Anda di halaman 1dari 14

Tes Kehamilan Ascheim dan Zondek pd thn 1927 menemukan human chorionic gonadotropin (HCG) dlm urine ibu

hamil. Hormon HCG disekresi oleh placenta masuk dalam darah disekresi dlm urine wanita hamil. Dasar tes kehamilan untuk mendeteksi adanya hormon HCG. HCG merupakan hormon glikoprotein yg disekresikan oleh sel trophoblas yg scr struktural mirip dg hormon glikoprotein yg disekresikan oleh hipofise anterior. Mempunyai 2 sub unit yakni alfa dan beta sub unit . Alfa sub unit mempunyai sifat yg sama dg semua alfa sub unit hormon glikoprotein lain nya ( FSH,LH,TSH) shg tidak spesifik. Beta sub unit menunjukan aktifitas biologik dan merupakan hormon glikoprotein yg imunologiknya spesifik untuk hormon tersebut dg demikaian beta sub unit dpt digunakan untuk menilai spesifisitas hormon tersebut. Pd kehamilan HCG mulai disekresikan pada hari ke 20 setelah hari pertama menstruasi atau 8 hari setelah ovulasi, Konsentrasi HCG meningkat terus dan mencapai puncaknya pada mg 10-12 kehamilan, Kadar HCG urine pada trimester ke 1 (hari 35-100) max 250IU/ml dengan rata-rata antara 25-50 IU/ml. Jika kadar HCG melebihi 250 IU/ml mengindikasikan adanya penyakit-penyakit molahidatidosa, korioepitelioma, koriocarsinoma. Placental hormones: During early pregnancy, HCG is secreted by the syncitial trophoblasts. Later, the placenta secretes estradiol, progesterone, relaxin and somato-mammotropin. Fungsi HCG Memacu ovulasi, Memacu luteinisasi, Selama kehamilan memperpanjang umur dan fungsi korpus luteum untuk mensekresikan progesteron dan esterogen yang berfungsi untuk mempertahankan fungsi endometrium dan mencegah menstruasi, Sekresi HCG penting untuk memelihara kehamilan pada trimester ke 1, Memacu sel interstitiel Leydig testis sehingga mensekresi hormon testosteron Ada 2 macam Percobaan Percobaan Hayati: Menggunakan hewan seperti Galli Maini test Percobaan immunologi, dalam hal ini reaksi antigen antibodi seperti: Pregnosticon Plano Test :aglutination inhibition test, Neoplanotest Duclon :aglutination test, Strip Pregnancy Test, Ovulasi test A.Galli Mainini Suntikkan 3-5 ml urine bumil ke dalam kantung getah bening katak (saccus lymphaticus), Kemudian katak dimasukkan ke dalam bekker glass dan ditutup dan ditunggu selama 1-3 jam, Ambil katak tersebut dan keluarkan urine katak tersebut di atas plat kaca kering , Ambil 1-2 tetes urine dengan pipet dan teteskan di atas obyek glass dan ditutup dengan deck glass, Periksa dengan mikroskrop, Bila ada spermatozoa berarti positif test (wanita tersebut ada kemungkinan hamil). Strip Pregnancy Test Strip Pregnancy Test merupakan test immunologi untuk mendeteksi adanya HCG dalam urine wanita hamil, Pada strip test terdapat dua garis yaitu:Garis kontrol yang berisi antigen dan antibody terhadap HCG sehingga akan selalu muncul baik ada maupun tidak ada antigen (HCG). garis ini digunakan sebagai indikator untuk menunjukkan apakah strip tes ini bekerja dg baik atau tidak . Jika garis kontrol tidak tampak maka strip test tdk dapat digunakan , Sedang garis test hanya berisi antibody terhadap HCG sehingga hanya akan muncul bila ada antigen (HCG) dalam urine. Strip Pregnancy Test Akurasi tes ini tinggi sp 98% bila digunakan scr benar. Murah, Mudah, Test kehamilan mampu mendeteksi adanya HCG urine dg kepekaan 25mIU/ml, Pada wanita hamil hari pertama tidak mendapat haid kadar HCG mencapai 100mIU/ml Cara Kerja Tampung urine segar (urine pagi hari setelah bangun tidur) dalam beker glass, Celupkan strip test ke dalam urine sesuai dengan tanda panah batas garis maksimum selama 30-60 detik. Angkat strip, tunggu 1-3 menit, baca hasilnya. Pembacaan Hasil

Jika muncul dua garis merah, hasil : positif, artinya anda hamil, Jika muncul satu garis merah,hasil; negatif,artinya anda tidak hamil, Invalid : bila tidak ada garis merah baik pada kontrol band atau test band. Ovulation/LH Test Strip Alat untuk mengetahui masa subur (ovulasi) wanita dengan cara mendeteksi Luteinizing Hormon (LH) pada air kencing. Dalam satu siklus menstruasi seorang wanita subur, ovulasi diperkirakan akan terjadi pada hari ke 14. Untuk siklus menstruasi rata-rata 30 hari. test urine dilakukan mulai hari ke 13 dan hari berikutnya sampai di dapat hasil yang positif (5hari bertutur-turut). Bila hasil positif maka ovulasi akan terjadi 24 jam berikutnya dan itu adalah hari yang paling subur bagi seorang wanita. Dengan ovulation test wanita dapat merencanakan kehamilan secara mudah, cepat dan akurat. Cara Kerja Tampung air kencing pada wadah yang bersih dan kering , Sobek sachet dan ambil strip test, silika gel dalam sachet tidak digunakan hanya berfungsi sebagai pengering untuk menyerap kelembaban. Lakukan test pada pagi hari dengan cara mencelupkan strip test pada urine sampai batas MAX. Celupkan selama 35-45detik, letakkan pada tempat yang rata. Baca hasil dalam jangka 3-5 menit. Positif : bila timbul 2 garis merah pada kontrol band dan test band. Negatif : bila hanya tampak 1 garis merah pada kontrol band atau garis merah tidak jelas pada test band. Invalid : bila tidak ada garis merah pada kontrol band atau test band. Leydig Cells They are equipped to produce steroid because they have numerous mitochondria, a prominent smooth ER, and conspicuous lipid droplets. Leydig cells have LH receptors, and the major effect of LH is to stimulate androgen secretion via CAMP dependent mechanism, The main product is testosteron, but two other androgens of less biological activity , DHEA and androstenedione, There are bi-directional interactions between Sertoli and leydig cells. The Sertoli cell is incapable of producing testosterone but contains testosterone receptors as well as FSH dependent aromatase. The leydig cell does not produce estradiol but contain receptors for it, and estradiol can suppress the response of the leydig to LH. Testosterone diffuses from the leydig cells, crosses the basement membrane, enters the sertoli cell, and bind to ABP as a result,androgen level can reach high local concentrations in the seminiferous tubules. Testosterone is obligatory for spermatogenesis and proper functioning of sertoli cells.

VIRUS YANG BERPENGARUH PADA KEHAMILAN HUMAN HERPES VIRUS Human Herpes Virus type 1 and type 2 (Herpes Simplex Virus type 1 and type 2), Varicella-Zoster Virus (HHV-3), Epstein-Barr Virus (HHV-4), Cytomegalovirus (HHV-5), Human Herpesvirus 6 (HHV-6) , Human Herpesvirus 7 (HHV-7) , Human Herpesvirus 8 (HHV-8) STRUKTUR & KOMPOSISI Virion : Bulat, diameter 120-200nm, Kapsid ikosahedral, 100nm, Genom : dsDNA, linear (Kelas I), Berkembang biak pd inti sel host, inklusi Cowdry tipe A, Tegument , Envelope-unsur lipid, Spike (glikoprotein) , Enzym polymerase DNA & timidin kinase , When the envelope breaks and collapses away from the capsid, negatively stained virions have a typical "fried-egg" appearance KLASIFIKASI Herpesvirus (Sitolitik, tumb cepat, siklus replk + 18 jam, Infeksi laten : saraf, HSV-1, HSV-2, VZ virus, (HHV-8)) Herpes virus(Sitomegalik, tumb lambat, siklus replk > 70 jam, Infeksi laten : kelenjar sekretorik, ginjal, sel limforetikuler , CMV (HHV-6, HHV-7)) Herpes virus(siklus pertumbuhan bervariasi, limfoproliferatif , EB virus (HHV-6, HHV-7)) HERPES SIMPLEK VIRUS (HHV-1 & HHV-2) HSV-1 : Genom 152 kbp , G & C : 68,3%, Infeksi mulut, mata, SSP , Laten : ganglia trigeminal, Usia infeksi I : anak kecil , Penularan : kontak (air liur yg terinfeksi), ciuman, droplet infeksi (orofaring)

HSV-2 :Genom 152 kbp , G & C : 69%, Infeksi kelamin, Herpes neonatorum, mungkin berperan pd Ca cervix & vulva, Laten : ganglia sacral, Usia infeksi : dewasa muda, Penularan : seksual (sekresi genital), infeksi kelamin ibu ke anak yg baru lahir Replikasi HSV : Interaksi glycoprotein dengan reseptor seluler : Attachment: gC + heparan sulphate (HS) + gB&gD, Perubahan gD diikuti interaksi gD dg gH/gL heterodimer (complex), Fusi gH/gL complex & gB memungkinkan penetrasi ke dalam sel, gE/gI complex & gM + reseptor sambungan antar sel untuk memfasilitasi penyebaran virus, gK : envelop kapsid virus + transport virion ke permukaan sel dan pelepasannya, Fungsi gJ dan gK (?), Interaksi sel non neuron oleh HHV-1 menyebabkan degradasi mRNA host & menghentikan sintesis protein host Sifat biologi yang unik :Neurovirulensi, Latensi : HSV-1 ganglion trigeminal, HSV-2 ganglion sakral S2-S5., Reaktivasi dan replikasi laten HSV Perubahan Histologi Pembengkakan sel yang terinfeksi, Pembentukan badan inklusi dlm inti Cowdry tipe A, Pembentukan sel datia berinti banyak (polikaryosit). Cairan edema menumpuk di antara lapisan epidermis & dermis. Cairan vesikuler ini terdiri dari sel-sel yang bebas virus, sisa-sisa sel, sisa-sisa sel peradangan. Di kulit cairan tersebut diabsorbsi membentuk keropeng, & lesi sembuh tanpa jaringan parut EPIDEMIOLOGI : Manusia host alamiah, 50% orang dewasa punya antibody, Terinfeksi pada awal-awal tahun kehidupan, Insiden terbanyak HSV-1 = 6 bulan-3 tahun, HSV-2 berhubungan PHS, HSV-2 lebih sering kambuh daripada HSV-1, Infeksi I sebelum hamil 20 mg : abortus spontan, + 70% herpes neonatal dilahirkan dari wanita yang tidak memiliki riwayat herpes genital dan bersifat asimptomatik pada saat persalinan, Untuk menimbulkan infeksi, virus harus menembus permukaan mukosa/kulit yang terluka. Perkembangbiakan virus terjadi pertama kali di tempat infeksi. Virus lalu memasuki ujung syaraf setempat dan dibawa melalui aliran akson retrograd ke akar ganglion dorsalis, tempat terjadi perkembangbiakan selanjutnya, dan bersifat laten. Infeksi HSV primer biasanya ringan, sebagian besar asimptomatik. Penyebaran ke organ-organ lain dapat terjadi jika sistem imun inang terganggu INFEKSI PRIMER A. Stomatitis Herpetika/Penyakit orofaring/ Ginggivostomatitis Inokulasi biasanya melalui ciuman, Hampir selalu oleh HSV-1, Sering tjd pd anak kecil, Pd org dewasa : + faringitis, tonsilitis, limfadenopati B. Keratokonjungtivitis tidak secara langsung (Kelainan yg timbul mrpkn reaksi thd replikasi virus dan atau gangguan imunitas kornea dan iris), HSV-1 menimbulkan keratokonjungtivitis yg berat. Lesi mata yg berulang tampak sbg keratitis dendritik atau ulkus kornea atau sebagai vesikel pd kelopak mata C. Herpes Genital HSV inaktif pd suhu kamar & suasana kering, Thd bila sel epitel mukosa saluran genital terpajan virus yg tdpt dlm lesi/sekret genital org yg terinfeksi atau melalui mikrolesi pd stratum korneum , Biasanya HSV-2, 20-30% HSV-1, Sering komplikasi SSP & superinfeksi jamur. INFEKSI LATEN : Virus menetap sampai akhir hidup inang. Reaktivasi : sinar matahari, stres, sakit demam, menstruasi, imunosupresif, trauma mekanik (fraktur oro-facial atau karena operasi), bahan kimia, hormon, transplantasi organ, iradiasi sinar-X, khemoterapi, Imunitas spesifik tidak dpt mencegah kembali aktifnya virus, Manifestasi : cold sores, recurrent herpes genital, dan keratitis IMUNITAS : imun humoral : pengendalian infeksi. imun seluler : pencegahan & penyebaran infeksi, mengawasi replikasi virus , Yang berperan dlm penghindaran virus thd imun host : (unique long gene-12, Virus Infected Cell-Protein (ICP47), Virion Host Shut-off Protein ) DIAGNOSIS LABORATORIUM 1. Visualisasi partikel virus: Cairan vesikel, preparat potongan jaringan 2. Sitologi

Pewarnaan Tzanck : badan inklusi nuklear eosinofilik dikelilingi halo terang dg marginalisasi kromatin pd membran nuclear, Pewarnaan Giemsa/Papanicolaou : badan inklusi intranuklear atau sel raksasa berinti banyak , Sensitivitas : 60-70% 3. Deteksi Antigen virus Antigen virus dapat dideteksi scr langsung pd sel dari spesimen dg metode imunofluoresen atau imunoperoksidase, Untuk penderita asimptom : ELISA + kultur 4. Deteksi Genom virus PCR biasa, PCR insitu, Konsensus di Eropa 1996 : PCR utk diagnosis Ensefalitis herpes & evaluasi pengobatan Asiklovir 5. Isolasi virus diagnosa pasti : diisolasi dari lesi herpetik (kulit, kornea, atau otak), Inokulasi : pocks putih berkilat tidak nekrosis pd selaput korioalantois , Kultur sel : MRC5 (sel fibroblas diploid manusia) : efek sitopatik sbg kelompok sel berbentuk balon 1-4 hari inkubasi 6. Serodiagnosis Sering tidak mempunyai arti (Ab spesifik HSV pd periode simptomatik infeksi primer belum diproduksi, shg tdk dpt digunakan utk penentuan terapi pd kasus darurat), Antibody 4-7 hari setelah infeksi, puncaknya dalam 2-4 minggu, Uji Nt, CF, ELISA, radioimunoasai, imunofluoresensi , Tdk dpt utk dx infeksi aktif HSV genital/ensefalitis krn tdk tjd perubahan titer Ab pd saat tjd reaktivasi PENGOBATAN Asiklovir Keuntungan : menekan aktivasi infeksi herpes laten pd pasien dg gangguan imunitas, memendekkan masa penyebaran virus, mengurangi nyeri pd lesi, memendekkan waktu penyembuhan, & efektif dlm menurunkan kejadian kambuhan dari herpes genital. asiklovir tdk mencegah penetapan bentuk laten. Famsiklovir, Valasiklovir, Vidarabin, Foskarnet Topikal : Asiklovir, Fluorotymidine, interferon alpha, foscanet cream 1%, cidovofir gel 1% CYTOMEGALOVIRUS(HHV-5) SIFAT VIRUS Efek sitopatik yang khas. pembentukan benda inklusi basofil di dalam inti sel host. Replikasi berjalan sangat lambat. Infeksi menyebar dari sel ke sel, sehingga diperlukan waktu beberapa minggu agar seluruh lapisan tunggal terkena PATOGENESIS & PATOLOGI Penularan : kontak erat dg bahan yg terinfeksi. melalui urin, ludah, percikan dahak, melalui saluran nafas dan melalui plasenta. Virus dpt dilepaskan scr intermitten dari faring & dlm urin selama berbulanbulan atau bertahun-tahun setelah infeksi primer, Kerusakan jaringan yang timbul akibat efek sitopatik langsung & dapat juga karena respon imun langsung. Mekanisme : pelepasan & produksi sitokin yang berlebihan. Kerusakan jaringan juga dapat berasal dari CD8+ cytotoxic limfosit T yg bereaksi langsung terhadap infeksi CMV pd sel sasaran GAMBARAN KLINIK Infeksi primer : sindroma mononucleosis infeksiosa. Pada penderita dengan fungsi imun yang terganggu, sering terjadi pneumonia interstitisial, gastroenteritis, infeksi yang menyebar, dan korioretinitis yang sering menyebabkan kebutaan yang progresif. Kolon merupakan tempat pada saluran cerna yang paling sering terkena. Infeksi bawaan dapat menyebabkan kematian janin dalam rahim. Infeksi sitomegalovirus pada bayi baru lahir ditandai dengan keterlibatan sistem saraf pusat dan sistem retikuloendotelial, Bayi dg penyakit inklusi sitomegalik kebanyakan pd waktu lahir terlihat normal, namun 90% akan mendapat cacat SSP, kehilangan pendengaran berat, abnormalitas okuler, & retardasi mental. Bayi dg infeksi CMV kongenital subklinik 10%-nya akan menjadi tuli. Banyak wanita yg telah terinfeksi mengalami reaktivasi & mulai mengeluarkan virus dari serviks selama kehamilan Pd saat persalinan bayi mjd terinfeksi (meskipun memiliki titer Ab ibu yg tinggi yg didapat dari plasenta) IMUNITAS Tanda penting : cytomegalic inclusion-bearing cell. Netralisasi antibodi terhadap VCM menurunkan efisiensi dari transmisi virus dan menurunkan gejala klinik. Imunitas seluler mengendalikan replikasi virus. Antibodi dlm ASI tidak mencegah penularan infeksi terhadap bayi yang menyusui. Antibodi ibu

hanya bersifat melindungi terhadap perkembangan penyakit, tidak dapat mencegah terjadinya penularan virus DIAGNOSIS LABORATORIUM Spesimen yg diambil sesuai dg gejala klinik = Urine, biopsi (hepar, serebral, digestif, paru, dll), spesimen tenggorokan, serviks uteri, bilas bronkoalveolar, CSS, cairan amnion, dsb, Spesimen utk kultur harus dimasukkan ke dlm media transport (kecuali CSS), suhu 40C, Spesimen utk biologi molekular dikirim dlm tabung kering, steril, 40C A. Sitologi Sel terinfeksi mempunyai ukuran besar, badan inklusi intranuklear dan intrasitoplasmik. Khas : inklusi intranuklear yg terpisah dari membran inti oleh suatu halo (Owl eye) B. Isolasi Virus Cara terbaik. paling sering : bilasan tenggorok dan urin. diagnosis cepat : owls eye dlm jaringan/dlm sel deskuamasi dlm urin, deteksi langsung antigen virus, Visualisasi virus dengan mikroskop elektron, dan hibridisasi DNA. Isolasi virus + serokonversi : petunjuk terbaik infeksi sitomegalovirus primer. C. Deteksi Antigen Virus Deteksi antigen virus intrasel dg teknik imunositokimia terutama imunofluoresen dg bantuan antibodi monoclonal, Antigenemia CMV ditandai dg protein pp65 (pUL83) yg melakukan penetrasi pd sel polinuklear darah D. Deteksi asam nukleat (DNA genomik atau mRNA)= PCR E. Pengukuran Kuantitatif (pengukuran konsentrasi virus) F. Serodiagnosis = Serokonversi pd 2 spesimen yg diambil dg interval 7-10 hari mrpkn kriteria paling baik utk menentukan infeksi primer EPIDEMIOLOGI Manusia host tunggal untuk CMV, Virus dikeluarkan dalam urin, air liur, semen, air susu, kotoran, dan sekresi servikal, dan dibawa dalam sel darah putih (neutrofil) yang bersirkulasi. Sitomegalovirus menular melalui oral & pernafasan, plasenta, tranfusi darah, transplantasi organ, & melalui kontak seksual. Infeksi perinatal & neonatal timbul akibat pajanan terhadap sekret serviks yang infeksius pada jalan lahir atau melalui ASI yang terinfeksi PENGOBATAN Gansiklovir dan Asiklovir. IgG human CMV dapat menurunkan insidensi infeksi sitomegalovirus pada penerima cangkok organ GONDONG/PAROTITIS EPIDEMICA/MUMPS Genus Rubulavirus; subfamily Paramyxovirinae; family Paramyxoviridae, Virions enveloped; pleomorphic and filamentous forms occur (frequently); spherical, or filamentous. Surface projections of envelope distinct; spikes of haemagglutinin (H) and fusion (F) glycoproteins , Nucleocapsids filamentous; 600-800 nm long; 17-18 nm in diameter. Symmetry helical. Pitch of helix 5.5 nm. Penyakit akut, menular, khas : pembesaran kelenjar ludah nonsupuratif , Manusia satu-satunya host alamiah, Penyakit virus sistemik, cenderung bereplikasi dlm sel epitel berbagai organ dalam, Parotitis hanya salah satu manifestasi, Ibu hamil trimster I: kematian ibu, abortus, partus prematurus, cacat bawaan, Kehamilan lanjut : kematian janin, Gondongan sangat menular, melalui : kontak langsung, droplet infeksi, muntahan, air liur, urin , Masa penularan 6 hari sebelum s/d 1 minggu setelah gejala timbul RUBELLA (GERMAN MEASLES/campak 3 hari) Genus Rubivirus; family Togaviridae, Virion mempunyai konstruksi yg kompleks & terdiri atas envelope & nucleocapsid.(Virion sferis, 60-70 nm., Nucleocapsid mempunyai simetri ikosahedral )s/s (+) RNA linear, tidak bersegmen, infeksius, Total genome length is 9757 nt. PATOGENESIS Transmisi virus melalui saluran pernafasan (Virus dpt dideteksi di sal. Nafas, Histopathology: Virions are found in the cytoplasm.), Replikasi awal tjd di sal. nafas.(1 minggu kemudian tjd viremia diikuti timbulnya skin rash), General Symptoms in Animals Infection can affect the endocrine or exocrine system, and dermis, mucosa or epithelium. General symptoms include fever and rashes. Signs and

symptoms include maculopapular; erythema marginatum. Lesions are found in skin or dermis.(Demam akut + ruam + limfadenopati suboksipital & aurikuler posterior) HOST DEFENSES: Humoral defenses soon after the viremia help to clear the virus from the blood and prevent continued spread. Cell-mediated defenses clear the virus from tissues, Imunitas bersifat seumur hidup, Sembuh sendiri. Sindroma Rubella Kongenital Infeksi trimester I : Rubella congenital[Mata (katarak, galucoma, mikroftalmia), Jantung (PDA, Stenosis Pulmonalis), Alat pendengaran (tuli), SSP (meningoensefalitis, kebodohan)]+ hambatan pertumbuhan intra uterin, keln hematologik, hepatosplenomegali, ikterus, pneumonitis interstitialis, keln kromosom Rubella-kehamilan Trimester I : abortus, Setiap viremia sering mencapai & merusak embrio/fetus, Trimester II : 6,8%, Trimester III : 5,3%, Tidak ada obat yg dapat mencegah viremia , Vaksin rubella : sebelum perkawinan

PENGGUNAAN OBAT SELAMA KEHAMILAN FARMAKOKINETIK A. TRANSPORT OBAT PLASENTA 1. SIFAT FISIKO KIMIA(KELARUTAN LIPID, UKURAN MOL, IKATAN PROTEIN )2. KECEPATAN MENEMBUS PLASENTA3. DURASI PAPARAN 4. TAHAP PERKEMBANGAN JANIN DAN PLASENTA PADA SAAT PAPARAN B. SIFAT DISTRIBUSI PADA JANIN C. METABOLISME OBAT PADA PLAENTA DAN JANIN FARMAKODINAMIKA A. KERJA OBAT MATERNAL 1. EFEK OBAT PADA JAR REPRODUKSI DIPENGARUHI OLEH HORMONAL 2. EFEK OBAT PADA JARINGAN LAIN TIDAK BERUBAH B. KERJA OBAT PADA JANIN=1. OBAT YANG MENSTIMULI PERKEMBANGAN JANIN 2. PENCEGAHAN PENYAKIT TERTENTU PADA JANIN C. MEKANISME OBAT TERATOGENIK MULTIFAKTOR : - GANGGUAN PENYALURAN OKSIGE DAN ZAT MAKANAN - DEFISIENSI VITAMIN, ASAM FOLAT, DSB, MEMPENGARUHI DEFERENSIASI JARINGAN YANG BERKEMBANG OBAT TERATOGEN OBAT YANG PADA DOSIS TERAPEUTIK UNTUK IBU DAPAT MENGAKIBATKAN CACAT PADA JANIN, KEHAMILAN MUDA (12 MINGGU), OBAT ANTI MUNTAH KEHAMILAN TUA= HORMON, ANTIBIOTIKA PENENTUAN KEAMANAN OBAT SELAMA KEHAMILAN PENELITIAN= HEWAN UJI LAPORAN MESO= MONITORING EFEK SAMPING OBAT PILIHAN OBAT SELAMA KEHAMILAN MENGGUNAKAN OBAT YANG STANDART, DOSIS YANG DIBERIKAN YANG PALING RENDAH, TIDAK DIANJURKAN UNTUK MINUM OBAT BEBAS ATAUPUN JAMU, OBAT YANG TIDAK BOLEH DIBERIKAN (HORMON REPRODUKSI, ANTIBIOTIKA / ANTIVIRUS (TETRASIKLIN), HIPNOTIKSEDATIF, ANTIKONVULSAN, HIPOGLIKEMI), OBAT YANG BOLEH DIBERIKAN (ANALGETIK, ANTASID, ANTI MUNTAH, ANTI HISTAMIN, ANTI BIOTIKA (AMOXICILIN))

FAAL KULIT Fungsi Kulit Homeostatis terhadap suhu, air dan elektrolit, Protektif , Sensoris , Sekresi dan ekskresi, Sintesis vitamin D UV , 7 dehidrokolesterol provit D vit D3(kolekalsioferol), Fungsi struktural, (Integrity of body dan Muscle attachment

Homeostasis terhadap suhu Pusat termostat terletak di hipotalamus, Sistem termoregulasi memerlukan organ sensori terhadap suhu, a.l di kulit. Di kulit terdapat daerah peka dingin dan peka panas, Daerah peka dingin 4 10 kali lebih banyak daripada daerah peka panas mencegah terhadap hipotermi. Organ indera suhu merupakan ujung saraf bebas yang berespon terhadap suhu mutlak, bukan terhadap gradien suhu di kulit. Reseptor suhu dingin berespon terhadap suhu 10 s/d 38 C, Sedangkan reseptor panas berespon terhadap suhu 30 s/d 45 C. Aferen suhu dingin adalah serat C dan A, sedang aferen untuk panas adalah serat C. Organ indera terletak di daerah subepitel, sehingga suhu jaringan subkutislah yang menentukan respon. Suhu di atas 45 C mulai terjadi kerusakan jaringan, dan sensasi berubah menjadi nyeri Hilangnya panas (termolisis) melalui :Kulit. Respirasi . Feses & urin Laju kehilangan panas tergantung :Laju konduksi panas inti tubuh ke perifer/kulit, dipengaruhi tissue conductance. Lemak merupakan system penyekat tubuh, Terutama brown fat , yang banyak terdapat pada bayi (inter scapula, tengkuk, pembuluh darah besar di thorak & abdm). Karena mitokondria >> & persyarafan sympatis >> sehingga lipolisis . Laju hilangnya panas dari kulit ke lingkungan sekitarnya THERMOLISIS mll KULIT RADIASIPancaran gelombang panas infra red 60% EVAPORASI Lewat penguapan keringat t.u. bila suhu lingkungan sangat tinggi, 0,58 Kkal / 1 gr ai 22 % KONDUKSI ke udara 15 % ke benda 3 % Keterbatasan : bila suhu udara ~ suhu kulit. KONVEKSI gerakan molekul udara contoh : angin, berat jenis udara. Respon kulit terhadap paparan suhu :Dingin (Menurunkan thermolisis, dengan cara : Vasokonstriksi, Piloereksi/horipilasi ) Panas (Meningkatkan thermolisis, dengan cara : Vasodilatasi, Produksi keringat ) Fungsi protektif Kulit yang intact merupakan barrier terhadap infeksi , Kerusakan pada kulit (mechanical, chemical injury, ataupun reaksi hipersensitivitas) memungkinkan diikuti masuknya kuman patogen yang bisa menyebabkan infeksi kulit dan struktur dibawahnya (Infeksi kulit juga dapat melalui infeksi darah) , Glandula sebasea memproduksi sebum yang akan memberi nutrisi terhadap folikel rambut, Sebum dan sweat penting bagi mikroba kulit normal, dalam menyediakan nutrisi, pH kulit normal 4,0 s/d 6,8, Mikroba memecah lemak dan menghasilkan produk asam lemak yang penting untuk menghambat pertumbuhan mikroba pathogen, Sejumlah besar mikroba normal hidup di kulit tergantung lokasi dan kelembaban kulit. 1000 organisme/cm2 pada punggung, dan lebih dari 10 juta/cm2 pada lipat paha dan ketiak. Mikroba ini bersifat opportunistic pathogen. Penderita AIDS dan gangguan imunitas yang lain mudah diserang. Fungsi sensoris kulit Dermis memiliki inervasi yang ekstensif, merupakan reseptor sensoris dan mengontrol vaskulerisasi dan sekresi kelenjar. Inervasi ini memungkinkan kita untuk menyadari keadaan sekeliling kita, dan mengenali sinyal sensoris dari reseptor yang ada pada kulit. Unit sensorik adalah satu akson sensorik dengan seluruh cabang perifernya. Bidang reseptif suatu unit sensorik adalah luas daerah yang dapat membangkitkan respon di unit sensorik. Bila rangsang yang kuat tetap diberikan berlanjut terus pada suatu reseptor, frekuensi potensial aksi di saraf sensoriknya lama kelamaan akan menurun : adaptasi / desensitisasi. Prinsip fisiologi sensorik untuk sensasi kulit adalah prinsip representasi pungtata, [[Bila kulit dipetakan secara detail mm demi mm, maka sensasi sentuh hanya tercetus pada titik-titik di atas reseptor sentuh. Tidak ada yang tercetus pada daerah diantaranya. Demikian juga untuk sensasi suhu dan nyeri ]] Stereognosis : kemampuan mengidentifikasi suatu obyek dengan memegang tanpa melihat.. Jarak terkecil dimana 2 rangsang sentuh dapat dirasakan sebagai 2 titik yang terpisah disebut ambang 2 titik. Terdapat 4 sensasi di kulit :(Raba, tekan, Dingin, Hangat, Nyeri Kulit mengandung berbagai jenis ujung saraf sensorik : ujung saraf melebar(diskus merkel , ujung saraf ruffini ), ujung saraf berselubung(badan meissner, badan pacini, ujung saraf krause.), Ujung saraf bebas diantara sel-sel dalam jaringan.

Keempat modalitas sensorik kulit dapat dijumpai didaerah daerah yang pada pemeriksaan histologi hanya berisi ujung saraf bebas. Ujung saraf melebar dan berselubung berfungsi sebagai mekanoreseptor yang berespon terhadap rangsang taktil. Badan meisner dan pacini merupakan reseptor raba beradaptasi cepat, Diskus merkel dan ujung saraf ruffini merupakan reseptor raba beradaptasi lambat , Ujung saraf ruffini dan badan pacini juga terdapat di jaringan fibrosa dalam. Saraf sensorik juga berujung di sekitar folikel rambut, menghantarkan rasa raba, sedangkan gerakan rambut membangkitkan sensasi taktil. Reseptor sentuh paling banyak dijumpai di kulit jari tangan dan bibir. Relatif jarang di kulit badan, Organ sonsorik untuk rasa nyeri adalah ujung saraf bebas, yang dijumpai hampir di semua jaringan tubuh. Reseptor nyeri disebut juga nosiseptor Rangsang yang ringan, terutama bila ditimbulkan oleh sesuatu yang bergerak dikulit menimbulkan gatal (itch) atau geli (tickle). Di daerah yang banyak terdapat ujung saraf tidak bermielin. Menggaruk menghilangkan rasa gatal karena mengaktifkan aferen besar yang memiliki daya hantar cepat. Struktur kulit Terdiri atas dua tipe jaringan yang berbeda :(epidermis : sel-sel epithel, Dermis : jaringan ikat ), Epidermis terdiri atas sel epitel squamous kompleks , Sel sel paling permukaan mati dan mengandung protein keratin, serta secara kontinyu diganti oleh sel disebelah dalamnya, Regenerasi komplet sel kulit berkisar satu bulan, Dandruff terjadi karena pergantian sel kulit yang eksesif , Kulit tebal pada telapak tangan dan kaki memiliki semua lima stratum kulit, Kulit tipis yang meliputi seluruh tubuh hanya memiliki empat stratum kulit, tanpa stratum lucidum, kulit tipe ini mengandung folikel rambut, kelenjar sebacea dan sudorifera. Fungsi rambut :Proteksi , Menahan panas , Identifikasi visual, Facial expression, Sensory reception Warna rambut : Melanin genetik , Faktor lingkungan dan hormonal, Usia Warna kulit Dipengaruhi :Melanin, Hemoglobin, Karoten

FISIOLOGI KEHAMILAN DAN PERSALINAN PROSES KEHAMILAN Terjadi perubahan mendasar alat genitalia interna dan eksterna. Untuk menunjang perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Perubahan pada Uterus Ukuran:30g menjadi 1 kg pada akhir kehamilan. Susunan Otot Uterus= Otot yang tersusun oblique mempunyai peran penting dalam persalinan. Susunan otot berfungsi tsb mencegah perdarahan postpartum VAGINA Vagina & vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena pengaruh estrogen sehingga tampak makin livid( tanda Chadwicks ). OVARIUM Tidak hamil (Hormon yg dikeluarkan oleh corpus luteum graviditatis pengaruhnya tak berlanjut menstruasi.) Kehamilan (Corpus luteum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuk plasenta yang sempurna, pada umur 16 minggu. )Corpus luteum graviditatis mengeluarkan Estrogen, Progesteron , Relaxin PAYUDARA Akibat pengaruh hormon:Estrogen, Penimbunan lemak, garam dan air, tampak besar tekanan syaraf nyeri (mastodinia). Hipertrofi sistem saluran payudara. Progesteron . Mempersiapkan asinus/ kelenjar susu . Menambah jml sel asinus . Somatomammotropin. Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan laktoglobulin. Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara. Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan Penampakan luar payudara= Lebih besar. Areola hiperpigmentasi. Glandula Montgomery makin nyata. Puting susu makin menonjol. Pengeluaran ASI belum berlangsung karena pengaruh Prolactin Inhibiting Hormone. Setelah persalinan PIH tak ada ASI keluar. SIRKULASI DARAH IBU

VOLUME DARAH Volume bertambah, terjadi hemodilusi karena serum darah > sel darah (30% : 20%), Curah jantung 20-30%.Mulai kehamilan mgg ke 16, puncaknya mgg 32. decomp cordis hati2, Postpartum tjd hemokonsentrasi,puncaknya hari ke 3-5. SEL DARAH SDM , mengimbangi pertumbuhan janin, SDP s.d. 10.000/ml, LED RESPIRASI=Kebutuhan O2 20% , Desakan diafragma karena rahim membesar (32 mg), Frekuensi nafas PENCERNAAN=Pengeluaran asam lambung , Hipersalivasi , Lambung rasa panas , Peristaltik berkurang , Morning sickness, Emesis KULIT= Pengaruh MSH (melanophore stimulating hormone), Hiperpigmentasi , Chloasma gravidarum , Striae gravidarum livide, Linea nigra , Areola mammae , Papilla mammae PERUBAHAN METABOLISME BMR 15-20% terutama tm III, Kelenjar tiroid sedikit membesar (fisiologis), Keseimbangan asam basa , Kebutuhan protein (0,5 G/kgBB), Kebutuhan zat mineral , BB: 6,5 -16,5 kg selama hamil 12,5 kg(0,5 kg/mgg) 20 mgg terakhir PENAMBAHAN BERAT BADAN Janin: 3 - 3,5 kg, Plasenta: 0,5 kg, Air ketuban: 1 kg, Rahim: 1 kg, Timbunan lemak: 1,5 kg, Timbunan protein: 2 kg, Retensi garam: 1,5 kg PLASENTA & AIR KETUBAN Plasenta terbentuk sempurna pd mgg ke 16. Implantasi plasenta normal di fundus/corpus Fungsi plasenta : Alat Nutritif = Difusi (Air & bahan yang larut dalam air, garam, Makin besar BJ makin lambat terjadi difusi )Sistem enzimatik (Protein asam amino, Lemak asam lemak, Karbohidrat glukosa, Glikogen fruktosa , Vitamin bentuk yg lebih kecil, Obat-obatan), Pinositosis (Imunoglobulin G dan albumin,)Cara seperti amoeba Alat Pembuangan Ginjal, usus, hati janin belum berfungsi sempurna. dibuang melalui plasenta, yang dapat menghubungkan janin dengan dunia luar secara tidak langsung. Alat Pertukaran Gas Sirkulasi janin terdapat HbF afinitasnya tinggi terhadap O2 dan mudah melepaskan CO2 melalui sistem difusi dalam plasenta. Makin tua kehamilan semakin tinggi konsentrasi HbA sebagai persiapan bernafas melalui paru-paru pada saat kelahiran. Hormon Chorionic gonadotropin (Merangsang korpus luteum gravidarum sehingga tetap mengeluarkan estrogen & progesteronsampai fungsi plasenta sempurna.) Chorionic Somato-mammotropin( Untuk metabolisme protein, Laktogenik dan luteotropik, Mengatur pertumbuhan janin , Mengatur metabolisme karbohidrat dan lemak ). Estrogen Plasenta (Pertumbuhan & perkembangan otot rahim , Retensi air dan garam , Perkembangan tubulus payudara , Melaksanakan sintesis protein). Progesteron plasenta (Penenang otot rahim selama hamil, Mengaktifkan tubulus dan alveolus payudara, Menghalangi pematangan folikel De Graaf , Menghalangi pengeluaran LH) Alat Penyalur Antibodi Janin mempunyai kekebalan pasif sampai umur 4 bulan selanjutnya berkurang. Antibodi yang dibentuk ibu disalurkan ke bayi kekebalan terhadap infeksi. . Barrier Terhadap beberapa bakteri/virus, Terhadap obat , Hati-hati :(Tetrasiklin : warna gigi, pertumb tlg pjg, Streptomisin : pendengaran , Preparat sulfa : metabolisme bilirubin , Obat-obat narkotik ) LIKUOR AMNII 1-1,5 L pada kehamilan aterm. Peredaran cairan ketuban sekitar 500 cc/jam, ditelan bayi dan dikeluarkan sebagai air kencing. Bila terjadi gangguan hidramnion (>1500cc) Fungsi air ketuban

Saat kehamilan (Kesempatan berkembang & bergeraknya janin bebas ke segala arah , Melindungi dari trauma fisik ), Saat persalinan / inpartu (Menyebarkan kekuatan his sehingga serviks dapat membuka , Membersihkan jalan lahir punya kemampuan desinfektan , Pelicin saat persalinan ) PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN JANIN DALAM RAHIM FAKTOR IBU = Kesehatan ibu saat hamil , Penyakit yang menyertai : DM, HT, Penyulit kehamilan : posterm, PEB-E, Kelainan uterus : mioma, uterus subseptus, inkompetensiserviks , Kehamilan tunggal, ganda, triplet , Kebiasaan ibu : merokok, alkohol, narkoba FAKTOR JANIN = Jenis kelamin janin , Penyimpangan genetik , Infeksi intrauterin FAKTOR PLASENTA= Infark, Fibrosis UMUR KEHAMILAN RUMUS NAEGLE : menentukan HPL berdasar HPMT Hari + 7, Bulan 3 (atau bulan +9), Tahun + 1, Gerak pertama dirasakan 16 mgg , Perkiraan TFU hamil tunggal , USG Tanda dugaan hamil = Amenore , Mual muntah , Ngidam , Sinkope , Payudara tegang , Sering miksi , Konstipasi , Pigmentasi kulit , Epulis , varises Tanda tidak pasti = Rahim membesar sesuai dengan tuanya kehamilan , Pemeriksaan dalam dijumpai :( Hegar , Chadwick, Piscaceck , Braxton hicks, ballotement , Pemeriksaan biologis kehamilan (+) Tanda pasti kehamilan = Terlihat / teraba bagian-bagian janin , Terlihat / teraba gerakan janin , Terdengar/ terlihat detak jantung janin Diagnosis banding kehamilan = Pseudocyesis , Tumor kandungan / mioma uteri, Kista ovarium , Hematometra , Kandung kencing penuh ANTE NATAL CARE Pengertian = pemeriksaan kehamilan , Mengoptimalisasikan kesehatan mental & fisik ibu hamil , Mampu menghadapi persalinan, kala nifas, persiapan pemberian ASI dan kembalinya kesehatan reproduksi secara wajar. Tujuan khusus Mengenal & menangani sedini mungkin penyulit dan penyakit yang menyertai saat kehamilan, persalinan, dan nifas. Nasihat & petunjuk berkaitan dengan kehamilan, persalinan, nifas, laktasi dan KB. Menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal. Jadual Pemeriksaan 1. Pemeriksaan pertama setelah diketahui terlambat haid. 2. Pemeriksaan ulang tiap bulan : 6 mg s.d. 7 bl , tiap 2 mg : s.d. 8 bl , tiap mgg : 8 bl 3. Pemeriksaan khusus jika ada keluhan tertentu. Dianjurkan minimal 4 kali selama kehamilan

FISIOLOGI PERSALINAN DEFINISI Gravida = hamil , Para/ partus = melahirkan , Abortus = melahirkan sebelum janin viabel (<20 mgg; <500g) , Partus immaturus = 20 27 mgg; BB 500 1000g, Partus prematurus = 28 36 mgg; 1000 2500g, Partus postmaturus/ serotinus = 42 mgg HIS = KELUAR LENDIR DARAH, SERVIKS MEMBUKA, KETUBAN PECAH, BAGIAN BAWAH JANIN TURUN, PERUBAHAN BENTUK UTERUS FISIOLOGI NIFAS Post partum, puerperium, nifas Periode waktu dari lahirnya plasenta sampai dengan kembalinya traktus reproduksi ke kondisi normal saat belum hamil.--> 6 minggu INVOLUSI UTERUS Setelah persalinan, uterus akan berkontraksi dan retraksi sehingga menjadi keras. Otot rahim tersusun atas 3 lapisan, membentuk anyaman. Saat berkontraksi akan menjepit pembuluh darah di antara otot tsb. Menutup pembuluh darah besar yang bermuara pada bekas implantasi plasenta. Proses Involusi Uteri

INVOLUSI Plasenta lahir 7 hari 14 hari 42 hari 56 hari

TINGGI FUNDUS Sepusat pusatsimfisis Tak teraba hamil 2 mgg normal

BERAT UTERUS 1000 g 500g 350g 50g 30g

Gambaran Klinis Masa Nifas Suhu badan meningkat. Jika >38 selama 2 hari berturut-turut kemungkinan infeksi. Kontraksi uterus diikuti nyeri ikutan (after pain ). Pengeluaran cairan sisa lapisan endometrium & tempat implantasi (lochia ). Lochia berdasarkan jumlah & warna dibedakan mjd 4 : Lochia rubra ( kruenta )(hari 1-3), Lochia sanguinolenta (3-7), Lochia serosa (7-14), Lochia alba (>14) Perubahan pengeluaran lochia menunjukkan keadaan yang abnormal :Perdarahan berkepanjangan , Pengeluaran lochia tertahan (statika), Lochia purulenta , Rasa nyeri berlebihan , Keadaan patologis perlu penanganan. PERAWATAN MASA PUERPERIUM Early mobilization ( 8 jam ), keuntungan :Melancarkan pengeluaran lochia , Mengurangi infeksi puerperium , Mempercepat involusi , Melancarkan fungsi GIT & UT, Memperlancar peredaran darah , Mempercepat fungsi laktasi Perawatan puerperium dilaksanakan dalam bentuk : Rawat gabung , Pemeriksaan umum : kesdran, keluhan , Pemeriksaan khusus :( VS , lochia , Fundus, luka jahitan , payudara ), Pemulangan dan pengawasan ikutan Nasihat saat memulangkan :Diet( 4 sehat 5 sempurna ), Pakaian(menyerap, tidak ketat ), Miksi dan BAB , Menyusui dengan kedua belah payudara , Kembalinya menstruasi : 4 - 6 bl Pengawasan Akhir Kala Nifas = Menilai seberapa jauh involusi uteri, Menilai perlukaan postpartum, bila perlu dengan inspekulo , Persiapan penggunaan metode KB Salah Pengertian yang sering terjadi di masyarakat = Merasa postpartum akan berjalan normal, sehingga tidak memerlukan pemeriksaan tambahan. Pemakaian metode KB perlu menstruasi dulu. Kontap bisa untuk wanita yang ingin hamil lagi. Salah Pengertian, Diperbaiki = Pemeriksaan postpartum penting, terutama bekas perlukaan persalinan. Bersamaan penimbangan & imunisasi bayi , Pemeriksaan postpartum merupakan waktu yg tepat membicarakan KB. PERAWATAN NEONATUS Menjaga jalan nafas tetap bebas , Menjaga suhu tetap hangat , Identifikasi bayi sangat penting, menghindari tertukar , Pemeriksaan ulang setelah 24 jam KEUNTUNGAN RAWAT GABUNG Kolostrum dapat diberikan segera , Involusi > cepat , Mendukung tumbuh kembang bayi kualitas sumber daya manusia , Hubungan psokologis ibu anak terjalin erat. Keuntungan ASI Komposisi ASI paling sesuai untuk bayi. Kolostrum mengandung antibodi yang bisa melindungi bayi dari beberapa penyakit. Kontrasepsi dalam 3 bulan postpartum, Membantu involusi uterus, Mempererat hubungan psikologis ibu-anak PEMBERIAN ASI (LAKTASI) Pemberian ASI dipercepat segera setelah bayi lahir diisapkan pd puting susu ibu. Mempercepat pengeluaran ASI. 1 jam pertama setelah lahir. Refleks pengeluaran oksitosin membantu involusi uterus, Jadwal : call feeding / on demand PERSIAPAN PEMBERIAN ASI

Mulai sejak pemeriksaan payudara terutama ibu primigravida. Perawatan payudara saat mandi :Menarik puting agar menonjol , Membersihkan puting dengan minyak kelapa , Puting yg masuk kedalam dapat ditarik dg pompa susu.

OBGIN Abortus/ miscarriage = Pengeluaran hasil konsepsi < 500 mg ( 20 minggu) Spontan Tindakan: kriminalis , teraupetis/ medicinalis Etiologi kelainan pertumbuhan hasil konsepsi: kelainan kromosom , lingkungan , pengaruh luar . kelainan placenta . penyakit ibu . kelainan traktus genitalis Diagnosa Perdarahan pada kehamilan muda, Pikirkan: abortus , KET , Mola hidatidosa , Hamil dengan kelainan kelainan serviks Anamnesis perdarahan: jumlah/ jenis , nyeri , last menstrual period/ HPMT , tanda-tanda kehamilan berkurang ?? , Riwayat obstetri , Riwayat ginekologi, infeksi serviks, operasi , Riwayat KB Immines (Threatened/ ancaman) perdarahan segar , besar uterus sesuai umur kehamilan , Ostium uteri eksternum tertutup , USG: tandatanda kehidupan , pulsasi, FM Insipiens (Inevitable, berlangsung) Nyeri/ mules , Bekuan darah , Ostium uteri eksternum membuka(ketuban +) , USG: hasil konsepsi dalam uterus Kompletus besar uterus < normal , OUE menutup , Perdarahan sedikit , USG: hasil konsepsi (-) Inkompletus Perdarahan + bekuan , OUE terbuka , Teraba jaringan dalam canalis servikalis Missed abortion Tanda dan gejala kehamilan menghilang , Abortus sudah berlangsung 8 minggu , Perdarahan sedikit , USG: tanda kehidupan janin (-) abortus septik semua yang disebut disertai infeksi Pemeriksaan inspekulo , pemeriksaan dalam , USG Penanganan Imminens = bed rest , Mencari penyakit lain yang berhubungan dokter spesialis , Minum cukup , Pengosongan kandung kencing , Obat Insipiens/ Inkompletus/ kompletus/ missed, prinsipnya = menghentikan perdarahan/ evakuasi , mengembalikan fungsi hemodinamika , mencegah infeksi Komplikasi = perdarahan , perforasi , syok , infeksi Abortus habitualis 3 x abortus spontan berturut-turut , causa (immunologi (Tx ??) , antikardiopilin antigen , ABO inkompability , GTT , VDRL/ TPHA , Kelainan kromosom , Infeksi mikoplasma , Serviks inkompeten Terapi Spesifik tidak ada , Inkompeten serviks:Shirodkar , Mac Donald Gejala & Tanda Preeklamsia & Eklamsia Diagnosis : 1. Preeklamsia ringan ( PER ) = - Tensi : > 140/90 - < 170/ 110 mmHg - Proteinuria : < 5 gr/ lt 24

jam - Edema

: lokal atau general

2. Preeklamsia berat (PEB) = - Tensi : > 170/110 mmHg - Proteinuria : > 5 gr/lt 24 jam (+4) Edema massif - Oliguria : < 500 ml/24 jam Lanjutan Dx : Preeklamsia berat ( PEB ) = - Gangguan visus dan serebral - Nyeri epigastrium (abdomen atas) Terdapat sindrom HELLP(Haemolysis, Elevated Liver Enzymes and Low Platelet Count ) Faktor Predisposisi :Nullipara , Hipertensi kronis, Riwayat kel. Preeklamsi , Mola hidatidosa, Gemelli , Hidrops fetalis, Diabetes Diagnosis Eklamsia : Tanda pre eklamsia berat dan serangan kejang DD Eklamsia : Epilepsi, Kejang krn anestesi, Koma karena sebab lain ( DM , meningitis, perdarahan otak ) Komplikasi Eklamsia :-Solusio plasenta - Nekrosis hati Hipofibrinogenemia - Hellp syndrome Hemolisis - Kelainan ginjal - Perdarahan otak - Prematuritas, IUFD - Kelainan mata - DIC - Edema paru Penanganan : Preeklamsia ringan Rawat jalan= - Banyak istirahat - Pmx laboratorium ( Darah+ urin rutin, AT, LFT, RFT ) - Kontrol tiap minggu Rawat Inap =- Jika dalam 2 mg tidak perubahan membaik - Kenaikan berat badan > 1 kg/mg - Timbul gejala salah satu gejala preeklamsia berat Penanganan Pre eklamsi berat Bed rest di ruangan tenang, tidur miring ke kiri , Infus D5% diselingi infus RL , Magnesium sulfat ( jika syarat terpenuhi ) , Anti Hipertensi , Diuretika , Tindakan obstetrik (a. Konservatif : dipertahankan persln spontan b. Aktif : - Terminasi : induksi, seksio sesaria Penanganan Eklamsia Prinsip : hentikan serangan kejang berulang & akhiri kehamilans Pengobatan sama dengan PEB , Anti konvulsi ( diazepam ) , Magnesium Sulfat dihentikan 24 jam pasca bersalin , Persalinan diusahakan pervaginam 4-8 jam pasca kejang atau pasien sudah sadar. Jika harus seksio sesaria 12 jam bebas kejang. Pasien dg gangguan kesadaran terminasi kehamilan didasarkan atas indikasi ibu

PARTOGRAF SEJARAH PARTOGRAF Th 1954, E.A. Friedman melakukan penelitian pada sejumlah besar wanita di USA, menggambarkan pola pembukaan serviks yang normal. Friedman membagi persalinan secara fungsional menjadi dua bagian : Fase latent (awal) = 8-10 jam dan sampai pembukaan 3 cm. Fase aktif = akselerasi dari 3-10 cm pada akhir fase terjadi deselerasi. Pada 1969, Hendricks dkk : Kecepatan pembukaan serviks pada primigravida dan multipara pada fase aktif sedikit berbeda dan tidak ada deselerasi. Philpott : Studi sejumlah besar primigravida di Afrika Tengah dan Selatan menggunakan nomogram, ditemukan penyimpangan dari kurva normalmenjadi dasar intervensi awal guna mencegah persalinan lama. Peneliti-peneliti lain :Tidak ada perbedaan signifikan pada berbagai etnis yang berbeda. PARTOGRAF ADALAH Suatu alat yang digunakan untuk menilai kemajuan persalinan dan mengenali saat diperlukannya intervensi PARTOGRAF WHO

Fase aktif dimulai setelah pembukaan 3 cm , Fase laten sama/ kurang dari 8jam, Pada fase aktif penambahan pembukaan 1 cm atau lebih , Pemeriksaan vaginal tiap 4 jam , Tenggang waktu 4 jam antara garis waspada dan garis tindakan KOMPONEN YANG DIAMATI 1.Keadaan janin (Frekuensi denyut jantung janin , Warna, jumlah dan lamanya ketuban pecah , Mulase kepala janin) 2. Kemajuan persalinan (Pembukaan serviks , Turun kepala : palpasi perut seperlimaan kepala janin yang teraba ) 3.Keadaan ibu (Nadi, tensi, suhu , Urin : volume, protein, aseton , Obat-obatan dan cairan intravena , Pemberian oksitosin) KEADAAN JANIN DJJ= Diperiksa tiap 30 menit , Bila DJJ abnormal tiap 15 menit SELAPUT DAN AIR KETUBAN Selaput ketuban utuh U. Selaput ketuban sudah pecah : * Air ketuban jernih J. * Air ketuban terwarnai mekoneum M. * Air ketuban tidak ada K (kering) MULASE TULANG KEPALA 0 = Sutura mudah teraba . + = Tulang saling menyentuh . ++ = Tulang tumpang tindih . +++= Tumpang tindih hebat KEMAJUAN PERSALINAN ABNORMAL 1. Fase laten lama (memanjang) 2. Pindah ke sebelah kanan garis waspada 3. Memotong garis tindakan PENANGANAN PERSALINAN ABNORMAL 1. Dirujuk 2. Persalinan dipercepat 3. Persalinan diakhiri

Hiperemesis Gravidarum Definisi :Hg : Mual muntah berlebihan pd ibu hamil (biasanya muda) yg sampai mengganggu kegiatan sehari-hari , Emesis tidak sampai mengganggu Preeklamsia & Eklamsia Definisi :Preeklamsia : Hamil dg hipertensi, oedema piting oedem, proteinuria, 20 mgg segera setelah persalinan , Eklamsia : Preeklamsia + kejang / koma ETIOLOGI = Belum pasti ischemia plas , Fakt predisposisi : nullipara/primigrav, riwayat keluarga, gemelli, mola hidatidosa, hidramnion Prinsip :Kerusakan endotel pembuluh darah Komplikasi KELAINAN IMPLANTASI Plasenta previa . Plasenta akreta, inkreta, perkreta (komplit & inkomplet) Penyakit plasenta : Infark plas : periarteritis, endarteritis, Gangguan nutrisi/malnutrisi : bayi kecil dlm kandungan Kalsifikasi plasenta : proses penuaan plasenta garam kasium serotinus/post term