Anda di halaman 1dari 6

KONVERSI ENERGI ANGIN

DISUSUN OLEH: NYIMAS FEBRIKA 08101003057 MIPA KIMIA

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SRIWIJAYA

I. PENDAHULUAN

Pencemaran di Indonesia sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Asap dari kendaraan bermotor juga ikut dalam proses pencemaran lingkungan. Sehingga dapat dikatakan bahwa sumber energi yang bersumber dari bahan bakar fosil dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, para peneliti bekerja keras untuk menemukan sumber eneriyang ramah lingkungan. Energi angin merupakan energi yang bersih karena tidak menghasilkan polusi dan juga merupakan energi terbarukan dan di alam tersedia banyak. Hal ini mendorong para peneliti melakukan penelitian terhadap potensi angin yang terdapat di alam. Oleh karena itu dengan kita ketahui proses koversi energi angin menjadi energi mekanik dapatmenjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan energi angina menjadi salah satu sumber energy yang tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan. Angin adalah udara yang bergerak dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang rendah, yang terjadi di alam. Udara yang bergerak tersebut mempunyai massa, kerapatan dan kecepatan. Sehingga dengan adanya faktor faktor tersebut angina mempunyai energi kinetik dan potensial. Tetapi faktor kecepatan mendominasi posisi massa terhadap bumi sehingga energi kinetik angin lebih dominan dari pada energi potensialnya.

II. ISI
Ditempat yang hangat udaranya akan mengembang dan mempunyai tekanan udara yang lebih rendah disbanding udara ditempat yang gelap atau dingin. Sehingga pemanasan yang tak merata dari permukaan bumi menimbulkan perbedaan tekanan sehingga menyebabkan angin. Perbedaan angin dapat dibagi menjadi:
-

Angin lokal, seperti angin darat, angin laut, angin lembah dan angin gunung Angin musim (di Indonesia), seperti angin musim timur dan angin musim barat Angin global, seperti angin geostropik dan angina gradien Tenaga angin telah lama di manfaatkan di Indonesia sejak ratusan atau munhkin ribuan

tahun lalu khususnya untuk menggerakkan kapal layar sampai sekarang dan banyak dilihat sekarang dalam tambak tambak ikan di tepi pantai untuk menggerakkan baling baling untuk menjalankan pompa air. Energi angin merupakan energi yang ramah lingkungan karena ditenagai oleh angina, sumber energi ini tidak mengotori udara seperti pembangkit yang menggunakan pembakaran bahan bahar fosil seperti batu bara atay gas alam. Energi angin bergantung pada tenaga angina yang dapat di perbarui dan dari sisi keekonomian energi angina merupakan salah satu teknologi energi terbarukan yang paling murah saat ini.
\

III. PEMBAHASAN
Saat ini kita merasa prihatin dengan penggunaan pembangkit listrik yang masih menggunakan pembangkit listrik yang berbahan bakar fosil. Padahal di nergara ini banyak terdapat sumber energy yang terbarukan yang belum dimanfaatkan secara optimal seperti energy angin. Angin merupakan salah satu bentuk energy yang tersedia di alam. Pembangkit listrik tenaga angin mengkonversikan angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan. Adapun syarat syarat dan kondisi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik yaitu angin kelas 3 merupakan batas minimum dan angin kelas 8 merupakan batas maksimum energi angin yang dapat digunakan untuk menghasilkan energi listrik. Pemanfaatan energi angina merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang pada saat ini. Berdasarkan data dari WWEA ( WorldWind Energy Association ) sampai tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin angin mencapai 93.85 GW, menghasilkan 1 % dari total kelistrikan secara global. Di Indonesia potensi angin jika dimanfaatkan secara optimal akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kita antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTA). PLTA adalah alat yang dapa merubh energi angin menjadi energi listrik dengan memanfaatkan perputaran baling baling kincir angin sehingga menggerakkan generaptor yang ada didalamnya. Jika ditinjau dari syarat-syarat yang di perlukan untuk mendirikan PLT Angin dari segi kecepatan angin, maka kecepatan angin rata-rata di seluruh Indonesia kira-kira 3 meter per detik, kecepatan angin tersebut cukup untuk menggerakkan turbin kincir angin dengan kategori skala kecil. Turbin jenis ini cocok untuk digunakan di pesisir pantai, pegunungan bahkan di dataran rendah ataupun tinggi asalkan kecepatan angin rata-ratanya minimal 3 meter/detik.

IV.

PENUTUP

Kesimpulan
Angin merupakan udara yang bergerak dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang rendah, yang terjadi di alam. Udara yang bergerak tersebut mempunyai massa, kerapatan dan kecepatan. Sehingga dengan adanya faktor faktor tersebut angina mempunyai energi kinetik dan potensial. Tetapi faktor kecepatan mendominasi posisi massa terhadap bumi sehingga energi kinetik angin lebih dominan dari pada energi potensialnya. Hal ini yang menyebabkan energi angin dapat menghasilkan energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir angin. Dimana cara kerjanya cukup sederhana antara lain energi angin yang digunakan untuk memutar turbin diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin, sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi listrik ini biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2012.Konversi Energi Angin.http://www.scribd.com/23628350/Konversi-Energi-Angin Ezkhel.2011.Pembangkit Listrik Angin.http://ezkhelenergy.blogspot.com/2011/07/pemb


angin.html

Tenaga
angkit-listrik-tenaga-

Soetadji, Nanang Soesetyo, Ir.2012.http://www.alpensteel.com/article/47-103-energi-angin--windturbine--wind-mill/2962--pemanfaatan-energi-angin-dapat-dimanfaatkan.html