2. karena subsidi non Urea menggunakan tarip sesuai APBN-P berkait dengan disetujuinya Anggaran Belanja Tambahan (ABT) subsidi pupuk non Urea sebesar Rp238.21 milyar atau 217% dari RKAP 2004.Kendaraan & Alat Berat .b.64 milyar dan karena adanya tambahan pendapatan subsidi eks 2003 sebesar Rp47.70 milyar karena tingginya laba penyertaan anak perusahaan dari anggarannya.833 25.57 milyar karena rendahnya tingkat suku bunga Kredit Investasi realisasi rata-rata 6. Tingginya realisasi subsidi pupuk yang mencapai Rp683.466 4. persewaan dan jasa serta pendapatan klaim asuransi.071 2. produk samping.577 203.140 109.353 25.899 2.13.Proyek Phosphoric Acid II .050 978 124. realisasi Rp93.935 5. Rendahnya beban pinjaman.13% per tahun sedangkan anggarannya 15% per tahun. penjualan produk utilitas.673 24.843 31. d.Proyek RFO PF I .824 96.45% .917 1.Bangunan /Fasilitas .2.93 milyar. c.925 5.89% .Mesin & Peralatan . Tingginya pendapatan lain-lain yang mencapai Rp 119.Inventaris Jumlah investasi rutin Investasi Pengembangan: . Investasi Tabel investasi (Rp juta) Keterangan Investasi Rutin: . 2.19 milyar atau 90% dari RKAP 2004 sebesar Rp103.103 39.420 Anggaran 8.50% per tahun sedangkan anggarannya 17% per tahun dan tingkat suku bunga Kredit Modal Kerja realisasi rata-rata 9.313 % 131 115 98 84 115 80 93 101 66 83 62 92 BPK-RI / AUDITAMA V .Proyek ERP: Tahap I Tahap II Jumlah Tahap I + II Jumlah investasi pengembangan Jumlah investasi 24 Realisasi 10.79 milyar atau 174% dari anggaran sebesar Rp68.Proyek Revamping Amoniak .Kalium Sulfat (K2SO4) .

status in progress dan dicarryoverkan ke tahun 2005. Investasi rutin tahun 2004 mencapai Rp142.8. Drainase dan Pit Recycle Pabrik Asam Fosfat. Pemanfaatan buangan padat: 1) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Batubara Bukit Asam. 25 BPK-RI / AUDITAMA V . c. Investasi pengembangan sebesar Rp60.21 milyar. Hal tersebut disebabkan realisasi bangunan/fasilitas serta mesin dan peralatan masing-masing mencapai 131% dan 115% dari anggarannya. in progress). Penanganan Gas Fugitive HF di area Mixed Acid pabrik II. b.2.10 milyar.84 milyar atau 115% dari anggaran sebesar Rp124. 2. dengan rincian sebagai berikut: 1) Realisasi Proyek RFO PF I sebesar 80% karena adanya progres yang masih dalam proses pembayaran dan pemeriksaan bersama.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a. telah selesai dan berhasil baik. 4) Proyek Revamping Amoniak masih belum ada kegiatan. selesai. Lingkungan dan K3 Program Manajemen Lingkungan: a. 3) Penghijauan sisi laut (dengan mengrove) dan sisi darat (dengan beringin) serta pembuatan terasiring. sedangkan kendaraan dan alat berat serta inventaris hanya mencapai 98% dan 84% dari anggarannya. e. Modifikasi trestel conveyor 02 M102 di T-20. Daur ulang Seal Leg Water dari unit reaksi ke unit granulasi Pabrik I. b. telah selesai dan berhasil baik. 2) Realisasi Proyek K2 SO4 sebesar 93% karena adanya beberapa monthly progress kepada pihak kontraktor yang masih dalam proses. 2) Pembuatan plengsengan pengaman kapur. telah selesai dan berhasil baik. 5) Realisasi Proyek ERP sebesar 83% karena belum selesainya masa pemeliharaan. 3) Proyek Phosphoric Acid II masih belum ada kegiatan.58 milyar atau 62% dari anggaran sebesar Rp96. d.

635 orang atau 99. 2. Penyesuaian organisasi pengadaan dikaitkan dengan strategi pemasaran sehubungan dengan perubahan pola kebijakan subsidi pupuk dari Pemerintah. in progress. menurun 74 orang dibanding posisi pada akhir tahun 2003. diklat kompetensi. 5) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. Pada tahun 2004 jumlah peserta diklat sebanyak 8. Sumber Daya Manusia Jumlah karyawan pada akhir tahun 2004 sebanyak 3.75% dari RKAP 2004 sebanyak 3. 26 BPK-RI / AUDITAMA V . berhasil baik. 7) Uji coba pemakaian limbah padat sesuai dengan permintaan. Program pendidikan dan pelatihan dilaksanakan secara terpadu untuk meningkatkan kualitas dan motivasi kerja karyawan. antara lain ke Indocement dan ke PT Semen Gresik.10 Organisasi Perusahaan Beberapa pertimbangan yang mendasari perubahan organisasi perusahaan pada tahun 2004. kapur ZA II dan kapur mix skala pilot dalam 2 tahap telah selesai. Menurunnya jumlah karyawan tersebut dikarenakan pensiun sebanyak 68 orang.644 orang.134 orang dan biaya sebesar Rp4. Perubahan jumlah Direksi dari 5 (lima) menjadi 6 (enam).84 milyar atau 96% dari RKAP. c. barang dagangan.2.2. sebagai berikut: a.4) Penjajagan pemanfaatan kapur dengan PT Semen Gresik. berhasil baik. meliputi diklat jenjang jabatan. in progress. mengundurkan diri 3 orang dan PHK 1 orang serta penambahan karyawan sebanyak 2 orang. meninggal dunia 4 orang. b. kapur ZA II dan kapur mix skala lab telah dilakukan. dan jasa-jasa dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengadaan. Peningkatan fungsi pengadaan sehubungan dengan beban tugas pengadaan yang semakin besar karena adanya sentralisasi kegiatan pengadaan bahan baku. diklat formal dan lain-lain. 6) Percobaan menaikkan pH raw gypsum dengan menggunakan kapur aktif. 2.9.

0 0 1 4 . Tingkat kesehatan perusahaan Kinerja perusahaan tahun buku 2004 diukur dengan berpedoman pada Surat Keputusan Menteri BUMN RI No.5 0 6 6 . A sp e k k e u a n g a n II.0 0 9 3 .25.5 0 9 3 .5 0 1 5 . A sp e k A d m in istra si TOTAL SK OR R e a l. 3. Peningkatan efektivitas kegiatan engineering dan manufacturing dengan menggabungkannya dalam satu direktorat (Direktorat Teknik & Pengembangan). 2 0 0 3 6 4 . A sp e k O p e ra sio n a l III. e. PT Petrokimia Gresik termasuk dalam golongan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Non-Infrastruktur. Hasil evaluasi atas tingkat kesehatan perusahaan menunjukkan kinerja PT Petrokimia Gresik dalam tahun 2004 tergolong dalam kondisi “SEHAT” kategori “AA” dengan Skor 93.5 0 9 4 . Dibandingkan dengan RKAP dan dengan realisasi tahun 2003 menunjukkan data sebagai berikut: In d ik a to r P e n ila ia n I. Perhitungan tingkat kesehatan perusahaan mengacu pada data keuangan hasil audit atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tahun buku 2004 dan data keuangan hasil pemeriksaan pertanggungjawaban dana Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK) tahun buku 2004.0 0 1 5 . 100/MBU/2002 tanggal 4 Juni 2002.2 5 27 BPK-RI / AUDITAMA V . Pembentukan Biro Manajemen Risiko dalam rangka peningkatan penerapan Good Corporate Governance (GCG).d. Penggabungan beberapa Departemen/Biro sehubungan dengan penyeimbangan job load dari Departemen/Biro yang bersangkutan. f.0 0 1 4 . 2 0 0 4 R K A P 2 0 0 4 R e a l.0 0 1 4 .2 5 6 4 .0 0 1 4 .

00 5.361 3.00 15.00 5.50 4.00 10.500 3. Imbalan investasi (ROI) 3.71 27.99% 100% 3.00 2. Rate) 2. Rasio Lancar 5.000 80. Perputaran Persediaan 7.84 125.000 10.032 688.00 15. Produktivitas Tenaga Kerja Total Nilai Penj. Poduksi (Cons.00 28 BPK-RI / AUDITAMA V .00 4. Collection Period 6.00 15.513 96 RKAP 3.00 4.00 7.633.50 5.25 64.00 3. dan Pengadaan (ton) Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2Cair Jumlah 3.02 28.00 5. Total Asset Turn Over 8.25 20.685895 385.978 12. 2004 RKAP 2004 Real.00 14. Eff.00 113.377.000 140.00 5. Keselamatan Kerja TOTAL Kinerja Realisasi 3.50 5.2 Penilaian terhadap aspek operasional Indikator Penilaian 1.00 2.1 Penilaian terhadap aspek keuangan Indikator Penilaian 1.50 Hasil % % % % hari hari % % 3.00 66. 2003 90.00 5.901 201. Modal sendiri thd total aktiva TOTAL Satuan SKOR Thn 2004 Real 2004 RKAP 2004Real 2003 21.00 5.12 37 69 146.00 64.00 5.18 17.50 20.000 735.000 20.22 20.00 5. Prod.00 10.644 833.000 2.635 999.000 590.012 6.412 95. Imbalan kepada pemegang saham (ROE) 2.3.00 119.00 2.343 2.439 32.00 4.29% 5.00 5. Rasio Kas 4.00 13. (Rp ribu) Jml Tenaga Kerja Pendpt : Jml Tenaga Kerja 4.00 2.693.229 3.957 778.035.00 4.500 11.14% 5.00 3.000 400.322298 507.00 3.025 96 SKOR Nilai Real.00 13.000 6.274 9.50 4.544 3.013 361.

86% 4.Tk.96 880.00 3. Adapun data lebih rinci sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Kas dan Bank Persediaan Aktiva lancar lainnya Penyertaan jk panjang Nilai Buku Ak.52 84.96 Tahun 2002 150. Pajak tangguhan Total Hutang Ekuitas Total Hutang dan Ekuitas 2000 149.10 53. Perkembangan usaha perusahaan 4.00 3.36 2. 2.00 2.347.00 3.11 849.00 3.81 453.713. Laporan Perhitungan tahunan Rancangan RKAP 2004 Laporan Periodik Kinerja PUKK .95 745.71 361.00 3.27 143.92 722.36 786.00 2.347.713. hutang jangka panjang dan ekuitas dari posisi akhir tahun 2003.00 14.00 14.322.96 901. jumlah tersebut meningkat Rp366.93 112.00 3.83 2.87 104.3 Penilaian terhadap aspek administrasi Indikator Penilaian 1.1 Perkembangan posisi keuangan Total aktiva per 31 Desember 2004 berjumlah Rp2.339.39 milyar terutama adanya kenaikan pos persediaan dan aktiva dalam pelaksanaan.82 2. tetap Aktiva dlm pelaksanaan Aktiva lain-lain Total Aktiva Hutang lancar Hutang jk panjang Kw.58 789.99 2.97 73.3. 2004 RKAP 2004 Real.11 1.80 2.86 494.89 444.39 2004 345.62 29 BPK-RI / AUDITAMA V .553.089.59 75.04 2.61 542. 4.03 122. kolektibilitas pengemb.174. pinjaman Total Aspek Administrasi Nilai 2004 SKOR Real.62 milyar.33 52.343.00 3.78 928. 3.00 95.98 2.00 3.33 2.96 288.Efektifitas penyaluran dana .00 3.77 2003 333.06 311.73 80.10 97.90 684.61 116.713.220.32 794.24 295.00 14.39 840.03 1.242.36 18.05 1.87 524.089.81 547.82 93.46 1.62 854.60 1.000.33 1.09 112.01 677.32 2001 58.23 milyar dari posisi akhir tahun 2003 berjumlah Rp2. 2003 3.347.54 914.00 2.044.41 40.00 3.220.25 90.36 324.05 443.90% 40.044.00 112.00 3.51 2. Kenaikan nilai pasiva disebabkan karena kenaikan hutang lancar.38 1.858.70 51.07 2.62 1.36 339.

96) 403.34% dibanding tahun 2003 sebesar Rp108.951.33 (172.23 (2.54) 399.60% dibanding tahun 2003 disebabkan antara lain adanya kenaikan persediaan sebesar Rp240.12) 241.340.37) 108.37) 207.17 (9.713. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp2.23) 112.78 (1.61 2003 2.67 (94. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) jumlah aktiva pasiva tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp2. aktiva tetap sebesar Rp53.044.26 milyar dan terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp83.44 (115.51 milyar dan diikuti dengan kenaikan hutang lancar sebesar Rp67.65 milyar hutang jangka panjang sebesar Rp254.17) 257.25) 83.79) (93.55 Tahun 2002 1.664.55 milyar.66) 681.18 (50. 4.30) 198.01 milyar.37 101. Jumlah aktiva/kewajiban dan ekuitas tahun 2004 naik sebesar Rp366.71) 140.96) 250. b.34 (1.35 54.79) 435.82) 166.81) 124.063.62 milyar.2 Perkembangan Laba-Rugi Realisasi laba setelah pajak tahun 2004 berjumlah Rp124.92 milyar.40) 278.54 milyar dan aktiva dalam pelaksanaan sebesar Rp62.43 14.55 (194.96 milyar.633.23 milyar atau 15.747. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) laba setelah pajak yang tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp187. 30 BPK-RI / AUDITAMA V .72 milyar serta kenaikan ekuitas sebesar Rp60.44% dibandingkan tahun 2003.61 (86.77 milyar.26 2001 2.16 (46.61 (2.874. karena adanya kenaikan omzet penjualan dan penerimaan subsidi.87 (70.20) 175. Rincian lebih lanjut sebagai berikut: (Rp Milyar) Keterangan Penjualan bersih Harga Pokok Penjualan Laba kotor Biaya usaha Laba rugi usaha Laba/(rugi) lain-lain Biaya pinjaman Laba rugi sebelum pajak Pajak Penghasilan Laba setelah pajak 2000 1.87 21.438.08 (1.14 (57.24 (191.57 (403.Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa: a.323.04 milyar atau 5.75) 423.37 Laba perusahaan sebelum pajak tahun 2004 naik sebesar Rp9.80 (29.65 (205.744.55) 93.37 milyar lebih tinggi 14.61) 187.77 2004 3.16 (116.

90 milyar.669) 149.549 148.224) (240.413) (90.613 90.769 111.239 83.692 108.620) 92.620 Tahun 2002 58.193 333.448) (208.727) (46.90 milyar mengalami kenaikan Rp12.898 Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2004 sebesar Rp345.908 187.468 (82.373 (179.526 (111.692 2003 150. Juta) Keterangan Saldo awal Laba bersih Arus kas Operasi Investasi Pendanaan Surplus/(Defisit) Saldo Akhir 2000 415.619) 58.702 12.795 183.907) (197.239 2001 149. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp58.3 Perkembangan arus kas Rincian data arus kas adalah sebagai berikut: (Rp. Selama lima tahun terakhir (2000 sampai dengan 2004) arus kas memperlihatkan saldo kas dan setara kas tertinggi pada tahun 2004 yaitu sebesar Rp345.885 124.896) 74.775) 287.62 milyar.4.885 2004 333.576) (266. 31 BPK-RI / AUDITAMA V .60% dibanding tahun 2003.01 milyar atau 3.620 93.262 (47.072 150.287) (220.806 (45.014 345.

420 296.763 (851) 2003 396.387) (34.773) 12.748) 2004 396.051 (853) 192 2001 396.dll Laba tahun berjalan Saldo Akhir Modal Cadangan Laba belum direalisasi dari efek Laba tahun berjalan Jumlah 2000 396.319 (1.536) 374 Tahun 2002 396.372 854.257) (822) (822) (2.506 (328) 124.681 187.549 722.069) (4.420 142.4 Perkembangan perubahan ekuitas Perubahan ekuitas tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.044 20 83.069 (60.420 288.741 47 93.613 396.500) (137.613 47 745.033 4.36 milyar.821 (47.036) 187.4.929) (7.420 242.175) (44.664) (6.420 334.613 745.420 255.99 milyar mengalami kenaikan sebesar Rp60.343 (242) 109.820 (7.200 124.363 (93.549 20 722.420 242. sebagai berikut: (Rp Juta) Keterangan Saldo awal Modal Cadangan Laba tahun berjalan Laba belum direalisasi dari efek Jumlah Koreksi-koreksi Koreksi cadangan Koreksi Laba/(rugi) Distribusi Laba PT Petrokimia Gresik Deviden Tantiem/Gratifikasi Dana Pembinaan UKK Biaya Manajemen Dana Pembinaan wilayah Cadangan Anak Perusahaan Deviden Cadangan Gratifikasi.03 milyar.92 milyar atau 7.106) (2.618) (4.424) (932) (932) (40.059 109. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yaitu sebesar Rp722.673 324.059 109.262 880.958 864.262 880.262 396.893) (1.423) (476) 93.730) (46.404) (1.541) (1.590 396.655) (1.044 83.456) 3.420 296.590 794.768) (4.590 794.741 93.420 288.681 187.125) (1.250) (5.177) (2.832) (700) 83.468) (46.033 (37.863) (1.069 3.372 396.549 396.191) 1. 32 BPK-RI / AUDITAMA V .000) (3.992 Posisi ekuitas tahun 2004 sebesar Rp854.237) (31.088) (2.420 255.363 (109.014 (499) (107.67% dibanding tahun 2003 Perubahan ekuitas dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 memperlihatkan saldo ekuitas tertinggi terjadi pada tahun 2000 yaitu sebesar Rp880.510) (1.

disebabkan tingginya persediaan. Tingkat likuiditas perusahaan relatif tertinggi terjadi pada tahun 2004.5. b. 33 BPK-RI / AUDITAMA V . c. kecuali operating ratio dan net profit ratio.1 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas. kecuali acid test ratio. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2001 yang disebabkan tingginya kewajiban lancar.5 Perkembangan rasio keuangan Rasio keuangan tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 (%) Keterangan Likuiditas Current ratio Acid test ratio Cash ratio Rentabilitas Gross profit ratio Operating ratio Net profit ratio Rate of ROE Rate of ROI Solvabilitas Total loan to total equity 2000 112 83 15 24 86 11 19 26 60:40 2001 107 67 7 19 96 4 16 13 65:35 Tahun 2002 113 64 16 23 93 5 22 15 64:36 2003 108 71 28 15 96 4 15 18 66:34 2004 125 70 28 19 90 3 21 18 68:32 4. sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2003 dikarenakan tingginya harga pokok penjualan dan biaya usaha. 4.4. Tingkat rentabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003.5.2 Perbandingan rasio keuangan lima tahun terakhir Dari tabel di atas juga dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut: a. Tingkat likuiditas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dari tahun 2003. Tingkat rentabilitas perusahaan relatif tertinggi pada tahun 2000 disebabkan tingginya laba sebelum maupun setelah pajak. Tingkat solvabilitas perusahaan tahun 2004 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2003. b. dapat dikemukakan bahwa: a.

013 1.434 Pupuk SP-36 467.208 292.208 156.111 132 107 119 177 34 121 88 120 97 109 116 94 80 91 111 107 Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 a.471.012 9.718 3.150 95. kecuali amoniak dan asam fosfat masing-masing 88% dan 97% dari tahun 2003.646 3.492 313.341. b.229.901.115 653.873 355.6 Perkembangan operasi pokok perusahaan 4.410 238.418 131.430 Lain-lain : .096 Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Jumlah pupuk 1.403. bahwa selama lima tahun terakhir modal pihak ketiga lebih berperan dan paling besar terjadi pada tahun 2004.464.190 519.688 40.CO2 9.176 687.274 24.412 5.875 .225 572.916 431.1 Perkembangan produksi Data produksi selama lima tahun terakhir sebagai berikut: Ton Keterangan Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 % Tahun 2004:2003 Pupuk Pupuk Urea 341.803 197.439 32.924 Jumlah lain-lain 66.736 344.702 105.850 Cement Retarder 402.716 260.824 Pupuk Phonska 30.599 201.216 5.509 6. 4. Pupuk Secara umum produksi pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.892 310.825 355.280. Tingkat solvabilitas perusahaan menunjukkan.741 9.091 1.608 151.082 1.357 2.752 204.978 12. Non Pupuk Secara keseluruhan produksi non pupuk di tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003.903 172.399 141.577.728 Pupuk ZA 501.170 117.006 Asam Sulfat 98% 434.999 213.c.959 12.Purified Gypsum 52.176 ALF3 4.460 279.530.185 1.914 2.272 367.304 9.356 738. kecuali produksi pupuk DAP hanya mencapai 34% dari tahun 2003.182 1.657 479.517 421.253 2.425.479 328.082 Non Pupuk Amoniak 364.941 138.984 419.343 2.942 36.996 56.610 314.412 361.281 113.725 1.6.066 552.786 1.289 Jumlah non pupuk 1.Crude Gypsum .490 .817 1.915 447.174 9.Dry Ice 3.650 65. 34 BPK-RI / AUDITAMA V .741 Asam Fosfat 100% 131.

263 28.808 109.496 2.6.489 654.2 Perkembangan penjualan Perkembangan penjualan seluruh jenis pupuk dan non pupuk dalam negeri maupun ekspor dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004.357 2.290 175.587 15.168 314.486 76.122 155.490 146.356 495 33.587 1.995 35 104 19 638 79 54 790 115 86 106 110 83 109 1. Volume produksi non pupuk tertinggi terjadi pada tahun 2004 dan terendah terjadi pada tahun 2002.343 2.251 19.Perkembangan produksi lima tahun terakhir Volume produksi pupuk pada tahun 2004 lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya.887 2.886 70.160 2.598 634.865 80.584 9.251.487 4.429 102 94 80 1.774 35 BPK-RI / AUDITAMA V Tahun 2002 197.785 91.364 1.881 771.687 39.110 4.792 7.967 342.511 % Tahun 2004:2003 100 109 120 174 34.962.410 76.509 515.659 533.000 10.790 166.999 100.000 429.814 874.617 789.993 673 2.968 807.525 90. sedangkan terendah terjadi pada tahun 2002.704 106 .202 750.464 30.820 98.112 94.903 798.056 5 9.702 104.718 3.843 94 64 34.017 52.625 9.525 425.767 1.989 41.234 528.903 53.795 11.550 5.307 88 34.455 63.000 2.492 9.228 2001 313.971 47.605 30.306 119 119 8.069 9.887 1.257 3.034 84.033 139.561 5.231 110.416 408.150 124. 4. sebagai berikut: Ton Keterangan Pupuk Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk NPK Blend Pupuk DAP Pupuk KCL Lain-lain: Pupuk PS-18 Pupuk Amophos RNP Pupuk ZK Pupuk MDCP Jumlah lain-lain Total Pupuk Non Pupuk Amoniak Asam Sulfat Asam Fosfat ALF3 Cement Retarder Lain-lain : Purified Gypsum Crude Gypsum Belerang curah CO2 Dry Ice Jumlah lain-lain Total Non Pupuk 2000 339.208 85.530.297 178.076 726.208 12.431 4.194 633.560.040 332.019 526.849 192.202 9.317.431 1.875 3.914 2.544 2003 460.982 21.287 2004 460.204 52.695 84.591 94.601 5.852 177.638 1 2.790 5.

sedangkan tonase penjualan non pupuk tertinggi di tahun 2000 dan terendah penjualan tahun 2003. 3) Memiliki jaringan distribusi yang tersebar di wilayah-wilayah potensial. 2) Perusahaan berada di lokasi strategis. P dan K dan produk kimia lainnya. terutama disebabkan meningkatnya penjualan Pupuk Phonska dan NPK Kebomas yang cukup signifikan. Strategi. kecuali penjualan DAP hanya 35% dan Aluminium Fluorida hanya 83% dari tahun 2003. antara lain didasarkan atas Analisis sebagai SWOT sebagai berikut: 4.1 Kekuatan a. Kebijakan dan Program Kegiatan Perusahaan PT Petrokimia Gresik selama kurun waktu 2004 – 2008. 4. 6) Memiliki sistem informasi pemasaran dan distribusi yang cukup memadai. 4) Memiliki tenaga Sales Supervisor yang cukup berkualitas dan tersebar di wilayah-wilayah potensial.7. 5) Memiliki produk pupuk yang lengkap dan berkualitas tinggi.7 Analisis SWOT Penentuan Sasaran. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Memiliki sarana pelabuhan yang dapat menunjang kelancaran pemasaran dan distribusi. b. Bidang Produksi dan Kualitas Produk 1) Memiliki unit produksi yang lengkap dan tingkat fleksibilitas yang tinggi untuk menghasilkan produk pupuk berbasis N. 36 BPK-RI / AUDITAMA V . di sentra pasar.Perbandingan tahun 2004 terhadap tahun 2003 Dari tabel di atas dapat dikemukakan sebagai berikut: Secara umum tonase penjualan pupuk dan non pupuk tahun 2004 lebih tinggi dibanding tahun 2003. Perbandingan penjualan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 Tonase penjualan pupuk tahun 2004 merupakan penjualan tertinggi selama 5 tahun terakhir.

2) Sistem transportasi belum sepenuhnya dikuasai. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Tersedianya asset untuk menjamin dana pinjaman.2 Kelemahan a. e. c. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Peta pasar belum akurat. 2) Memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan uji coba produkproduk yang akan dikembangkan.2) Memiliki sarana penunjang yang berakreditasi untuk menunjang Quality Control. konstruksi dan pemeliharaan pabrik. d. 4. 37 BPK-RI / AUDITAMA V . 2) Memiliki fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan rancang bangun dan perekayasaan. 2) Memiliki sistem informasi akuntansi dan keuangan yang berbasis ERP 3) Memiliki relationship yang cukup luas dengan pihak perbankan. 4) Penguasaan jaringan pemasaran jasa teknik belum optimal. 3) Sarana gudang belum memadai. 3) Memiliki workshop dan alat berat yang mendukung kegiatan fabrikasi. b. 2) Sistem pengembangan Sumber Daya Manusia yang memungkinkan continuous learning. Bidang Teknik dan Teknologi 1) Memiliki Sumber Daya Manusia profesional dari berbagai disiplin ilmu yang cukup berpengalaman di bidang rancang bangun dan perekayasaan. instansi/Lembaga keuangan. f.7. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Memiliki Sumber Daya Manusia dari berbagai disiplin ilmu. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Memiliki berbagai macam unit produksi yang memungkinkan untuk penelitian dan pengembangan produk-produk derivatifnya. Bidang Produksi 1) Sebagian besar peralatan pabrik berumur tua.

e. f.3 Peluang a.2) Utilisasi kapasitas belum optimal. Pengembangan Sumber Daya Manusia 1) Jumlah karyawan mayoritas berumur diatas 40 tahun. Bidang Penelitian dan Pengembangan Jumlah tenaga peneliti semakin berkurang dibanding kebutuhan. d. 3) Ada jaminan kontinuitas suplai air baku. 2) Membaiknya pasar komoditas perkebunan. 3) Turn over piutang masih rendah. 38 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Ketergantungan antar unit pabrik sangat tinggi 4) Kondisi area yang korosif dan berdebu. 4. 2) Adanya teknologi untuk meningkatkan kemampuan produksi dan memperbaiki kualitas produk. 2) Jumlah tenaga kontrak terlalu banyak.7. b. 2) Pengeluaran dana USD lebih besar dari penerimaannya. d. Bidang Teknik 1) Penguasaan jaringan informasi belum optimal. Bidang Teknik Adanya pembangunan industri yang membutuhkan kemampuan jasa rancang bangun dan perekayasaan. 1) Struktur pendanaan didominasi pinjaman. Bidang Keuangan dan Akuntansi. 2) Kepercayaan bank atas kredibilitas perusahaan. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Komitmen pemerintah memungkinkan pasar pupuk berkembang. Bidang Produksi 1) Ada peluang untuk memenuhi permintaan pasar. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. c. Tersedianya institusi pendidikan profesional. 3) Tumbuhnya kepercayaan pasar. e. 2) Pemanfaatan workshop belum optimal. c. Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Sumber pendanaan dan pasar valuta asing beragam.

Bidang Keuangan dan Akuntansi 1) Country risk Indonesia yang tinggi. preventif audit dan kegiatan-kegiatan yang bersifat konsultasi dalam penyelesaian permasalahan yang dihadapi unit kerja.f. 2) Kebutuhan pupuk Urea khususnya di Jawa Timur masih besar. 2) Masuknya pesaing baru dan produk impor. sebagai berikut: A. b. c. Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekses negatif dari era keterbukaan. Kegiatan Pengawasan Sesuai dengan Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) tahun 2004. 5. 5. 39 BPK-RI / AUDITAMA V . d.7. 4. 5. 2) Kegiatan produksi dan pemeliharaan. 4) Perubahan kebijakan pemerintah di bidang ekonomi moneter.1 Struktur pengendalian intern PT Petrokimia Gresik telah disusun dan dilaksanakan dengan baik.2 Evaluasi terhadap pelaksanaan tugas Satuan Pengawasan Intern (SPI) SPI sesuai dengan tugas pokoknya telah melaksanakan kegiatan audit yang diprogramkan (PKPT) dan yang tidak diprogramkan (non PKPT) seperti: pemeriksaan khusus. Bidang Produksi Pasokan gas bumi dari sumber di Pagerungan mengalami penurunan.4 Ancaman a. Bidang Pemasaran dan Penjualan (termasuk Distribusi) 1) Isu kerusakan tanah dan lingkungan akibat penggunaan pupuk anorganik. Bidang Penelitian dan Pengembangan 1) Tersedianya sumber gas bumi di Jatim.3 Pelaksanaan kegiatan SPI tahun 2004. Satuan Pengawasan Intern telah melakukan audit atas obyek-obyek sebagai berikut: 1) Kegiatan pengadaan barang dan jasa. sehingga dapat menjadi dasar audit guna menetapkan sifat dan luasnya audit. Pemahaman atas struktur pengendalian intern 5. 3) Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. 2) Suku bunga pinjaman tinggi.

4) Kegiatan financial dan sistem informasi akuntansi. Audit atas pembayaran pekerjaan angkutan pupuk. 13) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi Amoniak. Audit atas pemanfaatan/utilisasi alat berat. 5) Proyek-proyek pengembangan. 10) Audit atas kegiatan pengembangan produk. 11) Audit atas waktu proses pengadaan barang dari penerbitan Permintaan Pembelian (PP) sampai dengan penerbitan Order Pembelian (OP) dengan nilai di atas Rp100.1 Audit PKPT dan Non PKPT 1) 2) 3) Audit atas persediaan pupuk (stock opname pupuk) di Gudang Gresik dan Gudang Non Gresik. 40 BPK-RI / AUDITAMA V . bongkar muat.000.00. pengelolaan stock pupuk dan sewa gudang. 6) Kegiatan lainnya. A. Audit atas pengelolaan pupuk KCL di Gudang Gresik.000. 2) LHA Kas Opname & Rekonsiliasi Bank: 12 LHA. Audit atas kepatuhan Distributor terhadap klausul-klausul Surat Perjanjian Jual Beli pupuk bersubsidi. 12) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk ZA. Audit atas kepatuhan terhadap peraturan/perundang-undangan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Departemen Produksi II dan Departemen Prasarana Pabrik dan Kawasan. Audit atas pengelolaan persediaan suku cadang (spare part) di Gudang Bahan Biro Pengadaan.3) Kegiatan pemasaran dan distribusi. Audit atas kepatuhan terhadap klausul PO dalam proses penerimaan barang di Gudang Bahan Biro Pengadaan. 4) 5) 6) 7) 8) 9) Audit atas kepatuhan penunjukan Distributor pupuk bersubsidi terhadap peraturan yang berlaku. Laporan Hasil Audit (LHA) yang telah diterbitkan: 1) LHA PKPT dan Non PKPT : 38 LHA (rencana 38 LHA).

21) Audit atas pencatatan biaya produksi. 18) Audit atas pelaksanaan pengadaan jasa bongkar muat pupuk. 19) Audit atas pelaksanaan penyusunan RKAP tahun 2004. 25) Audit atas pengelolaan pajak. 15) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku untuk memproduksi pupuk SP-36. 35) Audit atas fisik persediaan bahan baku posisi per 30 Nopember 2004. 33) Audit atas pelaksanaan Port Fasility Security Plan (PFSP). 16) Audit atas pengelolaan gudang bahan (stock opname). 17) Audit atas proses penerimaan barang dan pembayaran atas pengadaan barang. 37) Audit atas lembur sopir kontrak. 28) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang luar negeri. 20) Audit atas pencatatan dan pengelolaan piutang. 30) Audit atas pelaksanaan start up Heater 102B unit Amoniak. 24) Audit atas pelaksanaan program Kemitraan dan Bina Lingkungan (KBL). 38) Audit atas pengadaan jasa borongan pihak ke III. 32) Audit atas pemanfaatan forklift sewa. 34) Audit atas fisik persediaan pupuk dalam kantong. 29) Audit atas pelaksanaan proyek K2SO4. 31) Audit atas pelaksanaan proyek RFO.14) Audit atas efisiensi pemakaian bahan baku dan bahan penolong untuk memproduksi pupuk Urea. 41 BPK-RI / AUDITAMA V . 27) Audit atas pelaksanaan pengadaan barang dalam negeri. Jumlah laporan yang dihasilkan sebanyak 12 LHA. 23) Audit atas pelaksanaan proyek ERP. 36) Audit atas fisik persediaan pupuk KCL. 2. A. 22) Audit atas pencatatan biaya penjualan. 26) Audit atas efektivitas pengendalian penjualan pupuk. Kas Opname dan Rekonsiliasi Bank Pelaksanaan kas opname selama tahun 2004 dilakukan sebanyak 12 kali dan pemantauan pelaksanaan rekonsiliasi bank oleh Biro Keuangan dilakukan setiap 3 bulan sekali.

Hasil audit dapat diselesaikan sesuai dengan rencana yaitu tanggal 31 Januari 2005. catatan dan saran BPKP dalam audit PKBL tahun 2003 dan tahun-tahun sebelumnya. Sumantri & Rekan dalam audit Laporan Keuangan tahun buku 2003 dan tahun – tahun sebelumnya. catatan dan saran KAP S. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 42 BPK-RI / AUDITAMA V . 3) Melakukan koordinasi dalam kegiatan general audit tahun buku 2004 yang dilakukan oleh BPK-RI dan KAP Aryanto Amir Yusuf & Mawar. Mannan. dan kegiatan audit PKBL tahun 2004 yang dilakukan BPK-RI dan BPKP. 2) Melakukan tindaklanjut atas temuan.B. Kegiatan Eksternal Auditor 1) Melakukan tindaklanjut atas temuan.

LAMPIRAN .

Lampiran 1 PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. URAIAN Aspek Keuangan 1 Return On Equity (ROE) Laba Setelah Pajak (*) Modal Sendiri EBIT + Penyusutan Capital Employed Kas, Bank & Srt Berharga Kewajiban Lancar Aktiva Lancar Kewajiban Lancar Total Piutang Usaha Total Pendapatan Usaha Total Persediaan Total Pendapatan Usaha Total Pendapatan Capital Employed Total Modal Sendiri - (*) Total Asset - (*) X 100% > 15% 124,372 587,288 455,325 2,570,292 345,898 1,242,607 1,554,797 1,242,607 368,378 3,633,229 684,872 3,633,229 3,753,022 2,570,292 730,620 2,589,252 X 100% 21,18% 20.00 20.00 RUMUS STANDAR REALISASI HASIL PENILAIAN BOBOT SKOR

2

Return On Invesment (ROI)

X 100%

> 18%

X 100%

17,71%

15.00

13.50

3

Rasio Kas

X 100%

>= 35%

X 100%

27,84%

5.00

4.00

4

Rasio Lancar

X 100%

>= 125%

X 100%

125,12%

5.00

5.00

5

Collection Periods

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

37 hr

5.00

5.00

6

Perputaran Persediaan

X 366 hr

<= 60 hr

X 366 hr

69 hr

5.00

4.50

7

Perputaran Total Asset (TATO) Rasio TMS Thd TA (TMS Thd TA) SUB JUMLAH Aspek Operasional

X 100%

> 120%

X 100%

146,02%

5.00

5.00

8

X 100%

30%<= x <40%

X 100%

28,22%

10.00 70.00

7.25 64.25

1

Efisiensi Produksi (Pemakaian B.Baku/PBB) Produksi & Pengadaan (Pupuk dan Non Pupuk) Produktivitas Tenaga Kerja (Total Pend. Usaha/TPU) Keselamatan Kerja (Penilaian Independen) SUB JUMLAH Aspek Administrasi

Realisasi Rata2 PBB Anggaran Rata2 PBB Realisasi Prod. & Pengdn Anggaran Prod. & Pengdn Realisasi TPU Per Orang Anggaran TPU Per Orang Realisasi Penilaian K3 Anggaran Penilaian K3

X 100%

<= 100%

3.322298 3.685895 2,693,361 2,377,500 999.513 833.025 96 96

X 100%

90,14%

5.00

5.00

2

X 100%

>= 100%

X 100%

113,29%

5.00

5.00

3

X 100%

>= 100%

X 100%

119,99%

3.00

3.00

4

X 100%

>= 100%

X 100%

100,00%

2.00 15.00

2.00 15.00

1

Laporan Perhit. Tahunan (Audited) Rancangan RKAP

Lapkeu audited disampaikan paling lambat akhir bulan ke-5 stlh tahun buku RKAP disampaikan 60 hari sebelum tahun anggaran ybs Lap. Triwulanan disampaikan paling lambat 1 bln stlh akhir periode lap. ybs

<= akhir bln ke-4 >= 2 bln sblm thn anggaran <= akhir bln ke-1

Akhir bln ke-1 (Tanggal 31 Januari 2005) Lebih dr 2 bln sblm thn anggaran (Tanggal 7 Oktober 2004) Kurang dr 1 bln stlh periode lap. (Tanggal 11 - 14 bln berikutnya)

3.00

3.00

2

3.00

3.00

3

Laporan Periodik (Triwulanan) Kinerja PUKK (Pemb. Ush. Kecil & Koprs) a. Efektivitas Penyaluran

3.00

3.00

4

Dana Yang Disalurkan Dana Yang Tersedia Jum. Rata2 Ttmb Pinjaman Total Pinj. Yang Disalurkan

X 100%

> 90%

6,025 6,282 6,885 16,849

X 100%

95,90%

3.00

3.00

b. Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman SUB JUMLAH TOTAL NILAI KRITERIA KINERJA

X 100%

> 70%

X 100%

40,86%

3.00 15.00 100.00

2.00 14.00 93.25 AA

SEHAT

Keterangan Kriteria Kinerja : SEHAT terdiri dari : AAA apabila Total Skor (TS) > 95 AA apabila 80 < TS <= 95 A apabila 65 < TS <= 80

Lampiran 2 DASAR PERHITUNGAN PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN PT PETROKIMIA GRESIK TAHUN 2004 SK. MEN. BUMN No. KEP-100/MBU/2002 No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 URAIAN Aktiva Lancar (Current Asset) Kas, Bank, Deposito & Surat Berharga Kewajiban Lancar (Current Liabilities) Piutang Usaha - bruto Piutang Usaha - netto Persediaan Aktiva Tetap Dalam Pelaksanaan (ADP) Total Aktiva (TA) Capital Employed (TA - ADP) Total Modal Sendiri (TMS) = Ekuitas Modal Sendiri (TMS - Laba Berjalan Stlh Pajak ADP) Pendapatan Usaha (realisasi/anggaran) Pendapatan Non Usaha - Penjualan AT Total Pendapatan EBIT Biaya Penyusutan (Depresiasi & Amortisasi) EBIT + Biaya Penyusutan Laba Setelah Pajak Efisiensi Produksi (realisasi/anggaran) Rata-rata Pemakaian Bahan Baku Produksi & Pengadaan (realisasi/anggaran) : Pupuk Urea Pupuk SP-36 Pupuk ZA Pupuk Phonska Pupuk DAP Pupuk NPK Kebomas Cement Retarder Aluminium Fluorida Crude Gypsum CO2 Cair Total Produksi & Pengadaan Tenaga Kerja (realisasi/anggaran) Dana PUKK Yang Disalurkan Dana PUKK Yang Tersedia Kolektibilitas Pinjaman PUKK Tertimbang Total Pinjaman PUKK SATUAN Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Kntm Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Ton Orang Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 Rp 000.000 JUMLAH 1,554,797 345,898 1,242,607 375,347 368,378 684,872 143,332 2,713,624 2,570,292 854,992 587,288 3,633,229 / 3,035,544 119,793 3,753,022 358,441 96,884 455,325 124,372 3,322298 / 3,685895 507,957 / 385,000 778,032 / 735,000 688,901 / 590,000 203,424 / 140,000 10,993 / 20,000 32,013 / 10,000 361,012 / 400,000 6,412 / 6,000 95,274 / 80,500 9,343 / 11,000 2,693,361 / 2,377,500 3,635 / 3,644 6,025 6,282 6,885 16,849

10

11

12 13 14

15 16 17 18 19

BPK RI

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

PT PETROKIMIA GRESIK
KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DAN PENGENDALIAN INTERN

Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004

Nomor Tanggal

: 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 : 31 Januari 2005

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 31 Jakarta 10210 Telp. (021) 5700380, 5738740, 5720957, 5738727, 5704395 s.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380, 5723995

PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. B.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PENGENDALIAN INTERN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran B 1. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 ……………………… 1 A. 2... PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur ……………………………………………………………… 6. A.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan …………………….22 juta ……………………………….22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang ……………………………………………………………… 5. 4.. 3 4 7 9 II. 4.171. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1.DAFTAR ISI I. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan ………………….18 ribu ………………… 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349.. Penjualan pupuk sebesar Rp5. 10 13 15 17 20 22 25 .692. B.03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos & Exp Corp China ……………….d 2004 senilai Rp21. LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS KEPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Laporan Auditor Independen …………………………………………… Lampiran A 1. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s. 3.765..939. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara …………………………………………. 3.

Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. kontrak. peraturan. dan persyaratan bantuan. berkaitan dengan unsur yang kami uji. kami tidak menyatakan suatu pendapat seperti itu. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. kami melakukan pengujian terhadap kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. kontrak. Namun. Sebagai bagian dari pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Oleh karena itu. peraturan. Hasil pengujian kami menunjukkan bahwa.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. dalam semua hal yang material.BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005 LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. tujuan audit kami atas laporan keuangan adalah tidak untuk menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap pasal-pasal tersebut. dan telah menerbitkan laporan Nomor : 02. pasal-pasal yang kami sebut BPK RI/AUDITAMA V . PT Petrokimia Gresik mematuhi. Kepatuhan perusahaan terhadap hukum. dan persyaratan bantuan yang berlaku bagi PT Petrokimia Gresik merupakan tanggung jawab manajemen.

kontrak. Ak. pasal-pasal tersebut. Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. dan persyaratan bantuan disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada lampiran A. dalam semua hal yang material. tidak ada satupun yang kami ketahui yang menyebabkan kami percaya bahwa PT Petrokimia Gresik tidak mematuhi.dalam paragraf di atas. D-1416 Jakarta. Drs. Misnoto. peraturan. Berkaitan dengan unsur yang tidak kami uji. Namun kami mencatat masalah-masalah tertentu yang tidak material berkaitan dengan kepatuhan PT Petrokimia Gresik terhadap pasal-pasal tertentu hukum. MA. 31 Januari 2005 2 BPK RI/AUDITAMA V . Register Negara No.

98.535. Disransar PT PG akan menyiapkan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) yang kemudian diserahkan kepada Bagian Pajak dan Asuransi (Paransi). asam fosfat. Sesuai Memo Departemen Distribusi Wilayah I Nomor 817/06/LG. Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan secara uji petik diketahui terdapat beberapa Order Pembelian (Purchasing Order/PO) yang belum diselesaikan prosedur pabeannya (belum dibebaskan dari wewenang Bea dan Cukai).957. Prosedur Pengadaan Bahan Baku menyebutkan bahwa pada setiap rencana kedatangan kapal yang akan mengirim bahan baku ke PT PG. kalium klorida dan belerang. Bagian Gudang diketahui bahwa atas bahan baku tersebut sudah dilakukan pembongkaran. Sedangkan sesuai Memo No.022/01/LG. BPK RI/AUDITAMA V . superfosfat. Selanjutnya dengan Memo No.236. Jumlah kewajiban tersebut terus terakumulasi sejak bulan Oktober 2003.Lampiran A 1.02.01/21/MI/2004 tanggal 22 Nopember 2004 kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa jumlah kewajiban pajak impor per 22 Nopember 2004 adalah sebesar Rp127. yang ditujukan kepada Biro Keuangan dinyatakan bahwa PT PG mempunyai kewajiban pajak impor sebesar Rp71.589.52.017. Selanjutnya Bagian Paransi menyiapkan Surat Setoran Pabean Cukai Pajak (SSPCP) dan diserahkan ke Bagian Perbendaharaan untuk dilakukan pembayaran. PT Petrokimia Gresik terlambat menyetorkan PPN Impor dan PPh 22 Impor kepada Negara PT Petrokimia Gresik (PT PG) memenuhi kebutuhan bahan baku untuk memproduksi pupuk dengan cara pembelian lokal dan impor.037/11/LG. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Departemen Distribusi Wilayah I dan Memo dari Departemen Distribusi Wilayah I yang ditujukan kepada Biro Perencanaan dan Gudang Material cq.645.470.01/21/MI/2004 tanggal 14 Juni 2004 tentang PO-PO yang belum diselesaikan prosedur pabeannya. Biro Pengadaan membuat pemberitahuan kepada Departemen Distribusi Sarana dan Pemasaran (Disransar) disertai lampiran spesifikasi bahan baku yang akan diserahkan ke PT PG sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam kontrak antara PT PG dengan suplier bahan baku tersebut.309.02. Pada setiap impor bahan baku.01/21/MI/2005 tanggal 10 Januari 2005 dinyatakan bahwa posisi kewajiban pajak impor per 10 Januari 2005 adalah sebesar Rp48. ammonium sulfat.96.616.02. Bahan baku yang diimpor antara lain amoniak.

236. BPK RI menyarankan agar PT PG mematuhi ketentuan perundang-undangan tentang perpajakan dan melakukan penyetoran secara tertib dan tepat waktu.18 tahun 2000 tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan Barang Mewah Pasal 11 ayat (1) jo Pasal 33 Peraturan Pemerintah No. 2. dan bagian dari bulan dihitung penuh 1 (satu) bulan.16 tahun 2000 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan Pasal 9 ayat (2a) menyatakan bahwa apabila pembayaran atau penyetoran pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) atau ayat (2) dilakukan setelah tanggal jatuh tempo pembayaran atau penyetoran pajak. Selain itu UU No. UU No. b.Dari hasil pemeriksaan secara uji petik atas General Ledger (GL) PT PG Tahun Buku 2004 diketahui bahwa pelunasan pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor pada umumnya terlambat dan baru dilunasi pada bulan Nopember dan Desember 2004.363. Negara terlambat menerima pembayaran PPN Impor dan PPh 22 Impor dari PT PG sebesar Rp48.309. dikenakan sanksi administrasi berupa denda bunga sebesar 2% (dua persen) sebulan yang dihitung dari jatuh tempo pembayaran.236. Untuk selanjutnya kewajiban perpajakan atas impor yang terdiri dari PPh pasal 22 dan PPN impor akan ditingkatkan monitoringnya sehingga tidak akan terjadi lagi keterlambatan pelaporan dan pembayaran pajak. PT PG berpotensi dikenakan sanksi administrasi sebesar 2% per bulan atas keterlambatan penyetoran pajak.590.819.00.50 tahun 1994 menyebutkan bahwa saat terutang untuk impor Barang Kena Pajak terjadi pada saat Barang Kena Pajak dimasukkan ke dalam Daerah Pabean Indonesia.589.98.98 telah dilakukan pada bulan Januari 2005. PT PG menjelaskan bahwa pembayaran sisa kewajiban sebesar Rp48.589. Hal tersebut mengakibatkan a. Keputusan RUPS tentang penggunaan laba bersih untuk Program Bina Lingkungan tidak sesuai dengan ketentuan Berdasarkan Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 diketahui saldo akun Hutang Lain-lain sebesar Rp43. Dari saldo tersebut terdapat saldo sub akun 4 BPK RI/AUDITAMA V . Hal tersebut disebabkan PT PG lalai dalam memenuhi kewajiban penyetoran pajak impor kepada Negara.309.

353.759.212.990.180.00 dan Rp2. Laba th 2003 utk Pembinaan Wilayah Jumlah PENGGUNAAN DANA 1. Laba th 95-99/Pemb kel pra sejahtera &sejahtera I 5.00. RUPS antara lain menetapkan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan masingmasing sebesar Rp1.000.738.00 sehingga masih terdapat saldo per 31 Desember 2004 sebesar Rp3.678.175.094 Rp 4.000.015.100 Rp17.767 Rp 655. Laba th 2002 utk Pembinaan Wilayah 8. 2003 adalah sebesar Rp21.460 Rp 821.000.000.514.180.000 Rp 1.Dana Pra Sejahtera dan Sosial.833.000 Rp 932. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah sebesar Rp3. Dalam jumlah perolehan dana tersebut diantaranya merupakan perolehan dari laba Tahun Buku 2003 sebesar Rp2.175.375.00.00 sedangkan jumlah yang sudah disalurkan sebesar Rp17.335.272. Dari Risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT PG tentang Persetujuan Laporan Tahunan Pengesahan Perhitungan Tahunan dan Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2003 yang dilaksanakan tanggal 1 Juni 2004 diketahui bahwa laba bersih konsolidasian PT PG Tahun Buku 2003 sebesar Rp108.335.821.548.730.000 Rp 22.335. Penyaluran th 2003 7. 5 BPK RI/AUDITAMA V . Bantuan bencana alam Jumlah SISA DANA Rp 5.000.000.500.020.180.321. Laba th 1973 sd 1988 2. Laba th 2000 utk Pembinaan Wilayah 6.900 Rp 2.175.00.833.000 Rp 1.714. Partisipasi sd th 1999 2.175.990.180. Penyaluran th 2004 8.212. Penyaluran th 2002 6.214. Penyaluran th 2000 4.500.00 atau 2% dari laba bersih konsolidasian.512.127.000 Rp 1.714.d.537. Proyek LIK Gresik 3.072.950 Rp 350.321 Rp 3.500 Tabel di atas menunjukkan bahwa jumlah Dana Pra Sejahtera dan Sosial.000. Laba th 2001 utk Pembinaan Wilayah 7. Pemindahan cad dasar SK Menkeu 702/M/D/82 3.000.000 Rp 3.871 Rp 8.877.000.548.087.00 atau sekitar 1% dan 2% dari seluruh total laba bersih konsolidasian.000 Rp21.590.714.495.000 Rp 821.519.821 Rp 6. Dana tersebut merupakan dana pemegang saham/Pemerintah yang disisihkan dari pembagian laba dengan perolehan dana dan penggunaan dana terinci sebagai berikut: PEROLEHAN DANA 1.877.000 Rp 2. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah atas penyisihan laba dari Tahun Buku 1973 s. Dipindah ke cadangan 5. Pemindahan sisa dana pendidikan sd th 1988 4.

600.714. hasil bunga pinjaman.089. 6 BPK RI/AUDITAMA V . Pendidikan & Pembinaan Wilayah sebesar Rp5. Bab III pasal 8 Keputusan Menteri BUMN tersebut menyatakan: Ayat (1) Dana Program Kemitraan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak sebesar 1% (satu persen) sampai dengan 3% (tiga persen). jika ada. Ayat (4) Dalam kondisi tertentu besarnya dana Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak ditetapkan lain dengan persetujuan Menteri/RUPS Dengan pertimbangan perusahaan masih mempunyai saldo Dana Pra Sejahtera dan Sosial. PT PG menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp3.872.180. dan pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. Pendidikan & Pembinaan Wilayah tersebut seharusnya disetorkan ke rekening Program Bina Lingkungan dan dikelola oleh unit PKBL.872.00 yang belum disalurkan. selaras dengan pelaksanaan Keputusan Menteri BUMN No.335. hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Pendidikan dan Pembinaan Wilayah per 31 Desember 2003 sebesar Rp5.175.500. Hal tersebut terjadi karena RUPS dalam menetapkan alokasi laba bersih tidak mempertimbangkan adanya saldo Dana Prasejahtera & Sosial. RUPS seharusnya tidak perlu lagi mengalokasikan dana untuk Program Bina Lingkungan.00 tidak tepat sasaran dan dapat digunakan untuk kepentingan lain.600.089.00. Ayat (3) Besarnya dana Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan yang berasal dari penyisihan laba setelah pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh RUPS untuk PERSERO dan Menteri untuk PERUM. Di sisi lain. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Kemitraan setelah dikurangi beban operasional.00 akan disampaikan/dilaporkan dalam RUPS kinerja tahun 2004. saldo Dana Prasejahtera & Sosial. Ayat (2) Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1% (satu persen).Ketentuan tentang penetapan dan penggunaan dana untuk Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Hal tersebut mengakibatkan pengalokasian laba bersih tahun buku 2003 untuk Program Bina Lingkungan sebesar Rp2. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003.000.

KKP merupakan peminjaman uang berdasarkan persetujuan pinjam meminjam antara PT Bank Bukopin dengan Kelompok Tani yang membeli paket pupuk Phonska dari PT PG yang dituangkan dalam Perjanjian Kredit. dan pada akhirnya dibuat Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara PT PG dengan Kelompok Tani. yaitu : (1) Perjanjian No.04.06/54/SP/2002 tanggal 16 Juli 2002 dengan penjamin PT Askrindo. Penjualan pupuk PT PG dengan fasilitas KKP dilaksanakan dalam tahun 2001 dan 2002 yang dituangkan dalam dua perjanjian. Fasilitas KKP ini mendapat penjaminan dari Perum Sarana Pengembangan Usaha (Perum SPU) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo). penetapan alokasi laba bersih untuk Program Bina Lingkungan memperhatikan saldo yang belum tersalurkan. BASTB merupakan dasar PT PG untuk membuat faktur penjualan yang dipakai untuk mengakui adanya piutang.44 juta tidak sesuai ketentuan Perjanjian Fasilitas Kredit Ketahanan Pangan PT PG melakukan penjualan pupuk Urea. dan (2) Perjanjian No. Selanjutnya PT Bank Bukopin melakukan penelitian dan memberikan keputusan kredit. Permohonan kredit tersebut harus dilengkapi dengan antara lain rencana kebutuhan kredit berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang dibuat oleh Kelompok Tani dan telah disetujui baik oleh Dinas teknis terkait maupun PT PG yang akan menentukan jumlah pagu pokok pinjaman. PT PG dapat melakukan pendistribusian pupuk yang dimulai dengan membuat perjanjian penjualan paket pupuk Phonska antara PT PG dengan Kelompok Tani. Dalam perjanjian tersebut dinyatakan bahwa Kelompok Tani wajib melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu ditambah bunga dan atau denda tunggakan. Setelah adanya Perjanjian Kredit.04. Selanjutnya akan dibuat Perjanjian Kredit dengan Kelompok Tani yang telah disetujui PT Bank Bukopin untuk mendapat KKP. 382/07/TU. 3. Kelompok Tani yang telah mendapat persetujuan dari PT PG dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan dapat mengajukan permohonan fasilitas KKP kepada PT Bank Bukopin. Sedangkan untuk 7 BPK RI/AUDITAMA V .113/02/TU.692. ZA dan Phonska yang disebut dengan paket pupuk Phonska kepada Kelompok Tani dengan dukungan fasilitas kredit untuk produksi pertanian atau Kredit Ketahanan Pangan (KKP) dari PT Bank Bukopin. Penjualan pupuk sebesar Rp5.BPK RI menyarankan agar dalam RUPS kinerja tahun 2004.06/ SP/2001 tanggal 21 Pebruari 2001 dengan penjamin Perum SPU.

692. 3.50 dan yang belum dilunasi (piutang) sebesar Rp1.367.50.470.50.00.251. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP diketahui bahwa jumlah penjualan pupuk kepada Kelompok Tani sebesar Rp5.692.PT Bank Bukopin. PT PG mengakui adanya pelunasan piutang.1/06/KU.50 dan dalam tahun 2004 (s.675. 8 BPK RI/AUDITAMA V .00 yang belum mendapat persetujuan dari PT Bank Bukopin. PT PG sudah menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum fasilitas KKP disetujui oleh PT Bank Bukopin dan Perjanjian Kredit dibuat.50 belum seluruhnya dilunasi. 2. Propinsi Jawa Timur Jawa Tengah Jawa Barat Jumlah Nilai Penyaluran Pupuk (Rp) 2.077. Berdasarkan data perkembangan pinjaman Kelompok Tani peserta KKP per akhir Nopember 2004 diketahui bahwa jumlah pengalihan yang menjadi penjualan kredit PT PG adalah sebesar Rp5.02.50 c.00.441. Berdasarkan laporan per 31 Mei 2002 sesuai Memo No.466.692.50 3.992.085. b. PT PG mengalihkannya sebagai penjualan kredit PT PG.547.984.441.943.00.402.612. Dari hasil pemeriksaan atas penjualan pupuk dengan fasilitas KKP dapat dikemukakan hal-hal berikut : a.692.00 sehingga terdapat penjualan paket pupuk Phonska yang telah dilakukan PT PG dalam kerangka fasilitas KKP diperkirakan sebesar Rp6. PT PG telah menerima pembayaran dari Kelompok Tani sebesar Rp4.000.814.441.225.498.00 49.606. Sampai dengan akhir Desember 2003.581. tetapi fasilitas KKP yang sudah disetujui PT Bank Bukopin dan dibuat Perjanjian Kreditnya baru sebesar Rp15.417.547.442.170.547.620. Terhadap penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak memperoleh persetujuan kredit dari PT Bank Bukopin. Dengan demikian jumlah pembayaran yang telah diterima PT PG seluruhnya sebesar Rp4.547. Dengan adanya pembayaran dari PT Bank Bukopin dan bukti transfer.290. Hal ini menunjukkan terdapat penjualan paket pupuk Phonska dalam kerangka fasilitas KKP yang tidak mendapat persetujuan KKP dari PT Bank Bukopin sebesar Rp5.441. Rincian penjualan pupuk tersebut adalah sebagai berikut : No.108.246. BASTB digunakan untuk mencairkan KKP kepada Kelompok Tani dan langsung dipindahbukukan ke rekening PT PG.709.227.099.320. 1.02/54/MI/2002 tanggal 24 Juni 2002 diketahui bahwa PT PG diperkirakan sudah menyalurkan pupuk sebesar Rp22.d akhir Nopember) menerima pembayaran sebesar Rp25.00 5.

Sedangkan mulai tahun 2004.553. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 9 BPK RI/AUDITAMA V . waktu dan tempat yang tertuang dalam Perjanjian Penjualan antara PT PG dengan Kelompok Tani yang memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Bukopin. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan Tahun Buku 2003 terdapat satu temuan. Hal tersebut mengakibatkan adanya potensi kerugian yaitu resiko tidak tertagihnya piutang diperkirakan sebesar Rp1. PT PG telah menerbitkan faktur PPN atas transaksi pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi. Atas sisa piutang tersebut. BPK RI menyarankan agar PT PG tetap mengupayakan penagihannya dengan lebih intensif. PT PG menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena petani membutuhkan pupuk dengan segera sedangkan proses administrasi di bank lama.Sesuai Pasal 2 Perjanjian Kredit untuk produksi pertanian atau KKP yang menggunakan paket pupuk Phonska.085. Hal ini terjadi karena PT PG melakukan penyaluran pupuk berdasarkan RDKK yang dibuat Kelompok Tani tanpa adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.70. jumlah. Dalam pasal tersebut antara lain dinyatakan bahwa PT PG melaksanakan penyediaan paket pupuk Phonska sesuai jenis. seharusnya PT PG tidak menyalurkan pupuk kepada Kelompok Tani sebelum adanya persetujuan dari PT Bank Bukopin.597. harga.943. mutu.00. PT PG telah melaksanakan tindak lanjut temuan tersebut yaitu dengan mencadangkan hutang PPN terhadap karyawan yang diperbantukan kepada perusahaan afiliasi. yaitu pembebanan jasa keahlian kepada perusahaan afiliasi belum dipungut PPN sebesar Rp362.470. akan diupayakan penagihannya dan dilakukan survey untuk mendapatkan data kemampuan petani dalam melunasi piutang. 4.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
Nomor : 02.B/AUDITAMA V/GA/01/2005

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN Kami telah mengaudit laporan keuangan PT Petrokimia Gresik tanggal 31 Desember 2004 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, dan telah menerbitkan laporan Nomor: 02.A/AUDITAMA V/GA/01/2005 tanggal 31 Januari 2005. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk merencanakan dan melaksanakan audit untuk memperoleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji material. Dalam perencanaan dan pelaksanaan audit kami atas laporan keuangan PT Petrokimia Gresik untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004, kami mempertimbangkan pengendalian intern entitas tersebut untuk menentukan prosedur audit yang kami laksanakan untuk menyatakan pendapat kami atas laporan keuangan dan tidak dimaksudkan untuk memberikan keyakinan atas pengendalian intern tersebut. Manajemen PT Petrokimia Gresik bertanggung jawab untuk menyusun dan memelihara suatu pengendalian intern. Dalam memenuhi tanggung jawabnya tersebut, diperlukan estimasi dan pertimbangan dari pihak manajemen tentang taksiran manfaat dan biaya yang berkaitan dengan pengendalian intern. Tujuan suatu pengendalian intern adalah untuk memberikan keyakinan memadai, bukan keyakinan absolut, kepada manajemen bahwa 10
BPK RI/AUDITAMA V

aktiva terjamin keamanannya dari kerugian sebagai akibat pemakaian atau pengeluaran yang tidak diotorisasi dan bahwa transaksi dilaksanakan dengan otorisasi manajemen dan dicatat semestinya untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian intern, kekeliruan atau ketidakberesan dapat saja terjadi dan tidak terdeteksi. Begitu juga, proyeksi setiap evaluasi atas pengendalian intern ke periode yang akan datang mengandung risiko bahwa suatu prosedur menjadi tidak memadai lagi karena perubahan kondisi yang terjadi atau efektifitas desain dan operasi pengendalian intern tersebut telah berkurang. Untuk tujuan laporan ini, kami menggolongkan pengendalian intern signifikan ke dalam kelompok berikut ini: • Produksi • Pemasaran • Keuangan • Teknologi & Pengembangan • SDM & Umum Untuk semua golongan pengendalian intern tersebut di atas, kami memperoleh pemahaman tentang desain pengendalian intern yang relevan dan apakah pengendalian intern tersebut dioperasikan, serta kami menentukan risiko pengendalian. Pertimbangan kami atas pengendalian intern tidak perlu mengungkapkan semua masalah dalam pengendalian intern yang mungkin merupakan kelemahan material menurut Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Suatu kelemahan material adalah kondisi yang dapat dilaporkan yang di dalamnya desain dan operasi satu atau lebih komponen pengendalian intern tidak mengurangi risiko ke tingkat yang relatif rendah tentang terjadinya kekeliruan dan ketidakberesan dalam jumlah yang akan material dalam hubungannya dengan laporan keuangan auditan dan tidak terdeteksi dalam waktu semestinya oleh karyawan dalam melaksanakan normal fungsi yang ditugaskan kepadanya. Kami mencatat bahwa tidak ada masalah berkaitan dengan pengendalian intern dan

11

BPK RI/AUDITAMA V

operasinya yang kami pandang memiliki kelemahan material sebagaimana kami definisikan di atas. Namun, kami mencatat masalah-masalah tertentu berkaitan dengan pengendalian intern dan operasinya disertai saran perbaikannya yang kami kemukakan pada Lampiran B.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit,

Drs. Misnoto, MA, Ak. Register Negara No. D-1416 Jakarta, 31 Januari 2005

12

BPK RI/AUDITAMA V

Nilai penyertaan saham PT PG yang akan ditempatkan adalah sebesar US$2.00. Dengan adanya fasilitas pelabuhan dan sewa rute pipa. PT PG telah melakukan penjualan jasa pelabuhan dan persewaan kepada PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) dengan tarif khusus atau di bawah tarif yang berlaku umum.000.171. Pada periode tahun 1996 s. Normal-Butyl Alcohol (NBA). Octanol adalah bahan kimia dasar berbentuk alkohol cair yang dipergunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan plastik. yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$1. Surat Perjanjian Penyertaan Saham PT PG Dalam PT PON No. PT PG diwakili oleh Direktur Utama. PT PON yang didirikan di Jakarta pada tahun 1996 dapat menggunakan pelabuhan PT PG untuk membongkar bahan baku dan memuat produknya dari Pabrik Octanol di Gresik.02/45/SP/ 1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang ditandatangani tiga pihak. Penjualan jasa kepada PT Petro Oxo Nusantara berpotensi merugikan perusahaan sebesar US$1. PT Tirtamas Majutama dan PT PG yang dalam hal ini diwakili oleh Direktur Utama. Persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dilakukan dengan ditandatanganinya dokumen berikut : a.000. Pabrik Octanol tersebut menghasilkan tiga produk yaitu 2-Ethyl Hexanol (2EH atau Octanol). b.00 dan untuk maksud penyertaan diberikan tarif khusus (50%). dan persewaan. Surat Perjanjian antara PT PG dengan PT PON tentang Sewa Menyewa Fasilitas No. dan Iso-Butyl Alcohol (IBA). PT PG juga menjual produk non pupuk yang antara lain berupa penjualan produk utilitas. Pemberian tarif khusus tersebut dimaksudkan sebagai bentuk persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996.d April 2001.Lampiran B 1. Tarif umum jasa pelabuhan dan sewa rute pipa masing-masing sebesar US$3. jasa pelabuhan.454/11/01.18 ribu Selain menjual produk pupuk.000. Sedangkan NBA dan IBA dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan cat.50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1.456/11/01.50 per inci meter per tahun.00 atau sebesar 5% dari modal sendiri PT PON sebesar US$47. Penyertaan tersebut dilakukan PT PG dalam bentuk antara lain : pemberian harga khusus selama 8 tahun untuk jasa bongkar/muat pelabuhan dan sewa rute pipa.350. Perjanjian ini merupakan pelaksanaan dari perjanjian penyertaan saham di atas yang mengatur masalah penjualan jasa PT PG kepada PT PON atas jasa pelabuhan dan sewa 13 BPK RI/AUDITAMA V . yaitu PT Eterindo Anugerah Prakarsa.

rute pipa. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa tarif khusus untuk jasa pelabuhan sebesar US$1,50 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$1,50 per inci meter per tahun. Tarif khusus tersebut diberikan pada periode tahun 1996 s.d April 2001, sedangkan mulai bulan Mei 2001 PT PG tidak lagi memberikan tarif khusus yaitu untuk jasa pelabuhan sebesar US$3,00 per ton dan untuk sewa rute pipa sebesar US$3,00 per inci meter per tahun. Hal tersebut dilakukan setelah PT PG melakukan analisis dan penelitian mendalam atas rencana penyertaan saham PT PG pada PT PON. Melalui surat No.1454/05/KU.01.04/04/DR/2001 tanggal 15 Mei 2001 yang ditujukan kepada PT PON, PT PG menyatakan tidak ikut dalam penyertaan saham pada PT PON karena kinerja perusahaan tersebut kurang baik. Sedangkan pemberitahuan tentang perubahan tarif masing-masing menjadi sebesar US$3,00 dilakukan melalui surat Kepala Kompartemen Komersial No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001. Dengan ketidakikut-sertaan PT PG dalam penyertaan saham, maka PT PG merencanakan akan melakukan addendum atas Surat Perjanjian yang sedang berjalan. Sementara terhadap kekurangan pembayaran yang merupakan nilai persiapan penyertaan yang telah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48, PT PG telah melakukan penagihan kepada PT PON melalui dua faktur dengan rincian sebagai berikut:
No. FAKTUR 0554/FK.JL-FU/2001 0560/FK.JL-FU/2001 TANGGAL URAIAN JUMLAH (US$) 581.678,48 589.500,00 1.171.178,48

28 Mei 2001 Jasa pelabuhan 1998 s.d April 2001 30 Mei 2001 Sewa rute pipa Nov 1996 s.d Nov 2001 Total

Menanggapi kedua surat tersebut di atas dan adanya tagihan tersebut, PT PON melalui surat No.F-PJAR/PKG-035/VII/2001 tanggal 6 Juli 2001 meminta penjelasan kepada PT PG atas kekurangan tagihan biaya sewa tahun 1996 s.d 2001 karena dalam surat PT PG No.1604/05/SA.04.05/23/DR/2001 tanggal 28 Mei 2001 hanya menyebutkan tentang penggunaan tarif baru sebesar US$3,00 mulai bulan Mei 2001. Hal ini menunjukkan PT PON merasa keberatan atas tagihan yang dilakukan oleh PT PG, sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2004 PT PON belum melunasi tagihan tersebut, sementara itu addendum Surat Perjanjian masih dalam proses. Pembuatan addendum tersebut sesuai dengan kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Side Letter No.457/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 yang menyatakan bahwa apabila PT PG tidak jadi ikut dalam penyertaan saham pada PT PON, maka semua Surat Perjanjian yang telah dibuat akan dilakukan perubahan seperlunya sesuai peraturan yang berlaku. Seharusnya addendum atas Surat Perjanjian yang berkaitan dengan persiapan penyertaan saham PT PG pada PT PON telah dibuat dengan merubah tarip khusus yang 14 BPK RI/AUDITAMA V

telah diberikan menjadi tarip umum dalam penggunaan fasilitas PT PG oleh PT PON untuk periode tahun 1996 s.d April 2001. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana dari hasil penjualan jasa pelabuhan dan persewaan pada periode tahun 1996 s.d Nopember 2001 sebesar US$1.171.178,48. Masalah tersebut disebabkan PT PG tidak segera mengajukan pembuatan addendum Surat Perjanjian atas ketidakikut-sertaannya dalam penyertaan saham pada PT PON. PT PG menjelaskan bahwa Manajemen PT PG menyadari adanya permasalahan piutang kepada PT PON sebesar US$1.171.178,48. Atas permasalahan tersebut PT PG akan menawarkan penyelesaian kepada PT PON dengan cara melakukan reschedule sebesar US$1.171.178,48. Adanya Surat Perjanjian Penyertaan Saham piutang

No.456/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 dan Surat Perjanjian Sewa Menyewa Fasilitas No.454/11/01.02/45/SP/1996 tanggal 14 Nopember 1996 merupakan persiapan apabila PT PG dapat ikut dalam kepemilikan saham PT PON. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan secara intensif atas nilai persiapan penyertaan yang sudah terhimpun s.d April 2001 sebesar US$1.171.178,48 dan mempercepat penyelesaian pembuatan addendum Surat Perjanjian. 2. Hak PT Petrokimia Gresik atas klaim pada pembelian bahan baku Rock Phosphate sebesar US$349,03 ribu belum diakui oleh Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China PT PG pada tahun 2003 menandatangani kontrak pengadaan bahan baku Rock Phosphate (RP) dengan Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp (GWCPIEC) China No. WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003. RP tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pupuk SP-36. Jumlah RP yang dibeli sesuai perjanjian adalah 300.000,00 MT dengan jenis low grade, yang akan dikirim dalam 7 kali pengapalan (shipment) mulai Agustus 2003 s.d Juni 2004 berdasarkan Order Pembelian/Purchasing Order (PO) yang diterbitkan oleh PT PG. Kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak antara lain adalah pembayaran dilakukan dengan cara menggunakan usance L/C, dan PT PG berhak mengajukan klaim atas kualitas RP yang dikirimkan oleh GWCPIEC jika terdapat perbedaan antara sertifikat kualitas (certificate of analysis) yang dikeluarkan pada saat pemuatan ke kapal dan sertifikat kualitas pada saat tiba di pelabuhan bongkar (discharging) yang dilakukan oleh Sucofindo, dengan ketentuan sebagai berikut:

15

BPK RI/AUDITAMA V

a. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan P2O5, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,145/MT. b. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan MgO, PT PG berhak atas klaim sebesar US$0,046/MT. c. Setiap 0,10% penyimpangan kandungan H2O, PT PG berhak atas klaim sebesar kelebihan kuantitas H2O dikalikan harga RP. Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pengadaan RP dari GWCPIEC adalah sebagai berikut: a. Selama tahun 2004 dilakukan 5 kali pengiriman melalui kapal sebanyak 187.836,00 MT. Setelah tiba di gudang Gresik dilakukan uji kualitas yang dilakukan oleh Sucofindo. Dari hasil uji kualitas diketahui bahwa PO No.352/LN/2004 sebanyak 37.102,00 MT memenuhi standar kualitas yang ditetapkan dalam perjanjian. Sedangkan terhadap 4 PO lainnya yaitu No.865/LN/2003, No.062/LN/2004, No.149/LN/2004 dan No.440/LN/2004 sebanyak 150.734,00 MT, kualitasnya berada di bawah standar yang ditetapkan dalam perjanjian sehingga PT PG berhak atas klaim. b. Terhadap RP yang kualitasnya di bawah standar, PT PG telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada GWCPIEC sebanyak 5 kali, terakhir dengan faximili No.86-8516831558/65-62221422 tanggal 6 September 2004. Dalam surat pemberitahuan tersebut dijelaskan bahwa atas PO No.440/LN/2004, PT PG berhak atas klaim sebesar US$81.618,50 setara Rp758.235.865,00 (kurs US$1,00 = Rp9.290,00). Sedangkan untuk 3 PO lainnya jumlah klaim yang diperhitungkan adalah sebesar US$140.987,15 setara Rp1.309.770.623,50 sehingga total perhitungan klaim atas keempat PO tersebut adalah sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50. Atas semua klaim tersebut, GWCPIEC belum memberikan tanggapan kepada PT PG sehingga PT PG belum melakukan penagihan. c. Dari hasil perhitungan kembali (rekalkulasi) atas klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC diketahui bahwa dalam perhitungan klaim yang dilakukan oleh PT PG terdapat kekeliruan dan diperhitungkan terlalu kecil dari yang seharusnya. Jumlah perhitungan klaim yang sudah diberitahukan kepada GWCPIEC atas 4 PO tersebut di atas sebesar US$222.605,65 setara Rp2.068.006.488,50 sedangkan hasil perhitungan kembali sebesar US$288.984,60 setara Rp2.684.666.934,00, sehingga terjadi kekurangan perhitungan sebesar US$66.378,95 (US$288.984,60 – US$222.605,65) setara Rp616.660.445,50. 16 BPK RI/AUDITAMA V

444.660. Masa berlaku kontrak adalah sejak ditandatangani kontrak s. PT PG seharusnya menghitung klaim secara cermat atas kualitas RP yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam kontrak dan segera melakukan penagihan. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang tegas dalam menerapkan isi kontrak No.017.663/LN/2004 masing-masing sebanyak 36. Isi dari kontrak baru tersebut sama dengan kontrak sebelumnya.765. Dengan demikian secara keseluruhan PT PG berhak atas klaim sebesar US$349.210. BPK RI menyarankan agar PT PG melakukan penagihan klaim kepada GWCPIEC atas pengiriman barang yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dalam kontrak. Pada tahun 2004 PT PG mengikat kontrak baru dengan GWCPIEC dengan kontrak No.778.00 MT.40. Hasil perhitungan atas penyimpangan kualitas yang menjadi hak atas klaim PT PG adalah sebesar US$60.594.508.36 setara Rp3.693.284.00 MT dan 41.984.00.583.22 juta Laporan Keuangan PT PG per 31 Desember 2004 antara lain menunjukkan saldo akun Piutang lain-lain sebesar Rp49.491.242.829.00 yang terdiri dari piutang kepada pihak ketiga sebesar Rp23. Hasil uji kualitas yang dilakukan Sucofindo menunjukkan bahwa RP atas PO No. Selama tahun 2004 GWCPIEC telah melakukan dua kali pengiriman dengan PO No.WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004.025.594.040. Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat memanfaatkan dana dengan segera sebesar US$349.242.d September 2005. PT PG menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan surat klaim kepada Guizhou Wengfu Chemi-Phos Imp & Exp Corp China dan penagihan klaim secara financial sebesar US$349.60 + US$60.619/LN/2004 dan No.299.76 setara Rp557.d.445.40.40.025.234.WFPGPR0304 tanggal 15 Juli 2003 dan WFPGPR0405 tanggal 13 Juli 2004 atas pengiriman RP yang dilakukan oleh GWCPIEC yang kualitasnya di bawah standar.d 2002 dari PT Pelindo III sebesar Rp1. 3.00 dan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa sebesar Rp26.040.445.76) setara Rp3.025. Dari jumlah tersebut diantaranya terdapat piutang 17 BPK RI/AUDITAMA V . PT Petrokimia Gresik belum menerima pembayaran atas bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s.619/LN/2004 kualitasnya di bawah standar yang ditetapkan.36 (US$288.36 akan dilakukan setelah GWCPIEC sepakat dengan surat klaim Biro Pengadaan.

4. Dalam pengelolaan jasa pelabuhan tersebut. Tarif jasa pelabuhan ditetapkan sesuai dengan peraturan dan ketentuan tarif yang berlaku di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Cara pelaksanaan pungutan jasa pelabuhan diatur dan ditetapkan oleh Pihak Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Keterangan Uang tambat Wharfage/Uang Dermaga Pas Pelabuhan Penjualan Air PT PG 50% 50% 50% 80% PT Pelindo III 50% 50% 50% 20% Dalam pengelolaan dermaga tersebut. charter. PT PG tidak pernah lagi melakukan penagihan atau mengupayakan rekonsiliasi sehingga sd tanggal 31 Desember 2004 saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III tidak ada mutasi sama sekali. Sedangkan untuk tarif sewa permukaan air diperlakukan tarif Pelabuhan Gresik. 18 BPK RI/AUDITAMA V . PT Pelindo III menyediakan semua blanko pemakaian-pemakaian jasa pelabuhan oleh pihak ketiga sekaligus melakukan penagihannya. Sejak tagihan terakhir bulan Maret 2002. muat dan bunker baik untuk kapal-kapal milik. PT PG telah mengikat perjanjian dengan PT Pelindo III dengan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) Nomor 82/301/1980 ---513/IX/SPK/J/DIR/1980 tanggal 23 September 1980 tentang Pengelolaan Dermaga Khusus Petrokimia. Dalam SPK antara lain dinyatakan bahwa Dermaga Khusus PT PG digunakan untuk tambat/sandar.758. hirepurchase dan kapal-kapal lain yang digunakan untuk mengangkut barang-barang guna keperluan pihak kedua dan atau barang pihak ketiga. yang berlaku surut terhitung mulai tanggal 7 Agustus 1979. PT PG telah mengeluarkan faktur tagihan dari bulan April 1996 s.223. Penyerahan hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan oleh masing-masing pihak dilakukan paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya. 3.d Maret 2002.765.d 2002. Untuk tagihan periode tahun 1996 s.42 yang merupakan pendapatan di luar usaha yaitu tagihan atas bagi hasil pendapatan pengelolaan jasa pelabuhan periode tahun 1996 s. PT PG membuat faktur tagihan kepada PT Pelindo untuk mendapatkan bagi hasil jasa pelabuhan. bongkar. Dalam SPK tersebut PT Pelindo III diwakili oleh Administrator Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Berdasarkan nota tagihan tersebut.765. Adapun pembagian hasil pendapatan jasa-jasa pelabuhan yang dipungut dari pihak ketiga ditetapkan sebagai berikut: No 1. namun PT Pelindo III belum melakukan pembayaran.42. sedangkan PT PG hanya mengadministrasikan dan menagih penjualan air kepada pihak ketiga. Salinan perhitungan nota tagihan kepada pihak ketiga atas pemakaian jasa pelabuhan dikirim kepada PT PG.d 2002 sebesar Rp1.758.kepada PT Pelindo III sebesar Rp1. 2.223.

namun masih memerlukan rekonsiliasi lebih lanjut. 19 BPK RI/AUDITAMA V .72 274. Hal tersebut mengakibatkan timbulnya piutang macet PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1. PT PG menjelaskan bahwa atas piutang sebesar Rp1.689.765. 3.765. Saldo piutang PT PG kepada PT Pelindo III per 31 Desember 2004 sebesar Rp1.00 1. Pasal 11 ayat (3) Perda tersebut menyatakan bahwa kewenangan pengelolaan wilayah perairan dalam batas 4 mil dari daratan sepanjang teritorial wilayah daratan kabupaten Gresik berada ditangan Pemerintah Kabupaten Gresik. pada tanggal 11 Juli 2002 Bupati/Kepala Pemerintah Daerah Kabupaten Gresik mengeluarkan Keputusan No. 63 tahun 2002 tentang Tarif Jasa Pelayanan Kepelabuhanan oleh Penyelenggara Pelabuhan di Kabupaten Gresik.00 2. Hal tersebut disebabkan PT PG tidak aktif melakukan penagihan atau rekonsiliasi dengan PT Pelindo III.735. Asal piutang Faktur th 1996 Faktur th 1997 Faktur th 1998 Faktur th 1999 Faktur th 2000 Faktur th 2001 Faktur th 2002 Jumlah Nilai 1.34 1.758. Dengan dikeluarkannya keputusan ini maka pengelolaan jasa Kepelabuhanan Dermaga Khusus PT PG tidak lagi dilakukan oleh PT Pelindo III melainkan diambil alih oleh Pemda Kabupaten Gresik.Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah. 2.146.758.758.50 1. 4.219.336. Menindaklanjuti Perda tersebut.194.223.223.758. 5.42 yang merupakan bagi hasil jasa pelabuhan dari tahun 1996 sd 2002 dapat dirinci sebagai berikut: No.556. Seharusnya bagi hasil pendapatan jasa pelabuhan dapat diterima PT PG paling lambat setiap tanggal 15 bulan berikutnya.765.42 Atas jumlah piutang tersebut oleh Bagian Akuntansi PT PG telah dilakukan penyisihan sebesar 100% karena tidak ada mutasi pembayaran lebih dari dua tahun. pada tanggal 20 Nopember 2001 Pemerintah Daerah Gresik mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) No.36 2. 6.223.50 24. 1.223.42.800.105.782.42 tersebut telah dilakukan penagihan kepada PT Pelindo III pada tanggal 13 Januari 2005 dan telah dilakukan rekonsiliasi pada tanggal 14 Januari 2005.968.895.458.765.840.19 tahun 2001 tentang Kepelabuhanan di Kabupaten Gresik.710. 7.

00 212.656. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Perencanaan dan Pengendalian Biro Pengadaan (Candal Ro Daan) diketahui bahwa s.351.560.01 3.00 14.100. 5.652.637.491.00 17.d bulan Nopember 2004 masih terdapat barang yang telah dibeli dan diterima namun belum diambil oleh unit peminta barang senilai Rp13.20 dengan rincian sebagai berikut: No.00 78.956.91 325.000.833.54 444.926.496.015.00 161.581.285.833.00 426.00 158.225.463.912.00 426.074.963.915.170.758.833.470.00 3.16 467. dimana apabila barang tersebut sudah datang maka harus langsung diambil dan dipakai oleh unit peminta barang.00 0.828.043.01 Har II 185. Peralatan & Permesinan (Latsin) Jumlah Nilai (Rp) 7.909.714.27 1.96 169.699.83 180.818.350.509.00 5.822.BPK RI menyarankan agar PT PG segera melakukan rekonsiliasi lebih lanjut untuk menetapkan jumlah yang pasti dan selanjutnya melakukan penagihan secara intensif.744.00 9.00 Latsin 160.001.76 0.85 214. Biro Pengadaan PT PG melakukan pembelian barang yang diminta oleh unit peminta barang/user (dhi.997.080.00 448.00 116.00 64.00 82.00 0. 3.106.27 Departemen Har III 35.896. Unit Peminta Barang (User) Dep. Pemeliharaan II (Har II) Dep.483.00 106.831.00 3. Pemeliharaan I (Har I) Dep.483.503.239.772.408.774.00 35.343.774. 4.32 36.838.22 juta namun belum diambil oleh unit peminta barang Selama tahun 2004.320.411.027.818.063.117.677.00 21.293.00 88.120.558.00 10.00 128.920.150.074.000.76 13.900.120.939.427.113.167.40 254.579.840.224.20 Jumlah Total *) yang dicatat saat kedatangan barang adalah nomor terima barang (TB) 20 BPK RI/AUDITAMA V .133. 4. Status barang tersebut adalah stock item (SI).00 280. Prasarana Pabrik & Kawasan (PPK) Dep.772.673.498. unit peminta barang dan nilai sebagai berikut: Bulan Har I *) Januari Pebruari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember 7.074.085.578.00 56.16 PPK 12.270.459.931.76 13.027.750.285.825.106. 2. Pemeliharaan III (Har III) Dep.00 0.126.963.00 0.219.10 82.00 284.00 8. dengan kategori intransit (I) atau suku cadang penyangga (Z).58 120.184.118.886. 1.00 1.d Nopember 2004 dengan rincian waktu.00 467.956.900.477.d 2004 senilai Rp21.655.997.00 0.054.00 31.581.754.427.750.936. 5 Departemen) baik pembelian dalam negeri maupun pembelian impor.915.956.150.20 Jumlah tersebut merupakan barang yang datang dari bulan Januari s.047.980. Terdapat sisa barang yang sudah dibeli dari tahun 2001 s.25 44.

875.800.842.816.907.22 Jumlah Dari jumlah tersebut diketahui bahwa pada tahun 2004 terjadi mutasi di Departemen Pemeliharaan I sebesar Rp10.455.68 3.181.681.321.360. Rincian barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 terjadi pada Departemen berikut: No.000.946.639.78 24.500.Berdasarkan penjelasan dari PT PG diketahui bahwa belum diambilnya barang tersebut antara lain dikarenakan barang yang akan diganti ternyata masih bisa diperbaiki dan dipakai lagi serta ketika diperlukan barang tersebut belum datang.654.108.00 36.95 1.483.98.729.854.98 22.354.483.729.538.289.109.68 2.22 Berdasarkan hasil pemeriksaan secara uji petik atas administrasi dan fisik barang yang belum diambil diketahui bahwa dari jumlah barang yang belum diambil per 31 Desember 2003 ternyata diantaranya terdapat barang yang berasal dari pengadaan tahun 2001 dan 2002 dengan rincian sebagai berikut: No.362.639.78 24. Departemen Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah Nilai (Rp) 17.697.000. 4.00 91.557.878.196.840. User 2001 1.023.681.36 1.00 Pengadaan tahun 2002 1.80 1.557.907.107. atau seluruhnya sebesar Rp15. di Departemen Prasarana Pabrik & Kawasan sebesar Rp1. di Departemen Pemeliharaan III sebesar Rp2. 4.232.729.896.023.00 0.864. 2.009. 5.95 1.81 1.108.221.692.789.71. Pemeliharaan I Pemeliharaan II Pemeliharaan III Prasarana Pabrik & Kawasan Peralatan & Permesinan Jumlah 3.921.259.639.853.557.489.45.096. 2.163.74 1.000.145.00 0.825.81 sehingga sisa barang yang belum diambil per 29 Desember 2004 seluruhnya sebesar Rp8.829.249. Seharusnya barang yang sudah dibeli oleh Ro Daan atas permintaan user dengan kategori intransit atau suku cadang penyangga segera diambil dari gudang logistik Ro Daan dan langsung dipakai.714.489.59 231.300.322.829.68 3.81 1.417.00 dan di Departemen Peralatan & Permesinan sebesar Rp897.800.946. 3.120.886.00 88. 1.00 936.896.206.538.76 17.099.255.22.00 936.67.46 2003 16.259.190. 21 BPK RI/AUDITAMA V .00 433.259. 3.249.253.861. di Departemen Pemeliharaan II sebesar Rp1.383.41.354.161.206.07 28.00 900. yaitu jumlah barang yang sudah dibeli namun belum diambil oleh unit peminta barang sebesar Rp24.708.106.00 0.945. Hal yang sama terjadi juga pada tahun 2003. 5.708.000.175.462.370.

5.864.d Nopember 2004 sebesar Rp13.939. maka perusahaan akan menerapkan prosedur kerja agar tercipta suatu pengendalian atas penerimaan dan pengeluaran uang. Beberapa ciri pengendalian internal yang baik atas transaksi penerimaan dan pengeluaran uang adalah adanya pemisahan fungsi tugas dan tanggungjawab antara yang menerima dan mengeluarkan uang dengan yang melakukan pencatatan. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.485 milyar merupakan barang insurance (suku cadang penyangga) dan sisanya sebesar Rp11. Dep Har II.61 (Rp13.387 milyar akan dipasang oleh Dep Har I.477 milyar merupakan barang insurance dan sisanya sebesar Rp6. PT PG menjelaskan bahwa sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai dari Januari s.956. Sedangkan sisa barang yang belum diambil oleh unit pemakai periode 2001.074.842.20 + Rp8.589 milyar akan dipasang oleh Dep Har I. 2002 dan 2003 sebesar Rp8. Dep PPK dan Dep Latsin pada tahun 2005 pada saat Perbaikan Tahunan dan untuk kebutuhan/pemeliharaan rutin.Hal tersebut mengakibatkan terjadi pengendapan dana yang tidak efektif sebesar Rp21. Terjadi pembelian barang yang tidak tepat waktu dan tidak tepat sasaran. Perencanaan dan pengendalian pada kelima unit peminta barang tersebut di atas tidak berjalan dengan baik.41).074 milyar. Selain itu agar Bagian Candal pada Biro Pengadaan lebih cermat lagi memproses setiap permintaan pembelian dari unit peminta barang. Dep Har III.383. Dep Har III. Dep Har II. Selain itu petugas Keuangan harus melakukan rekonsiliasi bank setiap akhir bulan secara teratur sehingga diharapkan saldo bank menurut pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di banknya.886. PT Petrokimia Gresik tidak melakukan rekonsiliasi bank secara teratur Dalam rangka membentuk pengendalian internal yang baik terhadap pengelolaan dana. BPK RI menyarankan agar Bagian Candal pada kelima unit peminta barang tersebut dalam mengajukan permintaan pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan senyatanya. b. yang memberikan otorisasi atas penerimaan dan pengeluaran uang.864 milyar. diantaranya sebesar Rp2. Hal tersebut disebabkan: a.833.217. PT PG menyimpan dana operasional perusahaan pada 10 bank dalam 37 rekening yang terdiri dari rekening giro aktif sebanyak 29 rekening untuk operasional perusahaan 22 BPK RI/AUDITAMA V . diantaranya sebesar Rp 1.

Rekonsiliasi bank hanya dilakukan pada akhir tahun yaitu bulan Desember bersamaan dengan penyusunan laporan keuangan akhir tahun perusahaan. Menurut penjelasan Biro Keuangan. timbulnya dana outstanding tersebut karena belum dilakukan pembukuan atas sejumlah uang masuk di bank atas pembayaran distributor yang belum dapat diidentifikasikan dan juga karena terjadi penumpukan (overload) pekerjaan di Seksi Penagihan sehingga terlambat dalam membukukan uang yang telah diterima. Biro Keuangan terdiri dari dua bagian. Namun Seksi Penagihan kadang-kadang mengalami kesulitan terhadap pelunasan yang dilakukan distributor dengan cara transfer bank atau melalui ATM karena tidak ada keterangan yang jelas. Bagian Keuangan selama ini memperlakukan dana yang outstanding tersebut tetap tersimpan dalam rekening bank sebagai rekening yang belum diketahui. maka setiap bulan akan selalu terdapat selisih atas penerimaan uang antara pembukuan Akuntansi dengan saldo rekening bank secara fisik sehingga jumlah penerimaan dana akan terus terakumulasi dan menjadi dana outstanding. BNI. BRI. Citybank.dan 8 rekening untuk penyaluran Kredit Modal Kerja dan Kredit Investasi. Seksi Pembayaran dan Seksi Pengelolaan dana. Sedangkan yang menjadi dasar jumlah saldo bank di laporan keuangan interim adalah saldo bank menurut pembukuan Akuntansi. Kesepuluh bank yang mengelola dana perusahaan tersebut adalah BCA. dana outstanding yang belum diketahui sumbernya akan dibukukan sebagai Uang Muka Penjualan. Bukopin. Pada akhir tahun. Bank Syariah Mandiri. Rekonsiliasi bank di PT PG merupakan tugas dari Seksi Pengelolaan Dana dan dijelaskan bahwa selama tahun 2004 rekonsiliasi bank tidak dilakukan secara teratur setiap bulan. Oleh karena tidak pernah dilakukan rekonsiliasi bank secara teratur. Dana outstanding ini berdampak pada saldo piutang usaha setiap akhir bulan. Bank DBS Indonesia dan Bank Hongkong Shanghai Bank Corporation (HSBC). Untuk pelunasan yang belum dapat ditelusuri tersebut dananya tetap tersimpan dalam rekening bank. Bank Mandiri. Standard Chartered Bank. yaitu Perbendaharaan dan Pajak & Asuransi (Paransi). Bagian Perbendaharaan membawahi Seksi Penagihan. 23 BPK RI/AUDITAMA V . Berdasarkan struktur organisasi PT PG. Seksi Penagihan mempunyai tugas mencatat hasil penagihan atau pelunasan atas penjualan setiap bulan yang antara lain dari distributor dengan mengecek transaksi penerimaan masuk dari rekening koran bank dan mencocokkan dengan catatan dari Bagian Pemasaran.

saldo rekening koran lebih besar Rp42 milyar b. Tujuan sistem akuntansi sebagai salah satu sarana pengaman asset perusahaan tidak tercapai. Oktober dan Nopember tahun 2004. Pada bulan Juni 2004. PT PG menjelaskan pada bulan Desember 2004. Melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan sehingga dapat diperoleh informasi keuangan yang akurat dan tepat waktu. Hal tersebut disebabkan: a. Pada bulan Nopember 2004. Timbulnya dana outstanding yang mempengaruhi nilai saldo piutang usaha setiap akhir bulan.Bagian Keuangan mengalami kendala untuk melakukan rekonsiliasi bank karena yang menangani rekonsiliasi bank hanya dilakukan oleh satu orang petugas sedangkan jumlah rekening bank yang digunakan ada 29 rekening giro dan dilakukan setiap bulan. saldo rekening koran lebih besar Rp87 milyar PT PG seharusnya melakukan rekonsiliasi bank secara teratur setiap bulan dan bila terdapat selisih segera menyesuaikannya sehingga saldo bank di pembukuan selalu sesuai dengan saldo fisik yang ada di bank. saldo rekening koran lebih besar Rp60 milyar c. 24 BPK RI/AUDITAMA V . Belum ada kebijakan mengenai kapan dan bagaimana rekonsiliasi bank harus dilakukan. Dari hasil pemeriksaan dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara saldo bank menurut rekening koran dengan saldo menurut pembukuan Akuntansi. b. c. BPK RI menyarankan agar PT PG: a. rekonsiliasi bank telah dilakukan dan untuk periode selanjutnya akan melakukan rekonsiliasi bank secara periodik (bulanan). Informasi saldo bank yang terdapat dalam Laporan Keuangan Bulanan tidak mencerminkan posisi yang sesungguhnya sehingga dapat mempengaruhi keputusan yang diambil oleh Manajemen sebagai pengguna laporan keuangan b. Terbatasnya sumber daya manusia yang melakukan rekonsiliasi bank. Pada bulan Oktober 2004. yaitu saldo rekening bank lebih tinggi dari saldo menurut buku pada bulan Januari. Pada bulan Januari 2004. saldo rekening koran lebih besar Rp69 milyar d. Rincian perbedaan tersebut adalah sebagai berikut: a. Hal tersebut mengakibatkan: a. Juni.

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 25 BPK RI/AUDITAMA V . PT PG telah memberlakukan pemberian sanksi denda terhadap keterlambatan penebusan DO. Temuan tersebut seluruhnya telah ditindaklanjuti pada tahun 2004 dan dinyatakan selesai. Kedua temuan tersebut dan tindak lanjutnya adalah: a. Pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam yang diserahkan pelaksanaannya kepada PT Graha Cipta Sarana (PT GCS) tidak sesuai dengan Surat Direktur Produksi No. Mulai tahun 2004 pelaksanaan pembinaan industri kecil kapur dan fosfat alam dilakukan oleh Biro Pengadaan PT PG b. Menyusun kebijakan dan prosedur mengenai pelaksanaan rekonsilasi bank dan kapan rekonsiliasi tersebut harus dilakukan. Perjanjian Kerjasama Sewa Gudang dengan PT Bhanda Ghara Reksa (PT BGR) belum sepenuhnya selaras dengan SPJB antara PT PG dengan Distributor Pupuk.1400/05/HU. Tindak lanjut mengenai pembagian beban biaya gudang.03.03/13/DR/2000 tanggal 19 Mei 2000. Tindak lanjut terhadap temuan tersebut adalah PT PG telah memutus kontrak dengan PT GCS. terutama mengenai pembagian beban biaya gudang. karena PT GCS tidak melakukan kewajiban berupa pembinaan kepada industri kecil. Tindak lanjut Hasil Pemeriksaan tahun 2003 Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 2 (dua) temuan. 6. Hal tersebut dilakukan agar PT PG tidak menanggung beban sewa gudang atas sisa pupuk milik Distributor yang masih tersimpan di gudang penyangga.b.

5738740. 5720957.C/AUDITAMA V/01/2005 : 18 Januari 2005 Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Gatot Subroto No. 5704395 s. 31 Jakarta 10210 Telp.d. 9 pesawat 511 Fax. (021) 5700380. (021) 5700380.BPK RI LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN LAPORAN PENGELOLAAN PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN (PKBL) PT PETROKIMIA GRESIK Untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2004 Nomor Tanggal : 02. 5738727. 5723995 .

Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan . Sumber dan Penggunaan Dana ……………………………………… 8. Sifat dan Tujuan Audit ……. Hasil Audit Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan …………………………………………………………. 2.. Dasar Audit ……………………………………. 3.DAFTAR ISI BAB I BAB II SIMPULAN HASIL AUDIT URAIAN AUDIT 1.. Struktur Organisasi …………………………..……….………………………………………. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit …………………………. Hal-hal Yang Perlu Mendapat Perhatian ……………………………. 7.……………………… 6.. Lampiran 8 16 20 6 6 6 7 7 Hal 1 . 4. 5...…………..

review dan analisa terhadap kebijakan.658.00 telah BPK RI/AUDITAMA V . penggunaan Rp6.024.00 atau 133. Anggaran dan realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Realisasi dana Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah.00. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005. Tanggung jawab kami terletak pada hasil penilaian atas laporan keuangan dan pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PKBL berdasarkan audit kami.614.000. Simpulan atas audit tersebut adalah sebagai berikut: 1.282.008.630. Berdasarkan dana Program Kemitraan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.00 tersebut merupakan 154.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4. Standar Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia serta aturan lainnya yang diberlakukan pemerintah terhadap pengelolaan PKBL.370. Laporan keuangan dan laporan mengenai pengelolaan PKBL merupakan tanggung jawab manajemen.370. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit Pemerintahan yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan.658. sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan operasi Program.526. Hasil audit pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Dari audit atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik (PT PG) untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.202.00 telah direalisasikan dalam bentuk pinjaman atau dan hibah untuk Realisasi Program Kemitraan dana sebesar sebesar Rp6. Standar tersebut mengharuskan kami memberikan penilaian atas efektifitas.090.900.00 95. Suatu audit meliputi evaluasi terhadap bukti.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.90%. efisiensi dan keekonomisan serta kepatuhan pada peraturan yang berlaku.024. perencanaan.201.378.000.SIMPULAN HASIL AUDIT Kami telah mengaudit Laporan Keuangan dan Laporan mengenai pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004. Sedangkan dana Bina Lingkungan yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp2.

4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK.319.14% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp1.782. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.direalisasikan untuk pelaksanaan Bina Lingkungan berupa bantuan bencana alam.00. Ketua Pelaksana Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004.00 atau 169. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.030.030.000.000.13% dari RKA Bina Lingkungan sebesar Rp1.958.157. Realisasi penggunaan dana Bina Lingkungan sebesar Rp1.00 tersebut merupakan 190. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan. PT PG juga bekerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam pembinaan mitra binaan. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.000. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1.000.888.808. bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum.108.00.782. b.00. bantuan sarana ibadah serta bantuan peningkatan kesehatan sebesar Rp1. 2 BPK RI/AUDITAMA V . Efektivitas Kegiatan Manajerial Bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004.00 atau 88. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan PKBL 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan unit kerja terkait.000.319.95%. jumlah mitra binaan yang akan dibina sebanyak 200 mitra binaan dengan rencana alokasi sebesar Rp4.958. 3) Pemantauan Pemantauan merupakan kegiatan yang sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan.000.

86% dari jumlah seluruh pinjaman.00.660.627. Ketaatan Terhadap Ketentuan Perundang-Undangan Yang Berlaku Untuk tahun 2004. Jumlah kumulatif penggunaan dana dan sampai untuk dengan Program 31 Desember 2004 sebesar sebesar Rp48.0 tersebut telah digunakan untuk Program Kemitraan sebesar Rp44.c.686.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. kinerja PKBL PT Petrokimia Gresik adalah: Tingkat efektivitas penyaluran dana mempunyai skor “3” dengan tingkat penyaluran dana 95.323.616.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.90% dari dana yang tersedia. Sumber dan penggunaan dana Sumber dan penggunaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. Berdasarkan indikator yang ditetapkan dalam Keputusan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.377. 2. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman mempunyai skor “2” dengan tingkat kolektibilitas pinjaman 40. Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.377.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48.00 Bina Lingkungan 3 BPK RI/AUDITAMA V .323. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.671. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK. d.686.966.627.

696. PT Petrokimia Gresik belum membentuk unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang mandiri.00.00.706. Biro/Departemen dan Kompartemen dalam struktur organisasi PT PG yang terkait dengan pengelolaan PKBL. 4 BPK RI/AUDITAMA V . c. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. Terdapat satu (1) temuan pemeriksaan tahun buku 2002 yang masih dalam proses penyelesaian yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16.000. Hal tersebut disebabkan PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. 3.000. b.280.145.00. Hal tersebut terjadi karena Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman.000. d.800. e. Pelaksanaan pemberian bantuan Program Bina Lingkungan (BL) belum sepenuhnya mengikuti ketentuan. Permasalahan tersebut mengakibatkan terjadi tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS dan melanggar perjanjian yang telah disepakati. Permasalahan tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12.Rp3.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian a. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL.070.475. Permasalahan tersebut mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara Bagian. Pelaksanaan tugas antara Bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.00.000.575. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.00 kurang tepat sasaran.304. Sehingga sisa dana PKBL pada 31 Desember 2004 sebesar Rp282.

Auditor Utama Keuangan Negara V Penanggung Jawab Audit. c. Ak. S. Rekomendasi Terhadap permasalahan di atas. b. 18 Januari 2005 5 BPK RI/AUDITAMA V . Pengelola program BL PT PG agar melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No. Ikhsan Abdullah. Direksi PT PG segera membentuk unit PKBL yang mandiri. Drs. Demikian kesimpulan hasil audit terhadap pengelolaan PKBL PT PG yang dapat kami sampaikan. D-1416 Jakarta. d. Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama (H.4. kami merekomendasikan sebagai berikut : a.SE. Direksi PT PG agar menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan.) di Jakarta dan kepada M. MA. e. Register Negara No. Anis di Surabaya. Agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. sedangkan penjelasan lebih lanjut dimuat pada laporan berikut. Sulaeman dan H. Misnoto.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL.H.

URAIAN AUDIT 1.57/ST/VII-XV.S-88/MBU/2004 tanggal 31 Maret 2004 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 5 tahun 1973 tentang Badan Pemeriksa Keuangan dan peraturan perundangan lainnya yang berlaku. Sifat dan Tujuan Audit Audit yang kami lakukan merupakan audit keuangan dan operasional atas pengelolaan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL) PT Petrokimia Gresik dengan tujuan untuk menilai efektivitas dan efisiensi pengelolaan program. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi/Daerah Istimewa Tahun 2003. b. 2. c. BUMN Pembina & Koordinator Pembina di setiap Propinsi Tahun 2004. Surat Menteri Negara BUMN No. BPK R1/AUDITAMA V . Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.S-116/MBU/2003 tanggal 21 Maret 2003 tentang Penetapan Alokasi Dana PUKK. 3. c. daya guna dan hasil guna. 23 F dan 23 G. d. Surat Edaran Menteri BUMN No. b. Surat Menteri Negara BUMN No. memberikan rekomendasi perbaikan guna meningkatkan kehematan. Surat Tugas Badan Pemeriksa Keuangan No. serta menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. Undang-undang Dasar Tahun 1945 pasal 23 E. Dasar Audit a.1/9/2004 tanggal 28 September 2004. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. perihal penugasan untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2004 pada PT Petrokimia Gresik dan pemeriksaan atas pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Dasar Pengelolaan Dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan a.

Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No. Struktur Organisasi Dalam rangka untuk lebih meningkatkan pelaksanaan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil. g.03. Surat Keputusan Direksi PT Petrokimia Gresik No.04.e. f. Dewan Pembina: Ketua Wakil Ketua I Wakil Ketua II Ketua Sekretaris Bendahara : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi dan Keuangan.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik.03.097/05/TU. 5. Audit dilaksanakan dari tanggal 6 Desember 2004 sampai dengan 18 Januari 2005.d 31 Desember 2004).03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) PT Petrokimia Gresik. Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. Ruang Lingkup dan Periode yang Diaudit Kami melakukan audit atas laporan keuangan dan hasil pengelolaan PKBL PT Petrokimia Gresik tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 (tanggal 1 Januari s. 4. Pelaksana: Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 7 BPK-RI/AUDITAMA V . Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara. Direksi PT Petrokimia Gresik membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan Surat Keputusan Direksi No.205/07/HU.205/07/HU.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK). Penasehat b. : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi : Kepala Biro Keuangan : Direksi PT Petrokimia Gresik c. Adapun bentuk dan susunan anggota BPPIK PT Petrokimia Gresik adalah sebagai berikut: a.

097/05/TU.04. Direksi PT PG membentuk Pelaksana Program Bina Lingkungan dengan Surat Keputusan No. Karo/Kadep yang terkait 2. Anggota : 1. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 8 BPK-RI/AUDITAMA V .d. pemasaran dan manajerial. Pengelola Lingkungan Industri Kecil (LIK) Gresik. Anggaran dan Realisasi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan 1) Program Kemitraan Program Kemitraan yang telah dilakukan oleh BPPIK PT PG adalah pembinaan dibidang permodalan dan hibah yang terdiri dari teknik produksi. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan adalah sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Pencatat Pembukuan Anggota : Sekretaris Perusahaan : Karo Humas : Karo Keuangan : Karo Akuntansi : Karo/Kadep yang terkait. 6.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksana Program Bina Lingkungan PT Petrokimia Gresik. Sedangkan untuk melaksanakan Program Bina Lingkungan. PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) 3. Hasil Audit Pengelolaan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Audit atas pengelolaan dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT PG untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2004 dapat dikemukakan sebagai berikut: a.

000 780.634 0 4.230 4.370. Tingginya realisasi penyaluran tersebut disebabkan ketersediaan dana dari tingkat pengembalian pinjaman yang cukup tinggi dan naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp1.244.00 tersebut merupakan 154.941.000.626 14. Penerimaan angsuran pinjaman c.789.703.599.119.000 3. Hibah kepada Mitra Binaan 3.470 189.000 4.125.242.000 208. Biaya Operasional Jumlah Penggunaan Dana 3.590.841.191.196 4.370.77 181.65 137.090 343. Penggunaan dana : 1. Dana yang tersedia : 1.000 4.(Rupiah) REALISASI No Uraian RKA Tahun 2004 (2) Tahun 2003 (3) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (1) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A. Realisasi penggunaan dana Rp6.000 616.69 131. Lain-lain Jumlah dana yang tersedia 1.874 438.026.900.008.617.282.35 78.980 19.30 125.370 217.590.400 6.770 39.03 159.96 276.090 124.590.000.11 153.00 atau 133.071.651.087.630.660 450.54 69.000 401.97 168.000.024.120.078.860 173.378.27 67.240.740.560 1.60 174.408.470 5.117 491.000.821.295.39 116. Penerimaan bunga pinjaman d.240.000.46 C.703.338.408.79 129.10% dari realisasi tahun 2003 sebesar Rp4.000 14.48% dari Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Program Kemitraan tahun 2004 sebesar Rp3.00.353.050 20. Saldo Realisasi Program Kemitraan dilaksanakan dalam bentuk pemberian pinjaman modal kerja/investasi serta bantuan hibah yang dimaksudkan untuk membantu meningkatkan dan mengembangkan kegiatan usaha kecil dan koperasi.00.00 atau 95.630 105.300.000 4.75 2. Berdasarkan dana yang tersedia pada tahun 2004 sebesar Rp6.000. Sumber dana : a.120.295.401.000.948. Penerimaan jasa giro/bunga deposito e.35% dari anggaran sebesar Rp3.90%.133.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.00 atau 173. Pinjaman Modal kerja/investasi 2.633 338.590.78 151.658.118.087.026.623 22.526.024.27 63.00 Realisasi pembinaan dalam bentuk bantuan pinjaman modal diberikan kepada 174 Mitra Binaan sebesar Rp5.400.090.658.832 275.000 6.000.282.22 11.98 104.068.667 343.96 B.122. 9 BPK-RI/AUDITAMA V .000. Saldo Awal 2.00 telah direalisasi dalam bentuk pinjaman dan hibah sebesar Rp6.990.203.990 2.196 932.994.000.606.97 152.72 134.008. Penerimaan alokasi laba tahun 2003 b.397.108.993.

950 616.99% dari anggaran sebesar Rp250.000 Realisasi 422.71 78. forum temu bisnis. forum temu bisnis.000.068.068.98% dari anggarannya sebesar Rp780. konsultasi bisnis.320.00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Pameran dan promosi Konsultasi bisnis Forum temu bisnis Partisipasi dalam kegiatan koord BUMN Sarana dan prasaran LIK Jumlah Anggaran 250.465. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan dan Surat Edaran Menteri BUMN No.000.00 80.00 atau 168.000.000.00.000.Realisasi hibah untuk mitra binaan dalam bentuk pameran dan promosi.99 35. SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK adalah sebesar Rp616.900.00 atau 0.000 780.000.000.50 19.465.370.000 150.000. bahkan untuk kegiatan forum temu bisnis hanya mencapai Rp644.200 644.00 atau 78.000. Perbandingan antara realisasi penerimaan dan pengeluaran tahun 2004 dengan anggarannya serta terhadap realisasi tahun sebelumnya adalah sebagai berikut: 10 BPK-RI/AUDITAMA V .895.000. 2) Bina Lingkungan Pengelolaan Program Bina Lingkungan telah dilaksanakan dengan memberikan bantuan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap pembinaan masyarakat terutama di sekitar lokasi perusahaan.000 100. partisipasi dalam kegiatan koordinasi BUMN serta untuk sarana dan prasarana LIK masih dibawah anggarannya.000 121.000.000 150.320 19.50% dari anggaran sebesar Rp130.000.900 52.000 130.370 Persentase 168.000.98 Dari sejumlah kegiatan pemberian hibah untuk mitra binaan tahun 2004 hanya kegiatan pameran dan promosi yang melebihi anggaran yaitu sebesar Rp422. Dalam pelaksanaannya PT PG mengacu Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.26 0. Sedangkan untuk kegiatan lain yaitu konsultasi bisnis.00.062.

00 dengan rincian sebagai berikut: Bidang Bantuan bencana alam Bantuan pendidikan masyarakat sekitar Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum Bantuan sarana ibadah Bantuan peningkatan kesehatan Biaya operasional Jumlah Anggaran 50.888 1.850 129.75 168.782.806. Realisasi pelaksanan program bina lingkungan tahun 2004 sebesar Rp1.65 168.175.030.000 0 1.55 PT PG telah mengupayakan agar bantuan bina lingkungan yang diberikan dalam bentuk fisik dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan perusahaan yaitu bantuan bencana alam.562 1.000.562 2.000.600 932.10 1. bantuan pendidikan masyarakat sekitar.000 12.50 190.911.182 13.990.500.94 1.15 202.782 % 119.782 243.94 211. 11 BPK-RI/AUDITAMA V .433.153.13 1.958.000 1.632 13.420 194.306.450 404.353.06 46.050 484.14 163.156.157.63 211.000 211.50 190.000.542.030.888 148.28 143.042.000 1.91 15. biaya pembangunan prasarana dan sarana umum.000 7.978.145.13% dari anggaran sebesar Rp1.295.180.000.944.433.03 233.958.150 454.808. Sumber dana : Saldo awal Penerimaan alokasi laba tahun 2003 Bunga deposito/tabungan/jasa giro Dana belum dialokasi Jumlah dana tersedia 1.40 227.900 540. bantuan sarana ibadah dan bantuan peningkatan kesehatan.000.000.175.000.000. Tingginya realisasi penyaluran bantuan tersebut disebabkan ketersediaan dana dari naiknya realisasi sumber dana dari pembagian laba sebesar Rp2.990 650.202 940.295.726.201.00.000 12.319.556.260 1.000.026.486.370.030.000 200. Penggunaan Dana Pelaksanaan Program Bina Lingkungan 1.000.31 169.780.319.663.000 339.000 30.000.14 64.000 Biaya operasional Jumlah penggunaan dana Saldo per 31 Desember 2004 30.500.000.000.026.958.00 yang sebelumnya dianggarkan sebesar Rp1.600 1.000.319.250 231.726.000 1.180.00 atau 190.000 1.(Rupiah) RKA No Keterangan (1) Realisasi Tahun 2003 (3) Th 2004 (2) Tahun 2004 (4) Perbandingan (%) (5)=(4/2) (6)=(4/3) A.294.250 1.000 Realisasi 59.500.949.30 59.000) 2.218.242.13 Realisasi penyaluran bantuan untuk bina lingkungan tahun 2004 untuk semua kegiatan diatas anggarannya.814.450 148.000 200.640 (129.574.949.600 1.44 46.09 256.614.2.

108. jumlah mitra yang akan dibina sebanyak 200 mitra dengan rencana alokasi sebesar Rp4. 5) Pelaporan Pelaporan pengelolaan program kemitraan dan bina lingkungan telah dilakukan sesuai dengan ketentuan dari Menteri Negara BUMN.000. PT PG telah menyusun program kerja kemitraan 2004 seperti yang tertuang dalam RKA PKBL tahun 2004. PT PG juga mengadakan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS) dalam hal pembinaan usaha kecil yang meliputi peningkatan kemampuan manajerial.030.000. peningkatan kemampuan pemasaran. Kegiatan pemantauan terhadap mitra binaan secara terus-menerus sangat penting guna memperoleh informasi mengenai perkembangan mitra binaan dan meningkatkan tingkat pengembalian pinjaman. Selain itu.b. Sedangkan rencana alokasi dana bina lingkungan sebesar Rp1. RKA tersebut digunakan sebagai acuan pengelolaan kegiatan PKBL. peningkatan kemampuan modal kerja.000. Efektivitas kegiatan manajerial bagian PKBL PT PG 1) Perencanaan Dalam tahun 2004. BPPIK juga bekerja sama dengan PT GCS.000. peningkatan kemampuan ketrampilan teknik produksi. 4) Pengadministrasian Pengadministrasian terhadap mitra binaan maupun calon mitra binaan telah dilakukan oleh pelaksana BPPIK. Berdasarkan RKA PKBL tahun 2004.00. demikian juga mengenai bantuan kepada masyarakat lingkungan sekitar perusahaan. 12 BPK-RI/AUDITAMA V . jumlah tersebut turun apabila dibandingkan dengan jumlah mitra binaan tahun 2003 sebanyak 202 mitra binaan.00. 3) Pemantauan Jumlah mitra binaan tahun 2004 sebanyak 174 mitra binaan. 2) Koordinasi Dalam penyaluran bantuan baik untuk kemitraan maupun untuk bina lingkungan telah dilaksanakan koordinasi secara internal pada pelaksana BPPIK dan semua unit yang terkait dengan PKBL. Dalam melaksanakan pemantauan terhadap mitra binaan.

882. Kurang Lancar. b) Perkembangan penyaluran pinjaman Realisasi penyaluran pinjaman dan pengembalian dana Program Kemitraan sampai dengan 31 Desember 2004 masing-masing sebesar Rp38.663.00 dan Rp21.827.00.648.848.192. Rp396. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.Rp21.823.648.247. sebesar Rp399. Dari sisa pinjaman tersebut.895.500.402.00. Pinjaman macet sebesar Rp9.252.227.S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 tentang Program Bina Lingkungan jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. Rp69.00 atau sisa pinjamannya sebesar Rp17.971.00.252.564.403.192.500.00 dan Rp9.895.744.227.448. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan baik untuk pembentukan dana program bina lingkungan dan jenis kegiatan yang diperbolehkan mendapat bantuan.00 (Rp38.00).00 sudah dapat persetujuan RUPS untuk dihapusbukukan pada tahun 2000 sehingga sisa pinjaman menjadi Rp16.00 .00 yang dapat dikelompokkan dalam kategori Lancar.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang Pedoman Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi Melalui Pemanfaatan Dana dan Bagian Laba BUMN jo Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.733.187. d. Kinerja program kemitraan dan bina lingkungan 1) Kinerja Program Kemitraan a) Perkembangan mitra binaan Sampai dengan 31 Desember 2004 BPPIK PT PG telah membina mitra binaan sebanyak 174 mitra.486.557.00 terdiri dari: − Pinjaman eks.971. Ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku Untuk tahun 2004.209.219.609.00 Rp1. pada umumnya PT PG telah melaksanakan Program Kemitraan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku terutama ketentuan mengenai (1) batasan jumlah pembentukan/penyediaan dana Program Kemitraan dan pengalokasiannya dan (2) jenis kegiatan yang diperbolehkan sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan RI Nomor 316/KMK.828.364.c. Ragu-ragu dan Macet yang masing-masing sebesar Rp6.564.364. Proyek Agro Bisnis (PAB) 13 BPK-RI/AUDITAMA V . Demikian halnya dengan Program Bina Lingkungan yang telah dilaksanakan sesuai dengan Surat Menteri Negara BUMN No. yang terdiri dari usaha kecil sebanyak 170 mitra binaan dan koperasi sebanyak 4 mitra binaan.

Sesuai dengan Surat Kapolres Gresik No.720.000.439. Sekretaris I. Kep-100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara adalah sebagai berikut: penyaluran pinjaman dan kolektibilitas pengembalian 14 BPK-RI/AUDITAMA V . pihak kepolisian telah mengirimkan Berkas Perkara kepada Kepala Kejaksaan Negeri Gresik.00 PAB merupakan proyek yang dibentuk manajemen yang salah satu tujuannya adalah pengenalan pupuk Phonska ke petani dengan cara pemberian pinjaman yang sebagian pendanaannya dibiayai dengan dana PUKK.000.404.380. Berdasarkan Akta Notaris No. Ketua II.758.770.00 Rp4. Pengurus Koperasi BIK yang diwakili oleh Ketua I. c) Efektivitas pinjaman Kinerja Program Kemitraan dalam efektifitas penyaluran pinjaman dan tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.769.00 dan Rp387.00.28 tanggal 28 Pebruari 2003 yang dikeluarkan Notaris Lukman Hakim Gusti. Tunggakan pinjaman Koperasi BIK karena dana yang telah disalurkan kepada Kelompok Tani disalahgunakan oleh Koperasi BIK.341.280.440.827. SH.393. Pihak manajemen terus berupaya melakukan penyelesaian sesuai Komitmen Manajemen tanggal 10 Januari 2003 yang ditandatangani oleh Direktur Teknik dan diketahui oleh Direktur Utama PT PG. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp24.J/VII/2004/Reskim tanggal 21 Juli 2004.209.893.428.402. PT PG juga telah melaporkan kasus ini ke Polres Gresik pada tanggal 17 November 2003.425. Tunggakan sebesar Rp1.260.00 yang merupakan angsuran pokok dan bunga masing-masing sebesar Rp13. Bina Insan Kamil (BIK) − Pinjaman Usaha Kecil/Koperasi lainnya Rp3.00.00 dan Rp486.BP/83.061.− Pinjaman Kop. Jumlah angsuran selama tahun 2004 sebesar Rp14. Sekretaris II dan Bendahara Koperasi telah menyatakan berhutang dengan sungguh-sungguh dan sah kepada PT PG.00.0 terdiri dari sisa pinjaman tahun 2000 dan 2001 yang masing-masing sebesar Rp1.

Efektifitas Penyaluran 2.848.008.00 = X 100% 95.486.557 Prosentase 39.00 x 100% 6. Kep- 100/MBU/2002 tanggal 04 Juni 2002 dan contoh perhitungan yang diberikan dalam Surat tersebut.00 (2) Tingkat kolektibilitas penyaluran pinjaman adalah sebagai berikut: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PT PG: 15 BPK-RI/AUDITAMA V .564 16.282.Indikator 1.630.733.42 2.27 100.658.823. untuk menghitung tingkat kolektibilitas pinjaman Program Kemitraan PT PG sebagai berikut: (1) Analisis kolektibilitas pinjaman Uraian Lancar Kurang lancar Ragu-ragu Macet Jumlah Jumlah Pinjaman 6.96 0. Tingkat kolektibilitas pengembalian pinjaman Total Skor 3 2 5 Efektifitas Penyaluran Dana Jumlah dana yang disalurkan Jumlah dana yang tersedia 6.882 396.024.895.609.370.648.90% Tabel daftar penilaian tingkat penyerapan dana Program Kemitraan Penyerapan (%) > 90 85 s/d 90 80 s/d 85 Skor 3 2 1 < 80 0 Tingkat Kolektibilitas Pengembalian Pinjaman Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No.403.448 69.663 9.35 57.

648.557.50 Rp 99.733.319.893.201.893.95% dari dana yang tersedia sebesar Rp2.448.00 16.782.665. bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program kemitraan setelah dikurangi beban operasional 3) Pelimpahan dana Program Kemitraan dari BUMN lain. Realisasi tersebut mencapai 88.00 Rp 6.00 75% x 69. dana yang dipergunakan untuk pembinaan berasal dari: a. 7.733.448.486.00 Rp 52.367.121. b.895.00 digunakan untuk bantuan kepada masyarakat di lingkungan perusahaan.Lancar Kurang Lancar Ragu-ragu 100% x 6.86% = = = = = Rp 6.614.00 Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman Tingkat kolektibilitas pinjaman: Rata-rata tertimbang kolektibilitas pinjaman PK Jumlah seluruh pinjaman 6. jika ada.663.00 X 100% Tabel daftar penilaian tingkat pengembalian dana Program Kemitraan Tingkat Pengembalian (%) Skor > 70 3 40 s/d 70 2 10 s/d 40 1 < 10 0 2) Kinerja Program Bina Lingkungan Selama tahun 2004 realisasi penyaluran dana program bina lingkungan sebesar Rp1.202.75 Rp 0.823.884.00.911.884.025.882.848.00 396. Dana Program Kemitraan yaitu: 1) Penyisihan laba setelah pajak sebesar 1 % (satu persen) sampai dengan 3 % (tiga persen) 2) Hasil bunga pinjaman.025.609.00 25% x Macet 0% x 9. Sumber dan Penggunaan Dana Berdasarkan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan Badan Usaha Milik Negara dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan melalui Pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.00 x 100% = 40. Dana Program Bina Lingkungan bersumber dari: 1) Penyisihan laba setelah pajak maksimal sebesar 1 % (satu persen) 16 BPK-RI/AUDITAMA V .403.958.403.564.

377.377.223.764 1.323.304.660.294.401.490 48. 2. Penggunaan Dana: Program Kemitraan 1. 4.209.00 dan penggunaan dana sebesar Rp48. Penyaluran 2.323.929.252.725. 20.490 3.627.600 3. Penyaluran pinjaman 2.904. 3.966 1.966.470 15. Sumber dan penggunaan dana PKBL secara akumulasi sampai dengan 31 Desember 2004 yaitu sumber dana sebesar Rp48. Biaya operasional Jumlah Jumlah Penggunaan Dana Sisa dana per 31 Desember 2004 Sisa dana Program Kemitraan Sisa dana Program Bina Lingkungan Jumlah Sisa Dana per 31 Desember 2004 38.949.668.696.695.171 44.323.881 44.280 17 BPK-RI/AUDITAMA V .971 4.947.500.598.523.113.810 554. Hasil bunga yang berasal dari penempatan dana pembinaan yang belum tersalurkan.2) Hasil bunga deposito dan atau jasa giro dari dana Program Bina Lingkungan.616 3.364.386. Program Sumber Dana: Program Kemitraan Alokasi laba bersih Pengembalian pinjaman Bunga pinjaman Pendapatan bunga bank/jasa giro Penerimaan lain-lain Jumlah Bina Lingkungan Alokasi laba bersih Penerimaan lain-lain Jumlah Jumlah Sumber Dana Jumlah 1. 2.094.691.070 48. Biaya Operasional Jumlah Bina Lingkungan 1.627.075.860 243.268 320.000 20.192. 5.706.660.00 dengan rincian sebagai berikut: (Rupiah) No.679.686.686 39.476 3.166.000 21.461.671. Hibah Program Kemitraan 3.227 1.710.420 282.

Bina Lingkungan a.909.854.422.904.00 Sumber dana pengembalian pinjaman dan bunga merupakan dana dari cicilan mitra binaan.000.386.00.171.268.Pengembalian pinjaman 16.679.00 Rp21.397. Pendapatan bunga bank/jasa giro Rp320.386.000.000.150.00 Rp20.252.00 Rp 1.00 dan tahun 2004 sebesar Rp438.227.874.00 d. 2003 Tahun 2004 Total .00 c.590.642.240.00 Jumlah dana Bina Lingkungan dari bagian laba tersebut adalah dana Bina Lingkungan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Rp554.660.087.00 Jumlah dana program PK dari bagian laba tersebut adalah dana Program Kemitraan akumulasi alokasi dana sampai dengan 31 Desember 2004 dengan rincian sebagai berikut: Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b. Sumber dana Bina Lingkungan dari bagian laba bersih Rp3.000.626. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp450.113.364. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sampai 31 Desember 2004 Hasil Pengembalian Akumulasi Sampai dengan tahun. 2.00 dan tahun 2004 sebesar Rp14.047.941.119.00 4.929.00 e.00 Merupakan pendapatan bunga pinjaman akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp1.00 18 BPK-RI/AUDITAMA V . Sumber dana Program Kemitraan dari bagian laba bersih Rp20.252.364.00 21. Pengembalian pinjaman Jumlah Rp19.203.00 Merupakan pendapatan bunga bank/jasa giro akumulasi sampai dengan 2003 sebesar Rp306.000.166.816.904.810.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp554.523.Penjelasan Pos-pos Sumber Dana 1.353.695. Program Kemitraan a.245.227.171. Bunga pinjaman Rp1.796.

944.075. Penyaluran pinjaman dengan rincian sebagai berikut: Jumlah Rp1. Penyaluran Rp3.574.00 616. Hibah Program Kemitraan Jumlah Rp33.394.00 Rp1.192.192.00 Hibah Program Kemitraan merupakan akumulasi penyaluran untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan mencakup bidang teknik produksi. Penjelasan Pos-pos Penggunaan Dana 1.175.839.461.370.640. Program Kemitraan a.00 Penyaluran tersebut merupakan akumulasi dana yang sudah disalurkan untuk program bina lingkungan s.948.523.764.00 Rp2.754.668.881. Biaya Operasional sebesar Rp1.000.209.400.470. Penerimaan lain-lain dan tahun 2004 sebesar Rp7.d 2003 sebesar Rp1.600.500.288.500.729.180.000.00 Merupakan penerimaan lain-lain sampai dengan 2003 sebesar Rp12.370.00 Rp3.00 Jumlah tersebut merupakan akumulasi penyaluran pinjaman kepada mitra binaan Tahun Penyaluran Penyaluran tahun s/d 2003 Penyaluran tahun 2004 Jumlah b.00 Rp20.971.691.000.00 4.481.343.850.971.746.00 Rp4.408. Bina Lingkungan a.d 2003 Hibah tahun 2004 Jumlah c.00 operasional tahun 2004 sebesar Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional s.00.000.00 Rp38.223.00 dan biaya Rp Rp Rp 3.602.182.Tahun Pengalokasian Bagian laba bersih s/d 2002 Bagian laba bersih tahun 2003 Jumlah b.223.091.764.490.668.068.00 Rp 5.00. 2.607. pemasaran dan manajerial dengan rincian sebagai berikut : Hibah tahun s.00 19 BPK-RI/AUDITAMA V .513.971.00 dan penyaluran tahun 2004 sebesar Rp1.500.00 Rp38.947.929.590.d 2003 Rp217.

00.094. PT Petrokimia Gresik Belum Membentuk Unit Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Yang Mandiri Dalam rangka mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan serta terciptanya pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja. 8. kondisi sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Pelaksanaan program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan koperasi diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 tentang Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL).00 Biaya operasional tersebut merupakan akumulasi biaya operasional untuk bina lingkungan s. Susunan kepengurusan BPPIK PT PG sesuai dengan pasal 1 SK Direksi tersebut sebagai berikut: 1) Penasehat 2) Dewan Pembina Ketua Wakil Ketua 1 Wakil Ketua 2 3) Pelaksana Ketua Sekretaris Bendahara : Kepala Biro Pengembangan Usaha : Kepala Bagian Pengembangan UKK : Kepala Biro Keuangan : Direktur Teknik : Kepala Kompartemen Pengembangan : Kepala Kompartemen Administrasi Keuangan : Direksi PT PG 20 BPK-RI/AUDITAMA V . Direksi PT Petrokimia Gresik (PT PG) membentuk Badan Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil (BPPIK) dengan SK No.205/07/HU. kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.145. perlu ditingkatkan partisipasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi.949. Biaya Operasional Rp15. Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian a.600.c.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 tentang Susunan dan Tugas BPPIK.00 dan biaya operasional tahun 2004 sebesar Rp13. Untuk mendukung pelaksanakan program pembinaan usaha kecil dan koperasi.600. melalui program kemitraan BUMN dengan usaha kecil dan program bina lingkungan.d 2003 sebesar Rp1.03.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 yang telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.000.

melakukan survai lapangan. Pelaksana utama kegiatan program kemitraan adalah Bagian Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi (UKK) yaitu salah satu Bagian dibawah Biro Pengembangan Usaha. memonitor pinjaman.097/05/TU.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.q.Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi 4) Anggota Anggota 1 Anggota 2 Anggota 3 : Kepala Departemen/Biro secara fungsional terkait : PT Gresik Cipta Sejahtera : Pengelola Lingkungan Industri Kecil Gresik Secara garis besar. Direktur 21 BPK-RI/AUDITAMA V .04. melakukan penagihan dan membuat laporan program kemitraan serta mengkompilasi laporan program kemitraan dengan laporan program bina lingkungan yang dibuat Biro : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait 4) Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Dasar pelaksanaan bina lingkungan diatur dalam SK Direksi yang berbeda yaitu SK No. Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: 1) Ketua 2) Sekretaris 3) Bendahara 5) Anggota Keuangan. Kegiatan-kegiatan Bagian Pengembangan UKK antara lain mengevaluasi proposal pinjaman. 2 dan 3 adalah melakukan pembinaan dan pengembangan industri kecil dalam bentuk bantuan yang menyangkut aspek teknis dan manajemen yang meliputi: 1) Peningkatan kemampuan manajerial 2) Peningkatan kemampuan dalam ketrampilan teknis produksi 3) Peningkatan kemampuan modal kerja 4) Peningkatan kemampuan pemasaran dan bantuan pemasaran 5) Bantuan penggunaan teknologi terapan 6) Pemberian pinjaman untuk mendapatkan kredit perbankan SK Direksi tentang BPPIK hanya mengatur tentang pelaksanaan program kemitraan. tugas dan tanggung jawab BPPIK menurut pasal 1.

Pasal 5 butir (a) Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. pemberian bantuan dan pembuatan laporan dilakukan oleh Biro Humas.03. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. 2) Unit PKBL bertanggungjawab langsung kepada salah satu anggota Direksi yang ditetapkan dalam rapat Direksi.03/31/SK/2003 tanggal 22 Juli 2003 dan Nomor 097/05/TU. KEP236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan BUMN Pembina berkewajiban membentuk unit Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (PKBL). Selain itu. Pembentukan unit khusus PKBL ditegaskan lagi dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan.Humas menjadi laporan PKBL.02/ 30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 belum sepenuhnya sesuai dengan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. dibentuk unit tersendiri yang khusus melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan (selanjutnya disebut Unit PKBL) dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari organisasi perusahaan secara keseluruhan. Pengelolaan PKBL PT PG seperti diatur dalam SK Direksi Nomor 205/07/HU. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003.d. Sedangkan pasal 1 ayat 6 menyatakan unit PKBL adalah unit organisasi khusus yang mengelola PKBL yang merupakan bagian dari organisasi BUMN Pembina serta bertanggungjawab langsung kepada Direksi BUMN Pembina. Direksi PT PG seharusnya membentuk unit khusus yang melaksanakan Program Kemitraan dan Program Bina Lingkungan. 22 BPK-RI/AUDITAMA V . Bagian I tentang Pembentukan Unit Khusus antara lain menyatakan: 1) Agar tujuan pelaksanaan PKBL dapat tercapai. Sedangkan pelaksanaan program bina lingkungan mulai dari penerimaan proposal s. Selain mengelola dana program bina lingkungan. pengelolaan dana PKBL PT Petrokimia Gresik juga melibatkan Biro Keuangan sebagai Bendahara dan Biro Akuntansi sebagai pencatat pembukuan.04.

00. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama Pada tanggal 26 Pebruari 2001. PT PG menjelaskan pengelolaan PKBL memang dilakukan oleh dua unit setingkat Biro yang terpisah. Penerima pinjaman tersebut adalah Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan M. b.000. 007.04.00 dan Rp45. Direksi PT PG menetapkan pengelolaan program Bina Lingkungan oleh Biro Humas dengan pertimbangan Biro Humas juga bertanggungjawab atas kegiatan pengembangan masyarakat (community development) yang selaras dengan program Bina Lingkungan.000.000.000.000. Hal tersebut disebabkan Direksi PT PG kurang mematuhi ketentuan dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara No.06/GCS.06/DR/2001 tanggal 26 Pebruari 2001. Pinjaman modal kerja tersebut digunakan untuk usaha 23 BPK-RI/AUDITAMA V . Agar pengelolaan kegiatan PKBL lebih efektif maka selanjutnya akan dibentuk unit pengelola PKBL. Program Kemitraan dikelola oleh Bagian UKK Biro Pengembangan usaha sedangkan Program Bina Lingkungan dikelola oleh Bagian Informasi dan Komunikasi Biro Pengembangan. Penjelasan lebih lanjut tentang kedua penerima pinjaman tersebut sebagai berikut: a. BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG segera membentuk unit khusus PKBL yang mandiri. Pemberian pinjaman tersebut diikat dengan Surat Perjanjian 005. Biro/Departemen dan Kompartemen mengakibatkan meningkatnya jenjang birokrasi dan diperlukannya koordinasi lebih intensif antara unit-unit yang terkait.800.00 yang memerlukan usaha khusus dalam penagihannya Dari hasil pemeriksaan phisik di lapangan yang dilakukan dari tanggal 27 sampai 31 Desember 2004 ditemukan pinjaman macet sebesar Rp 220.000. 009. 011 dan 013/02/TU.000. KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 dan Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003. PT Petrokimia Gresik (PT PG) memberikan pinjaman modal kerja sebesar Rp175.Pengelolaan PKBL yang melibatkan beberapa unit setingkat Bagian.00 yang proses penagihannya memerlukan usaha khusus. Terdapat pinjaman macet sebesar Rp220.800.00 kepada Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama di Jakarta. Anis dengan jumlah tunggakan masing-masing sebesar Rp175.800.

00.06/31/SP/2002 tanggal 9 September 2002. Kecamatan Gegesik.peternakan ayam di tiga tempat di kabupaten Kuningan dan dua tempat di Cirebon dengan jumlah pinjaman masing-masing tempat sebesar Rp35.00. Sedangkan empat peternakan ayam lainnya tidak ditemukan tempatnya. Ikhsan Abdullah. Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama tidak pernah melakukan pembayaran angsuran. Sampai saat dilakukan pemeriksaan. Sampai dengan 31 Desember 2004.000. Sulaeman) yang beralamat di Jalan Utan Panjang III nomor 15 dan 15A.000.00.04. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 Oktober 2001 dan lunas pada tanggal 1 September 2003.000. Anis hanya mengangsur sebanyak dua kali angsuran sehingga sisa pokok pinjaman masih sebesar Rp45./ menantu H. 24 BPK-RI/AUDITAMA V . Sampai dengan 31 Desember 2004. Pinjaman tersebut digunakan untuk usaha peternakan ayam sebagaimana disebutkan dalam proposal. b. Seharusnya mitra binaan mengangsur pinjaman secara tepat waktu sesuai kesepakatan dalam Surat Perjanjian. S.535/09/TU. PT PG sepakat memberikan bantuan modal kerja usaha penerbitan dan percetakan yang dipimpim oleh M Anis sebesar Rp50. Penerima pinjaman tersebut adalah Abdurrakhman Kama yang bertempat tinggal di Desa Jagapura Wetan.000.H. Kabupaten Cirebon. Alamat tersebut sekarang digunakan untuk usaha salon kecantikan yang dikelola oleh orang yang tidak ada hubungannya dengan Yayasan tersebut. Berdasarkan Surat Perjanjian No. Alamat Yayasan di Jalan Cempaka Putih Raya 26 Jakarta sudah tidak ada lagi. Pinjaman tersebut seharusnya diangsur setiap bulan mulai tanggal 1 April 2002 dan akan lunas pada tanggal 1 Maret 2005.000.000. Anis.800. M. Dari pemeriksaan phisik di lapangan diketahui hanya satu dari lima tempat usaha peternakan ayam yang disebutkan dalam Surat Perjanjian menerima pinjaman sebesar Rp35. M.000. usaha tersebut masih berjalan.00. Nomor telepon yang selama ini dicantumkan sebagai nomor telepon Yayasan adalah nomor telepon rumah pribadi Ketua Yayasan (H. Sulaeman) dan Sekretaris Yayasan (H.

PT PG melakukan kerjasama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera (PT GCS). 25 BPK-RI/AUDITAMA V . selama ini Bagian UKK masih melaksanakan tugas penagihan kepada mitra binaan. Pasal 1 ayat 3 butir b perjanjian tersebut antara lain menyatakan yang berkewajiban melakukan penagihan adalah PT GCS.Hal tersebut mengakibatkan PT PG tidak dapat menggunakan dana pinjaman sebesar Rp220. Tindakan Bagian UKK melakukan penagihan kepada mitra binaan secara langsung melanggar perjanjian yang telah disepakati dan mengakibatkan tumpang tindih penagihan dengan petugas PT GCS. PT PG menjelaskan akan melakukan penagihan lebih intensif sesuai program kegiatan penagihan atas seluruh pinjaman khususnya terhadap pinjaman macet. Dalam melakukan Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. BPK RI menyarankan agar Bagian UKK PT PG melakukan penagihan dengan cara mendatangi langsung maupun dalam bentuk surat dan memberi peringatan tertulis kepada Ketua dan Sekretaris Yayasan Bina Masyarakat Insan Utama dan kepada M.06/31/SP/2003 tanggal 1 April 2003 tentang Pembinaan dan Pengembangan Usaha Kecil dan Koperasi. Untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman dari mitra binaan.000.00 untuk mitra binaan lainnya. c. Sesuai dengan Surat Perjanjian seharusnya yang berhak melakukan penagihan ke mitra binaan adalah PT GCS. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK PT PG kurang melakukan penagihan secara intensif. Kerjasama tersebut diikat dengan Surat Perjanjian antara PT Petrokimia Gresik dengan PT GCS No. Hal tersebut disebabkan Bagian UKK berkeinginan untuk menaikkan tingkat pengembalian pinjaman. PT PG menjelaskan kegiatan penagihan dalam rangka pengawasan untuk tercapainya tujuan pembinaan dan pengembangan usaha kecil merupakan salah satu hak PT PG dan tidak bertentangan dengan perjanjian. Pelaksanaan tugas antara bagian UKK PT Petrokimia Gresik dan PT Gresik Cipta Sejahtera belum sepenuhnya sesuai dengan Surat Perjanjian yang berlaku.800.0297/04/TU. Anis.04.

Susunan Pelaksana Program Bina Lingkungan sebagai berikut: Ketua Sekretaris Bendahara Anggota Keuangan. unit pelaksana program BL adalah Biro Humas.04.KEP-236/MBU/2003 tanggal 17 Juni 2003 menyatakan bahwa BUMN wajib melaksanakan Program Bina Lingkungan (BL). Selain mengelola dana program BL. dana program BL adalah dana Pemerintah untuk masyarakat yang pengelolaannya diserahkan kepada BUMN yang bersangkutan.q. Manajemen PT PG juga menetapkan PR-28-1045 tanggal 12 Pebruari 2004 tentang Prosedur Pelaksanaan Program Bina Lingkungan.097/05/TU. : Sekretaris Perusahaan : Kepala Biro Humas : Kepala Biro Keuangan : Kepala Biro/Departemen Terkait Pencatat Pembukuan : Kepala Biro Akuntansi Pelaksana Program Bina Lingkungan bertanggungjawab kepada Direksi c. Selain itu. Biro Humas juga mengelola anggaran dana pembinaan wilayah yang merupakan beban perusahaan. Dengan demikian. Berdasarkan SK Direksi tersebut. d. Untuk mendukung pelaksanakan program BL. S-366/M-MBU/2002 tanggal 6 Mei 2002 dan Keputusan Menteri BUMN No. Program BL adalah program memperdayaan kondisi sosial masyarakat oleh BUMN di wilayah usaha BUMN tersebut melalui pemanfaatan dana dari bagian laba BUMN.BPK RI menyarankan agar Direksi PT PG menyempurnakan klausul dalam Surat Perjanjian yang telah dibuat dengan PT GCS khususnya pasal 1 ayat 3 butir b tentang tugas penagihan. Pelaksanaan Pemberian Bantuan Program Bina Lingkungan Belum Sepenuhnya Sesuai Dengan Ketentuan SK Menteri BUMN No. Direksi PT PG menetapkan SK Direksi No.02/30/SK/2002 tanggal 15 Mei 2002 tentang Susunan dan Tugas Pelaksanaan Program Bina Lingkungan. Direktur 26 BPK-RI/AUDITAMA V .

000. 2) Sebagian besar penyaluran desentralisasi didasarkan pada proposal yang diajukan oleh masyarakat. bulan November 2004 secara uji petik ditemukan pengeluaran sebesar Rp225.195. 27 BPK-RI/AUDITAMA V .000. Prosedur Pelaksanaan Program BL antara lain menyatakan Biro Humas mengevaluasi proposal yang masuk dan menimbang bobot relevansinya atas penggunaan dana BL. bingkisan perangkat desa sebesar Rp8.00.050. d) Bantuan operasional berupa silaturahmi dengan tokoh masyarakat senilai Rp13.00.145.730.250. buka bersama alim ulama sebesar Rp75.000.00 dan Rp44. b) Bantuan pengembangan sarana-prasarana umum berupa pemberian bantuan peringatan HUT RI ke 59 sebanyak 24 kegiatan senilai Rp31.00. 3) Obyek BL dapat dikelompokkan menjadi 5 (lima) yaitu bantuan bencana alam. penyaluran dana program BL dilakukan daerah yang membutuhkan dana BL. bantuan peningkatan kesehatan.00. Berdasarkan penelusuran terhadap dokumen penyaluran dana program BL tidak ditemukan satu dokumen pun tentang evaluasi proposal atau survei lapangan untuk menentukan jumlah pemberian dana BL.070.000.000.Dari hasil pemeriksaan terhadap pengelolaan dana program BL tahun buku 2004 diketahui hal-hal berikut: 1) Penyaluran dana BL dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu sentralisasi dan desentralisasi. Sedangkan desentralisasi. bantuan pendidikan dan atau pelatihan.000.000.00 untuk membiayai beberapa kegiatan yang tidak memenuhi kriteria penggunaan dana BL yaitu: a) Bantuan kesehatan berupa bingkisan pasukan kuning (kebersihan) dan sembako untuk masyarakat dalam rangka HUT PT PG masing-masing sebesar Rp48.00.000. bantuan pengembangan sarana-prasarana umum dan bantuan sarana ibadah.000. Dalam dipandang perlu Biro Humas bersama dengan Unit Kerja yang terkait dapat melakukan survei dan mengevaluasi kelayakan penyaluran.00 dan silaturahmi alim ulama sebesar Rp33. Tujuan cara ini adalah agar penyaluran dana BL dapat dilakukan secara merata.000.d. Sentralisasi adalah pelaksanaan kegiatan BL diselenggarakan di PT PG dengan mengundang masyarakat wilayah Gresik.000. Dari penelusuran dokumen pemberian dana BL s.850. c) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan berkaitan dengan kegiatan haji sebanyak 2 kegiatan senilai Rp46.00.

28 BPK-RI/AUDITAMA V . 2) Berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek bantuan dana BL.433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 dalam menentukan obyek penerima dana BL. pembangunan dan rehabilitasi prasarana dan sarana umum serta pembangunan dan atau rehabilitasi panti asuhan dan panti jompo. Hal tersebut mengakibatkan pemberian bantuan BL sebesar Rp225.145.Obyek bina lingkungan sudah diatur dengan jelas dalam Surat Edaran Menteri BUMN Nomor SE-433/MBU/2003 tanggal 16 September 2003 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Kemitraan BUMN dengan Usaha Kecil dan Program Bina Lingkungan khususnya Bagian II tentang Bina Lingkungan antara lain menyatakan: 1) Bantuan peningkatan kesehatan berupa renovasi balai pengobatan masyarakat dan bantuan untuk kegiatan yang bersifat kesehatan masyarakat.000. 2) Bantuan pengembangan prasarana dan sarana umum berupa rehabilitasi prasarana pendidikan. pengadaan perlengkapan ibadah dan bantuan dana untuk menunjang pelaksanaan kegiatan-kegiatan keagamaan.00 kurang tepat sasaran. PT PG menjelaskan pemberian bantuan BL tersebut di atas dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 3) Bantuan sarana ibadah berupa bantuan pembangunan/rehabilitasi rumah ibadah. Sehubungan dengan pelaksanaan pemberian bantuan masih belum sesuai sasaran dan belum mengikuti ketentuan. maka selanjutnya PT PG akan lebih selektif lagi dalam penggunaan dana program BL. Hal tersebut disebabkan PT PG belum melakukan survai secara memadai dan kurang selektif dalam menentukan obyek penerima dana Program BL. PT PG seharusnya: 1) Melakukan evaluasi untuk menilai kelayakan pemberian bantuan. BPK RI menyarankan pengelola Program BL PT PG selalu melakukan evaluasi proposal bantuan BL dan berpedoman pada Surat Edaran Menteri BUMN No.SE.

02. (2) PT GCS melaksanakan kewajiban tidak sepenuhnya sesuai perjanjian dan (3) PT PG kurang melakukan pengawasan terhadap kelompok peternak penggemukan sapi di Bojonegoro.000. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA 29 BPK-RI/AUDITAMA V . Sedangkan untuk pemeriksaan tahun buku 2002 masih terdapat 1 ( satu) temuan yang masih dalam proses tindaklanjut yaitu terdapat uang pembinaan kemitraan usaha tani yang belum dibayarkan kepada petani dan masih berada di distributor pupuk PT Himikarta senilai Rp16. Tindaklanjut pemeriksaan sebelumnya Dalam pemeriksaan tahun buku 2003 terdapat 3 (tiga) temuan yaitu (1) Pencatatan register proposal kurang lengkap.e.2480/08/KU.00.02/27/DR/2004 tanggal 9 Agustus 2004. Saldo pinjaman tersebut per 31 Desember 2004 sebesar Rp12. terakhir dengan Surat No.575.000.475.00. BPK RI menyarankan agar PT PG segera menindaklanjuti temuan yang masih dalam proses penyelesaian. PT PG terus mengupayakan penagihannya. Ketiga temuan tersebut sudah selesai ditindaklanjuti.

000. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (C+F) Rp 343.948.00 Sektor Pertanian Rp 0.00 Rp Rp 250.00 F.00 E.000.554.026.000.658.397.000.590.886.658.370.773.00 Jumlah pinjaman Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.671.000.635.00 Rp 5.00 Sektor Pertanian Rp 538.000.00 Rp 6.500.00 Sektor Lain-lain Rp 407.000.941.00 Bunga Deposito Rp 565.00 Rp 452.00 Jasa Giro Rp 13.00 Rp 5.286.000.024.203.900.758.00 Rp 1.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Jumlah pinjaman khusus Hibah : Jumlah penggunaan dana C.679.00 39. Pendapatan tahun 2004 : Bunga Pinjaman Rp 438.000.626.00 Rp 4.300. 1 Januari 2004 Alokasi penyisihan laba tahun 2003 Penerimaan pengembalian pokok pinjaman Jumlah dana yang tersedia B.235.824. Sisa dana yang tersedia (A-B) D.00 Sektor Peternakan Rp 688.00 Sektor Perkebunan Rp 0.000.00 Sektor Perdagangan Rp 2.00 Rp Rp 234.590.500.087.00 Beban lain-lain Rp 11.00 Rp -195.00 Rp 217.00 Pendapatan lain-lain Rp 450.546.000.00 Beban monitoring Rp 23.401.874.00 Sektor Jasa Rp 220.000.00 Beban administrasi Rp 48.860.340.470. Beban operasional tahun 2004 : Beban survai Rp 40.011.423.00 Sektor Perkebunan Rp 0.290.00 Beban penagihan Rp 39.Lampiran 1 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKTIVITAS PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.500.00 .000. Dana yang tersedia Saldo awal dana.000.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 616.00 Sektor Perikanan Rp 0.000.00 Beban Rp 53.344.000.000.00 Sektor Peternakan Rp 0.400.000.068.158.068.370. Penggunaan dana Pinjaman : Sektor Industri Rp 1.703.000.00 Sektor Jasa Rp 250.000. Surplus / Defisit (D-E) G.320.829.00 Sektor Perikanan Rp 225.000.

113. Tahun 2004 : Pinjaman : Sektor Industri Rp 7.00 Sektor Perkebunan Rp 0.d.00 Jumlah akumulasi sumber dana s. Akumulasi Penyaluran Dana : Akumulasi Penyaluran Dana s.00 Jumlah pinjaman khusus Rp 400.240.00 Sektor Jasa Rp 400.476.000.d.410.386.000.764.364.710.268.553.227.00 .687.860.674.00 Sektor Lain-lain Rp 1.000. s.000.489.192.d.00 C.053.975.671.249.00 Bunga tabungan Rp 192.000.000.252.616.904. penerimaan pengembalian pokok pinj.461.135.00 Hibah : Rp 1.00 Pinjaman khusus : Sektor Industri Rp 0.00 Sektor Jasa Rp 1.000.190.695.00 Jasa Giro Rp 127.d.679.00 Akumulasi alokasi penyisihan laba s/d tahun 2004 Rp 21.725. Akumulasi Sumber Dana : Rp 20.00 Sektor Perdagangan Rp 0.00 Sektor Perkebunan Rp 0.Lampiran 2 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK LAPORAN AKUMULASI DANA PROGRAM KEMITRAAN UNTUK TAHUN BUKU YANG BERAKHIR TANGGAL 31 DESEMBER 2004 A.00 Sektor Pertanian Rp 16.000.564.492.00 Ak.00 Rp 4.900.100.00 Sektor Perikanan Rp 0.00 Sektor Lain-lain Rp 0.00 Sektor Perikanan Rp 2.323.668. 31 Desember 2004 B.00 Beban Operasional : Jumlah akumulasi penyaluran dana s.947. Saldo akhir dana 31 Desember 2004 (A-B) Rp 39.561.881. tahun 2004 Akumulasi penerimaan pendapatan s.d.525.171.401.00 Sektor Perdagangan Rp 6.00 Jumlah pinjaman Rp 38.00 Sektor Pertanian Rp 0.446.000. tahun 2004 : Bunga pinjaman Rp 1.00 Rp 2.223.971.00 Pendapatan lain-lain Rp 554.500.00 Rp 44.400.00 Sektor Peternakan Rp 2. 31 Desember 2004 Rp 44.000.504.000.00 Sektor Peternakan Rp 0.020.447.

00 4.00 0.190.00 0.000.00 0.489.447.00 2.000.00 7.525.000.00 0.00 1.240.00 0.00 Perdagangan 5.000.00 0.00 0.000.048.d.000.00 0.00 0.00 0.000.00 4.00 254.00 2.00 0.00 Jumlah 32.765.00 0.000.000.971.00 0.000.447. Jawa Barat 4.00 425.500.00 407.00 0. Bali 5.00 0.641.904.00 38.00 0.446.00 Pertanian 12.065.00 0.000.00 250.00 0.500.00 E K T O R Perikanan 2.00 245.00 0.00 407.Lampiran 3 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK PENYALURAN PINJAMAN DANA PROGRAM KEMITRAAN MENURUT WILAYAH DAN SEKTOR USAHA s.240.00 0. Wilayah Binaan S Industri 7.905.000.403.240.000.00 0.00 1.00 0.261. Jawa Tengah 3.000.000.053.00 6.564.564.000.088.00 0.047.000.000. Lain-lain Total pinjaman .000.00 Peternakan 2.020.500.00 4.00 1.00 0.00 16.00 0.687.00 Perkebunan 0.00 245.00 0.00 0.00 0. 31 DESEMBER 2004 Rupiah No. Jawa Timur 2.000. Nusa Tenggara Barat 6.00 0.000.780.000.471.280.000.00 0.900.00 0.025.047.00 0.00 425.190.561.500.000.446.135.228.000.904.000.00 Lain-lain 1.000.00 Jasa 1.00 175.192.000.500.00 0.000.00 0.900.000.

011.609.00 Rp 0.973.557.00 Rp Rp 0.00 1.087.664.100.417.364.888.484.00 .00) Rp Rp 16.252.227.00 0.888.00 Rp Rp 0.000.00 Rp 16.00 0.00 Rp 0.00 0.888.784.00 (381.901.00 0.Lampiran 4 PROGRAM KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN PT PETROKIMIA GRESIK NERACA PROGRAM KEMITRAAN PER 31 DESEMBER 2004 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Rp Bank Rp Piutang Pinjaman Mitra Binaan Rp Revolving Rp 38.417.860.00 16.243.011.011.590.888.00 16.181.00 Cicilan Revolving Rp 21.00 Piutang Net Rp Jumlah Aktiva Lancar Aktiva Tetap Kendaraan Rp Inventaris Kantor Rp Aktiva Tetap Lainnya Rp Nilai Perolehan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku Aktiva Tetap Aktiva Lain-lain Piutang Bermasalah Rp Jumlaah Aktiva Lain-lain Jumlah Aktiva KEWAJIBAN DAN EKUITAS Kewajiban Kewajiban Lancar Kewajiban Tidak Lancar Jumlah Kewajiban Ekuitas Saldo Awal Ekuitas Alokasi Laba Tahun Berjalan Surplus (defisit) Jumlah Ekuitas Jumlah Kewajiban dan Ekuitas Rp Rp 0.00 0.417.00 Rp Rp Rp 16.011.00 0.00 0.848.417.00 16.00 0.00 39.401.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful