Anda di halaman 1dari 2

2.

3 Kesetaraan dalam Kehidupan Bermasyarakat Tuntutan kesetaraan mungkin belum beberapa abad terakhir ini dimulai oleh manusia.Tentunya seruan dengan suara kecil malah yang hamper tidak terdengar, pada ribuantahun yang lalu suda ada. Tingkatanya rakyat jelata, tetapi berkeinginnan agar menjadiseapadan dengan para bangsawan, dengan para orang kayaserta berkuasa bahkan memjadianggota kalangan sang bagianda raja. Kalau kita mau memikirkan matang-matangkeinginanuntuk setara itu, biasanya dan selalu dating dari pihak yang kurang beruntunguntuk menyamai kaum yang sedang atau sudah beruntung .Sudah adakah yang sebaliknya ? mungkin saja pernah ada dan contohnya bisa kitaambil misalnya saja seorang raja yang ingin hidup seperti rakyat biasa, seorfangpefmimpin atau khalifah yang amat merakyat. Mungkin yang dijalani oleh SiddhartaGautama Budha adalah seperti itu, seorang yang dilahirkan sebagai anak seorang rajaSuddhodana yang memimpin bangsa Shakya. Daerah kekuasaan sang raja Suddhodana,terletak didaerah yang pada jaman sekarang dikenal dengan Negara Nepal. Presiden iranachmad dinejad adalah contoh lain yang paling mengena. Seorang penguasa seperti diamasih hidup dirumahnya yang kecil sejak dia masih dosen, tidur bukan diatas temapattidur, tetapi diatas kasur yang digelar dilantai, kalau bersembahyang didalam masjid, diaduduk dimana saja, di tengah jamaah lain, tidak menuju shaf paling depan seperti presidenIndonesia yang selalu begitu. Kalau sekarang ini ada yang meneriakkan kesetaraan mungkin sekali adalah karena jurang yang memisahkan kaum yang merasa dirinya tidak setara dengan kaum yang ingindisetarai, semakin suram dan semakin lebar saja. Kesetaraan ini tidak akan muncul danberkembang dalam susunan masyarakat yang didirikan diatas paham dominasi dankekuasaan satu kelompok terhadap kelompok yang lain. Republic kita yang sudahberumur tua untuk ukuran manusia, 65 tahun saja tidak ada keadilan dalam kehidupanberbangsa. Keadaan adil dan makmur yang menjadi idaman seluruh rakyat Indonesia tidak pernah datang sampai sekarangdan kemungkinan besar di masa yang akan dating nanti. Untuk mencapai kesetaraan itu sebaiknya dengan cara menaikkan derajat, peringkat,kondisi serta kemampuan setiap perorangan ketingkat yang diingininya dengan upayasendiri-sendiri untuk tahap awal. Ini adalah satu-satunya jalan. Jangan mengajak temansejawat terlebih dahulu hanya untuk membentuk mass-mass forming. mass formingsepereti ini akan menjadi solid-utuh kalau para pemebentuknya memang memiliki peringkat yang setara. Kalau isi para pembentuknya tidak sama kemampuannya, visinyadan tugasnya maka masa yang dibentuknya akan tidak utruh serta mudah tercerai-berai.Yang memilukan adalah bahwa setiap orang yang menpunyai ambisi untuk menggerakkanmassa untuk mencapai kesetaraan, kurang mengamati sekelilingnya sendiri.

Dengan identitas pluralis dan multikulturalis itu bangunan interaksi dan relasi antaramanusia Indonesia akan bersifat setara. Paham kesetaraan akan menandai cara berfikir danperilaku bangsa Indonesia, apabila setip orang Indonesia berdiri di atas realitas bangsanyayang plural dan multicultural itu. Identitas kesetaraan ini tidak akan mucul danberkembang dalam susunan masyarakat yang didirikan diatas paham dominasi dankekuasaan satu kelompok terhadap kelompok yang lain. Kesetaraan merupakan identitasnasional Indonesia. 2.4 Pengaruh Keragaman Terhadap Kehidupan Beragama, Bemasyarakat, Bernegara, danKehidupan Global Pengaruh keragaman diantaranya adalaha: a) Terjadinya segmentasi kedalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki kebudayaanyang berbeda. b) Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat nonkomplemeter. c) Kurang mengembangkan konsesus diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosialyang bersifat dasar.d) d) Secara relatif sering kali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya.e e) Secara relatif intergrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan didalambidang ekonomi. f) Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.

Jika keterbukaan dan kedewasaan sikap dikesampingkan, besar kemungkinan tercipta masalahmasalah yang menggoyahkan persatuan dan kesatuan bangsa seperti : 1) Disharmonisasi, adalah tidak adanya penyesuaian atas keragaman antara manusia dengandunia lingkungannya. 2) Perilaku diskriminatif terhadap etnis atau kelompok masyarakat tertentu akan memunculkanmasalah yang lain, yaitu kesenjangan dalam berbagai bidang yang tentu saja tidak menguntungkan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. 3) Eksklusivisme, rasialis, bersumber dari superioritas diri, alasannya dapat bermacammacam,antara lain keyakinan bahwa secara kodrati ras/sukunya kelompoknya lebih tinggi dariras/suku/kelompok lain. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperkecil masalah yang diakibatkan olehpengaruh negative dari keragaman, yaitu : 1) Semangat Religius 2) Semangat Nasionalisme 3) Semangat Fluralisme 4) Dialog antar umat beragama 5) Membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antaragama, media, masa, dan harmonisasinya.