P. 1
Sekilas Informasi ttg Gereja Lokal Keuskupan Denpasar

Sekilas Informasi ttg Gereja Lokal Keuskupan Denpasar

|Views: 31|Likes:
Dipublikasikan oleh Komsos - AG et al.
dari dokumen arsip UNIO Indonesia
informasi selengkapnya lihat: http://www.unio-indonesia.org
dari dokumen arsip UNIO Indonesia
informasi selengkapnya lihat: http://www.unio-indonesia.org

More info:

Published by: Komsos - AG et al. on Sep 16, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2012

pdf

text

original

SEKILAS INFORMASI TENTANG GEREJA LOKAL KEUSKUPAN DENPASAR Wilayah Keuskupan Denpasar meliputi 3 pulau yaitu pulau Bali

, Lombok dan Sumbawa. Menurut pembagian wilayah pemerintahan, Keuskupan Denpasar meliputi 2 wilayah propinsi yaitu Propinsi Bali dan Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Propinsi Bali memiliki 8 kabupaten dan 1 kotamadya sedangkan Propinsi NTB memiliki 6 kabupaten dan 1 kotamadya. Kenyataan ini menunjukkan bahwa wilayah Keuskupan Denpasar cukup luas, terbentang mulai dari Bali Barat hingga Sape di ujung timur pulau Sumbawa. Pusat Keuskupan (Kantor Keuskupan) berada di kota Denpasar, maka Keuskupan ini dikenal dengan nama Keuskupan Denpasar. Setelah mengadakan Sinode I Keuskupan Denpasar pada bulan Januari 2001 yang lalu, wilayah Keuskupan Denpasar terbagi dalam 3 dekenat yaitu Dekenat Bali Barat, Dekenat Bali Timur dan Dekenat Nusa Tenggara Barat (NTB). Dan terdapat 21 paroki dan 3 stasi mandiri. Dari 21 paroki ini, 9 paroki berada di wilayah Dekenat Bali Timur, 5 paroki di Dekenat Bali Barat dan 7 paroki di dekenat NTB. Setiap paroki sesuai dengan keadaan dan kemampuannya telah berusaha untuk memekarkan diri dengan membentuk lingkungan-lingkungan atau sektor-sektor dan komunitas-komunitas basis gerejawi untuk memudahkan pelayanan dan meningkatkan keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja. Dalam menggembalakan umat di Keuskupan Denpasar ini Bapak Uskup dibantu oleh 44 orang imam, yang terdiri dari 26 orang imam diosesan, 14 orang imam SVD, 1 orang imam CDD, 1 imam OCD dan 2 imam O’Carm. Mengingat wilayah Keuskupan Denpasar yang cukup luas dan jumlah tenaga imam yang sangat sedikit maka masih ada paroki/stasi yang belum mempunyai imam sendiri. Bahkan masih ada imam yang menjabat sebagai pastor paroki di dua tempat. Ada 17 biara/tarekat suster yang berkarya di Keuskupan Denpasar. Biara/tarekat itu adalah AK, CB, CIJ, JMJ, PRR, RVM, OSF, SSpS, SPM, FdCC, MBC, Brigit’s Sister, Suster-suster Katekis, SCMM, OP, SMI, SFsc. Suster-suster ini berkarya di bidang pendidikan, kesehatan, pastoral dan karya-karya sosial, dan 2 orang bruder SVD. Karya Pastoral di Keuskupan Denpasar juga didukung oleh 18 orang tenaga katekis. Katekis-katekis ini ada yang bertugas di paroki sebagai Katekis Paroki dan ada yang bertugas di Kantor Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar yang menangani 13 komisi. Perkembangan jumlah umat Katolik di Keuskupan Denpasar cukup pesat, khususnya di daerah-daerah perkotaan seperti kota Denpasar dan kota Mataram. Hal ini terjadi karena Kota Denpasar dan Kota Mataram merupakan pusat pariwisata, bisnis dan kota tujuan para pelajar. Meski demikian bila dibandingkan dengan jumlah penduduk keseluruhan maka jumlah umat

Katolik, baik di Bali maupun di NTB tergolong minoritas. Secara keseluruhan, berdasarkan Data Umat Keuskupan Denpasar tahun 2008, umat Katolik di Keuskupan Denpasar berjumlah 36.025 orang. Yayasan yang menunjang karya kerasulan Gereja Keuskupan Denpasar ada 9 yayasan, yakni 4 yayasan berkarya di bidang pendidikan dan 5 yayasan bergerak di bidang kesehatan. Juga ada seminari yakni Seminari Menengah Roh Kudus Tuka, yang mendidik calon-calon imam dari Keuskupan Denpasar dan lain-lain. Dalam bidang karya sosial ada 3 panti asuhan yang dikelola oleh para suster, lima Panti Penitipan Anak (TPA) dan satu koperasi simpan pinjam yang lebih dikenal dengan nama KOPDIT Artha Bhakti Asih, yang anggotaanggotanya selain para romo, karyawan keuskupan dan karyawan yang bekerja di unit-unit di bawah naungan keuskupan, juga terbuka untuk kalangan umum. Setelah kurang lebih satu tahun umat Keuskupan Denpasar kehilangan Gembalanya, Mgr. Benyamin Yosef Bria, Pr yang dipanggil Tuhan pada tanggal 18 September 2007 yang lalu, kini Umat Keuskupan Denpasar sudah mempunyai seorang Gembala yang baru, yakni, Mgr. DR. Silvester San Pr, Klerus Keuskupan Agung Ende, yang diangkat oleh Takhta Suci untuk menjabat sebagai Uskup Denpasar. Kabar gembira ini diumumkan pada tanggal 22 November 2008, dan upacara pentahbisannya dilaksanakan pada tanggal 19 Februari 2009 di Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->